Anda di halaman 1dari 3

Dua cerita dalam satu kisah

Lukas 8:40-56
Ayat inti : Lukas 8 :48
Ayat bersahutan : Lukas 8 :48-50
Lagu Buka : Iman Orang Saleh Kekal
Lagu Tutup : Ada cerita kami mau ceritakan

Kalau kita baca perikop ini kita mungkin akan berpikir bahwa kejadian ini merupakan 2 cerita yang tidak
ada hubungannya satu sama lain.Tetapi kalau kita telaah lebih dalam lagi kisah ini adalah 2 cerita yang
memiliki pertalian erat.
Kita akan baca satu persatu ayat dari pasal ini dan kita akan belajar dari kisah ini.
Kita melihat bagaimana perjalanan ini Yesus yang selalu di kelilingi orang banyak. Dan orang banyak ini
juga memiliki motivasi yang berbeda-beda,ada yang rindu bertemu dengan Yesus ada pula yang ingin
melihat tontonan gratis bagaimana Yesus menyembuhkan orang-orang ataupun ada yang menginnginkan
kedudukan dan berharap Yesus sebagai raja atas bangsa Israel.Begitu juga dengan keberadaan umat Allah
pada saat sekarang ini,penuh dengan motivasi yang berbeda-beda. Kemudian datang tiba-tiba seorang
pemuka agama dan kepala rumah ibadat dapat dipastikan bahwa dia adalah orang Yahudi. Kita tahu
bagaimana sifat daripada pemuka-pemuka agama orang-orang Yahudi (Mat.23:6).Tetapi orang Yahudi yang
satu ini agak berbeda,dia tiba-tiba datang tersungkur di depan kaki Yesus dengan kata lain dia sujud di kaki
Yesus.Suatu perbuatan yang tercela!!(Yoh 9:22). Mungkin orang seperti ini memiliki motivasi tertentu
karena sesuatu hasrat yang begitu dalam sehingga rela meninggalkan atributnya dan rela merendahkan diri di
hadapan Yesus. Dan memang benar!!! Anaknya yang tunggal yang berumur 12 tahun seorang perempuan
sedang sakit sekarat. Seorang ayah yang baik,dengan jabatan yang baik,memiliki anak merupakan suatu
kebahagiaan,dan pasti memiliki keluarga yang harmonis juga.(tidak berkekurangan).Dan di pastikan
sebelum dia datang kepada Yesus,ada konflik batin yang sedang dialaminya. Keluarga nya bahkan
kerabatnya pasti telah melarang dia untuk memanggil Yesus (kita akan lihat pada ayat berikutnya),tapi dia
tetap bersikeras menemui Yesus..Karena apa ??? Dia pasti memiliki iman kepada Yesus...tapi kita tidak tahu
sebesar apa iman dia kepada Yesus...Di tengah-tengah harapan kepada Yesus semakin sempurna dengan
setujunya Yesus untuk ikut ke rumahnya, tiba-tiba ada satu peristiwa yang mungkin membuat setiap orang
akan ragu imannya...Coba anda bayangkan atau taruh posisi kita kepada Yairus yang sedang berkecamuk
jiwanya anaknya yang tunggal,masa depannya yang sedang krisis, apabila kita sedang mencari
bantuan,berdoa kemudian berpuasa tatkala semuanya hampir memberikan hasil,atau apabila kita sedang
memohon suatu mujizat,orang yang kita kasihi akan di jemput ajal,kita pasti akan panik berusaha melakukan
yang terbaik,berusaha mendahulukan ego kita,berusaha tidak memikirkan orang lain,....antipati terhadap
kesulitan orang lain karena kita pun sedang mengalami kesusahan yang sama...apakah iman kita masih tetap
sejalan atau bertumbuh??? Iman Yairus sedang diuji..
Kesabaran Yairus sedang diuji...Tiba-tiba Yesus menghentikan langkahnya sejenak..Bisa saja Yairus
memaksa Yesus untuk tidak berhenti...Lalu kenapa Yesus berhenti? Seorang wanita yang telah 12 tahun
mengalami penyakit pendarahan akut..dikatakan di dalam Alkitab bahwa dia telah mencoba segala macam
pengobatan tetapi tetap tidak mendapat kesembuhan...Bila kita bandingkan dengan kehidupan Yairus, ada
perbedaan mencolok...Yairus mengalami kebahagiaan selama 12 tahun bersama putrinya,wanita ini
mengalami 12 tahun penderitaan, tetapi ada kesamaannya juga mereka datang meninggalkan atribut mereka
masing-masing..Yarius tidak takut datang kepada Yesus, wanita ini juga tidak malu datang kepada Yesus
(sakitnya menjijikkan),mereka sama-sama datang dengan iman...Ada buku yang menyatakan bahwa wanita
ini kemungkinan orang Yunani atau bukan Yahudi...karena kebiasaan mereka percaya kepada benda-benda
gaib...Itulah kemungkinan mengapa wanita itu mencoba menjamah jubah Yesus (Markus 5:28,Mat
9:21)...Wanita itu sebenarnya telah lama menunggu saat yang tepat bertemu Yesus,ia sudah lama mendengar
tentang Yesus..Bisa saja sebenarnya wanita itu sembuh dan Yesus tidak mempedulikan wanita ini,tetapi
Yesus juga ingin melihat iman sejati dari wanita ini sama seperti yang Yesus lakukan terhadap Yairus...Ia
bertanya kepada murid2xNya...Kita lihat bagaimana reaksi Yesus terhadap sentuhan wanita ini, ada sesuatu
yang keluar dari Yesus, ada sesuatu kuasa yang keluar dari Yesus,ada sentuhan yang berbeda yang Yesus
rasakan...itulah sentuhan orang-orang yang memiliki iman..Di setiap Yesus melakukan kebaikan pasti ada
suatu pengorbanan ada sesuatu yang keluar dari diri Yesus, di setiap perbuatan baik kita harus ada
pengorbanan yang harus keluar dari kita...doa dari orang-orang beriman akan terdengar oleh Yesus...
Kemajuan iman yang dirasakan wanita itu pun terkuak ketika Yesus melakukan panggilan..wanita itu datang
tanpa rasa malu mengakui segala sesuatu entah dosanya entah apapun itu ada kelegaan yang ia rasakan
ketika ia dengan terbuka mengakuinya dihadapan Yesus sehingga iapun sembuh..Yesus bukan sekedar
memberikan tontonan yang menarik kepada orang-orang banyak itu...tetapi Ia juga ingin meluruskan (bila
wanita itu Yunani ) atau menguatkan (jika bukan Yunani) iman daripada wanita itu...Itulah sebabnya Yesus
mengatakan karena iman bukan karena jubahNya maka wanita itu sembuh...Pengalaman itu juga sebagai
kotbah kepada orang banyak dan juga kepada Yairus yang masih setia menunggu gilirannya...
Tapi tiba-tiba seorang sanak keluarganya datang dan berkata bahwa anaknya telah mati. Inilah yang menjadi
bukti bahwa ada konflik yang terjadi sebelumnya kepada Yarius, ada kalanya orang terdekat kita juga
menjadi penghalang pertumbuhan iman kita,mungkin juga keluarga...Seakan-akan perkataan itu meledek
kegigihan iman Yairus...Sekali lagi Yairus begitu terpuruk, mungkin saja kesabarannya habis,bisa saja
imannya jatuh kemudian menyalahi Yesus yang memperlambat langkahNya,kemudian marah dan pergi
langsung menuju rumahnya untuk melihat putrinya,(lihat reaksi Marta ketika Lazarus mati Yoh 11:21-
22),Yesus melihat perubahan diri daripada Yairus, Yesus melihat kelemahan seorang manusia yang telah
menaruh harapannya 100% kepadaNya,Yesus melihat bagaimana dengan sabar menunggu Yesus melakukan
sesuatu kepada orang lain, Yesus tidak biarkan seorang jatuh kepada pencobaan ,Yesus tidak biarkan kita
sendiri menghadapi pergumulan, Yesus memberikan penghiburan kepada Yarius untuk tidak takut..(Lukas
8:50) Dan memang benar Yairus tidak takut dia pasrahkan segalanya kepada Yesus,mungkin Yairus juga
berpikir sama seperti Martha yang telah rela kehilangan Lazarus (Yoh.11:24) sehingga bisa kuat berjalan
menuju rumahnya bersama Yesus. Posisi iman daripada Yairus sudah sama seperti iman wanita itu. Siapa
yang mengharapkan kesembuhan setelah 12 tahun mengalami penderitaan? Siapa yang menharapkan
kebangkitan tatkala harapan kesembuhan telah sirna? Mereka berdua datang kepada Yesus karena iman
mereka...Kalau hanya kesembuhan saja yang diharapkan wanita itu bisa saja dia langsung berlari jauh
setelah memegang jubah Yesus, bisa juga Yairus langsung melarikan diri dari hadapan Yesus karena anaknya
telah mati sedangkan hanya kesembuhan yang sebenarnya ia harapkan dari Yesus..Tapi tidak ! ! Karena
kerinduan mereka kepada Yesuslah yang membuat mereka berusaha bertemu dengan Yesus...Karena
Iman...Bukan kesembuhan semata-mata.. 
Dan konflik antara keluarga Yairus semakin jelas ketika Yesus melihat keributan,..(karena menurut adat
Yahudi seseorang yang mati harus ditangisi dengan sangat mereka bahkan mengoyak-ngoyak baju
mereka,memukul mukul dada,menarik-narik rambut,dan kehadiran para peniup suling.(kej.50:3 , kej
50:10,Bil 20:29,Ul.34:8, Ul.14:1-2,))ketika Yesus pun ditertawakan, tetapi tidak membuat Yairus kecewa,
dan Yesus melakukan mujizat itu sebagai bonus daripada iman Yairus...
Iman Yairus dan wanita itu mengalami proses dan kemudian menjadi sempurna ketika Yesus hadir di tengah-
tengah mereka, tetapi mereka telah dahulu mengorbankan diri mereka untuk datang kepada Yesus..Inilah
iman yang sesungguh iman yang bisa mengorbankan diri, iman yang bisa membuat kita mendahulukan
orang lain,iman yang bisa menunggu tahan menunggu Yesus bertindak...Kadang kala kita menghadapi
peristiwa itu mengharapkan dengan segera jawaban doa,menganggap diri kitalah yang harus prioritas, tetapi
sebenarnya iman itu adalah menunggu Yesus bertindak, membiarkan Yesus melakukan sesuatu untuk kita,
walaupun penyakit tidak sembuh,walaupun pekerjaan tidak kunjung membaik,walaupun harus kehilangan
seseorang yang dikasihi,walaupun mujizat itu tidak datang seperti yang diharapkan,walaupun doa tak
kunjung di jawab tetaplah teguh iman itu..Karena kesembuhan yang dialami wanita itu, kebangkitan yang
dialami anak Yairus sebenarnya adalah bonus atas iman mereka...Iman mereka telah teruji karena melalui
proses yang panjang..Bisakah iman kita menjadi sempurna ketika penderitaan terlalu lama untuk
dihadapai,ketika kebahagian atau kehidupan mapan dirasakan namun hilang tiba-tiba...Malapetaka terburuk
yang menimpa manusia bisa saja dihadapi dengan keberanian kalau kita menghadapinya bersama Allah....
Lukas 8 : 56...Yesus tahu bahwa ada banyak orang datang kepadaNya hanyalah untuk mengalami
kesembuhan fisik, Yesus datang bukan untuk membuat manusia tidak mati,melainkan mengangkat penyebab
kematian,yakni dosa itu.Injil harus dikabarkan bukan agar orang sakit tidak perlu dokter kalau ia sakit。Injil
memberitakan keampunan dosa dan menerima kembali menjadi Anak-anak Allah.Yesus ingin meluruskan
dan menyempurnakan iman kita
Ada crita kami mau ceritakan....Inilah doa dan pengharapan kita !!!

Amen.