Anda di halaman 1dari 7
Instalasi Pengolahan Air Asam dan Tambang PT. Freeport Indonesia J.B. Hersubeno dan Haryo Kuncoko Abstrak ‘ir asam tambang atau air asam batuan merupakan masalah umum ynag dihadap! oleh industri pertambangan. Pengolahannya diperlukan agar Air Asam Tambang (AAT) tidak terbuang secara bebas ke Jingkungan. Sasaran ‘wana pengolahan air azan tambang di PL. Freeport Indonesia di Irian Jeya adalah pengendelian air asam tambang agar tidak mmencemarilingkungan di samping itu ada keuntungan yang dapat diraih sekaligu yaitu xntuk mendapatkan air tambahan untuk proses dan diperolehrya katoda tembaga dari hasl proses ini. PT. Freeport Indonesia ceiah memiliti Instalasi Pengolah AAT yang menerapkan 2 teknologi mutakhir dalam proses pemisahan yaitu menggurakar sistem pertukaran ion untuk pemekatan kadar tembaga menggunakan ‘Molecular Recognition Technology (MRT) dan proses Electrowinning dengan teknologi ElektroMe(al-Electro Winning (EMEH). Teknologi MRT telah membultikan kemampunannya dalam pengikatan temabaga dari ARD hingga menyisakan tembaga dalam rafinatnya menjadi<10 ‘pom dan melepaskan kembali sembaga yang terikat di dalam resin melalui elusl untuk menghasilkan eletrolit kaya tembaga pada kisaran 35 g/L. Kinerja se! EMEW yang telah menghasitkan katoda tembaga murni LME grade A(>99,9996Cu) pada efesiensi arus >95% dan ‘menghasitkan laruian miskin tembaga di bawah 400 pmm adalah sesuai dengan desain aval, Masihj dijumpai permasalahan yang Derkaitan dengan ketidak ajegan lai alir AAT di dalam kolom MRT. Acid rock drainage (ARD) or Acid Mine Drainage (AMD) issues are prevalent throughout world’s mining industry. Acid rock drainage ‘mangement isis needed in order to prevent is entrto ecosystem. The main objective ofthe ARD treatment at PT. Freeport Indonesia is 10 ‘control the ARD in order to prevent polution of the surownding. There are two snmediate benefits from having this ARD treatment plant firsily large volume of treated water suitable for mill consumptien and seconly the production of copper cathode which can genarate ‘revenue fo mitigate the longterm cost of ARD. Recenly PT. Freeport hs commisioned it ARD treatment plant by combining two the latest technology tn separation technique namely Molecular Recognition Tecgnology for extracting copper through ion exchange and Eleciro- ‘Metal-Electro-Winning (EMEW) technology for recovering a salable pure copper in form of cathode product. From a technical perspec- tive, the capability ofthe MRT systers to remove copper in solution from ARD to very low level (<10 ppm Cu) and to release the copper ‘nto loade electrolyte at reasonable tenors (3-5e/)) has been demonstrated. Similarly, the permformance of the EMEW plant to produce LMA grade A (299.9996 Cu) cathode copper at a high current efciencies (>95%), while producing an acceptable barren electrolyte (400 ppm) is as per design eriterta, Unfortunately, there are significant on going problem in maintainaing design flow rates through the Packed bed MRT columns, I. Pendahuluan lembab atau berair. Reaksi biologi dan Pelarutan mineral tembaga pada kimia pada mineral-mineral bijih dari timbunan batuan limbah di dacrah ‘A. Air Asam TambangdanPermasa- suatu batuan akan menghasilkan ta mbah, Bergantung kepada lokasi Jabannys larutan asam, larutan asam tersebut —timbunan batuan limbah, tipe bijih, Air Asam Tambang (Acid Mine selanjutnya akan melarutkan sejumlah _kandungan sulfida, derajad oksidasi Drainage) atay Air Asam Batuan (Acid —_logam dari batuan ‘batuan limbah dan tingkat pengenceran dari sumber Rock Drainage) sering dijumpai di dan atau pasir sisa (tailings). Di PT. war, Air Asam Tambang dapat daerah pertambangan. Air asam ini Freeport Indonesiaairasam batuan atau emiliki interval pH dari mendekati terkontaminasi oleh logam-logam air asam tambang yang dijumpai netral dengan kandungan logam terlarut sebagai hasil proses oksidasi _terutama mengandung logam tembaga _beberapa miligram per liter hingga mineral-mineral bijih pada lingkungan sebagai hasil proses pelindihan/ _bersifatsangatasam dengan kandungan ENERGI No.10 November 2000 - Januari 2001 23 LINGKU logam ribuan mitigtam per titer. Sumber utama air asam tambang tersebut adaalh dari Aliran Timur dan Aliran Barat yang mengalir ke danau Wangon dengan debit sekitar 12.000 gpm dan Pintu Air dengan debit maksimum 5000 gpm, Dengan membiarkan aliran air asam tambang, ‘yang memitiki pH rendah dan berwama hijau kebiruan, ini terbuang begitu saja ke alam, berarti membiarkan terjadinya pencemaran di daerah aliran sungai yang selanjutnya akan ‘memperngaruhi kualitas air permukaan i daerah tersebut, Sesungguhnya air aasam tambang merupakan salah satu sumber air potensiat untuk memenuhi ebutuham air proses di pabrik pengolah bifi tembaga terutama di musim kering dimana ketersediaan air merupakan faktor pembatas produksi yang penting. Hiasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan air asam batuan yang ‘mengandung tembaga terlarut unutk air proses di pabrik pengolah biji tembaga femyata menurunkan tingkat perolehan (recovery) logam di sel flotasi. Untuk itu, potensi air yang cukup melimpah ini harus diupayakan unutk dapat diolah agar dapat digunakan sebagai: proses pada pada pabrik pengolah bijih tembaga milik PT. Freeport Indonesia ‘yang bertokasi di Irian Jaya. B. Keuntungan Pembangunan Instalasi Pengolah Air Asam Tamang (AAT) Pembangunan Instalasi Pengolah AAT didasarkan kepada komitmen Jingkungan jangka panjang PT. Fl yang (idak terpisahkan dari proses produksi. Bentuk kepedulian lingkunagn PT FI adalah dengan mengolah air asam tambang yang ada di daerah kerjasebetum dibuang ke fingkungan bebas. Di samping itu, dengan pengolahan AAT ini sekaligus paling sedikit dapat ditarik dua keuntungan Tangsung, yaitu : ‘* Diperolehnya pasokan tambahan sejumlah air untuk proses di Pabrik Pengolah Bijih Tembaga © Diperofehnya katoda tembaga kualitas: muri Disamping kedua keuntungan tersebut, Instlasi pengolah AAT ini dapat pula dipandang sebagai salah satu bbentuk embrio kegiatan yang berkaitan dengan rencana penutupan tambang (Mine Closure Plan) PT. FI. Pembangunan proyek Instalasi Pengolahan AAT ini telah dimulai sejak bulan Desember 1997, dan beroperasi sejak bulan Oktober 1998. Tastalasi Pengotah AAT di PT. Fi memnafaatkan ‘gabungan 2 teknologi mutakhir yaitu MRT (Molecular Recognition Technol- ogy) dan EMEW (Electro-Metal- Electro-Hinning) untuk mengekstrak tembaga dari air IL Tinjauan Ekstraksi Logam Sel Elektrokimia pada sistem Elektrowinning — Konvensional. Pengambilan logam dari suatu larutan dengan elektrolisis atau elektrowinning ‘merupakan teknik populer yang banyak dilakukan di berbagai industri. Hal yang menarik dari proses elektrolisis adalah kesederhanaan prosesnya yakni dengan cara memberikan aliran elektrolisis adalah kesederhanaan prosesnya yakni dengan cara ‘memberikan aliran listrik searah pada elekiroda-elektroda yang dicelupkan di Salam larutan elekirolit, dan mampu menghasilkan logam murni yang menempel pada permukaan katoda, Di industri pertambangan proses elektrolisis banyak dipakai karena kkesedechanaannya lebib-lebih setelah berkembangnya teknik kombinasi Ekstaksi Pelarut!Electrowinning (SK- Electrowinning). Faktor yang mempengaruhi Proses Elektrowinning Berikut adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas logam hasil electrowinning = {. Jumfah arus yang mengalir ke katoda akan mempengarubi jumtah Jogam yang menempel di katoda sesuai dengan hukum Faraday m=M.3600/ZQ dengan m=berat logam tertempel; M=massa logam; Z=konstanta Faraday=96480 ‘coulomb dan ‘Qemuatan ion). 2. Kecepatan dan bentuk aliran fluida i dalam sel akan mempengaruhi kualitas serta morfologi lempengan logam pada katoda, Kecepatan aliran tidak hanya menentukan morfologi mendapat tetapi juga ‘mempengaruhi pembentukan gas di dalam sel, 3. Tegangan sel optimum untuk setiap logam akan bergantung kepada Konduktivitas larutan, arus yang diberikan dan jarak antarelektro- danya. Di dalam suatu sel elektrokimia pemakaian volt di luar rentang tegangan elektrokimia akan berpengaruh pada baik buruknya bentukan logam terendapkan, Sel Electro-Metal Electro-Winning (EMEW) Electrometal Mining Limited, Australia, telah_mengembangkan teknik elektrowinning logam yang unik sejak tahun 1994 yang kemudian disebut sebagai sei Elektro-Metal Elekto- Winning (EMEW). Secara fisik sel EMEW mempunyai disain yang berbeda dengan sel clektrolisis konvensional yaitu berupa tabung, bukan berbentuk kotak bak besar dimana sejumlah elektroda disusun seperti pada umunya. Sel EMEW dibentuk oleh anoda yang berada di tengah dan katoda sebagai batas beian dalam tabungnya. Larutan yang dipompakan memasuki tabung dengan kecepatan tinggi, mengalir secara ‘melingkar di dalam tabung sedemikian rupa sehingga Kontak antara ion-ion tembaga dengan permukaan dalam katoda secara terus’ menerus iperbaharui dan keseimbangan antara pasokan (distribusi dan jumlah ion logam dalam larutan ) dengan permintaan (Gumlah arus yang diberikan pada elektroda) lebih bersifat 4 ENERG! No.10 November 2000 - Janvari 2004 langsung dan lebih efektif daripada ‘yang terjadi pada sel konvensional. Uji operasional sel EMEW skala industri ppertama kalai dilakukan tahun 1995 di Young, Australia dan telah menghasilkan 250 towtahun katoda tembaga dengan kemurnian 99,99% dari larutan tembaga berkonsentrasi rendah hasil pelindihan di area bebas pertambangan tembaga (heap leach). Hasil percobaan tersebut menunjukkan bbahwa effisiensi arus sel EMEW sangat tinggi pada operasi elektrowinning —_larutan berkadar tembaga tinggi hasil ekstraksi pelarut. Hal ini terutama karena efisiennya transport ion logam di dalam sel. Dengan demikiaan , penggunaan set EMEW untuk pengambilan logam menjadi lebih produktif daripada cara yang diperoleh dengan cara konvensional. Berbeda dengan teknik electrowinning pada umunya, sel. EMEW ‘menghasilkan katoda tembaga bentuk tubular yang kokoh, ‘mampu bekerja pada larutan dengan tingkat kandungan tembaga rendah dan tingkat Kemurnian katoda yang dihasilkan 99,99%. Berikut adalah perbandingan susunan sel antara sistem sel EMEW dengan sistem konvensional, Teknologi MRT (Molecular Recognition Technology) ‘Sejak Pederson memperoleh Nobel kimia tahun akhir 1960-an untuk penemuan senyawa makrosiklik, penelitian senyawa makrosiklik berkembang pesat. Dalam thesisnya Dr. Ron Bruening menunjukkan bahwa hanya ada satu cara unutk membuat ekstraksi Tarutan’dengan senyawa makrosiklik tersebut dapat didaur ulang, yaitu dengan cara menempelkannya pada pdatan pendukung. Konsep inilah yang mendasari MRT yaitu dengan menempeikan didesain khusus memiliki selektivitas tinggi secara ikatan kovalen pada padatan pendukung yang stabil seperti silika gel atau polimer sehingga dapat mengikat ion-ion tertentu secara selektif. Teknologi MRT mampu ‘memisahkan ion logam secara selektif ddan efisien baik untuk pemisahan ion dalam konsentrasi yang sangat rendah atau tinggi dalam volume besar. Ligan ‘membentuk ikatan koordinasi dengan ‘Area pertambangan PT. Freeport Indonesia (dok. PFI), ion yang akan dipisahkan, Larutan pekat hasil pemisahan langsung dapat diolah untuk membuat produk ab dengan dampak lingkunagn yang mini- mal. Material fasa padat, ligan, yang terikat pada padatan pendukung tersebut membentuk partikel MRT yang disebut Superlig. Superlig dapat diregenerasi ratusan bahkan ribuan kali bergantung kepada jenis larutan yang diproses. Selektivitas MRT dalam ‘mengikoat ion didasarkan atas beberapa: parameter seperti antara Iain kepada ukuran ion, sifat kimia, dan gometri. Karena selektivitasnya yang tinggi, MRT mampu’ megikat ion pada konsentrasi sangat rendah bahkan dengan adanya matriks pengganggu berkonsentrasi tinggi pada larutan asam atau basa sekalipun serta mengkasilkan produk yang murni. IBC Advanced Technology Inc., sebagai perusahaan ‘yang mengembangkan ligan MRT telah berhasil membuat berbagai jenis ligan untuk pengikatan kation dan anion, Karena karakteristiknya yang unik, MRT banyak digunkan di bidang hidrometalurgi untuk pemishan logam-logam seperti tembaga sengm nikel, emas, platina, IIL, Proses Pengolahan AAT di PT. Freeport Indonesia PT. Freeport Indonesia melakukan pengolahan air asam tambang dengan memanfeatkan gabungan dua teknologi yaitu MRT (Molecu- lar Recognition Technology Winning) dari Eletrometals Ltd. Australia, Teknologi tersebut merupakan teknologi terbaru di dunia, sehingga instalasi pengolah AAT ini merupakan instalasi pertama sejenis di dunia, Keuntungan proses pengolahan air asam tambang dengan kedua metode tersebut adalah dihasilkannya Ketoda. tembaga - murni, 99,99% Cu, dengan tingkat perolehan logam hampir 100%. Sistem Pengaliran Air Asam Tambang ke Instalasi Pengolahan Pada tahap awal operasi instalasi pengolahan AAT ini hanya diolah AAT dari sumber air Pintu Air yang terletak pada elevasi 3751 mdi atas permukaan aut dengan debit maksimum 5000 ‘GPM. Suniber air Pintu Air Berada di 95.8 % dan tingkat Kemurnian katoda tembaga yang dihasilkan > 99.99 % tembaga. C Masil dan Permasalahenaya Upaya telah dilakukan pada bulan Februari dam Maret 1999 untuk ‘mengoperasikan Instalasi Pengolah AAT sesuai spesifikasi desain, Personal Electrometals Ltd. Dati Australia (pemasok sel) EMEW dan IBC dari USA (pemasok resin penukar ion) telah fhadir pada bulan Maret-1999 dalam rangka membantu upaya optimasi ‘operasi dari instalasi tersebut. Dari prespektif _teknikal, kemampuan sistem MRT untuk menarik tembaga dari farutan AAT 200pinm) menjadikannya hanya tinggal < 10 ppm pada rafinamya serta melepaskan kembali tembaga yang terikat pada resin pada kolom MRT, melalui proses elusi, sebagai elektrolit kaya tembaga ‘loaded electrilyte” dengem kadar antara 3-5 g/l tembaga, ENERG! No.10 November 2000 - Januari 2001 LINGKUNG maka sistem ini telah membuktikan kemampuannya. Hal yang sama juga pada sistem elektrowining yang ditunjukkan oleh sel EMEW untuk menghasilkan katoda kualitas LME grade A yaitu diatas 99.99% tembaga dengan efisiensi arus > 95.8 % dengan menghasilkan elektrolit miskin tembaga < 400 ppm adalah sesuai dengan kreteria desain. Hanya dalam tahap uji coba ini masih dijumpai beberapa masalah yang cukup signifikan antara lain dalam ‘mempertabankan laju alir AAT melalui Superpig32 di dalam kolom MRT. Masalah laju alir tersebut terutama disebabkan oleh kehadiran partikel-partikel koloidal hidroksida Jogam ,terutama besi dan aluminium, dalam jumlch signifikan di dalam AAT. Partikel-partikel ini membentuk lapisan di permukaan kolom ~sehingga ‘mengganggu laju alir AAT setelah beberapa waktu, Sampel Superligi32 telah diambil dari bagian atas dan bawah kolom untuk dianalisa di bawah mikroskop. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir seluruh sampel terkontaminasi berat dengan kerak hidroksida dan partikulat, Selain itu ada indikasi bahawa Superligi32 resin pecah menjadi bagian lebih kecil dan ditemukan fraksi Superligi32 resin dengan ukuran dibawah 00 ’ikrometer yaitu dibawah ukuran yang dikendaki oleh spesifikasi. Sudah barang tentu hal ini akan memberi akibat yang signifikan dalam Penurunan laju ali. Lajualir sesvai desain, bara dapat dicapai kembali setelah melakukan prosedur pencucian ulang resin (back flushing), Akan tetapi setelah beberapa jam beroperasi, fenomena panurunan laju alir mulai terjadi kembali. Perla disampaikan di sini bahwa sistem MRT dikeluarkan dari kolom MRT, dicuci uulang, kemudian dimasukkan kembali ke dalam kolom. Saat ini sedang dipasang turbidimeter pada sistem pasokan aliran AAT untuk memonitor kondisi AAT. Strateginya yaitu AAT akan dialirkan langsung' ke pipa ‘pembuangan tanpa melalui kolom MRT pada saat kondidi turbiditas AAT tinggi. D. Pemecahan Masalah dan Rencana Pengembangan Jangka panjang, perlu dipasang semacam sistem pre-filter yang memadai atau sistem penjernih ‘AAT sebelum memasuki tangki penampung AAT atau sebelum memasuki kolom MRT agar MRT dapat beroperasi secara optimal sesuai dengan desain, Beberapa sampel AAT telah diambil dan dikirimkan ke berbagai aboratorium untuk di Berdasarkan hasil anali diambil langkah labih lanjut untuk menyiapkan desain sistem pre-filter yang sesuai. Bersamaan dengan rencana di atas, kerjasama dengan Electrometal Ltd. Dari Australia untuk mengevaluasi mengenai kemungkinan melakukan proses electrowinning AAT secara langsung tanpa melalui tahapan pemekatan di dalam kolom MRT. Laporan hasil evaluasi telah ikan bulan Mei 1999 dan memberi harapan yang cukup posistf, Prototipe dari proses electowinning AAT secara langsung akan segera dipasang pada triwulan IV tahun ini Jangsung di sumber AAT yang berasal dari Aliran Timur Grasberg yang memiliki kandungan tembaga sekitar 750 ppm. Berbeda dengan des: EMEW awal, desain EMEW pada Jot plant akan menghasilkan tembaga Daftar Pustaka 1, Bruening, RL, Dale, LB Tzatt, NE. and Young,W. The application of MRT for removal Impurities and recovery of Metal in Copper Electrorefining and Electrowin- ning, Hidden welth, Johannesburg, South African Institute of Min- ing Metalurgy, page 45-46, 1996. 2. Dale, J.B and Izatt, N.E. “The Use of Molecular Recognition Technol- ogy (MRT) for Treatment of Min- ing and Metallurgical Effluent Solutions”, page 257-269. 3. Dale,JB, Neil E.lzatt, Bruening, RL, Reghezza 1A., Vergara Ch,,5 and Matta V., J.A. “Recent Ad- vance in Application of Molecular Recognation Technology (MRT) in the Copper Industry”, Internal Re~ port (1999), 4, Bruening, RL, Izatt NE, Young W., Soto. P, “Environmentally Clean Separations Technology for the Mining Industry,” Clean Tech- nology for Mining Industry, Univercity of Conception, Concep- tion, Chile, 1997. 5. Electrometals Mining Limited, * ‘The EMEW CELL How it works.” 6. Electrometal Mining Limited, An- nual report 1996, page 4-7. 7. PT. Freeport Indonesia, ARD Op- eration Manual Book, page 2- 50;1998 8. Electrometals Mining Limited, Grasberg 2.7 tpd Pilot Plant ‘Operating and Maintenance Manual", page 3-43, June, 1998 9. Tony treasure, Electrometals Min- ing Ltd, “EMEW- A contributor to Process Effluent Controtand Man- agement”. 10. Electrometals Mining Limited, “Powder Engineering Review — April 1999 Report.” ini tidak didesain untuk melakukan —berupa serbuk, bukan dalam bentuk tu- pencucian ulang pada seat operasi bulat Apabila percobaan ini berhasil Jew Hous Rd: Preven Inanccy penangkapan ion tembaga berlangsung maka PTF akan menentukan langkah —fatalah disampaikan pada seminar karena akan menyita waktu yang cukup —selanjutnya dalam rangka menangani—Feienik Kimia Soehadi Reksowardojo, signifikan untuk melakukan proses ini. AAT di daerah Kerja PTFI. 1999 tanggal 19 ~ 20 Oktober 1999 Karena kejadian ini, Superlig32 telah di Institut Teknologi Bandung. ENERGI No.10 November 2000 - Janvari 2001 a [ LENTERA IPTEK dlihasitkan PV tersebut dalam sehari. ‘Adapun cara Kerja dari sel surya itu adalah bila sinar matahari mengenai sela surya, maka fotonnya yang terdiri dari jutaan partikel berenergi tinggi akan mengenai silikon yang selanjutnya kan mendorong partikel- partikelelektron (-) kelvar dar orbitnya ddan melepaskan hole (+). Tapi karena silikon itu terdiri dari dua jenis yaitu didefinisikan sebagai suatu pperbandingan antara tegangan output dengan tegangan input inverter. ‘Tegangan output yang herganya bervariasi bisa ditentukan dengan ‘mengatur besaran tegangan input dan menjaga faktor penguatan inverter selalu Konstan. Dengan baiknya mutu inverter serta beban yang menggunakan inverter diharapkan dapat menghemat elektronika yang direndam di dalam Jarutan kimia elektroda. Kemudian pada saat PLTS dioperasikan malam hari, maka beterei akan meproduksi arus listrik DC yang selanjutnya arus listrik itu akan mengalir ke beban ‘melalui inverter dan dua buab elektroda ‘yang terdapat pada beterei. Sedang in- ‘verter dan elektroda dihubungkan oleh Jenis p dan jenisn atau disebut pn junc- tion. Akibatnya elektro dan hole yang mengalir searah dalam ikon (DC). Dari sini bisa disimpulkan bahwa besamnya arus listrik yang dihasitkan PV sebanding dengan radiasi yang diterima di permukaan sel surya dan bberbanding eksponensialterhadap suhu sel. Sedangkan tegangan berbanding Turus dengan suhu sel surya, Dengan ddemikian arus listrik pada py temnyata lebih sensitf terhadap perubahan suhu sel. Sementara beban yang akan digunakan umumnya memakai arus AC. Untuk itulah digunakan inverter, Karena alat ini berfungsi meagubah tegangan DC yang dihasilken PV menjadi tegangan AC. Pada inverter terdapat faktor penguat yang Gambar 2. Rangkaian Listrik Sel Surya ‘energi dan memperpanjang usia beban 7 peralatan. Sementaa itu bila bebarr7~ pperalatan tegangannya berubah, maka ‘tegangan input inverter-pun juga akan berubah, Hal ini tentunya bisa berakibat pada rusaknya inverter untuk itu perlu dilakukan proteksi yaitu dengan cara menambah kapasitor pada input in- verter. Baterei dan Beban (lampu TL) Apabila cuaca buruk seperti langit berawan tebal, maka radiasi yang terjadi sangat kecil. Untuk itu baterei harus didesain dengan kapasitas tertentu sehingga sistem PLTS tetap bekerja, Dengan demikian baterei akan berfungsi sebagi penyimpan energi listrik secara kimiawi di sinag hari. kabel. Ada dari kabel itu yangberfungsi sebagai proteksi terhadap rangkaian terbuka sehingga arus yang ak: ‘mengalir ke inverter jauh lebih kecil dari kapasitas maksumumnya, Hal ini jaksudkan untuk —mencegah kerusakan Komponen inverter akibat over heat. Selain dari itu baterei dilengkapi oleh Baterei Charge Unit (BCU) yaitu suatu alat yang mempunyai dua fungsi. Pertama sebagai pengatur keluar masuknya energi listrik ke baterei. Ke dua mengkonversikan listrik AC pada PLTS menjadi DC disimpan pada baterei yang selanjutnya bisa digunakan pada ‘malam hari untuk penerangan. Dengan