Disusun Oleh : Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah dan Ani Oktarini

Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++

Pengenalan Bahasa C++
1.1. Sejarah Singkat
1.1.1. Sekilas Perkembangan Bahasa C

1

Bahasa C dikembangken di Bell lab pada tahun 1972 ditulis pertama kali oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie merupakan bahasa turunan atau pengembangan dari bahasa B yang ditulis oleh Ken Thompson pada tahun 1970 yang diturunkan oleh bahasa sebelumnya, yaitu BCL. Bahasa C, pada awalnya dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dioperasikan pada sistem operasi UNIX. Bahasa C merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah yaitu diantara bahasa tinggat rendah dan tingkat tinggi yang biasa disebut dengan Bahasa Tingkat Menengah. Bahasa C mempunyai banyak kemampuan yang sering digunakan diantaranya kemampuan untuk membuat perangkat lunak, misalnya dBASE, Word Star dan lain-lain.

1.1.2.

Sekilas Tentang C++

Pada tahun 1980 seorang ahli yang bernama Bjarne Stroustrup mengembangkan beberapa hal dari bahasa C yang dinamakan “C with Classes” yang pada mulanya disebut “a better C” dan berganti nama pada tahun 1983 menjadi C++ oleh Rick Mascitti, dibuat di Laboratorium Bell, AT&T. Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifatsifatnya yang disebut dengan Object Oriented Programming (OOP), yang mempunyai tujuan utamanya adalah membantu dan mengelola program yang besar dan kompleks.

1.1.3.

Perbedaan Antara Bahasa C Dengan C++

Bahasa C merupakan bahasa pemrograman prosedural, di mana penyelesaian atas suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut ke dalam sub-sub masalah yang lebih kecil. Sedangkan C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Object Oriented Programming (OOP). Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan mendefinisikan class-class yang merupakan a.-class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari objek-objek fisik. Class tersebut berisi keadaan objek, anggota-anggotanya, dan kemampuan dari objeknya. Setelah beberapa class dibuat, masalah dipecahkan menggunakan class.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

2

Modul Algoritma Pemrograman I

1.2. Pengenalan IDE Borland C++
IDE merupakan singkatan dari Integrated Development Environment, merupakan Lembar kerja terpadu untuk pengembangan program. IDE dari Borland C++, dapat digunakan untuk: 1. 2. 3. 4. 5. Menulis Naskah Program. Mengkompilasi Program ( Compile ) Melakukan Pengujian Program ( Debugging ) Mengaitkan Object dan Library ke Program ( Linking ) Menjalankan Program ( Running )

Untuk mengaktifkan aplikasi Borland C++, lakukanlah langkah-langkah berikut ini: Klik tombol Start pilih Program Borland C++ 5.02 klik Borland C++

Gambar 1.1. Menu Untuk Mengaktifkan Program Borland C++ Berikut lDE dari Borland C++, seperti gambar dibawah ini:

Gambar 1.2.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

3

Modul Algoritma Pemrograman I Layar Pembuka Borland C++ Menu Bar Tools Bar Jendela Editor Jendela Message Status Bar Gambar 1. waktu yang sedang berjalan). Jendela Message Tempat untuk menampilkan pesan-pesan pada proses kompilasi dan link program. Run. Pradita. Debug.CPP d. save. Project. yaitu: a. run dan lainlain. Frieyadie. Baris Menu ( Menu Bar ) Menu utama terdiri dari. File. Ilamsyah. maka akan diberikan pesan kesalahannya yang kemudian dapat didouble klik pada pesan tersebut untuk mendapatkan petunjuk di baris yang mana terdapat kesalahannya. Window dan Help. Baris Status (Status Bar) Baris yang akan menampilkan keterangan-keterangan pada saat mengaktifkan menu bar dan sub menu serta keterangan-keterangan lain (seperti petunjuk baris dan kolom. dan Ani Oktarini 4 . e. Search. compiler. Baris Peralatan (Tools Bar) Baris yang menampilkan shortcuts (icons) untuk mempermudah pengguna dalam pembuatan program-program C++.02 IDE pada Borland C++. Compile. Edit. Jika ada kesalahan sintax program maupun varibel dan objek. Sopiyan. Jika pertama kali anda membuat program. Jendela Editor Tempat untuk pengetikan program dan membuat program. terbagi menjadi 4 (empat) bagian. Options. c.3. seperti icon open. IDE Borland C++ 5. b. nama file jendela editor adalah NONAME00.

} Contoh-1 1.4. Model Memori Borland C++. apabila ditempatkan sebelum funtuator }.h) 2.Modul Algoritma Pemrograman I 1. mempunyai enam model memori untuk program dan data. dan Ani Oktarini 5 . apabila ingin menggunakan perintah cout maka harus menggunakan file header iostream. setiap fungsi terdiri dari satu atau beberapa pernyataan yang melaksanakan tugas tertentu. Struktur program C++ terdiri sejumlah blok fungsi. Frieyadie. sama seperti struktur program C yang terdahulu. Model Tiny Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data tidak lebih dari 64 Kb. getch(). tanda { dan } sebagai punctuator yang awal blok program hingga akhir blok program 4. Struktur Program C++ Struktur program C++.3. Pradita. #include <file-header> merupakan preprocessor pada C++ untuk pemanggilan file header yang memuat beberapa perintah-perintah dari C++ (contoh. Model-model memori tersebut adalah: a. cout merupakan perintah keluaran pada C++ 5. Bentuk Umum: #include <file-header> main() { pernyataan. maka berfungsi sebagai penahan dari tampilan hasil 1. Sopiyan. Ilamsyah. main() merupakan awal mula dari blok program utama 3.

dan Ani Oktarini 6 . Cara mengaktifkannya : Klik Menu File Klik New Text Edit Gambar 1. Ilamsyah. Model Large Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data lebih dari 64 K. d.5. Model Medium Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program tidak lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K.5 Cara Menampilkan Text Edit Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I b. kemudian dijalankan untuk menampilkan hasilnya yang mempunyai ekstensi file . Model Compact Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K. Sopiyan. e. d. Pradita. c. Membuat File Editor File Editor merupakan file kode program yang dapat dikompilasi.CPP. Model Huge Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk menyimpan satu jenis data. Model Small Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk masing-masing program dan data tidak lebih dari 64 Kb. 1.

Sopiyan. Frieyadie. maka selanjutnya disimpan dengan cara : a. Menyimpan File Editor Setelah selesai mengetikan naskah program yang baru pada jendela Text Edit. Ilamsyah. Hotkey yang ada bisa gunakan untuk menyimpan dengan menekan tombol Ctrl + KS. Menekan HotKey Ctrl + KS. Jendela Save File As Pada Borland C++ 5. Pradita.7. Save All Digunakan untuk menyimpan semua File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk.6 Jendela Text Edit 1. Kik Menu File  Save b. dan Ani Oktarini 7 . Selanjutnya tampil jendela Save File As. diantaranya yaitu : Save Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk.6.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1.02 terdapat tiga cara menyimpan file editor. Save As Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk dengan nama file yang berbeda. seperti dibawah ini : Gambar 1.

8 Kotak Dialog Compile 1.Modul Algoritma Pemrograman I 1.exe ) dan sekaligus menjalankan program. dan Ani Oktarini 8 . selanjutnya tampil hasil seperti gambar 1. yaitu dengan cara : a. proses linking. yaitu dengan cara: a. Ilamsyah. seperti dibawah ini : Gambar 1. Kik Menu Debug Run b.melakukan proses linking. Menjalankan Program Proses Run merupakan suatu proses menterjemahkan program.7. Sopiyan. Menterjemahkan Program Proses Compile merupakan suatu proses menterjemahkan program dari bahasa manusia kedalam bahasa yang dimengerti oleh komputer yaitu bahasa mesin. membuat file eksekusi ( . Pradita. seperti dibawah ini : Gambar 1. Menekan HotKey Ctrl + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Run.9 Kotak Dialog Run Setelah proses menterjemahkan program. Menekan HotKey Alt + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Compile.8. Kik Menu Debug Compile b.10 dibawah ini : Frieyadie.

Mencetak File Editor Penjelasan Mencetak file program pada jendela yang sedang aktif dengan cara Klik File Print Selanjutnya tampil Jendela Print Option.10. dengan cara : Klik Menu File Open Selanjutnya tampil Jendela Open. dan Ani Oktarini 9 . Membuka File Editor Penjelasan Membuka atau memanggil file editor yang sudah pernah dibuat.10 Contoh Hasil Keluaran Program 1. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. seperti dibawah ini : Gambar 1. Sopiyan.11 Jendela Open File pada C++ 1. seperti dibawah ini : Frieyadie.9. Pradita.

Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Keluar dari Borland C++ 5. dengan cara File Exit Frieyadie.12 Jendela Print Option 1. Sopiyan. Pradita.11.02. dan Ani Oktarini 10 .02 Keluar dari Aplikasi Borland C++ 5.

d 32767 -32768 s.147.2.4 x 10-4932 s.147.d 1.7 x 10-308 s.435.d 32767 -2. yang dimiliki oleh Borland C++.967. antara lain: Frieyadie.2. adalah : Unsigned digunakan bila data yang digunakan hanya data yang positif saja. Konstanta Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap. Tabel 2. Ilamsyah. Sopiyan. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian.295 2. dan Ani Oktarini 11 .d 1. Pengenalan Tipe Data Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar dan 3 tipe tambahan. yaitu: • Konstanta Bilangan • Konstanta Teks A.1.647 3.d 3. diantaranya: Tabel 2.4 x 10-38 s.1. Tipe Data Tipe Data Char Int Short Long Float Double Long Double Ukuran Memori 1 Byte 2 Byte 2 Byte 4 Byte 4 Byte 8 Byte 10 Byte Jangkauan Nilai -128 s. Konstanta Bilangan Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok. Perintah Masukan dan Keluaran BORLAND C++ 2 2.d 127 -32768 s.648 s.294.7 x 10+308 3.d 2. Tipe Data Tambahan Tambahan Tipe Data Jumlah Memori Jangkauan Nilai Unsigned Integer Unsigned Character Unsigned Long Integer 2 Byte 1 Byte 4 Byte 0 – 65535 0 – 255 0 – 4.Modul Algoritma Pemrograman I Pengenalan Model Data.435.4 x 10+38 1. Pradita.1 x 10+4932 5–7 15 – 16 19 Jumlah Digit Tipe Data Tambahan.

Data karakter hanya terdiri dari sebuah karakter saja yang diapit oleh tanda kutip tunggal ( ‘ ).Modul Algoritma Pemrograman I 1. yaitu : • Bentuk Desimal ( contoh : 5. const float phi = 3. Data String merupakan rangkaian dari beberapa karakter yang diapit oleh tanda kutip ganda ( “ ). Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point ) Konstanta Floating Point. Adalah bilangan yang tidak mengandung nilai desimal. Data karakter dapat berbentuk abjad ( huruf besar atau kecil ). Data Teks (String). Contoh : 1. Ini merupakan nilai default pada konstanta bilangan. Pradita. Sopiyan. Contoh : “Virusland”. antara lain. 2. angka. tetapi Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar. notasi atau simbol. Konstanta Bilangan Bulat (Integer). C. B. Pada deklarasi konstanta bilangan desimal (floating point) harus diikutsertakan model dari tipe datanya. “Y” dan lain-lain.22e3 4. Frieyadie. Contoh: const x = 89. Data Karakter (Character). atau const tipe_data nama_konstanta = nilai konstanta. “Jakarta”.14.57 ) • Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat ( contoh : 4. Ilamsyah. Konstanta Teks Dalam hal ini konstanta teks dibagi menjadi dua kelompok. Bentuk penulisannya : const nama_konstanta = nilai konstanta. 1. “AMIK BSI”.22 x 103 )s 3. Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision ) Konstanta Double Precision. 2. 3. Deklarasi Konstanta Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved word const. pada prinsipnya sama seperti Konstanta Floating Point. mempunyai bentuk penulisan. 100 2. dan Ani Oktarini 12 . Contoh : ‘Y’ ‘y’ ‘9’ ‘&’ dan lain-lain.

dibagi menjadi dua jenis kelompok. mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain : 1. yaitu : • Variabel Numerik • Variabel Teks A. Tabel 2. Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau Floating Point. seperti integer atau character dan nama variabel itu sendiri. Deklarasi Variabel Adalah proses memperkenalkan variabel kepada Borland C++ dan pendeklarasian tersebut bersifat mutlak karena jika tidak diperkenalkan terlebih dahulu maka Borland C++ tidak menerima variabel tersebut.3. Deklarasi Variabel TIPE VARIABEL Integer Floating Point Double Precision Karakter Unsigned Integer Unsigned Character Long Integer Unsigned Long Integer Bentuk penulisannya : Tipe data nama variabel. Bilangan Bulat atau Integer 2. ). Sopiyan. Character ( Karakter Tunggal ) 2. dan Ani Oktarini 13 . 2. Variabel Adalah suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang mempunyai nilai atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program. B. Variabel Numerik Variabel numerik ini dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) macam : 1. Pradita. SIMBOL DEKLARASI Int Float Double Char unsigned int unsigned char long int unsigned long int Frieyadie. 3.Modul Algoritma Pemrograman I 2. Tidak boleh ada spasi ( contoh : gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ ) sebagai penghubung (contoh : gaji_bersih). Ilamsyah. String ( Untuk Rangkaian Karakter ) C. Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau Double Precision. Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika. Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel. Setiap kali pendeklarasian variabel harus diakhiri oleh tanda titik koma ( . Dalam pemberian nama variabel. Variabel. Variabel Text 1.3.

String-Kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu format.4. Argumen ini dapat berupa variabel.2).Modul Algoritma Pemrograman I Contoh Deklarasi char nama_mahasiswa[20].’b’. Perintah Keluaran Perintah standar output yang disediakan oleh Borland C++. char grade. float rata_rata . …). int nilai. konstanta dan ungkapan. Pradita. Ilamsyah. argumen-2. Tabel 2. printf("string-kontrol". Penentu Format Printf( ) TIPE DATA Penentu Format Untuk printf( ) Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Bentuk Desimal dan Pangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer %d %f %e %g %lf %c %s %u %ld %lu %x %o printf(“%c merupakan abjad yang ke .4.4.1 printf( ) Fungsi printf( ) merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar. Frieyadie.%d”. 2. dan Ani Oktarini 14 . Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler mengenai jenis data yang dipakai dan akan ditampilkan. diantaranya adalah : printf( ) puts( ) putchar( ) cout( ) 2. argumen-1. Sopiyan.

Hal tersebut dapat diatur lebar field-nya dan jumlah desimal yang ingin dicetak.5. Penggunaan Penentu Lebar Field Bila ingin mencetak atau menampilkan data yang bertipe data FLOAT atau pecahan.h> #include <conio. tampilan yang tampak biasanya kurang bagus.a2). nilai). a2=77. printf("Nilai Tugas 2: %2f ". clrscr( ). Berikut bentuk penulisannya: Contoh-2 #include<stdio.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1 #include <stdio.a1). Sopiyan. Pradita. int nilai = 100. 1 Hasil Contoh 1 a.h> main( ) { char nama =”dita”. Ilamsyah. getch( ).50. clrscr( ). } Gambar 2.h> #include<iostream.h> #include<conio. dan Ani Oktarini 15 . nama.h> main( ) { float a1=87.h> #include<iostream. printf(“hai %s. printf("Nilai Tugas 1: %2f \n". jika tidak menggunakan penentu lebar field adalah: Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. Kamu mendapatkan Nilai %i” .

2f".h> #include<conio. jika menggunakan penentu lebar field adalah Gambar 2. Beberapa Escape Sequences lainnya antara lain : Tabel 2. } Output yang akan dihasilkan. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 #include<stdio. Sopiyan. getch( ). Escape Sequences menggunakan notasi “ \ ” ( back slash ) jika karakter terdapat notasi “\” ini sebagai karakter “escape” ( menghindar).h> #include<iostream. printf("Nilai Tugas 2: %2.h> main( ) { float a1=87. 3 Hasil Contoh 3 b.50. Ilamsyah. clrscr().a2). Escape Sequences ESCAPE SEQUENCES PENGERTIAN \b \f \n \r \t \' Backspace Formfeed Baris Baru Carriage Return Tab ( default = 8 karakter ) Tanda kutip tunggal ( ' ) Frieyadie.5. a2=77. Penggunaan Escape Sequences. printf("Nilai Tugas 1: %2.a1).2f \n".5. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. dan Ani Oktarini 16 .

(aaa menunjukkan angka ASCII ybs ) Contoh-4 #include<stdio. Sopiyan.2f \t %8.2f ".2. yaitu %s puts( ) data Tidak Perlu penentu tipe data string. Perbedaan fungsi puts( ) dengan printf( ) untuk tipe data string printf( ) Harus menentukan tipe untuk data string. Frieyadie.nama2[10]="Ani". Untuk mencetak pindah baris memerlukan notasi ‘ \n ‘ tidak perlu notasi ‘ \n ‘ . b = 90. karena sudah dibeikan secara otomatis.4.h> #include<conio. printf("\n%8. a. } Gambar 2. 4 Hasil Contoh 4 2. karena fungsi ini khusus untuk tipe data string. puts( ) Perintah puts( ) sebenarnya sama dengan printf().Modul Algoritma Pemrograman I \" \\ \xaa \aaa Tanda Kutip Ganda ( " ) Backslash Kode ASCII dalam hexadecimal. Untuk mencetak pindah baris.c). puts( ) berasal dari kata PUT STRING.b. yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar.8.nama3). c = 98. clrscr( ). Perbedaan antara printf( ) dengan puts( ) adalah : Tabel 2.nama3[10]="Fitri".2f \t %8.6. ( aa menunjukkan angka ASCII ybs ) Kode ASCII dalam octal. float a = 88. nama1. Pradita.5.h> main( ) { char nama1[10]="Dita". dan Ani Oktarini 17 . printf("%8s\t %7s\t %8s ". getch( ).2.nama2. Ilamsyah.

dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 2. putchar('B'). puts(a). puts("Anda Kuliah di ").h> #include <conio. 5 Hasil Contoh 5 2. dan Ani Oktarini 18 . } Output yang akan dihasilkan. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. Ilamsyah. Contoh-5 #include <stdio. putchar('I'). putchar('0'). putchar( ) Perintah putchar( ) digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar. putchar('S').h> main() { char nama[5] = "BSI". putchar('2').4. putchar('-').3.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-5 #include <stdio. Pradita. clrscr().h> main( ) { clrscr( ). getch( ). putchar('9'). Sopiyan. Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris.h> #include <conio. putchar('0').

jumbar2=23.h> #include <conio. Untuk menggunakan fungsi cout ini. cout Fungsi cout merupakan sebuah objeck didalam Borland C++ digunakan untuk menampilkan suatu data kelayar. endl end flush() dec() hex() oct() setbase() setw() setfill() setprecision() setosflags() Frieyadie. 7 Hasil Contoh 7 2. Ilamsyah.5.h> #include <iostream. Fungsi Manipulator Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layar. getch( ). 6 Hasil Contoh 6 2. Ada beberapa fungsi manipulator yang disediakan oleh Borland C++.4. cout<<" Jumlah Barang 2: "<<jumbar2. Contoh-7 #include <stdio. dan Ani Oktarini 19 . clrscr( ). dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 2.h> main( ) { int jumbar1=150. cout<<"Jumlah Barang 1: "<<jumbar1.4. harus menyertakan file header iostream. Pradita.h . } Output yang akan dihasilkan. untuk mengguakan manipulator ini file header yang harus disertakan file header iomanip. antara lain.h .4.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. Sopiyan.

cout<<"Nim :"<<nim<<endl.h . Contoh-9 # include <stdio. 20 Frieyadie. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 2.h> # include <conio. clrscr( ).. cout<<"Alamat :"<<alamat<<endl. Fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter kefile didisk atau modem dan mangakhirinya dengan karakter NULL. File header yang harus disertakan adalah file header iostream. Contoh-8 # include<stdio. cout<<"Nama :"<<nama<<endl. dan Ani Oktarini .h . char alamat[20]="Jakarta Selatan". b.h> # include <iostream. 8 Hasil Contoh 8 b. getch( ). Sopiyan.h> # include<conio. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan.nama[15]="Andi". Pradita. File header yang harus disertakan adalah file header iostream.h> # include<iostream. c. ends ends merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menambah karakter null ( nilai ASCII NOL ) kederetan suatu karakter.h> main( ) { int a. endl endl merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyisipkan karakter NewLine atau mengatur pindah baris. d. diantaranya: a.h> main( ) { char nim[9]="12098890". Fungsi ini sangat berguna untuk piranti keluaran berupa file di disk.Modul Algoritma Pemrograman I Berikut akan dibahas beberapa fungsi manipulator.

h> main( ) { int nilai = 320. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Nilai ke Hexadesimal = "<<hex<<nilai<<endl. 9 Hasil Contoh 9 c. Sopiyan. getch( ).h> # include <iomanip. oct dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk desimal(bilangan berbasis 10). clrscr( ). oktal(bilangan berbasis 8) dan hexadesimal(bilangan berbasis 16). oct dan hex dec. Contoh-10 # include <stdio. cout<<"Nilai ke Octal = "<<oct<<nilai<<endl. c = a % b.h> # include <iostream. cout<<"Hasil dari D = A * B adalah "<<d<<ends. cin>>b. getch( ). cout<<"Nilai ke Desimal = "<<dec<<nilai<<endl. Pradita. cout<<"Masukan Nilai A : ". dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 2. cout<<"Masukan Nilai B : ".h . } Output yang akan dihasilkan. dec.h> # include <conio. File header yang harus disertakan adalah file header iomanip. cout<<"Nilai Awal= "<<nilai<<endl. cout<<"Hasil dari C = A % B adalah "<<c<<ends. cin>>a. dari program contoh-10 diatas adalah: Frieyadie. dan Ani Oktarini 21 . d = a * b.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ).

Sopiyan. cout<<setiosflags(ios::fixed).h . cout<<setprecision(4)<<c<<endl. getch( ). 10 Hasil Contoh 10 d. c = a * b.54. Contoh-11 # include <conio. b = 12. cout<<setprecision(5)<<c<<endl.h> # include <iomanip. a = 25.c. dan Ani Oktarini 22 . } Output yang akan dihasilkan. 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie.h> main( ) { float a. cout<<setprecision(3)<<c<<endl.h> # include <iostream. cout<<setprecision(2)<<c<<endl.23. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). Pradita. Ilamsyah. cout<<setprecision(1)<<c<<endl. dari program contoh-11 diatas adalah: Gambar 2. setprecision( ) Fungsi setprecision( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan. file header yang harus disertakan adalah file header iomanip.b.

Bentuk penulisannya : setbase(base bilangan).h> # include <iostream.a++) { cout<<setbase(10)<<a<<" ". } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Decimal Octal Hexadecimal"<<endl. for(a=250. Hasil Contoh-12 Frieyadie. clrscr( ). } getche( ). Decimal dan Hexadecimal.12. cout<<"----------------------------"<<"\n". cout<<setbase(8)<<a<<" ".h> main( ) { int a = 250.a<=260. cout<<setbase(16)<<a<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I e. setbase( ) setbase( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi bilangan Octal. Ilamsyah. yaitu : • Octal = basis 8 • Decimal = basis 10 • Hexadecimal = basis 16 Contoh-12 //Penggunaan Manipulator setbase() # include <stdio.h .h> # include <conio. dari program contoh-12 diatas adalah: Gambar 2. Pradita. dan Ani Oktarini 23 . Base bilangan merupakan base dari masing-masing bilangan. File header yang harus disertakan file header iomanip. cout<<"Penggunan Manipulator setbase()"<<"\n\n". Sopiyan.h> # include <iomanip.

dari program contoh-13 diatas adalah: Gambar 2. Bentuk penulisannya : setw(int n). n = merupakan nilai lebar tampilan data. Contoh-13 // Penggunaan Manipulator setw() # include <stdio. } Output yang akan dihasilkan.h . Ilamsyah.h> # include <conio.13. integer.h> main( ) { int a. cout<<"-------------------------------"<<"\n". cout<<"Penggunan Manipulator setw()"<<"\n\n". dan Ani Oktarini 24 .h> # include <iostream. setw() setw() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar tampilan dilayar dari suatu nilai variabel. clrscr( ).a++) { cout<<setw(a)<<a<<endl. for(a=1. File header yang harus disertakan file header iomanip.Modul Algoritma Pemrograman I f.a<=15. Pradita. } cout<<"-------------------------------"<<"\n". getche( ). Sopiyan. Hasil Contoh-13 Frieyadie.h> # include <iomanip.

Pradita.h> # include <iostream. Bentuk penulisannya : setfill(charakter).h . File header yang harus disertakan file header iomanip.a<=15. cout<<"Penggunan Manipulator setfill()"<<"\n\n".h> # include <iomanip. Hasil Contoh-14 Frieyadie. cout<<setw(a)<<a<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I g.h> main( ) { int a. cout<<"-------------------------------"<<"\n". Sopiyan. for(a=1. dan Ani Oktarini 25 . Ilamsyah. Contoh-14 // penggunaan setfill dan setw( ) # include <stdio. } getche( ).14. setfill() setfill() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk manampilkan suatu karakter yang ditelakan didepan nilai yang diatur oleh fungsi setw(). clrscr( ).h> # include <conio. dari program contoh-14 diatas adalah: Gambar 2.a++) { cout<<setfill('-'). } Output yang akan dihasilkan.

Tanda Format Keluaran Notasi Konversi Tanda format yang digunakan untuk keluaran Notasi. ios::left digunakan untuk mengatur perataan sebelah kiri ios::right digunakan untuk mengatur perataan sebelah kanan Contoh-15 //tanda format ios::left dan ios::right # include <stdio.. antara lain.h> # include <iomanip. Pradita.15. Hasil Contoh-15 2. Sopiyan. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<b. ios::fixed digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi desimal. yaitu: ios::scientific digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi eksponensial. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<a.h> # include <conio. clrscr( ). cout<<endl. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<b. 1. Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { int a = 75. file header yang harus disertakan file header iomanip. Ilamsyah.h> # include <iostream. Tanda Format Perataan Kiri dan Kanan Tedapat dua buah tanda format yang digunakan untuk perataan kiri dan kanan. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<a. setiosflags( ) Fungsi setiosflags( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur sejumlah format keluaran data. pengaturan terhadap lebar variabel untuk perataan kiri dan kanan ini melalui fungsi setw( ). b = 56. getche( ). cout<<"Rata Sebelah Kanan = ".h . dan Ani Oktarini 26 . Ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags( ). cout<<"Penggunaan ios::left dan ios::right\n\n". cout<<"Rata Sebelah Kiri = ". dari program contoh-15 diatas adalah: Gambar 2.Modul Algoritma Pemrograman I h.

} Output yang akan dihasilkan.h> # include <iomanip.h> # include <iostream. cout<<"Hasil ios::fixed dari 56. Hasil Contoh-16 3. cout<<"Bilangan Decimal dar 75 = ". cout<<setiosflags(ios::dec)<<75<<endl. yaitu: ios::dec digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis desimal.h> main( ) { clrscr( ).45<<endl. Sopiyan. Octal dan Hexadecimal. ios::oct digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis oktal.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-16 //tanda format ios::scientific dan ios::fixed # include <stdio. Pradita. cout<<setiosflags(ios::fixed)<<56. cout<<"\n\n". cout<<setiosflags(ios::scientific)<<75. dari program contoh-16 diatas adalah: Gambar 2. cout<<"\nHasil ios::scientific dari 75.45 adalah ". getche( ).h> # include <conio.h> # include <iostream. cout<<"Penggunaan ios::scientific dan ios::fixed\n". Frieyadie.65 adalah ". Contoh-17 //tanda format ios::dec. ios::oct.h> # include <iomanip. cout<<"Bilangan Octal dari 10 = ". cout<<"Bilangan Hexadecimal dari 15 = " cout<<setiosflags(ios::hex)<<15.h> main( ) { clrscr( ). Ilamsyah. Oct dan Hex Terdapat tiga macam tanda format yang digunakan untuk konversi keluaran dalam basis Decimal.16.h> # include <conio. ios::hex # include <stdio. ios::hex digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis heksadesimal. getche( ). cout<<setiosflags(ios::oct)<<10<<endl. Tanda Format Konversi Dec. dan Ani Oktarini 27 .65.

cout<<"-------------------------\n". clrscr( ). dari program contoh-18 diatas adalah: Frieyadie.a+5). cout<<"-------------------------\n". Hasil Contoh-17 4. cout<<"Konversi Konversi \n".h> # include <iomanip.h> # include <iostream. Tanda Format Manipulasi Huruf Hexadecimal Untuk keperluan memanipulasi atau mengubah huruf pada notasi hexadecimal dengan menggunakan tanda format: ios::uppercase digunakan untuk mengubah huruf pada notasi huruf hexadecimal. for (a=1. Pradita. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 28 . cout<<setiosflags(ios::uppercase)<<hex<<a<<endl. cout<<"Penggunaan ios::uppercase\n". Contoh-18 //tanda format ios::uppercase # include <stdio. for (a=1. cout<<"Tanpa Dengan \n".h> main( ) { int a. } getche( ). Sopiyan. Ilamsyah. a<=15. a++) cout<<hex<<a<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan.17.h> # include <conio. dari program contoh-17 diatas adalah: Gambar 2. a++) { gotoxy(15. a<=15.

Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. cout<<"Decimal Hexadecimal Oktal \n". a++) { gotoxy(4. cout<<"----------------------------\n". Sopiyan. a<=15.h> main( ) { int a. for (a=1. cout<<"----------------------------\n". } for (a=1. Contoh-19 //tanda format ios::showbase # include <stdio. a<=15.a+5). cout<<dec<<a<<endl.h> # include <conio. cout<<setiosflags(ios::showbase).18 Hasil Contoh-18 5.a+5). Tanda Format Keluaran Dasar Bilangan Hexadecimal dan Octal Untuk keperluan menampilkan dasar bilangan Hexadecimal dan Oktal dengan menggunakan tanda format: • ios::showbase digunakan untuk menampilkan tanda 0x (nol-x) diawal pada tampilan bilangan hexadecimal dan 0 (nol) diawal pada tampilan bilangan decimal.h> # include <iomanip. Pradita. cout<<"Penggunaan ios::showbase\n". Ilamsyah.h> # include <iostream. a++) { gotoxy(15. dan Ani Oktarini 29 . clrscr( ). Frieyadie.

h> # include <iostream. Tanda Format Menampilkan Titik Desimal Untuk keperluan menampilkan titik desimal dengan menggunakan tanda format: • ios::showpoint digunakan untuk menampilkan titik desimal pada bilangan yang tidak mempunyai titik desimal pada tipe data float atau double. cout<<oct<<a<<endl. Frieyadie. dan Ani Oktarini 30 .a+5).h> # include <conio. clrscr( ). } cout<<"----------------------------\n". a++) { gotoxy(25. Hasil Contoh-19 6. a<=15. Sopiyan. Pradita. } for (a=1. //-> tanpa tanda format ios::showpoint cout<<"Tanpa tanda format ios::showpoint"<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<hex<<a<<endl. dari program contoh-19 diatas adalah: Gambar 2.h> main() { double a = 78. } Output yang akan dihasilkan. getche( ). Ilamsyah. Contoh-20 //tanda format ios::showpoint # include <stdio.19.h> # include <iomanip.

cout<<"Variabel a = "<<a<<endl. Hasil Contoh-20 7. clrscr( ).h> # include <conio.h> # include <iostream. cout<<"\n\n". b = -9. dari program contoh-21 diatas adalah: Frieyadie. cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. Ilamsyah. cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. dari program contoh-20 diatas adalah: Gambar 2. } Output yang akan dihasilkan.h> # include <iomanip. getche(). cout<<"Tanpa Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". Tanda Format Menampilkan Simbol Plus ( + ) Untuk keperluan menampilkan simbol Plus ( + ) pada bilangan genap dengan menggunakan tanda format: • ios::showpos digunakan untuk menampilkan simbol plus (+) pada variabel yang memiliki nilai bilangan positif. Pradita. getche( ). dan Ani Oktarini 31 . cout<<"Dengan Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". } Output yang akan dihasilkan. cout<<setiosflags(ios::showpos). cout<<setiosflags(ios::showpoint).Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Variabel a = "<<a<<"\n\n". Sopiyan. //-> dengan tanda format ios::showpoint cout<<"Dengan tanda format ios::showpoint"<<endl. Contoh-21 //tanda format ios::showpos # include <stdio.h> main( ) { int a = 8.20.

h> #include<iostream. Hasil Contoh-21 2.h> Penentu Format Untuk scanf( ) %d %e atau %f %e atau %f %lf %c %s %u %ld %lu %x %o Frieyadie. Ilamsyah. Penentu Format scanf( ) TIPE DATA Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer Contoh-22 #include<stdio.1.7. scanf( ) Fungsi scanf( ) digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: scanf("penentu format". dan Ani Oktarini 32 . diantaranya adalah: scanf( ) gets( ) cout( ) getch( ) getche( ) 2.5. Perintah Masukan Perintah standar input yang disediakan oleh Borland C++. simbol & merupakan pointer yang digunakan untuk menunjuk kealamat variabel memori yang dituju.21.5. &nama-variabel). Sopiyan.h> #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. Tabel 2. Pradita.

clrscr( ).&hobby).8. printf("\tBIODATA SAYA\n").kelas[20].Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { char nama[15]. Perbedaan scanf( ) dengan gets( ) scanf( ) gets( ) Tidak dapat menerima string yang Dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan mengandung spasi atau tab dianggap sebagai data terpisah dan masing dianggap sebagai satu kesatuan data.scanf("%s". gets( ) Fungsi gets( ) digunakan untuk memasukkan data string. Frieyadie. printf("Nama : "). char nm2[20].&nama). Pradita.scanf("%s".h> main( ) { char nm1[20]. dari program contoh-22 diatas adalah: Gambar 2. dan Ani Oktarini 33 . Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: gets(nama-variabel-array). clrscr( ).5.&kelas). getch( ). Sopiyan.h> # include <conio.scanf("%s". printf("Kelas: "). Perbedaan antara scanf( ) dengan gets( ) adalah: Tabel 2. Contoh-23 # include <stdio.2.hobby[15]. printf("Hobby: "). 22 Hasil Contoh 22 2. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan.

nm1). harus menyertakan file header iostream. cin>>nilai1. dari program contoh-23 diatas adalah: Gambar 2. printf("\n\n").3.1 = ").Modul Algoritma Pemrograman I puts("Masukan nama ke . total.h . getch( )."). gets(nm1).h> # include <conio. puts("Senang Berkenalan Dengan Anda .h> # include <iostream. cout<<"Masukan Nilai 2 : ".2 = "). puts(nm2). 12 Hasil Contoh 23 2. puts("Senang Berkenalan Dengan Anda . cout<<"Masukan Nilai 1 : ". dan Ani Oktarini 34 .5. Untuk menggunakan fungsi cin ini.%s". nm2).&nm2).nilai2. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. printf("Senang Berkenalan Dengan Anda . puts(nm1). Sopiyan. Frieyadie. clrscr( ). printf("\n\n"). Contoh-24 # include <stdio.. scanf("%s". printf("Senang Berkenalan Dengan Anda .h> main( ) { int nilai1.%s"..."). cin Fungsi cin merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk memasukkan suatu data. printf("Masukan nama ke . Pradita..

Modul Algoritma Pemrograman I cin>>nilai2; total=nilai1+nilai2; cout<<"Masukan Total Nilai : "<<total<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-24 diatas adalah:

Gambar 2. 13 Hasil Contoh 24

2.5.4. getch ( )
Fungsi getch( ) (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h. Contoh-25 # include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getch( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-25 diatas adalah:

Gambar 2. 14 Hasil Contoh 25

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

35

Modul Algoritma Pemrograman I

2.5.5. getche()
Fungsi getche()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.

Contoh-26

# include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getche( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch ( ); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-26 diatas adalah:

Gambar 2. 15 Hasil Contoh 26

Kedua fungsi ini dapat digunakan untuk menahan tampilan hasil program yang di eksekusi agar tidak langsung kembali ke listing program tanpa menekan tombol ALT – F5. Karena fungsi getch() merupakan fungsi masukkan, jadi sebelum program keluar harus menginputkan satu buah karakter.

2.6. Tugas
1. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa, dengan ketentuan sebagai berikut : Nim Siswa, Nama Siswa, Nilai Tugas 1, Nilai Tugas II, Nilai Tugas III diinput.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

36

Modul Algoritma Pemrograman I Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Tugas I, II dan III dibagi dengan 3. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nim Siswa Nama Siswa Nilai Tugas I Nilai Tugas II Nilai Tugas III Layar Keluaran Nim ........ Siswa yang bernama …… Memperoleh nilai rata-rata ….. dari hasil tugas yang diikutinya. 2. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa, Nilai Keaktifan, Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masing-masing nilai, adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan. Nilai Keaktifan * 20% : …… Nilai Tugas * 30% : …… Nilai Ujian * 50% : …… Jadi Siswa yang bernama …… memperoleh nilai akhir sebesar ….. : : : : : : : : :

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

37

Pradita. Sopiyan.1. pengurangan dan lain-lain. seperti penjumlahan. Operator Aritmatika Operator * / % + − Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian (mod) Penjumlahan Pengurangan Contoh 4*5 8/2 5%2 7+2 6−2 Operator yang tergolong sebagai operator Unary. Operator mempunyai sifat sebagai berikut: • Unary Sifat Unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : -5 Binary Sifat Binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : 4 + 8 Ternary Sifat Tenary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : (10 % 3) + 4 + 2 • • 3.1. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operator Borland C++ 3 Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program. yang digunakan untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi. adalah: Frieyadie. Operator Aritmatika Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah: Tabel 3. dan Ani Oktarini 38 .

Pradita. cout<<"Masukan Nilai A : ". dan Ani Oktarini 39 . cout<<"Masukan Nilai B : ".h> #include <conio. c = 0. cin>>y. Bentuk Umum : • • Variabel. 1 Hasil Contoh 1 3. cin>>x. dikenal dengan sebutan LValue (Left Value) Ekspresi Aritmatika dikenal dengan sebutan RValue (Right Value) Frieyadie. cout<<" Hasil dari D = X * Y = "<<d<<endl. c = x% y. d = x * y. printf(“Hasil Dari A= X + Y= %i \n” .h> main( ) { int x.y. getch( ). a). Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. b=0. d = 0. Ekspresi Aritmatika Bentuk penulisan ekspresi aritmatika dikaitkan dengan pernyataan pemberi nilai. a=x+y. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 3. printf(“Hasil Dari B=X . Operator Unary Operator + − Keterangan Tanda Plus Tanda Minus Contoh −4 +6 Contoh-1 #include <stdio. b=x-y. a=0.Y= %i \n”.Modul Algoritma Pemrograman I Tabel 3. clrscr( ).1. Ilamsyah.b) cout<<" Hasil dari C = X % Y = "<<c<<endl.2.1.h> #include <iostream.

penggunaan nya tergantung letak. dikenal dengan sebagai Operator Pemberi Nilai (Assignment Operator). 3. yang didepan didahulukan Contoh A=8+2*3/6 Langkah perhitungannya : A=8+6/6 (6/6=1) A=8+1 A=9 Tingkatan operator ini dapat diabaikan dengan penggunaan tanda kurung “(“ dan “)”. Tabel Hierarki Operator Aritmatika Operator * atau / % + atau Keterangan Tingkatan operator sama. Didalam suatu ekspresi aritmatika.h> 40 Frieyadie. LValue harus selalu berupa variabel tunggal. dan Ani Oktarini .2. Ilamsyah.3. Hierarki Operator Aritmatika. maka akan tampil pesan kesalahan LValue required in function … RValue dapat berupa konstanta. Bila LValue bukan berupa variabel. yang didepan didahulukan Sisa Pembagian Tingkatan operator sama.h> #include <conio. penggunaan nya tergantung letak. Pradita. selalu menjumpai beberapa operator aritmatika yang berbeda yang dapat digunakan secara bersamaan. Urutan operator aritmatika sebagai berikut : Tabel. 3.1. Contoh : A = (8 + 2) * 3 / 6 Langkah perhitungannya : A = 10 * 3 / 6 A = 30 / 6 A=5 Contoh-2 #include <stdio. Sopiyan. variabel lain maupun suatu ekspresi atau rumus aritmatika.Modul Algoritma Pemrograman I • Tanda “ = “.h> #include <iostream.

dan Ani Oktarini 41 . Sopiyan. 3.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. Tabel Operator Pemberi Nilai Aritmatika Operator *= /= %= += -= Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian Penjumlahan Pengurangan Frieyadie. b = (8 + 2) * 3 / 6. Ada beberapa operator pemberi nilai aritmatka diantaranya: Tabel. cout<<" A = 8 + 2 * 3 / 6"<<endl. Pradita. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. cout<<" B = (8 + 2) * 3 /6"<<endl. Ilamsyah. a = 8 + 2 * 3 / 6. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 3. 2 Hasil Contoh 2 3.2. Sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai A = A+1 Dari penulisan ekspresi diatas. Borland C++ dapat menyederhanakan menjadi A += 1 Notasi “ += “ ini dikenal dengan operator pemberi nilai aritmatika.4.b). cout<<endl. b. cout<<" Hasil dari A = "<<a<<endl. printf(" Hasil dari B = %i ". Operator Pemberi Nilai Aritmatika Sebelumnya kita telah mengenal operator pemberi nilai (assignment operator) yaitu tanda “ = “. clrscr( ).

x=6) int x=5. Ilamsyah. (nilai saat ini: y = 5. Pengurangan: mengurangkan 1 ke nilai variabel.1.Modul Algoritma Pemrograman I 3. Tabel Operator Penambah dan Pengurang Operator ++ -Penambahan Pengurangan Keterangan A = A + 1 atau A = A .3. disederhanakan menjadi A ++ atau A-Operator “ ++ “ atau “ -.“ dapat diletakan didepan atau di belakang variabel. Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang. Sopiyan.h> 42 Frieyadie. y = --x. y = ++x. sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan.h> #include <conio. prefix (--A) atau postfix (A --) Kedua bentuk penulisan operator ini mempunyai arti yang berbeda. y = x++. Pradita.5. Operator Penambah dan Pengurang Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai. dan Ani Oktarini . Contoh Penambahan: int x=5. y = x--. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang. prefix (++A) atau postfix (A ++) 2. 3. x=4) int x=5. x=6) Pengurangan: int x=5. Penambahan: menambahkan 1 ke nilai variable. sedangkan • Jika diletakan dibelakang variabel. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan. (nilai saat ini : y = 5. Tabel. • Jika diletakan didepan variabel. Keterangan : 1. (nilai saat ini: y = 6. x=4) Contoh-3 /* Penggunaan Notasi Didepan Variabel*/ #include <stdio. (nilai saat ini: y = 4. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini.

h> #include<iostream. b--). getch( ). printf("\nNilai ++A = %d". printf("\nNilai ++A = %d". printf("\nNilai A = %d". --b). ++a). Ilamsyah.h> main( ) { int a = 10. printf("Nilai A = %d". dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. printf("\nNilai B = %d". } Output yang akan dihasilkan.h> #include<conio. printf("\nNilai --B = %d". clrscr( ). 3 Hasil Contoh 3 Contoh-4 /* Penggunaan Notasi Dibelakang Variabel*/ #include<stdio. dan Ani Oktarini 43 . b). printf("\nNilai --B = %d". b = 5. getch( ). Sopiyan. b). printf("\nNilai B = %d". b). b = 5. printf("\nNilai B = %d". printf("Nilai A = %d". a). clrscr( ). a). a).Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a = 10. a++). } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 3. Pradita.

cout<<"Masukan Nilai Y = ".Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 3. cin>>y. clrscr( ). d. b. a = x = = y. cout<<endl. 3. y. dan Ani Oktarini 44 == != > < >= <= Contoh-5 . e. cout<<"Hasil dari "<<x<<" < "<<y<<" = "<<d<<endl. c. cin>>x. Sopiyan. cout<<"Masukan Nilai X = ".h> #include <iostream. c = x > y. } Frieyadie. Tabel. b = x != y. 4 Hasil Contoh 4 3. Ilamsyah.h> #include <conio. d = x < y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" == "<<y<<" = "<<a<<endl. cout<<"Hasil dari "<<x<<" <= "<<y<<" = "<<f<<endl. f = x <= y. Tabel Operator Relasi Operator Keterangan Sama Dengan ( bukan pemberi nilai ) Tidak Sama dengan Lebih Dari Kurang Dari Lebih Dari sama dengan Kurang Dari sama dengan #include <stdio. Operator Relasi Operator Relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. cout<<"Hasil dari "<<x<<" > "<<y<<" = "<<c<<endl. cout<<"Hasil dari "<<x<<" >= "<<y<<" = "<<e<<endl.h> main( ) { float a.4. f. Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). getch( ). e = x >= y. Pradita. x.5. cout<<"Hasil dari "<<x<<" != "<<y<<" = "<<b<<endl.

3. akan dianggap BENAR. Tabel Logika And B A && B T T F F T F F F A + 4 < 10 B>A + 5 C . A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 Frieyadie. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 3.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan.5. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). Tabel. Operator Logika Operator Relasi digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi.5. Tabel Operator Relasi Operator && || ! Keterangan Operator Logika AND Operator Logika OR Operator Logika NOT 3.3 >= 4 A T T F F Contoh : Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 45 . 5 Hasil Contoh 5 3. bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR.1. Operator Logika AND Operator logika AND digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. Pradita.5. Sopiyan.

// Proses d = a + 4 < 10. cin>>a. 6 Hasil Contoh 6 Frieyadie. cin>>c. } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. d. f = c . cout<<endl<<endl. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Jika nilai A = 3. Pradita. B = 3. e = b > a + 5. c.h> #include<conio. maka A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 SALAH = 0 Contoh-6 /* Penggunaan Operasi Logika AND */ #include<stdio. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C – 3 >= 4 7 – 3 >= 4 BENAR Dari ekspresi relasi tersebut mempunyai nilai BENAR.h> #include<iostream. cout<<"Masukan Nilai B = ". cout<<"Masukan Nilai A = ". C = 7. f. b. cout<<endl. cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. h. cout<<endl<<endl. Ilamsyah.3 >= 4 adalah " <<f. cout<<"Hasil dari g = d && e && f adalah " <<g. cout<<"Masukan Nilai C = ". cin>>b.3 >= 4. cout<<"Hasil dari f = c .h> main( ) { float a. e. dan Ani Oktarini 46 . g = d && e && f. g. getch( ). clrscr( ). dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 3.

Tabel Logika Or B A || B T T F T T T F F A + 4 < 10 B>A + 5 C-3>4 A T T F F Contoh Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. cin>>b. Ilamsyah. d. Pradita. Sopiyan.h> #include<iostream. A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 BENAR = 1 Contoh-7 /* Penggunaan Operasi Logika OR */ #include<stdio. Operator Logika OR Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. h. cout<<endl<<endl. cin>>a. B = 3. cout<<"Masukan Nilai A = ".h> #include<conio. d = a + 5 > 10. clrscr( ). e. c. akan dianggap BENAR. Frieyadie. g = d || e || f. g.Modul Algoritma Pemrograman I 3. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C . maka akan bernilai SALAH. cout<<"Masukan Nilai C = ". b. bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR dan bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai SALAH. cout<<"Masukan Nilai B = ".5.3 > 4 7–3>4 SALAH Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR.4 <= 7.h> main() { float a.2. dan Ani Oktarini 47 . maka ekspresi tersebut tetap bernilai BENAR. f = c . A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 Jika nilai A = 3. e=b>5+a. C = 7. f. cin>>c.

cin>>c.h> #include<iostream. cout<<endl. h. c. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. g = d && e && f. f.3 >= 4. f = c . cin>>b. cin>>a. cout<<"Masukan Nilai C = ". cout<<"Masukan Nilai A = ". e. 7 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* Penggunaan Operasi Logika AND OR*/ #include<stdio. cout<<endl<<endl. Sopiyan. getch( ). cout<<"Hasil dari e = b > 5 + a adalah " <<e<<endl. e = b > a + 5. g. cout<<"Masukan Nilai B = ".Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. } Output yang akan dihasilkan.4 <= 7 adalah " <<f. cout<<endl<<endl. cout<<"Hasil dari d = a + 5 > 10 adalah " <<d<<endl. b.h> main( ) { float a. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 3. clrscr( ). Ilamsyah. d. cout<<"Hasil dari f = c . cout<<"Hasil dari g = d || e || f adalah " <<g. cout<<"Program Ekspresi AND / OR"<<endl<<endl. dan Ani Oktarini 48 . // Proses d = a + 4 < 10. Pradita. Frieyadie.h> #include<conio.

3.h> #include <conio.h> Frieyadie. begitu pula sebaliknya. Contoh : Ekspresi Relasi A + 4 < 10 Penggunaan Operator Logika NOT diatas menjadi. dan Ani Oktarini 49 . !(A+4 < 10) Jika nilai A = 3. 8 Hasil Contoh 8 3. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Hasil dari f = c . dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. Sopiyan. cout<<endl.5. cout<<endl<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. Operator Logika NOT Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikkan dari ekspresi yang disebutkan.h> #include<iostream. Jika nilai yang disebutkan bernilai BENAR maka akan menghasilkan nilai SALAH. Ilamsyah. maka ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR dan jika digunakan operator logika NOT. Pradita. cout<<"Hasil dari g = d || e && f adalah " <<g. maka ekspresi tersebut akan bernilai SALAH !(A+4 < 10) !(BENAR) = SALAH = 0 Contoh-9 /* Penggunaan Operasi Logika NOT */ #include <stdio. getch( ).3 >= 4 adalah " <<f.

b. 3. Operator Bitwise Operator Bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit. Sopiyan. Ilamsyah. Tabel. cin>>a. Borland C++ menyediakan enam buah operator bitwise. cout<<"Nilai A = "<<a<<endl. cout<<endl<<"Program Ekspresi NOT "<<endl. cout<<"Masukan Nilai A = ".6. getch( ). Pradita. dan Ani Oktarini 50 . 9 Hasil Contoh 9 3. /* Proses */ b = (a + 4 < 10). cout<<"Nilai b = (a + 4 < 10) = "<<b<<endl. c = !(b). Tabel Operator Bitiwise Operator ~ << >> & ^ | Keterangan Bitwise NOT Bitwise Shift Left Bitwise Shift Right Bitwise AND Bitwise XOR Bitwise OR Frieyadie. c. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3.6. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. clrscr( ). cout<<"Nilai c = !(b) = "<<c.

cin>>x. Contoh : 0000000011001001 = 201 //////// digeser 1 bit ke kiri 0000000110010010 = 402 Dibagian kanan disisipkan 0. Sopiyan. cout<<"Nilai Awal : "<<x<<endl. dan Ani Oktarini 51 . } Output yang akan dihasilkan. Operator Bitwise << (Shift Left) Operator Bitwise Shift Left digunakan untuk menggeser sejumlah bit kekiri.h> #include<conio. Pradita. x = x << 1.6. cout<<"Masukan Nilai X = ".h> #include<stdio. sebanyak bit yang digeser Contoh-10 #include<iostream. 10 Hasil Contoh 10 Frieyadie. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. getch(). Ilamsyah.h> main() { int x. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 3. clrscr().Modul Algoritma Pemrograman I 3.1.

h> void main( ) { int x.6. cout<<” Nilai Awal : “<<x<<endl. x = x >> 1. cout<<"Masukan Nilai X = ". cin>>x. getch( ). Contoh : 0000000011001001 = 201 \\\\\\\\ digeser 1 bit ke kanani 0000000001100100 = 100 Dibagian kanan disisipkan 0. Operator Bitwise >> (Shift Right) Operator Bitwise Shift Right digunakan untuk menggeser sejumlah bit kanan. Ilamsyah. Sopiyan. clrscr( ). 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I 3. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 3.h> #include<stdio.2.h> #include<conio. dan Ani Oktarini 52 . sebanyak bit yang digeser Contoh-11 #include<iostream. Pradita. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl.

Sopiyan. cout<<’\n’. Akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan bernilai benar (1). cout<<"Masukan Nilai X = ". clrscr( ). 12 Hasil Contoh 12 Frieyadie.3. y. Pradita.7.h> void main( ) { int a. getch( ). Ilamsyah.h> #include<conio.h> #include<stdio. x. 3. a = x & y. } Output yang akan dihasilkan.6. cout<<"Hasil dari "<<x<<" & "<<y<<" = "<<a<<endl. cin>>x. dari program contoh-12 diatas adalah : Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 0 0 1 Gambar 3. Operator Bitwise & (And) Operator Bitwise & ( And ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Tabel.Modul Algoritma Pemrograman I 3. cin>>y. Tabel Operator Bitiwise And Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 AND 01000000 = 64 Contoh-12 #include<iostream. cout<<"Masukan Nilai Y = ". Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. dan Ani Oktarini 53 .

dan Ani Oktarini 54 . getch( ).h> #include<stdio. clrscr( ).8. Sopiyan.h> void main( ) { int a. Ilamsyah. dari program contoh-13 diatas adalah : Gambar 3.4.h> #include<conio.5. cout<<"Masukan Nilai X = ". 3. Pradita. Tabel. a = x | y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" | "<<y<<" = "<<a<<endl. Operator Bitwise | ( Or ) Operator Bitwise | ( Or ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. 13 Hasil Contoh 13 Frieyadie. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Akan bernilai benar jika ada salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai benar (1). cout<<’\n’. cout<<"Masukan Nilai Y = ". y. cin>>x. cin>>y. Tabel Operator Bitiwise Or Bit Operand 1 0 0 1 1 Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 OR 11101101 = 237 Contoh-13 #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I 3. } Output yang akan dihasilkan. x.

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ^ ( eXclusive Or )
Operator Bitwise ^ ( XOr ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibandingkan hanya sebuah bernilai benar (1). Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.9. Tabel Operator Bitiwise XOr Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 XOR 10101101 = 137 Contoh-14 #include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main( ) { int a, x, y; clrscr( ); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; cout<<"Masukan Nilai Y = "; cin>>y; a = x ^ y; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari "<<x<<" ^ "<<y<<" = "<<a<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-14 diatas adalah: Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 0

Gambar 3.13 Hasil Contoh-14 Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 55

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ~ ( Not )
Operator Bitwise ~ ( Not ) digunakan membalik nilai bit dari suatu operand. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.10. Tabel Operator Bitiwise Not Bit Operand 0 1 Contoh : 00001000 = 8 |||||||| 11110111 = 247 = -9 Hasil 1 0

Contoh-15

#include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main() { int a, x, y; clrscr(); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; a = ~x; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari ~"<<x<<" = "<<a<<endl; getch(); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-15 diatas adalah :

Gambar 3. 14 Hasil Contoh 15

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

56

Modul Algoritma Pemrograman I

3.7. Tugas
1. Tentukan apa hasil numerik dari ekspresi relasi dan logika dibawah ini. Diberikan nilai A = 3; B = 6 ; C = 2 ; K = 5; L = 4; M = 3 a. b. c. d. e. D = (4 + 2 > A && B – 2 > 3 + 2 || B + 2 <= 6 + 2 ) D=K + 5 < M || (C * M < L && 2 * M – L > 0) D=L + 5 < M || C * K < L && 2 * K – L > 0 D=A * 4 <= 3 * M + B D=K + 10 > A && L – 2 > 4 * C

2. Dari program dibawah ini, bagaimanakah keluaran yang dihasilkan #include<stdio.h> #include<conio.h> main( ) { int a = 21; clrscr( ); printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a = %d",a); a+=3; printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a-- = %d",a--); getch( ); }

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

57

Pada bab ini akan dibahasa beberapa perintah dan fungsi string. Ilamsyah.1. a2). Fungsi Manipulasi String Borland C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan menipulasi string.h Bentuk Penulisan : strcat(tujuan.1= ". char a2[20].1. cin>>a1. Pradita. dan Ani Oktarini 58 .h dan ctype. dari program contoh-1 diatas adalah: Frieyadie. cout<<"Masukkan Kata . Contoh-1 #include <string.2= ". dikarenakan hampir semua bahasa pemrograman menggunakan manual inputnya adalah string. } Output yang akan dihasilkan.h> #include <iostream. Sopiyan.h> main() { char a1[20]. terutama pada pemrograman visualisasi. File header yang harus disertakan adalah string.h> #include <ctype. cout<<"Masukkan Kata .1. sumber). 4.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi String 4 Operasi string selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. strcat(a1. Fungsi strcat( ) Fungsi ini digunakan untuk menambahkan string sumber kebagian akhir dari string tujuan. clrscr(). diantaranya: 4. getch(). cout<<"Hasil Penggabungannya "<<a1. cin>>a2.

2. } Output yang akan dihasilkan. Hasil dari fungsi ini bertipe data integer (int). cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<a2<<"->".1. Hasil Contoh-2 Frieyadie.h> #include <iostream. char b1[ ] = "BSI". cout<<strcmp(a1.h> main( ) { char a1[ ] = "BSI". File header yang harus disertakan adalah string. char a2[ ] = "Bsi". Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 4. str2). cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<b1<<"->". Contoh-2 #include <string. getch( ). Fungsi strcmp( ) Fungsi ini digunakan untuk membandingkan string pertama dengan string kedua.a1) <<endl. cout<<strcmp(a1. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a2<<" dan "<<a2<<"->". cout<<strcmp(a2.a2)<<endl.1 Hasil Contoh-1 4.h> #include <conio. Ilamsyah. Sopiyan.h Bentuk Penulisan : var_int = strcmp(str1. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 4.b1) <<endl.2. dan Ani Oktarini 59 . clrscr( ).

4.1. /* Proses */ strcpy(pindah. clrscr( ).h.1.h> #include <iostream. getch( ).h> #include <string. Frieyadie. gets(huruf). Bentuk Penulisan : strcpy(tujuan. dan Ani Oktarini 60 .h Bentuk Penulisan : strlen(str). char pindah[20]. Fungsi strcpy( ) Fungsi ini digunakan untuk menyalin string asal ke-variabel string tujuan.Modul Algoritma Pemrograman I 4. } Output yang akan dihasilkan. huruf).3.h> main( ) { char huruf[20]. Contoh-3 #include <stdio.3 Hasil Contoh-3 4. asal). File header yang harus disertakan adalah string. Pradita.h> #include <conio. Fungsi strlen( ) Fungsi ini digunakan untuk memperoleh banyaknya karakter dalam string. File header yang harus disertakan adalah string. Ilamsyah. dengan syarat string tujuan harus mempunyai tipe data dan dan ukuran yang sama dengan string asal. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ". dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 4. Sopiyan. cout<<"Pemindahannya = "<<pindah.

dari program contoh-4 diatas adalah: Gamabr 4.h> #include <iostream.4 Hasil Contoh-4 4. Ilamsyah. gets(huruf). String urutan paling akhir dipindahkan keurutan paling depan dan seterusnya. Pradita. Fungsi strrev( ) Fungsi ini digunakan untuk membalik letak urutan pada string.1. dan Ani Oktarini 61 . strrev(kata). cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata. char pindah[20]. clrscr().h> #include <string. gets(kata). cout<<strlen(huruf).h> #include <conio.h> main( ) { char huruf[20]. clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ". getch( ). File header yang harus disertakan adalah string. Contoh-5 #include <stdio.h> main( ) { char kata[20]. Sopiyan. cout<<"Masukan Sembarang Kata = ". cout<<"Panjang Kata Yang Diinputkan = ".h Bentuk Penulisan : strrev(str). Frieyadie.h> #include <conio.5.h> #include <string.h> #include <iostream.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-4 #include <stdio.

Fungsi atof( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik float. Ilamsyah. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". 4.h> #include <conio. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a.5 Hasil Contoh-5 4.h> #include <iostream.6. Fungsi Konfersi String Borland C++ 5.2. float angka. } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ).h> #include <math.2. Hasil Contoh-6 Frieyadie. Sopiyan. angka = atof(kata). a. getch( ). dan Ani Oktarini 62 . b.1. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 4.h> main( ) { char kata[20]. } Output yang akan dihasilkan. File header yang harus disertakan adalah math. gets(kata).h Contoh-6 #include <stdio.02 menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan konfersi string.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ). a = angka + 5. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 4. Pradita.

Fungsi atol( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik long integer. File header yang harus disertakan adalah stdlib.h> #include <stdlib.h> #include <stdlib. } Output yang akan dihasilkan. getch( ).h> #include <iostream.h> #include <iostream.2. clrscr( ).h> #include <conio.h> main( ) { char kata[20].h Contoh-8 #include <stdio.h> main( ) { char kata[20]. Hasil Contoh-7 4. Sopiyan. Fungsi atoi( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik integer. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a.h> #include <conio. float angka.2.h Contoh-7 #include <stdio. b.2.7. angka = atoi(kata). Pradita. dan Ani Oktarini 63 .3. File header yang harus disertakan adalah stdlib. gets(kata). Frieyadie. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 4.Modul Algoritma Pemrograman I 4. a. a = angka + 5. Ilamsyah.

2. Contoh-9 #include <stdio. clrscr( ). a = angka + 2500. Pradita. clrscr( ). cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 2500 = "<<a. File header yang harus disertakan adalah string. b.h> main( ) { char kata[20].h> #include <string. Sopiyan. cout<<"Masukan Sembarang Kata dengan Huruf Besar =". Hasil Contoh-8 4. Fungsi strlwr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital ( huruf besar ) dalam string menjadi huruf kecil. getch( ). strlwr(kata).8. gets(kata). gets(kata). dari program contoh-8 diatas adalah: Gambar 4. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. } Frieyadie.h> #include <iostream. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 64 . angka = atol(kata).4. a.h> #include <conio. cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata.h Bentuk Penulisan : strlwr(str).Modul Algoritma Pemrograman I float angka. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ".

File header yang harus disertakan adalah string.10 Hasil Contoh-9 Frieyadie. dan Ani Oktarini 65 . } Output yang akan dihasilkan. Contoh-10 #include <stdio. clrscr( ). cout<<”Masukkan Sembarang Kata dengan Huruf Besar: ”. strupr(kata).h> #include <string. Fungsi strupr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kecil dalam string menjadi huruf kapital ( huruf besar ). dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 4. Sopiyan. Ilamsyah. getch( ).h> #include <conio.2.h> main( ) { char kata[20]. Pradita.h> #include <iostream. gets(kata).5. Hasil Contoh-9 4.h Bentuk Penulisan : strupr(str). dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 4. cout<<”Hasil Perubahan : ”<<kata<<endl.9.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan.

Penambahan d. Mencari sisa hasil pembagian Frieyadie. Sopiyan. Buatlah program untuk menghitung panjang kata berikut ini: Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika 2. Pembagian c. Pradita.6" Kalimat2 = "12.5" Kemudian kedua kalimat diatas dihitung menjadi perhitungan : a. Buatlah program untuk membalik kata berikut ini : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Menjadi seperti berikut : akitamrofnI anaraS aniB retupmoK and akitamrofnI nemejanaM imedakA 3. Diberikan kalimat string berikut : Kalimat1 = "35. Bulatlah program untuk menggabungkan dua buah string Kalimat1 = Manajemen Kalimat2 = Informatika Menjadi seperti berikut: ManajemenInformatika 4. Ilamsyah. Latihan Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut: 1. Pengurangan e.3. dan Ani Oktarini 66 . Perkalian b.Modul Algoritma Pemrograman I 4.

Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: salah kondisi benar perintah Gambar 5. maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”.1.h> main( ) Frieyadie. “ Jika kondisi bernilai benar. Diagram Alir IF Bentuk umum dari pernyataan if if (kondisi) pernyataan. Pernyataan IF Pernyataan if mempunyai pengertian. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { pernyataan. dan Ani Oktarini 67 .h> #include<iostream. Sopiyan. 5. Ilamsyah.1. Penulisan kondisi berada di dalam tanda kurung kurawal jika pemakaian if diikuti dengan pernyataan majemuk.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi Penyeleksian Kondisi 5 Pernyataan Percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada. …… } Contoh-1 #include<stdio. Borland C++ menyediakan beberapa perintah antara lain. Untuk keperluan pengambilan keputusan.h> #include<conio. Pradita.

2 Hasil Contoh 1 5. cout<<" Nilai X : ". else perintah-2. Pradita. if ((x >= 0 ) && (y>=0)) cout<<"X dan Y Bernilai POSITIF "<<endl. Y : Ada yang bernilai NEGATIF"<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I { float x. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 5.1. clrscr( ). getch( ). Ilamsyah. Frieyadie. maka perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2”. dan Ani Oktarini 68 . “Jika kondisi bernilai benar.ELSE Pernyataan if mempunyai pengertian. Sopiyan. cout<<" Nilai Y : ".cin>>y. cout<<" Masukkan Nilai Positif atau Negatif "<<endl.1. Pernyataan IF .3 Diagram Alir if-else Bentuk umum dari pernyataan if -else if (kondisi) perintah-1. else cout<<"X .y. } Output yang akan dihasilkan.cin>>x. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: kondisi i Salah Benar Perintah-1 Perintah-2 Gambar 5.

jika golongan=1. } cout<<" Jabatan = "<<jab<<endl cout<<" Gaji Pokok = "<<gapok<<endl.Jika golongan =2."Direktur"). . dari program contoh-2 diatas adalah : Frieyadie. dan Ani Oktarini 69 .h> #include <conio. Jabatan= Direktur. } Output yang akan dihasilkan. . } else { perintah-2. } Contoh Menentukan besarnya gaji pokok dan jabatan dari golongan. jabatan=Manajer. dengan kriteria : . gapok =5000000 . gapok=5000000. long gapok=0.. pernyataan majemuk atau pernyataan kosong. clrscr( ). Jika pemakaian if-else diikuti dengan pernyataan majemuk.h> main( ) { char gol. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { perintah-1. if(gol=='1') { strcpy(jab. Ilamsyah. gapok=4000000 contoh-2 #include <stdio. getch ( )..h> #include <iostream. gapok=4000000. jab[10].cin>>gol."Manajer"). } else if(gol=='2') { strcpy(jab. cout<<endl<<" Data Jabatan"<<endl <<" = = = = = = = = = = = = = = = ="<<endl. Sopiyan. cout<<" Masukan Golongan [1/2]: ".Modul Algoritma Pemrograman I Perintah-1 dan perintah-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal.. Pradita..

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 5. 4 Hasil Contoh 2

5.1.2. Pernyataan NESTED IF
Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya. Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah : if(syarat) { if(syarat) … perintah; else … perintah; } else { if(syarat) … perintah; else … perintah; } Contoh Suatu perusahaan menjual pakaian dengan ketentuan sebagai berikut: • Jika kode baju=1 maka Merk Baju = H&R, dengan ukuran baju=S,maka harganya 45000, Jika ukuran baju=M, maka harganya 60000. • Jika kode baju=2 maka Merk Baju = Adidas, dengan ukuran baju=S, maka harganya 65000, Jika ukuran Baju=M, maka harganya 75000. Contoh-3 #include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { char kode,ukuran,merk[15]; long harga=0; clrscr( ); Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 70

Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Kode Baju : ";cin>>kode; cout<<"Ukuran : ";cin>>ukuran; if (kode=='1') { strcpy(merk,"H & R"); if (ukuran=='S' || ukuran =='s') harga=45000; else harga=60000; } else if (kode=='2') { strcpy(merk," Adidas"); if (ukuran=='S' || ukuran == 's') harga=65000; else harga=75000; } else cout<<”Salah Kode Baju”<<endl; cout<<"------------------------"<<endl; cout<<"Merk Baju : "<<merk<<endl; cout<<"Harga Baju : "<<harga<<endl; getch(); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-3 diatas adalah :

Gambar 5. 5 Hasil Contoh 3

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

71

Modul Algoritma Pemrograman I

5.1.3. Pernyataan IF – ELSE Majemuk
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan penggunaan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana. Bentuk Umum Penulisannya: if (syarat) { … perintah; … perintah; } else if (syarat) { … perintah; … perintah; } else { … perintah; … perintah; } Contoh Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para selesman dengan ketentuan sebagai berikut: • Bila salesman dapat menjual barang hingga Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 10.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 10% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 20.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 15% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 500.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 30.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 20% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.

Contoh-4

#include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { float pendapatan, jasa=0, komisi=0, total=0; clrscr( ); cout>>"Pendapatan Hari ini Rp. "; cin<pendapatan;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

72

Sopiyan. komisi=0. dan Ani Oktarini 73 . 6 Hasil Contoh 4 Frieyadie.15*pendapatan. cout<<"Uang Komisi Rp. "<<komisi<<endl. "<<total<<endl. komisi=0. } /* menghitung total */ total = komisi+jasa. komisi=0. dari program contoh-4 diatas adalah : Gambar 5. cout<<"============================="<<endl. } else if(pendptan<=500000) { jasa=20000. "<<jasa<<endl. } else { jasa=30000. cout<<"Uang Jasa Rp.2*pendapatan. Pradita. cout<<"Hasil Total Rp. Ilamsyah. getch( ). } Output yang akan dihasilkan.1*pendapatan.Modul Algoritma Pemrograman I if (pendapatan >= 0 && pendapatan <= 200000) { jasa=10000.

tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer. break.case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian. case konstanta-2 : … perintah. clrscr(). default : … perintah. break.h> #include<conio. Pernyataan break menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch. … perintah.Modul Algoritma Pemrograman I 5. break.case Bentuk dari switch . Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut: switch (ekspresi integer atau karakter ) { case konstanta-1 : … perintah. Pernyataan switch . } Setiap pilihan akan dijalankan jika syarat nilai konstanta tersebut dipenuhi dan default akan dijalankan jika semua cabang diatasnya tidak terpenuhi. dan Ani Oktarini 74 . Jika pernyataan ini tidak ada. Pernyataan switch . Pradita. cout<<"Masukkan Kode Jurusan [11/12/13] : ". … perintah. Frieyadie.case ini memiliki kegunaan sama seperti if – else bertingkat. Ilamsyah.2. Contoh-5 #include<stdio. Sopiyan. cin>>kode. case 12 : cout<<"Manajemen Informatika".h> #include<iostream. break. switch(kode) { case 11 : cout<<"Komputerisasi Akuntansi".h> main() { int kode. maka program akan diteruskan ke pilihan-pilihan yang lainnya. … perintah.

dan Ani Oktarini 75 . break. Ilamsyah.h> #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<conio. break. dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 5. cout<<"Masukkan Kode Barang [A. Pradita. 7 Hasil Contoh 5 Contoh-6 #include<stdio. switch(kode) { case 'A' : case 'a' : cout<<"Alat Olah Raga".Modul Algoritma Pemrograman I case 13 : cout<<"Tehnik Komputer". break. Sopiyan. case 'C' : case 'c' : cout<<"Alat Masak". break. cin>>kode. clrscr( ).C] : ". case 'B' : case 'b' : cout<<"Alat Elelktronik". } getch( ). default: cout<<"Anda Salah Memasukan kode".. default: Frieyadie. break.h> main( ) { char kode.

maka menjadi Juara I • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 75. dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. Nilai Pertandingan II. Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Pertandingan I. } getch( ).3. maka menjadi Juara II • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 65. Pradita. dan Ani Oktarini 76 . II dan III dibagi dengan 3. 8 Hasil Contoh 6 5. Ilamsyah. Ketentuan Juara • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 80. Nilai Pertandingan I. Nilai Pertandingan III diinput. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Anda Salah Memasukan kode". maka menjadi Juara III • Selain itu tidak juara Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nama Siswa : Nilai Pertandingan I Nilai Pertandingan II Nilai Pertandingan III : : : Frieyadie. Sopiyan. Tugas 1. break. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. } Output yang akan dihasilkan.

. dari hasil perlombaan yang diikutinya. memperoleh nilai akhir sebesar . Nilai Keaktifan...... Jadi Siswa yang bernama . Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa.. dengan grade . Pradita.... maka mendapat grade “A” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 70... Nilai Ujian * 50% : . adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput.. maka mendapat grade “D” • Selain itu mendapat grade “E” Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan... maka mendapat grade “C” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 46.. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masingmasing nilai.. : .Modul Algoritma Pemrograman I Layar Keluaran Siswa yang bernama . 2... Nilai Tugas * 30% : . dan menjadi juara ke-.. maka mendapat grade “B” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 56. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. : ... Nilai Keaktifan * 20% : . Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Ketentuan Nilai Huruf • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 80... Frieyadie. : .. dan Ani Oktarini 77 .. : . Sopiyan. Memperoleh nilai rata-rata .. Ilamsyah.

... Golongan Jabatan : ....000 Honor Lembur Jumlah jam kerja normal sebanyak 8 jam.. Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp. Ilamsyah.. maka kelebihan jam kerja tersebut dikalikan dengan Rp. Sopiyan.5% D1 5% D3 20% S1 30% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3. PT.... Frieyadie. memberi gaji pokok kepada karyawan kontraknya sebesar Rp. Tunjangan Pendidikan Rp . dengan memperoleh tunjangan-tunjangan sebagai berikut : Tunjangan Jabatan Golongan Persentase 1 5% 2 10% 3 15% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3. + Honor Lembur Rp . 300.000 • Tunjangan Pendidikan Tingkat Persentase Pendidikan SMA 2. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp. 300. Layar Keluaran Karyawan yang bernama …… Honor yang diterima Tunjangan Jabatan Rp ..000 perbulan. Honor Lembur Rp . Jumlah jam kerja : .. dan Ani Oktarini 78 .. 300. 3500 untuk setiap kelebihan jam kerja karyawan tersebut.. Pendidikan : . Pradita.. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG GAJI KARYAWAN Nama Karyawan: ... DINGIN DAMAI.Modul Algoritma Pemrograman I 3.

*/ /* Program for . Bentuk umum pernyataan for sebagai berikut : for ( inisialisasi. karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan. pernyataan / perintah. Pernyataan for Perulangan yang pertama adalah for. • Syarat Pengulangan. Sopiyan. sebagai berikut: Contoh-1 /* --------------------------.*/ #include<stdio. mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah.h> #include<conio. for ( inisialisasi. • Pengubah Nilai Pencacah. syarat pengulangan. dan Ani Oktarini 79 . 6. } Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah : • Inisialisasi.h> #include<iostream. Pradita. memegang kontrol terhadap pengulangan. pengubah nilai pencacah ) { pernyataan / perintah.bilangan naik */ /* --------------------------. Ilamsyah. secara menurun dan menampilkan bilangan ganjil. Contoh : Sebagai contoh program untuk mencetak bilangan dari 1 hingga 10 secara menaik. merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabelvariabel tertentu. syarat pengulangan. pengubah nilai pencacah ) Bila pernyataan didalam for lebih dari satu maka pernyataan-pernyataan tersebut harus diletakan didalam tanda kurung.1.h> main( ) { Frieyadie. disini akan dibahasa beberapa perintah perulangan diantaranya. pernyataan / perintah.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Proses Perulangan 6 Operasi perulangan selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman.

clrscr( ). dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 6. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 /* ----------------------------. Pradita.bilangan ganjil */ /* ----------------------------. a <= 10.h> #include <conio.h> main( ) { int a.*/ #include <stdio. ++a) cout>>a.bilangan turun */ /* ---------------------------.h> # include <conio.*/ /* Program for .h> Frieyadie. 1 Hasil Contoh 1 Contoh-2 /* ---------------------------. dan Ani Oktarini 80 .Modul Algoritma Pemrograman I int a. Sopiyan. for(a = 10. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 6. --a) cout<<a. for(a = 1. a >= 1. getch( ).*/ # include <stdio. } Output yang akan dihasilkan.*/ /* Program for . Ilamsyah. clrscr( ).h> #include<iostream. getch( ). } Output yang akan dihasilkan.

Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan. } } Didalam penggunaan nested-for.for Pernyataaan Nested for adalah suatu perulangan for didalam perulangan for yang lainnya. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 6. for(a = 1. 3 Hasil Contoh 3 6. Bentuk umum pernyataan Nested for sebagai berikut : for ( inisialisasi. pengubah nilai pencacah ) { for ( inisialisasi.Nested for */ /* ------------------------. Ilamsyah.1. getch( ). kemudian perulangan yang diluar diselesaikan. Pernyataan nested .*/ #include<stdio. a <= 10. syarat pengulangan. pengubah nilai pencacah) { pernyataan / perintah. dan Ani Oktarini 81 . syarat pengulangan.h> #include<conio.*/ /* Program for .h> main( ) { int a. perulangan yang di dalam terlebih dahulu dihitung hingga selesai.1. a+=2) cout<<a.h> main( ) Frieyadie. clrscr( ). Contoh-4 /* ------------------------. Sopiyan.

} Output yang akan dihasilkan. b++) printf(" %d ". for (bil = 60. } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { int bil. Ilamsyah.*/ #include<stdio.*/ /* Program for Tdk Berhingga */ /* ------------------------. bil >=10. Pradita. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie.1. Perulangan Tidak Berhingga Perulangan tak berhingga merupakan perulangan ( loop ) yang tak pernah berhenti atau mengulang terus. getch( ). for(a = 1. dan Ani Oktarini 82 . clrscr( ). 4 Hasil Contoh 5 6. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 6.h> #include<conio. jika penulisan perintah sebagai berikut: Contoh-5 /* ------------------------. bil++) printf("%d". a++) { printf("\n").2. clrscr( ). hal ini sering terjadi disebabkan adanya kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar dari loop. Sopiyan. bil). Sebagai contoh.a). b. b <= 5. for(b = a. } getch(). a <= 5.Modul Algoritma Pemrograman I { int a.

2. Ilamsyah.h> main( ) { int a. cin<<a. maka pernyataan printf("%d".*/ #include<iostream. seharusnya penulisan yang benar berupa bil . dapat dilihat pada program berikut: Contoh-6 /* -----------------------------. 6. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 5. Pernyataan goto Pernyataan goto merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program ke-pernyataan yang diawali dengan suatu label. 4 Hasil Contoh 4 Pada pernyataan ini tidak akan berhenti untuk menampilkan bilangan menurun. akan terus dijalankan. dan Ani Oktarini 83 . Pradita. atas: clrscr( ). cout>>"Masukkan Bilangan = ". bil). kesalahan terjadi pada pengubah nilai pencacah. Frieyadie. Bentuk pemakaian goto sebagai berikut: goto label. char lagi.h> #include<conio. untuk menghentikan proses yang terus menerus semacam ini denan menekan tombol CTRL – PAUSE atau CTRL – BREAK. Jika terjadi hal semacam ini. b. Label merupakan suatu pengenal (identifier) yang diikuti dengan tanda titik dua ( : ).*/ /* Program dengan pernyataan goto */ /* -----------------------------.h> #include<stdio. Contoh Penggunaan goto.Akan tetapi yang ditulis adalah : bil ++ Oleh karena kondisi bil >= 1 selalu bernilai benar ( karena bil bernilai 6).

if (lagi == 'Y' || lagi == 'y') goto atas.cpp */ /* ------------------. dengan lebih dari perintah / pernyataan. Ilamsyah. yaitu perulangan akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut terpenuhi.a.*/ /* Program while01. lagi = getche() . sebagai berikut: while ( syarat ) Pernyataan / perintah . getch( ). Bentuk umum perulangan while. Bentuk umum perulangan while. b). } Contoh-7 /* ------------------. Pernyataan / perintah . dan Ani Oktarini 84 . 5 Hasil Contoh 6 6. Bentuk perulangan while dikendalikan oleh syarat tertentu. Sopiyan. Pradita. } Output yang akan dihasilkan. Pernyataan while Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip dengan perulangan for.3.*/ #include <stdio. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. printf("Nilai %d %% 2 adalah = %d". printf("\n\nIngin Hitung Lagi [Y/T] : ").h> Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I b = a % 2. sebagai berikut: while ( syarat ) { Pernyataan / perintah .

while(bil<=10) { printf(" %d ". } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. clrscr( ). dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6.Modul Algoritma Pemrograman I #include <conio. 7 Hasil Contoh 8 Frieyadie. clrscr( ).bil). bil+=2. } getch( ). Ilamsyah.h> #include <conio.*/ /* Program while02. } getch( ). ++bil. dan Ani Oktarini 85 .bil). dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 6.h> main( ) { int bil=1. Pradita.h> main( ) { int bil=2.*/ #include <stdio. } Output yang akan dihasilkan.cpp */ /* ------------------. while(bil<=10) { printf(" %d ". 6 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* ------------------.

dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 6.h> main( ) { int bil=2. Contoh-9 /* -----------------.while Pernyataan perulangan do . 8 Hasil Contoh 9 Frieyadie.*/ #include <stdio.Modul Algoritma Pemrograman I 6. Sopiyan. getch( ).while merupakan bentuk perulangan yang melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan dibelakang.bil).while */ /* -----------------. bil+=2. Pernyataan do . sebagai berikut : do pernyataan / perintah .while. } Output yang akan dihasilkan.*/ /* Program do . Pernyataan / perintah . Bentuk umum perulangan do . Pradita. dengan lebih dari perintah / pernyataan.while. } while ( syarat ). while ( syarat ). Ilamsyah.4.h> #include <conio. do { printf(" %d ". sebagai berikut: do { Pernyataan / perintah . clrscr( ). Bentuk umum perulangan do . dan Ani Oktarini 86 . } while(bil<=10).

Pradita. */ /* ----------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I 6.5.bil). do { if (bil >= 6) break. getch( ). Contoh-10 /* ------------------------------.*/ /* Perulangan FOR dengan break.h> #include <conio. b=2. } while(bil++). clrscr( ). dan Ani Oktarini 87 . maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir dari badan perulangan ( loop ).h> #include <conio.*/ #include <stdio. } Output yang akan dihasilkan. printf(" %d ".h> main( ) { int bil = 1.*/ #include <stdio. while dan do-while ). bil. Selain itu pernyataan break berfungsi keluar dari perulangan ( for. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6. c=1.h> main( ) { int a=3. Sopiyan.while dengan break */ /* ------------------------------. Ilamsyah. Pernyataan break ini berfungsi untuk keluar dari struktur switch. clrscr( ). 9 Hasil Contoh 10 Contoh-11 /* ----------------------------.*/ /* Program do . Jika pernyataan break dikerjakan. Frieyadie. Pernyataan break Pernyataan break telah dibahas pada pernyataan pengambilan keputusan switch.

} getche( ).a. printf("\n%d \t| %d \t| %d". } getch( ).h> main( ) { int bil. for(bil=1. printf("-------------------------").6. Pernyataan continue Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses) berikutnya pada loop yang sama. tanpa menjalankan sisa perintah dalam loop tersebut. b+=c. ++bil) { if(bil==6) continue. ++bil) { a+=b.bil).Modul Algoritma Pemrograman I printf("Bil-A | Bil-B | Bil-C\n"). dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 5. if(c==13) break. clrscr( ). dan Ani Oktarini 88 . b. c). dengan kata lain mengembalikan proses yang sedang dilaksanakan ke-awal loop lagi. printf(" %d ". Sopiyan. for(bil=1. 10 Hasil Contoh 11 6. } Output yang akan dihasilkan. bil<=10.h> #include <conio. c+=2.*/ /* Perulangan FOR dengan coninue */ /* ----------------------------. Ilamsyah. Frieyadie. Pradita. bil<=10. Contoh-12 /* ----------------------------.*/ #include <stdio.

3.7. 11 Hasil Contoh 12 6.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. Pradita. Ilamsyah. Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan genap membentuk segitiga siku terbalik dengan hasilnya : 10 + 8 + 6 + 4 + 2 = 30 10 + 8 + 6 + 4 = 28 10 + 8 + 6 = 24 10 + 8 = 18 10 = 10 ---------. dan Ani Oktarini 89 . dari program contoh-12 diatas adalah : Gambar 6.+ 110 Frieyadie. Tugas Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut : 1. =1 =3 = 15 = 105 = 945 2. Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan genap dengan hasilnya : 2 + 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 + 16 + 18 + 20 = 110 Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan ganjil dengan hasilnya : 1 + 3 + 5 + 7 + 9 + 11 + 13 + 15 + 17 + 19 = 100 Bulatlah program untuk menghitung penjumlahan deret bilangan genap membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 2 =2 2+4 =6 2+4+6 = 12 2+4+6+8 = 20 2 + 4 + 6 + 8 + 10 = 30 Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan ganjil membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 1 1*3 1*3*5 1*3*5*7 1*3*5*7*9 5. 4.

Contoh Pendeklarasian Array float Nil_Akhir[6]. Array Berdimensi Satu Sebelum digunakan. Suatu Array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap. dapat digolongkan menjadi dua buah dimensi: • Array Berdimensi Satu. hanya saja diikuti oleh suatu indek yang menunjukan jumlah maksimum data yang disediakan. Sopiyan. variabel array perlu dideklarasikan terlebih dahulu. Banyaknya komponen dalam suatu larik ditunjukan oleh suatu indek untuk membedakan variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Frieyadie. Bentuk Umum pendeklarasian array: Tipe_Data Nama_Variabel[Ukuran] Keterangan : • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. • Ukuran : Untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array. Cara mendeklarasikan variabel array sama seperti deklarasi variabel yang lainnya. • Array Berdimensi Dua 7. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 90 . Variabel array dalam Borland C++.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Array 7 Variabel Larik atau lebih dikenal dengan ARRAY adalah Tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. Pradita.1. Jumlah Elemen Array Nama Variable Array Tipe data elemen array Suatu array dapat digambarkan sebagai kotak panjang yang berisi kotakkotak kecil didalam kotak panjang tersebut.

1.*/ #include <conio. selalu dimulai dari Nol ( 0 ) 7. cout<<"Nama-nama hari:"<<endl. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut : Tipe_data nama_array[jml_elemen] = { nilai array }. Sopiyan. cout<<hari[0]<<endl<<hari[1]<<endl<<hari[2]<<endl<<hari[3] <<endl<<hari[4]<<endl."Senin".h> #include <iostream. clrscr(). Pradita. getch()."Rabu".1. Ilamsyah. Contoh-1 /* ---------------------------------."Selasa". dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 7. dan Ani Oktarini 91 .h> main() { char hari[7][10]= {"Minggu".*/ /* Inisialisasi Array Dimensi 1 */ /* ---------------------------------."jum'at". } Output yang akan dihasilkan."Sabtu"}."Kamis". Hasil Contoh-1 Frieyadie.1. Inisialisasi Array Berdimensi Satu Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel.Modul Algoritma Pemrograman I Elemen Array elemen elemen elemen elemen elemen elemen 1 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 Subcript/Index ARRAY NIL_AKHIR Subscript atau Index array pada C++.

cout<<"Nama Siswa : ". Nama Siswa Nilai Nilai ". cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<nama[i]. cout<<endl. cout<<"No.60). gets(nama[i]).2. float hasil[5].*/ /* Program Array Satu Dimensi */ /* ---------------------------.h> main( ) { int i. dan Ani Oktarini 92 . Sopiyan.1.h> #include<stdio. for(i=1. clrscr( ).i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(4)<<i. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya.i++) { cout<<"Data Ke .h> #include<iomanip. hasil[i] = (nilai1[i] * 0. char nama[5][20].h> #include<iostream. Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk : Nama_Array[Subscript/Index] Contoh Nil_Akhir[3]. Frieyadie."<<i<<endl. cout<<"Ujian"<<endl. cin>>nilai2[i]. cout<<"Nilai MidTest : ". Mengakses Array Berdimensi Satu Suatu array.40)+ (nilai2[i] * 0.i<=2. cin>>nilai1[i]. Nil_Akhir[0]. Contoh-2 /* ---------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I 7. for(i=1. Pradita.i<=2. float nilai2[5]. cout<<"------------------------------------------"<<endl.*/ #include<conio. cout<<"Hasil"<<endl. float nilai1[5]. } cout<<"------------------------------------------"<<endl. Ilamsyah. cout<<"Nilai Final : ". Nil_Akhir[1]. cout<<" MidTest Final ".

Array Berdimensi Dua Array dimensi dua tersusun dalam bentuk baris dan kolom.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai1[i]. } cout<<"------------------------------------------"<<endl. pendataan nilai dan lain sebagainya.2. getch(). Pradita. Hasil Contoh-2 7. berikut dapat anda lihat pada tabel berikut : Data Penjualan Pertahun Tahun Penjualan No 2001 2002 2003 1 150 159 230 2 100 125 150 3 210 125 156 Frieyadie. Ilamsyah. Array dimensi dua dapat digunakan seperti pendatan penjualan. • Index-1 : Untuk menyatakan jumlah baris • Index-2 : Untuk menyatakan jumlah kolom Contoh Pendeklarasian Array Sebagai contoh pendeklarasian yang akan kita gunakan adalah pengolahan data penjualan. cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai2[i]. cout<<setprecision(2)<<" "<<hasil[i]<<endl. dan Ani Oktarini 93 . dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 7. dimana indeks pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom. Sopiyan. Bentuk Umum pendeklarasian array : Tipe_Data Nama_Variabel[index-1][index-2] Keterangan: • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. } Output yang akan dihasilkan.2.

clrscr(). dan Ani Oktarini 94 . dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya.2. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut: Contoh-3 #include <conio. Mengakses Array Berdimensi Dua Suatu array. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 7.3. cout<<nama[0][0]<<ends<<nama[1][0]<<endl."Mas"}. Ilamsyah.1 diatas maka dapat dituliskan kedalam array dimensi dua berikut: int data_jual[3][3]. cout<<nama[0][1]<<ends<<nama[1][2]<<endl.*/ /* Array Dimensi 2 */ /* -------------------.h> main() { char nama[2][3][10]={{"Pak". {"Andi". Hasil Contoh-3 7.*/ #include<conio.h> Frieyadie. cout<<nama[0][2]<<ends<<nama[1][1]<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Jika anda lihat dari tabel 7.h> #include <iostream.1."BU". Pradita.2. } Output yang akan dihasilkan. getch(). Inisialisasi Array Berdimensi Dua Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel."Carli"}}. Contoh pengaksesan dengan bentuk sebagai berikut: Contoh-4 /* -------------------.23."Budi". Jumlah Kolom Jumlah Baris Nama Array Tipe data elemen array 7. Sopiyan.

} Output yang akan dihasilkan. } cout<<"-----------------------"<<endl. getch( ). Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I #include<stdio.h> main() { int i. cout<<"-----------------------"<<endl. for(i=1. Ilamsyah. Pradita.j<=3. cout<<data_jual[i][j]. } } cout<<"Data Penjualan Pertahun"<<endl. int data_jual[4][4].j++) { cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(4).i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(5)<<i.j<=3. dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. cout<<"-----------------------"<<endl. clrscr().i<=3. for(i=1. cout<<"Jumlah Penjulan : ". cout<<"NO 2007 2008 2093"<<endl. j.j++) { cout<<"Data Ke . dan Ani Oktarini 95 . cout<<" "."<<i<<" "<<j<<endl.h> #include<iomanip.h> #include<iostream.i++) { for(j=1. } cout<<endl.i<=3. cin>>data_jual[i][j]. for(j=1.

dst sampai seluruh elemen shg akan menghasilkan pola data yg telah disort. Selection Sort Tehnik pengurutan dengan cara pemilihan elemen atau proses kerja dengan memilih elemen data terkecil untuk kemudian dibandingkan & ditukarkan dengan elemen pada data awal.h> #include<stdio. Ilamsyah. Tentukan bilangan dengan Index terkecil dari data bilangan tersebut 3. Contoh-5 /* -------------------------------. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. Prinsip kerja dari teknik ini adalah sbb : 1. Urut. int n. Sopiyan. Pengecekan dimulai data ke-1 sampai dengan data ke-n 2.*/ #include<conio.h> int main() { int i. int Arr[100]. iMin.*/ /* Selection sort dengan C++ */ /* -------------------------------. Tukar bilangan dengan Index terkecil tersebut dengan bilangan pertama ( I = 1 ) dari data bilangan tersebut 4.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 7. dan Ani Oktarini 96 . int Tmp. Pradita. Hasil Contoh-4 7. j. Sorting dalam C++ a.2.24.4. Frieyadie. code.

scanf("%i". } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). j < n. Arr[iMin] = Tmp. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). for(i = 0. dan Ani Oktarini 97 .1. } for(i = 0. &Arr[i]). } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). i + 1. Arr[i]). Arr[i]). i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". i + 1). j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. Urut = 1. Pradita. for(j = Urut.1. for(j = Urut. i + 1. if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. scanf("%i". i++) { iMin = i. j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. &n). }} } } Urut = Urut + 1. for(i = 0. } getch(). i < n. i < n . i < n . } } } } Urut = Urut + 1. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. i++) { iMin = i. i < n. Sopiyan. i < n. for(i = 0. j < n. }for(i = 0. if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. Arr[iMin] = Tmp. } Frieyadie.

h> int main() { int i. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". code. } getch(). for(i = 0. Prinsip Kerja Insertion Sort adalah 2.1. } } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). i < n. &n).Modul Algoritma Pemrograman I getch(). Arr[j] = Arr[j + 1]. i + 1). Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 3. for(i = 0. Insertion Short Prinsip dasar Insertion adalah secara berulang-ulang menyisipkan / memasukan setiap elemen. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 2. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). Urut... i + 1. Arr[j + 1] = Tmp. int Tmp. Jika lebih kecil maka pindahkan bilangan tersebut dengan bilangan yg ada didepannya ( sebelumnya ) satu persatu (n-1. int Arr[100]. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". i < n. } b. Ulangi langkah 2 dan 3 s/d sort optimal. Bandingkan data ke-I ( I = data ke-2 s/d data ke-n ) 4. Jika lebih besar maka tidak terjadi pemindahan 5. i++) { for(j = 0. int n. j. ke dlm posisinya / tempatnya yg benar.dst) 4. iMin. scanf("%i". #include<conio. Bandingkan data ke-n dengan data sebelumnya (n-1) 3. } c. i < n. dan Ani Oktarini 98 . Ilamsyah. j++) { if(Arr[j] > Arr[j + 1]) { Tmp = Arr[j].h> #include<stdio. Pradita.n-2. scanf("%i".. } for(i = 1. Bandingkan data ke-I tersebut dengan data sebelumnya (I-1). Jika lebih kecil maka data tersebut dapat disisipkan ke data awal sesuai dgn posisisi yg seharusnya Frieyadie. Arr[i]). j < n . 1.n-3. Buble Sort Prinsip Kerja dari Bubble Sort adalah : 1. &Arr[i]).. Sopiyan.

i++) { printf("Masukan data ke %i : ". Arr[j] = Tmp.1. i < n. i++) { Tmp = Arr[i]. i + 1. &n). int Arr[100]. while(Arr[j] >= Tmp && j > 0) { Arr[j + 1] = Arr[j]. for(i = 0.h" int main( ) { int i. Sopiyan. } if(Tmp >= Arr[j]) { Arr[j + 1] = Tmp. #include "conio. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. scanf("%i". } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). Pradita. iMin. Urut. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). for(i = 0. dan Ani Oktarini 99 . code. Arr[i]).Modul Algoritma Pemrograman I 5. j. } for(i = 1.h" #include "stdio.1. } getch(). scanf("%i". j = i . i + 1). &Arr[i]). i < n. j = j . } Frieyadie. Ilamsyah. } else { Arr[j + 1] = Arr[j]. int Tmp. int n. i < n. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n".

. <diinput> <<Terus berulang tergantung Banyak Jenis>> Layar Keluaran GEROBAK FIRED CHICHEN ------------------------------------------------------------No.... Latihan 1. Total Bayar Rp .... <diinput> Banyak Potong : . 2000 S Sayap Rp. . <diinput> Jenis Ke .. Jenis Potong dan Banyak Beli diinput... ... 2500 P Paha Rp..Modul Algoritma Pemrograman I 7. 2500 P Paha Rp. 2000 S Sayap Rp... • Banyak Jenis.. -----------------------------------------------------------Jumlah Bayar Rp ...... Rp . Jenis Harga Bayak Jumlah Potong Satuan Beli Harga ------------------------------------------------------------.... dan Ani Oktarini 100 . Pajak 10% Rp . Frieyadie.... .. • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan GEROBAK FRIED CHICKEN --------------------Kode Jenis Harga -------------------------D Dada Rp..... Sebuah perusahaan ayam goreng dengan nama “GEROBAK FRIED CHICKEN” yang telah lumayan banyak pelanggannya...... ... Rp ... Sopiyan..... 1500 ---------------------------------Buatlah programnya dengan ketentuan: • Setiap pembeli dikenakan pajak sebesar 10% dari pembayaran. . Ilamsyah. Pradita..4. 1500 -------------------------Banyak Jenis : . <proses counter> Jenis Potong [D/P/S] : . “GEROBAK FRIED CHICKEN” mempunyai daftar harga ayam sebagai berikut : Kode Jenis Harga ---------------------------------D Dada Rp.. .. ingin dibantu dibuatkan program untuk membantu kelancaran usahaannya... ...

.. <di input> Pendidikan (1=SMU/2=D3/3=S1) : . <diinput> Karyawan Ke .. 700.. Sopiyan.......... STAY COOL Masukkan Jumlah Karyawan : ....500 untuk setiap kelebihan jam kerja dalam satu bulannya... Nama Tunjangan Karyawan ----------------Honor Pendapatan Jabatan Pendidikan Lembur Pajak Bersih ------------------------------------------------------------------------------------------. .. -----------------------------------------------------------------------------------------Total Gaji yang dikeluarkan Rp. dengan memperoleh tujangan-tunjangan sebagai berikut: • Tunjangan Jabatan Golongan 1 2 3 Persen tase 5% 10% 15% • Honor Lembur Jumlah jam kerja normal dalam satu bulan sebanyak 240 Jam Kerja........ <di input> Jumlah Jam Kerja : . <proses counter> Nama Karyawan : .... ........ STAY COOL ------------------------------------------------------------------------------------------No. 2.. maka kelebihkan jam kerja tersebut dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp. .. • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan dan Keluaran Program Hitung Honor Karyawan Kontrak PT..000.. <di input> <<Terus berulang tergantung Jumlah Karyawan>> PT....Modul Algoritma Pemrograman I 2..... ... . PT. ...... Ilamsyah...... Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja sebih dari 240 jam.... ....... .. . . <di input> Golongan (1/2/3) : . Frieyadie.. dan Ani Oktarini 101 .. Pradita.per bulan... ....... ......... . . memberikan Honor tetap kepada karyawan kontraknya sebesar Rp.. STAY COOL..

guna untuk membedakannya dengan nama_variabel. tetapi bukanlah instruksi dari program itu sendiri. tetapi untuk preprocessor. diantaranya adalah: 8. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda : # Ada beberapa preprocessor directive.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Macro Dan File Header adalah: 8 Didalam penyusunan suatu makro ada beberapa hal yang perlu dipelajari 8. ketika didalam proses penterjemahan (Compile) program berlangsung. didalamnya membuat nilai pembuktian pertama dan menterjemahkan code program didalam kode objek.1. Nama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf besar.1. Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan pada nama_konstanta.14 contoh: #define HURUF ‘B’ contoh: #define JABATAN “INSTRUCTOR” contoh: #define CETAK (“Borland C++”) contoh: #define LUAS_KUBUS (n*n) Frieyadie. Sopiyan. Teks dapat berupa: • Numerik • Karakter • String • Pernyataan • Fungsi Sederhana contoh: #define PI 3. dan Ani Oktarini 102 . Preprocessor Directives Preprocessor directive merupakan suatu perintah yang termasuk kedalam program. Pradita. Preprocessor ini dijalankan secara otomatis oleh kompiler. Ilamsyah.1. Bentuk umum dari preprocessor directive #define ini adalah: #define nama_konstanta teks Contoh : Teks #define A 6 Nama_Konstanta Dalam pendeklarasian preprocessor directive #define. # define Digunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta.

dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 8.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* ----------------------------------. Ilamsyah. cout<<"Luas Lingkaran dengan : "<<endl. Pradita.h> #include<conio. Contoh-1 /* ----------------------------------. Sopiyan.h> #include<iostream.h> #define awal { #define akhir } #define mulai() main() #define cetak cout #define masuk cin #define hapus() clrscr() #define tahan() getch() #define LS_KUBUS (sisi*sisi) mulai( ) awal Frieyadie.*/ #include<stdio. } Output yang akan dihasilkan.1 Hasil Contoh-1 Contoh-2 /* ----------------------------------. getche( ). cout<<"Jari-jari = 10 adalah "<<L(10)<<endl.h> #define PI 3.h> #include<iostream. # define akan mengganti semua nama konstanta tadi dengan teksnya sebelum proses kompilasi dimulai.h> #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I Setelah #define ditentukan didalam program cukup dituliskan nama_konstantanya saja.141592 #define L(n) PI*n*n main( ) { clrscr(). cout<<"Jari-jari = 5 adalah "<<L(5)<<endl.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* -----------------------------------. dan Ani Oktarini 103 .*/ #include<stdio.

cetak<<"Luas Kubus adalah : "<<ls_kubus. cetak<<"Program Penggunaan #define"<<endl. # include Preprocessor #include telah dibahas pada bab sebelumnya. kecuali pada directori yang sedang aktif. ls_kubus = LS_KUBUS.#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar. #endif Frieyadie. Pradita. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define. Sopiyan. hapus( ). Hasil Contoh-2 10. cetak<<"Masukkan Nilai Sisi Kubus = ". dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 8. ls_kubus.1.#endif Preprocessor #if . # if . 10. • #include <nama_file_header> “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang ada file headernya.1.3. Dalam penulisan #include ada dua bentuk penulisan : #include "nama_file_header" atau #include <nama_file_header> Pada bentuk penulisan #include mempunyai arti yang berbeda. Ilamsyah.2. tahan( ). Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta penyataan. yaitu berfungsi untuk memasukkan atau menyertakan file-file header kedalam program yang akan dibuat. yaitu: • #include "nama_file_header" “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directori dimana file header tersebut berada “. jika tidak maka. diabaikan.2. dan Ani Oktarini 104 . masuk>>sisi. akhir Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I int sisi.

h> #define N 4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol"). Ilamsyah.#else . #endif Contoh-4 /****************************** Penggunaan #if . dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 8. #else printf("Lebih Kecil dari Nol").#else -#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar. # if . #else Penyataan-2.h> #include <stdio. #endif } 105 Frieyadie. #endif getch( ). dan Ani Oktarini .#endif ******************************/ #define N -4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol"). Hasil Contoh-3 10.#endif ***********************/ #include <conio.1.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-3 /*********************** Penggunaan #if .#endif Preprocessor #if . Sopiyan. Pradita. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta Penyataan-1. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define.#else . pernyataan #else dikompilasi. jika #if bernilai salah maka.4. } Output yang akan dihasilkan.3.

Hasil Contoh-5 Frieyadie. Ilamsyah. merupakan kombinasi dari #if dan #else. # elif Preprocessor #elif digunakan untuk mengkompilasi dari pernyataan bertingkat. #else N < 10 printf("Lebih Kecil dari Sepuluh"). #elif N == 10 printf("Sama Dengan Sepuluh "). Dalam hal ini #elif sama halnya seperti #elseif. #endif Contoh-5 /***************** Penggunaan #elif ******************/ #define N 12 main( ) { #if N > 10 printf("Lebih Besar dari Sepuluh"). Sopiyan.4. # elif ekspresi-konstanta-n Penyataan-n.5.1.5. Perintah dijalankan sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. dan Ani Oktarini 106 . Pradita. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta-1 Penyataan-1. Hasil hanya dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan yang benar. #elif ekspresi-konstanta-2 Penyataan-2. Bentuk #elif diikuti oleh ekspresi-konstanta.Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 8. Hasil Contoh-4 10. #endif } Hasil dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 8.

Sopiyan.6. Frieyadie. Contoh-6 /**************** Penggunaan #undef *****************/ #include<iostream. # ifdef . #endif Penjelasan: Jika nama-konstanta terdefinisi maka. hal ini merupakan parameter yang khusus yang harus terdefinisi.1. Hasil Contoh-6 10. dan Ani Oktarini 107 . jika nama-konstanta tidak terdefinisi maka.1. #undef Preprocessor #undef digunakan untuk menghilangkan nilai yang telah didefiniskan dari daftar definisi.# ifndef Preprocessor #ifdef dan #ifendef memberikan bagian dari program yang akan dikompile. cout<<LEBAR_MAKS.7. Benuk umum penulisan sebagai berikut: #ifdef nama-konstanta pernyataan.6. Pradita. Ilamsyah. } Hasil dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 8. pernyataan akan diabaikan. pernyataan akan dijalankan.Modul Algoritma Pemrograman I 10. hal ini dapat dilakukan jika sudah konstanta didefiniskan pada bagian #define.h> #define LEBAR_MAKS 100 #if LEBAR_MAKS>200 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 200 #elsif LEBAR_MAKS <50 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #else #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #endif main( ) { char str[LEBAR_MAKS].

kita dapat juga membuat file header sediri.h Types for dealing with time. Sopiyan. dengan cara yang sama seperti membuat file editor. cout<<" pergi Kesekolah". File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta.h . */ #ifndef TIME_T #define TIME_T typedef long time_t. Hasil Contoh-7 10. Ilamsyah. } Hasil dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 8. Berikut contoh file header standar yang disediakan oleh Borland C++. Pembuatan File Header File Header adalah suatu file dengan akhiran . #endif Frieyadie.h . Pradita. Copyright (c) Borland International 1987. #else cout<<"Pagi ini "<<ANAK2<<"pergi Kesekolah". #else #ifndef ANAK2 cout<<"Hari ini "<<ANAK1<<" "<<ANAK2. Selain file-file header standar yang disediakan oleh C++. /* types.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-7 //--> Penggunaan #ifdef dan #ifndef #include<iostream. dan Ani Oktarini 108 . #endif #endif getche().2.1988 All Rights Reserved.h> #define ANAK1 "ILHAM" #define ANAK2 "HADIANSYAH" main( ) { #ifdef ANAK1 cout<<"Pagi ini "<<ANAK1<<" pergi Kesekolah".7. Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran .

kemudian simpan dengan nama : atur. Copyright (c) Frieyadie 2001 All Rights Reserved. cin>>b.*/ #include<stdio. */ #define awal { #define akhir } #define mulai( ) main( ) #define cetak cout #define tampil cprintf #define masuk scanf #define hapus( ) clrscr( ) #define jika if #define warna textcolor #define tahan getche( ) Setelah disimpan pada direktori C:\BC5\INCLUDE\.h.Modul Algoritma Pemrograman I Sebagai latihan berikut ini akan dibuatkan suatu file header sendiri yang akan digunakan pada file editor. kemudian gunakan file header yang sudah anda buat dan simpan dengan nama : sendiri. c.h contoh pembuatan file header untuk pengaturan. Buatlah program dibawah ini. Pradita. cout<<endl.cpp Contoh-9 /* ---------------------------------.. dan Ani Oktarini 109 . cin>>a.*/ /* program dengan file header sendiri */ /* ---------------------------------.h. c=a+b. tampil("\nPROGRAM PENJUMLAHAN\n"). Buatlah program file heder dibawah ini. b.h" mulai( ) awal int a. tahan. . cout<<"Hasil dari "<<a<<" + "<<b<<" = "<<c. Contoh-8 /* atur.h> #include<conio. selanjutnya Compile file atur. Sopiyan. warna(4). hapus( ). pada folder kerja anda folder include.h> #include"atur. cout<<"Masukkan Nilai A = ".h> #include<iostream. cout<<"Masukkan Nilai B = ".. akhir Frieyadie. Ilamsyah.

Sebagai input adalah bilangan itu sendiri. Hasil Contoh-9 10. < hasil proses > 3.T.A. dengan ketentuan sebagai berikut: • Nilai Absensi * 10 % • Nilai Tugas * 20 % • Nilai U.h. Buatlah program menghitung nilai akhir perkuliahan pada suatu matakuliah.h Tampilan Yang Diinginkan: Masukkan Nilai Jari-jari : . Sopiyan.S = <data-inputan> * 30% = <hasil-proses> Nilai Murni U. dan Ani Oktarini 110 . sedangkan sebagai output adalah pangkat dua serta pangkat tiga dari bilangan bulat tersebut. Proses berada didalam file header.3.T.A. Buatlah program menghitung pangkat dua serta pangkat tiga dari sebuah bilangan bulat dengan makro.S = <data-inputan> * 40% = <hasil-proses> Nilai Akhir yang diperoleh sebesar : …. Ilamsyah. Latihan 1. nama file header yang diinginkan : lingkaran.S : ……<di-input> Masukkan Nilai U.S * 40 % Untuk proses penilaian dilakukan didalam file header dan simpan nama file header tersebut hitnilai.S * 30 % • Nilai U.Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 8. < hasil proses > Keliling Lingkaran : . <di-input> Luas Lingkaran : ... Tampilan yang diinginkan: Program Hitung Nilai Akhir Mata Kuliah Masukkan Nilai Absensi : ……<di-input> Masukkan Nilai Tugas : ……<di-input> Masukkan Nilai U.. 2.T..A..S : ……<di-input> Nilai Murni Absensi = <data-inputan> * 10% = <hasil-proses> Nilai Murni Tugas = <data-inputan> * 20% = <hasil-proses> Nilai Murni U..9. <hasil-proses> Frieyadie. Pradita. Buatlah program menghitung luas dan keliling lingkaran..

Operator Dereference ( & ) Didalam mendeklarasikan suatu variabel harus pada lokasi yang pasti didalam penggantian memori. operator ini biasa disebut dengan “address of” atau operator alamat. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Pointer 9 Merupakan sebuah variabel yang berisi alamat dari variabel lain. Diagram Pengunaan Opeator Dereference 9.1. Suatu pointer dimaksudkan untuk menunjukan ke suatu alamat memori sehingga alamat dari suatu variabel dapat diketahui dengan mudah.1.1. Ilamsyah. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan suatu identifier “&” (ampersand sign) didepan nama variabel. AMIR = ILHAM. suatu variabel akan menghasilkan alamat lokasi memori. Operator dereference ( & ) 2.1. // AMIR sama dengan ILHAM (75) RAKA = &ILHAM. Operator Pointer Terdapat dua macam operator pointer yang disediakan oleh Borland C++: 1. tetapi sesekali sistem operasi akan memberikan banyak alamat yang kita tidak mengetahui dimana variabel ditempatkan. 9. dan Ani Oktarini 111 . Operator Reference ( * ) Dengan menggunakan operator anda dapat mengakses secara langsung nilai yamg terdapat didalam variabel yang berpointer. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) Gambar 9. hal ini dapat dilakukan dengan Frieyadie.2. Sopiyan. Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 0x0012ff88 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75.1. Operator reference ( * ) 9. Dengan menggunakan operator dereference ( & ) ini.Pada umumnya kita tidak dapat menentukan dimana variabel akan ditempatkan Terkadang secara otomatis dilakukan oleh kompiler dan sistem operasi yang sedang aktif.

Dengan menggunakan operator reference ( * ) ini. agar dapat menterjemahkan nilai sebenarnya dari suatu variabel. Frieyadie.2 Diagram Pengunaan Opeator Reference 9.h> void main( ) { char *const nama = "Borland C++". Bentuk penulisan: tipe_data * const nama_konstanta. Operator ini biasa disebut dengan “value pointed by”. RAKA = &ILHAM. Untuk mendeklarasikan pointer secara konstanta dengan memberikan kata const didepan nama konstanta.h> #include<iostream.2. dan Ani Oktarini 112 . Sopiyan. Pradita. Contoh-1 //----------------------------------// //Pendeklarasian Pointer Konstanta // //----------------------------------// #include<stdio. // RAFLI sama dengan value pointed by RAKA(75) Gambar 9.Modul Algoritma Pemrograman I menambahkan identifier asterisk ( * ). Ilamsyah. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) RAFLI = *RAKA.h> #include<conio. menghasilkan nilai yang berada pada suatu alamat memori Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 65524 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. Deklarasi Pointer Pada Konstanta Suatu pointer dapat dideklarasikan secara konstanta atau secara tetap tidak dapat diubah.

Karena variabel nama. amir = ilham.3. Pradita. memeriksa satu persatu data yang memiliki pointer pada saat variabel tersebut pertama kali dideklarasikan..h> #include<conio. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 9.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ). cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. Pesan Kesalahan Yang Tampil adalah: Cannot modify a const object Error Message yang akan dihasilkan. clrscr( ). getch( ). Deklarasi Pointer Pada Variabel Karena keakhlian dari pointer untuk menunjuk secara langsung kesuatu nilai. dan Ani Oktarini 113 . Frieyadie. Bentuk penulisan: tipe_data *nama_variabel. *raka.h> #include<iostream.h> main( ) { int ilham. yaitu tidak dapat diubah-ubah. penyebabnya pada pernyataan nama = "Borland C++". merupakan pointer konstanta.3 Error Message Contoh-1 9. terdapat kesalahan dan tidak dapat dijalankan. raka = &ilham. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. amir. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. Contoh-2 //-------------------------------// //Penggunaan Pointer Dereference // //-------------------------------// #include<stdio. Sopiyan. ilham = 75. } Pada program diatas. Ilamsyah. nama = "Visual C++".

cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl.5 Hasil Contoh-3 Frieyadie. cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl. *raka. getch().4 Hasil Contoh-2 Contoh-3 //-----------------------------// //Penggunaan Pointer Reference // //-----------------------------// #include<stdio. rafli = *raka.h> #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 9. cout<<"Nilai RAFLI = "<<rafli<<endl. rafli. } Output yang akan dihasilkan. getch( ). Pradita.h> main( ) { int ilham. Ilamsyah. clrscr( ). ilham = 75. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 9. dan Ani Oktarini 114 . Sopiyan.h> #include<conio. raka = &ilham.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nilai AMIR = "<<amir<<endl.

//pointer pada pointer ilham = '75'. //pointer pada pointer clrscr( ). Gambar 9. Didalam pendeklarasianya. //pointer ke variabel int **amir. hanya menambahkan pointer reference ( * ) pada variabel yang akan ditunjuk. cout<<**amir<<endl.7 Diagram Pengunaan Pointer Pada Pointer Contoh-5 // -----------------------------// //Penggunaan Pointer to Pointer // //------------------------------// #include<stdio. amir = &raka.4. raka = &ilham. dari program contoh-5 diatas adalah: Frieyadie. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. Ilamsyah. cout<<"Nilai RAKA Hasil Mengakses ILHAM = ". //pointer ke variabel char **amir. amir = &raka. Pradita. int *raka. Sebagai contoh : char ilham. getch( ).h> #include<iostream. cout<<"Nilai AMIR Hasil Mengakses ILHAM = ". char *raka. dan Ani Oktarini 115 . pointer dapat pula menunjuk ke pointer lainnya. Pointer Pada Pointer Tidak terbatas menunjuk alamat dari suatu variabel. cout<<*raka<<endl. ilham = 75.h> #include<conio. //-> Penugasan Ke Alamat Memori raka = &ilham.h> main() { int ilham. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I 8. } Output yang akan dihasilkan.

yaitu pengenal array sama dengan alamat pada elemen pertama.i++) { cout<<"Masukan Nilai Pertama = ". Sebagai contoh sederhana dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-6 //------------------------------// //Penggunaan Pointer to Array // //------------------------------// #include<stdio. dan Ani Oktarini 116 . Nilai "<<nilai[i]. for(i=1. cout<<".Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9. } cout<<endl.5. Menempati Alamat Memori = ". cin>>nilai[i]. for(i=1.h> #include<iostream. pada array. Pointer pada Array Konsep Array diantaranya adalah banyak loncatan dari pointer satu ke pointer yang lain. cout<<&ptrnilai[i]. cout<<"Hasil Pengaksesan Elemen Array Lewat". } getche( ). cout<<"Pointer". int nilai[5]. ptrnilai = nilai.i++) { cout<<"Elemen "<<i<<". cout<<endl. cout<<endl<<endl. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah.8 Hasil Contoh-5 8. karena secara internal array juga menyatakan alamat.i<=5. Pradita. Sopiyan. dari program contoh-6 diatas adalah: Frieyadie.i<=5.h> main( ) { int i. int *ptrnilai.h> #include<conio.

band_punk+=3.9 Hasil Contoh-6 9. char *band_punk = "RANCID". cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl. Sopiyan.*/ #include <iostream. cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk.h> main( ) { char band_metal[ ] = "SEPULTURA".Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9. cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk. dan Ani Oktarini 117 . Ilamsyah. Pradita.h> #include <conio. getche( ).6. Pointer pada String Pointer pada string dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-7 /* ------------------. //menambah nilai penunjuk / pointer cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl.*/ /* Pointer pada String */ /* ------------------. } Frieyadie.

4. R A N C I D \0 1 2 3 4 5 6 Frieyadie. secara default. Ilamsyah. Sopiyan. pembacaan dilakukan mulai dari pointer pertama. sehingga tercetak kata CID.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 9.10 Hasil Contoh-7 Pada program diatas. maka pembacaan berpindah ke alamat ke. Pradita. terdapat perubahan nilai pointer band_punk . dan Ani Oktarini 118 . yang di tunjukkan oleh penambahan nilai pointer pada band_punk+=3. karena sudah terjadi penambahan dengan 3.

Argumen.h> garis( ) { printf("\n----------------------\n").h> #include<stdio.Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama. . Kegunaan dari fungsi ini adalah untuk: . Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Fungsi 10 Fungsi (Function) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. .h> #include<iostream. Sopiyan. } Keterangan: . yang bersifat mutlak. sehingga mudah dipahami dan dapat lebih dikembangkan. Contoh pembuatan fungsi sederhana Contoh-1 /* pembuatan fungsi garis() */ #include<conio. sebagai contoh yang lainnya fungsi printf(). Pradita. diletakan diantara tanda kurung “( )” yang terletak dibelakang nama fungsi. } Frieyadie. karena fungsi ini program akan dimulai.Pernyataan / perintah. diletakan diantara tanda kurung ‘{ }’. … pernyataan / perintah.Nama fungsi.Program menjadi lebih terstruktur. cukup dengan menuliskan nama fungsinya. cout() yang mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data kelayar dan masih banyak lainnya. dan Ani Oktarini 119 . . tidak menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti sendiri. Struktur Fungsi Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut: nama_fungsi(argumen) { … pernyataan / perintah. Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main(). boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan.1. Pada pemanggilan sebuah fungsi. … pernyataan / perintah. 10. Argumen boleh diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong.

sedangkan blok program fungsi yang mengandung perintah-perintah atau pernyataan-pernyataan dari program berada di bawah blok program utama yang memiliki keuntungan sebagai berikut: • Kompiler akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter fungsi. Hasil Contoh-1 10. Ilamsyah. yaitu : • Parameter formal adalah variabel yang terdapat pada daftar parameter yang berada didalam definisi fungsi. maka akan menunjukkan kesalahan.2. //memanggil fungsi garis getche( ). } Output yang akan dihasilkan. Frieyadie.1. Nilai-nilai pada objek-objek tersebut didapat dari variabel-variabel yang barada pada program utama. • Jumlah parameter yang digunakan • Tipe data dari masing-masing parameter yang digunakan.. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I /* program utama */ main( ) { clrscr( ). Pradita. Terdapat dua macam para parameter fungsi. ). Prototipe fungsi dituliskan di atas blok program utama dan diakhiri dengan tanda qualifier titik koma ( . • Jika jumlah parameter yang digunakan dalam definisi fungsi dan pada saat pemanggilan fungsi berbeda atau tidak sama. Sedangkan yang dimaksud dengan parameter pada fungsi adalah suatu pendefinisian nilai-nilai dari objek-objek yang dideklarasikan pada bagian argumen di fungsi. Prototipe dan Parameter Fungsi Prototipe merupakan uraian dari blok fungsi yang dapat digunakan untuk mendeklarasikan ke kompiler mengenai: • Tipe data keluaran dari fungsi. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 10. dan Ani Oktarini 120 .Pondok Labu"<<endl. garis( ). //memanggil fungsi garis cout<<"AMIK BSI . garis( ). • Parameter Aktual adalah variabel yang digunakan pada pemanggilan suatu fungsi.

} if (lagi=='Y' || lagi=='y') goto atas. b). ….h> //untuk strcpy char coment (char ket[30]. } //blok program fungsi dengan parameter aktual char coment (char ket[30].cin>>i. coment(c. if (a==1) strcpy(ket. Sopiyan. a=n%2..int n). { cout<<"Masukkan nilai = ". cout<<"\n\nIngin input lagi [Y/T]: ". else getch( ).h> #include <iostream. } Contoh penggunaan prototipe fungsi dan parameter fungsi sebagai berikut: Contoh-2 //Penggunaan Prototipe pada Fungsi #include <conio.. //paramater formal cout<<c."---Bilangan Genap---")."---Bilangan Ganjil---").. } Frieyadie.. Ilamsyah.h> #include <string. //prototipe fungsi main( ) { char lagi. dan Ani Oktarini 121 .int n) { int a. } parameter aktual parameter formal float total( int x. total(a. atas: clrscr( ). int y) { …. Pradita. main() { ….i).cin>>lagi.Modul Algoritma Pemrograman I Bentuk penulisan Parameter Formal dan Parameter Aktual.c[30]. int i. else strcpy(ket.

*/ #include<conio. int n) { m+=5. int n).h> tambah(int m. clrscr( ). dan Ani Oktarini 122 . cout<<"Nilai Sebelum Fungsi Digunakan ". a = 5. b = 9. yaitu: 10. Ilamsyah. n+=7. Berikut contoh pemanggilan dengan nilai dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-3 /* -----------------------. b.2. Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak dapat berubah.2. cout<<"\n\nNilai di dalam Fungsi Tambah()". cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. main( ) { int a.h> #include<stdio. Pemanggilan dengan nilai ( Call by Value ) Pada pemanggilan dengan nilai yaitu nilai dari parameter aktual akan dimasukkan ke parameter formal. Hasil Contoh-2 Di dalam bahasa C++ ada dua cara untuk melewatkan nilai-nilai parameter ke dalam fungsi dari nilai-nilai variabel. } tambah(int m.*/ /* Penggunaan Call By Value */ /* Program Tambah Nilai */ /* -----------------------. Sopiyan.1. getch( ) . walaupun nilai dari parameter formal berubah. tambah(a.b). dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 10. Pradita.h> #include<iostream. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. cout<<"\nNilai Setelah Fungsi Digunakan". Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan.

3. Pemanggilan dengan Referensi (Call by Reference) Pemanggilan dengan referensi merupakan pemanggilan nilai suatu parameter di dalam fungsi ke parameter actual yang disimpan pada alamat memori dengan menggunakan pointer. cout<<"\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi". Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu parameter aktual dengan melaksanakan pengubahan nilai dari suatu parameter yang dilakukan di dalam fungsi. cout<<endl. b = 6.*/ /* Penggunaan Call By Reference */ /* Program Tambah Nilai */ /* ---------------------------. Sopiyan. Hasil Contoh-3 10. Contoh-4 /* ---------------------------. dan Ani Oktarini 123 . b. a = 4. Pradita.*/ #include<conio. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"\nm = "<<m<<" n = "<<n. cout<<endl. main( ) { int a. Ilamsyah.h> #include<iostream. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. cout<<"Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi". clrscr( ). dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 10.2. tambah(&a.2.h> #include<stdio. int *d). Frieyadie.h> tambah(int *c. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b.&b).

Ilamsyah. cout<<"\nc = "<<*c<<" d = "<<*d. Pernyataan return(). } float kel (int r)//fungsi kel lingkaran { return(3. } Frieyadie. } tambah(int *c. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ). } Output yang akan dihasilkan.h> float luas (int r)//fungsi luas lingkaran { return(3. Pernyataan return() diikuti oleh argumen yang berupa nilai yang akan dikirimkan.4. cout<<endl. Contoh pemakaian pernyataan return() dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-5 /* Pernyataan Return pd Fungsi */ #include <conio.h> #include <iostream. cout<<"\nNilai di Akhir Fungsi Tambah()".14*2*r). int *d) { *c+=7. Pradita. dikarenakan nilai hasil dari parameter formal akan disimpan pada nama fungsi.3. Hasil Contoh-4 10.h> #include <stdio.14*r*r). dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 10. Syarat utama dalam pembuatan fungsi return adalah nama fungsi yang dapat mengembalikan nilai. *d+=5. dan Ani Oktarini 124 . Digunakan untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada fungsi yang lain yang memanggilnya.

Ilamsyah. 10.1. Hasil Contoh-5 10. Contoh-6 /* -------------. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 10. • Variabel Eksternal atau Global. Variabel Lokal Variabel Lokal adalah variabel yang dideklarasikan didalam fungsi dan hanya dikenal oleh fungsi yang bersangkutan.4.h> #include<stdio.4. Variabel lokal biasa disebut dengan Variabel Otomatis.*/ #include<conio. Jenis Variabel Jenis Variabel pada C++ ini sangat berguna didalam penulisan suatu fungsi agar penggunaan didalam penggunaan suatu variabel tidak salah.h> lokal( ). Terdapat beberapa jenis variabel yaitu: • Variabel Lokal. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan.h> #include<iostream. cout<<"Luas lingkaran = "<<luas(j)<<endl. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int j. cout<<"Masukkan Jari-jari = ". • Variabel Statis. dan Ani Oktarini 125 . main( ) { Frieyadie.5.cin>>j.*/ /* Variabel Lokal */ /* -------------. Pradita. cout<<"Keliling lingkaran = "<<kel(j).

diluar dari fungsi main(). cout<<"\nNilai a didalam fungsi lokal( ) = "<<a. Contoh-7 /* -----------------------------. Pradita. lokal( ). cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a.h> #include<iostream. getch( ). cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. dan Ani Oktarini 126 .Modul Algoritma Pemrograman I int a = 15. Ilamsyah. Variabel Eksternal Variabel Eksternal adalah variabel yang dideklarasikan diluar fungsi yang bersifat global yang artinya dapat digunakan bersama-sama tanpa harus dideklarasikan berulang-ulang. cout<<"Pemanggilan Variabel Lokal"<<endl.*/ /* Variabel Eksternal atau Global */ /* -----------------------------.h> int a = 6. yang selama ini pendeklarasian variabel selalu didalam fungsi main(). //--> deklarasi variabel eksternal void lokal( ). Hasil Contoh-6 10.4.6.h> #include<stdio. Sopiyan. } lokal( ) { int a = 10. } Output yang akan dihasilkan. Frieyadie.*/ #include<conio. Untuk pendeklarasian variabel ekternal ini. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 10.2. clrscr( ).

maka variabel dapat dipergunakan oleh semua fungsi yang terletak pada file yang sama ditempat variabel statis dideklarasikan. dan Ani Oktarini . • Jika variabel statis bersifat eksternal.*/ #include<conio.h> #include<stdio. //--> pemanggilan fungsi local cout<<"\nNilai Setelah penggilan fungsi local() = ". cout<<"Penggunaan Variabel Eksternal"<<endl. Pradita.h> 127 Frieyadie. • Jika tidak ada inisialisasi oleh pemrograman secara otomatis akan diberikan nilai awal nol. } void lokal( ) { a+=10. lokal ( ). • Jika variabel statis bersifat local. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 10.7. Contoh-8 /* -------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I void main( ) { clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. maka variabel hanya dikenal oleh fungsi tempat variabel dideklarasikan.3. Ilamsyah. Sopiyan.h> #include<iostream. Variabel Statis Variabel Statis dapat berupa variabel local atau variabel eksternal Sifat variabel statis ini mempunyai sifat antar lain. cout<<a.*/ /* Penggunaan Variabel Statis */ /* -------------------------. Suatu variabel statis diperoleh dengan menambahkan kata-kunci static didepan penentu tipe data variabel. getch( ). cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. Hasil Contoh-7 10.4.

walah( ). Output yang akan dihasilkan. Inline function dideklarasikan dengan menambahkan kata kunci inline didepan tipe data. tercetak nilai variabel k = 4. getch( ). dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 10. didapat dari k=4+4. Ilamsyah. karena variabel k. Pradita. didapat dari k=0+4. Sopiyan.8. //--> prototipe fungsi walah main( ) { int k = 5.5. walah( ). while dan do – while. } Hal ini terlihat bahwa : • Pada pada prototipe fungsi walah( ) tidak tedapat nilai awal. didalam fungsi main( ) bersifat lokal. Fungsi inline Fungsi inline ( inline function ) digunakan untuk mengurangi lambatnya eksekusi program dan mempercepat eksekusi program terutama pada program yang sering menggunakan atau memanggil fungsi yang berlebih. Hasil Contoh-8 10. terutama programprogram yang menggunakan pernyataan perulangan proses seperti for. tercetak nilai variabel k = 8. adalah 5. clrscr( ). Frieyadie. cout<<"\nNilai K didalam fungsi() = "<<k. karena nilai k yang terbaru adalah 4. dan Ani Oktarini 128 . • Pada pemanggilan fungsi walah( ) pertama. } walah( ) { static int k. cout<<"\nNilai K didalam fungsi main() = "<<k. // --> deklarasi variabel statis k += 4. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) kedua. maka secara otomatis variabel k = 0. • Pada pencetakan k didalam fungsi main( ).Modul Algoritma Pemrograman I walah( ).

". k++) cout<<kali(k.h> #include<stdio.h> #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 129 . Sopiyan.*/ #include<conio. k < 20. int j) { return(i * j).*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-9 /* -------------------------. cout << "C++ Programming. k*2)<<" ".*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------. Pradita. getch( ). } main( ) { int k.h> #include<iostream. clrscr( ). Ilamsyah.9.h> #include<stdio. } int main( ) { { cout << "Kami Sedang Belajar.*/ #include<conio. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 10. Hasil Contoh-9 Contoh-10 /* -------------------------.h> inline static void cplusplus( ) { cout << "Pemrogramman C++\n". for(k = 1. Frieyadie. ".h> inline int kali(int i.

Ilamsyah. ". cout << "Sedang Kami Pelajari. Pradita. cplusplus( ). Sopiyan. cout << "Mudah Untuk Dipelajari.h> #include<iostream. Hasil Contoh-10 10. Contoh-11 s/* ------------------------------.h> 130 Frieyadie.10. Dapat diartikan bahwa fungsi yang overload berarti menyediakan versi lain dari fungsi tersebut.*/ #include<conio.h> #include<stdio.\n\n". } { cout << "Jika Sudah Mengerti. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 10. cplusplus( ). ". s Sebagai contoh membentuk fungsi yang sama dengna tipe yang berbeda-beda dan dibuatkan pula nama fungsi yang berbeda-beda pula. sehingga memiliki nama yang sama tetapi dengan parameter yang berbeda. dan Ani Oktarini .6. } getche( ).\n\n". cout << "Berarti Sudah Anda Kuasai". } { cout << "Mari Belajar. Salah satu kelebihan dari C++ adalah Overloading. } Output yang akan dihasilkan.*/ /* Penggunaan function overloading */ /* ------------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I cplusplus( ). Function Overloading Function Overloading adalah mendefinisikan beberapa fungsi.

cout<< "Hasilnya Fungsi overload -2 : ". Pradita. long hitung(long c). } int hitung(int b) { return(b*b). Sopiyan. void main( ) { clrscr( ). getch( ).11. cout<<hitung(3)<<endl. cout<<hitung(2)<<endl. dan Ani Oktarini 131 . cout<<hitung(4)<<endl. Hasil Contoh-11 Frieyadie. cout<< "Hasilnya Fungsi overload -1 : ". Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I int hitung(int b). } Output yang akan dihasilkan. cout<< "Hasilnya Fungsi overload -3 : ". } double hitung(double d) { return(d*d). } long hitung(long c) { return(c*c). float hitung(float d). dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 10.

000 . dengan ketentuan sebagai berikut : . <di input > Besar diskon yang diberikan Rp. Fungsi yang harus dibuat potong() untuk menghitung besar potongan yang akan diberikan.000.32.000 .0) * 5 / 9. 1. Ilamsyah.000.Jika belanja diatas Rp. Buatlah program untuk menghitung besarnya diskon yang diberikan atas besanya sejumlah pembelian. ………. ………< hasil proses > Besar harga yang harus dibayarkan Rp. maka tidak mendapat diskon. c = 37.000. Pradita. c = (68) * 5 / 9. Dengan tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Program Hitung Potongan. maka mendapat diskon sebesar 20%.32) * 5 / 9. Buatlah program untuk menghitung konversi dari derajat fahrenheit ke celcius Petunjuk : Gunakan Function Overloading. Contoh : Jika nilai Fahrenheit = 100 c = (100 . Latihan 1. Buatlah 3 (tiga) buah fungsi untuk dioverloading.7778 Pemanggilan dengan tipe data float Proses dengan tipe data float 100 sama dengan 37.Jika belanja dimulai dari Rp.7778 Pemanggilan dengan tipe data integer Proses dengan tipe data integer 100 sama dengan 37 Frieyadie. 5. 5.000. ………< hasil proses > 2. .000. • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah double • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah float • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah integer Rumus konversi yang digunakan adalah c = (f . dan Ani Oktarini 132 .Modul Algoritma Pemrograman I 10.7778 Hasil keluaran yang diinginkan : Pemanggilan dengan tipe data double Proses dengan tipe data double 100 sama dengan 37. 1.000. Sopiyan.Jika belanja dibawah Rp. dengan variabel untuk masing-masing fungsi berbeda-beda. . maka mendapat diskon sebesar 35%. Besar pembelian barang Rp. sampai dengan Rp.7.

<hasil proses> Jumlah Bayar Penyewaan Sebesar Rp.Kecil-Kecilan". ---------------------------Nama Penyewa Buku : .... Pradita. Buatlah program untuk menghitung jumlah pembayaran pada perpustakaan "Kecil-Kecilan"..... dan Ani Oktarini 133 .... <diinput> Tampilan Keluaran yang diinginkan: Tarif Sewa Rp. . <hasil proses> Jenis Buku : .....Modul Algoritma Pemrograman I 3. . Mempunyai ketentuan sebagai berikut: Kode Jenis Buku C K N Jenis Buku CerPen ( Kumpulan Cerita Pendek ) Komik Novel Tarif Buku 500 700 1000 Petunjuk Proses : • Buatlah Fungsi Tarif untuk menentukan terif penyewaan • Gunakan Pernyataan If – Else Tampilan Masukan yang diinginkan: Perpustakaan ". Sopiyan. <hasil proses> Frieyadie. <diinput> Kode Buku [C/K/N] : .. Ilamsyah.. < hasil proses > Penyewa dengan Nama .. <diinput> Banyak Pinjam : .........

. Contoh Deklarasi struct mahasiswa { char nim[5]. dan Ani Oktarini 134 . }. .. karena secara otomatis menjadi sebuah tipe data. Dan penggunaannya harus menggunakan objek/nama variabel yang menggunakan dari nama structure itu sendiri • Penulisan nama Structure dengan mengikuti bentuk umum kedua. Frieyadie.... . maka penggunaan nama structure-nya bisa langsung di aplikasikan.. Hal yang perlu di perhatikan : • Penulisan nama Structure jika mengikuti bentuk umum pertama. } nama_tipe_struktur. penggunaan nama structure-nya tidak bisa langsung di gunakan. Sopiyan.. }mahasiswa. Deklarasi Structure Structure dapat deklarasikan seperti berikut: struct nama_tipe_struktur { elemen_struktur. char nama[15].. Struktur sama seperti Record di dalam Bahasa Pemrograman Pascal 11.. . Atau struct { elemen_struktur.. float nilai.... }. Ilamsyah. char nama[15].. struct { atau char nim[5]. Variabel-variabel yang membentuk sebuah struktur dinamakan elemen struktur.. Pradita.1. float nilai..Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Structure 11 Struktur digunakan untuk mengelompokan sejumlah data yang mempunyai tipe data yang berbeda. .

} Output yang akan dihasilkan.*/ #include<stdio. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1a /* ---------------------------.h> main( ) { struct { char nim[5]. cin>>mahasiswa. cout<<"masukan Nama = ". dan Ani Oktarini 135 . Hasil Contoh 1b Bandingkanlah Contoh-1a dengan Contoh-1b berikut ini.nilai.nim. cout<<"masukan NIM = ".1. Adakah perbedaannya ? Frieyadie. cin>>mahasiswa. } mahasiswa. Pradita.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct1. cout<<"Nama = "<<mahasiswa.cpp */ /* ---------------------------.nama. getch( ). dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 11.h> #include<conio. cout<<"\n\nData Yang di Inputkan adalah : \n\n". cout<<"Nilai Akhir = "<<mahasiswa. cin>>mahasiswa.nama<<endl.nim<<endl. cout<<"NIM = "<<mahasiswa. char nama[15]. cout<<"masukan Nilai Akhir = ".nilai<<endl. Ilamsyah.h> #include<iostream. Sopiyan.

nama.nilai. } Output yang akan dihasilkan.cin>>mahasiswa.1b.nim.nim<<endl. Hasil Contoh 1b Frieyadie.h> #include<iostream. getch( ). dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11.cin>>mahasiswa.h> #include<stdio. cout<<"masukan NAMA : ".nama[15]. cout<<"NAMA: "<<mahasiswa. Ilamsyah.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct2.cin>>mahasiswa. cout<<"\n\n Data yang Anda Inputkan Adalah : "<<endl<<endl.nama<<endl.cpp */ /* ---------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1b /* ---------------------------. clrscr( ).*/ #include<conio. Pradita. cout<<"masukan NILAI AKHIR : ". cout<<"masukan NIM : ". int nilai.nilai<<endl. cout<<"NILAI AKHIR: "<<mahasiswa. }. cout<<"NIM : "<<mahasiswa. Sopiyan.h> main( ) { struct data { char nim[10]. dan Ani Oktarini 136 . data mahasiswa.

Suatu elemen-elemen dari suatu Struktur dapat dikirimkan ke dalam suatu function dengan cara yang sama seperti mengirimkan suatu variabel sederhana ke dalam suatu function. cin>>mhs[i].2. cout<<endl.h> #include<iostream.h> char ket(float n). Berikut contoh sederhana yang anda dapat lihat pada contoh program berikut: Contoh-2 /* -----------------------------------------.nim<<endl.*/ /* Program Penggunaan structure pada function */ /* Nama File : struct4.h> #include<conio. i<2. for(i=0. } nama_tipe_struktur[jml_index]. cout<<"masukan Nilai Akhir = ". } clrscr( ). cin>>mhs[i].nim. float nilai. i++) { cout<<"Data Ke . j=1. Pradita. dan Ani Oktarini 137 . cout<<"masukan NIM = "."<<k++<<endl. …………………. . struct { char nim[5]. char nama[15]. cin>>mhs[i]. cout<<"masukan Nama = ". k=1. sehingga membentuk Array dari Structure. } mhs[5]. i++) { cout<<"Data Ke . for(i=0. main( ) { int i. Sopiyan. Ilamsyah. i<2. cout<<"NIM = "<<mhs[i]. Frieyadie. clrscr( ). Berikut bentuk deklarasi array struktur: struct { elemen_struktur . Structure dengan Array dan Function Penggunaan Array sering dikaitkan dengan Structure.Modul Algoritma Pemrograman I 11.nama.*/ #include<stdio.cpp */ /* -----------------------------------------."<<j++<<endl.nilai.

Latihan Kerjakan tugas-tugas dibawah ini sesuai dengan petunjuk dan ketentuan pengerjaan yang telah diberikan : 1.2. maka Nilai Hasil >= 70 • Jika Nilai Huruf = C. Buatlah sebuah function untuk menghitung nilai Hasil Nilai Hasil = (Nilai UAS * 40%) + (Nilai UTS * 60%) • Jika Nilai Huruf = A. Hasil Contoh 2 11.nilai)<<endl. cout<<ket(mhs[i]. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 138 . } char ket(float n) { if(n > 65) return 'L'. } getch( ). Buatlah program untuk menghitung nilai Hasil dari nilai UTS. Sopiyan.nilai<<endl. maka Nilai Hasil >= 56 • Jika Nilai Huruf = D. maka Nilai Hasil >= 80 • Jika Nilai Huruf = B. Pradita. UAS dan menampilkan nilai huruf yang akan didapat.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nama = "<<mhs[i]. Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. maka Nilai Hasil >= 47 • Jika Nilai Huruf = E.nama<<endl. maka Nilai Hasil < 47 Frieyadie. cout<<endl. } Output yang akan dihasilkan. else return 'G'.3. cout<<"Keterangan yang didapat = ". dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11. cout<<"Nilai Akhir = "<<mhs[i].

Sopiyan. Buatlah sebuah function untuk menghitung honor lembur Ketentuan lembur dihitung dari kelebihan jam kerja pegawai tesebut. Frieyadie. 5000 + Honor harian • Jika jumlah jam kerja hanya 8 jam tidak mendapat honor lembur. Jam kerja normal pegawai sebanyak 8 jam • Jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam. hanya mendapat honor harian saja. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I Tampilan akhir adalah sebuah tabel. Buatlah program untuk menghitung honor pegawai honorer dari suatu perusahaan dengan menghitung kelebihan jumlah jam kerja pegawai tersebut. maka kelebihan jam kerja dikalikan Rp. seperti dibawah ini: 2. Honor harian pegawai honorer sebesar Rp. Pradita. 15000 Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. dan Ani Oktarini 139 .

Pensil juga memiliki methode (perilaku) seperti diruncingkan. Pradita. Ilamsyah. memiliki sifat (karakteristik) tertentu sesuai dengan kondisi atau status dari penggunaannya. Class Calss merupakan gambaran atau abstraksi karakter dan sifat dari suatu objek. 12.Modul Algoritma Pemrograman I Class untuk Object Oriented Programming (OOP) 12. Object Object (objek) adalah suatu data atau entitas yang berwujud maupun tidak berwujud. seperti kelompok alat tulis yang dapat dikelompokkan kembali dengan kelompok pensil. atau penggunaan atau manfaat dari objek tersebut. Keuntungan Penggunaan OOP Adapun keuntungan atau manfaat dari penggunaan OOP adalah: 1. kelompok buku dan lain-lain. Data atau entitas di dalam pemrograman dapat disebut dengan blok fungsi. panjang dan lain-lain. Methode Metoda merupakan tata cara objek tersebut diperlakukan. Class juga dapat mendefinisikan ciri dan perilaku objek tersebut. Sedangkan penitikberatkan ini dimaksudkan adanya interaksi pengiriman nilai. pesan atau pernyataan antar objek. 3. Pengertian OOP BORLAND C++ 12 Object Oriented Programming atau yang lebih dikenal dengan OOP adalah pemrograman yang menitikberatkan kepada objek-objek untuk menyelesaikan tugas atau proses dari program tersebut. warna.1.1. Natural OOP dapat melakukan pendekatan terhadap objek yang menggambarkan segala sesuatu yang nyata. Contoh pensil adalah suatu objek yang memiliki attribute (karakter) jenis. seperti sifat suatu benda maupun kegunaan dari benda tersebut. Modular Objek yang sudah dibentuk dapat dikelompokkan kembali dengan objek-objek yang lain. dan Ani Oktarini 140 . digunakan dan lainlain. Sopiyan. Kemudian objek yang merespon hasil dari interaksi tersebut akan membentuk suatu tindakan atau aksi (methode).1. 2. Mudah diperbaharui Frieyadie.

}. ketebalannya. jendelanya. maka jika bagian private ingin digunakan pada objek-objek lain dapat diperbaharui dengan menempatkan objek lain tersebut di bagian public. }. bentuk. Obyek-obyek dalam OOP bersifat aktif 3. method. method. Sopiyan.2. Cara pandang : program bukan urut-urutan instruksi tapi diselesaikan oleh obyek-obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan masalah Bentuk umum dari kelas: class class_ name { private: data element_class. 4. Pradita. Object Declaration. dapat didefinisikan kembali ciri-ciri tersebut dengan menyebutkan cirinya masingmasing seperti temboknya yang memiliki ciri jenisnya. atapnya. Dapat didaur ulang Suatu objek yang telah didefinisikan baik jenis. Misalkan objek rumah yang memiliki ciri umum ada pintunya.1.Modul Algoritma Pemrograman I Dikarenakan sifat jangkauan dari objek memiliki bagian private dan public. Tata Cara Penggunaan Pemrograman Berbasis Obyek: 1. protype function. Fungsi dan data menjadi satu kesatuan yang disebut obyek 2. dan Ani Oktarini 141 . Nama Anggota Data Pendefinisian Objek Frieyadie. ciri maupun perilaku dapat didefinisikan kembali dengan objek yang lain. Ilamsyah. warna catnya dan lain-lain. public:c data element_class. motor sport. int stok . temboknya dan lian-lain. float harga . Contoh deklarasi : Nama class class motor { char merk [50]. 12.

cout<<endl.h> garis( ) { cout<<"==============================\n". cout<<"\t Nilai Siswa"<<endl <<"\t ------------"<<endl<<endl <<" NIS = "<<sekolah.nilai<<endl.cin>>sekolah.Modul Algoritma Pemrograman I Pernyataan diatas digunakan untuk mendefinisikan variabel bernama sport. garis( ). Secara default. cout<<" Input NIS = ". Ilamsyah. Jadi tanpa menuliskan kata kunci private.cout<<endl. A. dan Ani Oktarini 142 .nama<<endl <<" Nilai Akhir = "<<sekolah. getch( ). Pada sebuah kelas.nis<<endl <<" Nama Siswa = "<<sekolah. Contoh-1 //Penggunaan public pada class #include <iostream. float nilai. cout<<"\t Program Nilai Siswa"<<endl <<"\t -------------------"<<endl. clrscr( ).cin>>sekolah. Public pada kelas Public (public) menyatakan bahwa deklarasi variabel atau item-item yang ada di dalam kelas dapat diakses dari luar kelas. Pradita. } class siswa { public : char nis[9]. Sopiyan. semua item di dalam kelas bersifat private.h> #include <conio. }.nilai. semua item di dalam kelas sudah private. main( ) { clrscr( ). garis( ). } Output yang dihasilkan dari program contoh-1 di atas adalah: Frieyadie. siswa sekolah. item-item di dalamnya bisa bersifat private atau public.nama.nama[20]. cout<<" Input Nama Siswa = ".cin>>sekolah. Pada C++ variabel seperti sport berkedudukan sebagai variabel kelas yang biasa disebut dengan objek. cout<<" Input Nilai Akhir = ".nis. garis( ).

Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 12. Contoh-2 //Penggunaan private pada class #include <conio. float v. public : tabung( ).keluaran( ). void main( ) { clrscr( ).1 Hasil Contoh-1 (Layar Input) Gambar 12. Pradita.k. void keluaran( ). }. getch( ).h> #include <iostream. s.2 Hasil Contoh-1 (Layar Output) B. Ilamsyah. } Frieyadie. Private pada Kelas Private digunakan pada kelas untuk memproteksi anggota-anggota tertentunya agar tidak dapat diakses dari luar kelas secara langsung.t.h> #define pi 3. tabung s. dan Ani Oktarini 143 .14 class tabung { private : int j.

int intb( ). public: int inta( ).cin>>t. k=(2*(pi*2*j))+t.Modul Algoritma Pemrograman I tabung :: tabung( ) { cout<<"\n Menghitung Tabung"<<endl <<" -----------------"<<endl<<endl. Berikut contoh pendeklarasian suatu konstruktor di dalam sebuah kelas: class hitung { private: int a.2. Konstruktor ini digunakan untuk mengalokasikan ruang untuk suatu objek dan untuk memberikan nilai awal.cin>>j. } void tabung :: keluaran( ) { cout<<endl <<" Volume Tabung = "<<v<<endl <<" Keliling Tabung = "<<k<<endl. } Output yang dihasilkan dari program contoh-2 di atas adalah: Gambar 12. int b. Ilamsyah. cout<<" Masukan Jari-jari = ". Konstruktor Konstruktor (constructor) merupakan suatu fungsi dari anggota suatu kelas yang memiliki nama yang sama dengan nama kelas fungsi itu berada. Frieyadie. Sopiyan. cout<<" Masukan Tinggi = ".3 Hasil Contoh-2 12. v=(pi*j*j)*t. dan Ani Oktarini 144 . Pradita.

6. } bilangan :: bilangan( ) { cout<<"\n Konstruktor dijalankan .h> #include <iostream. Contoh-3 //Konstruktor #include <conio. }. nyata = 3. } void bilangan :: info( ) { cout<<"\n Jenis Bilangan: "<<endl <<" Bulat = "<<bulat<<endl <<" Nyata = "<<nyata<<endl. double nyata. Sopiyan. Pradita. b. getch( ). "<<endl. public : bilangan( ). } Frieyadie.. bilangan b.2. dan Ani Oktarini 145 . bilangan a.Modul Algoritma Pemrograman I hitung(int mudah).info( ). void main( ) { clrscr( ). //konstruktor void info( ). a..h> class bilangan { private : int bulat.info( ). bulat = 5. Ilamsyah. //deklarasi constructor }.

Sopiyan.h> #include <iostream. }. float cc.h> class motor { private : char *merk.125. getch( ). public : motor(char *nama. Pradita. } Frieyadie.14500000). Ilamsyah. matic.500. Destruktor digunakan secara khusus manakala suatu objek menggunakan memori dinamis selama keberadaannya dan kemudian melepaskan memori itu setelah tidak menggunakannya lagi. Destruktor harus mempunyai nama yang sama dengan kelas dan diawali karakter tilde(~) atau karakter tak terhingga.keterangan( ).keterangan( ). long hrg).Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-3 di atas adalah: Gambar 12. float cc_mesin. Contoh-4 //Destruktor #include <conio.30500000).//destruktor void keterangan( ). long harga. sport. void main( ) { clrscr( ). Destruktor Destruktor merupakan suatu fungsi anggota yang dijalankan secara otomatis manakala suatu objek akan terbebas dari memori karena lingkup keberadaannya telah menyelesaikan tugasnya. motor matic("Honda Vario". motor sport("Honda CBR".//konstruktor ~motor().4 Hasil Contoh-3 12.h> #include <string.3. dan Ani Oktarini 146 .

Contoh-5 //Class dg Array & Fungsi #include <conio. Berikut ini contoh anggota dari suatu kelas yang berupa array. harga=hrg.4. Ilamsyah. } motor :: ~motor( ) { delete [ ] merk. long hrg) { merk = new char[25]. dan Ani Oktarini 147 . Pradita. cc_mesin=cc.5 Hasil Contoh-4 12. } Output yang dihasilkan dari program contoh-4 di atas adalah: Gambar 12. Array pada Kelas Anggota dari suatu kelas dapat pula berupa array.Modul Algoritma Pemrograman I motor :: motor(char *nama.//merubah data karakter menjadi string strcpy(merk.h> Frieyadie.h> #include <iostream.nama). Sopiyan. float cc.//menghapus memori karakter pd merk } void motor :: keterangan( ) { cout<<"\n Informasi Motor:"<<endl <<" Merk = "<<merk<<endl <<" CC Mesin = "<<cc_mesin<<endl <<" Harga = "<<harga<<endl<<endl.

Sopiyan.x<y.x++) { cout<<endl<<" Data Ke-:"<<a++<<endl. gotoxy(15. gotoxy(30. float lembur(int l).b=1.".wherey()).cout<<"Karyawan Honorer\n".total. int jam.lembur(kary[x]. main( ) { int x.wherey()).cin>>kary[x]. cout<<" -------------------------------------------------\n" <<" No.cout<<b++<<".4).nik. double grand=0. getch( ). grand=grand+kary[x]. } cout<<" -------------------------------------------------\n".cout<<kary[x]. cout<<" Nama Karyawan :".total=(40*20000)+kary[x].cout<<kary[x].cout<<grand<<endl.wherey()).Modul Algoritma Pemrograman I class kerja { public : char nik[10].nm[25]. double total. Pradita. dan Ani Oktarini 148 . kary[x]. gotoxy(44. gotoxy(44.wherey()).cout<<"Daftar Gaji Mingguan\n".x++) { gotoxy(3.nik. }. } float kerja::lembur(int l) { if (l>40) return(l-40)*30000. for(x=0.cout<<kary[x]. cout<<endl<<"Jumlah Data :".nm.jam).wherey()). Frieyadie.cin>>y. cout<<" Jumlah Jam :".y.cout<<kary[x].total<<endl.jam. gotoxy(14.cout<<kary[x]. cout<<" NIK :".a=1. NIK Nama Jumlah Upah Total\n" <<" Karyawan Jam Lembur Gaji\n" <<" -------------------------------------------------\n". gotoxy(7.jam. for(x=0.x<y.nm.3).cin>>kary[x].lembur(kary[x]. } clrscr( ). cout<<" Total Keseluruhan Karyawan :". kerja kary[15].wherey()).jam). Ilamsyah.wherey()). gotoxy(36. gotoxy(16.cin>>kary[x].

Berikut akan dijelaskan karakteristik OOP tersebut: 12. Sopiyan. Pradita. Inheritance Inheritance memungkinkan programmer untuk "menurunkan" sebuah class menjadi class lain yang lebih spesifik dan memiliki fungsi yang lebih komplit. dan Ani Oktarini 149 .5. pembungkusan sifat dari objek yang berbeda (Encapsulation).Modul Algoritma Pemrograman I else return 0.5. Karakterisitk OOP Di dalam penggunaan konsep pemrograman yang berbasis objek atau yang disebut Object Oriented Pemrograman (OOP). Ilamsyah. haruslah memiliki karakteirstik. Inheritance merepresentasikan hubungan "seperti" atau "sejenis" (a kind of). Adapun karakteristik tersebut adalah memiliki sifat turunan atau pewarisan (Inheritance).7 Hasil Contoh-5 (Layar Output) 12. } Output yang dihasilkan dari program contoh-5 di atas adalah: Gambar 12. satu nama memiliki banayak sifat atau perilaku (Polymorphism). Sebagai Frieyadie.1.6 Hasil Contoh-5 (Layar Input) Gambar 12.

namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. class yang baru akan mewarisi semua attribute dan method dari class yang sudah ada. tipe asalnya bias berupa public atau yang lainnya dan dari kelas mana berasal. Ilamsyah. Bobotnya(5){} Frieyadie. MACAN }. Ketika kita menurunkan sebuah class dari class yang lain. Tanpa inheritance. yaitu : 1. Sopiyan. Private Penentu akses berbasis private menyebabkan anggota dari anggota public dari kelas utama akan menjadi anggota protect kelas turunan. atau child class. Class yang sudah ada disebut dengan base class atau super class atau parent class dan class yang baru disebut dengan derived class atau subclass. Protected Penentu akses berbasis protect menyebabkan anggota dari anggota protect dan public dari kelas utama akan menjadi anggota private dari kelas turunan. Public Penentuan akses berbasis public menyebabkan anggota dari public dari sebuah kelas utama akan menjadi anggota public kelas turunan dan menyebabkan juga anggota protect kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. semua anggota data dan fungsi juga akan menerima warisan. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. Berikut penulisan sintaksisnya: Class kucing_besar : Public predator Contoh-6 //pengunaan inheritance #include <iostream. walalupun tidak semuanya akan dapat di akses oleh anggota fungsi dari kelas. bila digabung menjadi mobil sport. Inherate sangat mirip dengan hubungan orang tua dengan anak.Modul Algoritma Pemrograman I contoh. SINGA. dan Ani Oktarini 150 . kelas merupakan sebuah unit yang berdiri sendiri. yakni memiliki motor. Inheritance akan membentuk suatu konsep dimana jika konsep yang diatas berubah maka perubahan akan juga berlaku pada yang ada dibawahnya. TUTUL.h> enum KETURUNAN { PUMA. Contoh lain adalah kendaraan jenis mobil (sebagai super class) dan memiliki tipe sport (sebagai subclass). sebuah perahu motor adalah seperti perahu namun dengan kemampuan lebih. class Predator { public: // constructors Predator( ):Usianya(10). kita dapat men daur ulang program kita atau bahkan men daur ulang program orang lain agar sesuai dengan kebutuhan kita. 2. Di dalam C++ penentuan akses pada inheritance ada tiga macam. dan menyebabkan anggota dari kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. Anggota private dari kelas utama selalu menjadi anggota private kelas utama. Pradita. anda dapat menandai bahwa suatu kelas berasal dari mana. Manakala suatu kelas menerima warisan. Pada waktu mendeklarasikan suatu kelas. 3. yaitu dengan tanda titik dua (:) setelah nama kelas.h> #include <conio. Dengan inheritance.

}. cout<<" Tahun Usianya \n". } //other methods void Melompat( ) { cout<<" Melompat . suara Predator!\n". } // method lainnya void Meraung( ) const { cout<< "Meraung . cout<<" Umur Raja Hutan adalah: "<<Sibelang.} void Tidur( ) const {cout<< "ssshhh… Predator Tidur.Meraung( ).Berburu( )..Umurnya(). class Kucing_besar : public Predator { public: //constructors Kucing_besar ( ) : Keturunannya (SINGA) {} ~Kucing_besar( ) {} //Accessors KETURUNAN DptKeturunan() const { return Keturunannya.\n". dan Ani Oktarini 151 . Sibelang. int Bobotnya. getch( ).. ingin makan \n". Sopiyan. Sibelang. Pradita. } Frieyadie. } private: KETURUNAN Keturunannya. } void setKeturunan(KETURUNAN keturunan) { Keturunannya = keturunan. Ilamsyah.. } void SetUmur (int Umur) { Usianya = Umur. } void SetBerat(int Berat) { Bobotnya=Berat..Modul Algoritma Pemrograman I ~Predator( ) {} //accessors int Umurnya( ) const {return Usianya.} protected: int Usianya. } int Beratnya ( ) const { return Bobotnya.\n".. int main( ) { Kucing_besar Sibelang. }. } void Berburu( ) { cout<<" Berburu ..

Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-6 di atas adalah:

Gambar 12.7 Hasil Contoh-6

12.5.2. Polymorphism
Polymorphisms adalah kemampuan 2 buah object yang berbeda untuk merespon pesan permintaan yang sama dalam suatu cara yang unik. Contoh, saya melatih lumba-lumba saya dengan perintah untuk meloncat dan juga saya melatih burung untuk merespon perintah saya untuk berkicau. Saya lakukan latihan untuk merespon kepada mereka dengan perintah lisan. Melalui polymorphism saya tahu bahwa anjing dan burung akan merespon dengan gonggongan atau kicauan. Dengan cara dan kemampuan seperti ini, jenis akses tertentu dapat diterapakan dengan berbagai cara oleh objek-objek yang memiliki tipe yang berbeda atau memiliki banyak bentuk. Fungsi virtual merupakan dasar dari polymorphism yang berkerja hanya dengan pointer-pointer dan referensi dan hanya mendeklarasikan method sebagai virtual. Adapun aturan dari virtual function sebagai berikut: 1. Virtual function harus anggota class. 2. Anggota class bukan anggota yang bersifat statis. 3. Anggota class dapat diakses dengan pointer objek. 4. Virtual function tidak dapat memiliki virtual constructor, akan tetapi dapat berupa virtual destructor.

Contoh-7

//Penggunaan Polymorphism #include <iostream.h> #include <conio.h> class HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya hewan peliharaan"<<endl; } virtual void makan( )// anggota class { cout<<" Makan... dibutuhkan hewan peliharaan"<<endl; } };

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

152

Modul Algoritma Pemrograman I class Jinak : public HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucu dan Jinak"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Diberi makan agar jinak"<<endl; } }; class Kucing : public Jinak { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya kucing"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Makanan dibutuhkan Kucing"<<endl; } }; void main( ) { //definisi Objek Jinak dan Kucing puma Jinak jinak; Kucing puma; //definisi pointer ke objek HewanPeliharaan *hewan; hewan=&jinak; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); cout<<" -----------------------------"<<endl; hewan = &puma; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); getch(); } Output yang dihasilkan dari program contoh-7 di atas adalah:

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

153

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 12.8 Hasil Contoh-7

12.5.3. Encapsulation
Ciri penting lainnya dari OOP adalah encapsulation. Encapsulation adalah sebuah proses dimana tidak ada akses langsung ke data yang diberikan, bahkan hidden. Jika ingin mendapat data, maka harus berinteraksi dengan objek yang bertanggung jawab atas dara tersebut. Berikut cirri dari encapsulation: 1. Variabel dan method dalam suatu obyek dibungkus agar terlindungi 2. Untuk mengakses, variabel dan method yang sudah dibungkus tadi perlu interface 3. Setelah variabel dan method dibungkus, hak akses terhadapnya dapat ditentukan. 4. Konsep pembungkusan ini pada dasarnya merupakan perluasan dari tipe data struktur Dua hal dalam enkapsulasi : 1. Information hiding 2. Menyediakan perantara (method) untuk mengakses data Pada intinya, encapsulation adalah pemisahan antara bagian private dan public pada sebuah objek. Atau, dapat dipandang sebagai pemisahan antara interface (bagian private) dan implementation (bagian public). Objek-objek lain yang hendak berinteraksi dengan objek ini akan mengirimkan sebuah pesan (message) dan objek ini akan mengerjakan sesuatu dan mengirimkan pesan balik sebagai jawaban jika diperlukan. Keuntungan utama dari encapsulation tentu saja adalah penyembunyian implementasi (implementation hiding). Dengan implementation hiding, kita dapat memperbaiki bagaimana objek kita bekerja tanpa harus khawatir bagaimana menginformasikan perubahan tersebut ke objek-objek yang lain. Selama kita tidak merubah interface dari objek kita, objek-objek yang lain akan tetap dapat menggunkan objek kita.

Contoh-8

//penggunaan encapsulation #include <conio.h> #include <iostream.h> class satu_kandang { int kandang;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

154

Modul Algoritma Pemrograman I public: void atur(int nilai). ayam2. Pradita. cout<<" Nilai dari bebek adalah "<<bebek<<endl.hasil()<<endl. Sopiyan. getch( ).atur(7). ayam3. dan Ani Oktarini 155 . }. } void main( ) { satu_kandang ayam1.atur(2). Ilamsyah.hasil()<<endl. cout<<" Nilai dari ayam3 adalah "<<ayam3. ayam2. } int satu_kandang :: hasil(void) { return kandang.hasil()<<endl.9 Hasil Contoh-8 Frieyadie. bebek=20. cout<<" Nilai dari ayam2 adalah "<<ayam2. cout<<" Nilai dari ayam1 adalah "<<ayam1. void satu_kandang :: atur(int nilai) { kandang = nilai. ayam3. ayam1. int bebek.atur(5). } Output yang dihasilkan dari program contoh-8 di atas adalah: Gambar 12. int hasil(void).

. … ………………. Desain masukan yang diinginkan adalah sebagai berikut PT. dan Ani Oktarini 156 . 1.. Meriang Gembira Tanggal : ………………. ………….. ========================================================== No. <terus mengulang sesuai jumlah pegawai yang diinputkan> Desain keluaran yang diingkinkan adalah sebagai berikut : PT. Petunjuk : Gunakan kelas pegawai. … ………………. Frieyadie. Jumlah Jam Kerja :………………Jam Data Ke-2 Nama Pegawai Jumlah Jam Kerja :………………….6 Latihan Seorang manager ingin dibuatkan sebuah program perhitungan gaji pegawai staff honor sederhana. Adapun ketentuan perhitungan gaji pegawai honorer adalah sebagai berikut : Honorer per hari yang diterima pegawai honorer sebesar Rp.. Nama Honor Jumlah Honor Total Pegawai Jam Kerja Lembur Honor ========================================================== … ……………….. Ilamsyah. ………….. :………………Jam …………. ---------------------------------------------------------------------------------------Data Ke-1 Nama Pegawai :…………………. Tanggal Input :………………...... ………… ……………..000 Jam kerja selama 8 Jam setiap harinya Jam bekerja lebih dari 8 jam. Sopiyan. Total Honor Pegawai Sebesar ………….. ………… ……………. 25. …………. maka kelebihan jam dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp.500.. Pradita. …………. ………… ……………. Anda sebagai staff programmer harus membuatkan program tersebut.. Meriang Gembira Jumlah :………………... ………….Modul Algoritma Pemrograman I 12. …………. …………..

Sopiyan. fungsi. Ilamsyah. Adapun isi program yang dibuat harus memuat materi UAS : Array. label. Pradita. dan Ani Oktarini 157 . Lalu buatkan bentuk rancangannya seperti contoh berikut: Bentuk Menu Utama Bentuk Input Bentuk Output Frieyadie. structure dan Class.Modul Algoritma Pemrograman I Studi Kasus Pra .UAS Buatlah sebuah program aplikasi bertemakan bisnis secara berkelompok. looping. kondisi.