Anda di halaman 1dari 64

Pengenalan Corel Draw X3 Hal 1

DAFTAR ISI
HAL

I. PENGENALAN COREL DRAW …………………………………………… 2

II. TOOLS UNTUK MENGGAMBAR KURVA ……………………………… 5

III. MEMBERI WARNA ………………………………………………………. 19

IV. MENGUBAH NILAI DEFAULT …………………………………………. 22

V. DUPLIKASI OBJEK PADA CORELDRAW ……………………………… 25

VI. POSISI ANTAR OBJEK PADA CORELDRAW …………………………. 26

VII. SHAPING (TRIM, WELD, INTERSECT) ………………………………... 27

VIII. KONTUR (CONTOUR) …………………………………………………… 28

IX. SMART FILL TOLLS ……………………………………………………….. 39

X. BEKERJA DENGAN TEXT …………………………………………………. 32

XI. MEMBERI NOMOR HALAMAN OTOMATIS ……………………………. 41

XII. BEKERJA DENGAN LAYER ………………………………………………. 44

XIII. BEKERJA DENGAN BITMAP ……………………………………………. 47

XIV. FIND & REPLACE …………………………………………………………. 50

XV. MENGATUR SHORTCUT …………………………………………………. 55

XVI. ARTISTIK MEDIA SENDIRI ……………………………………………… 58

XVII. MENYIAPKAN FILE SEBELUM DIKIRIMKAN KEPIHAK KE 3 …….. 63


Pengenalan Corel Draw X3 Hal 2

I. Pengenalan CorelDraw

Di sini kita akan mempelajari menu-menu dan jendela-jendela dalam coreldraw X3


serta bagaimana memulai menggunakan coreldraw X3.

Jendela Applikasi CoreldrawX3

Gambar C1. Jendela applikasi Coreldraw X3


Jendela applikasi coreldraw X3 secara default terdiri atas (dari atas ke kiri - bawah -
kanan) :

• Tittle bar: berada pada barispaling atas, memanjang ke kanan; berisi keterangan
tentang fileyang sedang aktif atau sedang kita buka.
• Menu bar : berada di bawahtittle bar yang berisi pilihan-pilihan menu yang akan
menjajar kebawah (drop-down) bila diklik. Terdiri atas menu File, Edit, View,
Layout, Arrange, Effect, Bitmap, Text, Tools, Windows, dan Help.
• Toolbar : berada pada baris ke tiga; berisi jalan pintas (shortcuts) yang menuju
ke menu dan perintah-perintah lainnya. Secara default di sini akan terdapat
shortcut New, Open, Copy, Paste, Undo, Redo, Import, Export, Application
Launcher, Corel online dan Zoom Level.
• Property bar : berisi perintah-perintah yang berhubungan dengan objek atau
perangkat yang sedang aktif. Misalnya, jika perangkat Text sedang aktif maka
text property bar akan menanpilkan perintah-perintah yang dapat kita gunakan
untuk menuliskan atau mengedit text.
• Toolbox : berada pada sisi sebelah kiri, memanjang ke bawah; berisi perangkat-
perangkat (tools) yang akan kita gunakan dalam membuat gambar, memberi
warna, ataupun melakukan modifikasi-modifikasi terhadap objek dan gambar.

Semua bar ini dapat kita pindah-pindahkan letaknya ke tempat yang kita inginkan
(detachable) atau bahkan bisa kita tidak tampilkan misalnya kita ingin area gambar
menjadi lebih “luas”).

• Ruler : merupakan batas-batas vertikal dan horizontal; berisi angka-angka untuk


menunjukkan ukuran dan posisi objek.
• Halaman (Drawing Page) :

Wilayah kosong (bila belum ada gambar) berbentuk segi empat,di tengah-tengah
area putih, di mana gambar/objek yang kita tempatkan di dalamnya dapat kita
print.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 3
• Jendela gambar (Drawing window) : Merupakan area di luar drawing page,
dibatasi oleh scroll bars dan kontrol applikasi (application controls).
• Document navigator : berada pada bagian bawah sebelah kiri; berisi kontrol-
kontrol untuk melakukan perpindahan antar halaman, dan juga untuk menambah
atau mengurangi jumlah halaman.
• Status bar : Berada pada bagian dasar jendela applikasi; berisikan informasi-
informasi mengenai objek seperti jenis, ukuran, warna, dan resolusi.
• Navigator : Sesuai dengan namanya, navigator yang berada pada sudut kanan
bawah berfungsi sebagai alat untuk membantu kita bergerak di sekitar Drawing
window atau drawing page.
• Color pallete : berupa bar di bagian sisi paling kanan yang berisi kotak-kotak
warna (secara default berisi warna-warna CMYK) yang akan kita gunakan untuk
memberi warna pada objek yang kita pilih.
• Docker : docker merupakan suatu jendela tersendiri yang berisi perintah-
perintah dan setting yang berhubungan dengan perangkat atau fungsi-fungsi
tugas tertentu.

Command dan tool-tool Coreldraw X3

Dibawah ini akan dijelaskan secara singkat commands dan tools yang ada di dalam
jendela applikasi Coreldraw X3 yang terdapat pada masing-masing bagian seperti di
jelaskan di atas:

• Property bar : berisi fungsi-fungsi yang paling umum digunakan yang


menampilkan perangkat atau kerja yang sedang kita lakukan. Isi yang
ditampilkan akan berubah-ubah tergantung dari perangkat apa yang sedang kita
gunakan atau pekerjaan apa yang sedang kita lakukan.
• Toolbox :berisi perangkat-perangkat (tools) yang akan kita gunakan dalam
membuat gambar, memberi warna, ataupun melakukan modifikasi-modifikasi
terhadap objek dan gambar.
Perangkat-perangkat tersebut adalah (Gambar C2) : Pick Tool, Shape, crop,
zoom, curve, smart, rectangle, ellipse, object, perfect shape, text, interactive,
efedropper, outline, fill, interactive fill.
Tool-tool tersebut ada yang secara default terlihat pada toolbox, ada juga yang
dikelompokkan dalam flyout (kumpulan tool yang akan tampil dalam barisan
bila kita mengklik dan tahan mouse pada salah satu tool yang tampak pada
toolbox).
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 4

Gambar C2. Toolbox


• Docker : seperti dialog box, menampilkan tombol-tombol perintah, pilihan-
pilihan dan daftar-daftar. Tetapi docker ini dapat tetap kita biarkan terbuka
sambil kita mengerjakan suatu dokumen, sehingga dapat menjalankan perintah-
perintah untuk mencoba efek-efek yang berbeda. Docker ini dapat kita
pinggirkan (docking) atau kita kembangkan (floating). Saat docker kita
pinggirkan, ia akan menempel pada sisi kanan jendela applikasi dan hanya
menampilkan judul dockernya saja.
Dalam keadaan terkembang, docker ini dapat kita pindah-pindahkan. Bila ingin
“menghemat ruang”, docker ini juga dapat kita tutup.
Yang bisa kita tempatkan pada docker diantaranya adalah perintah-perintah
shaping, position, transformation, dll. Untuk menempatkan perintah-perintah
tersebut ke dalam docker, klik menu window - dockers - kelompok perintah
yang kita pilih.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 5

Gambar C3. contoh docker

II. Tools Untuk Menggambar Kurva

Tools untuk menggambar kurva atau bentuk-bentuk bebas yang ada pada Corel Draw
X3 terdapat pada curve flyout Freehand Tool pada toolbox yang letaknya di sisi paling
kiri dari jendela Corel. Pada curve flyout ini terdapat pilihan-pilihan tool, yaitu freehand
tool, bezier tool, artistic media tool, pen tool, poly line tool, 3 point curve tool,
interactive connector tool dan dimension tool. Masing-masing memiliki fitur yang
berbeda, seperti yang diuraikan berikut ini :

1. Freehand tool: untuk menggambar kurva bebas dan garis lurus. Kurva
bebas yang saya maksud di sini adalah suatu garis atau bentuk lain yang akan
tergambar mengikuti setiap gerakan mouse. Untuk mengaktifkan freehand tool,
klik Freehand Tool yang ada pada toolbox di sisi kiri jendela Corel atau cukup
dengan menekan tombol F5 pada keyboard. Bila freehand tool ini kita aktifkan,
maka pada property bar (di bawah menu bar) akan muncul pilihan-pilihan
seperti gambar di bawah ini.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 6

1. Pada property bar tampak pilihan-pilihan arrowhead selector untuk menentukan


bentuk ujung atau akhir garis yang akan kita buat, misalnya berupa panah atau
ujung datar biasa. Outline style selector untuk memilih gaya garis seperti apa
yang akan kita buat, apakah garis solid, putus-putus atau tersusun dari titik-titik.
Outline width untuk menentukan seberapa tebal garis yang kita buat. Dan
freehand smoothing untuk mengatur tingkat kehalusan garis.

Untuk membuat sebuah garis lurus, pilihlah freehand tool atau cukup dengan
menekan tombol F5.

Ketika freehand tool ini aktif, kursor akan berubah menjadi seperti tanda “+”
dengan gambar garis melengkung-lengkung di bawahnya.

1. Arahkan kursor pada suatu titik sebagai titik awal garis tersebut. Klik kiri mouse
kemudian lepaskan. Arahkan kursor pada titik lain dimana garis tersebut akan
berakhir (tekan tombol ctrl bila ingin garis tersebut benar-benar lurus) dan klik
kiri sekali lagi. Sebuah garis lurus akan terbentuk. Jika ingin menambahkan
suatu segmen garis lagi pada ujung garis tersebut (misalnya garis miring, dsb),
arahkan kursor pada ujung garis yang sedang aktif hingga kursor berubah
menjadi seperti tand “+” dengan gambar panah bengkok di bawahnya. Klik pada
titik tersebut, arahkan kursor pada titik lain tempat ujung garis akan berakhir dan
klik lagi di sana.

Untuk menggambar kurva bebas, pilihlah freehand tool (F5). Aturlah nilai
freehand smoothing pada property bar. Nilai freehand smoothing ini akan
menentukan seberapa halus alur garis dari kurva yang akan kita gambar.
Pengaturan nilai freehand smoothing harus dilakukan sebelum kita mulai
menggambar kurva bebas. Nilainya antara 0 sampai 100 (Nilai defaultnya adalah
100). Makin tinggi nilainya, makin halus kurva yang dihasilkan, tetapi makin
mengurangi kesamaan dari gerakan mouse kita. Makin rendah nilainya, kurva
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 7
yang dihasilkan akan semakin menyerupai gerakan mouse kita. Untuk melihat
perbedaannya, silakan lakukan perubahan nilai-nilai freehand smoothing ini.

Arahkan kursor pada suatu titik di mana kurva tersebut akan mulai kita gambar.
Klik kiri mouse pada titik tersebut dan tahan. Sambil tetap menekan tombol kiri
mouse, gerakan mouse untuk membentuk kurva atau gambar yang kita inginkan.
Gambar yang terbentuk adalah gambar yang sesuai dengan gerakan dari mouse
kita.

Bila gambar telah terbentuk sesuai keinginan, atau kedua ujung kurva telah
saling bertemu , lepaskan tombol mouse. Untuk membuat kurva tertutup, maka
titik ujung dari kurva yang kita gambar harus bertemu/bersatu dengan titik awal
kurva (muncul tanda “+” dengan panah bengkok di bawahnya). Kitapun bisa
membuat kurva terbuka menjadi kurva tertutup. Saat kurva terbuka yang kita
buat itu dalam keadaan aktif (pikced), klik tombol Auto Close Curve pada

property bar. Ini akan membuat kurva terbuka kita menjadi kurva tertutup,
dengan menghubungkan ujung-ujung (titik awal dan akhir ) kurva. Untuk bisa
diwarnai dengan fill color, sebuah kurva haruslah merupakan kurva tertutup.

2. Bezier Tool : Dengan tool ini kita bisa menggambar kurva dengan teknik
menggambar per segment (bagian). Tiap segment dihubungkan oleh titik yang
disebut node. Kita bisa menggambar sebuah kurva dengan menentukan titik-titik
untuk tiap segmennya.

Untuk menggambar sebuah kurva dengan bezier tool ini, kliklah dan tahan
tombol kiri mouse pada tool Freehand tool sehingga muncul curve flyout.

Pilih bezier tool. Kursor akan berubah menjadi seperti tanda “+” dengan
semacam gambar simpul di bawahnya.

Arahkan kursor pada suatu titik dari bidang gambar dimana kita akan memulai
menggambar sebuah kurva. Klik kiri mouse pada titik tersebut.

Arahkan kursor pada titik lain yang akan menjadi segmen kedua dari kurva, klik
kiri mouse dan lepaskan. Titik pertama dan titik kedua akan dihubungkan oleh
sebuah garis lurus.

Arahkan kursor pada titik ke tiga, klik kiri mouse, lepaskan. Begitu seterusnya
sehingga setiap titik-titik tadi akan saling berhubungan dan membentuk sebuah
kurva (bangun) tertentu.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 8

Pada pertemuan kedua ujung kurva yang akan membentuk kurva tertutup (atau
ketika kita menambahkan segmen baru pada ujung suatu kurva yang telah ada),
kursor akan berubah menjadi seperti tanda panah. Ini menandakan pertemuan
dua node menjadi satu atau sebagai tanda bahwa kurva yang kita buat telah
membentuk kurva tertutup.

Jika ingin garis yang menghubungkan antara dua titik adalah berupa garis
lengkung, maka ketika menempatkan kursor pada satu titik, klik dan tahan
tombol kiri mouse sambil menggerakkan mouse ke arah tertentu sehingga
muncul dua panah putus-putus saling bertolak belakang. Atur-aturlah gerakan
mouse sehingga terbentuk garis lengkung seperti yang kita kehendaki.

Pada mulanya, menggambar kurva terutama garis lengkung dengan bezier tool
(ataupun curve tool lain) memang agak membingungkan dan terkesan
merepotkan. Tetapi apabila kita telah terlatih dan telah memahami cara kerjanya,
tool ini akan sangat memudahkan dalam pengerjaan kita menggambar kurva.

3. Artistic Media Tool : Penjelasan mengenai Artistic Media Tool ini, silakan klik
di sini.
4. Pen Tool : Penggunaannya mirip dengan Bezier tool, tetapi dengan pen tool kita
bisa melihat pratampil garis yang akan terbentuk. Disamping itu, dengan pen
tool ini kita bisa menambahkan ataupun menghapus segmen (node) pada suatu
garis atau kurva yang telah ada.

Untuk mengaktifkan pen tool, klik dan tahan pada toolbox freehand tool untuk
memunculkan curve fly out dan pilih pen tool. Kursor akan berubah menjadi
seperti gambar pena dengan garis silang di samping nya.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 9
Ketika pen tool aktif, maka property bar akan menampilkan pilihan-pilihan
seperti gambar di bawah ini :

1.
o Preview mode

Bila icon preview mode ( yang ada gambar mata) dengan background
berwarna terang, artinya kita dapat melihat pratampil dari garis yang kita
gambar dengan pen tool. Klik pada icon untuk mengaktifkan atau
menonaktifkannya.

o Auto Add-Delete

Bila background icon Auto Add-Delete (gambar pena dengan tanda plus
minus) berwarna terang, maka kita dapat menambahkan atau menghapus
node atau segmen pada suatu garis atau kurva. Klik pada icon untuk
mengaktifkan atau menonaktifkannya.

o End dan Start Arrowhead Selector menampilkan pilihan-pilihan atas


ujung garis/kurva yang kita gambar. Bisa berupa panah, bulat dan
bentuk-bentuk lainnya. Klik pada tanda “V” untuk menampilkan pilihan-
pilihan yang disediakan.
o Outline Style Selector menampilkan pilihan-pilihan jenis outline yang
kita gunakan: garis solid, putus-putus atau berupa titik-titik. Klik pada
tanda “V” untuk menampilkan pilihan-pilihan yang disediakan.
o Outline width adalah untuk menentukan seberapa tebal outline yang kita
buat. Klik pada tanda “V” untuk menampilkan pilihan-pilihan yang
disediakan, atau blok tulisan “Hariline” yang ada dalam kotak dan
ketikkan angka ketebalan outline yang dikehendaki.

Penggunaan Pen tool mirip seperti bezier tool. Tempatkan kursor pada satu
posisi dan klik kiri di sana untuk memulai menggambar sebuah garis atau kurva.
Lepaskan tombol mouse dan arahkan kursor ke posisi kedua, klik kiri dan
lepaskan, maka sebuah garis lurus yang menghubungkan kedua titik tergambar.
(Jika ingin garis tersebut adalah sebuah garis lengkung, maka pada posisi titik
kedua klik dan tahan tombol kiri mouse dan sambil tetap menekan tombol kiri
gerakkan mouse ke arah tertentu sehingga terbentuk sebuah garis lengkung,
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 10
lepaskan tombol mouse jika garis yang terbentuk sudah sesuai atau biarkan saja
seperti itu untuk diedit lagi nanti).

Ulangi langkah-langkah tersebut untuk posisi ke tiga dst sehingga terbentuk


sebuah kurva yang diinginkan. Apabila ingin membuat sebuah kurva tertutup,
maka titik terakhir haruslah bertemu dengan titik awal kurva. Pada saat kurva
yang sedang kita gambar akan membentuk sebuah kurva tertutup, maka kursor
akan menjadi gambar pena dengan lingkaran kecil di sampingnya.

Dengan pen tool, kita bisa menambahkan atau menghapus nodes yang ada pada
suatu garis atau kurva. Caranya adalah :

o Untuk menambahkan node :


ƒ (Bila garis atau kurva belum aktif) Aktifkan garis atau kurva yang
akan kita tambahkan node atau segmennya dengan mengklik atau
membloknya menggunakan pick tool.
ƒ Aktifkan pen tool (kursor menjadi gambar pena dengan tanda
silang di sampingnya).
ƒ Arahkan kursor pada outline dari kurva pada posisi-posisi dimana
nodes akan ditambahkan. Kursor akan berubah menjadi gambar
pena dengan tanda “+” disampingnya. Klik pada posisi tersebut.
Maka node baru akan ditambahkan pada garis atau kurva
tersebut.
ƒ Ulangi langkah ke tiga bila ingin menambahkan node pada
posisi-posisi yang lain.
o Untuk menghapus node :
ƒ (Bila garis atau kurva belum aktif) Aktifkan garis atau kurva yang
akan kita tambahkan node atau segmennya dengan mengklik atau
membloknya menggunakan pick tool.
ƒ Aktifkan pen tool (kursor menjadi gambar pena dengan tanda
silang di sampingnya).
ƒ Arahkan kursor pada salah satu node yang ada pada outline.
Kursor akan berubah menjadi gambar pena dengan tanda “-” di
sampingnya setiap kali berada di atas suatu node. Klik pada node
tersebut, maka node tersebut akan terhapus.
ƒ Ulangi langkah ke tiga untuk menghapus nodes yang lainnya.

Catatan :Suatu kurva atau garis minimal mempunyai dua node.


Jadi jika kurva atau garis yang memiliki dua node dan salah satu
dari kedua node tersebut kita hapus, maka garis atau kurva
tersebut juga akan hilang.

2. Polyline Tool

Dengan polyline tool kita bisa menggambar suatu kurva yang dapat terdiri atas
garis lurus ataupun garis tidak beraturan (freehand) atau gabungan dari keduanya
hanya dengan satu tool. Misalnya bentuk-bentuk gambar seperti ini :
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 11

Munculkan curve flyout dengan mengklik dan tahan pada Freehand Tool,
kemudian pilih Polyline Tool. Pada property bar kita bisa menentukan terlebih
dulu ketebalan outline, outline style serta model ujung-ujung outline
(arrowhead) untuk sebuah kurva yang akan kita gambar. Sedangkan nilai
Freehand Smoothing-nya akan mengikuti pengaturan nilai pada tool Freehand
Tool (F5).

Tentukan posisi kursor pada area gambar sebagai titik awal dimana suatu kurva
akan kita buat. Bila ingin menarik garis-garis lurus: cukup klik pada titik awal
dan lepaskan, arahkan pada titik ke dua, klik dan lepaskan lagi, begitu
seterusnya. Sedangkan untuk membuat suatu garis bebas yang mengikuti
pergerakan mouse, klik dan tahan pada suatu titik kemudian bentuk garis
sembarang dengan mengatur pergerakan mouse. Seperti contoh pada gambar di
atas, kita bisa mengkombinasikan garis lurus dan garis sembarang dalam suatu
kurva.

Untuk menggambar sebuah kurva tertutup, titik awal kurva harus bertemu
(berhimpit) dengan titik akhir dari kurva tersebut. Pada saat menggambar, kita
akan melihat kursor berbentuk tanda “+” dengan panah bengkok di bawahnya
yang menandakan bahwa pada titik itulah kita bisa menjadikan suatu kurva
sebagai kurva tertutup. (Kursor bertanda “+” dan panah bengkok juga akan
muncul jika kita memulai penempatan titik baru di titik ujung kurva yang sedang
aktif.).

Sedangkan untuk menggambar suatu kurva terbuka, maka kita harus melakukan
double klik pada titik terakhir dari kurva yang sedang kita gambar.

Catatan : Dengan polyline tool ini kita tidak bisa membuat garis lengkung
langsung seperti yang dapat dilakukan dengan Bezier dan Pen Tool.

3. 3 Point Curve Tool

Ini adalah tool untuk menggambar suatu garis lengkung dengan menentukan tiga
titik sebagai acuan: yaitu titik awal, titik akhir dan titik lengkung. Setelah
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 12
mengaktifkan 3 Point Curve Tool dari curve flyout, tentukan titik awal suatu
garis lengkung akan kita buat. Klik dan tahan tombol mouse pada titik tersebut.
Sambil tetap menekan tombol mouse, arahkan pointer pada titik akhir kurva dan
lepaskan tombol mouse. Gerakkan mouse untuk membentuk lengkung garis, dan
bila telah didapatkan lengkung yang diinginkan, klik sekali lagi. Garis lengkung
pun tercipta.

4. Interactive Connector Tool

Dengan connector tool ini kita juga bisa membuat suatu garis. Tetapi, sesuai
dengan namanya, tool ini digunakan untuk membuat suatu garis penghubung
antara satu kurva dengan kurva ke dua, misalnya dalam pembuatan diagram
fungsi seperti pada contoh gambar berikut :

Ada dua jenis connector di sini, yaitu angled connector dan straight connector.
Kita bisa menentukan jenis connector ini dengan mengklik salah satu icon-nya
yang ada pada property bar setiap kali kita mengaktifkan tool ini.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 13
Straight connector akan menghasilkan garis lurus sebagai penghubung antara
suatu kurva (diagram) dengan kurva (diagram) lainnya. Sedangkan angled
connector akan menghasilkan garis hubung bersudut (zigzag). Angled connector
memiliki handle-handle yang berfungsi untuk pengaturan letak perhubungan dan
juga bentuk dari garis hubung itu sendiri. Kedua connector ini dapat
“mengenali” dan melekat pada midpoint, node, intersection, maupun center pada
suatu kurva. Bila kedua ujung connector telah melekat pada kurva-kurva yang
dihubungkannya, maka akan menyesuaikan diri dengan pergeseran atau
perubahan bentuk dari kurva tersebut.

Misalkan kita ingin menempatkan angled connector pada midpoint (titik tengah)
dari kurva A dan kurva B. Aktifkan tool Interactive Connector Tool. Pada
property bar, klik icon Angled Connector. Arahkan kursor pada sisi dari kurva A
dimana garis hubung akan dimulai. Akan muncul tulisan-tulisan yang
menerangkan posisi dari ujung connector pada suatu kurva, apakah pada node,
midpoint, dst. Pada midpoint dari kurva A, klik dan tahan tombol mouse pada
titik itu. Sambil tetap menahan tombol mouse, arahkan dan tempatkan pointer
pada midpoint kurva B pada sisi yang kita inginkan kemudian lepaskan tombol
mouse. Maka kurva A dan kurva B akan terhubungkan pada titik-titik
tengahnya.

Untuk mengatur bentuk dari angled connector yang telah menghubungkan kurva
A dan kurva B ini, geser-geserlah handle-handle yang terdapat pada connector
dengan Shape Tool (F10).

Catatan : (1) Straight connector tidak memiliki handle seperti angled connector.
(2) Connector tidak akan menyesuaikan diri dengan pergeseran dan perubahan
suatu kurva bila ditempatkan tidak pada salah satu dari midpoint, node ataupun
center dari kurva tersebut.

5. Dimension Tool

Ada 5 macam dimension tool yang termasuk dalam kelompok Dimension Tool
ini, yaitu Auto Dimension, Vertical Dimension, Horizontal Dimension, Slanted
Dimension, dan Angular Dimension.

o Auto Dimension : adalah tool untuk mengetahui besaran panjang atau


tinggi, atau juga jarak horizontal maupun vertikal antara dua titik, baik
dalam satu kurva ataupun antara kurva satu dengan yang lain.
o Vertical Dimension : adalah tool untuk mengetahui besaran tinggi atau
jarak vertikal antara dua titik.
o Horizontal Dimension : adalah tool untuk mengetahui besaran panjang
atau jarak horizontal antara dua titik.
o Angular Dimension : adalah tool untuk mengetahui besaran sudut yang
terbentuk oleh dua segmen garis.

Untuk mengaktifkan tool Dimension ini langkah-langkahnya adalah :

5. Klik dan tahan pada Freehand Tool yang ada pada toolbox (jangan tekan F5)
sehingga muncul curve flyout.
6. Pilih (klik) Dimension Tool.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 14
Bila Dimension ini telah kita aktifkan, maka property bar akan menampilkan
pilihan-pilihan untuk Dimension Tool ini, yang terdiri atas (dari kiri ke kanan) :

o Jenis Dimension Tool yang akan digunakan (Auto, Vertical, Horizontal,


Slanted, Call out dan Angular). Pilihan berikutnya yang muncul (kecuali
kita memilih Call Out) adalah :
o Dimension Style : berisi menu drop down yang menampilkan pilihan
style dimensi yang akan kita gunakan. Pilihannya adalah : Decimal,
Fractional (pecahan), US Engineering dan US Architectural. Dari
pilihan-pilihan ini biasanya digunakan Decimal atau Fractional.
Sedangkan kedua pilihan lainnya hanya digunakan untuk kepentingan-
kepentingan di bidang tertentu saja (arsitektur dan engineering). Pilihan
Dimension Style ini tidak aktif apabila dimension tool yang kita gunakan
adalah Angular Dimension.
o Dimension Precision : untuk menentukan tingkat ketelitian dari hasil
pengukuran, misalnya sampai tiga digit di belakang koma,
seperseratusan, dst.
o Dimension Units : untuk menentukan satuan pengukuran yang kita
gunakan, misalnya milimeter (mm), centimeter (cm), dst.
o Icon Show Dimension Units : ini adalah sebuah icon berlambang “mm”
dengan tanda dua kutip di atasnya. Bila icon ini aktif (background-nya
berwarna terang), maka satuan yang kita gunakan akan tercantum pada
penulisan hasil pengukurannya. Cukup klik pada icon tersebut untuk
mengaktifkan atau menonaktifkannya.
o Prefix dan Suffix For Dimension : untuk menambahkan karakter
(keterangan) di depan atau dibelakang penulisan hasil pengukuran.
o Icon Dynamic Dimensioning : untuk mengaktifkan atau menonaktifkan
pilihan-pilihan seperti tersebut di atas.
o Text Position Drop Down : berupa pilihan dalam menu drop down yang
berisi pilihan penempatan atas penulisan hasil pengukuran pada garis
dimensi.

Bagaimana fungsi dan cara menggunakan Dimension Tool ini?

Sebagai Illustrasi dan untuk lebih memahami fungsi dan penggunaannya,


gambarlah sebuah segitiga siku-siku dengan ukuran sembarang. Beri tanda
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 15
berupa karakter a, b dan c pada setiap titik sudut pembentuk segitiga tersebut
seperti contoh berikut :

Misalkan kita ingin mengetahui besaran tinggi “ab”, panjang “bc” dan garis
miring “ac” serta besaran sudut “a”. Yang kita lakukan adalah:

15. Pertama, aktifkan dulu tool Dimension tool.


16. Di sini kita tetapkan pilihan-pilihan pada property bar sbb :
ƒ Dimension Style : Decimal
ƒ Dimension Precision : 0.0
ƒ Dimension Unit : mm (Kecuali nanti untuk Angular kita pilih
Degrees)
ƒ Show Units For Dimension kita aktifkan
ƒ Sementara kosongkan saja Prefix dan Suffix for Dimension
ƒ Dynamic Dimensioning kita biarkan aktif
ƒ Text Position Drop Down sementara biarkan saja mengikuti
default-nya Corel.
17. Untuk mengetahui tinggi “ab”. Caranya adalah :
ƒ Pilih Vertical Dimension Tool. Cursor akan berubah menjadi
tanda “+” dengan panah atas bawah di kanan bawahnya.
ƒ Arahkan kursor pada titik ujung segitiga di titik a sehingga
muncul kotak kecil dan tulisan “node” berwarna biru.
ƒ Klik pada kotak kecil tersebut. Sampai di sini jika kita
menggerakkan mouse ke suatu arah, maka akan muncul garis
vertikal dan dua garis horizontal di atas dan di bawahnya. Garis-
garis ini akan berubah bentuk dan mengiktui pergerakan kursor.
Jika ini tidak terjadi, ulangi klik pada kotak kecil tadi.
ƒ Arahkan kursor pada titik b hingga muncul lagi kotak kecil dan
tulisan node berwarna biru. Klik pada kotak kecil tersebut.
ƒ Arahkan kursor ke samping kiri garis “ab” dari segitiga. Akan
muncul garis-garis vertikal dan horizontal yang saling tegak
lurus. Arahkan tanda “+” pada kursor ke tengah-tengah garis
yang vertikal dan klik di sana. Bila dimensi unit tidak tertulis,
maka aktifkan icon Show Dimension Units (ikon dengan
lambang “mm”). Maka hasilnya akan seperti gambar berikut :
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 16

Catatan : besaran-besaran yang dihasilkan pada illustrasi ini


tergantung dari dimensi segi tiga yang kita gambar.

18. Untuk mengetahui panjang “bc”. Caranya adalah :


ƒ Pilih Horizontal Dimension Tool. Cursor akan berubah menjadi
tanda “+” dengan panah kiri kanan di kanan bawahnya.
ƒ Arahkan kursor pada titik ujung segitiga di titik b sehingga
muncul kotak kecil dan tulisan “node” berwarna biru.
ƒ Klik pada kotak kecil tersebut. Sampai di sini jika kita
menggerakkan mouse ke suatu arah, maka akan muncul satu garis
horizontal dan dua garis vertikal di kiri dan kanannya. Garis-garis
ini akan berubah bentuk dan mengiktui pergerakan kursor. Jika
ini tidak terjadi, ulangi klik pada kotak kecil tadi.
ƒ Arahkan kursor pada titik c hingga muncul lagi kotak kecil dan
tulisan “node” berwarna biru. Klik pada kotak kecil tersebut.
ƒ Arahkan kursor ke bawah garis “bc” dari segitiga. Akan muncul
garis-garis vertikal dan horizontal yang saling tegak lurus.
Arahkan tanda “+” pada kursor ke tengah-tengah garis yang
horizontal dan klik di sana. Bila dimensi unit tidak tertulis, maka
aktifkan icon Show Dimension Units (ikon dengan lambang
“mm”). Maka hasilnya akan seperti gambar berikut :

19. Untuk mengetahui panjang garis miring “ac”. Caranya adalah :


ƒ Pilih Slanted Dimension Tool. Cursor akan berubah menjadi
tanda “+” dengan panah miring atas bawah di kanan bawahnya.
ƒ Arahkan kursor pada titik ujung segitiga di titik a sehingga
muncul kotak kecil dan tulisan “node” berwarna biru.
ƒ Klik pada kotak kecil tersebut. Sampai di sini jika kita
menggerakkan mouse ke suatu arah, maka akan muncul garis-
garis miring yang saling tegak lurus. Garis-garis ini akan berubah
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 17
bentuk dan mengiktui pergerakan kursor. Jika ini tidak terjadi,
ulangi klik pada kotak kecil tadi.
ƒ Arahkan kursor pada titik c hingga muncul lagi kotak kecil dan
tulisan node berwarna biru. Klik pada kotak kecil tersebut.
ƒ Arahkan kursor ke samping kanan garis “bc” dari segitiga. Akan
muncul garis-garis miring yang saling tegak lurus. Arahkan tanda
“+” pada kursor ke tengah-tengah garis miring yang sejajar garis
“ac” dan klik di sana. Bila dimensi unit tidak tertulis, maka
aktifkan icon Show Dimension Units (ikon dengan lambang
“mm”). Maka hasilnya akan seperti gambar berikut :

20. Untuk mengetahui besaran sudut titik “a”. Caranya adalah :


ƒ Pilih Angular Dimension Tool. Cursor akan berubah menjadi
tanda “+” dengan panah miring atas bawah di kanan bawahnya.
ƒ Arahkan kursor pada titik ujung segitiga di titik a sehingga
muncul kotak kecil dan tulisan “node” berwarna biru.
ƒ Klik pada kotak kecil tersebut. Sampai di sini jika kita
menggerakkan mouse ke suatu arah, maka akan muncul satu garis
lurs. Garis ini akan mengiktui pergerakan kursor. Jika ini tidak
terjadi, ulangi klik pada kotak kecil tadi.
ƒ Arahkan kursor pada titik b hingga muncul lagi kotak kecil dan
tulisan node berwarna biru. Klik pada kotak kecil tersebut. Dari
sini akan muncul dua garis lurus yang saling membentuk sudut,
dimana garis yang satu melekat pada sisi ab dari segitiga, dengan
garis setengah lingkaran di mulut sudut-nya.
ƒ Arahkan kursor pada titik c hingga muncul lagi kotak kecil dan
tulisan node berwarna biru. Klik pada kotak kecil tersebut. Ada
dua garis yang masing-masing melekat pada sisi “ab” dan “ac”
dari segitiga, tetapi ujung kedua garis dan setengah lingkaran di
mulutnya akan mengikuti pergerakan mouse.
ƒ Arahkan kursor mengikuti mulut sudut “a” sehingga garis
setengah lingkaran berada di luar sisi segitiga. Arahkan tanda “+”
pada kursor ke tengah-tengah setengah lingkaran dan klik di sana.
Bila dimensi unit tidak tertulis, maka aktifkan icon Show
Dimension Units (ikon dengan lambang “mm”). Maka hasilnya
akan seperti gambar berikut :
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 18

Bila pengukuran dimensi-dimensi tersebut seluruhnya kita lakukan pada


segi tiga yang sama, maka hasilnya adalah :

Tips :

o Jika dirasakan teks yang menunjukkan besaran dan satuan dimensi


ukuran font-nya terlalu besar (atau terlalu kecil), ganti kursor menjadi
pick tool (klik gambar panah putih pada tool box), lalu klik pada
sembarang area kosong pada bidang gambar, kemudian klik pada text
tersebut hingga property bar menampilkan text property, lalu gantilah
ukuran atau jenis font-nya.
o Untuk mengatur ketebalan, gaya, dan model ujung garis penunjuk
dimensi, ini dilakukan di luar dan sebelum mengaktifkan Dimension
Tool. Yaitu dengan cara mengubah default outline yang diberikan oleh
Corel menjadi seperti yang kita mau (nilai-nilai default bisa
dikembalikan lagi setelah selesai dengan Dimension Tool, juga dengan
cara yang sama). Ini pun berlaku untuk Text.

Seperti disebutkan di awal, Dimension Tool ini dapat dilakukan untuk mengukur
jarak antar dua titik, atau antar dua kurva baik secara vertikal maupun horizontal
serta untuk mengukur besaran sudut yang dibentuk oleh dua titik, dua garis
ataupun dua kurva.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 19
III. Memberi Warna

MEMBERI WARNA PADA CORELDRAW X3

Mewarnai objek pada coreldraw dapat dilakukan dengan beberapa cara :

1. Mengklik langsung salah satu warna pilihan yang ada pada color palette: klik kanan untuk
memberi warna outline, klik kiri untuk memberi warna isi (fill color);
2. Menggunakan salah satu menu pewarnaan yang ada pada tool box : smart fill, eyedropper,
outline tool, fill tool, dan interactive fill tool;
3. Menggunakan menu object properties pada docker

Bagaimana caranya menggunakan teknik-teknik pewarnaan tersebut?

A.Memberi warna outline dapat dilakukan dengan beberapa cara:

1. Klik kanan salah satu warna pada color palette.


2. Pilih salah satu warna pada color palette. Drag warna
tersebut ke arah bagian outline dari objek yang ingin diberi
warna. Akan muncul gambar kotak yang bagian tengahnya
bolong dan pinggirannya berwarna sesuai dengan warna
yang kita pilih tadi. Lepaskan tombol mouse.
3. Klik objek yang akan diberi warna. (Bila belum) Aktifkan
menu docker object properties dengan cara klik menu
window–docker–object properties. Pada menu object
properties, klik outline (gambar pena). Akan muncul pilihan
pengaturan tebal garis (width), warna (color), dst. Klik tanda
“v” di sebelah kanan tulisan color untuk memunculkan
pilihan warna (CMYK default) dan pilih salah satu warna
yang ditampilkan. Jika ingin memilih
warna lain, klik other dibawah kotak-kotak warna. Akan
muncul dialog box yang terdiri atas pilihan pewarnaan
melalui:

• models: CMYK = warna-warna hasil perpaduan dari warna


Cyan,Magenta, Yellow dan blaK; RGB = hasil perpaduan
dari Red Green dan Blue; HSB ataupun HLS = kombinasi
dari warna (Hue) , terang gelapnya warna (Brightness) dan
kedalaman warna (Saturation);… dst sesuai kebutuhan dan
fungsinya. Sedangkan jika suatu objek diberi warna
Registration Color maka objek tersebut akan selalu
ada/tercetak pada hasil cetak separasi (biasanya digunakan
pada tanda register atau penanda). Geser-geserlah kotak
kecil yang ada di dalam “kolam warna” dan atau balok kecil
pada “batangan warna” atau masukkan nilai-nilai masing-
masing warna yang ada di dalam box component untuk
menemukan warna yang dikehendaki.
• mixer : sama seperti dengan models, hanya cara memadukan
warnanya yang berbeda.
• palette : terdapat pilihan kelompok-kelompok warna (palette)
jika kita klik tanda “v” di sebelah kanan tulisan palette.
Pilihlah warna yang sesuai dan gunakan tint untuk mengatur
tebal-tipisnya warna (dengan menggeser slide).

1. Dengan tool outline tool. Klik outline tool pada toolbox.


Akan muncul flyout menu. Klik outline color dialog: akan
muncul dialog box seperti pada cara nomor 3
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 20
.

Catatan :
* Jika color palette tidak muncul dalam jendela applikasi, aktifkan
dengan cara mengklik menu window — color palettes–pilih kelompok
warna yang ingin dijadikan acuan: ada warna CMYK, RGB, ….dan
beberapa jenis warna Pantone. Pada jendela Coreldraw bisa kita
tampilkan lebih dari satu color palette, serta tiap color palette dapat
kita tempatkan pada
* Dalam pencetakan dengan teknik separasi, suatu objek yang
memiliki warna dari kelompok CMYK akan dicetak menjadi bagian-
bagian terpisah berdasarkan warna-warna penyusunnya (misalnya
objek dengan warna merah akan dicetak menjadi dua bagian terpisah
yaitu yang mengandung warna cyan dan magenta); sedangkan objek
yang memiliki warna Pantone akan dicetak sebagai objek tunggal
(spot color/warna khusus).

B. Memberi Warna Isi (Fill


Color) seperti halnya memberi warna outline, dapat dilakukan dengan
beberapa cara :

1. Klik kiri salah satu warna pada color


palette. Untuk menghilangkan warna fill, klik kiri color
palette pada kotak paling atas ke dua yang ada tanda “X” di
dalamnya.
2. Pilih salah satu warna pada color
palette. Drag warna tersebut ke arah bagian dalam objek
yang ingin
diberi warna. Akan muncul gambar kotak yang penuh terisi
warna sesuai dengan warna yang kita pilih tadi.
Lepaskan tombol mouse.
3. Klik objek yang akan diberi warna.
(Bila belum) Aktifkan menu docker object properties dengan
cara klik menu
window–docker–object properties. Pada menu object
properties, klik
fill (gambar kaleng cat). Akan muncul pilihan jenis
pewarnaan. Klik tanda “v” di sebelah kanan tulisan
color untuk memunculkan pilihan warna: uniform fill,,
fountain
fill, pattern fill, postcript fill, texture fill dan no fill.
Tentukan jenis pewarnaan apa yang kita inginkan dan pilih
warnanya. Jika kita memilih uniform fill (warna seragam
untuk suatu objek), maka akan muncul pilihan seperti no.3
pada memberi warna
outline.

1. Dengan tool fill tool. Klik fill tool pada toolbox. Akan
muncul flyout menu. Klik fill color dialog: akan muncul
dialog box seperti pada cara nomor 3 memberi warna outline.

C.Fountain Fill : Pewarnaan objek dengan lebih dari satu warna,


dimana satu warna akan meredup dan mendekati warna lainnya
(degradasi warna). Bisa digunakan untuk memberi kesan suatu objek
mendapat cahaya atau intensitas cahaya yang berbeda pada bagian-
bagian permukaannya.
Pada toolbox, klik fill. Akan muncul flyout. Klik fountain fill dialog
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 21
sehingga muncul dialog box fountain fill.

Degradasi warna bisa kita atur secara linear (lurus sejajar), radial
(melingkar), conical (kerucut) dan square (kotak) pada pilihan type.
Klik tanda “v” di sebelah kanan type untuk memunculkan pilihan-
pilihan fountain fill yang kita inginkan. Jika kita menerapkan warna
linear fountain fill , maka warna-warna yang kita tetapkan akan
“mengalir” dalam garis lurus melintasi objek dengan warna satu akan
meredup menuju warna yang lain dan sebaliknya.
Jika yang kita terapkan adalah radial fountain fill, maka warna-warna
akan menyebar melingkar dari sumbu pusat objek. Conical fountain
fill menghasilkan efek seolah warna-warna yang dihasilkan cahaya
mengenai sebuah kerucut. Sedangkan square fountail fill menyebar
dalam bentuk kotak dari titik pusat (center) objek.

Linear Radial Conical Square


Fountain Fill Fountain Fill Fountain Fill Fountain Fill

Pada pilihan-pilihan color blend terdapat dua option, yaitu two color
dan custom. Bila kita pilih two color, maka dibawahnya akan terdapat
pilihan from dan to yang masing-masing menunjukkan bahwa warna
fountain fill akan “bergerak” dari (from) warna satu menuju (to)
warna ke dua. Tentukan warna-warnanya dengan mengklik tanda “v”
dikanan kotak warna di sebelah kanan pilihan from atau to dan pilih
salah satu warna yang muncul (atau other untuk memilih warna
lainnya).

Bila ingin membuat fountain fill dengan lebih dari dua warna, bisa
kita lakukan dengan mengaktifkan pilihan custom color. Akan muncul
sebuah kotak persegi panjang dengan warna di ujung kiri dan ujung
kanan yang berbeda. Di atas ujung kiri dan kanan persegi panjang
tersebut ada kotak kecil. Bila ingin mengganti salah satu warnanya,
klik kotak kecil tadi hingga berubah menjadi hitam, kemudian klik
salah satu warna yang ada dalam color palette di sebelah kanan
persegi panjang. Bila ingin menambahkan warna ke tiga dst, klik
ganda di atas persegi panjang (di area persegi panjang kecil dengan
garis putus-putus) hingga muncul segitiga kecil berwarna hitam. Klik
salah satu warna pada color palette. Untuk mengubah posisi warna ke
tiga dst tadi, geser-geser segi tiga ke posisi yang diinginkan. Untuk
membuang warna ke tiga dst dilakukan dengan mengklik ganda tanda
segitiga yang mewakili salah satu warna.
Attribut lainnya yang bisa kita tentukan adalah sudut (angle) dari
fountain fill, arah pergerakan warna, titik pusat (untuk radial, conical
dan square), midpoint dan edge pad. Untuk dapat memahami dengan
baik semua fungsi-fungsi tersebut, tentu saja kita harus mencoba
kombinasi-kombinasi dari semuanya.
Kita juga bisa menerapkan preset fountain fill (siap pakai) yang
disediakan oleh Corel. Sebaliknya, kita juga dapat menyimpan gaya
fountain fill yang telah kita buat menjadi preset dengan cara
menuliskan nama preset (sesuka kita) di kanan tulisan “preset”
kemudian tekan tanda “+”.
Untuk mengatur kualitas tampilan dan hasil cetak objek dengan
fountain fill dapat kita lakukan dengan mengatur nilai fountain steps.
Nilai default yang ditentukan oleh Corel adalah 256. Nilai ini dikunci
sehingga kualitas cetakan fountain fill ditentukan oleh nilai-nilai yang
ditentukan pada print setting dan kualitas tampilan ditentukan oleh
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 22
nilai yang telah kita atur. Tetapi kita bisa membuka kunci tersebut
dan menentukan nilai baru yang nantinya akan berlaku baik untuk
kualitas tampilan maupun cetak.

IV. Mengubah Nilai Default

Corel Draw telah menetapkan nilai-nilai default atas pilihan-pilihan misalnya jenis dan
ukuran font yang kita gunakan, outline properties (ketebalan, jenis, warna, dsb), satuan
unit, setup halaman dsb. Jadi, setiap kali kita membuka applikasi Corel Draw dan
menggambar garis, misalnya, maka secara otomatis garis tersebut akan ditetapkan
sebagai garis solid dengan warna hitam dan hairline untuk ketebalannya. Demikian juga
setiap kali kita mengetikkan suatu kata (karakter) maka secara otomatis karakter
tersebut ditetapkan menggunakan jenis font Arial dengan size 24 dan warna hitam.

Dengan adanya nilai-nilai default tersebut kita tidak harus menetapkan terlebih dahulu
pilihan-pilihan nilai atas gambar/teks yang akan kita buat dengan Corel Draw. Jika ada
nilai-nilai lain yang kita inginkan selain dari nilai default yang telah ditetapkana
tersebut, barulah kita melakukan pergantian-pergantian atas nilai-nilai tersebut.

Tetapi, adakalanya kita memiliki nilai default sendiri bagi gambar/teks yang akan kita
buat dengan Corel Draw. Misalnya dalam suatu dokumen kita ingin setiap teks yang
kita tuliskan, atau sebagian besar dari teks yang akan kita gunakan adalah berukuran
12pt. Atau untuk beberapa penulisan teks berikutnya kita ingin nilai defaultnya seperti
itu. Tentu akan lebih memudahkan jika nilai default dari teks yang digunakan bukanlah
24pt, tetapi 12pt, sehingga kita tidak perlu mengubah nilai size teks setiap kali
mengetikkannya. Atau misalnya kita ingin setiap garis yang kita buat, atau sebagian dari
garis yang akan kita buat memiliki ketebalan sebesar 0.35mm dan style-nya tidak solid
tetapi putus-putus serta berwarna biru. Tentu juga lebih baik jika nilai default dari garis
yang dibuat adalah seperti itu.

Nah, bagaimana mengubah nilai-nilai default tersebut?

Di sini saya hanya akan memperkenalkan beberapa cara untuk mengubah nilai-nilai
default tersebut. Selanjutnya anda diharapkan melakukan eksplorasi sendiri apa-apa saja
dari nilai-nilai default yang dapat kita ubah. Saya pikir, cara terbaik untuk dapat lebih
memahami dengan baik mengenai hal itu adalah dengan melakukan eksplorasi dan
usaha coba-coba.

1. Mengubah text default :


o Jika ada salah satu objek atau teks yang sedang aktif, non aktifkan
dengan menekan tombol “Esc” pada keyboard atau dengan mengklik
sembarang area kosong pada jendela gambar dengan pick tool.
o Klik Text tool pada tool box atau cukup tekan tombol F8;
o Pada property bar tentukan font yang akan digunakan sebagai jenis font
default; muncul text attribute dialog seperti gambar berikut :
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 23

oAktifkan tanda centang (v) pada pilihan Artistic Text atau Paragraph
Text ataupun keduanya untuk menetapkan jenis font default itu akan
diterapkan pada model text apa (Artistic, Paragraph atau keduanya).
o Klik OK
o Kembali pada property bar, tentukan ukuran font yang akan digunakan
sebagai ukuran default. Text Attribute dialog akan muncul lagi. Lakukan
langkah yang sama seperti pada langkah no.4
o Klik OK
2. Mengubah warna default
o Jika ada salah satu objek atau teks yang sedang aktif, non aktifkan
dengan menekan tombol “Esc” pada keyboard atau dengan mengklik
sembarang area kosong pada jendela gambar dengan pick tool.
o Klik dan tahan pada Fill Tool hingga muncul Fill Flyout

o Klik pada salah satu pilihan yang ada pada Fill flyout tersebut (Color,
Fountain, Pattern, Texture, Postscript atau No Fill). Maka akan muncul
kotak Fill Dialog yang akan menanyakan kepada pilihan apa saja warna
default akan diterapkan (Graphics, Artistic Text atau Paragraph Text).
Tentukan pilihan kita.
o Klik OK
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 24
3. Mengubah Outline Properties
o Jika ada salah satu objek atau teks yang sedang aktif, non aktifkan
dengan menekan tombol “Esc” pada keyboard atau dengan mengklik
sembarang area kosong pada jendela gambar dengan pick tool.
o Pada toolbox, klik dan tahan pada Outline Tool sehingga muncul Outline
Flyout
o Pilihlah Outline Pen Dialog.

Catatan: Langkah ke 2 dan ke 3 dapat dipersingkat dengan cukup


menekan tombol F12 saja.

o Tentukan kepada apa saja outline properties default nantinya akan


diterapkan, apakah akan diterapkan pada Graphics, Artistic Text ataukah
Paragraph Text atau ke semuanya.
o Klik OK. Muncul kotak dialog Outline Pen.

o Pada kotak outline pen ini kita bisa menentukan warna outline (Color),
satuan dan nilai ketebalan outline (Width), gaya dari outline: solid, putus-
putus, titik-titik (Style), dst.
o Bila sudah ditetapkan semuanya, klik OK.

Catatan Tambahan :

• Setelah nilai-nilai default dari teks, warna dan outline kita tetapkan, maka nilai-
nilai default tersebutlah yang akan berlaku setiap kali kita menuliskan suatu teks,
atau menggambar sebuah garis atau bangun tertentu. Ini berlaku pada dokumen
yang sedang kita kerjakan, dan ketika dokumen tersebut kemudian kita simpan,
nilai-nilai default tersebut akan ikut tersimpan juga. Jadi, setiap kali kita
membuka dokumen tersebut dan melakukan editing ataupun menggambar, nilai-
nilai defaultnya akan tetap berlaku.
• Nilai-nilai yang kita tentukan sebagai default tersebut hanya berlaku pada
dokumen yang sedang kita kerjakan, atau pada dokumen yang telah tersimpan
dengan nilai-nilai tersebut bersamanya. Ketika kita membuka dokumen baru,
maka nilai-nilai defaultnya akan kembali mengikuti nilai default dari Corel
Draw.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 25
• Beberapa nilai default lain, misalnya satuan unit yang digunakan, ukuran
halaman dsb, dapat diubah melalui menu Tools — Options atau Tools —
Customization. Sebagai contoh jika kita ingin mengubah ukuran paper size dari
halaman setiap kali kita menambahkannya adalah A4 (bukan Letter). Maka yang
kita lakukan adalah :
o Klik menu Tools — Options
o Pada kotak dialog Option, pilihlah Document — Page — Size

o Pada pilihan Page — Size, tentukan jenis dan ukuran kertas yang
digunakan, dst. Pada pilihan Page — Background, kita juga bisa
menentukan warna lain background dari halaman kita (jika merasa bosan
dengan warna putih atau memang membutuhkan warna background
lain).

V. Duplikasi Objek Pada CorelDraw

Duplikasi (copy/penggandaan) objek atau beberapa atau objek terkelompok (group)


pada coreldraw dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu (dilakukan pada objek atau
group objek yang sedang aktif):

1. Dengan shorcut “+”. Caranya, tekan tanda “+” pada numlock pad. Objek anda
telah terduplikasi dan bisa dipindahkan ke posisi yang diinginkan.
2. Melalui menu bar. Caranya, pilih menu “edit”, kemudian pilih “copy”.
Selanjutnya pilih lagi menu “edit”, kemudian pilih “paste”.
3. Dengan klik kanan pada mouse, kemudian pilih “copy”, klik kanan lagi dan pilih
“paste”.
4. Pada objek yang kita ingin duplikasi, drag dengan tombol kanan mouse ke posisi
yang kita inginkan. Lepaskan tombol mouse dan pilih “copy here”.
5. Dengan tombol kiri mouse, drag objek ke suatu posisi. Dengan tombol kiri
mouse tetap kita tekan, secara bersamaan tekan pula tombol kanan mouse
kemudian lepaskan kedua tombol tersebut.

Itulah cara-cara melakukan duplikasi objek pada CorelDraw. Anda bisa mempelajari
sendiri persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan dari cara-cara tersebut.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 26
VI. Posisi Antar Objek Pada CorelDraw
POSISI RELATIF ANTAR OBJEK
PADA CORELDRAW X13

Sebelumnya perlu untuk diingatkan disini, terutama bagi para pengguna


pemula coreldraw, bahwa semua perintah terhadap objek hanya dapat
dijalankan apabila objek dalam keadaan aktif/terpilih.
Untuk memilih lebih dari satu objek, klik masing-masing objek sambil
menekan tombol “shift” pada keyboard, atau dengan menggunakan pick
tool bloklah objek-objek yang akan dipilih.

Fungsi Menu Shortcuts


1. Untuk mengatur
perataan (align) dua Arrange–Align and
buah objek atau lebih distribute –………(align
(posisi relatif terhadap objects to active
objek-objek yang aktif): objects)
‫ ٭‬Rata kiri align left — apply tombol
“L”
‫ ٭‬Rata kanan align right — apply tombol
“R”
‫ ٭‬Rata tengah vertikal alignc enter vertically — tombol
(sejajar ke atas) apply “C”
‫ ٭‬Rata atas align top — apply tombol
“T”
‫ ٭‬Rata bawah align bottom — apply tombol
“B”
‫ ٭‬Rata tengah horizontal align center horizontally — tombol
(sejajar kesamping) apply “E”
2. Penyebaran (distribution) Arrange — Align and
objek: mengatur jarak distribute — distribute
horizontal secara rata antar ……….(baris pilihan sebelah
objek atas)
‫ ٭‬horizontal, patokan objek right – apply
paling kanan
‫ ٭‬horizontal, patokan objek left — apply
paling kiri
‫ ٭‬horizontal, patokan objek center — apply
paling tengah
‫ ٭‬horizontal tanpa objek patokan spacing — apply
3. Penyebaran (distribution) Arrange — Align and
objek: mengatur jarak distribute — distribute
vertikal secara rata antar ……….(baris pilihan sebelah
objek kiri)
‫ ٭‬vertikal, patokan objek paling right — apply
kanan
‫ ٭‬vertikal, patokan objek paling left — apply
kiri
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 27
‫ ٭‬vertikal, patokan objek paling center — apply
tengah
‫ ٭‬vertikal tanpa objek patokan spacing — apply

Catatan * untuk mengatur posisi relatif objek terhadap halaman, pada kotak menu align
: and distribute pilihlah menu align dan pada pilihan “Align objects to:” pilihlah
posisi relatif terhadap halaman yang anda inginkan (edge of page, center of
page, grid atau specified point)
* untuk mengatur edistribusi relatif objek terhadap halaman, pada kotak menu
align and distribute pilihlah menu distribute dan pada pilihan “distribte to:”
pilihlah extent of page.
*untuk membuat suatu objek atau suatu grup objek berada pada posisi di
tengah-tengah halaman, pada kotak menu align and distribute pilihlah menu
align dan pada pilihan “Align objects to:” pilihlahcenter of page kemudian
aktifkan tanda centang pada kotak center barisan sebelah atas dan barisan
sebelah kiri. Atau dengan cara singkat, anda cukup mengaktifkan objek yang
akan di tempatkan di tengah-tengah halaman, kemudian tekan tombol “P” pada
keyboard.

VII. Shaping
TRIM, WELD, INTERSECT

Istilah-istilah :
* Source object Merupakan objek yang kita jadikan sebagai “alat” atau
“bahan” untuk kita trim, weld atau intersect-kan dengan objek
yang lain.
* Target object Merupakan objek yang akan dibentuk dengan menggunakan
source object.
* Trim menghilangkan suatu bagian dari salah satu objek yang saling
tumpang tindih (overlap). Bayangkan kita memiliki sebuah
pisau kue yang memiliki bentuk tertentu (misalnya kotak,
lingkaran, ataupun bentuk tak teratur), dan kita memotong kue
dengan cara menekankan pisau tersebut di atas bagian tertentu
dari kue. Maka bagian dari kue yang tertekan pisau akan
hilang (bolong), dan bagian yang hilang (bolong) tersebut
akan memiliki bentuk yang sama dengan pisau yang kita
gunakan.
* Weld dengan perintah ini kita bisa membuat suatu bentuk baru yang
merupakan gabungan dari objek-objek yang kita pilih. Objek-
objek yang kita pilih bisa merupakan objek-objek yang saling
tumpang tindih atau tidak. Warna dan outline dari source
objek nantinya akan mengikuti (sama) dengan warna dan
outline objek yang menjadi targetnya.
* Intersect Merupakan suatu bentuk yang berasal dari dua atau lebih
objek yang saling tumpang tindih (overlap). Jika kita punya
dua buah objek (A dan B) yang saling tumpang tindih, maka
intersect dari keduanya (objek C) adalah suatu bentuk yang
merupakan bagian dari A dan juga dari B.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 28

Melakukan Tim, Weld atau Intersect

Untuk melakukan trim, weld atau intersect dapat dilakukan melalui cara-cara,
yaitu :
1. Melalui Menu: Aktifkan objek-objek yang akan dilakukan proses trim, weld
bar atau intersect. Klik menu arrange - shaping -
trim/intersect/weld.
Dengan cara ini, bila kita melakukan proses trim atau
intersect, maka source object akan tetap ada (tidak terhapus).
Jadi kita akan memiliki objek-objek: source object, target
object dan objek yang merupakan hasil dari proses trim atau
intersect. Sedangkan untuk proses weld, maka source object
dan target object tidak akan ada lagi, yang ada hanyalah objek
hasil penggabungannya.

Dengan cara ini juga, maka source object dan target object
ditentukan sbb :

* bila kita memilih objek-objek yang akan kita trim dengan


cara memblok objek-objek tersebut, maka objek yang
posisinya berada di urutan paling bawah (back of page/layer)
dianggap sebagai target object dan yang lainnya sebagai
source objek.

* bila kita memilih objek-objek yang akan kita trim dengan


cara mengklik (pick) objek-objek tersebut satu per satu (shift +
klik), maka objek terakhir yang kita klik akan dianggap
sebagai target object dan yang lainnya sebagai source object.

2. Melalui MenuAktifkan objek (atau objek-objek) yang akan kita trim/ weld/
Docker intersect/ ….

Bila jendela docker shaping belum muncul pada sidebar


kanan, munculkan dengan cara mengklik pada menu bar
window–dockers–shaping; bila docker shaping ada pada
sidebar tapi belum terbuka, bukalah dengan cara mengkliknya.

Pada docker shaping di bawah tulisan Shaping akan terdapat


pilihan perintah berupa drop down menu yang berisikan Weld,
Trim, Intersect, Simplify, Front Minus Back dan Back Minus
Front bila kita mengklik tanda “v”. Pilihlah perintah yang
ingin kita jalankan (misalnya kita pilih Trim).
Di bawah tulisan Trim akan terdapat kotak dengan image yang
menggambarkan proses trim dan dibawahnya ada tulisan
Leave Original:.
Dibawah tulisan Leave Original: tersebut ada kotak-kotak
tempat kita mengaktifkan atau menonaktifkan pilihan leave
original Source Object(s) dan atau Target Object(s). Bila kita
aktifkan salah satu atau kedua pilihan tersebut (akan muncul
tanda centang), maka source object ataupun target object akan
tetap ada dan tidak terhapus. Jika kita ingin yang tertinggal
hanyalah objek hasil dari proses, tanda centang yang ada di
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 29
samping kiri tulisan Source atau Target Object(s) harus kita
hilangkan (dengan cara mengklik tanda tersebut).

3. Melalui Jika kita sebelumnya telah menentukan shortcut yang dapat


shortcut kita pakai untuk mengatur perintah-perintah
trim/weld/intersect, kita dapat menggunakannya untuk proses
tersebut (lihat tulisan mengatur shortcut).

Untuk mengatur agar source atau target object tetap ada atau
terhapus, kita harus terlebih dahulu menggunakan perintah
melalui menu docker dan mengatur leave original-nya di sana.

Contoh-contoh
hasil operasi
Misalkan kita memiliki dua objek (kotak A dan lingkaran B). Kemudian kedua
objek tersebut kita atur posisinya sehingga keduanya saling tumpang tindih
(overlap). Hasil dari operasi trim, weld dst dapat dilihat pada gambar di bawah
ini.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 30
VIII. Kontur
Contour

Dengan perintah contour kita dapat membuat suatu seri garis-garis konsentris yang bergerak ke
arah atau menjauhi titik pusat dari objek. Dengan Coreldraw kita bisa menentukan jumlah dan
jarak dari garis-garis kontur tersebut.Kita juga dapat mengkopi atau mengklon karakteristik-
karakteristik kontur suatu objek kepada objek lainnya.

>Disamping itu, kita dapat mengubah warna outline garis-garis kontur serta warna isi (fill
color) diantara garis-garis kontur tersebut. Pergerakan warna kontur untuk memberikan efek-
efek tertentu pun bisa kita atur, dimana warna satu akan bergerak ke warna lainnya (blending).
Pergerakan warna-warna tersebut bisa mengikuti garis lurus, berputar searah atau berlawanan
arah jarum jam.
Membuat kontur dari suatu objek

1.Klik dan tahan Interactive tools flyout , pilih dan klik Interactive contour
tool
2.Klik sebuah objek atau objek-objek yang digrup, kemudian drag start handle (sisi dari
objek) ke arah center untuk menghasilkan inside contour (kontur ke arah dalam) atau
menjauhi center untuk menghasilkan outside contour (kontur ke arah luar).
3.Geserlah object slider untuk mengubah jumlah dari contour step (berapa banyak kontur
yang dihasilkan).

Kita bisa juga :


Menentukan jumlah garis-garis kontur :
Pada property bar, klik tombol Inside atau Outside, kemudian tuliskan suatu nilai dalam
kotak Contour steps .
Menentukan jarak antar garis-garis kontur.:
Ketikkan suatu nilai dalam kotak Contour offset pada property bar.
Menentukan “akselerasi” dari pergerakan garis-garis kontur
Klik tombol Object and color acceleration pada property bar dan geser-geserlah object
slidernya.

Contoh penerapan outside contour pada sebuah objek dengan linear contour color, contour
steps= 4, contour offset= 0.586mm, outline color= cyan dan fill color=blue.

Menentukan fill color untuk sebuah contour object


1.Klik dan tahan Interactive tools flyout , dan klik Interactive contour tool
2.Pilih objek kontur.
3.Bukalah Fill color picker pada property bar, dan klik sebuah warna
*Jika kontur diterapkan pada objek yang berisi fountain fill, maka akan muncul color picker
ke tiga untuk menentukan end fountain fill (warna akhir fountain).

Mengkopi atau mengklon sebuah kontur


1.Pilih objek yang akan dibuatkan konturnya
2.Pada menu bar klik Effects dan klik salah satu dari
* Copy effect Contour from
* Clone effect Contour from
3.Pilih objek yang dari mana kontur akan dikopikan.

Memecah objek kontour menjadi objek-objek tunggal


Objek yang telah kita kontur sebenarnya terdiri dari objek-objek yang jumlahnya tergantung
dari contour steps yang kita tentukan. Kita bisa memecah objek-objek tersebut menjadi
masing-masing objek tunggal dengan cara: klik objek kontur, pada menu bar klik Arrange, klik
Break contour group appart. Bila sebelumnya kita menetapkan step contour=1, maka objek
kontur akan terpecah menjadi dua objek tunggal. Bila sebelumnya step contour lebih dari dua,
maka akan terpecah menjadi satu objek awal dan satu grup objek-objek pembentuk kontur
yang dapat kita pisahkan juga dengan meng-ungroup group objek tersebut.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 31
IX. Smart Fill Tolls
SMART FILL TOOL

Smart fill tool merupakan salah satu fitur baru yang terdapat dalam Coreldraw X3. Dengan
fitur ini kita bisa melakukan pewarnaan terhadap objek-objek, sekaligus juga kita dapat
menghasilkan objek-objek baru yang merupakan hasil dari perpotongan, pengurangan, ataupun
penggabungan dari objek-objek awal.

Memberi warna dengan smart fill tool

Misalkan kita memiliki tiga objek (A, B, C) seperti gambar dibawah ini:

Bila kita susun ketiga objek tersebut seperti gambar di samping, maka
sebenarnya kita dapat memiliki enam objek, yaitu masing-masing objek-
objek awal (A, B, C) dan objek-objek baru yang merupakan intersep (D
dan E) serta penggabungan dari ketiga objek tadi (F).

Ketiga objek baru (D, E dan F) dapat kita hasilkan setelah kita memberi
warna pada area-area D dan E serta di luar area ketiga objek tersebut
dengan menggunakan smart fill tool. Tetapi untuk dapat menghasilkan
hal tersebut, A B C harus tidak memiliki warna sebelumnya. Jika A B C
telah terisi warna sebelumnya, dan jika B merupakan objek yang secara
urutan berada paling atas (depan), maka akan menghasilkan objek-objek
A, B, C, ditambah A dan C yang terpotong oleh B, serta gabungan dari
A, B dan C.

Untuk dapat melakukan hal tersebut, langkah-langkah yang dilakukan


adalah :
Pada toolbox pilihlah menu smart fill tool. Perhatikan pada property bar
(dibawah menu bar) akan terdapat menu-menu seperti gambar di bawah
(jika property bar tidak muncul, pada menu bar klik window –toolbar–
property bar).

Misalkan kita ingin memberi warna fill merah dan outline biru pada area A maka di sebelah
kanan Fill Options klik tanda “v” dan pilih Specify; klik lagi tanda “v” di sebelah kanan kotak
yang warna dan pilih warna red. Pada pilihan Outline Options pilih Specify, tentukan
ketebalan garis (misalnya Hairline) dan warna outline pilih blue. Jika kita ingin tidak memberi
outline pada area tertentu, maka pada Outline Options pilihlah No Outline.

Dengan cara yang sama, kita bisa tentukan warna fill dan outline pada area yang lain. Jika kita
ingin memberi warna dan outline yang sama pada keseluruhan objek, klik saja pada sembarang
titik di luar area objek-objek tadi. Akan dihasilkan objek baru yang merupakan hasil
penggabungan dari A, B dan C (objek F). Tetapi bila kita melakukan hal itu, semua objek yang
ada pada dokumen kita akan terisi dengan warna dan outline yang sama sekalipun objek-objek
yang ada telah kita lock (kecuali objek-objek yang ada pada hidden layer).

Contoh-contoh hasil operasi dengan smart fill tool dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 32

X. Bekerja dengan Text

Untuk menuliskan sebuah teks pada halaman coreldraw, langkah pertama yang kita
lakukan adalah mengklik text tool pada tool bar di sisi paling kiri jendela coreldraw atau
dengan menekan tombol F8 pada keyboard.

Jika ingin menuliskan teks dalam sebuah bingkai (frame), tekan dan tahan tombol kiri
mouse kemudian tarik hingga membentuk sebuah kotak yang besarnya sesuai dengan
yang kita kehendaki lalu lepaskan. Akan terbentuk sebuah kotak dengan garis putus-
putus dan kursos yang berkedip di dalamnya, dimana kita bisa mengetikkan teks di
dalam bingkai tersebut.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 33

Atur jenis dan ukuran font dari teks yang kita kehendaki. Pengaturan ini bisa dilakukan
sebelum mulai menuliskan teks ataupun setelah seluruh teks selesai ditulis dalam
bingkai tersebut. Teks akan “mengalir” mengikuti bentuk bingkai dan mengisi seluruh
ruang yang ada di dalamnya.

Ukuran bingkai kemudian bisa kita sesuaikan dengan isi teks yang ada di dalamnya
ataupun sebaliknya. Jika bingkai tidak cukup untuk menampilkan keseluruhan teks yang
telah kita tuliskan, atur kembali ukurannya dengan menarik “gagang” bingkai yang
terdapat pada setiap sudut dan sisi bingkai. Sebaliknya, jika ingin teks yang
menyesuaikan dengan bentuk dan ukuran bingkai, atur kembali jenis dan ukuran font
yang kita gunakan, atau secara otomatis dapat dilakukan dengan mengklik kanan pada
bingkai teks kemudian klik “Fit Text to Frame“.

Apabila kita ingin menuliskan sebuah teks yang tidak berada di dalam bingkai, maka
setelah kita mengklik text tool atau menekan tombol F8, klik-lah pada sembaran area di
luar suatu frame dan mulailah mengetikkannya. Teks yang kita ketikkan di luar suatu
frame akan dianggap sebagai “artistic text”.

Baik pharagraph text maupun artistic text dapat diatur properties-nya sesuai yang kita
inginkan, misalnya jenis dan ukuran font, pola perataan alinea, dsb. Artistic text bisa
kita ubah menjadi Pharagraph text. Pharapgraph text dalam suatu bingkai persegi empat
pun bisa kita ubah menjadi artistic text.

Catatan: bila kita mengubah ukuran bingkai dengan cara menarik “gagang” bingkai
suatu pharagraph teks, maka yang berubah hanyalah ukuran bingkai tersebut tanpa
mengubah properti teks di dalamnya. Bila kita menarik “gagang (handle)” dari suatu
artistic text, maka bentuk character (panjang dan lebar) teks tersebut akan berubah.
Cobalah!

Pengaturan Teks

Untuk mengatur tampilan suatu teks, tools yang bisa digunakan adalah seperti gambar
di bawah ini :
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 34

Untuk mengubah tampilan teks secara keseluruhan, aktifkan teks dengan mengklik teks
tersebut (teks aktif ditandai dengan adanya kotak2 hitam kecil di sekeliling teks
tersebut). Untuk mengubah tampilan sebagian dari teks yang ada, blok-lah bagian teks
tersebut.

Atur tampilan teks dengan mengklik salah satu tools seperti yang tampak pada gambar.
Anda bisa mencoba hasil yang didapat dari mengklik tools tersebut agar lebih
memahaminya.

Pengaturan jenis dan ukuran serta gaya penulisan font dari suatu teks yang kita tuliskan
juga bisa dilakukan dengan cara mengklik tools “F” (Character formatting), yang akan
memunculkan kotak dialog seperti gambar berikut :

Melalui jendela menu tersebut kita bisa mengatur jenis dan ukuran font yang kita
gunakan, perataan alinea serta memberikan efek-efek (misalnya garis bawah, posisi)
untuk seluruh atau sebagian dari suatu teks.

Range Kerning
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 35
Untuk mengatur spasi (jarak) antar teks atau antar karakter, bloklah teks atau sebagian
dari teks yang diinginkan. Klik tools “F” (character formatting). Atur nilai yang ada
pada pilihan range kerning. Pada kondisi default, nilai ini adalah “0″ (nol). Semakin
besar nilai range kerning, semakin jauh jarak antara satu huruf dengan huruf berikutnya
serta antara satu kata dengan kata berikutnya. Contoh seperti pada gambar di bawah :

Nilai range kerning ini bisa kita atur antara -100 hingga 10000%.

Menenpatkan Teks dalam Suatu Bingkai

Jika kita belum menuliskan sebuah teks dan ingin menuliskan teks didalam suatu bentuk
bingkai tertentu, misalnya seperti bentuk di bawah ini

Langkah-langkahnyanya adalah :

1. klik text tool atau tekan F8, kemudian arahkan kursor ke dalam bingkai hingga
muncul sebuah kotak yang ada tulisan “AB” di dalamnya dan klik pada tempat tersebut.

2. Ketikkan teks yang diinginkan.

Apabila kita sudah mengetikkan sebuah teks dan memiliki sebuah bentuk bangun
tertentu, kemudian kita menginginkan teks yang telah kita ketikkan berada di dalam
bentuk bangun tsb, langkahnya adalah :

1. Klik kanan mouse dan tahan pada teks tersebut

2. Bawa teks ke dalam area dari bentuk bangun tersebut dan lepaskan tombol mouse

3. Klik pilihan “Place Text Inside“.


Pengenalan Corel Draw X3 Hal 36

Teks Mengikuti Bentuk Tertentu

Misalkan kita memiliki sebuah bentuk bangun tertentu, ambil contoh bentuk lingkaran

Jika kita ingin menuliskan teks mengikuti alur bentuk lingkaran tersebut, langkah-
langkahnya adalah :

1. Klik text tool.


2. Arahkan pointer pada bagian sisi lingkaran hingga kursor berubah menjadi tanda
“A” dengan garis lengkung di bawahnya.
3. Klik pada sisi tersebut dan mulailah mengetik.

Hasilnya adalah :
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 37

Untuk menempatkan artistic teks yang sudah ada (sebelumnya sudah kita ketik)
mengikuti suatu bentuk tertentu (misalnya lingkaran tadi), langkah yang kita lakukan
adalah :

1. Dengan pointer (tanda panah putih), klik teks


2. Klik menu Text — Fit text to path
3. Arahkah pointer yang berbentuk panah hitam dan ada lambang “A” ke
lingkaran.
4. Atur bentuk penempatan teks pada seputar lingkaran tersebut dan klik.

Cara lainnya adalah :

1. Klik kanan mouse dan tahan pada teks


2. Arahkan ke dalam lingkaran
3. Lepaskan tombol mouse dan klik Fit Text to Path

Catatan : paragraph teks harus diconvert dulu menjadi artistic text agar bisa dilakukan
proses Fit text to path ini.

Kita bisa mengatur orientasi dari teks, jarak antara teks dengan sisi terluar dari
lingkaran, horizontal offset serta mirroring pada toolbars yang muncul ketika teks
tersebut aktif. Penempatan teks pada sisi lingkaran juga bisa kita lakukan dengan
menarik dan mengatur penempatan handle teks (yang berwarna merah) pada posisi dan
jarak yang kita inginkan.

Bekerja Dengan Teks (Bagian-2)

Menambahkan bullets (tanda-tanda sub/bagian)

Untuk menambahkan bullet, langkah-langkah yang bisa dilakukan adalah :

1. Pilih paragraph text (blok teks-teks yang diinginkan) dimana bullet akan
ditambahkan (bullet tidak bisa ditambahkan pada artistic text)
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 38
2. Klit menu Text — klik Bullets.
3. Klik kotak di sebelah kiri tulisan “Use bullets” untuk mengaktifkan tanda
centang pada kotak tersebut.
4. Pada jendela (kotak menu) Appearance pilih jenis font yang digunakan
5. Pilih macam Symbol sebagai bullet
6. Atur ukuran bullet pada pilihan Size
7. Atur nilai Baseline shift untuk menentukan posisi bullet terhadap baseline teks;
nilai positif akan membuat bullet semakin ke atas dan negatif membuat bullet
semakin ke bawah. Nilai default-nya adalah nol.
8. Pada kotak menu Spacing, atur nilai Text frame to bullet untuk menentukan
jarak bullet dari bingkai teks. Nilai nol akan membuat bullet berada di sisi paling
kiri bingkai (menempel), nilai positif akan membuat bullet berada lebih ke
dalam bingkai.
9. Tentukan nilai Bullet to text untuk mengatur seberapa jarak antara teks dengan
bullet.
10. Untuk membuat teks menggantung (rata kiri dengan teks setelah bullet di
atasnya), aktifkan tanda centang di sebelah kiri pilihan Use hanging indent stule
for bulleted lists.
11. Untuk melihat pratampilan penambahan bullet, klik tombol Preview pada kotak
menu bullets.
12. Apabila bullet yang ingin digunakan telah sesuai, Klik OK

Untuk mengganti warna bullet, pilihlah bullet (dengan text tools) dan klik salah satu
warna yang ada pada color picker (kotak2 warna di sebelah kanan jendela coreldraw).

Menambahkan kolom pada paragraf teks

Kita bisa menjadikan teks yang kita ketika dalam suatu pharagraph text tersusun dalam
satu atau lebih kolom paragraf. Langkah-langkahnya adalah :

1. Pilih bingkai teks


2. Klik Menu Text — klik Columns
3. Atur nilai di dalam kotak Number of columns untuk menentukan berapa jumlah
kolom yang kita inginkan
4. Atur nilai-nilai lebar kolom (Width), dan jarak antar kolom (Gutter). Jika ingin
semua kolom memiliki lebar yang sebanding, aktifkan tanda centang pada kotak
Equal column width
5. Pada kotak Frame Settings, aktifkan tanda Automatically adjust frame width jika
ingin lebar bingkai paragraf disesuaikan secara otomatis.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 39

Menambahkan drop cap

Dengan drop cap kita menjadikan huruf pertama dari suatu paragraf teks memiliki
ukuran yang lebih besar dari huruf-huruf yang lainnya.

Langkah-langkahnya adalah :

1. Pilih paragraf teks yang akan kita tambahkan drop cap


2. Klik menu Text — pilih Drop cap
3. Aktifkan tanda Use drop cap
4. Atur nilai Number of lines dropped untuk menentukan tinggi (berapa baris dari
paragraf tersebut) drop cap akan dibuat
5. Atur nilai Space after drop cap untuk menentukan jarak antara drop cap dengan
huruf sesudahnya.
6. Bila ingin teks menggantung setelah drop cap, aktifkan tanda Use hanging
indent style for drop cap.
7. Klik Preview untuk melihat pratampilannya.
8. Klik OK bila telah sesuai semuanya.

Menyisipkan Gambar dan Karakter Khusus


Pengenalan Corel Draw X3 Hal 40
Kita bisa menyisipkan suatu gambar objek ataupun bitmap di dalam teks. Gambar objek
atau bitmap tersebut akan dianggap sebagai karakter khusus, sehingga kita dapat
menerapkan format-format sesuai dengan karakter (huruf) yang kita gunakan.

Kita juga bisa menambahkan karakter khusus sebagai teks atau sebagai grafis. Apabila
karakter yang kita tambahkan tersebut bersifat sebagai teks, kita bisa melakukan format-
format sebagaimana halnya terhadap teks. Sedangkan jika karakter yang kita tambahkan
tersebut bersifat sebagai grafik, maka karakter tersebut adalah sebuah kurva, sehingga
kita bisa mengeditnya sebagaimana kita mengedit sebuah kurva (grafik).

Disamping itu, kitapun dapat mengubah objek, misalnya sebuah logo atau huruf yang
telah dimodifikasi, menjadi karakter khusus dan kemudian menambahkannya sebagai
suatu karakter (huruf). Ini memungkinkan kita untuk menambahkan suatu objek sebagai
teks atau grafik di dalam suatu paragraf. Objek tersebut secara otomatis akan berubah
ukuran mengikuti perubahan ukuran karakter yang disisipinya secara proporsional.

Misalkan kita punya sebuah gambar burung. Gambar burung tersebut ingin kita sisipkan
atau tambahkan ke dalam teks kita, yang nantinya gambar burung tersebut akan
menyesuaikan ukurannya dengan ukuran teks yang kita gunakan. Jika teks-nya
membesar, gambar burung ikut membesar dan sebaliknya. Untuk ini, langkah-
langkahnya adalah :

1. Pilih gambar burung tersebut. Klik menu Edit, kemudian klik salah satu dari :
cut/copy
2. Dengan menggunakan Text tool (A), klik dimana gambar burung tsb akan
ditempatkan dalam paragraf
3. Klik menu Edit, kemudian klik Paste.

Cara lainnya adalah :

1. Klik dan tahan tombol kanan mouse pada gambar burung tersebut.
2. Bawa kursor ke dalam paragraf teks hingga muncul tanda “A” dan anak panah
bengkok di dalam gambar burung.
3. Tempatkan pada bagian di mana gambar burung tersebut ingin disisipkan.
4. Lepaskan tombol mouse dan klik Copy into text.

Maka gambar burung tersebut telah disisipkan ke dalam paragraf teks serta akan
berubah mengikuti format yang kita kenakan terhadap teks. Artinya, jika teks tersebut
kita format dengan huruf miring (italic), maka gambar burungnya pun akan ikut miring.
Jika teks kita format dengan cetak tebal (bold), maka gambar burungnya pun akan ikut
tercetak tebal, dst.

Untuk menyisipkan karakter khusus, misalnya lambang-lambang matematika dsb, maka


langkah yang dapat kita lakukan adalah :

1. Klik text tool (A) dan klik pada bagian di dalam paragraf teks dimana karakter
khusus akan kita sisipkan
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 41
2. Klik menu Teks — Insert symbol character
3. Pada jendela docker Insert Character , untuk jenis font pilihlah Symbol
4. Pilih symbol yang ingin disisipkan, tentukan ukuran character pada Character
Size kemudian klik Insert.

XI. Memberi Nomor Halaman Otomatis

Corel draw memungkinkan kita untuk mengerjakan lebih dari satu (banyak) halaman
dalam satu file.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 42
Akan tetapi, jika kita ingin secara otomatis memberikan nomor halaman pada setiap
halaman yang kita buat, coreldraw tidak memiliki fitur standar untuk hal ini, meskipun
kita bisa memberikan nomor halaman pada saat melakukan printout.

Lantas bagaimana seandainya kita ingin memberikan penomoran halaman secara


otomatis pada lembar-lembar halaman kerja yang kita buat?

Untuk itu, kita membutuhkan program tambahan berupa plugin ataupun macro. Salah
satu yang bisa kita gunakan untuk hal ini adalah program macro oleh Jeff Harrison yang
dapat menyisipkan nomor halaman secara otomatis pada setiap halaman yang kita buat.

Setelah itu kita bisa membuat shortcut dan tool untuk mengaktifkan penomoran
halaman otomatis tersebut. Langkah-langkahnya adalah :

1. download file program macro PageNumberer.gms dan icon-nya (dalam bentuk


zip).
2. unzip dan simpan file tersebut ke dalam suatu folder tertentu, kopikan file macro
pada folder plugin program coreldraw X3 yang ada pada folder “Program
Files/Corel/CorelDraw Graphics Suite 13/Plugins”;

1. jalankan program coreldraw x3


2. buka menu Tools — Options
3. Pada pilihan Options, klik Workspace — Customization — Commands
4. Di bawah pilihan commands, pada dropdown menu, pilih macros —
CorelMacros.PageNumbering. Kemudian pada kotak menu di sebelah
kanannya, klik Shortcut keys.
5. Pada kotak New Shortcut Key dalam Shortcut Assignment tekan tombol shortcut
yang kita inginkan untuk mengaktifkan menu auto page numbering (misalnya
“Ctrl Shift P”) lalu klik Assign (lihat tulisan Mengatur Shortcut pada halaman
CorelDraw X3).
6. Klik jendela Appearance.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 43
7. Klik Import. Pilihlah file bitmap icon (Page-number-icon.bmp) yang telah kita
simpan pada folder tertentu tadi. Hasilnya adalah seperti gambar di bawah :

8. Geret (drag) icon yang muncul di bawah kotak macros ke command bar pada
jendela coreldraw. Pada jendela (kotak) Option, klik OK.

1. Apabila kita memiliki banyak halaman untuk dikerjakan dan kita ingin
coreldraw memberikan nomor halaman otomatis pada setiap halaman tersebut,
kita tinggal mengklik icon pada command bar atau dengan menekan shortcut
yang telah kita tentukan tadi untuk mengaktifkan perintah auto page numbering.
Bila ini yang kita lakukan, maka akan muncul kotak menu Page Numbering :
2. Pada pilihan Label Text sebelum tanda “#”, ketikkan label halaman jika kita
ingin setiap halaman memiliki label tertentu (misalnya : Kerja 1, Kerja 2, dst).
Jika kita hanya menginginkan nomor halaman saja tanpa label, maka kosongkan
saja.

3. Klik Font. Pada jendela Font Properties, pilihlah jenis font yang yang akan
digunakan. Tentukan juga dimana nomor dan label halaman akan ditempatkan :
ada Top Left, Top Center, Top Right, Bottom Left, Bottom Center, dan Bottom
Right.
4. Tentukan juga ukuran dan warna font yang digunakan. Jika ingin mengganti
warna font yang akan digunakan, klik Change Color dan tentukan warna
penggantinya.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 44
5. Jika ingin penulisan nomor dan label halaman tersebut kita putar pada sudut
tertentu, maka klik Effects. Pada pilihan Rotation, pilih Yes dan tentukan sudut
putarnya.
6. Bila telah kita atur semuanya, klik Apply dan Exit. Setiap halaman kita sekarang
telah memiliki nomor (dan label) halaman.

Beberapa hal yang terjadi pada auto page numbering ini adalah :

1. Kita bisa melakukan modifikasi secara manual (hapus, putar, ganti jenis dan
ukuran font dsb) nomor dan label pada sembarang halaman tanpa mempengaruhi
nomor dan label pada halaman lainnya.
2. Apabila kita mendelete salah satu halaman, maka nomor dan label halaman akan
tetap sama seperti yang telah kita tentukan sebelumnya. Misalnya jika kita
memiliki 6 halaman yang telah diberi nomor, maka jika kita mendelete halaman
3, maka nomor halaman terakhir akan tetap tertulis “6″. Jadi, jika kita urutkan
dari halaman pertama, nomor halaman yang muncul adalah : 1, 2, 4, 5, 6. Kalau
ingin penomoran halaman terurut lagi sesuai jumlah halaman yang ada, kita
harus mengaktifkan kembali perintah auto page numbering dengan urutan
langkah seperti yang telah kita lakukan tadi.

XII. Bekerja Dengan Layer

Seperti halnya program olah grafis lainnya seperti Photoshop atau Illustrator, Coreldraw
juga menyediakan fasilitas layer yang sangat berguna dalam penataan objek-objek.
Meskipun penggunaan layer pada Coreldraw tidak “seenak” seperti pada Photoshop
atau Illustrator, tapi fungsi dan manfaatnya tetap sama.

Pertama, kita akan mengingat lagi definisi-definisi yang berhubungan dengan layer dan
mempelajari menu-menu layer pada Coreldraw.

· Layer : Suatu lembar transparan dimana kita menempatkan objek ketika menggambar. Jika kita
menggambar pada suatu halaman (page), maka satu page dapat terdiri dari lebih satu
layer. Kita juga dapat mengatur posisi (urutan) layer-layer pada suatu halaman.

· Master layer : layer yang terdapat dalam master page yang objek-objek yang terdapat didalamnya
juga akan muncul pada setiap halaman. Master layer ini sangat berguna bila kita ingin
suatu objek berada (ditampilkan) pada setiap halaman, misalnya sebagai header. Suatu
master page dapat memiliki lebih dari satu master layer. Master layer yang kita buat
akan secara otomatis berpindah ke master page.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 45
· Master Page : halaman yang mengontrol master setting untuk mengatur grid, garis
bantu, dan dekstop layer.

Untuk menampilkan menu layers pada docker adalah: pada menu bar
klik window – dockers – object manager. Pada docker akan tampil
jendela seperti pada gambar di bawah ini:

Pertamakali muncul, secara default layer yang aktif adalah layer1. Jika kita sedang
bekerja pada page 1, maka pada jendela object manager muncul page 1 kemudian di
bawahnya ada Layer 1 yang apabila kita klik tanda “+” di dalam kotak kecil sebelah kiri
tulisan Layer 1 tersebut akan terbuka objek-objek properti di dalamnya secara pull down
(berurutan ke bawah).

Posisi objek dan layers diurutkan dari atas ke bawah, sesuai dengan posisi objek/layer
tersebut pada halaman atau area gambar. Objek/layer yang berada lebih di atas, bila
ditumpuk, akan menutupi objek/layer yang berada lebih dibawahnya. Bayangkanlah
anda menggambar objek-objek pada beberapa lembar kertas transparan: setiap lembar
kertas transparan itu adalah satu layer. Seperti itu jugalah sifat-sifat layer.

Membuat layer baru

Klik tombol fly out di bagian kanan atas docker object manager (object manager
options), pilih new layer untuk membuat layer atau new master layer untuk membuat
master layer baru.
Membuat layer baru juga dapat dilakukan dengan mengklik icon new layer pada
pojok kiri bawah docker object manager.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 46
Untuk dapat menggunakan suatu layer (bekerja pada suatu layer), kita harus membuat layer tersebut aktif
terlebih dahulu dengan cara meng- klik pada nama layernya hingga tulisan nama layer menjadi berwarna
merah (pada saat tidak ter-highlight).

Untuk membuat suatu layer menjadi master layer, klik kanan pada layer kemudian pilih
master.

Pengaturan layer

· Mengaktifkan layer : klik pada nama layer

· Mengunci atau membuka kunci layer : klik pada ikon lock or unlock (gambar pencil) disebelah nama
layer. Bila gambar pencil redup, berarti layer tersebut terkunci dan kita tidak dapat melakukan editing
pada layer tersebut sekalipun layer dalam keadaan aktif, tetapi masih dapat di print (kecuali pilihan
printing and exporting pada layer tersebut kita set menjadi disable). Kita juga dapat mengunci atau
membuka kunci layer dengan cara meng-klik kanan pada nama layer kemudian aktifkan atau non aktifkan
pilihan editable.

· Untuk mengedit pada semua layer (edit lintas layer) : klik pada ikon object manager
options dan klik edit across layers. Bila ini diaktifkan, kita dapat melakukan proses editing pada semua
layers baik yang sedang aktif maupun yang sedang tidak aktif (kecuali layer tersebut dalam keadaan
terkunci atau disembunyikan).

· Untuk mengedit hanya pada layer yang sedang aktif : klik pada ikon object manager
options dan perhatikan tulisan edit across layers. Bila disamping kirinya ada tanda
centang, maka klik edit across layers untuk menonaktifkannya. Bila tidak ada tanda
centang, maka biarkan saja. Bila edit across layers tidak aktif, kita hanya dapat
melakukan editing pada layer yang sedang aktif atau yang berada pada dekstop. Kita
tidak dapat memilih atau mengedit objek yang berada pada layer yang sedang tidak
aktif.

Misalkan ada tiga gambar pada satu halaman yang masing-masing berada pada layer yang berbeda. Jika
kita blok keseluruhan halaman tersebut, maka objek yang akan terseleksi hanyalah objek yang berada
pada layer yang sedang aktif saja, sekalipun tidak ada yang terkunci.

• Untuk menampilkan atau menyembunyikan layer beserta objek-objek di dalamnya, klik gambar
mata (ikon show or hide) di sebelah kiri nama layer. Bila gambar mata tersebut terang, berarti
layer ditampilkan. Bila gambar mata tersebut redup, berarti layer disembunyikan.

Objek yang berada pada layer yang disembunyikan tetap akan ditampilkan pada
print preview (masih bisa di print) dan tetap akan terbawa bila kita mengekspor
halaman gambar (kecuali pilihan printing and exporting pada layer tersebut kita
set menjadi disable).

Dengan menyembunyikan suatu layer kita dapat mengenali dan melakukan


editing objek-objek pada layer lainnya. Disamping itu juga dapat lebih
menghemat waktu untuk merefresh tampilan gambar saat kita mengeditnya.

· Untuk menampilkan atau menyembunyikan halaman (page) pada objek manager,


klik object manager options dan pilihlah show pages.

· Untuk pengaturan layer dan page, aktifkan dengan cara mengklik ikon layer
manager view yang berupa gambar mata di atas tumpukan kertas.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 47
· Memberi nama atau mengganti nama layer : klik kanan pada nama layer kemudian
klik rename, tuliskan nama untuk layer tersebut. Penamaan layer berguna untuk
menunjukkan isi atau urutan atau hubungan dengan layer lainnya.
· Mengubah urutan layer : drag layer pada object manager docker dan pindahkan ke
urutan yang kita kehendaki.

Perpindahan dan duplikasi objek antar layer

Kita bisa memindahkan atau mengkopi objek-objek yang kita seleksi ke dalam layer
baru atau layer lain. Demikian juga perpindahan atau duplikasi layer ke dalam master
page.

Untuk memindahkan atau mengkopi suatu objek ke layer lain dapat dilakukan dengan
cara :

1. Pilih objek yang akan dipindah atau dikopi

2. Klik ikon object manager options

3. Pilih dan klik salah satu : move to layer untuk pindah atau copy to layer untuk mengkopi ke layer baru

4. Klik layer baru tempat objek tersebut akan dipindah atau dikopi-kan

Menindahkan objek antar layer juga dapat dilakukan melalui docker objek manager
dengan cara mendrag objek dari suatu layer ke layer lainnya.

Agar kita dapat memindahkan atau mengkopi suatu objek antar layer, maka layer-layer
tersebut harus dalam keadaan tidak terkunci (unlock).

XIII. Bekerja Dengan Bitmap

Mengubah Vector Menjadi Bitmap

Meskipun CorelDraw merupakan program olah grafis untuk vektor, tetapi ia memiliki
fasilitas-fasilitas yang memungkinkan kita bekerja dengan bitmap. Misalnya melakukan
beberapa modifikasi atau penyesuaian-penyesuaian atas image bitmap yang sedang kita
tangani.

Di sini saya hanya akan memberikan beberapa contoh. Selebihnya anda bisa melakukan
eksplorasi sendiri, atau akan kita bahas pada lain kesempatan.

Biasanya kita akan lebih mudah memahami dan mengingatnya lebih lama atas
pelajaran-pelajaran yang kita mengerti karena hasil eksplorasi kita sendiri.

Jika nanti dirasa perlu, saya rasa tidak perlu merasa ragu untuk mengajukan pertanyaan.

Hasil kerja kita dengan Coreldraw, misalnya logo atau gambar lainnya, adalah dalam
format vektor grafik Coreldraw. Tentu saja hasil kerja kita tersebut hanya bisa
ditampilkan dengan menggunakan program Coreldraw.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 48
Agar dapat kita tampilkan tanpa program Coreldraw, misalnya kita ingin
menampilkannya di halaman web atau blog atau menyisipkannya pada halaman words,
kita dapat mengubahnya terlebih dahulu menjadi bitmap. Caranya adalah:

• Klik atau blok gambar yang akan kita ubah menjadi bitmap.
• Pilih menu bitmap pada menubar, kemudian pilih convert to bitmap. Akan
muncul kotak dialog yang menampilkan pilihan-pilihan resolution, color mode,
dan option.
• Bitmap bisa kita tampilkan dalam mode grayscale (gambar abu-abu), black and
white (hitam-putih), RGB, CMYK atau mode lainnya sesuai keperluan. Jika
untuk sekedar ditampilkan di layar monitor komputer, pilih saja mode RGB.
• ICC Profile : Jika kita ingin bitmap yang kita hasilkan memiliki warna yang
lebih akurat saat dicetak
• Anti-aliasing : jika ingin bitmap yang dihasilkan lebih halus terutama pada
daerah-daerah lengkungan (kurva).
• Transparent background: Jika kita ingin background image adalah transparan
(tidak ada warna pada background).
• Tekan OK. Gambar vektor kita telah berubah menjadi bitmap.

Setelah mengubah vektor menjadi bitmap, kita bisa menyimpan image tersebut ke
dalam beberapa format yang kita inginkan, misalnya dalam format JPEG, TIFF, GIF,
dst.

Caranya adalah:

• Klik kanan pada bitmap yang akan kita simpan


• Pilih save bitmap as…
• Akan muncul kotak dialog export.
• Pada kotak save in, tentukan letak folder dimana kita akan menyimpan file
bitmap kita;
• Tuliskan nama file pada kotak file name
• Pilihan save as type adalah menu drop-down. Kita bisa memilih format bitmap
yang kita inginkan, misalnya JPEG, BMP, GIF, TIFF, dst
• kuti instruksi-instruksi selanjutnya, atau tekan “ok” saja.
• Klik Export. File bitmap kita telah tersimpan.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 49

Untuk melakukan cropping (membuang bagian gambar yang tidak kita inginkan) pada
bitmap, caranya adalah :

• Pada toolbox, pilihlah crop tool


• bloklah area/bagian gambar yang ingin kita ambil
• double klik pada area tersebut

Cara lainnya adalah :

• Pada toolbox, pilihlah shape tool atau tekan F10


• Dengan shape tool tersebut, aturlah bentuk yang didalamnya adalah area yang
ingin kita pilih.
• Pada menu bar, pilihlah bitmaps kemudian crop bitmap.

Mengubah Ukuran dan Mode Bitmap

Jika kita ingin mengubah ukuran bitmap yang ada dalam drawing page/drawing
window, maka langkah yang kita lakukan adalah :
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 50
• klik menu bitmaps. Pilih resample. Akan muncul kotak dialog yang berisi
pilihan-pilihan image size dan resolution. Tentukan berapa ukuran bitmap yang
kita kehendaki dan berapa resolusinya.

Sedangkan bila kita ingin mengubah mode bitmap, misalnya dari mode RGB menjadi
CMYK atau sebaliknya,langkahnya adalah :

• Klik menu bitmaps. Pilih mode. Di situ kita bisa memilih mode apa yang akan
kita terapkan pada image bitmap yang kita pilih.

Apa cuma itu yang dapat kita lakukan pada bitmap dengan Coreldraw? Tentu saja tidak.
Kita bisa melakukan modifikasi-modifikasi pada bitmap misalnya mengatur
brightness/contrass,color balance, curve, tone dan lain-lain seperti halnya pada program
olah bitmap semacam photoshop. Tentu saja, program coreldraw adalah program
applikasi olah vektor, sehingga performa maupun pilihan-pilihan dalam olah bitmap
tidak sebaik dan selengkap photoshop misalnya.

Tapi, fasilitas olah bitmap yang diberikan oleh coreldraw bisa dikatakan sangat lengkap
dan mungkin tidak semua bisa kita temukan dalam program oleh vektor lainnya.

XIV. Find & Replace


Find and Replace
Misalkan kita memiliki objek-objek dan teks dengan warna-warna magenta, kuning, cyan, hijau, biru dan
merah dengan susunan seperti gambar di bawah ini.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 51

Katakanlah kita ingin mengganti semua objek yang berwarna merah menjadi berwarna orange, juga
semua tulisan “merah” menjadi “orange”, seperti gambar di bawah.

Kita bisa mengganti semua objek yang berwarna merah menjadi berwarna orange dengan cara memilih
objek-objek tersebut satu persatu, baik dengan mengklik tiap objek pada gambar ataupun pada objek
manager, kemudian mengklik warna baru (pada color picker) sebagai warna penggantinya. Kemudian kita
mengganti semua kata “merah” menjadi kata “orange” melalui menu edit text satu per satu.
Ini merupakan langkah yang paling umum dilakukan. Tetapi, gambar kita tersusun oleh banyak objek
yang beragam warna dengan susunan yang rumit dan mungkin dengan warna-warna yang berdekatan,
maka pemilihan objek satu persatu seperti itu akan memakan waktu, merepotkan dan memungkinkan
adanya objek-objek yang terlewati (yang seharusnya kita ganti ternyata tidak). So?
Sebenarnya ada fasilitas pada Coreldraw yang mempermudah pekerjaan seperti itu. Namanya perintah
Find and Replace. Dengan perintah ini kita bisa menemukan objek-objek dengan ciri tertentu sekaligus
mengubahnya menjadi objek dengan ciri tertentu lainnya yang kita inginkan (misalnya mengganti warna).
Langkah-langkah yang kita lakukan adalah :
1. Find : pada menu bar klik Edit - Find and Replace - Find Objects untuk mencari objek-objek tertentu
atau Find Text untuk mencari teks tertentu. Muncul Find Wizard
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 52

Untuk mencari objek dengan karakteristik tertentu, pilihlah Begin a New Search. Sedangkan jika kita
ingin mencari objek-objek lain yang memiliki kesamaan karakteristik dengan objek yang sedang
aktif, pilihlah Find objects that match the currently selected object. Misalkan kita pilih Begin a New
Search. Klik Next.

Pada Find Wizard selanjutnya, pilihlah macam objek (Object Types) yang ingin kita cari: apakah
curve, segiempat/rectangles, lingkaran/elipses, dst; warna (Fills), Outlines serta Special Effects jika
ada dari objek tersebut. Misalkan kita ingin mencari semua objek berbentuk lingkaran (elips)
berwarna merah dengan outline kuning setebal 0,1mm. Maka pada jendela Object Types pada Find
Wizard, aktifkan tanda centang di kotak sebelah kiri tulisan Rectangles. Kemudian pada jendela
Fills, aktifkan tanda centang pada salah satu pilihan mode pewarnaan dari objek tersebut (uniform
fill, fountain fill, dsb). Seterusnya tentukan outline properties dari objek yang ingin kita cari dengan
mengaktifkan tanda centang di sebelah kiri outline properties pada jendela Outlines. Selanjutnya kita
tinggal mengikuti pilihan-pilihan yang ditampilkan pada menu Find Wizard.
Setiap selesai memilih, klik Next atau jika ingin mengganti pilihan pada jendela sebelumnya klik
Back.

Bila ingin mencari objek dengan warna tertentu, maka pada Find Wizard selanjutnya aktifkan tanda
centang pada pilihan Spesific Uniform Color Fill dan tentukan warna pilihannya pada kotak warna
yang tersedia. Begitulah selanjutnya, tinggal mengikuti instruksi. Bila telah selesai klik Finish.

Pada contoh objek-objek dengan warna-warni seperti contoh kali ini, maka pada menu Find Wizard
langkah yang perlu kita lakukan hanyalah mengaktifkan tanda centang di sebelah kiri tulisan Uniform
Color pada jendela Fills (jendela Object Types kita lewati; kita tidak peduli pada tipe objek, kita
hanya mencari objek dengan warna tertentu). Jendela Outlines dan Special Effects kita lewati saja.
Klik Next, kemudian aktifkan tanda bulatan hijau di sebelah kiri tulisan Spesific Uniform Color Fill
dan klik warna red. Klik Next kemudian klik Finish.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 53

Kalau objek yang kita cari sudah ketemu, objek tersebut akan aktif dan pada jendela gambar akan
muncul

Jika ingin menemukan objek berikutnya yang sama, klik Find


Next. Jika ingin menemukan kesemua objek yang sama seperti itu, kita tinggal klik Find All.

Objek-objek hasil pencarian yang masih aktif tadi bisa langsung kita ganti warna dengan mengklik
salah satu warna pada color picker, memberinya outline, menghapusnya, atau perintah-perintah lain
yang ingin kita lakukan.

Sebaliknya jika objek yang ingin kita cari tidak terdapat dalam gambar, maka akan muncul pesan

Kita bisa melakukan langkah yang lebih singkat untuk menemukan teks-teks tertentu. Yang kita
lakukan hanyalah mengklik menu Edit pada menu bar, kemudian pilih/sorot Find and Replace dan
klik Find Text (atau dengan menu singkat kita bisa menekan tombol Alt dan F3 bersamaan). Pada
Find Text wizard, ketikkan kata yang ingin kita cari kemudian klik Find Next setiap kali ingin
mencari kata yang sama. Bila tidak ada lagi kata yang sama seperti yang kita cari, Coreldraw akan
menampilkan pesan:
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 54

Disini kita bisa mengaktifkan tanda


centang di sebelah kiri Match case jika kita ingin Coreldraw mencari suatu kata sama persis dengan
apa yang kita ketikkan (misalnya berawalan huruf besar). Jadi, bila Match case diaktifkan dan kita
ingin mencari kata “kambing” misalnya, maka yang dianggap sesuai dengan yang kita cari hanyalah
yang bertuliskan “kambing”. Sedangkan yang bertulis “Kambing” atau “kambinG” misalnya, tidak
akan dianggap sama (tidak dipilih). Sebaliknya, kata yang bertuliskan “kambingg” atau
“pengkambinghitaman”, maka tulisan “kambing” dari kata tersebut akan tetap dipilih.

Jika sebelum mencari suatu teks kita telah mengaktifkan teks tertentu yang bukan berada pada awal
dokumen, dan Coreldraw tidak dapat lagi menemukan kata yang kita cari hingga akhir dokumen,
maka pesan yang ditampilkan adalah :

Klik Yes untuk meneruskan mencari, atau No untuk berhenti mencari.

Catatan : Kita tidak bisa menggunakan fasilitas find ataupun replaceuntuk mencari suatu
kata, apabila huruf-huruf dari kata tersebut telah diconvert menjadi curve. Ini sering dilakukan
untuk menghindari terjadinya missing fontketika artwork yang dibuat dibuka di komputer lain.
2. Replace
Kita juga bisa langsung mengganti atribut dari objek-objek atau teks-teks tertentu dengan atribut atau
teks yang lain dengan perintah Replace. Caranya: pada menu bar kliklah menuEdit, kemudian sorot
Find and Replace dan klik salah satu dari Replace Objects (untuk mengganti attribut dari objek) atau
Replace Text (untuk mengganti teks tertentu).
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 55

Pada Replace Wizard ini kita diminta untuk menentukan objek dengan atribut apa yang ingin kita
cari dan dengan atribut apa kita ingin menggantinya.

Pilihlah atribut apa dari suatu objek yang ingin kita ganti: pilih Replace a color (untuk mengganti
warna), Replace a color model or palette (untuk mengganti mode pewarnaan: CMYK, RGB,
Pantone, dst), Replace outline pen properties (untuk mengganti atribut dari outline tertentu), atau
Replace text properties (untuk mengganti atribut dari suatu teks: misalnya semua huruf Arial kita
ganti menjadi Times News Roman). Bila kita memblok (melakukan multiple select) pada beberapa
objek dan hanya kumpulan objek-objek tersebut saja yang ingin kita ganti attributnya, maka aktifkan
tanda centang di sebelah kotak Apply to currently selected objects only. Dengan demikian hanya
objek-objek yang terselect saja yang akan diganti, sedangkan objek lainnya akan tetap sebagaimana
adanya.

Langkah selanjutnya hanyalah mengklik Next, ikuti instruksi dan pilihlah pilihan yang disediakan,
……dan bila telah selesai klik Finish. Akan muncul

Untuk mengganti satu per satu, klik Replace, kemudian Find Next, Replace….dst. Sedangkan untuk
mengganti semuanya sekaligus, klik Replace All.

XV. Mengatur ShortCut


MENENTUKAN SHORTCUT SENDIRI

Salah satu cara untuk mempercepat proses pengerjaan artwork atau gambar yang sedang kita
buat adalah dengan menggunakan tombol pintas (shortcut). Dengan menekan satu atau
kombinasi dari beberapa (dua atau lebih) tombol pada keyboard, kita dapat memberikan
instruksi pada program applikasi untuk melakukan tugas-tugas tertentu: misalnya melakukan
trim, weld, copy, paste, dll. Cara ini lebih cepat dibandingkan dengan jika kita harus mengklik
menu-menu pada menu bar kemudian mengklik lagi pilihan-pilihan yang tersedia. Contoh, jika
kita ingin memberikan perintah copy, kita akan mengklik menu edit kemudian mengklik lagi
copy. Dengan shortcut, kita cukup menekan tombol “Ctrl” dan tombol “C” secara bersamaan
untuk memberikan perintah copy. Ini adalah shortcut default yang diberikan oleh program
Coreldraw (juga oleh program-program lain termasuk windows, words, dsb)

Meskipun shortcut-shortcut tersebut telah disediakan secara default, tapi kita dapat mengubah
ataupun menambahkan shortcut kita sendiri sesuai dengan kebutuhan dan apa yang kita rasa
“lebih enak” buat kita.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 56
Untuk mengubah atau menambahkan shortcut

1. Klik menu Tools, kemudian pilih Customization. Kotak options akan muncul.
2. Klik commands. Akan muncul kotak commands seperti pada gambar di bawah ini.
3. Pada pilihan-pilihan di bawah kata commands (command list), pilih salah satu
command yang ingin kita ubah atau tambahkan shortcutsnya (misalkan kita pilih
Arrange). Akan muncul sub-sub command di bawahnya yang berupa slide menu (jika
yang kita pilih command Arrange, akan muncul sub-sub command: Arrange, Align
and Distribute,….dst). Klik salah satu sub command tersebut (misalnya Trim Target
untuk melakukan trim suatu objek ke objek tertentu lainnya).
4. Klik tab Shortcut Keys.
5. Pada pilihan Shortcut Key Table, pilih Main.
6. Di bawah Shortcut Key Table ada kotak Shortcut Assignment. Di dalamnya ada menu
New Shortcut Key, Currently assigned to, Navigate to conflict on Assign, dan ada
kotak Current Shortcut Keys yang akan menampilkan shortcut yang telah digunakan
untuk suatu fungsi tertentu. Pada kotak di bawah tulisan New Shortcut Key
tekan/ketikkan satu tombol/karakter atau kombinasi dari tombol/karakter (misalnya K
atau Ctrl + K) yang akan kita gunakan sebagai shortcut untuk fungsi yang tadi kita
pilih (Trim Target).
7. Bila tombol/karakter yang kita masukkan tadi telah dipakai untuk suatu
fungsi/perintah yang lain, maka di kotak Currently assigned to akan muncul
fungsi/perintah yang menggunakan shortcut tersebut. Bila belum, kotak tersebut akan
tetap kosong.
8. Jika shortcut yang kita masukkan tadi belum dipakai untuk fungsi/perintah yang lain
dan kita ingin menggunakannya, tekan tombol Assign yang ada di sebelah kanan New
Shortcut Keys.
9. Jika ingin membuat shortcut lain untuk fungsi/perintah yang lain, ulangi langkah
mulai nomor 6 sampai 8.
10. Klik OK. Kita telah punya shortcut baru.

* Jika kita menentukan suatu shortcut baru (dengan menekan tombol assign dan ok)
yang telah lebih dulu digunakan untuk fungsi/perintah yang lain, maka shortcut baru
yang akan dipakai, dan fungsi/perintah lama akan kehilangan shortcutnya. Misalnya
kita menentukan shortcut “T” untuk perintah Trim Target padahal shortcut “T” telah
dipakai untuk Align Top. Maka setiap kali kita menekan huruf “T” apabila suatu objek
sedang aktif, maka objek tersebut akan ditrimkan kepada objek lain, dan kita tidak
bisa melakukan perataan align top dengan shorcut “T” lagi.

* Untuk menghapus suatu shortcut tertentu yang telah ada, klik shortcut yang ada di
kotak Current Shortcut Key kemudian klik tombol Delete yang ada di sebelah
kanannya.

* Kita bisa melihat shortcut-shortcut apa saja dan untuk fungsi/perintah apa saja shortcut
tersebut dipakai dengan menekan tombol View All.

* Untuk mengembalikan seluruh shortcut kepada keadaan defaultnya, klik tombol Reset All.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 57

Shortcut Standar
Berikut adalah beberapa shortcut-shortcut yang digunakan dan
fungsi-fungsinya :

Shortcut Fungsi
Ctrl + C Copy
Ctrl + V Paste
Ctrl + Z Undo
Ctrl + Shift + Z Redo
Ctrl + G Group
Ctrl + U Ungroup
L Align Left = rata kiri
R Align Right = rata kanan
T Align Top
B Align Bottom
C Align Center Vertically
E Align Center Horizontally

Kita bisa mempelajari dan menghafal semua shortcut, baik yang merupakan bawaan dari
Coreldraw ataupun yang telah kita tambahkan, satu persatu dengan mem-print daftar shortcut
yang available dalam Coreldraw kita. Caranya : pada kotak menu options klik tombol View All
dan klik tombol Print.

Saya telah menggunakan shortcut-shortcut tersebut untuk membantu penyelesaian semua


pekerjaan saya dengan lebih cepat. Memang mulanya agak repot karena harus menghafal satu
per satu. Tapi, bila telah menguasai, pekerjaan kita bisa jauh lebih cepat dengan shorcut.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 58
XVI. Artistitk Media Sendiri

Artistic Media Tools

Selain fasilitas untuk menggambar garis-garis lurus dan lengkung biasa, Corel Draw
juga menyediakan tool untuk menggambar bentuk-bentuk artistic yang dikenal dengan
Artistic Media Tool. Dengan tool ini kita maka garis atau suatu bangun tertentu yang
kita buat seolah dilukis dengan kuas tertentu atau hasil dari sprayer dengan pola-pola
tertentu, misalnya seperti gambar berikut :

Untuk mengaktifkan tool Artistic Media, cukup klik dan tahan Free Hand Tool yang
akan memunculkan curve fly out, kemudian pilihlah Artistic Media Tool.

Atau kalau tidak ingin repot-repot, cukup tekan tombol “I” saja maka Artistic Media
tool ini akan segera aktif. Kursor akan berubah menjadi bentuk menyerupai sebuah
kuas.

Pada menu bar, pilihlah jenis artistic tool yang akan kita gunakan. Ada pilihan preset,
brush, spayer, calligrapic, dan pressure. Misalkan kita pilih Sprayer, maka kita dapat
menentukan pilihan nilai-nilai Freehand smoothing dan Size Object to be sprayed, jenis
spray-nya pada spraylist file list, Choice of Spray order. Misalkan juga kita menentukan
pilihan-pilihan seperti gambar di bawah ini :

Kemudian arahkan kursor (yang berbentuk kuas) kepada bidang gambar yang kita
inginkan. Buatlah suatu bentuk sembarang saja dengan artistic tool tersebut, misalnya
seperti berikut :
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 59

Dengan menggambar pola seperti itu, maka hasil yang kita dapat bisa seperti ini :

Atau ini :

Atau pola-pola lainnya.

Artistic media tools juga bisa kita terapkan pada suatu bentuk bangun yang telah kita
buat sebelumnya. Misal kita memiliki sebuah bentuk bangun lingkaran,
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 60
Arahkan artistic media tool yang kita tentukan tadi ke sisi luar dari lingkaran dan sekali
lagi tentukan pilihan dari spraylist list (misalnya gambar gelembung) . Maka hasilnya
adalah :

Silakan lakukan eksplorasi dan eksperimen-eksperimen dengan mengubah-ubah nilai-


nilai dan pilihan-pilihan yang ada pada menu bar ketika Artistic tool sedang aktif untuk
melihat perbedaan-perbedaan yang terjadi agar kita bisa memahami dengan lebih baik
mengenai fasilitas Artistic tool tersebut.

Membuat Brush Stroke atau Spraylist Artistic Media Tools Sendiri

Pilihan-pilihan yang ada pada spraylist file atau brush stroke list yang disediakan Corel
Draw memang terbatas dan mungkin tidak ada yang sesuai dengan selera kita. Bisakah
kita menambahkannya?

Tentu saja bisa! Kita bahkan bisa membuat sendiri. Caranya adalah :

1. Buat atau ambil sebuah gambar atau bentuk yang kita sukai. Sebagai contoh di
sini saya gambar sebuah hati yang berukuran tinggi 6mm.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 61

1. Ketika gambar tersebut sedang aktif (dengan mengklik gambar atau


membloknya), pada menu bar klik Windows — Dockers – Artistic Media. Akan
muncul jendela Artistic Media pada sisi docker di sebelah kanan.

1. Pada bagian bawah jendela Artistic Media itu akan terdapat lambang seperti
sebuah floppy disk (disket). Klik lambang tersebut untuk menyimpan gambar
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 62
hati dan menjadikannya sebagai spraylist atau stroke. Menu berikutnya yang
muncul adalah :

1. Pilih Object Sprayer (Untuk membuat brush stroke sebaiknya buat sebuah
bentuk yang menyerupai aluran kuas tertentu dengan warna dan pola yang sesuai
kehendak kita). Muncul lagi menu saving :

2. Objek sprayer yang kita buat akan disimpan pada folder CustomMediaStrokes
program Corel. Pada kolom File name berikan nama untuk objek tersebut,
misalnya kita beri nama “heart”.

Sekarang kita telah memiliki satu lagi tambahan Spraylist yang dapat kita gunakan
setiap kali kita memakai Artistic Media Tool jenis sprayer.

Sekali lagi, silakan bereksplorasi dan bereksperimen untuk membuat bermacam objek
spraylist atau brush stroke. Cobalah dengan mengganti-ganti bentuk ukuran objek yang
akan dijadikan spraylist atau brush stroke buatan kita sendiri
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 63

XVII. Menyiapkan File Sebelum Dikirim Ke Pihak Ke Tiga

Bila ingin melakukan reproduksi artwork yang kita kerjakan dengan coreldraw,
kita mungkin perlu untuk terlebih dahulu melakukan proses pracetak yaitu
melakukan output film sebelum membuat plat/master. Untuk itu kita mungkin
harus menyerahkan file artwork kita kepada pihak ke tiga yaitu penyedia jasa
output film.

Terkadang pihak penyedia jasa output film menemui masalah dengan file yang
kita kirimkan: mungkin mereka tidak memiliki file jenis font yang kita
gunakan dalam file kita, mungkin juga mereka tidak menggunakan program
grafis yang sama dengan kita (coreldraw), dsb.

Untuk mengurangi kemungkinan masalah seperti itu, maka langkah antisipasi


yang kita siapkan adalah dengan mengirimkan file dalam format yang lebih
compatible selain dalam format cdr tentu saja.

Disamping itu, kita juga harus menyertakan file dari font-font yang kita
gunakan dalam pembuatan file kita. Bagaimana caranya agar itu semua dapat
kita lakukan dalam program CorelDraw?

Langkah yang kita lakukan adalah sebagai berikut :

1. Pada menu File kliklah Prepare For Service Bureau

2. Muncul kotak dialog Prepare For Service Bureau Wizard. Klik pada
bulatan sebelum tulisan Gather all files associated with this document

3. Klik Next

4. Aktifkan tanda centang pada pilihan Copy fonts (jika ada). Klik Next

5. Aktifkan tanda centang pada pilihan Generate PDF untuk meyimpan


artwork kita ke dalam format PDF disamping format cdr. Klik Next.

6. Pilih lokasi tempat kita menyimpan file-file yang akan kita kirim ke pihak ke
tiga dan berilah nama folder tersebut sesuai dengan file kita.

7. Selanjutnya tinggal klik Next, Next dan Finish

Sekarang artwork kita tersimpan dalam satu folder yang telah kita beri nama
tadi. Di dalam folder tersebut akan berisi: file kita dalam format cdr dan PDF;
file-file font yang kita gunakan (jika ada); serta dua file text document yang
masing-masing berisi keterangan tentang font yang kita gunakan serta job info
dari file kita.

Selanjutnya adalah mengcopy folder beserta isinya tersebut ke dalam media (cd atau
flash disk) yang akan kita kirimkan kepada pihak ke tiga penyedia jasa output film atau
plat.
Pengenalan Corel Draw X3 Hal 64