P. 1
Borland C++

Borland C++

|Views: 3,426|Likes:
Dipublikasikan oleh Muhammad Ramadhani

More info:

Published by: Muhammad Ramadhani on Apr 16, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2013

pdf

text

original

Disusun Oleh : Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah dan Ani Oktarini

Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++

Pengenalan Bahasa C++
1.1. Sejarah Singkat
1.1.1. Sekilas Perkembangan Bahasa C

1

Bahasa C dikembangken di Bell lab pada tahun 1972 ditulis pertama kali oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie merupakan bahasa turunan atau pengembangan dari bahasa B yang ditulis oleh Ken Thompson pada tahun 1970 yang diturunkan oleh bahasa sebelumnya, yaitu BCL. Bahasa C, pada awalnya dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dioperasikan pada sistem operasi UNIX. Bahasa C merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah yaitu diantara bahasa tinggat rendah dan tingkat tinggi yang biasa disebut dengan Bahasa Tingkat Menengah. Bahasa C mempunyai banyak kemampuan yang sering digunakan diantaranya kemampuan untuk membuat perangkat lunak, misalnya dBASE, Word Star dan lain-lain.

1.1.2.

Sekilas Tentang C++

Pada tahun 1980 seorang ahli yang bernama Bjarne Stroustrup mengembangkan beberapa hal dari bahasa C yang dinamakan “C with Classes” yang pada mulanya disebut “a better C” dan berganti nama pada tahun 1983 menjadi C++ oleh Rick Mascitti, dibuat di Laboratorium Bell, AT&T. Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifatsifatnya yang disebut dengan Object Oriented Programming (OOP), yang mempunyai tujuan utamanya adalah membantu dan mengelola program yang besar dan kompleks.

1.1.3.

Perbedaan Antara Bahasa C Dengan C++

Bahasa C merupakan bahasa pemrograman prosedural, di mana penyelesaian atas suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut ke dalam sub-sub masalah yang lebih kecil. Sedangkan C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Object Oriented Programming (OOP). Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan mendefinisikan class-class yang merupakan a.-class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari objek-objek fisik. Class tersebut berisi keadaan objek, anggota-anggotanya, dan kemampuan dari objeknya. Setelah beberapa class dibuat, masalah dipecahkan menggunakan class.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

2

Modul Algoritma Pemrograman I

1.2. Pengenalan IDE Borland C++
IDE merupakan singkatan dari Integrated Development Environment, merupakan Lembar kerja terpadu untuk pengembangan program. IDE dari Borland C++, dapat digunakan untuk: 1. 2. 3. 4. 5. Menulis Naskah Program. Mengkompilasi Program ( Compile ) Melakukan Pengujian Program ( Debugging ) Mengaitkan Object dan Library ke Program ( Linking ) Menjalankan Program ( Running )

Untuk mengaktifkan aplikasi Borland C++, lakukanlah langkah-langkah berikut ini: Klik tombol Start pilih Program Borland C++ 5.02 klik Borland C++

Gambar 1.1. Menu Untuk Mengaktifkan Program Borland C++ Berikut lDE dari Borland C++, seperti gambar dibawah ini:

Gambar 1.2.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

3

Pradita. Search. Baris Peralatan (Tools Bar) Baris yang menampilkan shortcuts (icons) untuk mempermudah pengguna dalam pembuatan program-program C++. dan Ani Oktarini 4 . Baris Status (Status Bar) Baris yang akan menampilkan keterangan-keterangan pada saat mengaktifkan menu bar dan sub menu serta keterangan-keterangan lain (seperti petunjuk baris dan kolom. Options. save. Window dan Help. Compile. Project. Debug.Modul Algoritma Pemrograman I Layar Pembuka Borland C++ Menu Bar Tools Bar Jendela Editor Jendela Message Status Bar Gambar 1. Jika pertama kali anda membuat program. c. Jendela Message Tempat untuk menampilkan pesan-pesan pada proses kompilasi dan link program. Jendela Editor Tempat untuk pengetikan program dan membuat program. seperti icon open. b. nama file jendela editor adalah NONAME00. Baris Menu ( Menu Bar ) Menu utama terdiri dari. Edit. Jika ada kesalahan sintax program maupun varibel dan objek. IDE Borland C++ 5. maka akan diberikan pesan kesalahannya yang kemudian dapat didouble klik pada pesan tersebut untuk mendapatkan petunjuk di baris yang mana terdapat kesalahannya. compiler. Sopiyan. Frieyadie.3. Run. run dan lainlain. terbagi menjadi 4 (empat) bagian.CPP d. waktu yang sedang berjalan).02 IDE pada Borland C++. e. File. Ilamsyah. yaitu: a.

dan Ani Oktarini 5 . apabila ditempatkan sebelum funtuator }. #include <file-header> merupakan preprocessor pada C++ untuk pemanggilan file header yang memuat beberapa perintah-perintah dari C++ (contoh. tanda { dan } sebagai punctuator yang awal blok program hingga akhir blok program 4. cout merupakan perintah keluaran pada C++ 5.3.h) 2. Struktur program C++ terdiri sejumlah blok fungsi. Ilamsyah. getch(). Struktur Program C++ Struktur program C++. Model-model memori tersebut adalah: a.4. main() merupakan awal mula dari blok program utama 3. sama seperti struktur program C yang terdahulu. } Contoh-1 1. apabila ingin menggunakan perintah cout maka harus menggunakan file header iostream. setiap fungsi terdiri dari satu atau beberapa pernyataan yang melaksanakan tugas tertentu. Frieyadie. Bentuk Umum: #include <file-header> main() { pernyataan. Model Memori Borland C++. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I 1. Model Tiny Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data tidak lebih dari 64 Kb. maka berfungsi sebagai penahan dari tampilan hasil 1. Sopiyan. mempunyai enam model memori untuk program dan data.

Modul Algoritma Pemrograman I b. Ilamsyah. Model Huge Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk menyimpan satu jenis data. Model Large Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data lebih dari 64 K. Model Small Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk masing-masing program dan data tidak lebih dari 64 Kb. kemudian dijalankan untuk menampilkan hasilnya yang mempunyai ekstensi file . e. d. Sopiyan. Model Compact Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K.5 Cara Menampilkan Text Edit Frieyadie.CPP. Pradita. 1. Membuat File Editor File Editor merupakan file kode program yang dapat dikompilasi. dan Ani Oktarini 6 . d. c. Cara mengaktifkannya : Klik Menu File Klik New Text Edit Gambar 1. Model Medium Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program tidak lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K.5.

7. dan Ani Oktarini 7 . Selanjutnya tampil jendela Save File As. Ilamsyah. Frieyadie. Hotkey yang ada bisa gunakan untuk menyimpan dengan menekan tombol Ctrl + KS. Save As Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk dengan nama file yang berbeda. Pradita. maka selanjutnya disimpan dengan cara : a. Save All Digunakan untuk menyimpan semua File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk.6. Menyimpan File Editor Setelah selesai mengetikan naskah program yang baru pada jendela Text Edit. seperti dibawah ini : Gambar 1. Menekan HotKey Ctrl + KS. Kik Menu File  Save b. Jendela Save File As Pada Borland C++ 5.02 terdapat tiga cara menyimpan file editor.6 Jendela Text Edit 1. diantaranya yaitu : Save Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Sopiyan.

Ilamsyah. selanjutnya tampil hasil seperti gambar 1. Sopiyan.8 Kotak Dialog Compile 1. Kik Menu Debug Run b. Menjalankan Program Proses Run merupakan suatu proses menterjemahkan program. seperti dibawah ini : Gambar 1.8. Pradita. dan Ani Oktarini 8 . yaitu dengan cara : a.melakukan proses linking.Modul Algoritma Pemrograman I 1.9 Kotak Dialog Run Setelah proses menterjemahkan program. proses linking. Menterjemahkan Program Proses Compile merupakan suatu proses menterjemahkan program dari bahasa manusia kedalam bahasa yang dimengerti oleh komputer yaitu bahasa mesin. seperti dibawah ini : Gambar 1. yaitu dengan cara: a.10 dibawah ini : Frieyadie.7. Menekan HotKey Ctrl + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Run.exe ) dan sekaligus menjalankan program. membuat file eksekusi ( . Kik Menu Debug Compile b. Menekan HotKey Alt + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Compile.

Membuka File Editor Penjelasan Membuka atau memanggil file editor yang sudah pernah dibuat. seperti dibawah ini : Frieyadie. Ilamsyah.Mencetak File Editor Penjelasan Mencetak file program pada jendela yang sedang aktif dengan cara Klik File Print Selanjutnya tampil Jendela Print Option. dengan cara : Klik Menu File Open Selanjutnya tampil Jendela Open.10 Contoh Hasil Keluaran Program 1.11 Jendela Open File pada C++ 1. Pradita.9.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. dan Ani Oktarini 9 .10. seperti dibawah ini : Gambar 1. Sopiyan.

dengan cara File Exit Frieyadie.11.02 Keluar dari Aplikasi Borland C++ 5.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Sopiyan. Pradita.02. Ilamsyah. Keluar dari Borland C++ 5.12 Jendela Print Option 1. dan Ani Oktarini 10 .

435.2.d 1. yaitu: • Konstanta Bilangan • Konstanta Teks A.147.435.1.7 x 10-308 s. adalah : Unsigned digunakan bila data yang digunakan hanya data yang positif saja. Sopiyan.647 3. diantaranya: Tabel 2. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian. Tipe Data Tipe Data Char Int Short Long Float Double Long Double Ukuran Memori 1 Byte 2 Byte 2 Byte 4 Byte 4 Byte 8 Byte 10 Byte Jangkauan Nilai -128 s.d 32767 -2. yang dimiliki oleh Borland C++. Tabel 2. antara lain: Frieyadie.d 1. Tipe Data Tambahan Tambahan Tipe Data Jumlah Memori Jangkauan Nilai Unsigned Integer Unsigned Character Unsigned Long Integer 2 Byte 1 Byte 4 Byte 0 – 65535 0 – 255 0 – 4. Konstanta Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap.Modul Algoritma Pemrograman I Pengenalan Model Data.1. Ilamsyah.295 2. Pradita.d 3.d 32767 -32768 s.147.4 x 10-4932 s.294.7 x 10+308 3.d 2. dan Ani Oktarini 11 .d 127 -32768 s.4 x 10-38 s.967.1 x 10+4932 5–7 15 – 16 19 Jumlah Digit Tipe Data Tambahan. Konstanta Bilangan Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok. Pengenalan Tipe Data Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar dan 3 tipe tambahan.4 x 10+38 1.2. Perintah Masukan dan Keluaran BORLAND C++ 2 2.648 s.

Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision ) Konstanta Double Precision. Ini merupakan nilai default pada konstanta bilangan.14. Pradita. yaitu : • Bentuk Desimal ( contoh : 5. Konstanta Teks Dalam hal ini konstanta teks dibagi menjadi dua kelompok. tetapi Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar. Contoh : ‘Y’ ‘y’ ‘9’ ‘&’ dan lain-lain. “AMIK BSI”. Sopiyan. notasi atau simbol.Modul Algoritma Pemrograman I 1. 100 2. Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point ) Konstanta Floating Point. “Y” dan lain-lain. antara lain. “Jakarta”. pada prinsipnya sama seperti Konstanta Floating Point. Frieyadie. B. 2. Data Teks (String).57 ) • Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat ( contoh : 4. Contoh: const x = 89. 3. C. Contoh : 1. Contoh : “Virusland”. const float phi = 3. Adalah bilangan yang tidak mengandung nilai desimal. Data String merupakan rangkaian dari beberapa karakter yang diapit oleh tanda kutip ganda ( “ ). Data karakter hanya terdiri dari sebuah karakter saja yang diapit oleh tanda kutip tunggal ( ‘ ). atau const tipe_data nama_konstanta = nilai konstanta. 2. mempunyai bentuk penulisan. Konstanta Bilangan Bulat (Integer). 1.22e3 4. Ilamsyah. Bentuk penulisannya : const nama_konstanta = nilai konstanta. dan Ani Oktarini 12 . Data Karakter (Character). angka. Pada deklarasi konstanta bilangan desimal (floating point) harus diikutsertakan model dari tipe datanya.22 x 103 )s 3. Deklarasi Konstanta Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved word const. Data karakter dapat berbentuk abjad ( huruf besar atau kecil ).

Variabel. ). SIMBOL DEKLARASI Int Float Double Char unsigned int unsigned char long int unsigned long int Frieyadie. Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika.3. Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau Floating Point. Ilamsyah. Character ( Karakter Tunggal ) 2. yaitu : • Variabel Numerik • Variabel Teks A. Bilangan Bulat atau Integer 2. String ( Untuk Rangkaian Karakter ) C.Modul Algoritma Pemrograman I 2. Setiap kali pendeklarasian variabel harus diakhiri oleh tanda titik koma ( . mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain : 1. Variabel Text 1. 3. seperti integer atau character dan nama variabel itu sendiri. Variabel Adalah suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang mempunyai nilai atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program. Tidak boleh ada spasi ( contoh : gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ ) sebagai penghubung (contoh : gaji_bersih). Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel. Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau Double Precision. dan Ani Oktarini 13 . Dalam pemberian nama variabel. Variabel Numerik Variabel numerik ini dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) macam : 1. 2. Tabel 2. Pradita. Sopiyan. dibagi menjadi dua jenis kelompok. Deklarasi Variabel Adalah proses memperkenalkan variabel kepada Borland C++ dan pendeklarasian tersebut bersifat mutlak karena jika tidak diperkenalkan terlebih dahulu maka Borland C++ tidak menerima variabel tersebut.3. Deklarasi Variabel TIPE VARIABEL Integer Floating Point Double Precision Karakter Unsigned Integer Unsigned Character Long Integer Unsigned Long Integer Bentuk penulisannya : Tipe data nama variabel. B.

Tabel 2. char grade.4.4. String-Kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu format. konstanta dan ungkapan.4. float rata_rata . Penentu Format Printf( ) TIPE DATA Penentu Format Untuk printf( ) Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Bentuk Desimal dan Pangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer %d %f %e %g %lf %c %s %u %ld %lu %x %o printf(“%c merupakan abjad yang ke .2). argumen-1. Sopiyan.%d”.1 printf( ) Fungsi printf( ) merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar. Frieyadie. argumen-2. …). int nilai. Pradita.’b’. diantaranya adalah : printf( ) puts( ) putchar( ) cout( ) 2. Argumen ini dapat berupa variabel. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 14 . Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler mengenai jenis data yang dipakai dan akan ditampilkan. printf("string-kontrol". 2. Perintah Keluaran Perintah standar output yang disediakan oleh Borland C++.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh Deklarasi char nama_mahasiswa[20].

h> #include<iostream. a2=77.h> #include <conio. clrscr( ). printf(“hai %s.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1 #include <stdio. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<conio. int nilai = 100. Penggunaan Penentu Lebar Field Bila ingin mencetak atau menampilkan data yang bertipe data FLOAT atau pecahan. tampilan yang tampak biasanya kurang bagus. printf("Nilai Tugas 1: %2f \n".a2). Hal tersebut dapat diatur lebar field-nya dan jumlah desimal yang ingin dicetak. getch( ). Kamu mendapatkan Nilai %i” . nilai). jika tidak menggunakan penentu lebar field adalah: Frieyadie.h> main( ) { char nama =”dita”. Pradita. } Gambar 2. 1 Hasil Contoh 1 a. Berikut bentuk penulisannya: Contoh-2 #include<stdio.h> main( ) { float a1=87.5. Sopiyan.a1).h> #include<iostream. dan Ani Oktarini 15 . Ilamsyah.50. nama. printf("Nilai Tugas 2: %2f ". clrscr( ).

Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. Escape Sequences menggunakan notasi “ \ ” ( back slash ) jika karakter terdapat notasi “\” ini sebagai karakter “escape” ( menghindar).2f". printf("Nilai Tugas 2: %2. Beberapa Escape Sequences lainnya antara lain : Tabel 2. Pradita.2f \n".h> main( ) { float a1=87.a2).5. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 #include<stdio. printf("Nilai Tugas 1: %2.50.h> #include<conio. Sopiyan.h> #include<iostream. Penggunaan Escape Sequences. Escape Sequences ESCAPE SEQUENCES PENGERTIAN \b \f \n \r \t \' Backspace Formfeed Baris Baru Carriage Return Tab ( default = 8 karakter ) Tanda kutip tunggal ( ' ) Frieyadie. 3 Hasil Contoh 3 b. a2=77.a1). dan Ani Oktarini 16 . jika menggunakan penentu lebar field adalah Gambar 2. clrscr(). getch( ).5.

nama3[10]="Fitri".b. yaitu %s puts( ) data Tidak Perlu penentu tipe data string.2.6. float a = 88. Frieyadie. nama1. b = 90. (aaa menunjukkan angka ASCII ybs ) Contoh-4 #include<stdio.h> main( ) { char nama1[10]="Dita". Untuk mencetak pindah baris.nama3). Untuk mencetak pindah baris memerlukan notasi ‘ \n ‘ tidak perlu notasi ‘ \n ‘ . puts( ) Perintah puts( ) sebenarnya sama dengan printf(). getch( ). printf("\n%8. printf("%8s\t %7s\t %8s ". a.5.8. Perbedaan antara printf( ) dengan puts( ) adalah : Tabel 2.4. 4 Hasil Contoh 4 2. puts( ) berasal dari kata PUT STRING.nama2[10]="Ani".2f \t %8. karena fungsi ini khusus untuk tipe data string. Pradita.2f ".nama2.Modul Algoritma Pemrograman I \" \\ \xaa \aaa Tanda Kutip Ganda ( " ) Backslash Kode ASCII dalam hexadecimal. karena sudah dibeikan secara otomatis. Ilamsyah. Perbedaan fungsi puts( ) dengan printf( ) untuk tipe data string printf( ) Harus menentukan tipe untuk data string. Sopiyan. yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar. clrscr( ). } Gambar 2.2. c = 98.c). ( aa menunjukkan angka ASCII ybs ) Kode ASCII dalam octal.h> #include<conio.2f \t %8. dan Ani Oktarini 17 .

puts("Anda Kuliah di "). } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. clrscr().h> #include <conio. puts(a).Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-5 #include <stdio. putchar('9').h> main( ) { clrscr( ). dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. putchar( ) Perintah putchar( ) digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar.4.h> #include <conio. 5 Hasil Contoh 5 2. getch( ). putchar('0'). putchar('0'). putchar('B').3. Pradita. } Output yang akan dihasilkan. putchar('S').h> main() { char nama[5] = "BSI". Contoh-5 #include <stdio. dan Ani Oktarini 18 . putchar('2'). putchar('I'). dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 2. putchar('-'). Sopiyan. Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris.

getch( ). Ada beberapa fungsi manipulator yang disediakan oleh Borland C++. Contoh-7 #include <stdio. dan Ani Oktarini 19 .h . clrscr( ). cout<<"Jumlah Barang 1: "<<jumbar1.h> #include <iostream. Fungsi Manipulator Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layar. cout Fungsi cout merupakan sebuah objeck didalam Borland C++ digunakan untuk menampilkan suatu data kelayar. Sopiyan. antara lain. 6 Hasil Contoh 6 2.h> main( ) { int jumbar1=150. cout<<" Jumlah Barang 2: "<<jumbar2. } Output yang akan dihasilkan. Untuk menggunakan fungsi cout ini.4.4. Ilamsyah.h> #include <conio. endl end flush() dec() hex() oct() setbase() setw() setfill() setprecision() setosflags() Frieyadie. jumbar2=23. 7 Hasil Contoh 7 2. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 2.4.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. untuk mengguakan manipulator ini file header yang harus disertakan file header iomanip.h . Pradita.5. harus menyertakan file header iostream.

cout<<"Alamat :"<<alamat<<endl.h . 8 Hasil Contoh 8 b. cout<<"Nim :"<<nim<<endl. } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { int a. Fungsi ini sangat berguna untuk piranti keluaran berupa file di disk. ends ends merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menambah karakter null ( nilai ASCII NOL ) kederetan suatu karakter. d.h . c.Modul Algoritma Pemrograman I Berikut akan dibahas beberapa fungsi manipulator.h> main( ) { char nim[9]="12098890".nama[15]="Andi".h> # include<conio. File header yang harus disertakan adalah file header iostream. char alamat[20]="Jakarta Selatan".h> # include <iostream.h> # include<iostream. Ilamsyah. Pradita. Fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter kefile didisk atau modem dan mangakhirinya dengan karakter NULL. diantaranya: a. getch( ). dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 2. dan Ani Oktarini . 20 Frieyadie.h> # include <conio. Sopiyan. Contoh-9 # include <stdio. b. endl endl merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyisipkan karakter NewLine atau mengatur pindah baris. Contoh-8 # include<stdio. clrscr( ). cout<<"Nama :"<<nama<<endl.. File header yang harus disertakan adalah file header iostream.

cout<<"Hasil dari C = A % B adalah "<<c<<ends.h . cin>>b.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ). dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 2. Pradita.h> # include <iostream. dan Ani Oktarini 21 . Ilamsyah. oktal(bilangan berbasis 8) dan hexadesimal(bilangan berbasis 16). getch( ). } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { int nilai = 320. dari program contoh-10 diatas adalah: Frieyadie. Contoh-10 # include <stdio. cin>>a. cout<<"Masukan Nilai A : ". cout<<"Nilai Awal= "<<nilai<<endl. clrscr( ).h> # include <conio. d = a * b. cout<<"Hasil dari D = A * B adalah "<<d<<ends.h> # include <iomanip. cout<<"Nilai ke Hexadesimal = "<<hex<<nilai<<endl. c = a % b. } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. File header yang harus disertakan adalah file header iomanip. dec. oct dan hex dec. cout<<"Masukan Nilai B : ". cout<<"Nilai ke Desimal = "<<dec<<nilai<<endl. oct dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk desimal(bilangan berbasis 10). cout<<"Nilai ke Octal = "<<oct<<nilai<<endl. getch( ). 9 Hasil Contoh 9 c.

c = a * b.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2.h .h> # include <iostream. dan Ani Oktarini 22 . cout<<setprecision(3)<<c<<endl. 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie. a = 25.23. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). cout<<setiosflags(ios::fixed). } Output yang akan dihasilkan.h> # include <iomanip.b. Sopiyan. dari program contoh-11 diatas adalah: Gambar 2.54. file header yang harus disertakan adalah file header iomanip. getch( ). b = 12. Ilamsyah. clrscr( ). Pradita.h> main( ) { float a.c. cout<<setprecision(5)<<c<<endl. cout<<setprecision(1)<<c<<endl. 10 Hasil Contoh 10 d. cout<<setprecision(4)<<c<<endl. cout<<setprecision(2)<<c<<endl. Contoh-11 # include <conio. setprecision( ) Fungsi setprecision( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan.

cout<<"Penggunan Manipulator setbase()"<<"\n\n". } Output yang akan dihasilkan. setbase( ) setbase( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi bilangan Octal. } getche( ). Decimal dan Hexadecimal. Base bilangan merupakan base dari masing-masing bilangan.h> # include <iomanip.a++) { cout<<setbase(10)<<a<<" ". cout<<"Decimal Octal Hexadecimal"<<endl.12. Hasil Contoh-12 Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I e. File header yang harus disertakan file header iomanip. cout<<"----------------------------"<<"\n". cout<<setbase(8)<<a<<" ".a<=260. Bentuk penulisannya : setbase(base bilangan). yaitu : • Octal = basis 8 • Decimal = basis 10 • Hexadecimal = basis 16 Contoh-12 //Penggunaan Manipulator setbase() # include <stdio. clrscr( ).h> # include <conio. for(a=250. Ilamsyah. Pradita. dan Ani Oktarini 23 . dari program contoh-12 diatas adalah: Gambar 2. Sopiyan.h .h> main( ) { int a = 250. cout<<setbase(16)<<a<<endl.h> # include <iostream.

h> main( ) { int a.h> # include <iomanip. cout<<"Penggunan Manipulator setw()"<<"\n\n". dan Ani Oktarini 24 . Bentuk penulisannya : setw(int n). dari program contoh-13 diatas adalah: Gambar 2. n = merupakan nilai lebar tampilan data. } Output yang akan dihasilkan. for(a=1. clrscr( ). } cout<<"-------------------------------"<<"\n".h .a<=15. Ilamsyah.h> # include <conio.h> # include <iostream. Hasil Contoh-13 Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I f. cout<<"-------------------------------"<<"\n". Pradita.a++) { cout<<setw(a)<<a<<endl. Contoh-13 // Penggunaan Manipulator setw() # include <stdio. setw() setw() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar tampilan dilayar dari suatu nilai variabel.13. Sopiyan. getche( ). File header yang harus disertakan file header iomanip. integer.

h> # include <iostream. Sopiyan. Bentuk penulisannya : setfill(charakter). Contoh-14 // penggunaan setfill dan setw( ) # include <stdio. setfill() setfill() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk manampilkan suatu karakter yang ditelakan didepan nilai yang diatur oleh fungsi setw(). for(a=1. } getche( ). } Output yang akan dihasilkan.h> # include <iomanip. cout<<setw(a)<<a<<endl.a++) { cout<<setfill('-').14. dan Ani Oktarini 25 . clrscr( ).a<=15.h> main( ) { int a.h> # include <conio. dari program contoh-14 diatas adalah: Gambar 2. File header yang harus disertakan file header iomanip. Pradita.h .Modul Algoritma Pemrograman I g. cout<<"Penggunan Manipulator setfill()"<<"\n\n". Ilamsyah. Hasil Contoh-14 Frieyadie. cout<<"-------------------------------"<<"\n".

cout<<"Penggunaan ios::left dan ios::right\n\n". Hasil Contoh-15 2.15. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<a. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). Sopiyan. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<a. file header yang harus disertakan file header iomanip.h> # include <iostream. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<b.Modul Algoritma Pemrograman I h. setiosflags( ) Fungsi setiosflags( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur sejumlah format keluaran data. 1. antara lain. yaitu: ios::scientific digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi eksponensial. pengaturan terhadap lebar variabel untuk perataan kiri dan kanan ini melalui fungsi setw( ). cout<<"Rata Sebelah Kanan = ". Ilamsyah. cout<<endl. dan Ani Oktarini 26 . cout<<"Rata Sebelah Kiri = ". Frieyadie. dari program contoh-15 diatas adalah: Gambar 2.h> # include <conio. clrscr( ). ios::left digunakan untuk mengatur perataan sebelah kiri ios::right digunakan untuk mengatur perataan sebelah kanan Contoh-15 //tanda format ios::left dan ios::right # include <stdio. } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { int a = 75. ios::fixed digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi desimal. Ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags( ). getche( ).h> # include <iomanip. Tanda Format Keluaran Notasi Konversi Tanda format yang digunakan untuk keluaran Notasi.. Pradita. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<b. b = 56. Tanda Format Perataan Kiri dan Kanan Tedapat dua buah tanda format yang digunakan untuk perataan kiri dan kanan.h .

cout<<"\nHasil ios::scientific dari 75.h> # include <iostream. ios::oct digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis oktal. yaitu: ios::dec digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis desimal.h> # include <conio. } Output yang akan dihasilkan.45<<endl. Sopiyan.16.h> # include <iostream. Pradita. cout<<"\n\n".h> # include <iomanip. cout<<"Bilangan Decimal dar 75 = ". Ilamsyah. cout<<setiosflags(ios::scientific)<<75. getche( ). dari program contoh-16 diatas adalah: Gambar 2. cout<<setiosflags(ios::fixed)<<56.h> # include <conio.h> # include <iomanip.65. Tanda Format Konversi Dec. ios::hex # include <stdio.h> main( ) { clrscr( ). cout<<"Bilangan Octal dari 10 = ".45 adalah ". Frieyadie. Oct dan Hex Terdapat tiga macam tanda format yang digunakan untuk konversi keluaran dalam basis Decimal. cout<<setiosflags(ios::dec)<<75<<endl. Hasil Contoh-16 3. getche( ).Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-16 //tanda format ios::scientific dan ios::fixed # include <stdio. Contoh-17 //tanda format ios::dec. cout<<"Penggunaan ios::scientific dan ios::fixed\n". cout<<"Bilangan Hexadecimal dari 15 = " cout<<setiosflags(ios::hex)<<15. ios::oct. cout<<setiosflags(ios::oct)<<10<<endl. ios::hex digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis heksadesimal. Octal dan Hexadecimal. dan Ani Oktarini 27 .65 adalah ".h> main( ) { clrscr( ). cout<<"Hasil ios::fixed dari 56.

Contoh-18 //tanda format ios::uppercase # include <stdio. dari program contoh-17 diatas adalah: Gambar 2. } getche( ). Pradita.a+5). a<=15. cout<<"Tanpa Dengan \n". for (a=1. dan Ani Oktarini 28 . cout<<"Penggunaan ios::uppercase\n". cout<<"-------------------------\n". dari program contoh-18 diatas adalah: Frieyadie.17. a<=15.h> # include <conio.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan.h> # include <iomanip. Hasil Contoh-17 4. for (a=1. cout<<"Konversi Konversi \n". } Output yang akan dihasilkan. Tanda Format Manipulasi Huruf Hexadecimal Untuk keperluan memanipulasi atau mengubah huruf pada notasi hexadecimal dengan menggunakan tanda format: ios::uppercase digunakan untuk mengubah huruf pada notasi huruf hexadecimal.h> # include <iostream. a++) { gotoxy(15. a++) cout<<hex<<a<<endl. cout<<setiosflags(ios::uppercase)<<hex<<a<<endl. Ilamsyah. Sopiyan. clrscr( ). cout<<"-------------------------\n".h> main( ) { int a.

} for (a=1.h> # include <conio. clrscr( ).h> main( ) { int a. cout<<"----------------------------\n". cout<<"Decimal Hexadecimal Oktal \n". a++) { gotoxy(15.18 Hasil Contoh-18 5. dan Ani Oktarini 29 . cout<<"----------------------------\n". a++) { gotoxy(4. Tanda Format Keluaran Dasar Bilangan Hexadecimal dan Octal Untuk keperluan menampilkan dasar bilangan Hexadecimal dan Oktal dengan menggunakan tanda format: • ios::showbase digunakan untuk menampilkan tanda 0x (nol-x) diawal pada tampilan bilangan hexadecimal dan 0 (nol) diawal pada tampilan bilangan decimal. Ilamsyah. cout<<"Penggunaan ios::showbase\n". cout<<setiosflags(ios::showbase).a+5).h> # include <iomanip. Pradita. Sopiyan.a+5). for (a=1. a<=15.h> # include <iostream. Contoh-19 //tanda format ios::showbase # include <stdio. a<=15. Frieyadie. cout<<dec<<a<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2.

Pradita. Frieyadie. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I cout<<hex<<a<<endl. Ilamsyah. Contoh-20 //tanda format ios::showpoint # include <stdio.h> # include <iomanip. } cout<<"----------------------------\n". a<=15. cout<<oct<<a<<endl. dari program contoh-19 diatas adalah: Gambar 2.h> # include <iostream. a++) { gotoxy(25. dan Ani Oktarini 30 . Tanda Format Menampilkan Titik Desimal Untuk keperluan menampilkan titik desimal dengan menggunakan tanda format: • ios::showpoint digunakan untuk menampilkan titik desimal pada bilangan yang tidak mempunyai titik desimal pada tipe data float atau double. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan.h> # include <conio. } for (a=1.h> main() { double a = 78. Hasil Contoh-19 6. getche( ). //-> tanpa tanda format ios::showpoint cout<<"Tanpa tanda format ios::showpoint"<<endl.19.a+5).

h> # include <conio. } Output yang akan dihasilkan. Hasil Contoh-20 7.h> # include <iomanip. clrscr( ). getche( ). getche(). Sopiyan. cout<<"Dengan Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n".h> # include <iostream. Contoh-21 //tanda format ios::showpos # include <stdio. } Output yang akan dihasilkan. Tanda Format Menampilkan Simbol Plus ( + ) Untuk keperluan menampilkan simbol Plus ( + ) pada bilangan genap dengan menggunakan tanda format: • ios::showpos digunakan untuk menampilkan simbol plus (+) pada variabel yang memiliki nilai bilangan positif. b = -9. cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl.20.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Variabel a = "<<a<<"\n\n". cout<<"Tanpa Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. cout<<setiosflags(ios::showpoint). cout<<"\n\n". dan Ani Oktarini 31 . dari program contoh-21 diatas adalah: Frieyadie. //-> dengan tanda format ios::showpoint cout<<"Dengan tanda format ios::showpoint"<<endl.h> main( ) { int a = 8. Pradita. Ilamsyah. dari program contoh-20 diatas adalah: Gambar 2. cout<<"Variabel a = "<<a<<endl. cout<<setiosflags(ios::showpos).

h> #include<conio. diantaranya adalah: scanf( ) gets( ) cout( ) getch( ) getche( ) 2.h> #include<iostream.21. Hasil Contoh-21 2. Perintah Masukan Perintah standar input yang disediakan oleh Borland C++.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2.1. simbol & merupakan pointer yang digunakan untuk menunjuk kealamat variabel memori yang dituju. &nama-variabel).7. Penentu Format scanf( ) TIPE DATA Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer Contoh-22 #include<stdio. Tabel 2. Sopiyan.5. scanf( ) Fungsi scanf( ) digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data.h> Penentu Format Untuk scanf( ) %d %e atau %f %e atau %f %lf %c %s %u %ld %lu %x %o Frieyadie. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: scanf("penentu format". Ilamsyah. Pradita. dan Ani Oktarini 32 .5.

printf("Hobby: "). printf("Kelas: "). dari program contoh-22 diatas adalah: Gambar 2. printf("Nama : ").scanf("%s".scanf("%s".8. Contoh-23 # include <stdio.h> # include <conio. gets( ) Fungsi gets( ) digunakan untuk memasukkan data string. Perbedaan scanf( ) dengan gets( ) scanf( ) gets( ) Tidak dapat menerima string yang Dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan mengandung spasi atau tab dianggap sebagai data terpisah dan masing dianggap sebagai satu kesatuan data.kelas[20]. clrscr( ). Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: gets(nama-variabel-array). Pradita.h> main( ) { char nm1[20]. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. char nm2[20]. Frieyadie.&hobby). 22 Hasil Contoh 22 2. clrscr( ). Ilamsyah.&kelas).2. Perbedaan antara scanf( ) dengan gets( ) adalah: Tabel 2. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { char nama[15].&nama).scanf("%s". printf("\tBIODATA SAYA\n"). dan Ani Oktarini 33 .5.hobby[15].

&nm2).5.h> # include <iostream. printf("\n\n"). Contoh-24 # include <stdio. Sopiyan. getch( ). nm1). harus menyertakan file header iostream. printf("\n\n").h> # include <conio. 12 Hasil Contoh 23 2.h> main( ) { int nilai1.. puts(nm1)..Modul Algoritma Pemrograman I puts("Masukan nama ke . nm2). puts(nm2). Ilamsyah.1 = "). Frieyadie.").h . dan Ani Oktarini 34 ...nilai2."). } Output yang akan dihasilkan. gets(nm1). printf("Masukan nama ke . printf("Senang Berkenalan Dengan Anda . scanf("%s". cin>>nilai1.%s". cin Fungsi cin merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk memasukkan suatu data. clrscr( ). total. puts("Senang Berkenalan Dengan Anda . cout<<"Masukan Nilai 2 : ". dari program contoh-23 diatas adalah: Gambar 2.3. Untuk menggunakan fungsi cin ini.2 = "). cout<<"Masukan Nilai 1 : ". printf("Senang Berkenalan Dengan Anda . Pradita.%s". puts("Senang Berkenalan Dengan Anda .

Modul Algoritma Pemrograman I cin>>nilai2; total=nilai1+nilai2; cout<<"Masukan Total Nilai : "<<total<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-24 diatas adalah:

Gambar 2. 13 Hasil Contoh 24

2.5.4. getch ( )
Fungsi getch( ) (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h. Contoh-25 # include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getch( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-25 diatas adalah:

Gambar 2. 14 Hasil Contoh 25

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

35

Modul Algoritma Pemrograman I

2.5.5. getche()
Fungsi getche()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.

Contoh-26

# include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getche( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch ( ); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-26 diatas adalah:

Gambar 2. 15 Hasil Contoh 26

Kedua fungsi ini dapat digunakan untuk menahan tampilan hasil program yang di eksekusi agar tidak langsung kembali ke listing program tanpa menekan tombol ALT – F5. Karena fungsi getch() merupakan fungsi masukkan, jadi sebelum program keluar harus menginputkan satu buah karakter.

2.6. Tugas
1. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa, dengan ketentuan sebagai berikut : Nim Siswa, Nama Siswa, Nilai Tugas 1, Nilai Tugas II, Nilai Tugas III diinput.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

36

Modul Algoritma Pemrograman I Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Tugas I, II dan III dibagi dengan 3. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nim Siswa Nama Siswa Nilai Tugas I Nilai Tugas II Nilai Tugas III Layar Keluaran Nim ........ Siswa yang bernama …… Memperoleh nilai rata-rata ….. dari hasil tugas yang diikutinya. 2. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa, Nilai Keaktifan, Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masing-masing nilai, adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan. Nilai Keaktifan * 20% : …… Nilai Tugas * 30% : …… Nilai Ujian * 50% : …… Jadi Siswa yang bernama …… memperoleh nilai akhir sebesar ….. : : : : : : : : :

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

37

Operator Aritmatika Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah: Tabel 3. pengurangan dan lain-lain. Operator mempunyai sifat sebagai berikut: • Unary Sifat Unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : -5 Binary Sifat Binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : 4 + 8 Ternary Sifat Tenary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : (10 % 3) + 4 + 2 • • 3. adalah: Frieyadie. Ilamsyah. Sopiyan. dan Ani Oktarini 38 .Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operator Borland C++ 3 Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program. Pradita. yang digunakan untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi.1. seperti penjumlahan. Operator Aritmatika Operator * / % + − Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian (mod) Penjumlahan Pengurangan Contoh 4*5 8/2 5%2 7+2 6−2 Operator yang tergolong sebagai operator Unary.1.

cout<<"Masukan Nilai A : ". printf(“Hasil Dari A= X + Y= %i \n” . d = 0. clrscr( ).b) cout<<" Hasil dari C = X % Y = "<<c<<endl. a). dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 3. cin>>y.h> #include <conio.Y= %i \n”. Ilamsyah.1. d = x * y. a=x+y.Modul Algoritma Pemrograman I Tabel 3. c = x% y.1.2. Operator Unary Operator + − Keterangan Tanda Plus Tanda Minus Contoh −4 +6 Contoh-1 #include <stdio.h> #include <iostream. dan Ani Oktarini 39 . getch( ). c = 0. cin>>x. Sopiyan. 1 Hasil Contoh 1 3. b=0. cout<<"Masukan Nilai B : ". Bentuk Umum : • • Variabel. cout<<" Hasil dari D = X * Y = "<<d<<endl.y.h> main( ) { int x. } Output yang akan dihasilkan. dikenal dengan sebutan LValue (Left Value) Ekspresi Aritmatika dikenal dengan sebutan RValue (Right Value) Frieyadie. printf(“Hasil Dari B=X . a=0. Ekspresi Aritmatika Bentuk penulisan ekspresi aritmatika dikaitkan dengan pernyataan pemberi nilai. Pradita. b=x-y.

Bila LValue bukan berupa variabel. yang didepan didahulukan Sisa Pembagian Tingkatan operator sama. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I • Tanda “ = “. dan Ani Oktarini .3.h> 40 Frieyadie. Sopiyan.1. maka akan tampil pesan kesalahan LValue required in function … RValue dapat berupa konstanta.2. Tabel Hierarki Operator Aritmatika Operator * atau / % + atau Keterangan Tingkatan operator sama. Didalam suatu ekspresi aritmatika. penggunaan nya tergantung letak. Urutan operator aritmatika sebagai berikut : Tabel. variabel lain maupun suatu ekspresi atau rumus aritmatika. Hierarki Operator Aritmatika.h> #include <conio. LValue harus selalu berupa variabel tunggal. selalu menjumpai beberapa operator aritmatika yang berbeda yang dapat digunakan secara bersamaan. 3. penggunaan nya tergantung letak. 3.h> #include <iostream. Contoh : A = (8 + 2) * 3 / 6 Langkah perhitungannya : A = 10 * 3 / 6 A = 30 / 6 A=5 Contoh-2 #include <stdio. Pradita. dikenal dengan sebagai Operator Pemberi Nilai (Assignment Operator). yang didepan didahulukan Contoh A=8+2*3/6 Langkah perhitungannya : A=8+6/6 (6/6=1) A=8+1 A=9 Tingkatan operator ini dapat diabaikan dengan penggunaan tanda kurung “(“ dan “)”.

4. Ilamsyah. 3. dan Ani Oktarini 41 . b. Operator Pemberi Nilai Aritmatika Sebelumnya kita telah mengenal operator pemberi nilai (assignment operator) yaitu tanda “ = “. Sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai A = A+1 Dari penulisan ekspresi diatas. cout<<" Hasil dari A = "<<a<<endl. getch( ). Sopiyan. 2 Hasil Contoh 2 3.b). clrscr( ). Ada beberapa operator pemberi nilai aritmatka diantaranya: Tabel. cout<<" A = 8 + 2 * 3 / 6"<<endl. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 3. printf(" Hasil dari B = %i ".2. Tabel Operator Pemberi Nilai Aritmatika Operator *= /= %= += -= Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian Penjumlahan Pengurangan Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. a = 8 + 2 * 3 / 6. cout<<endl. Borland C++ dapat menyederhanakan menjadi A += 1 Notasi “ += “ ini dikenal dengan operator pemberi nilai aritmatika. Pradita. b = (8 + 2) * 3 / 6. } Output yang akan dihasilkan. cout<<" B = (8 + 2) * 3 /6"<<endl.

5. sedangkan • Jika diletakan dibelakang variabel. Penambahan: menambahkan 1 ke nilai variable. 3. x=4) int x=5. x=6) Pengurangan: int x=5. y = ++x. sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan. Keterangan : 1. dan Ani Oktarini . Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang.3. x=6) int x=5. y = x++.Modul Algoritma Pemrograman I 3. Tabel. y = x--. Pengurangan: mengurangkan 1 ke nilai variabel. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini.h> 42 Frieyadie. prefix (--A) atau postfix (A --) Kedua bentuk penulisan operator ini mempunyai arti yang berbeda. (nilai saat ini : y = 5. Ilamsyah.h> #include <conio. Pradita. Sopiyan. Tabel Operator Penambah dan Pengurang Operator ++ -Penambahan Pengurangan Keterangan A = A + 1 atau A = A . Operator Penambah dan Pengurang Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan. Contoh Penambahan: int x=5. • Jika diletakan didepan variabel. y = --x. x=4) Contoh-3 /* Penggunaan Notasi Didepan Variabel*/ #include <stdio. (nilai saat ini: y = 5. (nilai saat ini: y = 4. disederhanakan menjadi A ++ atau A-Operator “ ++ “ atau “ -. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang.1. (nilai saat ini: y = 6. prefix (++A) atau postfix (A ++) 2.“ dapat diletakan didepan atau di belakang variabel.

clrscr( ). dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 3. 3 Hasil Contoh 3 Contoh-4 /* Penggunaan Notasi Dibelakang Variabel*/ #include<stdio. Sopiyan. printf("\nNilai ++A = %d". getch( ). printf("\nNilai B = %d". getch( ). --b). printf("\nNilai ++A = %d". a). b).h> #include<conio. printf("\nNilai A = %d". dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. b). b--). } Output yang akan dihasilkan. printf("\nNilai --B = %d". clrscr( ). printf("\nNilai B = %d". dan Ani Oktarini 43 .h> #include<iostream. printf("\nNilai --B = %d". b). } Output yang akan dihasilkan. a++). a). a). Ilamsyah. b = 5. printf("\nNilai B = %d". Pradita. printf("Nilai A = %d".h> main( ) { int a = 10.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a = 10. printf("Nilai A = %d". ++a). b = 5.

c = x > y. Ilamsyah. c. } Frieyadie.h> #include <conio. x. cin>>y. y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" > "<<y<<" = "<<c<<endl. e = x >= y. cout<<"Masukan Nilai X = ". cout<<endl. cout<<"Hasil dari "<<x<<" <= "<<y<<" = "<<f<<endl. e. cin>>x. Pradita. Tabel. cout<<"Hasil dari "<<x<<" < "<<y<<" = "<<d<<endl. a = x = = y. b = x != y. Operator Relasi Operator Relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. cout<<"Hasil dari "<<x<<" == "<<y<<" = "<<a<<endl. cout<<"Hasil dari "<<x<<" != "<<y<<" = "<<b<<endl. d. cout<<"Masukan Nilai Y = ". cout<<"Hasil dari "<<x<<" >= "<<y<<" = "<<e<<endl.4.h> #include <iostream. dan Ani Oktarini 44 == != > < >= <= Contoh-5 . b. getch( ). Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 3. 4 Hasil Contoh 4 3. 3. Tabel Operator Relasi Operator Keterangan Sama Dengan ( bukan pemberi nilai ) Tidak Sama dengan Lebih Dari Kurang Dari Lebih Dari sama dengan Kurang Dari sama dengan #include <stdio.5. f = x <= y. Sopiyan. d = x < y.h> main( ) { float a. f.

dan Ani Oktarini 45 . Operator Logika AND Operator logika AND digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. 5 Hasil Contoh 5 3. Tabel Operator Relasi Operator && || ! Keterangan Operator Logika AND Operator Logika OR Operator Logika NOT 3. A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 Frieyadie. 3. bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR.5.1.5. akan dianggap BENAR.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. Pradita. Operator Logika Operator Relasi digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi. Tabel. Sopiyan. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 3.3 >= 4 A T T F F Contoh : Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). Tabel Logika And B A && B T T F F T F F F A + 4 < 10 B>A + 5 C . Ilamsyah.5.

maka A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 SALAH = 0 Contoh-6 /* Penggunaan Operasi Logika AND */ #include<stdio. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C – 3 >= 4 7 – 3 >= 4 BENAR Dari ekspresi relasi tersebut mempunyai nilai BENAR. cout<<"Hasil dari f = c . cin>>b. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. Pradita. getch( ). cin>>a.h> #include<conio. e. 6 Hasil Contoh 6 Frieyadie. g. Sopiyan. Ilamsyah. cout<<"Hasil dari g = d && e && f adalah " <<g.Modul Algoritma Pemrograman I Jika nilai A = 3. b. e = b > a + 5. B = 3.h> main( ) { float a. f = c . cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl.3 >= 4. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 3. cout<<"Masukan Nilai B = ". cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. d. h. cout<<"Masukan Nilai C = ". cout<<endl. g = d && e && f. cin>>c. cout<<"Masukan Nilai A = ".h> #include<iostream. dan Ani Oktarini 46 . } Output yang akan dihasilkan. cout<<endl<<endl. clrscr( ). c. // Proses d = a + 4 < 10. f.3 >= 4 adalah " <<f. cout<<endl<<endl. C = 7.

g = d || e || f. cout<<"Masukan Nilai B = ". A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 Jika nilai A = 3. dan Ani Oktarini 47 . maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C . Pradita. c. cout<<endl<<endl. maka ekspresi tersebut tetap bernilai BENAR. f = c . d = a + 5 > 10. Ilamsyah.2. f. cin>>a.5. cout<<"Masukan Nilai A = ". h. cin>>b.h> #include<conio. Tabel Logika Or B A || B T T F T T T F F A + 4 < 10 B>A + 5 C-3>4 A T T F F Contoh Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. cout<<"Masukan Nilai C = ".h> main() { float a. cin>>c. C = 7. Operator Logika OR Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi.3 > 4 7–3>4 SALAH Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I 3. b. d. e=b>5+a. clrscr( ). maka akan bernilai SALAH. g. bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR dan bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai SALAH.4 <= 7. A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 BENAR = 1 Contoh-7 /* Penggunaan Operasi Logika OR */ #include<stdio. akan dianggap BENAR. Frieyadie. e. B = 3.h> #include<iostream.

cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 3. 7 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* Penggunaan Operasi Logika AND OR*/ #include<stdio. h. cin>>b. cout<<"Hasil dari d = a + 5 > 10 adalah " <<d<<endl. Sopiyan. cout<<"Masukan Nilai C = ". getch( ). cin>>a. Frieyadie. g. cout<<endl<<endl. c. e. cout<<"Hasil dari g = d || e || f adalah " <<g. cout<<endl<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. Ilamsyah. // Proses d = a + 4 < 10. clrscr( ). cout<<"Program Ekspresi AND / OR"<<endl<<endl. cout<<"Masukan Nilai A = ". f = c . } Output yang akan dihasilkan. cout<<endl. e = b > a + 5. cin>>c. dan Ani Oktarini 48 .4 <= 7 adalah " <<f. cout<<"Masukan Nilai B = ". b. d. cout<<"Hasil dari e = b > 5 + a adalah " <<e<<endl.h> main( ) { float a. Pradita. cout<<"Hasil dari f = c . f.h> #include<conio.3 >= 4.h> #include<iostream. g = d && e && f.

cout<<"Hasil dari f = c . getch( ). maka ekspresi tersebut akan bernilai SALAH !(A+4 < 10) !(BENAR) = SALAH = 0 Contoh-9 /* Penggunaan Operasi Logika NOT */ #include <stdio.3. Pradita. begitu pula sebaliknya. dan Ani Oktarini 49 . cout<<endl<<endl. Ilamsyah. maka ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR dan jika digunakan operator logika NOT. 8 Hasil Contoh 8 3. Jika nilai yang disebutkan bernilai BENAR maka akan menghasilkan nilai SALAH. cout<<endl. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. Operator Logika NOT Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikkan dari ekspresi yang disebutkan. !(A+4 < 10) Jika nilai A = 3. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl.h> #include<iostream.h> #include <conio.5. cout<<"Hasil dari g = d || e && f adalah " <<g.h> Frieyadie.3 >= 4 adalah " <<f. Contoh : Ekspresi Relasi A + 4 < 10 Penggunaan Operator Logika NOT diatas menjadi.

cout<<"Masukan Nilai A = ". dan Ani Oktarini 50 .6. c. 9 Hasil Contoh 9 3. Borland C++ menyediakan enam buah operator bitwise. } Output yang akan dihasilkan. getch( ). Tabel Operator Bitiwise Operator ~ << >> & ^ | Keterangan Bitwise NOT Bitwise Shift Left Bitwise Shift Right Bitwise AND Bitwise XOR Bitwise OR Frieyadie.6. clrscr( ). Tabel. cout<<"Nilai c = !(b) = "<<c. cin>>a. 3. c = !(b). cout<<"Nilai A = "<<a<<endl. /* Proses */ b = (a + 4 < 10). cout<<"Nilai b = (a + 4 < 10) = "<<b<<endl. Sopiyan. Ilamsyah. Operator Bitwise Operator Bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. cout<<endl<<"Program Ekspresi NOT "<<endl. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. b.

cout<<"Nilai Awal : "<<x<<endl. 10 Hasil Contoh 10 Frieyadie.1. dan Ani Oktarini 51 . cin>>x. Pradita. clrscr(). sebanyak bit yang digeser Contoh-10 #include<iostream. cout<<"Masukan Nilai X = ".6.h> main() { int x.h> #include<stdio. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 3. Ilamsyah. x = x << 1. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl.h> #include<conio. Operator Bitwise << (Shift Left) Operator Bitwise Shift Left digunakan untuk menggeser sejumlah bit kekiri. Contoh : 0000000011001001 = 201 //////// digeser 1 bit ke kiri 0000000110010010 = 402 Dibagian kanan disisipkan 0. getch(). } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I 3. Sopiyan.

Ilamsyah. Operator Bitwise >> (Shift Right) Operator Bitwise Shift Right digunakan untuk menggeser sejumlah bit kanan. cout<<” Nilai Awal : “<<x<<endl. } Output yang akan dihasilkan. 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie.6. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. Pradita. Sopiyan. getch( ). cin>>x.h> #include<stdio. clrscr( ). dan Ani Oktarini 52 . cout<<"Masukan Nilai X = ".Modul Algoritma Pemrograman I 3.h> void main( ) { int x.h> #include<conio. x = x >> 1. Contoh : 0000000011001001 = 201 \\\\\\\\ digeser 1 bit ke kanani 0000000001100100 = 100 Dibagian kanan disisipkan 0. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 3. sebanyak bit yang digeser Contoh-11 #include<iostream.2.

a = x & y. dan Ani Oktarini 53 . cout<<’\n’. y. Ilamsyah. dari program contoh-12 diatas adalah : Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 0 0 1 Gambar 3. getch( ). 3.7.6. 12 Hasil Contoh 12 Frieyadie. Operator Bitwise & (And) Operator Bitwise & ( And ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. x. clrscr( ). cin>>y.h> #include<conio. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. cout<<"Hasil dari "<<x<<" & "<<y<<" = "<<a<<endl. Pradita.3.h> void main( ) { int a. } Output yang akan dihasilkan. Tabel Operator Bitiwise And Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 AND 01000000 = 64 Contoh-12 #include<iostream. Sopiyan. Akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan bernilai benar (1). cout<<"Masukan Nilai X = ".h> #include<stdio. cin>>x.Modul Algoritma Pemrograman I 3. cout<<"Masukan Nilai Y = ".

Akan bernilai benar jika ada salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai benar (1). cin>>x. clrscr( ). cout<<"Hasil dari "<<x<<" | "<<y<<" = "<<a<<endl. dari program contoh-13 diatas adalah : Gambar 3.5. cout<<"Masukan Nilai X = ". cin>>y.h> #include<conio.h> #include<stdio. y. cout<<’\n’.4. Sopiyan.h> void main( ) { int a. cout<<"Masukan Nilai Y = ". 13 Hasil Contoh 13 Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. Tabel Operator Bitiwise Or Bit Operand 1 0 0 1 1 Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 OR 11101101 = 237 Contoh-13 #include<iostream. x. Tabel. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand.Modul Algoritma Pemrograman I 3. Operator Bitwise | ( Or ) Operator Bitwise | ( Or ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand.8. Pradita. dan Ani Oktarini 54 . a = x | y. 3. getch( ). Ilamsyah.

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ^ ( eXclusive Or )
Operator Bitwise ^ ( XOr ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibandingkan hanya sebuah bernilai benar (1). Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.9. Tabel Operator Bitiwise XOr Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 XOR 10101101 = 137 Contoh-14 #include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main( ) { int a, x, y; clrscr( ); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; cout<<"Masukan Nilai Y = "; cin>>y; a = x ^ y; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari "<<x<<" ^ "<<y<<" = "<<a<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-14 diatas adalah: Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 0

Gambar 3.13 Hasil Contoh-14 Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 55

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ~ ( Not )
Operator Bitwise ~ ( Not ) digunakan membalik nilai bit dari suatu operand. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.10. Tabel Operator Bitiwise Not Bit Operand 0 1 Contoh : 00001000 = 8 |||||||| 11110111 = 247 = -9 Hasil 1 0

Contoh-15

#include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main() { int a, x, y; clrscr(); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; a = ~x; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari ~"<<x<<" = "<<a<<endl; getch(); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-15 diatas adalah :

Gambar 3. 14 Hasil Contoh 15

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

56

Modul Algoritma Pemrograman I

3.7. Tugas
1. Tentukan apa hasil numerik dari ekspresi relasi dan logika dibawah ini. Diberikan nilai A = 3; B = 6 ; C = 2 ; K = 5; L = 4; M = 3 a. b. c. d. e. D = (4 + 2 > A && B – 2 > 3 + 2 || B + 2 <= 6 + 2 ) D=K + 5 < M || (C * M < L && 2 * M – L > 0) D=L + 5 < M || C * K < L && 2 * K – L > 0 D=A * 4 <= 3 * M + B D=K + 10 > A && L – 2 > 4 * C

2. Dari program dibawah ini, bagaimanakah keluaran yang dihasilkan #include<stdio.h> #include<conio.h> main( ) { int a = 21; clrscr( ); printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a = %d",a); a+=3; printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a-- = %d",a--); getch( ); }

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

57

} Output yang akan dihasilkan. 4. cout<<"Masukkan Kata . Fungsi strcat( ) Fungsi ini digunakan untuk menambahkan string sumber kebagian akhir dari string tujuan. dari program contoh-1 diatas adalah: Frieyadie. Contoh-1 #include <string. Pradita. Sopiyan. diantaranya: 4.h> #include <iostream.h> #include <ctype. terutama pada pemrograman visualisasi. getch(). Ilamsyah.1. cout<<"Masukkan Kata . File header yang harus disertakan adalah string.1. Pada bab ini akan dibahasa beberapa perintah dan fungsi string. Fungsi Manipulasi String Borland C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan menipulasi string. cin>>a2.2= ". strcat(a1. char a2[20].1= ". clrscr().h Bentuk Penulisan : strcat(tujuan. dan Ani Oktarini 58 . cout<<"Hasil Penggabungannya "<<a1. cin>>a1. sumber).h dan ctype.1.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi String 4 Operasi string selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. dikarenakan hampir semua bahasa pemrograman menggunakan manual inputnya adalah string. a2).h> main() { char a1[20].

2.1 Hasil Contoh-1 4.h Bentuk Penulisan : var_int = strcmp(str1. cout<<strcmp(a1. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<a2<<"->". } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { char a1[ ] = "BSI". Hasil dari fungsi ini bertipe data integer (int). cout<<strcmp(a1. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a2<<" dan "<<a2<<"->".a2)<<endl.2. getch( ). File header yang harus disertakan adalah string. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<b1<<"->". Ilamsyah. dan Ani Oktarini 59 . dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 4.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 4. Hasil Contoh-2 Frieyadie.a1) <<endl.1. clrscr( ).b1) <<endl. cout<<strcmp(a2. char a2[ ] = "Bsi". Sopiyan. Fungsi strcmp( ) Fungsi ini digunakan untuk membandingkan string pertama dengan string kedua. str2). Contoh-2 #include <string. Pradita.h> #include <conio.h> #include <iostream. char b1[ ] = "BSI".

} Output yang akan dihasilkan. char pindah[20]. Contoh-3 #include <stdio. cout<<"Pemindahannya = "<<pindah.Modul Algoritma Pemrograman I 4. Frieyadie.h> #include <iostream. File header yang harus disertakan adalah string. dengan syarat string tujuan harus mempunyai tipe data dan dan ukuran yang sama dengan string asal. huruf). dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 4.h> #include <string. Sopiyan. /* Proses */ strcpy(pindah. asal).3. Ilamsyah.h> main( ) { char huruf[20].h Bentuk Penulisan : strlen(str).1. Bentuk Penulisan : strcpy(tujuan.3 Hasil Contoh-3 4. Fungsi strlen( ) Fungsi ini digunakan untuk memperoleh banyaknya karakter dalam string.h.1. dan Ani Oktarini 60 . File header yang harus disertakan adalah string. clrscr( ).h> #include <conio. Fungsi strcpy( ) Fungsi ini digunakan untuk menyalin string asal ke-variabel string tujuan. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ". gets(huruf). Pradita.4. getch( ).

clrscr( ). Ilamsyah.1. Frieyadie.5.h> main( ) { char kata[20]. File header yang harus disertakan adalah string. getch( ).h> #include <iostream. cout<<strlen(huruf).4 Hasil Contoh-4 4. gets(kata). Sopiyan. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ".h> #include <string. String urutan paling akhir dipindahkan keurutan paling depan dan seterusnya. Pradita. clrscr(). cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata. gets(huruf). dari program contoh-4 diatas adalah: Gamabr 4.h> main( ) { char huruf[20].Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-4 #include <stdio. dan Ani Oktarini 61 . } Output yang akan dihasilkan.h> #include <iostream. Fungsi strrev( ) Fungsi ini digunakan untuk membalik letak urutan pada string. Contoh-5 #include <stdio.h Bentuk Penulisan : strrev(str).h> #include <conio.h> #include <string.h> #include <conio. cout<<"Panjang Kata Yang Diinputkan = ". cout<<"Masukan Sembarang Kata = ". strrev(kata). char pindah[20].

5 Hasil Contoh-5 4. getch( ). Sopiyan. a. } Output yang akan dihasilkan.h Contoh-6 #include <stdio.h> #include <math.6. b.h> main( ) { char kata[20]. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 4. gets(kata).02 menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan konfersi string. Fungsi atof( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik float. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". clrscr( ). a = angka + 5. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 4. File header yang harus disertakan adalah math. dan Ani Oktarini 62 . } Output yang akan dihasilkan.1.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ).h> #include <iostream. float angka. Pradita. 4. Fungsi Konfersi String Borland C++ 5. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a.2. Ilamsyah.h> #include <conio.2. angka = atof(kata). Hasil Contoh-6 Frieyadie.

h Contoh-7 #include <stdio. File header yang harus disertakan adalah stdlib. clrscr( ).h> #include <stdlib. Hasil Contoh-7 4. gets(kata). Fungsi atoi( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik integer.h> main( ) { char kata[20]. Pradita. a = angka + 5. dan Ani Oktarini 63 .2.h> main( ) { char kata[20]. a. } Output yang akan dihasilkan. b. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ".3.h Contoh-8 #include <stdio.h> #include <conio.h> #include <iostream.h> #include <conio.2. angka = atoi(kata). Ilamsyah. float angka. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 4.h> #include <iostream.Modul Algoritma Pemrograman I 4. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a. Fungsi atol( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik long integer.2.h> #include <stdlib. getch( ). File header yang harus disertakan adalah stdlib. Frieyadie. Sopiyan.7.

h> #include <conio. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 2500 = "<<a. gets(kata). clrscr( ).4. Hasil Contoh-8 4.8. cout<<"Masukan Sembarang Kata dengan Huruf Besar =". Sopiyan. } Frieyadie. gets(kata).Modul Algoritma Pemrograman I float angka. b. dari program contoh-8 diatas adalah: Gambar 4. a = angka + 2500. a.h> #include <string.2. Ilamsyah. getch( ). angka = atol(kata). getch( ). File header yang harus disertakan adalah string.h> #include <iostream.h Bentuk Penulisan : strlwr(str).h> main( ) { char kata[20]. Pradita. Contoh-9 #include <stdio. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". strlwr(kata). Fungsi strlwr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital ( huruf besar ) dalam string menjadi huruf kecil. clrscr( ). dan Ani Oktarini 64 . cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata.

getch( ). dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 4.h> main( ) { char kata[20]. File header yang harus disertakan adalah string.h> #include <iostream. Contoh-10 #include <stdio. } Output yang akan dihasilkan.5. Hasil Contoh-9 4. dan Ani Oktarini 65 .h> #include <conio. Sopiyan.9.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 4. Pradita. clrscr( ). Fungsi strupr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kecil dalam string menjadi huruf kapital ( huruf besar ).2. cout<<”Masukkan Sembarang Kata dengan Huruf Besar: ”. Ilamsyah. strupr(kata). cout<<”Hasil Perubahan : ”<<kata<<endl.10 Hasil Contoh-9 Frieyadie.h Bentuk Penulisan : strupr(str). gets(kata).h> #include <string.

Buatlah program untuk membalik kata berikut ini : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Menjadi seperti berikut : akitamrofnI anaraS aniB retupmoK and akitamrofnI nemejanaM imedakA 3. Bulatlah program untuk menggabungkan dua buah string Kalimat1 = Manajemen Kalimat2 = Informatika Menjadi seperti berikut: ManajemenInformatika 4. Pradita.3.5" Kemudian kedua kalimat diatas dihitung menjadi perhitungan : a. Pengurangan e. Mencari sisa hasil pembagian Frieyadie. Ilamsyah. Buatlah program untuk menghitung panjang kata berikut ini: Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika 2. Pembagian c. Latihan Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut: 1.Modul Algoritma Pemrograman I 4. Penambahan d. Sopiyan. Diberikan kalimat string berikut : Kalimat1 = "35. dan Ani Oktarini 66 . Perkalian b.6" Kalimat2 = "12.

dan Ani Oktarini 67 . Diagram Alir IF Bentuk umum dari pernyataan if if (kondisi) pernyataan.h> #include<iostream. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { pernyataan.h> main( ) Frieyadie. …… } Contoh-1 #include<stdio. “ Jika kondisi bernilai benar.1.h> #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi Penyeleksian Kondisi 5 Pernyataan Percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada. Borland C++ menyediakan beberapa perintah antara lain. Penulisan kondisi berada di dalam tanda kurung kurawal jika pemakaian if diikuti dengan pernyataan majemuk. maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”. Pradita. 5. Sopiyan. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: salah kondisi benar perintah Gambar 5. Pernyataan IF Pernyataan if mempunyai pengertian. Untuk keperluan pengambilan keputusan. Ilamsyah.1.

“Jika kondisi bernilai benar.Modul Algoritma Pemrograman I { float x. Y : Ada yang bernilai NEGATIF"<<endl. clrscr( ). if ((x >= 0 ) && (y>=0)) cout<<"X dan Y Bernilai POSITIF "<<endl. cout<<" Masukkan Nilai Positif atau Negatif "<<endl.3 Diagram Alir if-else Bentuk umum dari pernyataan if -else if (kondisi) perintah-1.ELSE Pernyataan if mempunyai pengertian. 2 Hasil Contoh 1 5. cout<<" Nilai X : ".y.1. Sopiyan. else cout<<"X .cin>>y. else perintah-2. cout<<" Nilai Y : ".cin>>x. getch( ). Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: kondisi i Salah Benar Perintah-1 Perintah-2 Gambar 5. dan Ani Oktarini 68 . maka perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2”. Frieyadie.1. Pradita. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 5. Pernyataan IF . } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah.

gapok =5000000 . dan Ani Oktarini 69 . gapok=4000000 contoh-2 #include <stdio. gapok=4000000..h> main( ) { char gol. clrscr( ).jika golongan=1. jab[10]. dari program contoh-2 diatas adalah : Frieyadie.Jika golongan =2. ."Direktur"). dengan kriteria : .h> #include <conio. } else { perintah-2. Sopiyan. Ilamsyah... } Output yang akan dihasilkan. long gapok=0. getch ( ). bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { perintah-1."Manajer"). } cout<<" Jabatan = "<<jab<<endl cout<<" Gaji Pokok = "<<gapok<<endl. gapok=5000000. cout<<" Masukan Golongan [1/2]: ". Pradita..h> #include <iostream.cin>>gol. jabatan=Manajer.Modul Algoritma Pemrograman I Perintah-1 dan perintah-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal. } Contoh Menentukan besarnya gaji pokok dan jabatan dari golongan. . } else if(gol=='2') { strcpy(jab. Jabatan= Direktur. cout<<endl<<" Data Jabatan"<<endl <<" = = = = = = = = = = = = = = = ="<<endl. Jika pemakaian if-else diikuti dengan pernyataan majemuk. pernyataan majemuk atau pernyataan kosong. if(gol=='1') { strcpy(jab.

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 5. 4 Hasil Contoh 2

5.1.2. Pernyataan NESTED IF
Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya. Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah : if(syarat) { if(syarat) … perintah; else … perintah; } else { if(syarat) … perintah; else … perintah; } Contoh Suatu perusahaan menjual pakaian dengan ketentuan sebagai berikut: • Jika kode baju=1 maka Merk Baju = H&R, dengan ukuran baju=S,maka harganya 45000, Jika ukuran baju=M, maka harganya 60000. • Jika kode baju=2 maka Merk Baju = Adidas, dengan ukuran baju=S, maka harganya 65000, Jika ukuran Baju=M, maka harganya 75000. Contoh-3 #include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { char kode,ukuran,merk[15]; long harga=0; clrscr( ); Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 70

Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Kode Baju : ";cin>>kode; cout<<"Ukuran : ";cin>>ukuran; if (kode=='1') { strcpy(merk,"H & R"); if (ukuran=='S' || ukuran =='s') harga=45000; else harga=60000; } else if (kode=='2') { strcpy(merk," Adidas"); if (ukuran=='S' || ukuran == 's') harga=65000; else harga=75000; } else cout<<”Salah Kode Baju”<<endl; cout<<"------------------------"<<endl; cout<<"Merk Baju : "<<merk<<endl; cout<<"Harga Baju : "<<harga<<endl; getch(); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-3 diatas adalah :

Gambar 5. 5 Hasil Contoh 3

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

71

Modul Algoritma Pemrograman I

5.1.3. Pernyataan IF – ELSE Majemuk
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan penggunaan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana. Bentuk Umum Penulisannya: if (syarat) { … perintah; … perintah; } else if (syarat) { … perintah; … perintah; } else { … perintah; … perintah; } Contoh Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para selesman dengan ketentuan sebagai berikut: • Bila salesman dapat menjual barang hingga Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 10.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 10% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 20.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 15% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 500.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 30.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 20% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.

Contoh-4

#include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { float pendapatan, jasa=0, komisi=0, total=0; clrscr( ); cout>>"Pendapatan Hari ini Rp. "; cin<pendapatan;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

72

Pradita.15*pendapatan. "<<komisi<<endl. "<<jasa<<endl. Sopiyan. dan Ani Oktarini 73 . cout<<"============================="<<endl.1*pendapatan. } /* menghitung total */ total = komisi+jasa. dari program contoh-4 diatas adalah : Gambar 5. cout<<"Hasil Total Rp. } else if(pendptan<=500000) { jasa=20000. komisi=0. cout<<"Uang Komisi Rp. cout<<"Uang Jasa Rp.Modul Algoritma Pemrograman I if (pendapatan >= 0 && pendapatan <= 200000) { jasa=10000. } Output yang akan dihasilkan. } else { jasa=30000. "<<total<<endl. 6 Hasil Contoh 4 Frieyadie. getch( ). komisi=0.2*pendapatan. komisi=0. Ilamsyah.

h> main() { int kode.2.h> #include<conio. Ilamsyah. tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer. cout<<"Masukkan Kode Jurusan [11/12/13] : ". case konstanta-2 : … perintah. Pernyataan break menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch. … perintah.h> #include<iostream. Pradita. … perintah. Contoh-5 #include<stdio.case ini memiliki kegunaan sama seperti if – else bertingkat. break. default : … perintah. break. … perintah. Frieyadie. Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut: switch (ekspresi integer atau karakter ) { case konstanta-1 : … perintah.case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian. cin>>kode. Pernyataan switch . clrscr(). Sopiyan. dan Ani Oktarini 74 . Pernyataan switch . break. switch(kode) { case 11 : cout<<"Komputerisasi Akuntansi". case 12 : cout<<"Manajemen Informatika".Modul Algoritma Pemrograman I 5. } Setiap pilihan akan dijalankan jika syarat nilai konstanta tersebut dipenuhi dan default akan dijalankan jika semua cabang diatasnya tidak terpenuhi. maka program akan diteruskan ke pilihan-pilihan yang lainnya.case Bentuk dari switch . Jika pernyataan ini tidak ada. break.

clrscr( ).h> #include<conio. case 'B' : case 'b' : cout<<"Alat Elelktronik". } Output yang akan dihasilkan. break. cin>>kode.C] : ". 7 Hasil Contoh 5 Contoh-6 #include<stdio. switch(kode) { case 'A' : case 'a' : cout<<"Alat Olah Raga".h> main( ) { char kode. cout<<"Masukkan Kode Barang [A. } getch( ). default: cout<<"Anda Salah Memasukan kode". break. Sopiyan. default: Frieyadie. Pradita. break. Ilamsyah. dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 5.Modul Algoritma Pemrograman I case 13 : cout<<"Tehnik Komputer". break.h> #include<iostream. case 'C' : case 'c' : cout<<"Alat Masak". break.. dan Ani Oktarini 75 .

Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Anda Salah Memasukan kode". } Output yang akan dihasilkan. Ketentuan Juara • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 80. Tugas 1. dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. Nilai Pertandingan I. break. Ilamsyah. Sopiyan. } getch( ). maka menjadi Juara I • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 75. maka menjadi Juara III • Selain itu tidak juara Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nama Siswa : Nilai Pertandingan I Nilai Pertandingan II Nilai Pertandingan III : : : Frieyadie. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. II dan III dibagi dengan 3. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa. Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Pertandingan I. 8 Hasil Contoh 6 5. Nilai Pertandingan III diinput. dan Ani Oktarini 76 . Pradita.3. Nilai Pertandingan II. maka menjadi Juara II • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 65.

Nilai Tugas * 30% : ..... Nilai Keaktifan * 20% : .. Nilai Keaktifan. Pradita. : . Sopiyan.. dan Ani Oktarini 77 . Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. Memperoleh nilai rata-rata . Nilai Ujian * 50% : . : .. adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%....... : . dari hasil perlombaan yang diikutinya. maka mendapat grade “D” • Selain itu mendapat grade “E” Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan. maka mendapat grade “B” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 56. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masingmasing nilai. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Ketentuan Nilai Huruf • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 80. Ilamsyah.. dan menjadi juara ke-.. dengan grade .. memperoleh nilai akhir sebesar ..Modul Algoritma Pemrograman I Layar Keluaran Siswa yang bernama ... Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput...... : . Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. 2.. Jadi Siswa yang bernama . maka mendapat grade “C” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 46. Frieyadie.. maka mendapat grade “A” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 70..

. Pendidikan : . PT... 300.. 3500 untuk setiap kelebihan jam kerja karyawan tersebut. Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam. dengan memperoleh tunjangan-tunjangan sebagai berikut : Tunjangan Jabatan Golongan Persentase 1 5% 2 10% 3 15% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3.. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp.. Jumlah jam kerja : . + Honor Lembur Rp .. DINGIN DAMAI. Tunjangan Pendidikan Rp ... dan Ani Oktarini 78 . Pradita. 300. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp.000 • Tunjangan Pendidikan Tingkat Persentase Pendidikan SMA 2.. Golongan Jabatan : ...5% D1 5% D3 20% S1 30% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3.Modul Algoritma Pemrograman I 3.. Frieyadie..000 Honor Lembur Jumlah jam kerja normal sebanyak 8 jam. maka kelebihan jam kerja tersebut dikalikan dengan Rp.. Layar Keluaran Karyawan yang bernama …… Honor yang diterima Tunjangan Jabatan Rp . memberi gaji pokok kepada karyawan kontraknya sebesar Rp... Honor Lembur Rp .. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG GAJI KARYAWAN Nama Karyawan: .000 perbulan. 300. Ilamsyah. Sopiyan.

Bentuk umum pernyataan for sebagai berikut : for ( inisialisasi. memegang kontrol terhadap pengulangan. } Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah : • Inisialisasi.bilangan naik */ /* --------------------------. syarat pengulangan.1. secara menurun dan menampilkan bilangan ganjil. Contoh : Sebagai contoh program untuk mencetak bilangan dari 1 hingga 10 secara menaik. • Pengubah Nilai Pencacah. Pernyataan for Perulangan yang pertama adalah for.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Proses Perulangan 6 Operasi perulangan selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. syarat pengulangan. Ilamsyah. Sopiyan.h> #include<conio.*/ /* Program for . pengubah nilai pencacah ) { pernyataan / perintah.*/ #include<stdio. mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah. for ( inisialisasi. dan Ani Oktarini 79 .h> main( ) { Frieyadie. karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan. merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabelvariabel tertentu. pengubah nilai pencacah ) Bila pernyataan didalam for lebih dari satu maka pernyataan-pernyataan tersebut harus diletakan didalam tanda kurung. pernyataan / perintah. Pradita. pernyataan / perintah. disini akan dibahasa beberapa perintah perulangan diantaranya. 6.h> #include<iostream. • Syarat Pengulangan. sebagai berikut: Contoh-1 /* --------------------------.

Pradita. a >= 1.bilangan ganjil */ /* ----------------------------. --a) cout<<a. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I int a.*/ /* Program for . dan Ani Oktarini 80 .h> #include <conio.bilangan turun */ /* ---------------------------. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 6.h> # include <conio. Sopiyan.*/ #include <stdio. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 /* ----------------------------. a <= 10.h> Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 6. ++a) cout>>a.h> main( ) { int a.*/ # include <stdio. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. for(a = 10. 1 Hasil Contoh 1 Contoh-2 /* ---------------------------. clrscr( ). getch( ). for(a = 1. clrscr( ).*/ /* Program for .h> #include<iostream.

a+=2) cout<<a. for(a = 1.Modul Algoritma Pemrograman I #include<iostream.for Pernyataaan Nested for adalah suatu perulangan for didalam perulangan for yang lainnya.h> main( ) { int a.*/ /* Program for . Ilamsyah. Contoh-4 /* ------------------------.1. Sopiyan. pengubah nilai pencacah ) { for ( inisialisasi. clrscr( ). syarat pengulangan.1. Pradita. Bentuk umum pernyataan Nested for sebagai berikut : for ( inisialisasi.h> #include<conio.*/ #include<stdio. a <= 10. syarat pengulangan. 3 Hasil Contoh 3 6.h> main( ) Frieyadie. kemudian perulangan yang diluar diselesaikan. } Output yang akan dihasilkan.Nested for */ /* ------------------------. } } Didalam penggunaan nested-for. pengubah nilai pencacah) { pernyataan / perintah. getch( ). Pernyataan nested . dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 6. dan Ani Oktarini 81 . perulangan yang di dalam terlebih dahulu dihitung hingga selesai.

bil++) printf("%d". } Output yang akan dihasilkan. 4 Hasil Contoh 5 6. for (bil = 60. b <= 5. Perulangan Tidak Berhingga Perulangan tak berhingga merupakan perulangan ( loop ) yang tak pernah berhenti atau mengulang terus. bil >=10. clrscr( ). for(b = a. b++) printf(" %d ".*/ /* Program for Tdk Berhingga */ /* ------------------------. a++) { printf("\n").Modul Algoritma Pemrograman I { int a. Sebagai contoh. for(a = 1.h> main( ) { int bil.h> #include<conio. jika penulisan perintah sebagai berikut: Contoh-5 /* ------------------------. clrscr( ). Pradita. } Output yang akan dihasilkan.*/ #include<stdio. Ilamsyah. b. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. getch( ).a). Sopiyan. hal ini sering terjadi disebabkan adanya kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar dari loop. dan Ani Oktarini 82 . dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 6.1.2. a <= 5. bil). } getch().

Frieyadie. kesalahan terjadi pada pengubah nilai pencacah. 4 Hasil Contoh 4 Pada pernyataan ini tidak akan berhenti untuk menampilkan bilangan menurun. cin<<a. akan terus dijalankan.h> #include<conio. Sopiyan. dan Ani Oktarini 83 .Akan tetapi yang ditulis adalah : bil ++ Oleh karena kondisi bil >= 1 selalu bernilai benar ( karena bil bernilai 6). Contoh Penggunaan goto. Pradita. Jika terjadi hal semacam ini. dapat dilihat pada program berikut: Contoh-6 /* -----------------------------. untuk menghentikan proses yang terus menerus semacam ini denan menekan tombol CTRL – PAUSE atau CTRL – BREAK. atas: clrscr( ). Bentuk pemakaian goto sebagai berikut: goto label. b.*/ #include<iostream. Label merupakan suatu pengenal (identifier) yang diikuti dengan tanda titik dua ( : ). Pernyataan goto Pernyataan goto merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program ke-pernyataan yang diawali dengan suatu label. cout>>"Masukkan Bilangan = ". char lagi.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 5. 6.2.h> #include<stdio. Ilamsyah.h> main( ) { int a. bil).*/ /* Program dengan pernyataan goto */ /* -----------------------------. seharusnya penulisan yang benar berupa bil . maka pernyataan printf("%d".

getch( ). Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I b = a % 2. b). sebagai berikut: while ( syarat ) Pernyataan / perintah .cpp */ /* ------------------. sebagai berikut: while ( syarat ) { Pernyataan / perintah . yaitu perulangan akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut terpenuhi. } Contoh-7 /* ------------------. Bentuk umum perulangan while. Bentuk umum perulangan while. lagi = getche() . Pernyataan while Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip dengan perulangan for. Bentuk perulangan while dikendalikan oleh syarat tertentu. printf("\n\nIngin Hitung Lagi [Y/T] : ").a. printf("Nilai %d %% 2 adalah = %d". 5 Hasil Contoh 6 6.*/ #include <stdio.*/ /* Program while01.h> Frieyadie. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5.3. dengan lebih dari perintah / pernyataan. if (lagi == 'Y' || lagi == 'y') goto atas. Sopiyan. Pernyataan / perintah . Ilamsyah. dan Ani Oktarini 84 . } Output yang akan dihasilkan.

h> main( ) { int bil=2. while(bil<=10) { printf(" %d ". ++bil. 6 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* ------------------. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 6.bil).*/ #include <stdio.*/ /* Program while02. 7 Hasil Contoh 8 Frieyadie.bil). Ilamsyah. Sopiyan. } getch( ).cpp */ /* ------------------.h> main( ) { int bil=1.Modul Algoritma Pemrograman I #include <conio. Pradita.h> #include <conio. bil+=2. clrscr( ). clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 85 . dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6. while(bil<=10) { printf(" %d ". } getch( ).

dengan lebih dari perintah / pernyataan. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 6.while */ /* -----------------.while. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. } while ( syarat ). sebagai berikut : do pernyataan / perintah .bil). clrscr( ). Sopiyan. while ( syarat ).while.while merupakan bentuk perulangan yang melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan dibelakang. do { printf(" %d ".h> main( ) { int bil=2. Pernyataan do . sebagai berikut: do { Pernyataan / perintah . getch( ). Bentuk umum perulangan do .Modul Algoritma Pemrograman I 6. Contoh-9 /* -----------------.4. Pernyataan / perintah . 8 Hasil Contoh 9 Frieyadie.while Pernyataan perulangan do . } while(bil<=10). Bentuk umum perulangan do .*/ #include <stdio. bil+=2.*/ /* Program do . Pradita. dan Ani Oktarini 86 .h> #include <conio.

*/ /* Program do . Jika pernyataan break dikerjakan.bil). getch( ). clrscr( ).h> #include <conio. Ilamsyah.h> main( ) { int a=3. do { if (bil >= 6) break.Modul Algoritma Pemrograman I 6. Frieyadie.5. Selain itu pernyataan break berfungsi keluar dari perulangan ( for. Pernyataan break ini berfungsi untuk keluar dari struktur switch. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6. maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir dari badan perulangan ( loop ). Contoh-10 /* ------------------------------.h> main( ) { int bil = 1.*/ /* Perulangan FOR dengan break. dan Ani Oktarini 87 . Sopiyan. 9 Hasil Contoh 10 Contoh-11 /* ----------------------------. while dan do-while ).h> #include <conio. b=2. Pradita. bil.while dengan break */ /* ------------------------------. } Output yang akan dihasilkan.*/ #include <stdio. } while(bil++).*/ #include <stdio. printf(" %d ". clrscr( ). */ /* ----------------------------. Pernyataan break Pernyataan break telah dibahas pada pernyataan pengambilan keputusan switch. c=1.

tanpa menjalankan sisa perintah dalam loop tersebut. ++bil) { a+=b. } Output yang akan dihasilkan. b. Ilamsyah. Contoh-12 /* ----------------------------. } getch( ). Frieyadie.*/ /* Perulangan FOR dengan coninue */ /* ----------------------------. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 5.*/ #include <stdio. if(c==13) break. } getche( ). bil<=10. printf("\n%d \t| %d \t| %d". Pradita.bil). Pernyataan continue Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses) berikutnya pada loop yang sama. c). dengan kata lain mengembalikan proses yang sedang dilaksanakan ke-awal loop lagi.a.Modul Algoritma Pemrograman I printf("Bil-A | Bil-B | Bil-C\n"). c+=2.h> main( ) { int bil. clrscr( ). for(bil=1. ++bil) { if(bil==6) continue. b+=c. printf("-------------------------"). 10 Hasil Contoh 11 6. Sopiyan. for(bil=1. dan Ani Oktarini 88 .6. bil<=10. printf(" %d ".h> #include <conio.

11 Hasil Contoh 12 6. Pradita. Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan genap membentuk segitiga siku terbalik dengan hasilnya : 10 + 8 + 6 + 4 + 2 = 30 10 + 8 + 6 + 4 = 28 10 + 8 + 6 = 24 10 + 8 = 18 10 = 10 ---------. =1 =3 = 15 = 105 = 945 2. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 89 .Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan.+ 110 Frieyadie. Sopiyan. dari program contoh-12 diatas adalah : Gambar 6. Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan genap dengan hasilnya : 2 + 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 + 16 + 18 + 20 = 110 Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan ganjil dengan hasilnya : 1 + 3 + 5 + 7 + 9 + 11 + 13 + 15 + 17 + 19 = 100 Bulatlah program untuk menghitung penjumlahan deret bilangan genap membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 2 =2 2+4 =6 2+4+6 = 12 2+4+6+8 = 20 2 + 4 + 6 + 8 + 10 = 30 Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan ganjil membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 1 1*3 1*3*5 1*3*5*7 1*3*5*7*9 5. 4. 3. Tugas Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut : 1.7.

Cara mendeklarasikan variabel array sama seperti deklarasi variabel yang lainnya. dan Ani Oktarini 90 . dapat digolongkan menjadi dua buah dimensi: • Array Berdimensi Satu. hanya saja diikuti oleh suatu indek yang menunjukan jumlah maksimum data yang disediakan. Suatu Array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap. Contoh Pendeklarasian Array float Nil_Akhir[6]. Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Array 7 Variabel Larik atau lebih dikenal dengan ARRAY adalah Tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. Pradita. • Array Berdimensi Dua 7. Ilamsyah. • Ukuran : Untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array. Array Berdimensi Satu Sebelum digunakan. Banyaknya komponen dalam suatu larik ditunjukan oleh suatu indek untuk membedakan variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Jumlah Elemen Array Nama Variable Array Tipe data elemen array Suatu array dapat digambarkan sebagai kotak panjang yang berisi kotakkotak kecil didalam kotak panjang tersebut. Sopiyan. variabel array perlu dideklarasikan terlebih dahulu. Bentuk Umum pendeklarasian array: Tipe_Data Nama_Variabel[Ukuran] Keterangan : • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan.1. Variabel array dalam Borland C++.

1.h> #include <iostream. Inisialisasi Array Berdimensi Satu Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Ilamsyah. clrscr(). cout<<"Nama-nama hari:"<<endl.1. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I Elemen Array elemen elemen elemen elemen elemen elemen 1 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 Subcript/Index ARRAY NIL_AKHIR Subscript atau Index array pada C++."Senin". Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut : Tipe_data nama_array[jml_elemen] = { nilai array }."Selasa". Hasil Contoh-1 Frieyadie. Contoh-1 /* ---------------------------------."Sabtu"}.1. Sopiyan. selalu dimulai dari Nol ( 0 ) 7.*/ #include <conio. getch()."Kamis". cout<<hari[0]<<endl<<hari[1]<<endl<<hari[2]<<endl<<hari[3] <<endl<<hari[4]<<endl. } Output yang akan dihasilkan."Rabu"."jum'at".h> main() { char hari[7][10]= {"Minggu". dan Ani Oktarini 91 . dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 7.*/ /* Inisialisasi Array Dimensi 1 */ /* ---------------------------------.

i<=2. Nil_Akhir[0].h> #include<iomanip.60).1.h> #include<iostream. Nama Siswa Nilai Nilai ". Mengakses Array Berdimensi Satu Suatu array. } cout<<"------------------------------------------"<<endl.i<=2. cout<<"Nilai MidTest : ". cout<<"Nilai Final : ". cout<<"Hasil"<<endl. clrscr( ). cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<nama[i].*/ /* Program Array Satu Dimensi */ /* ---------------------------. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya. hasil[i] = (nilai1[i] * 0. cout<<endl.i++) { cout<<"Data Ke .h> main( ) { int i. dan Ani Oktarini 92 .h> #include<stdio. cin>>nilai1[i]. Frieyadie. cin>>nilai2[i].i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(4)<<i. Nil_Akhir[1]. cout<<"------------------------------------------"<<endl. Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk : Nama_Array[Subscript/Index] Contoh Nil_Akhir[3].*/ #include<conio. gets(nama[i]). Contoh-2 /* ---------------------------. char nama[5][20]. Sopiyan.40)+ (nilai2[i] * 0. for(i=1. float nilai1[5]. cout<<"Ujian"<<endl. float nilai2[5]. cout<<" MidTest Final ". for(i=1.Modul Algoritma Pemrograman I 7. cout<<"Nama Siswa : ". float hasil[5]. Pradita. cout<<"No."<<i<<endl.2. Ilamsyah.

2. } Output yang akan dihasilkan. Bentuk Umum pendeklarasian array : Tipe_Data Nama_Variabel[index-1][index-2] Keterangan: • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 7.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai1[i]. cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai2[i]. cout<<setprecision(2)<<" "<<hasil[i]<<endl. • Index-1 : Untuk menyatakan jumlah baris • Index-2 : Untuk menyatakan jumlah kolom Contoh Pendeklarasian Array Sebagai contoh pendeklarasian yang akan kita gunakan adalah pengolahan data penjualan. } cout<<"------------------------------------------"<<endl. berikut dapat anda lihat pada tabel berikut : Data Penjualan Pertahun Tahun Penjualan No 2001 2002 2003 1 150 159 230 2 100 125 150 3 210 125 156 Frieyadie. Ilamsyah. Hasil Contoh-2 7. dimana indeks pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom. dan Ani Oktarini 93 . getch(). pendataan nilai dan lain sebagainya. Array dimensi dua dapat digunakan seperti pendatan penjualan.2. Sopiyan. Pradita. Array Berdimensi Dua Array dimensi dua tersusun dalam bentuk baris dan kolom.

2.3. } Output yang akan dihasilkan.1. Jumlah Kolom Jumlah Baris Nama Array Tipe data elemen array 7.h> main() { char nama[2][3][10]={{"Pak"."BU". getch(). Hasil Contoh-3 7."Carli"}}.h> #include <iostream.23.Modul Algoritma Pemrograman I Jika anda lihat dari tabel 7. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya."Mas"}.h> Frieyadie. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 7. dan Ani Oktarini 94 . Mengakses Array Berdimensi Dua Suatu array. Pradita. cout<<nama[0][0]<<ends<<nama[1][0]<<endl. Ilamsyah. Contoh pengaksesan dengan bentuk sebagai berikut: Contoh-4 /* -------------------.*/ /* Array Dimensi 2 */ /* -------------------.*/ #include<conio."Budi". Inisialisasi Array Berdimensi Dua Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel.1 diatas maka dapat dituliskan kedalam array dimensi dua berikut: int data_jual[3][3]. {"Andi".2. cout<<nama[0][2]<<ends<<nama[1][1]<<endl. cout<<nama[0][1]<<ends<<nama[1][2]<<endl. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut: Contoh-3 #include <conio. Sopiyan. clrscr().

cout<<"-----------------------"<<endl. dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie.h> #include<iostream. for(j=1. cout<<"NO 2007 2008 2093"<<endl. cin>>data_jual[i][j]. } Output yang akan dihasilkan.j++) { cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(4). Pradita. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I #include<stdio. } cout<<endl.i++) { for(j=1.i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(5)<<i. } } cout<<"Data Penjualan Pertahun"<<endl. for(i=1. clrscr(). cout<<"-----------------------"<<endl. Ilamsyah. for(i=1.j++) { cout<<"Data Ke . int data_jual[4][4]. cout<<" ".j<=3. cout<<data_jual[i][j]. j. getch( ). cout<<"Jumlah Penjulan : ". } cout<<"-----------------------"<<endl.h> main() { int i.i<=3. dan Ani Oktarini 95 ."<<i<<" "<<j<<endl.i<=3.j<=3.h> #include<iomanip.

Frieyadie.*/ /* Selection sort dengan C++ */ /* -------------------------------. Ilamsyah. j. int Tmp. Sopiyan.24.*/ #include<conio. Hasil Contoh-4 7. Tentukan bilangan dengan Index terkecil dari data bilangan tersebut 3. Prinsip kerja dari teknik ini adalah sbb : 1. Contoh-5 /* -------------------------------. code.4. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. Selection Sort Tehnik pengurutan dengan cara pemilihan elemen atau proses kerja dengan memilih elemen data terkecil untuk kemudian dibandingkan & ditukarkan dengan elemen pada data awal. dst sampai seluruh elemen shg akan menghasilkan pola data yg telah disort. int Arr[100]. Sorting dalam C++ a. Tukar bilangan dengan Index terkecil tersebut dengan bilangan pertama ( I = 1 ) dari data bilangan tersebut 4. Pengecekan dimulai data ke-1 sampai dengan data ke-n 2. Urut.h> int main() { int i.h> #include<stdio.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 7. dan Ani Oktarini 96 . iMin. Pradita. int n.2.

Urut = 1. i < n . }for(i = 0. }} } } Urut = Urut + 1. } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). scanf("%i". } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). i++) { iMin = i. Ilamsyah. } Frieyadie. for(j = Urut. } for(i = 0. Arr[i]). i < n. for(j = Urut. Arr[i]). j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. i++) { iMin = i. j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. i + 1. &n). Arr[iMin] = Tmp. i < n . &Arr[i]). Arr[iMin] = Tmp. i < n. if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. j < n. i < n. scanf("%i". } } } } Urut = Urut + 1. } getch().Modul Algoritma Pemrograman I printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). Pradita. if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. for(i = 0. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". for(i = 0. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". Sopiyan. for(i = 0.1. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n".1. if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. j < n. dan Ani Oktarini 97 . i + 1. i + 1).

Insertion Short Prinsip dasar Insertion adalah secara berulang-ulang menyisipkan / memasukan setiap elemen. i < n. 1.Modul Algoritma Pemrograman I getch(). int Arr[100]. j. Buble Sort Prinsip Kerja dari Bubble Sort adalah : 1. scanf("%i". } b. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 3. i++) { for(j = 0... i < n. code. Arr[j + 1] = Tmp. Pradita. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". int Tmp. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 2. Arr[i]).1. i + 1). j++) { if(Arr[j] > Arr[j + 1]) { Tmp = Arr[j]. } getch(). Bandingkan data ke-I ( I = data ke-2 s/d data ke-n ) 4. Ilamsyah. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : ").n-3. i + 1. i < n.dst) 4. Jika lebih besar maka tidak terjadi pemindahan 5. Sopiyan. int n..n-2.h> int main() { int i. iMin. for(i = 0. dan Ani Oktarini 98 . Bandingkan data ke-I tersebut dengan data sebelumnya (I-1).. Ulangi langkah 2 dan 3 s/d sort optimal. ke dlm posisinya / tempatnya yg benar. Jika lebih kecil maka data tersebut dapat disisipkan ke data awal sesuai dgn posisisi yg seharusnya Frieyadie. Prinsip Kerja Insertion Sort adalah 2. &n). } } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). Bandingkan data ke-n dengan data sebelumnya (n-1) 3. j < n . Urut. &Arr[i]). i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n".h> #include<stdio. Jika lebih kecil maka pindahkan bilangan tersebut dengan bilangan yg ada didepannya ( sebelumnya ) satu persatu (n-1. #include<conio. for(i = 0. Arr[j] = Arr[j + 1]. } for(i = 1. } c. scanf("%i".

} else { Arr[j + 1] = Arr[j]. int Arr[100]. Urut. scanf("%i".1. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". j = i . Ilamsyah. for(i = 0. scanf("%i". i + 1. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. int n. Arr[j] = Tmp. int Tmp. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n".h" int main( ) { int i. code.Modul Algoritma Pemrograman I 5. } for(i = 1. while(Arr[j] >= Tmp && j > 0) { Arr[j + 1] = Arr[j]. for(i = 0. &Arr[i]). } getch(). i++) { Tmp = Arr[i]. &n). iMin. Arr[i]). printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). i < n. Pradita.h" #include "stdio. } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). dan Ani Oktarini 99 . j = j . } if(Tmp >= Arr[j]) { Arr[j + 1] = Tmp. #include "conio. } Frieyadie. Sopiyan. i < n. i < n. i + 1). j.1.

2500 P Paha Rp. . 2000 S Sayap Rp..... .... . ... Rp .. • Banyak Jenis.. Sopiyan... Jenis Potong dan Banyak Beli diinput... -----------------------------------------------------------Jumlah Bayar Rp .. Jenis Harga Bayak Jumlah Potong Satuan Beli Harga ------------------------------------------------------------.... .. Frieyadie.... 2000 S Sayap Rp....4. dan Ani Oktarini 100 ....Modul Algoritma Pemrograman I 7.. ... ingin dibantu dibuatkan program untuk membantu kelancaran usahaannya. <diinput> Banyak Potong : . Pajak 10% Rp . • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan GEROBAK FRIED CHICKEN --------------------Kode Jenis Harga -------------------------D Dada Rp.. Total Bayar Rp .. Ilamsyah. 2500 P Paha Rp. <diinput> <<Terus berulang tergantung Banyak Jenis>> Layar Keluaran GEROBAK FIRED CHICHEN ------------------------------------------------------------No.... <diinput> Jenis Ke . Pradita.. . <proses counter> Jenis Potong [D/P/S] : . Sebuah perusahaan ayam goreng dengan nama “GEROBAK FRIED CHICKEN” yang telah lumayan banyak pelanggannya.. Rp ...... 1500 -------------------------Banyak Jenis : . 1500 ---------------------------------Buatlah programnya dengan ketentuan: • Setiap pembeli dikenakan pajak sebesar 10% dari pembayaran... Latihan 1....... “GEROBAK FRIED CHICKEN” mempunyai daftar harga ayam sebagai berikut : Kode Jenis Harga ---------------------------------D Dada Rp.

. <di input> Pendidikan (1=SMU/2=D3/3=S1) : ... .. ..500 untuk setiap kelebihan jam kerja dalam satu bulannya. STAY COOL ------------------------------------------------------------------------------------------No. dengan memperoleh tujangan-tunjangan sebagai berikut: • Tunjangan Jabatan Golongan 1 2 3 Persen tase 5% 10% 15% • Honor Lembur Jumlah jam kerja normal dalam satu bulan sebanyak 240 Jam Kerja...... .... . . ......... <diinput> Karyawan Ke ... <di input> <<Terus berulang tergantung Jumlah Karyawan>> PT.... PT... Ilamsyah..Modul Algoritma Pemrograman I 2..... ... Pradita... • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan dan Keluaran Program Hitung Honor Karyawan Kontrak PT. maka kelebihkan jam kerja tersebut dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp. STAY COOL.. ......000... Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja sebih dari 240 jam... . dan Ani Oktarini 101 . Sopiyan....... ... -----------------------------------------------------------------------------------------Total Gaji yang dikeluarkan Rp........ memberikan Honor tetap kepada karyawan kontraknya sebesar Rp. Frieyadie.... . . <di input> Golongan (1/2/3) : .......... 2..... Nama Tunjangan Karyawan ----------------Honor Pendapatan Jabatan Pendidikan Lembur Pajak Bersih ------------------------------------------------------------------------------------------. <di input> Jumlah Jam Kerja : ... <proses counter> Nama Karyawan : .....per bulan. 700... .. STAY COOL Masukkan Jumlah Karyawan : ....

Preprocessor Directives Preprocessor directive merupakan suatu perintah yang termasuk kedalam program.1. Bentuk umum dari preprocessor directive #define ini adalah: #define nama_konstanta teks Contoh : Teks #define A 6 Nama_Konstanta Dalam pendeklarasian preprocessor directive #define.1. Teks dapat berupa: • Numerik • Karakter • String • Pernyataan • Fungsi Sederhana contoh: #define PI 3. didalamnya membuat nilai pembuktian pertama dan menterjemahkan code program didalam kode objek.1. diantaranya adalah: 8. Pradita.14 contoh: #define HURUF ‘B’ contoh: #define JABATAN “INSTRUCTOR” contoh: #define CETAK (“Borland C++”) contoh: #define LUAS_KUBUS (n*n) Frieyadie. Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan pada nama_konstanta. tetapi bukanlah instruksi dari program itu sendiri. ketika didalam proses penterjemahan (Compile) program berlangsung. Sopiyan. guna untuk membedakannya dengan nama_variabel. Preprocessor ini dijalankan secara otomatis oleh kompiler. tetapi untuk preprocessor.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Macro Dan File Header adalah: 8 Didalam penyusunan suatu makro ada beberapa hal yang perlu dipelajari 8. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda : # Ada beberapa preprocessor directive. Nama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf besar. # define Digunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta. dan Ani Oktarini 102 . Ilamsyah.

cout<<"Luas Lingkaran dengan : "<<endl.h> #include<iostream.*/ #include<stdio. dan Ani Oktarini 103 . cout<<"Jari-jari = 10 adalah "<<L(10)<<endl.h> #include<conio. Pradita. Contoh-1 /* ----------------------------------. cout<<"Jari-jari = 5 adalah "<<L(5)<<endl.1 Hasil Contoh-1 Contoh-2 /* ----------------------------------.h> #define PI 3.h> #include<iostream. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 8.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* ----------------------------------.h> #include<conio. Sopiyan.*/ #include<stdio.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* -----------------------------------.141592 #define L(n) PI*n*n main( ) { clrscr().h> #define awal { #define akhir } #define mulai() main() #define cetak cout #define masuk cin #define hapus() clrscr() #define tahan() getch() #define LS_KUBUS (sisi*sisi) mulai( ) awal Frieyadie. # define akan mengganti semua nama konstanta tadi dengan teksnya sebelum proses kompilasi dimulai. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I Setelah #define ditentukan didalam program cukup dituliskan nama_konstantanya saja. getche( ).

• #include <nama_file_header> “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang ada file headernya. Dalam penulisan #include ada dua bentuk penulisan : #include "nama_file_header" atau #include <nama_file_header> Pada bentuk penulisan #include mempunyai arti yang berbeda. Sopiyan.3. ls_kubus = LS_KUBUS.2. diabaikan. cetak<<"Program Penggunaan #define"<<endl. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define. dan Ani Oktarini 104 . tahan( ). Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta penyataan. jika tidak maka. cetak<<"Masukkan Nilai Sisi Kubus = ". yaitu: • #include "nama_file_header" “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directori dimana file header tersebut berada “. ls_kubus. # if . cetak<<"Luas Kubus adalah : "<<ls_kubus.Modul Algoritma Pemrograman I int sisi. yaitu berfungsi untuk memasukkan atau menyertakan file-file header kedalam program yang akan dibuat.#endif Preprocessor #if . kecuali pada directori yang sedang aktif. # include Preprocessor #include telah dibahas pada bab sebelumnya. hapus( ). Hasil Contoh-2 10. #endif Frieyadie. masuk>>sisi.1.#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar. akhir Output yang akan dihasilkan. 10.2. Pradita.1. Ilamsyah. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 8.

#else Penyataan-2.4. pernyataan #else dikompilasi. #else printf("Lebih Kecil dari Nol"). dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 8. jika #if bernilai salah maka. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta Penyataan-1.1. # if .3. Pradita.h> #define N 4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol"). Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. #endif Contoh-4 /****************************** Penggunaan #if . dan Ani Oktarini . #endif } 105 Frieyadie. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define.#else -#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar.#endif ***********************/ #include <conio.#else .h> #include <stdio.#endif Preprocessor #if . Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-3 /*********************** Penggunaan #if . Hasil Contoh-3 10.#endif ******************************/ #define N -4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol").#else . #endif getch( ).

#else N < 10 printf("Lebih Kecil dari Sepuluh"). Dalam hal ini #elif sama halnya seperti #elseif. #elif N == 10 printf("Sama Dengan Sepuluh "). Hasil Contoh-5 Frieyadie. #elif ekspresi-konstanta-2 Penyataan-2. Perintah dijalankan sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. Hasil hanya dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan yang benar. Sopiyan. #endif Contoh-5 /***************** Penggunaan #elif ******************/ #define N 12 main( ) { #if N > 10 printf("Lebih Besar dari Sepuluh"). merupakan kombinasi dari #if dan #else. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 106 . Hasil Contoh-4 10. Bentuk #elif diikuti oleh ekspresi-konstanta.1.5. # elif Preprocessor #elif digunakan untuk mengkompilasi dari pernyataan bertingkat.Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 8.4. # elif ekspresi-konstanta-n Penyataan-n.5. #endif } Hasil dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 8. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta-1 Penyataan-1. Pradita.

6. Contoh-6 /**************** Penggunaan #undef *****************/ #include<iostream.7.Modul Algoritma Pemrograman I 10. } Hasil dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 8.1. #endif Penjelasan: Jika nama-konstanta terdefinisi maka. pernyataan akan diabaikan.6. #undef Preprocessor #undef digunakan untuk menghilangkan nilai yang telah didefiniskan dari daftar definisi. cout<<LEBAR_MAKS. dan Ani Oktarini 107 . hal ini dapat dilakukan jika sudah konstanta didefiniskan pada bagian #define. # ifdef . Sopiyan. Benuk umum penulisan sebagai berikut: #ifdef nama-konstanta pernyataan. hal ini merupakan parameter yang khusus yang harus terdefinisi. pernyataan akan dijalankan. Ilamsyah.h> #define LEBAR_MAKS 100 #if LEBAR_MAKS>200 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 200 #elsif LEBAR_MAKS <50 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #else #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #endif main( ) { char str[LEBAR_MAKS]. Frieyadie.1. jika nama-konstanta tidak terdefinisi maka.# ifndef Preprocessor #ifdef dan #ifendef memberikan bagian dari program yang akan dikompile. Pradita. Hasil Contoh-6 10.

Copyright (c) Borland International 1987. Ilamsyah. Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran . Sopiyan. #else #ifndef ANAK2 cout<<"Hari ini "<<ANAK1<<" "<<ANAK2. #endif Frieyadie. dan Ani Oktarini 108 . File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta.h> #define ANAK1 "ILHAM" #define ANAK2 "HADIANSYAH" main( ) { #ifdef ANAK1 cout<<"Pagi ini "<<ANAK1<<" pergi Kesekolah".2.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-7 //--> Penggunaan #ifdef dan #ifndef #include<iostream.h .h . Selain file-file header standar yang disediakan oleh C++.7. Pradita. */ #ifndef TIME_T #define TIME_T typedef long time_t. Hasil Contoh-7 10. #else cout<<"Pagi ini "<<ANAK2<<"pergi Kesekolah".1988 All Rights Reserved. cout<<" pergi Kesekolah". Pembuatan File Header File Header adalah suatu file dengan akhiran . /* types.h Types for dealing with time. Berikut contoh file header standar yang disediakan oleh Borland C++. } Hasil dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 8. dengan cara yang sama seperti membuat file editor. #endif #endif getche(). kita dapat juga membuat file header sediri.

h..h> #include<conio. Buatlah program file heder dibawah ini. pada folder kerja anda folder include. warna(4). cin>>b.. Sopiyan. kemudian gunakan file header yang sudah anda buat dan simpan dengan nama : sendiri.*/ /* program dengan file header sendiri */ /* ---------------------------------. cout<<endl. Ilamsyah. cout<<"Hasil dari "<<a<<" + "<<b<<" = "<<c. cout<<"Masukkan Nilai B = ". Copyright (c) Frieyadie 2001 All Rights Reserved. tampil("\nPROGRAM PENJUMLAHAN\n").Modul Algoritma Pemrograman I Sebagai latihan berikut ini akan dibuatkan suatu file header sendiri yang akan digunakan pada file editor. Pradita. */ #define awal { #define akhir } #define mulai( ) main( ) #define cetak cout #define tampil cprintf #define masuk scanf #define hapus( ) clrscr( ) #define jika if #define warna textcolor #define tahan getche( ) Setelah disimpan pada direktori C:\BC5\INCLUDE\.h contoh pembuatan file header untuk pengaturan. hapus( ).h> #include<iostream. cin>>a. akhir Frieyadie. c. cout<<"Masukkan Nilai A = ".h> #include"atur. selanjutnya Compile file atur.*/ #include<stdio. Contoh-8 /* atur. . dan Ani Oktarini 109 .h" mulai( ) awal int a.cpp Contoh-9 /* ---------------------------------. Buatlah program dibawah ini. c=a+b. b. tahan. kemudian simpan dengan nama : atur.h.

A.. Sebagai input adalah bilangan itu sendiri.S = <data-inputan> * 30% = <hasil-proses> Nilai Murni U.. Ilamsyah.9. < hasil proses > Keliling Lingkaran : .S * 40 % Untuk proses penilaian dilakukan didalam file header dan simpan nama file header tersebut hitnilai. dan Ani Oktarini 110 .A. <hasil-proses> Frieyadie. dengan ketentuan sebagai berikut: • Nilai Absensi * 10 % • Nilai Tugas * 20 % • Nilai U. Hasil Contoh-9 10.S : ……<di-input> Nilai Murni Absensi = <data-inputan> * 10% = <hasil-proses> Nilai Murni Tugas = <data-inputan> * 20% = <hasil-proses> Nilai Murni U.S : ……<di-input> Masukkan Nilai U. nama file header yang diinginkan : lingkaran.S * 30 % • Nilai U.3.S = <data-inputan> * 40% = <hasil-proses> Nilai Akhir yang diperoleh sebesar : …. Pradita..Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 8. Proses berada didalam file header... Tampilan yang diinginkan: Program Hitung Nilai Akhir Mata Kuliah Masukkan Nilai Absensi : ……<di-input> Masukkan Nilai Tugas : ……<di-input> Masukkan Nilai U. Latihan 1.T.A. sedangkan sebagai output adalah pangkat dua serta pangkat tiga dari bilangan bulat tersebut.T. 2. <di-input> Luas Lingkaran : . Sopiyan.h Tampilan Yang Diinginkan: Masukkan Nilai Jari-jari : .T.. Buatlah program menghitung pangkat dua serta pangkat tiga dari sebuah bilangan bulat dengan makro. < hasil proses > 3. Buatlah program menghitung luas dan keliling lingkaran. Buatlah program menghitung nilai akhir perkuliahan pada suatu matakuliah.h..

Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Pointer 9 Merupakan sebuah variabel yang berisi alamat dari variabel lain. 9.1.2. operator ini biasa disebut dengan “address of” atau operator alamat. Dengan menggunakan operator dereference ( & ) ini. // AMIR sama dengan ILHAM (75) RAKA = &ILHAM. Pradita.1. tetapi sesekali sistem operasi akan memberikan banyak alamat yang kita tidak mengetahui dimana variabel ditempatkan. Operator dereference ( & ) 2.1. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) Gambar 9. AMIR = ILHAM.1. hal ini dapat dilakukan dengan Frieyadie.1. Suatu pointer dimaksudkan untuk menunjukan ke suatu alamat memori sehingga alamat dari suatu variabel dapat diketahui dengan mudah. Operator Reference ( * ) Dengan menggunakan operator anda dapat mengakses secara langsung nilai yamg terdapat didalam variabel yang berpointer. Diagram Pengunaan Opeator Dereference 9. Ilamsyah.Pada umumnya kita tidak dapat menentukan dimana variabel akan ditempatkan Terkadang secara otomatis dilakukan oleh kompiler dan sistem operasi yang sedang aktif. Sopiyan. Operator reference ( * ) 9. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan suatu identifier “&” (ampersand sign) didepan nama variabel. dan Ani Oktarini 111 . Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 0x0012ff88 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. Operator Dereference ( & ) Didalam mendeklarasikan suatu variabel harus pada lokasi yang pasti didalam penggantian memori. Operator Pointer Terdapat dua macam operator pointer yang disediakan oleh Borland C++: 1. suatu variabel akan menghasilkan alamat lokasi memori.

Pradita. Dengan menggunakan operator reference ( * ) ini.2.h> #include<iostream. Contoh-1 //----------------------------------// //Pendeklarasian Pointer Konstanta // //----------------------------------// #include<stdio. Ilamsyah. Untuk mendeklarasikan pointer secara konstanta dengan memberikan kata const didepan nama konstanta. Bentuk penulisan: tipe_data * const nama_konstanta. menghasilkan nilai yang berada pada suatu alamat memori Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 65524 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75.2 Diagram Pengunaan Opeator Reference 9. Sopiyan. Frieyadie. RAKA = &ILHAM. dan Ani Oktarini 112 .h> void main( ) { char *const nama = "Borland C++". // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) RAFLI = *RAKA. Deklarasi Pointer Pada Konstanta Suatu pointer dapat dideklarasikan secara konstanta atau secara tetap tidak dapat diubah.Modul Algoritma Pemrograman I menambahkan identifier asterisk ( * ). // RAFLI sama dengan value pointed by RAKA(75) Gambar 9. Operator ini biasa disebut dengan “value pointed by”.h> #include<conio. agar dapat menterjemahkan nilai sebenarnya dari suatu variabel.

amir. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. Pradita. getch( ). clrscr( ). Karena variabel nama. raka = &ilham. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl.3 Error Message Contoh-1 9. Deklarasi Pointer Pada Variabel Karena keakhlian dari pointer untuk menunjuk secara langsung kesuatu nilai.h> #include<conio. } Pada program diatas. Frieyadie. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ). Bentuk penulisan: tipe_data *nama_variabel. penyebabnya pada pernyataan nama = "Borland C++".3. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 9. merupakan pointer konstanta.h> #include<iostream. ilham = 75. Pesan Kesalahan Yang Tampil adalah: Cannot modify a const object Error Message yang akan dihasilkan. yaitu tidak dapat diubah-ubah. Ilamsyah. Contoh-2 //-------------------------------// //Penggunaan Pointer Dereference // //-------------------------------// #include<stdio. *raka. memeriksa satu persatu data yang memiliki pointer pada saat variabel tersebut pertama kali dideklarasikan.. terdapat kesalahan dan tidak dapat dijalankan. Sopiyan.h> main( ) { int ilham. amir = ilham. nama = "Visual C++". dan Ani Oktarini 113 .

4 Hasil Contoh-2 Contoh-3 //-----------------------------// //Penggunaan Pointer Reference // //-----------------------------// #include<stdio. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 9. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. rafli = *raka.h> #include<iostream.5 Hasil Contoh-3 Frieyadie. clrscr( ). cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl. Sopiyan. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. cout<<"Nilai RAFLI = "<<rafli<<endl. rafli. getch( ). getch(). Pradita. raka = &ilham. ilham = 75.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nilai AMIR = "<<amir<<endl. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 9. dan Ani Oktarini 114 . *raka. cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl.h> main( ) { int ilham.h> #include<conio.

//pointer pada pointer clrscr( ). //pointer pada pointer ilham = '75'. char *raka. dari program contoh-5 diatas adalah: Frieyadie. cout<<**amir<<endl.h> #include<iostream. raka = &ilham. Sopiyan. //-> Penugasan Ke Alamat Memori raka = &ilham. Pointer Pada Pointer Tidak terbatas menunjuk alamat dari suatu variabel. Pradita. } Output yang akan dihasilkan.7 Diagram Pengunaan Pointer Pada Pointer Contoh-5 // -----------------------------// //Penggunaan Pointer to Pointer // //------------------------------// #include<stdio. amir = &raka. pointer dapat pula menunjuk ke pointer lainnya. hanya menambahkan pointer reference ( * ) pada variabel yang akan ditunjuk. Didalam pendeklarasianya. amir = &raka.h> #include<conio. dan Ani Oktarini 115 .4. cout<<*raka<<endl. //pointer ke variabel char **amir.Modul Algoritma Pemrograman I 8. Gambar 9. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. //pointer ke variabel int **amir. Ilamsyah. cout<<"Nilai RAKA Hasil Mengakses ILHAM = ".h> main() { int ilham. ilham = 75. int *raka. getch( ). Sebagai contoh : char ilham. cout<<"Nilai AMIR Hasil Mengakses ILHAM = ".

cout<<"Hasil Pengaksesan Elemen Array Lewat". Sebagai contoh sederhana dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-6 //------------------------------// //Penggunaan Pointer to Array // //------------------------------// #include<stdio. } cout<<endl. int *ptrnilai.i++) { cout<<"Masukan Nilai Pertama = ". } getche( ). pada array. karena secara internal array juga menyatakan alamat. dari program contoh-6 diatas adalah: Frieyadie. for(i=1. cout<<&ptrnilai[i]. cout<<"Pointer". int nilai[5]. yaitu pengenal array sama dengan alamat pada elemen pertama. cout<<endl<<endl. Menempati Alamat Memori = ". ptrnilai = nilai. for(i=1.i<=5.5.i++) { cout<<"Elemen "<<i<<". cout<<endl. Nilai "<<nilai[i]. Ilamsyah. Pointer pada Array Konsep Array diantaranya adalah banyak loncatan dari pointer satu ke pointer yang lain. Sopiyan. dan Ani Oktarini 116 .i<=5. Pradita.h> #include<conio. } Output yang akan dihasilkan.8 Hasil Contoh-5 8.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9. cin>>nilai[i].h> main( ) { int i. cout<<".h> #include<iostream.

*/ #include <iostream. dan Ani Oktarini 117 . band_punk+=3. } Frieyadie. Pradita. Sopiyan.9 Hasil Contoh-6 9.h> #include <conio. char *band_punk = "RANCID". //menambah nilai penunjuk / pointer cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl.*/ /* Pointer pada String */ /* ------------------. cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl.6.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9. cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk. cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk. Ilamsyah.h> main( ) { char band_metal[ ] = "SEPULTURA". getche( ). Pointer pada String Pointer pada string dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-7 /* ------------------.

yang di tunjukkan oleh penambahan nilai pointer pada band_punk+=3. R A N C I D \0 1 2 3 4 5 6 Frieyadie. secara default. maka pembacaan berpindah ke alamat ke.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. karena sudah terjadi penambahan dengan 3. terdapat perubahan nilai pointer band_punk . dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 9. Ilamsyah. sehingga tercetak kata CID.10 Hasil Contoh-7 Pada program diatas. Pradita. pembacaan dilakukan mulai dari pointer pertama. dan Ani Oktarini 118 . Sopiyan.4.

. Pradita. Argumen boleh diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong. Sopiyan.h> garis( ) { printf("\n----------------------\n"). .Argumen. Kegunaan dari fungsi ini adalah untuk: . 10.Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama. cout() yang mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data kelayar dan masih banyak lainnya. diletakan diantara tanda kurung “( )” yang terletak dibelakang nama fungsi. … pernyataan / perintah. sebagai contoh yang lainnya fungsi printf(). cukup dengan menuliskan nama fungsinya. } Frieyadie. } Keterangan: . Ilamsyah.1. karena fungsi ini program akan dimulai.Nama fungsi.Pernyataan / perintah. sehingga mudah dipahami dan dapat lebih dikembangkan. Struktur Fungsi Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut: nama_fungsi(argumen) { … pernyataan / perintah.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Fungsi 10 Fungsi (Function) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main(). diletakan diantara tanda kurung ‘{ }’.h> #include<iostream. tidak menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti sendiri.Program menjadi lebih terstruktur. yang bersifat mutlak. boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan. Contoh pembuatan fungsi sederhana Contoh-1 /* pembuatan fungsi garis() */ #include<conio. Pada pemanggilan sebuah fungsi. . dan Ani Oktarini 119 .h> #include<stdio. … pernyataan / perintah.

• Jumlah parameter yang digunakan • Tipe data dari masing-masing parameter yang digunakan. garis( ). Terdapat dua macam para parameter fungsi. Prototipe dan Parameter Fungsi Prototipe merupakan uraian dari blok fungsi yang dapat digunakan untuk mendeklarasikan ke kompiler mengenai: • Tipe data keluaran dari fungsi.Modul Algoritma Pemrograman I /* program utama */ main( ) { clrscr( ). garis( ). Sedangkan yang dimaksud dengan parameter pada fungsi adalah suatu pendefinisian nilai-nilai dari objek-objek yang dideklarasikan pada bagian argumen di fungsi. } Output yang akan dihasilkan. ).Pondok Labu"<<endl. Pradita. Ilamsyah. yaitu : • Parameter formal adalah variabel yang terdapat pada daftar parameter yang berada didalam definisi fungsi. Frieyadie. • Jika jumlah parameter yang digunakan dalam definisi fungsi dan pada saat pemanggilan fungsi berbeda atau tidak sama. dan Ani Oktarini 120 .2. //memanggil fungsi garis getche( ). dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 10.. Prototipe fungsi dituliskan di atas blok program utama dan diakhiri dengan tanda qualifier titik koma ( .1. • Parameter Aktual adalah variabel yang digunakan pada pemanggilan suatu fungsi. maka akan menunjukkan kesalahan. //memanggil fungsi garis cout<<"AMIK BSI . Hasil Contoh-1 10. sedangkan blok program fungsi yang mengandung perintah-perintah atau pernyataan-pernyataan dari program berada di bawah blok program utama yang memiliki keuntungan sebagai berikut: • Kompiler akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter fungsi. Sopiyan. Nilai-nilai pada objek-objek tersebut didapat dari variabel-variabel yang barada pada program utama.

dan Ani Oktarini 121 .int n).h> //untuk strcpy char coment (char ket[30].. } parameter aktual parameter formal float total( int x. Pradita. atas: clrscr( ).cin>>lagi. { cout<<"Masukkan nilai = ". …. } //blok program fungsi dengan parameter aktual char coment (char ket[30]."---Bilangan Ganjil---")..h> #include <iostream. int y) { ….h> #include <string. //paramater formal cout<<c. else getch( ). } Frieyadie.cin>>i. b).i).. total(a. cout<<"\n\nIngin input lagi [Y/T]: "..int n) { int a. a=n%2.Modul Algoritma Pemrograman I Bentuk penulisan Parameter Formal dan Parameter Aktual.c[30]. } if (lagi=='Y' || lagi=='y') goto atas. coment(c. int i. main() { …. } Contoh penggunaan prototipe fungsi dan parameter fungsi sebagai berikut: Contoh-2 //Penggunaan Prototipe pada Fungsi #include <conio. if (a==1) strcpy(ket. Sopiyan. Ilamsyah."---Bilangan Genap---"). //prototipe fungsi main( ) { char lagi. else strcpy(ket.

getch( ) . int n). clrscr( ). dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 10.h> #include<iostream. b. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b.h> tambah(int m. Ilamsyah.*/ /* Penggunaan Call By Value */ /* Program Tambah Nilai */ /* -----------------------. walaupun nilai dari parameter formal berubah. a = 5.2.h> #include<stdio. dan Ani Oktarini 122 .*/ #include<conio. n+=7.2.1.b). Berikut contoh pemanggilan dengan nilai dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-3 /* -----------------------. Pemanggilan dengan nilai ( Call by Value ) Pada pemanggilan dengan nilai yaitu nilai dari parameter aktual akan dimasukkan ke parameter formal.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. Pradita. Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak dapat berubah. Hasil Contoh-2 Di dalam bahasa C++ ada dua cara untuk melewatkan nilai-nilai parameter ke dalam fungsi dari nilai-nilai variabel. int n) { m+=5. cout<<"\nNilai Setelah Fungsi Digunakan". Frieyadie. main( ) { int a. b = 9. yaitu: 10. Sopiyan. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. } tambah(int m. tambah(a. cout<<"\n\nNilai di dalam Fungsi Tambah()". cout<<"Nilai Sebelum Fungsi Digunakan ".

Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"\nm = "<<m<<" n = "<<n. Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu parameter aktual dengan melaksanakan pengubahan nilai dari suatu parameter yang dilakukan di dalam fungsi.h> #include<iostream. cout<<endl. b = 6. Pradita. Frieyadie. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. cout<<"\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi". b. Hasil Contoh-3 10. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 10. Sopiyan.&b).*/ /* Penggunaan Call By Reference */ /* Program Tambah Nilai */ /* ---------------------------.h> #include<stdio. Ilamsyah. Pemanggilan dengan Referensi (Call by Reference) Pemanggilan dengan referensi merupakan pemanggilan nilai suatu parameter di dalam fungsi ke parameter actual yang disimpan pada alamat memori dengan menggunakan pointer. main( ) { int a. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. Contoh-4 /* ---------------------------.2.2. cout<<"Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi". clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. tambah(&a.h> tambah(int *c. int *d). dan Ani Oktarini 123 . cout<<endl. a = 4.3.*/ #include<conio.

} Output yang akan dihasilkan.4. dan Ani Oktarini 124 . cout<<"\nc = "<<*c<<" d = "<<*d. int *d) { *c+=7. Hasil Contoh-4 10. Sopiyan. Ilamsyah. } Frieyadie.14*r*r). Digunakan untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada fungsi yang lain yang memanggilnya. cout<<endl. Syarat utama dalam pembuatan fungsi return adalah nama fungsi yang dapat mengembalikan nilai.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ). cout<<"\nNilai di Akhir Fungsi Tambah()".h> float luas (int r)//fungsi luas lingkaran { return(3. dikarenakan nilai hasil dari parameter formal akan disimpan pada nama fungsi. } tambah(int *c.h> #include <iostream. Pradita. Pernyataan return().h> #include <stdio. } float kel (int r)//fungsi kel lingkaran { return(3.3. Pernyataan return() diikuti oleh argumen yang berupa nilai yang akan dikirimkan. Contoh pemakaian pernyataan return() dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-5 /* Pernyataan Return pd Fungsi */ #include <conio.14*2*r). *d+=5. dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 10.

h> #include<iostream. getch( ). Pradita. Ilamsyah. cout<<"Luas lingkaran = "<<luas(j)<<endl. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Keliling lingkaran = "<<kel(j). Variabel lokal biasa disebut dengan Variabel Otomatis.h> lokal( ). clrscr( ). Variabel Lokal Variabel Lokal adalah variabel yang dideklarasikan didalam fungsi dan hanya dikenal oleh fungsi yang bersangkutan. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 10. Contoh-6 /* -------------. Sopiyan.4. main( ) { Frieyadie. • Variabel Statis. 10.*/ /* Variabel Lokal */ /* -------------. Terdapat beberapa jenis variabel yaitu: • Variabel Lokal.4. dan Ani Oktarini 125 . Hasil Contoh-5 10.5.cin>>j.1.h> #include<stdio. Jenis Variabel Jenis Variabel pada C++ ini sangat berguna didalam penulisan suatu fungsi agar penggunaan didalam penggunaan suatu variabel tidak salah. cout<<"Masukkan Jari-jari = ". • Variabel Eksternal atau Global.*/ #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int j.

} Output yang akan dihasilkan.h> #include<stdio. lokal( ). Hasil Contoh-6 10. clrscr( ). cout<<"Pemanggilan Variabel Lokal"<<endl. dan Ani Oktarini 126 .*/ /* Variabel Eksternal atau Global */ /* -----------------------------. Untuk pendeklarasian variabel ekternal ini. //--> deklarasi variabel eksternal void lokal( ). Frieyadie.4. Pradita. } lokal( ) { int a = 10.2. yang selama ini pendeklarasian variabel selalu didalam fungsi main(). diluar dari fungsi main(). cout<<"\nNilai a didalam fungsi lokal( ) = "<<a. Contoh-7 /* -----------------------------. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 10. Sopiyan. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a.Modul Algoritma Pemrograman I int a = 15. Variabel Eksternal Variabel Eksternal adalah variabel yang dideklarasikan diluar fungsi yang bersifat global yang artinya dapat digunakan bersama-sama tanpa harus dideklarasikan berulang-ulang. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a.*/ #include<conio.h> int a = 6.h> #include<iostream. Ilamsyah. getch( ).6.

maka variabel hanya dikenal oleh fungsi tempat variabel dideklarasikan. • Jika variabel statis bersifat eksternal.7. Hasil Contoh-7 10.*/ /* Penggunaan Variabel Statis */ /* -------------------------. cout<<"Penggunaan Variabel Eksternal"<<endl. Pradita. • Jika tidak ada inisialisasi oleh pemrograman secara otomatis akan diberikan nilai awal nol. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 10. //--> pemanggilan fungsi local cout<<"\nNilai Setelah penggilan fungsi local() = ". lokal ( ).h> #include<iostream. • Jika variabel statis bersifat local.4. Contoh-8 /* -------------------------. dan Ani Oktarini . Ilamsyah. cout<<a.3. getch( ). Sopiyan. Variabel Statis Variabel Statis dapat berupa variabel local atau variabel eksternal Sifat variabel statis ini mempunyai sifat antar lain.h> #include<stdio. } Output yang akan dihasilkan. maka variabel dapat dipergunakan oleh semua fungsi yang terletak pada file yang sama ditempat variabel statis dideklarasikan.Modul Algoritma Pemrograman I void main( ) { clrscr( ).h> 127 Frieyadie.*/ #include<conio. Suatu variabel statis diperoleh dengan menambahkan kata-kunci static didepan penentu tipe data variabel. } void lokal( ) { a+=10.

Pradita. tercetak nilai variabel k = 8.Modul Algoritma Pemrograman I walah( ). getch( ). • Pada pemanggilan fungsi walah( ) kedua. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 10. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) pertama. Output yang akan dihasilkan. didapat dari k=4+4. // --> deklarasi variabel statis k += 4. } walah( ) { static int k. dan Ani Oktarini 128 . cout<<"\nNilai K didalam fungsi main() = "<<k. Frieyadie. Sopiyan. Inline function dideklarasikan dengan menambahkan kata kunci inline didepan tipe data. terutama programprogram yang menggunakan pernyataan perulangan proses seperti for.5. didalam fungsi main( ) bersifat lokal. Hasil Contoh-8 10. walah( ). tercetak nilai variabel k = 4. clrscr( ). while dan do – while. cout<<"\nNilai K didalam fungsi() = "<<k. Fungsi inline Fungsi inline ( inline function ) digunakan untuk mengurangi lambatnya eksekusi program dan mempercepat eksekusi program terutama pada program yang sering menggunakan atau memanggil fungsi yang berlebih. } Hal ini terlihat bahwa : • Pada pada prototipe fungsi walah( ) tidak tedapat nilai awal. //--> prototipe fungsi walah main( ) { int k = 5. karena nilai k yang terbaru adalah 4. karena variabel k.8. walah( ). didapat dari k=0+4. maka secara otomatis variabel k = 0. Ilamsyah. • Pada pencetakan k didalam fungsi main( ). adalah 5.

dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 10. Pradita. Sopiyan.h> inline static void cplusplus( ) { cout << "Pemrogramman C++\n". k < 20.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-9 /* -------------------------.h> #include<stdio.9. } main( ) { int k. Ilamsyah. Hasil Contoh-9 Contoh-10 /* -------------------------.h> #include<iostream. getch( ).h> #include<iostream. ". k++) cout<<kali(k. Frieyadie.*/ #include<conio. k*2)<<" ". ".*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------. cout << "C++ Programming. dan Ani Oktarini 129 . } int main( ) { { cout << "Kami Sedang Belajar. for(k = 1.h> #include<stdio.h> inline int kali(int i.*/ #include<conio.*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------. } Output yang akan dihasilkan. int j) { return(i * j). clrscr( ).

dan Ani Oktarini . ". } { cout << "Jika Sudah Mengerti. s Sebagai contoh membentuk fungsi yang sama dengna tipe yang berbeda-beda dan dibuatkan pula nama fungsi yang berbeda-beda pula.h> #include<iostream.\n\n".*/ #include<conio. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 10.\n\n". } Output yang akan dihasilkan. Pradita.6. } { cout << "Mari Belajar. Function Overloading Function Overloading adalah mendefinisikan beberapa fungsi. cplusplus( ). } getche( ). cplusplus( ). Ilamsyah. Sopiyan. Hasil Contoh-10 10.h> 130 Frieyadie. cout << "Mudah Untuk Dipelajari. sehingga memiliki nama yang sama tetapi dengan parameter yang berbeda. ". cout << "Sedang Kami Pelajari.10. cout << "Berarti Sudah Anda Kuasai".Modul Algoritma Pemrograman I cplusplus( ).*/ /* Penggunaan function overloading */ /* ------------------------------. Contoh-11 s/* ------------------------------. Salah satu kelebihan dari C++ adalah Overloading. Dapat diartikan bahwa fungsi yang overload berarti menyediakan versi lain dari fungsi tersebut.h> #include<stdio.

long hitung(long c). cout<<hitung(3)<<endl. cout<< "Hasilnya Fungsi overload -3 : ". float hitung(float d).11. dan Ani Oktarini 131 .Modul Algoritma Pemrograman I int hitung(int b). cout<< "Hasilnya Fungsi overload -2 : ". cout<< "Hasilnya Fungsi overload -1 : ". cout<<hitung(4)<<endl. Hasil Contoh-11 Frieyadie. } int hitung(int b) { return(b*b). cout<<hitung(2)<<endl. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. } double hitung(double d) { return(d*d). } long hitung(long c) { return(c*c). Pradita. Ilamsyah. Sopiyan. void main( ) { clrscr( ). dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 10.

5. 1.000 . sampai dengan Rp. ………< hasil proses > Besar harga yang harus dibayarkan Rp.Jika belanja dimulai dari Rp. Besar pembelian barang Rp. dan Ani Oktarini 132 .Jika belanja diatas Rp.7778 Pemanggilan dengan tipe data integer Proses dengan tipe data integer 100 sama dengan 37 Frieyadie. 5. Ilamsyah. Fungsi yang harus dibuat potong() untuk menghitung besar potongan yang akan diberikan. maka mendapat diskon sebesar 20%.000. Pradita. c = 37. Contoh : Jika nilai Fahrenheit = 100 c = (100 .0) * 5 / 9.000. dengan ketentuan sebagai berikut : .000. Buatlah program untuk menghitung besarnya diskon yang diberikan atas besanya sejumlah pembelian. ………< hasil proses > 2. c = (68) * 5 / 9.000.000.000.7. Buatlah program untuk menghitung konversi dari derajat fahrenheit ke celcius Petunjuk : Gunakan Function Overloading. Latihan 1. Sopiyan. <di input > Besar diskon yang diberikan Rp.32. ………. • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah double • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah float • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah integer Rumus konversi yang digunakan adalah c = (f . Dengan tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Program Hitung Potongan. . Buatlah 3 (tiga) buah fungsi untuk dioverloading.000 .7778 Pemanggilan dengan tipe data float Proses dengan tipe data float 100 sama dengan 37. . 1. maka mendapat diskon sebesar 35%.Jika belanja dibawah Rp.32) * 5 / 9. dengan variabel untuk masing-masing fungsi berbeda-beda. maka tidak mendapat diskon.7778 Hasil keluaran yang diinginkan : Pemanggilan dengan tipe data double Proses dengan tipe data double 100 sama dengan 37.Modul Algoritma Pemrograman I 10.

Buatlah program untuk menghitung jumlah pembayaran pada perpustakaan "Kecil-Kecilan".. <hasil proses> Jenis Buku : .... <hasil proses> Frieyadie.. <diinput> Kode Buku [C/K/N] : . <diinput> Tampilan Keluaran yang diinginkan: Tarif Sewa Rp.. Pradita. .. Mempunyai ketentuan sebagai berikut: Kode Jenis Buku C K N Jenis Buku CerPen ( Kumpulan Cerita Pendek ) Komik Novel Tarif Buku 500 700 1000 Petunjuk Proses : • Buatlah Fungsi Tarif untuk menentukan terif penyewaan • Gunakan Pernyataan If – Else Tampilan Masukan yang diinginkan: Perpustakaan ". < hasil proses > Penyewa dengan Nama .. <diinput> Banyak Pinjam : .. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I 3.. Ilamsyah...... . dan Ani Oktarini 133 .. <hasil proses> Jumlah Bayar Penyewaan Sebesar Rp.Kecil-Kecilan".. ---------------------------Nama Penyewa Buku : .........

Contoh Deklarasi struct mahasiswa { char nim[5]. char nama[15]. . char nama[15].. float nilai... karena secara otomatis menjadi sebuah tipe data. }. Dan penggunaannya harus menggunakan objek/nama variabel yang menggunakan dari nama structure itu sendiri • Penulisan nama Structure dengan mengikuti bentuk umum kedua. Sopiyan. }.. Hal yang perlu di perhatikan : • Penulisan nama Structure jika mengikuti bentuk umum pertama.. Frieyadie.. Variabel-variabel yang membentuk sebuah struktur dinamakan elemen struktur... Pradita. Atau struct { elemen_struktur.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Structure 11 Struktur digunakan untuk mengelompokan sejumlah data yang mempunyai tipe data yang berbeda.. penggunaan nama structure-nya tidak bisa langsung di gunakan.. struct { atau char nim[5]. .. dan Ani Oktarini 134 . Ilamsyah...1. Deklarasi Structure Structure dapat deklarasikan seperti berikut: struct nama_tipe_struktur { elemen_struktur. .. }mahasiswa. float nilai. Struktur sama seperti Record di dalam Bahasa Pemrograman Pascal 11. .. } nama_tipe_struktur.. maka penggunaan nama structure-nya bisa langsung di aplikasikan.

Adakah perbedaannya ? Frieyadie.nilai. cout<<"masukan NIM = ". char nama[15]. cin>>mahasiswa. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 11. getch( ). Hasil Contoh 1b Bandingkanlah Contoh-1a dengan Contoh-1b berikut ini. Ilamsyah. cin>>mahasiswa. Sopiyan.nama.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct1.h> #include<conio. cout<<"\n\nData Yang di Inputkan adalah : \n\n".h> main( ) { struct { char nim[5].cpp */ /* ---------------------------. cout<<"masukan Nama = ". cout<<"Nilai Akhir = "<<mahasiswa. dan Ani Oktarini 135 .h> #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1a /* ---------------------------.*/ #include<stdio.nama<<endl.nilai<<endl.1. clrscr( ). cin>>mahasiswa. Pradita. } Output yang akan dihasilkan.nim.nim<<endl. cout<<"NIM = "<<mahasiswa. } mahasiswa. cout<<"Nama = "<<mahasiswa. cout<<"masukan Nilai Akhir = ".

Ilamsyah.cpp */ /* ---------------------------.nama.*/ #include<conio. Pradita. cout<<"NIM : "<<mahasiswa. cout<<"NILAI AKHIR: "<<mahasiswa. dan Ani Oktarini 136 . data mahasiswa.nama[15]. Sopiyan.nama<<endl.nim.nilai<<endl. getch( ). Hasil Contoh 1b Frieyadie. cout<<"masukan NAMA : ". clrscr( ).nim<<endl.h> #include<iostream.nilai. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"NAMA: "<<mahasiswa.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct2.1b. int nilai. cout<<"\n\n Data yang Anda Inputkan Adalah : "<<endl<<endl.cin>>mahasiswa.cin>>mahasiswa. cout<<"masukan NIM : ".h> main( ) { struct data { char nim[10]. cout<<"masukan NILAI AKHIR : ".Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1b /* ---------------------------. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11.cin>>mahasiswa.h> #include<stdio. }.

} nama_tipe_struktur[jml_index]. struct { char nim[5]."<<k++<<endl. } clrscr( ). i++) { cout<<"Data Ke . i<2. Frieyadie. for(i=0. …………………. j=1. cout<<"masukan NIM = ".*/ /* Program Penggunaan structure pada function */ /* Nama File : struct4. } mhs[5].h> #include<iostream. cin>>mhs[i]. cout<<endl. .*/ #include<stdio. Structure dengan Array dan Function Penggunaan Array sering dikaitkan dengan Structure."<<j++<<endl. Suatu elemen-elemen dari suatu Struktur dapat dikirimkan ke dalam suatu function dengan cara yang sama seperti mengirimkan suatu variabel sederhana ke dalam suatu function.h> #include<conio. for(i=0.h> char ket(float n). cout<<"masukan Nilai Akhir = ".nilai. sehingga membentuk Array dari Structure.nama. cin>>mhs[i]. cin>>mhs[i]. k=1. Pradita. Berikut bentuk deklarasi array struktur: struct { elemen_struktur .2. i<2. clrscr( ).nim.cpp */ /* -----------------------------------------.nim<<endl. cout<<"masukan Nama = ". Sopiyan. dan Ani Oktarini 137 . float nilai. char nama[15]. main( ) { int i. i++) { cout<<"Data Ke . cout<<"NIM = "<<mhs[i]. Berikut contoh sederhana yang anda dapat lihat pada contoh program berikut: Contoh-2 /* -----------------------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I 11. Ilamsyah.

cout<<ket(mhs[i]. maka Nilai Hasil >= 56 • Jika Nilai Huruf = D. maka Nilai Hasil >= 80 • Jika Nilai Huruf = B. Ilamsyah. Buatlah sebuah function untuk menghitung nilai Hasil Nilai Hasil = (Nilai UAS * 40%) + (Nilai UTS * 60%) • Jika Nilai Huruf = A.2. Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. Latihan Kerjakan tugas-tugas dibawah ini sesuai dengan petunjuk dan ketentuan pengerjaan yang telah diberikan : 1.3. Sopiyan. UAS dan menampilkan nilai huruf yang akan didapat. } Output yang akan dihasilkan. Pradita. else return 'G'. Buatlah program untuk menghitung nilai Hasil dari nilai UTS. dan Ani Oktarini 138 .nilai<<endl. maka Nilai Hasil < 47 Frieyadie. Hasil Contoh 2 11.nilai)<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nama = "<<mhs[i]. } getch( ). dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11. maka Nilai Hasil >= 47 • Jika Nilai Huruf = E. maka Nilai Hasil >= 70 • Jika Nilai Huruf = C. cout<<"Keterangan yang didapat = ". cout<<endl. cout<<"Nilai Akhir = "<<mhs[i]. } char ket(float n) { if(n > 65) return 'L'.nama<<endl.

Modul Algoritma Pemrograman I Tampilan akhir adalah sebuah tabel. Frieyadie. Buatlah sebuah function untuk menghitung honor lembur Ketentuan lembur dihitung dari kelebihan jam kerja pegawai tesebut. Ilamsyah. hanya mendapat honor harian saja. Pradita. dan Ani Oktarini 139 . Buatlah program untuk menghitung honor pegawai honorer dari suatu perusahaan dengan menghitung kelebihan jumlah jam kerja pegawai tersebut. Sopiyan. Jam kerja normal pegawai sebanyak 8 jam • Jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam. 15000 Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. 5000 + Honor harian • Jika jumlah jam kerja hanya 8 jam tidak mendapat honor lembur. maka kelebihan jam kerja dikalikan Rp. Honor harian pegawai honorer sebesar Rp. seperti dibawah ini: 2.

Data atau entitas di dalam pemrograman dapat disebut dengan blok fungsi. kelompok buku dan lain-lain. pesan atau pernyataan antar objek. 3. Sopiyan. Class juga dapat mendefinisikan ciri dan perilaku objek tersebut. Pengertian OOP BORLAND C++ 12 Object Oriented Programming atau yang lebih dikenal dengan OOP adalah pemrograman yang menitikberatkan kepada objek-objek untuk menyelesaikan tugas atau proses dari program tersebut.1. Natural OOP dapat melakukan pendekatan terhadap objek yang menggambarkan segala sesuatu yang nyata. Ilamsyah. panjang dan lain-lain. seperti kelompok alat tulis yang dapat dikelompokkan kembali dengan kelompok pensil. Object Object (objek) adalah suatu data atau entitas yang berwujud maupun tidak berwujud. Class Calss merupakan gambaran atau abstraksi karakter dan sifat dari suatu objek. Sedangkan penitikberatkan ini dimaksudkan adanya interaksi pengiriman nilai. Contoh pensil adalah suatu objek yang memiliki attribute (karakter) jenis. Pradita. Keuntungan Penggunaan OOP Adapun keuntungan atau manfaat dari penggunaan OOP adalah: 1.1. digunakan dan lainlain. Kemudian objek yang merespon hasil dari interaksi tersebut akan membentuk suatu tindakan atau aksi (methode). Modular Objek yang sudah dibentuk dapat dikelompokkan kembali dengan objek-objek yang lain. warna. seperti sifat suatu benda maupun kegunaan dari benda tersebut. Methode Metoda merupakan tata cara objek tersebut diperlakukan. Mudah diperbaharui Frieyadie. Pensil juga memiliki methode (perilaku) seperti diruncingkan. memiliki sifat (karakteristik) tertentu sesuai dengan kondisi atau status dari penggunaannya. 2. atau penggunaan atau manfaat dari objek tersebut.1. 12.Modul Algoritma Pemrograman I Class untuk Object Oriented Programming (OOP) 12. dan Ani Oktarini 140 .

Nama Anggota Data Pendefinisian Objek Frieyadie. ciri maupun perilaku dapat didefinisikan kembali dengan objek yang lain. Sopiyan. Object Declaration. 4. ketebalannya. }.2. Dapat didaur ulang Suatu objek yang telah didefinisikan baik jenis. float harga . Pradita. Misalkan objek rumah yang memiliki ciri umum ada pintunya. Cara pandang : program bukan urut-urutan instruksi tapi diselesaikan oleh obyek-obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan masalah Bentuk umum dari kelas: class class_ name { private: data element_class. atapnya. dan Ani Oktarini 141 . warna catnya dan lain-lain. Ilamsyah. protype function. bentuk. jendelanya. Obyek-obyek dalam OOP bersifat aktif 3. temboknya dan lian-lain. motor sport. method. method. Tata Cara Penggunaan Pemrograman Berbasis Obyek: 1. }.Modul Algoritma Pemrograman I Dikarenakan sifat jangkauan dari objek memiliki bagian private dan public. dapat didefinisikan kembali ciri-ciri tersebut dengan menyebutkan cirinya masingmasing seperti temboknya yang memiliki ciri jenisnya. int stok .1. maka jika bagian private ingin digunakan pada objek-objek lain dapat diperbaharui dengan menempatkan objek lain tersebut di bagian public. public:c data element_class. Contoh deklarasi : Nama class class motor { char merk [50]. Fungsi dan data menjadi satu kesatuan yang disebut obyek 2. 12.

clrscr( ).h> garis( ) { cout<<"==============================\n". A. Sopiyan. Secara default. semua item di dalam kelas sudah private. item-item di dalamnya bisa bersifat private atau public.nilai<<endl.nama<<endl <<" Nilai Akhir = "<<sekolah. } Output yang dihasilkan dari program contoh-1 di atas adalah: Frieyadie. float nilai.nis.h> #include <conio.nilai. cout<<" Input Nama Siswa = ".nis<<endl <<" Nama Siswa = "<<sekolah. garis( ).cin>>sekolah. Pada sebuah kelas. main( ) { clrscr( ). getch( ). Jadi tanpa menuliskan kata kunci private. cout<<" Input Nilai Akhir = ". Ilamsyah. Pradita.cout<<endl.cout<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Pernyataan diatas digunakan untuk mendefinisikan variabel bernama sport.nama[20]. Contoh-1 //Penggunaan public pada class #include <iostream. garis( ). cout<<" Input NIS = ".nama. cout<<"\t Program Nilai Siswa"<<endl <<"\t -------------------"<<endl.cin>>sekolah. Pada C++ variabel seperti sport berkedudukan sebagai variabel kelas yang biasa disebut dengan objek. }. dan Ani Oktarini 142 . Public pada kelas Public (public) menyatakan bahwa deklarasi variabel atau item-item yang ada di dalam kelas dapat diakses dari luar kelas. garis( ).cin>>sekolah. } class siswa { public : char nis[9]. cout<<"\t Nilai Siswa"<<endl <<"\t ------------"<<endl<<endl <<" NIS = "<<sekolah. siswa sekolah. semua item di dalam kelas bersifat private.

Ilamsyah. }. Private pada Kelas Private digunakan pada kelas untuk memproteksi anggota-anggota tertentunya agar tidak dapat diakses dari luar kelas secara langsung. Contoh-2 //Penggunaan private pada class #include <conio.k.t.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 12. public : tabung( ). } Frieyadie. s. tabung s. Pradita. dan Ani Oktarini 143 .keluaran( ). void main( ) { clrscr( ). getch( ).1 Hasil Contoh-1 (Layar Input) Gambar 12.2 Hasil Contoh-1 (Layar Output) B.14 class tabung { private : int j. float v.h> #include <iostream. void keluaran( ). Sopiyan.h> #define pi 3.

cin>>j.2. cout<<" Masukan Tinggi = ". Pradita.3 Hasil Contoh-2 12. Konstruktor Konstruktor (constructor) merupakan suatu fungsi dari anggota suatu kelas yang memiliki nama yang sama dengan nama kelas fungsi itu berada. Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I tabung :: tabung( ) { cout<<"\n Menghitung Tabung"<<endl <<" -----------------"<<endl<<endl. } void tabung :: keluaran( ) { cout<<endl <<" Volume Tabung = "<<v<<endl <<" Keliling Tabung = "<<k<<endl. Ilamsyah. k=(2*(pi*2*j))+t. Konstruktor ini digunakan untuk mengalokasikan ruang untuk suatu objek dan untuk memberikan nilai awal. v=(pi*j*j)*t. Berikut contoh pendeklarasian suatu konstruktor di dalam sebuah kelas: class hitung { private: int a. } Output yang dihasilkan dari program contoh-2 di atas adalah: Gambar 12. dan Ani Oktarini 144 . cout<<" Masukan Jari-jari = ". int intb( ). Sopiyan. public: int inta( ). int b.cin>>t.

.info( ). bilangan b. Contoh-3 //Konstruktor #include <conio. Pradita. a.2. "<<endl. double nyata. //konstruktor void info( ). } bilangan :: bilangan( ) { cout<<"\n Konstruktor dijalankan .6. bulat = 5.h> #include <iostream. }. } void bilangan :: info( ) { cout<<"\n Jenis Bilangan: "<<endl <<" Bulat = "<<bulat<<endl <<" Nyata = "<<nyata<<endl. nyata = 3. } Frieyadie. //deklarasi constructor }.h> class bilangan { private : int bulat.. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 145 . public : bilangan( ).info( ). bilangan a. Sopiyan. void main( ) { clrscr( ). b.Modul Algoritma Pemrograman I hitung(int mudah). getch( ).

}. motor sport("Honda CBR". Destruktor harus mempunyai nama yang sama dengan kelas dan diawali karakter tilde(~) atau karakter tak terhingga. long harga. Destruktor digunakan secara khusus manakala suatu objek menggunakan memori dinamis selama keberadaannya dan kemudian melepaskan memori itu setelah tidak menggunakannya lagi.30500000). dan Ani Oktarini 146 .4 Hasil Contoh-3 12.//konstruktor ~motor().3. sport. Destruktor Destruktor merupakan suatu fungsi anggota yang dijalankan secara otomatis manakala suatu objek akan terbebas dari memori karena lingkup keberadaannya telah menyelesaikan tugasnya. } Frieyadie.//destruktor void keterangan( ). motor matic("Honda Vario".Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-3 di atas adalah: Gambar 12. long hrg). Contoh-4 //Destruktor #include <conio. Pradita.keterangan( ). getch( ).h> #include <string. float cc. public : motor(char *nama.125.500. Ilamsyah. Sopiyan. matic.14500000).h> #include <iostream. float cc_mesin. void main( ) { clrscr( ).h> class motor { private : char *merk.keterangan( ).

Berikut ini contoh anggota dari suatu kelas yang berupa array. cc_mesin=cc.4. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I motor :: motor(char *nama. long hrg) { merk = new char[25].nama). Contoh-5 //Class dg Array & Fungsi #include <conio. } Output yang dihasilkan dari program contoh-4 di atas adalah: Gambar 12. Array pada Kelas Anggota dari suatu kelas dapat pula berupa array.5 Hasil Contoh-4 12.//menghapus memori karakter pd merk } void motor :: keterangan( ) { cout<<"\n Informasi Motor:"<<endl <<" Merk = "<<merk<<endl <<" CC Mesin = "<<cc_mesin<<endl <<" Harga = "<<harga<<endl<<endl. dan Ani Oktarini 147 . } motor :: ~motor( ) { delete [ ] merk. Ilamsyah.h> Frieyadie.//merubah data karakter menjadi string strcpy(merk. float cc.h> #include <iostream. harga=hrg. Sopiyan.

cout<<kary[x].total.3). gotoxy(44.lembur(kary[x].jam).wherey()). }.nm. } cout<<" -------------------------------------------------\n". double total.total=(40*20000)+kary[x]. NIK Nama Jumlah Upah Total\n" <<" Karyawan Jam Lembur Gaji\n" <<" -------------------------------------------------\n".4). Sopiyan.cout<<grand<<endl. gotoxy(14.wherey()).total<<endl. Ilamsyah. gotoxy(7.x<y. double grand=0. float lembur(int l). Pradita.jam. dan Ani Oktarini 148 . main( ) { int x.a=1.jam). grand=grand+kary[x].cout<<b++<<".".x<y. cout<<" NIK :". cout<<" Total Keseluruhan Karyawan :". for(x=0.wherey()).nm.nik.cin>>y. } clrscr( ). getch( ).jam. cout<<" Nama Karyawan :".wherey()).y. kerja kary[15].b=1. cout<<" -------------------------------------------------\n" <<" No. Frieyadie.cout<<"Daftar Gaji Mingguan\n". cout<<" Jumlah Jam :". int jam.Modul Algoritma Pemrograman I class kerja { public : char nik[10]. gotoxy(16.cin>>kary[x]. cout<<endl<<"Jumlah Data :".wherey()).cin>>kary[x].cout<<kary[x]. gotoxy(15.nm[25].cout<<"Karyawan Honorer\n".x++) { gotoxy(3. kary[x]. for(x=0.nik.wherey()).x++) { cout<<endl<<" Data Ke-:"<<a++<<endl.lembur(kary[x]. gotoxy(44.cin>>kary[x].cout<<kary[x].wherey()). gotoxy(36. gotoxy(30.cout<<kary[x]. } float kerja::lembur(int l) { if (l>40) return(l-40)*30000.cout<<kary[x].

Ilamsyah. haruslah memiliki karakteirstik. Sebagai Frieyadie.6 Hasil Contoh-5 (Layar Input) Gambar 12. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I else return 0. Adapun karakteristik tersebut adalah memiliki sifat turunan atau pewarisan (Inheritance).7 Hasil Contoh-5 (Layar Output) 12. Berikut akan dijelaskan karakteristik OOP tersebut: 12. Sopiyan. dan Ani Oktarini 149 . Inheritance Inheritance memungkinkan programmer untuk "menurunkan" sebuah class menjadi class lain yang lebih spesifik dan memiliki fungsi yang lebih komplit. Inheritance merepresentasikan hubungan "seperti" atau "sejenis" (a kind of). satu nama memiliki banayak sifat atau perilaku (Polymorphism). pembungkusan sifat dari objek yang berbeda (Encapsulation). Karakterisitk OOP Di dalam penggunaan konsep pemrograman yang berbasis objek atau yang disebut Object Oriented Pemrograman (OOP).5.5. } Output yang dihasilkan dari program contoh-5 di atas adalah: Gambar 12.1.

Ilamsyah. yaitu dengan tanda titik dua (:) setelah nama kelas. Manakala suatu kelas menerima warisan. Protected Penentu akses berbasis protect menyebabkan anggota dari anggota protect dan public dari kelas utama akan menjadi anggota private dari kelas turunan. Dengan inheritance. 3. Ketika kita menurunkan sebuah class dari class yang lain. atau child class. walalupun tidak semuanya akan dapat di akses oleh anggota fungsi dari kelas. class yang baru akan mewarisi semua attribute dan method dari class yang sudah ada. Class yang sudah ada disebut dengan base class atau super class atau parent class dan class yang baru disebut dengan derived class atau subclass. dan Ani Oktarini 150 .h> enum KETURUNAN { PUMA. 2. Pada waktu mendeklarasikan suatu kelas.Modul Algoritma Pemrograman I contoh. Inheritance akan membentuk suatu konsep dimana jika konsep yang diatas berubah maka perubahan akan juga berlaku pada yang ada dibawahnya. Anggota private dari kelas utama selalu menjadi anggota private kelas utama. Inherate sangat mirip dengan hubungan orang tua dengan anak. Tanpa inheritance. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. Bobotnya(5){} Frieyadie. bila digabung menjadi mobil sport. class Predator { public: // constructors Predator( ):Usianya(10). Berikut penulisan sintaksisnya: Class kucing_besar : Public predator Contoh-6 //pengunaan inheritance #include <iostream. TUTUL. Sopiyan. kita dapat men daur ulang program kita atau bahkan men daur ulang program orang lain agar sesuai dengan kebutuhan kita.h> #include <conio. dan menyebabkan anggota dari kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. tipe asalnya bias berupa public atau yang lainnya dan dari kelas mana berasal. SINGA. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. MACAN }. Di dalam C++ penentuan akses pada inheritance ada tiga macam. anda dapat menandai bahwa suatu kelas berasal dari mana. Private Penentu akses berbasis private menyebabkan anggota dari anggota public dari kelas utama akan menjadi anggota protect kelas turunan. kelas merupakan sebuah unit yang berdiri sendiri. sebuah perahu motor adalah seperti perahu namun dengan kemampuan lebih. Contoh lain adalah kendaraan jenis mobil (sebagai super class) dan memiliki tipe sport (sebagai subclass). Pradita. yakni memiliki motor. yaitu : 1. semua anggota data dan fungsi juga akan menerima warisan. Public Penentuan akses berbasis public menyebabkan anggota dari public dari sebuah kelas utama akan menjadi anggota public kelas turunan dan menyebabkan juga anggota protect kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan.

\n". dan Ani Oktarini 151 .Berburu( ). } // method lainnya void Meraung( ) const { cout<< "Meraung . suara Predator!\n".. int Bobotnya.. Sibelang. cout<<" Umur Raja Hutan adalah: "<<Sibelang. } void setKeturunan(KETURUNAN keturunan) { Keturunannya = keturunan.} void Tidur( ) const {cout<< "ssshhh… Predator Tidur. int main( ) { Kucing_besar Sibelang. } private: KETURUNAN Keturunannya... Ilamsyah. } //other methods void Melompat( ) { cout<<" Melompat . } int Beratnya ( ) const { return Bobotnya. }. } Frieyadie. Sopiyan. Sibelang.. getch( ).} protected: int Usianya.. Pradita. cout<<" Tahun Usianya \n".Meraung( ). }.Modul Algoritma Pemrograman I ~Predator( ) {} //accessors int Umurnya( ) const {return Usianya. } void SetBerat(int Berat) { Bobotnya=Berat.\n". } void SetUmur (int Umur) { Usianya = Umur.Umurnya(). class Kucing_besar : public Predator { public: //constructors Kucing_besar ( ) : Keturunannya (SINGA) {} ~Kucing_besar( ) {} //Accessors KETURUNAN DptKeturunan() const { return Keturunannya. ingin makan \n". } void Berburu( ) { cout<<" Berburu .

Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-6 di atas adalah:

Gambar 12.7 Hasil Contoh-6

12.5.2. Polymorphism
Polymorphisms adalah kemampuan 2 buah object yang berbeda untuk merespon pesan permintaan yang sama dalam suatu cara yang unik. Contoh, saya melatih lumba-lumba saya dengan perintah untuk meloncat dan juga saya melatih burung untuk merespon perintah saya untuk berkicau. Saya lakukan latihan untuk merespon kepada mereka dengan perintah lisan. Melalui polymorphism saya tahu bahwa anjing dan burung akan merespon dengan gonggongan atau kicauan. Dengan cara dan kemampuan seperti ini, jenis akses tertentu dapat diterapakan dengan berbagai cara oleh objek-objek yang memiliki tipe yang berbeda atau memiliki banyak bentuk. Fungsi virtual merupakan dasar dari polymorphism yang berkerja hanya dengan pointer-pointer dan referensi dan hanya mendeklarasikan method sebagai virtual. Adapun aturan dari virtual function sebagai berikut: 1. Virtual function harus anggota class. 2. Anggota class bukan anggota yang bersifat statis. 3. Anggota class dapat diakses dengan pointer objek. 4. Virtual function tidak dapat memiliki virtual constructor, akan tetapi dapat berupa virtual destructor.

Contoh-7

//Penggunaan Polymorphism #include <iostream.h> #include <conio.h> class HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya hewan peliharaan"<<endl; } virtual void makan( )// anggota class { cout<<" Makan... dibutuhkan hewan peliharaan"<<endl; } };

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

152

Modul Algoritma Pemrograman I class Jinak : public HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucu dan Jinak"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Diberi makan agar jinak"<<endl; } }; class Kucing : public Jinak { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya kucing"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Makanan dibutuhkan Kucing"<<endl; } }; void main( ) { //definisi Objek Jinak dan Kucing puma Jinak jinak; Kucing puma; //definisi pointer ke objek HewanPeliharaan *hewan; hewan=&jinak; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); cout<<" -----------------------------"<<endl; hewan = &puma; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); getch(); } Output yang dihasilkan dari program contoh-7 di atas adalah:

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

153

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 12.8 Hasil Contoh-7

12.5.3. Encapsulation
Ciri penting lainnya dari OOP adalah encapsulation. Encapsulation adalah sebuah proses dimana tidak ada akses langsung ke data yang diberikan, bahkan hidden. Jika ingin mendapat data, maka harus berinteraksi dengan objek yang bertanggung jawab atas dara tersebut. Berikut cirri dari encapsulation: 1. Variabel dan method dalam suatu obyek dibungkus agar terlindungi 2. Untuk mengakses, variabel dan method yang sudah dibungkus tadi perlu interface 3. Setelah variabel dan method dibungkus, hak akses terhadapnya dapat ditentukan. 4. Konsep pembungkusan ini pada dasarnya merupakan perluasan dari tipe data struktur Dua hal dalam enkapsulasi : 1. Information hiding 2. Menyediakan perantara (method) untuk mengakses data Pada intinya, encapsulation adalah pemisahan antara bagian private dan public pada sebuah objek. Atau, dapat dipandang sebagai pemisahan antara interface (bagian private) dan implementation (bagian public). Objek-objek lain yang hendak berinteraksi dengan objek ini akan mengirimkan sebuah pesan (message) dan objek ini akan mengerjakan sesuatu dan mengirimkan pesan balik sebagai jawaban jika diperlukan. Keuntungan utama dari encapsulation tentu saja adalah penyembunyian implementasi (implementation hiding). Dengan implementation hiding, kita dapat memperbaiki bagaimana objek kita bekerja tanpa harus khawatir bagaimana menginformasikan perubahan tersebut ke objek-objek yang lain. Selama kita tidak merubah interface dari objek kita, objek-objek yang lain akan tetap dapat menggunkan objek kita.

Contoh-8

//penggunaan encapsulation #include <conio.h> #include <iostream.h> class satu_kandang { int kandang;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

154

} Output yang dihasilkan dari program contoh-8 di atas adalah: Gambar 12. cout<<" Nilai dari ayam1 adalah "<<ayam1. getch( ).hasil()<<endl. int bebek. } int satu_kandang :: hasil(void) { return kandang.hasil()<<endl. Ilamsyah.9 Hasil Contoh-8 Frieyadie.hasil()<<endl. ayam3. cout<<" Nilai dari ayam3 adalah "<<ayam3.atur(7). ayam2. void satu_kandang :: atur(int nilai) { kandang = nilai.Modul Algoritma Pemrograman I public: void atur(int nilai). dan Ani Oktarini 155 .atur(2). } void main( ) { satu_kandang ayam1. Pradita. ayam3. ayam1. Sopiyan. }. ayam2. cout<<" Nilai dari bebek adalah "<<bebek<<endl. int hasil(void). cout<<" Nilai dari ayam2 adalah "<<ayam2.atur(5). bebek=20.

Meriang Gembira Tanggal : ………………... ………….. ………… …………….6 Latihan Seorang manager ingin dibuatkan sebuah program perhitungan gaji pegawai staff honor sederhana.. …………. …………. <terus mengulang sesuai jumlah pegawai yang diinputkan> Desain keluaran yang diingkinkan adalah sebagai berikut : PT. Meriang Gembira Jumlah :……………….. ………… …………….500. …………. Frieyadie. …………... :………………Jam ………….. … ………………. … ……………….. 1.. maka kelebihan jam dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp. Petunjuk : Gunakan kelas pegawai. Adapun ketentuan perhitungan gaji pegawai honorer adalah sebagai berikut : Honorer per hari yang diterima pegawai honorer sebesar Rp. ………….000 Jam kerja selama 8 Jam setiap harinya Jam bekerja lebih dari 8 jam. Ilamsyah. 25. Pradita..... Nama Honor Jumlah Honor Total Pegawai Jam Kerja Lembur Honor ========================================================== … ………………. dan Ani Oktarini 156 .Modul Algoritma Pemrograman I 12... Jumlah Jam Kerja :………………Jam Data Ke-2 Nama Pegawai Jumlah Jam Kerja :…………………. Tanggal Input :………………. ========================================================== No.. ………… ……………. Desain masukan yang diinginkan adalah sebagai berikut PT. …………. ---------------------------------------------------------------------------------------Data Ke-1 Nama Pegawai :………………….. Total Honor Pegawai Sebesar …………. Sopiyan. Anda sebagai staff programmer harus membuatkan program tersebut.

looping. structure dan Class. fungsi. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I Studi Kasus Pra . Lalu buatkan bentuk rancangannya seperti contoh berikut: Bentuk Menu Utama Bentuk Input Bentuk Output Frieyadie. kondisi. label. Pradita.UAS Buatlah sebuah program aplikasi bertemakan bisnis secara berkelompok. Sopiyan. Adapun isi program yang dibuat harus memuat materi UAS : Array. dan Ani Oktarini 157 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->