Anda di halaman 1dari 43

I.

PERMAINAN SEPAKBOLA
1. Lapangan permainan

a) Ukuran: panjang 100-110 m x lebar 64-75 m


b) Garis batas: garis selebar ... cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-
ujung, dan garis melintang tengah lapangan; ... m lingkaran tengah; tak ada
tembok penghalang atau papan
c) Daerah penalti: busur berukuran 18 m dari setiap pos
d) Garis penalti: 11 m dari titik tengah garis gawang
e) Garis penalti kedua: ... m dari titik tengah garis gawang
f) Zona pergantian: daerah ... m (... m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada
sisi tribun dari pelemparan
g) Gawang: lebar 7 m x tinggi 2,5 m
h) Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasive

2. Tujuan utama permainan sepakbola


Dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 orang bertarung untuk memasukkan
sebuah bola bundar ke gawang lawan ("mencetak gol"). Tim yang mencetak lebih banyak gol
adalah sang pemenang (biasanya dalam jangka waktu 90 menit, tetapi ada cara lainnya untuk
menentukan pemenang jika hasilnya seri). akan diadakan pertambahan waktu 2x 15 menit

1|Hal
dan apabila dalam pertambahan waktu hasilnya masih seri akan diadakan adu penalti yang
setiap timnya akan diberikan lima kali kesempatan untuk menendang bola ke arah gawang
dari titik penalti yang berada di dalam daerah kiper hingga hasilnya bisa ditentukan.
Peraturan terpenting dalam mencapai tujuan ini adalah para pemain (kecuali penjaga gawang)
tidak boleh menyentuh bola dengan tangan mereka selama masih dalam permainan

3. Pertahanan Permainan Sepakbola


Pola pertahanan diterapkan dalam permainan sepak bola dengan tujuan untuk
menghalau dan mempertahankan gawang dari serangan lawan, sehingga tidak terjadi gol.
Pola pertahanan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
a. Pertahanan individu (man to man defence)
Dalam pertahanan individu ini, seorang pemain diberi tugas khusus untuk menjaga
seorang pemain lawan agar tidak memasuki daerah atau mengacaukan pertahanan, sehingga
terjadinya gol dapat dicegah.
b. Pertahanan daerah (zone defence)
Pertahanan daerah adalah pertahanan yang dilakukan oleh seorang pemain untuk
menjaga daerahnya. Jadi apabila ada pemain lawan yang memasuki daerahnya menjadi
tanggung jawabnya.
c. Pertahanan campuran
Pertahanan ini bebannya lebih berat bagi seorang pemain karena selain harus menjaga
daerahnya ia juga harus menjaga pemain lawan yang khusus menjadi tugasnya.
Ada beberapa pola pertahanan yang dapat diterapkan dalam permainan sepak bola,
tergantung pada situasi dan tujuan. Apabila situasi memungkinkan untuk mengurangi
pertahanan, maka dapat dilakukan serangan dengan dibantu oleh pemain belakang. Namun
jika situasi tidak memungkinkan atau untuk mempertahankan kemenangan maka harus
dilakukan pertahanan penuh, dengan sesekali saja melakukan serangan balik. Macam pola
pertahanan ini antara lain:
1. Pola pertahanan 5 -3 – 2
Pola pertahanan ini dilakukan dengan susunan pemain sebagai berikut.
a.Lima orang pemain yang berada di belakang.
b.Tiga orang pemain yang berada di tengah. Dua orang pemain yang berada di
depan atau penyerang.

2|Hal
2. Pola pertahanan 4-4-2
Pola pertahanan ini dilakukan dengan susunan pemain sebagai berikut.
a. Empat orang pemain yang berada di belakang.
b. Empat orang pemain yang berda di tengah.
c. Dua orang pemain yang berada di depan atau penyerang.
3. Pola pertahanan 4-3-3
Pola pertahanan ini dilakukan dengan susunan pemain sebagai berikut.
a.Empat orang pemain yang berada di belakang.
b.Tiga orang pemain yang berada di tengah.
c.Tiga orang pemain yang berada di depan atau penyerang.

4. Penyerangan Permainan Sepakbola


Pola penyerangan dalam permainan sepak bola diterapkan dengan tujuan agar dapat
menerobos pertahanan lawan dan menciptakan gol sebanyak-banyaknya, sehingga dapat
memenangkan pertadingan. Pola penyerangan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
1. Melakukan gerakan tersusun
Gerakan tersusun ini harus dipelajari dan dipersiapkan secara matang oleh suatu
tim, jika ingin dapat menerobos pertahanan lawan dan menciptakan gol. Gerakan-
gerakan itu misalnya dari tendangan pertama, tendangan bebas, tendangan
penjuru,dan lemparan ke dalam.
2. Pola bermain menghadapi pertahanan yang rapat
Teknik yang cocok untuk diterapkan dalam menghadapi pertahanan lawan yang
rapat, adalah dengan operan langsung (wall pass).
3. Pola mencari ruang kosong
Seorang pemain harus pandai dalam mencari ruang kosong atau melepaskan diri
dari penjagaan lawan. Hal ini bertujuan agar dapat melakukan operan-operan
terobosan untuk melancarkan penyerangan.

Ada beberapa macam pola penyerangan yang dapat diterapkan dalam permainan
sepak bola. Pola penyerangan ini harus dipilih dan dilakukan dengan cermat sehingga dapat
menemukan celah-celah kelemahan lawan. Dalam melakukan penyerangan juga harus
memperhitungkan kemampuan bertahan dan serangan balik yang dilakukan lawan. Pola
penyerangan itu antara lain:

3|Hal
1. Pola penyerangan 3 - 2 – 5
Pola penyerangan dalam permainan sepak bola ini dilakukan dengan susunan pemain
sebagai berikut.
Tiga orang pemain yang ada di belakang.
Dua pemain yang ada di tengah.Lima orang pemain yang ada di depan atau sebagai
penyerang.
2. Pola penyerangan 4 – 2 – 4
Pola penyerangan dalam permainan sepak bola ini dilakukan dengan susunan pemain
sebagai berikut.
Empat orang pemain yang ada di belakang.Dua orang pemain yang ada di tengah.
Empat orang pemain yang ada di depan atau penyerang.
3. Pola penyerangan 2 – 4 – 4
Pola penyerangan dalam permainan sepak bola ini dilakukan dengan susunan pemain
sebagai berikut.
a. Dua orang pemain yang ada di belakang.
b. Empat orang pemain yang ada di tengah.
c. Empat orang pemain yang ada di depan atau sebagai penyerang.
4. Pola penyerangan 3 – 2 – 2 – 3
Pola penyerangan dalam permainan sepak bola ini dilakukan dengan susunan pemain
sebagai berikut.
Tiga orang pemain yang ada di belakang.Dua orang pemain yang ada di tengah
pertama.Dua orang pemain yang ada di tengah kedua.Tiga orang pemain yang ada di
depan atau sebagai penyerang.

4|Hal
II. Permainan Bola Voli
1. Lapangan Bola Voli
Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah berukuran 9 meter x 18 meter. Ukuran
tinggi net putra 2.43 meter dan untuk net putri 2.24 meter. Garis batas penyerangan untuk
pemain belakang, jarak 3 meter dari garis tengah ( sejajar dengan net ). Untuk ukuran garis
tepi lapangan adalah 5 cm

2. Pola Pertahanan Bola Voli


Pola pertahanan mempunyai arti bahwa pemain bertahan dalam keadaan pasif
menerima serangan, dengan harapan regu lawan membuat kesalahan dari
penyerangannya. Taktik bertahan harus mempunyai prinsip agar dengan pertahan itu
regunya dapat menyerangkembali regu lawan.

3. Tahapan –tahapan Pertahanan Permainana Bola Voli


1) Pola Bendungan Berteman
Seorang pemain dapat digolongkan sebagai pemain defensive yang baik, jika mampu
bertahan dan mengimbangi smash-smash pihak lawan. Pertahanan mencakup 2 aspek, yaitu:
menerima smash lawan dan melindungi dengan block. Jenis-jenis pertahanan yang paling
penting adalah harus menerima bola dengan kedua belah lengan pada posisi berdiri.

2) Taktil-Taktik Bendungan (block)


Block dansistem pertahanan harus mampu bekerja sama dengan baik jika ingin
mengalahkan penyerangan yang mematikan dari pihak lawan.

5|Hal
4. Taktik Block Permainan Bola Voli
a) Bendungan Satu Pemain
Block jenis ini digunakan jika lawan memainkan penyerangan yang sangat cepat, cermat
dan kuat, sehingga pihak bertahan tidak mempunyai kesempatan sama sekali untuk
membantu teman melakukan block.
b) Bendungan Dua Pemain
Block jenis ini digunakan jika lawan memainkan penyerangan dengan ketepatan sasaran,
sehingga pihak bertahan masih mempunyai kesempatan untuk membantu teman
melakukan block.
c) Bendungan Tiga Pemain
Block jenis ini digunakan jika menghadapi lawan yang tangguh memainkan penyerangan
dengan samsh-smash yang tajam,keras dan menungkik. Sehingga diharapkan dengan
adanya block yang banyak penyerangan dapat digagalkan.

5. Kombinasi Passing dan Smash


a. Passing
• Passing Bawah ( Pukulan/penganmbilan tangan kebawah )
o Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
o tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.
o Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.
• Passing Keatas ( Pukulan/penganmbilan tangan keatas )
o Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
o Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk
lengkungan setengah bola.
o Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.
o Penyentuhan pada semua jari2 dan gerakannya meluruskan kedua tangan
b. Smash (spike)
Smash adalah pukulan yang utama dalam melakukan penyerangan ke daerah lawan.
Variasi serangan atau smash dilihat dari tehnik gerakannya ada berbagai macam, dapat
dilakukan dengan tangan kanan atau kiri. Namun proses gerakannya secara umum terdiri
dari :
1. langkah awal.
2. tolakan atau take off untuk meloncat

6|Hal
3. memukul bola saat melayang diudara.
4. mendara kembali setelah memukul bola.
Proses gerakan secara umum dalam smash bagi pemukul dengan tangan kanan dari
posisi empat(4).
a. sikap permulaan
berdiri rileks dan seorang kira-kira 45 derajat dengan net sejauh 3 sampai 4 meter dari
net.
b. pelaksanaan gerakan
melangkah ke depan mendekati net dengan kaki kiri dengan langkah biasa diikuti
dengan langkah kaki kanan yang panjang untuk penyesuaian dengan keadaan bola,
kemudian kaki kiri segera diletakkan disamping kaki kanan( ujung kaki kiri sedikit di
depan kaki kanan) sambil lutut dan kedua lengan di belakang badan, segera
melakukan tolak sambil mengayunkan kedua lengan ke depan atas. Pada saat badan
berada pada ketinggian maksimal, segera memukul bola pada raihan tertinggi dengan
tangan terbuka. Dan jaga keseimbangan badan agar tidak terdorong ke net.

6. Kombinasi Service
Service ada beberapa macam:
1. Service dengan ayunan tangan dari bawah.
2. Service dengan ayunan tangan dari samping.
3. Service dengan ayunan tangan dari atas.
4. Jump Service
yang perlu diperhatikan dalam service
· Sikap badan dan pandangan
· Lambung keatas harus sesuai dengan kebutuhan.
· Saat kapan harus memukul Bola.
Service dilakukan untuk mengawali suatu pertandingan voli

III.Permainana Bola Basket


7|Hal
1. Lapangan Bola Basket

2. Pola Penyerangan Bola Basket


Pola penyerangan dalam permainan bola basket adalah usaha yang dijalankan untuk
menerobos daerah pertahanan lawan, sehingga dapat membuahkan hasil atau angka

3. Macam-macam Penyerangan Bola Basket


Pola-pola penyerangan adalah sebagai berikut:
1) Penyerangan Bebas
Penyerangan bebas adalah penyerangan tanpabola yang sangat bergantung dari
penguasaan teknik, taktik dan kesempurnaan fisik setiap anggota tim yang baik. Meskipun
bebas, namun penyerangan ini harus tetap ada koordinasi dan kerjasama antar pemain,
sehingga terwujud adanya saling pengertian tiap pemain.

2) Penyerangan Kilat

8|Hal
Dasar penyerangan kilat adalah dengan 2 atau 3 operan harus sudah melakukan
tembakan. Serangan kilat merupakan usahauntukmemperoleh posisi tembakan,pada saat
lawan belum sempat menempati posisi jaganya. Serangan kilatmerupakan senjatayang sangat
baik untuk menghancurkan pertahanan lawan.
3) Penyerangan Kilat Berpola
Serangan kilat berpola dimulai dengan adanya situasi-situasi tertentu,misalnya; dari
bola loncat, lemparan kedalam, dll.
4) Penyerangan Berpola
Penyerangan berpola adalah penyerangan dengan mengatur setiap pemain yang
mempunyai tugas-tugas tertentu dan menguasai jalur-jalur gerakan.pergerakan pemain dan
boladitentukan dengan pasti,sehingga tim memperoleh serangan-serangan yangteratur dan
sangat menghemat tenaga. Penyerangan berpola sangat baik dilakukan bilasetiap pemain
sukar menembus penjagaan lawan, sertausaha-usaha untuk memperlambat permainan.
Macam-macam jenis (adegan-adegan) pola penyerangan adalah sebagai berikut:
1) Adegan 1-3-1 (pola diamond)
Adegan diamond sangat buntuk penyerangan terhadap pertahanan daerah maupun
pertahanan satu lawan satu.
2) Adegan 1-2- 1 (pola ault mann)
Adegan ault mann dapat diterapkan apabila suatu regu tidak mempunyai pemain
jangkung.
3) Adegan 2-3 (pola reverse)
Adegan reverse diperlukan untukpenyerangan terhadap pertahanan satu lawan satu.
Kemahiran memotong dan membayang serta kelincahan sangat dibutuhkan dalam melakukan
pola penyerangan ini.

4. Macam-macam Pertahanan Bola Basket


Macam-mavam bentuk pertahanan antara lain sebagai berikut:
a) Pertahanan daerah
Pada pertahanan daerah setiap pemain diberi tugas menjaga daerah tertentu. Bila tim
mempunyai pemain-pemain yang tinggi besar tapi lamban gerakannya maka pertahanan
daerah sangat menguntungkan bagi tim tersebut

b) Pertahanan satu lawan satu

9|Hal
Pertahanan satu lawan satu adalahpertahanan dengan menugaskan setiap pemain
untuk menjaga seorang lawan. Macam-macam pertahanan ini meliputi:
 Pertahanan satu lawan satu dengan tetap
Pertahanan satu lawan satu dengan tetap artinya penjaga harus tetap menjaga seorang
pemain lawan kemanapun ia bergerak
 Pertahanan satu lawan satu dengan ganti jaga
Pertahanan ini dilakukan apabila terjadi pembayangan, maka segera pemain penjaga
mengadakan pergantian penjagaan.
 Pertahanan satu lawan satu dengan penolong
Maksud dari pertahanan ini adalah apabila dalam penjagaan satu lawan satu terjadi
kebobolan dari salah seorang penjaga, maka salah seorang penjaga terdekat menolong
untuk menututp pemain yangmenerobos sampai penjaga yang kebobolan tadi siap
untuk menjaganya kembali.

5. Pola Pertahanan Bola Basket


Pola pertahanan adalah suatu usaha yang dijalankan oleh tim bertahan dalam rangka
menghalau serangan lawan.

6. Cara Bermain Basket


a) Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua
tangan.
b) Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan,
tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
c) Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus
melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan
apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
d) Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota
tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
e) Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul pemain
lawan dengan cara disengaja. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan
dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sangsi berupa
diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang tim nya dimasuki oleh bola lawan,
dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan,

10 | H a l
maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang
pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
f) Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan
(meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal
yang disebutkan pada aturan 5.
g) Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu
akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya
pelanggaran balik oleh lawan).
h) Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam
keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau
mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain
lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah
gol.
i) Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam
dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan
pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasit yang akan melemparkannya ke dalam
lapangan. pemain yang melempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola.
Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan
berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda
pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
j) Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah
pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-
turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang
melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
k) Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola
dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung
waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung
jumlah gol yang terjadi.
l) Waktu pertandingan adalah 4 babak masing-masing 10 menit
m) Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang.

IV.Permainan Bulu Tangkis

11 | H a l
1. Lapangan Bulu Tangkis

2. Taktik Permainan Tunggal Permainan Bulu Tangkis


Bulutangkis adalah suatu permainan yang menggunakan sebuah raket dan shuttlecock
yang di pukul melewati sebuah net.permainan ini berlaku untuk siapa saja dingan bentuk
tunggal ( single )

3. Macam-macam Taktik Permainan Tunggal Permainan Bulu Tangkis


Pada permainan tunggal, bisa dikatakan berada di atas angin apabila selalu bisa:
1. Melakukan pukulan dengan posisi selalu berada di belakang bola.
2. Sudah berada di tengah lapangan sebelum lawan memukul bola.
3. Sebaliknya berusaha untuk cepat berada pada posisi memukul sebelum lawan kembali ke
tengah. Dalam posisi ini artinya siap melakukan serangan yang mematikan.
Untuk bisa melakukan ketiga hal di atas, Pemain harus memillki footwork yang
teratur dan cepat. Dan gerakan-gerakan yang cepat itu bisa berlangsung untuk jangka waktu
lama maka diperlukan stamina yang memadai. Karenanya, footwork yang cepat, teratur, dan
stamina yang kuat menjadi faktor yang dominan diperlukan seorang pemain tunggal.

4. Taktik Permainan Ganda Permainan Bulu Tangkis


Bulutangkis adalah suatu permainan yang menggunakan sebuah raket dan shuttlecock
yang di pukul melewati sebuah net.permainan ini berlaku untuk siapa saja dingan bentuk
ganda ( double )

5. Macam-macam Taktik Permainan Ganda Permainan Bulu Tangkis

12 | H a l
Permainan ganda memllikl tuntutan yang agak berbeda dengan tunggal. Seorang
pemain yang footwork-nya kurang baik tetapi memiliki kecepatan dan reflek pukulan serta
power yang besar, bisa menjadi pemain ganda yang baik.
Walaupun penguasaan pukulan dasarnya sama dengan tunggal, tetapi seorang pemain tunggal
yang baik belum tentu bisa menjadi pemain ganda yang baik. Karena permainan ganda
memiliki jenis pukulan yang khusus. Pukulan cepat seperti drive, smash, return smash, serve,
dan wiping (menyapu) adalah jenis pukulan yang wajlb dan harus dikuasi dengan trampll.
Selain itu ganda adalah permainan yang mengandalkan kerja sama. Pukulan harus
dirancang, kemudian mematikan lawan dengan pukulan hasil kerja sama.

7. Cara Pukulan Forehand,service dan Smash Permaianan Bulu Tangkis


a. Forehand
1. Servis Forehand Pendek
 Tujuan servis pendek ini untuk memaksa lawan agar tidak bisa melakukan
serangan. Selain itu lawan dipaksa berada dalam posisi bertahan.
 Variasi arah dan sasaran servis pendek ini dapat dilatih secara serius dan
sistematis.
 Kok harus dipukul dengan ayunan raket yang relatif pendek.
 Pada saat perkenaan dengan kepala (daun) raket dan kok, siku dalam keadaan
bengkok, untuk menghindari penggunaan tenaga pergelangan tangan, dan
perhatikan peralihan titik berat badan Anda.
 Cara latihannya adalah menggunakan sejumlah kok dan dilakukan secara
berulang-ulang.
2. Servis Forehand Tinggi
Jenis servis ini terutama digunakan dalam permainan tunggal.
 Kok harus dipukul dengan menggunakan tenaga penuh agar kok melayang tinggi
dan jatuh tegak lurus di bagian belakang garis lapangan lawan.
 Saat memukul kok, kedua kaki terbuka selebar pinggul dan kedua telapak kaki
senantiasa kontak dengan lantai.
 Perhatikan gerakan ayunan raket. Ke belakang, ke depan dan setelah melakukan
pukulan, harus dilakukan dengan sempurna serta diikuti gerak peralihan titik berat
badan dari kaki belakang kekaki depan yang harus be langsung kontinu dan
harmonis.
13 | H a l
 Biasakan selalu berkonsentrasi sebelum memukul kok.
 Hanya dengan berlatih tekun dan berulang-ulang tanpa mengenal lelah, dapat
mengusai teknik servis forehand tinggi dengan sebalik-baiknya.

b.Service (Service)
Dalam aturan permainan bulutangkis, servis merupakan modal awal untuk bisa
memenangkan pertandingan. Dengan kata lain, seorang pemain tidak bisa mendapatkan
angka apabila tidak bisa melakukan servis dengan baik.
Namun, banyak pelatih, juga pemain tidak memberikan perhatian khusus untuk
melatih dan menguasai teknik dasar ini. Oleh karena itu, sikap tersebut merupakan kekeliruan
besar. Kita mengetahui bahwa angka/poin dalam permainan bulutangkis tidak akan tercipta,
apabila pemain tidak mahir melakukan servis dengan benar.
Dalam permainan bulutangkis, ada tiga jenis servis, yaitu servis pendek, servis tinggi,
dan flick atau servis setengah tinggi. Namun, biasanya servis digabungkan ke dalam jenis
atau bentuk yaitu servis forehand dan backhand. Masing-masing jenis ini bervariasi
pelaksanaanya sesuai dengan situasi permainan di lapangan.

c.Smash
Yaitu pukulan overhead (atas) yang diarahkan ke bawah dan dilakukan dengan tenaga
penuh. Pukulan ini identik sebagai pukulan menyerang. Karena itu tujuan utamanya untuk
mematikan lawan. Pukulan smes adalah bentuk pukulan keras yang sering digunakan dalam
permainan bulutangkis. Karakteristik pukulan ini adalah; keras, laju jalannya kok cepat
menuju Iantai Iapangan, sehingga pukulan ini membutuhkan aspek kekuatan otot tungkai,
bahu, lengan, dan fleksibilitas pergelangan tangan serta koordinasi gerak tubuh yang
harmonis.
Dalam praktek permainan, pukulan smes dapat dilakukan dalam sikap diam/berdiri
atau sambil loncat (King Smash).Oleh karena itu pukulan smes dapat berbentuk:
- Pukulan smes penuh - Pukulan smes potong - Pukulan sines backhand - Pukulan smes
melingkar atas kepala
Teknik pukulan smes tersebut secara bertahap setiap pemain harus menguasainya
dengan sempurna. Manfaatnya sangat besar untuk meningkatkan kualitas permainan.
V.Permainan Tenis Meja
1.Lapangan PermainanTenis Meja

14 | H a l
2. Pola Penyerangan PermainanTenis Meja
Dalam tenis meja, Pola peneyrangan berupa pukulan (stroke) secara umum dapat
dikelompokkan sebagai pukulan yang bersifat serangan (offensive, menghasilkan bola
topspin) dan pukulan bersifat bertahan (defensive, menghasilkan bola backspin )

3.Macam-macam Pola Penyerangan Permainana Tenis Meja


Dalam tenis meja, pukulan (stroke) secara umum dapat dikelompokkan sebagai
pukulan yang bersifat serangan (offensive, menghasilkan bola topspin) dan pukulan bersifat
bertahan (defensive, menghasilkan bola backspin). Spin disini termasuk juga smash, blok,
dan lob. Kedua kelompok pukulan ini berlaku untuk forehand dan backhand
Pukulan dikenal juga dengan istilah shot, stroke, hit. Beberapa literatur menyebutkan
tedapat sejumlah pukulan dalam tenis meja. Drive, Push, Block, Smash, Hit, Servis, Servis
return, Half volley, Side slip shot, Loop, Flip/Flick, Drop shot, Cho (Short cut, Long cut),
Lobbing.

4.Pukulan Service Permainan Tenis Meja


a.Servis backspin.
Keuntungan bila memakai servis ini adalah:
a. bola yang dihasilkan servis backspin yang berat, pendek, dan rendah, sulit untuk
dikembalikan dengan suatu pukulan keras oleh lawan.
b. bola yang dihasilkan oleh servis backspin merupakan senjata ampuh untuk mencegah
pengembalian berupa drive.
c. bola yang dihasilkan oleh servis backspin sulit untuk diduga arah dan tipe
perputarannya.
b.Servis high toss.

15 | H a l
5. Pukulan Smash Permainana Tenis Meja
teknik ini sangat lah mudah tapi kita butuh power untuk melakukannya puklulan ini
dalalah pukulanb yang sangat keras dan tak mudah untk menerimanya. biasanya orang orang
melakukan smash bila bola melanbung tinggi. Teknik ini hanya mendorong sekeras kerasnya
bola ke meja lawan.tapi kalo aku suruh milih aku lebih takut sama spin

6. Pukulan Service dilanjutkan Smash Permainan Tenis Meja


Ketinggian merupakan hal yang utama ketika kita melakukan servis.
Ketika kita melakukan sevice, terutama service yang pendek, maka ketinggian service
sangatlah menentukan. Jika service yang diberika terlampau tinggi, maka dengan mudah
lawan akan melakukan serangan balasan dengan menggunakan flip/flick, hal ini akan
menyulitkan kita pada permainan selanjutnya, atau bahkan mematikan permainan kita. Untuk
itu, ketika kita melakukan service diperlukan ketinggian yang seminimal mungkin agar lawan
kesulitan dalam menerimanya.
Dengan ketinggian bola service sehingga mengembalikan bola dengan ketinggian
yang sesuai untuk dilakukan pukulan smash.

VI.Permainan Sofbol
1.Lapangan Permainan Softball

16 | H a l
2.Taktik penyerangan Permainan Softball
Taktik penyerangan permainan Softball yaitu taktik yang di gunakan dalam mencetak
skor.Permainan dimulai dari Pitcher, yg bertugas melempar Bola kencang, secerdik dan
setepat mungkin, agar pemain lawan (Pemukul / Hitter) tidak mungkin dapat memukul bola
lemparannya.
Partnernya “Catcher”, biasanya memberikan isyarat / kode bola yg hendaknya
dilemparkan Pitcher, sesuai dengan kelemahan si-Pemukul, baik itu bola lambat, kencang,
berbelok atau tipuan sekalipun, sesuai dg trik-trik Pitching yg Pitcher kuasai.

3. Macam-macam taktik dalam permainan Softball


Teknik dasar yang harus dikuasai oleh seorang pemain softball ialah melempar,
menangkap, memukul bola, lari mengelilingi lapangan (base running), sliding, dan tanging
Taktik pukulan penyerangan yang sering digunakan oleh pemain sebagai berikut :
1. Pukulan tanpa ayunan (Sacrifice Bunt)
Sacrifice Bunt adalah usaha batter melakukan pukulan ke arah first base, pitcher atau
third base, untuk membantu pelari menuju base didepannya.
2. Pukul dan lari (Hit and Run)
Hit and run adalah siasat yang dilakukan oleh batter untuk membantu agar base
runner dapat maju beberapa base didepannya dengan selamat, taktik ini dilakukan apabila ada
pelari di base 1 atau base 2. Keuntungan hit and run adalah memungkinkan tidak terjadinya
out dapat membantu mencapai base di depannya. Pemain yang melakukan hit and run
sebaiknya seorang yang dapat mengontrol pukulan dan dilakukan dengan swing, menerobos
suatu celah antara pamain.
3. Pukulan Melayang (Sacrifice Play)
17 | H a l
Teknik ini sangat tepat dilakukan pada saat pertandingan berlangsung ketat. Hal ini
dilakukan sebelum terjadi dua mati atau selisih nilai tidak lebih dari 2. Sacrifice fly harus
dilakukan oleh seorang batter yang baik, karena harus memukul bola melambung ke arah
outfielder.

4. Cara Melempar dan Menangkap bola Permainan Softball


1) Teknik melempar bola
a) Teknik lemparan dengan ayunan atas {overhand throw)
b) Teknik lemparan dengan ayunan samping (side arm throw)
c) Teknik lemparan bawah (underhand throw)
d) Teknik lemparan dengan lecutan tangan

2) Teknik menangkap bola


a) Teknik menangkap bola yang bergulir di tanah (ground-ball)
b) Teknik menangkap bola yang melambung (fly-bait)
c) Teknik menangkap bola lurus (straight-ball)

18 | H a l
5. Cara Melambung,Memukul dan Menangkap bola Permainana Softball
a.Teknik pemain pitcher
Pitcher adalah seorang fielder yang bertugas melambung bola. Di dalam permainan
softball, pitcher merupakan salah satu posisi yang sangat sukar. Seorang pitcher tidak hanya
dituntut oleh tugas-tugas yang banyak memeras tenaga saja, akan tetapi juga selalu
menggunakan pikirannya dalam menghadapi situasi permainan, baik situasi bertahan maupun
menyerang.

b. Teknik pemain catcher


Catcher adalah pemain jaga yang posisinya berada di belakang home plate. Dia bertugas
menang-kap bola yang dilemparkan^?Yc^r ke arah pemukul. Terutama bila bola tersebut
tidak dipukul atau gagal dipukul atau terjadi foul strike. Bola-bola semacam itu harus dia

19 | H a l
kuasai dengan baik dan secara langsung, terutama bila ada pelari-pelari di base. Hal ini untuk
mencegah jangan sampai pelari-pelari tersebut dapat maju ke base berikutnya dengan mudah.
Teknik gerakan catcher seperti terlihat pada gambar berikut ini.

c. Teknik memukul bola (batting)


Memukul dalam permainan softball ada dua macam, yaitu:
(1) Memukul bola dengan ayunan penuh {swing)
(2) Memukul bola tanpa ayunan (bunting)
Kedua cara tersebut sama-sama mempunyai kelemahan dan kelebihannya. Mengenai
kapan atau saat apa teknik-teknik tersebut dipergunakan untuk menyerang lawan, hal itu
tergantung dari situasi dan kondisi pada waktu itu.

VII. Atletik ( Lari Jarak Menengah 1.500 m)


20 | H a l
1.Petunjuk dalam Lari Jarak Menengah 1.500 m
Hal yang perlu diperhatikan pada lari jarak menengah adalah penyesuaian antara
kecepatan dan kekuatan / stamina dari masing –masing pelari

2. Pedoman Pengaturan kecepatan untuk Lari Jarak Menengah 1.500 m


Faktor-faktor penting dalam lari jarak menengah adalah sebagai berikut :
1. Gaya (style) yaitu gerak tubuh yang terpadu sehingga gerakan lari terlaksana secara
kompak dan harmoni.
2. Daya tahan tubuh (stamina) yaitu dasar dari kekuatan untuk menempuh jarak
3. Kecepatan (speed) yaitu faktor utama untuk menempuh jarak dalam waktu seminimal
mungkin
4. Pertimbangan langkah (space judgement) yaitu perasaan yang dapat
mempertimbangkan langkah yang sedang berjalan.
5. Kepemimpinan (leadhership) yaitu kepandaian menggunakan strategi dan taktik
berlari.
Pengaturan Kecepatan dilakukan dengan Teknik lari jarak menengah saat melewati
tikungan adalah :
a. Usahakan berlari sedekat mungkin dengan garis lintasan sebelah kiri
b. Putarkan keduan bahu ke kiri, kepala juga miring ke kiri
c. Sudut lengan kanan usahakan lebih besar daripada lengan kiri

3. Cara melakukan Start Lari Jarak Menengah 1.500 m


Teknik start berdiri untuk lari jarak menengah adalah :
a. Aba –aba “ bersedia”
Dengan sikap tenang tetapi menyakinkan melangkah maju ke depan, berdiri tegak di
belakang garis start.
b.Aba –aba “ siap “
Mengambil sikap kaki kiridi depan dan kaki kanan di belakang, tidak menginjak garis
start, badan condong ke depan.
c. Aba –aba “ ya “
Mulai berlari dengan kecepatan yang tidak maksimal melainkan cukup setengah atau
tiga perempat dari kecepatan maksimal.
4. Cara melakukan gerakan Lari Jarak Menengah 1.500 m

21 | H a l
Teknik gerakan lari jarak menengah meliputi :
a. Posisi kepala dan badan tidak terlalu condong, sikap badan seperti sikap orang berlari
b. Sudut lengan antara 100 –110 derajat
c. Pendaratan pada tumit dan menolak dengan ujung kaki
d. Ayunkan kedua lengan untuk mengimbangi gerak kaki
e. Mengayunkan lutut kedepan tidak setinggi pinggul
f. Pada waktu menggerakkan tungkai bawah dari belakang ke depan tidak terlalu tinggi
5. Cara melakukan gerakan memasuki gerak finish Lari Jarak Menengah 1.500 m
Teknik gerakan memasuki garis finish dalam lari jarak menengah yaitu :
a. Cara memasuki garis finish yaitu:
1) Lari terus tanpa mengubah sikap lari
2) Dada maju, kedua tangan lurus ke belakang
3) Salah satu bahu maju ke depan ( dada diputar ke salah satu sisi )
4) Kepala ditundukkan, kedua tangan di ayun ke belakang
b. Hal –hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1) Frekuensi kaki dipercepat, langkah diperlebar
2) Jangan melakukan gerakan melompat pada saat memasuki garis finish
3) Perhatian di pusatkan pada garis finish
4) Apabila ada pita jangan berusaha meraih dengan tangan
5) Jangan berhenti mendadak setelah melewati garis finish

VIII.Lompat Tinggi

22 | H a l
1.Tujuan Lompat Tinggi
Tujuan dari lompat tinggi agar dapat mencapai lompatan yang setinggi – tingginya

2.Cara Awalan Lompat Tinggi Gaya Flop


Awalan,haus dilakukan dengan cepat dan menikung/agak melingkar,dengan langkah
untuk awalan tersebut kira – kira 7-9 langkah.

3.Cara Tumpuan Lompat Tinggi Gaya Flop


Tolakan, Untuk tolakan kaki hampir sama dengan lompat tinggi yang lainnya. Yakni
harus kuat dengan bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan.
Bila kaki tolakan menggunakan kaki kana, maka tolaka harus dilakukan disebelah kiri mistar.
Pada waktu menolak kaki bersamaan dengan kedua tangan keatas disamping kepala, maka
badan melompat keaas dan membuwat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama – sama.

4. Cara melewati Mistar Lompat Tinggi Gaya Flop


Sikap badan diatas mistar, Hendaknya sikap badan diatas mistar terlentang dengan
kedua kaki tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada dan punggung berada
diatas mistar merupakan busur yang melenting.

5. Cara Mendarat Lompat Tinggi Gaya Flop


Cara mendarat, mendarat pada karet busa dengan ukuran(ukuran 5 x 5 meter dengan
tinggi 60 cm lebih) dan di atasnya ditutup dengan matras sekitar 10 – 20 cm, dan yang
mendarat pertama kali adalah punggumg dan bagian belakang kepala

x.Beladiri Pencak Silat

23 | H a l
1. Tujuan Mempelajari beladiri Pencak Silat
Pencak Silat mempunyai tujuan untuk mewujudkan keselarasan/
keseimbangan/keserasian/alam sekitar untuk meningkatkan iman dan taqwa

2. Cara melakukan Tangkisan dalam Pencak Silat


Tangkisan adalah teknik menahan atau membuang serangan lawan baik jenis pukulan
atau tendangan. Untuk itu diperlukan kekuatan ekstrakuat. Berdasarkan jenisnya tangkisan
ada tiga macam, diataranya:
1 Tangkisan tangan dalam
Tangkisan tangan jenis ini dilakukan dari luar ke dalam.
2 Tangkisan tangan luar
Tangkisan yang dilakukan dari dalam ke luar.
3 Tangkisan kaki
Tangkisan kaki adalah tangkisan serangan kaki dengan kaki.
teknik pukulan yang aman (khususnya bagi pemula) adalah sebagai berikut:
• Menggunakan kuda-kuda depan dan pandangan tertuju kepada lawan.
• Bila kaki kanan yang maju, maka tangan yang memukul harus tangan kanan. Dan
sebaliknya, bila kaki kiri yang maju, maka tangan kiri yang harus memukul.
Posisi ini dikatakan aman, dengan alasan jika lawan membalas dengan tendangan ke
daerah alat kelamin, masih bisa kita tangkis dengan tangkisan luar. Berbeda dengan posisi
ngeliwa (sebaliknya dari teknik di atas, kaki yang maju tidak sesuai dengan tangan yang
memukul) tendangan yang ditangkis akan jatuh telak di alat kelamin karena terhalang oleh
paha.
Dilihat dari jenisnya,ada beberapa pola serangan pukulan yang biasa digunakan oleh
pengguna seni bela diri, diantaranya sebagai berikut:
1. Pukul lurus, pukul dari samping, pukul dari bawah dan pukul sambil berputar.
2. Tangkisan dalam dilanjutkan pukulan depan.
3. Tangkisan luar dilanjutkan pukulan depan.
4. Menghindar kanan dilanjutkan pukul kiri-kanan-kiri.
5. Menghindar kiri dilanjutkan pukul kanan-kiri-kanan.
6. Tangkisan luar dilanjutkan sikutan ke arah dagu lawan.
7. Tangkisan luar sambil menghindar ke samping dilanjutkan sikutan ke arah wajah
lawan.

24 | H a l
3. Cara melakukan Elakan dalam Pencak Silat
Elakan adalah gerakan pembelaan dengan cara memindahkan bagian tubuh yang
menjadi sasaran serangan, dengan melangkah (memindahkan kaki) atau tidak dengan
melangkah.
Elakan yang dilakukan bisa meliputi:
1 Elakan bawah
2 Elakan atas
3 Elakan samping
4 Elakan belakang
5 Elakan dengan angkat kaki

4. Cara melakukan Tangkapan dalam Pencak Silat


Tangkapan adalah gerakan pembelaan dengan cara menahan lengan atau tungkai
lawan untuk menjaga serangan berikutnya atau merupakan unsur dari teknik menjatuhkan
atau mengunci lawan.
Tangkapan dapat dilakukan dengan cara berikut:
1 Satu tangan
2 Dua tangan

5. Cara melakukan Jatuhan dalam Pencak Silat


Menjatuhkan dilakukan dengan cara: sapuan, ungkitan, kaitan dan guntingan.
Teknik jatuhan dapat dilakukan dengan cara:
(1). Meniadakan keseimbangan kaki tumpu (sapuan, ungkitan, kaitan dan guntingan)
(2). Meniadakan keseimbangan dengan didahului tangkapan.

XI.Kebugaran Jasmani
1. Cara melakukan tes lari 60 m
a. Tujuan
25 | H a l
Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan remaja usia 13 s/d 15 tahun dan 16 s/d 19
tahun
b. Alat dan fasilitas
• lintasan lurus, datar, rata, tidak licin berjarak 50 meter dan 60 meter dan masih
mempunyai lintasan lanjutan
• Bendera start
• peluit
• tiang pancang
• Stopwatch
• serbuk kapur
• Formulir
• alat tulis
c. Petugas tes
1) juru keberangkatan
2) pengukur waktu merangkap pencatat hasil
d. Pelaksanaan
1) sikap permulaan “ peserta berdiri dibelakang garis start “
2) gerakan
a) pada aba-aba “ Siap “ mengambil sikap start berdiri siap untuk lari
b) pada aba-aba “ Ya “ peserta lari secepat mungkin menuju garis finis, menempuh
jarak 50 meter untuk testi umur 13 s/d 15 tahun dan 60 menter untuk testi umur 16
s/d 19 tahun
3) Lari masih bisa diulang apabila:
a. Pelari mencuri start
b. Pelari tidak melewati garis finis
3. Pelari terganggu dengan pelari yang lain
4) Pengukuran waktu
Pengukuran waktu dilakukan dari saat bendera diangkat sampai pelari tepat melintas
garis finis.
e. Pencatatan hasil
1) Hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh pelari untuk menempuh jarak 50
meter bagi testi umur 13 s/d 15 tahun dan 60 meter untuk testi umur 16 s/d 19 tahun,
dalam satuan waktu detik
26 | H a l
2) Waktu dicatat :
a. satu angka dibelakang koma(stopwatch manual)
b. Dua angka dibelakang koma (stopwatch digital )

2. Cara melakukan Tes Angkat Tubuh 60 detik


Tes angkat tubuh 60 detik untuk putra dan gantung siku tegak untuk putri bertujuan
untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan dan otot bahu.
a. Tes gantung angkat tubuh 60 detik untuk putra
1. Tujuan
Tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan ketahanan otot lengan dan otot bahu
2. Alat dan fasilitas
a. lantai yang bersih dan rata
b. palang tunggal yang dapat diatur tinggi rendahnya, sesuai dengan peserta. Pipa
pegangan terbuat dari besi ukuran ¾ inci
c. stopwatch
d. serbuk kapur atau magnesium karbonat
e. nomor dada, normulir tes dan alat tulis
3. Petugas tes
a. pengamat waktu
b. penghitung gerakan merangkap pencatat hasil
4. Pelaksanaan
a. sikap permulaan
Bergantung pada palang tunggal
b. Gerakan
mengangkat tubuh dengan membengkokan kedua lengan, sehingga dagu menyentuh
atau berada di atas pang tunggal, kemudian kembali kesikap awal permulaan
1. selama melakukan gerakan, mulai dari kepala sampai ujung kaki tetap merupakan
garis lurus
2. Gerakan ini dilakukan berulang-ulang tanpa istirahat sebanyak mungkin selama
60 detik
c. Angkatan diangggap gagal dan tidak disitung apabila
1. Pada waktu mengkat badan, peserta melakukan gerakan mengayup
2. Pada waktu mengangkat badan, dagu tidak menyentuh palang tunggal

27 | H a l
5. Pencatatan hasil
a) Yang dihitung adalah angkatan yang dilakukan dengan sempurna
b) Yang dicatat adalah jumlah ( frekwensi0 angkatan yang dapat dilakukan dengan
sikap sempurna tanpa istirahat selama 69 detik
c. Peserta yang tidak mampu melakukan tes angkat tubuh ini, walaupun telah berusaha,
hasilnya di tulis angka 0 (nol)

b. Tes gantung siku tekuk untuk putrid


1. Tujuan
Tes ini bertujuan untuk mewngkur kekuatan dan ketahanan lengan otot bahu
2. Alat dan fasilitas
a. Palang tunggal yang dapat diturunkan dan dinaikan
b. Stopwatch
c.Formulir tes dan alat tulis
d. Nomor dada dan serbuk kapur atau magnesium karbonat
3. Petugas tes
Pengukur waktu atau merangkap pencatat hasil
4. Pelaksanaan
Palang tunggal dipasang dengan ketinggian sedikit di atas kepala peserta
a. Sikap permulaan
Peserta berdiri di bawah palang tunggal, kedua tangan berpegangan pada palang
tunggal selebar bahu. Pegangan telapak tangan menghadap kea rah kepala
b. Gerakan
Dengan bantuan tolakan kedua kaki, peserta melompat ke atas sampai mencapai
sikap bergantung siku tekuk, dagu berada di atas palang tunggal. Sikap tersebut
dipertahankan selama mungkin.
5. Pencatatan hasil
Hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh peserta untuk mempertahankan sikap
tersebut di atas dalam satuan waktu detik
Catatan :
Peserta yang tidak dapat melakukan sikap diatas dinyatakan gagal dan hasilnya ditulis
0(nol)

28 | H a l
3.Cara Melakukan Tes Baring Duduk 60 Detik
Tes baring duduk 60 detik untuk putra dan putri bertujuan untuk mengukur kekuatan
dan daya tahan otot perut
a. Tujuan
Tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan ketahanan otot perut
b. Alat dan fasilitas
1. Lantai/lapangan rumput yang rata dan bersih
2. Stopwatch
3. Nomor dada, Formulir tes
4. Alat tulis dan lain-lain
c. Petugas tes
1. pengamat waktu
2. penghitung gerakan merangkap pencatat hasil
d. Pelaksanaan
1). Sikap pwermulaan
a. Berbaring terlentang di lantai atau rumput, kemudian lutut ditekuk dengan sudut ± 90
º, kedua tangan dengan jari-jarinya berselang selip diletakkan dibelakang kepala.
b. Petugas/peserta lain memegang atau menekan kedua pergelangan kaki, agar kaki
tidak terangkat
2). Gerakan
a. Pada aba-aba “ ya” peserta bergerak mengambil sikap duduk, sehingga kedua sikunya
menyentuh kedua paha dan kemudian kembali kesaikap permulaan. Gerakan ini
dilakukan berulang-ulang selama 60 detik
b. Gerakan tidak dihitung jika tangan terlepas, sehingga jari-jarinya tidak terjalin
c. Pencatatan hasil
1) Hasil yang dihitung dan dicatat adalah jumlah gerakan baring duduk yang dapat
dilakukan dengan sempurna selama 60 detik
2) Peserta yang tidak mampu melakukan tes baring duduk hasilnya ditulis angka
0(nol).

4.Cara Melakukan Tes Loncat Tegak


Tes loncat tegak bertujuan untuk mengukur daya ledak (tenaga ekspolif) otot tungkai
a. Tujuan

29 | H a l
Tes ini bertujuan untuk mengukur tenaga ekspiosif
b. Alat dan fasilitas
1. Papan berskala senti meter, warna gelap, berukuran 30 x 150 cm dan dipasang pada
dinding atau tiang. Jarak antara lantai dengan angka 0 (nol) pada skala yaitu 150 em
2. serbuk kapur
3. Alat penghapus
4. Nomor Dada
5. Formulir tes
6. Alat tulis
Dipasang pada dinding yang rata
c. Petugas tes
Pengamat dan pencatat hasil
d. Pelaksanaan
1. Sikap permulaan
a. Terlebih dahulu ujung jari tangan peserta diolesi dengan serbuk kapur tau magnesium
karbonat
b. Peserta berdiri tegak dekat dinding,kaki rapat, papan skala disamping kiri atau
kanannya. Kemudian tangan kanan dekat dinding diangkat ke atas telapak tangan
ditempelkan pada papan berskala, sehingga meninggalkan bekas raihan jarinya
2. Gerakan
a) Peserta mengambil awalan dengan sikap menekukan lutut dan kedua lengan diayun
kebelakang, kemudian peserta meloncat setinggi mungkin sambil menepuk papan
dengan tangan yang terdekat sehingga menimbulkan bekas.
b) Ulangi loncatan ini sampai 3 kali berturut-turut
e. Pencatatan hasil
1. selisih raihan loncatatan dikurangi raihan tegak
2. Ketiga selisih raihan dicatat
5.Cara Melakukan Tes lari 1.000 m dan 1.200 m
Tes lari 1200 m untuk putra dan 1000 m untuk putir bertujuan untuk mengukur daya
tahan (cardio repiratory endurance)
a. Tujuan
Tes ini bertujuan untuk mengukur daya tahan jantung, peredaraan darah dan
pernapasan.

30 | H a l
b. Alat dan fasilitas
1. Lintasan lari berjarak 1000 meter
2. Stopwatch
3. Bendera start
4. Peluit
5. Tiang pancang
6. Nomor Dada
7. Formulir dan alat tulis
c. Petugas
1. Juru keberangkatan
2. Pengukur waktu
3. Pencatat hasil;
4. Pembantu umum
d. Pelaksanaan
1. Sikap permulaan ; Peserta berdiri dibelakang garis start
2. Gerakan ; papa aba-aba “ Siap “ peserta mengambil sikap start berdiri, siap untuk lari
3. Pada aba-aba “ YA “ peserta lari menuju garis finis dengan menempuh jarak 1000
meter uintuk purta usia 13 s/d 15 tahun, 1200 meter putra usia 16 s/d 19 tahun, 800
meter untuk putrid usia 13 s/d 15 tahun dan 1000 meter untuk putrid usia 16 s/d 19
tahun
Catatan :
Lari dapat diulang bilamana ada pelari mencuri start dan ada pelari yang tidak
melewati garis finis
e. Pencatatan hasil
1. Pengambilan waktu dilakukan dari saat bendera diangkat sampai pelari tepat melintas
garis finis
2. hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh pelari untuk menempuh jarak yang
sudah ditentukan. Waktu dicatat dalam satuan menit dan detik.

Nilai Tes Kebugaran Jasmani umur 16-19 tahun Untuk Putra

Gantung Baring
Loncat
No Lari 60 m angkat duduk 60 Lari 1.200 m Nilai
Tegak
tubuh detik

31 | H a l
1 s.d 7.22 detik 19 ke atas 41 ke atas 73 ke atas s.d 3.14 menit 5
2 7.3 – 8.3 detik 14 – 18 30 – 40 60 – 72 3.15-4.25 menit 4
3 8.4 – 9.6 detik 9 – 13 21 – 29 50 – 59 4.26-5.12 menit 3
4 9.7- 11.0 detik 5–8 10 – 20 39 – 49 5.13-6.33 menit 2
5 11.1 detik – dst 0–4 0–9 38 – dst 6.34 – dst menit 1

Nilai Tes Kebugaran Jasmani umur 16-19 tahunUntuk Putri

Gantung Baring
Loncat
No Lari 60 m angkat duduk 60 Lari 1200 m Nilai
Tegak
tubuh detik
1 s.d 8.4 detik 41 ke atas 28 ke atas 50 ke atas s.d 3.52 menit 5
2 8.5 – 9.8 detik 22 – 40 20 – 28 39 – 49 3.53-4.56 4
menit
3 9.9 –11.4 detik 10 – 21 10 – 19 31 – 38 4.57-5.58 3
menit
4 11.5- 13.4 detik 3–9 3–9 23 – 30 5.59-7.23 2
menit
5 13.5 detik – dst 0–2 0–2 22 – dst 7.24 – detik dst 1

Norma Tes Kebugaran Jasmani Untuk Remaja Putra dan Putri 16 – 19 tahun

Untuk putra dan putri

No Jumlah Nilai Klasifikasi


1 22 – 25 Baik Sekali
2 18 – 21 Baik
3 14 – 17 Sedang
4 10 – 13 Kurang
5 5–9 Kurang sekali

XII.Aktifitas Senam
1.Pengertian Senam Prestasi
Senam adalah aktivitas fisik yang dilakukan baik sebagai cabang olahraga tersendiri
maupun sebagai latihan untuk cabang olahraga lainnya. Berlainan dengan cabang olahraga
lain umumnya yang mengukur hasil aktivitasnya pada obyek tertentu, senam mengacu pada
bentuk gerak yang dikerjakan dengan kombinasi terpadu dan menjelma dari setiap bagian
anggota tubuh dari komponen-komponen kemampuan motorik seperti : kekuatan, kecepatan,

32 | H a l
keseimbangan, kelentukan, agilitas dan ketepatan. Dengan koordinasi yang sesuai dan tata
urutan gerak yang selaras akan terbentuk rangkaian gerak artistik yang menarik.
SENAM PRESTASI MERUPAKAN SERANGKAIAN GERAK ARTISTIC DAN
RITMIK.

2. Nomor-nomor yang di pertandingkan dalam Senam


Pada tingkat sekolah atau yunior pertandingan dapat dibatasi pada nomor-nomor
tertentu, biasanya senam lantai dan kuda-kuda lompat. Pertandingan tingkat Nasional dan
Internasional bagi pria terdiri dari 6 (enam) nomor yakni : senam lantai, kuda-kuda lompat,
kuda-kuda pelana, palang sejajar, palang tunggal, dan gelang-gelang. Sedang bagi wanita ada
4 (empat) nomor : senam lantai, kuda-kuda lompat, balok keseimbangan, dan palang
bertingkat.

3. Cara Melakukan Lompat Kangkang


Lompat kangkang ada dua macam:
a. lompat kangkang dengan panggul ditekuk/menyudut (lompatan dengan membuat
sikap kangkang tanpa meluruskan badan lebih dahulu).
b. lompat dengan panggul lurus/lay out (lompat dengan meluruskan badan lebih dahulu
sebelum sikap kangkang).
a. Lompat kangkang dengan panggul ditekuk (menyudut)
Dengan cara sebagai berikut:
1-2. angkat panggul tinggi-tinggi
3. pada saat tangan menyentuh peti/kuda, panggul ditekuk, kaki dibuka (gerakan ke
samping)
4. tolakkan tangan, angkat dada, dan kepala ke atas
5. setelah kaki melewati kuda/peti luruskan badan/panggul dan rapatkan tungkai
sebelum mendarat
6. mendarat dengan kedua kaki dan lutut agak ditekuk

4.Cara Melakukan Lompat Jongkok


Gerakan lompat jongkok pada dasarnya hampir sama dengan lompat kangkang, tetapi
pada lompat jongkok kedua kakinya rapat. Cara Melakukan Lompat Jongkok adalah sebagai
berikut :

33 | H a l
a. Ambil ancang-ancang sebagai awalan, kemudian berlari. Selanjutnya lakukan tolakan
kedua kaki meloncat keatas, kemudian bersamaan dengan kedua lengan mendarat dan
bertumpu pada peti lompat.
b. Kedua tangan menolak kuat-kuat dan panggul diangkat tinggi kemudian kedua kaki
ditekuk dalam sikap jongkok pada saat melewati peti lompat,kepala tegak.
c. Luruskan kedua kaki,kedua lengan di ayun keatas sesaat sebelum mendarat
d. Kemudian mendarat lunak , lutut sedikit ditekuk dan jaga keseimbangan.

5. Cara Melakukan Guling Lenting Diatas Peti Lompat


Caranya awalan berlari, kemudian kedua kaki menolak dengan kuat ke depan atas,
badan melayang condong ke depan, pandangan dan tangan mengarah ketempat tumpuan
tangan, setelah tangan menumpu, panggul dan tungkai naik, letakkan tengkuk diatas peti
diteruskan berguling ke depan.Sikap akhir : jongkok diatas peti lompat. Neck spring diatas
peti lompat

XIII. Senam Aerobic


1.Manfaat Melakukan Senam Aerobic
Manfaat melakukan senam aerobic antara lain :
a. Dapat membakar lemak yang berlebihan di tubuh.
b. Meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru.
c. Memperbaiki penampilan kerena setiap gerakan dibuat untuk menguatkan,
mengencangkan, dan membentuk otot beberapa bagian tubuh tertentu seperti pinggul,
paha, pinggang, perut, dada, punggung, lengan, kaki dan lain-lain.

34 | H a l
d. Jika berlatih dengan ringan (bagi yang bertubuh kurus atau langsing) dapat
meningkatkan nafsu makan. Jika berlatih dengan berat akan menekan nafsu lapar
karena darah banyak beredar didaerah otot yang aktiv dan bukan didaerah perut.
e. Mencegah penyakit yang menyerang tubuh, karena system tubuh dalam keadaan baik
dan kebiasaan buruk seperti merokok.
f. Meningkatkan kelentukan, keseimbangan, koordinasi, kelincahan, daya tahan dan
sanggup melakukan kegiatan-kegiatan atau olahraga lainnya.

2. Macam-macam Senam Aerobik


Menurut Jackie Soronsen senam aerobic adalah suatu program kesegaran jasmani yang
lengkap meliputi “latihan dan kegembiraan”. Kita dapat mengekspresikan segala perasaan dan
tertawa, melompat, menendang, jogging, meregang, bergoyang dengan mengkombinasikan gerakan-
gerakan dansa, seperti rock’n roll, disco, cha cha, twist dan lain-lain atau dengan gerakan-gerakan dari
tari tradisional, tari rakyat, bahkan tari kontemporer.
Pembagian senam Aerobik menurut cara melakukan dan musik pengiring, yaitu:
1. High impact aerobics (senam aerobik aliran gerakan keras)
2. Low impact aerobics (senam aerobik aliran gerakan ringan)
3. Discorobic (kombinasi antara gerakan-gerakan aerobik aliran keras dan ringan disko)
4. Rockrobic (kombinasi gerakan-gerakan aerobik dan ringan serta gerakan-gerakan rock
n’roll)
5. Aerobic sport (kombinasi gerakan-gerakan keras dan ringan serta gerakan-gerakan
kalestetik/kelentukan)

3.Pengertian Tari Daerah


Media tari adalah gerak tubuh manusia. Melalui gerak tubuh manusia dipakai untuk
mengungkapkan ide-ide, perasaan, dan pengalaman sang seniman kepada orang lain.
Ciri khas gerak tari adalah gerak yang sudah diolah dari aspek tenaga, ruang, dan waktu.
Ada dua jenis tari, yakni tari tradisional atau tari daerah dan tari non-tradisional. Hal yang
termasuk tari tradisional Indonesia adalah tari primitif, tari rakyat, dan tari klasik. Ketiga
jenis tari ini tujuan upacara, hiburan, dan tontonan Sedangkan yang termasuk dalam jenis tari
non-tradisional adalah tari kreasi baru, tari modern, dan tari

35 | H a l
4. Fungsi Tarian Daerah di Indonesia
Tari dalam kehidupan sosial masyarakat memiliki tiga fungsi utama yaitu:
a. Tari untuk kebutuhan upacara kepercayaan (religi), disebut tari upacara.
b. Tari untuk kebutuhan hiburan/kesenangan, disebut tari hiburan/pergaulan.
c. Tari untuk memberikan kesenangan kepada pihak lain (penonton), disebut tari
pertunjukan.

5.Cara Melakukan Gerakan Senam Aerobik


Agar memperoleh kesegaran jasmani yang baik kita harus melatih semua komponen dasar
kesegaran jasmani yang terdiri dari :
d. Ketahanan jantung, peredaran darah dan pernapasan.
e. Ketahanan otot.
f. Kekuatan otot.
g. Kelenturan tubuh.
Dalam pelaksanaannya, senam aerobic mempunyai beberapa tahapan yang wajib untuk diikuti, yaitu :
a. Tahap pemanasan yang dapat dilakukan sekitar 10 menit
b. tahap latihan inti yang berkisar antara 15 hingga 20 menit
c. Tahap pendinginan atau pelemasan sekitar 15 menit
Waktu atau durasi yang diperlukan akan berubah seiring dengan intensitas dan tingkat latihan
yang berat.

XIV.Akuatik
1.Nomor-nomor yang di perlombakan dalam renang gaya punggung
Gaya punggung: 50 m, 100 m, 200 m

2. Cara Melakukan Start Renang Gaya Punggung


Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, dan gaya
kupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung melakukan
start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan
memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara
kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam

36 | H a l
3.Cara melakukanmeluncur,gerakan kaki,dan lengan pada renang gaya punggung
Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun
dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian
digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air
sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.
1. Gerakan kaki
a. Kaki kanan dan kiri digerakkan naik turun secara bergantian (seperti orang yang
sedang berjalan /seperti gaya bebas tetapi dengan posisi wajah menghadap ke atas)
b. Kaki digerakkan bergantian dengan cukup cepat agar arah renang Anda tidak
melenceng/berbelok

2. Gerakan tangan
a. Posisi awal satu tangan lurus di atas kepala
b. Kemudian langsung mengayuh ke belakang menuju pinggang
c. Kemudian angkat keluar dari permukaan air dan kembalikan ke posisi awal
d. Lakukan hal yang sama dengan tangan yang satunya
e. Jadi tangan kiri dan kanan bergerak secara bergantian, ketika tangan kiri keluar dari
dalam air, tangan kanan masuk ke dalam air, begitu seterusnya

4. Cara melakukanmeluncur,gerakan kaki, lengan dan pernafasan pada renang gaya


punggung
Kaki terus bergerak
a. Kaki kanan dan kiri digerakkan naik turun secara bergantian (seperti orang yang sedang
berjalan /seperti gaya bebas tetapi dengan posisi wajah menghadap ke atas)
b. Kaki digerakkan bergantian dengan cukup cepat agar arah renang Anda tidak
melenceng/berbelok
Dengan gaya ini, tidak akan ada masalah kesulitan dalam pengambilan nafas karena
wajah kita berada di atas air.

37 | H a l
Mungkin yang jadi masalah adalah apakah kita sudah sampai ujung kolam atau
belum, karena kita tidak bisa melihatnya (mata kita menghadap ke atas). Hal ini bisa diatasi
dengan menghitung gerakan tangan.

5. Cara melakukan perlombaan renang gaya punggung menempuh jarak 50 meter.


Menjelang tanda start, Perenang harus diatas garis permukaan air menghadap kesisi
tempat start, dengan kedua tangan memegang Grip, berdiri diatas atau didalam parit (Gutter)
atau menekuk jari diatas bibir parit tidak dibolehkan.
Pada tanda untuk start dan setelah pembalikan perenang harus melakukan tolakan dan
berenang dengan punggungnya sepanjang lomba, kecuali saat melakukan pembalikan. Posisi
normal pada punggung dapat meliputi satu gerakan badan berputar keatas, tetapi tidak
mencapai 90 derajat dari bidang horizontal, posisi kepala tidak dikaitkan.
Sebagian dari tubuh perenang harus memecah permukaan air sepanjang lomba. Di
izinkan bagi perenang untuk menyelam sepenuhnya selama pembalikan, pada saat finish atau
untuk satu jarak yang tidak lebih dari 15 meter setelah start dan setiap setelah pembalikan.
Pada titik itu kepala harus memecahkan permukaan air.
Bila melakukan pembalikan perenang harus menyentuh dinding dengan sebagian dari
tubuhnya. Dalam pembalikan bahu boleh berputar lebih dari vertical sampai dadanya
menghadap keair, setelah itu satu tarikan tangan langsung atau tarikan dua tangan bersamaan
dapat dilakukan untuk memulai pembalikan. Perenang harus kembali keposisi pada punggung
selagi dia meninggalkan dinding.
Dalam finish, perenang harus menyentuh dinding pada posisi terlentang (pada
punggung).

XV.Perkemahan
1.Bentuk Perkemahan
Ditinjau dari Lamanya Waktu, yaitu:
1. Perkemahan Satu Hari. Yang termasuk dalam Perkemahan satu hari adalah Pesta
Siaga
2. Perkemahan Sabtu Malam Minggu (Persami)
3. Perkemahan lebih dari tiga hari
Ditinjau dari Tempat Pelaksanaannya, yaitu:
1. Perkemahan Menetap

38 | H a l
2. Perkemahan Safari (Berpindah-pindah)
Ditinjau dari Tujuannya, yaitu:
1. Kemah Bakti. Seperti; Perkemahan Wirakarya (PW)
2. Kemah Pelantikan. Seperti; Perkemahan Pelantikan Tamu Ambalan, Pelantikan
Penggalang Ramu dan lain-lain
3. Kemah Lomba. Seperti; Lomba Tingkat (LT)
4. Kemah Rekreasi
5. Kemah Jambore. Seperti; Jambore Ranting (tingkat Kwartir Ranting/Kecamatan),
Jambore Cabang (tingkat Kwartir Cabang / Kabupaten/Kota, Jambore Daerah (tingkat
Kwartir Daerah / Provinsi, Jambore Nasional (tingkat Kwartir Nasional / se-
Indonesia).
6. Kemah Riset/Penelitian
Ditinjau berdasarkan jumlah pesertanya, yaitu:
1. Perkemahan satu regu/sangga
2. Perkemahan satu Pasukan/Ambalan/Racana
3. Perkemahan tingkat Ranting/Cabang/Daerah/Nasional/Regional/Dunia.

2.Perlengkapan yang di butuhkan dalam perkemahan


a) Ransel, gunakan ransel yang ringan dan anti air.
b) Pakaian perjalanan; bawalah pakaian dengan bahan yang kuat dan mempunyai banyak
kantong.
c) Pakaian tidur; selain training pack, bawa juga sarung untuk penahan dingin dan
sholat, bagi yang beragama islam.
d) Jaket tebal, dari bahan nilon berlapis kain dan berponco.
e) Kantung tidur (sleeping bag) dan alas tidur (matras).
f) Pakaian cadangan; masukan dalam plastic.
g) Peralatan makan; piring, sendok, garpu, gelas/mug, tempat air.
h) Peralatan mandi; gayung, sabun, sikat gigi, pasta gigi, sandal, handuk.
i) Peralatan masak; misting, kompor spiritus, kompor paraffin.
j) Sepatu; gunakan sepatu yang menutupi mata kaki.
k) Kaos kaki; membawa cadangan kaos kaki dan simpan dalam plastic.
l) Sarung tangan; untuk pelindung dan penahan dingin.
m) Topi.

39 | H a l
n) Senter; selain utnuk penerangan, berguna juga untuk memberi isyarat.
o) Peluit; berguna untuk berkomunikasi.
p) Korek api; baik itu korek api gas atau korek api kayu dan simpan dalam tabung bekas
film agar aman.
q) Ponco; berguna untuk jas hujan, tenda darurat, alat tidur dan lain-lain. Jika tidak ada
ponco, bawalah plastic tebal selebar taplak meja.
r) Obat-obatan pribadi.

3.Makanan yang harus dibawa pada perkemahan


• Buah-buahan dan sayuran. Mudah untuk menyimpan dan membawa. juga tahan lama
(labu siem,kentang,wortel, terong, jengkol bagi yg doyan dll)
• Beras,bubur, sereal termasuk oatmeal. Sereal dapat mudah disimpan dalam kantong
dan dibawa. Oatmeal sehat dan sangat baik saat sarapan. bubur banyak yg dijual
sachetan (buburku dll), kacang ijo juga bisa dibawa walau masaknya agak lama.
bubur sumsum juga
• Ikan dan Daging. rasanya enak bener dimakan kalo kemping gan. yang perlu
mendapat perhatian anda adalah cara membawanya. Jika Anda tidak dapat
menyimpannya dengan benar maka jangan dibawa. lebih bagus bila dimasak terlebih
dahulu(rendang,ayam ungkep,dll), kalo ikan paling asik ya bawa ikan asin .
• Minuman. banyak macemnya, mulai dari teh,kopi,bandrek,jus2an,soda dll.

4.Cara mendirikan tenda Perkemahan


Untuk memasang atau mendirikan tenda, pertama-tama gelarkan tenda tersebut
dengan lembaran alas yang terbentang rapi. Mantapkan kedudukan lembaran alas dengan
mematok pasak-pasak ditepi-tepiannya barulah kemudian memasang konstruksi tiang atau
rangka. Selesai itu, lembaran gantung secara benar dibentangkan diatasnya.
Membongkar tenda prinsipnya tidak berbeda, sebab tahapan-tahapannya merupakan
kebalikan dari saat memasangnya. Demikianlah, pertama-tama bongkar lembaran gantung
dan lipat dengan rapi. Bagian dalam tenda kemudian dibersihkan, demikian pula bagian-
bagian lain yang kotor. Bongkarlah konstrksi tiang atau rangkanya, lalu rapikan bagian atas
tenda dengan melipatnya rata diatas lembaran alas. Secara bertahap pasak-pasak dicabut
lembaran alas dilipat, sambil membersihkan lapisan bagian bawah tenda tersebut.

40 | H a l
Memasang tenda ditengah tiupan angin yang kencang sekali bukan merupakan pekerjaan
yang gampang. Pasanglah tenda tersebut sedemikian rupa, sehingga angin akan meniup tenda
secara memanjang. Tancapkan terlebih dahulu pasak-pasak disisi depan lembaran alas yang
berhadapan denan angin. Pastikanlah bahwa pasak-pasak tersebut sudah menahan lembaran
alas secara mantap, sehingga tenda tak mungkin lagi terbang ke tempat lain. Mintalah
seseorang untuk memegang sisi tenda diseberang, sehingga tenda tidak berkibar-kibar dan
menyulitkan pemasangan pasak-pasak berikutnya.
Setelah yakin bahwa sisi depan lembaran alas sudah tertancap kuat ditanah, barulah
memasang pasak-pasak lain disisi belakang tenda diseberangnya. Menyusul kemudian
pemasangan pasak-pasak berikutnya disisi selanjutnya. Setelah lembaran alas terpasang erat
ditanah, kini giliran memasang tiang atau rangka-rangkanya.
Memang ideal sekali mendirikan tenda dekat dengan sumber air dan terlindung dari
angin. Tetapi sayang, digunung lokasi ideal tidak gampang dicari, karena sering air berada
jauh dibawah jurang dan angin bertiup dimana-mana dengan kencang. Prinsip pokok
sekarang adalah mencari tempat sedatar mungkin untuk mendirikan tenda usahakanlah untuk
tidak mendirikan tenda dibawah pohon besar, karena ranting atau dahan yang lapuk mudah
sekali jatuh dan membahayakan orang dibawahnya. Adapun air, tentu saja harus
diperhitungkan dari semula, sehingga kalau perlu membawanya dari bawah.

5.Cara memberikan penyelamatan dan P3k terhadap luka ringan


Secara umum urutan Pertolongan Pertama pada korban kecelakaan adalah :
1. Jangan Panik
Berlakulah cekatan tetapi tetap tenang. Apabila kecelakaan bersifat massal, korban-
korban yang mendapat luka ringan dapat dikerahkan untuk membantu dan pertolongan
diutamakan diberikan kepada korban yang menderita luka yang paling parah tapi masih
mungkin untuk ditolong.
2. Jauhkan atau hindarkan korban dari kecelakaan berikutnya.
Pentingnya menjauhkan dari sumber kecelakaannya adalah untuk mencegah
terjadinya kecelakan ulang yang akan memperberat kondisi korban. Keuntungan lainnya
adalah penolong dapat memberikan pertolongan dengan tenang dan dapat lebih
mengkonsentrasikan perhatiannya pada kondisi korban yang ditolongnya. Kerugian bila
dilakukan secara tergesa-gesa yaitu dapat membahayakan atau memperparah kondisi korban.
3. Perhatikan pernafasan dan denyut jantung korban.

41 | H a l
Bila pernafasan penderita berhenti segera kerjakan pernafasan bantuan.
Pendarahan yang keluar pembuluh darah besar dapat membawa kematian dalam
waktu 3-5 menit. Dengan menggunakan saputangan atau kain yang bersih tekan tempat
pendarahan kuat-kuat kemudian ikatlah saputangan tadi dengan dasi, baju, ikat pinggang,
atau apapun juga agar saputangan tersebut menekan luka-luka itu. Kalau lokasi luka
memungkinkan, letakkan bagian pendarahan lebih tinggi dari bagian tubuh.
5. Perhatikan tanda-tanda shock.
Korban-korban ditelentangkan dengan bagian kepala lebih rendah dari letak anggota
tubuh yang lain. Apabila korban muntah-muntah dalm keadaan setengah sadar, baringankan
telungkup dengan letak kepala lebih rendah dari bagian tubuh yang lainnya. Cara ini juga
dilakukan untuk korban-korban yang dikhawatirkan akan tersedak muntahan, darah, atau air
dalam paru-parunya. Apabila penderita mengalami cidera di dada dan penderita sesak nafas
(tapi masih sadar) letakkan dalam posisi setengah duduk.
6. Jangan memindahkan korban secara terburu-buru.
Korban tidak boleh dipindahakan dari tempatnya sebelum dapat dipastikan jenis dan
keparahan cidera yang dialaminya kecuali bila tempat kecelakaan tidak memungkinkan bagi
korban dibiarkan ditempat tersebut. Apabila korban hendak diusung terlebih dahulu
pendarahan harus dihentikan serta tulang-tulang yang patah dibidai. Dalam mengusung
korban usahakanlah supaya kepala korban tetap terlindung dan perhatikan jangan sampai
saluran pernafasannya tersumbat oleh kotoran atau muntahan.

7. Segera transportasikan korban ke sentral pengobatan.


Setelah dilakukan pertolongan pertama pada korban setelah evakuasi korban ke
sentral pengobatan, puskesmas atau rumah sakit. Perlu diingat bahwa pertolongan pertama
hanyalah sebagai life saving dan mengurangi kecacatan, bukan terapi. Serahkan keputusan
tindakan selanjutnya kepada dokter atau tenaga medis yang berkompeten.

42 | H a l
43 | H a l