Anda di halaman 1dari 12

Trial version of e-PDF Document Converter

HIMPUNAN MAHASISWA MESIN (HMM)


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA
NAMA : Ibram Gunarsa
NIM : 03081005020

LAPORAN
PRAKTIKUM FISIKA DASAR II

Nama : Ibram Gunarsa


NIM : 03081005020

Judul Percobaan : Hukum Joule

Tujuan Percobaan :
1. Dapat memahami terjadinya panas yang ditimbulkan arus listrik berdasarkan
Hukum Joule.
2. Dapat menghitung panas jenis suatu larutan dengan metode listrik.

Alat dan Bahan beserta Fungsinya :


1. Kalorimeter yang dilengkapi dengan kawat pertahanan.
Berfungsi untuk mengukur kalor atau panas.
2. Thermometer
Berfungsi untuk mengukur suhu.
3. Voltmeter
Berfungsi untuk mengukur tegangan listrik.
4. Amperemeter
Berfungsi untuk mengukur arus listrik yang mengalir dalam rangkaian.
5. Sumber arus atau power supply
Berfungsi sebagai sumber untuk menglirkan arus listrik.
6. Kabel
Berfungsi untuk menyambungkan arus listrik.
7. Stopwatch
Berfungsi untuk mengukur waktu dalam melakukan percobaan.

Dasar Teori

Didalam kehidupan, semua makhluk hidup yang hidup dibumi ini sangat
memerlukan energi. Energi stsu sering disebut dengan tenaga, adalah suatu
pengertian yang sering kali digunakan orang, energi merupakan suatu kemampuan
untuk melakukan usaha.

Please purchase 'e-PDF Creator' on http://www.e-pdfconverter.com to remove this message.


Trial version of e-PDF Document Converter
HIMPUNAN MAHASISWA MESIN (HMM)
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA
NAMA : Ibram Gunarsa
NIM : 03081005020

Akhir-akhir ini kita banyak mendengar tentang krisis energi, yang tidak lain
disebut bahan baker. Bahan bakar adalah sesuatu yang menyimpan energi, dalam
kehidupan sehari-hari kita menghubungkan arti energi dengan gerak, misalnya
seorang anak yang sering melakukan kegiatan seperti berlari atau melakukan gerak
dikatakan penuh dengan energi.
Dalam fisika kita juga artikan energi sebagai kemampuan melakukan kerja.
Energi di alam juga merupakan sesuatu besaran yang kekal. Energi dapat dari suatu
benyuk ke bentuk lain, misalnya pada kompor dapur, energi yang dilakukan atau
disimpan didalam minyak tanah diubah menjadi api. Selanjutnya jika digunakan
untuk memanaskan air, energi diubah ke bentuk lain menjadi gerak molekul-molekul
air.
Energi juga dapat dipindahkan dari suatu tempat suatu benda ke benda lain,
atau secara umumnya dari suatu system ke system lain. Perpindahan energi disebut
dengan transfer energi. Sebagai contoh kita didapur, energi pembakaran yang ada
dalam api dipindahkan ke air yang berada dalam panic. Perpindahan energi ini terjadi
karena perubahan temperature, yang disebut dengan kalor. Energi juga dapat
dipindahakan dari suatu system ke system lain melalui gaya yang mengakibatkan
pergeseran benda. Perpindahan energi semacam ini kita kenal sebagai kerja mekanik
atau kita katakan sebagai kerja saja.
Energi adalah suatu kuantitas yang kekal, yang dapat berubah bentuk, dan
juga dapat pindah dari system ke system lain, akan tetapi jumlah keseluruhannya
tetap. Energi tidak dapat dibentuk dari nol juga tidak dapat dimusnahkan. Kita hanya
dapat merubah bentuk energi atau memindahkan energi. Energi yang sering
digunakan manusia adalah energi listrik. Oleh karena energi listrik dapat diubah
bentuknya menjadi energi bentuk lain dengan mudah, energi listrik juga mudah
diangkut dengan menggunakan kawat-kawat sebagai penghantarnya. Jadi energi
listrik itu lebih mudah dimanfaatkan disbanding dengan energi lainnya. Hanya
dengan menekan tombol sakelar saja, maka kita dapat memutar motor listrik,
menghidupkan lampu, dan sebagainya.
Energi listrik antara lain dapat diubah menjadi energi-energi lain sebagai
berikut;
- energi kimia dengan menggunakan elektrolisa,
- energi panas, misalnya pada setrika listrik,
- energi cahaya, misalnya pada lampu pijar,
- energi mekanik, misalnya pada motor listrik.
Apabila suatu rangkaian panghantar yang memiliki beda potensial V dan
dialiri arus listrik I dalam waktu t detik, maka energi listrik yang terjadi dalam
penghantar itu dapat dirumuskan secara matematis sebagai berikut :

Please purchase 'e-PDF Creator' on http://www.e-pdfconverter.com to remove this message.


Trial version of e-PDF Document Converter
HIMPUNAN MAHASISWA MESIN (HMM)
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA
NAMA : Ibram Gunarsa
NIM : 03081005020

W = V.I.t

Berdasarkan hokum Ohm, dapat kita ketahui bahwa ;

V = I.R atau I = V/R

Tahanan yang dialiri arus listrik akan menimbulkan sejumlah panas yang
jumlahnya dapat diukur atau ditentukan melalui rumus berikut :

Q = 0,24 V . I . t ….. (1)

Keterangan, Q = panas yang ditimbulkan (kalori)


V = beda potensial (Volt)
I = kuat arus (Ampere)
t = lama arus yang mengalir (detik)
R = besar tahanan (Ohm)

Panas yang diterima oleh larutan (termasuk calorimeter) adalah sebagai


berikut :
Q = ( M . C + m . Ckal ) ( Ta – Tm ) ….. (2)

Keterangan, M = massa larutan (gram)


C = panas jenis larutan (kalori/gram0C)
m = massa kalorimeter + pengaduk (gram)
Ckal = panas jenis kalorimeter (kalori/gram0C)
Ta = temperature akhir larutan (0C)
Tm = temperature awal larutan (0C)

Apabila tidak ada panas yang hilang maka perlu dilakukan pada persamaan
(1) dan (2), yaitu terhadap pertukaran panas yang terjadi antara calorimeter dan
sekelilingnya (efek pendingin) dan terhadap arus yang mengalir ke alat ukur
voltmeter. Koreksi di berikan melalui penggantian antara Ta dan Ta’ serat antara I
dan I’ sehingga kedua persamaan tersebut menjadi :

Ta’ = Ta + ( Ta + Tc )

Keterangan, Tc = temperature yang dicapai oleh larutan setelah sumber arus


diamati selama jangka waktu t/C

Please purchase 'e-PDF Creator' on http://www.e-pdfconverter.com to remove this message.


Trial version of e-PDF Document Converter
HIMPUNAN MAHASISWA MESIN (HMM)
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA
NAMA : Ibram Gunarsa
NIM : 03081005020

I’ = I V / R

Keterangan, R = besar tahanan alat ukur voltmeter

Berdasarkan persamaan W = V . I . t , maka :

W = ( I . R ) I . t sehingga W = I2 R . t

Persamaan diatas disebut sebagai hukum Joule yang menyatakan bahwa


energi yang dikeluarkan oleh suatu penghantar akan :
- berbanding lurus dengan kuadrat arus yang melaluinya,
- berbanding lurus dengan hambatan penghantar,
- berbanding lurus dengan lamanya arus yang mengalir

Perpindahan Panas
Andaikan suatu system A yang memiliki suhu lebih tinggi dari suatu system
dihubungkan system B. Apabila sudah tercapai keseimbangan termal, ternyata yang
terjadi adalah penurunan suhu A dan kenaikkan suhu B. Oleh karena itu, sangatlah
wajar jika para ahli yang meneliti fenomena ini pada zaman dahulu beranggaban
bahwa kehilangan sesuatu dialami oleh A dan sesuatu tersebut mengalir ke B.
Mengenai peristiwa-peristiwa tersebut (perubahan suhu yang terjadi) biasanya
diakatakan bahwa terjadi aliran panas atau perpindahan panas dari A ke B. Pada saat
itu, proses perpindahan panas itu diduga adalah aliran suatu zat alir yang tidak
berbobobt.
Perpindahan panas yang diduga merupakan aliran suatu zat asli yang tidak
berbobot dan tidak dapat dilihat disebut kalori, yang terjadi apabila suatu zat dibakar
dan bergerak dari daerah yang bersuhu tinggi ke daerah yang bersuhu lebih rendah.
Berkat perkembangan ilmu fisika pada abad 18 dan 19, teori kalori ini lambat laun
mulai ditinggalkan dan berkat keterampilan Runford dan Joule munculah gagasan
bahwa aliran panas tidak lain ialah perpindahan energi. Apabila perpindahan energi
terjadi semata-mata karena perbedaan suhu maka peristiwa tersebut disebut
pengaliran panas.

Kuantitas Panas
Dari hasil percobaan dapat diambil suatu kesimpulan bahwa pengaliran panas
setara dengan pengerjaan usaha. Begitu kedua panas itu rampung, energi system akan
menjadi lebih besar dari nilai sebelumnya. Dengan melakukan percobaan tidak akan
dapat diakatakan apakah penambahan energi tersebut disebabkan karena pengaliran

Please purchase 'e-PDF Creator' on http://www.e-pdfconverter.com to remove this message.


Trial version of e-PDF Document Converter
HIMPUNAN MAHASISWA MESIN (HMM)
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA
NAMA : Ibram Gunarsa
NIM : 03081005020

panas atau pengerjaan usaha. Kedua hal tersebut sama-sama merupakan perpindahan
energi dan keduanya juga dinyatakan dalam satuan yang sama yaitu satuan daya
listrik / watt.
Untuk menghitung banyaknya energi yang berpindah selama terjadi
pengaliran panas / pengerjaan usaha, dapat digunakan cara termudah, yaitu dengan
menggunakan alat. Dengan alat tersebut, akan didapat dibuktikan bahwa bila V
adalah beda potensial antara ujung-ujung tahanan dan I merupakan arus listrik, tanpa
melihat apakah energi perpindahan itu merupakan pengaliran panas atau pengerjaan
usaha, bertambahnya energi system per satuan waktu sama dengan V . I . Jadi,
pengaliran panas merupakan perpindahan energi yang hanya disebabkan oleh
perbedaan suhu.
Jika sepotong kawat tahanan terendam dalam suatu zat cair arau terbalut zat
padat dan dimasukkan sebagai bagian dari system, timbulnya beda potensial V dan
arus listrik I dalam kawat tahanan itu selalu membangkitikan aliran energi yang
disebut pengerjaan usaha. Jika usaha ini berlangdung terus selama waktu t, maka
jumlah usaha yang dilakukan oleh W adalah :

W = V.I.t

Itu merupakan jumlah energi yang ditambahkan kepada system, jika sekiranya
tahanan itu bukan lagi bagian dari system, maka perpindahan energi tersebut
dinamakan pengaliran panas dan selama waktu t, jumlah energi yang berpindah
disebut dengan kuantitas Q, dimana ;

Q = V.I.t

Kapasitas Panas
Misalnya panas sebanyak dQ berpindah dari suatu sumber ke sekelilingnya.
Jika system ini mengalami perubahan suhu dt, maka :

C = dQ / m . dT

Kapasitas panas jenis air dapat dianggab sama sebagai 1 kal g yang banyak
dipakai untuk keperluan praktis dan sering juga digunakan sebagai satuan massa. Satu
molekul gram ialah jumlah gram yang sama dengan berat molekul m. Untuk
menghitung jumlah mol m, rumus yang digunakan adalah membagi massa dengan
berat molekul. Apabila massa m diganti dengan bilangan kali maka diperoleh,

MC = dQ / n . dT

Please purchase 'e-PDF Creator' on http://www.e-pdfconverter.com to remove this message.


Trial version of e-PDF Document Converter
HIMPUNAN MAHASISWA MESIN (HMM)
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA
NAMA : Ibram Gunarsa
NIM : 03081005020

Hasil kali Mc disebut dengan kapasitas panas mol ( C ) total kapasitas panas
Q yang harus diberikan kepada benda bermassa m untuk mengubah suhunya dari
T1menjadi T2 ialah ,

Q = M . C . ( T1 – T2 )

Kapasitas panas jenis atau kapasias panas molar suatu zat bukan satu-sartunya
sifat fisis yang penetunya secara eksperimen memerlukan pengukuran suatu kuantitas
panas, konduktifitas panas leburan, panas penguapan, panas pembakaran, panas larut,
dan panas reaksi, semuanya merupakan sifat-sifat fisis lain dari materi yang disebut
dengan sifat termal materi. Bidang fisika dan kimia yang berhubungan dengan
pengukuran sifat-sifat termal ini dinamakan dengan kalorimetri.

Please purchase 'e-PDF Creator' on http://www.e-pdfconverter.com to remove this message.


Trial version of e-PDF Document Converter
HIMPUNAN MAHASISWA MESIN (HMM)
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA
NAMA : Ibram Gunarsa
NIM : 03081005020

DATA HASIL PERCOBAAN


Kondisi Fisik Bahan
Massa calorimeter : grm
o
Temperatur Air : 26 C

Kelistrikan rangkaian

Tegangan Sumber (Vs) : 225 Volt


Arus Rangkaian : 1.87 Ampere

Waktu yang diperlukan untuk menaikkan temperature

Tabel 1. Data Hasil Percobaan


No. Kenaikan Temperatur (T) dalam oC Waktu (t) dalam detik
o
1 29 C 38
2 32 oC 41
3 35 oC 48
4 38 oC 61
5 41 oC 101
6 44 oC 159
7 47 oC 176
o
8 50 C 230
9 53 oC 338
10 56oC 363

PENGOLAHAN DATA

Besarnya energi listrik yang digunakan untuk memanaskan air adalah :


W = V.i.t
Kalau energi tersebut dinyatakan dalam satuan kalori, yang menyatakan energi panas,
maka :
Q = 0.24 V.i.t

Please purchase 'e-PDF Creator' on http://www.e-pdfconverter.com to remove this message.


Trial version of e-PDF Document Converter
HIMPUNAN MAHASISWA MESIN (HMM)
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA
NAMA : Ibram Gunarsa
NIM : 03081005020

Tabel 1. Penghitungan energi listrik yang diubah menjadi energi panas (Q) pada
waktu tertentu (t)
No. Waktu (t) dalam detik Energi Panas (Q) dalam kalori
1 38 3837.24
2 41 4140.18
3 48 4847.04
4 61 6159.78
5 101 10,198.98
6 159 16,055.82
7 176 17,772.48
8 230 23,225.4
9 338 34,131.24
10 363 36,655.74

Pada siatem pemanas berlaku :


Q = m.c.∆T
Karena pada system ini terdiri dari dua bahan yang digunakan, yaitu air sebagai zat
yang akan dipanaskan, dan aluminium sebagai alat pemanas sehingga kalori total :
Q = (Mair.Cair + mkalori.Ckalori) ∆T
Atau
Q = Mair.Cair. ∆T + mkalori.Ckalori.∆T
Dengan kata lain
Q = Qair + Qkalori
Sehingga kalor yang diserap oleh air adalah sebesar :
Qair = Q - Qkalori
Atau dijabarkan :
Qair = Q – (mkalori.Ckalori.∆T)
Dimana :
mkalori (massa calorimeter) sudah diketahui yaitu :…………….grm, dengan kalor jenis
(Ckalori) aluminium sebesar : 0.217 kal/grm oC, maka kalor yang diserap oleh air dapat
dihitung.
Qair = Mair.Cair. ∆T

Please purchase 'e-PDF Creator' on http://www.e-pdfconverter.com to remove this message.


Trial version of e-PDF Document Converter
HIMPUNAN MAHASISWA MESIN (HMM)
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA
NAMA : Ibram Gunarsa
NIM : 03081005020

Tabel 2. Perhitungan Mair, ∆T dan Qair


No. Mair. ∆T Qair
1 3,000 3837.24
2 6,000 4140.18
3 9,000 4847.04
4 12,000 6159.78
5 15,000 10,198.98
6 18,000 16,055.82
7 21,000 17,772.48
8 24,000 23,225.4
9 27,000 34,131.24
10 30,000 36,655.74

Tabel 3. Pengolahan Data


No. Mair. ∆T Qair (Mair. ∆T)2 Qair2 (Mair. ∆T* Qair)
1 3,000 3837.24 9 x 106 14.72 x 108 11.51 x 106
2 6,000 4140.18 36 x 106 17.15 x 108 24.84 x 106
3 9,000 4847.04 81 x 106 23.49 x 108 43.62 x 106
4 12,000 6159.78 144 x 106 37.94 x 108 73.61 x 106
5 15,000 10,198.98 225 x 106 1.04 x 108 152.98 x 106
6 18,000 16,055.82 324 x 106 2.58 x 108 289 x 106
7 21,000 17,772.48 441 x 106 3.15 x 108 373.22 x 106
8 24,000 23,225.4 576 x 106 5.39 x 108 627.08 x 106
9 27,000 34,131.24 729 x 106 11.6 x 108 921.54 x 106
10 30,000 36,655.74 900 x 106 13.43 x 108 1099.67 x 106
Σ 3465 x 106 130.98 x 108 3617.374 x 106

Linieritas Data
Gardien garis (m) dalam persamaan grafik adalah kalor jenis (Cair) yang didapat
berdasarkan hasil percoban yang telah dilakukan yaitu :

m = Σ (Mair. ∆T* Qair) / Σ (Mair. ∆T)2


m = 3617.374 x 106 / 3465 x 106
m = 1.044

Please purchase 'e-PDF Creator' on http://www.e-pdfconverter.com to remove this message.


Trial version of e-PDF Document Converter
HIMPUNAN MAHASISWA MESIN (HMM)
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA
NAMA : Ibram Gunarsa
NIM : 03081005020

Grafik 1. Qair terhadap Mair. ∆T data dan linieritas hasil percobaan

Dari data kedua garis diatas (Data percobaan dan Linieritasnya) maka koefisien
korelasinya adalah :

r = Σ (Mair. ∆T* Qair ) / ( Σ (Mair. ∆T)2 * Σ (Qair)2)½


r = 3617.374 x 106 / (3465 x 106 * 130.98 x 108) ½
r = 3617.374 x 106 / (45.37 x 1018) ½
r = 3617.374 x 106 / 6.74 x 109
r = 0.54

dan besarnya standar kesalahan yang terjadi dalam percobaan ini adalah :
½
2
(1-r2) Σ (Qair)
Sn = (n-2) Σ (Mair. ∆T)2

½
(1-0.54) 130.98 x 108
Sn = (10-2) 3465 x 106

Sn = (0.46) 130.98 x 108


(8) 3465 x 106

½
9
6.025 x 10
Sn =
2.772 x 1010

Sn = 0.466

Please purchase 'e-PDF Creator' on http://www.e-pdfconverter.com to remove this message.


Trial version of e-PDF Document Converter
HIMPUNAN MAHASISWA MESIN (HMM)
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA
NAMA : Ibram Gunarsa
NIM : 03081005020

Nilai kalor jenis (Cair) = m = 1.044 Ω


Kesalahan absolute (KA) = ± 0.466
Kesalahan Relatif (KR) = (Sn / Rx) x 100% = (0.466 / 0.54) x 100% = 0.86 %
Nilai terbaik hasil pengukuran = Cair ± Sn = 1.044 ± 0.466

Please purchase 'e-PDF Creator' on http://www.e-pdfconverter.com to remove this message.


Trial version of e-PDF Document Converter
HIMPUNAN MAHASISWA MESIN (HMM)
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA
NAMA : Ibram Gunarsa
NIM : 03081005020

Analisa percobaan

Pada percobaan ini, para praktikan akan mencoba mengetahui seberapa besar
pengaruh tegangan pada calorimeter terhadap kenaikan suhu suatu larutan tegangan
yang dihasilkan oleh power supply dihubungkan oleh kedalam suatu larutan oli dan
larutan minyak tanah. Tegangan yang diberikan pada percobaan ini sebesar 3 volt
serta arus yang dialirkan sebesar 4 ampere. Percobaan ini dilakukan sampai 5 kali
dengan tingkat perubahan suhu yang terus berubah.
Hal yang pertama yang dilakukan oleh praktikan adalah menghitung suhu
awal dalam calorimeter, kemudian hidupkan power supply dan hitung kenaikan suhu
tersebut sampai lebih dari 3o C dari suhu awal (Ta). Lalu hitung waktu yang
diperlukan untuk mencapai kenaikan suhu tersebut. Kemudian matikan power supply
lalu hitung kembali berapa besar kanaikan suhu larutan setengah dari waktu
diperlukan untuk kenaikan 2 derajat dari suhu awal.
Dari data yang telah kami peroleh, praktikan mendapatkan hasil yang
mengejutkan karena nilai kalor jenis pada minyak sayur lebih besar dari pada kalor
jenis pada oli. Hal ini disebabkan oleh kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu
pada minyak sayur lebih besar dari pada kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu
pada oli. Faktor yang mempengaruhi kalor jenis antara lain :
1. Massa larutan
2. Massa calorimeter
3. Temperatur
4. dll

Kesimpulan
1. kalor jenis suatu zat dapat berubah-ubah.
2. Dari percobaan ini kalor jenis dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu : massa
larutan, massa kalorimater, dan temperature atau suhu suatu larutan.

Please purchase 'e-PDF Creator' on http://www.e-pdfconverter.com to remove this message.