Disusun Oleh : Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah dan Ani Oktarini

Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++

Pengenalan Bahasa C++
1.1. Sejarah Singkat
1.1.1. Sekilas Perkembangan Bahasa C

1

Bahasa C dikembangken di Bell lab pada tahun 1972 ditulis pertama kali oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie merupakan bahasa turunan atau pengembangan dari bahasa B yang ditulis oleh Ken Thompson pada tahun 1970 yang diturunkan oleh bahasa sebelumnya, yaitu BCL. Bahasa C, pada awalnya dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dioperasikan pada sistem operasi UNIX. Bahasa C merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah yaitu diantara bahasa tinggat rendah dan tingkat tinggi yang biasa disebut dengan Bahasa Tingkat Menengah. Bahasa C mempunyai banyak kemampuan yang sering digunakan diantaranya kemampuan untuk membuat perangkat lunak, misalnya dBASE, Word Star dan lain-lain.

1.1.2.

Sekilas Tentang C++

Pada tahun 1980 seorang ahli yang bernama Bjarne Stroustrup mengembangkan beberapa hal dari bahasa C yang dinamakan “C with Classes” yang pada mulanya disebut “a better C” dan berganti nama pada tahun 1983 menjadi C++ oleh Rick Mascitti, dibuat di Laboratorium Bell, AT&T. Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifatsifatnya yang disebut dengan Object Oriented Programming (OOP), yang mempunyai tujuan utamanya adalah membantu dan mengelola program yang besar dan kompleks.

1.1.3.

Perbedaan Antara Bahasa C Dengan C++

Bahasa C merupakan bahasa pemrograman prosedural, di mana penyelesaian atas suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut ke dalam sub-sub masalah yang lebih kecil. Sedangkan C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Object Oriented Programming (OOP). Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan mendefinisikan class-class yang merupakan a.-class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari objek-objek fisik. Class tersebut berisi keadaan objek, anggota-anggotanya, dan kemampuan dari objeknya. Setelah beberapa class dibuat, masalah dipecahkan menggunakan class.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

2

Modul Algoritma Pemrograman I

1.2. Pengenalan IDE Borland C++
IDE merupakan singkatan dari Integrated Development Environment, merupakan Lembar kerja terpadu untuk pengembangan program. IDE dari Borland C++, dapat digunakan untuk: 1. 2. 3. 4. 5. Menulis Naskah Program. Mengkompilasi Program ( Compile ) Melakukan Pengujian Program ( Debugging ) Mengaitkan Object dan Library ke Program ( Linking ) Menjalankan Program ( Running )

Untuk mengaktifkan aplikasi Borland C++, lakukanlah langkah-langkah berikut ini: Klik tombol Start pilih Program Borland C++ 5.02 klik Borland C++

Gambar 1.1. Menu Untuk Mengaktifkan Program Borland C++ Berikut lDE dari Borland C++, seperti gambar dibawah ini:

Gambar 1.2.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

3

Edit. Jika pertama kali anda membuat program. IDE Borland C++ 5. Sopiyan. Baris Menu ( Menu Bar ) Menu utama terdiri dari. nama file jendela editor adalah NONAME00. seperti icon open. terbagi menjadi 4 (empat) bagian.02 IDE pada Borland C++.Modul Algoritma Pemrograman I Layar Pembuka Borland C++ Menu Bar Tools Bar Jendela Editor Jendela Message Status Bar Gambar 1. Run. Baris Peralatan (Tools Bar) Baris yang menampilkan shortcuts (icons) untuk mempermudah pengguna dalam pembuatan program-program C++. run dan lainlain. Project. b. save. c. Compile. maka akan diberikan pesan kesalahannya yang kemudian dapat didouble klik pada pesan tersebut untuk mendapatkan petunjuk di baris yang mana terdapat kesalahannya. waktu yang sedang berjalan). compiler. Ilamsyah. Search. Pradita. dan Ani Oktarini 4 . Options.CPP d. File. Window dan Help. Baris Status (Status Bar) Baris yang akan menampilkan keterangan-keterangan pada saat mengaktifkan menu bar dan sub menu serta keterangan-keterangan lain (seperti petunjuk baris dan kolom. Frieyadie. Jendela Message Tempat untuk menampilkan pesan-pesan pada proses kompilasi dan link program. e. Jika ada kesalahan sintax program maupun varibel dan objek. yaitu: a. Jendela Editor Tempat untuk pengetikan program dan membuat program.3. Debug.

Model-model memori tersebut adalah: a. Sopiyan. tanda { dan } sebagai punctuator yang awal blok program hingga akhir blok program 4. setiap fungsi terdiri dari satu atau beberapa pernyataan yang melaksanakan tugas tertentu. Model Memori Borland C++. Struktur program C++ terdiri sejumlah blok fungsi. main() merupakan awal mula dari blok program utama 3.3. sama seperti struktur program C yang terdahulu.4. } Contoh-1 1. Bentuk Umum: #include <file-header> main() { pernyataan. Model Tiny Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data tidak lebih dari 64 Kb. mempunyai enam model memori untuk program dan data. Struktur Program C++ Struktur program C++. maka berfungsi sebagai penahan dari tampilan hasil 1. dan Ani Oktarini 5 . apabila ingin menggunakan perintah cout maka harus menggunakan file header iostream. Ilamsyah. apabila ditempatkan sebelum funtuator }. #include <file-header> merupakan preprocessor pada C++ untuk pemanggilan file header yang memuat beberapa perintah-perintah dari C++ (contoh. Pradita. Frieyadie. cout merupakan perintah keluaran pada C++ 5. getch().Modul Algoritma Pemrograman I 1.h) 2.

Model Large Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data lebih dari 64 K. d. Membuat File Editor File Editor merupakan file kode program yang dapat dikompilasi. c.CPP. d. kemudian dijalankan untuk menampilkan hasilnya yang mempunyai ekstensi file . Ilamsyah. 1. Pradita. e. Model Compact Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K.Modul Algoritma Pemrograman I b. Sopiyan. Model Small Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk masing-masing program dan data tidak lebih dari 64 Kb. dan Ani Oktarini 6 . Model Medium Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program tidak lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K. Cara mengaktifkannya : Klik Menu File Klik New Text Edit Gambar 1.5 Cara Menampilkan Text Edit Frieyadie.5. Model Huge Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk menyimpan satu jenis data.

diantaranya yaitu : Save Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk. Save As Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk dengan nama file yang berbeda. Selanjutnya tampil jendela Save File As. Menekan HotKey Ctrl + KS. Menyimpan File Editor Setelah selesai mengetikan naskah program yang baru pada jendela Text Edit.7. Save All Digunakan untuk menyimpan semua File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk. Frieyadie. dan Ani Oktarini 7 .Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Sopiyan. seperti dibawah ini : Gambar 1. Jendela Save File As Pada Borland C++ 5. Pradita.02 terdapat tiga cara menyimpan file editor.6. Hotkey yang ada bisa gunakan untuk menyimpan dengan menekan tombol Ctrl + KS. Kik Menu File  Save b.6 Jendela Text Edit 1. Ilamsyah. maka selanjutnya disimpan dengan cara : a.

melakukan proses linking. Ilamsyah. Menjalankan Program Proses Run merupakan suatu proses menterjemahkan program.exe ) dan sekaligus menjalankan program. Kik Menu Debug Compile b.10 dibawah ini : Frieyadie. yaitu dengan cara: a. Kik Menu Debug Run b. seperti dibawah ini : Gambar 1. Pradita.8 Kotak Dialog Compile 1. Menekan HotKey Alt + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Compile. dan Ani Oktarini 8 . Menterjemahkan Program Proses Compile merupakan suatu proses menterjemahkan program dari bahasa manusia kedalam bahasa yang dimengerti oleh komputer yaitu bahasa mesin. Menekan HotKey Ctrl + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Run.8.9 Kotak Dialog Run Setelah proses menterjemahkan program. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I 1. membuat file eksekusi ( . seperti dibawah ini : Gambar 1. selanjutnya tampil hasil seperti gambar 1. proses linking.7. yaitu dengan cara : a.

10 Contoh Hasil Keluaran Program 1. dan Ani Oktarini 9 . dengan cara : Klik Menu File Open Selanjutnya tampil Jendela Open.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. seperti dibawah ini : Frieyadie. seperti dibawah ini : Gambar 1.10. Ilamsyah. Pradita.11 Jendela Open File pada C++ 1. Membuka File Editor Penjelasan Membuka atau memanggil file editor yang sudah pernah dibuat.Mencetak File Editor Penjelasan Mencetak file program pada jendela yang sedang aktif dengan cara Klik File Print Selanjutnya tampil Jendela Print Option.9. Sopiyan.

11.02 Keluar dari Aplikasi Borland C++ 5. Keluar dari Borland C++ 5. Ilamsyah. dengan cara File Exit Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Sopiyan.02. dan Ani Oktarini 10 .12 Jendela Print Option 1. Pradita.

Tipe Data Tipe Data Char Int Short Long Float Double Long Double Ukuran Memori 1 Byte 2 Byte 2 Byte 4 Byte 4 Byte 8 Byte 10 Byte Jangkauan Nilai -128 s.2. Pradita. Sopiyan. yaitu: • Konstanta Bilangan • Konstanta Teks A. Tabel 2. Pengenalan Tipe Data Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar dan 3 tipe tambahan. antara lain: Frieyadie.d 32767 -32768 s.435.2. Tipe Data Tambahan Tambahan Tipe Data Jumlah Memori Jangkauan Nilai Unsigned Integer Unsigned Character Unsigned Long Integer 2 Byte 1 Byte 4 Byte 0 – 65535 0 – 255 0 – 4.d 1.d 2.d 32767 -2. dan Ani Oktarini 11 .294. diantaranya: Tabel 2.7 x 10-308 s.147.1 x 10+4932 5–7 15 – 16 19 Jumlah Digit Tipe Data Tambahan.295 2.435. Ilamsyah.d 1.647 3. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian.147.d 3. yang dimiliki oleh Borland C++. Perintah Masukan dan Keluaran BORLAND C++ 2 2.648 s. Konstanta Bilangan Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok.1.1.d 127 -32768 s.7 x 10+308 3.4 x 10+38 1.Modul Algoritma Pemrograman I Pengenalan Model Data. adalah : Unsigned digunakan bila data yang digunakan hanya data yang positif saja.967.4 x 10-4932 s. Konstanta Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap.4 x 10-38 s.

Data Karakter (Character). angka. Contoh : 1. 2. Data karakter hanya terdiri dari sebuah karakter saja yang diapit oleh tanda kutip tunggal ( ‘ ). “AMIK BSI”. Ini merupakan nilai default pada konstanta bilangan. Data karakter dapat berbentuk abjad ( huruf besar atau kecil ). const float phi = 3. dan Ani Oktarini 12 . C. Adalah bilangan yang tidak mengandung nilai desimal.22 x 103 )s 3. Konstanta Teks Dalam hal ini konstanta teks dibagi menjadi dua kelompok. “Jakarta”. “Y” dan lain-lain. Contoh: const x = 89. Sopiyan. pada prinsipnya sama seperti Konstanta Floating Point.Modul Algoritma Pemrograman I 1. Contoh : ‘Y’ ‘y’ ‘9’ ‘&’ dan lain-lain. Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point ) Konstanta Floating Point. 3. Contoh : “Virusland”. Pada deklarasi konstanta bilangan desimal (floating point) harus diikutsertakan model dari tipe datanya.22e3 4. Data Teks (String). yaitu : • Bentuk Desimal ( contoh : 5.57 ) • Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat ( contoh : 4. Bentuk penulisannya : const nama_konstanta = nilai konstanta. B. Konstanta Bilangan Bulat (Integer). Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision ) Konstanta Double Precision. Data String merupakan rangkaian dari beberapa karakter yang diapit oleh tanda kutip ganda ( “ ). Frieyadie. atau const tipe_data nama_konstanta = nilai konstanta. antara lain. 2. tetapi Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar. Ilamsyah. 100 2. notasi atau simbol. Pradita. mempunyai bentuk penulisan. Deklarasi Konstanta Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved word const. 1.14.

2.3. Dalam pemberian nama variabel. Sopiyan. Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau Floating Point. Character ( Karakter Tunggal ) 2. Setiap kali pendeklarasian variabel harus diakhiri oleh tanda titik koma ( . yaitu : • Variabel Numerik • Variabel Teks A. Variabel. Deklarasi Variabel TIPE VARIABEL Integer Floating Point Double Precision Karakter Unsigned Integer Unsigned Character Long Integer Unsigned Long Integer Bentuk penulisannya : Tipe data nama variabel. Tidak boleh ada spasi ( contoh : gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ ) sebagai penghubung (contoh : gaji_bersih). Variabel Numerik Variabel numerik ini dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) macam : 1. mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain : 1. Ilamsyah. Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau Double Precision. Variabel Adalah suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang mempunyai nilai atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program.3. seperti integer atau character dan nama variabel itu sendiri. String ( Untuk Rangkaian Karakter ) C. dibagi menjadi dua jenis kelompok. Tabel 2. dan Ani Oktarini 13 . Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika. ). Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel. Variabel Text 1. B. Deklarasi Variabel Adalah proses memperkenalkan variabel kepada Borland C++ dan pendeklarasian tersebut bersifat mutlak karena jika tidak diperkenalkan terlebih dahulu maka Borland C++ tidak menerima variabel tersebut. Pradita. SIMBOL DEKLARASI Int Float Double Char unsigned int unsigned char long int unsigned long int Frieyadie. Bilangan Bulat atau Integer 2.Modul Algoritma Pemrograman I 2. 3.

Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler mengenai jenis data yang dipakai dan akan ditampilkan. …). Ilamsyah. Frieyadie. Pradita. Argumen ini dapat berupa variabel. konstanta dan ungkapan. int nilai. argumen-2.4. Sopiyan. argumen-1. 2.4.4.2). float rata_rata . dan Ani Oktarini 14 . diantaranya adalah : printf( ) puts( ) putchar( ) cout( ) 2.1 printf( ) Fungsi printf( ) merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar.’b’. Penentu Format Printf( ) TIPE DATA Penentu Format Untuk printf( ) Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Bentuk Desimal dan Pangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer %d %f %e %g %lf %c %s %u %ld %lu %x %o printf(“%c merupakan abjad yang ke . String-Kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu format. Tabel 2. printf("string-kontrol".%d”. Perintah Keluaran Perintah standar output yang disediakan oleh Borland C++.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh Deklarasi char nama_mahasiswa[20]. char grade.

dan Ani Oktarini 15 .Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1 #include <stdio. Sopiyan. printf("Nilai Tugas 1: %2f \n".h> #include <conio.5. int nilai = 100. jika tidak menggunakan penentu lebar field adalah: Frieyadie.h> main( ) { float a1=87. a2=77.h> #include<conio. printf("Nilai Tugas 2: %2f ".h> main( ) { char nama =”dita”. clrscr( ).a1). clrscr( ).a2). tampilan yang tampak biasanya kurang bagus. printf(“hai %s.h> #include<iostream. nama. Hal tersebut dapat diatur lebar field-nya dan jumlah desimal yang ingin dicetak. getch( ). } Gambar 2. nilai). 1 Hasil Contoh 1 a. } Output yang akan dihasilkan.50. Penggunaan Penentu Lebar Field Bila ingin mencetak atau menampilkan data yang bertipe data FLOAT atau pecahan. Berikut bentuk penulisannya: Contoh-2 #include<stdio. Pradita.h> #include<iostream. Ilamsyah. Kamu mendapatkan Nilai %i” .

5. Beberapa Escape Sequences lainnya antara lain : Tabel 2. getch( ).h> #include<iostream.h> #include<conio. Sopiyan.50. Pradita. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 #include<stdio.2f \n".Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. jika menggunakan penentu lebar field adalah Gambar 2. dan Ani Oktarini 16 . clrscr().h> main( ) { float a1=87. } Output yang akan dihasilkan. printf("Nilai Tugas 1: %2. Escape Sequences ESCAPE SEQUENCES PENGERTIAN \b \f \n \r \t \' Backspace Formfeed Baris Baru Carriage Return Tab ( default = 8 karakter ) Tanda kutip tunggal ( ' ) Frieyadie. printf("Nilai Tugas 2: %2. Escape Sequences menggunakan notasi “ \ ” ( back slash ) jika karakter terdapat notasi “\” ini sebagai karakter “escape” ( menghindar). a2=77.a1).a2).2f".5. 3 Hasil Contoh 3 b. Ilamsyah. Penggunaan Escape Sequences.

Untuk mencetak pindah baris memerlukan notasi ‘ \n ‘ tidak perlu notasi ‘ \n ‘ . puts( ) berasal dari kata PUT STRING.nama2[10]="Ani".2.nama3).2f \t %8.5. float a = 88.b. Untuk mencetak pindah baris. Perbedaan antara printf( ) dengan puts( ) adalah : Tabel 2.h> main( ) { char nama1[10]="Dita". getch( ).2f ". nama1. printf("%8s\t %7s\t %8s ". Sopiyan.6. yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar. printf("\n%8. a. karena fungsi ini khusus untuk tipe data string.2.8. dan Ani Oktarini 17 .2f \t %8. Frieyadie. 4 Hasil Contoh 4 2. b = 90.Modul Algoritma Pemrograman I \" \\ \xaa \aaa Tanda Kutip Ganda ( " ) Backslash Kode ASCII dalam hexadecimal. karena sudah dibeikan secara otomatis. clrscr( ). Perbedaan fungsi puts( ) dengan printf( ) untuk tipe data string printf( ) Harus menentukan tipe untuk data string. } Gambar 2. c = 98. puts( ) Perintah puts( ) sebenarnya sama dengan printf().h> #include<conio.nama3[10]="Fitri". ( aa menunjukkan angka ASCII ybs ) Kode ASCII dalam octal.nama2. (aaa menunjukkan angka ASCII ybs ) Contoh-4 #include<stdio.c). yaitu %s puts( ) data Tidak Perlu penentu tipe data string. Pradita.4. Ilamsyah.

puts(a). } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. putchar('I').h> main( ) { clrscr( ). putchar('9'). putchar('0'). putchar('0').h> main() { char nama[5] = "BSI". putchar('S'). puts("Anda Kuliah di ").4. Pradita. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-5 #include <stdio. putchar('-'). Contoh-5 #include <stdio. Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris.3. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. dan Ani Oktarini 18 . dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 2. putchar('B').h> #include <conio. putchar( ) Perintah putchar( ) digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar. putchar('2').h> #include <conio. } Output yang akan dihasilkan. clrscr(). 5 Hasil Contoh 5 2. Sopiyan.

getch( ). dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 2. Fungsi Manipulator Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layar.4.h> #include <iostream. endl end flush() dec() hex() oct() setbase() setw() setfill() setprecision() setosflags() Frieyadie. cout<<"Jumlah Barang 1: "<<jumbar1. Ilamsyah.h . dan Ani Oktarini 19 . Untuk menggunakan fungsi cout ini. jumbar2=23. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. Contoh-7 #include <stdio. clrscr( ). harus menyertakan file header iostream. 7 Hasil Contoh 7 2.4.h> main( ) { int jumbar1=150. cout Fungsi cout merupakan sebuah objeck didalam Borland C++ digunakan untuk menampilkan suatu data kelayar.5. 6 Hasil Contoh 6 2.h . Pradita. cout<<" Jumlah Barang 2: "<<jumbar2. Ada beberapa fungsi manipulator yang disediakan oleh Borland C++.h> #include <conio.4.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. antara lain. untuk mengguakan manipulator ini file header yang harus disertakan file header iomanip.

} Output yang akan dihasilkan. b. clrscr( ). diantaranya: a. cout<<"Nama :"<<nama<<endl. Sopiyan. Contoh-8 # include<stdio. getch( ). Pradita. 20 Frieyadie. Contoh-9 # include <stdio. dan Ani Oktarini . endl endl merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyisipkan karakter NewLine atau mengatur pindah baris. File header yang harus disertakan adalah file header iostream.nama[15]="Andi".Modul Algoritma Pemrograman I Berikut akan dibahas beberapa fungsi manipulator. char alamat[20]="Jakarta Selatan".h> main( ) { int a.h> # include <conio. d. c.h> # include<iostream.h> # include <iostream. Fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter kefile didisk atau modem dan mangakhirinya dengan karakter NULL. Fungsi ini sangat berguna untuk piranti keluaran berupa file di disk.h> main( ) { char nim[9]="12098890".. ends ends merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menambah karakter null ( nilai ASCII NOL ) kederetan suatu karakter.h> # include<conio. cout<<"Alamat :"<<alamat<<endl. Ilamsyah. 8 Hasil Contoh 8 b. File header yang harus disertakan adalah file header iostream. cout<<"Nim :"<<nim<<endl.h . dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 2.h .

9 Hasil Contoh 9 c. dari program contoh-10 diatas adalah: Frieyadie.h .h> # include <iostream. cout<<"Nilai ke Hexadesimal = "<<hex<<nilai<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ).h> # include <iomanip. cout<<"Hasil dari C = A % B adalah "<<c<<ends. cout<<"Nilai Awal= "<<nilai<<endl. cin>>a. cout<<"Nilai ke Desimal = "<<dec<<nilai<<endl. getch( ). Pradita. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Masukan Nilai A : ". Sopiyan. c = a % b. dec. cout<<"Masukan Nilai B : ". Contoh-10 # include <stdio. oktal(bilangan berbasis 8) dan hexadesimal(bilangan berbasis 16). cin>>b.h> # include <conio.h> main( ) { int nilai = 320. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Hasil dari D = A * B adalah "<<d<<ends. Ilamsyah. getch( ). dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 2. oct dan hex dec. oct dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk desimal(bilangan berbasis 10). d = a * b. dan Ani Oktarini 21 . clrscr( ). cout<<"Nilai ke Octal = "<<oct<<nilai<<endl. File header yang harus disertakan adalah file header iomanip.

file header yang harus disertakan adalah file header iomanip. a = 25. getch( ). Ilamsyah.h> # include <iomanip. cout<<setprecision(2)<<c<<endl. dan Ani Oktarini 22 . cout<<setprecision(5)<<c<<endl. dari program contoh-11 diatas adalah: Gambar 2. cout<<setprecision(1)<<c<<endl. } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ). Sopiyan.h . cout<<setprecision(3)<<c<<endl.54. Pradita. setprecision( ) Fungsi setprecision( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). b = 12. cout<<setprecision(4)<<c<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. 10 Hasil Contoh 10 d.h> # include <iostream.b. 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie. c = a * b.h> main( ) { float a. cout<<setiosflags(ios::fixed). Contoh-11 # include <conio.23.c.

setbase( ) setbase( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi bilangan Octal. Pradita. cout<<setbase(16)<<a<<endl. cout<<setbase(8)<<a<<" ". Bentuk penulisannya : setbase(base bilangan). cout<<"----------------------------"<<"\n".h> # include <iostream.h . dari program contoh-12 diatas adalah: Gambar 2.a++) { cout<<setbase(10)<<a<<" ". cout<<"Penggunan Manipulator setbase()"<<"\n\n". Ilamsyah. } getche( ).h> # include <iomanip. dan Ani Oktarini 23 . File header yang harus disertakan file header iomanip. yaitu : • Octal = basis 8 • Decimal = basis 10 • Hexadecimal = basis 16 Contoh-12 //Penggunaan Manipulator setbase() # include <stdio. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I e. Base bilangan merupakan base dari masing-masing bilangan. Hasil Contoh-12 Frieyadie. for(a=250.h> main( ) { int a = 250.a<=260. cout<<"Decimal Octal Hexadecimal"<<endl. Decimal dan Hexadecimal.h> # include <conio. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan.12.

Modul Algoritma Pemrograman I f. n = merupakan nilai lebar tampilan data.h . } cout<<"-------------------------------"<<"\n". Bentuk penulisannya : setw(int n). Contoh-13 // Penggunaan Manipulator setw() # include <stdio.h> # include <iomanip.h> # include <conio. integer. Ilamsyah.h> # include <iostream. dan Ani Oktarini 24 . getche( ). Pradita.h> main( ) { int a. Hasil Contoh-13 Frieyadie.13. Sopiyan. setw() setw() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar tampilan dilayar dari suatu nilai variabel. File header yang harus disertakan file header iomanip. cout<<"-------------------------------"<<"\n". cout<<"Penggunan Manipulator setw()"<<"\n\n". dari program contoh-13 diatas adalah: Gambar 2.a++) { cout<<setw(a)<<a<<endl. clrscr( ). for(a=1.a<=15. } Output yang akan dihasilkan.

a<=15. Sopiyan.h> # include <iomanip. cout<<"-------------------------------"<<"\n".a++) { cout<<setfill('-'). Bentuk penulisannya : setfill(charakter).h> main( ) { int a. for(a=1.h . dari program contoh-14 diatas adalah: Gambar 2. Contoh-14 // penggunaan setfill dan setw( ) # include <stdio. Hasil Contoh-14 Frieyadie. cout<<setw(a)<<a<<endl.14. setfill() setfill() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk manampilkan suatu karakter yang ditelakan didepan nilai yang diatur oleh fungsi setw(). } getche( ). clrscr( ). File header yang harus disertakan file header iomanip. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I g.h> # include <conio.h> # include <iostream. Ilamsyah. cout<<"Penggunan Manipulator setfill()"<<"\n\n". } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 25 .

h . 1. getche( ). file header yang harus disertakan file header iomanip.Modul Algoritma Pemrograman I h.h> # include <conio. Ilamsyah. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<b. cout<<"Rata Sebelah Kanan = ". b = 56. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<b. clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. Ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags( ). dari program contoh-15 diatas adalah: Gambar 2. Tanda Format Perataan Kiri dan Kanan Tedapat dua buah tanda format yang digunakan untuk perataan kiri dan kanan. cout<<"Rata Sebelah Kiri = ".h> # include <iostream. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<a. Sopiyan.15. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ).. ios::fixed digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi desimal. Tanda Format Keluaran Notasi Konversi Tanda format yang digunakan untuk keluaran Notasi. Pradita. setiosflags( ) Fungsi setiosflags( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur sejumlah format keluaran data. antara lain. Frieyadie. cout<<"Penggunaan ios::left dan ios::right\n\n". ios::left digunakan untuk mengatur perataan sebelah kiri ios::right digunakan untuk mengatur perataan sebelah kanan Contoh-15 //tanda format ios::left dan ios::right # include <stdio. cout<<endl. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<a. dan Ani Oktarini 26 . Hasil Contoh-15 2. yaitu: ios::scientific digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi eksponensial.h> main( ) { int a = 75. pengaturan terhadap lebar variabel untuk perataan kiri dan kanan ini melalui fungsi setw( ).h> # include <iomanip.

getche( ). cout<<setiosflags(ios::dec)<<75<<endl.h> # include <iomanip. Tanda Format Konversi Dec. yaitu: ios::dec digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis desimal. Pradita.16. ios::hex digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis heksadesimal. cout<<"\n\n". } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Bilangan Decimal dar 75 = ". ios::hex # include <stdio. cout<<setiosflags(ios::fixed)<<56. Octal dan Hexadecimal.h> # include <iostream. dan Ani Oktarini 27 . Oct dan Hex Terdapat tiga macam tanda format yang digunakan untuk konversi keluaran dalam basis Decimal. ios::oct. cout<<"Hasil ios::fixed dari 56. cout<<setiosflags(ios::oct)<<10<<endl.65.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-16 //tanda format ios::scientific dan ios::fixed # include <stdio.45 adalah ". Sopiyan.h> # include <conio.45<<endl.h> main( ) { clrscr( ). cout<<"Penggunaan ios::scientific dan ios::fixed\n". Contoh-17 //tanda format ios::dec. getche( ). dari program contoh-16 diatas adalah: Gambar 2. Hasil Contoh-16 3. cout<<"\nHasil ios::scientific dari 75.h> # include <iomanip. ios::oct digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis oktal. cout<<"Bilangan Hexadecimal dari 15 = " cout<<setiosflags(ios::hex)<<15. Frieyadie. Ilamsyah.h> main( ) { clrscr( ).h> # include <conio. cout<<setiosflags(ios::scientific)<<75.65 adalah ". cout<<"Bilangan Octal dari 10 = ".h> # include <iostream.

for (a=1. Tanda Format Manipulasi Huruf Hexadecimal Untuk keperluan memanipulasi atau mengubah huruf pada notasi hexadecimal dengan menggunakan tanda format: ios::uppercase digunakan untuk mengubah huruf pada notasi huruf hexadecimal. cout<<"Penggunaan ios::uppercase\n". Pradita. dari program contoh-17 diatas adalah: Gambar 2.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Tanpa Dengan \n".a+5). } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan.h> # include <conio. cout<<"-------------------------\n". cout<<setiosflags(ios::uppercase)<<hex<<a<<endl. cout<<"Konversi Konversi \n". clrscr( ). a++) cout<<hex<<a<<endl. dan Ani Oktarini 28 . a<=15.17. a<=15. cout<<"-------------------------\n". Ilamsyah. for (a=1. a++) { gotoxy(15.h> # include <iostream.h> # include <iomanip. dari program contoh-18 diatas adalah: Frieyadie.h> main( ) { int a. } getche( ). Hasil Contoh-17 4. Contoh-18 //tanda format ios::uppercase # include <stdio.

h> # include <iostream. Pradita.a+5).h> main( ) { int a. cout<<"----------------------------\n". Tanda Format Keluaran Dasar Bilangan Hexadecimal dan Octal Untuk keperluan menampilkan dasar bilangan Hexadecimal dan Oktal dengan menggunakan tanda format: • ios::showbase digunakan untuk menampilkan tanda 0x (nol-x) diawal pada tampilan bilangan hexadecimal dan 0 (nol) diawal pada tampilan bilangan decimal. a<=15. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. a++) { gotoxy(15. Sopiyan. cout<<"Penggunaan ios::showbase\n".18 Hasil Contoh-18 5. cout<<dec<<a<<endl. Contoh-19 //tanda format ios::showbase # include <stdio. } for (a=1. a++) { gotoxy(4. for (a=1.a+5).h> # include <iomanip. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 29 . Frieyadie. cout<<setiosflags(ios::showbase). cout<<"Decimal Hexadecimal Oktal \n".h> # include <conio. cout<<"----------------------------\n". a<=15.

Frieyadie. a++) { gotoxy(25. } for (a=1.h> # include <conio. //-> tanpa tanda format ios::showpoint cout<<"Tanpa tanda format ios::showpoint"<<endl.h> # include <iostream. clrscr( ). dari program contoh-19 diatas adalah: Gambar 2. } cout<<"----------------------------\n". cout<<oct<<a<<endl. } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. dan Ani Oktarini 30 . Tanda Format Menampilkan Titik Desimal Untuk keperluan menampilkan titik desimal dengan menggunakan tanda format: • ios::showpoint digunakan untuk menampilkan titik desimal pada bilangan yang tidak mempunyai titik desimal pada tipe data float atau double. getche( ). Pradita. Contoh-20 //tanda format ios::showpoint # include <stdio.19. a<=15. Hasil Contoh-19 6.h> main() { double a = 78.a+5). Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<hex<<a<<endl.h> # include <iomanip.

} Output yang akan dihasilkan. b = -9. clrscr( ). dan Ani Oktarini 31 .Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Variabel a = "<<a<<"\n\n". dari program contoh-21 diatas adalah: Frieyadie. Hasil Contoh-20 7. Contoh-21 //tanda format ios::showpos # include <stdio.h> # include <iostream. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl.20. Tanda Format Menampilkan Simbol Plus ( + ) Untuk keperluan menampilkan simbol Plus ( + ) pada bilangan genap dengan menggunakan tanda format: • ios::showpos digunakan untuk menampilkan simbol plus (+) pada variabel yang memiliki nilai bilangan positif.h> # include <conio. //-> dengan tanda format ios::showpoint cout<<"Dengan tanda format ios::showpoint"<<endl. Ilamsyah. getche( ).h> main( ) { int a = 8. getche(). cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. Sopiyan. cout<<"Dengan Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". Pradita. dari program contoh-20 diatas adalah: Gambar 2. cout<<"\n\n". cout<<"Variabel a = "<<a<<endl.h> # include <iomanip. cout<<"Tanpa Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". cout<<setiosflags(ios::showpoint). cout<<setiosflags(ios::showpos).

Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: scanf("penentu format".h> #include<iostream. dan Ani Oktarini 32 . Hasil Contoh-21 2. diantaranya adalah: scanf( ) gets( ) cout( ) getch( ) getche( ) 2. Penentu Format scanf( ) TIPE DATA Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer Contoh-22 #include<stdio.5.h> #include<conio.1.h> Penentu Format Untuk scanf( ) %d %e atau %f %e atau %f %lf %c %s %u %ld %lu %x %o Frieyadie. Tabel 2.21. Perintah Masukan Perintah standar input yang disediakan oleh Borland C++. Ilamsyah. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. &nama-variabel). simbol & merupakan pointer yang digunakan untuk menunjuk kealamat variabel memori yang dituju. Pradita.5. scanf( ) Fungsi scanf( ) digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data.7.

scanf("%s". printf("\tBIODATA SAYA\n").5. Perbedaan scanf( ) dengan gets( ) scanf( ) gets( ) Tidak dapat menerima string yang Dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan mengandung spasi atau tab dianggap sebagai data terpisah dan masing dianggap sebagai satu kesatuan data. dari program contoh-22 diatas adalah: Gambar 2.&hobby). printf("Kelas: ").h> # include <conio.scanf("%s". Perbedaan antara scanf( ) dengan gets( ) adalah: Tabel 2.kelas[20]. clrscr( ). Frieyadie. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: gets(nama-variabel-array). Sopiyan.8. } Output yang akan dihasilkan. 22 Hasil Contoh 22 2. char nm2[20]. printf("Hobby: "). gets( ) Fungsi gets( ) digunakan untuk memasukkan data string. clrscr( ). Contoh-23 # include <stdio.&kelas).&nama).h> main( ) { char nm1[20]. printf("Nama : ").2. Ilamsyah.scanf("%s". getch( ). Pradita.hobby[15].Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { char nama[15]. dan Ani Oktarini 33 .

"). printf("\n\n"). harus menyertakan file header iostream. Pradita.nilai2. cin>>nilai1. cout<<"Masukan Nilai 2 : ". Sopiyan. printf("\n\n"). total.. Contoh-24 # include <stdio. dan Ani Oktarini 34 . printf("Senang Berkenalan Dengan Anda . printf("Senang Berkenalan Dengan Anda .%s".1 = "). } Output yang akan dihasilkan. nm2). puts(nm1). nm1). Untuk menggunakan fungsi cin ini..Modul Algoritma Pemrograman I puts("Masukan nama ke .h> # include <iostream.2 = ").%s"."). puts("Senang Berkenalan Dengan Anda .5. clrscr( ). getch( ). printf("Masukan nama ke . puts(nm2)..h> # include <conio. puts("Senang Berkenalan Dengan Anda .&nm2).. dari program contoh-23 diatas adalah: Gambar 2. Ilamsyah. scanf("%s". gets(nm1).h> main( ) { int nilai1.h . 12 Hasil Contoh 23 2.3. cout<<"Masukan Nilai 1 : ". Frieyadie. cin Fungsi cin merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk memasukkan suatu data.

Modul Algoritma Pemrograman I cin>>nilai2; total=nilai1+nilai2; cout<<"Masukan Total Nilai : "<<total<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-24 diatas adalah:

Gambar 2. 13 Hasil Contoh 24

2.5.4. getch ( )
Fungsi getch( ) (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h. Contoh-25 # include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getch( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-25 diatas adalah:

Gambar 2. 14 Hasil Contoh 25

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

35

Modul Algoritma Pemrograman I

2.5.5. getche()
Fungsi getche()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.

Contoh-26

# include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getche( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch ( ); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-26 diatas adalah:

Gambar 2. 15 Hasil Contoh 26

Kedua fungsi ini dapat digunakan untuk menahan tampilan hasil program yang di eksekusi agar tidak langsung kembali ke listing program tanpa menekan tombol ALT – F5. Karena fungsi getch() merupakan fungsi masukkan, jadi sebelum program keluar harus menginputkan satu buah karakter.

2.6. Tugas
1. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa, dengan ketentuan sebagai berikut : Nim Siswa, Nama Siswa, Nilai Tugas 1, Nilai Tugas II, Nilai Tugas III diinput.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

36

Modul Algoritma Pemrograman I Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Tugas I, II dan III dibagi dengan 3. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nim Siswa Nama Siswa Nilai Tugas I Nilai Tugas II Nilai Tugas III Layar Keluaran Nim ........ Siswa yang bernama …… Memperoleh nilai rata-rata ….. dari hasil tugas yang diikutinya. 2. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa, Nilai Keaktifan, Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masing-masing nilai, adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan. Nilai Keaktifan * 20% : …… Nilai Tugas * 30% : …… Nilai Ujian * 50% : …… Jadi Siswa yang bernama …… memperoleh nilai akhir sebesar ….. : : : : : : : : :

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

37

Operator mempunyai sifat sebagai berikut: • Unary Sifat Unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : -5 Binary Sifat Binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : 4 + 8 Ternary Sifat Tenary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : (10 % 3) + 4 + 2 • • 3.1. Operator Aritmatika Operator * / % + − Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian (mod) Penjumlahan Pengurangan Contoh 4*5 8/2 5%2 7+2 6−2 Operator yang tergolong sebagai operator Unary. pengurangan dan lain-lain. Pradita. Sopiyan. adalah: Frieyadie. Ilamsyah. Operator Aritmatika Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah: Tabel 3. dan Ani Oktarini 38 . yang digunakan untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operator Borland C++ 3 Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program.1. seperti penjumlahan.

a=x+y. Bentuk Umum : • • Variabel. Ilamsyah. d = 0. cout<<" Hasil dari D = X * Y = "<<d<<endl. a). cout<<"Masukan Nilai B : ". Operator Unary Operator + − Keterangan Tanda Plus Tanda Minus Contoh −4 +6 Contoh-1 #include <stdio. cin>>y.y. printf(“Hasil Dari A= X + Y= %i \n” . c = 0.2. cin>>x. d = x * y. dan Ani Oktarini 39 . cout<<"Masukan Nilai A : ". Ekspresi Aritmatika Bentuk penulisan ekspresi aritmatika dikaitkan dengan pernyataan pemberi nilai. } Output yang akan dihasilkan.h> #include <iostream.h> main( ) { int x. printf(“Hasil Dari B=X . c = x% y. getch( ). a=0. dikenal dengan sebutan LValue (Left Value) Ekspresi Aritmatika dikenal dengan sebutan RValue (Right Value) Frieyadie. Pradita. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 3.1. b=0.Y= %i \n”. 1 Hasil Contoh 1 3.h> #include <conio. b=x-y.Modul Algoritma Pemrograman I Tabel 3. clrscr( ). Sopiyan.1.b) cout<<" Hasil dari C = X % Y = "<<c<<endl.

dikenal dengan sebagai Operator Pemberi Nilai (Assignment Operator). Pradita.h> #include <iostream. dan Ani Oktarini . penggunaan nya tergantung letak.Modul Algoritma Pemrograman I • Tanda “ = “.1. Hierarki Operator Aritmatika. Ilamsyah. yang didepan didahulukan Contoh A=8+2*3/6 Langkah perhitungannya : A=8+6/6 (6/6=1) A=8+1 A=9 Tingkatan operator ini dapat diabaikan dengan penggunaan tanda kurung “(“ dan “)”. 3. penggunaan nya tergantung letak. selalu menjumpai beberapa operator aritmatika yang berbeda yang dapat digunakan secara bersamaan. Contoh : A = (8 + 2) * 3 / 6 Langkah perhitungannya : A = 10 * 3 / 6 A = 30 / 6 A=5 Contoh-2 #include <stdio. Sopiyan. yang didepan didahulukan Sisa Pembagian Tingkatan operator sama.h> 40 Frieyadie. Tabel Hierarki Operator Aritmatika Operator * atau / % + atau Keterangan Tingkatan operator sama.h> #include <conio. variabel lain maupun suatu ekspresi atau rumus aritmatika. 3.3. Urutan operator aritmatika sebagai berikut : Tabel. Didalam suatu ekspresi aritmatika.2. maka akan tampil pesan kesalahan LValue required in function … RValue dapat berupa konstanta. LValue harus selalu berupa variabel tunggal. Bila LValue bukan berupa variabel.

b = (8 + 2) * 3 / 6. Pradita.4. 3.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. cout<<" A = 8 + 2 * 3 / 6"<<endl.2. cout<<" B = (8 + 2) * 3 /6"<<endl. Ada beberapa operator pemberi nilai aritmatka diantaranya: Tabel. Ilamsyah. Sopiyan. b. Operator Pemberi Nilai Aritmatika Sebelumnya kita telah mengenal operator pemberi nilai (assignment operator) yaitu tanda “ = “. a = 8 + 2 * 3 / 6. Tabel Operator Pemberi Nilai Aritmatika Operator *= /= %= += -= Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian Penjumlahan Pengurangan Frieyadie. clrscr( ). printf(" Hasil dari B = %i ". cout<<" Hasil dari A = "<<a<<endl. 2 Hasil Contoh 2 3. dan Ani Oktarini 41 . getch( ). cout<<endl. Borland C++ dapat menyederhanakan menjadi A += 1 Notasi “ += “ ini dikenal dengan operator pemberi nilai aritmatika.b). } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 3. Sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai A = A+1 Dari penulisan ekspresi diatas.

Tabel. Tabel Operator Penambah dan Pengurang Operator ++ -Penambahan Pengurangan Keterangan A = A + 1 atau A = A .3. Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang. 3. Contoh Penambahan: int x=5.h> 42 Frieyadie. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I 3. disederhanakan menjadi A ++ atau A-Operator “ ++ “ atau “ -. Penambahan: menambahkan 1 ke nilai variable.1. y = x++. x=6) Pengurangan: int x=5. prefix (++A) atau postfix (A ++) 2. x=4) Contoh-3 /* Penggunaan Notasi Didepan Variabel*/ #include <stdio. Ilamsyah. Operator Penambah dan Pengurang Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai. Pengurangan: mengurangkan 1 ke nilai variabel. • Jika diletakan didepan variabel. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang. Keterangan : 1. (nilai saat ini: y = 6. sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini. (nilai saat ini: y = 5. Sopiyan. y = ++x. y = --x. dan Ani Oktarini .h> #include <conio.“ dapat diletakan didepan atau di belakang variabel. (nilai saat ini : y = 5.5. sedangkan • Jika diletakan dibelakang variabel. x=4) int x=5. (nilai saat ini: y = 4. prefix (--A) atau postfix (A --) Kedua bentuk penulisan operator ini mempunyai arti yang berbeda. x=6) int x=5. y = x--. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan.

a++). } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { int a = 10. printf("\nNilai B = %d". a). } Output yang akan dihasilkan. 3 Hasil Contoh 3 Contoh-4 /* Penggunaan Notasi Dibelakang Variabel*/ #include<stdio. --b). Sopiyan. printf("\nNilai --B = %d". b--). printf("\nNilai --B = %d". b). clrscr( ). b). getch( ). dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. b = 5. a). getch( ). b = 5. a). printf("\nNilai ++A = %d". dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 3.h> #include<conio. printf("Nilai A = %d". dan Ani Oktarini 43 . printf("\nNilai ++A = %d". ++a). Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a = 10. printf("Nilai A = %d".h> #include<iostream. b). printf("\nNilai B = %d". clrscr( ). Pradita. printf("\nNilai A = %d". printf("\nNilai B = %d".

cout<<"Hasil dari "<<x<<" < "<<y<<" = "<<d<<endl. d. Pradita. c = x > y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" != "<<y<<" = "<<b<<endl. f = x <= y. clrscr( ).4. Tabel Operator Relasi Operator Keterangan Sama Dengan ( bukan pemberi nilai ) Tidak Sama dengan Lebih Dari Kurang Dari Lebih Dari sama dengan Kurang Dari sama dengan #include <stdio.5.h> #include <conio. y. cout<<endl. b = x != y. cin>>x. cout<<"Hasil dari "<<x<<" == "<<y<<" = "<<a<<endl. cin>>y. d = x < y. Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). a = x = = y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" > "<<y<<" = "<<c<<endl. cout<<"Hasil dari "<<x<<" >= "<<y<<" = "<<e<<endl. b. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 44 == != > < >= <= Contoh-5 . Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 3. c. cout<<"Hasil dari "<<x<<" <= "<<y<<" = "<<f<<endl. x.h> #include <iostream. 4 Hasil Contoh 4 3. e = x >= y.h> main( ) { float a. } Frieyadie. e. cout<<"Masukan Nilai X = ". 3. Tabel. cout<<"Masukan Nilai Y = ". getch( ). Operator Relasi Operator Relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. f.

A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 Frieyadie. 5 Hasil Contoh 5 3.5. Pradita. Operator Logika AND Operator logika AND digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. dan Ani Oktarini 45 . bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR. Tabel. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False).Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 3.1. Tabel Operator Relasi Operator && || ! Keterangan Operator Logika AND Operator Logika OR Operator Logika NOT 3. Operator Logika Operator Relasi digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi.5. 3. Tabel Logika And B A && B T T F F T F F F A + 4 < 10 B>A + 5 C .3 >= 4 A T T F F Contoh : Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. Ilamsyah.5. akan dianggap BENAR.

maka A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 SALAH = 0 Contoh-6 /* Penggunaan Operasi Logika AND */ #include<stdio. cout<<"Masukan Nilai B = ". dan Ani Oktarini 46 . cout<<"Masukan Nilai A = ". g. C = 7. cin>>a. cout<<endl<<endl. getch( ).3 >= 4. f. cin>>b. cout<<endl. clrscr( ). cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. cout<<endl<<endl. d.3 >= 4 adalah " <<f. Ilamsyah.h> main( ) { float a. e = b > a + 5. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 3. e.h> #include<conio. cout<<"Hasil dari f = c . Pradita. cin>>c. cout<<"Hasil dari g = d && e && f adalah " <<g. cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. b. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. f = c . Sopiyan. cout<<"Masukan Nilai C = ". 6 Hasil Contoh 6 Frieyadie.h> #include<iostream. B = 3. c. h. g = d && e && f.Modul Algoritma Pemrograman I Jika nilai A = 3. // Proses d = a + 4 < 10. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C – 3 >= 4 7 – 3 >= 4 BENAR Dari ekspresi relasi tersebut mempunyai nilai BENAR.

cin>>b. b. e. Pradita. Tabel Logika Or B A || B T T F T T T F F A + 4 < 10 B>A + 5 C-3>4 A T T F F Contoh Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. cout<<endl<<endl. maka ekspresi tersebut tetap bernilai BENAR. cout<<"Masukan Nilai C = ". f = c . A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 Jika nilai A = 3. C = 7. dan Ani Oktarini 47 .4 <= 7. g. Frieyadie. cin>>c. A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 BENAR = 1 Contoh-7 /* Penggunaan Operasi Logika OR */ #include<stdio. clrscr( ). cin>>a.5. bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR dan bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai SALAH. h. maka akan bernilai SALAH.h> #include<iostream. e=b>5+a. akan dianggap BENAR.2. d. Ilamsyah. f. g = d || e || f. cout<<"Masukan Nilai A = ". cout<<"Masukan Nilai B = ".h> main() { float a.Modul Algoritma Pemrograman I 3. B = 3. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C . c. d = a + 5 > 10. Sopiyan. Operator Logika OR Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi.3 > 4 7–3>4 SALAH Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR.h> #include<conio.

cout<<endl. cout<<"Hasil dari e = b > 5 + a adalah " <<e<<endl. f. Pradita. cin>>b. cout<<"Program Ekspresi AND / OR"<<endl<<endl. cout<<"Hasil dari d = a + 5 > 10 adalah " <<d<<endl. Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. f = c . // Proses d = a + 4 < 10. Ilamsyah.4 <= 7 adalah " <<f. d. Sopiyan. dan Ani Oktarini 48 . cin>>a. cout<<endl<<endl. b. 7 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* Penggunaan Operasi Logika AND OR*/ #include<stdio. cout<<"Masukan Nilai A = ". cout<<"Masukan Nilai C = ". clrscr( ). getch( ).h> main( ) { float a. g = d && e && f. h. cout<<endl<<endl. cin>>c. g. cout<<"Hasil dari g = d || e || f adalah " <<g.h> #include<iostream. e = b > a + 5.h> #include<conio. cout<<"Masukan Nilai B = ". cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. c. cout<<"Hasil dari f = c . dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 3. } Output yang akan dihasilkan. e.3 >= 4.

h> Frieyadie.h> #include<iostream. !(A+4 < 10) Jika nilai A = 3. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. dan Ani Oktarini 49 . cout<<"Hasil dari f = c . begitu pula sebaliknya.3. Pradita. Sopiyan. Ilamsyah. 8 Hasil Contoh 8 3. cout<<endl. Operator Logika NOT Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikkan dari ekspresi yang disebutkan. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. cout<<endl<<endl. Jika nilai yang disebutkan bernilai BENAR maka akan menghasilkan nilai SALAH.3 >= 4 adalah " <<f. Contoh : Ekspresi Relasi A + 4 < 10 Penggunaan Operator Logika NOT diatas menjadi.h> #include <conio.5. cout<<"Hasil dari g = d || e && f adalah " <<g. maka ekspresi tersebut akan bernilai SALAH !(A+4 < 10) !(BENAR) = SALAH = 0 Contoh-9 /* Penggunaan Operasi Logika NOT */ #include <stdio. maka ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR dan jika digunakan operator logika NOT. } Output yang akan dihasilkan.

getch( ). /* Proses */ b = (a + 4 < 10). Ilamsyah. c = !(b).Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. cout<<"Nilai A = "<<a<<endl. cout<<"Nilai c = !(b) = "<<c. cout<<"Nilai b = (a + 4 < 10) = "<<b<<endl. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. clrscr( ). Borland C++ menyediakan enam buah operator bitwise. c. Tabel Operator Bitiwise Operator ~ << >> & ^ | Keterangan Bitwise NOT Bitwise Shift Left Bitwise Shift Right Bitwise AND Bitwise XOR Bitwise OR Frieyadie. 3. cout<<endl<<"Program Ekspresi NOT "<<endl. Tabel. Operator Bitwise Operator Bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit. Sopiyan. Pradita. dan Ani Oktarini 50 . } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Masukan Nilai A = ".6. cin>>a. b. 9 Hasil Contoh 9 3.6.

h> #include<conio. getch(). cin>>x.Modul Algoritma Pemrograman I 3. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 3.h> main() { int x. clrscr(). sebanyak bit yang digeser Contoh-10 #include<iostream. 10 Hasil Contoh 10 Frieyadie. x = x << 1. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<stdio. dan Ani Oktarini 51 . cout<<"Nilai Awal : "<<x<<endl. cout<<"Masukan Nilai X = ".6. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. Contoh : 0000000011001001 = 201 //////// digeser 1 bit ke kiri 0000000110010010 = 402 Dibagian kanan disisipkan 0. Sopiyan. Operator Bitwise << (Shift Left) Operator Bitwise Shift Left digunakan untuk menggeser sejumlah bit kekiri.1. Pradita.

} Output yang akan dihasilkan. getch( ).2. Contoh : 0000000011001001 = 201 \\\\\\\\ digeser 1 bit ke kanani 0000000001100100 = 100 Dibagian kanan disisipkan 0. Sopiyan.h> #include<conio. dan Ani Oktarini 52 . Pradita.h> #include<stdio. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 3. Ilamsyah. cin>>x. cout<<” Nilai Awal : “<<x<<endl. cout<<"Masukan Nilai X = ". Operator Bitwise >> (Shift Right) Operator Bitwise Shift Right digunakan untuk menggeser sejumlah bit kanan.Modul Algoritma Pemrograman I 3.h> void main( ) { int x. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl.6. sebanyak bit yang digeser Contoh-11 #include<iostream. x = x >> 1. clrscr( ). 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie.

h> void main( ) { int a.h> #include<stdio. dan Ani Oktarini 53 . y. Tabel Operator Bitiwise And Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 AND 01000000 = 64 Contoh-12 #include<iostream. Tabel. cout<<"Masukan Nilai X = ".Modul Algoritma Pemrograman I 3. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<conio. Pradita. Sopiyan. x. clrscr( ). 3. Operator Bitwise & (And) Operator Bitwise & ( And ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand.7. dari program contoh-12 diatas adalah : Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 0 0 1 Gambar 3.3. cin>>x. Akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan bernilai benar (1). cin>>y.6. Ilamsyah. getch( ). cout<<"Masukan Nilai Y = ". cout<<’\n’. a = x & y. 12 Hasil Contoh 12 Frieyadie. cout<<"Hasil dari "<<x<<" & "<<y<<" = "<<a<<endl.

dari program contoh-13 diatas adalah : Gambar 3. cin>>x.h> #include<conio. } Output yang akan dihasilkan. Tabel Operator Bitiwise Or Bit Operand 1 0 0 1 1 Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 OR 11101101 = 237 Contoh-13 #include<iostream. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. a = x | y. 3. Akan bernilai benar jika ada salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai benar (1). getch( ). cout<<"Masukan Nilai Y = ". Operator Bitwise | ( Or ) Operator Bitwise | ( Or ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand.h> void main( ) { int a.4. 13 Hasil Contoh 13 Frieyadie. x. cout<<"Hasil dari "<<x<<" | "<<y<<" = "<<a<<endl. cout<<’\n’.5. dan Ani Oktarini 54 . Ilamsyah. cin>>y. cout<<"Masukan Nilai X = ". clrscr( ).8. Tabel.Modul Algoritma Pemrograman I 3. y. Pradita. Sopiyan.h> #include<stdio.

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ^ ( eXclusive Or )
Operator Bitwise ^ ( XOr ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibandingkan hanya sebuah bernilai benar (1). Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.9. Tabel Operator Bitiwise XOr Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 XOR 10101101 = 137 Contoh-14 #include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main( ) { int a, x, y; clrscr( ); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; cout<<"Masukan Nilai Y = "; cin>>y; a = x ^ y; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari "<<x<<" ^ "<<y<<" = "<<a<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-14 diatas adalah: Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 0

Gambar 3.13 Hasil Contoh-14 Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 55

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ~ ( Not )
Operator Bitwise ~ ( Not ) digunakan membalik nilai bit dari suatu operand. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.10. Tabel Operator Bitiwise Not Bit Operand 0 1 Contoh : 00001000 = 8 |||||||| 11110111 = 247 = -9 Hasil 1 0

Contoh-15

#include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main() { int a, x, y; clrscr(); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; a = ~x; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari ~"<<x<<" = "<<a<<endl; getch(); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-15 diatas adalah :

Gambar 3. 14 Hasil Contoh 15

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

56

Modul Algoritma Pemrograman I

3.7. Tugas
1. Tentukan apa hasil numerik dari ekspresi relasi dan logika dibawah ini. Diberikan nilai A = 3; B = 6 ; C = 2 ; K = 5; L = 4; M = 3 a. b. c. d. e. D = (4 + 2 > A && B – 2 > 3 + 2 || B + 2 <= 6 + 2 ) D=K + 5 < M || (C * M < L && 2 * M – L > 0) D=L + 5 < M || C * K < L && 2 * K – L > 0 D=A * 4 <= 3 * M + B D=K + 10 > A && L – 2 > 4 * C

2. Dari program dibawah ini, bagaimanakah keluaran yang dihasilkan #include<stdio.h> #include<conio.h> main( ) { int a = 21; clrscr( ); printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a = %d",a); a+=3; printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a-- = %d",a--); getch( ); }

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

57

1. terutama pada pemrograman visualisasi. Fungsi strcat( ) Fungsi ini digunakan untuk menambahkan string sumber kebagian akhir dari string tujuan. dari program contoh-1 diatas adalah: Frieyadie.1. Ilamsyah.h> #include <ctype. cout<<"Masukkan Kata . Fungsi Manipulasi String Borland C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan menipulasi string. cin>>a1. dan Ani Oktarini 58 . 4.1= ". diantaranya: 4. sumber). Pradita. } Output yang akan dihasilkan.h> main() { char a1[20]. cout<<"Hasil Penggabungannya "<<a1. Pada bab ini akan dibahasa beberapa perintah dan fungsi string.h> #include <iostream.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi String 4 Operasi string selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. dikarenakan hampir semua bahasa pemrograman menggunakan manual inputnya adalah string. char a2[20]. strcat(a1. Contoh-1 #include <string. File header yang harus disertakan adalah string. getch(). clrscr(). Sopiyan.2= ".h Bentuk Penulisan : strcat(tujuan. cin>>a2. cout<<"Masukkan Kata .h dan ctype. a2).1.

str2). Ilamsyah. char a2[ ] = "Bsi". dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 4. dan Ani Oktarini 59 .Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 4. cout<<strcmp(a2. cout<<strcmp(a1. clrscr( ).a1) <<endl. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a2<<" dan "<<a2<<"->". Hasil dari fungsi ini bertipe data integer (int). Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan.h> #include <conio.h> main( ) { char a1[ ] = "BSI".b1) <<endl. Fungsi strcmp( ) Fungsi ini digunakan untuk membandingkan string pertama dengan string kedua. char b1[ ] = "BSI". Pradita. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<b1<<"->".h Bentuk Penulisan : var_int = strcmp(str1. cout<<strcmp(a1.1.2. getch( ). File header yang harus disertakan adalah string. Hasil Contoh-2 Frieyadie. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<a2<<"->". Contoh-2 #include <string.h> #include <iostream.a2)<<endl.2.1 Hasil Contoh-1 4.

Sopiyan.3.Modul Algoritma Pemrograman I 4. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 4. Contoh-3 #include <stdio. Fungsi strcpy( ) Fungsi ini digunakan untuk menyalin string asal ke-variabel string tujuan. File header yang harus disertakan adalah string. clrscr( ).h.h> main( ) { char huruf[20].h Bentuk Penulisan : strlen(str). } Output yang akan dihasilkan. char pindah[20]. Bentuk Penulisan : strcpy(tujuan. huruf).1. /* Proses */ strcpy(pindah. cout<<"Pemindahannya = "<<pindah. File header yang harus disertakan adalah string. Pradita.1. Ilamsyah. getch( ).h> #include <conio.3 Hasil Contoh-3 4.4. gets(huruf). Frieyadie. dengan syarat string tujuan harus mempunyai tipe data dan dan ukuran yang sama dengan string asal. asal). dan Ani Oktarini 60 .h> #include <iostream. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ".h> #include <string. Fungsi strlen( ) Fungsi ini digunakan untuk memperoleh banyaknya karakter dalam string.

cout<<strlen(huruf). Frieyadie.h> #include <string. } Output yang akan dihasilkan. char pindah[20]. String urutan paling akhir dipindahkan keurutan paling depan dan seterusnya.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-4 #include <stdio. gets(kata). dan Ani Oktarini 61 .h> main( ) { char huruf[20]. cout<<"Panjang Kata Yang Diinputkan = ". Pradita.5. cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata.h Bentuk Penulisan : strrev(str).h> #include <iostream.h> #include <string. clrscr().h> main( ) { char kata[20]. strrev(kata).h> #include <iostream. Contoh-5 #include <stdio.h> #include <conio. cout<<"Masukan Sembarang Kata = ". dari program contoh-4 diatas adalah: Gamabr 4. gets(huruf). getch( ). Ilamsyah. File header yang harus disertakan adalah string. clrscr( ).4 Hasil Contoh-4 4. Fungsi strrev( ) Fungsi ini digunakan untuk membalik letak urutan pada string.h> #include <conio. Sopiyan.1. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ".

Fungsi atof( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik float. float angka.2. Hasil Contoh-6 Frieyadie.5 Hasil Contoh-5 4.h> #include <math. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 4.02 menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan konfersi string. gets(kata). } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. Pradita. angka = atof(kata).h> main( ) { char kata[20].Modul Algoritma Pemrograman I getch( ).h> #include <conio. Sopiyan. a = angka + 5. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 4. 4.h> #include <iostream. dan Ani Oktarini 62 . b.1. File header yang harus disertakan adalah math. getch( ).h Contoh-6 #include <stdio. Fungsi Konfersi String Borland C++ 5. } Output yang akan dihasilkan.2. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ".6. a. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a. clrscr( ).

h> #include <stdlib.Modul Algoritma Pemrograman I 4. Hasil Contoh-7 4. Fungsi atol( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik long integer. b.2. a. clrscr( ). dan Ani Oktarini 63 .h Contoh-7 #include <stdio.h> main( ) { char kata[20]. angka = atoi(kata). Pradita.h> #include <iostream.2.3. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a. getch( ). gets(kata). Fungsi atoi( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik integer.h> #include <conio.h> #include <conio.2.h Contoh-8 #include <stdio.h> #include <stdlib. File header yang harus disertakan adalah stdlib. Sopiyan. Ilamsyah. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 4.h> #include <iostream. } Output yang akan dihasilkan.7. float angka.h> main( ) { char kata[20]. Frieyadie. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". a = angka + 5. File header yang harus disertakan adalah stdlib.

Fungsi strlwr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital ( huruf besar ) dalam string menjadi huruf kecil. Pradita.4. dari program contoh-8 diatas adalah: Gambar 4.h> #include <iostream. b. Ilamsyah. clrscr( ).h Bentuk Penulisan : strlwr(str). clrscr( ). gets(kata).Modul Algoritma Pemrograman I float angka.h> #include <conio. Hasil Contoh-8 4. getch( ).2. a = angka + 2500. } Output yang akan dihasilkan. Contoh-9 #include <stdio. strlwr(kata).8.h> #include <string. getch( ). cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 2500 = "<<a. angka = atol(kata). Sopiyan. gets(kata). File header yang harus disertakan adalah string.h> main( ) { char kata[20]. } Frieyadie. a. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata. cout<<"Masukan Sembarang Kata dengan Huruf Besar =". dan Ani Oktarini 64 .

dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 4. cout<<”Hasil Perubahan : ”<<kata<<endl. Contoh-10 #include <stdio. Fungsi strupr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kecil dalam string menjadi huruf kapital ( huruf besar ). strupr(kata). clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. Hasil Contoh-9 4. getch( ).h> #include <conio. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 4. File header yang harus disertakan adalah string. Sopiyan. Ilamsyah.5.h> #include <string.h Bentuk Penulisan : strupr(str).9.h> #include <iostream. dan Ani Oktarini 65 .10 Hasil Contoh-9 Frieyadie. Pradita.2. gets(kata).h> main( ) { char kata[20].Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. cout<<”Masukkan Sembarang Kata dengan Huruf Besar: ”.

Ilamsyah. Sopiyan.3. Pembagian c.5" Kemudian kedua kalimat diatas dihitung menjadi perhitungan : a. Buatlah program untuk menghitung panjang kata berikut ini: Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika 2. Pengurangan e. Buatlah program untuk membalik kata berikut ini : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Menjadi seperti berikut : akitamrofnI anaraS aniB retupmoK and akitamrofnI nemejanaM imedakA 3. Perkalian b. Latihan Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut: 1.Modul Algoritma Pemrograman I 4. Diberikan kalimat string berikut : Kalimat1 = "35. dan Ani Oktarini 66 . Mencari sisa hasil pembagian Frieyadie. Bulatlah program untuk menggabungkan dua buah string Kalimat1 = Manajemen Kalimat2 = Informatika Menjadi seperti berikut: ManajemenInformatika 4. Pradita. Penambahan d.6" Kalimat2 = "12.

bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { pernyataan. Untuk keperluan pengambilan keputusan.h> #include<iostream. Ilamsyah. 5. Penulisan kondisi berada di dalam tanda kurung kurawal jika pemakaian if diikuti dengan pernyataan majemuk. Pradita. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: salah kondisi benar perintah Gambar 5. …… } Contoh-1 #include<stdio.1. Pernyataan IF Pernyataan if mempunyai pengertian.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi Penyeleksian Kondisi 5 Pernyataan Percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada.h> #include<conio.1.h> main( ) Frieyadie. Borland C++ menyediakan beberapa perintah antara lain. Diagram Alir IF Bentuk umum dari pernyataan if if (kondisi) pernyataan. maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”. dan Ani Oktarini 67 . “ Jika kondisi bernilai benar. Sopiyan.

Frieyadie. else cout<<"X . Ilamsyah. if ((x >= 0 ) && (y>=0)) cout<<"X dan Y Bernilai POSITIF "<<endl. Pradita. getch( ). cout<<" Nilai Y : ". Y : Ada yang bernilai NEGATIF"<<endl. dan Ani Oktarini 68 .y. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 5. else perintah-2.Modul Algoritma Pemrograman I { float x.ELSE Pernyataan if mempunyai pengertian. maka perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2”. clrscr( ). Pernyataan IF .1. cout<<" Masukkan Nilai Positif atau Negatif "<<endl. 2 Hasil Contoh 1 5. cout<<" Nilai X : ".1. “Jika kondisi bernilai benar. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: kondisi i Salah Benar Perintah-1 Perintah-2 Gambar 5. Sopiyan.3 Diagram Alir if-else Bentuk umum dari pernyataan if -else if (kondisi) perintah-1. } Output yang akan dihasilkan.cin>>x.cin>>y.

gapok=4000000.Jika golongan =2. if(gol=='1') { strcpy(jab.jika golongan=1. gapok=4000000 contoh-2 #include <stdio. . cout<<endl<<" Data Jabatan"<<endl <<" = = = = = = = = = = = = = = = ="<<endl. } cout<<" Jabatan = "<<jab<<endl cout<<" Gaji Pokok = "<<gapok<<endl. pernyataan majemuk atau pernyataan kosong. cout<<" Masukan Golongan [1/2]: ". } Output yang akan dihasilkan."Manajer").cin>>gol. dan Ani Oktarini 69 . bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { perintah-1.. dengan kriteria : . } Contoh Menentukan besarnya gaji pokok dan jabatan dari golongan. Sopiyan. Jabatan= Direktur."Direktur"). gapok=5000000. gapok =5000000 . dari program contoh-2 diatas adalah : Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Perintah-1 dan perintah-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal.h> main( ) { char gol. Jika pemakaian if-else diikuti dengan pernyataan majemuk. Ilamsyah. . jabatan=Manajer. clrscr( ). long gapok=0. } else { perintah-2... } else if(gol=='2') { strcpy(jab. jab[10].h> #include <iostream.h> #include <conio.. getch ( ). Pradita.

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 5. 4 Hasil Contoh 2

5.1.2. Pernyataan NESTED IF
Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya. Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah : if(syarat) { if(syarat) … perintah; else … perintah; } else { if(syarat) … perintah; else … perintah; } Contoh Suatu perusahaan menjual pakaian dengan ketentuan sebagai berikut: • Jika kode baju=1 maka Merk Baju = H&R, dengan ukuran baju=S,maka harganya 45000, Jika ukuran baju=M, maka harganya 60000. • Jika kode baju=2 maka Merk Baju = Adidas, dengan ukuran baju=S, maka harganya 65000, Jika ukuran Baju=M, maka harganya 75000. Contoh-3 #include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { char kode,ukuran,merk[15]; long harga=0; clrscr( ); Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 70

Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Kode Baju : ";cin>>kode; cout<<"Ukuran : ";cin>>ukuran; if (kode=='1') { strcpy(merk,"H & R"); if (ukuran=='S' || ukuran =='s') harga=45000; else harga=60000; } else if (kode=='2') { strcpy(merk," Adidas"); if (ukuran=='S' || ukuran == 's') harga=65000; else harga=75000; } else cout<<”Salah Kode Baju”<<endl; cout<<"------------------------"<<endl; cout<<"Merk Baju : "<<merk<<endl; cout<<"Harga Baju : "<<harga<<endl; getch(); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-3 diatas adalah :

Gambar 5. 5 Hasil Contoh 3

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

71

Modul Algoritma Pemrograman I

5.1.3. Pernyataan IF – ELSE Majemuk
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan penggunaan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana. Bentuk Umum Penulisannya: if (syarat) { … perintah; … perintah; } else if (syarat) { … perintah; … perintah; } else { … perintah; … perintah; } Contoh Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para selesman dengan ketentuan sebagai berikut: • Bila salesman dapat menjual barang hingga Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 10.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 10% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 20.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 15% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 500.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 30.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 20% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.

Contoh-4

#include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { float pendapatan, jasa=0, komisi=0, total=0; clrscr( ); cout>>"Pendapatan Hari ini Rp. "; cin<pendapatan;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

72

cout<<"Hasil Total Rp. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 73 . } /* menghitung total */ total = komisi+jasa. cout<<"============================="<<endl.15*pendapatan. "<<jasa<<endl. komisi=0. 6 Hasil Contoh 4 Frieyadie. "<<komisi<<endl. komisi=0. cout<<"Uang Komisi Rp. } else { jasa=30000. Pradita. dari program contoh-4 diatas adalah : Gambar 5.1*pendapatan. Ilamsyah. cout<<"Uang Jasa Rp. "<<total<<endl. } else if(pendptan<=500000) { jasa=20000. komisi=0.Modul Algoritma Pemrograman I if (pendapatan >= 0 && pendapatan <= 200000) { jasa=10000. getch( ). Sopiyan.2*pendapatan.

Pernyataan switch . dan Ani Oktarini 74 . break.case ini memiliki kegunaan sama seperti if – else bertingkat.h> #include<iostream. default : … perintah. Pradita. } Setiap pilihan akan dijalankan jika syarat nilai konstanta tersebut dipenuhi dan default akan dijalankan jika semua cabang diatasnya tidak terpenuhi. Pernyataan break menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch.case Bentuk dari switch . Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut: switch (ekspresi integer atau karakter ) { case konstanta-1 : … perintah. maka program akan diteruskan ke pilihan-pilihan yang lainnya. Jika pernyataan ini tidak ada. Sopiyan. cin>>kode. … perintah. case 12 : cout<<"Manajemen Informatika". tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer.case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian. Ilamsyah. … perintah. clrscr().h> main() { int kode. Contoh-5 #include<stdio. Pernyataan switch .Modul Algoritma Pemrograman I 5.h> #include<conio. Frieyadie. case konstanta-2 : … perintah. … perintah. break. break. break.2. switch(kode) { case 11 : cout<<"Komputerisasi Akuntansi". cout<<"Masukkan Kode Jurusan [11/12/13] : ".

dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 5. switch(kode) { case 'A' : case 'a' : cout<<"Alat Olah Raga". clrscr( ). dan Ani Oktarini 75 .h> #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I case 13 : cout<<"Tehnik Komputer". break. break. case 'C' : case 'c' : cout<<"Alat Masak". case 'B' : case 'b' : cout<<"Alat Elelktronik". Sopiyan. break. break. default: cout<<"Anda Salah Memasukan kode". cin>>kode. Ilamsyah. break. cout<<"Masukkan Kode Barang [A.. default: Frieyadie.h> #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan. } getch( ).C] : ". Pradita. 7 Hasil Contoh 5 Contoh-6 #include<stdio.h> main( ) { char kode.

Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa. break. dan Ani Oktarini 76 . maka menjadi Juara II • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 65. Nilai Pertandingan II. Nilai Pertandingan I. Tugas 1. Sopiyan. II dan III dibagi dengan 3. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. Ketentuan Juara • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 80. maka menjadi Juara I • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 75.3. } getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Anda Salah Memasukan kode". Nilai Pertandingan III diinput. dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. Pradita. 8 Hasil Contoh 6 5. maka menjadi Juara III • Selain itu tidak juara Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nama Siswa : Nilai Pertandingan I Nilai Pertandingan II Nilai Pertandingan III : : : Frieyadie. Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Pertandingan I. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5.

Frieyadie.. : .. Sopiyan.... maka mendapat grade “B” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 56. Nilai Ujian * 50% : .. Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. maka mendapat grade “C” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 46.. dan Ani Oktarini 77 . Ilamsyah. dari hasil perlombaan yang diikutinya. : . Nilai Keaktifan * 20% : . Jadi Siswa yang bernama .. maka mendapat grade “D” • Selain itu mendapat grade “E” Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan... Pradita... adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Memperoleh nilai rata-rata . dengan grade ..Modul Algoritma Pemrograman I Layar Keluaran Siswa yang bernama .... : .. Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masingmasing nilai..... memperoleh nilai akhir sebesar .. Nilai Tugas * 30% : . maka mendapat grade “A” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 70. : . 2.. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Ketentuan Nilai Huruf • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 80..... Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. Nilai Keaktifan. dan menjadi juara ke-.

. memberi gaji pokok kepada karyawan kontraknya sebesar Rp.. 300...5% D1 5% D3 20% S1 30% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3. 300. Honor Lembur Rp ... Ilamsyah.. maka kelebihan jam kerja tersebut dikalikan dengan Rp. 300. Tunjangan Pendidikan Rp . Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG GAJI KARYAWAN Nama Karyawan: ..Modul Algoritma Pemrograman I 3. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp... Sopiyan. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp.000 perbulan. Golongan Jabatan : .. 3500 untuk setiap kelebihan jam kerja karyawan tersebut. PT. Frieyadie. Pradita. dan Ani Oktarini 78 ... DINGIN DAMAI... + Honor Lembur Rp .000 Honor Lembur Jumlah jam kerja normal sebanyak 8 jam. Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam. dengan memperoleh tunjangan-tunjangan sebagai berikut : Tunjangan Jabatan Golongan Persentase 1 5% 2 10% 3 15% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3.. Pendidikan : ..000 • Tunjangan Pendidikan Tingkat Persentase Pendidikan SMA 2. Layar Keluaran Karyawan yang bernama …… Honor yang diterima Tunjangan Jabatan Rp .. Jumlah jam kerja : .

Bentuk umum pernyataan for sebagai berikut : for ( inisialisasi. } Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah : • Inisialisasi. • Pengubah Nilai Pencacah. sebagai berikut: Contoh-1 /* --------------------------.h> main( ) { Frieyadie. syarat pengulangan. pengubah nilai pencacah ) Bila pernyataan didalam for lebih dari satu maka pernyataan-pernyataan tersebut harus diletakan didalam tanda kurung. • Syarat Pengulangan. disini akan dibahasa beberapa perintah perulangan diantaranya. pernyataan / perintah. karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan. merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabelvariabel tertentu. Sopiyan.h> #include<iostream.1. Contoh : Sebagai contoh program untuk mencetak bilangan dari 1 hingga 10 secara menaik.h> #include<conio. Pernyataan for Perulangan yang pertama adalah for. dan Ani Oktarini 79 . Pradita. Ilamsyah.*/ /* Program for . memegang kontrol terhadap pengulangan.bilangan naik */ /* --------------------------. secara menurun dan menampilkan bilangan ganjil.*/ #include<stdio. pengubah nilai pencacah ) { pernyataan / perintah. 6. syarat pengulangan. mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah. for ( inisialisasi.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Proses Perulangan 6 Operasi perulangan selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. pernyataan / perintah.

} Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 6. for(a = 10.Modul Algoritma Pemrograman I int a. for(a = 1. 1 Hasil Contoh 1 Contoh-2 /* ---------------------------.h> main( ) { int a.bilangan turun */ /* ---------------------------. clrscr( ). getch( ).*/ /* Program for .h> # include <conio.h> #include <conio.*/ /* Program for . 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 /* ----------------------------. clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 6. Sopiyan. Ilamsyah. --a) cout<<a. ++a) cout>>a.h> #include<iostream. Pradita. dan Ani Oktarini 80 .h> Frieyadie.bilangan ganjil */ /* ----------------------------. getch( ). a >= 1. a <= 10.*/ # include <stdio.*/ #include <stdio.

1. syarat pengulangan.Modul Algoritma Pemrograman I #include<iostream. 3 Hasil Contoh 3 6. Pernyataan nested . Bentuk umum pernyataan Nested for sebagai berikut : for ( inisialisasi. getch( ). clrscr( ). Contoh-4 /* ------------------------.h> main( ) Frieyadie.1. pengubah nilai pencacah ) { for ( inisialisasi. } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { int a. a+=2) cout<<a.*/ #include<stdio. perulangan yang di dalam terlebih dahulu dihitung hingga selesai.for Pernyataaan Nested for adalah suatu perulangan for didalam perulangan for yang lainnya. kemudian perulangan yang diluar diselesaikan. syarat pengulangan. Sopiyan. Pradita. } } Didalam penggunaan nested-for.*/ /* Program for . pengubah nilai pencacah) { pernyataan / perintah. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 6.h> #include<conio. for(a = 1.Nested for */ /* ------------------------. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 81 . a <= 10.

a). } Output yang akan dihasilkan. bil >=10.*/ #include<stdio. 4 Hasil Contoh 5 6. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. Ilamsyah. b. bil++) printf("%d".1. dan Ani Oktarini 82 .h> main( ) { int bil. Sebagai contoh. Sopiyan. jika penulisan perintah sebagai berikut: Contoh-5 /* ------------------------. hal ini sering terjadi disebabkan adanya kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar dari loop.Modul Algoritma Pemrograman I { int a.h> #include<conio. Pradita. for(a = 1. } getch(). dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 6. Perulangan Tidak Berhingga Perulangan tak berhingga merupakan perulangan ( loop ) yang tak pernah berhenti atau mengulang terus. for (bil = 60. for(b = a. clrscr( ). clrscr( ). a++) { printf("\n").2.*/ /* Program for Tdk Berhingga */ /* ------------------------. b <= 5. a <= 5. } Output yang akan dihasilkan. bil). getch( ). b++) printf(" %d ".

Contoh Penggunaan goto.h> #include<stdio. Sopiyan. maka pernyataan printf("%d". Label merupakan suatu pengenal (identifier) yang diikuti dengan tanda titik dua ( : ). untuk menghentikan proses yang terus menerus semacam ini denan menekan tombol CTRL – PAUSE atau CTRL – BREAK.*/ #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 5.*/ /* Program dengan pernyataan goto */ /* -----------------------------.h> main( ) { int a. Frieyadie. bil). Pernyataan goto Pernyataan goto merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program ke-pernyataan yang diawali dengan suatu label. Jika terjadi hal semacam ini. b. akan terus dijalankan. dan Ani Oktarini 83 . cout>>"Masukkan Bilangan = ".Akan tetapi yang ditulis adalah : bil ++ Oleh karena kondisi bil >= 1 selalu bernilai benar ( karena bil bernilai 6). dapat dilihat pada program berikut: Contoh-6 /* -----------------------------. cin<<a. char lagi. Bentuk pemakaian goto sebagai berikut: goto label. Ilamsyah.2. 6. kesalahan terjadi pada pengubah nilai pencacah. atas: clrscr( ). 4 Hasil Contoh 4 Pada pernyataan ini tidak akan berhenti untuk menampilkan bilangan menurun. Pradita.h> #include<conio. seharusnya penulisan yang benar berupa bil .

Sopiyan. Bentuk umum perulangan while.cpp */ /* ------------------.Modul Algoritma Pemrograman I b = a % 2. Pernyataan while Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip dengan perulangan for. Pernyataan / perintah . if (lagi == 'Y' || lagi == 'y') goto atas. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5.*/ /* Program while01. Bentuk umum perulangan while. yaitu perulangan akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut terpenuhi.h> Frieyadie. sebagai berikut: while ( syarat ) Pernyataan / perintah . Pradita. 5 Hasil Contoh 6 6. } Contoh-7 /* ------------------. printf("Nilai %d %% 2 adalah = %d". lagi = getche() . printf("\n\nIngin Hitung Lagi [Y/T] : ").3. dengan lebih dari perintah / pernyataan. dan Ani Oktarini 84 .*/ #include <stdio. b).a. } Output yang akan dihasilkan. getch( ). Ilamsyah. sebagai berikut: while ( syarat ) { Pernyataan / perintah . Bentuk perulangan while dikendalikan oleh syarat tertentu.

Sopiyan. } getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I #include <conio.h> main( ) { int bil=1. clrscr( ).h> main( ) { int bil=2. bil+=2. } getch( ). while(bil<=10) { printf(" %d ".cpp */ /* ------------------. } Output yang akan dihasilkan. 7 Hasil Contoh 8 Frieyadie.*/ #include <stdio.*/ /* Program while02.h> #include <conio.bil). clrscr( ). Ilamsyah. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 6. while(bil<=10) { printf(" %d ". dan Ani Oktarini 85 .bil). dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6. Pradita. ++bil. } Output yang akan dihasilkan. 6 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* ------------------.

bil+=2.h> main( ) { int bil=2. } while ( syarat ).Modul Algoritma Pemrograman I 6. sebagai berikut : do pernyataan / perintah . Pernyataan / perintah . dengan lebih dari perintah / pernyataan.*/ /* Program do . do { printf(" %d ". dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 6. 8 Hasil Contoh 9 Frieyadie. Bentuk umum perulangan do .while */ /* -----------------. Pradita.while Pernyataan perulangan do . clrscr( ). Sopiyan.4.while. Ilamsyah. Bentuk umum perulangan do . Pernyataan do .while. sebagai berikut: do { Pernyataan / perintah .bil). Contoh-9 /* -----------------.h> #include <conio. } Output yang akan dihasilkan. } while(bil<=10).*/ #include <stdio.while merupakan bentuk perulangan yang melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan dibelakang. while ( syarat ). getch( ). dan Ani Oktarini 86 .

do { if (bil >= 6) break. dan Ani Oktarini 87 .h> main( ) { int a=3. bil. Selain itu pernyataan break berfungsi keluar dari perulangan ( for.*/ #include <stdio. c=1. while dan do-while ). 9 Hasil Contoh 10 Contoh-11 /* ----------------------------. } while(bil++). Contoh-10 /* ------------------------------. Frieyadie. printf(" %d ".*/ /* Program do .5. maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir dari badan perulangan ( loop ). Jika pernyataan break dikerjakan.while dengan break */ /* ------------------------------. } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { int bil = 1. b=2. clrscr( ). Pernyataan break Pernyataan break telah dibahas pada pernyataan pengambilan keputusan switch. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I 6.bil). Pradita.h> #include <conio.*/ #include <stdio.*/ /* Perulangan FOR dengan break. clrscr( ). */ /* ----------------------------. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6.h> #include <conio. Sopiyan. Pernyataan break ini berfungsi untuk keluar dari struktur switch. Ilamsyah.

printf("-------------------------").*/ /* Perulangan FOR dengan coninue */ /* ----------------------------. } getche( ). Contoh-12 /* ----------------------------. for(bil=1. c). Frieyadie.bil). c+=2. printf("\n%d \t| %d \t| %d". ++bil) { if(bil==6) continue. Pradita. Pernyataan continue Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses) berikutnya pada loop yang sama. 10 Hasil Contoh 11 6. for(bil=1. bil<=10.h> main( ) { int bil.h> #include <conio. dengan kata lain mengembalikan proses yang sedang dilaksanakan ke-awal loop lagi. ++bil) { a+=b. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 5. tanpa menjalankan sisa perintah dalam loop tersebut. clrscr( ). Ilamsyah. Sopiyan. b.6.a. if(c==13) break. bil<=10. printf(" %d ". } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I printf("Bil-A | Bil-B | Bil-C\n").*/ #include <stdio. b+=c. dan Ani Oktarini 88 . } getch( ).

Tugas Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut : 1. 4. Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan genap membentuk segitiga siku terbalik dengan hasilnya : 10 + 8 + 6 + 4 + 2 = 30 10 + 8 + 6 + 4 = 28 10 + 8 + 6 = 24 10 + 8 = 18 10 = 10 ---------.7. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan. =1 =3 = 15 = 105 = 945 2.+ 110 Frieyadie. Sopiyan. Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan genap dengan hasilnya : 2 + 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 + 16 + 18 + 20 = 110 Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan ganjil dengan hasilnya : 1 + 3 + 5 + 7 + 9 + 11 + 13 + 15 + 17 + 19 = 100 Bulatlah program untuk menghitung penjumlahan deret bilangan genap membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 2 =2 2+4 =6 2+4+6 = 12 2+4+6+8 = 20 2 + 4 + 6 + 8 + 10 = 30 Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan ganjil membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 1 1*3 1*3*5 1*3*5*7 1*3*5*7*9 5. dari program contoh-12 diatas adalah : Gambar 6. dan Ani Oktarini 89 . Pradita. 3. 11 Hasil Contoh 12 6.

Suatu Array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap. Variabel array dalam Borland C++. Pradita.1. Cara mendeklarasikan variabel array sama seperti deklarasi variabel yang lainnya. Contoh Pendeklarasian Array float Nil_Akhir[6].Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Array 7 Variabel Larik atau lebih dikenal dengan ARRAY adalah Tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. Jumlah Elemen Array Nama Variable Array Tipe data elemen array Suatu array dapat digambarkan sebagai kotak panjang yang berisi kotakkotak kecil didalam kotak panjang tersebut. dan Ani Oktarini 90 . • Array Berdimensi Dua 7. Bentuk Umum pendeklarasian array: Tipe_Data Nama_Variabel[Ukuran] Keterangan : • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. variabel array perlu dideklarasikan terlebih dahulu. Frieyadie. Banyaknya komponen dalam suatu larik ditunjukan oleh suatu indek untuk membedakan variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Array Berdimensi Satu Sebelum digunakan. dapat digolongkan menjadi dua buah dimensi: • Array Berdimensi Satu. hanya saja diikuti oleh suatu indek yang menunjukan jumlah maksimum data yang disediakan. • Ukuran : Untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array. Ilamsyah. Sopiyan.

} Output yang akan dihasilkan. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut : Tipe_data nama_array[jml_elemen] = { nilai array }.h> #include <iostream. Inisialisasi Array Berdimensi Satu Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. cout<<hari[0]<<endl<<hari[1]<<endl<<hari[2]<<endl<<hari[3] <<endl<<hari[4]<<endl.h> main() { char hari[7][10]= {"Minggu". Contoh-1 /* ---------------------------------. selalu dimulai dari Nol ( 0 ) 7. Sopiyan. Hasil Contoh-1 Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Elemen Array elemen elemen elemen elemen elemen elemen 1 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 Subcript/Index ARRAY NIL_AKHIR Subscript atau Index array pada C++. Pradita.*/ #include <conio. Ilamsyah."Sabtu"}.1."Rabu"."Kamis".1."Senin". clrscr()."Selasa"."jum'at".*/ /* Inisialisasi Array Dimensi 1 */ /* ---------------------------------. dan Ani Oktarini 91 . cout<<"Nama-nama hari:"<<endl. getch().1. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 7.

cout<<"Nilai Final : ". cout<<"No.h> main( ) { int i. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya.2. cin>>nilai2[i]. Pradita. cout<<endl. for(i=1.h> #include<iostream. Frieyadie. dan Ani Oktarini 92 .i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(4)<<i. Nama Siswa Nilai Nilai ". cin>>nilai1[i].h> #include<iomanip.i<=2. cout<<"Ujian"<<endl. Nil_Akhir[0]. clrscr( ). for(i=1. } cout<<"------------------------------------------"<<endl. Ilamsyah.i<=2.i++) { cout<<"Data Ke . char nama[5][20].40)+ (nilai2[i] * 0.h> #include<stdio.*/ #include<conio.*/ /* Program Array Satu Dimensi */ /* ---------------------------.60). cout<<"Hasil"<<endl. cout<<"------------------------------------------"<<endl. float hasil[5]. hasil[i] = (nilai1[i] * 0.1. Nil_Akhir[1]. Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk : Nama_Array[Subscript/Index] Contoh Nil_Akhir[3]."<<i<<endl. gets(nama[i]). cout<<"Nama Siswa : ". cout<<"Nilai MidTest : ". Sopiyan. cout<<" MidTest Final ". float nilai2[5]. float nilai1[5]. Contoh-2 /* ---------------------------. Mengakses Array Berdimensi Satu Suatu array.Modul Algoritma Pemrograman I 7. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<nama[i].

cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai2[i]. Hasil Contoh-2 7. berikut dapat anda lihat pada tabel berikut : Data Penjualan Pertahun Tahun Penjualan No 2001 2002 2003 1 150 159 230 2 100 125 150 3 210 125 156 Frieyadie. cout<<setprecision(2)<<" "<<hasil[i]<<endl. Array dimensi dua dapat digunakan seperti pendatan penjualan.2. Bentuk Umum pendeklarasian array : Tipe_Data Nama_Variabel[index-1][index-2] Keterangan: • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. Array Berdimensi Dua Array dimensi dua tersusun dalam bentuk baris dan kolom. • Index-1 : Untuk menyatakan jumlah baris • Index-2 : Untuk menyatakan jumlah kolom Contoh Pendeklarasian Array Sebagai contoh pendeklarasian yang akan kita gunakan adalah pengolahan data penjualan. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah.2. pendataan nilai dan lain sebagainya. } cout<<"------------------------------------------"<<endl. Sopiyan. getch(). dimana indeks pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom. Pradita. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 7. dan Ani Oktarini 93 .Modul Algoritma Pemrograman I cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai1[i].

Pradita.h> #include <iostream."Carli"}}. Mengakses Array Berdimensi Dua Suatu array.h> main() { char nama[2][3][10]={{"Pak".1 diatas maka dapat dituliskan kedalam array dimensi dua berikut: int data_jual[3][3].1.h> Frieyadie."Mas"}. clrscr().2. Sopiyan. cout<<nama[0][2]<<ends<<nama[1][1]<<endl."BU". dan Ani Oktarini 94 . Inisialisasi Array Berdimensi Dua Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Contoh pengaksesan dengan bentuk sebagai berikut: Contoh-4 /* -------------------."Budi". dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 7.*/ /* Array Dimensi 2 */ /* -------------------.23.Modul Algoritma Pemrograman I Jika anda lihat dari tabel 7.3. Hasil Contoh-3 7. Jumlah Kolom Jumlah Baris Nama Array Tipe data elemen array 7. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. {"Andi".2. cout<<nama[0][1]<<ends<<nama[1][2]<<endl. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya.*/ #include<conio. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut: Contoh-3 #include <conio. getch(). cout<<nama[0][0]<<ends<<nama[1][0]<<endl.

Ilamsyah.h> #include<iomanip. clrscr(). dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie.j++) { cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(4). j. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I #include<stdio. dan Ani Oktarini 95 ."<<i<<" "<<j<<endl. getch( ).h> main() { int i. cout<<"NO 2007 2008 2093"<<endl. } } cout<<"Data Penjualan Pertahun"<<endl.i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(5)<<i.h> #include<iostream.j<=3. for(i=1. cout<<" ".i<=3. } cout<<endl. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"-----------------------"<<endl.i<=3. for(i=1.j++) { cout<<"Data Ke . cout<<"Jumlah Penjulan : ".i++) { for(j=1. Pradita. cin>>data_jual[i][j]. } cout<<"-----------------------"<<endl. cout<<"-----------------------"<<endl. for(j=1. int data_jual[4][4]. cout<<data_jual[i][j].j<=3.

Tukar bilangan dengan Index terkecil tersebut dengan bilangan pertama ( I = 1 ) dari data bilangan tersebut 4. code. Sorting dalam C++ a. j. Frieyadie.h> #include<stdio.h> int main() { int i. Hasil Contoh-4 7.*/ /* Selection sort dengan C++ */ /* -------------------------------.*/ #include<conio. Selection Sort Tehnik pengurutan dengan cara pemilihan elemen atau proses kerja dengan memilih elemen data terkecil untuk kemudian dibandingkan & ditukarkan dengan elemen pada data awal.24. int n. iMin. Pengecekan dimulai data ke-1 sampai dengan data ke-n 2. int Tmp. Sopiyan. Urut. Tentukan bilangan dengan Index terkecil dari data bilangan tersebut 3. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 96 .Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 7.4. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. Contoh-5 /* -------------------------------. int Arr[100]. Prinsip kerja dari teknik ini adalah sbb : 1. Pradita.2. dst sampai seluruh elemen shg akan menghasilkan pola data yg telah disort.

Arr[iMin] = Tmp.Modul Algoritma Pemrograman I printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). scanf("%i". j < n. Arr[i]). i + 1. Urut = 1. }} } } Urut = Urut + 1. i + 1). i + 1. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". for(i = 0. Sopiyan. for(i = 0. } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). j < n. i < n . j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. i < n.1. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". for(j = Urut. if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. Arr[i]). &n). for(i = 0. } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. Arr[iMin] = Tmp. i < n. Pradita. for(j = Urut. } Frieyadie. i++) { iMin = i. } } } } Urut = Urut + 1. scanf("%i". if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. }for(i = 0. } for(i = 0. i < n . dan Ani Oktarini 97 . i++) { printf("Masukan data ke %i : ".1. &Arr[i]). j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. } getch(). Ilamsyah. if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. i < n. i++) { iMin = i.

dst) 4. Bandingkan data ke-I tersebut dengan data sebelumnya (I-1). Jika lebih kecil maka data tersebut dapat disisipkan ke data awal sesuai dgn posisisi yg seharusnya Frieyadie. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". int n. } getch().1. dan Ani Oktarini 98 . Insertion Short Prinsip dasar Insertion adalah secara berulang-ulang menyisipkan / memasukan setiap elemen. ke dlm posisinya / tempatnya yg benar. } b.. } } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). for(i = 0. int Tmp. for(i = 0. #include<conio. scanf("%i". Jika lebih kecil maka pindahkan bilangan tersebut dengan bilangan yg ada didepannya ( sebelumnya ) satu persatu (n-1.h> #include<stdio.h> int main() { int i.n-3. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". } for(i = 1. Urut. Sopiyan.. Buble Sort Prinsip Kerja dari Bubble Sort adalah : 1. j < n . &Arr[i]). i++) { for(j = 0. } c. i < n. Pradita. i < n. 1. Ilamsyah. i + 1. i + 1). scanf("%i". Arr[j + 1] = Tmp. iMin. Arr[i]).n-2. Ulangi langkah 2 dan 3 s/d sort optimal. Jika lebih besar maka tidak terjadi pemindahan 5. i < n. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 2. Bandingkan data ke-I ( I = data ke-2 s/d data ke-n ) 4. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 3. j. j++) { if(Arr[j] > Arr[j + 1]) { Tmp = Arr[j]. code.Modul Algoritma Pemrograman I getch(). Bandingkan data ke-n dengan data sebelumnya (n-1) 3. &n).. Prinsip Kerja Insertion Sort adalah 2. Arr[j] = Arr[j + 1]. int Arr[100]. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : ")..

i < n. #include "conio. } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). for(i = 0. } if(Tmp >= Arr[j]) { Arr[j + 1] = Tmp. i < n.Modul Algoritma Pemrograman I 5.1. iMin. i++) { Tmp = Arr[i]. &n). int Tmp. i < n. while(Arr[j] >= Tmp && j > 0) { Arr[j + 1] = Arr[j]. Sopiyan. i + 1. &Arr[i]). } for(i = 1. j = j .h" int main( ) { int i. scanf("%i". Arr[j] = Tmp. dan Ani Oktarini 99 . int Arr[100]. j = i . scanf("%i". i++) { printf("Masukan data ke %i : ". Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. code.h" #include "stdio. } Frieyadie.1. for(i = 0. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". int n. Pradita. j. Arr[i]). Ilamsyah. i + 1). } getch(). Urut. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). } else { Arr[j + 1] = Arr[j].

........... <proses counter> Jenis Potong [D/P/S] : .. Pajak 10% Rp . Jenis Potong dan Banyak Beli diinput. 2500 P Paha Rp.. . 2500 P Paha Rp.... 1500 ---------------------------------Buatlah programnya dengan ketentuan: • Setiap pembeli dikenakan pajak sebesar 10% dari pembayaran.. ... Sebuah perusahaan ayam goreng dengan nama “GEROBAK FRIED CHICKEN” yang telah lumayan banyak pelanggannya... . .. Pradita.. Sopiyan. “GEROBAK FRIED CHICKEN” mempunyai daftar harga ayam sebagai berikut : Kode Jenis Harga ---------------------------------D Dada Rp. <diinput> Jenis Ke ... Rp ... Total Bayar Rp .. Jenis Harga Bayak Jumlah Potong Satuan Beli Harga ------------------------------------------------------------. 2000 S Sayap Rp.... .. 1500 -------------------------Banyak Jenis : .. -----------------------------------------------------------Jumlah Bayar Rp . <diinput> <<Terus berulang tergantung Banyak Jenis>> Layar Keluaran GEROBAK FIRED CHICHEN ------------------------------------------------------------No.Modul Algoritma Pemrograman I 7.. ingin dibantu dibuatkan program untuk membantu kelancaran usahaannya. • Banyak Jenis...... .... 2000 S Sayap Rp. Latihan 1. Frieyadie. dan Ani Oktarini 100 .... <diinput> Banyak Potong : .. • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan GEROBAK FRIED CHICKEN --------------------Kode Jenis Harga -------------------------D Dada Rp.4. Rp .. Ilamsyah..... ..

.. ..... ........... <di input> Jumlah Jam Kerja : ... <di input> Pendidikan (1=SMU/2=D3/3=S1) : . 2.... . dengan memperoleh tujangan-tunjangan sebagai berikut: • Tunjangan Jabatan Golongan 1 2 3 Persen tase 5% 10% 15% • Honor Lembur Jumlah jam kerja normal dalam satu bulan sebanyak 240 Jam Kerja.... Nama Tunjangan Karyawan ----------------Honor Pendapatan Jabatan Pendidikan Lembur Pajak Bersih ------------------------------------------------------------------------------------------....... • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan dan Keluaran Program Hitung Honor Karyawan Kontrak PT.. .. STAY COOL Masukkan Jumlah Karyawan : ........ Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja sebih dari 240 jam.. <di input> Golongan (1/2/3) : ....... .. ..... ..500 untuk setiap kelebihan jam kerja dalam satu bulannya. Pradita. .. STAY COOL. Frieyadie........ memberikan Honor tetap kepada karyawan kontraknya sebesar Rp.....per bulan... <proses counter> Nama Karyawan : .... . . ....000. maka kelebihkan jam kerja tersebut dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp.. Sopiyan... dan Ani Oktarini 101 .... <di input> <<Terus berulang tergantung Jumlah Karyawan>> PT. .. . . 700.. -----------------------------------------------------------------------------------------Total Gaji yang dikeluarkan Rp..... PT..Modul Algoritma Pemrograman I 2.. Ilamsyah.. STAY COOL ------------------------------------------------------------------------------------------No.. <diinput> Karyawan Ke ..

14 contoh: #define HURUF ‘B’ contoh: #define JABATAN “INSTRUCTOR” contoh: #define CETAK (“Borland C++”) contoh: #define LUAS_KUBUS (n*n) Frieyadie. ketika didalam proses penterjemahan (Compile) program berlangsung. Nama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf besar. Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan pada nama_konstanta. # define Digunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta. diantaranya adalah: 8. Ilamsyah. tetapi untuk preprocessor. dan Ani Oktarini 102 . Bentuk umum dari preprocessor directive #define ini adalah: #define nama_konstanta teks Contoh : Teks #define A 6 Nama_Konstanta Dalam pendeklarasian preprocessor directive #define. Sopiyan. Pradita.1. Teks dapat berupa: • Numerik • Karakter • String • Pernyataan • Fungsi Sederhana contoh: #define PI 3. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda : # Ada beberapa preprocessor directive. Preprocessor ini dijalankan secara otomatis oleh kompiler. didalamnya membuat nilai pembuktian pertama dan menterjemahkan code program didalam kode objek.1.1. tetapi bukanlah instruksi dari program itu sendiri. guna untuk membedakannya dengan nama_variabel.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Macro Dan File Header adalah: 8 Didalam penyusunan suatu makro ada beberapa hal yang perlu dipelajari 8. Preprocessor Directives Preprocessor directive merupakan suatu perintah yang termasuk kedalam program.

getche( ). cout<<"Jari-jari = 10 adalah "<<L(10)<<endl. Contoh-1 /* ----------------------------------. dan Ani Oktarini 103 .1 Hasil Contoh-1 Contoh-2 /* ----------------------------------. cout<<"Jari-jari = 5 adalah "<<L(5)<<endl. Sopiyan. Pradita. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 8.h> #include<iostream.h> #include<iostream.*/ #include<stdio.141592 #define L(n) PI*n*n main( ) { clrscr().h> #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I Setelah #define ditentukan didalam program cukup dituliskan nama_konstantanya saja. Ilamsyah.h> #define awal { #define akhir } #define mulai() main() #define cetak cout #define masuk cin #define hapus() clrscr() #define tahan() getch() #define LS_KUBUS (sisi*sisi) mulai( ) awal Frieyadie.h> #define PI 3. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Luas Lingkaran dengan : "<<endl.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* -----------------------------------.*/ #include<stdio. # define akan mengganti semua nama konstanta tadi dengan teksnya sebelum proses kompilasi dimulai.h> #include<conio.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* ----------------------------------.

#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar. Hasil Contoh-2 10. Ilamsyah. ls_kubus = LS_KUBUS. Pradita. diabaikan.Modul Algoritma Pemrograman I int sisi.2. jika tidak maka. # if . ls_kubus. • #include <nama_file_header> “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang ada file headernya.#endif Preprocessor #if .1. hapus( ). 10. kecuali pada directori yang sedang aktif. cetak<<"Program Penggunaan #define"<<endl. #endif Frieyadie. # include Preprocessor #include telah dibahas pada bab sebelumnya. dan Ani Oktarini 104 . Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta penyataan. akhir Output yang akan dihasilkan. Dalam penulisan #include ada dua bentuk penulisan : #include "nama_file_header" atau #include <nama_file_header> Pada bentuk penulisan #include mempunyai arti yang berbeda. yaitu: • #include "nama_file_header" “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directori dimana file header tersebut berada “.2.1.3. tahan( ). cetak<<"Luas Kubus adalah : "<<ls_kubus. yaitu berfungsi untuk memasukkan atau menyertakan file-file header kedalam program yang akan dibuat. cetak<<"Masukkan Nilai Sisi Kubus = ". masuk>>sisi. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 8. Sopiyan. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define.

#endif } 105 Frieyadie. #else Penyataan-2.#endif ***********************/ #include <conio. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta Penyataan-1. #else printf("Lebih Kecil dari Nol"). #endif getch( ). jika #if bernilai salah maka. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define. # if . Pradita. Hasil Contoh-3 10.h> #include <stdio.1.#else .#endif Preprocessor #if . dan Ani Oktarini .#endif ******************************/ #define N -4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol").#else . } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 8.h> #define N 4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol"). Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-3 /*********************** Penggunaan #if . #endif Contoh-4 /****************************** Penggunaan #if .4. Ilamsyah. pernyataan #else dikompilasi.3.#else -#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar.

# elif Preprocessor #elif digunakan untuk mengkompilasi dari pernyataan bertingkat. merupakan kombinasi dari #if dan #else.1.5. #endif Contoh-5 /***************** Penggunaan #elif ******************/ #define N 12 main( ) { #if N > 10 printf("Lebih Besar dari Sepuluh"). #endif } Hasil dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 8. Perintah dijalankan sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. Pradita.4. Ilamsyah. Hasil hanya dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan yang benar. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta-1 Penyataan-1. # elif ekspresi-konstanta-n Penyataan-n. dan Ani Oktarini 106 . Hasil Contoh-5 Frieyadie. #else N < 10 printf("Lebih Kecil dari Sepuluh").5. Hasil Contoh-4 10. Dalam hal ini #elif sama halnya seperti #elseif.Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 8. Bentuk #elif diikuti oleh ekspresi-konstanta. #elif N == 10 printf("Sama Dengan Sepuluh "). #elif ekspresi-konstanta-2 Penyataan-2. Sopiyan.

Pradita. Benuk umum penulisan sebagai berikut: #ifdef nama-konstanta pernyataan. Ilamsyah. pernyataan akan dijalankan. # ifdef . Sopiyan. hal ini dapat dilakukan jika sudah konstanta didefiniskan pada bagian #define. #endif Penjelasan: Jika nama-konstanta terdefinisi maka. Frieyadie. Hasil Contoh-6 10. } Hasil dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 8.1.# ifndef Preprocessor #ifdef dan #ifendef memberikan bagian dari program yang akan dikompile.7.6.6. cout<<LEBAR_MAKS. pernyataan akan diabaikan. dan Ani Oktarini 107 .h> #define LEBAR_MAKS 100 #if LEBAR_MAKS>200 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 200 #elsif LEBAR_MAKS <50 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #else #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #endif main( ) { char str[LEBAR_MAKS].1. jika nama-konstanta tidak terdefinisi maka. Contoh-6 /**************** Penggunaan #undef *****************/ #include<iostream. #undef Preprocessor #undef digunakan untuk menghilangkan nilai yang telah didefiniskan dari daftar definisi. hal ini merupakan parameter yang khusus yang harus terdefinisi.Modul Algoritma Pemrograman I 10.

Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran . #endif #endif getche(). Ilamsyah.h .h> #define ANAK1 "ILHAM" #define ANAK2 "HADIANSYAH" main( ) { #ifdef ANAK1 cout<<"Pagi ini "<<ANAK1<<" pergi Kesekolah". /* types. kita dapat juga membuat file header sediri. #else #ifndef ANAK2 cout<<"Hari ini "<<ANAK1<<" "<<ANAK2.h .1988 All Rights Reserved.7. Copyright (c) Borland International 1987. Pembuatan File Header File Header adalah suatu file dengan akhiran .h Types for dealing with time. #endif Frieyadie. */ #ifndef TIME_T #define TIME_T typedef long time_t. Berikut contoh file header standar yang disediakan oleh Borland C++. dengan cara yang sama seperti membuat file editor. File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta. #else cout<<"Pagi ini "<<ANAK2<<"pergi Kesekolah". Hasil Contoh-7 10. Selain file-file header standar yang disediakan oleh C++.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-7 //--> Penggunaan #ifdef dan #ifndef #include<iostream. Sopiyan. } Hasil dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 8. dan Ani Oktarini 108 . Pradita. cout<<" pergi Kesekolah".2.

cout<<"Hasil dari "<<a<<" + "<<b<<" = "<<c. */ #define awal { #define akhir } #define mulai( ) main( ) #define cetak cout #define tampil cprintf #define masuk scanf #define hapus( ) clrscr( ) #define jika if #define warna textcolor #define tahan getche( ) Setelah disimpan pada direktori C:\BC5\INCLUDE\. Contoh-8 /* atur. cin>>a. hapus( ). akhir Frieyadie. Buatlah program file heder dibawah ini. Sopiyan. .h contoh pembuatan file header untuk pengaturan. Buatlah program dibawah ini. c. tahan. dan Ani Oktarini 109 . Pradita..cpp Contoh-9 /* ---------------------------------.h> #include"atur. Copyright (c) Frieyadie 2001 All Rights Reserved. warna(4).h..h. cout<<"Masukkan Nilai A = ". Ilamsyah. tampil("\nPROGRAM PENJUMLAHAN\n").h" mulai( ) awal int a. selanjutnya Compile file atur. kemudian simpan dengan nama : atur.Modul Algoritma Pemrograman I Sebagai latihan berikut ini akan dibuatkan suatu file header sendiri yang akan digunakan pada file editor. cout<<endl.h> #include<iostream. cout<<"Masukkan Nilai B = ". c=a+b.*/ #include<stdio.h> #include<conio.*/ /* program dengan file header sendiri */ /* ---------------------------------. cin>>b. pada folder kerja anda folder include. kemudian gunakan file header yang sudah anda buat dan simpan dengan nama : sendiri. b.

Buatlah program menghitung luas dan keliling lingkaran.9. Buatlah program menghitung pangkat dua serta pangkat tiga dari sebuah bilangan bulat dengan makro. Buatlah program menghitung nilai akhir perkuliahan pada suatu matakuliah.A. Sebagai input adalah bilangan itu sendiri. Tampilan yang diinginkan: Program Hitung Nilai Akhir Mata Kuliah Masukkan Nilai Absensi : ……<di-input> Masukkan Nilai Tugas : ……<di-input> Masukkan Nilai U.S = <data-inputan> * 30% = <hasil-proses> Nilai Murni U. Proses berada didalam file header. Latihan 1.T.Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 8. sedangkan sebagai output adalah pangkat dua serta pangkat tiga dari bilangan bulat tersebut.3.. <di-input> Luas Lingkaran : .A. Ilamsyah.S : ……<di-input> Masukkan Nilai U. Hasil Contoh-9 10. dan Ani Oktarini 110 .A..T..S * 40 % Untuk proses penilaian dilakukan didalam file header dan simpan nama file header tersebut hitnilai. < hasil proses > 3.S : ……<di-input> Nilai Murni Absensi = <data-inputan> * 10% = <hasil-proses> Nilai Murni Tugas = <data-inputan> * 20% = <hasil-proses> Nilai Murni U. < hasil proses > Keliling Lingkaran : . 2.. dengan ketentuan sebagai berikut: • Nilai Absensi * 10 % • Nilai Tugas * 20 % • Nilai U.S * 30 % • Nilai U.S = <data-inputan> * 40% = <hasil-proses> Nilai Akhir yang diperoleh sebesar : …..T.. nama file header yang diinginkan : lingkaran. Sopiyan..h. Pradita. <hasil-proses> Frieyadie.h Tampilan Yang Diinginkan: Masukkan Nilai Jari-jari : .

dan Ani Oktarini 111 .1.1. Operator reference ( * ) 9. hal ini dapat dilakukan dengan Frieyadie. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan suatu identifier “&” (ampersand sign) didepan nama variabel. Operator Dereference ( & ) Didalam mendeklarasikan suatu variabel harus pada lokasi yang pasti didalam penggantian memori. AMIR = ILHAM. tetapi sesekali sistem operasi akan memberikan banyak alamat yang kita tidak mengetahui dimana variabel ditempatkan.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Pointer 9 Merupakan sebuah variabel yang berisi alamat dari variabel lain. Operator Reference ( * ) Dengan menggunakan operator anda dapat mengakses secara langsung nilai yamg terdapat didalam variabel yang berpointer.1. Diagram Pengunaan Opeator Dereference 9. operator ini biasa disebut dengan “address of” atau operator alamat.2. suatu variabel akan menghasilkan alamat lokasi memori. // AMIR sama dengan ILHAM (75) RAKA = &ILHAM.1. Operator dereference ( & ) 2. Ilamsyah. Operator Pointer Terdapat dua macam operator pointer yang disediakan oleh Borland C++: 1. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) Gambar 9. Dengan menggunakan operator dereference ( & ) ini.Pada umumnya kita tidak dapat menentukan dimana variabel akan ditempatkan Terkadang secara otomatis dilakukan oleh kompiler dan sistem operasi yang sedang aktif. 9.1. Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 0x0012ff88 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. Suatu pointer dimaksudkan untuk menunjukan ke suatu alamat memori sehingga alamat dari suatu variabel dapat diketahui dengan mudah. Sopiyan. Pradita.

agar dapat menterjemahkan nilai sebenarnya dari suatu variabel.h> #include<conio. Untuk mendeklarasikan pointer secara konstanta dengan memberikan kata const didepan nama konstanta. // RAFLI sama dengan value pointed by RAKA(75) Gambar 9. dan Ani Oktarini 112 .Modul Algoritma Pemrograman I menambahkan identifier asterisk ( * ). Ilamsyah.2 Diagram Pengunaan Opeator Reference 9. Frieyadie. Deklarasi Pointer Pada Konstanta Suatu pointer dapat dideklarasikan secara konstanta atau secara tetap tidak dapat diubah.2. Dengan menggunakan operator reference ( * ) ini. Pradita. menghasilkan nilai yang berada pada suatu alamat memori Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 65524 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) RAFLI = *RAKA. Contoh-1 //----------------------------------// //Pendeklarasian Pointer Konstanta // //----------------------------------// #include<stdio.h> #include<iostream. RAKA = &ILHAM. Bentuk penulisan: tipe_data * const nama_konstanta. Operator ini biasa disebut dengan “value pointed by”. Sopiyan.h> void main( ) { char *const nama = "Borland C++".

memeriksa satu persatu data yang memiliki pointer pada saat variabel tersebut pertama kali dideklarasikan. dan Ani Oktarini 113 .h> #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ). Frieyadie. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 9. amir. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. Karena variabel nama.3 Error Message Contoh-1 9. Pradita. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. nama = "Visual C++". raka = &ilham. penyebabnya pada pernyataan nama = "Borland C++".h> main( ) { int ilham.3. getch( ).. yaitu tidak dapat diubah-ubah. *raka. Sopiyan. terdapat kesalahan dan tidak dapat dijalankan. Bentuk penulisan: tipe_data *nama_variabel.h> #include<iostream. clrscr( ). ilham = 75. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. Ilamsyah. Deklarasi Pointer Pada Variabel Karena keakhlian dari pointer untuk menunjuk secara langsung kesuatu nilai. merupakan pointer konstanta. Pesan Kesalahan Yang Tampil adalah: Cannot modify a const object Error Message yang akan dihasilkan. amir = ilham. } Pada program diatas. Contoh-2 //-------------------------------// //Penggunaan Pointer Dereference // //-------------------------------// #include<stdio.

h> #include<iostream. Sopiyan. dan Ani Oktarini 114 . getch( ). cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl. cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nilai AMIR = "<<amir<<endl. getch().h> main( ) { int ilham. Pradita. ilham = 75.5 Hasil Contoh-3 Frieyadie. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. rafli. clrscr( ). *raka.h> #include<conio. rafli = *raka. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl.4 Hasil Contoh-2 Contoh-3 //-----------------------------// //Penggunaan Pointer Reference // //-----------------------------// #include<stdio. cout<<"Nilai RAFLI = "<<rafli<<endl. raka = &ilham. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 9. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 9.

hanya menambahkan pointer reference ( * ) pada variabel yang akan ditunjuk. int *raka. Pointer Pada Pointer Tidak terbatas menunjuk alamat dari suatu variabel. pointer dapat pula menunjuk ke pointer lainnya. amir = &raka. Ilamsyah. //-> Penugasan Ke Alamat Memori raka = &ilham. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. //pointer ke variabel int **amir. cout<<*raka<<endl. dan Ani Oktarini 115 . cout<<"Nilai AMIR Hasil Mengakses ILHAM = ". cout<<**amir<<endl.4. Sebagai contoh : char ilham. getch( ). //pointer pada pointer ilham = '75'.h> main() { int ilham. dari program contoh-5 diatas adalah: Frieyadie. amir = &raka. Sopiyan. Didalam pendeklarasianya. cout<<"Nilai RAKA Hasil Mengakses ILHAM = ".7 Diagram Pengunaan Pointer Pada Pointer Contoh-5 // -----------------------------// //Penggunaan Pointer to Pointer // //------------------------------// #include<stdio.h> #include<iostream. //pointer ke variabel char **amir. Pradita. ilham = 75.h> #include<conio. raka = &ilham. char *raka. } Output yang akan dihasilkan. Gambar 9.Modul Algoritma Pemrograman I 8. //pointer pada pointer clrscr( ).

Pointer pada Array Konsep Array diantaranya adalah banyak loncatan dari pointer satu ke pointer yang lain.i++) { cout<<"Elemen "<<i<<".i++) { cout<<"Masukan Nilai Pertama = ". } getche( ). cin>>nilai[i]. int *ptrnilai.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9. yaitu pengenal array sama dengan alamat pada elemen pertama.8 Hasil Contoh-5 8. ptrnilai = nilai.h> #include<conio. cout<<endl<<endl. Nilai "<<nilai[i]. cout<<"Pointer". cout<<". cout<<&ptrnilai[i]. dan Ani Oktarini 116 . for(i=1.5. Menempati Alamat Memori = ".i<=5. karena secara internal array juga menyatakan alamat. Pradita. Sebagai contoh sederhana dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-6 //------------------------------// //Penggunaan Pointer to Array // //------------------------------// #include<stdio. Ilamsyah. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<iostream. dari program contoh-6 diatas adalah: Frieyadie. cout<<"Hasil Pengaksesan Elemen Array Lewat".h> main( ) { int i. } cout<<endl.i<=5. pada array. cout<<endl. int nilai[5]. for(i=1.

*/ #include <iostream.h> main( ) { char band_metal[ ] = "SEPULTURA". band_punk+=3. //menambah nilai penunjuk / pointer cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl.6.9 Hasil Contoh-6 9. dan Ani Oktarini 117 . cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl. Pointer pada String Pointer pada string dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-7 /* ------------------.*/ /* Pointer pada String */ /* ------------------. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9. cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk. Ilamsyah.h> #include <conio. char *band_punk = "RANCID". cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk. getche( ). Pradita. } Frieyadie.

Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan.10 Hasil Contoh-7 Pada program diatas. dan Ani Oktarini 118 . sehingga tercetak kata CID. yang di tunjukkan oleh penambahan nilai pointer pada band_punk+=3. R A N C I D \0 1 2 3 4 5 6 Frieyadie. Pradita. Ilamsyah. secara default. terdapat perubahan nilai pointer band_punk . pembacaan dilakukan mulai dari pointer pertama.4. Sopiyan. karena sudah terjadi penambahan dengan 3. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 9. maka pembacaan berpindah ke alamat ke.

karena fungsi ini program akan dimulai. Contoh pembuatan fungsi sederhana Contoh-1 /* pembuatan fungsi garis() */ #include<conio.Argumen.h> #include<stdio.h> #include<iostream. Pradita. Sopiyan. . Argumen boleh diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong. cout() yang mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data kelayar dan masih banyak lainnya. sebagai contoh yang lainnya fungsi printf(). yang bersifat mutlak. … pernyataan / perintah. … pernyataan / perintah. dan Ani Oktarini 119 . .Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama.h> garis( ) { printf("\n----------------------\n"). } Keterangan: . Ilamsyah.Nama fungsi. boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan. Pada pemanggilan sebuah fungsi. Struktur Fungsi Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut: nama_fungsi(argumen) { … pernyataan / perintah. Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main().Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Fungsi 10 Fungsi (Function) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. 10. tidak menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti sendiri. cukup dengan menuliskan nama fungsinya.Program menjadi lebih terstruktur.1.Pernyataan / perintah. . Kegunaan dari fungsi ini adalah untuk: . } Frieyadie. sehingga mudah dipahami dan dapat lebih dikembangkan. diletakan diantara tanda kurung “( )” yang terletak dibelakang nama fungsi. diletakan diantara tanda kurung ‘{ }’.

//memanggil fungsi garis getche( ).Pondok Labu"<<endl. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 120 .2. Terdapat dua macam para parameter fungsi. yaitu : • Parameter formal adalah variabel yang terdapat pada daftar parameter yang berada didalam definisi fungsi. //memanggil fungsi garis cout<<"AMIK BSI .Modul Algoritma Pemrograman I /* program utama */ main( ) { clrscr( ). • Jika jumlah parameter yang digunakan dalam definisi fungsi dan pada saat pemanggilan fungsi berbeda atau tidak sama. Prototipe dan Parameter Fungsi Prototipe merupakan uraian dari blok fungsi yang dapat digunakan untuk mendeklarasikan ke kompiler mengenai: • Tipe data keluaran dari fungsi.1. ).. Sedangkan yang dimaksud dengan parameter pada fungsi adalah suatu pendefinisian nilai-nilai dari objek-objek yang dideklarasikan pada bagian argumen di fungsi. Hasil Contoh-1 10. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 10. maka akan menunjukkan kesalahan. garis( ). Pradita. Nilai-nilai pada objek-objek tersebut didapat dari variabel-variabel yang barada pada program utama. Frieyadie. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. garis( ). Prototipe fungsi dituliskan di atas blok program utama dan diakhiri dengan tanda qualifier titik koma ( . sedangkan blok program fungsi yang mengandung perintah-perintah atau pernyataan-pernyataan dari program berada di bawah blok program utama yang memiliki keuntungan sebagai berikut: • Kompiler akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter fungsi. • Parameter Aktual adalah variabel yang digunakan pada pemanggilan suatu fungsi. • Jumlah parameter yang digunakan • Tipe data dari masing-masing parameter yang digunakan.

h> //untuk strcpy char coment (char ket[30]. dan Ani Oktarini 121 .i).. { cout<<"Masukkan nilai = ".Modul Algoritma Pemrograman I Bentuk penulisan Parameter Formal dan Parameter Aktual. Sopiyan. //paramater formal cout<<c. int y) { …. int i. coment(c. } //blok program fungsi dengan parameter aktual char coment (char ket[30]. } Frieyadie.cin>>lagi. else strcpy(ket.h> #include <iostream. total(a.. Pradita.int n) { int a. Ilamsyah. //prototipe fungsi main( ) { char lagi."---Bilangan Genap---").cin>>i.c[30].. atas: clrscr( ). } Contoh penggunaan prototipe fungsi dan parameter fungsi sebagai berikut: Contoh-2 //Penggunaan Prototipe pada Fungsi #include <conio. } if (lagi=='Y' || lagi=='y') goto atas. cout<<"\n\nIngin input lagi [Y/T]: ".h> #include <string. main() { ….."---Bilangan Ganjil---"). if (a==1) strcpy(ket. b). } parameter aktual parameter formal float total( int x. ….int n). else getch( ). a=n%2.

tambah(a. Hasil Contoh-2 Di dalam bahasa C++ ada dua cara untuk melewatkan nilai-nilai parameter ke dalam fungsi dari nilai-nilai variabel. dan Ani Oktarini 122 .h> #include<iostream. clrscr( ). dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 10. main( ) { int a. cout<<"\nNilai Setelah Fungsi Digunakan". walaupun nilai dari parameter formal berubah.2. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. cout<<"\n\nNilai di dalam Fungsi Tambah()".h> #include<stdio.*/ #include<conio. a = 5. } tambah(int m.*/ /* Penggunaan Call By Value */ /* Program Tambah Nilai */ /* -----------------------. Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak dapat berubah.b). b. n+=7. yaitu: 10. cout<<"Nilai Sebelum Fungsi Digunakan ".2. int n) { m+=5. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. Sopiyan. Frieyadie. Pradita. Berikut contoh pemanggilan dengan nilai dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-3 /* -----------------------. getch( ) .Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan.1. b = 9.h> tambah(int m. Ilamsyah. int n). Pemanggilan dengan nilai ( Call by Value ) Pada pemanggilan dengan nilai yaitu nilai dari parameter aktual akan dimasukkan ke parameter formal.

cout<<endl.h> #include<stdio. } Output yang akan dihasilkan. Pradita. Hasil Contoh-3 10. clrscr( ).2. Contoh-4 /* ---------------------------. Ilamsyah.2.3. cout<<endl. Frieyadie.*/ /* Penggunaan Call By Reference */ /* Program Tambah Nilai */ /* ---------------------------. b = 6.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"\nm = "<<m<<" n = "<<n.h> #include<iostream. Pemanggilan dengan Referensi (Call by Reference) Pemanggilan dengan referensi merupakan pemanggilan nilai suatu parameter di dalam fungsi ke parameter actual yang disimpan pada alamat memori dengan menggunakan pointer. main( ) { int a. cout<<"Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi". Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu parameter aktual dengan melaksanakan pengubahan nilai dari suatu parameter yang dilakukan di dalam fungsi. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. b. dan Ani Oktarini 123 . int *d). Sopiyan. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 10.*/ #include<conio. a = 4. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. cout<<"\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi".h> tambah(int *c.&b). tambah(&a.

} Output yang akan dihasilkan. } float kel (int r)//fungsi kel lingkaran { return(3. } Frieyadie. Syarat utama dalam pembuatan fungsi return adalah nama fungsi yang dapat mengembalikan nilai. Contoh pemakaian pernyataan return() dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-5 /* Pernyataan Return pd Fungsi */ #include <conio.3. Pradita. dikarenakan nilai hasil dari parameter formal akan disimpan pada nama fungsi.h> #include <stdio. Sopiyan. cout<<"\nc = "<<*c<<" d = "<<*d.4. dan Ani Oktarini 124 .h> float luas (int r)//fungsi luas lingkaran { return(3.14*r*r). Hasil Contoh-4 10.h> #include <iostream. Pernyataan return() diikuti oleh argumen yang berupa nilai yang akan dikirimkan. int *d) { *c+=7. cout<<endl. Pernyataan return(). } tambah(int *c. Digunakan untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada fungsi yang lain yang memanggilnya.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ). Ilamsyah. *d+=5. dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 10. cout<<"\nNilai di Akhir Fungsi Tambah()".14*2*r).

getch( ).1. Pradita. Sopiyan. Ilamsyah. Hasil Contoh-5 10.h> #include<iostream.cin>>j. Variabel lokal biasa disebut dengan Variabel Otomatis. • Variabel Statis. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 10. Terdapat beberapa jenis variabel yaitu: • Variabel Lokal. clrscr( ). Variabel Lokal Variabel Lokal adalah variabel yang dideklarasikan didalam fungsi dan hanya dikenal oleh fungsi yang bersangkutan. cout<<"Keliling lingkaran = "<<kel(j). • Variabel Eksternal atau Global. cout<<"Luas lingkaran = "<<luas(j)<<endl. Contoh-6 /* -------------. dan Ani Oktarini 125 .4.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int j. } Output yang akan dihasilkan.h> lokal( ).h> #include<stdio.4. 10. main( ) { Frieyadie.*/ /* Variabel Lokal */ /* -------------.*/ #include<conio. Jenis Variabel Jenis Variabel pada C++ ini sangat berguna didalam penulisan suatu fungsi agar penggunaan didalam penggunaan suatu variabel tidak salah.5. cout<<"Masukkan Jari-jari = ".

Frieyadie. dan Ani Oktarini 126 .*/ /* Variabel Eksternal atau Global */ /* -----------------------------. Hasil Contoh-6 10. lokal( ). dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 10. Ilamsyah. cout<<"\nNilai a didalam fungsi lokal( ) = "<<a. clrscr( ).2.h> #include<iostream. getch( ). Contoh-7 /* -----------------------------. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. yang selama ini pendeklarasian variabel selalu didalam fungsi main().h> #include<stdio.*/ #include<conio. } lokal( ) { int a = 10.Modul Algoritma Pemrograman I int a = 15.6. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Pemanggilan Variabel Lokal"<<endl.4. //--> deklarasi variabel eksternal void lokal( ). diluar dari fungsi main(). Untuk pendeklarasian variabel ekternal ini. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. Pradita. Variabel Eksternal Variabel Eksternal adalah variabel yang dideklarasikan diluar fungsi yang bersifat global yang artinya dapat digunakan bersama-sama tanpa harus dideklarasikan berulang-ulang.h> int a = 6.

*/ #include<conio. dan Ani Oktarini . Variabel Statis Variabel Statis dapat berupa variabel local atau variabel eksternal Sifat variabel statis ini mempunyai sifat antar lain.h> 127 Frieyadie. } void lokal( ) { a+=10. • Jika variabel statis bersifat eksternal. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 10.*/ /* Penggunaan Variabel Statis */ /* -------------------------. Sopiyan. lokal ( ).Modul Algoritma Pemrograman I void main( ) { clrscr( ).3. • Jika variabel statis bersifat local. Contoh-8 /* -------------------------. cout<<"Penggunaan Variabel Eksternal"<<endl.h> #include<stdio.h> #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan. cout<<a. Ilamsyah. maka variabel hanya dikenal oleh fungsi tempat variabel dideklarasikan. Hasil Contoh-7 10. Pradita. maka variabel dapat dipergunakan oleh semua fungsi yang terletak pada file yang sama ditempat variabel statis dideklarasikan. Suatu variabel statis diperoleh dengan menambahkan kata-kunci static didepan penentu tipe data variabel. getch( ).4. • Jika tidak ada inisialisasi oleh pemrograman secara otomatis akan diberikan nilai awal nol. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. //--> pemanggilan fungsi local cout<<"\nNilai Setelah penggilan fungsi local() = ".7.

karena nilai k yang terbaru adalah 4.8. walah( ). Ilamsyah. // --> deklarasi variabel statis k += 4. Pradita. } walah( ) { static int k. didapat dari k=4+4. maka secara otomatis variabel k = 0. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 10. cout<<"\nNilai K didalam fungsi() = "<<k. getch( ). didapat dari k=0+4. } Hal ini terlihat bahwa : • Pada pada prototipe fungsi walah( ) tidak tedapat nilai awal. terutama programprogram yang menggunakan pernyataan perulangan proses seperti for. clrscr( ). Hasil Contoh-8 10.Modul Algoritma Pemrograman I walah( ). while dan do – while. tercetak nilai variabel k = 4. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) kedua. Fungsi inline Fungsi inline ( inline function ) digunakan untuk mengurangi lambatnya eksekusi program dan mempercepat eksekusi program terutama pada program yang sering menggunakan atau memanggil fungsi yang berlebih. adalah 5. cout<<"\nNilai K didalam fungsi main() = "<<k. • Pada pencetakan k didalam fungsi main( ). Output yang akan dihasilkan. didalam fungsi main( ) bersifat lokal. tercetak nilai variabel k = 8. Sopiyan. karena variabel k. //--> prototipe fungsi walah main( ) { int k = 5.5. walah( ). • Pada pemanggilan fungsi walah( ) pertama. Frieyadie. Inline function dideklarasikan dengan menambahkan kata kunci inline didepan tipe data. dan Ani Oktarini 128 .

cout << "C++ Programming. Pradita.9. dan Ani Oktarini 129 .h> #include<stdio. Hasil Contoh-9 Contoh-10 /* -------------------------.*/ #include<conio.*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------. k < 20.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-9 /* -------------------------.h> #include<stdio.*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------. int j) { return(i * j). Sopiyan. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 10.h> inline static void cplusplus( ) { cout << "Pemrogramman C++\n".h> #include<iostream. k*2)<<" ".h> inline int kali(int i. } Output yang akan dihasilkan. ".h> #include<iostream. clrscr( ).*/ #include<conio. k++) cout<<kali(k. } main( ) { int k. getch( ). } int main( ) { { cout << "Kami Sedang Belajar. Ilamsyah. ". for(k = 1. Frieyadie.

} Output yang akan dihasilkan.*/ #include<conio. dan Ani Oktarini . Salah satu kelebihan dari C++ adalah Overloading. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 10. cout << "Sedang Kami Pelajari. Contoh-11 s/* ------------------------------. } getche( ).10. cout << "Berarti Sudah Anda Kuasai".*/ /* Penggunaan function overloading */ /* ------------------------------.h> 130 Frieyadie. Pradita.\n\n".\n\n".6.h> #include<iostream. cplusplus( ).Modul Algoritma Pemrograman I cplusplus( ). } { cout << "Mari Belajar. Function Overloading Function Overloading adalah mendefinisikan beberapa fungsi. ". Dapat diartikan bahwa fungsi yang overload berarti menyediakan versi lain dari fungsi tersebut. Ilamsyah. s Sebagai contoh membentuk fungsi yang sama dengna tipe yang berbeda-beda dan dibuatkan pula nama fungsi yang berbeda-beda pula. ".h> #include<stdio. sehingga memiliki nama yang sama tetapi dengan parameter yang berbeda. Hasil Contoh-10 10. cout << "Mudah Untuk Dipelajari. } { cout << "Jika Sudah Mengerti. Sopiyan. cplusplus( ).

dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 10. dan Ani Oktarini 131 . cout<<hitung(3)<<endl. float hitung(float d). cout<<hitung(4)<<endl. } long hitung(long c) { return(c*c). cout<< "Hasilnya Fungsi overload -2 : ". getch( ). Hasil Contoh-11 Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I int hitung(int b). long hitung(long c). cout<<hitung(2)<<endl. Sopiyan. } double hitung(double d) { return(d*d). void main( ) { clrscr( ). cout<< "Hasilnya Fungsi overload -1 : ". } int hitung(int b) { return(b*b).11. } Output yang akan dihasilkan. cout<< "Hasilnya Fungsi overload -3 : ". Ilamsyah. Pradita.

Besar pembelian barang Rp. Ilamsyah. . dengan variabel untuk masing-masing fungsi berbeda-beda. c = (68) * 5 / 9. dengan ketentuan sebagai berikut : . 5.000. maka mendapat diskon sebesar 35%.Jika belanja dimulai dari Rp. Fungsi yang harus dibuat potong() untuk menghitung besar potongan yang akan diberikan.000.000. Buatlah 3 (tiga) buah fungsi untuk dioverloading.32) * 5 / 9. 1. 1.32. sampai dengan Rp. . maka mendapat diskon sebesar 20%. Sopiyan. <di input > Besar diskon yang diberikan Rp. 5. ………< hasil proses > 2.7778 Pemanggilan dengan tipe data float Proses dengan tipe data float 100 sama dengan 37. Pradita. ………< hasil proses > Besar harga yang harus dibayarkan Rp.7778 Pemanggilan dengan tipe data integer Proses dengan tipe data integer 100 sama dengan 37 Frieyadie.000 .7. ………. Buatlah program untuk menghitung konversi dari derajat fahrenheit ke celcius Petunjuk : Gunakan Function Overloading. Dengan tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Program Hitung Potongan. Latihan 1.0) * 5 / 9.7778 Hasil keluaran yang diinginkan : Pemanggilan dengan tipe data double Proses dengan tipe data double 100 sama dengan 37. Buatlah program untuk menghitung besarnya diskon yang diberikan atas besanya sejumlah pembelian.Jika belanja diatas Rp. Contoh : Jika nilai Fahrenheit = 100 c = (100 .Jika belanja dibawah Rp. • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah double • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah float • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah integer Rumus konversi yang digunakan adalah c = (f .000.000.000 . dan Ani Oktarini 132 . c = 37.Modul Algoritma Pemrograman I 10. maka tidak mendapat diskon.000.

.Kecil-Kecilan"... dan Ani Oktarini 133 ......... <hasil proses> Jumlah Bayar Penyewaan Sebesar Rp... Ilamsyah. Pradita. < hasil proses > Penyewa dengan Nama .... <diinput> Kode Buku [C/K/N] : .. <hasil proses> Jenis Buku : . Sopiyan. <diinput> Tampilan Keluaran yang diinginkan: Tarif Sewa Rp.. Buatlah program untuk menghitung jumlah pembayaran pada perpustakaan "Kecil-Kecilan". <diinput> Banyak Pinjam : ... ---------------------------Nama Penyewa Buku : . ... .. Mempunyai ketentuan sebagai berikut: Kode Jenis Buku C K N Jenis Buku CerPen ( Kumpulan Cerita Pendek ) Komik Novel Tarif Buku 500 700 1000 Petunjuk Proses : • Buatlah Fungsi Tarif untuk menentukan terif penyewaan • Gunakan Pernyataan If – Else Tampilan Masukan yang diinginkan: Perpustakaan ".Modul Algoritma Pemrograman I 3. <hasil proses> Frieyadie...

..Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Structure 11 Struktur digunakan untuk mengelompokan sejumlah data yang mempunyai tipe data yang berbeda. .1. Contoh Deklarasi struct mahasiswa { char nim[5]. Dan penggunaannya harus menggunakan objek/nama variabel yang menggunakan dari nama structure itu sendiri • Penulisan nama Structure dengan mengikuti bentuk umum kedua. karena secara otomatis menjadi sebuah tipe data. Atau struct { elemen_struktur.. Pradita.. float nilai. struct { atau char nim[5].... Deklarasi Structure Structure dapat deklarasikan seperti berikut: struct nama_tipe_struktur { elemen_struktur. .. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 134 . maka penggunaan nama structure-nya bisa langsung di aplikasikan.. }.. Variabel-variabel yang membentuk sebuah struktur dinamakan elemen struktur.. float nilai.. }... Sopiyan. Frieyadie.. char nama[15]. Struktur sama seperti Record di dalam Bahasa Pemrograman Pascal 11. } nama_tipe_struktur. }mahasiswa. Hal yang perlu di perhatikan : • Penulisan nama Structure jika mengikuti bentuk umum pertama. penggunaan nama structure-nya tidak bisa langsung di gunakan. . . char nama[15]..

Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1a /* ---------------------------. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Nilai Akhir = "<<mahasiswa. Adakah perbedaannya ? Frieyadie.nilai<<endl. dan Ani Oktarini 135 .*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct1.*/ #include<stdio.nilai. Hasil Contoh 1b Bandingkanlah Contoh-1a dengan Contoh-1b berikut ini. clrscr( ).h> #include<iostream. cout<<"NIM = "<<mahasiswa. cin>>mahasiswa. Pradita.cpp */ /* ---------------------------. cout<<"masukan NIM = ". dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 11.h> #include<conio.nama<<endl.h> main( ) { struct { char nim[5].nama. cout<<"masukan Nama = ". char nama[15]. cin>>mahasiswa.nim<<endl.1. cout<<"Nama = "<<mahasiswa. cin>>mahasiswa. Sopiyan. Ilamsyah.nim. cout<<"masukan Nilai Akhir = ". getch( ). } mahasiswa. cout<<"\n\nData Yang di Inputkan adalah : \n\n".

nilai. cout<<"NAMA: "<<mahasiswa.nama. data mahasiswa. cout<<"NILAI AKHIR: "<<mahasiswa.cin>>mahasiswa.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct2. getch( ). int nilai.nama<<endl.nama[15]. cout<<"masukan NILAI AKHIR : ".h> #include<stdio.nim. Pradita. cout<<"masukan NAMA : ".1b.nilai<<endl. cout<<"\n\n Data yang Anda Inputkan Adalah : "<<endl<<endl. cout<<"masukan NIM : ". } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 136 . Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1b /* ---------------------------. cout<<"NIM : "<<mahasiswa.cpp */ /* ---------------------------.*/ #include<conio.h> #include<iostream. Sopiyan.cin>>mahasiswa.h> main( ) { struct data { char nim[10]. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11. Hasil Contoh 1b Frieyadie. }.nim<<endl. clrscr( ).cin>>mahasiswa.

i++) { cout<<"Data Ke . for(i=0. Ilamsyah. cout<<endl. k=1. Pradita. Sopiyan. struct { char nim[5].nama. Berikut contoh sederhana yang anda dapat lihat pada contoh program berikut: Contoh-2 /* -----------------------------------------.h> #include<conio. …………………. for(i=0. char nama[15]. } mhs[5].h> char ket(float n). Structure dengan Array dan Function Penggunaan Array sering dikaitkan dengan Structure.Modul Algoritma Pemrograman I 11. cout<<"masukan Nilai Akhir = ". } clrscr( ). . cout<<"masukan Nama = ". cin>>mhs[i]. Berikut bentuk deklarasi array struktur: struct { elemen_struktur . } nama_tipe_struktur[jml_index].h> #include<iostream.*/ #include<stdio.2. i<2."<<j++<<endl. i++) { cout<<"Data Ke . Suatu elemen-elemen dari suatu Struktur dapat dikirimkan ke dalam suatu function dengan cara yang sama seperti mengirimkan suatu variabel sederhana ke dalam suatu function."<<k++<<endl. main( ) { int i. clrscr( ).*/ /* Program Penggunaan structure pada function */ /* Nama File : struct4. dan Ani Oktarini 137 .nim<<endl. j=1.nim. cout<<"NIM = "<<mhs[i]. cin>>mhs[i].nilai. Frieyadie. sehingga membentuk Array dari Structure. float nilai. i<2. cout<<"masukan NIM = ". cin>>mhs[i].cpp */ /* -----------------------------------------.

Sopiyan.nilai<<endl. maka Nilai Hasil >= 56 • Jika Nilai Huruf = D. } char ket(float n) { if(n > 65) return 'L'. Buatlah program untuk menghitung nilai Hasil dari nilai UTS.3. cout<<"Keterangan yang didapat = ". dan Ani Oktarini 138 .Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nama = "<<mhs[i]. cout<<endl. Ilamsyah. cout<<"Nilai Akhir = "<<mhs[i]. Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. maka Nilai Hasil >= 80 • Jika Nilai Huruf = B. UAS dan menampilkan nilai huruf yang akan didapat. Hasil Contoh 2 11. } getch( ). maka Nilai Hasil < 47 Frieyadie. else return 'G'. } Output yang akan dihasilkan. cout<<ket(mhs[i].nilai)<<endl. Pradita. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11. maka Nilai Hasil >= 70 • Jika Nilai Huruf = C.2. Buatlah sebuah function untuk menghitung nilai Hasil Nilai Hasil = (Nilai UAS * 40%) + (Nilai UTS * 60%) • Jika Nilai Huruf = A. maka Nilai Hasil >= 47 • Jika Nilai Huruf = E. Latihan Kerjakan tugas-tugas dibawah ini sesuai dengan petunjuk dan ketentuan pengerjaan yang telah diberikan : 1.nama<<endl.

Honor harian pegawai honorer sebesar Rp. Frieyadie. Ilamsyah. 15000 Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. dan Ani Oktarini 139 . Buatlah program untuk menghitung honor pegawai honorer dari suatu perusahaan dengan menghitung kelebihan jumlah jam kerja pegawai tersebut. hanya mendapat honor harian saja.Modul Algoritma Pemrograman I Tampilan akhir adalah sebuah tabel. Jam kerja normal pegawai sebanyak 8 jam • Jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam. Buatlah sebuah function untuk menghitung honor lembur Ketentuan lembur dihitung dari kelebihan jam kerja pegawai tesebut. 5000 + Honor harian • Jika jumlah jam kerja hanya 8 jam tidak mendapat honor lembur. seperti dibawah ini: 2. Sopiyan. maka kelebihan jam kerja dikalikan Rp. Pradita.

Sopiyan.1. Object Object (objek) adalah suatu data atau entitas yang berwujud maupun tidak berwujud. Natural OOP dapat melakukan pendekatan terhadap objek yang menggambarkan segala sesuatu yang nyata. Keuntungan Penggunaan OOP Adapun keuntungan atau manfaat dari penggunaan OOP adalah: 1. 12. Sedangkan penitikberatkan ini dimaksudkan adanya interaksi pengiriman nilai. Mudah diperbaharui Frieyadie. dan Ani Oktarini 140 . panjang dan lain-lain. Pengertian OOP BORLAND C++ 12 Object Oriented Programming atau yang lebih dikenal dengan OOP adalah pemrograman yang menitikberatkan kepada objek-objek untuk menyelesaikan tugas atau proses dari program tersebut. 3. Data atau entitas di dalam pemrograman dapat disebut dengan blok fungsi. pesan atau pernyataan antar objek. seperti kelompok alat tulis yang dapat dikelompokkan kembali dengan kelompok pensil.1. warna. Methode Metoda merupakan tata cara objek tersebut diperlakukan.Modul Algoritma Pemrograman I Class untuk Object Oriented Programming (OOP) 12. Pradita. seperti sifat suatu benda maupun kegunaan dari benda tersebut. Kemudian objek yang merespon hasil dari interaksi tersebut akan membentuk suatu tindakan atau aksi (methode). digunakan dan lainlain. Class juga dapat mendefinisikan ciri dan perilaku objek tersebut. memiliki sifat (karakteristik) tertentu sesuai dengan kondisi atau status dari penggunaannya. atau penggunaan atau manfaat dari objek tersebut. Modular Objek yang sudah dibentuk dapat dikelompokkan kembali dengan objek-objek yang lain. 2.1. Pensil juga memiliki methode (perilaku) seperti diruncingkan. Ilamsyah. kelompok buku dan lain-lain. Contoh pensil adalah suatu objek yang memiliki attribute (karakter) jenis. Class Calss merupakan gambaran atau abstraksi karakter dan sifat dari suatu objek.

Nama Anggota Data Pendefinisian Objek Frieyadie. float harga . maka jika bagian private ingin digunakan pada objek-objek lain dapat diperbaharui dengan menempatkan objek lain tersebut di bagian public. int stok . Misalkan objek rumah yang memiliki ciri umum ada pintunya. Sopiyan. bentuk. Ilamsyah.2. 4. Fungsi dan data menjadi satu kesatuan yang disebut obyek 2. ketebalannya. temboknya dan lian-lain. 12. dapat didefinisikan kembali ciri-ciri tersebut dengan menyebutkan cirinya masingmasing seperti temboknya yang memiliki ciri jenisnya. Contoh deklarasi : Nama class class motor { char merk [50]. method. dan Ani Oktarini 141 . warna catnya dan lain-lain. atapnya. public:c data element_class. method. }. Object Declaration. Pradita. Obyek-obyek dalam OOP bersifat aktif 3. Tata Cara Penggunaan Pemrograman Berbasis Obyek: 1. ciri maupun perilaku dapat didefinisikan kembali dengan objek yang lain. protype function.1.Modul Algoritma Pemrograman I Dikarenakan sifat jangkauan dari objek memiliki bagian private dan public. Dapat didaur ulang Suatu objek yang telah didefinisikan baik jenis. Cara pandang : program bukan urut-urutan instruksi tapi diselesaikan oleh obyek-obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan masalah Bentuk umum dari kelas: class class_ name { private: data element_class. jendelanya. }. motor sport.

float nilai.nis.cin>>sekolah. cout<<"\t Nilai Siswa"<<endl <<"\t ------------"<<endl<<endl <<" NIS = "<<sekolah.nilai.cin>>sekolah. Pada C++ variabel seperti sport berkedudukan sebagai variabel kelas yang biasa disebut dengan objek.nama. siswa sekolah. Ilamsyah. cout<<" Input Nama Siswa = ".cout<<endl. cout<<" Input Nilai Akhir = ".Modul Algoritma Pemrograman I Pernyataan diatas digunakan untuk mendefinisikan variabel bernama sport. garis( ).nis<<endl <<" Nama Siswa = "<<sekolah. cout<<"\t Program Nilai Siswa"<<endl <<"\t -------------------"<<endl. item-item di dalamnya bisa bersifat private atau public.h> garis( ) { cout<<"==============================\n". } class siswa { public : char nis[9].h> #include <conio. A. }. getch( ). garis( ).cout<<endl. clrscr( ). dan Ani Oktarini 142 .cin>>sekolah.nama[20]. } Output yang dihasilkan dari program contoh-1 di atas adalah: Frieyadie. Sopiyan. semua item di dalam kelas sudah private. main( ) { clrscr( ). semua item di dalam kelas bersifat private. Public pada kelas Public (public) menyatakan bahwa deklarasi variabel atau item-item yang ada di dalam kelas dapat diakses dari luar kelas.nilai<<endl. cout<<" Input NIS = ". Contoh-1 //Penggunaan public pada class #include <iostream. Pada sebuah kelas. garis( ). Secara default. Jadi tanpa menuliskan kata kunci private. Pradita.nama<<endl <<" Nilai Akhir = "<<sekolah.

2 Hasil Contoh-1 (Layar Output) B. Contoh-2 //Penggunaan private pada class #include <conio. tabung s.14 class tabung { private : int j.1 Hasil Contoh-1 (Layar Input) Gambar 12.h> #include <iostream. }.t. public : tabung( ). Ilamsyah.k. void main( ) { clrscr( ). } Frieyadie.keluaran( ).h> #define pi 3.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 12. Private pada Kelas Private digunakan pada kelas untuk memproteksi anggota-anggota tertentunya agar tidak dapat diakses dari luar kelas secara langsung. void keluaran( ). float v. Sopiyan. s. getch( ). Pradita. dan Ani Oktarini 143 .

3 Hasil Contoh-2 12. Frieyadie. Konstruktor ini digunakan untuk mengalokasikan ruang untuk suatu objek dan untuk memberikan nilai awal. } void tabung :: keluaran( ) { cout<<endl <<" Volume Tabung = "<<v<<endl <<" Keliling Tabung = "<<k<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I tabung :: tabung( ) { cout<<"\n Menghitung Tabung"<<endl <<" -----------------"<<endl<<endl. int intb( ). } Output yang dihasilkan dari program contoh-2 di atas adalah: Gambar 12. Konstruktor Konstruktor (constructor) merupakan suatu fungsi dari anggota suatu kelas yang memiliki nama yang sama dengan nama kelas fungsi itu berada.cin>>j. Ilamsyah. Sopiyan. Pradita. dan Ani Oktarini 144 . v=(pi*j*j)*t.cin>>t. public: int inta( ). int b.2. cout<<" Masukan Jari-jari = ". k=(2*(pi*2*j))+t. Berikut contoh pendeklarasian suatu konstruktor di dalam sebuah kelas: class hitung { private: int a. cout<<" Masukan Tinggi = ".

bulat = 5. dan Ani Oktarini 145 . bilangan b. } Frieyadie. }.Modul Algoritma Pemrograman I hitung(int mudah). void main( ) { clrscr( )..6.2. Ilamsyah. nyata = 3. getch( ).h> #include <iostream. Contoh-3 //Konstruktor #include <conio. //deklarasi constructor }. double nyata. } void bilangan :: info( ) { cout<<"\n Jenis Bilangan: "<<endl <<" Bulat = "<<bulat<<endl <<" Nyata = "<<nyata<<endl. "<<endl..info( ). public : bilangan( ). bilangan a. Sopiyan. Pradita.h> class bilangan { private : int bulat.info( ). } bilangan :: bilangan( ) { cout<<"\n Konstruktor dijalankan . b. a. //konstruktor void info( ).

4 Hasil Contoh-3 12. Ilamsyah. void main( ) { clrscr( ). Destruktor Destruktor merupakan suatu fungsi anggota yang dijalankan secara otomatis manakala suatu objek akan terbebas dari memori karena lingkup keberadaannya telah menyelesaikan tugasnya.14500000). dan Ani Oktarini 146 . Destruktor harus mempunyai nama yang sama dengan kelas dan diawali karakter tilde(~) atau karakter tak terhingga.//destruktor void keterangan( ).Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-3 di atas adalah: Gambar 12. long hrg).h> #include <iostream. Pradita. motor sport("Honda CBR". Destruktor digunakan secara khusus manakala suatu objek menggunakan memori dinamis selama keberadaannya dan kemudian melepaskan memori itu setelah tidak menggunakannya lagi. Sopiyan.500. Contoh-4 //Destruktor #include <conio.30500000).h> class motor { private : char *merk. sport.125.3.keterangan( ). getch( ). matic. motor matic("Honda Vario". float cc.keterangan( ). public : motor(char *nama. } Frieyadie. long harga. }.//konstruktor ~motor(). float cc_mesin.h> #include <string.

h> Frieyadie.//merubah data karakter menjadi string strcpy(merk. } Output yang dihasilkan dari program contoh-4 di atas adalah: Gambar 12. Contoh-5 //Class dg Array & Fungsi #include <conio. Array pada Kelas Anggota dari suatu kelas dapat pula berupa array. Sopiyan. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 147 . Berikut ini contoh anggota dari suatu kelas yang berupa array.4. float cc.5 Hasil Contoh-4 12.Modul Algoritma Pemrograman I motor :: motor(char *nama.nama). cc_mesin=cc.h> #include <iostream.//menghapus memori karakter pd merk } void motor :: keterangan( ) { cout<<"\n Informasi Motor:"<<endl <<" Merk = "<<merk<<endl <<" CC Mesin = "<<cc_mesin<<endl <<" Harga = "<<harga<<endl<<endl. } motor :: ~motor( ) { delete [ ] merk. harga=hrg. long hrg) { merk = new char[25]. Pradita.

gotoxy(16. cout<<" Total Keseluruhan Karyawan :". float lembur(int l). } clrscr( ).b=1.cout<<b++<<". getch( ). gotoxy(36.lembur(kary[x].nm.Modul Algoritma Pemrograman I class kerja { public : char nik[10]. int jam. kerja kary[15]. main( ) { int x.y.nik. gotoxy(7.jam. Ilamsyah.wherey()).cout<<grand<<endl. dan Ani Oktarini 148 . cout<<" -------------------------------------------------\n" <<" No.4). Frieyadie.total=(40*20000)+kary[x].cout<<kary[x].wherey()).cin>>y. } cout<<" -------------------------------------------------\n". for(x=0. gotoxy(15.x<y.nik.cout<<kary[x].cout<<"Karyawan Honorer\n". gotoxy(14.cout<<kary[x].x++) { cout<<endl<<" Data Ke-:"<<a++<<endl. kary[x].cout<<"Daftar Gaji Mingguan\n". } float kerja::lembur(int l) { if (l>40) return(l-40)*30000.wherey()).x<y. Sopiyan.cin>>kary[x]. }.wherey()).wherey()).lembur(kary[x].a=1. double grand=0.cout<<kary[x]. gotoxy(44.jam). Pradita. for(x=0.cin>>kary[x].wherey()).".jam.wherey()). NIK Nama Jumlah Upah Total\n" <<" Karyawan Jam Lembur Gaji\n" <<" -------------------------------------------------\n".jam). grand=grand+kary[x].nm[25]. gotoxy(30.cout<<kary[x].total<<endl. cout<<" NIK :".nm. double total.cin>>kary[x]. cout<<" Jumlah Jam :". gotoxy(44.total. cout<<" Nama Karyawan :".3).x++) { gotoxy(3. cout<<endl<<"Jumlah Data :".

Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I else return 0.5. satu nama memiliki banayak sifat atau perilaku (Polymorphism). Pradita.7 Hasil Contoh-5 (Layar Output) 12. haruslah memiliki karakteirstik. } Output yang dihasilkan dari program contoh-5 di atas adalah: Gambar 12. Inheritance Inheritance memungkinkan programmer untuk "menurunkan" sebuah class menjadi class lain yang lebih spesifik dan memiliki fungsi yang lebih komplit. dan Ani Oktarini 149 .5. Inheritance merepresentasikan hubungan "seperti" atau "sejenis" (a kind of). pembungkusan sifat dari objek yang berbeda (Encapsulation). Ilamsyah.6 Hasil Contoh-5 (Layar Input) Gambar 12. Sebagai Frieyadie.1. Berikut akan dijelaskan karakteristik OOP tersebut: 12. Adapun karakteristik tersebut adalah memiliki sifat turunan atau pewarisan (Inheritance). Karakterisitk OOP Di dalam penggunaan konsep pemrograman yang berbasis objek atau yang disebut Object Oriented Pemrograman (OOP).

3. kelas merupakan sebuah unit yang berdiri sendiri.h> enum KETURUNAN { PUMA.h> #include <conio. class Predator { public: // constructors Predator( ):Usianya(10). Tanpa inheritance. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. Protected Penentu akses berbasis protect menyebabkan anggota dari anggota protect dan public dari kelas utama akan menjadi anggota private dari kelas turunan. Pradita. MACAN }. Contoh lain adalah kendaraan jenis mobil (sebagai super class) dan memiliki tipe sport (sebagai subclass). Ketika kita menurunkan sebuah class dari class yang lain. walalupun tidak semuanya akan dapat di akses oleh anggota fungsi dari kelas. dan menyebabkan anggota dari kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. SINGA. Ilamsyah. semua anggota data dan fungsi juga akan menerima warisan. Anggota private dari kelas utama selalu menjadi anggota private kelas utama. yaitu : 1.Modul Algoritma Pemrograman I contoh. bila digabung menjadi mobil sport. kita dapat men daur ulang program kita atau bahkan men daur ulang program orang lain agar sesuai dengan kebutuhan kita. Manakala suatu kelas menerima warisan. Berikut penulisan sintaksisnya: Class kucing_besar : Public predator Contoh-6 //pengunaan inheritance #include <iostream. Inheritance akan membentuk suatu konsep dimana jika konsep yang diatas berubah maka perubahan akan juga berlaku pada yang ada dibawahnya. yakni memiliki motor. tipe asalnya bias berupa public atau yang lainnya dan dari kelas mana berasal. yaitu dengan tanda titik dua (:) setelah nama kelas. Dengan inheritance. atau child class. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. Di dalam C++ penentuan akses pada inheritance ada tiga macam. dan Ani Oktarini 150 . TUTUL. Private Penentu akses berbasis private menyebabkan anggota dari anggota public dari kelas utama akan menjadi anggota protect kelas turunan. class yang baru akan mewarisi semua attribute dan method dari class yang sudah ada. Bobotnya(5){} Frieyadie. sebuah perahu motor adalah seperti perahu namun dengan kemampuan lebih. Sopiyan. Inherate sangat mirip dengan hubungan orang tua dengan anak. anda dapat menandai bahwa suatu kelas berasal dari mana. 2. Public Penentuan akses berbasis public menyebabkan anggota dari public dari sebuah kelas utama akan menjadi anggota public kelas turunan dan menyebabkan juga anggota protect kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. Pada waktu mendeklarasikan suatu kelas. Class yang sudah ada disebut dengan base class atau super class atau parent class dan class yang baru disebut dengan derived class atau subclass.

suara Predator!\n".} protected: int Usianya.. cout<<" Tahun Usianya \n". } // method lainnya void Meraung( ) const { cout<< "Meraung .. } //other methods void Melompat( ) { cout<<" Melompat . } void SetUmur (int Umur) { Usianya = Umur. dan Ani Oktarini 151 .\n".} void Tidur( ) const {cout<< "ssshhh… Predator Tidur. Pradita. } private: KETURUNAN Keturunannya..Berburu( ). getch( ). }.Modul Algoritma Pemrograman I ~Predator( ) {} //accessors int Umurnya( ) const {return Usianya. } void SetBerat(int Berat) { Bobotnya=Berat.. Sopiyan. } void Berburu( ) { cout<<" Berburu . int main( ) { Kucing_besar Sibelang. Sibelang.. Sibelang. class Kucing_besar : public Predator { public: //constructors Kucing_besar ( ) : Keturunannya (SINGA) {} ~Kucing_besar( ) {} //Accessors KETURUNAN DptKeturunan() const { return Keturunannya.\n". ingin makan \n". } Frieyadie. int Bobotnya..Meraung( ). cout<<" Umur Raja Hutan adalah: "<<Sibelang. Ilamsyah.Umurnya(). }. } int Beratnya ( ) const { return Bobotnya. } void setKeturunan(KETURUNAN keturunan) { Keturunannya = keturunan.

Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-6 di atas adalah:

Gambar 12.7 Hasil Contoh-6

12.5.2. Polymorphism
Polymorphisms adalah kemampuan 2 buah object yang berbeda untuk merespon pesan permintaan yang sama dalam suatu cara yang unik. Contoh, saya melatih lumba-lumba saya dengan perintah untuk meloncat dan juga saya melatih burung untuk merespon perintah saya untuk berkicau. Saya lakukan latihan untuk merespon kepada mereka dengan perintah lisan. Melalui polymorphism saya tahu bahwa anjing dan burung akan merespon dengan gonggongan atau kicauan. Dengan cara dan kemampuan seperti ini, jenis akses tertentu dapat diterapakan dengan berbagai cara oleh objek-objek yang memiliki tipe yang berbeda atau memiliki banyak bentuk. Fungsi virtual merupakan dasar dari polymorphism yang berkerja hanya dengan pointer-pointer dan referensi dan hanya mendeklarasikan method sebagai virtual. Adapun aturan dari virtual function sebagai berikut: 1. Virtual function harus anggota class. 2. Anggota class bukan anggota yang bersifat statis. 3. Anggota class dapat diakses dengan pointer objek. 4. Virtual function tidak dapat memiliki virtual constructor, akan tetapi dapat berupa virtual destructor.

Contoh-7

//Penggunaan Polymorphism #include <iostream.h> #include <conio.h> class HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya hewan peliharaan"<<endl; } virtual void makan( )// anggota class { cout<<" Makan... dibutuhkan hewan peliharaan"<<endl; } };

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

152

Modul Algoritma Pemrograman I class Jinak : public HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucu dan Jinak"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Diberi makan agar jinak"<<endl; } }; class Kucing : public Jinak { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya kucing"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Makanan dibutuhkan Kucing"<<endl; } }; void main( ) { //definisi Objek Jinak dan Kucing puma Jinak jinak; Kucing puma; //definisi pointer ke objek HewanPeliharaan *hewan; hewan=&jinak; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); cout<<" -----------------------------"<<endl; hewan = &puma; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); getch(); } Output yang dihasilkan dari program contoh-7 di atas adalah:

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

153

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 12.8 Hasil Contoh-7

12.5.3. Encapsulation
Ciri penting lainnya dari OOP adalah encapsulation. Encapsulation adalah sebuah proses dimana tidak ada akses langsung ke data yang diberikan, bahkan hidden. Jika ingin mendapat data, maka harus berinteraksi dengan objek yang bertanggung jawab atas dara tersebut. Berikut cirri dari encapsulation: 1. Variabel dan method dalam suatu obyek dibungkus agar terlindungi 2. Untuk mengakses, variabel dan method yang sudah dibungkus tadi perlu interface 3. Setelah variabel dan method dibungkus, hak akses terhadapnya dapat ditentukan. 4. Konsep pembungkusan ini pada dasarnya merupakan perluasan dari tipe data struktur Dua hal dalam enkapsulasi : 1. Information hiding 2. Menyediakan perantara (method) untuk mengakses data Pada intinya, encapsulation adalah pemisahan antara bagian private dan public pada sebuah objek. Atau, dapat dipandang sebagai pemisahan antara interface (bagian private) dan implementation (bagian public). Objek-objek lain yang hendak berinteraksi dengan objek ini akan mengirimkan sebuah pesan (message) dan objek ini akan mengerjakan sesuatu dan mengirimkan pesan balik sebagai jawaban jika diperlukan. Keuntungan utama dari encapsulation tentu saja adalah penyembunyian implementasi (implementation hiding). Dengan implementation hiding, kita dapat memperbaiki bagaimana objek kita bekerja tanpa harus khawatir bagaimana menginformasikan perubahan tersebut ke objek-objek yang lain. Selama kita tidak merubah interface dari objek kita, objek-objek yang lain akan tetap dapat menggunkan objek kita.

Contoh-8

//penggunaan encapsulation #include <conio.h> #include <iostream.h> class satu_kandang { int kandang;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

154

int bebek. int hasil(void). } int satu_kandang :: hasil(void) { return kandang. bebek=20.atur(5).hasil()<<endl. getch( ). } void main( ) { satu_kandang ayam1. cout<<" Nilai dari ayam3 adalah "<<ayam3. void satu_kandang :: atur(int nilai) { kandang = nilai. cout<<" Nilai dari ayam1 adalah "<<ayam1. cout<<" Nilai dari ayam2 adalah "<<ayam2. Pradita. } Output yang dihasilkan dari program contoh-8 di atas adalah: Gambar 12. ayam1. Ilamsyah. ayam3. dan Ani Oktarini 155 .atur(7). ayam2. Sopiyan. ayam2.hasil()<<endl. cout<<" Nilai dari bebek adalah "<<bebek<<endl.9 Hasil Contoh-8 Frieyadie. ayam3.Modul Algoritma Pemrograman I public: void atur(int nilai).hasil()<<endl. }.atur(2).

. … ………………. …………. Pradita... ---------------------------------------------------------------------------------------Data Ke-1 Nama Pegawai :…………………. …………. … ………………. Nama Honor Jumlah Honor Total Pegawai Jam Kerja Lembur Honor ========================================================== … ………………...000 Jam kerja selama 8 Jam setiap harinya Jam bekerja lebih dari 8 jam. Adapun ketentuan perhitungan gaji pegawai honorer adalah sebagai berikut : Honorer per hari yang diterima pegawai honorer sebesar Rp. Meriang Gembira Tanggal : ………………. Jumlah Jam Kerja :………………Jam Data Ke-2 Nama Pegawai Jumlah Jam Kerja :…………………..6 Latihan Seorang manager ingin dibuatkan sebuah program perhitungan gaji pegawai staff honor sederhana.Modul Algoritma Pemrograman I 12. …………. Petunjuk : Gunakan kelas pegawai. …………. dan Ani Oktarini 156 .. Frieyadie.500. Sopiyan. Tanggal Input :………………. Desain masukan yang diinginkan adalah sebagai berikut PT. ………….. Anda sebagai staff programmer harus membuatkan program tersebut.. ………… ……………. Ilamsyah. Total Honor Pegawai Sebesar ………….. ========================================================== No. 1... Meriang Gembira Jumlah :………………. ………….. …………. maka kelebihan jam dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp. ………… ……………. 25. ………… ……………. :………………Jam ………….... <terus mengulang sesuai jumlah pegawai yang diinputkan> Desain keluaran yang diingkinkan adalah sebagai berikut : PT...

Modul Algoritma Pemrograman I Studi Kasus Pra . dan Ani Oktarini 157 . kondisi. Adapun isi program yang dibuat harus memuat materi UAS : Array. looping. structure dan Class. Pradita. label. Sopiyan.UAS Buatlah sebuah program aplikasi bertemakan bisnis secara berkelompok. fungsi. Lalu buatkan bentuk rancangannya seperti contoh berikut: Bentuk Menu Utama Bentuk Input Bentuk Output Frieyadie. Ilamsyah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful