Disusun Oleh : Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah dan Ani Oktarini

Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++

Pengenalan Bahasa C++
1.1. Sejarah Singkat
1.1.1. Sekilas Perkembangan Bahasa C

1

Bahasa C dikembangken di Bell lab pada tahun 1972 ditulis pertama kali oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie merupakan bahasa turunan atau pengembangan dari bahasa B yang ditulis oleh Ken Thompson pada tahun 1970 yang diturunkan oleh bahasa sebelumnya, yaitu BCL. Bahasa C, pada awalnya dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dioperasikan pada sistem operasi UNIX. Bahasa C merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah yaitu diantara bahasa tinggat rendah dan tingkat tinggi yang biasa disebut dengan Bahasa Tingkat Menengah. Bahasa C mempunyai banyak kemampuan yang sering digunakan diantaranya kemampuan untuk membuat perangkat lunak, misalnya dBASE, Word Star dan lain-lain.

1.1.2.

Sekilas Tentang C++

Pada tahun 1980 seorang ahli yang bernama Bjarne Stroustrup mengembangkan beberapa hal dari bahasa C yang dinamakan “C with Classes” yang pada mulanya disebut “a better C” dan berganti nama pada tahun 1983 menjadi C++ oleh Rick Mascitti, dibuat di Laboratorium Bell, AT&T. Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifatsifatnya yang disebut dengan Object Oriented Programming (OOP), yang mempunyai tujuan utamanya adalah membantu dan mengelola program yang besar dan kompleks.

1.1.3.

Perbedaan Antara Bahasa C Dengan C++

Bahasa C merupakan bahasa pemrograman prosedural, di mana penyelesaian atas suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut ke dalam sub-sub masalah yang lebih kecil. Sedangkan C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Object Oriented Programming (OOP). Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan mendefinisikan class-class yang merupakan a.-class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari objek-objek fisik. Class tersebut berisi keadaan objek, anggota-anggotanya, dan kemampuan dari objeknya. Setelah beberapa class dibuat, masalah dipecahkan menggunakan class.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

2

Modul Algoritma Pemrograman I

1.2. Pengenalan IDE Borland C++
IDE merupakan singkatan dari Integrated Development Environment, merupakan Lembar kerja terpadu untuk pengembangan program. IDE dari Borland C++, dapat digunakan untuk: 1. 2. 3. 4. 5. Menulis Naskah Program. Mengkompilasi Program ( Compile ) Melakukan Pengujian Program ( Debugging ) Mengaitkan Object dan Library ke Program ( Linking ) Menjalankan Program ( Running )

Untuk mengaktifkan aplikasi Borland C++, lakukanlah langkah-langkah berikut ini: Klik tombol Start pilih Program Borland C++ 5.02 klik Borland C++

Gambar 1.1. Menu Untuk Mengaktifkan Program Borland C++ Berikut lDE dari Borland C++, seperti gambar dibawah ini:

Gambar 1.2.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

3

Search. Window dan Help. b. terbagi menjadi 4 (empat) bagian. save. c.3. Frieyadie. seperti icon open. waktu yang sedang berjalan). yaitu: a. run dan lainlain. Sopiyan. compiler. Pradita. IDE Borland C++ 5. Compile.02 IDE pada Borland C++. Baris Status (Status Bar) Baris yang akan menampilkan keterangan-keterangan pada saat mengaktifkan menu bar dan sub menu serta keterangan-keterangan lain (seperti petunjuk baris dan kolom.CPP d. Baris Peralatan (Tools Bar) Baris yang menampilkan shortcuts (icons) untuk mempermudah pengguna dalam pembuatan program-program C++. Ilamsyah. Jendela Editor Tempat untuk pengetikan program dan membuat program. Jendela Message Tempat untuk menampilkan pesan-pesan pada proses kompilasi dan link program. Project. Options. Baris Menu ( Menu Bar ) Menu utama terdiri dari. maka akan diberikan pesan kesalahannya yang kemudian dapat didouble klik pada pesan tersebut untuk mendapatkan petunjuk di baris yang mana terdapat kesalahannya. Edit. Run. Debug. e. dan Ani Oktarini 4 . Jika ada kesalahan sintax program maupun varibel dan objek. File. nama file jendela editor adalah NONAME00.Modul Algoritma Pemrograman I Layar Pembuka Borland C++ Menu Bar Tools Bar Jendela Editor Jendela Message Status Bar Gambar 1. Jika pertama kali anda membuat program.

getch(). Frieyadie. dan Ani Oktarini 5 . setiap fungsi terdiri dari satu atau beberapa pernyataan yang melaksanakan tugas tertentu.4. #include <file-header> merupakan preprocessor pada C++ untuk pemanggilan file header yang memuat beberapa perintah-perintah dari C++ (contoh. mempunyai enam model memori untuk program dan data. apabila ditempatkan sebelum funtuator }. Model Memori Borland C++.3. maka berfungsi sebagai penahan dari tampilan hasil 1. Struktur program C++ terdiri sejumlah blok fungsi. Struktur Program C++ Struktur program C++.Modul Algoritma Pemrograman I 1. tanda { dan } sebagai punctuator yang awal blok program hingga akhir blok program 4. Ilamsyah. Model-model memori tersebut adalah: a. sama seperti struktur program C yang terdahulu. } Contoh-1 1. main() merupakan awal mula dari blok program utama 3. Sopiyan.h) 2. Pradita. Model Tiny Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data tidak lebih dari 64 Kb. cout merupakan perintah keluaran pada C++ 5. apabila ingin menggunakan perintah cout maka harus menggunakan file header iostream. Bentuk Umum: #include <file-header> main() { pernyataan.

Model Medium Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program tidak lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K.5 Cara Menampilkan Text Edit Frieyadie. kemudian dijalankan untuk menampilkan hasilnya yang mempunyai ekstensi file . Model Compact Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K. dan Ani Oktarini 6 . 1.5. d. Pradita. Membuat File Editor File Editor merupakan file kode program yang dapat dikompilasi. c. d. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I b. Ilamsyah. Model Huge Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk menyimpan satu jenis data. Model Small Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk masing-masing program dan data tidak lebih dari 64 Kb. e.CPP. Cara mengaktifkannya : Klik Menu File Klik New Text Edit Gambar 1. Model Large Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data lebih dari 64 K.

Sopiyan. Selanjutnya tampil jendela Save File As. Save As Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk dengan nama file yang berbeda. Menekan HotKey Ctrl + KS. Kik Menu File  Save b. dan Ani Oktarini 7 . seperti dibawah ini : Gambar 1. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Jendela Save File As Pada Borland C++ 5.02 terdapat tiga cara menyimpan file editor. Pradita.7. Menyimpan File Editor Setelah selesai mengetikan naskah program yang baru pada jendela Text Edit. diantaranya yaitu : Save Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk.6.6 Jendela Text Edit 1. Save All Digunakan untuk menyimpan semua File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk. Frieyadie. maka selanjutnya disimpan dengan cara : a. Hotkey yang ada bisa gunakan untuk menyimpan dengan menekan tombol Ctrl + KS.

proses linking.exe ) dan sekaligus menjalankan program. Kik Menu Debug Compile b. seperti dibawah ini : Gambar 1.melakukan proses linking.7.8 Kotak Dialog Compile 1.8. dan Ani Oktarini 8 . Menterjemahkan Program Proses Compile merupakan suatu proses menterjemahkan program dari bahasa manusia kedalam bahasa yang dimengerti oleh komputer yaitu bahasa mesin. yaitu dengan cara : a.9 Kotak Dialog Run Setelah proses menterjemahkan program.10 dibawah ini : Frieyadie. selanjutnya tampil hasil seperti gambar 1. Kik Menu Debug Run b. Pradita. yaitu dengan cara: a. membuat file eksekusi ( . Ilamsyah. seperti dibawah ini : Gambar 1. Menekan HotKey Alt + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Compile.Modul Algoritma Pemrograman I 1. Menjalankan Program Proses Run merupakan suatu proses menterjemahkan program. Menekan HotKey Ctrl + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Run. Sopiyan.

Membuka File Editor Penjelasan Membuka atau memanggil file editor yang sudah pernah dibuat. Sopiyan. Ilamsyah. seperti dibawah ini : Frieyadie.9. dengan cara : Klik Menu File Open Selanjutnya tampil Jendela Open.10 Contoh Hasil Keluaran Program 1.Mencetak File Editor Penjelasan Mencetak file program pada jendela yang sedang aktif dengan cara Klik File Print Selanjutnya tampil Jendela Print Option.11 Jendela Open File pada C++ 1. dan Ani Oktarini 9 . seperti dibawah ini : Gambar 1.10.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Pradita.

dengan cara File Exit Frieyadie.12 Jendela Print Option 1. Sopiyan. dan Ani Oktarini 10 . Keluar dari Borland C++ 5. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1.02 Keluar dari Aplikasi Borland C++ 5. Ilamsyah.02.11.

435. Pradita.648 s.4 x 10-38 s.147. antara lain: Frieyadie.647 3.d 1.295 2.435.4 x 10+38 1.1 x 10+4932 5–7 15 – 16 19 Jumlah Digit Tipe Data Tambahan.1. Sopiyan.d 2.2.d 32767 -32768 s.2. dan Ani Oktarini 11 .d 3.d 32767 -2.d 1. adalah : Unsigned digunakan bila data yang digunakan hanya data yang positif saja. Konstanta Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap. Pengenalan Tipe Data Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar dan 3 tipe tambahan. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian.147. Tipe Data Tipe Data Char Int Short Long Float Double Long Double Ukuran Memori 1 Byte 2 Byte 2 Byte 4 Byte 4 Byte 8 Byte 10 Byte Jangkauan Nilai -128 s. Tipe Data Tambahan Tambahan Tipe Data Jumlah Memori Jangkauan Nilai Unsigned Integer Unsigned Character Unsigned Long Integer 2 Byte 1 Byte 4 Byte 0 – 65535 0 – 255 0 – 4. diantaranya: Tabel 2. Tabel 2. Perintah Masukan dan Keluaran BORLAND C++ 2 2.1. Ilamsyah. yaitu: • Konstanta Bilangan • Konstanta Teks A.d 127 -32768 s.7 x 10+308 3.4 x 10-4932 s.7 x 10-308 s.967. Konstanta Bilangan Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok. yang dimiliki oleh Borland C++.Modul Algoritma Pemrograman I Pengenalan Model Data.294.

Bentuk penulisannya : const nama_konstanta = nilai konstanta. Data karakter dapat berbentuk abjad ( huruf besar atau kecil ). Ini merupakan nilai default pada konstanta bilangan. 2. Data String merupakan rangkaian dari beberapa karakter yang diapit oleh tanda kutip ganda ( “ ).57 ) • Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat ( contoh : 4. “Y” dan lain-lain. Data Teks (String). Pradita. Sopiyan. Deklarasi Konstanta Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved word const.22e3 4.22 x 103 )s 3. pada prinsipnya sama seperti Konstanta Floating Point. Adalah bilangan yang tidak mengandung nilai desimal. tetapi Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar. Data karakter hanya terdiri dari sebuah karakter saja yang diapit oleh tanda kutip tunggal ( ‘ ). antara lain. const float phi = 3. Contoh: const x = 89. notasi atau simbol. Frieyadie. mempunyai bentuk penulisan. dan Ani Oktarini 12 . Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point ) Konstanta Floating Point. Pada deklarasi konstanta bilangan desimal (floating point) harus diikutsertakan model dari tipe datanya.Modul Algoritma Pemrograman I 1. Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision ) Konstanta Double Precision. 100 2. Contoh : 1. Konstanta Bilangan Bulat (Integer). yaitu : • Bentuk Desimal ( contoh : 5. C. angka. Ilamsyah. 2. “Jakarta”. 3.14. “AMIK BSI”. B. atau const tipe_data nama_konstanta = nilai konstanta. Data Karakter (Character). Contoh : “Virusland”. Contoh : ‘Y’ ‘y’ ‘9’ ‘&’ dan lain-lain. Konstanta Teks Dalam hal ini konstanta teks dibagi menjadi dua kelompok. 1.

3. Variabel Adalah suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang mempunyai nilai atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program. Character ( Karakter Tunggal ) 2. 2. mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain : 1. Ilamsyah. Deklarasi Variabel TIPE VARIABEL Integer Floating Point Double Precision Karakter Unsigned Integer Unsigned Character Long Integer Unsigned Long Integer Bentuk penulisannya : Tipe data nama variabel. B. Sopiyan. seperti integer atau character dan nama variabel itu sendiri. Pradita. Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel. yaitu : • Variabel Numerik • Variabel Teks A. Variabel Text 1. dan Ani Oktarini 13 . dibagi menjadi dua jenis kelompok.3. Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika. SIMBOL DEKLARASI Int Float Double Char unsigned int unsigned char long int unsigned long int Frieyadie. Dalam pemberian nama variabel. Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau Floating Point. Bilangan Bulat atau Integer 2. Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau Double Precision. Deklarasi Variabel Adalah proses memperkenalkan variabel kepada Borland C++ dan pendeklarasian tersebut bersifat mutlak karena jika tidak diperkenalkan terlebih dahulu maka Borland C++ tidak menerima variabel tersebut. 3.Modul Algoritma Pemrograman I 2. Variabel Numerik Variabel numerik ini dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) macam : 1. Setiap kali pendeklarasian variabel harus diakhiri oleh tanda titik koma ( . ). String ( Untuk Rangkaian Karakter ) C. Tidak boleh ada spasi ( contoh : gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ ) sebagai penghubung (contoh : gaji_bersih). Variabel. Tabel 2.

Ilamsyah. char grade. Perintah Keluaran Perintah standar output yang disediakan oleh Borland C++.2).1 printf( ) Fungsi printf( ) merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar. 2.4. diantaranya adalah : printf( ) puts( ) putchar( ) cout( ) 2. int nilai. float rata_rata .’b’. argumen-1. dan Ani Oktarini 14 . Pradita. Argumen ini dapat berupa variabel. Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler mengenai jenis data yang dipakai dan akan ditampilkan.4. Penentu Format Printf( ) TIPE DATA Penentu Format Untuk printf( ) Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Bentuk Desimal dan Pangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer %d %f %e %g %lf %c %s %u %ld %lu %x %o printf(“%c merupakan abjad yang ke . konstanta dan ungkapan. …). Sopiyan. Frieyadie. String-Kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu format. printf("string-kontrol".4. argumen-2.%d”. Tabel 2.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh Deklarasi char nama_mahasiswa[20].

h> main( ) { char nama =”dita”. clrscr( ).h> #include <conio. Ilamsyah. printf("Nilai Tugas 1: %2f \n". printf(“hai %s. Pradita. tampilan yang tampak biasanya kurang bagus. nama. Kamu mendapatkan Nilai %i” .h> main( ) { float a1=87. 1 Hasil Contoh 1 a. nilai).Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1 #include <stdio.h> #include<iostream.a1). Hal tersebut dapat diatur lebar field-nya dan jumlah desimal yang ingin dicetak. } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan.h> #include<conio. printf("Nilai Tugas 2: %2f ". a2=77. int nilai = 100.5. jika tidak menggunakan penentu lebar field adalah: Frieyadie.50. dan Ani Oktarini 15 .a2).h> #include<iostream. Berikut bentuk penulisannya: Contoh-2 #include<stdio. Penggunaan Penentu Lebar Field Bila ingin mencetak atau menampilkan data yang bertipe data FLOAT atau pecahan. getch( ). clrscr( ). } Gambar 2.

Penggunaan Escape Sequences. a2=77. 3 Hasil Contoh 3 b. Escape Sequences menggunakan notasi “ \ ” ( back slash ) jika karakter terdapat notasi “\” ini sebagai karakter “escape” ( menghindar).a2). dan Ani Oktarini 16 . Pradita.5.h> main( ) { float a1=87. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. Beberapa Escape Sequences lainnya antara lain : Tabel 2. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 #include<stdio.h> #include<iostream. clrscr(). printf("Nilai Tugas 1: %2. Sopiyan.5.h> #include<conio.2f \n". jika menggunakan penentu lebar field adalah Gambar 2. Escape Sequences ESCAPE SEQUENCES PENGERTIAN \b \f \n \r \t \' Backspace Formfeed Baris Baru Carriage Return Tab ( default = 8 karakter ) Tanda kutip tunggal ( ' ) Frieyadie. Ilamsyah.50. printf("Nilai Tugas 2: %2.a1). } Output yang akan dihasilkan.2f".

h> #include<conio. } Gambar 2. yaitu %s puts( ) data Tidak Perlu penentu tipe data string. karena sudah dibeikan secara otomatis. clrscr( ).nama3[10]="Fitri". Pradita.6. getch( ).2.2f \t %8. puts( ) Perintah puts( ) sebenarnya sama dengan printf().nama2.nama3). Untuk mencetak pindah baris memerlukan notasi ‘ \n ‘ tidak perlu notasi ‘ \n ‘ . b = 90.2. float a = 88. a.h> main( ) { char nama1[10]="Dita". c = 98. printf("%8s\t %7s\t %8s ". Untuk mencetak pindah baris.c). Perbedaan fungsi puts( ) dengan printf( ) untuk tipe data string printf( ) Harus menentukan tipe untuk data string. (aaa menunjukkan angka ASCII ybs ) Contoh-4 #include<stdio.5. ( aa menunjukkan angka ASCII ybs ) Kode ASCII dalam octal. 4 Hasil Contoh 4 2.Modul Algoritma Pemrograman I \" \\ \xaa \aaa Tanda Kutip Ganda ( " ) Backslash Kode ASCII dalam hexadecimal. printf("\n%8.2f ".2f \t %8. nama1. Sopiyan. yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar. Perbedaan antara printf( ) dengan puts( ) adalah : Tabel 2. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 17 .nama2[10]="Ani".b.8. karena fungsi ini khusus untuk tipe data string. puts( ) berasal dari kata PUT STRING. Frieyadie.4.

putchar('2'). putchar('0'). } Output yang akan dihasilkan. putchar('9'). clrscr().h> main() { char nama[5] = "BSI". getch( ).4. Sopiyan. Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris. puts(a). putchar('B'). } Output yang akan dihasilkan. Pradita. Contoh-5 #include <stdio.h> #include <conio. putchar('-'). 5 Hasil Contoh 5 2. dan Ani Oktarini 18 . Ilamsyah. putchar('S'). putchar( ) Perintah putchar( ) digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar. putchar('I').h> main( ) { clrscr( ). dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 2. putchar('0'). puts("Anda Kuliah di ").Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-5 #include <stdio.3.h> #include <conio. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie.

harus menyertakan file header iostream.h .h> #include <iostream.5.4. cout<<"Jumlah Barang 1: "<<jumbar1.h . untuk mengguakan manipulator ini file header yang harus disertakan file header iomanip. cout Fungsi cout merupakan sebuah objeck didalam Borland C++ digunakan untuk menampilkan suatu data kelayar. Pradita. antara lain. Contoh-7 #include <stdio. clrscr( ).4. dan Ani Oktarini 19 . Sopiyan. Untuk menggunakan fungsi cout ini. 7 Hasil Contoh 7 2.4. Ada beberapa fungsi manipulator yang disediakan oleh Borland C++.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. cout<<" Jumlah Barang 2: "<<jumbar2. Ilamsyah. getch( ). Fungsi Manipulator Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layar.h> main( ) { int jumbar1=150. } Output yang akan dihasilkan. jumbar2=23. 6 Hasil Contoh 6 2. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 2. endl end flush() dec() hex() oct() setbase() setw() setfill() setprecision() setosflags() Frieyadie.h> #include <conio.

Ilamsyah.h> main( ) { char nim[9]="12098890". c. b. d. Pradita. cout<<"Alamat :"<<alamat<<endl. Contoh-8 # include<stdio.Modul Algoritma Pemrograman I Berikut akan dibahas beberapa fungsi manipulator. 8 Hasil Contoh 8 b. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 2. File header yang harus disertakan adalah file header iostream. File header yang harus disertakan adalah file header iostream.h> # include<iostream.h> # include<conio. } Output yang akan dihasilkan. Fungsi ini sangat berguna untuk piranti keluaran berupa file di disk. Sopiyan. ends ends merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menambah karakter null ( nilai ASCII NOL ) kederetan suatu karakter. 20 Frieyadie.h . cout<<"Nama :"<<nama<<endl. endl endl merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyisipkan karakter NewLine atau mengatur pindah baris. char alamat[20]="Jakarta Selatan". Fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter kefile didisk atau modem dan mangakhirinya dengan karakter NULL. Contoh-9 # include <stdio.h . clrscr( ).nama[15]="Andi".. diantaranya: a.h> # include <iostream. cout<<"Nim :"<<nim<<endl.h> main( ) { int a. dan Ani Oktarini .h> # include <conio. getch( ).

File header yang harus disertakan adalah file header iomanip.h> # include <iostream. Contoh-10 # include <stdio. cout<<"Masukan Nilai B : ".h> main( ) { int nilai = 320. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 2.h> # include <iomanip. Pradita. Sopiyan. d = a * b. cout<<"Nilai ke Hexadesimal = "<<hex<<nilai<<endl. cin>>b. 9 Hasil Contoh 9 c.h> # include <conio. cout<<"Masukan Nilai A : ". dec. cout<<"Hasil dari C = A % B adalah "<<c<<ends.h . cout<<"Nilai ke Desimal = "<<dec<<nilai<<endl. c = a % b. cout<<"Hasil dari D = A * B adalah "<<d<<ends. oct dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk desimal(bilangan berbasis 10). oktal(bilangan berbasis 8) dan hexadesimal(bilangan berbasis 16). cout<<"Nilai Awal= "<<nilai<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ). clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. oct dan hex dec. cin>>a. dan Ani Oktarini 21 . getch( ). dari program contoh-10 diatas adalah: Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Nilai ke Octal = "<<oct<<nilai<<endl. getch( ).

23. cout<<setprecision(3)<<c<<endl. cout<<setprecision(2)<<c<<endl. cout<<setprecision(5)<<c<<endl. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). getch( ). setprecision( ) Fungsi setprecision( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan. 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie.h . } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ). Pradita. cout<<setprecision(4)<<c<<endl.h> main( ) { float a. dari program contoh-11 diatas adalah: Gambar 2. c = a * b. b = 12. cout<<setiosflags(ios::fixed). a = 25. Contoh-11 # include <conio.54.c.h> # include <iostream. Sopiyan. cout<<setprecision(1)<<c<<endl. 10 Hasil Contoh 10 d.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2.h> # include <iomanip.b. dan Ani Oktarini 22 . file header yang harus disertakan adalah file header iomanip. Ilamsyah.

a<=260. Ilamsyah.12. Base bilangan merupakan base dari masing-masing bilangan.h> # include <iomanip. Decimal dan Hexadecimal. Hasil Contoh-12 Frieyadie. Sopiyan. setbase( ) setbase( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi bilangan Octal. Bentuk penulisannya : setbase(base bilangan). cout<<setbase(8)<<a<<" ".a++) { cout<<setbase(10)<<a<<" ".h> # include <iostream. clrscr( ). cout<<setbase(16)<<a<<endl. File header yang harus disertakan file header iomanip. cout<<"Decimal Octal Hexadecimal"<<endl. for(a=250.h . yaitu : • Octal = basis 8 • Decimal = basis 10 • Hexadecimal = basis 16 Contoh-12 //Penggunaan Manipulator setbase() # include <stdio. dan Ani Oktarini 23 . } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { int a = 250.Modul Algoritma Pemrograman I e. } getche( ). Pradita. cout<<"----------------------------"<<"\n".h> # include <conio. dari program contoh-12 diatas adalah: Gambar 2. cout<<"Penggunan Manipulator setbase()"<<"\n\n".

Sopiyan. Ilamsyah. for(a=1. } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { int a. dari program contoh-13 diatas adalah: Gambar 2.h> # include <conio. cout<<"-------------------------------"<<"\n".h> # include <iomanip.h> # include <iostream.a++) { cout<<setw(a)<<a<<endl.a<=15. dan Ani Oktarini 24 . integer. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I f. n = merupakan nilai lebar tampilan data. Hasil Contoh-13 Frieyadie. } cout<<"-------------------------------"<<"\n". setw() setw() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar tampilan dilayar dari suatu nilai variabel. getche( ). cout<<"Penggunan Manipulator setw()"<<"\n\n". clrscr( ).13. Contoh-13 // Penggunaan Manipulator setw() # include <stdio. Bentuk penulisannya : setw(int n). File header yang harus disertakan file header iomanip.h .

Modul Algoritma Pemrograman I g.a<=15. dan Ani Oktarini 25 . cout<<"-------------------------------"<<"\n". } getche( ).h> main( ) { int a. Pradita. File header yang harus disertakan file header iomanip. setfill() setfill() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk manampilkan suatu karakter yang ditelakan didepan nilai yang diatur oleh fungsi setw(). Bentuk penulisannya : setfill(charakter).h> # include <iomanip. Sopiyan. Hasil Contoh-14 Frieyadie. cout<<"Penggunan Manipulator setfill()"<<"\n\n".h> # include <iostream. dari program contoh-14 diatas adalah: Gambar 2. clrscr( ).h . } Output yang akan dihasilkan. cout<<setw(a)<<a<<endl.14. for(a=1. Ilamsyah. Contoh-14 // penggunaan setfill dan setw( ) # include <stdio.a++) { cout<<setfill('-').h> # include <conio.

cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<a. b = 56.15. cout<<"Rata Sebelah Kiri = ".. Tanda Format Keluaran Notasi Konversi Tanda format yang digunakan untuk keluaran Notasi. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). Pradita. Frieyadie. Tanda Format Perataan Kiri dan Kanan Tedapat dua buah tanda format yang digunakan untuk perataan kiri dan kanan. yaitu: ios::scientific digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi eksponensial. dan Ani Oktarini 26 . setiosflags( ) Fungsi setiosflags( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur sejumlah format keluaran data.h> # include <iostream. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<b. pengaturan terhadap lebar variabel untuk perataan kiri dan kanan ini melalui fungsi setw( ). ios::left digunakan untuk mengatur perataan sebelah kiri ios::right digunakan untuk mengatur perataan sebelah kanan Contoh-15 //tanda format ios::left dan ios::right # include <stdio.h> # include <iomanip. Ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags( ). Hasil Contoh-15 2. dari program contoh-15 diatas adalah: Gambar 2. cout<<"Rata Sebelah Kanan = ". 1. ios::fixed digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi desimal. } Output yang akan dihasilkan. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<b.h . Sopiyan.h> main( ) { int a = 75.Modul Algoritma Pemrograman I h. antara lain. file header yang harus disertakan file header iomanip. cout<<"Penggunaan ios::left dan ios::right\n\n".h> # include <conio. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<a. cout<<endl. getche( ). Ilamsyah. clrscr( ).

cout<<"Bilangan Decimal dar 75 = ". Sopiyan. ios::oct digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis oktal. Oct dan Hex Terdapat tiga macam tanda format yang digunakan untuk konversi keluaran dalam basis Decimal.h> # include <iomanip. cout<<"Bilangan Octal dari 10 = ".45<<endl. getche( ).h> main( ) { clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-16 //tanda format ios::scientific dan ios::fixed # include <stdio. cout<<setiosflags(ios::fixed)<<56. ios::hex digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis heksadesimal. ios::oct. Ilamsyah. cout<<"Penggunaan ios::scientific dan ios::fixed\n". cout<<setiosflags(ios::scientific)<<75. getche( ). Tanda Format Konversi Dec.h> # include <conio.65 adalah ".45 adalah ".65. dari program contoh-16 diatas adalah: Gambar 2. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"\nHasil ios::scientific dari 75. cout<<"Hasil ios::fixed dari 56. cout<<"Bilangan Hexadecimal dari 15 = " cout<<setiosflags(ios::hex)<<15. cout<<"\n\n". Pradita.16. Contoh-17 //tanda format ios::dec. yaitu: ios::dec digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis desimal.h> # include <conio.h> # include <iostream. Octal dan Hexadecimal. ios::hex # include <stdio. cout<<setiosflags(ios::dec)<<75<<endl. Hasil Contoh-16 3.h> # include <iomanip. Frieyadie.h> # include <iostream. dan Ani Oktarini 27 . cout<<setiosflags(ios::oct)<<10<<endl.h> main( ) { clrscr( ).

Contoh-18 //tanda format ios::uppercase # include <stdio. clrscr( ). for (a=1. dan Ani Oktarini 28 . cout<<"-------------------------\n".h> # include <iomanip. a<=15. cout<<"Konversi Konversi \n". a++) { gotoxy(15. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. cout<<"-------------------------\n". cout<<setiosflags(ios::uppercase)<<hex<<a<<endl. Tanda Format Manipulasi Huruf Hexadecimal Untuk keperluan memanipulasi atau mengubah huruf pada notasi hexadecimal dengan menggunakan tanda format: ios::uppercase digunakan untuk mengubah huruf pada notasi huruf hexadecimal.a+5). a++) cout<<hex<<a<<endl. Pradita.17. } getche( ). Hasil Contoh-17 4.h> # include <iostream. a<=15. cout<<"Penggunaan ios::uppercase\n". dari program contoh-18 diatas adalah: Frieyadie. Sopiyan. for (a=1. dari program contoh-17 diatas adalah: Gambar 2.h> # include <conio. cout<<"Tanpa Dengan \n".h> main( ) { int a.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan.

cout<<dec<<a<<endl. Sopiyan. cout<<setiosflags(ios::showbase). a++) { gotoxy(4.h> # include <conio. for (a=1. a<=15. cout<<"----------------------------\n". Tanda Format Keluaran Dasar Bilangan Hexadecimal dan Octal Untuk keperluan menampilkan dasar bilangan Hexadecimal dan Oktal dengan menggunakan tanda format: • ios::showbase digunakan untuk menampilkan tanda 0x (nol-x) diawal pada tampilan bilangan hexadecimal dan 0 (nol) diawal pada tampilan bilangan decimal. Pradita. Contoh-19 //tanda format ios::showbase # include <stdio. dan Ani Oktarini 29 . a++) { gotoxy(15.h> main( ) { int a. cout<<"----------------------------\n".h> # include <iomanip.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. } for (a=1. a<=15.a+5). Ilamsyah. clrscr( ). cout<<"Penggunaan ios::showbase\n".a+5). Frieyadie. cout<<"Decimal Hexadecimal Oktal \n".h> # include <iostream.18 Hasil Contoh-18 5.

Ilamsyah. Sopiyan. } for (a=1. Hasil Contoh-19 6. } cout<<"----------------------------\n". Frieyadie. getche( ). Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<hex<<a<<endl.h> main() { double a = 78. Contoh-20 //tanda format ios::showpoint # include <stdio. a<=15. Tanda Format Menampilkan Titik Desimal Untuk keperluan menampilkan titik desimal dengan menggunakan tanda format: • ios::showpoint digunakan untuk menampilkan titik desimal pada bilangan yang tidak mempunyai titik desimal pada tipe data float atau double. //-> tanpa tanda format ios::showpoint cout<<"Tanpa tanda format ios::showpoint"<<endl.19. cout<<oct<<a<<endl.h> # include <iomanip.h> # include <iostream. dari program contoh-19 diatas adalah: Gambar 2. clrscr( ).a+5). a++) { gotoxy(25. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 30 .h> # include <conio.

Sopiyan. Ilamsyah. Pradita. //-> dengan tanda format ios::showpoint cout<<"Dengan tanda format ios::showpoint"<<endl. Contoh-21 //tanda format ios::showpos # include <stdio. cout<<"Tanpa Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". clrscr( ). b = -9.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Variabel a = "<<a<<"\n\n".h> # include <iomanip. cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. dari program contoh-20 diatas adalah: Gambar 2. cout<<setiosflags(ios::showpos). cout<<"Variabel a = "<<a<<endl. Hasil Contoh-20 7. cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl.h> # include <conio. dan Ani Oktarini 31 . dari program contoh-21 diatas adalah: Frieyadie. cout<<"Dengan Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". cout<<"\n\n". } Output yang akan dihasilkan.h> # include <iostream. getche( ).20. Tanda Format Menampilkan Simbol Plus ( + ) Untuk keperluan menampilkan simbol Plus ( + ) pada bilangan genap dengan menggunakan tanda format: • ios::showpos digunakan untuk menampilkan simbol plus (+) pada variabel yang memiliki nilai bilangan positif.h> main( ) { int a = 8. getche(). } Output yang akan dihasilkan. cout<<setiosflags(ios::showpoint).

Pradita. Perintah Masukan Perintah standar input yang disediakan oleh Borland C++. simbol & merupakan pointer yang digunakan untuk menunjuk kealamat variabel memori yang dituju. Sopiyan.7.h> Penentu Format Untuk scanf( ) %d %e atau %f %e atau %f %lf %c %s %u %ld %lu %x %o Frieyadie. Ilamsyah.5.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2.21.h> #include<iostream.5. Penentu Format scanf( ) TIPE DATA Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer Contoh-22 #include<stdio. Hasil Contoh-21 2. &nama-variabel). Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: scanf("penentu format". dan Ani Oktarini 32 .h> #include<conio.1. Tabel 2. scanf( ) Fungsi scanf( ) digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data. diantaranya adalah: scanf( ) gets( ) cout( ) getch( ) getche( ) 2.

Contoh-23 # include <stdio.h> main( ) { char nm1[20]. dan Ani Oktarini 33 .scanf("%s".&kelas). clrscr( ).scanf("%s".5. printf("\tBIODATA SAYA\n").8. Perbedaan antara scanf( ) dengan gets( ) adalah: Tabel 2. clrscr( ). getch( ). printf("Nama : "). gets( ) Fungsi gets( ) digunakan untuk memasukkan data string. Ilamsyah.h> # include <conio.hobby[15].&hobby).2.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { char nama[15]. Frieyadie.scanf("%s". char nm2[20]. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: gets(nama-variabel-array). printf("Hobby: "). printf("Kelas: "). 22 Hasil Contoh 22 2.kelas[20]. } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan.&nama). dari program contoh-22 diatas adalah: Gambar 2. Perbedaan scanf( ) dengan gets( ) scanf( ) gets( ) Tidak dapat menerima string yang Dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan mengandung spasi atau tab dianggap sebagai data terpisah dan masing dianggap sebagai satu kesatuan data. Pradita.

. puts("Senang Berkenalan Dengan Anda . clrscr( ).3. 12 Hasil Contoh 23 2. cout<<"Masukan Nilai 2 : ".1 = "). puts("Senang Berkenalan Dengan Anda . scanf("%s". printf("Senang Berkenalan Dengan Anda . printf("Senang Berkenalan Dengan Anda .5.h> # include <conio.. cin>>nilai1. Pradita. printf("Masukan nama ke . dari program contoh-23 diatas adalah: Gambar 2.%s". Ilamsyah."). cout<<"Masukan Nilai 1 : ". cin Fungsi cin merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk memasukkan suatu data. } Output yang akan dihasilkan. getch( ). Contoh-24 # include <stdio. harus menyertakan file header iostream. printf("\n\n"). dan Ani Oktarini 34 .&nm2).h> # include <iostream. total.%s".h> main( ) { int nilai1.nilai2..2 = ").h . gets(nm1)."). puts(nm1). nm2). Untuk menggunakan fungsi cin ini.. puts(nm2). Sopiyan. nm1).Modul Algoritma Pemrograman I puts("Masukan nama ke . Frieyadie. printf("\n\n").

Modul Algoritma Pemrograman I cin>>nilai2; total=nilai1+nilai2; cout<<"Masukan Total Nilai : "<<total<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-24 diatas adalah:

Gambar 2. 13 Hasil Contoh 24

2.5.4. getch ( )
Fungsi getch( ) (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h. Contoh-25 # include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getch( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-25 diatas adalah:

Gambar 2. 14 Hasil Contoh 25

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

35

Modul Algoritma Pemrograman I

2.5.5. getche()
Fungsi getche()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.

Contoh-26

# include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getche( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch ( ); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-26 diatas adalah:

Gambar 2. 15 Hasil Contoh 26

Kedua fungsi ini dapat digunakan untuk menahan tampilan hasil program yang di eksekusi agar tidak langsung kembali ke listing program tanpa menekan tombol ALT – F5. Karena fungsi getch() merupakan fungsi masukkan, jadi sebelum program keluar harus menginputkan satu buah karakter.

2.6. Tugas
1. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa, dengan ketentuan sebagai berikut : Nim Siswa, Nama Siswa, Nilai Tugas 1, Nilai Tugas II, Nilai Tugas III diinput.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

36

Modul Algoritma Pemrograman I Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Tugas I, II dan III dibagi dengan 3. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nim Siswa Nama Siswa Nilai Tugas I Nilai Tugas II Nilai Tugas III Layar Keluaran Nim ........ Siswa yang bernama …… Memperoleh nilai rata-rata ….. dari hasil tugas yang diikutinya. 2. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa, Nilai Keaktifan, Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masing-masing nilai, adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan. Nilai Keaktifan * 20% : …… Nilai Tugas * 30% : …… Nilai Ujian * 50% : …… Jadi Siswa yang bernama …… memperoleh nilai akhir sebesar ….. : : : : : : : : :

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

37

Sopiyan. Operator Aritmatika Operator * / % + − Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian (mod) Penjumlahan Pengurangan Contoh 4*5 8/2 5%2 7+2 6−2 Operator yang tergolong sebagai operator Unary.1.1.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operator Borland C++ 3 Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program. pengurangan dan lain-lain. seperti penjumlahan. adalah: Frieyadie. yang digunakan untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi. Operator mempunyai sifat sebagai berikut: • Unary Sifat Unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : -5 Binary Sifat Binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : 4 + 8 Ternary Sifat Tenary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : (10 % 3) + 4 + 2 • • 3. Operator Aritmatika Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah: Tabel 3. Pradita. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 38 .

cout<<"Masukan Nilai B : ". printf(“Hasil Dari A= X + Y= %i \n” .1.1. cin>>y. dan Ani Oktarini 39 . clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I Tabel 3. Bentuk Umum : • • Variabel. dikenal dengan sebutan LValue (Left Value) Ekspresi Aritmatika dikenal dengan sebutan RValue (Right Value) Frieyadie. Ilamsyah. Sopiyan. a=0.Y= %i \n”. 1 Hasil Contoh 1 3.h> #include <conio.h> main( ) { int x. cout<<" Hasil dari D = X * Y = "<<d<<endl.b) cout<<" Hasil dari C = X % Y = "<<c<<endl. a=x+y. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 3. cout<<"Masukan Nilai A : ". } Output yang akan dihasilkan. getch( ). d = 0. c = x% y. Pradita. a). Operator Unary Operator + − Keterangan Tanda Plus Tanda Minus Contoh −4 +6 Contoh-1 #include <stdio. b=x-y.y. b=0. c = 0. cin>>x.h> #include <iostream. printf(“Hasil Dari B=X .2. d = x * y. Ekspresi Aritmatika Bentuk penulisan ekspresi aritmatika dikaitkan dengan pernyataan pemberi nilai.

Bila LValue bukan berupa variabel. Didalam suatu ekspresi aritmatika.h> #include <iostream. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I • Tanda “ = “.h> 40 Frieyadie. penggunaan nya tergantung letak. 3.2. penggunaan nya tergantung letak. dikenal dengan sebagai Operator Pemberi Nilai (Assignment Operator). Hierarki Operator Aritmatika. Contoh : A = (8 + 2) * 3 / 6 Langkah perhitungannya : A = 10 * 3 / 6 A = 30 / 6 A=5 Contoh-2 #include <stdio. LValue harus selalu berupa variabel tunggal. yang didepan didahulukan Sisa Pembagian Tingkatan operator sama. selalu menjumpai beberapa operator aritmatika yang berbeda yang dapat digunakan secara bersamaan. Ilamsyah. Pradita. Urutan operator aritmatika sebagai berikut : Tabel. yang didepan didahulukan Contoh A=8+2*3/6 Langkah perhitungannya : A=8+6/6 (6/6=1) A=8+1 A=9 Tingkatan operator ini dapat diabaikan dengan penggunaan tanda kurung “(“ dan “)”.h> #include <conio.3. variabel lain maupun suatu ekspresi atau rumus aritmatika. dan Ani Oktarini . 3. maka akan tampil pesan kesalahan LValue required in function … RValue dapat berupa konstanta. Tabel Hierarki Operator Aritmatika Operator * atau / % + atau Keterangan Tingkatan operator sama.1.

b). dan Ani Oktarini 41 . 3. Ilamsyah. Pradita. cout<<" A = 8 + 2 * 3 / 6"<<endl. Borland C++ dapat menyederhanakan menjadi A += 1 Notasi “ += “ ini dikenal dengan operator pemberi nilai aritmatika.2. getch( ). a = 8 + 2 * 3 / 6. cout<<" Hasil dari A = "<<a<<endl. b. Sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai A = A+1 Dari penulisan ekspresi diatas. cout<<" B = (8 + 2) * 3 /6"<<endl. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 3. 2 Hasil Contoh 2 3. Operator Pemberi Nilai Aritmatika Sebelumnya kita telah mengenal operator pemberi nilai (assignment operator) yaitu tanda “ = “. b = (8 + 2) * 3 / 6. } Output yang akan dihasilkan. Ada beberapa operator pemberi nilai aritmatka diantaranya: Tabel. printf(" Hasil dari B = %i ". Tabel Operator Pemberi Nilai Aritmatika Operator *= /= %= += -= Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian Penjumlahan Pengurangan Frieyadie. cout<<endl. clrscr( ).4. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a.

maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang. (nilai saat ini: y = 4. y = ++x.h> #include <conio. Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang. (nilai saat ini: y = 6. x=6) Pengurangan: int x=5.5.Modul Algoritma Pemrograman I 3. Ilamsyah. disederhanakan menjadi A ++ atau A-Operator “ ++ “ atau “ -.3.h> 42 Frieyadie. y = x--. sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan. Pradita. y = --x. x=4) Contoh-3 /* Penggunaan Notasi Didepan Variabel*/ #include <stdio. (nilai saat ini: y = 5. x=6) int x=5. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini. Tabel Operator Penambah dan Pengurang Operator ++ -Penambahan Pengurangan Keterangan A = A + 1 atau A = A . Keterangan : 1. Contoh Penambahan: int x=5. prefix (++A) atau postfix (A ++) 2. x=4) int x=5.1. sedangkan • Jika diletakan dibelakang variabel. y = x++.“ dapat diletakan didepan atau di belakang variabel. 3. Tabel. Operator Penambah dan Pengurang Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai. Pengurangan: mengurangkan 1 ke nilai variabel. Penambahan: menambahkan 1 ke nilai variable. • Jika diletakan didepan variabel. prefix (--A) atau postfix (A --) Kedua bentuk penulisan operator ini mempunyai arti yang berbeda. dan Ani Oktarini . Sopiyan. (nilai saat ini : y = 5.

a++). b). printf("\nNilai ++A = %d". Ilamsyah. b = 5. Pradita. a). printf("\nNilai A = %d".h> #include<conio.h> main( ) { int a = 10. b = 5. b). printf("\nNilai B = %d". a). a). printf("\nNilai --B = %d". dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 3. printf("\nNilai --B = %d". printf("Nilai A = %d". } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ). printf("\nNilai B = %d". dan Ani Oktarini 43 . printf("\nNilai ++A = %d". ++a).h> #include<iostream. 3 Hasil Contoh 3 Contoh-4 /* Penggunaan Notasi Dibelakang Variabel*/ #include<stdio. Sopiyan. b--). dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. --b). clrscr( ). b). printf("Nilai A = %d". } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a = 10. printf("\nNilai B = %d". getch( ). getch( ).

cout<<"Masukan Nilai Y = ". Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False).5. Tabel Operator Relasi Operator Keterangan Sama Dengan ( bukan pemberi nilai ) Tidak Sama dengan Lebih Dari Kurang Dari Lebih Dari sama dengan Kurang Dari sama dengan #include <stdio. 3.4. getch( ). e. b. d = x < y. f. e = x >= y.h> #include <conio. Operator Relasi Operator Relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Tabel. dan Ani Oktarini 44 == != > < >= <= Contoh-5 . } Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 3. cout<<endl.h> main( ) { float a. cout<<"Hasil dari "<<x<<" != "<<y<<" = "<<b<<endl. cin>>x. c. c = x > y.h> #include <iostream. 4 Hasil Contoh 4 3. Sopiyan. d. cout<<"Hasil dari "<<x<<" > "<<y<<" = "<<c<<endl. f = x <= y. cin>>y. cout<<"Masukan Nilai X = ". clrscr( ). y. Pradita. x. cout<<"Hasil dari "<<x<<" >= "<<y<<" = "<<e<<endl. cout<<"Hasil dari "<<x<<" <= "<<y<<" = "<<f<<endl. cout<<"Hasil dari "<<x<<" == "<<y<<" = "<<a<<endl. a = x = = y. b = x != y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" < "<<y<<" = "<<d<<endl. Ilamsyah.

5 Hasil Contoh 5 3. Ilamsyah. Tabel. Operator Logika Operator Relasi digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi. Sopiyan.1. Tabel Logika And B A && B T T F F T F F F A + 4 < 10 B>A + 5 C . Operator Logika AND Operator logika AND digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. Tabel Operator Relasi Operator && || ! Keterangan Operator Logika AND Operator Logika OR Operator Logika NOT 3.5. A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 Frieyadie. 3. Pradita. dan Ani Oktarini 45 .3 >= 4 A T T F F Contoh : Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 3. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False).5.5. akan dianggap BENAR.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR.

clrscr( ). f = c .h> main( ) { float a. Sopiyan. // Proses d = a + 4 < 10. cout<<endl. e = b > a + 5. 6 Hasil Contoh 6 Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. cout<<"Hasil dari f = c . getch( ). cout<<"Masukan Nilai C = ". cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. b. c. cin>>c. cout<<endl<<endl. maka A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 SALAH = 0 Contoh-6 /* Penggunaan Operasi Logika AND */ #include<stdio. f. g. cout<<endl<<endl. cin>>a.3 >= 4. cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 3.h> #include<conio. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I Jika nilai A = 3. d.3 >= 4 adalah " <<f. h. cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. g = d && e && f. cin>>b. C = 7.h> #include<iostream. dan Ani Oktarini 46 . cout<<"Hasil dari g = d && e && f adalah " <<g. cout<<"Masukan Nilai A = ". B = 3. e. cout<<"Masukan Nilai B = ". maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C – 3 >= 4 7 – 3 >= 4 BENAR Dari ekspresi relasi tersebut mempunyai nilai BENAR.

maka ekspresi tersebut tetap bernilai BENAR. e=b>5+a. f. g = d || e || f. A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 BENAR = 1 Contoh-7 /* Penggunaan Operasi Logika OR */ #include<stdio. Frieyadie. cout<<endl<<endl.5. cin>>b. cout<<"Masukan Nilai B = ". c. Sopiyan. cin>>a. dan Ani Oktarini 47 . cin>>c. d. b. Pradita. h.3 > 4 7–3>4 SALAH Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR. d = a + 5 > 10.4 <= 7.h> #include<conio. cout<<"Masukan Nilai C = ". Tabel Logika Or B A || B T T F T T T F F A + 4 < 10 B>A + 5 C-3>4 A T T F F Contoh Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi.Modul Algoritma Pemrograman I 3. clrscr( ). e. cout<<"Masukan Nilai A = ". B = 3. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C . maka akan bernilai SALAH. Operator Logika OR Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. Ilamsyah. A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 Jika nilai A = 3. g.h> main() { float a. C = 7.h> #include<iostream. bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR dan bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai SALAH. akan dianggap BENAR. f = c .2.

g.4 <= 7 adalah " <<f. g = d && e && f. 7 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* Penggunaan Operasi Logika AND OR*/ #include<stdio.h> #include<iostream. cout<<endl. cout<<endl<<endl. cout<<"Hasil dari d = a + 5 > 10 adalah " <<d<<endl. cout<<"Program Ekspresi AND / OR"<<endl<<endl. // Proses d = a + 4 < 10. c. clrscr( ). Frieyadie. cout<<endl<<endl. dan Ani Oktarini 48 . cin>>a. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 3. cout<<"Hasil dari e = b > 5 + a adalah " <<e<<endl. cin>>c.h> main( ) { float a. cout<<"Masukan Nilai A = ". Pradita. cout<<"Masukan Nilai B = ".h> #include<conio. e = b > a + 5. Sopiyan. cout<<"Hasil dari g = d || e || f adalah " <<g. d.3 >= 4. } Output yang akan dihasilkan. h. e. cin>>b. cout<<"Masukan Nilai C = ".Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. Ilamsyah. f. cout<<"Hasil dari f = c . b. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. f = c . getch( ).

getch( ).3 >= 4 adalah " <<f. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Hasil dari f = c . Operator Logika NOT Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikkan dari ekspresi yang disebutkan.h> Frieyadie. cout<<endl. Pradita. begitu pula sebaliknya. maka ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR dan jika digunakan operator logika NOT. cout<<endl<<endl. 8 Hasil Contoh 8 3. Sopiyan.h> #include <conio. dan Ani Oktarini 49 .3. cout<<"Hasil dari g = d || e && f adalah " <<g. Jika nilai yang disebutkan bernilai BENAR maka akan menghasilkan nilai SALAH. !(A+4 < 10) Jika nilai A = 3. Ilamsyah.h> #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl.5. Contoh : Ekspresi Relasi A + 4 < 10 Penggunaan Operator Logika NOT diatas menjadi. maka ekspresi tersebut akan bernilai SALAH !(A+4 < 10) !(BENAR) = SALAH = 0 Contoh-9 /* Penggunaan Operasi Logika NOT */ #include <stdio. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3.

3. c = !(b). cout<<endl<<"Program Ekspresi NOT "<<endl. c. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 50 .6. cout<<"Nilai b = (a + 4 < 10) = "<<b<<endl. getch( ). Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. /* Proses */ b = (a + 4 < 10). Tabel Operator Bitiwise Operator ~ << >> & ^ | Keterangan Bitwise NOT Bitwise Shift Left Bitwise Shift Right Bitwise AND Bitwise XOR Bitwise OR Frieyadie. Operator Bitwise Operator Bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit. cout<<"Masukan Nilai A = ". Borland C++ menyediakan enam buah operator bitwise. Tabel. clrscr( ). cout<<"Nilai A = "<<a<<endl. cin>>a. Sopiyan. b. 9 Hasil Contoh 9 3.6. cout<<"Nilai c = !(b) = "<<c. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3.

Modul Algoritma Pemrograman I 3. cin>>x. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. Sopiyan. cout<<"Masukan Nilai X = ". 10 Hasil Contoh 10 Frieyadie.h> #include<stdio. sebanyak bit yang digeser Contoh-10 #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan. x = x << 1. clrscr().1.h> main() { int x. getch().h> #include<conio. Contoh : 0000000011001001 = 201 //////// digeser 1 bit ke kiri 0000000110010010 = 402 Dibagian kanan disisipkan 0. dan Ani Oktarini 51 . Operator Bitwise << (Shift Left) Operator Bitwise Shift Left digunakan untuk menggeser sejumlah bit kekiri.6. Ilamsyah. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 3. cout<<"Nilai Awal : "<<x<<endl. Pradita.

Ilamsyah. getch( ). cin>>x. 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie.h> #include<conio. sebanyak bit yang digeser Contoh-11 #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. cout<<” Nilai Awal : “<<x<<endl.h> #include<stdio. Operator Bitwise >> (Shift Right) Operator Bitwise Shift Right digunakan untuk menggeser sejumlah bit kanan. Contoh : 0000000011001001 = 201 \\\\\\\\ digeser 1 bit ke kanani 0000000001100100 = 100 Dibagian kanan disisipkan 0.Modul Algoritma Pemrograman I 3.h> void main( ) { int x. dan Ani Oktarini 52 . dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 3. clrscr( ). Sopiyan. cout<<"Masukan Nilai X = ".2.6. x = x >> 1. Pradita.

Pradita. clrscr( ).h> #include<stdio. 12 Hasil Contoh 12 Frieyadie.3. getch( ). Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. cout<<"Masukan Nilai Y = ". dari program contoh-12 diatas adalah : Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 0 0 1 Gambar 3. } Output yang akan dihasilkan. 3. y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" & "<<y<<" = "<<a<<endl.h> #include<conio. Ilamsyah. x.h> void main( ) { int a. cin>>y. Operator Bitwise & (And) Operator Bitwise & ( And ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan bernilai benar (1). cout<<"Masukan Nilai X = ". cout<<’\n’. cin>>x. a = x & y. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I 3. dan Ani Oktarini 53 . Tabel.7. Tabel Operator Bitiwise And Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 AND 01000000 = 64 Contoh-12 #include<iostream.6.

cout<<"Masukan Nilai X = ".Modul Algoritma Pemrograman I 3. getch( ).4. clrscr( ). Tabel.h> void main( ) { int a. dan Ani Oktarini 54 . 13 Hasil Contoh 13 Frieyadie. Ilamsyah. cout<<"Hasil dari "<<x<<" | "<<y<<" = "<<a<<endl.5. Tabel Operator Bitiwise Or Bit Operand 1 0 0 1 1 Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 OR 11101101 = 237 Contoh-13 #include<iostream. cin>>x. Pradita.8. a = x | y.h> #include<conio. Sopiyan. x. cin>>y. dari program contoh-13 diatas adalah : Gambar 3. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. cout<<’\n’. cout<<"Masukan Nilai Y = ". y. 3. Operator Bitwise | ( Or ) Operator Bitwise | ( Or ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand.h> #include<stdio. } Output yang akan dihasilkan. Akan bernilai benar jika ada salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai benar (1).

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ^ ( eXclusive Or )
Operator Bitwise ^ ( XOr ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibandingkan hanya sebuah bernilai benar (1). Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.9. Tabel Operator Bitiwise XOr Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 XOR 10101101 = 137 Contoh-14 #include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main( ) { int a, x, y; clrscr( ); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; cout<<"Masukan Nilai Y = "; cin>>y; a = x ^ y; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari "<<x<<" ^ "<<y<<" = "<<a<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-14 diatas adalah: Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 0

Gambar 3.13 Hasil Contoh-14 Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 55

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ~ ( Not )
Operator Bitwise ~ ( Not ) digunakan membalik nilai bit dari suatu operand. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.10. Tabel Operator Bitiwise Not Bit Operand 0 1 Contoh : 00001000 = 8 |||||||| 11110111 = 247 = -9 Hasil 1 0

Contoh-15

#include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main() { int a, x, y; clrscr(); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; a = ~x; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari ~"<<x<<" = "<<a<<endl; getch(); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-15 diatas adalah :

Gambar 3. 14 Hasil Contoh 15

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

56

Modul Algoritma Pemrograman I

3.7. Tugas
1. Tentukan apa hasil numerik dari ekspresi relasi dan logika dibawah ini. Diberikan nilai A = 3; B = 6 ; C = 2 ; K = 5; L = 4; M = 3 a. b. c. d. e. D = (4 + 2 > A && B – 2 > 3 + 2 || B + 2 <= 6 + 2 ) D=K + 5 < M || (C * M < L && 2 * M – L > 0) D=L + 5 < M || C * K < L && 2 * K – L > 0 D=A * 4 <= 3 * M + B D=K + 10 > A && L – 2 > 4 * C

2. Dari program dibawah ini, bagaimanakah keluaran yang dihasilkan #include<stdio.h> #include<conio.h> main( ) { int a = 21; clrscr( ); printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a = %d",a); a+=3; printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a-- = %d",a--); getch( ); }

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

57

Fungsi Manipulasi String Borland C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan menipulasi string. Pada bab ini akan dibahasa beberapa perintah dan fungsi string.h Bentuk Penulisan : strcat(tujuan.1= ". getch(). 4.h> main() { char a1[20]. cout<<"Masukkan Kata .h> #include <ctype. File header yang harus disertakan adalah string. a2). Fungsi strcat( ) Fungsi ini digunakan untuk menambahkan string sumber kebagian akhir dari string tujuan.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi String 4 Operasi string selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. dan Ani Oktarini 58 . char a2[20].1. clrscr().2= ". strcat(a1. diantaranya: 4. sumber). cin>>a1. } Output yang akan dihasilkan.h> #include <iostream. cout<<"Masukkan Kata . cout<<"Hasil Penggabungannya "<<a1.1. Pradita. cin>>a2.1. Ilamsyah. Contoh-1 #include <string. terutama pada pemrograman visualisasi.h dan ctype. Sopiyan. dari program contoh-1 diatas adalah: Frieyadie. dikarenakan hampir semua bahasa pemrograman menggunakan manual inputnya adalah string.

2. Sopiyan.h Bentuk Penulisan : var_int = strcmp(str1. Contoh-2 #include <string.a1) <<endl.h> main( ) { char a1[ ] = "BSI". char b1[ ] = "BSI". dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 4.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 4. Hasil dari fungsi ini bertipe data integer (int). dan Ani Oktarini 59 .h> #include <conio. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<b1<<"->". File header yang harus disertakan adalah string. cout<<strcmp(a1. Ilamsyah. char a2[ ] = "Bsi". } Output yang akan dihasilkan.a2)<<endl. str2). Hasil Contoh-2 Frieyadie. Pradita. cout<<strcmp(a1. clrscr( ). getch( ).2.1 Hasil Contoh-1 4. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a2<<" dan "<<a2<<"->".h> #include <iostream. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<a2<<"->". Fungsi strcmp( ) Fungsi ini digunakan untuk membandingkan string pertama dengan string kedua.1. cout<<strcmp(a2.b1) <<endl.

Fungsi strcpy( ) Fungsi ini digunakan untuk menyalin string asal ke-variabel string tujuan.3. dengan syarat string tujuan harus mempunyai tipe data dan dan ukuran yang sama dengan string asal.h> main( ) { char huruf[20]. clrscr( ). huruf). Contoh-3 #include <stdio. Bentuk Penulisan : strcpy(tujuan. dan Ani Oktarini 60 . /* Proses */ strcpy(pindah.h> #include <conio.4. getch( ). File header yang harus disertakan adalah string. asal).3 Hasil Contoh-3 4. gets(huruf).h.h Bentuk Penulisan : strlen(str). } Output yang akan dihasilkan.1.1.h> #include <iostream. Sopiyan. Frieyadie. Fungsi strlen( ) Fungsi ini digunakan untuk memperoleh banyaknya karakter dalam string. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 4.h> #include <string. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ". Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I 4. Ilamsyah. cout<<"Pemindahannya = "<<pindah. File header yang harus disertakan adalah string. char pindah[20].

gets(huruf). dari program contoh-4 diatas adalah: Gamabr 4. strrev(kata). char pindah[20].h Bentuk Penulisan : strrev(str). Ilamsyah.h> #include <conio. clrscr().h> main( ) { char kata[20]. Fungsi strrev( ) Fungsi ini digunakan untuk membalik letak urutan pada string. clrscr( ). String urutan paling akhir dipindahkan keurutan paling depan dan seterusnya.h> #include <string. gets(kata). } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Panjang Kata Yang Diinputkan = ".Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-4 #include <stdio.5. Sopiyan. cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata.h> #include <conio. cout<<"Masukan Sembarang Kata = ".h> main( ) { char huruf[20]. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ". getch( ). Pradita. dan Ani Oktarini 61 .h> #include <string. cout<<strlen(huruf). File header yang harus disertakan adalah string. Contoh-5 #include <stdio.h> #include <iostream.4 Hasil Contoh-4 4. Frieyadie.h> #include <iostream.1.

gets(kata).h> main( ) { char kata[20].6. Hasil Contoh-6 Frieyadie. Sopiyan.h> #include <conio.1. float angka.5 Hasil Contoh-5 4. getch( ).2.h> #include <math.h> #include <iostream. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a. Fungsi Konfersi String Borland C++ 5.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ). File header yang harus disertakan adalah math. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 4. b. Pradita. a = angka + 5.h Contoh-6 #include <stdio. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 4. dan Ani Oktarini 62 . } Output yang akan dihasilkan.2. angka = atof(kata). cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". a.02 menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan konfersi string. 4. Ilamsyah. clrscr( ). Fungsi atof( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik float.

Frieyadie.h> main( ) { char kata[20]. a = angka + 5. Fungsi atol( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik long integer. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 4. getch( ). Fungsi atoi( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik integer. a.3. Ilamsyah. File header yang harus disertakan adalah stdlib. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ".h Contoh-7 #include <stdio.h> main( ) { char kata[20].h> #include <stdlib. dan Ani Oktarini 63 . Sopiyan.h> #include <stdlib.h Contoh-8 #include <stdio.h> #include <iostream.h> #include <iostream.h> #include <conio. Pradita.h> #include <conio. b. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a. } Output yang akan dihasilkan. Hasil Contoh-7 4. angka = atoi(kata). clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I 4.2.2.2. float angka. gets(kata).7. File header yang harus disertakan adalah stdlib.

gets(kata). Pradita. Contoh-9 #include <stdio. clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan.8. getch( ).h> #include <iostream. b. Sopiyan.2. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 2500 = "<<a. dan Ani Oktarini 64 .Modul Algoritma Pemrograman I float angka. Fungsi strlwr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital ( huruf besar ) dalam string menjadi huruf kecil.h Bentuk Penulisan : strlwr(str). a = angka + 2500. getch( ). angka = atol(kata). Ilamsyah. dari program contoh-8 diatas adalah: Gambar 4. } Frieyadie. cout<<"Masukan Sembarang Kata dengan Huruf Besar =". strlwr(kata).4. File header yang harus disertakan adalah string. gets(kata).h> #include <conio. Hasil Contoh-8 4. clrscr( ). cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ".h> main( ) { char kata[20].h> #include <string. a.

h> main( ) { char kata[20].h> #include <iostream. getch( ). Ilamsyah. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 4.h Bentuk Penulisan : strupr(str). gets(kata). Hasil Contoh-9 4.2.h> #include <conio. File header yang harus disertakan adalah string. Sopiyan.9. dan Ani Oktarini 65 .h> #include <string. } Output yang akan dihasilkan. Contoh-10 #include <stdio. strupr(kata). cout<<”Masukkan Sembarang Kata dengan Huruf Besar: ”. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 4.10 Hasil Contoh-9 Frieyadie. Fungsi strupr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kecil dalam string menjadi huruf kapital ( huruf besar ). cout<<”Hasil Perubahan : ”<<kata<<endl.5. clrscr( ). Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan.

dan Ani Oktarini 66 . Mencari sisa hasil pembagian Frieyadie. Perkalian b.Modul Algoritma Pemrograman I 4. Buatlah program untuk menghitung panjang kata berikut ini: Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika 2. Pengurangan e. Pradita. Penambahan d. Bulatlah program untuk menggabungkan dua buah string Kalimat1 = Manajemen Kalimat2 = Informatika Menjadi seperti berikut: ManajemenInformatika 4. Latihan Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut: 1.6" Kalimat2 = "12.3. Diberikan kalimat string berikut : Kalimat1 = "35. Buatlah program untuk membalik kata berikut ini : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Menjadi seperti berikut : akitamrofnI anaraS aniB retupmoK and akitamrofnI nemejanaM imedakA 3. Sopiyan. Pembagian c.5" Kemudian kedua kalimat diatas dihitung menjadi perhitungan : a. Ilamsyah.

maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { pernyataan. dan Ani Oktarini 67 . Diagram Alir IF Bentuk umum dari pernyataan if if (kondisi) pernyataan. Sopiyan. Penulisan kondisi berada di dalam tanda kurung kurawal jika pemakaian if diikuti dengan pernyataan majemuk.h> #include<iostream. Untuk keperluan pengambilan keputusan. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: salah kondisi benar perintah Gambar 5.h> main( ) Frieyadie. Ilamsyah.h> #include<conio. Borland C++ menyediakan beberapa perintah antara lain. Pernyataan IF Pernyataan if mempunyai pengertian.1.1. …… } Contoh-1 #include<stdio. 5.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi Penyeleksian Kondisi 5 Pernyataan Percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada. “ Jika kondisi bernilai benar. Pradita.

1. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: kondisi i Salah Benar Perintah-1 Perintah-2 Gambar 5. Frieyadie.y. “Jika kondisi bernilai benar.1. getch( ).ELSE Pernyataan if mempunyai pengertian. cout<<" Nilai X : ". clrscr( ). Ilamsyah. Sopiyan. Pradita.3 Diagram Alir if-else Bentuk umum dari pernyataan if -else if (kondisi) perintah-1. if ((x >= 0 ) && (y>=0)) cout<<"X dan Y Bernilai POSITIF "<<endl. Pernyataan IF .cin>>x. cout<<" Nilai Y : ". } Output yang akan dihasilkan. Y : Ada yang bernilai NEGATIF"<<endl. 2 Hasil Contoh 1 5. dan Ani Oktarini 68 . dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 5. else perintah-2. maka perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2”.cin>>y. cout<<" Masukkan Nilai Positif atau Negatif "<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I { float x. else cout<<"X .

} Contoh Menentukan besarnya gaji pokok dan jabatan dari golongan. cout<<" Masukan Golongan [1/2]: ". Ilamsyah. dengan kriteria : .h> #include <iostream. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I Perintah-1 dan perintah-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal... gapok=5000000. . jabatan=Manajer. gapok=4000000.. } cout<<" Jabatan = "<<jab<<endl cout<<" Gaji Pokok = "<<gapok<<endl. gapok=4000000 contoh-2 #include <stdio. dari program contoh-2 diatas adalah : Frieyadie. gapok =5000000 . getch ( ). jab[10]."Direktur"). } else { perintah-2. . cout<<endl<<" Data Jabatan"<<endl <<" = = = = = = = = = = = = = = = ="<<endl. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. if(gol=='1') { strcpy(jab.h> main( ) { char gol. } else if(gol=='2') { strcpy(jab. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { perintah-1. Jika pemakaian if-else diikuti dengan pernyataan majemuk. dan Ani Oktarini 69 .h> #include <conio. long gapok=0.cin>>gol.jika golongan=1. pernyataan majemuk atau pernyataan kosong."Manajer"). Jabatan= Direktur.. clrscr( ).Jika golongan =2.

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 5. 4 Hasil Contoh 2

5.1.2. Pernyataan NESTED IF
Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya. Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah : if(syarat) { if(syarat) … perintah; else … perintah; } else { if(syarat) … perintah; else … perintah; } Contoh Suatu perusahaan menjual pakaian dengan ketentuan sebagai berikut: • Jika kode baju=1 maka Merk Baju = H&R, dengan ukuran baju=S,maka harganya 45000, Jika ukuran baju=M, maka harganya 60000. • Jika kode baju=2 maka Merk Baju = Adidas, dengan ukuran baju=S, maka harganya 65000, Jika ukuran Baju=M, maka harganya 75000. Contoh-3 #include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { char kode,ukuran,merk[15]; long harga=0; clrscr( ); Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 70

Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Kode Baju : ";cin>>kode; cout<<"Ukuran : ";cin>>ukuran; if (kode=='1') { strcpy(merk,"H & R"); if (ukuran=='S' || ukuran =='s') harga=45000; else harga=60000; } else if (kode=='2') { strcpy(merk," Adidas"); if (ukuran=='S' || ukuran == 's') harga=65000; else harga=75000; } else cout<<”Salah Kode Baju”<<endl; cout<<"------------------------"<<endl; cout<<"Merk Baju : "<<merk<<endl; cout<<"Harga Baju : "<<harga<<endl; getch(); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-3 diatas adalah :

Gambar 5. 5 Hasil Contoh 3

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

71

Modul Algoritma Pemrograman I

5.1.3. Pernyataan IF – ELSE Majemuk
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan penggunaan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana. Bentuk Umum Penulisannya: if (syarat) { … perintah; … perintah; } else if (syarat) { … perintah; … perintah; } else { … perintah; … perintah; } Contoh Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para selesman dengan ketentuan sebagai berikut: • Bila salesman dapat menjual barang hingga Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 10.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 10% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 20.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 15% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 500.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 30.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 20% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.

Contoh-4

#include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { float pendapatan, jasa=0, komisi=0, total=0; clrscr( ); cout>>"Pendapatan Hari ini Rp. "; cin<pendapatan;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

72

cout<<"Uang Komisi Rp. dari program contoh-4 diatas adalah : Gambar 5. komisi=0. cout<<"============================="<<endl.15*pendapatan. getch( ). cout<<"Uang Jasa Rp. } Output yang akan dihasilkan. } /* menghitung total */ total = komisi+jasa. } else { jasa=30000. cout<<"Hasil Total Rp.Modul Algoritma Pemrograman I if (pendapatan >= 0 && pendapatan <= 200000) { jasa=10000. komisi=0. Pradita. "<<komisi<<endl. dan Ani Oktarini 73 . komisi=0.2*pendapatan. 6 Hasil Contoh 4 Frieyadie. } else if(pendptan<=500000) { jasa=20000. Sopiyan. Ilamsyah. "<<total<<endl. "<<jasa<<endl.1*pendapatan.

case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian.2.h> #include<iostream. Pernyataan switch . break. … perintah. Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut: switch (ekspresi integer atau karakter ) { case konstanta-1 : … perintah. cout<<"Masukkan Kode Jurusan [11/12/13] : ". } Setiap pilihan akan dijalankan jika syarat nilai konstanta tersebut dipenuhi dan default akan dijalankan jika semua cabang diatasnya tidak terpenuhi. case konstanta-2 : … perintah. maka program akan diteruskan ke pilihan-pilihan yang lainnya. clrscr(). default : … perintah. Sopiyan. … perintah. Pernyataan break menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch.case ini memiliki kegunaan sama seperti if – else bertingkat. case 12 : cout<<"Manajemen Informatika". break.case Bentuk dari switch . Ilamsyah.h> #include<conio. cin>>kode. switch(kode) { case 11 : cout<<"Komputerisasi Akuntansi". Pradita.h> main() { int kode.Modul Algoritma Pemrograman I 5. Contoh-5 #include<stdio. Jika pernyataan ini tidak ada. … perintah. dan Ani Oktarini 74 . Pernyataan switch . break. Frieyadie. tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer. break.

case 'B' : case 'b' : cout<<"Alat Elelktronik". case 'C' : case 'c' : cout<<"Alat Masak". default: Frieyadie.h> main( ) { char kode. } getch( ). dan Ani Oktarini 75 . 7 Hasil Contoh 5 Contoh-6 #include<stdio. Ilamsyah. dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 5. Pradita.h> #include<conio.C] : ". break. break.h> #include<iostream. break. break..Modul Algoritma Pemrograman I case 13 : cout<<"Tehnik Komputer". clrscr( ). cin>>kode. break. switch(kode) { case 'A' : case 'a' : cout<<"Alat Olah Raga". Sopiyan. cout<<"Masukkan Kode Barang [A. default: cout<<"Anda Salah Memasukan kode". } Output yang akan dihasilkan.

Nilai Pertandingan II. dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. } Output yang akan dihasilkan. Tugas 1. break. Nilai Pertandingan I. 8 Hasil Contoh 6 5.3. maka menjadi Juara I • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 75. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. Ilamsyah. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa. II dan III dibagi dengan 3. maka menjadi Juara II • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 65. dan Ani Oktarini 76 .Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Anda Salah Memasukan kode". maka menjadi Juara III • Selain itu tidak juara Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nama Siswa : Nilai Pertandingan I Nilai Pertandingan II Nilai Pertandingan III : : : Frieyadie. Pradita. Nilai Pertandingan III diinput. Sopiyan. } getch( ). Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Pertandingan I. Ketentuan Juara • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 80.

.... 2. dengan grade . maka mendapat grade “D” • Selain itu mendapat grade “E” Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan.. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya.. Memperoleh nilai rata-rata . dari hasil perlombaan yang diikutinya. dan menjadi juara ke-. Frieyadie. Ilamsyah. Pradita. Nilai Keaktifan...... Sopiyan. Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. maka mendapat grade “C” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 46. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Ketentuan Nilai Huruf • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 80. memperoleh nilai akhir sebesar .... dan Ani Oktarini 77 ... : .. maka mendapat grade “A” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 70. adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%.. Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. Nilai Tugas * 30% : .. : . : ... Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masingmasing nilai. maka mendapat grade “B” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 56.. Jadi Siswa yang bernama .. : .... Nilai Ujian * 50% : . Nilai Keaktifan * 20% : .Modul Algoritma Pemrograman I Layar Keluaran Siswa yang bernama ..

.Modul Algoritma Pemrograman I 3. 300. 300. dengan memperoleh tunjangan-tunjangan sebagai berikut : Tunjangan Jabatan Golongan Persentase 1 5% 2 10% 3 15% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3. Pendidikan : .000 • Tunjangan Pendidikan Tingkat Persentase Pendidikan SMA 2. Pradita.. PT.. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG GAJI KARYAWAN Nama Karyawan: .000 Honor Lembur Jumlah jam kerja normal sebanyak 8 jam. 300.. dan Ani Oktarini 78 . + Honor Lembur Rp .. Layar Keluaran Karyawan yang bernama …… Honor yang diterima Tunjangan Jabatan Rp .. Golongan Jabatan : . maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp. Honor Lembur Rp .5% D1 5% D3 20% S1 30% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3.. 3500 untuk setiap kelebihan jam kerja karyawan tersebut.. Sopiyan. Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam.... maka kelebihan jam kerja tersebut dikalikan dengan Rp. memberi gaji pokok kepada karyawan kontraknya sebesar Rp.. Tunjangan Pendidikan Rp . Ilamsyah. Frieyadie.000 perbulan. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp...... Jumlah jam kerja : .. DINGIN DAMAI.

pengubah nilai pencacah ) { pernyataan / perintah. Contoh : Sebagai contoh program untuk mencetak bilangan dari 1 hingga 10 secara menaik. secara menurun dan menampilkan bilangan ganjil. dan Ani Oktarini 79 .Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Proses Perulangan 6 Operasi perulangan selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. Bentuk umum pernyataan for sebagai berikut : for ( inisialisasi. for ( inisialisasi. disini akan dibahasa beberapa perintah perulangan diantaranya. • Syarat Pengulangan. merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabelvariabel tertentu. sebagai berikut: Contoh-1 /* --------------------------. } Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah : • Inisialisasi.h> main( ) { Frieyadie. 6.1. syarat pengulangan. pernyataan / perintah. Sopiyan. karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan. syarat pengulangan. Pernyataan for Perulangan yang pertama adalah for.*/ #include<stdio. pernyataan / perintah. • Pengubah Nilai Pencacah. Pradita.*/ /* Program for .h> #include<conio.h> #include<iostream. Ilamsyah. memegang kontrol terhadap pengulangan. pengubah nilai pencacah ) Bila pernyataan didalam for lebih dari satu maka pernyataan-pernyataan tersebut harus diletakan didalam tanda kurung.bilangan naik */ /* --------------------------. mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah.

h> main( ) { int a.h> # include <conio. --a) cout<<a. Sopiyan.*/ #include <stdio.h> #include <conio. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 6.*/ /* Program for . clrscr( ).h> #include<iostream. a <= 10.bilangan ganjil */ /* ----------------------------. clrscr( ).*/ /* Program for .Modul Algoritma Pemrograman I int a. dan Ani Oktarini 80 .h> Frieyadie. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 /* ----------------------------. ++a) cout>>a. } Output yang akan dihasilkan. for(a = 10. Pradita. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 6. Ilamsyah.*/ # include <stdio. a >= 1. getch( ).bilangan turun */ /* ---------------------------. 1 Hasil Contoh 1 Contoh-2 /* ---------------------------. for(a = 1. getch( ).

a+=2) cout<<a. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 6. perulangan yang di dalam terlebih dahulu dihitung hingga selesai. Bentuk umum pernyataan Nested for sebagai berikut : for ( inisialisasi. Pradita. Sopiyan. clrscr( ).*/ #include<stdio.h> main( ) Frieyadie.1. for(a = 1. a <= 10. 3 Hasil Contoh 3 6. syarat pengulangan.for Pernyataaan Nested for adalah suatu perulangan for didalam perulangan for yang lainnya. pengubah nilai pencacah ) { for ( inisialisasi. kemudian perulangan yang diluar diselesaikan. Pernyataan nested .1. Ilamsyah. } } Didalam penggunaan nested-for. dan Ani Oktarini 81 .h> main( ) { int a. } Output yang akan dihasilkan.Nested for */ /* ------------------------.*/ /* Program for . pengubah nilai pencacah) { pernyataan / perintah. syarat pengulangan. Contoh-4 /* ------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I #include<iostream. getch( ).h> #include<conio.

for(b = a. b <= 5.*/ /* Program for Tdk Berhingga */ /* ------------------------. bil). Ilamsyah. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. hal ini sering terjadi disebabkan adanya kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar dari loop. bil++) printf("%d".h> #include<conio. for (bil = 60. } getch(). bil >=10. clrscr( ).2.1.*/ #include<stdio.h> main( ) { int bil. dan Ani Oktarini 82 . Sopiyan.a). b++) printf(" %d ". 4 Hasil Contoh 5 6. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 6. getch( ). a++) { printf("\n"). Sebagai contoh. clrscr( ). b. for(a = 1. a <= 5. Perulangan Tidak Berhingga Perulangan tak berhingga merupakan perulangan ( loop ) yang tak pernah berhenti atau mengulang terus. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I { int a. Pradita. } Output yang akan dihasilkan. jika penulisan perintah sebagai berikut: Contoh-5 /* ------------------------.

h> #include<stdio. dapat dilihat pada program berikut: Contoh-6 /* -----------------------------.2. Frieyadie. bil). cin<<a.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 5. kesalahan terjadi pada pengubah nilai pencacah. Ilamsyah.h> main( ) { int a. Pernyataan goto Pernyataan goto merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program ke-pernyataan yang diawali dengan suatu label. seharusnya penulisan yang benar berupa bil .Akan tetapi yang ditulis adalah : bil ++ Oleh karena kondisi bil >= 1 selalu bernilai benar ( karena bil bernilai 6). 4 Hasil Contoh 4 Pada pernyataan ini tidak akan berhenti untuk menampilkan bilangan menurun. maka pernyataan printf("%d".h> #include<conio. atas: clrscr( ). cout>>"Masukkan Bilangan = ". Pradita.*/ #include<iostream. char lagi. Sopiyan. untuk menghentikan proses yang terus menerus semacam ini denan menekan tombol CTRL – PAUSE atau CTRL – BREAK. b. Jika terjadi hal semacam ini.*/ /* Program dengan pernyataan goto */ /* -----------------------------. Bentuk pemakaian goto sebagai berikut: goto label. 6. dan Ani Oktarini 83 . Label merupakan suatu pengenal (identifier) yang diikuti dengan tanda titik dua ( : ). akan terus dijalankan. Contoh Penggunaan goto.

3.*/ #include <stdio. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. } Contoh-7 /* ------------------. Pernyataan while Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip dengan perulangan for.h> Frieyadie. sebagai berikut: while ( syarat ) Pernyataan / perintah . getch( ). 5 Hasil Contoh 6 6. if (lagi == 'Y' || lagi == 'y') goto atas. Sopiyan. Bentuk umum perulangan while. yaitu perulangan akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut terpenuhi. Bentuk umum perulangan while. lagi = getche() . Bentuk perulangan while dikendalikan oleh syarat tertentu. Pradita. dan Ani Oktarini 84 .a. Pernyataan / perintah . printf("\n\nIngin Hitung Lagi [Y/T] : "). dengan lebih dari perintah / pernyataan. sebagai berikut: while ( syarat ) { Pernyataan / perintah . b).*/ /* Program while01. } Output yang akan dihasilkan.cpp */ /* ------------------. Ilamsyah. printf("Nilai %d %% 2 adalah = %d".Modul Algoritma Pemrograman I b = a % 2.

++bil.*/ #include <stdio. 7 Hasil Contoh 8 Frieyadie. Pradita. } getch( ). dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6.bil).h> main( ) { int bil=1. clrscr( ). dan Ani Oktarini 85 . Sopiyan. while(bil<=10) { printf(" %d ".Modul Algoritma Pemrograman I #include <conio. 6 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* ------------------. while(bil<=10) { printf(" %d ". } getch( ). bil+=2.cpp */ /* ------------------.*/ /* Program while02. Ilamsyah. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 6.bil). clrscr( ).h> main( ) { int bil=2.h> #include <conio. } Output yang akan dihasilkan. } Output yang akan dihasilkan.

while Pernyataan perulangan do . Bentuk umum perulangan do . dan Ani Oktarini 86 .while. dengan lebih dari perintah / pernyataan. } while(bil<=10). Pernyataan do . bil+=2. 8 Hasil Contoh 9 Frieyadie.while */ /* -----------------. do { printf(" %d ".while merupakan bentuk perulangan yang melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan dibelakang. } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan.bil). sebagai berikut : do pernyataan / perintah . Ilamsyah. } while ( syarat ). Contoh-9 /* -----------------. Pradita. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 6.*/ #include <stdio. sebagai berikut: do { Pernyataan / perintah .*/ /* Program do . getch( ).4. Pernyataan / perintah .h> main( ) { int bil=2.while.Modul Algoritma Pemrograman I 6.h> #include <conio. clrscr( ). Bentuk umum perulangan do . while ( syarat ).

Pernyataan break Pernyataan break telah dibahas pada pernyataan pengambilan keputusan switch. c=1. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6. b=2. } Output yang akan dihasilkan.*/ #include <stdio. do { if (bil >= 6) break.while dengan break */ /* ------------------------------. clrscr( ). clrscr( ).h> main( ) { int bil = 1. Ilamsyah. printf(" %d ". Selain itu pernyataan break berfungsi keluar dari perulangan ( for. Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I 6. 9 Hasil Contoh 10 Contoh-11 /* ----------------------------.*/ /* Program do . Sopiyan. getch( ). while dan do-while ). Jika pernyataan break dikerjakan.5.bil). Contoh-10 /* ------------------------------.*/ #include <stdio.*/ /* Perulangan FOR dengan break. */ /* ----------------------------.h> #include <conio.h> main( ) { int a=3. bil.h> #include <conio. dan Ani Oktarini 87 . } while(bil++). Pradita. Pernyataan break ini berfungsi untuk keluar dari struktur switch. maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir dari badan perulangan ( loop ).

Ilamsyah. for(bil=1. } getche( ). printf("\n%d \t| %d \t| %d". 10 Hasil Contoh 11 6. bil<=10.6.Modul Algoritma Pemrograman I printf("Bil-A | Bil-B | Bil-C\n"). Frieyadie. Pradita. ++bil) { if(bil==6) continue. dengan kata lain mengembalikan proses yang sedang dilaksanakan ke-awal loop lagi.bil). dan Ani Oktarini 88 . ++bil) { a+=b. Sopiyan. printf("-------------------------"). clrscr( ). } getch( ). bil<=10.*/ #include <stdio. b. c). printf(" %d ". if(c==13) break. b+=c. Pernyataan continue Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses) berikutnya pada loop yang sama. tanpa menjalankan sisa perintah dalam loop tersebut. } Output yang akan dihasilkan.h> #include <conio. Contoh-12 /* ----------------------------. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 5. for(bil=1.h> main( ) { int bil.*/ /* Perulangan FOR dengan coninue */ /* ----------------------------.a. c+=2.

Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan genap membentuk segitiga siku terbalik dengan hasilnya : 10 + 8 + 6 + 4 + 2 = 30 10 + 8 + 6 + 4 = 28 10 + 8 + 6 = 24 10 + 8 = 18 10 = 10 ---------. Pradita. Ilamsyah.+ 110 Frieyadie. 4. 3. dan Ani Oktarini 89 . 11 Hasil Contoh 12 6.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan.7. Sopiyan. Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan genap dengan hasilnya : 2 + 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 + 16 + 18 + 20 = 110 Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan ganjil dengan hasilnya : 1 + 3 + 5 + 7 + 9 + 11 + 13 + 15 + 17 + 19 = 100 Bulatlah program untuk menghitung penjumlahan deret bilangan genap membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 2 =2 2+4 =6 2+4+6 = 12 2+4+6+8 = 20 2 + 4 + 6 + 8 + 10 = 30 Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan ganjil membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 1 1*3 1*3*5 1*3*5*7 1*3*5*7*9 5. dari program contoh-12 diatas adalah : Gambar 6. =1 =3 = 15 = 105 = 945 2. Tugas Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut : 1.

1. Jumlah Elemen Array Nama Variable Array Tipe data elemen array Suatu array dapat digambarkan sebagai kotak panjang yang berisi kotakkotak kecil didalam kotak panjang tersebut. Array Berdimensi Satu Sebelum digunakan. Sopiyan. Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Array 7 Variabel Larik atau lebih dikenal dengan ARRAY adalah Tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. • Ukuran : Untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array. Cara mendeklarasikan variabel array sama seperti deklarasi variabel yang lainnya. Banyaknya komponen dalam suatu larik ditunjukan oleh suatu indek untuk membedakan variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Contoh Pendeklarasian Array float Nil_Akhir[6]. dan Ani Oktarini 90 . variabel array perlu dideklarasikan terlebih dahulu. • Array Berdimensi Dua 7. Suatu Array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap. dapat digolongkan menjadi dua buah dimensi: • Array Berdimensi Satu. Variabel array dalam Borland C++. Pradita. Ilamsyah. Bentuk Umum pendeklarasian array: Tipe_Data Nama_Variabel[Ukuran] Keterangan : • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. hanya saja diikuti oleh suatu indek yang menunjukan jumlah maksimum data yang disediakan.

dan Ani Oktarini 91 . Hasil Contoh-1 Frieyadie."Kamis".Modul Algoritma Pemrograman I Elemen Array elemen elemen elemen elemen elemen elemen 1 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 Subcript/Index ARRAY NIL_AKHIR Subscript atau Index array pada C++."Rabu"."jum'at".1. getch(). Sopiyan. cout<<"Nama-nama hari:"<<endl. Ilamsyah.*/ /* Inisialisasi Array Dimensi 1 */ /* ---------------------------------."Senin".1. clrscr(). cout<<hari[0]<<endl<<hari[1]<<endl<<hari[2]<<endl<<hari[3] <<endl<<hari[4]<<endl.h> main() { char hari[7][10]= {"Minggu". Contoh-1 /* ---------------------------------. Inisialisasi Array Berdimensi Satu Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel.*/ #include <conio.1."Selasa"."Sabtu"}.h> #include <iostream. selalu dimulai dari Nol ( 0 ) 7. } Output yang akan dihasilkan. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut : Tipe_data nama_array[jml_elemen] = { nilai array }. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 7. Pradita.

h> #include<iomanip. Nama Siswa Nilai Nilai ". Nil_Akhir[1]. Sopiyan.40)+ (nilai2[i] * 0. cin>>nilai2[i]. Ilamsyah.h> #include<iostream. float hasil[5].i++) { cout<<"Data Ke .Modul Algoritma Pemrograman I 7. float nilai2[5]. Pradita. for(i=1. Frieyadie. gets(nama[i]). dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya. cout<<"Hasil"<<endl.*/ /* Program Array Satu Dimensi */ /* ---------------------------. cout<<"Ujian"<<endl. hasil[i] = (nilai1[i] * 0.i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(4)<<i. for(i=1. float nilai1[5]. cout<<"------------------------------------------"<<endl. cout<<"Nilai MidTest : ". cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<nama[i]. cin>>nilai1[i].2. Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk : Nama_Array[Subscript/Index] Contoh Nil_Akhir[3].1. clrscr( ). char nama[5][20]. dan Ani Oktarini 92 .h> #include<stdio. cout<<endl. cout<<"No.60). Contoh-2 /* ---------------------------. Nil_Akhir[0].i<=2. cout<<"Nama Siswa : ".h> main( ) { int i."<<i<<endl. cout<<"Nilai Final : ". cout<<" MidTest Final ". Mengakses Array Berdimensi Satu Suatu array.*/ #include<conio. } cout<<"------------------------------------------"<<endl.i<=2.

Array dimensi dua dapat digunakan seperti pendatan penjualan. Pradita. } cout<<"------------------------------------------"<<endl. dimana indeks pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom. • Index-1 : Untuk menyatakan jumlah baris • Index-2 : Untuk menyatakan jumlah kolom Contoh Pendeklarasian Array Sebagai contoh pendeklarasian yang akan kita gunakan adalah pengolahan data penjualan. cout<<setprecision(2)<<" "<<hasil[i]<<endl. Hasil Contoh-2 7.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai1[i]. Sopiyan. pendataan nilai dan lain sebagainya.2. getch().2. dan Ani Oktarini 93 . Array Berdimensi Dua Array dimensi dua tersusun dalam bentuk baris dan kolom. Bentuk Umum pendeklarasian array : Tipe_Data Nama_Variabel[index-1][index-2] Keterangan: • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 7. berikut dapat anda lihat pada tabel berikut : Data Penjualan Pertahun Tahun Penjualan No 2001 2002 2003 1 150 159 230 2 100 125 150 3 210 125 156 Frieyadie. cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai2[i].

3. Hasil Contoh-3 7.23.*/ /* Array Dimensi 2 */ /* -------------------.2. cout<<nama[0][2]<<ends<<nama[1][1]<<endl.1. {"Andi". clrscr(). } Output yang akan dihasilkan. Contoh pengaksesan dengan bentuk sebagai berikut: Contoh-4 /* -------------------. getch(). Sopiyan.h> Frieyadie.h> #include <iostream. Jumlah Kolom Jumlah Baris Nama Array Tipe data elemen array 7. Pradita. dan Ani Oktarini 94 . dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 7.Modul Algoritma Pemrograman I Jika anda lihat dari tabel 7."BU".*/ #include<conio. Inisialisasi Array Berdimensi Dua Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel.1 diatas maka dapat dituliskan kedalam array dimensi dua berikut: int data_jual[3][3]. cout<<nama[0][0]<<ends<<nama[1][0]<<endl. Ilamsyah."Carli"}}. cout<<nama[0][1]<<ends<<nama[1][2]<<endl."Budi".h> main() { char nama[2][3][10]={{"Pak". Mengakses Array Berdimensi Dua Suatu array."Mas"}.2. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut: Contoh-3 #include <conio. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya.

cout<<"-----------------------"<<endl. for(j=1.i<=3.h> #include<iomanip.j<=3."<<i<<" "<<j<<endl. cout<<"-----------------------"<<endl. } cout<<"-----------------------"<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I #include<stdio.i++) { for(j=1. getch( ). dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie.i<=3. for(i=1.j++) { cout<<"Data Ke . Ilamsyah. dan Ani Oktarini 95 .h> #include<iostream. clrscr(). cout<<" ".h> main() { int i. cin>>data_jual[i][j]. int data_jual[4][4]. cout<<"Jumlah Penjulan : ". } Output yang akan dihasilkan. } cout<<endl. } } cout<<"Data Penjualan Pertahun"<<endl. Sopiyan.i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(5)<<i. j. for(i=1. Pradita. cout<<data_jual[i][j].j<=3.j++) { cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(4). cout<<"NO 2007 2008 2093"<<endl.

int Tmp. iMin. dan Ani Oktarini 96 . Tentukan bilangan dengan Index terkecil dari data bilangan tersebut 3. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. Pradita. Frieyadie. Hasil Contoh-4 7.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 7. Urut.2.*/ /* Selection sort dengan C++ */ /* -------------------------------. dst sampai seluruh elemen shg akan menghasilkan pola data yg telah disort.*/ #include<conio. Prinsip kerja dari teknik ini adalah sbb : 1. code. int Arr[100].h> int main() { int i. Contoh-5 /* -------------------------------. j. Ilamsyah. int n.24. Tukar bilangan dengan Index terkecil tersebut dengan bilangan pertama ( I = 1 ) dari data bilangan tersebut 4. Pengecekan dimulai data ke-1 sampai dengan data ke-n 2. Selection Sort Tehnik pengurutan dengan cara pemilihan elemen atau proses kerja dengan memilih elemen data terkecil untuk kemudian dibandingkan & ditukarkan dengan elemen pada data awal.4. Sorting dalam C++ a. Sopiyan.h> #include<stdio.

} printf("\nSetelah Pengurutan\n"). &n). for(i = 0. for(j = Urut. } } } } Urut = Urut + 1. } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). }} } } Urut = Urut + 1. for(i = 0. if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. Pradita. Arr[iMin] = Tmp. } Frieyadie. i < n . if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. Sopiyan. i + 1.Modul Algoritma Pemrograman I printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). for(j = Urut. Arr[i]). }for(i = 0. } for(i = 0. scanf("%i".1. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". Arr[i]). j < n. i + 1). i++) { iMin = i. i++) { iMin = i. Urut = 1. &Arr[i]).1. Ilamsyah. i < n. for(i = 0. i + 1. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". i < n. if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. Arr[iMin] = Tmp. if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. i < n. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". scanf("%i". } getch(). j < n. i < n . dan Ani Oktarini 97 .

dan Ani Oktarini 98 . Prinsip Kerja Insertion Sort adalah 2. Jika lebih besar maka tidak terjadi pemindahan 5. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". j < n .h> int main() { int i.dst) 4. Jika lebih kecil maka pindahkan bilangan tersebut dengan bilangan yg ada didepannya ( sebelumnya ) satu persatu (n-1. for(i = 0. j. Ulangi langkah 2 dan 3 s/d sort optimal. Buble Sort Prinsip Kerja dari Bubble Sort adalah : 1.. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 2. Pradita. int Arr[100]. int Tmp. Jika lebih kecil maka data tersebut dapat disisipkan ke data awal sesuai dgn posisisi yg seharusnya Frieyadie. Insertion Short Prinsip dasar Insertion adalah secara berulang-ulang menyisipkan / memasukan setiap elemen. i + 1.n-3.1. } b. } } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). &n). Bandingkan data ke-I ( I = data ke-2 s/d data ke-n ) 4. i + 1). Arr[i]). scanf("%i". } getch().. } for(i = 1. scanf("%i". printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). } c.. i < n. code.. Bandingkan data ke-n dengan data sebelumnya (n-1) 3. Urut. #include<conio. ke dlm posisinya / tempatnya yg benar. i < n. &Arr[i]). Arr[j + 1] = Tmp. i < n. Sopiyan. iMin. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 3. i++) { for(j = 0. Arr[j] = Arr[j + 1].h> #include<stdio. for(i = 0. 1. i++) { printf("Masukan data ke %i : ".n-2. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I getch(). Bandingkan data ke-I tersebut dengan data sebelumnya (I-1). int n. j++) { if(Arr[j] > Arr[j + 1]) { Tmp = Arr[j].

i + 1.1. code. } getch(). dan Ani Oktarini 99 . Pradita. for(i = 0. int n. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. j. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). i < n. Ilamsyah. i++) { Tmp = Arr[i]. i < n. int Arr[100]. i + 1).h" #include "stdio. } if(Tmp >= Arr[j]) { Arr[j + 1] = Tmp. scanf("%i". Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I 5. } for(i = 1. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". &Arr[i]). Urut. &n). j = j . while(Arr[j] >= Tmp && j > 0) { Arr[j + 1] = Arr[j]. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". } Frieyadie. Arr[i]). } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). int Tmp. iMin. scanf("%i". for(i = 0. j = i .h" int main( ) { int i. #include "conio. Arr[j] = Tmp.1. i < n. } else { Arr[j + 1] = Arr[j].

<proses counter> Jenis Potong [D/P/S] : .. Latihan 1.. 1500 ---------------------------------Buatlah programnya dengan ketentuan: • Setiap pembeli dikenakan pajak sebesar 10% dari pembayaran... . <diinput> <<Terus berulang tergantung Banyak Jenis>> Layar Keluaran GEROBAK FIRED CHICHEN ------------------------------------------------------------No.. -----------------------------------------------------------Jumlah Bayar Rp ...... . .... ingin dibantu dibuatkan program untuk membantu kelancaran usahaannya.... Rp ... Pradita. Sopiyan... .4.... .. ..... Ilamsyah...... Frieyadie.. • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan GEROBAK FRIED CHICKEN --------------------Kode Jenis Harga -------------------------D Dada Rp. 1500 -------------------------Banyak Jenis : .. <diinput> Jenis Ke .. Jenis Potong dan Banyak Beli diinput.. Jenis Harga Bayak Jumlah Potong Satuan Beli Harga ------------------------------------------------------------... dan Ani Oktarini 100 .. “GEROBAK FRIED CHICKEN” mempunyai daftar harga ayam sebagai berikut : Kode Jenis Harga ---------------------------------D Dada Rp.. <diinput> Banyak Potong : ..Modul Algoritma Pemrograman I 7.. Rp .. Pajak 10% Rp . Sebuah perusahaan ayam goreng dengan nama “GEROBAK FRIED CHICKEN” yang telah lumayan banyak pelanggannya.. ... Total Bayar Rp . • Banyak Jenis... 2000 S Sayap Rp. 2500 P Paha Rp.... 2500 P Paha Rp. 2000 S Sayap Rp.

... <di input> Pendidikan (1=SMU/2=D3/3=S1) : .... .... -----------------------------------------------------------------------------------------Total Gaji yang dikeluarkan Rp...... Ilamsyah. Pradita.... Frieyadie. PT... Nama Tunjangan Karyawan ----------------Honor Pendapatan Jabatan Pendidikan Lembur Pajak Bersih ------------------------------------------------------------------------------------------... ... <di input> Golongan (1/2/3) : .. STAY COOL ------------------------------------------------------------------------------------------No. STAY COOL. . .. .. .........500 untuk setiap kelebihan jam kerja dalam satu bulannya. maka kelebihkan jam kerja tersebut dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp.. ...... 2.... 700.... .... <diinput> Karyawan Ke ..... <di input> Jumlah Jam Kerja : .... <di input> <<Terus berulang tergantung Jumlah Karyawan>> PT.Modul Algoritma Pemrograman I 2.. .. . ...000. <proses counter> Nama Karyawan : .. ....... STAY COOL Masukkan Jumlah Karyawan : . • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan dan Keluaran Program Hitung Honor Karyawan Kontrak PT. Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja sebih dari 240 jam......... dengan memperoleh tujangan-tunjangan sebagai berikut: • Tunjangan Jabatan Golongan 1 2 3 Persen tase 5% 10% 15% • Honor Lembur Jumlah jam kerja normal dalam satu bulan sebanyak 240 Jam Kerja.... memberikan Honor tetap kepada karyawan kontraknya sebesar Rp.. ...... Sopiyan...per bulan. . dan Ani Oktarini 101 ....

1. # define Digunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta. tetapi untuk preprocessor. didalamnya membuat nilai pembuktian pertama dan menterjemahkan code program didalam kode objek. Preprocessor ini dijalankan secara otomatis oleh kompiler. guna untuk membedakannya dengan nama_variabel. ketika didalam proses penterjemahan (Compile) program berlangsung. Teks dapat berupa: • Numerik • Karakter • String • Pernyataan • Fungsi Sederhana contoh: #define PI 3.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Macro Dan File Header adalah: 8 Didalam penyusunan suatu makro ada beberapa hal yang perlu dipelajari 8. Preprocessor Directives Preprocessor directive merupakan suatu perintah yang termasuk kedalam program. Nama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf besar. Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan pada nama_konstanta.14 contoh: #define HURUF ‘B’ contoh: #define JABATAN “INSTRUCTOR” contoh: #define CETAK (“Borland C++”) contoh: #define LUAS_KUBUS (n*n) Frieyadie. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda : # Ada beberapa preprocessor directive. Bentuk umum dari preprocessor directive #define ini adalah: #define nama_konstanta teks Contoh : Teks #define A 6 Nama_Konstanta Dalam pendeklarasian preprocessor directive #define. dan Ani Oktarini 102 .1. Pradita.1. Sopiyan. tetapi bukanlah instruksi dari program itu sendiri. Ilamsyah. diantaranya adalah: 8.

cout<<"Jari-jari = 5 adalah "<<L(5)<<endl.h> #include<iostream. getche( ).1 Hasil Contoh-1 Contoh-2 /* ----------------------------------.*/ #include<stdio.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* ----------------------------------.h> #include<conio. Sopiyan. Ilamsyah. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I Setelah #define ditentukan didalam program cukup dituliskan nama_konstantanya saja. # define akan mengganti semua nama konstanta tadi dengan teksnya sebelum proses kompilasi dimulai.h> #include<iostream.*/ #include<stdio. } Output yang akan dihasilkan. Contoh-1 /* ----------------------------------.h> #include<conio.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* -----------------------------------.141592 #define L(n) PI*n*n main( ) { clrscr(). dan Ani Oktarini 103 . cout<<"Jari-jari = 10 adalah "<<L(10)<<endl. cout<<"Luas Lingkaran dengan : "<<endl.h> #define PI 3. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 8.h> #define awal { #define akhir } #define mulai() main() #define cetak cout #define masuk cin #define hapus() clrscr() #define tahan() getch() #define LS_KUBUS (sisi*sisi) mulai( ) awal Frieyadie.

Dalam penulisan #include ada dua bentuk penulisan : #include "nama_file_header" atau #include <nama_file_header> Pada bentuk penulisan #include mempunyai arti yang berbeda. jika tidak maka.1. • #include <nama_file_header> “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang ada file headernya. yaitu berfungsi untuk memasukkan atau menyertakan file-file header kedalam program yang akan dibuat. cetak<<"Program Penggunaan #define"<<endl. cetak<<"Luas Kubus adalah : "<<ls_kubus. Ilamsyah. tahan( ). dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 8. # include Preprocessor #include telah dibahas pada bab sebelumnya. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta penyataan.Modul Algoritma Pemrograman I int sisi. cetak<<"Masukkan Nilai Sisi Kubus = ". dan Ani Oktarini 104 . masuk>>sisi. #endif Frieyadie. Sopiyan. # if .2. diabaikan. akhir Output yang akan dihasilkan. kecuali pada directori yang sedang aktif. Pradita.2.3. hapus( ). Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define. 10.#endif Preprocessor #if .#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar.1. ls_kubus = LS_KUBUS. ls_kubus. Hasil Contoh-2 10. yaitu: • #include "nama_file_header" “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directori dimana file header tersebut berada “.

#endif getch( ). # if .#endif ******************************/ #define N -4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol"). Hasil Contoh-3 10. #else printf("Lebih Kecil dari Nol").#else .h> #include <stdio. dan Ani Oktarini . Sopiyan. #endif } 105 Frieyadie.h> #define N 4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol").3.#else .Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-3 /*********************** Penggunaan #if . dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 8.1. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah.#endif ***********************/ #include <conio. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta Penyataan-1. pernyataan #else dikompilasi.#endif Preprocessor #if .4. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define. Pradita. #endif Contoh-4 /****************************** Penggunaan #if . jika #if bernilai salah maka. #else Penyataan-2.#else -#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar.

Hasil Contoh-5 Frieyadie. merupakan kombinasi dari #if dan #else. # elif ekspresi-konstanta-n Penyataan-n.5. #elif ekspresi-konstanta-2 Penyataan-2. Sopiyan. Ilamsyah. #endif Contoh-5 /***************** Penggunaan #elif ******************/ #define N 12 main( ) { #if N > 10 printf("Lebih Besar dari Sepuluh"). Hasil Contoh-4 10.5. Pradita. #endif } Hasil dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 8. # elif Preprocessor #elif digunakan untuk mengkompilasi dari pernyataan bertingkat. dan Ani Oktarini 106 .Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 8. #else N < 10 printf("Lebih Kecil dari Sepuluh").1. Perintah dijalankan sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. Bentuk #elif diikuti oleh ekspresi-konstanta. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta-1 Penyataan-1. Dalam hal ini #elif sama halnya seperti #elseif.4. Hasil hanya dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan yang benar. #elif N == 10 printf("Sama Dengan Sepuluh ").

} Hasil dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 8. #endif Penjelasan: Jika nama-konstanta terdefinisi maka. Pradita.h> #define LEBAR_MAKS 100 #if LEBAR_MAKS>200 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 200 #elsif LEBAR_MAKS <50 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #else #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #endif main( ) { char str[LEBAR_MAKS]. Sopiyan. Benuk umum penulisan sebagai berikut: #ifdef nama-konstanta pernyataan.6. #undef Preprocessor #undef digunakan untuk menghilangkan nilai yang telah didefiniskan dari daftar definisi.# ifndef Preprocessor #ifdef dan #ifendef memberikan bagian dari program yang akan dikompile. dan Ani Oktarini 107 . Ilamsyah. pernyataan akan diabaikan. Contoh-6 /**************** Penggunaan #undef *****************/ #include<iostream.6. # ifdef . Frieyadie. hal ini merupakan parameter yang khusus yang harus terdefinisi. pernyataan akan dijalankan.7. cout<<LEBAR_MAKS.1.Modul Algoritma Pemrograman I 10. Hasil Contoh-6 10.1. hal ini dapat dilakukan jika sudah konstanta didefiniskan pada bagian #define. jika nama-konstanta tidak terdefinisi maka.

#else #ifndef ANAK2 cout<<"Hari ini "<<ANAK1<<" "<<ANAK2. File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta.1988 All Rights Reserved.h Types for dealing with time.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-7 //--> Penggunaan #ifdef dan #ifndef #include<iostream. #endif #endif getche(). Berikut contoh file header standar yang disediakan oleh Borland C++. Hasil Contoh-7 10. Sopiyan. #endif Frieyadie. Ilamsyah. dengan cara yang sama seperti membuat file editor. Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran . #else cout<<"Pagi ini "<<ANAK2<<"pergi Kesekolah".h .7. Pembuatan File Header File Header adalah suatu file dengan akhiran . kita dapat juga membuat file header sediri. } Hasil dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 8. dan Ani Oktarini 108 . Copyright (c) Borland International 1987.h> #define ANAK1 "ILHAM" #define ANAK2 "HADIANSYAH" main( ) { #ifdef ANAK1 cout<<"Pagi ini "<<ANAK1<<" pergi Kesekolah". */ #ifndef TIME_T #define TIME_T typedef long time_t.2.h . /* types. Pradita. Selain file-file header standar yang disediakan oleh C++. cout<<" pergi Kesekolah".

Buatlah program file heder dibawah ini.h. akhir Frieyadie. */ #define awal { #define akhir } #define mulai( ) main( ) #define cetak cout #define tampil cprintf #define masuk scanf #define hapus( ) clrscr( ) #define jika if #define warna textcolor #define tahan getche( ) Setelah disimpan pada direktori C:\BC5\INCLUDE\.h> #include<iostream. cin>>a. warna(4). Sopiyan. cout<<"Masukkan Nilai A = ". c=a+b. pada folder kerja anda folder include. cout<<endl. Copyright (c) Frieyadie 2001 All Rights Reserved. b.h. Ilamsyah. .cpp Contoh-9 /* ---------------------------------.. Contoh-8 /* atur. cin>>b. selanjutnya Compile file atur. kemudian simpan dengan nama : atur.*/ #include<stdio. tahan. cout<<"Hasil dari "<<a<<" + "<<b<<" = "<<c. hapus( ). tampil("\nPROGRAM PENJUMLAHAN\n"). Buatlah program dibawah ini. dan Ani Oktarini 109 .h> #include<conio. Pradita.h contoh pembuatan file header untuk pengaturan.h" mulai( ) awal int a.h> #include"atur.*/ /* program dengan file header sendiri */ /* ---------------------------------. c. kemudian gunakan file header yang sudah anda buat dan simpan dengan nama : sendiri. cout<<"Masukkan Nilai B = ".Modul Algoritma Pemrograman I Sebagai latihan berikut ini akan dibuatkan suatu file header sendiri yang akan digunakan pada file editor..

nama file header yang diinginkan : lingkaran.S : ……<di-input> Nilai Murni Absensi = <data-inputan> * 10% = <hasil-proses> Nilai Murni Tugas = <data-inputan> * 20% = <hasil-proses> Nilai Murni U.h Tampilan Yang Diinginkan: Masukkan Nilai Jari-jari : .. Tampilan yang diinginkan: Program Hitung Nilai Akhir Mata Kuliah Masukkan Nilai Absensi : ……<di-input> Masukkan Nilai Tugas : ……<di-input> Masukkan Nilai U.S : ……<di-input> Masukkan Nilai U. 2.T. dengan ketentuan sebagai berikut: • Nilai Absensi * 10 % • Nilai Tugas * 20 % • Nilai U.h. <hasil-proses> Frieyadie.S * 30 % • Nilai U.A.9. <di-input> Luas Lingkaran : . sedangkan sebagai output adalah pangkat dua serta pangkat tiga dari bilangan bulat tersebut. Buatlah program menghitung luas dan keliling lingkaran.A. Proses berada didalam file header.S = <data-inputan> * 30% = <hasil-proses> Nilai Murni U..T.T... Ilamsyah.. Buatlah program menghitung nilai akhir perkuliahan pada suatu matakuliah. Sebagai input adalah bilangan itu sendiri. dan Ani Oktarini 110 . < hasil proses > 3. Sopiyan.S = <data-inputan> * 40% = <hasil-proses> Nilai Akhir yang diperoleh sebesar : ….A. Latihan 1.Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 8. < hasil proses > Keliling Lingkaran : .3. Buatlah program menghitung pangkat dua serta pangkat tiga dari sebuah bilangan bulat dengan makro. Pradita..S * 40 % Untuk proses penilaian dilakukan didalam file header dan simpan nama file header tersebut hitnilai. Hasil Contoh-9 10..

Suatu pointer dimaksudkan untuk menunjukan ke suatu alamat memori sehingga alamat dari suatu variabel dapat diketahui dengan mudah.Pada umumnya kita tidak dapat menentukan dimana variabel akan ditempatkan Terkadang secara otomatis dilakukan oleh kompiler dan sistem operasi yang sedang aktif. Dengan menggunakan operator dereference ( & ) ini. Operator Pointer Terdapat dua macam operator pointer yang disediakan oleh Borland C++: 1. dan Ani Oktarini 111 . Ilamsyah. Operator Dereference ( & ) Didalam mendeklarasikan suatu variabel harus pada lokasi yang pasti didalam penggantian memori. hal ini dapat dilakukan dengan Frieyadie. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) Gambar 9. tetapi sesekali sistem operasi akan memberikan banyak alamat yang kita tidak mengetahui dimana variabel ditempatkan. 9. Operator Reference ( * ) Dengan menggunakan operator anda dapat mengakses secara langsung nilai yamg terdapat didalam variabel yang berpointer.1.1. operator ini biasa disebut dengan “address of” atau operator alamat. // AMIR sama dengan ILHAM (75) RAKA = &ILHAM.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Pointer 9 Merupakan sebuah variabel yang berisi alamat dari variabel lain.2. Operator reference ( * ) 9. Sopiyan. Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 0x0012ff88 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75.1.1.1. Diagram Pengunaan Opeator Dereference 9. Pradita. suatu variabel akan menghasilkan alamat lokasi memori. AMIR = ILHAM. Operator dereference ( & ) 2. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan suatu identifier “&” (ampersand sign) didepan nama variabel.

Contoh-1 //----------------------------------// //Pendeklarasian Pointer Konstanta // //----------------------------------// #include<stdio. menghasilkan nilai yang berada pada suatu alamat memori Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 65524 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. Pradita. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) RAFLI = *RAKA. agar dapat menterjemahkan nilai sebenarnya dari suatu variabel.h> #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I menambahkan identifier asterisk ( * ).2. Dengan menggunakan operator reference ( * ) ini. Untuk mendeklarasikan pointer secara konstanta dengan memberikan kata const didepan nama konstanta.h> #include<iostream. RAKA = &ILHAM. Deklarasi Pointer Pada Konstanta Suatu pointer dapat dideklarasikan secara konstanta atau secara tetap tidak dapat diubah. Operator ini biasa disebut dengan “value pointed by”. // RAFLI sama dengan value pointed by RAKA(75) Gambar 9. Bentuk penulisan: tipe_data * const nama_konstanta. Sopiyan. Ilamsyah.2 Diagram Pengunaan Opeator Reference 9. Frieyadie.h> void main( ) { char *const nama = "Borland C++". dan Ani Oktarini 112 .

Sopiyan.3. Pesan Kesalahan Yang Tampil adalah: Cannot modify a const object Error Message yang akan dihasilkan. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 9.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ).. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. amir. merupakan pointer konstanta. Contoh-2 //-------------------------------// //Penggunaan Pointer Dereference // //-------------------------------// #include<stdio. Bentuk penulisan: tipe_data *nama_variabel.h> #include<iostream. raka = &ilham. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. ilham = 75.h> main( ) { int ilham. yaitu tidak dapat diubah-ubah. getch( ). dan Ani Oktarini 113 . Karena variabel nama. memeriksa satu persatu data yang memiliki pointer pada saat variabel tersebut pertama kali dideklarasikan. Pradita. penyebabnya pada pernyataan nama = "Borland C++". nama = "Visual C++". Deklarasi Pointer Pada Variabel Karena keakhlian dari pointer untuk menunjuk secara langsung kesuatu nilai. *raka.h> #include<conio. clrscr( ). Frieyadie. terdapat kesalahan dan tidak dapat dijalankan. Ilamsyah. amir = ilham. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. } Pada program diatas.3 Error Message Contoh-1 9.

getch( ). *raka.4 Hasil Contoh-2 Contoh-3 //-----------------------------// //Penggunaan Pointer Reference // //-----------------------------// #include<stdio. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<iostream. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. rafli. cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nilai AMIR = "<<amir<<endl. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 9. dan Ani Oktarini 114 . clrscr( ). ilham = 75. Ilamsyah. Sopiyan. Pradita. raka = &ilham. cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl.5 Hasil Contoh-3 Frieyadie. getch(). } Output yang akan dihasilkan. rafli = *raka. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 9.h> #include<conio.h> main( ) { int ilham. cout<<"Nilai RAFLI = "<<rafli<<endl.

Modul Algoritma Pemrograman I 8. //pointer ke variabel int **amir. Didalam pendeklarasianya.h> #include<iostream. cout<<"Nilai AMIR Hasil Mengakses ILHAM = ". cout<<**amir<<endl. dan Ani Oktarini 115 . pointer dapat pula menunjuk ke pointer lainnya. Sebagai contoh : char ilham. Sopiyan. char *raka. cout<<"Nilai RAKA Hasil Mengakses ILHAM = ". //-> Penugasan Ke Alamat Memori raka = &ilham. Pradita. Pointer Pada Pointer Tidak terbatas menunjuk alamat dari suatu variabel. cout<<*raka<<endl. amir = &raka. int *raka. hanya menambahkan pointer reference ( * ) pada variabel yang akan ditunjuk. //pointer ke variabel char **amir. //pointer pada pointer clrscr( ).h> main() { int ilham.7 Diagram Pengunaan Pointer Pada Pointer Contoh-5 // -----------------------------// //Penggunaan Pointer to Pointer // //------------------------------// #include<stdio. Ilamsyah. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. } Output yang akan dihasilkan. //pointer pada pointer ilham = '75'. Gambar 9.4.h> #include<conio. getch( ). raka = &ilham. amir = &raka. dari program contoh-5 diatas adalah: Frieyadie. ilham = 75.

cout<<endl.i++) { cout<<"Elemen "<<i<<". karena secara internal array juga menyatakan alamat. Pradita. cout<<&ptrnilai[i].h> #include<conio. ptrnilai = nilai.i<=5. } Output yang akan dihasilkan. for(i=1. Nilai "<<nilai[i].i<=5.i++) { cout<<"Masukan Nilai Pertama = ". for(i=1. cout<<"Hasil Pengaksesan Elemen Array Lewat". cout<<".8 Hasil Contoh-5 8. } cout<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9. Sopiyan. int nilai[5]. dari program contoh-6 diatas adalah: Frieyadie. cin>>nilai[i]. yaitu pengenal array sama dengan alamat pada elemen pertama. pada array. cout<<endl<<endl. Menempati Alamat Memori = ". Ilamsyah. dan Ani Oktarini 116 . Sebagai contoh sederhana dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-6 //------------------------------// //Penggunaan Pointer to Array // //------------------------------// #include<stdio.5. Pointer pada Array Konsep Array diantaranya adalah banyak loncatan dari pointer satu ke pointer yang lain.h> main( ) { int i. } getche( ). cout<<"Pointer".h> #include<iostream. int *ptrnilai.

*/ #include <iostream.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9. //menambah nilai penunjuk / pointer cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl. dan Ani Oktarini 117 . Pradita.*/ /* Pointer pada String */ /* ------------------.h> #include <conio. char *band_punk = "RANCID". cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk. cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl. cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk.h> main( ) { char band_metal[ ] = "SEPULTURA". getche( ).9 Hasil Contoh-6 9. Pointer pada String Pointer pada string dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-7 /* ------------------. Sopiyan. } Frieyadie. Ilamsyah.6. band_punk+=3.

secara default. pembacaan dilakukan mulai dari pointer pertama. yang di tunjukkan oleh penambahan nilai pointer pada band_punk+=3. R A N C I D \0 1 2 3 4 5 6 Frieyadie. Pradita. dan Ani Oktarini 118 .10 Hasil Contoh-7 Pada program diatas. terdapat perubahan nilai pointer band_punk . maka pembacaan berpindah ke alamat ke. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 9.4.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. karena sudah terjadi penambahan dengan 3. Ilamsyah. Sopiyan. sehingga tercetak kata CID.

1. . … pernyataan / perintah.Pernyataan / perintah.h> #include<stdio. cout() yang mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data kelayar dan masih banyak lainnya. Kegunaan dari fungsi ini adalah untuk: . . diletakan diantara tanda kurung “( )” yang terletak dibelakang nama fungsi.Argumen. .h> #include<iostream.Nama fungsi. Ilamsyah. Struktur Fungsi Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut: nama_fungsi(argumen) { … pernyataan / perintah. boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan.Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama. Pradita. sehingga mudah dipahami dan dapat lebih dikembangkan. Contoh pembuatan fungsi sederhana Contoh-1 /* pembuatan fungsi garis() */ #include<conio. Argumen boleh diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong. karena fungsi ini program akan dimulai. 10. } Frieyadie. yang bersifat mutlak. tidak menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti sendiri. cukup dengan menuliskan nama fungsinya. … pernyataan / perintah. Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main().Program menjadi lebih terstruktur.h> garis( ) { printf("\n----------------------\n"). } Keterangan: . sebagai contoh yang lainnya fungsi printf(). Sopiyan. Pada pemanggilan sebuah fungsi.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Fungsi 10 Fungsi (Function) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. diletakan diantara tanda kurung ‘{ }’. dan Ani Oktarini 119 .

Prototipe fungsi dituliskan di atas blok program utama dan diakhiri dengan tanda qualifier titik koma ( . Hasil Contoh-1 10. Ilamsyah. Terdapat dua macam para parameter fungsi. //memanggil fungsi garis cout<<"AMIK BSI . Frieyadie. Prototipe dan Parameter Fungsi Prototipe merupakan uraian dari blok fungsi yang dapat digunakan untuk mendeklarasikan ke kompiler mengenai: • Tipe data keluaran dari fungsi. Sedangkan yang dimaksud dengan parameter pada fungsi adalah suatu pendefinisian nilai-nilai dari objek-objek yang dideklarasikan pada bagian argumen di fungsi. sedangkan blok program fungsi yang mengandung perintah-perintah atau pernyataan-pernyataan dari program berada di bawah blok program utama yang memiliki keuntungan sebagai berikut: • Kompiler akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter fungsi. • Jumlah parameter yang digunakan • Tipe data dari masing-masing parameter yang digunakan. garis( ). garis( ).2. Pradita. dan Ani Oktarini 120 ..Pondok Labu"<<endl. • Jika jumlah parameter yang digunakan dalam definisi fungsi dan pada saat pemanggilan fungsi berbeda atau tidak sama. • Parameter Aktual adalah variabel yang digunakan pada pemanggilan suatu fungsi. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 10. ). //memanggil fungsi garis getche( ). } Output yang akan dihasilkan. yaitu : • Parameter formal adalah variabel yang terdapat pada daftar parameter yang berada didalam definisi fungsi. Sopiyan. maka akan menunjukkan kesalahan.1. Nilai-nilai pada objek-objek tersebut didapat dari variabel-variabel yang barada pada program utama.Modul Algoritma Pemrograman I /* program utama */ main( ) { clrscr( ).

.int n). b).cin>>i. a=n%2.. //paramater formal cout<<c. coment(c. //prototipe fungsi main( ) { char lagi. Pradita. } parameter aktual parameter formal float total( int x.i). } //blok program fungsi dengan parameter aktual char coment (char ket[30]. cout<<"\n\nIngin input lagi [Y/T]: ". } if (lagi=='Y' || lagi=='y') goto atas. atas: clrscr( ).. main() { …."---Bilangan Ganjil---"). } Frieyadie.h> //untuk strcpy char coment (char ket[30]. } Contoh penggunaan prototipe fungsi dan parameter fungsi sebagai berikut: Contoh-2 //Penggunaan Prototipe pada Fungsi #include <conio. Sopiyan. else getch( ). else strcpy(ket.Modul Algoritma Pemrograman I Bentuk penulisan Parameter Formal dan Parameter Aktual.cin>>lagi."---Bilangan Genap---").h> #include <iostream. ….c[30]..int n) { int a. int y) { …. dan Ani Oktarini 121 .h> #include <string. { cout<<"Masukkan nilai = ". int i. if (a==1) strcpy(ket. Ilamsyah. total(a.

Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. Berikut contoh pemanggilan dengan nilai dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-3 /* -----------------------. yaitu: 10.h> tambah(int m. int n).*/ #include<conio. Hasil Contoh-2 Di dalam bahasa C++ ada dua cara untuk melewatkan nilai-nilai parameter ke dalam fungsi dari nilai-nilai variabel. cout<<"\nNilai Setelah Fungsi Digunakan". cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. Frieyadie. b. dan Ani Oktarini 122 . cout<<"\n\nNilai di dalam Fungsi Tambah()". getch( ) . int n) { m+=5. tambah(a.2.*/ /* Penggunaan Call By Value */ /* Program Tambah Nilai */ /* -----------------------. cout<<"Nilai Sebelum Fungsi Digunakan ". Pemanggilan dengan nilai ( Call by Value ) Pada pemanggilan dengan nilai yaitu nilai dari parameter aktual akan dimasukkan ke parameter formal. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 10. clrscr( ). Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak dapat berubah. walaupun nilai dari parameter formal berubah. n+=7. Ilamsyah.b). a = 5.1.h> #include<stdio. } tambah(int m. main( ) { int a. Pradita. Sopiyan.2. b = 9.h> #include<iostream.

Contoh-4 /* ---------------------------. dan Ani Oktarini 123 .Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"\nm = "<<m<<" n = "<<n. int *d). b = 6.2.*/ /* Penggunaan Call By Reference */ /* Program Tambah Nilai */ /* ---------------------------.3. a = 4. b. cout<<"\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi".h> #include<iostream. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b.*/ #include<conio.2. cout<<endl. Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu parameter aktual dengan melaksanakan pengubahan nilai dari suatu parameter yang dilakukan di dalam fungsi. Frieyadie. clrscr( ). Hasil Contoh-3 10. Ilamsyah. cout<<"Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi".h> #include<stdio. Pemanggilan dengan Referensi (Call by Reference) Pemanggilan dengan referensi merupakan pemanggilan nilai suatu parameter di dalam fungsi ke parameter actual yang disimpan pada alamat memori dengan menggunakan pointer. tambah(&a. } Output yang akan dihasilkan. main( ) { int a.h> tambah(int *c. cout<<endl. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. Pradita.&b). Sopiyan. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 10.

dikarenakan nilai hasil dari parameter formal akan disimpan pada nama fungsi. Pernyataan return() diikuti oleh argumen yang berupa nilai yang akan dikirimkan. Pradita. *d+=5. dan Ani Oktarini 124 . int *d) { *c+=7. Sopiyan. dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 10. Ilamsyah. } tambah(int *c.14*2*r).Modul Algoritma Pemrograman I getch( ).h> float luas (int r)//fungsi luas lingkaran { return(3.4.3. Contoh pemakaian pernyataan return() dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-5 /* Pernyataan Return pd Fungsi */ #include <conio. Pernyataan return(). Syarat utama dalam pembuatan fungsi return adalah nama fungsi yang dapat mengembalikan nilai. } float kel (int r)//fungsi kel lingkaran { return(3. Digunakan untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada fungsi yang lain yang memanggilnya. cout<<endl.h> #include <stdio. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"\nc = "<<*c<<" d = "<<*d.14*r*r).h> #include <iostream. } Frieyadie. cout<<"\nNilai di Akhir Fungsi Tambah()". Hasil Contoh-4 10.

Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int j. Sopiyan.h> lokal( ). Contoh-6 /* -------------. Ilamsyah. • Variabel Eksternal atau Global.5.cin>>j. } Output yang akan dihasilkan. Terdapat beberapa jenis variabel yaitu: • Variabel Lokal. Pradita. clrscr( ).4. cout<<"Luas lingkaran = "<<luas(j)<<endl. Variabel Lokal Variabel Lokal adalah variabel yang dideklarasikan didalam fungsi dan hanya dikenal oleh fungsi yang bersangkutan. 10. Jenis Variabel Jenis Variabel pada C++ ini sangat berguna didalam penulisan suatu fungsi agar penggunaan didalam penggunaan suatu variabel tidak salah. main( ) { Frieyadie. cout<<"Masukkan Jari-jari = ".h> #include<iostream.*/ #include<conio. getch( ).1. cout<<"Keliling lingkaran = "<<kel(j).*/ /* Variabel Lokal */ /* -------------.h> #include<stdio. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 10. • Variabel Statis. Hasil Contoh-5 10. dan Ani Oktarini 125 .4. Variabel lokal biasa disebut dengan Variabel Otomatis.

cout<<"\nNilai a didalam fungsi lokal( ) = "<<a.*/ /* Variabel Eksternal atau Global */ /* -----------------------------.4.h> #include<stdio. Pradita.6. Ilamsyah. lokal( ).2.h> int a = 6. dan Ani Oktarini 126 . //--> deklarasi variabel eksternal void lokal( ). cout<<"Pemanggilan Variabel Lokal"<<endl. Hasil Contoh-6 10. Sopiyan. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 10. Variabel Eksternal Variabel Eksternal adalah variabel yang dideklarasikan diluar fungsi yang bersifat global yang artinya dapat digunakan bersama-sama tanpa harus dideklarasikan berulang-ulang.Modul Algoritma Pemrograman I int a = 15. Contoh-7 /* -----------------------------. } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ). Untuk pendeklarasian variabel ekternal ini. Frieyadie. yang selama ini pendeklarasian variabel selalu didalam fungsi main(). diluar dari fungsi main(). getch( ).h> #include<iostream. } lokal( ) { int a = 10. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a.*/ #include<conio. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a.

Variabel Statis Variabel Statis dapat berupa variabel local atau variabel eksternal Sifat variabel statis ini mempunyai sifat antar lain.h> #include<iostream. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. Pradita. getch( ). cout<<"Penggunaan Variabel Eksternal"<<endl.3. Ilamsyah. dan Ani Oktarini . //--> pemanggilan fungsi local cout<<"\nNilai Setelah penggilan fungsi local() = ".h> #include<stdio. lokal ( ). Hasil Contoh-7 10.Modul Algoritma Pemrograman I void main( ) { clrscr( ).*/ /* Penggunaan Variabel Statis */ /* -------------------------. } Output yang akan dihasilkan. • Jika variabel statis bersifat eksternal. maka variabel dapat dipergunakan oleh semua fungsi yang terletak pada file yang sama ditempat variabel statis dideklarasikan. maka variabel hanya dikenal oleh fungsi tempat variabel dideklarasikan.4. Sopiyan. cout<<a.7. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 10. • Jika variabel statis bersifat local. Contoh-8 /* -------------------------.h> 127 Frieyadie.*/ #include<conio. Suatu variabel statis diperoleh dengan menambahkan kata-kunci static didepan penentu tipe data variabel. } void lokal( ) { a+=10. • Jika tidak ada inisialisasi oleh pemrograman secara otomatis akan diberikan nilai awal nol.

Ilamsyah. walah( ). getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I walah( ). karena variabel k. adalah 5. walah( ). terutama programprogram yang menggunakan pernyataan perulangan proses seperti for. Fungsi inline Fungsi inline ( inline function ) digunakan untuk mengurangi lambatnya eksekusi program dan mempercepat eksekusi program terutama pada program yang sering menggunakan atau memanggil fungsi yang berlebih. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) pertama. // --> deklarasi variabel statis k += 4. clrscr( ). Sopiyan. cout<<"\nNilai K didalam fungsi() = "<<k. } walah( ) { static int k. //--> prototipe fungsi walah main( ) { int k = 5. } Hal ini terlihat bahwa : • Pada pada prototipe fungsi walah( ) tidak tedapat nilai awal. Output yang akan dihasilkan. maka secara otomatis variabel k = 0. • Pada pencetakan k didalam fungsi main( ). tercetak nilai variabel k = 4. dan Ani Oktarini 128 . Frieyadie. didapat dari k=0+4. Pradita. cout<<"\nNilai K didalam fungsi main() = "<<k. didapat dari k=4+4. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) kedua. Hasil Contoh-8 10. while dan do – while. karena nilai k yang terbaru adalah 4.8.5. tercetak nilai variabel k = 8. didalam fungsi main( ) bersifat lokal. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 10. Inline function dideklarasikan dengan menambahkan kata kunci inline didepan tipe data.

cout << "C++ Programming. k < 20.h> #include<stdio.*/ #include<conio. Frieyadie. k++) cout<<kali(k. dan Ani Oktarini 129 .*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------. ". Sopiyan. Ilamsyah. } main( ) { int k. } int main( ) { { cout << "Kami Sedang Belajar. ". for(k = 1.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-9 /* -------------------------.h> #include<iostream. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 10.9.h> #include<stdio.*/ #include<conio.h> inline static void cplusplus( ) { cout << "Pemrogramman C++\n". Pradita. } Output yang akan dihasilkan. k*2)<<" ".*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------.h> #include<iostream. getch( ). int j) { return(i * j).h> inline int kali(int i. clrscr( ). Hasil Contoh-9 Contoh-10 /* -------------------------.

\n\n".6.Modul Algoritma Pemrograman I cplusplus( ). Contoh-11 s/* ------------------------------. Hasil Contoh-10 10. cout << "Sedang Kami Pelajari. sehingga memiliki nama yang sama tetapi dengan parameter yang berbeda.h> #include<iostream. Ilamsyah. Function Overloading Function Overloading adalah mendefinisikan beberapa fungsi. } Output yang akan dihasilkan. cout << "Mudah Untuk Dipelajari. Pradita. s Sebagai contoh membentuk fungsi yang sama dengna tipe yang berbeda-beda dan dibuatkan pula nama fungsi yang berbeda-beda pula. cout << "Berarti Sudah Anda Kuasai". dan Ani Oktarini . ". Dapat diartikan bahwa fungsi yang overload berarti menyediakan versi lain dari fungsi tersebut.\n\n". Sopiyan.*/ /* Penggunaan function overloading */ /* ------------------------------. cplusplus( ). ". dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 10.h> 130 Frieyadie.10.*/ #include<conio.h> #include<stdio. } { cout << "Mari Belajar. } { cout << "Jika Sudah Mengerti. } getche( ). Salah satu kelebihan dari C++ adalah Overloading. cplusplus( ).

void main( ) { clrscr( ). Hasil Contoh-11 Frieyadie. cout<<hitung(3)<<endl. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 10. } long hitung(long c) { return(c*c). cout<<hitung(2)<<endl. cout<< "Hasilnya Fungsi overload -3 : ".11. Pradita. cout<<hitung(4)<<endl. Ilamsyah. } int hitung(int b) { return(b*b).Modul Algoritma Pemrograman I int hitung(int b). long hitung(long c). Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. getch( ). } double hitung(double d) { return(d*d). cout<< "Hasilnya Fungsi overload -1 : ". dan Ani Oktarini 131 . cout<< "Hasilnya Fungsi overload -2 : ". float hitung(float d).

5.Jika belanja dimulai dari Rp. Ilamsyah.Jika belanja dibawah Rp. ………< hasil proses > 2.Modul Algoritma Pemrograman I 10. <di input > Besar diskon yang diberikan Rp. Fungsi yang harus dibuat potong() untuk menghitung besar potongan yang akan diberikan.32. Latihan 1. • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah double • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah float • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah integer Rumus konversi yang digunakan adalah c = (f . Pradita.7. 5. ……….000.000.32) * 5 / 9. . 1. maka tidak mendapat diskon. 1.7778 Hasil keluaran yang diinginkan : Pemanggilan dengan tipe data double Proses dengan tipe data double 100 sama dengan 37.000. c = (68) * 5 / 9.Jika belanja diatas Rp. Contoh : Jika nilai Fahrenheit = 100 c = (100 . Besar pembelian barang Rp. Sopiyan. Buatlah program untuk menghitung konversi dari derajat fahrenheit ke celcius Petunjuk : Gunakan Function Overloading. Buatlah 3 (tiga) buah fungsi untuk dioverloading.000. dengan variabel untuk masing-masing fungsi berbeda-beda. dengan ketentuan sebagai berikut : .000 . Buatlah program untuk menghitung besarnya diskon yang diberikan atas besanya sejumlah pembelian.000 . maka mendapat diskon sebesar 35%. maka mendapat diskon sebesar 20%.7778 Pemanggilan dengan tipe data integer Proses dengan tipe data integer 100 sama dengan 37 Frieyadie. ………< hasil proses > Besar harga yang harus dibayarkan Rp.000. sampai dengan Rp. dan Ani Oktarini 132 .0) * 5 / 9.000. c = 37. . Dengan tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Program Hitung Potongan.7778 Pemanggilan dengan tipe data float Proses dengan tipe data float 100 sama dengan 37.

.. Sopiyan. Pradita... <hasil proses> Frieyadie.... .Modul Algoritma Pemrograman I 3. <diinput> Tampilan Keluaran yang diinginkan: Tarif Sewa Rp.. <diinput> Banyak Pinjam : . Ilamsyah.. <diinput> Kode Buku [C/K/N] : ..... <hasil proses> Jumlah Bayar Penyewaan Sebesar Rp. dan Ani Oktarini 133 .... ---------------------------Nama Penyewa Buku : .... Buatlah program untuk menghitung jumlah pembayaran pada perpustakaan "Kecil-Kecilan"...Kecil-Kecilan".... < hasil proses > Penyewa dengan Nama . <hasil proses> Jenis Buku : . Mempunyai ketentuan sebagai berikut: Kode Jenis Buku C K N Jenis Buku CerPen ( Kumpulan Cerita Pendek ) Komik Novel Tarif Buku 500 700 1000 Petunjuk Proses : • Buatlah Fungsi Tarif untuk menentukan terif penyewaan • Gunakan Pernyataan If – Else Tampilan Masukan yang diinginkan: Perpustakaan "...

float nilai... Contoh Deklarasi struct mahasiswa { char nim[5]. Struktur sama seperti Record di dalam Bahasa Pemrograman Pascal 11.. Deklarasi Structure Structure dapat deklarasikan seperti berikut: struct nama_tipe_struktur { elemen_struktur. Frieyadie. char nama[15]. .. Dan penggunaannya harus menggunakan objek/nama variabel yang menggunakan dari nama structure itu sendiri • Penulisan nama Structure dengan mengikuti bentuk umum kedua. Pradita. dan Ani Oktarini 134 .. }.. .. struct { atau char nim[5]. char nama[15]..1.. }. Atau struct { elemen_struktur.. karena secara otomatis menjadi sebuah tipe data. Variabel-variabel yang membentuk sebuah struktur dinamakan elemen struktur. Sopiyan.. } nama_tipe_struktur.... . maka penggunaan nama structure-nya bisa langsung di aplikasikan. Hal yang perlu di perhatikan : • Penulisan nama Structure jika mengikuti bentuk umum pertama. }mahasiswa. Ilamsyah. penggunaan nama structure-nya tidak bisa langsung di gunakan.. float nilai.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Structure 11 Struktur digunakan untuk mengelompokan sejumlah data yang mempunyai tipe data yang berbeda. ..

cout<<"masukan NIM = ". Pradita. cin>>mahasiswa.nilai. Hasil Contoh 1b Bandingkanlah Contoh-1a dengan Contoh-1b berikut ini. cout<<"masukan Nama = ". Sopiyan.nilai<<endl.nama<<endl. Ilamsyah. cout<<"Nilai Akhir = "<<mahasiswa. } mahasiswa.cpp */ /* ---------------------------. cin>>mahasiswa.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1a /* ---------------------------.h> #include<conio. char nama[15].h> #include<iostream.nama.nim<<endl. dan Ani Oktarini 135 . getch( ).1. } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ).h> main( ) { struct { char nim[5].*/ #include<stdio. cout<<"masukan Nilai Akhir = ". cout<<"Nama = "<<mahasiswa. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 11. Adakah perbedaannya ? Frieyadie.nim. cout<<"\n\nData Yang di Inputkan adalah : \n\n".*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct1. cin>>mahasiswa. cout<<"NIM = "<<mahasiswa.

dan Ani Oktarini 136 . cout<<"NAMA: "<<mahasiswa.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1b /* ---------------------------. cout<<"masukan NAMA : ".cin>>mahasiswa. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. Pradita.nim. data mahasiswa.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct2. cout<<"NILAI AKHIR: "<<mahasiswa. cout<<"\n\n Data yang Anda Inputkan Adalah : "<<endl<<endl. cout<<"masukan NILAI AKHIR : ".*/ #include<conio.nama[15].nilai.nama. Ilamsyah. cout<<"masukan NIM : ". dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11.1b.h> #include<stdio.nim<<endl.nama<<endl.h> #include<iostream.cpp */ /* ---------------------------. clrscr( ).nilai<<endl. Hasil Contoh 1b Frieyadie.h> main( ) { struct data { char nim[10]. int nilai.cin>>mahasiswa. cout<<"NIM : "<<mahasiswa. }.cin>>mahasiswa.

i++) { cout<<"Data Ke . } mhs[5]. Ilamsyah. main( ) { int i. Berikut bentuk deklarasi array struktur: struct { elemen_struktur .nim. Berikut contoh sederhana yang anda dapat lihat pada contoh program berikut: Contoh-2 /* -----------------------------------------. for(i=0. i<2. cout<<endl. …………………. clrscr( ). i++) { cout<<"Data Ke .h> char ket(float n).h> #include<iostream.2.nim<<endl.nama. Suatu elemen-elemen dari suatu Struktur dapat dikirimkan ke dalam suatu function dengan cara yang sama seperti mengirimkan suatu variabel sederhana ke dalam suatu function. Structure dengan Array dan Function Penggunaan Array sering dikaitkan dengan Structure. cout<<"masukan NIM = ". k=1.Modul Algoritma Pemrograman I 11. cout<<"masukan Nilai Akhir = ". cin>>mhs[i]. } clrscr( ). Frieyadie. struct { char nim[5]. for(i=0. cout<<"masukan Nama = ". char nama[15]. cout<<"NIM = "<<mhs[i]. cin>>mhs[i].*/ /* Program Penggunaan structure pada function */ /* Nama File : struct4. } nama_tipe_struktur[jml_index]. Pradita. float nilai.*/ #include<stdio. dan Ani Oktarini 137 . j=1. . cin>>mhs[i].cpp */ /* -----------------------------------------. Sopiyan.h> #include<conio.nilai. i<2."<<j++<<endl. sehingga membentuk Array dari Structure."<<k++<<endl.

maka Nilai Hasil >= 70 • Jika Nilai Huruf = C. cout<<"Keterangan yang didapat = ". maka Nilai Hasil < 47 Frieyadie. UAS dan menampilkan nilai huruf yang akan didapat. maka Nilai Hasil >= 56 • Jika Nilai Huruf = D. } char ket(float n) { if(n > 65) return 'L'. maka Nilai Hasil >= 80 • Jika Nilai Huruf = B. Buatlah program untuk menghitung nilai Hasil dari nilai UTS. Buatlah sebuah function untuk menghitung nilai Hasil Nilai Hasil = (Nilai UAS * 40%) + (Nilai UTS * 60%) • Jika Nilai Huruf = A. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11. Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses.3.nilai)<<endl.nama<<endl. cout<<endl. Pradita. Latihan Kerjakan tugas-tugas dibawah ini sesuai dengan petunjuk dan ketentuan pengerjaan yang telah diberikan : 1. Ilamsyah. else return 'G'. } getch( ).nilai<<endl. Hasil Contoh 2 11. dan Ani Oktarini 138 . Sopiyan. maka Nilai Hasil >= 47 • Jika Nilai Huruf = E. } Output yang akan dihasilkan.2. cout<<"Nilai Akhir = "<<mhs[i].Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nama = "<<mhs[i]. cout<<ket(mhs[i].

Honor harian pegawai honorer sebesar Rp. maka kelebihan jam kerja dikalikan Rp. Buatlah sebuah function untuk menghitung honor lembur Ketentuan lembur dihitung dari kelebihan jam kerja pegawai tesebut. 5000 + Honor harian • Jika jumlah jam kerja hanya 8 jam tidak mendapat honor lembur. dan Ani Oktarini 139 . 15000 Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. Jam kerja normal pegawai sebanyak 8 jam • Jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam. hanya mendapat honor harian saja. Ilamsyah. Sopiyan. seperti dibawah ini: 2. Buatlah program untuk menghitung honor pegawai honorer dari suatu perusahaan dengan menghitung kelebihan jumlah jam kerja pegawai tersebut. Pradita. Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Tampilan akhir adalah sebuah tabel.

2. 12. Pradita. kelompok buku dan lain-lain. Class Calss merupakan gambaran atau abstraksi karakter dan sifat dari suatu objek. Pengertian OOP BORLAND C++ 12 Object Oriented Programming atau yang lebih dikenal dengan OOP adalah pemrograman yang menitikberatkan kepada objek-objek untuk menyelesaikan tugas atau proses dari program tersebut. Modular Objek yang sudah dibentuk dapat dikelompokkan kembali dengan objek-objek yang lain.Modul Algoritma Pemrograman I Class untuk Object Oriented Programming (OOP) 12. warna. digunakan dan lainlain. Ilamsyah. seperti kelompok alat tulis yang dapat dikelompokkan kembali dengan kelompok pensil. panjang dan lain-lain. Pensil juga memiliki methode (perilaku) seperti diruncingkan.1. Contoh pensil adalah suatu objek yang memiliki attribute (karakter) jenis. seperti sifat suatu benda maupun kegunaan dari benda tersebut. Methode Metoda merupakan tata cara objek tersebut diperlakukan. Mudah diperbaharui Frieyadie. Class juga dapat mendefinisikan ciri dan perilaku objek tersebut. 3.1. atau penggunaan atau manfaat dari objek tersebut. dan Ani Oktarini 140 . Keuntungan Penggunaan OOP Adapun keuntungan atau manfaat dari penggunaan OOP adalah: 1.1. Kemudian objek yang merespon hasil dari interaksi tersebut akan membentuk suatu tindakan atau aksi (methode). pesan atau pernyataan antar objek. memiliki sifat (karakteristik) tertentu sesuai dengan kondisi atau status dari penggunaannya. Natural OOP dapat melakukan pendekatan terhadap objek yang menggambarkan segala sesuatu yang nyata. Sopiyan. Sedangkan penitikberatkan ini dimaksudkan adanya interaksi pengiriman nilai. Object Object (objek) adalah suatu data atau entitas yang berwujud maupun tidak berwujud. Data atau entitas di dalam pemrograman dapat disebut dengan blok fungsi.

Contoh deklarasi : Nama class class motor { char merk [50]. motor sport. 4. warna catnya dan lain-lain. temboknya dan lian-lain. protype function. Nama Anggota Data Pendefinisian Objek Frieyadie. }. ciri maupun perilaku dapat didefinisikan kembali dengan objek yang lain. Ilamsyah. Pradita. method. public:c data element_class. Fungsi dan data menjadi satu kesatuan yang disebut obyek 2. int stok . }. jendelanya. Dapat didaur ulang Suatu objek yang telah didefinisikan baik jenis. dan Ani Oktarini 141 . Object Declaration. method. dapat didefinisikan kembali ciri-ciri tersebut dengan menyebutkan cirinya masingmasing seperti temboknya yang memiliki ciri jenisnya. ketebalannya. Misalkan objek rumah yang memiliki ciri umum ada pintunya. Cara pandang : program bukan urut-urutan instruksi tapi diselesaikan oleh obyek-obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan masalah Bentuk umum dari kelas: class class_ name { private: data element_class. atapnya.1.Modul Algoritma Pemrograman I Dikarenakan sifat jangkauan dari objek memiliki bagian private dan public. 12.2. Tata Cara Penggunaan Pemrograman Berbasis Obyek: 1. Obyek-obyek dalam OOP bersifat aktif 3. Sopiyan. maka jika bagian private ingin digunakan pada objek-objek lain dapat diperbaharui dengan menempatkan objek lain tersebut di bagian public. bentuk. float harga .

item-item di dalamnya bisa bersifat private atau public. getch( ). float nilai.nama<<endl <<" Nilai Akhir = "<<sekolah.nilai.nilai<<endl. clrscr( ). A. cout<<"\t Nilai Siswa"<<endl <<"\t ------------"<<endl<<endl <<" NIS = "<<sekolah. garis( ).cin>>sekolah. Contoh-1 //Penggunaan public pada class #include <iostream. }. Pradita.cout<<endl. cout<<" Input NIS = ". semua item di dalam kelas sudah private.h> garis( ) { cout<<"==============================\n".nis.Modul Algoritma Pemrograman I Pernyataan diatas digunakan untuk mendefinisikan variabel bernama sport.nama[20].cin>>sekolah. Secara default. garis( ).nama. cout<<"\t Program Nilai Siswa"<<endl <<"\t -------------------"<<endl. } class siswa { public : char nis[9]. garis( ). cout<<" Input Nama Siswa = ". main( ) { clrscr( ). Ilamsyah.cin>>sekolah. cout<<" Input Nilai Akhir = ". dan Ani Oktarini 142 . Jadi tanpa menuliskan kata kunci private.cout<<endl. siswa sekolah.nis<<endl <<" Nama Siswa = "<<sekolah. Pada C++ variabel seperti sport berkedudukan sebagai variabel kelas yang biasa disebut dengan objek. Pada sebuah kelas. Public pada kelas Public (public) menyatakan bahwa deklarasi variabel atau item-item yang ada di dalam kelas dapat diakses dari luar kelas.h> #include <conio. } Output yang dihasilkan dari program contoh-1 di atas adalah: Frieyadie. Sopiyan. semua item di dalam kelas bersifat private.

Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 12. getch( ).k. Contoh-2 //Penggunaan private pada class #include <conio. }.keluaran( ). Private pada Kelas Private digunakan pada kelas untuk memproteksi anggota-anggota tertentunya agar tidak dapat diakses dari luar kelas secara langsung.2 Hasil Contoh-1 (Layar Output) B.1 Hasil Contoh-1 (Layar Input) Gambar 12. s. tabung s.h> #define pi 3. Ilamsyah. Pradita. Sopiyan.14 class tabung { private : int j.h> #include <iostream.t. } Frieyadie. void keluaran( ). void main( ) { clrscr( ). public : tabung( ). dan Ani Oktarini 143 . float v.

Konstruktor ini digunakan untuk mengalokasikan ruang untuk suatu objek dan untuk memberikan nilai awal. public: int inta( ). } Output yang dihasilkan dari program contoh-2 di atas adalah: Gambar 12. Berikut contoh pendeklarasian suatu konstruktor di dalam sebuah kelas: class hitung { private: int a. Frieyadie.cin>>t. cout<<" Masukan Tinggi = ". int intb( ). } void tabung :: keluaran( ) { cout<<endl <<" Volume Tabung = "<<v<<endl <<" Keliling Tabung = "<<k<<endl. cout<<" Masukan Jari-jari = ". dan Ani Oktarini 144 . k=(2*(pi*2*j))+t. int b. Pradita. v=(pi*j*j)*t.3 Hasil Contoh-2 12. Sopiyan. Konstruktor Konstruktor (constructor) merupakan suatu fungsi dari anggota suatu kelas yang memiliki nama yang sama dengan nama kelas fungsi itu berada.Modul Algoritma Pemrograman I tabung :: tabung( ) { cout<<"\n Menghitung Tabung"<<endl <<" -----------------"<<endl<<endl.2.cin>>j. Ilamsyah.

. double nyata. Pradita. }.Modul Algoritma Pemrograman I hitung(int mudah). dan Ani Oktarini 145 . Contoh-3 //Konstruktor #include <conio.h> class bilangan { private : int bulat. //konstruktor void info( ).info( ). } void bilangan :: info( ) { cout<<"\n Jenis Bilangan: "<<endl <<" Bulat = "<<bulat<<endl <<" Nyata = "<<nyata<<endl. public : bilangan( ). } Frieyadie.info( ).h> #include <iostream. b.2. Sopiyan.. bulat = 5. bilangan b. a. getch( ). Ilamsyah. nyata = 3.6. "<<endl. } bilangan :: bilangan( ) { cout<<"\n Konstruktor dijalankan . bilangan a. //deklarasi constructor }. void main( ) { clrscr( ).

long hrg).30500000). Contoh-4 //Destruktor #include <conio. getch( ). dan Ani Oktarini 146 . matic. } Frieyadie. void main( ) { clrscr( ).keterangan( ). }.500. float cc.3.14500000).keterangan( ).4 Hasil Contoh-3 12. motor sport("Honda CBR". Destruktor Destruktor merupakan suatu fungsi anggota yang dijalankan secara otomatis manakala suatu objek akan terbebas dari memori karena lingkup keberadaannya telah menyelesaikan tugasnya. Destruktor harus mempunyai nama yang sama dengan kelas dan diawali karakter tilde(~) atau karakter tak terhingga. sport.//destruktor void keterangan( ). float cc_mesin.h> #include <iostream. Ilamsyah. long harga. public : motor(char *nama.h> #include <string.h> class motor { private : char *merk.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-3 di atas adalah: Gambar 12. Sopiyan. motor matic("Honda Vario".125. Destruktor digunakan secara khusus manakala suatu objek menggunakan memori dinamis selama keberadaannya dan kemudian melepaskan memori itu setelah tidak menggunakannya lagi. Pradita.//konstruktor ~motor().

Berikut ini contoh anggota dari suatu kelas yang berupa array. } motor :: ~motor( ) { delete [ ] merk. Array pada Kelas Anggota dari suatu kelas dapat pula berupa array. Pradita. dan Ani Oktarini 147 .nama).5 Hasil Contoh-4 12. Contoh-5 //Class dg Array & Fungsi #include <conio. harga=hrg.Modul Algoritma Pemrograman I motor :: motor(char *nama.//menghapus memori karakter pd merk } void motor :: keterangan( ) { cout<<"\n Informasi Motor:"<<endl <<" Merk = "<<merk<<endl <<" CC Mesin = "<<cc_mesin<<endl <<" Harga = "<<harga<<endl<<endl. cc_mesin=cc. long hrg) { merk = new char[25].//merubah data karakter menjadi string strcpy(merk. Ilamsyah.h> Frieyadie.h> #include <iostream. Sopiyan. } Output yang dihasilkan dari program contoh-4 di atas adalah: Gambar 12.4. float cc.

Sopiyan. double grand=0. for(x=0. int jam.wherey()).x<y.cin>>kary[x].wherey()). float lembur(int l). cout<<" Jumlah Jam :". NIK Nama Jumlah Upah Total\n" <<" Karyawan Jam Lembur Gaji\n" <<" -------------------------------------------------\n".x++) { cout<<endl<<" Data Ke-:"<<a++<<endl. double total. Frieyadie.b=1.jam).nm. cout<<" -------------------------------------------------\n" <<" No.cout<<kary[x].jam).".cout<<kary[x].cout<<"Karyawan Honorer\n". } clrscr( ).lembur(kary[x]. gotoxy(30.cin>>kary[x].nm.y.jam. gotoxy(7.wherey()).lembur(kary[x].x++) { gotoxy(3. kary[x].wherey()).total=(40*20000)+kary[x]. cout<<" NIK :". gotoxy(15.nik. gotoxy(44. }. main( ) { int x.jam. gotoxy(36. for(x=0. cout<<" Nama Karyawan :". gotoxy(14. dan Ani Oktarini 148 .wherey()).cin>>y.Modul Algoritma Pemrograman I class kerja { public : char nik[10].total.cout<<kary[x].cout<<grand<<endl. kerja kary[15].4).wherey()).cout<<kary[x].3). } cout<<" -------------------------------------------------\n".cout<<"Daftar Gaji Mingguan\n". Pradita.cout<<b++<<".nik. cout<<" Total Keseluruhan Karyawan :".nm[25]. Ilamsyah. cout<<endl<<"Jumlah Data :".a=1.total<<endl.wherey()). } float kerja::lembur(int l) { if (l>40) return(l-40)*30000.x<y. grand=grand+kary[x]. gotoxy(16.cin>>kary[x]. gotoxy(44.cout<<kary[x]. getch( ).

Sebagai Frieyadie.7 Hasil Contoh-5 (Layar Output) 12. haruslah memiliki karakteirstik. satu nama memiliki banayak sifat atau perilaku (Polymorphism).1.5. Pradita.6 Hasil Contoh-5 (Layar Input) Gambar 12. } Output yang dihasilkan dari program contoh-5 di atas adalah: Gambar 12. Berikut akan dijelaskan karakteristik OOP tersebut: 12. Inheritance Inheritance memungkinkan programmer untuk "menurunkan" sebuah class menjadi class lain yang lebih spesifik dan memiliki fungsi yang lebih komplit. Sopiyan. Karakterisitk OOP Di dalam penggunaan konsep pemrograman yang berbasis objek atau yang disebut Object Oriented Pemrograman (OOP). Adapun karakteristik tersebut adalah memiliki sifat turunan atau pewarisan (Inheritance). pembungkusan sifat dari objek yang berbeda (Encapsulation).5. Ilamsyah. Inheritance merepresentasikan hubungan "seperti" atau "sejenis" (a kind of). dan Ani Oktarini 149 .Modul Algoritma Pemrograman I else return 0.

namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. bila digabung menjadi mobil sport. Dengan inheritance. Private Penentu akses berbasis private menyebabkan anggota dari anggota public dari kelas utama akan menjadi anggota protect kelas turunan. yaitu dengan tanda titik dua (:) setelah nama kelas. class yang baru akan mewarisi semua attribute dan method dari class yang sudah ada. Di dalam C++ penentuan akses pada inheritance ada tiga macam. 3. 2. Bobotnya(5){} Frieyadie. Tanpa inheritance. anda dapat menandai bahwa suatu kelas berasal dari mana. Pradita. sebuah perahu motor adalah seperti perahu namun dengan kemampuan lebih. Class yang sudah ada disebut dengan base class atau super class atau parent class dan class yang baru disebut dengan derived class atau subclass.h> #include <conio. walalupun tidak semuanya akan dapat di akses oleh anggota fungsi dari kelas. Manakala suatu kelas menerima warisan. Sopiyan. yakni memiliki motor.h> enum KETURUNAN { PUMA. semua anggota data dan fungsi juga akan menerima warisan. Ilamsyah. MACAN }. Contoh lain adalah kendaraan jenis mobil (sebagai super class) dan memiliki tipe sport (sebagai subclass). Anggota private dari kelas utama selalu menjadi anggota private kelas utama. dan menyebabkan anggota dari kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. tipe asalnya bias berupa public atau yang lainnya dan dari kelas mana berasal. Protected Penentu akses berbasis protect menyebabkan anggota dari anggota protect dan public dari kelas utama akan menjadi anggota private dari kelas turunan. Ketika kita menurunkan sebuah class dari class yang lain. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. Pada waktu mendeklarasikan suatu kelas. yaitu : 1. dan Ani Oktarini 150 . Berikut penulisan sintaksisnya: Class kucing_besar : Public predator Contoh-6 //pengunaan inheritance #include <iostream. TUTUL. SINGA. Public Penentuan akses berbasis public menyebabkan anggota dari public dari sebuah kelas utama akan menjadi anggota public kelas turunan dan menyebabkan juga anggota protect kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan.Modul Algoritma Pemrograman I contoh. kita dapat men daur ulang program kita atau bahkan men daur ulang program orang lain agar sesuai dengan kebutuhan kita. class Predator { public: // constructors Predator( ):Usianya(10). kelas merupakan sebuah unit yang berdiri sendiri. atau child class. Inheritance akan membentuk suatu konsep dimana jika konsep yang diatas berubah maka perubahan akan juga berlaku pada yang ada dibawahnya. Inherate sangat mirip dengan hubungan orang tua dengan anak.

Sibelang. } void SetUmur (int Umur) { Usianya = Umur.Umurnya(). }. Ilamsyah. } Frieyadie. suara Predator!\n". cout<<" Tahun Usianya \n". Pradita.. class Kucing_besar : public Predator { public: //constructors Kucing_besar ( ) : Keturunannya (SINGA) {} ~Kucing_besar( ) {} //Accessors KETURUNAN DptKeturunan() const { return Keturunannya.Meraung( ).. } int Beratnya ( ) const { return Bobotnya.\n". int main( ) { Kucing_besar Sibelang.\n". } private: KETURUNAN Keturunannya. Sopiyan. }.Modul Algoritma Pemrograman I ~Predator( ) {} //accessors int Umurnya( ) const {return Usianya. Sibelang.Berburu( ).... } void Berburu( ) { cout<<" Berburu . int Bobotnya..} void Tidur( ) const {cout<< "ssshhh… Predator Tidur. ingin makan \n". } // method lainnya void Meraung( ) const { cout<< "Meraung . } //other methods void Melompat( ) { cout<<" Melompat .} protected: int Usianya. dan Ani Oktarini 151 . } void SetBerat(int Berat) { Bobotnya=Berat. getch( ). cout<<" Umur Raja Hutan adalah: "<<Sibelang. } void setKeturunan(KETURUNAN keturunan) { Keturunannya = keturunan.

Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-6 di atas adalah:

Gambar 12.7 Hasil Contoh-6

12.5.2. Polymorphism
Polymorphisms adalah kemampuan 2 buah object yang berbeda untuk merespon pesan permintaan yang sama dalam suatu cara yang unik. Contoh, saya melatih lumba-lumba saya dengan perintah untuk meloncat dan juga saya melatih burung untuk merespon perintah saya untuk berkicau. Saya lakukan latihan untuk merespon kepada mereka dengan perintah lisan. Melalui polymorphism saya tahu bahwa anjing dan burung akan merespon dengan gonggongan atau kicauan. Dengan cara dan kemampuan seperti ini, jenis akses tertentu dapat diterapakan dengan berbagai cara oleh objek-objek yang memiliki tipe yang berbeda atau memiliki banyak bentuk. Fungsi virtual merupakan dasar dari polymorphism yang berkerja hanya dengan pointer-pointer dan referensi dan hanya mendeklarasikan method sebagai virtual. Adapun aturan dari virtual function sebagai berikut: 1. Virtual function harus anggota class. 2. Anggota class bukan anggota yang bersifat statis. 3. Anggota class dapat diakses dengan pointer objek. 4. Virtual function tidak dapat memiliki virtual constructor, akan tetapi dapat berupa virtual destructor.

Contoh-7

//Penggunaan Polymorphism #include <iostream.h> #include <conio.h> class HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya hewan peliharaan"<<endl; } virtual void makan( )// anggota class { cout<<" Makan... dibutuhkan hewan peliharaan"<<endl; } };

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

152

Modul Algoritma Pemrograman I class Jinak : public HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucu dan Jinak"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Diberi makan agar jinak"<<endl; } }; class Kucing : public Jinak { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya kucing"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Makanan dibutuhkan Kucing"<<endl; } }; void main( ) { //definisi Objek Jinak dan Kucing puma Jinak jinak; Kucing puma; //definisi pointer ke objek HewanPeliharaan *hewan; hewan=&jinak; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); cout<<" -----------------------------"<<endl; hewan = &puma; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); getch(); } Output yang dihasilkan dari program contoh-7 di atas adalah:

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

153

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 12.8 Hasil Contoh-7

12.5.3. Encapsulation
Ciri penting lainnya dari OOP adalah encapsulation. Encapsulation adalah sebuah proses dimana tidak ada akses langsung ke data yang diberikan, bahkan hidden. Jika ingin mendapat data, maka harus berinteraksi dengan objek yang bertanggung jawab atas dara tersebut. Berikut cirri dari encapsulation: 1. Variabel dan method dalam suatu obyek dibungkus agar terlindungi 2. Untuk mengakses, variabel dan method yang sudah dibungkus tadi perlu interface 3. Setelah variabel dan method dibungkus, hak akses terhadapnya dapat ditentukan. 4. Konsep pembungkusan ini pada dasarnya merupakan perluasan dari tipe data struktur Dua hal dalam enkapsulasi : 1. Information hiding 2. Menyediakan perantara (method) untuk mengakses data Pada intinya, encapsulation adalah pemisahan antara bagian private dan public pada sebuah objek. Atau, dapat dipandang sebagai pemisahan antara interface (bagian private) dan implementation (bagian public). Objek-objek lain yang hendak berinteraksi dengan objek ini akan mengirimkan sebuah pesan (message) dan objek ini akan mengerjakan sesuatu dan mengirimkan pesan balik sebagai jawaban jika diperlukan. Keuntungan utama dari encapsulation tentu saja adalah penyembunyian implementasi (implementation hiding). Dengan implementation hiding, kita dapat memperbaiki bagaimana objek kita bekerja tanpa harus khawatir bagaimana menginformasikan perubahan tersebut ke objek-objek yang lain. Selama kita tidak merubah interface dari objek kita, objek-objek yang lain akan tetap dapat menggunkan objek kita.

Contoh-8

//penggunaan encapsulation #include <conio.h> #include <iostream.h> class satu_kandang { int kandang;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

154

cout<<" Nilai dari ayam2 adalah "<<ayam2. ayam3. int bebek.hasil()<<endl. bebek=20. cout<<" Nilai dari bebek adalah "<<bebek<<endl.9 Hasil Contoh-8 Frieyadie. ayam2.Modul Algoritma Pemrograman I public: void atur(int nilai). int hasil(void). ayam3. dan Ani Oktarini 155 .atur(5). }.hasil()<<endl. cout<<" Nilai dari ayam3 adalah "<<ayam3. } void main( ) { satu_kandang ayam1.atur(2). cout<<" Nilai dari ayam1 adalah "<<ayam1. getch( ). Ilamsyah. void satu_kandang :: atur(int nilai) { kandang = nilai.hasil()<<endl. } int satu_kandang :: hasil(void) { return kandang. ayam1.atur(7). ayam2. Sopiyan. Pradita. } Output yang dihasilkan dari program contoh-8 di atas adalah: Gambar 12.

:………………Jam …………. Total Honor Pegawai Sebesar …………. ========================================================== No. Frieyadie. …………. ………… ……………. … ………………. maka kelebihan jam dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp.. ---------------------------------------------------------------------------------------Data Ke-1 Nama Pegawai :………………….. ………… ……………. Pradita... Anda sebagai staff programmer harus membuatkan program tersebut. <terus mengulang sesuai jumlah pegawai yang diinputkan> Desain keluaran yang diingkinkan adalah sebagai berikut : PT. …………. Nama Honor Jumlah Honor Total Pegawai Jam Kerja Lembur Honor ========================================================== … ……………….. Ilamsyah. 1.... Petunjuk : Gunakan kelas pegawai.. …………. ………… ……………. Sopiyan.500. dan Ani Oktarini 156 . ………….6 Latihan Seorang manager ingin dibuatkan sebuah program perhitungan gaji pegawai staff honor sederhana... Desain masukan yang diinginkan adalah sebagai berikut PT. …………. Tanggal Input :………………. Meriang Gembira Jumlah :………………. Adapun ketentuan perhitungan gaji pegawai honorer adalah sebagai berikut : Honorer per hari yang diterima pegawai honorer sebesar Rp. Jumlah Jam Kerja :………………Jam Data Ke-2 Nama Pegawai Jumlah Jam Kerja :…………………. …………... 25..000 Jam kerja selama 8 Jam setiap harinya Jam bekerja lebih dari 8 jam. Meriang Gembira Tanggal : ………………... …………..Modul Algoritma Pemrograman I 12.. … ……………….

Lalu buatkan bentuk rancangannya seperti contoh berikut: Bentuk Menu Utama Bentuk Input Bentuk Output Frieyadie. Pradita. kondisi. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Studi Kasus Pra . looping. fungsi. Adapun isi program yang dibuat harus memuat materi UAS : Array. Ilamsyah. label. dan Ani Oktarini 157 . structure dan Class.UAS Buatlah sebuah program aplikasi bertemakan bisnis secara berkelompok.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful