Disusun Oleh : Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah dan Ani Oktarini

Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++

Pengenalan Bahasa C++
1.1. Sejarah Singkat
1.1.1. Sekilas Perkembangan Bahasa C

1

Bahasa C dikembangken di Bell lab pada tahun 1972 ditulis pertama kali oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie merupakan bahasa turunan atau pengembangan dari bahasa B yang ditulis oleh Ken Thompson pada tahun 1970 yang diturunkan oleh bahasa sebelumnya, yaitu BCL. Bahasa C, pada awalnya dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dioperasikan pada sistem operasi UNIX. Bahasa C merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah yaitu diantara bahasa tinggat rendah dan tingkat tinggi yang biasa disebut dengan Bahasa Tingkat Menengah. Bahasa C mempunyai banyak kemampuan yang sering digunakan diantaranya kemampuan untuk membuat perangkat lunak, misalnya dBASE, Word Star dan lain-lain.

1.1.2.

Sekilas Tentang C++

Pada tahun 1980 seorang ahli yang bernama Bjarne Stroustrup mengembangkan beberapa hal dari bahasa C yang dinamakan “C with Classes” yang pada mulanya disebut “a better C” dan berganti nama pada tahun 1983 menjadi C++ oleh Rick Mascitti, dibuat di Laboratorium Bell, AT&T. Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifatsifatnya yang disebut dengan Object Oriented Programming (OOP), yang mempunyai tujuan utamanya adalah membantu dan mengelola program yang besar dan kompleks.

1.1.3.

Perbedaan Antara Bahasa C Dengan C++

Bahasa C merupakan bahasa pemrograman prosedural, di mana penyelesaian atas suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut ke dalam sub-sub masalah yang lebih kecil. Sedangkan C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Object Oriented Programming (OOP). Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan mendefinisikan class-class yang merupakan a.-class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari objek-objek fisik. Class tersebut berisi keadaan objek, anggota-anggotanya, dan kemampuan dari objeknya. Setelah beberapa class dibuat, masalah dipecahkan menggunakan class.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

2

Modul Algoritma Pemrograman I

1.2. Pengenalan IDE Borland C++
IDE merupakan singkatan dari Integrated Development Environment, merupakan Lembar kerja terpadu untuk pengembangan program. IDE dari Borland C++, dapat digunakan untuk: 1. 2. 3. 4. 5. Menulis Naskah Program. Mengkompilasi Program ( Compile ) Melakukan Pengujian Program ( Debugging ) Mengaitkan Object dan Library ke Program ( Linking ) Menjalankan Program ( Running )

Untuk mengaktifkan aplikasi Borland C++, lakukanlah langkah-langkah berikut ini: Klik tombol Start pilih Program Borland C++ 5.02 klik Borland C++

Gambar 1.1. Menu Untuk Mengaktifkan Program Borland C++ Berikut lDE dari Borland C++, seperti gambar dibawah ini:

Gambar 1.2.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

3

Jendela Message Tempat untuk menampilkan pesan-pesan pada proses kompilasi dan link program. Search. Baris Menu ( Menu Bar ) Menu utama terdiri dari. Frieyadie. yaitu: a. Edit. Project. IDE Borland C++ 5. Baris Status (Status Bar) Baris yang akan menampilkan keterangan-keterangan pada saat mengaktifkan menu bar dan sub menu serta keterangan-keterangan lain (seperti petunjuk baris dan kolom. Compile. Window dan Help. save. File. Jika ada kesalahan sintax program maupun varibel dan objek. Baris Peralatan (Tools Bar) Baris yang menampilkan shortcuts (icons) untuk mempermudah pengguna dalam pembuatan program-program C++. run dan lainlain. waktu yang sedang berjalan). b. dan Ani Oktarini 4 . Pradita. maka akan diberikan pesan kesalahannya yang kemudian dapat didouble klik pada pesan tersebut untuk mendapatkan petunjuk di baris yang mana terdapat kesalahannya. Debug. Options. Jika pertama kali anda membuat program. c.3. nama file jendela editor adalah NONAME00. e. compiler. terbagi menjadi 4 (empat) bagian. Ilamsyah.CPP d. seperti icon open. Run. Jendela Editor Tempat untuk pengetikan program dan membuat program.02 IDE pada Borland C++. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Layar Pembuka Borland C++ Menu Bar Tools Bar Jendela Editor Jendela Message Status Bar Gambar 1.

Bentuk Umum: #include <file-header> main() { pernyataan.4. Sopiyan. apabila ingin menggunakan perintah cout maka harus menggunakan file header iostream. Ilamsyah. Model-model memori tersebut adalah: a. cout merupakan perintah keluaran pada C++ 5. Struktur program C++ terdiri sejumlah blok fungsi. dan Ani Oktarini 5 . setiap fungsi terdiri dari satu atau beberapa pernyataan yang melaksanakan tugas tertentu.3.Modul Algoritma Pemrograman I 1. Struktur Program C++ Struktur program C++. mempunyai enam model memori untuk program dan data. tanda { dan } sebagai punctuator yang awal blok program hingga akhir blok program 4. sama seperti struktur program C yang terdahulu. Model Tiny Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data tidak lebih dari 64 Kb. main() merupakan awal mula dari blok program utama 3. maka berfungsi sebagai penahan dari tampilan hasil 1. getch().h) 2. apabila ditempatkan sebelum funtuator }. Model Memori Borland C++. } Contoh-1 1. Pradita. #include <file-header> merupakan preprocessor pada C++ untuk pemanggilan file header yang memuat beberapa perintah-perintah dari C++ (contoh. Frieyadie.

CPP.5. Cara mengaktifkannya : Klik Menu File Klik New Text Edit Gambar 1. 1. Model Compact Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K. Pradita. Ilamsyah. e.Modul Algoritma Pemrograman I b. Sopiyan. c. d. Model Large Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data lebih dari 64 K. dan Ani Oktarini 6 . d. Model Huge Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk menyimpan satu jenis data. Model Small Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk masing-masing program dan data tidak lebih dari 64 Kb.5 Cara Menampilkan Text Edit Frieyadie. Membuat File Editor File Editor merupakan file kode program yang dapat dikompilasi. kemudian dijalankan untuk menampilkan hasilnya yang mempunyai ekstensi file . Model Medium Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program tidak lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K.

Frieyadie. Kik Menu File  Save b. diantaranya yaitu : Save Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk. Save As Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk dengan nama file yang berbeda. Hotkey yang ada bisa gunakan untuk menyimpan dengan menekan tombol Ctrl + KS.6 Jendela Text Edit 1. dan Ani Oktarini 7 .6. Sopiyan. maka selanjutnya disimpan dengan cara : a. seperti dibawah ini : Gambar 1.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1.02 terdapat tiga cara menyimpan file editor. Pradita. Save All Digunakan untuk menyimpan semua File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk.7. Selanjutnya tampil jendela Save File As. Menyimpan File Editor Setelah selesai mengetikan naskah program yang baru pada jendela Text Edit. Ilamsyah. Jendela Save File As Pada Borland C++ 5. Menekan HotKey Ctrl + KS.

Modul Algoritma Pemrograman I 1.exe ) dan sekaligus menjalankan program.8 Kotak Dialog Compile 1. Menterjemahkan Program Proses Compile merupakan suatu proses menterjemahkan program dari bahasa manusia kedalam bahasa yang dimengerti oleh komputer yaitu bahasa mesin. seperti dibawah ini : Gambar 1. Kik Menu Debug Run b.melakukan proses linking. Sopiyan. Pradita. membuat file eksekusi ( . Menekan HotKey Ctrl + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Run. yaitu dengan cara: a. selanjutnya tampil hasil seperti gambar 1. dan Ani Oktarini 8 .8. yaitu dengan cara : a. Menekan HotKey Alt + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Compile. seperti dibawah ini : Gambar 1.9 Kotak Dialog Run Setelah proses menterjemahkan program. proses linking. Kik Menu Debug Compile b.7. Ilamsyah. Menjalankan Program Proses Run merupakan suatu proses menterjemahkan program.10 dibawah ini : Frieyadie.

9.Mencetak File Editor Penjelasan Mencetak file program pada jendela yang sedang aktif dengan cara Klik File Print Selanjutnya tampil Jendela Print Option.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. seperti dibawah ini : Gambar 1. Membuka File Editor Penjelasan Membuka atau memanggil file editor yang sudah pernah dibuat. Sopiyan. Ilamsyah.11 Jendela Open File pada C++ 1. dan Ani Oktarini 9 .10 Contoh Hasil Keluaran Program 1. seperti dibawah ini : Frieyadie. Pradita.10. dengan cara : Klik Menu File Open Selanjutnya tampil Jendela Open.

Ilamsyah.02.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Keluar dari Borland C++ 5.12 Jendela Print Option 1.11. dan Ani Oktarini 10 . Sopiyan. dengan cara File Exit Frieyadie. Pradita.02 Keluar dari Aplikasi Borland C++ 5.

dan Ani Oktarini 11 . Ilamsyah.d 127 -32768 s.2.647 3.Modul Algoritma Pemrograman I Pengenalan Model Data.d 32767 -32768 s.4 x 10-38 s. Pengenalan Tipe Data Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar dan 3 tipe tambahan.d 32767 -2.1 x 10+4932 5–7 15 – 16 19 Jumlah Digit Tipe Data Tambahan. Konstanta Bilangan Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok.2.147.7 x 10+308 3. Tipe Data Tambahan Tambahan Tipe Data Jumlah Memori Jangkauan Nilai Unsigned Integer Unsigned Character Unsigned Long Integer 2 Byte 1 Byte 4 Byte 0 – 65535 0 – 255 0 – 4. Konstanta Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap. Tipe Data Tipe Data Char Int Short Long Float Double Long Double Ukuran Memori 1 Byte 2 Byte 2 Byte 4 Byte 4 Byte 8 Byte 10 Byte Jangkauan Nilai -128 s.435.d 2. adalah : Unsigned digunakan bila data yang digunakan hanya data yang positif saja. Tabel 2. Perintah Masukan dan Keluaran BORLAND C++ 2 2.4 x 10-4932 s. antara lain: Frieyadie.435.d 3. yaitu: • Konstanta Bilangan • Konstanta Teks A.294.1.295 2.7 x 10-308 s.4 x 10+38 1. yang dimiliki oleh Borland C++. Sopiyan.d 1.1.648 s. diantaranya: Tabel 2. Pradita.967. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian.d 1.147.

22e3 4. Konstanta Teks Dalam hal ini konstanta teks dibagi menjadi dua kelompok. “Y” dan lain-lain. Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision ) Konstanta Double Precision. Pada deklarasi konstanta bilangan desimal (floating point) harus diikutsertakan model dari tipe datanya. C. atau const tipe_data nama_konstanta = nilai konstanta. Adalah bilangan yang tidak mengandung nilai desimal.Modul Algoritma Pemrograman I 1. Data Karakter (Character). 100 2. 2. angka. Data karakter hanya terdiri dari sebuah karakter saja yang diapit oleh tanda kutip tunggal ( ‘ ). antara lain. notasi atau simbol. mempunyai bentuk penulisan. “AMIK BSI”. Contoh : 1. B. 2. 1. Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point ) Konstanta Floating Point.57 ) • Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat ( contoh : 4. Data karakter dapat berbentuk abjad ( huruf besar atau kecil ). Frieyadie. Ini merupakan nilai default pada konstanta bilangan. dan Ani Oktarini 12 . Ilamsyah. Konstanta Bilangan Bulat (Integer). pada prinsipnya sama seperti Konstanta Floating Point. Sopiyan. Contoh : “Virusland”. Bentuk penulisannya : const nama_konstanta = nilai konstanta. Contoh: const x = 89. Data String merupakan rangkaian dari beberapa karakter yang diapit oleh tanda kutip ganda ( “ ). Pradita. 3. const float phi = 3. yaitu : • Bentuk Desimal ( contoh : 5. Contoh : ‘Y’ ‘y’ ‘9’ ‘&’ dan lain-lain. tetapi Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar. Deklarasi Konstanta Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved word const.22 x 103 )s 3. Data Teks (String).14. “Jakarta”.

mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain : 1. Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau Double Precision. Deklarasi Variabel TIPE VARIABEL Integer Floating Point Double Precision Karakter Unsigned Integer Unsigned Character Long Integer Unsigned Long Integer Bentuk penulisannya : Tipe data nama variabel. ). Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel.Modul Algoritma Pemrograman I 2. Ilamsyah. String ( Untuk Rangkaian Karakter ) C. Deklarasi Variabel Adalah proses memperkenalkan variabel kepada Borland C++ dan pendeklarasian tersebut bersifat mutlak karena jika tidak diperkenalkan terlebih dahulu maka Borland C++ tidak menerima variabel tersebut. Tabel 2. Variabel Text 1. Tidak boleh ada spasi ( contoh : gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ ) sebagai penghubung (contoh : gaji_bersih). Bilangan Bulat atau Integer 2. yaitu : • Variabel Numerik • Variabel Teks A. Variabel Numerik Variabel numerik ini dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) macam : 1. SIMBOL DEKLARASI Int Float Double Char unsigned int unsigned char long int unsigned long int Frieyadie. dibagi menjadi dua jenis kelompok. Setiap kali pendeklarasian variabel harus diakhiri oleh tanda titik koma ( . 3. Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika. Variabel Adalah suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang mempunyai nilai atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program. Sopiyan. Character ( Karakter Tunggal ) 2. Variabel. seperti integer atau character dan nama variabel itu sendiri. dan Ani Oktarini 13 .3.3. B. 2. Dalam pemberian nama variabel. Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau Floating Point. Pradita.

Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler mengenai jenis data yang dipakai dan akan ditampilkan. Sopiyan.’b’. konstanta dan ungkapan. Frieyadie.1 printf( ) Fungsi printf( ) merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar.2). Argumen ini dapat berupa variabel. Pradita. printf("string-kontrol". char grade. Penentu Format Printf( ) TIPE DATA Penentu Format Untuk printf( ) Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Bentuk Desimal dan Pangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer %d %f %e %g %lf %c %s %u %ld %lu %x %o printf(“%c merupakan abjad yang ke . argumen-2. diantaranya adalah : printf( ) puts( ) putchar( ) cout( ) 2.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh Deklarasi char nama_mahasiswa[20]. Perintah Keluaran Perintah standar output yang disediakan oleh Borland C++. String-Kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu format.4.%d”. argumen-1. float rata_rata . Ilamsyah. int nilai. Tabel 2. 2. dan Ani Oktarini 14 .4. …).4.

nama. printf(“hai %s.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1 #include <stdio. Pradita. Ilamsyah. Penggunaan Penentu Lebar Field Bila ingin mencetak atau menampilkan data yang bertipe data FLOAT atau pecahan.h> main( ) { char nama =”dita”. printf("Nilai Tugas 1: %2f \n". } Gambar 2.a2).a1). clrscr( ).50. Berikut bentuk penulisannya: Contoh-2 #include<stdio. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<iostream. int nilai = 100. tampilan yang tampak biasanya kurang bagus. printf("Nilai Tugas 2: %2f ".5. Sopiyan. getch( ).h> #include<iostream. 1 Hasil Contoh 1 a. jika tidak menggunakan penentu lebar field adalah: Frieyadie. nilai). clrscr( ).h> #include <conio. Hal tersebut dapat diatur lebar field-nya dan jumlah desimal yang ingin dicetak. Kamu mendapatkan Nilai %i” . a2=77.h> main( ) { float a1=87. dan Ani Oktarini 15 .h> #include<conio.

printf("Nilai Tugas 2: %2. dan Ani Oktarini 16 .5. jika menggunakan penentu lebar field adalah Gambar 2.h> #include<conio.a1). a2=77. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 #include<stdio.50.h> #include<iostream. clrscr(). Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan.2f".Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. 3 Hasil Contoh 3 b. printf("Nilai Tugas 1: %2. Pradita.5.2f \n". getch( ). Beberapa Escape Sequences lainnya antara lain : Tabel 2. Penggunaan Escape Sequences. Escape Sequences ESCAPE SEQUENCES PENGERTIAN \b \f \n \r \t \' Backspace Formfeed Baris Baru Carriage Return Tab ( default = 8 karakter ) Tanda kutip tunggal ( ' ) Frieyadie.h> main( ) { float a1=87.a2). Sopiyan. Escape Sequences menggunakan notasi “ \ ” ( back slash ) jika karakter terdapat notasi “\” ini sebagai karakter “escape” ( menghindar).

4. printf("%8s\t %7s\t %8s ".Modul Algoritma Pemrograman I \" \\ \xaa \aaa Tanda Kutip Ganda ( " ) Backslash Kode ASCII dalam hexadecimal. } Gambar 2.2f \t %8. float a = 88.nama2.2f \t %8.2. Ilamsyah. Untuk mencetak pindah baris memerlukan notasi ‘ \n ‘ tidak perlu notasi ‘ \n ‘ . b = 90. ( aa menunjukkan angka ASCII ybs ) Kode ASCII dalam octal. printf("\n%8.2. karena fungsi ini khusus untuk tipe data string. Pradita.8. nama1. Untuk mencetak pindah baris.nama3). Sopiyan.b. yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar.nama3[10]="Fitri". Perbedaan antara printf( ) dengan puts( ) adalah : Tabel 2. karena sudah dibeikan secara otomatis. c = 98. yaitu %s puts( ) data Tidak Perlu penentu tipe data string. puts( ) Perintah puts( ) sebenarnya sama dengan printf(). 4 Hasil Contoh 4 2. getch( ).6.h> #include<conio. puts( ) berasal dari kata PUT STRING. Frieyadie. a.nama2[10]="Ani".h> main( ) { char nama1[10]="Dita".c). Perbedaan fungsi puts( ) dengan printf( ) untuk tipe data string printf( ) Harus menentukan tipe untuk data string. dan Ani Oktarini 17 .2f ". clrscr( ).5. (aaa menunjukkan angka ASCII ybs ) Contoh-4 #include<stdio.

putchar('B'). dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 2.4. Sopiyan.h> main( ) { clrscr( ). dan Ani Oktarini 18 . putchar('9'). puts("Anda Kuliah di ").h> #include <conio. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. putchar('I').Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-5 #include <stdio. putchar( ) Perintah putchar( ) digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar. putchar('0'). Contoh-5 #include <stdio. } Output yang akan dihasilkan. putchar('S').h> #include <conio. puts(a). putchar('0'). Pradita. clrscr(). Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris. 5 Hasil Contoh 5 2.3.h> main() { char nama[5] = "BSI". putchar('2'). Ilamsyah. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. putchar('-').

Untuk menggunakan fungsi cout ini.h> main( ) { int jumbar1=150.4. Sopiyan. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 2. } Output yang akan dihasilkan. cout Fungsi cout merupakan sebuah objeck didalam Borland C++ digunakan untuk menampilkan suatu data kelayar. Ilamsyah. untuk mengguakan manipulator ini file header yang harus disertakan file header iomanip.4. Ada beberapa fungsi manipulator yang disediakan oleh Borland C++. cout<<" Jumlah Barang 2: "<<jumbar2. getch( ). 6 Hasil Contoh 6 2. cout<<"Jumlah Barang 1: "<<jumbar1.5. jumbar2=23. endl end flush() dec() hex() oct() setbase() setw() setfill() setprecision() setosflags() Frieyadie.h> #include <iostream.h> #include <conio. Pradita. Fungsi Manipulator Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layar. clrscr( ). 7 Hasil Contoh 7 2.4.h . harus menyertakan file header iostream.h . dan Ani Oktarini 19 .Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. antara lain. Contoh-7 #include <stdio.

Sopiyan. cout<<"Nama :"<<nama<<endl. ends ends merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menambah karakter null ( nilai ASCII NOL ) kederetan suatu karakter. endl endl merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyisipkan karakter NewLine atau mengatur pindah baris. 8 Hasil Contoh 8 b.h> # include<iostream. b. diantaranya: a. Fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter kefile didisk atau modem dan mangakhirinya dengan karakter NULL.. char alamat[20]="Jakarta Selatan". File header yang harus disertakan adalah file header iostream. cout<<"Nim :"<<nim<<endl. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 2. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I Berikut akan dibahas beberapa fungsi manipulator. cout<<"Alamat :"<<alamat<<endl. 20 Frieyadie.h> # include<conio. } Output yang akan dihasilkan. c. d. clrscr( ). Ilamsyah. Fungsi ini sangat berguna untuk piranti keluaran berupa file di disk.h . File header yang harus disertakan adalah file header iostream. Contoh-9 # include <stdio. Contoh-8 # include<stdio.h> # include <iostream.nama[15]="Andi".h> # include <conio. getch( ). dan Ani Oktarini .h> main( ) { char nim[9]="12098890".h> main( ) { int a.h .

h> # include <iomanip.h . cout<<"Hasil dari D = A * B adalah "<<d<<ends. cout<<"Hasil dari C = A % B adalah "<<c<<ends. } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ). Sopiyan.h> # include <iostream. oct dan hex dec. Ilamsyah. cout<<"Masukan Nilai A : ". 9 Hasil Contoh 9 c. dan Ani Oktarini 21 . cout<<"Nilai Awal= "<<nilai<<endl. cin>>a. cout<<"Nilai ke Octal = "<<oct<<nilai<<endl.h> # include <conio. Contoh-10 # include <stdio. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Nilai ke Desimal = "<<dec<<nilai<<endl. File header yang harus disertakan adalah file header iomanip. cin>>b. cout<<"Nilai ke Hexadesimal = "<<hex<<nilai<<endl. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 2. dari program contoh-10 diatas adalah: Frieyadie. cout<<"Masukan Nilai B : ". oktal(bilangan berbasis 8) dan hexadesimal(bilangan berbasis 16).Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ). getch( ). Pradita. getch( ). dec. c = a % b. oct dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk desimal(bilangan berbasis 10). d = a * b.h> main( ) { int nilai = 320.

cout<<setprecision(5)<<c<<endl.c.h> main( ) { float a. Ilamsyah.23. a = 25. setprecision( ) Fungsi setprecision( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan. file header yang harus disertakan adalah file header iomanip.h> # include <iostream. dari program contoh-11 diatas adalah: Gambar 2. getch( ).b. cout<<setprecision(4)<<c<<endl. c = a * b.h> # include <iomanip.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. clrscr( ). 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). cout<<setprecision(2)<<c<<endl.54. dan Ani Oktarini 22 . Contoh-11 # include <conio. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. 10 Hasil Contoh 10 d. b = 12. Pradita. cout<<setprecision(1)<<c<<endl.h . cout<<setiosflags(ios::fixed). cout<<setprecision(3)<<c<<endl.

File header yang harus disertakan file header iomanip. dan Ani Oktarini 23 .Modul Algoritma Pemrograman I e. Bentuk penulisannya : setbase(base bilangan). for(a=250.a<=260. cout<<"Decimal Octal Hexadecimal"<<endl. dari program contoh-12 diatas adalah: Gambar 2. Pradita. } getche( ). setbase( ) setbase( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi bilangan Octal. Sopiyan. cout<<"----------------------------"<<"\n". Decimal dan Hexadecimal. cout<<setbase(8)<<a<<" ". cout<<"Penggunan Manipulator setbase()"<<"\n\n".h> # include <conio. } Output yang akan dihasilkan.h . cout<<setbase(16)<<a<<endl.a++) { cout<<setbase(10)<<a<<" ".12. Hasil Contoh-12 Frieyadie. Base bilangan merupakan base dari masing-masing bilangan. yaitu : • Octal = basis 8 • Decimal = basis 10 • Hexadecimal = basis 16 Contoh-12 //Penggunaan Manipulator setbase() # include <stdio.h> # include <iomanip.h> main( ) { int a = 250. Ilamsyah.h> # include <iostream. clrscr( ).

h> # include <conio. Hasil Contoh-13 Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Penggunan Manipulator setw()"<<"\n\n". dari program contoh-13 diatas adalah: Gambar 2. Contoh-13 // Penggunaan Manipulator setw() # include <stdio.Modul Algoritma Pemrograman I f.a++) { cout<<setw(a)<<a<<endl.13.h> # include <iomanip. n = merupakan nilai lebar tampilan data. cout<<"-------------------------------"<<"\n". dan Ani Oktarini 24 . Pradita. Ilamsyah.h . for(a=1. clrscr( ). setw() setw() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar tampilan dilayar dari suatu nilai variabel. Sopiyan. } cout<<"-------------------------------"<<"\n". getche( ).h> # include <iostream. Bentuk penulisannya : setw(int n). integer.h> main( ) { int a.a<=15. File header yang harus disertakan file header iomanip.

Modul Algoritma Pemrograman I g. for(a=1.h> # include <conio. Hasil Contoh-14 Frieyadie.h> main( ) { int a. cout<<"-------------------------------"<<"\n". cout<<setw(a)<<a<<endl.h> # include <iomanip. Sopiyan. Contoh-14 // penggunaan setfill dan setw( ) # include <stdio. cout<<"Penggunan Manipulator setfill()"<<"\n\n". Bentuk penulisannya : setfill(charakter).h . dan Ani Oktarini 25 .h> # include <iostream. File header yang harus disertakan file header iomanip.a++) { cout<<setfill('-').a<=15. Pradita. setfill() setfill() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk manampilkan suatu karakter yang ditelakan didepan nilai yang diatur oleh fungsi setw(). } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ). Ilamsyah. dari program contoh-14 diatas adalah: Gambar 2. } getche( ).14.

file header yang harus disertakan file header iomanip. Tanda Format Keluaran Notasi Konversi Tanda format yang digunakan untuk keluaran Notasi. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<b.Modul Algoritma Pemrograman I h. Frieyadie. cout<<"Rata Sebelah Kanan = ". pengaturan terhadap lebar variabel untuk perataan kiri dan kanan ini melalui fungsi setw( ). 1. setiosflags( ) Fungsi setiosflags( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur sejumlah format keluaran data. Pradita.h> # include <conio. antara lain. cout<<"Rata Sebelah Kiri = ".h> # include <iomanip. Sopiyan. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). dan Ani Oktarini 26 . yaitu: ios::scientific digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi eksponensial. ios::fixed digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi desimal. cout<<"Penggunaan ios::left dan ios::right\n\n". cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<b. cout<<endl. Ilamsyah. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<a. Ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags( ).15. Hasil Contoh-15 2. } Output yang akan dihasilkan. Tanda Format Perataan Kiri dan Kanan Tedapat dua buah tanda format yang digunakan untuk perataan kiri dan kanan. ios::left digunakan untuk mengatur perataan sebelah kiri ios::right digunakan untuk mengatur perataan sebelah kanan Contoh-15 //tanda format ios::left dan ios::right # include <stdio.h> # include <iostream. dari program contoh-15 diatas adalah: Gambar 2. clrscr( ).h . b = 56.. getche( ).h> main( ) { int a = 75. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<a.

} Output yang akan dihasilkan.h> # include <conio. Octal dan Hexadecimal.45<<endl.h> # include <iomanip.16. Pradita. cout<<"Bilangan Octal dari 10 = ".h> main( ) { clrscr( ). cout<<"\n\n". Frieyadie. Sopiyan. Tanda Format Konversi Dec. ios::oct digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis oktal. getche( ).h> main( ) { clrscr( ). dari program contoh-16 diatas adalah: Gambar 2.h> # include <iostream. cout<<"Penggunaan ios::scientific dan ios::fixed\n".Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-16 //tanda format ios::scientific dan ios::fixed # include <stdio. cout<<setiosflags(ios::oct)<<10<<endl.65 adalah ". cout<<"Hasil ios::fixed dari 56. Contoh-17 //tanda format ios::dec. Ilamsyah.45 adalah ". cout<<setiosflags(ios::scientific)<<75. ios::hex digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis heksadesimal. ios::hex # include <stdio. ios::oct. cout<<"\nHasil ios::scientific dari 75.h> # include <conio. cout<<setiosflags(ios::fixed)<<56. Oct dan Hex Terdapat tiga macam tanda format yang digunakan untuk konversi keluaran dalam basis Decimal. yaitu: ios::dec digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis desimal. cout<<"Bilangan Decimal dar 75 = ". Hasil Contoh-16 3. dan Ani Oktarini 27 . cout<<"Bilangan Hexadecimal dari 15 = " cout<<setiosflags(ios::hex)<<15. cout<<setiosflags(ios::dec)<<75<<endl.65. getche( ).h> # include <iomanip.h> # include <iostream.

Pradita. Hasil Contoh-17 4. } getche( ).h> # include <iostream. cout<<"-------------------------\n". Sopiyan. cout<<"-------------------------\n". a<=15. Ilamsyah. a++) cout<<hex<<a<<endl.a+5). for (a=1.17. cout<<"Konversi Konversi \n". a++) { gotoxy(15. cout<<"Penggunaan ios::uppercase\n". a<=15. dari program contoh-17 diatas adalah: Gambar 2.h> # include <conio.h> # include <iomanip. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan. for (a=1.h> main( ) { int a. } Output yang akan dihasilkan. Tanda Format Manipulasi Huruf Hexadecimal Untuk keperluan memanipulasi atau mengubah huruf pada notasi hexadecimal dengan menggunakan tanda format: ios::uppercase digunakan untuk mengubah huruf pada notasi huruf hexadecimal. dan Ani Oktarini 28 . cout<<setiosflags(ios::uppercase)<<hex<<a<<endl. cout<<"Tanpa Dengan \n". Contoh-18 //tanda format ios::uppercase # include <stdio. dari program contoh-18 diatas adalah: Frieyadie.

h> # include <iomanip. a++) { gotoxy(4. cout<<setiosflags(ios::showbase). a<=15.a+5).h> # include <conio. clrscr( ). } for (a=1.18 Hasil Contoh-18 5. a++) { gotoxy(15.a+5). dan Ani Oktarini 29 .h> # include <iostream. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. Tanda Format Keluaran Dasar Bilangan Hexadecimal dan Octal Untuk keperluan menampilkan dasar bilangan Hexadecimal dan Oktal dengan menggunakan tanda format: • ios::showbase digunakan untuk menampilkan tanda 0x (nol-x) diawal pada tampilan bilangan hexadecimal dan 0 (nol) diawal pada tampilan bilangan decimal. cout<<dec<<a<<endl. Contoh-19 //tanda format ios::showbase # include <stdio. Pradita. cout<<"----------------------------\n". cout<<"----------------------------\n". cout<<"Decimal Hexadecimal Oktal \n". Frieyadie.h> main( ) { int a. cout<<"Penggunaan ios::showbase\n". a<=15. for (a=1. Sopiyan.

h> # include <iomanip. a++) { gotoxy(25. dari program contoh-19 diatas adalah: Gambar 2. cout<<oct<<a<<endl. Pradita. clrscr( ). Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan.19.h> # include <iostream. //-> tanpa tanda format ios::showpoint cout<<"Tanpa tanda format ios::showpoint"<<endl. Sopiyan. Tanda Format Menampilkan Titik Desimal Untuk keperluan menampilkan titik desimal dengan menggunakan tanda format: • ios::showpoint digunakan untuk menampilkan titik desimal pada bilangan yang tidak mempunyai titik desimal pada tipe data float atau double. Contoh-20 //tanda format ios::showpoint # include <stdio.h> main() { double a = 78. dan Ani Oktarini 30 . getche( ). a<=15. } cout<<"----------------------------\n".h> # include <conio.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<hex<<a<<endl. } for (a=1. Hasil Contoh-19 6. Ilamsyah.a+5).

cout<<"\n\n". dan Ani Oktarini 31 . Sopiyan. Hasil Contoh-20 7. cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. dari program contoh-21 diatas adalah: Frieyadie. cout<<"Variabel a = "<<a<<endl. clrscr( ). cout<<"Dengan Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n".h> main( ) { int a = 8. Pradita. //-> dengan tanda format ios::showpoint cout<<"Dengan tanda format ios::showpoint"<<endl.h> # include <iostream. Contoh-21 //tanda format ios::showpos # include <stdio. b = -9.h> # include <conio. cout<<setiosflags(ios::showpoint). dari program contoh-20 diatas adalah: Gambar 2.20. Ilamsyah.h> # include <iomanip. getche(). getche( ). cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. Tanda Format Menampilkan Simbol Plus ( + ) Untuk keperluan menampilkan simbol Plus ( + ) pada bilangan genap dengan menggunakan tanda format: • ios::showpos digunakan untuk menampilkan simbol plus (+) pada variabel yang memiliki nilai bilangan positif. cout<<setiosflags(ios::showpos). } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Tanpa Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n".Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Variabel a = "<<a<<"\n\n". } Output yang akan dihasilkan.

diantaranya adalah: scanf( ) gets( ) cout( ) getch( ) getche( ) 2.5. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. &nama-variabel). scanf( ) Fungsi scanf( ) digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data.7.21. Pradita. Tabel 2. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: scanf("penentu format".h> #include<iostream.h> #include<conio. Sopiyan. Penentu Format scanf( ) TIPE DATA Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer Contoh-22 #include<stdio.h> Penentu Format Untuk scanf( ) %d %e atau %f %e atau %f %lf %c %s %u %ld %lu %x %o Frieyadie. Perintah Masukan Perintah standar input yang disediakan oleh Borland C++. Hasil Contoh-21 2. dan Ani Oktarini 32 . simbol & merupakan pointer yang digunakan untuk menunjuk kealamat variabel memori yang dituju.5.1.

22 Hasil Contoh 22 2.8. Sopiyan. Contoh-23 # include <stdio.&nama). Frieyadie. Pradita. clrscr( ). Ilamsyah. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: gets(nama-variabel-array). printf("\tBIODATA SAYA\n"). dan Ani Oktarini 33 . printf("Kelas: "). clrscr( ). printf("Hobby: ").scanf("%s".h> # include <conio. } Output yang akan dihasilkan. char nm2[20].2.kelas[20]. dari program contoh-22 diatas adalah: Gambar 2. Perbedaan scanf( ) dengan gets( ) scanf( ) gets( ) Tidak dapat menerima string yang Dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan mengandung spasi atau tab dianggap sebagai data terpisah dan masing dianggap sebagai satu kesatuan data.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { char nama[15].h> main( ) { char nm1[20]. Perbedaan antara scanf( ) dengan gets( ) adalah: Tabel 2. printf("Nama : ").&kelas).&hobby). gets( ) Fungsi gets( ) digunakan untuk memasukkan data string.scanf("%s". getch( ).5.hobby[15].scanf("%s".

h . nm2). printf("Senang Berkenalan Dengan Anda . puts("Senang Berkenalan Dengan Anda . cout<<"Masukan Nilai 1 : ". Sopiyan.nilai2.. harus menyertakan file header iostream. Contoh-24 # include <stdio.2 = "). dari program contoh-23 diatas adalah: Gambar 2.1 = "). printf("Senang Berkenalan Dengan Anda . clrscr( ).h> # include <conio.h> main( ) { int nilai1. getch( ). 12 Hasil Contoh 23 2.. Pradita.&nm2). cout<<"Masukan Nilai 2 : ".5.Modul Algoritma Pemrograman I puts("Masukan nama ke . Frieyadie.3. printf("\n\n").%s".h> # include <iostream. puts(nm2).. cin Fungsi cin merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk memasukkan suatu data. gets(nm1). scanf("%s"."). total. printf("\n\n"). puts(nm1). dan Ani Oktarini 34 .%s". puts("Senang Berkenalan Dengan Anda . Ilamsyah. printf("Masukan nama ke . nm1). } Output yang akan dihasilkan. cin>>nilai1. Untuk menggunakan fungsi cin ini..").

Modul Algoritma Pemrograman I cin>>nilai2; total=nilai1+nilai2; cout<<"Masukan Total Nilai : "<<total<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-24 diatas adalah:

Gambar 2. 13 Hasil Contoh 24

2.5.4. getch ( )
Fungsi getch( ) (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h. Contoh-25 # include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getch( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-25 diatas adalah:

Gambar 2. 14 Hasil Contoh 25

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

35

Modul Algoritma Pemrograman I

2.5.5. getche()
Fungsi getche()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.

Contoh-26

# include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getche( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch ( ); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-26 diatas adalah:

Gambar 2. 15 Hasil Contoh 26

Kedua fungsi ini dapat digunakan untuk menahan tampilan hasil program yang di eksekusi agar tidak langsung kembali ke listing program tanpa menekan tombol ALT – F5. Karena fungsi getch() merupakan fungsi masukkan, jadi sebelum program keluar harus menginputkan satu buah karakter.

2.6. Tugas
1. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa, dengan ketentuan sebagai berikut : Nim Siswa, Nama Siswa, Nilai Tugas 1, Nilai Tugas II, Nilai Tugas III diinput.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

36

Modul Algoritma Pemrograman I Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Tugas I, II dan III dibagi dengan 3. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nim Siswa Nama Siswa Nilai Tugas I Nilai Tugas II Nilai Tugas III Layar Keluaran Nim ........ Siswa yang bernama …… Memperoleh nilai rata-rata ….. dari hasil tugas yang diikutinya. 2. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa, Nilai Keaktifan, Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masing-masing nilai, adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan. Nilai Keaktifan * 20% : …… Nilai Tugas * 30% : …… Nilai Ujian * 50% : …… Jadi Siswa yang bernama …… memperoleh nilai akhir sebesar ….. : : : : : : : : :

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

37

Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operator Borland C++ 3 Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program. Sopiyan. Operator Aritmatika Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah: Tabel 3. pengurangan dan lain-lain. Ilamsyah. Operator Aritmatika Operator * / % + − Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian (mod) Penjumlahan Pengurangan Contoh 4*5 8/2 5%2 7+2 6−2 Operator yang tergolong sebagai operator Unary. adalah: Frieyadie. Pradita. Operator mempunyai sifat sebagai berikut: • Unary Sifat Unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : -5 Binary Sifat Binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : 4 + 8 Ternary Sifat Tenary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : (10 % 3) + 4 + 2 • • 3. yang digunakan untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi.1.1. dan Ani Oktarini 38 . seperti penjumlahan.

a=0. cin>>y. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 3. cout<<"Masukan Nilai B : ". 1 Hasil Contoh 1 3. Ilamsyah. cout<<" Hasil dari D = X * Y = "<<d<<endl. b=0. c = 0.b) cout<<" Hasil dari C = X % Y = "<<c<<endl. dan Ani Oktarini 39 . getch( ). clrscr( ).h> #include <iostream. Operator Unary Operator + − Keterangan Tanda Plus Tanda Minus Contoh −4 +6 Contoh-1 #include <stdio. dikenal dengan sebutan LValue (Left Value) Ekspresi Aritmatika dikenal dengan sebutan RValue (Right Value) Frieyadie. Bentuk Umum : • • Variabel. a=x+y.h> #include <conio. Sopiyan. a).2. b=x-y.1.h> main( ) { int x.1. } Output yang akan dihasilkan. Ekspresi Aritmatika Bentuk penulisan ekspresi aritmatika dikaitkan dengan pernyataan pemberi nilai.Modul Algoritma Pemrograman I Tabel 3. c = x% y. Pradita.y. d = x * y.Y= %i \n”. printf(“Hasil Dari B=X . printf(“Hasil Dari A= X + Y= %i \n” . d = 0. cout<<"Masukan Nilai A : ". cin>>x.

Bila LValue bukan berupa variabel. 3.Modul Algoritma Pemrograman I • Tanda “ = “. dan Ani Oktarini .h> #include <iostream. maka akan tampil pesan kesalahan LValue required in function … RValue dapat berupa konstanta. Tabel Hierarki Operator Aritmatika Operator * atau / % + atau Keterangan Tingkatan operator sama.1. Didalam suatu ekspresi aritmatika.3. Sopiyan.h> #include <conio. selalu menjumpai beberapa operator aritmatika yang berbeda yang dapat digunakan secara bersamaan. Urutan operator aritmatika sebagai berikut : Tabel. yang didepan didahulukan Sisa Pembagian Tingkatan operator sama. Ilamsyah. dikenal dengan sebagai Operator Pemberi Nilai (Assignment Operator). Contoh : A = (8 + 2) * 3 / 6 Langkah perhitungannya : A = 10 * 3 / 6 A = 30 / 6 A=5 Contoh-2 #include <stdio. Hierarki Operator Aritmatika. 3.2. penggunaan nya tergantung letak. LValue harus selalu berupa variabel tunggal. variabel lain maupun suatu ekspresi atau rumus aritmatika. penggunaan nya tergantung letak. yang didepan didahulukan Contoh A=8+2*3/6 Langkah perhitungannya : A=8+6/6 (6/6=1) A=8+1 A=9 Tingkatan operator ini dapat diabaikan dengan penggunaan tanda kurung “(“ dan “)”. Pradita.h> 40 Frieyadie.

4. b = (8 + 2) * 3 / 6. Sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai A = A+1 Dari penulisan ekspresi diatas. b. Pradita. Borland C++ dapat menyederhanakan menjadi A += 1 Notasi “ += “ ini dikenal dengan operator pemberi nilai aritmatika. Tabel Operator Pemberi Nilai Aritmatika Operator *= /= %= += -= Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian Penjumlahan Pengurangan Frieyadie. cout<<" B = (8 + 2) * 3 /6"<<endl. a = 8 + 2 * 3 / 6. cout<<" A = 8 + 2 * 3 / 6"<<endl.b). } Output yang akan dihasilkan. 3. cout<<endl.2. 2 Hasil Contoh 2 3. printf(" Hasil dari B = %i ". Sopiyan. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 3. clrscr( ). Ada beberapa operator pemberi nilai aritmatka diantaranya: Tabel. cout<<" Hasil dari A = "<<a<<endl. dan Ani Oktarini 41 . getch( ). Operator Pemberi Nilai Aritmatika Sebelumnya kita telah mengenal operator pemberi nilai (assignment operator) yaitu tanda “ = “.

sedangkan • Jika diletakan dibelakang variabel.h> 42 Frieyadie. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang. Keterangan : 1. y = ++x. Pradita. (nilai saat ini: y = 4. (nilai saat ini: y = 5.5. Tabel Operator Penambah dan Pengurang Operator ++ -Penambahan Pengurangan Keterangan A = A + 1 atau A = A . (nilai saat ini : y = 5.3. Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang. Tabel. • Jika diletakan didepan variabel.“ dapat diletakan didepan atau di belakang variabel. prefix (--A) atau postfix (A --) Kedua bentuk penulisan operator ini mempunyai arti yang berbeda. Pengurangan: mengurangkan 1 ke nilai variabel. sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan. Operator Penambah dan Pengurang Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai.1. x=6) int x=5. Penambahan: menambahkan 1 ke nilai variable. disederhanakan menjadi A ++ atau A-Operator “ ++ “ atau “ -. prefix (++A) atau postfix (A ++) 2. Contoh Penambahan: int x=5. (nilai saat ini: y = 6.Modul Algoritma Pemrograman I 3. x=6) Pengurangan: int x=5. 3. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini. y = --x. x=4) int x=5. Sopiyan. y = x++. y = x--. Ilamsyah. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan. dan Ani Oktarini . x=4) Contoh-3 /* Penggunaan Notasi Didepan Variabel*/ #include <stdio.h> #include <conio.

printf("\nNilai A = %d". printf("Nilai A = %d". printf("\nNilai --B = %d". } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ). dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. Ilamsyah. printf("Nilai A = %d". Sopiyan. b). b). a++). dan Ani Oktarini 43 . b--). getch( ).h> main( ) { int a = 10. --b). a). dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 3. Pradita.h> #include<iostream. b = 5. printf("\nNilai ++A = %d". printf("\nNilai B = %d". printf("\nNilai --B = %d".Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a = 10. printf("\nNilai ++A = %d". ++a). 3 Hasil Contoh 3 Contoh-4 /* Penggunaan Notasi Dibelakang Variabel*/ #include<stdio. getch( ). b).h> #include<conio. b = 5. a). a). printf("\nNilai B = %d". clrscr( ). printf("\nNilai B = %d". } Output yang akan dihasilkan.

3.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 3. Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False).h> main( ) { float a. Operator Relasi Operator Relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. e = x >= y. f = x <= y. cin>>x. Tabel. cout<<"Hasil dari "<<x<<" <= "<<y<<" = "<<f<<endl. cout<<"Masukan Nilai X = ".h> #include <conio. 4 Hasil Contoh 4 3. d. Tabel Operator Relasi Operator Keterangan Sama Dengan ( bukan pemberi nilai ) Tidak Sama dengan Lebih Dari Kurang Dari Lebih Dari sama dengan Kurang Dari sama dengan #include <stdio. cout<<"Hasil dari "<<x<<" < "<<y<<" = "<<d<<endl. x. y. getch( ). clrscr( ). Sopiyan. e. b = x != y.4. cout<<"Masukan Nilai Y = ". a = x = = y. f. dan Ani Oktarini 44 == != > < >= <= Contoh-5 . cin>>y.h> #include <iostream. Pradita. c = x > y. c.5. cout<<"Hasil dari "<<x<<" >= "<<y<<" = "<<e<<endl. cout<<"Hasil dari "<<x<<" == "<<y<<" = "<<a<<endl. b. d = x < y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" != "<<y<<" = "<<b<<endl. } Frieyadie. Ilamsyah. cout<<endl. cout<<"Hasil dari "<<x<<" > "<<y<<" = "<<c<<endl.

5. Operator Logika Operator Relasi digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi. Tabel Operator Relasi Operator && || ! Keterangan Operator Logika AND Operator Logika OR Operator Logika NOT 3.3 >= 4 A T T F F Contoh : Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. 5 Hasil Contoh 5 3.5.5. A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 Frieyadie. dan Ani Oktarini 45 .Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan.1. Ilamsyah. 3. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 3. Tabel Logika And B A && B T T F F T F F F A + 4 < 10 B>A + 5 C . Pradita. Tabel. Operator Logika AND Operator logika AND digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR. akan dianggap BENAR. Sopiyan.

cout<<"Masukan Nilai C = ". cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. Ilamsyah. cout<<"Masukan Nilai B = ". B = 3. e. cout<<"Hasil dari f = c . g = d && e && f. getch( ). cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. g. cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C – 3 >= 4 7 – 3 >= 4 BENAR Dari ekspresi relasi tersebut mempunyai nilai BENAR. f = c . cin>>c. cout<<"Masukan Nilai A = ".h> main( ) { float a. cout<<endl. 6 Hasil Contoh 6 Frieyadie. cout<<"Hasil dari g = d && e && f adalah " <<g. b. d.h> #include<conio. cout<<endl<<endl. Sopiyan. cout<<endl<<endl. cin>>a. C = 7. e = b > a + 5.h> #include<iostream. // Proses d = a + 4 < 10.3 >= 4 adalah " <<f. Pradita.3 >= 4. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 3. f. maka A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 SALAH = 0 Contoh-6 /* Penggunaan Operasi Logika AND */ #include<stdio. clrscr( ). c. cin>>b. dan Ani Oktarini 46 . } Output yang akan dihasilkan. h.Modul Algoritma Pemrograman I Jika nilai A = 3.

B = 3. bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR dan bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai SALAH. dan Ani Oktarini 47 . c. g = d || e || f. maka ekspresi tersebut tetap bernilai BENAR. f = c . d. b. cout<<"Masukan Nilai A = ". cin>>c. A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 Jika nilai A = 3. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C .4 <= 7.3 > 4 7–3>4 SALAH Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR. cout<<"Masukan Nilai C = ". maka akan bernilai SALAH. Frieyadie. cin>>b. C = 7.h> #include<iostream. e=b>5+a. A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 BENAR = 1 Contoh-7 /* Penggunaan Operasi Logika OR */ #include<stdio. g. Pradita. akan dianggap BENAR. Ilamsyah. d = a + 5 > 10. Sopiyan. h. clrscr( ). e. cout<<endl<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I 3. f. Operator Logika OR Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. cout<<"Masukan Nilai B = ".5. cin>>a. Tabel Logika Or B A || B T T F T T T F F A + 4 < 10 B>A + 5 C-3>4 A T T F F Contoh Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi.2.h> #include<conio.h> main() { float a.

Ilamsyah.3 >= 4. 7 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* Penggunaan Operasi Logika AND OR*/ #include<stdio. Frieyadie. cout<<endl<<endl. cout<<"Masukan Nilai B = ". cin>>b. cout<<"Hasil dari e = b > 5 + a adalah " <<e<<endl. cin>>c. cout<<"Program Ekspresi AND / OR"<<endl<<endl.h> #include<iostream. b. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. cout<<"Hasil dari f = c . cout<<"Hasil dari g = d || e || f adalah " <<g. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl.4 <= 7 adalah " <<f. c. g. cout<<"Masukan Nilai C = ". cout<<endl<<endl. // Proses d = a + 4 < 10. f = c . Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. d. e. e = b > a + 5. cout<<"Masukan Nilai A = ". h. getch( ). cout<<"Hasil dari d = a + 5 > 10 adalah " <<d<<endl. cin>>a. dan Ani Oktarini 48 .h> #include<conio. g = d && e && f.h> main( ) { float a. Pradita. f. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 3. cout<<endl.

5. cout<<endl. begitu pula sebaliknya. !(A+4 < 10) Jika nilai A = 3. Contoh : Ekspresi Relasi A + 4 < 10 Penggunaan Operator Logika NOT diatas menjadi. maka ekspresi tersebut akan bernilai SALAH !(A+4 < 10) !(BENAR) = SALAH = 0 Contoh-9 /* Penggunaan Operasi Logika NOT */ #include <stdio. 8 Hasil Contoh 8 3. Ilamsyah.h> #include<iostream. cout<<"Hasil dari f = c .3. Operator Logika NOT Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikkan dari ekspresi yang disebutkan. Pradita. Jika nilai yang disebutkan bernilai BENAR maka akan menghasilkan nilai SALAH. cout<<"Hasil dari g = d || e && f adalah " <<g.h> Frieyadie. dan Ani Oktarini 49 . getch( ).h> #include <conio. maka ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR dan jika digunakan operator logika NOT.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. Sopiyan. cout<<endl<<endl.3 >= 4 adalah " <<f. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. } Output yang akan dihasilkan.

c. Ilamsyah. Tabel. Borland C++ menyediakan enam buah operator bitwise. /* Proses */ b = (a + 4 < 10). Tabel Operator Bitiwise Operator ~ << >> & ^ | Keterangan Bitwise NOT Bitwise Shift Left Bitwise Shift Right Bitwise AND Bitwise XOR Bitwise OR Frieyadie. Operator Bitwise Operator Bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit. b. Pradita.6. cin>>a. cout<<"Nilai b = (a + 4 < 10) = "<<b<<endl. cout<<endl<<"Program Ekspresi NOT "<<endl. cout<<"Masukan Nilai A = ". 9 Hasil Contoh 9 3. clrscr( ). dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. getch( ). c = !(b). } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. 3.6. cout<<"Nilai c = !(b) = "<<c.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. dan Ani Oktarini 50 . cout<<"Nilai A = "<<a<<endl.

dan Ani Oktarini 51 . cout<<"Nilai Awal : "<<x<<endl. 10 Hasil Contoh 10 Frieyadie.1. clrscr(). cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl.h> #include<stdio. Operator Bitwise << (Shift Left) Operator Bitwise Shift Left digunakan untuk menggeser sejumlah bit kekiri. cout<<"Masukan Nilai X = ".h> #include<conio. cin>>x. Pradita. Sopiyan. Ilamsyah.6. } Output yang akan dihasilkan. Contoh : 0000000011001001 = 201 //////// digeser 1 bit ke kiri 0000000110010010 = 402 Dibagian kanan disisipkan 0. sebanyak bit yang digeser Contoh-10 #include<iostream. x = x << 1. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 3. getch().h> main() { int x.Modul Algoritma Pemrograman I 3.

dan Ani Oktarini 52 .Modul Algoritma Pemrograman I 3.6. Operator Bitwise >> (Shift Right) Operator Bitwise Shift Right digunakan untuk menggeser sejumlah bit kanan. x = x >> 1.h> void main( ) { int x. } Output yang akan dihasilkan. getch( ). sebanyak bit yang digeser Contoh-11 #include<iostream.h> #include<stdio. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. Ilamsyah. 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie. Pradita.2.h> #include<conio. cout<<” Nilai Awal : “<<x<<endl. Sopiyan. cout<<"Masukan Nilai X = ". clrscr( ). Contoh : 0000000011001001 = 201 \\\\\\\\ digeser 1 bit ke kanani 0000000001100100 = 100 Dibagian kanan disisipkan 0. cin>>x. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 3.

Ilamsyah. cout<<"Masukan Nilai X = ". dan Ani Oktarini 53 . getch( ).h> void main( ) { int a. a = x & y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" & "<<y<<" = "<<a<<endl.h> #include<conio. Tabel. x. 12 Hasil Contoh 12 Frieyadie.6.h> #include<stdio. cin>>y. y. Pradita. Akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan bernilai benar (1). cin>>x. Sopiyan. 3. cout<<"Masukan Nilai Y = ".7. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I 3. Operator Bitwise & (And) Operator Bitwise & ( And ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. } Output yang akan dihasilkan. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel Operator Bitiwise And Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 AND 01000000 = 64 Contoh-12 #include<iostream.3. cout<<’\n’. dari program contoh-12 diatas adalah : Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 0 0 1 Gambar 3.

a = x | y. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel Operator Bitiwise Or Bit Operand 1 0 0 1 1 Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 OR 11101101 = 237 Contoh-13 #include<iostream. cout<<"Hasil dari "<<x<<" | "<<y<<" = "<<a<<endl. getch( ). Sopiyan. cout<<"Masukan Nilai X = ". Tabel. x.5. cout<<"Masukan Nilai Y = ". cout<<’\n’. cin>>y.h> void main( ) { int a.h> #include<stdio.4. clrscr( ). Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. Akan bernilai benar jika ada salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai benar (1). Pradita.8. dari program contoh-13 diatas adalah : Gambar 3. y. dan Ani Oktarini 54 . 3. Operator Bitwise | ( Or ) Operator Bitwise | ( Or ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. 13 Hasil Contoh 13 Frieyadie.h> #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I 3. cin>>x.

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ^ ( eXclusive Or )
Operator Bitwise ^ ( XOr ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibandingkan hanya sebuah bernilai benar (1). Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.9. Tabel Operator Bitiwise XOr Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 XOR 10101101 = 137 Contoh-14 #include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main( ) { int a, x, y; clrscr( ); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; cout<<"Masukan Nilai Y = "; cin>>y; a = x ^ y; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari "<<x<<" ^ "<<y<<" = "<<a<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-14 diatas adalah: Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 0

Gambar 3.13 Hasil Contoh-14 Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 55

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ~ ( Not )
Operator Bitwise ~ ( Not ) digunakan membalik nilai bit dari suatu operand. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.10. Tabel Operator Bitiwise Not Bit Operand 0 1 Contoh : 00001000 = 8 |||||||| 11110111 = 247 = -9 Hasil 1 0

Contoh-15

#include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main() { int a, x, y; clrscr(); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; a = ~x; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari ~"<<x<<" = "<<a<<endl; getch(); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-15 diatas adalah :

Gambar 3. 14 Hasil Contoh 15

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

56

Modul Algoritma Pemrograman I

3.7. Tugas
1. Tentukan apa hasil numerik dari ekspresi relasi dan logika dibawah ini. Diberikan nilai A = 3; B = 6 ; C = 2 ; K = 5; L = 4; M = 3 a. b. c. d. e. D = (4 + 2 > A && B – 2 > 3 + 2 || B + 2 <= 6 + 2 ) D=K + 5 < M || (C * M < L && 2 * M – L > 0) D=L + 5 < M || C * K < L && 2 * K – L > 0 D=A * 4 <= 3 * M + B D=K + 10 > A && L – 2 > 4 * C

2. Dari program dibawah ini, bagaimanakah keluaran yang dihasilkan #include<stdio.h> #include<conio.h> main( ) { int a = 21; clrscr( ); printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a = %d",a); a+=3; printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a-- = %d",a--); getch( ); }

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

57

dari program contoh-1 diatas adalah: Frieyadie. clrscr(). Pradita. File header yang harus disertakan adalah string.1. } Output yang akan dihasilkan. sumber). Sopiyan. Fungsi Manipulasi String Borland C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan menipulasi string. cout<<"Hasil Penggabungannya "<<a1.1= ". 4. cin>>a2. cout<<"Masukkan Kata . cout<<"Masukkan Kata . terutama pada pemrograman visualisasi. diantaranya: 4.1. Ilamsyah.2= ".h> #include <ctype. strcat(a1. char a2[20]. dikarenakan hampir semua bahasa pemrograman menggunakan manual inputnya adalah string.h> #include <iostream.1. dan Ani Oktarini 58 . Contoh-1 #include <string. cin>>a1.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi String 4 Operasi string selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman.h> main() { char a1[20]. getch().h dan ctype. Fungsi strcat( ) Fungsi ini digunakan untuk menambahkan string sumber kebagian akhir dari string tujuan. Pada bab ini akan dibahasa beberapa perintah dan fungsi string.h Bentuk Penulisan : strcat(tujuan. a2).

Hasil dari fungsi ini bertipe data integer (int). clrscr( ).h Bentuk Penulisan : var_int = strcmp(str1.h> #include <conio.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 4. Ilamsyah.a2)<<endl.2. getch( ).b1) <<endl. cout<<strcmp(a1. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<b1<<"->". cout<<strcmp(a2. Pradita. cout<<strcmp(a1. Contoh-2 #include <string.1 Hasil Contoh-1 4. Fungsi strcmp( ) Fungsi ini digunakan untuk membandingkan string pertama dengan string kedua.h> #include <iostream. } Output yang akan dihasilkan. File header yang harus disertakan adalah string. Sopiyan. char b1[ ] = "BSI".1. dan Ani Oktarini 59 . cout<<"Hasil Perbandingan "<<a2<<" dan "<<a2<<"->".2. str2). Hasil Contoh-2 Frieyadie.h> main( ) { char a1[ ] = "BSI". cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<a2<<"->". char a2[ ] = "Bsi". dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 4.a1) <<endl.

asal). huruf).3 Hasil Contoh-3 4. char pindah[20]. Ilamsyah.4.h> main( ) { char huruf[20]. dan Ani Oktarini 60 . Bentuk Penulisan : strcpy(tujuan. getch( ).h Bentuk Penulisan : strlen(str). File header yang harus disertakan adalah string. Pradita. Fungsi strlen( ) Fungsi ini digunakan untuk memperoleh banyaknya karakter dalam string. Contoh-3 #include <stdio.1. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 4.h> #include <iostream. File header yang harus disertakan adalah string. clrscr( ). gets(huruf).h> #include <conio. /* Proses */ strcpy(pindah.Modul Algoritma Pemrograman I 4.1. Sopiyan.3. dengan syarat string tujuan harus mempunyai tipe data dan dan ukuran yang sama dengan string asal. } Output yang akan dihasilkan. Frieyadie. Fungsi strcpy( ) Fungsi ini digunakan untuk menyalin string asal ke-variabel string tujuan. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ".h.h> #include <string. cout<<"Pemindahannya = "<<pindah.

cout<<"Masukan Sembarang Kata = ". } Output yang akan dihasilkan. Frieyadie. Ilamsyah.h> #include <string.h> main( ) { char kata[20]. Contoh-5 #include <stdio. cout<<strlen(huruf). dari program contoh-4 diatas adalah: Gamabr 4.1. strrev(kata). dan Ani Oktarini 61 .Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-4 #include <stdio. gets(kata). cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ". Pradita.h> #include <iostream.h> #include <conio.5. File header yang harus disertakan adalah string.h Bentuk Penulisan : strrev(str).h> #include <string. cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata.4 Hasil Contoh-4 4. cout<<"Panjang Kata Yang Diinputkan = ".h> #include <conio.h> main( ) { char huruf[20]. gets(huruf). Fungsi strrev( ) Fungsi ini digunakan untuk membalik letak urutan pada string. clrscr( ). char pindah[20]. clrscr().h> #include <iostream. getch( ). Sopiyan. String urutan paling akhir dipindahkan keurutan paling depan dan seterusnya.

2. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 4. b. a = angka + 5. Sopiyan. Hasil Contoh-6 Frieyadie.h> #include <conio. angka = atof(kata). dan Ani Oktarini 62 . File header yang harus disertakan adalah math. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a. getch( ). cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". Ilamsyah. Fungsi atof( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik float. } Output yang akan dihasilkan.h> #include <iostream. Fungsi Konfersi String Borland C++ 5. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 4. float angka. clrscr( ). Pradita.5 Hasil Contoh-5 4.1.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ).6. a.h> main( ) { char kata[20].h> #include <math.02 menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan konfersi string. } Output yang akan dihasilkan.2. gets(kata). 4.h Contoh-6 #include <stdio.

2. Pradita. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 4. b.7. Fungsi atoi( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik integer.2. Sopiyan. File header yang harus disertakan adalah stdlib.h> #include <iostream. Frieyadie. a. clrscr( ).h> main( ) { char kata[20].Modul Algoritma Pemrograman I 4.h Contoh-8 #include <stdio. a = angka + 5.h Contoh-7 #include <stdio. gets(kata). getch( ). cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ".h> #include <conio. Hasil Contoh-7 4.h> #include <conio.h> #include <stdlib.3. float angka. File header yang harus disertakan adalah stdlib. } Output yang akan dihasilkan.2. Fungsi atol( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik long integer.h> main( ) { char kata[20].h> #include <iostream.h> #include <stdlib. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a. Ilamsyah. angka = atoi(kata). dan Ani Oktarini 63 .

cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 2500 = "<<a. gets(kata). cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". dari program contoh-8 diatas adalah: Gambar 4.2. File header yang harus disertakan adalah string. Contoh-9 #include <stdio. Fungsi strlwr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital ( huruf besar ) dalam string menjadi huruf kecil.h> #include <iostream. getch( ). strlwr(kata). cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata. a = angka + 2500. a. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Masukan Sembarang Kata dengan Huruf Besar =". clrscr( ).h Bentuk Penulisan : strlwr(str). Sopiyan. gets(kata).8. getch( ). dan Ani Oktarini 64 . Pradita.4. } Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I float angka.h> main( ) { char kata[20]. Ilamsyah. clrscr( ).h> #include <conio. angka = atol(kata).h> #include <string. b. Hasil Contoh-8 4.

Pradita.9. clrscr( ).10 Hasil Contoh-9 Frieyadie. strupr(kata).2. } Output yang akan dihasilkan. getch( ).h> main( ) { char kata[20].h> #include <string. Hasil Contoh-9 4. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 4. cout<<”Masukkan Sembarang Kata dengan Huruf Besar: ”. Sopiyan. Contoh-10 #include <stdio. Ilamsyah.h> #include <conio.5. cout<<”Hasil Perubahan : ”<<kata<<endl. File header yang harus disertakan adalah string. Fungsi strupr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kecil dalam string menjadi huruf kapital ( huruf besar ).Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan.h Bentuk Penulisan : strupr(str).h> #include <iostream. dan Ani Oktarini 65 . dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 4. gets(kata).

5" Kemudian kedua kalimat diatas dihitung menjadi perhitungan : a. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I 4. Pengurangan e. Penambahan d. Latihan Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut: 1. Pembagian c.6" Kalimat2 = "12. Buatlah program untuk menghitung panjang kata berikut ini: Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika 2. Buatlah program untuk membalik kata berikut ini : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Menjadi seperti berikut : akitamrofnI anaraS aniB retupmoK and akitamrofnI nemejanaM imedakA 3.3. Mencari sisa hasil pembagian Frieyadie. dan Ani Oktarini 66 . Bulatlah program untuk menggabungkan dua buah string Kalimat1 = Manajemen Kalimat2 = Informatika Menjadi seperti berikut: ManajemenInformatika 4. Pradita. Diberikan kalimat string berikut : Kalimat1 = "35. Ilamsyah. Perkalian b.

Ilamsyah. Penulisan kondisi berada di dalam tanda kurung kurawal jika pemakaian if diikuti dengan pernyataan majemuk. 5.1. Borland C++ menyediakan beberapa perintah antara lain. Pradita. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { pernyataan. dan Ani Oktarini 67 .Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi Penyeleksian Kondisi 5 Pernyataan Percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada.h> #include<conio. Untuk keperluan pengambilan keputusan. “ Jika kondisi bernilai benar.h> #include<iostream. …… } Contoh-1 #include<stdio. Diagram Alir IF Bentuk umum dari pernyataan if if (kondisi) pernyataan.h> main( ) Frieyadie. Sopiyan. Pernyataan IF Pernyataan if mempunyai pengertian.1. maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: salah kondisi benar perintah Gambar 5.

clrscr( ). Y : Ada yang bernilai NEGATIF"<<endl. cout<<" Nilai Y : ". dan Ani Oktarini 68 . cout<<" Masukkan Nilai Positif atau Negatif "<<endl. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 5.Modul Algoritma Pemrograman I { float x. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: kondisi i Salah Benar Perintah-1 Perintah-2 Gambar 5. cout<<" Nilai X : ".cin>>x.cin>>y.3 Diagram Alir if-else Bentuk umum dari pernyataan if -else if (kondisi) perintah-1. Pernyataan IF . else cout<<"X . Sopiyan. maka perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2”.ELSE Pernyataan if mempunyai pengertian. Pradita.1. } Output yang akan dihasilkan. if ((x >= 0 ) && (y>=0)) cout<<"X dan Y Bernilai POSITIF "<<endl. Ilamsyah. 2 Hasil Contoh 1 5. “Jika kondisi bernilai benar. getch( ). Frieyadie.y.1. else perintah-2.

} else if(gol=='2') { strcpy(jab. } cout<<" Jabatan = "<<jab<<endl cout<<" Gaji Pokok = "<<gapok<<endl. gapok=4000000. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I Perintah-1 dan perintah-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal.jika golongan=1.h> main( ) { char gol... dari program contoh-2 diatas adalah : Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan."Manajer"). Jabatan= Direktur.Jika golongan =2. jabatan=Manajer. if(gol=='1') { strcpy(jab.."Direktur"). getch ( ). bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { perintah-1. clrscr( ). cout<<endl<<" Data Jabatan"<<endl <<" = = = = = = = = = = = = = = = ="<<endl. dan Ani Oktarini 69 . Ilamsyah. gapok=4000000 contoh-2 #include <stdio. gapok =5000000 .. } Contoh Menentukan besarnya gaji pokok dan jabatan dari golongan.h> #include <iostream. . } else { perintah-2. pernyataan majemuk atau pernyataan kosong. long gapok=0.cin>>gol. Jika pemakaian if-else diikuti dengan pernyataan majemuk. dengan kriteria : . jab[10]. . cout<<" Masukan Golongan [1/2]: ".h> #include <conio. gapok=5000000.

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 5. 4 Hasil Contoh 2

5.1.2. Pernyataan NESTED IF
Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya. Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah : if(syarat) { if(syarat) … perintah; else … perintah; } else { if(syarat) … perintah; else … perintah; } Contoh Suatu perusahaan menjual pakaian dengan ketentuan sebagai berikut: • Jika kode baju=1 maka Merk Baju = H&R, dengan ukuran baju=S,maka harganya 45000, Jika ukuran baju=M, maka harganya 60000. • Jika kode baju=2 maka Merk Baju = Adidas, dengan ukuran baju=S, maka harganya 65000, Jika ukuran Baju=M, maka harganya 75000. Contoh-3 #include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { char kode,ukuran,merk[15]; long harga=0; clrscr( ); Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 70

Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Kode Baju : ";cin>>kode; cout<<"Ukuran : ";cin>>ukuran; if (kode=='1') { strcpy(merk,"H & R"); if (ukuran=='S' || ukuran =='s') harga=45000; else harga=60000; } else if (kode=='2') { strcpy(merk," Adidas"); if (ukuran=='S' || ukuran == 's') harga=65000; else harga=75000; } else cout<<”Salah Kode Baju”<<endl; cout<<"------------------------"<<endl; cout<<"Merk Baju : "<<merk<<endl; cout<<"Harga Baju : "<<harga<<endl; getch(); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-3 diatas adalah :

Gambar 5. 5 Hasil Contoh 3

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

71

Modul Algoritma Pemrograman I

5.1.3. Pernyataan IF – ELSE Majemuk
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan penggunaan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana. Bentuk Umum Penulisannya: if (syarat) { … perintah; … perintah; } else if (syarat) { … perintah; … perintah; } else { … perintah; … perintah; } Contoh Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para selesman dengan ketentuan sebagai berikut: • Bila salesman dapat menjual barang hingga Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 10.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 10% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 20.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 15% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 500.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 30.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 20% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.

Contoh-4

#include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { float pendapatan, jasa=0, komisi=0, total=0; clrscr( ); cout>>"Pendapatan Hari ini Rp. "; cin<pendapatan;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

72

Pradita.2*pendapatan. dari program contoh-4 diatas adalah : Gambar 5. "<<komisi<<endl. komisi=0. "<<total<<endl. cout<<"============================="<<endl. dan Ani Oktarini 73 . } /* menghitung total */ total = komisi+jasa. cout<<"Hasil Total Rp. getch( ).1*pendapatan. komisi=0. "<<jasa<<endl. cout<<"Uang Komisi Rp. } else if(pendptan<=500000) { jasa=20000. komisi=0. } Output yang akan dihasilkan. } else { jasa=30000. 6 Hasil Contoh 4 Frieyadie.15*pendapatan. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I if (pendapatan >= 0 && pendapatan <= 200000) { jasa=10000. cout<<"Uang Jasa Rp. Sopiyan.

Contoh-5 #include<stdio.case ini memiliki kegunaan sama seperti if – else bertingkat. } Setiap pilihan akan dijalankan jika syarat nilai konstanta tersebut dipenuhi dan default akan dijalankan jika semua cabang diatasnya tidak terpenuhi. cin>>kode. break.case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian. … perintah. Frieyadie. … perintah. Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut: switch (ekspresi integer atau karakter ) { case konstanta-1 : … perintah.h> #include<conio. case konstanta-2 : … perintah. Jika pernyataan ini tidak ada. maka program akan diteruskan ke pilihan-pilihan yang lainnya. case 12 : cout<<"Manajemen Informatika". switch(kode) { case 11 : cout<<"Komputerisasi Akuntansi". tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer. break. … perintah.2. default : … perintah. break. Pernyataan switch . Pernyataan break menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch. Ilamsyah. cout<<"Masukkan Kode Jurusan [11/12/13] : ". break. Pernyataan switch . Pradita. dan Ani Oktarini 74 .Modul Algoritma Pemrograman I 5. Sopiyan.h> #include<iostream.h> main() { int kode.case Bentuk dari switch . clrscr().

C] : ". case 'C' : case 'c' : cout<<"Alat Masak". break. break. dan Ani Oktarini 75 . break.h> #include<conio. case 'B' : case 'b' : cout<<"Alat Elelktronik".. switch(kode) { case 'A' : case 'a' : cout<<"Alat Olah Raga". 7 Hasil Contoh 5 Contoh-6 #include<stdio. dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 5. break.h> main( ) { char kode. cin>>kode. Sopiyan. Pradita.h> #include<iostream. } getch( ). Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. break. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I case 13 : cout<<"Tehnik Komputer". cout<<"Masukkan Kode Barang [A. default: cout<<"Anda Salah Memasukan kode". default: Frieyadie.

maka menjadi Juara I • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 75. Pradita. Nilai Pertandingan I. Tugas 1. Nilai Pertandingan III diinput. maka menjadi Juara II • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 65. Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Pertandingan I.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Anda Salah Memasukan kode". 8 Hasil Contoh 6 5. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa. Ilamsyah. break. maka menjadi Juara III • Selain itu tidak juara Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nama Siswa : Nilai Pertandingan I Nilai Pertandingan II Nilai Pertandingan III : : : Frieyadie. dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. Sopiyan.3. } getch( ). II dan III dibagi dengan 3. Ketentuan Juara • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 80. dan Ani Oktarini 76 . dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. Nilai Pertandingan II. } Output yang akan dihasilkan.

... Frieyadie. adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masingmasing nilai. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Ketentuan Nilai Huruf • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 80. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 77 .. maka mendapat grade “A” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 70. Pradita. : . maka mendapat grade “C” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 46..... dengan grade .Modul Algoritma Pemrograman I Layar Keluaran Siswa yang bernama .. : . Jadi Siswa yang bernama . Nilai Ujian * 50% : . maka mendapat grade “B” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 56. : ... Sopiyan. Nilai Tugas * 30% : ... memperoleh nilai akhir sebesar .... 2.. Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. dari hasil perlombaan yang diikutinya. Memperoleh nilai rata-rata ..... Nilai Keaktifan. maka mendapat grade “D” • Selain itu mendapat grade “E” Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan.... Nilai Keaktifan * 20% : .. dan menjadi juara ke-. : ... Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa.

dengan memperoleh tunjangan-tunjangan sebagai berikut : Tunjangan Jabatan Golongan Persentase 1 5% 2 10% 3 15% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3.... maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp.. Golongan Jabatan : . 3500 untuk setiap kelebihan jam kerja karyawan tersebut. memberi gaji pokok kepada karyawan kontraknya sebesar Rp..000 perbulan.000 • Tunjangan Pendidikan Tingkat Persentase Pendidikan SMA 2.000 Honor Lembur Jumlah jam kerja normal sebanyak 8 jam. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG GAJI KARYAWAN Nama Karyawan: . 300. Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam.5% D1 5% D3 20% S1 30% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3. 300. maka kelebihan jam kerja tersebut dikalikan dengan Rp.. 300. Jumlah jam kerja : .... DINGIN DAMAI. Ilamsyah. Honor Lembur Rp . Layar Keluaran Karyawan yang bernama …… Honor yang diterima Tunjangan Jabatan Rp . Pradita. Frieyadie.... maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp. Sopiyan... Tunjangan Pendidikan Rp . dan Ani Oktarini 78 ..... Pendidikan : . + Honor Lembur Rp . PT.Modul Algoritma Pemrograman I 3.

Pradita.1. • Syarat Pengulangan. Bentuk umum pernyataan for sebagai berikut : for ( inisialisasi. syarat pengulangan. merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabelvariabel tertentu. • Pengubah Nilai Pencacah. memegang kontrol terhadap pengulangan. for ( inisialisasi. pengubah nilai pencacah ) Bila pernyataan didalam for lebih dari satu maka pernyataan-pernyataan tersebut harus diletakan didalam tanda kurung.h> #include<iostream. } Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah : • Inisialisasi. sebagai berikut: Contoh-1 /* --------------------------.*/ /* Program for . pernyataan / perintah. disini akan dibahasa beberapa perintah perulangan diantaranya.*/ #include<stdio. karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Proses Perulangan 6 Operasi perulangan selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. Ilamsyah. Sopiyan. pengubah nilai pencacah ) { pernyataan / perintah. pernyataan / perintah.h> main( ) { Frieyadie. syarat pengulangan. Contoh : Sebagai contoh program untuk mencetak bilangan dari 1 hingga 10 secara menaik. 6.h> #include<conio. Pernyataan for Perulangan yang pertama adalah for. dan Ani Oktarini 79 . mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah. secara menurun dan menampilkan bilangan ganjil.bilangan naik */ /* --------------------------.

h> #include <conio.h> #include<iostream.*/ /* Program for . clrscr( ). for(a = 1. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 /* ----------------------------. } Output yang akan dihasilkan. getch( ). getch( ). } Output yang akan dihasilkan. --a) cout<<a. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 6.bilangan ganjil */ /* ----------------------------. ++a) cout>>a. a >= 1. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 6. Ilamsyah.*/ /* Program for .bilangan turun */ /* ---------------------------. for(a = 10.Modul Algoritma Pemrograman I int a.*/ # include <stdio.*/ #include <stdio. Sopiyan.h> main( ) { int a.h> # include <conio. Pradita. dan Ani Oktarini 80 . clrscr( ).h> Frieyadie. 1 Hasil Contoh 1 Contoh-2 /* ---------------------------. a <= 10.

h> main( ) { int a. Ilamsyah.1. for(a = 1. 3 Hasil Contoh 3 6. pengubah nilai pencacah ) { for ( inisialisasi.h> #include<conio. syarat pengulangan. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 6. perulangan yang di dalam terlebih dahulu dihitung hingga selesai. pengubah nilai pencacah) { pernyataan / perintah. } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) Frieyadie. kemudian perulangan yang diluar diselesaikan. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I #include<iostream. Bentuk umum pernyataan Nested for sebagai berikut : for ( inisialisasi. syarat pengulangan. a+=2) cout<<a. Contoh-4 /* ------------------------. Pernyataan nested .*/ #include<stdio. } } Didalam penggunaan nested-for. dan Ani Oktarini 81 . clrscr( ).for Pernyataaan Nested for adalah suatu perulangan for didalam perulangan for yang lainnya.Nested for */ /* ------------------------.1.*/ /* Program for . Pradita. Sopiyan. a <= 10.

} Output yang akan dihasilkan.*/ #include<stdio. jika penulisan perintah sebagai berikut: Contoh-5 /* ------------------------. Pradita. clrscr( ). Ilamsyah. a <= 5.a). Sopiyan. a++) { printf("\n"). Perulangan Tidak Berhingga Perulangan tak berhingga merupakan perulangan ( loop ) yang tak pernah berhenti atau mengulang terus. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 6. bil++) printf("%d".h> #include<conio. bil >=10. } getch(). for(b = a. b++) printf(" %d ".2. b. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. b <= 5. 4 Hasil Contoh 5 6. Sebagai contoh.1. hal ini sering terjadi disebabkan adanya kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar dari loop.h> main( ) { int bil. for(a = 1. clrscr( ). getch( ).*/ /* Program for Tdk Berhingga */ /* ------------------------. bil). for (bil = 60. dan Ani Oktarini 82 . } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I { int a.

untuk menghentikan proses yang terus menerus semacam ini denan menekan tombol CTRL – PAUSE atau CTRL – BREAK. Ilamsyah. 4 Hasil Contoh 4 Pada pernyataan ini tidak akan berhenti untuk menampilkan bilangan menurun. seharusnya penulisan yang benar berupa bil .h> main( ) { int a. cout>>"Masukkan Bilangan = ". atas: clrscr( ). char lagi.h> #include<stdio. Contoh Penggunaan goto. Jika terjadi hal semacam ini. Pernyataan goto Pernyataan goto merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program ke-pernyataan yang diawali dengan suatu label.Akan tetapi yang ditulis adalah : bil ++ Oleh karena kondisi bil >= 1 selalu bernilai benar ( karena bil bernilai 6). Pradita.2. Label merupakan suatu pengenal (identifier) yang diikuti dengan tanda titik dua ( : ). dapat dilihat pada program berikut: Contoh-6 /* -----------------------------. Bentuk pemakaian goto sebagai berikut: goto label. akan terus dijalankan. 6. kesalahan terjadi pada pengubah nilai pencacah. maka pernyataan printf("%d".h> #include<conio.*/ /* Program dengan pernyataan goto */ /* -----------------------------. Sopiyan. cin<<a. bil). Frieyadie. dan Ani Oktarini 83 .*/ #include<iostream. b.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 5.

dan Ani Oktarini 84 .3. sebagai berikut: while ( syarat ) Pernyataan / perintah . printf("\n\nIngin Hitung Lagi [Y/T] : "). 5 Hasil Contoh 6 6. Pernyataan while Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip dengan perulangan for. getch( ). printf("Nilai %d %% 2 adalah = %d". Bentuk umum perulangan while. Pradita. Ilamsyah. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5.*/ #include <stdio. Pernyataan / perintah .a. if (lagi == 'Y' || lagi == 'y') goto atas. } Output yang akan dihasilkan. yaitu perulangan akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut terpenuhi. lagi = getche() . b).cpp */ /* ------------------.Modul Algoritma Pemrograman I b = a % 2. } Contoh-7 /* ------------------. Bentuk umum perulangan while. Bentuk perulangan while dikendalikan oleh syarat tertentu. Sopiyan. dengan lebih dari perintah / pernyataan.h> Frieyadie.*/ /* Program while01. sebagai berikut: while ( syarat ) { Pernyataan / perintah .

Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I #include <conio.bil). 6 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* ------------------.*/ /* Program while02. bil+=2.cpp */ /* ------------------. } getch( ). dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 85 . dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 6.bil). } Output yang akan dihasilkan.h> #include <conio. Ilamsyah.h> main( ) { int bil=2.h> main( ) { int bil=1.*/ #include <stdio. while(bil<=10) { printf(" %d ". clrscr( ). } getch( ). 7 Hasil Contoh 8 Frieyadie. while(bil<=10) { printf(" %d ". ++bil. Sopiyan. clrscr( ).

Contoh-9 /* -----------------.while Pernyataan perulangan do .*/ /* Program do .while merupakan bentuk perulangan yang melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan dibelakang. Bentuk umum perulangan do .while. Pradita. clrscr( ). sebagai berikut : do pernyataan / perintah . dengan lebih dari perintah / pernyataan. bil+=2. } while ( syarat ). Pernyataan do .*/ #include <stdio.h> #include <conio.while. while ( syarat ).bil). dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 6. Bentuk umum perulangan do . Pernyataan / perintah .h> main( ) { int bil=2. Ilamsyah. getch( ). sebagai berikut: do { Pernyataan / perintah .while */ /* -----------------. } while(bil<=10). } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 86 . do { printf(" %d ".4. 8 Hasil Contoh 9 Frieyadie. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I 6.

bil.Modul Algoritma Pemrograman I 6.h> main( ) { int a=3.5. */ /* ----------------------------. dan Ani Oktarini 87 . Sopiyan.while dengan break */ /* ------------------------------.h> #include <conio. getch( ). Contoh-10 /* ------------------------------. maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir dari badan perulangan ( loop ). Jika pernyataan break dikerjakan.h> main( ) { int bil = 1. do { if (bil >= 6) break.*/ /* Perulangan FOR dengan break. Frieyadie. clrscr( ). Selain itu pernyataan break berfungsi keluar dari perulangan ( for. Pernyataan break Pernyataan break telah dibahas pada pernyataan pengambilan keputusan switch. } Output yang akan dihasilkan. c=1. Pradita.bil).*/ #include <stdio. } while(bil++). Ilamsyah.h> #include <conio. while dan do-while ). 9 Hasil Contoh 10 Contoh-11 /* ----------------------------. b=2. clrscr( ). printf(" %d ".*/ /* Program do . Pernyataan break ini berfungsi untuk keluar dari struktur switch. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6.*/ #include <stdio.

Frieyadie. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 5. tanpa menjalankan sisa perintah dalam loop tersebut. } getch( ). Pernyataan continue Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses) berikutnya pada loop yang sama. Pradita. 10 Hasil Contoh 11 6.*/ #include <stdio.h> #include <conio.h> main( ) { int bil. if(c==13) break. } getche( ). } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I printf("Bil-A | Bil-B | Bil-C\n"). clrscr( ).6. printf("-------------------------"). c). Ilamsyah. b.a. ++bil) { a+=b. for(bil=1.bil). printf("\n%d \t| %d \t| %d". bil<=10. printf(" %d ". bil<=10. c+=2. dan Ani Oktarini 88 . Contoh-12 /* ----------------------------. for(bil=1. dengan kata lain mengembalikan proses yang sedang dilaksanakan ke-awal loop lagi. b+=c.*/ /* Perulangan FOR dengan coninue */ /* ----------------------------. ++bil) { if(bil==6) continue.

7. =1 =3 = 15 = 105 = 945 2. Ilamsyah.+ 110 Frieyadie. 4. 11 Hasil Contoh 12 6. Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan genap dengan hasilnya : 2 + 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 + 16 + 18 + 20 = 110 Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan ganjil dengan hasilnya : 1 + 3 + 5 + 7 + 9 + 11 + 13 + 15 + 17 + 19 = 100 Bulatlah program untuk menghitung penjumlahan deret bilangan genap membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 2 =2 2+4 =6 2+4+6 = 12 2+4+6+8 = 20 2 + 4 + 6 + 8 + 10 = 30 Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan ganjil membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 1 1*3 1*3*5 1*3*5*7 1*3*5*7*9 5. dan Ani Oktarini 89 . dari program contoh-12 diatas adalah : Gambar 6. Tugas Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut : 1. Sopiyan. Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan genap membentuk segitiga siku terbalik dengan hasilnya : 10 + 8 + 6 + 4 + 2 = 30 10 + 8 + 6 + 4 = 28 10 + 8 + 6 = 24 10 + 8 = 18 10 = 10 ---------. Pradita. 3.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan.

1. dapat digolongkan menjadi dua buah dimensi: • Array Berdimensi Satu. Frieyadie. Suatu Array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap. • Array Berdimensi Dua 7. Cara mendeklarasikan variabel array sama seperti deklarasi variabel yang lainnya. Sopiyan. dan Ani Oktarini 90 .Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Array 7 Variabel Larik atau lebih dikenal dengan ARRAY adalah Tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. Jumlah Elemen Array Nama Variable Array Tipe data elemen array Suatu array dapat digambarkan sebagai kotak panjang yang berisi kotakkotak kecil didalam kotak panjang tersebut. Contoh Pendeklarasian Array float Nil_Akhir[6]. Bentuk Umum pendeklarasian array: Tipe_Data Nama_Variabel[Ukuran] Keterangan : • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. variabel array perlu dideklarasikan terlebih dahulu. • Ukuran : Untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array. Ilamsyah. Pradita. Variabel array dalam Borland C++. hanya saja diikuti oleh suatu indek yang menunjukan jumlah maksimum data yang disediakan. Array Berdimensi Satu Sebelum digunakan. Banyaknya komponen dalam suatu larik ditunjukan oleh suatu indek untuk membedakan variabel yang satu dengan variabel yang lainnya.

cout<<"Nama-nama hari:"<<endl. cout<<hari[0]<<endl<<hari[1]<<endl<<hari[2]<<endl<<hari[3] <<endl<<hari[4]<<endl. } Output yang akan dihasilkan. Inisialisasi Array Berdimensi Satu Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel.1.h> #include <iostream."jum'at". Hasil Contoh-1 Frieyadie."Rabu"."Senin"."Selasa". Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut : Tipe_data nama_array[jml_elemen] = { nilai array }. Contoh-1 /* ---------------------------------.1. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 7."Kamis".Modul Algoritma Pemrograman I Elemen Array elemen elemen elemen elemen elemen elemen 1 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 Subcript/Index ARRAY NIL_AKHIR Subscript atau Index array pada C++."Sabtu"}. dan Ani Oktarini 91 . Ilamsyah. getch().*/ /* Inisialisasi Array Dimensi 1 */ /* ---------------------------------.1. Pradita. Sopiyan. selalu dimulai dari Nol ( 0 ) 7.h> main() { char hari[7][10]= {"Minggu".*/ #include <conio. clrscr().

cout<<"Nama Siswa : ".*/ /* Program Array Satu Dimensi */ /* ---------------------------. float nilai1[5].i++) { cout<<"Data Ke .h> #include<stdio. Mengakses Array Berdimensi Satu Suatu array. cout<<"Nilai Final : ". dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya.i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(4)<<i."<<i<<endl. cout<<"Ujian"<<endl.40)+ (nilai2[i] * 0. Ilamsyah. Frieyadie. Nama Siswa Nilai Nilai ". hasil[i] = (nilai1[i] * 0. cin>>nilai2[i]. cin>>nilai1[i].i<=2. for(i=1.Modul Algoritma Pemrograman I 7. Nil_Akhir[1]. cout<<"Hasil"<<endl.h> #include<iomanip.i<=2.*/ #include<conio. char nama[5][20]. Pradita. cout<<"------------------------------------------"<<endl. dan Ani Oktarini 92 . cout<<endl.2. Sopiyan. Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk : Nama_Array[Subscript/Index] Contoh Nil_Akhir[3]. Nil_Akhir[0]. float nilai2[5]. clrscr( ). cout<<"No.60). cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<nama[i]. gets(nama[i]).h> #include<iostream. Contoh-2 /* ---------------------------. cout<<" MidTest Final ". for(i=1. } cout<<"------------------------------------------"<<endl. float hasil[5]. cout<<"Nilai MidTest : ".h> main( ) { int i.1.

2. getch(). cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai2[i]. cout<<setprecision(2)<<" "<<hasil[i]<<endl. pendataan nilai dan lain sebagainya. } cout<<"------------------------------------------"<<endl. Array dimensi dua dapat digunakan seperti pendatan penjualan. Hasil Contoh-2 7.2. dimana indeks pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom. • Index-1 : Untuk menyatakan jumlah baris • Index-2 : Untuk menyatakan jumlah kolom Contoh Pendeklarasian Array Sebagai contoh pendeklarasian yang akan kita gunakan adalah pengolahan data penjualan. Array Berdimensi Dua Array dimensi dua tersusun dalam bentuk baris dan kolom. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai1[i]. dan Ani Oktarini 93 . berikut dapat anda lihat pada tabel berikut : Data Penjualan Pertahun Tahun Penjualan No 2001 2002 2003 1 150 159 230 2 100 125 150 3 210 125 156 Frieyadie. Ilamsyah. Pradita. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 7. Bentuk Umum pendeklarasian array : Tipe_Data Nama_Variabel[index-1][index-2] Keterangan: • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. } Output yang akan dihasilkan.

clrscr().2."Mas"}. Jumlah Kolom Jumlah Baris Nama Array Tipe data elemen array 7. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya. } Output yang akan dihasilkan. cout<<nama[0][0]<<ends<<nama[1][0]<<endl."BU".Modul Algoritma Pemrograman I Jika anda lihat dari tabel 7.1.h> #include <iostream.h> Frieyadie."Budi"."Carli"}}. getch(). dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 7. dan Ani Oktarini 94 . Ilamsyah.3.h> main() { char nama[2][3][10]={{"Pak". Pradita. cout<<nama[0][2]<<ends<<nama[1][1]<<endl. Hasil Contoh-3 7. {"Andi".2. Mengakses Array Berdimensi Dua Suatu array.*/ /* Array Dimensi 2 */ /* -------------------.23. Sopiyan. cout<<nama[0][1]<<ends<<nama[1][2]<<endl. Inisialisasi Array Berdimensi Dua Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Contoh pengaksesan dengan bentuk sebagai berikut: Contoh-4 /* -------------------.1 diatas maka dapat dituliskan kedalam array dimensi dua berikut: int data_jual[3][3]. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut: Contoh-3 #include <conio.*/ #include<conio.

j<=3. } Output yang akan dihasilkan. cin>>data_jual[i][j].i<=3. getch( ). cout<<"-----------------------"<<endl.h> #include<iomanip. int data_jual[4][4]. for(i=1. cout<<"Jumlah Penjulan : ". } cout<<endl. Pradita. cout<<"-----------------------"<<endl.j++) { cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(4)."<<i<<" "<<j<<endl. clrscr(). } cout<<"-----------------------"<<endl.j++) { cout<<"Data Ke . Sopiyan.j<=3. cout<<"NO 2007 2008 2093"<<endl.i<=3. } } cout<<"Data Penjualan Pertahun"<<endl.i++) { for(j=1. Ilamsyah.i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(5)<<i. dan Ani Oktarini 95 . j. for(i=1.h> #include<iostream. cout<<" ".Modul Algoritma Pemrograman I #include<stdio. dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie.h> main() { int i. for(j=1. cout<<data_jual[i][j].

dan Ani Oktarini 96 . Hasil Contoh-4 7. int Tmp.h> #include<stdio.2. Selection Sort Tehnik pengurutan dengan cara pemilihan elemen atau proses kerja dengan memilih elemen data terkecil untuk kemudian dibandingkan & ditukarkan dengan elemen pada data awal. Pengecekan dimulai data ke-1 sampai dengan data ke-n 2. dst sampai seluruh elemen shg akan menghasilkan pola data yg telah disort.h> int main() { int i.24. Ilamsyah.*/ #include<conio. Pradita. iMin. Tukar bilangan dengan Index terkecil tersebut dengan bilangan pertama ( I = 1 ) dari data bilangan tersebut 4. Prinsip kerja dari teknik ini adalah sbb : 1. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. Urut. Frieyadie. int Arr[100]. Tentukan bilangan dengan Index terkecil dari data bilangan tersebut 3. Contoh-5 /* -------------------------------. Sopiyan. code.*/ /* Selection sort dengan C++ */ /* -------------------------------.4. int n.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 7. Sorting dalam C++ a. j.

Ilamsyah.1. scanf("%i". i < n . &Arr[i]). j < n. Arr[i]). j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j.1. i + 1. } Frieyadie. i++) { iMin = i. Arr[iMin] = Tmp. }} } } Urut = Urut + 1. }for(i = 0. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". Arr[iMin] = Tmp. if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". j < n. for(i = 0. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. Pradita. for(i = 0. } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). i < n. } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). &n). scanf("%i".Modul Algoritma Pemrograman I printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. } } } } Urut = Urut + 1. for(j = Urut. Urut = 1. i < n . i < n. i + 1). dan Ani Oktarini 97 . Sopiyan. Arr[i]). for(i = 0. } getch(). } for(i = 0. i++) { iMin = i. for(j = Urut. i + 1. if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. i < n. if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin].

j++) { if(Arr[j] > Arr[j + 1]) { Tmp = Arr[j]. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". code. int Tmp. Insertion Short Prinsip dasar Insertion adalah secara berulang-ulang menyisipkan / memasukan setiap elemen.h> #include<stdio. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". 1. Ilamsyah.n-3. i + 1).dst) 4.. &Arr[i]). Bandingkan data ke-I ( I = data ke-2 s/d data ke-n ) 4. Urut.. } c. Arr[j] = Arr[j + 1]. for(i = 0. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 3.1. Jika lebih kecil maka pindahkan bilangan tersebut dengan bilangan yg ada didepannya ( sebelumnya ) satu persatu (n-1. } } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). scanf("%i".Modul Algoritma Pemrograman I getch().h> int main() { int i. Sopiyan. iMin. Jika lebih besar maka tidak terjadi pemindahan 5. #include<conio. i < n. Pradita. Ulangi langkah 2 dan 3 s/d sort optimal. scanf("%i". i < n. Bandingkan data ke-n dengan data sebelumnya (n-1) 3. int n. Prinsip Kerja Insertion Sort adalah 2. int Arr[100]. Buble Sort Prinsip Kerja dari Bubble Sort adalah : 1. j. Jika lebih kecil maka data tersebut dapat disisipkan ke data awal sesuai dgn posisisi yg seharusnya Frieyadie. Arr[i]). i + 1. i < n... Arr[j + 1] = Tmp. dan Ani Oktarini 98 . } getch(). } for(i = 1. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). ke dlm posisinya / tempatnya yg benar. Bandingkan data ke-I tersebut dengan data sebelumnya (I-1).n-2. } b. for(i = 0. i++) { for(j = 0. &n). j < n . Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 2.

&n). printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). } for(i = 1. i < n.1. } else { Arr[j + 1] = Arr[j]. i++) { Tmp = Arr[i]. } if(Tmp >= Arr[j]) { Arr[j + 1] = Tmp. } Frieyadie. scanf("%i". i + 1. iMin. scanf("%i". int n.1. for(i = 0. Urut. i + 1). #include "conio. i < n.h" int main( ) { int i. j = j . i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n".h" #include "stdio. j. while(Arr[j] >= Tmp && j > 0) { Arr[j + 1] = Arr[j].Modul Algoritma Pemrograman I 5. Arr[j] = Tmp. int Tmp. i < n. int Arr[100]. j = i . &Arr[i]). Sopiyan. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". code. } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). } getch(). Ilamsyah. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. Arr[i]). dan Ani Oktarini 99 . for(i = 0. Pradita.

<diinput> Jenis Ke ....Modul Algoritma Pemrograman I 7... Total Bayar Rp .. Sebuah perusahaan ayam goreng dengan nama “GEROBAK FRIED CHICKEN” yang telah lumayan banyak pelanggannya. . . Rp ..... Jenis Potong dan Banyak Beli diinput.....4.. Jenis Harga Bayak Jumlah Potong Satuan Beli Harga ------------------------------------------------------------.......... 2000 S Sayap Rp.. . • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan GEROBAK FRIED CHICKEN --------------------Kode Jenis Harga -------------------------D Dada Rp. Ilamsyah. 1500 ---------------------------------Buatlah programnya dengan ketentuan: • Setiap pembeli dikenakan pajak sebesar 10% dari pembayaran.. 2500 P Paha Rp... Pajak 10% Rp . 2500 P Paha Rp. “GEROBAK FRIED CHICKEN” mempunyai daftar harga ayam sebagai berikut : Kode Jenis Harga ---------------------------------D Dada Rp. Pradita.... . Rp . ... <proses counter> Jenis Potong [D/P/S] : ... dan Ani Oktarini 100 . 1500 -------------------------Banyak Jenis : . -----------------------------------------------------------Jumlah Bayar Rp ..... • Banyak Jenis. <diinput> Banyak Potong : .... ... Frieyadie. Latihan 1... ... <diinput> <<Terus berulang tergantung Banyak Jenis>> Layar Keluaran GEROBAK FIRED CHICHEN ------------------------------------------------------------No. Sopiyan... 2000 S Sayap Rp.. ingin dibantu dibuatkan program untuk membantu kelancaran usahaannya..

..per bulan. Sopiyan.... ..... Nama Tunjangan Karyawan ----------------Honor Pendapatan Jabatan Pendidikan Lembur Pajak Bersih ------------------------------------------------------------------------------------------. Frieyadie.......... . <di input> Golongan (1/2/3) : . .. • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan dan Keluaran Program Hitung Honor Karyawan Kontrak PT. Ilamsyah. STAY COOL ------------------------------------------------------------------------------------------No.. . ..... -----------------------------------------------------------------------------------------Total Gaji yang dikeluarkan Rp.... .... .. <di input> <<Terus berulang tergantung Jumlah Karyawan>> PT. .. maka kelebihkan jam kerja tersebut dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp.. . ...... Pradita... <di input> Jumlah Jam Kerja : ..... ..... dan Ani Oktarini 101 ........ memberikan Honor tetap kepada karyawan kontraknya sebesar Rp..500 untuk setiap kelebihan jam kerja dalam satu bulannya... <diinput> Karyawan Ke . 700..... 2... <di input> Pendidikan (1=SMU/2=D3/3=S1) : ........... STAY COOL. ......Modul Algoritma Pemrograman I 2..... dengan memperoleh tujangan-tunjangan sebagai berikut: • Tunjangan Jabatan Golongan 1 2 3 Persen tase 5% 10% 15% • Honor Lembur Jumlah jam kerja normal dalam satu bulan sebanyak 240 Jam Kerja... STAY COOL Masukkan Jumlah Karyawan : .. PT.. <proses counter> Nama Karyawan : .. .. Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja sebih dari 240 jam.000. .

Preprocessor ini dijalankan secara otomatis oleh kompiler. Ilamsyah. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Macro Dan File Header adalah: 8 Didalam penyusunan suatu makro ada beberapa hal yang perlu dipelajari 8. diantaranya adalah: 8. tetapi bukanlah instruksi dari program itu sendiri. Sopiyan. ketika didalam proses penterjemahan (Compile) program berlangsung. Teks dapat berupa: • Numerik • Karakter • String • Pernyataan • Fungsi Sederhana contoh: #define PI 3. Preprocessor Directives Preprocessor directive merupakan suatu perintah yang termasuk kedalam program. dan Ani Oktarini 102 . Bentuk umum dari preprocessor directive #define ini adalah: #define nama_konstanta teks Contoh : Teks #define A 6 Nama_Konstanta Dalam pendeklarasian preprocessor directive #define. tetapi untuk preprocessor.1. Nama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf besar. Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan pada nama_konstanta.14 contoh: #define HURUF ‘B’ contoh: #define JABATAN “INSTRUCTOR” contoh: #define CETAK (“Borland C++”) contoh: #define LUAS_KUBUS (n*n) Frieyadie. guna untuk membedakannya dengan nama_variabel. didalamnya membuat nilai pembuktian pertama dan menterjemahkan code program didalam kode objek. # define Digunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda : # Ada beberapa preprocessor directive.1.1.

1 Hasil Contoh-1 Contoh-2 /* ----------------------------------. cout<<"Luas Lingkaran dengan : "<<endl. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 8.h> #define awal { #define akhir } #define mulai() main() #define cetak cout #define masuk cin #define hapus() clrscr() #define tahan() getch() #define LS_KUBUS (sisi*sisi) mulai( ) awal Frieyadie.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* -----------------------------------.h> #include<iostream.h> #define PI 3.*/ #include<stdio.Modul Algoritma Pemrograman I Setelah #define ditentukan didalam program cukup dituliskan nama_konstantanya saja.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* ----------------------------------. cout<<"Jari-jari = 10 adalah "<<L(10)<<endl. dan Ani Oktarini 103 .h> #include<conio.141592 #define L(n) PI*n*n main( ) { clrscr(). cout<<"Jari-jari = 5 adalah "<<L(5)<<endl. Sopiyan.h> #include<conio. Ilamsyah. getche( ). # define akan mengganti semua nama konstanta tadi dengan teksnya sebelum proses kompilasi dimulai.h> #include<iostream. Contoh-1 /* ----------------------------------. } Output yang akan dihasilkan.*/ #include<stdio. Pradita.

kecuali pada directori yang sedang aktif. 10.1. Ilamsyah. cetak<<"Program Penggunaan #define"<<endl. cetak<<"Masukkan Nilai Sisi Kubus = ". dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 8.2. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta penyataan. # if . akhir Output yang akan dihasilkan. Hasil Contoh-2 10. ls_kubus.#endif Preprocessor #if .2. Pradita.#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar.Modul Algoritma Pemrograman I int sisi. #endif Frieyadie. ls_kubus = LS_KUBUS.3. Dalam penulisan #include ada dua bentuk penulisan : #include "nama_file_header" atau #include <nama_file_header> Pada bentuk penulisan #include mempunyai arti yang berbeda. yaitu berfungsi untuk memasukkan atau menyertakan file-file header kedalam program yang akan dibuat. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define. tahan( ). dan Ani Oktarini 104 . cetak<<"Luas Kubus adalah : "<<ls_kubus. yaitu: • #include "nama_file_header" “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directori dimana file header tersebut berada “. jika tidak maka. # include Preprocessor #include telah dibahas pada bab sebelumnya.1. Sopiyan. hapus( ). masuk>>sisi. diabaikan. • #include <nama_file_header> “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang ada file headernya.

dan Ani Oktarini . Hasil Contoh-3 10.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-3 /*********************** Penggunaan #if . #else Penyataan-2.#else -#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar. #endif Contoh-4 /****************************** Penggunaan #if .3. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 8. #endif } 105 Frieyadie. jika #if bernilai salah maka.#endif Preprocessor #if . #endif getch( ).#else .1. pernyataan #else dikompilasi.4.#endif ******************************/ #define N -4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol"). Ilamsyah. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define.h> #define N 4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol"). Pradita. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta Penyataan-1.h> #include <stdio.#endif ***********************/ #include <conio.#else . # if . #else printf("Lebih Kecil dari Nol").

Hasil Contoh-5 Frieyadie.5. Dalam hal ini #elif sama halnya seperti #elseif. Perintah dijalankan sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. # elif Preprocessor #elif digunakan untuk mengkompilasi dari pernyataan bertingkat. Ilamsyah.5. Bentuk #elif diikuti oleh ekspresi-konstanta. Hasil hanya dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan yang benar. Hasil Contoh-4 10. Pradita. merupakan kombinasi dari #if dan #else.4. #endif } Hasil dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 8. # elif ekspresi-konstanta-n Penyataan-n. #elif N == 10 printf("Sama Dengan Sepuluh "). dan Ani Oktarini 106 . #else N < 10 printf("Lebih Kecil dari Sepuluh").1. #elif ekspresi-konstanta-2 Penyataan-2. Sopiyan. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta-1 Penyataan-1. #endif Contoh-5 /***************** Penggunaan #elif ******************/ #define N 12 main( ) { #if N > 10 printf("Lebih Besar dari Sepuluh").Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 8.

6.7.Modul Algoritma Pemrograman I 10. #undef Preprocessor #undef digunakan untuk menghilangkan nilai yang telah didefiniskan dari daftar definisi. pernyataan akan dijalankan. Frieyadie. #endif Penjelasan: Jika nama-konstanta terdefinisi maka.h> #define LEBAR_MAKS 100 #if LEBAR_MAKS>200 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 200 #elsif LEBAR_MAKS <50 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #else #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #endif main( ) { char str[LEBAR_MAKS]. hal ini merupakan parameter yang khusus yang harus terdefinisi. Pradita. # ifdef . Contoh-6 /**************** Penggunaan #undef *****************/ #include<iostream. cout<<LEBAR_MAKS. jika nama-konstanta tidak terdefinisi maka. Sopiyan. hal ini dapat dilakukan jika sudah konstanta didefiniskan pada bagian #define. } Hasil dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 8.1.# ifndef Preprocessor #ifdef dan #ifendef memberikan bagian dari program yang akan dikompile. pernyataan akan diabaikan. Benuk umum penulisan sebagai berikut: #ifdef nama-konstanta pernyataan.1.6. Hasil Contoh-6 10. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 107 .

dan Ani Oktarini 108 .h Types for dealing with time. #else #ifndef ANAK2 cout<<"Hari ini "<<ANAK1<<" "<<ANAK2. } Hasil dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 8. dengan cara yang sama seperti membuat file editor.1988 All Rights Reserved. */ #ifndef TIME_T #define TIME_T typedef long time_t.7. Ilamsyah. Hasil Contoh-7 10. Berikut contoh file header standar yang disediakan oleh Borland C++. cout<<" pergi Kesekolah". kita dapat juga membuat file header sediri.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-7 //--> Penggunaan #ifdef dan #ifndef #include<iostream.h . #endif #endif getche(). /* types. Pembuatan File Header File Header adalah suatu file dengan akhiran .2.h> #define ANAK1 "ILHAM" #define ANAK2 "HADIANSYAH" main( ) { #ifdef ANAK1 cout<<"Pagi ini "<<ANAK1<<" pergi Kesekolah". #else cout<<"Pagi ini "<<ANAK2<<"pergi Kesekolah". Pradita. Sopiyan. Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran . Copyright (c) Borland International 1987. #endif Frieyadie. File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta.h . Selain file-file header standar yang disediakan oleh C++.

. hapus( ). pada folder kerja anda folder include. Copyright (c) Frieyadie 2001 All Rights Reserved.Modul Algoritma Pemrograman I Sebagai latihan berikut ini akan dibuatkan suatu file header sendiri yang akan digunakan pada file editor. selanjutnya Compile file atur. Buatlah program dibawah ini.h" mulai( ) awal int a. cout<<endl.h. cin>>b.h contoh pembuatan file header untuk pengaturan. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 109 . Pradita.*/ /* program dengan file header sendiri */ /* ---------------------------------. cout<<"Masukkan Nilai A = ". kemudian gunakan file header yang sudah anda buat dan simpan dengan nama : sendiri. */ #define awal { #define akhir } #define mulai( ) main( ) #define cetak cout #define tampil cprintf #define masuk scanf #define hapus( ) clrscr( ) #define jika if #define warna textcolor #define tahan getche( ) Setelah disimpan pada direktori C:\BC5\INCLUDE\. warna(4). Buatlah program file heder dibawah ini. cin>>a. b. cout<<"Masukkan Nilai B = ". Contoh-8 /* atur. tahan.*/ #include<stdio. tampil("\nPROGRAM PENJUMLAHAN\n").h> #include<iostream. c=a+b.cpp Contoh-9 /* ---------------------------------. c. ..h. cout<<"Hasil dari "<<a<<" + "<<b<<" = "<<c. akhir Frieyadie. kemudian simpan dengan nama : atur. Sopiyan.h> #include<conio.h> #include"atur.

. Buatlah program menghitung pangkat dua serta pangkat tiga dari sebuah bilangan bulat dengan makro. sedangkan sebagai output adalah pangkat dua serta pangkat tiga dari bilangan bulat tersebut.T. Sebagai input adalah bilangan itu sendiri. Buatlah program menghitung luas dan keliling lingkaran. Proses berada didalam file header. Hasil Contoh-9 10.S : ……<di-input> Nilai Murni Absensi = <data-inputan> * 10% = <hasil-proses> Nilai Murni Tugas = <data-inputan> * 20% = <hasil-proses> Nilai Murni U.9. Pradita.T.Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 8.. < hasil proses > 3. dan Ani Oktarini 110 . < hasil proses > Keliling Lingkaran : .h Tampilan Yang Diinginkan: Masukkan Nilai Jari-jari : . Ilamsyah.A. <di-input> Luas Lingkaran : . Latihan 1..S * 30 % • Nilai U.S * 40 % Untuk proses penilaian dilakukan didalam file header dan simpan nama file header tersebut hitnilai...S = <data-inputan> * 30% = <hasil-proses> Nilai Murni U..A.h.. dengan ketentuan sebagai berikut: • Nilai Absensi * 10 % • Nilai Tugas * 20 % • Nilai U. Buatlah program menghitung nilai akhir perkuliahan pada suatu matakuliah.S = <data-inputan> * 40% = <hasil-proses> Nilai Akhir yang diperoleh sebesar : ….S : ……<di-input> Masukkan Nilai U. 2. Tampilan yang diinginkan: Program Hitung Nilai Akhir Mata Kuliah Masukkan Nilai Absensi : ……<di-input> Masukkan Nilai Tugas : ……<di-input> Masukkan Nilai U. <hasil-proses> Frieyadie. nama file header yang diinginkan : lingkaran.3. Sopiyan.T.A.

2. Ilamsyah. // AMIR sama dengan ILHAM (75) RAKA = &ILHAM.1.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Pointer 9 Merupakan sebuah variabel yang berisi alamat dari variabel lain. Operator dereference ( & ) 2. Sopiyan. suatu variabel akan menghasilkan alamat lokasi memori. operator ini biasa disebut dengan “address of” atau operator alamat. 9. Diagram Pengunaan Opeator Dereference 9. Operator Pointer Terdapat dua macam operator pointer yang disediakan oleh Borland C++: 1.1. Operator reference ( * ) 9. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan suatu identifier “&” (ampersand sign) didepan nama variabel.1. Suatu pointer dimaksudkan untuk menunjukan ke suatu alamat memori sehingga alamat dari suatu variabel dapat diketahui dengan mudah. tetapi sesekali sistem operasi akan memberikan banyak alamat yang kita tidak mengetahui dimana variabel ditempatkan.1. Operator Dereference ( & ) Didalam mendeklarasikan suatu variabel harus pada lokasi yang pasti didalam penggantian memori. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) Gambar 9. Pradita. hal ini dapat dilakukan dengan Frieyadie.Pada umumnya kita tidak dapat menentukan dimana variabel akan ditempatkan Terkadang secara otomatis dilakukan oleh kompiler dan sistem operasi yang sedang aktif. Operator Reference ( * ) Dengan menggunakan operator anda dapat mengakses secara langsung nilai yamg terdapat didalam variabel yang berpointer. AMIR = ILHAM.1. Dengan menggunakan operator dereference ( & ) ini. Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 0x0012ff88 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. dan Ani Oktarini 111 .

h> #include<iostream. Bentuk penulisan: tipe_data * const nama_konstanta. Sopiyan. dan Ani Oktarini 112 . Dengan menggunakan operator reference ( * ) ini.h> #include<conio. Untuk mendeklarasikan pointer secara konstanta dengan memberikan kata const didepan nama konstanta.2 Diagram Pengunaan Opeator Reference 9. RAKA = &ILHAM.2. Ilamsyah. Frieyadie. agar dapat menterjemahkan nilai sebenarnya dari suatu variabel.h> void main( ) { char *const nama = "Borland C++". Deklarasi Pointer Pada Konstanta Suatu pointer dapat dideklarasikan secara konstanta atau secara tetap tidak dapat diubah. Operator ini biasa disebut dengan “value pointed by”.Modul Algoritma Pemrograman I menambahkan identifier asterisk ( * ). Contoh-1 //----------------------------------// //Pendeklarasian Pointer Konstanta // //----------------------------------// #include<stdio. Pradita. // RAFLI sama dengan value pointed by RAKA(75) Gambar 9. menghasilkan nilai yang berada pada suatu alamat memori Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 65524 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) RAFLI = *RAKA.

Karena variabel nama. Deklarasi Pointer Pada Variabel Karena keakhlian dari pointer untuk menunjuk secara langsung kesuatu nilai. } Pada program diatas. Pradita. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 9. merupakan pointer konstanta. Bentuk penulisan: tipe_data *nama_variabel. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ). cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. amir = ilham. Sopiyan.h> #include<conio. terdapat kesalahan dan tidak dapat dijalankan. Ilamsyah.h> #include<iostream. *raka.. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. Frieyadie. memeriksa satu persatu data yang memiliki pointer pada saat variabel tersebut pertama kali dideklarasikan. Pesan Kesalahan Yang Tampil adalah: Cannot modify a const object Error Message yang akan dihasilkan. nama = "Visual C++". yaitu tidak dapat diubah-ubah.3. amir. raka = &ilham. clrscr( ). ilham = 75. getch( ).3 Error Message Contoh-1 9.h> main( ) { int ilham. dan Ani Oktarini 113 . penyebabnya pada pernyataan nama = "Borland C++". Contoh-2 //-------------------------------// //Penggunaan Pointer Dereference // //-------------------------------// #include<stdio.

raka = &ilham. rafli = *raka. cout<<"Nilai RAFLI = "<<rafli<<endl. *raka. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 9. getch( ). Ilamsyah. Sopiyan. clrscr( ). cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 9. getch(). } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 114 . cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl.4 Hasil Contoh-2 Contoh-3 //-----------------------------// //Penggunaan Pointer Reference // //-----------------------------// #include<stdio.5 Hasil Contoh-3 Frieyadie.h> main( ) { int ilham.h> #include<conio. rafli. Pradita.h> #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nilai AMIR = "<<amir<<endl. ilham = 75. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl.

hanya menambahkan pointer reference ( * ) pada variabel yang akan ditunjuk. cout<<**amir<<endl. char *raka. //pointer ke variabel int **amir. pointer dapat pula menunjuk ke pointer lainnya. dan Ani Oktarini 115 . Gambar 9. Sopiyan. dari program contoh-5 diatas adalah: Frieyadie. cout<<"Nilai AMIR Hasil Mengakses ILHAM = ". cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. Sebagai contoh : char ilham.Modul Algoritma Pemrograman I 8. getch( ). //pointer pada pointer ilham = '75'. Ilamsyah. amir = &raka.7 Diagram Pengunaan Pointer Pada Pointer Contoh-5 // -----------------------------// //Penggunaan Pointer to Pointer // //------------------------------// #include<stdio. //pointer pada pointer clrscr( ).h> #include<conio. //-> Penugasan Ke Alamat Memori raka = &ilham.4. } Output yang akan dihasilkan. Didalam pendeklarasianya. raka = &ilham.h> #include<iostream. ilham = 75. int *raka.h> main() { int ilham. cout<<"Nilai RAKA Hasil Mengakses ILHAM = ". cout<<*raka<<endl. //pointer ke variabel char **amir. Pradita. Pointer Pada Pointer Tidak terbatas menunjuk alamat dari suatu variabel. amir = &raka.

cout<<endl. Ilamsyah. Sebagai contoh sederhana dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-6 //------------------------------// //Penggunaan Pointer to Array // //------------------------------// #include<stdio. pada array. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9. cout<<"Hasil Pengaksesan Elemen Array Lewat". cout<<&ptrnilai[i].h> #include<iostream. dan Ani Oktarini 116 . yaitu pengenal array sama dengan alamat pada elemen pertama. int nilai[5]. ptrnilai = nilai. karena secara internal array juga menyatakan alamat.i++) { cout<<"Masukan Nilai Pertama = ". cout<<endl<<endl. } cout<<endl. } Output yang akan dihasilkan. for(i=1. Pradita.5. for(i=1. Pointer pada Array Konsep Array diantaranya adalah banyak loncatan dari pointer satu ke pointer yang lain. int *ptrnilai. Menempati Alamat Memori = ". dari program contoh-6 diatas adalah: Frieyadie. } getche( ).i<=5. cout<<"Pointer".h> main( ) { int i.i<=5.h> #include<conio. cout<<". cin>>nilai[i]. Nilai "<<nilai[i].8 Hasil Contoh-5 8.i++) { cout<<"Elemen "<<i<<".

char *band_punk = "RANCID".*/ #include <iostream. band_punk+=3. dan Ani Oktarini 117 .h> #include <conio. Pointer pada String Pointer pada string dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-7 /* ------------------. Ilamsyah. getche( ). cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl. cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk.*/ /* Pointer pada String */ /* ------------------. Pradita.h> main( ) { char band_metal[ ] = "SEPULTURA".6.9 Hasil Contoh-6 9.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9. //menambah nilai penunjuk / pointer cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl. } Frieyadie. cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk. Sopiyan.

yang di tunjukkan oleh penambahan nilai pointer pada band_punk+=3.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. Pradita. sehingga tercetak kata CID.10 Hasil Contoh-7 Pada program diatas. dan Ani Oktarini 118 . karena sudah terjadi penambahan dengan 3. R A N C I D \0 1 2 3 4 5 6 Frieyadie. Sopiyan. secara default. terdapat perubahan nilai pointer band_punk . dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 9. maka pembacaan berpindah ke alamat ke.4. pembacaan dilakukan mulai dari pointer pertama.

Ilamsyah. karena fungsi ini program akan dimulai. Kegunaan dari fungsi ini adalah untuk: . yang bersifat mutlak.h> garis( ) { printf("\n----------------------\n"). tidak menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti sendiri. Sopiyan. .Program menjadi lebih terstruktur.Pernyataan / perintah. boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan. Pradita. } Keterangan: . 10. sehingga mudah dipahami dan dapat lebih dikembangkan.Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama. Pada pemanggilan sebuah fungsi. Struktur Fungsi Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut: nama_fungsi(argumen) { … pernyataan / perintah. diletakan diantara tanda kurung ‘{ }’. dan Ani Oktarini 119 . . … pernyataan / perintah. . Contoh pembuatan fungsi sederhana Contoh-1 /* pembuatan fungsi garis() */ #include<conio. diletakan diantara tanda kurung “( )” yang terletak dibelakang nama fungsi.Nama fungsi.Argumen. cout() yang mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data kelayar dan masih banyak lainnya. Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main(). } Frieyadie. … pernyataan / perintah. sebagai contoh yang lainnya fungsi printf().h> #include<stdio. cukup dengan menuliskan nama fungsinya. Argumen boleh diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong.1.h> #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Fungsi 10 Fungsi (Function) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus.

1.Pondok Labu"<<endl. • Jumlah parameter yang digunakan • Tipe data dari masing-masing parameter yang digunakan. ). sedangkan blok program fungsi yang mengandung perintah-perintah atau pernyataan-pernyataan dari program berada di bawah blok program utama yang memiliki keuntungan sebagai berikut: • Kompiler akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter fungsi.. Ilamsyah. garis( ). maka akan menunjukkan kesalahan. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 10. garis( ). yaitu : • Parameter formal adalah variabel yang terdapat pada daftar parameter yang berada didalam definisi fungsi. Prototipe fungsi dituliskan di atas blok program utama dan diakhiri dengan tanda qualifier titik koma ( . Sopiyan. Pradita. //memanggil fungsi garis cout<<"AMIK BSI . } Output yang akan dihasilkan. • Parameter Aktual adalah variabel yang digunakan pada pemanggilan suatu fungsi. Sedangkan yang dimaksud dengan parameter pada fungsi adalah suatu pendefinisian nilai-nilai dari objek-objek yang dideklarasikan pada bagian argumen di fungsi. Frieyadie.2. Prototipe dan Parameter Fungsi Prototipe merupakan uraian dari blok fungsi yang dapat digunakan untuk mendeklarasikan ke kompiler mengenai: • Tipe data keluaran dari fungsi. Hasil Contoh-1 10. dan Ani Oktarini 120 .Modul Algoritma Pemrograman I /* program utama */ main( ) { clrscr( ). //memanggil fungsi garis getche( ). Nilai-nilai pada objek-objek tersebut didapat dari variabel-variabel yang barada pada program utama. • Jika jumlah parameter yang digunakan dalam definisi fungsi dan pada saat pemanggilan fungsi berbeda atau tidak sama. Terdapat dua macam para parameter fungsi.

c[30].int n) { int a. else strcpy(ket.. if (a==1) strcpy(ket.. { cout<<"Masukkan nilai = ". } if (lagi=='Y' || lagi=='y') goto atas. Sopiyan. //paramater formal cout<<c. //prototipe fungsi main( ) { char lagi. int i. } Frieyadie. coment(c."---Bilangan Genap---").cin>>i. dan Ani Oktarini 121 . a=n%2. } Contoh penggunaan prototipe fungsi dan parameter fungsi sebagai berikut: Contoh-2 //Penggunaan Prototipe pada Fungsi #include <conio.i). else getch( ). } //blok program fungsi dengan parameter aktual char coment (char ket[30].. cout<<"\n\nIngin input lagi [Y/T]: ". } parameter aktual parameter formal float total( int x.. Pradita."---Bilangan Ganjil---").int n).h> #include <iostream.Modul Algoritma Pemrograman I Bentuk penulisan Parameter Formal dan Parameter Aktual. total(a.h> //untuk strcpy char coment (char ket[30]. main() { …. Ilamsyah.h> #include <string.cin>>lagi. atas: clrscr( ). b). …. int y) { ….

cout<<"\nNilai Setelah Fungsi Digunakan".h> tambah(int m. b. Pradita.b). cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. cout<<"\n\nNilai di dalam Fungsi Tambah()".2. Sopiyan. walaupun nilai dari parameter formal berubah. } tambah(int m.*/ /* Penggunaan Call By Value */ /* Program Tambah Nilai */ /* -----------------------.*/ #include<conio. n+=7. yaitu: 10. dan Ani Oktarini 122 . Ilamsyah. cout<<"Nilai Sebelum Fungsi Digunakan ". getch( ) . Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak dapat berubah. Frieyadie.h> #include<iostream. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 10.1.h> #include<stdio.2. main( ) { int a. Pemanggilan dengan nilai ( Call by Value ) Pada pemanggilan dengan nilai yaitu nilai dari parameter aktual akan dimasukkan ke parameter formal. b = 9. Berikut contoh pemanggilan dengan nilai dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-3 /* -----------------------.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. a = 5. int n). cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. int n) { m+=5. clrscr( ). Hasil Contoh-2 Di dalam bahasa C++ ada dua cara untuk melewatkan nilai-nilai parameter ke dalam fungsi dari nilai-nilai variabel. tambah(a.

h> #include<iostream.h> #include<stdio.2. tambah(&a.&b).2. clrscr( ). cout<<endl. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 10.*/ #include<conio. main( ) { int a. dan Ani Oktarini 123 . cout<<endl. Pemanggilan dengan Referensi (Call by Reference) Pemanggilan dengan referensi merupakan pemanggilan nilai suatu parameter di dalam fungsi ke parameter actual yang disimpan pada alamat memori dengan menggunakan pointer. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"\nm = "<<m<<" n = "<<n. Pradita. cout<<"\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi". cout<<"Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi". Contoh-4 /* ---------------------------.*/ /* Penggunaan Call By Reference */ /* Program Tambah Nilai */ /* ---------------------------.3. b. b = 6. a = 4. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. Hasil Contoh-3 10. Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu parameter aktual dengan melaksanakan pengubahan nilai dari suatu parameter yang dilakukan di dalam fungsi. Frieyadie. int *d). } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b.h> tambah(int *c.

14*r*r). Pernyataan return(). dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 10. Ilamsyah. cout<<"\nc = "<<*c<<" d = "<<*d. Syarat utama dalam pembuatan fungsi return adalah nama fungsi yang dapat mengembalikan nilai. cout<<endl. Sopiyan. dikarenakan nilai hasil dari parameter formal akan disimpan pada nama fungsi. Digunakan untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada fungsi yang lain yang memanggilnya. *d+=5. } Output yang akan dihasilkan.h> #include <iostream. } float kel (int r)//fungsi kel lingkaran { return(3. cout<<"\nNilai di Akhir Fungsi Tambah()". } Frieyadie.3. Contoh pemakaian pernyataan return() dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-5 /* Pernyataan Return pd Fungsi */ #include <conio. dan Ani Oktarini 124 . Hasil Contoh-4 10. int *d) { *c+=7. Pradita. } tambah(int *c.4. Pernyataan return() diikuti oleh argumen yang berupa nilai yang akan dikirimkan.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ).14*2*r).h> float luas (int r)//fungsi luas lingkaran { return(3.h> #include <stdio.

Contoh-6 /* -------------. cout<<"Luas lingkaran = "<<luas(j)<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int j. cout<<"Masukkan Jari-jari = ".*/ /* Variabel Lokal */ /* -------------. Hasil Contoh-5 10. Terdapat beberapa jenis variabel yaitu: • Variabel Lokal. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 10.h> lokal( ).4. clrscr( ). dan Ani Oktarini 125 .5.1. Variabel Lokal Variabel Lokal adalah variabel yang dideklarasikan didalam fungsi dan hanya dikenal oleh fungsi yang bersangkutan.h> #include<iostream. main( ) { Frieyadie. • Variabel Statis. • Variabel Eksternal atau Global. 10. cout<<"Keliling lingkaran = "<<kel(j). getch( ). Jenis Variabel Jenis Variabel pada C++ ini sangat berguna didalam penulisan suatu fungsi agar penggunaan didalam penggunaan suatu variabel tidak salah. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah.4. Pradita. Sopiyan.*/ #include<conio.cin>>j. Variabel lokal biasa disebut dengan Variabel Otomatis.h> #include<stdio.

h> #include<stdio. //--> deklarasi variabel eksternal void lokal( ).Modul Algoritma Pemrograman I int a = 15. Variabel Eksternal Variabel Eksternal adalah variabel yang dideklarasikan diluar fungsi yang bersifat global yang artinya dapat digunakan bersama-sama tanpa harus dideklarasikan berulang-ulang. Pradita. Ilamsyah. cout<<"Pemanggilan Variabel Lokal"<<endl.4.2. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 10. cout<<"\nNilai a didalam fungsi lokal( ) = "<<a.h> #include<iostream. Hasil Contoh-6 10.*/ #include<conio. } Output yang akan dihasilkan. } lokal( ) { int a = 10.h> int a = 6. Untuk pendeklarasian variabel ekternal ini. lokal( ). cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. diluar dari fungsi main(). Contoh-7 /* -----------------------------. clrscr( ).*/ /* Variabel Eksternal atau Global */ /* -----------------------------. Sopiyan. getch( ).6. dan Ani Oktarini 126 . yang selama ini pendeklarasian variabel selalu didalam fungsi main(). Frieyadie.

*/ #include<conio.3. Suatu variabel statis diperoleh dengan menambahkan kata-kunci static didepan penentu tipe data variabel.7. Contoh-8 /* -------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I void main( ) { clrscr( ). Ilamsyah. maka variabel hanya dikenal oleh fungsi tempat variabel dideklarasikan. Sopiyan. Hasil Contoh-7 10.4. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. • Jika variabel statis bersifat local. cout<<"Penggunaan Variabel Eksternal"<<endl.h> #include<iostream.h> #include<stdio. //--> pemanggilan fungsi local cout<<"\nNilai Setelah penggilan fungsi local() = ". • Jika variabel statis bersifat eksternal.*/ /* Penggunaan Variabel Statis */ /* -------------------------. getch( ). Pradita. cout<<a.h> 127 Frieyadie. lokal ( ). dan Ani Oktarini . maka variabel dapat dipergunakan oleh semua fungsi yang terletak pada file yang sama ditempat variabel statis dideklarasikan. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 10. } Output yang akan dihasilkan. Variabel Statis Variabel Statis dapat berupa variabel local atau variabel eksternal Sifat variabel statis ini mempunyai sifat antar lain. • Jika tidak ada inisialisasi oleh pemrograman secara otomatis akan diberikan nilai awal nol. } void lokal( ) { a+=10.

dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 10. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) pertama. walah( ).8. Pradita. terutama programprogram yang menggunakan pernyataan perulangan proses seperti for. getch( ). • Pada pencetakan k didalam fungsi main( ). Sopiyan. tercetak nilai variabel k = 4. cout<<"\nNilai K didalam fungsi() = "<<k. karena variabel k.Modul Algoritma Pemrograman I walah( ). tercetak nilai variabel k = 8.5. } Hal ini terlihat bahwa : • Pada pada prototipe fungsi walah( ) tidak tedapat nilai awal. } walah( ) { static int k. Output yang akan dihasilkan. Fungsi inline Fungsi inline ( inline function ) digunakan untuk mengurangi lambatnya eksekusi program dan mempercepat eksekusi program terutama pada program yang sering menggunakan atau memanggil fungsi yang berlebih. didalam fungsi main( ) bersifat lokal. Frieyadie. clrscr( ). walah( ). didapat dari k=4+4. // --> deklarasi variabel statis k += 4. Ilamsyah. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) kedua. karena nilai k yang terbaru adalah 4. adalah 5. didapat dari k=0+4. Hasil Contoh-8 10. //--> prototipe fungsi walah main( ) { int k = 5. cout<<"\nNilai K didalam fungsi main() = "<<k. dan Ani Oktarini 128 . Inline function dideklarasikan dengan menambahkan kata kunci inline didepan tipe data. while dan do – while. maka secara otomatis variabel k = 0.

k < 20.9.*/ #include<conio. Pradita. Frieyadie.h> #include<iostream. for(k = 1. Hasil Contoh-9 Contoh-10 /* -------------------------.h> inline int kali(int i. dan Ani Oktarini 129 .*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------. cout << "C++ Programming. } Output yang akan dihasilkan. } main( ) { int k. int j) { return(i * j).*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------.h> inline static void cplusplus( ) { cout << "Pemrogramman C++\n". k*2)<<" ". ". getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-9 /* -------------------------.h> #include<stdio. Ilamsyah. k++) cout<<kali(k.h> #include<iostream.*/ #include<conio. } int main( ) { { cout << "Kami Sedang Belajar. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 10. ". Sopiyan.h> #include<stdio. clrscr( ).

dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 10. Contoh-11 s/* ------------------------------. cout << "Mudah Untuk Dipelajari.10. Function Overloading Function Overloading adalah mendefinisikan beberapa fungsi. cout << "Sedang Kami Pelajari. dan Ani Oktarini . cplusplus( ). Dapat diartikan bahwa fungsi yang overload berarti menyediakan versi lain dari fungsi tersebut. } { cout << "Mari Belajar.h> #include<stdio.*/ /* Penggunaan function overloading */ /* ------------------------------. } { cout << "Jika Sudah Mengerti. } Output yang akan dihasilkan. Pradita.\n\n".*/ #include<conio. cplusplus( ). Salah satu kelebihan dari C++ adalah Overloading. ".h> 130 Frieyadie. sehingga memiliki nama yang sama tetapi dengan parameter yang berbeda. } getche( ).Modul Algoritma Pemrograman I cplusplus( ). Sopiyan.\n\n".6. cout << "Berarti Sudah Anda Kuasai". ".h> #include<iostream. Ilamsyah. Hasil Contoh-10 10. s Sebagai contoh membentuk fungsi yang sama dengna tipe yang berbeda-beda dan dibuatkan pula nama fungsi yang berbeda-beda pula.

11. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 10. } long hitung(long c) { return(c*c). float hitung(float d). long hitung(long c). cout<< "Hasilnya Fungsi overload -2 : ". dan Ani Oktarini 131 . void main( ) { clrscr( ). Hasil Contoh-11 Frieyadie. cout<< "Hasilnya Fungsi overload -1 : ". } int hitung(int b) { return(b*b). cout<< "Hasilnya Fungsi overload -3 : ". Ilamsyah. Sopiyan. Pradita. } Output yang akan dihasilkan. } double hitung(double d) { return(d*d). cout<<hitung(2)<<endl. cout<<hitung(4)<<endl. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I int hitung(int b). cout<<hitung(3)<<endl.

7. dengan variabel untuk masing-masing fungsi berbeda-beda.Jika belanja dibawah Rp. Pradita. 5. • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah double • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah float • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah integer Rumus konversi yang digunakan adalah c = (f . Buatlah program untuk menghitung besarnya diskon yang diberikan atas besanya sejumlah pembelian.000.000. ………< hasil proses > Besar harga yang harus dibayarkan Rp.7778 Pemanggilan dengan tipe data integer Proses dengan tipe data integer 100 sama dengan 37 Frieyadie. Dengan tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Program Hitung Potongan.32) * 5 / 9. ………. dan Ani Oktarini 132 . Buatlah 3 (tiga) buah fungsi untuk dioverloading.Jika belanja diatas Rp. Sopiyan. Latihan 1. maka tidak mendapat diskon.000. . 1.000.7778 Pemanggilan dengan tipe data float Proses dengan tipe data float 100 sama dengan 37.32.7778 Hasil keluaran yang diinginkan : Pemanggilan dengan tipe data double Proses dengan tipe data double 100 sama dengan 37. . Contoh : Jika nilai Fahrenheit = 100 c = (100 . sampai dengan Rp. <di input > Besar diskon yang diberikan Rp.Jika belanja dimulai dari Rp. dengan ketentuan sebagai berikut : . Ilamsyah. maka mendapat diskon sebesar 35%.000 . maka mendapat diskon sebesar 20%. Besar pembelian barang Rp. ………< hasil proses > 2. Buatlah program untuk menghitung konversi dari derajat fahrenheit ke celcius Petunjuk : Gunakan Function Overloading.Modul Algoritma Pemrograman I 10.0) * 5 / 9. c = (68) * 5 / 9. 5. Fungsi yang harus dibuat potong() untuk menghitung besar potongan yang akan diberikan.000.000. c = 37. 1.000 .

....Kecil-Kecilan". . Sopiyan. ---------------------------Nama Penyewa Buku : . <diinput> Kode Buku [C/K/N] : . .. <hasil proses> Jenis Buku : ..... <hasil proses> Jumlah Bayar Penyewaan Sebesar Rp.Modul Algoritma Pemrograman I 3. Pradita... dan Ani Oktarini 133 . Buatlah program untuk menghitung jumlah pembayaran pada perpustakaan "Kecil-Kecilan". <diinput> Banyak Pinjam : ... <diinput> Tampilan Keluaran yang diinginkan: Tarif Sewa Rp. Mempunyai ketentuan sebagai berikut: Kode Jenis Buku C K N Jenis Buku CerPen ( Kumpulan Cerita Pendek ) Komik Novel Tarif Buku 500 700 1000 Petunjuk Proses : • Buatlah Fungsi Tarif untuk menentukan terif penyewaan • Gunakan Pernyataan If – Else Tampilan Masukan yang diinginkan: Perpustakaan "... <hasil proses> Frieyadie.......... < hasil proses > Penyewa dengan Nama . Ilamsyah..

Deklarasi Structure Structure dapat deklarasikan seperti berikut: struct nama_tipe_struktur { elemen_struktur.. maka penggunaan nama structure-nya bisa langsung di aplikasikan. }. Contoh Deklarasi struct mahasiswa { char nim[5]....Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Structure 11 Struktur digunakan untuk mengelompokan sejumlah data yang mempunyai tipe data yang berbeda. karena secara otomatis menjadi sebuah tipe data. .. char nama[15]. Atau struct { elemen_struktur.1. dan Ani Oktarini 134 . . float nilai. .. char nama[15]... Dan penggunaannya harus menggunakan objek/nama variabel yang menggunakan dari nama structure itu sendiri • Penulisan nama Structure dengan mengikuti bentuk umum kedua.. } nama_tipe_struktur. penggunaan nama structure-nya tidak bisa langsung di gunakan. Hal yang perlu di perhatikan : • Penulisan nama Structure jika mengikuti bentuk umum pertama.. . float nilai. Struktur sama seperti Record di dalam Bahasa Pemrograman Pascal 11. Frieyadie... }mahasiswa. Variabel-variabel yang membentuk sebuah struktur dinamakan elemen struktur. Ilamsyah. Pradita... }.. Sopiyan. struct { atau char nim[5]..

Sopiyan. cout<<"Nama = "<<mahasiswa. Adakah perbedaannya ? Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1a /* ---------------------------.nama. Hasil Contoh 1b Bandingkanlah Contoh-1a dengan Contoh-1b berikut ini. cout<<"masukan NIM = ".cpp */ /* ---------------------------. Ilamsyah. cin>>mahasiswa. dan Ani Oktarini 135 . Pradita.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct1.nama<<endl. } Output yang akan dihasilkan. getch( ). char nama[15]. clrscr( ).h> #include<conio. cin>>mahasiswa.h> #include<iostream.nilai.nim. cout<<"\n\nData Yang di Inputkan adalah : \n\n". cin>>mahasiswa.nim<<endl.*/ #include<stdio. cout<<"masukan Nama = ". dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 11. } mahasiswa.nilai<<endl.h> main( ) { struct { char nim[5]. cout<<"masukan Nilai Akhir = ". cout<<"Nilai Akhir = "<<mahasiswa. cout<<"NIM = "<<mahasiswa.1.

nilai<<endl.cin>>mahasiswa. clrscr( ). cout<<"\n\n Data yang Anda Inputkan Adalah : "<<endl<<endl.cin>>mahasiswa.h> main( ) { struct data { char nim[10]. cout<<"masukan NILAI AKHIR : ". cout<<"NIM : "<<mahasiswa. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11. getch( ).*/ #include<conio. Hasil Contoh 1b Frieyadie.nim<<endl. cout<<"NILAI AKHIR: "<<mahasiswa. data mahasiswa. dan Ani Oktarini 136 . cout<<"masukan NIM : ".h> #include<stdio.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct2. Pradita. cout<<"NAMA: "<<mahasiswa.cpp */ /* ---------------------------.nama[15].h> #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1b /* ---------------------------. cout<<"masukan NAMA : ". int nilai. Sopiyan.nama<<endl.nilai. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah.nim. }.1b.cin>>mahasiswa.nama.

i<2. } nama_tipe_struktur[jml_index]. float nilai.2.nama. Berikut contoh sederhana yang anda dapat lihat pada contoh program berikut: Contoh-2 /* -----------------------------------------. i++) { cout<<"Data Ke . char nama[15]. j=1. cout<<"masukan NIM = ". . main( ) { int i."<<k++<<endl.cpp */ /* -----------------------------------------. } clrscr( ). cout<<"masukan Nilai Akhir = ". Frieyadie.nilai.nim. cout<<endl. i<2. Sopiyan.h> char ket(float n). Structure dengan Array dan Function Penggunaan Array sering dikaitkan dengan Structure. dan Ani Oktarini 137 .Modul Algoritma Pemrograman I 11. Berikut bentuk deklarasi array struktur: struct { elemen_struktur . for(i=0. cout<<"NIM = "<<mhs[i].h> #include<conio."<<j++<<endl. clrscr( ). sehingga membentuk Array dari Structure.*/ /* Program Penggunaan structure pada function */ /* Nama File : struct4. k=1. …………………. for(i=0. cin>>mhs[i]. cin>>mhs[i]. i++) { cout<<"Data Ke . cout<<"masukan Nama = ". Suatu elemen-elemen dari suatu Struktur dapat dikirimkan ke dalam suatu function dengan cara yang sama seperti mengirimkan suatu variabel sederhana ke dalam suatu function.h> #include<iostream. Pradita.nim<<endl. struct { char nim[5]. } mhs[5].*/ #include<stdio. Ilamsyah. cin>>mhs[i].

Buatlah program untuk menghitung nilai Hasil dari nilai UTS. cout<<endl. maka Nilai Hasil >= 56 • Jika Nilai Huruf = D. maka Nilai Hasil >= 70 • Jika Nilai Huruf = C. maka Nilai Hasil >= 80 • Jika Nilai Huruf = B. Latihan Kerjakan tugas-tugas dibawah ini sesuai dengan petunjuk dan ketentuan pengerjaan yang telah diberikan : 1. UAS dan menampilkan nilai huruf yang akan didapat. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11. Buatlah sebuah function untuk menghitung nilai Hasil Nilai Hasil = (Nilai UAS * 40%) + (Nilai UTS * 60%) • Jika Nilai Huruf = A.nilai<<endl. cout<<"Keterangan yang didapat = ". Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. dan Ani Oktarini 138 . Hasil Contoh 2 11. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nama = "<<mhs[i]. } getch( ). cout<<"Nilai Akhir = "<<mhs[i]. } char ket(float n) { if(n > 65) return 'L'.3.nilai)<<endl. maka Nilai Hasil < 47 Frieyadie. Sopiyan. else return 'G'. cout<<ket(mhs[i].nama<<endl. Pradita. maka Nilai Hasil >= 47 • Jika Nilai Huruf = E. } Output yang akan dihasilkan.2.

5000 + Honor harian • Jika jumlah jam kerja hanya 8 jam tidak mendapat honor lembur. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I Tampilan akhir adalah sebuah tabel. Buatlah program untuk menghitung honor pegawai honorer dari suatu perusahaan dengan menghitung kelebihan jumlah jam kerja pegawai tersebut. dan Ani Oktarini 139 . Ilamsyah. Frieyadie. Honor harian pegawai honorer sebesar Rp. Jam kerja normal pegawai sebanyak 8 jam • Jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam. 15000 Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. Sopiyan. hanya mendapat honor harian saja. maka kelebihan jam kerja dikalikan Rp. Buatlah sebuah function untuk menghitung honor lembur Ketentuan lembur dihitung dari kelebihan jam kerja pegawai tesebut. seperti dibawah ini: 2.

Kemudian objek yang merespon hasil dari interaksi tersebut akan membentuk suatu tindakan atau aksi (methode).1.1. Mudah diperbaharui Frieyadie. Ilamsyah. seperti kelompok alat tulis yang dapat dikelompokkan kembali dengan kelompok pensil. seperti sifat suatu benda maupun kegunaan dari benda tersebut. Class juga dapat mendefinisikan ciri dan perilaku objek tersebut.Modul Algoritma Pemrograman I Class untuk Object Oriented Programming (OOP) 12. 2. Sedangkan penitikberatkan ini dimaksudkan adanya interaksi pengiriman nilai. digunakan dan lainlain. Keuntungan Penggunaan OOP Adapun keuntungan atau manfaat dari penggunaan OOP adalah: 1. Pengertian OOP BORLAND C++ 12 Object Oriented Programming atau yang lebih dikenal dengan OOP adalah pemrograman yang menitikberatkan kepada objek-objek untuk menyelesaikan tugas atau proses dari program tersebut. warna. Natural OOP dapat melakukan pendekatan terhadap objek yang menggambarkan segala sesuatu yang nyata. 12. kelompok buku dan lain-lain. pesan atau pernyataan antar objek.1. Sopiyan. atau penggunaan atau manfaat dari objek tersebut. memiliki sifat (karakteristik) tertentu sesuai dengan kondisi atau status dari penggunaannya. Contoh pensil adalah suatu objek yang memiliki attribute (karakter) jenis. Pradita. Object Object (objek) adalah suatu data atau entitas yang berwujud maupun tidak berwujud. Pensil juga memiliki methode (perilaku) seperti diruncingkan. dan Ani Oktarini 140 . Data atau entitas di dalam pemrograman dapat disebut dengan blok fungsi. 3. Modular Objek yang sudah dibentuk dapat dikelompokkan kembali dengan objek-objek yang lain. Methode Metoda merupakan tata cara objek tersebut diperlakukan. panjang dan lain-lain. Class Calss merupakan gambaran atau abstraksi karakter dan sifat dari suatu objek.

Obyek-obyek dalam OOP bersifat aktif 3. maka jika bagian private ingin digunakan pada objek-objek lain dapat diperbaharui dengan menempatkan objek lain tersebut di bagian public. Dapat didaur ulang Suatu objek yang telah didefinisikan baik jenis. dapat didefinisikan kembali ciri-ciri tersebut dengan menyebutkan cirinya masingmasing seperti temboknya yang memiliki ciri jenisnya. ketebalannya. method. method. }. ciri maupun perilaku dapat didefinisikan kembali dengan objek yang lain. 12.2. 4. Tata Cara Penggunaan Pemrograman Berbasis Obyek: 1. }. Sopiyan. Pradita. dan Ani Oktarini 141 . bentuk. Ilamsyah. Fungsi dan data menjadi satu kesatuan yang disebut obyek 2. float harga . atapnya. warna catnya dan lain-lain. int stok . Object Declaration. protype function. jendelanya. motor sport. public:c data element_class. Cara pandang : program bukan urut-urutan instruksi tapi diselesaikan oleh obyek-obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan masalah Bentuk umum dari kelas: class class_ name { private: data element_class. temboknya dan lian-lain.Modul Algoritma Pemrograman I Dikarenakan sifat jangkauan dari objek memiliki bagian private dan public. Contoh deklarasi : Nama class class motor { char merk [50].1. Nama Anggota Data Pendefinisian Objek Frieyadie. Misalkan objek rumah yang memiliki ciri umum ada pintunya.

cin>>sekolah. siswa sekolah. } class siswa { public : char nis[9]. cout<<" Input NIS = ". clrscr( ). dan Ani Oktarini 142 . semua item di dalam kelas bersifat private.cout<<endl. }.nama. Pradita. } Output yang dihasilkan dari program contoh-1 di atas adalah: Frieyadie.nis<<endl <<" Nama Siswa = "<<sekolah.cin>>sekolah.h> garis( ) { cout<<"==============================\n". Pada sebuah kelas. cout<<"\t Nilai Siswa"<<endl <<"\t ------------"<<endl<<endl <<" NIS = "<<sekolah. semua item di dalam kelas sudah private. garis( ). Sopiyan. A. cout<<" Input Nilai Akhir = ".nama<<endl <<" Nilai Akhir = "<<sekolah. Ilamsyah. float nilai. Secara default.cout<<endl. item-item di dalamnya bisa bersifat private atau public. getch( ). Pada C++ variabel seperti sport berkedudukan sebagai variabel kelas yang biasa disebut dengan objek. garis( ).h> #include <conio.Modul Algoritma Pemrograman I Pernyataan diatas digunakan untuk mendefinisikan variabel bernama sport. Public pada kelas Public (public) menyatakan bahwa deklarasi variabel atau item-item yang ada di dalam kelas dapat diakses dari luar kelas.nilai<<endl. cout<<"\t Program Nilai Siswa"<<endl <<"\t -------------------"<<endl.nis. Jadi tanpa menuliskan kata kunci private. main( ) { clrscr( ).nama[20]. Contoh-1 //Penggunaan public pada class #include <iostream.nilai. cout<<" Input Nama Siswa = ". garis( ).cin>>sekolah.

tabung s.t.2 Hasil Contoh-1 (Layar Output) B.k. Private pada Kelas Private digunakan pada kelas untuk memproteksi anggota-anggota tertentunya agar tidak dapat diakses dari luar kelas secara langsung.1 Hasil Contoh-1 (Layar Input) Gambar 12.h> #include <iostream. } Frieyadie. Pradita. s.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 12. getch( ). float v. public : tabung( ).h> #define pi 3. void main( ) { clrscr( ).keluaran( ). Ilamsyah. }. dan Ani Oktarini 143 . void keluaran( ). Sopiyan. Contoh-2 //Penggunaan private pada class #include <conio.14 class tabung { private : int j.

Frieyadie. int b.cin>>j. k=(2*(pi*2*j))+t. int intb( ). v=(pi*j*j)*t. Sopiyan. public: int inta( ). } Output yang dihasilkan dari program contoh-2 di atas adalah: Gambar 12. Ilamsyah. Pradita.cin>>t. dan Ani Oktarini 144 .2. cout<<" Masukan Jari-jari = ". Konstruktor ini digunakan untuk mengalokasikan ruang untuk suatu objek dan untuk memberikan nilai awal. Konstruktor Konstruktor (constructor) merupakan suatu fungsi dari anggota suatu kelas yang memiliki nama yang sama dengan nama kelas fungsi itu berada. Berikut contoh pendeklarasian suatu konstruktor di dalam sebuah kelas: class hitung { private: int a.Modul Algoritma Pemrograman I tabung :: tabung( ) { cout<<"\n Menghitung Tabung"<<endl <<" -----------------"<<endl<<endl. cout<<" Masukan Tinggi = ".3 Hasil Contoh-2 12. } void tabung :: keluaran( ) { cout<<endl <<" Volume Tabung = "<<v<<endl <<" Keliling Tabung = "<<k<<endl.

"<<endl.h> class bilangan { private : int bulat. //konstruktor void info( ). a. bulat = 5. public : bilangan( ). b.info( ). Sopiyan. double nyata.6. } void bilangan :: info( ) { cout<<"\n Jenis Bilangan: "<<endl <<" Bulat = "<<bulat<<endl <<" Nyata = "<<nyata<<endl..info( ). bilangan a. bilangan b. dan Ani Oktarini 145 .h> #include <iostream. Contoh-3 //Konstruktor #include <conio.. Pradita. nyata = 3. Ilamsyah. }. void main( ) { clrscr( ). } bilangan :: bilangan( ) { cout<<"\n Konstruktor dijalankan . getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I hitung(int mudah).2. } Frieyadie. //deklarasi constructor }.

h> #include <string.500. dan Ani Oktarini 146 . Destruktor Destruktor merupakan suatu fungsi anggota yang dijalankan secara otomatis manakala suatu objek akan terbebas dari memori karena lingkup keberadaannya telah menyelesaikan tugasnya. Destruktor digunakan secara khusus manakala suatu objek menggunakan memori dinamis selama keberadaannya dan kemudian melepaskan memori itu setelah tidak menggunakannya lagi.14500000).Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-3 di atas adalah: Gambar 12. }.//konstruktor ~motor().h> #include <iostream. matic. sport.125.//destruktor void keterangan( ).h> class motor { private : char *merk.3. void main( ) { clrscr( ). long harga. motor sport("Honda CBR".keterangan( ).keterangan( ). float cc. long hrg). public : motor(char *nama. Ilamsyah. float cc_mesin.4 Hasil Contoh-3 12. Sopiyan. } Frieyadie. motor matic("Honda Vario". Pradita. Destruktor harus mempunyai nama yang sama dengan kelas dan diawali karakter tilde(~) atau karakter tak terhingga.30500000). getch( ). Contoh-4 //Destruktor #include <conio.

Berikut ini contoh anggota dari suatu kelas yang berupa array. } motor :: ~motor( ) { delete [ ] merk. long hrg) { merk = new char[25]. Ilamsyah. Pradita. Array pada Kelas Anggota dari suatu kelas dapat pula berupa array. float cc.h> Frieyadie.h> #include <iostream. cc_mesin=cc. dan Ani Oktarini 147 .//merubah data karakter menjadi string strcpy(merk. } Output yang dihasilkan dari program contoh-4 di atas adalah: Gambar 12. harga=hrg. Contoh-5 //Class dg Array & Fungsi #include <conio.5 Hasil Contoh-4 12.4.Modul Algoritma Pemrograman I motor :: motor(char *nama.//menghapus memori karakter pd merk } void motor :: keterangan( ) { cout<<"\n Informasi Motor:"<<endl <<" Merk = "<<merk<<endl <<" CC Mesin = "<<cc_mesin<<endl <<" Harga = "<<harga<<endl<<endl. Sopiyan.nama).

".jam. cout<<" NIK :".cout<<b++<<".wherey()).nm.cout<<grand<<endl. dan Ani Oktarini 148 .jam.total<<endl. double grand=0.x++) { gotoxy(3. Frieyadie.nik.wherey()). gotoxy(30. cout<<endl<<"Jumlah Data :". getch( ). Sopiyan. cout<<" Total Keseluruhan Karyawan :".wherey()).cin>>kary[x].lembur(kary[x]. kerja kary[15]. } cout<<" -------------------------------------------------\n". } clrscr( ). gotoxy(44.nm. gotoxy(14. kary[x]. for(x=0.x<y. NIK Nama Jumlah Upah Total\n" <<" Karyawan Jam Lembur Gaji\n" <<" -------------------------------------------------\n". }. gotoxy(7.cout<<kary[x]. cout<<" Nama Karyawan :".jam). int jam. for(x=0. float lembur(int l). cout<<" -------------------------------------------------\n" <<" No.y. main( ) { int x. cout<<" Jumlah Jam :".cout<<kary[x]. double total.a=1.nm[25].wherey()).nik. gotoxy(15.cout<<"Karyawan Honorer\n".cin>>kary[x].lembur(kary[x].cout<<kary[x].x<y.Modul Algoritma Pemrograman I class kerja { public : char nik[10].wherey()).cout<<"Daftar Gaji Mingguan\n".cin>>kary[x].cout<<kary[x].cout<<kary[x]. gotoxy(44.wherey()). Ilamsyah. Pradita.x++) { cout<<endl<<" Data Ke-:"<<a++<<endl.3).wherey()). } float kerja::lembur(int l) { if (l>40) return(l-40)*30000.4).total=(40*20000)+kary[x]. grand=grand+kary[x]. gotoxy(16.b=1.cin>>y. gotoxy(36.total.jam).

Sebagai Frieyadie. dan Ani Oktarini 149 .5. pembungkusan sifat dari objek yang berbeda (Encapsulation).7 Hasil Contoh-5 (Layar Output) 12. } Output yang dihasilkan dari program contoh-5 di atas adalah: Gambar 12. Adapun karakteristik tersebut adalah memiliki sifat turunan atau pewarisan (Inheritance).Modul Algoritma Pemrograman I else return 0. Berikut akan dijelaskan karakteristik OOP tersebut: 12. haruslah memiliki karakteirstik. satu nama memiliki banayak sifat atau perilaku (Polymorphism). Pradita.5.1. Karakterisitk OOP Di dalam penggunaan konsep pemrograman yang berbasis objek atau yang disebut Object Oriented Pemrograman (OOP). Inheritance Inheritance memungkinkan programmer untuk "menurunkan" sebuah class menjadi class lain yang lebih spesifik dan memiliki fungsi yang lebih komplit. Ilamsyah. Sopiyan.6 Hasil Contoh-5 (Layar Input) Gambar 12. Inheritance merepresentasikan hubungan "seperti" atau "sejenis" (a kind of).

dan Ani Oktarini 150 . class Predator { public: // constructors Predator( ):Usianya(10). Manakala suatu kelas menerima warisan. SINGA. bila digabung menjadi mobil sport. Berikut penulisan sintaksisnya: Class kucing_besar : Public predator Contoh-6 //pengunaan inheritance #include <iostream.Modul Algoritma Pemrograman I contoh.h> enum KETURUNAN { PUMA. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. Private Penentu akses berbasis private menyebabkan anggota dari anggota public dari kelas utama akan menjadi anggota protect kelas turunan. Anggota private dari kelas utama selalu menjadi anggota private kelas utama. sebuah perahu motor adalah seperti perahu namun dengan kemampuan lebih. class yang baru akan mewarisi semua attribute dan method dari class yang sudah ada. Inheritance akan membentuk suatu konsep dimana jika konsep yang diatas berubah maka perubahan akan juga berlaku pada yang ada dibawahnya. kelas merupakan sebuah unit yang berdiri sendiri. atau child class. Class yang sudah ada disebut dengan base class atau super class atau parent class dan class yang baru disebut dengan derived class atau subclass. 3. dan menyebabkan anggota dari kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. Pada waktu mendeklarasikan suatu kelas. yaitu dengan tanda titik dua (:) setelah nama kelas. Tanpa inheritance. Inherate sangat mirip dengan hubungan orang tua dengan anak. yaitu : 1. TUTUL. anda dapat menandai bahwa suatu kelas berasal dari mana. 2. Public Penentuan akses berbasis public menyebabkan anggota dari public dari sebuah kelas utama akan menjadi anggota public kelas turunan dan menyebabkan juga anggota protect kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama.h> #include <conio. Bobotnya(5){} Frieyadie. walalupun tidak semuanya akan dapat di akses oleh anggota fungsi dari kelas. MACAN }. Contoh lain adalah kendaraan jenis mobil (sebagai super class) dan memiliki tipe sport (sebagai subclass). Pradita. Dengan inheritance. Ketika kita menurunkan sebuah class dari class yang lain. Sopiyan. Protected Penentu akses berbasis protect menyebabkan anggota dari anggota protect dan public dari kelas utama akan menjadi anggota private dari kelas turunan. Ilamsyah. tipe asalnya bias berupa public atau yang lainnya dan dari kelas mana berasal. yakni memiliki motor. kita dapat men daur ulang program kita atau bahkan men daur ulang program orang lain agar sesuai dengan kebutuhan kita. Di dalam C++ penentuan akses pada inheritance ada tiga macam. semua anggota data dan fungsi juga akan menerima warisan.

suara Predator!\n". } void Berburu( ) { cout<<" Berburu ..Meraung( ).} protected: int Usianya.\n". dan Ani Oktarini 151 . cout<<" Tahun Usianya \n". Sopiyan. } void SetUmur (int Umur) { Usianya = Umur.\n". getch( ). }. } void setKeturunan(KETURUNAN keturunan) { Keturunannya = keturunan. } void SetBerat(int Berat) { Bobotnya=Berat. class Kucing_besar : public Predator { public: //constructors Kucing_besar ( ) : Keturunannya (SINGA) {} ~Kucing_besar( ) {} //Accessors KETURUNAN DptKeturunan() const { return Keturunannya. int Bobotnya. } // method lainnya void Meraung( ) const { cout<< "Meraung . } Frieyadie.Berburu( ). int main( ) { Kucing_besar Sibelang.. } private: KETURUNAN Keturunannya. Pradita.} void Tidur( ) const {cout<< "ssshhh… Predator Tidur. Sibelang. Ilamsyah... } int Beratnya ( ) const { return Bobotnya.. cout<<" Umur Raja Hutan adalah: "<<Sibelang. Sibelang. ingin makan \n". }.Umurnya()..Modul Algoritma Pemrograman I ~Predator( ) {} //accessors int Umurnya( ) const {return Usianya. } //other methods void Melompat( ) { cout<<" Melompat .

Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-6 di atas adalah:

Gambar 12.7 Hasil Contoh-6

12.5.2. Polymorphism
Polymorphisms adalah kemampuan 2 buah object yang berbeda untuk merespon pesan permintaan yang sama dalam suatu cara yang unik. Contoh, saya melatih lumba-lumba saya dengan perintah untuk meloncat dan juga saya melatih burung untuk merespon perintah saya untuk berkicau. Saya lakukan latihan untuk merespon kepada mereka dengan perintah lisan. Melalui polymorphism saya tahu bahwa anjing dan burung akan merespon dengan gonggongan atau kicauan. Dengan cara dan kemampuan seperti ini, jenis akses tertentu dapat diterapakan dengan berbagai cara oleh objek-objek yang memiliki tipe yang berbeda atau memiliki banyak bentuk. Fungsi virtual merupakan dasar dari polymorphism yang berkerja hanya dengan pointer-pointer dan referensi dan hanya mendeklarasikan method sebagai virtual. Adapun aturan dari virtual function sebagai berikut: 1. Virtual function harus anggota class. 2. Anggota class bukan anggota yang bersifat statis. 3. Anggota class dapat diakses dengan pointer objek. 4. Virtual function tidak dapat memiliki virtual constructor, akan tetapi dapat berupa virtual destructor.

Contoh-7

//Penggunaan Polymorphism #include <iostream.h> #include <conio.h> class HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya hewan peliharaan"<<endl; } virtual void makan( )// anggota class { cout<<" Makan... dibutuhkan hewan peliharaan"<<endl; } };

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

152

Modul Algoritma Pemrograman I class Jinak : public HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucu dan Jinak"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Diberi makan agar jinak"<<endl; } }; class Kucing : public Jinak { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya kucing"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Makanan dibutuhkan Kucing"<<endl; } }; void main( ) { //definisi Objek Jinak dan Kucing puma Jinak jinak; Kucing puma; //definisi pointer ke objek HewanPeliharaan *hewan; hewan=&jinak; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); cout<<" -----------------------------"<<endl; hewan = &puma; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); getch(); } Output yang dihasilkan dari program contoh-7 di atas adalah:

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

153

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 12.8 Hasil Contoh-7

12.5.3. Encapsulation
Ciri penting lainnya dari OOP adalah encapsulation. Encapsulation adalah sebuah proses dimana tidak ada akses langsung ke data yang diberikan, bahkan hidden. Jika ingin mendapat data, maka harus berinteraksi dengan objek yang bertanggung jawab atas dara tersebut. Berikut cirri dari encapsulation: 1. Variabel dan method dalam suatu obyek dibungkus agar terlindungi 2. Untuk mengakses, variabel dan method yang sudah dibungkus tadi perlu interface 3. Setelah variabel dan method dibungkus, hak akses terhadapnya dapat ditentukan. 4. Konsep pembungkusan ini pada dasarnya merupakan perluasan dari tipe data struktur Dua hal dalam enkapsulasi : 1. Information hiding 2. Menyediakan perantara (method) untuk mengakses data Pada intinya, encapsulation adalah pemisahan antara bagian private dan public pada sebuah objek. Atau, dapat dipandang sebagai pemisahan antara interface (bagian private) dan implementation (bagian public). Objek-objek lain yang hendak berinteraksi dengan objek ini akan mengirimkan sebuah pesan (message) dan objek ini akan mengerjakan sesuatu dan mengirimkan pesan balik sebagai jawaban jika diperlukan. Keuntungan utama dari encapsulation tentu saja adalah penyembunyian implementasi (implementation hiding). Dengan implementation hiding, kita dapat memperbaiki bagaimana objek kita bekerja tanpa harus khawatir bagaimana menginformasikan perubahan tersebut ke objek-objek yang lain. Selama kita tidak merubah interface dari objek kita, objek-objek yang lain akan tetap dapat menggunkan objek kita.

Contoh-8

//penggunaan encapsulation #include <conio.h> #include <iostream.h> class satu_kandang { int kandang;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

154

cout<<" Nilai dari ayam1 adalah "<<ayam1. }.hasil()<<endl. } int satu_kandang :: hasil(void) { return kandang. cout<<" Nilai dari ayam3 adalah "<<ayam3.hasil()<<endl. int hasil(void). ayam2.atur(7). ayam2. ayam3. dan Ani Oktarini 155 .Modul Algoritma Pemrograman I public: void atur(int nilai).atur(5). getch( ). Pradita.hasil()<<endl. Ilamsyah. } void main( ) { satu_kandang ayam1. int bebek. void satu_kandang :: atur(int nilai) { kandang = nilai. ayam3. Sopiyan. bebek=20. ayam1. cout<<" Nilai dari bebek adalah "<<bebek<<endl.atur(2). cout<<" Nilai dari ayam2 adalah "<<ayam2. } Output yang dihasilkan dari program contoh-8 di atas adalah: Gambar 12.9 Hasil Contoh-8 Frieyadie.

. ………… …………….. …………. ………… ……………... Frieyadie.... Petunjuk : Gunakan kelas pegawai... 25. Meriang Gembira Jumlah :………………. :………………Jam …………. …………..000 Jam kerja selama 8 Jam setiap harinya Jam bekerja lebih dari 8 jam. Sopiyan. ========================================================== No. 1. … ………………. dan Ani Oktarini 156 . Meriang Gembira Tanggal : ………………. Anda sebagai staff programmer harus membuatkan program tersebut. Jumlah Jam Kerja :………………Jam Data Ke-2 Nama Pegawai Jumlah Jam Kerja :………………….500... ---------------------------------------------------------------------------------------Data Ke-1 Nama Pegawai :…………………. Ilamsyah. <terus mengulang sesuai jumlah pegawai yang diinputkan> Desain keluaran yang diingkinkan adalah sebagai berikut : PT. ………….Modul Algoritma Pemrograman I 12.. Adapun ketentuan perhitungan gaji pegawai honorer adalah sebagai berikut : Honorer per hari yang diterima pegawai honorer sebesar Rp. Pradita. Total Honor Pegawai Sebesar …………. ………….. maka kelebihan jam dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp. …………. …………. Tanggal Input :……………….. Nama Honor Jumlah Honor Total Pegawai Jam Kerja Lembur Honor ========================================================== … ……………….. Desain masukan yang diinginkan adalah sebagai berikut PT.. …………. ………… …………….6 Latihan Seorang manager ingin dibuatkan sebuah program perhitungan gaji pegawai staff honor sederhana.. … ……………….

fungsi. looping. Pradita. label. kondisi. Lalu buatkan bentuk rancangannya seperti contoh berikut: Bentuk Menu Utama Bentuk Input Bentuk Output Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Studi Kasus Pra . Sopiyan. Ilamsyah. structure dan Class. Adapun isi program yang dibuat harus memuat materi UAS : Array. dan Ani Oktarini 157 .UAS Buatlah sebuah program aplikasi bertemakan bisnis secara berkelompok.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful