Anda di halaman 1dari 3

Tugas Paper 1

Sejarah Politik Dunia

Nama : ST. Khadijah Tinni

NIM : 20100510112

Persamaan dan Perbedaan Tiga Generasi

Balance of Power

1. Persamaan
Tiga bentuk generasi Balance of Power (BoP) dilatar belakangi oleh
peristiwa yang hampir serupa yaitu adanya gejolak ketidak setabilan keadaan
pertahanan negara akibat interfensi oleh negara lain. Sehingga BoP pun
dibentuk dengan tujuan utama sebagai sarana pereda konflik agar tidak
berujung pada perang.
Di lihat dari sisi pelaku (negara-negara) yang berperan dalam setiap
generasi BoP tersebut, baik dalam Konggres Wina, Konggres Berlin, serta
masa setelah tahun 1890-an, adalah bahwa sistem tersebut hanya ada di antara
beberapa negara-bangsa yang wilayah teritorialnya cukup jelas. Meskipun
sistem BoP tersebut merupakan sistem antarnegara, tetapi tidak bersifat
global, karena hanya berjalan di antara peserta-peserta yang relative homogen
budaya politiknya, yang mempunyai cara rasional untuk memperkirakan
kekuasaan satu sama lain.
Tidak dapat ditapik pula bahwa ketiga generasi BoP tersebut
melibatkan hubungan-hubungan politik yang berakhir dengan pecahnya
Perang Dunia I. Serta dalam meningkatkan potensi kekuasaan, negara-negara
yang sepemikiran akan membentuk persekutuan, sehingga persaingan
antarsekutuan lebih mewarnai sistem BoP tersebut daripada persaingan antar
negara.

2. Perbedaan

Awal letak perbedaan dari tiga generasi BoP dapat dilihat pada Tokoh
(Negara) yang membawa ketidak setabilan disetiap generasinya. BoP pertama
memperlihatkan Perancis melalui agresi yang dilakukan Napoleon, BoP kedua
oleh real politiker yang tidak lagi memunuhi kebijakan yang telah disepakati
dalam konggres Wina, dan BoP ketiga Inggris dan Rusia menganggap Jerman
sebagai pengganggu yang berpotensial di masa datang.

Ketidak senangan Inggris dan Rusia terhadap Jerman,


mengakibatkan Perancis akhirnya memiliki peran dalam BoP III, di awali
dengan kerjasama bersama Rusia dan Inggris yang akhirnya membentuk
aliansi Tripple Etente, padahal dalam dua generasi BoP sebelumnya Perancis
dikucilkan dan tidak diikut sertakan secara langsung,

Proses pemeliharaan kestabilan pada setiap generasi BoP


memperlihatkan pula perbedaan yang signifikan, dimana pada generasi BoP
pertama dalam Konggres Wina dilakukan dengan membentuk Consert of
Europe, sedangkan periode BoP kedua pada konggres Berlin dilaksanakannya
sistem aliansi rahasia dengan Jerman sebagai tokoh puncak aliansi tersebut,
serta periode BoP ketiga pada masa setelah tahun 1890-an muncul dua kubu
yaitu Tripple Etente dan Triple Allience yang oleh para diplomat diasumsikan
sebagai bentuk keseimbangan kekuatan karena musuh yang terbatas.

Adapun hal yang tidak terjadi di generasi BoP kedua dan ketiga
adalah adanya keputusan pembagian daerah kekuassan di antara negara-
negara yang berperan, yang terjadi pada Konggres Wina.
Di masa Konggres Wina diberlakukan bentuk sistem interpensi, yang
kemudian pada BoP kedua dalam Konggres Berlin diubah menjadi
penumpuan kepemimpinan pada satu negara kuat yang dapat meredam
perasaan ketidak percayaan satu negara dengan negara yang lainnya, sedang
pada BoP ketiga muncul sistem yang baru yaitu sistem bipolar yang kekuatan
berada pada dua kubu dominan.
Sistem yang paling lama dapat bertahan dan memberikan suasana
damai antar negara adalah sistem di masa Konggres Wina karena pemerintah
tidak mengalami tekanan ekonomi, militer, opini publik dan perbedaan
ideologi dapat ditekan. Dimana bentuk tekanan-tekana tersebut terjadi di awal
masa generasi BoP kedua yang mengakibatkan menyeruaknya kegoyahan
perdamaian.