Disusun Oleh : Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah dan Ani Oktarini

Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++

Pengenalan Bahasa C++
1.1. Sejarah Singkat
1.1.1. Sekilas Perkembangan Bahasa C

1

Bahasa C dikembangken di Bell lab pada tahun 1972 ditulis pertama kali oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie merupakan bahasa turunan atau pengembangan dari bahasa B yang ditulis oleh Ken Thompson pada tahun 1970 yang diturunkan oleh bahasa sebelumnya, yaitu BCL. Bahasa C, pada awalnya dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dioperasikan pada sistem operasi UNIX. Bahasa C merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah yaitu diantara bahasa tinggat rendah dan tingkat tinggi yang biasa disebut dengan Bahasa Tingkat Menengah. Bahasa C mempunyai banyak kemampuan yang sering digunakan diantaranya kemampuan untuk membuat perangkat lunak, misalnya dBASE, Word Star dan lain-lain.

1.1.2.

Sekilas Tentang C++

Pada tahun 1980 seorang ahli yang bernama Bjarne Stroustrup mengembangkan beberapa hal dari bahasa C yang dinamakan “C with Classes” yang pada mulanya disebut “a better C” dan berganti nama pada tahun 1983 menjadi C++ oleh Rick Mascitti, dibuat di Laboratorium Bell, AT&T. Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifatsifatnya yang disebut dengan Object Oriented Programming (OOP), yang mempunyai tujuan utamanya adalah membantu dan mengelola program yang besar dan kompleks.

1.1.3.

Perbedaan Antara Bahasa C Dengan C++

Bahasa C merupakan bahasa pemrograman prosedural, di mana penyelesaian atas suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut ke dalam sub-sub masalah yang lebih kecil. Sedangkan C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Object Oriented Programming (OOP). Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan mendefinisikan class-class yang merupakan a.-class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari objek-objek fisik. Class tersebut berisi keadaan objek, anggota-anggotanya, dan kemampuan dari objeknya. Setelah beberapa class dibuat, masalah dipecahkan menggunakan class.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

2

Modul Algoritma Pemrograman I

1.2. Pengenalan IDE Borland C++
IDE merupakan singkatan dari Integrated Development Environment, merupakan Lembar kerja terpadu untuk pengembangan program. IDE dari Borland C++, dapat digunakan untuk: 1. 2. 3. 4. 5. Menulis Naskah Program. Mengkompilasi Program ( Compile ) Melakukan Pengujian Program ( Debugging ) Mengaitkan Object dan Library ke Program ( Linking ) Menjalankan Program ( Running )

Untuk mengaktifkan aplikasi Borland C++, lakukanlah langkah-langkah berikut ini: Klik tombol Start pilih Program Borland C++ 5.02 klik Borland C++

Gambar 1.1. Menu Untuk Mengaktifkan Program Borland C++ Berikut lDE dari Borland C++, seperti gambar dibawah ini:

Gambar 1.2.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

3

b. Baris Peralatan (Tools Bar) Baris yang menampilkan shortcuts (icons) untuk mempermudah pengguna dalam pembuatan program-program C++.CPP d. Debug. run dan lainlain. Run. maka akan diberikan pesan kesalahannya yang kemudian dapat didouble klik pada pesan tersebut untuk mendapatkan petunjuk di baris yang mana terdapat kesalahannya. Compile. Sopiyan.3. waktu yang sedang berjalan). dan Ani Oktarini 4 . terbagi menjadi 4 (empat) bagian. Ilamsyah. compiler. c.02 IDE pada Borland C++. nama file jendela editor adalah NONAME00. Window dan Help. Baris Status (Status Bar) Baris yang akan menampilkan keterangan-keterangan pada saat mengaktifkan menu bar dan sub menu serta keterangan-keterangan lain (seperti petunjuk baris dan kolom. Jendela Message Tempat untuk menampilkan pesan-pesan pada proses kompilasi dan link program. Jika pertama kali anda membuat program. save. Jika ada kesalahan sintax program maupun varibel dan objek. seperti icon open. Pradita. Project. Edit.Modul Algoritma Pemrograman I Layar Pembuka Borland C++ Menu Bar Tools Bar Jendela Editor Jendela Message Status Bar Gambar 1. Search. Frieyadie. e. IDE Borland C++ 5. Baris Menu ( Menu Bar ) Menu utama terdiri dari. Options. File. Jendela Editor Tempat untuk pengetikan program dan membuat program. yaitu: a.

tanda { dan } sebagai punctuator yang awal blok program hingga akhir blok program 4.3. sama seperti struktur program C yang terdahulu. Model Tiny Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data tidak lebih dari 64 Kb. #include <file-header> merupakan preprocessor pada C++ untuk pemanggilan file header yang memuat beberapa perintah-perintah dari C++ (contoh. Model-model memori tersebut adalah: a. Sopiyan. Frieyadie. apabila ingin menggunakan perintah cout maka harus menggunakan file header iostream. dan Ani Oktarini 5 .h) 2. Pradita. mempunyai enam model memori untuk program dan data. main() merupakan awal mula dari blok program utama 3. Struktur Program C++ Struktur program C++.4. maka berfungsi sebagai penahan dari tampilan hasil 1. Model Memori Borland C++. apabila ditempatkan sebelum funtuator }. Struktur program C++ terdiri sejumlah blok fungsi. getch(). Ilamsyah. cout merupakan perintah keluaran pada C++ 5. } Contoh-1 1.Modul Algoritma Pemrograman I 1. setiap fungsi terdiri dari satu atau beberapa pernyataan yang melaksanakan tugas tertentu. Bentuk Umum: #include <file-header> main() { pernyataan.

Model Large Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data lebih dari 64 K. c. Membuat File Editor File Editor merupakan file kode program yang dapat dikompilasi. e.CPP.5. Model Small Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk masing-masing program dan data tidak lebih dari 64 Kb. Ilamsyah. d.5 Cara Menampilkan Text Edit Frieyadie. Model Huge Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk menyimpan satu jenis data. Model Compact Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K. 1. Cara mengaktifkannya : Klik Menu File Klik New Text Edit Gambar 1. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I b. kemudian dijalankan untuk menampilkan hasilnya yang mempunyai ekstensi file . dan Ani Oktarini 6 . Sopiyan. d. Model Medium Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program tidak lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K.

maka selanjutnya disimpan dengan cara : a. dan Ani Oktarini 7 . Pradita. Menyimpan File Editor Setelah selesai mengetikan naskah program yang baru pada jendela Text Edit. Hotkey yang ada bisa gunakan untuk menyimpan dengan menekan tombol Ctrl + KS. seperti dibawah ini : Gambar 1. Ilamsyah.7.02 terdapat tiga cara menyimpan file editor. Kik Menu File  Save b. Save All Digunakan untuk menyimpan semua File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk. Save As Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk dengan nama file yang berbeda. Menekan HotKey Ctrl + KS. Frieyadie. Jendela Save File As Pada Borland C++ 5.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Sopiyan. Selanjutnya tampil jendela Save File As. diantaranya yaitu : Save Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk.6 Jendela Text Edit 1.6.

8 Kotak Dialog Compile 1. proses linking. yaitu dengan cara : a. membuat file eksekusi ( . Menekan HotKey Ctrl + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Run. Kik Menu Debug Run b. Menjalankan Program Proses Run merupakan suatu proses menterjemahkan program. yaitu dengan cara: a.7.8. Pradita. Menterjemahkan Program Proses Compile merupakan suatu proses menterjemahkan program dari bahasa manusia kedalam bahasa yang dimengerti oleh komputer yaitu bahasa mesin. seperti dibawah ini : Gambar 1. Kik Menu Debug Compile b. dan Ani Oktarini 8 . Menekan HotKey Alt + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Compile.10 dibawah ini : Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I 1. selanjutnya tampil hasil seperti gambar 1. Sopiyan.exe ) dan sekaligus menjalankan program.9 Kotak Dialog Run Setelah proses menterjemahkan program.melakukan proses linking. Ilamsyah. seperti dibawah ini : Gambar 1.

Mencetak File Editor Penjelasan Mencetak file program pada jendela yang sedang aktif dengan cara Klik File Print Selanjutnya tampil Jendela Print Option. seperti dibawah ini : Gambar 1. dan Ani Oktarini 9 . Pradita.10 Contoh Hasil Keluaran Program 1. seperti dibawah ini : Frieyadie. Membuka File Editor Penjelasan Membuka atau memanggil file editor yang sudah pernah dibuat.10. Ilamsyah.9.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1.11 Jendela Open File pada C++ 1. dengan cara : Klik Menu File Open Selanjutnya tampil Jendela Open. Sopiyan.

dan Ani Oktarini 10 .02. Pradita.11. Keluar dari Borland C++ 5.12 Jendela Print Option 1. dengan cara File Exit Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Sopiyan.02 Keluar dari Aplikasi Borland C++ 5. Ilamsyah.

294.d 32767 -32768 s.967. dan Ani Oktarini 11 . yang dimiliki oleh Borland C++.2.4 x 10+38 1. Tabel 2.435. Ilamsyah. yaitu: • Konstanta Bilangan • Konstanta Teks A.147.1. Konstanta Bilangan Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok.d 3.647 3.4 x 10-38 s.d 127 -32768 s.295 2.2. Tipe Data Tambahan Tambahan Tipe Data Jumlah Memori Jangkauan Nilai Unsigned Integer Unsigned Character Unsigned Long Integer 2 Byte 1 Byte 4 Byte 0 – 65535 0 – 255 0 – 4.d 2. Konstanta Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap. Pradita.147. Tipe Data Tipe Data Char Int Short Long Float Double Long Double Ukuran Memori 1 Byte 2 Byte 2 Byte 4 Byte 4 Byte 8 Byte 10 Byte Jangkauan Nilai -128 s.7 x 10+308 3.d 32767 -2. antara lain: Frieyadie.1. Sopiyan.d 1.7 x 10-308 s. Perintah Masukan dan Keluaran BORLAND C++ 2 2. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian.435. diantaranya: Tabel 2.4 x 10-4932 s. adalah : Unsigned digunakan bila data yang digunakan hanya data yang positif saja.1 x 10+4932 5–7 15 – 16 19 Jumlah Digit Tipe Data Tambahan. Pengenalan Tipe Data Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar dan 3 tipe tambahan.d 1.648 s.Modul Algoritma Pemrograman I Pengenalan Model Data.

“AMIK BSI”. 2. 1. Pada deklarasi konstanta bilangan desimal (floating point) harus diikutsertakan model dari tipe datanya.57 ) • Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat ( contoh : 4.14. B. Data karakter hanya terdiri dari sebuah karakter saja yang diapit oleh tanda kutip tunggal ( ‘ ). pada prinsipnya sama seperti Konstanta Floating Point. C.22e3 4. Sopiyan. Bentuk penulisannya : const nama_konstanta = nilai konstanta. Ilamsyah. angka. Data karakter dapat berbentuk abjad ( huruf besar atau kecil ). Konstanta Bilangan Bulat (Integer). 3. “Jakarta”. 100 2. “Y” dan lain-lain.Modul Algoritma Pemrograman I 1. 2. Contoh : “Virusland”. dan Ani Oktarini 12 .22 x 103 )s 3. notasi atau simbol. Data String merupakan rangkaian dari beberapa karakter yang diapit oleh tanda kutip ganda ( “ ). Ini merupakan nilai default pada konstanta bilangan. Contoh: const x = 89. Frieyadie. Contoh : 1. atau const tipe_data nama_konstanta = nilai konstanta. tetapi Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar. Data Teks (String). Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision ) Konstanta Double Precision. antara lain. const float phi = 3. Adalah bilangan yang tidak mengandung nilai desimal. Konstanta Teks Dalam hal ini konstanta teks dibagi menjadi dua kelompok. Pradita. Data Karakter (Character). yaitu : • Bentuk Desimal ( contoh : 5. Contoh : ‘Y’ ‘y’ ‘9’ ‘&’ dan lain-lain. Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point ) Konstanta Floating Point. mempunyai bentuk penulisan. Deklarasi Konstanta Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved word const.

Modul Algoritma Pemrograman I 2. Variabel Adalah suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang mempunyai nilai atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program. yaitu : • Variabel Numerik • Variabel Teks A. 2. Tidak boleh ada spasi ( contoh : gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ ) sebagai penghubung (contoh : gaji_bersih). Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel. mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain : 1. Sopiyan. dan Ani Oktarini 13 . Character ( Karakter Tunggal ) 2. Pradita. Deklarasi Variabel TIPE VARIABEL Integer Floating Point Double Precision Karakter Unsigned Integer Unsigned Character Long Integer Unsigned Long Integer Bentuk penulisannya : Tipe data nama variabel. Deklarasi Variabel Adalah proses memperkenalkan variabel kepada Borland C++ dan pendeklarasian tersebut bersifat mutlak karena jika tidak diperkenalkan terlebih dahulu maka Borland C++ tidak menerima variabel tersebut. dibagi menjadi dua jenis kelompok. Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika. String ( Untuk Rangkaian Karakter ) C. ). Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau Floating Point. Variabel. Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau Double Precision. B. Setiap kali pendeklarasian variabel harus diakhiri oleh tanda titik koma ( . Tabel 2.3. SIMBOL DEKLARASI Int Float Double Char unsigned int unsigned char long int unsigned long int Frieyadie. seperti integer atau character dan nama variabel itu sendiri. Ilamsyah. 3. Variabel Text 1. Bilangan Bulat atau Integer 2.3. Variabel Numerik Variabel numerik ini dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) macam : 1. Dalam pemberian nama variabel.

Ilamsyah.4.4.%d”. printf("string-kontrol". String-Kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu format. diantaranya adalah : printf( ) puts( ) putchar( ) cout( ) 2. Sopiyan. Tabel 2. Pradita. konstanta dan ungkapan. char grade. dan Ani Oktarini 14 . Argumen ini dapat berupa variabel. int nilai.4. 2. Perintah Keluaran Perintah standar output yang disediakan oleh Borland C++. argumen-1.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh Deklarasi char nama_mahasiswa[20].’b’.1 printf( ) Fungsi printf( ) merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar. …). Frieyadie. argumen-2.2). float rata_rata . Penentu Format Printf( ) TIPE DATA Penentu Format Untuk printf( ) Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Bentuk Desimal dan Pangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer %d %f %e %g %lf %c %s %u %ld %lu %x %o printf(“%c merupakan abjad yang ke . Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler mengenai jenis data yang dipakai dan akan ditampilkan.

Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1 #include <stdio. printf("Nilai Tugas 1: %2f \n". } Output yang akan dihasilkan. } Gambar 2. Hal tersebut dapat diatur lebar field-nya dan jumlah desimal yang ingin dicetak. Kamu mendapatkan Nilai %i” . nilai).a2). tampilan yang tampak biasanya kurang bagus. Sopiyan. Ilamsyah. Berikut bentuk penulisannya: Contoh-2 #include<stdio.h> #include<iostream. 1 Hasil Contoh 1 a. Pradita. a2=77. clrscr( ).h> #include<iostream.50. nama. getch( ).h> main( ) { char nama =”dita”.h> #include <conio. printf("Nilai Tugas 2: %2f ". clrscr( ). Penggunaan Penentu Lebar Field Bila ingin mencetak atau menampilkan data yang bertipe data FLOAT atau pecahan. jika tidak menggunakan penentu lebar field adalah: Frieyadie.h> main( ) { float a1=87. printf(“hai %s.a1).h> #include<conio. dan Ani Oktarini 15 . int nilai = 100.5.

2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 #include<stdio. 3 Hasil Contoh 3 b. printf("Nilai Tugas 1: %2.5. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2.h> #include<conio. printf("Nilai Tugas 2: %2. jika menggunakan penentu lebar field adalah Gambar 2. Ilamsyah. Beberapa Escape Sequences lainnya antara lain : Tabel 2.h> #include<iostream. clrscr(). Escape Sequences ESCAPE SEQUENCES PENGERTIAN \b \f \n \r \t \' Backspace Formfeed Baris Baru Carriage Return Tab ( default = 8 karakter ) Tanda kutip tunggal ( ' ) Frieyadie.2f". Escape Sequences menggunakan notasi “ \ ” ( back slash ) jika karakter terdapat notasi “\” ini sebagai karakter “escape” ( menghindar).50.a2). } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 16 . Pradita. Penggunaan Escape Sequences.5.2f \n".h> main( ) { float a1=87. getch( ).a1). a2=77.

2f \t %8. } Gambar 2. clrscr( ). puts( ) Perintah puts( ) sebenarnya sama dengan printf(). yaitu %s puts( ) data Tidak Perlu penentu tipe data string. (aaa menunjukkan angka ASCII ybs ) Contoh-4 #include<stdio.nama3[10]="Fitri". b = 90. Perbedaan antara printf( ) dengan puts( ) adalah : Tabel 2. c = 98. puts( ) berasal dari kata PUT STRING.2f \t %8.b.2f ".nama2[10]="Ani".h> main( ) { char nama1[10]="Dita".nama3).nama2. Untuk mencetak pindah baris memerlukan notasi ‘ \n ‘ tidak perlu notasi ‘ \n ‘ .4.c). karena sudah dibeikan secara otomatis. printf("%8s\t %7s\t %8s ".h> #include<conio. ( aa menunjukkan angka ASCII ybs ) Kode ASCII dalam octal. printf("\n%8. yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar. float a = 88.2. nama1. Pradita. Perbedaan fungsi puts( ) dengan printf( ) untuk tipe data string printf( ) Harus menentukan tipe untuk data string.5.6.8. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I \" \\ \xaa \aaa Tanda Kutip Ganda ( " ) Backslash Kode ASCII dalam hexadecimal. 4 Hasil Contoh 4 2. Sopiyan. Frieyadie. karena fungsi ini khusus untuk tipe data string. dan Ani Oktarini 17 . Untuk mencetak pindah baris. a.2. Ilamsyah.

Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-5 #include <stdio. dan Ani Oktarini 18 . puts("Anda Kuliah di "). Pradita. Ilamsyah.h> #include <conio. 5 Hasil Contoh 5 2.h> #include <conio. putchar('0'). dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. putchar('I'). Contoh-5 #include <stdio. getch( ). Sopiyan.4.h> main( ) { clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. puts(a). putchar('0'). putchar('B'). clrscr(). putchar( ) Perintah putchar( ) digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar. putchar('9'). } Output yang akan dihasilkan. putchar('2').h> main() { char nama[5] = "BSI". putchar('-').3. putchar('S'). dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 2.

4. cout<<" Jumlah Barang 2: "<<jumbar2. untuk mengguakan manipulator ini file header yang harus disertakan file header iomanip. harus menyertakan file header iostream. Untuk menggunakan fungsi cout ini. Fungsi Manipulator Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layar. cout<<"Jumlah Barang 1: "<<jumbar1. } Output yang akan dihasilkan. Ada beberapa fungsi manipulator yang disediakan oleh Borland C++.h> #include <conio. cout Fungsi cout merupakan sebuah objeck didalam Borland C++ digunakan untuk menampilkan suatu data kelayar.h> #include <iostream.h> main( ) { int jumbar1=150. Sopiyan. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 2. Ilamsyah. getch( ). Contoh-7 #include <stdio.4. clrscr( ).4. jumbar2=23. Pradita. antara lain.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. dan Ani Oktarini 19 . 6 Hasil Contoh 6 2.h .5.h . endl end flush() dec() hex() oct() setbase() setw() setfill() setprecision() setosflags() Frieyadie. 7 Hasil Contoh 7 2.

endl endl merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyisipkan karakter NewLine atau mengatur pindah baris.Modul Algoritma Pemrograman I Berikut akan dibahas beberapa fungsi manipulator. b. dan Ani Oktarini . cout<<"Nim :"<<nim<<endl. Sopiyan. Contoh-9 # include <stdio. 20 Frieyadie.h> # include <iostream. 8 Hasil Contoh 8 b. Fungsi ini sangat berguna untuk piranti keluaran berupa file di disk.h> # include <conio. Contoh-8 # include<stdio. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 2.h> # include<iostream.h .h> main( ) { int a. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah.nama[15]="Andi"..h> # include<conio.h . getch( ). File header yang harus disertakan adalah file header iostream. diantaranya: a.h> main( ) { char nim[9]="12098890". d. ends ends merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menambah karakter null ( nilai ASCII NOL ) kederetan suatu karakter. c. cout<<"Alamat :"<<alamat<<endl. Pradita. clrscr( ). char alamat[20]="Jakarta Selatan". Fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter kefile didisk atau modem dan mangakhirinya dengan karakter NULL. File header yang harus disertakan adalah file header iostream. cout<<"Nama :"<<nama<<endl.

h> # include <iostream. Contoh-10 # include <stdio. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-10 diatas adalah: Frieyadie. cout<<"Nilai Awal= "<<nilai<<endl. getch( ). dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 2.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ). cout<<"Nilai ke Octal = "<<oct<<nilai<<endl. clrscr( ). File header yang harus disertakan adalah file header iomanip.h> # include <iomanip. cout<<"Hasil dari C = A % B adalah "<<c<<ends. oct dan hex dec. Ilamsyah. Pradita. oct dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk desimal(bilangan berbasis 10). dan Ani Oktarini 21 . cin>>a. cout<<"Masukan Nilai B : ". Sopiyan. cout<<"Nilai ke Desimal = "<<dec<<nilai<<endl. cout<<"Masukan Nilai A : ". cout<<"Nilai ke Hexadesimal = "<<hex<<nilai<<endl. } Output yang akan dihasilkan.h> # include <conio. getch( ). cout<<"Hasil dari D = A * B adalah "<<d<<ends. 9 Hasil Contoh 9 c.h> main( ) { int nilai = 320. oktal(bilangan berbasis 8) dan hexadesimal(bilangan berbasis 16). cin>>b. dec. c = a % b.h . d = a * b.

clrscr( ). b = 12. setprecision( ) Fungsi setprecision( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan. cout<<setprecision(4)<<c<<endl. cout<<setprecision(5)<<c<<endl.h> # include <iostream. Sopiyan. file header yang harus disertakan adalah file header iomanip. 10 Hasil Contoh 10 d. a = 25.c.b. dari program contoh-11 diatas adalah: Gambar 2.h> # include <iomanip. cout<<setprecision(1)<<c<<endl. cout<<setprecision(2)<<c<<endl. Ilamsyah.54. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). getch( ). dan Ani Oktarini 22 . cout<<setprecision(3)<<c<<endl. } Output yang akan dihasilkan. Pradita.h . cout<<setiosflags(ios::fixed). 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie. Contoh-11 # include <conio.h> main( ) { float a.23.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. c = a * b.

Ilamsyah. dari program contoh-12 diatas adalah: Gambar 2. yaitu : • Octal = basis 8 • Decimal = basis 10 • Hexadecimal = basis 16 Contoh-12 //Penggunaan Manipulator setbase() # include <stdio. Bentuk penulisannya : setbase(base bilangan).Modul Algoritma Pemrograman I e. cout<<"Decimal Octal Hexadecimal"<<endl.12. Sopiyan.h> # include <iomanip. Decimal dan Hexadecimal. setbase( ) setbase( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi bilangan Octal.a++) { cout<<setbase(10)<<a<<" ". for(a=250. cout<<"Penggunan Manipulator setbase()"<<"\n\n".h> # include <iostream.a<=260. Pradita. dan Ani Oktarini 23 . cout<<"----------------------------"<<"\n". cout<<setbase(16)<<a<<endl. clrscr( ). Base bilangan merupakan base dari masing-masing bilangan. File header yang harus disertakan file header iomanip.h> # include <conio. } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { int a = 250.h . cout<<setbase(8)<<a<<" ". } getche( ). Hasil Contoh-12 Frieyadie.

cout<<"Penggunan Manipulator setw()"<<"\n\n".13. dan Ani Oktarini 24 . Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. Bentuk penulisannya : setw(int n).a++) { cout<<setw(a)<<a<<endl. n = merupakan nilai lebar tampilan data. Pradita. Ilamsyah. Contoh-13 // Penggunaan Manipulator setw() # include <stdio. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I f. dari program contoh-13 diatas adalah: Gambar 2. for(a=1.h> # include <iostream. Hasil Contoh-13 Frieyadie.h .h> main( ) { int a.h> # include <conio. cout<<"-------------------------------"<<"\n".h> # include <iomanip. integer. setw() setw() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar tampilan dilayar dari suatu nilai variabel.a<=15. } cout<<"-------------------------------"<<"\n". File header yang harus disertakan file header iomanip. getche( ).

for(a=1. dari program contoh-14 diatas adalah: Gambar 2. setfill() setfill() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk manampilkan suatu karakter yang ditelakan didepan nilai yang diatur oleh fungsi setw().h> # include <iostream.h> # include <conio. Sopiyan. cout<<"-------------------------------"<<"\n". Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I g.h . Bentuk penulisannya : setfill(charakter). } getche( ). dan Ani Oktarini 25 . cout<<"Penggunan Manipulator setfill()"<<"\n\n". Contoh-14 // penggunaan setfill dan setw( ) # include <stdio. } Output yang akan dihasilkan. File header yang harus disertakan file header iomanip.a++) { cout<<setfill('-'). clrscr( ). cout<<setw(a)<<a<<endl.14. Hasil Contoh-14 Frieyadie. Pradita.h> main( ) { int a.h> # include <iomanip.a<=15.

Hasil Contoh-15 2.h> # include <iomanip.Modul Algoritma Pemrograman I h. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<a. Tanda Format Keluaran Notasi Konversi Tanda format yang digunakan untuk keluaran Notasi. Pradita. } Output yang akan dihasilkan.15. Ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags( ).h> main( ) { int a = 75. cout<<"Rata Sebelah Kanan = ". cout<<endl. ios::fixed digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi desimal. dari program contoh-15 diatas adalah: Gambar 2. b = 56. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<b.h> # include <conio. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). Ilamsyah. clrscr( ). Sopiyan. cout<<"Penggunaan ios::left dan ios::right\n\n". cout<<"Rata Sebelah Kiri = ". antara lain.. setiosflags( ) Fungsi setiosflags( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur sejumlah format keluaran data. 1. yaitu: ios::scientific digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi eksponensial. Frieyadie. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<a.h . cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<b. getche( ).h> # include <iostream. file header yang harus disertakan file header iomanip. dan Ani Oktarini 26 . Tanda Format Perataan Kiri dan Kanan Tedapat dua buah tanda format yang digunakan untuk perataan kiri dan kanan. pengaturan terhadap lebar variabel untuk perataan kiri dan kanan ini melalui fungsi setw( ). ios::left digunakan untuk mengatur perataan sebelah kiri ios::right digunakan untuk mengatur perataan sebelah kanan Contoh-15 //tanda format ios::left dan ios::right # include <stdio.

cout<<"Bilangan Hexadecimal dari 15 = " cout<<setiosflags(ios::hex)<<15. dan Ani Oktarini 27 .h> # include <conio. ios::hex digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis heksadesimal.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-16 //tanda format ios::scientific dan ios::fixed # include <stdio.h> # include <iomanip. yaitu: ios::dec digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis desimal. getche( ). Oct dan Hex Terdapat tiga macam tanda format yang digunakan untuk konversi keluaran dalam basis Decimal. ios::hex # include <stdio. Frieyadie. dari program contoh-16 diatas adalah: Gambar 2. ios::oct.45 adalah ".h> # include <conio. cout<<"\n\n". Contoh-17 //tanda format ios::dec.h> main( ) { clrscr( ).65.45<<endl.h> # include <iomanip. cout<<"Penggunaan ios::scientific dan ios::fixed\n". ios::oct digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis oktal. cout<<"Hasil ios::fixed dari 56. Ilamsyah. cout<<setiosflags(ios::fixed)<<56. Sopiyan. Tanda Format Konversi Dec.16. cout<<"\nHasil ios::scientific dari 75. cout<<"Bilangan Octal dari 10 = ".h> # include <iostream. getche( ). Hasil Contoh-16 3. cout<<"Bilangan Decimal dar 75 = ". cout<<setiosflags(ios::oct)<<10<<endl.65 adalah ".h> # include <iostream.h> main( ) { clrscr( ). cout<<setiosflags(ios::dec)<<75<<endl. Pradita. } Output yang akan dihasilkan. cout<<setiosflags(ios::scientific)<<75. Octal dan Hexadecimal.

cout<<"Penggunaan ios::uppercase\n". } getche( ). Hasil Contoh-17 4.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan. a++) cout<<hex<<a<<endl. cout<<"Konversi Konversi \n". dan Ani Oktarini 28 .h> # include <iostream. a<=15.h> main( ) { int a. dari program contoh-18 diatas adalah: Frieyadie. a++) { gotoxy(15.17. a<=15. cout<<setiosflags(ios::uppercase)<<hex<<a<<endl. dari program contoh-17 diatas adalah: Gambar 2. cout<<"-------------------------\n". clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. Tanda Format Manipulasi Huruf Hexadecimal Untuk keperluan memanipulasi atau mengubah huruf pada notasi hexadecimal dengan menggunakan tanda format: ios::uppercase digunakan untuk mengubah huruf pada notasi huruf hexadecimal. for (a=1. Ilamsyah.h> # include <iomanip. for (a=1. Contoh-18 //tanda format ios::uppercase # include <stdio. Pradita. Sopiyan. cout<<"Tanpa Dengan \n".h> # include <conio. cout<<"-------------------------\n".a+5).

} for (a=1.h> # include <conio. a<=15. Sopiyan. a++) { gotoxy(15.h> # include <iomanip. cout<<"----------------------------\n". Contoh-19 //tanda format ios::showbase # include <stdio. for (a=1. a++) { gotoxy(4. Ilamsyah. cout<<dec<<a<<endl. clrscr( ).18 Hasil Contoh-18 5. Pradita. a<=15. cout<<"Penggunaan ios::showbase\n". cout<<"Decimal Hexadecimal Oktal \n". Tanda Format Keluaran Dasar Bilangan Hexadecimal dan Octal Untuk keperluan menampilkan dasar bilangan Hexadecimal dan Oktal dengan menggunakan tanda format: • ios::showbase digunakan untuk menampilkan tanda 0x (nol-x) diawal pada tampilan bilangan hexadecimal dan 0 (nol) diawal pada tampilan bilangan decimal. dan Ani Oktarini 29 .a+5). cout<<"----------------------------\n". Frieyadie.h> main( ) { int a.a+5).h> # include <iostream.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. cout<<setiosflags(ios::showbase).

h> # include <iostream.19. clrscr( ). Contoh-20 //tanda format ios::showpoint # include <stdio. Sopiyan. Ilamsyah. dari program contoh-19 diatas adalah: Gambar 2.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<hex<<a<<endl.a+5).h> # include <iomanip.h> # include <conio. Pradita. } Output yang akan dihasilkan. Frieyadie. } for (a=1. getche( ). Hasil Contoh-19 6. a<=15. cout<<oct<<a<<endl. } cout<<"----------------------------\n". //-> tanpa tanda format ios::showpoint cout<<"Tanpa tanda format ios::showpoint"<<endl. Tanda Format Menampilkan Titik Desimal Untuk keperluan menampilkan titik desimal dengan menggunakan tanda format: • ios::showpoint digunakan untuk menampilkan titik desimal pada bilangan yang tidak mempunyai titik desimal pada tipe data float atau double.h> main() { double a = 78. dan Ani Oktarini 30 . a++) { gotoxy(25.

cout<<"Tanpa Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". dari program contoh-21 diatas adalah: Frieyadie. cout<<setiosflags(ios::showpoint). Pradita. Ilamsyah. Sopiyan. getche(). } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Variabel a = "<<a<<"\n\n". cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl.h> # include <conio. cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Variabel a = "<<a<<endl. Hasil Contoh-20 7. dari program contoh-20 diatas adalah: Gambar 2. getche( ).h> # include <iostream. cout<<setiosflags(ios::showpos).h> main( ) { int a = 8. cout<<"Dengan Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n".h> # include <iomanip. clrscr( ). cout<<"\n\n". Tanda Format Menampilkan Simbol Plus ( + ) Untuk keperluan menampilkan simbol Plus ( + ) pada bilangan genap dengan menggunakan tanda format: • ios::showpos digunakan untuk menampilkan simbol plus (+) pada variabel yang memiliki nilai bilangan positif. dan Ani Oktarini 31 . b = -9. //-> dengan tanda format ios::showpoint cout<<"Dengan tanda format ios::showpoint"<<endl.20. Contoh-21 //tanda format ios::showpos # include <stdio.

dan Ani Oktarini 32 . Tabel 2. &nama-variabel).h> #include<conio.5.7.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: scanf("penentu format". Sopiyan. Penentu Format scanf( ) TIPE DATA Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer Contoh-22 #include<stdio. simbol & merupakan pointer yang digunakan untuk menunjuk kealamat variabel memori yang dituju.h> Penentu Format Untuk scanf( ) %d %e atau %f %e atau %f %lf %c %s %u %ld %lu %x %o Frieyadie.h> #include<iostream. Pradita. scanf( ) Fungsi scanf( ) digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data.1.21. Ilamsyah.5. diantaranya adalah: scanf( ) gets( ) cout( ) getch( ) getche( ) 2. Hasil Contoh-21 2. Perintah Masukan Perintah standar input yang disediakan oleh Borland C++.

printf("\tBIODATA SAYA\n").8. 22 Hasil Contoh 22 2.hobby[15]. dari program contoh-22 diatas adalah: Gambar 2.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { char nama[15]. Contoh-23 # include <stdio. Perbedaan antara scanf( ) dengan gets( ) adalah: Tabel 2. Pradita. clrscr( ). char nm2[20]. printf("Kelas: ").&kelas).5. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: gets(nama-variabel-array).h> main( ) { char nm1[20].scanf("%s". getch( ).h> # include <conio. gets( ) Fungsi gets( ) digunakan untuk memasukkan data string.&hobby). clrscr( ). Ilamsyah. Perbedaan scanf( ) dengan gets( ) scanf( ) gets( ) Tidak dapat menerima string yang Dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan mengandung spasi atau tab dianggap sebagai data terpisah dan masing dianggap sebagai satu kesatuan data.2. printf("Nama : "). Sopiyan.scanf("%s".scanf("%s". } Output yang akan dihasilkan.&nama). Frieyadie. printf("Hobby: "). dan Ani Oktarini 33 .kelas[20].

Untuk menggunakan fungsi cin ini.. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Masukan Nilai 2 : ".nilai2.. puts("Senang Berkenalan Dengan Anda . printf("Senang Berkenalan Dengan Anda .. puts(nm2). cin>>nilai1. puts(nm1). printf("Masukan nama ke . printf("\n\n"). getch( ).%s". Contoh-24 # include <stdio.").h . Sopiyan.2 = "). 12 Hasil Contoh 23 2. scanf("%s"."). Frieyadie. total.Modul Algoritma Pemrograman I puts("Masukan nama ke . dan Ani Oktarini 34 .h> # include <conio. clrscr( ). cout<<"Masukan Nilai 1 : ". harus menyertakan file header iostream. gets(nm1).5. Pradita. dari program contoh-23 diatas adalah: Gambar 2. Ilamsyah. nm2).h> main( ) { int nilai1. printf("Senang Berkenalan Dengan Anda .&nm2).%s". printf("\n\n"). puts("Senang Berkenalan Dengan Anda .h> # include <iostream. nm1).1 = ").3.. cin Fungsi cin merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk memasukkan suatu data.

Modul Algoritma Pemrograman I cin>>nilai2; total=nilai1+nilai2; cout<<"Masukan Total Nilai : "<<total<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-24 diatas adalah:

Gambar 2. 13 Hasil Contoh 24

2.5.4. getch ( )
Fungsi getch( ) (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h. Contoh-25 # include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getch( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-25 diatas adalah:

Gambar 2. 14 Hasil Contoh 25

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

35

Modul Algoritma Pemrograman I

2.5.5. getche()
Fungsi getche()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.

Contoh-26

# include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getche( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch ( ); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-26 diatas adalah:

Gambar 2. 15 Hasil Contoh 26

Kedua fungsi ini dapat digunakan untuk menahan tampilan hasil program yang di eksekusi agar tidak langsung kembali ke listing program tanpa menekan tombol ALT – F5. Karena fungsi getch() merupakan fungsi masukkan, jadi sebelum program keluar harus menginputkan satu buah karakter.

2.6. Tugas
1. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa, dengan ketentuan sebagai berikut : Nim Siswa, Nama Siswa, Nilai Tugas 1, Nilai Tugas II, Nilai Tugas III diinput.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

36

Modul Algoritma Pemrograman I Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Tugas I, II dan III dibagi dengan 3. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nim Siswa Nama Siswa Nilai Tugas I Nilai Tugas II Nilai Tugas III Layar Keluaran Nim ........ Siswa yang bernama …… Memperoleh nilai rata-rata ….. dari hasil tugas yang diikutinya. 2. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa, Nilai Keaktifan, Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masing-masing nilai, adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan. Nilai Keaktifan * 20% : …… Nilai Tugas * 30% : …… Nilai Ujian * 50% : …… Jadi Siswa yang bernama …… memperoleh nilai akhir sebesar ….. : : : : : : : : :

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

37

adalah: Frieyadie. Operator Aritmatika Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah: Tabel 3. Operator Aritmatika Operator * / % + − Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian (mod) Penjumlahan Pengurangan Contoh 4*5 8/2 5%2 7+2 6−2 Operator yang tergolong sebagai operator Unary. yang digunakan untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi.1. Ilamsyah. Operator mempunyai sifat sebagai berikut: • Unary Sifat Unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : -5 Binary Sifat Binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : 4 + 8 Ternary Sifat Tenary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : (10 % 3) + 4 + 2 • • 3. dan Ani Oktarini 38 . Sopiyan. seperti penjumlahan.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operator Borland C++ 3 Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program. Pradita.1. pengurangan dan lain-lain.

b=x-y. printf(“Hasil Dari B=X .1. dikenal dengan sebutan LValue (Left Value) Ekspresi Aritmatika dikenal dengan sebutan RValue (Right Value) Frieyadie. 1 Hasil Contoh 1 3. cout<<"Masukan Nilai A : ". cout<<" Hasil dari D = X * Y = "<<d<<endl. Operator Unary Operator + − Keterangan Tanda Plus Tanda Minus Contoh −4 +6 Contoh-1 #include <stdio. cin>>y. Bentuk Umum : • • Variabel. getch( ).h> main( ) { int x. Pradita. dan Ani Oktarini 39 .y. a). d = 0. cout<<"Masukan Nilai B : ". clrscr( ).h> #include <iostream.h> #include <conio. a=x+y.b) cout<<" Hasil dari C = X % Y = "<<c<<endl.1. Ekspresi Aritmatika Bentuk penulisan ekspresi aritmatika dikaitkan dengan pernyataan pemberi nilai. a=0. b=0. } Output yang akan dihasilkan. printf(“Hasil Dari A= X + Y= %i \n” .2. Sopiyan. Ilamsyah. c = 0. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 3. cin>>x.Y= %i \n”. c = x% y. d = x * y.Modul Algoritma Pemrograman I Tabel 3.

Urutan operator aritmatika sebagai berikut : Tabel. Didalam suatu ekspresi aritmatika. Ilamsyah. dikenal dengan sebagai Operator Pemberi Nilai (Assignment Operator).h> 40 Frieyadie. 3. Bila LValue bukan berupa variabel. penggunaan nya tergantung letak.h> #include <iostream. Contoh : A = (8 + 2) * 3 / 6 Langkah perhitungannya : A = 10 * 3 / 6 A = 30 / 6 A=5 Contoh-2 #include <stdio. yang didepan didahulukan Sisa Pembagian Tingkatan operator sama. LValue harus selalu berupa variabel tunggal. maka akan tampil pesan kesalahan LValue required in function … RValue dapat berupa konstanta.1. Pradita. 3.h> #include <conio. penggunaan nya tergantung letak. dan Ani Oktarini . variabel lain maupun suatu ekspresi atau rumus aritmatika. Hierarki Operator Aritmatika.Modul Algoritma Pemrograman I • Tanda “ = “. Tabel Hierarki Operator Aritmatika Operator * atau / % + atau Keterangan Tingkatan operator sama.3. yang didepan didahulukan Contoh A=8+2*3/6 Langkah perhitungannya : A=8+6/6 (6/6=1) A=8+1 A=9 Tingkatan operator ini dapat diabaikan dengan penggunaan tanda kurung “(“ dan “)”.2. selalu menjumpai beberapa operator aritmatika yang berbeda yang dapat digunakan secara bersamaan. Sopiyan.

cout<<" B = (8 + 2) * 3 /6"<<endl. cout<<" A = 8 + 2 * 3 / 6"<<endl. Ada beberapa operator pemberi nilai aritmatka diantaranya: Tabel. b. printf(" Hasil dari B = %i ". Sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai A = A+1 Dari penulisan ekspresi diatas. 3. cout<<endl. 2 Hasil Contoh 2 3. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 3. Sopiyan. cout<<" Hasil dari A = "<<a<<endl.4. Pradita.b).2. dan Ani Oktarini 41 . clrscr( ). Tabel Operator Pemberi Nilai Aritmatika Operator *= /= %= += -= Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian Penjumlahan Pengurangan Frieyadie. b = (8 + 2) * 3 / 6. Operator Pemberi Nilai Aritmatika Sebelumnya kita telah mengenal operator pemberi nilai (assignment operator) yaitu tanda “ = “.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. getch( ). Ilamsyah. a = 8 + 2 * 3 / 6. Borland C++ dapat menyederhanakan menjadi A += 1 Notasi “ += “ ini dikenal dengan operator pemberi nilai aritmatika. } Output yang akan dihasilkan.

“ dapat diletakan didepan atau di belakang variabel. y = x--. prefix (--A) atau postfix (A --) Kedua bentuk penulisan operator ini mempunyai arti yang berbeda. x=6) int x=5.h> 42 Frieyadie. Penambahan: menambahkan 1 ke nilai variable. x=4) Contoh-3 /* Penggunaan Notasi Didepan Variabel*/ #include <stdio. • Jika diletakan didepan variabel. sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan. (nilai saat ini: y = 6. y = x++. sedangkan • Jika diletakan dibelakang variabel. (nilai saat ini : y = 5.1. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini. Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang. Pradita. (nilai saat ini: y = 5. disederhanakan menjadi A ++ atau A-Operator “ ++ “ atau “ -. Tabel Operator Penambah dan Pengurang Operator ++ -Penambahan Pengurangan Keterangan A = A + 1 atau A = A . y = ++x.5. Keterangan : 1.h> #include <conio.3.Modul Algoritma Pemrograman I 3. dan Ani Oktarini . y = --x. Tabel. x=6) Pengurangan: int x=5. 3. x=4) int x=5. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan. Contoh Penambahan: int x=5. (nilai saat ini: y = 4. Ilamsyah. Operator Penambah dan Pengurang Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai. prefix (++A) atau postfix (A ++) 2. Sopiyan. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang. Pengurangan: mengurangkan 1 ke nilai variabel.

clrscr( ). b = 5. b--). printf("\nNilai --B = %d". a). } Output yang akan dihasilkan. ++a). getch( ). printf("Nilai A = %d". printf("\nNilai ++A = %d". printf("\nNilai --B = %d". Ilamsyah. b). printf("\nNilai B = %d". printf("\nNilai ++A = %d".h> #include<iostream. printf("\nNilai A = %d". getch( ). a++). 3 Hasil Contoh 3 Contoh-4 /* Penggunaan Notasi Dibelakang Variabel*/ #include<stdio. printf("\nNilai B = %d".h> main( ) { int a = 10.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a = 10. b). dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. Pradita. printf("Nilai A = %d". dan Ani Oktarini 43 . b). } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 3. --b).h> #include<conio. a). clrscr( ). Sopiyan. b = 5. printf("\nNilai B = %d". a).

cout<<"Masukan Nilai Y = ". f. Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False).Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 3. cout<<"Hasil dari "<<x<<" < "<<y<<" = "<<d<<endl. Operator Relasi Operator Relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. cin>>x. getch( ). } Frieyadie.5. cout<<"Hasil dari "<<x<<" <= "<<y<<" = "<<f<<endl.h> #include <iostream. b. cout<<"Hasil dari "<<x<<" > "<<y<<" = "<<c<<endl. Tabel.h> #include <conio. e. cout<<"Hasil dari "<<x<<" == "<<y<<" = "<<a<<endl. cout<<"Hasil dari "<<x<<" >= "<<y<<" = "<<e<<endl. Ilamsyah. cout<<"Masukan Nilai X = ". c. 3. y. clrscr( ). Tabel Operator Relasi Operator Keterangan Sama Dengan ( bukan pemberi nilai ) Tidak Sama dengan Lebih Dari Kurang Dari Lebih Dari sama dengan Kurang Dari sama dengan #include <stdio. a = x = = y. b = x != y. 4 Hasil Contoh 4 3.h> main( ) { float a.4. d = x < y. e = x >= y. x. dan Ani Oktarini 44 == != > < >= <= Contoh-5 . d. cin>>y. Sopiyan. f = x <= y. Pradita. cout<<"Hasil dari "<<x<<" != "<<y<<" = "<<b<<endl. cout<<endl. c = x > y.

dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 3. Sopiyan. Tabel Logika And B A && B T T F F T F F F A + 4 < 10 B>A + 5 C . dan Ani Oktarini 45 . 3. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). Operator Logika Operator Relasi digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi.5.5.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. 5 Hasil Contoh 5 3.1. Tabel Operator Relasi Operator && || ! Keterangan Operator Logika AND Operator Logika OR Operator Logika NOT 3. A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 Frieyadie. akan dianggap BENAR.3 >= 4 A T T F F Contoh : Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. Ilamsyah. Pradita. Operator Logika AND Operator logika AND digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR.5. Tabel.

getch( ).h> #include<conio. cout<<endl<<endl. cin>>a.Modul Algoritma Pemrograman I Jika nilai A = 3. d. e = b > a + 5. c.h> #include<iostream. e. maka A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 SALAH = 0 Contoh-6 /* Penggunaan Operasi Logika AND */ #include<stdio. cout<<"Hasil dari f = c . f. g. cout<<endl<<endl. cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. cout<<"Masukan Nilai B = ". cout<<endl. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. h. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 3. Ilamsyah. cout<<"Masukan Nilai A = ". cin>>b. b. f = c . cout<<"Masukan Nilai C = ". C = 7.3 >= 4. g = d && e && f. 6 Hasil Contoh 6 Frieyadie.3 >= 4 adalah " <<f. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C – 3 >= 4 7 – 3 >= 4 BENAR Dari ekspresi relasi tersebut mempunyai nilai BENAR. Sopiyan. dan Ani Oktarini 46 . cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. Pradita. cin>>c. cout<<"Hasil dari g = d && e && f adalah " <<g. clrscr( ). // Proses d = a + 4 < 10.h> main( ) { float a. B = 3.

cout<<endl<<endl. A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 BENAR = 1 Contoh-7 /* Penggunaan Operasi Logika OR */ #include<stdio. bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR dan bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai SALAH. e=b>5+a.2.Modul Algoritma Pemrograman I 3. A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 Jika nilai A = 3. cout<<"Masukan Nilai B = ". C = 7. d = a + 5 > 10.h> #include<iostream. maka ekspresi tersebut tetap bernilai BENAR. g. cout<<"Masukan Nilai A = ". d. Ilamsyah. B = 3. dan Ani Oktarini 47 .4 <= 7. Frieyadie. Pradita. maka akan bernilai SALAH. cin>>b.h> main() { float a. cout<<"Masukan Nilai C = ". akan dianggap BENAR. e.3 > 4 7–3>4 SALAH Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR.h> #include<conio.5. Tabel Logika Or B A || B T T F T T T F F A + 4 < 10 B>A + 5 C-3>4 A T T F F Contoh Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. h. cin>>a. c. b. Operator Logika OR Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. f. cin>>c. f = c . Sopiyan. g = d || e || f. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C . clrscr( ).

cout<<"Hasil dari g = d || e || f adalah " <<g. // Proses d = a + 4 < 10. clrscr( ). Ilamsyah. cout<<endl. cin>>c. dan Ani Oktarini 48 . cout<<endl<<endl. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. g = d && e && f.3 >= 4.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. Pradita. cout<<"Masukan Nilai C = ". f. cout<<"Masukan Nilai A = ". h. e = b > a + 5. Frieyadie. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 3. cout<<"Hasil dari f = c . d. e. cout<<endl<<endl. cout<<"Hasil dari e = b > 5 + a adalah " <<e<<endl. g.h> main( ) { float a. cout<<"Hasil dari d = a + 5 > 10 adalah " <<d<<endl. } Output yang akan dihasilkan. b. cin>>b. f = c .4 <= 7 adalah " <<f. cout<<"Masukan Nilai B = ". cout<<"Program Ekspresi AND / OR"<<endl<<endl. cin>>a. c.h> #include<conio.h> #include<iostream. getch( ). 7 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* Penggunaan Operasi Logika AND OR*/ #include<stdio. Sopiyan.

dan Ani Oktarini 49 . cout<<"Hasil dari f = c . maka ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR dan jika digunakan operator logika NOT.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. Pradita. Sopiyan. 8 Hasil Contoh 8 3. Operator Logika NOT Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikkan dari ekspresi yang disebutkan. } Output yang akan dihasilkan. Contoh : Ekspresi Relasi A + 4 < 10 Penggunaan Operator Logika NOT diatas menjadi.h> Frieyadie.5. getch( ). maka ekspresi tersebut akan bernilai SALAH !(A+4 < 10) !(BENAR) = SALAH = 0 Contoh-9 /* Penggunaan Operasi Logika NOT */ #include <stdio.h> #include <conio. cout<<"Hasil dari g = d || e && f adalah " <<g. !(A+4 < 10) Jika nilai A = 3.h> #include<iostream. Ilamsyah. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3.3. Jika nilai yang disebutkan bernilai BENAR maka akan menghasilkan nilai SALAH.3 >= 4 adalah " <<f. cout<<endl. cout<<endl<<endl. begitu pula sebaliknya.

cout<<endl<<"Program Ekspresi NOT "<<endl. Tabel.6. cin>>a. Sopiyan. Operator Bitwise Operator Bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Nilai b = (a + 4 < 10) = "<<b<<endl. Tabel Operator Bitiwise Operator ~ << >> & ^ | Keterangan Bitwise NOT Bitwise Shift Left Bitwise Shift Right Bitwise AND Bitwise XOR Bitwise OR Frieyadie. Borland C++ menyediakan enam buah operator bitwise. cout<<"Nilai c = !(b) = "<<c. clrscr( ). cout<<"Nilai A = "<<a<<endl. c. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. dan Ani Oktarini 50 . getch( ).6. Pradita. b. c = !(b). 9 Hasil Contoh 9 3. cout<<"Masukan Nilai A = ".Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. 3. /* Proses */ b = (a + 4 < 10). Ilamsyah.

h> main() { int x.6. Ilamsyah. cout<<"Nilai Awal : "<<x<<endl. Sopiyan. clrscr().h> #include<conio. Pradita. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 3. cout<<"Masukan Nilai X = ". sebanyak bit yang digeser Contoh-10 #include<iostream. cin>>x.Modul Algoritma Pemrograman I 3. dan Ani Oktarini 51 .h> #include<stdio. getch(). Contoh : 0000000011001001 = 201 //////// digeser 1 bit ke kiri 0000000110010010 = 402 Dibagian kanan disisipkan 0. Operator Bitwise << (Shift Left) Operator Bitwise Shift Left digunakan untuk menggeser sejumlah bit kekiri. } Output yang akan dihasilkan. x = x << 1. 10 Hasil Contoh 10 Frieyadie.1.

cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. Operator Bitwise >> (Shift Right) Operator Bitwise Shift Right digunakan untuk menggeser sejumlah bit kanan.h> #include<stdio. Contoh : 0000000011001001 = 201 \\\\\\\\ digeser 1 bit ke kanani 0000000001100100 = 100 Dibagian kanan disisipkan 0.h> #include<conio. Pradita. 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie. x = x >> 1. cin>>x. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 3. cout<<” Nilai Awal : “<<x<<endl. dan Ani Oktarini 52 .h> void main( ) { int x. sebanyak bit yang digeser Contoh-11 #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I 3. Sopiyan. cout<<"Masukan Nilai X = ". Ilamsyah.6. clrscr( ).2. getch( ).

Pradita. 3. Tabel Operator Bitiwise And Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 AND 01000000 = 64 Contoh-12 #include<iostream. cout<<"Hasil dari "<<x<<" & "<<y<<" = "<<a<<endl. cin>>y. Sopiyan. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand.Modul Algoritma Pemrograman I 3. getch( ). cout<<’\n’. cout<<"Masukan Nilai Y = ".h> #include<conio. x. cout<<"Masukan Nilai X = ". Operator Bitwise & (And) Operator Bitwise & ( And ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. dari program contoh-12 diatas adalah : Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 0 0 1 Gambar 3. Tabel. 12 Hasil Contoh 12 Frieyadie.h> void main( ) { int a. clrscr( ).6. a = x & y. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. cin>>x. y.3. Akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan bernilai benar (1).h> #include<stdio.7. dan Ani Oktarini 53 .

Modul Algoritma Pemrograman I 3. } Output yang akan dihasilkan. a = x | y. cin>>y. Sopiyan. 3. Pradita.4. dan Ani Oktarini 54 . Tabel. Operator Bitwise | ( Or ) Operator Bitwise | ( Or ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand.h> #include<stdio.5. y. cin>>x.8. x. Ilamsyah. cout<<"Masukan Nilai Y = ".h> void main( ) { int a. cout<<’\n’. Tabel Operator Bitiwise Or Bit Operand 1 0 0 1 1 Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 OR 11101101 = 237 Contoh-13 #include<iostream. dari program contoh-13 diatas adalah : Gambar 3. getch( ). 13 Hasil Contoh 13 Frieyadie. clrscr( ). Akan bernilai benar jika ada salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai benar (1). cout<<"Masukan Nilai X = ".h> #include<conio. cout<<"Hasil dari "<<x<<" | "<<y<<" = "<<a<<endl. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand.

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ^ ( eXclusive Or )
Operator Bitwise ^ ( XOr ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibandingkan hanya sebuah bernilai benar (1). Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.9. Tabel Operator Bitiwise XOr Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 XOR 10101101 = 137 Contoh-14 #include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main( ) { int a, x, y; clrscr( ); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; cout<<"Masukan Nilai Y = "; cin>>y; a = x ^ y; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari "<<x<<" ^ "<<y<<" = "<<a<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-14 diatas adalah: Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 0

Gambar 3.13 Hasil Contoh-14 Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 55

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ~ ( Not )
Operator Bitwise ~ ( Not ) digunakan membalik nilai bit dari suatu operand. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.10. Tabel Operator Bitiwise Not Bit Operand 0 1 Contoh : 00001000 = 8 |||||||| 11110111 = 247 = -9 Hasil 1 0

Contoh-15

#include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main() { int a, x, y; clrscr(); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; a = ~x; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari ~"<<x<<" = "<<a<<endl; getch(); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-15 diatas adalah :

Gambar 3. 14 Hasil Contoh 15

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

56

Modul Algoritma Pemrograman I

3.7. Tugas
1. Tentukan apa hasil numerik dari ekspresi relasi dan logika dibawah ini. Diberikan nilai A = 3; B = 6 ; C = 2 ; K = 5; L = 4; M = 3 a. b. c. d. e. D = (4 + 2 > A && B – 2 > 3 + 2 || B + 2 <= 6 + 2 ) D=K + 5 < M || (C * M < L && 2 * M – L > 0) D=L + 5 < M || C * K < L && 2 * K – L > 0 D=A * 4 <= 3 * M + B D=K + 10 > A && L – 2 > 4 * C

2. Dari program dibawah ini, bagaimanakah keluaran yang dihasilkan #include<stdio.h> #include<conio.h> main( ) { int a = 21; clrscr( ); printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a = %d",a); a+=3; printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a-- = %d",a--); getch( ); }

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

57

h Bentuk Penulisan : strcat(tujuan.h dan ctype.1. 4. Fungsi strcat( ) Fungsi ini digunakan untuk menambahkan string sumber kebagian akhir dari string tujuan.1. sumber). terutama pada pemrograman visualisasi. Contoh-1 #include <string. cin>>a2. a2). File header yang harus disertakan adalah string.1.h> main() { char a1[20]. dikarenakan hampir semua bahasa pemrograman menggunakan manual inputnya adalah string. Fungsi Manipulasi String Borland C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan menipulasi string. char a2[20]. Pradita. cin>>a1. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-1 diatas adalah: Frieyadie. getch().1= ". dan Ani Oktarini 58 .h> #include <ctype.2= ".h> #include <iostream. Ilamsyah. cout<<"Masukkan Kata . Pada bab ini akan dibahasa beberapa perintah dan fungsi string.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi String 4 Operasi string selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. cout<<"Masukkan Kata . cout<<"Hasil Penggabungannya "<<a1. clrscr(). strcat(a1. Sopiyan. diantaranya: 4.

Ilamsyah. getch( ). Hasil dari fungsi ini bertipe data integer (int). dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 4. Pradita. File header yang harus disertakan adalah string. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<b1<<"->".b1) <<endl. cout<<strcmp(a2.1. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a2<<" dan "<<a2<<"->".Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 4. char a2[ ] = "Bsi". Fungsi strcmp( ) Fungsi ini digunakan untuk membandingkan string pertama dengan string kedua. cout<<strcmp(a1.a1) <<endl. char b1[ ] = "BSI".1 Hasil Contoh-1 4.h> #include <iostream.2. clrscr( ).h Bentuk Penulisan : var_int = strcmp(str1. dan Ani Oktarini 59 . cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<a2<<"->". cout<<strcmp(a1.h> #include <conio.a2)<<endl. Contoh-2 #include <string. str2).h> main( ) { char a1[ ] = "BSI". Sopiyan. Hasil Contoh-2 Frieyadie.2. } Output yang akan dihasilkan.

h Bentuk Penulisan : strlen(str).Modul Algoritma Pemrograman I 4.4. cout<<"Pemindahannya = "<<pindah. dengan syarat string tujuan harus mempunyai tipe data dan dan ukuran yang sama dengan string asal.h. Fungsi strlen( ) Fungsi ini digunakan untuk memperoleh banyaknya karakter dalam string. Pradita. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ". char pindah[20].3. gets(huruf). Contoh-3 #include <stdio. /* Proses */ strcpy(pindah.h> main( ) { char huruf[20].h> #include <conio. Bentuk Penulisan : strcpy(tujuan. getch( ). dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 4.h> #include <string.h> #include <iostream. dan Ani Oktarini 60 . asal). File header yang harus disertakan adalah string. } Output yang akan dihasilkan.3 Hasil Contoh-3 4. Sopiyan. Fungsi strcpy( ) Fungsi ini digunakan untuk menyalin string asal ke-variabel string tujuan. huruf). clrscr( ).1.1. Ilamsyah. Frieyadie. File header yang harus disertakan adalah string.

String urutan paling akhir dipindahkan keurutan paling depan dan seterusnya. Fungsi strrev( ) Fungsi ini digunakan untuk membalik letak urutan pada string.h> #include <string.1.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-4 #include <stdio. File header yang harus disertakan adalah string. gets(kata).h> main( ) { char kata[20].4 Hasil Contoh-4 4. dari program contoh-4 diatas adalah: Gamabr 4. Frieyadie. Ilamsyah.h Bentuk Penulisan : strrev(str).h> main( ) { char huruf[20]. gets(huruf). } Output yang akan dihasilkan. clrscr(). char pindah[20].h> #include <iostream.h> #include <string. cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata. cout<<"Masukan Sembarang Kata = ". Sopiyan. dan Ani Oktarini 61 . cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ". Contoh-5 #include <stdio.5.h> #include <iostream.h> #include <conio. strrev(kata). cout<<strlen(huruf). clrscr( ). Pradita. getch( ).h> #include <conio. cout<<"Panjang Kata Yang Diinputkan = ".

angka = atof(kata). dan Ani Oktarini 62 . Sopiyan. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ".h> #include <conio. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 4. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. Hasil Contoh-6 Frieyadie.h> #include <iostream.2.6.2.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ). Fungsi Konfersi String Borland C++ 5.5 Hasil Contoh-5 4.h> main( ) { char kata[20]. 4. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 4. a = angka + 5. getch( ). clrscr( ). File header yang harus disertakan adalah math. gets(kata).02 menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan konfersi string.1. float angka. } Output yang akan dihasilkan. a. Pradita. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a.h Contoh-6 #include <stdio. b.h> #include <math. Fungsi atof( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik float.

cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 4.h> #include <conio. File header yang harus disertakan adalah stdlib.2.h Contoh-8 #include <stdio. b. Fungsi atol( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik long integer.h> main( ) { char kata[20]. Pradita.2. } Output yang akan dihasilkan. Fungsi atoi( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik integer. a = angka + 5. a.h> #include <conio.Modul Algoritma Pemrograman I 4.3. gets(kata). angka = atoi(kata).h> #include <iostream.h> #include <iostream. Frieyadie. Ilamsyah.7.h> #include <stdlib.h> main( ) { char kata[20]. dan Ani Oktarini 63 . cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a. getch( ).h Contoh-7 #include <stdio. clrscr( ). float angka. Hasil Contoh-7 4.2.h> #include <stdlib. File header yang harus disertakan adalah stdlib. Sopiyan.

Ilamsyah. } Frieyadie. gets(kata). strlwr(kata). } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ). clrscr( ). cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata.8. Fungsi strlwr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital ( huruf besar ) dalam string menjadi huruf kecil. File header yang harus disertakan adalah string.h> #include <conio. Sopiyan. cout<<"Masukan Sembarang Kata dengan Huruf Besar =". cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". Contoh-9 #include <stdio. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 2500 = "<<a.Modul Algoritma Pemrograman I float angka. getch( ).2.h> main( ) { char kata[20]. b. angka = atol(kata). gets(kata). getch( ). Hasil Contoh-8 4.h> #include <iostream. a = angka + 2500.4. dan Ani Oktarini 64 . Pradita. a. dari program contoh-8 diatas adalah: Gambar 4.h> #include <string.h Bentuk Penulisan : strlwr(str).

File header yang harus disertakan adalah string. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 4.h Bentuk Penulisan : strupr(str). getch( ). Fungsi strupr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kecil dalam string menjadi huruf kapital ( huruf besar ).h> #include <iostream.h> main( ) { char kata[20].5. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 4. cout<<”Masukkan Sembarang Kata dengan Huruf Besar: ”.9. Hasil Contoh-9 4.h> #include <conio. Sopiyan.10 Hasil Contoh-9 Frieyadie. strupr(kata). cout<<”Hasil Perubahan : ”<<kata<<endl. Pradita. gets(kata).2. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan.h> #include <string. Contoh-10 #include <stdio. dan Ani Oktarini 65 . clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan.

Penambahan d. Buatlah program untuk membalik kata berikut ini : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Menjadi seperti berikut : akitamrofnI anaraS aniB retupmoK and akitamrofnI nemejanaM imedakA 3. Buatlah program untuk menghitung panjang kata berikut ini: Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika 2. Pembagian c.5" Kemudian kedua kalimat diatas dihitung menjadi perhitungan : a. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I 4. Pradita. Mencari sisa hasil pembagian Frieyadie. dan Ani Oktarini 66 .3. Diberikan kalimat string berikut : Kalimat1 = "35. Latihan Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut: 1. Ilamsyah. Pengurangan e.6" Kalimat2 = "12. Bulatlah program untuk menggabungkan dua buah string Kalimat1 = Manajemen Kalimat2 = Informatika Menjadi seperti berikut: ManajemenInformatika 4. Perkalian b.

Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: salah kondisi benar perintah Gambar 5. dan Ani Oktarini 67 .Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi Penyeleksian Kondisi 5 Pernyataan Percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada. …… } Contoh-1 #include<stdio. Untuk keperluan pengambilan keputusan.h> main( ) Frieyadie. Penulisan kondisi berada di dalam tanda kurung kurawal jika pemakaian if diikuti dengan pernyataan majemuk. Pernyataan IF Pernyataan if mempunyai pengertian. Borland C++ menyediakan beberapa perintah antara lain.1. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { pernyataan. Ilamsyah. Diagram Alir IF Bentuk umum dari pernyataan if if (kondisi) pernyataan.1. maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”.h> #include<iostream. Pradita.h> #include<conio. Sopiyan. “ Jika kondisi bernilai benar. 5.

Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I { float x.y.1. 2 Hasil Contoh 1 5. getch( ). else perintah-2. Ilamsyah. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: kondisi i Salah Benar Perintah-1 Perintah-2 Gambar 5. dan Ani Oktarini 68 .3 Diagram Alir if-else Bentuk umum dari pernyataan if -else if (kondisi) perintah-1. Pernyataan IF . Pradita. clrscr( ). dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 5. maka perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2”. Y : Ada yang bernilai NEGATIF"<<endl. if ((x >= 0 ) && (y>=0)) cout<<"X dan Y Bernilai POSITIF "<<endl. cout<<" Nilai X : ".cin>>x.1.ELSE Pernyataan if mempunyai pengertian. cout<<" Masukkan Nilai Positif atau Negatif "<<endl. } Output yang akan dihasilkan. “Jika kondisi bernilai benar.cin>>y. cout<<" Nilai Y : ". Sopiyan. else cout<<"X .

Jika golongan =2. Jabatan= Direktur."Direktur"). . dan Ani Oktarini 69 . dengan kriteria : . Sopiyan. } cout<<" Jabatan = "<<jab<<endl cout<<" Gaji Pokok = "<<gapok<<endl. .Modul Algoritma Pemrograman I Perintah-1 dan perintah-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal. if(gol=='1') { strcpy(jab. jab[10]. cout<<endl<<" Data Jabatan"<<endl <<" = = = = = = = = = = = = = = = ="<<endl. gapok=4000000 contoh-2 #include <stdio. } Contoh Menentukan besarnya gaji pokok dan jabatan dari golongan.. gapok =5000000 .jika golongan=1. getch ( ).. } else if(gol=='2') { strcpy(jab. long gapok=0. dari program contoh-2 diatas adalah : Frieyadie.. } else { perintah-2.h> #include <conio.. pernyataan majemuk atau pernyataan kosong. gapok=5000000. clrscr( ). jabatan=Manajer. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { perintah-1.h> main( ) { char gol.h> #include <iostream."Manajer"). cout<<" Masukan Golongan [1/2]: ". Ilamsyah. Pradita. gapok=4000000. } Output yang akan dihasilkan. Jika pemakaian if-else diikuti dengan pernyataan majemuk.cin>>gol.

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 5. 4 Hasil Contoh 2

5.1.2. Pernyataan NESTED IF
Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya. Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah : if(syarat) { if(syarat) … perintah; else … perintah; } else { if(syarat) … perintah; else … perintah; } Contoh Suatu perusahaan menjual pakaian dengan ketentuan sebagai berikut: • Jika kode baju=1 maka Merk Baju = H&R, dengan ukuran baju=S,maka harganya 45000, Jika ukuran baju=M, maka harganya 60000. • Jika kode baju=2 maka Merk Baju = Adidas, dengan ukuran baju=S, maka harganya 65000, Jika ukuran Baju=M, maka harganya 75000. Contoh-3 #include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { char kode,ukuran,merk[15]; long harga=0; clrscr( ); Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 70

Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Kode Baju : ";cin>>kode; cout<<"Ukuran : ";cin>>ukuran; if (kode=='1') { strcpy(merk,"H & R"); if (ukuran=='S' || ukuran =='s') harga=45000; else harga=60000; } else if (kode=='2') { strcpy(merk," Adidas"); if (ukuran=='S' || ukuran == 's') harga=65000; else harga=75000; } else cout<<”Salah Kode Baju”<<endl; cout<<"------------------------"<<endl; cout<<"Merk Baju : "<<merk<<endl; cout<<"Harga Baju : "<<harga<<endl; getch(); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-3 diatas adalah :

Gambar 5. 5 Hasil Contoh 3

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

71

Modul Algoritma Pemrograman I

5.1.3. Pernyataan IF – ELSE Majemuk
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan penggunaan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana. Bentuk Umum Penulisannya: if (syarat) { … perintah; … perintah; } else if (syarat) { … perintah; … perintah; } else { … perintah; … perintah; } Contoh Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para selesman dengan ketentuan sebagai berikut: • Bila salesman dapat menjual barang hingga Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 10.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 10% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 20.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 15% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 500.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 30.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 20% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.

Contoh-4

#include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { float pendapatan, jasa=0, komisi=0, total=0; clrscr( ); cout>>"Pendapatan Hari ini Rp. "; cin<pendapatan;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

72

dari program contoh-4 diatas adalah : Gambar 5. dan Ani Oktarini 73 . Sopiyan.1*pendapatan. "<<komisi<<endl. komisi=0. cout<<"Uang Komisi Rp. "<<total<<endl. 6 Hasil Contoh 4 Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I if (pendapatan >= 0 && pendapatan <= 200000) { jasa=10000. komisi=0. cout<<"Hasil Total Rp.2*pendapatan. cout<<"============================="<<endl.15*pendapatan. } /* menghitung total */ total = komisi+jasa. getch( ). komisi=0. "<<jasa<<endl. } else if(pendptan<=500000) { jasa=20000. } else { jasa=30000. Pradita. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Uang Jasa Rp. Ilamsyah.

… perintah.h> #include<conio. break. Pernyataan switch . Sopiyan.case ini memiliki kegunaan sama seperti if – else bertingkat. … perintah. cout<<"Masukkan Kode Jurusan [11/12/13] : ". switch(kode) { case 11 : cout<<"Komputerisasi Akuntansi". } Setiap pilihan akan dijalankan jika syarat nilai konstanta tersebut dipenuhi dan default akan dijalankan jika semua cabang diatasnya tidak terpenuhi.Modul Algoritma Pemrograman I 5. Frieyadie. dan Ani Oktarini 74 .case Bentuk dari switch . clrscr().2. break. Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut: switch (ekspresi integer atau karakter ) { case konstanta-1 : … perintah. case konstanta-2 : … perintah. break. Ilamsyah. break. maka program akan diteruskan ke pilihan-pilihan yang lainnya. Contoh-5 #include<stdio. Jika pernyataan ini tidak ada. Pernyataan break menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch. tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer. default : … perintah. case 12 : cout<<"Manajemen Informatika".h> #include<iostream. Pernyataan switch .h> main() { int kode. Pradita.case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian. … perintah. cin>>kode.

case 'B' : case 'b' : cout<<"Alat Elelktronik". Ilamsyah. break..h> #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I case 13 : cout<<"Tehnik Komputer". } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 75 .h> main( ) { char kode. case 'C' : case 'c' : cout<<"Alat Masak". clrscr( ).C] : ". break. Pradita. default: Frieyadie. Sopiyan. dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 5. cout<<"Masukkan Kode Barang [A. } getch( ).h> #include<conio. switch(kode) { case 'A' : case 'a' : cout<<"Alat Olah Raga". 7 Hasil Contoh 5 Contoh-6 #include<stdio. break. break. break. default: cout<<"Anda Salah Memasukan kode". cin>>kode.

Sopiyan. maka menjadi Juara III • Selain itu tidak juara Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nama Siswa : Nilai Pertandingan I Nilai Pertandingan II Nilai Pertandingan III : : : Frieyadie. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa. Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Pertandingan I. maka menjadi Juara I • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 75. break. 8 Hasil Contoh 6 5. Nilai Pertandingan II.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Anda Salah Memasukan kode". Ilamsyah. II dan III dibagi dengan 3. dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. dan Ani Oktarini 76 . } getch( ). Tugas 1. maka menjadi Juara II • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 65. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. } Output yang akan dihasilkan.3. Pradita. Ketentuan Juara • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 80. Nilai Pertandingan I. Nilai Pertandingan III diinput.

. Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput.. dari hasil perlombaan yang diikutinya... maka mendapat grade “B” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 56.. 2... dan Ani Oktarini 77 .. : ... Nilai Ujian * 50% : . Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. : . Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Ketentuan Nilai Huruf • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 80. : .. Memperoleh nilai rata-rata ..... dengan grade . Frieyadie.. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. maka mendapat grade “D” • Selain itu mendapat grade “E” Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan.. Nilai Keaktifan * 20% : . Pradita.. : ... Nilai Keaktifan.. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masingmasing nilai. Sopiyan...Modul Algoritma Pemrograman I Layar Keluaran Siswa yang bernama ... Ilamsyah. Nilai Tugas * 30% : . maka mendapat grade “C” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 46.. maka mendapat grade “A” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 70. dan menjadi juara ke-. memperoleh nilai akhir sebesar . adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%.. Jadi Siswa yang bernama .

000 perbulan... Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG GAJI KARYAWAN Nama Karyawan: .... Tunjangan Pendidikan Rp . Pendidikan : .. memberi gaji pokok kepada karyawan kontraknya sebesar Rp. Golongan Jabatan : . 300. Layar Keluaran Karyawan yang bernama …… Honor yang diterima Tunjangan Jabatan Rp . dengan memperoleh tunjangan-tunjangan sebagai berikut : Tunjangan Jabatan Golongan Persentase 1 5% 2 10% 3 15% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3.. maka kelebihan jam kerja tersebut dikalikan dengan Rp.5% D1 5% D3 20% S1 30% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3. dan Ani Oktarini 78 . maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp.. Ilamsyah.. 300. PT. Jumlah jam kerja : . Pradita. Sopiyan. 3500 untuk setiap kelebihan jam kerja karyawan tersebut. DINGIN DAMAI.Modul Algoritma Pemrograman I 3.000 Honor Lembur Jumlah jam kerja normal sebanyak 8 jam. + Honor Lembur Rp .000 • Tunjangan Pendidikan Tingkat Persentase Pendidikan SMA 2. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp.... 300. Honor Lembur Rp .... Frieyadie.... Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam.

Contoh : Sebagai contoh program untuk mencetak bilangan dari 1 hingga 10 secara menaik.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Proses Perulangan 6 Operasi perulangan selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. pernyataan / perintah. karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan. syarat pengulangan. pernyataan / perintah.1. • Syarat Pengulangan.*/ #include<stdio. } Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah : • Inisialisasi. sebagai berikut: Contoh-1 /* --------------------------. merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabelvariabel tertentu.h> #include<iostream. Pernyataan for Perulangan yang pertama adalah for. • Pengubah Nilai Pencacah. dan Ani Oktarini 79 .bilangan naik */ /* --------------------------. syarat pengulangan. pengubah nilai pencacah ) Bila pernyataan didalam for lebih dari satu maka pernyataan-pernyataan tersebut harus diletakan didalam tanda kurung. mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah. Pradita. Ilamsyah. disini akan dibahasa beberapa perintah perulangan diantaranya.*/ /* Program for .h> main( ) { Frieyadie. pengubah nilai pencacah ) { pernyataan / perintah. Sopiyan. Bentuk umum pernyataan for sebagai berikut : for ( inisialisasi. memegang kontrol terhadap pengulangan.h> #include<conio. for ( inisialisasi. secara menurun dan menampilkan bilangan ganjil. 6.

a >= 1.bilangan turun */ /* ---------------------------. a <= 10. --a) cout<<a.h> # include <conio.*/ /* Program for . for(a = 1.*/ /* Program for . clrscr( ). clrscr( ). ++a) cout>>a. } Output yang akan dihasilkan. 1 Hasil Contoh 1 Contoh-2 /* ---------------------------. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 6. getch( ). Ilamsyah.h> #include <conio. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 /* ----------------------------.h> main( ) { int a.*/ # include <stdio.h> #include<iostream. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 6.*/ #include <stdio.Modul Algoritma Pemrograman I int a.bilangan ganjil */ /* ----------------------------.h> Frieyadie. dan Ani Oktarini 80 . Pradita. Sopiyan. for(a = 10.

*/ #include<stdio. perulangan yang di dalam terlebih dahulu dihitung hingga selesai. Bentuk umum pernyataan Nested for sebagai berikut : for ( inisialisasi.Nested for */ /* ------------------------. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 6. syarat pengulangan. Ilamsyah. for(a = 1.Modul Algoritma Pemrograman I #include<iostream.*/ /* Program for . Pernyataan nested .1.h> main( ) Frieyadie. Pradita. pengubah nilai pencacah ) { for ( inisialisasi.1. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 81 . } } Didalam penggunaan nested-for. pengubah nilai pencacah) { pernyataan / perintah.h> #include<conio. clrscr( ).h> main( ) { int a. getch( ). a <= 10. 3 Hasil Contoh 3 6. kemudian perulangan yang diluar diselesaikan.for Pernyataaan Nested for adalah suatu perulangan for didalam perulangan for yang lainnya. syarat pengulangan. a+=2) cout<<a. Sopiyan. Contoh-4 /* ------------------------.

a++) { printf("\n"). Pradita. bil). a <= 5. bil >=10. hal ini sering terjadi disebabkan adanya kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar dari loop.*/ /* Program for Tdk Berhingga */ /* ------------------------. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. b. dan Ani Oktarini 82 .1. clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. bil++) printf("%d".Modul Algoritma Pemrograman I { int a.h> main( ) { int bil.h> #include<conio.*/ #include<stdio. Sebagai contoh.a). b <= 5. } getch(). for (bil = 60. for(a = 1. Ilamsyah. Sopiyan. jika penulisan perintah sebagai berikut: Contoh-5 /* ------------------------. 4 Hasil Contoh 5 6.2. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 6. Perulangan Tidak Berhingga Perulangan tak berhingga merupakan perulangan ( loop ) yang tak pernah berhenti atau mengulang terus. } Output yang akan dihasilkan. b++) printf(" %d ". clrscr( ). getch( ). for(b = a.

Contoh Penggunaan goto. Pernyataan goto Pernyataan goto merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program ke-pernyataan yang diawali dengan suatu label. bil).h> main( ) { int a. untuk menghentikan proses yang terus menerus semacam ini denan menekan tombol CTRL – PAUSE atau CTRL – BREAK. Sopiyan.h> #include<conio.h> #include<stdio.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 5. Bentuk pemakaian goto sebagai berikut: goto label. kesalahan terjadi pada pengubah nilai pencacah. atas: clrscr( ). cin<<a. cout>>"Masukkan Bilangan = ". dan Ani Oktarini 83 .*/ /* Program dengan pernyataan goto */ /* -----------------------------. dapat dilihat pada program berikut: Contoh-6 /* -----------------------------. Label merupakan suatu pengenal (identifier) yang diikuti dengan tanda titik dua ( : ). b. char lagi.2. 6. 4 Hasil Contoh 4 Pada pernyataan ini tidak akan berhenti untuk menampilkan bilangan menurun.Akan tetapi yang ditulis adalah : bil ++ Oleh karena kondisi bil >= 1 selalu bernilai benar ( karena bil bernilai 6). Frieyadie. Pradita. seharusnya penulisan yang benar berupa bil . maka pernyataan printf("%d". akan terus dijalankan.*/ #include<iostream. Ilamsyah. Jika terjadi hal semacam ini.

Ilamsyah. Bentuk perulangan while dikendalikan oleh syarat tertentu. } Contoh-7 /* ------------------.cpp */ /* ------------------.*/ /* Program while01. lagi = getche() . getch( ). Pernyataan while Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip dengan perulangan for.Modul Algoritma Pemrograman I b = a % 2. if (lagi == 'Y' || lagi == 'y') goto atas. dengan lebih dari perintah / pernyataan. sebagai berikut: while ( syarat ) { Pernyataan / perintah .*/ #include <stdio. Pernyataan / perintah . dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. Bentuk umum perulangan while. Sopiyan. printf("\n\nIngin Hitung Lagi [Y/T] : ").a. b). printf("Nilai %d %% 2 adalah = %d". 5 Hasil Contoh 6 6. Pradita. sebagai berikut: while ( syarat ) Pernyataan / perintah . yaitu perulangan akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut terpenuhi. Bentuk umum perulangan while. dan Ani Oktarini 84 .h> Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan.3.

dan Ani Oktarini 85 . Ilamsyah.*/ /* Program while02. while(bil<=10) { printf(" %d ".h> #include <conio. while(bil<=10) { printf(" %d ". } getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I #include <conio. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 6.bil).*/ #include <stdio. } Output yang akan dihasilkan. Pradita. 7 Hasil Contoh 8 Frieyadie. clrscr( ).h> main( ) { int bil=1.bil). } getch( ). dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6. clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan.cpp */ /* ------------------. bil+=2. 6 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* ------------------. ++bil.h> main( ) { int bil=2.

dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 6.while. } while(bil<=10). Bentuk umum perulangan do .bil).while merupakan bentuk perulangan yang melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan dibelakang. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I 6.*/ #include <stdio. sebagai berikut: do { Pernyataan / perintah .while */ /* -----------------. bil+=2. Pernyataan / perintah . 8 Hasil Contoh 9 Frieyadie. while ( syarat ). Pradita.h> main( ) { int bil=2.4.h> #include <conio.while Pernyataan perulangan do . getch( ). Ilamsyah. Pernyataan do . Contoh-9 /* -----------------.*/ /* Program do . do { printf(" %d ".while. } while ( syarat ). sebagai berikut : do pernyataan / perintah . dan Ani Oktarini 86 . Bentuk umum perulangan do . dengan lebih dari perintah / pernyataan. Sopiyan. clrscr( ).

dan Ani Oktarini 87 .h> #include <conio. */ /* ----------------------------. clrscr( ). Frieyadie. Pernyataan break ini berfungsi untuk keluar dari struktur switch. Pernyataan break Pernyataan break telah dibahas pada pernyataan pengambilan keputusan switch.Modul Algoritma Pemrograman I 6. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6. while dan do-while ).h> main( ) { int a=3.*/ /* Program do . } Output yang akan dihasilkan. 9 Hasil Contoh 10 Contoh-11 /* ----------------------------. Jika pernyataan break dikerjakan. Ilamsyah.h> main( ) { int bil = 1. bil. } while(bil++). Contoh-10 /* ------------------------------.h> #include <conio.*/ #include <stdio. Selain itu pernyataan break berfungsi keluar dari perulangan ( for. Pradita. printf(" %d ".*/ #include <stdio. getch( ).while dengan break */ /* ------------------------------. do { if (bil >= 6) break. clrscr( ).bil).5.*/ /* Perulangan FOR dengan break. b=2. maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir dari badan perulangan ( loop ). c=1. Sopiyan.

Sopiyan.*/ /* Perulangan FOR dengan coninue */ /* ----------------------------. ++bil) { if(bil==6) continue. Contoh-12 /* ----------------------------. c).*/ #include <stdio. ++bil) { a+=b. clrscr( ). dengan kata lain mengembalikan proses yang sedang dilaksanakan ke-awal loop lagi. dan Ani Oktarini 88 . b+=c.a. } getch( ). b.bil). Ilamsyah. bil<=10. printf("-------------------------"). for(bil=1. for(bil=1. Pernyataan continue Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses) berikutnya pada loop yang sama.h> main( ) { int bil.Modul Algoritma Pemrograman I printf("Bil-A | Bil-B | Bil-C\n"). } Output yang akan dihasilkan. printf("\n%d \t| %d \t| %d". Pradita.h> #include <conio. bil<=10. tanpa menjalankan sisa perintah dalam loop tersebut. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 5. 10 Hasil Contoh 11 6. } getche( ).6. if(c==13) break. printf(" %d ". c+=2. Frieyadie.

=1 =3 = 15 = 105 = 945 2. Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan genap membentuk segitiga siku terbalik dengan hasilnya : 10 + 8 + 6 + 4 + 2 = 30 10 + 8 + 6 + 4 = 28 10 + 8 + 6 = 24 10 + 8 = 18 10 = 10 ---------.7. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 89 . 4. dari program contoh-12 diatas adalah : Gambar 6. Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan genap dengan hasilnya : 2 + 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 + 16 + 18 + 20 = 110 Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan ganjil dengan hasilnya : 1 + 3 + 5 + 7 + 9 + 11 + 13 + 15 + 17 + 19 = 100 Bulatlah program untuk menghitung penjumlahan deret bilangan genap membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 2 =2 2+4 =6 2+4+6 = 12 2+4+6+8 = 20 2 + 4 + 6 + 8 + 10 = 30 Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan ganjil membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 1 1*3 1*3*5 1*3*5*7 1*3*5*7*9 5.+ 110 Frieyadie. 11 Hasil Contoh 12 6. Sopiyan. Pradita. Tugas Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut : 1.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan. 3.

Ilamsyah. Pradita. Suatu Array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Array 7 Variabel Larik atau lebih dikenal dengan ARRAY adalah Tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. hanya saja diikuti oleh suatu indek yang menunjukan jumlah maksimum data yang disediakan. Variabel array dalam Borland C++. dapat digolongkan menjadi dua buah dimensi: • Array Berdimensi Satu. • Ukuran : Untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array. dan Ani Oktarini 90 . • Array Berdimensi Dua 7. Banyaknya komponen dalam suatu larik ditunjukan oleh suatu indek untuk membedakan variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Cara mendeklarasikan variabel array sama seperti deklarasi variabel yang lainnya. Contoh Pendeklarasian Array float Nil_Akhir[6]. Sopiyan. Bentuk Umum pendeklarasian array: Tipe_Data Nama_Variabel[Ukuran] Keterangan : • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. Jumlah Elemen Array Nama Variable Array Tipe data elemen array Suatu array dapat digambarkan sebagai kotak panjang yang berisi kotakkotak kecil didalam kotak panjang tersebut. Array Berdimensi Satu Sebelum digunakan. variabel array perlu dideklarasikan terlebih dahulu. Frieyadie.1.

Contoh-1 /* ---------------------------------. Ilamsyah.h> #include <iostream."Selasa"."Sabtu"}.1. cout<<"Nama-nama hari:"<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Elemen Array elemen elemen elemen elemen elemen elemen 1 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 Subcript/Index ARRAY NIL_AKHIR Subscript atau Index array pada C++. clrscr(). Hasil Contoh-1 Frieyadie. getch(). cout<<hari[0]<<endl<<hari[1]<<endl<<hari[2]<<endl<<hari[3] <<endl<<hari[4]<<endl.*/ /* Inisialisasi Array Dimensi 1 */ /* ---------------------------------.h> main() { char hari[7][10]= {"Minggu".1. Sopiyan."Kamis". selalu dimulai dari Nol ( 0 ) 7. Inisialisasi Array Berdimensi Satu Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Pradita."jum'at".*/ #include <conio. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 7."Senin". } Output yang akan dihasilkan. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut : Tipe_data nama_array[jml_elemen] = { nilai array }."Rabu". dan Ani Oktarini 91 .1.

cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<nama[i]. for(i=1. float nilai2[5]. cout<<"Nilai MidTest : ".i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(4)<<i. cout<<"No. Ilamsyah. Contoh-2 /* ---------------------------. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya.i<=2. cout<<"Hasil"<<endl. float hasil[5]. Frieyadie.h> #include<stdio.40)+ (nilai2[i] * 0. Nil_Akhir[1].i<=2. cin>>nilai1[i].*/ #include<conio. } cout<<"------------------------------------------"<<endl.i++) { cout<<"Data Ke . char nama[5][20].*/ /* Program Array Satu Dimensi */ /* ---------------------------.2. cout<<"Nilai Final : ".h> #include<iomanip. Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk : Nama_Array[Subscript/Index] Contoh Nil_Akhir[3]. Nama Siswa Nilai Nilai ". clrscr( ). cout<<"Ujian"<<endl.h> main( ) { int i. cout<<" MidTest Final ". cout<<endl.60). float nilai1[5]."<<i<<endl. gets(nama[i]). dan Ani Oktarini 92 .Modul Algoritma Pemrograman I 7. hasil[i] = (nilai1[i] * 0. cout<<"------------------------------------------"<<endl.1.h> #include<iostream. Mengakses Array Berdimensi Satu Suatu array. Sopiyan. Nil_Akhir[0]. cout<<"Nama Siswa : ". for(i=1. Pradita. cin>>nilai2[i].

Bentuk Umum pendeklarasian array : Tipe_Data Nama_Variabel[index-1][index-2] Keterangan: • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. Array Berdimensi Dua Array dimensi dua tersusun dalam bentuk baris dan kolom. pendataan nilai dan lain sebagainya. Pradita. cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai2[i]. } Output yang akan dihasilkan. dimana indeks pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai1[i]. berikut dapat anda lihat pada tabel berikut : Data Penjualan Pertahun Tahun Penjualan No 2001 2002 2003 1 150 159 230 2 100 125 150 3 210 125 156 Frieyadie. } cout<<"------------------------------------------"<<endl.2. • Index-1 : Untuk menyatakan jumlah baris • Index-2 : Untuk menyatakan jumlah kolom Contoh Pendeklarasian Array Sebagai contoh pendeklarasian yang akan kita gunakan adalah pengolahan data penjualan. dan Ani Oktarini 93 . Hasil Contoh-2 7. Array dimensi dua dapat digunakan seperti pendatan penjualan. Ilamsyah. Sopiyan. getch().2. cout<<setprecision(2)<<" "<<hasil[i]<<endl. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 7.

Pradita. Sopiyan. Contoh pengaksesan dengan bentuk sebagai berikut: Contoh-4 /* -------------------. } Output yang akan dihasilkan.3.23.*/ #include<conio. dan Ani Oktarini 94 .h> Frieyadie. clrscr()."Budi".*/ /* Array Dimensi 2 */ /* -------------------. Ilamsyah."Carli"}}.1.Modul Algoritma Pemrograman I Jika anda lihat dari tabel 7. Jumlah Kolom Jumlah Baris Nama Array Tipe data elemen array 7. cout<<nama[0][0]<<ends<<nama[1][0]<<endl.2."BU". Inisialisasi Array Berdimensi Dua Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 7. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya. cout<<nama[0][1]<<ends<<nama[1][2]<<endl.h> main() { char nama[2][3][10]={{"Pak".h> #include <iostream. Hasil Contoh-3 7. getch(). {"Andi". Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut: Contoh-3 #include <conio. cout<<nama[0][2]<<ends<<nama[1][1]<<endl.1 diatas maka dapat dituliskan kedalam array dimensi dua berikut: int data_jual[3][3]. Mengakses Array Berdimensi Dua Suatu array."Mas"}.2.

cout<<" ". cout<<"-----------------------"<<endl. clrscr().i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(5)<<i. Sopiyan. cout<<"-----------------------"<<endl. dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. for(i=1. cout<<data_jual[i][j].j<=3. Pradita.j++) { cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(4).i<=3.i++) { for(j=1. cout<<"Jumlah Penjulan : ". int data_jual[4][4]. j. dan Ani Oktarini 95 . for(j=1.j++) { cout<<"Data Ke . cin>>data_jual[i][j].h> main() { int i.Modul Algoritma Pemrograman I #include<stdio. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. } cout<<endl. for(i=1. } } cout<<"Data Penjualan Pertahun"<<endl.j<=3.h> #include<iostream.i<=3."<<i<<" "<<j<<endl.h> #include<iomanip. getch( ). } cout<<"-----------------------"<<endl. cout<<"NO 2007 2008 2093"<<endl.

Prinsip kerja dari teknik ini adalah sbb : 1.*/ #include<conio. Urut. Tukar bilangan dengan Index terkecil tersebut dengan bilangan pertama ( I = 1 ) dari data bilangan tersebut 4. Sorting dalam C++ a. j.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 7. Pradita. iMin. dst sampai seluruh elemen shg akan menghasilkan pola data yg telah disort. Pengecekan dimulai data ke-1 sampai dengan data ke-n 2. Sopiyan. Contoh-5 /* -------------------------------.4. dan Ani Oktarini 96 .h> #include<stdio.2. Ilamsyah. int n. Hasil Contoh-4 7. code. int Tmp.*/ /* Selection sort dengan C++ */ /* -------------------------------. Frieyadie. int Arr[100].24. Selection Sort Tehnik pengurutan dengan cara pemilihan elemen atau proses kerja dengan memilih elemen data terkecil untuk kemudian dibandingkan & ditukarkan dengan elemen pada data awal. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. Tentukan bilangan dengan Index terkecil dari data bilangan tersebut 3.h> int main() { int i.

scanf("%i". &n). for(i = 0. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". Ilamsyah. if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. Sopiyan. Arr[iMin] = Tmp. Arr[i]). Pradita. } for(i = 0. dan Ani Oktarini 97 . if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. for(j = Urut. i + 1).1. Arr[i]). for(i = 0. }} } } Urut = Urut + 1. scanf("%i". j < n. } printf("\nSetelah Pengurutan\n").1.Modul Algoritma Pemrograman I printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. i < n. Urut = 1. j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. i++) { iMin = i. } Frieyadie. i + 1. j < n. i < n . i++) { printf("Masukan data ke %i : ". for(j = Urut. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". i < n. Arr[iMin] = Tmp. &Arr[i]). } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). i < n . } } } } Urut = Urut + 1. i + 1. i < n. i++) { iMin = i. for(i = 0. }for(i = 0. } getch().

} getch().n-2. j < n .Modul Algoritma Pemrograman I getch(). &n). Ilamsyah. Prinsip Kerja Insertion Sort adalah 2..1. int Tmp. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 3.. j. code. Buble Sort Prinsip Kerja dari Bubble Sort adalah : 1. Bandingkan data ke-I ( I = data ke-2 s/d data ke-n ) 4. scanf("%i". Jika lebih kecil maka data tersebut dapat disisipkan ke data awal sesuai dgn posisisi yg seharusnya Frieyadie. Jika lebih kecil maka pindahkan bilangan tersebut dengan bilangan yg ada didepannya ( sebelumnya ) satu persatu (n-1. Arr[i]). Sopiyan. Bandingkan data ke-n dengan data sebelumnya (n-1) 3. Pradita. i < n.. Jika lebih besar maka tidak terjadi pemindahan 5. i < n.n-3. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). for(i = 0. dan Ani Oktarini 98 . int Arr[100]. Insertion Short Prinsip dasar Insertion adalah secara berulang-ulang menyisipkan / memasukan setiap elemen. Arr[j] = Arr[j + 1]..h> #include<stdio. Bandingkan data ke-I tersebut dengan data sebelumnya (I-1). Ulangi langkah 2 dan 3 s/d sort optimal. } c. } } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). } for(i = 1. i + 1). &Arr[i]). 1. } b. i + 1. j++) { if(Arr[j] > Arr[j + 1]) { Tmp = Arr[j].dst) 4. i++) { for(j = 0. int n. i < n. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". ke dlm posisinya / tempatnya yg benar. Urut. for(i = 0.h> int main() { int i. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 2. Arr[j + 1] = Tmp. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". scanf("%i". iMin. #include<conio.

i < n.Modul Algoritma Pemrograman I 5. } if(Tmp >= Arr[j]) { Arr[j + 1] = Tmp. Ilamsyah. j = i . iMin. dan Ani Oktarini 99 . i + 1). int n. Arr[i]). i + 1. i < n. Pradita. i++) { printf("Masukan data ke %i : ".h" int main( ) { int i. } for(i = 1. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". i++) { Tmp = Arr[i]. scanf("%i". int Tmp.1. Sopiyan. Urut. } getch(). j = j . j. scanf("%i". int Arr[100]. Arr[j] = Tmp. for(i = 0. #include "conio. } else { Arr[j + 1] = Arr[j]. } Frieyadie. } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). code.1. &n). &Arr[i]). while(Arr[j] >= Tmp && j > 0) { Arr[j + 1] = Arr[j]. i < n. for(i = 0. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal.h" #include "stdio.

Sopiyan. 1500 ---------------------------------Buatlah programnya dengan ketentuan: • Setiap pembeli dikenakan pajak sebesar 10% dari pembayaran.4.. Sebuah perusahaan ayam goreng dengan nama “GEROBAK FRIED CHICKEN” yang telah lumayan banyak pelanggannya. ... Pradita... <diinput> Jenis Ke ..... • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan GEROBAK FRIED CHICKEN --------------------Kode Jenis Harga -------------------------D Dada Rp........ Frieyadie.... Ilamsyah. .... 1500 -------------------------Banyak Jenis : . Rp . Jenis Harga Bayak Jumlah Potong Satuan Beli Harga ------------------------------------------------------------.. Latihan 1. 2000 S Sayap Rp.. 2500 P Paha Rp. Rp ... ..... Jenis Potong dan Banyak Beli diinput...... . .... <diinput> <<Terus berulang tergantung Banyak Jenis>> Layar Keluaran GEROBAK FIRED CHICHEN ------------------------------------------------------------No. ... “GEROBAK FRIED CHICKEN” mempunyai daftar harga ayam sebagai berikut : Kode Jenis Harga ---------------------------------D Dada Rp.Modul Algoritma Pemrograman I 7. ...... <proses counter> Jenis Potong [D/P/S] : . <diinput> Banyak Potong : . Total Bayar Rp ..... dan Ani Oktarini 100 .. -----------------------------------------------------------Jumlah Bayar Rp .. 2500 P Paha Rp. ingin dibantu dibuatkan program untuk membantu kelancaran usahaannya. Pajak 10% Rp .. • Banyak Jenis. 2000 S Sayap Rp.

..... ..000.. Ilamsyah. ..per bulan. ..... -----------------------------------------------------------------------------------------Total Gaji yang dikeluarkan Rp. ..... Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja sebih dari 240 jam.. .... <di input> Golongan (1/2/3) : .............. STAY COOL ------------------------------------------------------------------------------------------No. <proses counter> Nama Karyawan : ...... .............. dengan memperoleh tujangan-tunjangan sebagai berikut: • Tunjangan Jabatan Golongan 1 2 3 Persen tase 5% 10% 15% • Honor Lembur Jumlah jam kerja normal dalam satu bulan sebanyak 240 Jam Kerja. • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan dan Keluaran Program Hitung Honor Karyawan Kontrak PT. <diinput> Karyawan Ke .. 2. Nama Tunjangan Karyawan ----------------Honor Pendapatan Jabatan Pendidikan Lembur Pajak Bersih ------------------------------------------------------------------------------------------.. Pradita.. <di input> Jumlah Jam Kerja : . Frieyadie..... memberikan Honor tetap kepada karyawan kontraknya sebesar Rp. <di input> <<Terus berulang tergantung Jumlah Karyawan>> PT.......... ..500 untuk setiap kelebihan jam kerja dalam satu bulannya. 700. . PT...Modul Algoritma Pemrograman I 2... .. Sopiyan.. . STAY COOL.. STAY COOL Masukkan Jumlah Karyawan : ..... dan Ani Oktarini 101 .... maka kelebihkan jam kerja tersebut dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp... . .. <di input> Pendidikan (1=SMU/2=D3/3=S1) : .. .....

Nama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf besar. Sopiyan. Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan pada nama_konstanta. # define Digunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta. tetapi bukanlah instruksi dari program itu sendiri. tetapi untuk preprocessor. Ilamsyah. didalamnya membuat nilai pembuktian pertama dan menterjemahkan code program didalam kode objek. guna untuk membedakannya dengan nama_variabel. Preprocessor Directives Preprocessor directive merupakan suatu perintah yang termasuk kedalam program.1. dan Ani Oktarini 102 .14 contoh: #define HURUF ‘B’ contoh: #define JABATAN “INSTRUCTOR” contoh: #define CETAK (“Borland C++”) contoh: #define LUAS_KUBUS (n*n) Frieyadie.1. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda : # Ada beberapa preprocessor directive.1. ketika didalam proses penterjemahan (Compile) program berlangsung. Pradita. Preprocessor ini dijalankan secara otomatis oleh kompiler. diantaranya adalah: 8. Bentuk umum dari preprocessor directive #define ini adalah: #define nama_konstanta teks Contoh : Teks #define A 6 Nama_Konstanta Dalam pendeklarasian preprocessor directive #define. Teks dapat berupa: • Numerik • Karakter • String • Pernyataan • Fungsi Sederhana contoh: #define PI 3.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Macro Dan File Header adalah: 8 Didalam penyusunan suatu makro ada beberapa hal yang perlu dipelajari 8.

*/ #include<stdio.h> #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 8. Pradita.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* -----------------------------------. # define akan mengganti semua nama konstanta tadi dengan teksnya sebelum proses kompilasi dimulai.Modul Algoritma Pemrograman I Setelah #define ditentukan didalam program cukup dituliskan nama_konstantanya saja. cout<<"Jari-jari = 5 adalah "<<L(5)<<endl.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* ----------------------------------.h> #define PI 3. dan Ani Oktarini 103 .141592 #define L(n) PI*n*n main( ) { clrscr().h> #include<iostream.h> #include<conio.*/ #include<stdio. Sopiyan. Contoh-1 /* ----------------------------------.h> #define awal { #define akhir } #define mulai() main() #define cetak cout #define masuk cin #define hapus() clrscr() #define tahan() getch() #define LS_KUBUS (sisi*sisi) mulai( ) awal Frieyadie.h> #include<conio. cout<<"Luas Lingkaran dengan : "<<endl. cout<<"Jari-jari = 10 adalah "<<L(10)<<endl.1 Hasil Contoh-1 Contoh-2 /* ----------------------------------. getche( ).

tahan( ). • #include <nama_file_header> “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang ada file headernya. akhir Output yang akan dihasilkan. # if .#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar. Sopiyan. cetak<<"Masukkan Nilai Sisi Kubus = ". Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta penyataan. ls_kubus = LS_KUBUS.#endif Preprocessor #if . cetak<<"Program Penggunaan #define"<<endl. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define. kecuali pada directori yang sedang aktif.1. masuk>>sisi.2. dan Ani Oktarini 104 . yaitu: • #include "nama_file_header" “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directori dimana file header tersebut berada “. hapus( ). ls_kubus. yaitu berfungsi untuk memasukkan atau menyertakan file-file header kedalam program yang akan dibuat. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I int sisi. 10. jika tidak maka. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 8. # include Preprocessor #include telah dibahas pada bab sebelumnya. diabaikan.2. Hasil Contoh-2 10.1. Dalam penulisan #include ada dua bentuk penulisan : #include "nama_file_header" atau #include <nama_file_header> Pada bentuk penulisan #include mempunyai arti yang berbeda.3. #endif Frieyadie. Ilamsyah. cetak<<"Luas Kubus adalah : "<<ls_kubus.

#else . #endif getch( ). } Output yang akan dihasilkan.1.#endif Preprocessor #if . Hasil Contoh-3 10.h> #include <stdio. Ilamsyah.#endif ******************************/ #define N -4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol").#else .4.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-3 /*********************** Penggunaan #if . #endif Contoh-4 /****************************** Penggunaan #if .#else -#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar. dan Ani Oktarini . Sopiyan. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta Penyataan-1. jika #if bernilai salah maka. #else printf("Lebih Kecil dari Nol").3. # if . #endif } 105 Frieyadie.#endif ***********************/ #include <conio. pernyataan #else dikompilasi. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define. #else Penyataan-2.h> #define N 4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol"). Pradita. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 8.

#endif } Hasil dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 8. # elif Preprocessor #elif digunakan untuk mengkompilasi dari pernyataan bertingkat. #else N < 10 printf("Lebih Kecil dari Sepuluh"). #elif N == 10 printf("Sama Dengan Sepuluh "). Ilamsyah. Perintah dijalankan sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. dan Ani Oktarini 106 . Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta-1 Penyataan-1.5. Hasil Contoh-4 10.1. Sopiyan. # elif ekspresi-konstanta-n Penyataan-n. Pradita.5.4. merupakan kombinasi dari #if dan #else. #elif ekspresi-konstanta-2 Penyataan-2. Hasil hanya dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan yang benar. #endif Contoh-5 /***************** Penggunaan #elif ******************/ #define N 12 main( ) { #if N > 10 printf("Lebih Besar dari Sepuluh").Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 8. Bentuk #elif diikuti oleh ekspresi-konstanta. Dalam hal ini #elif sama halnya seperti #elseif. Hasil Contoh-5 Frieyadie.

#undef Preprocessor #undef digunakan untuk menghilangkan nilai yang telah didefiniskan dari daftar definisi. #endif Penjelasan: Jika nama-konstanta terdefinisi maka. Frieyadie. cout<<LEBAR_MAKS.1. # ifdef .Modul Algoritma Pemrograman I 10. Pradita. Contoh-6 /**************** Penggunaan #undef *****************/ #include<iostream. Sopiyan.h> #define LEBAR_MAKS 100 #if LEBAR_MAKS>200 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 200 #elsif LEBAR_MAKS <50 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #else #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #endif main( ) { char str[LEBAR_MAKS]. hal ini dapat dilakukan jika sudah konstanta didefiniskan pada bagian #define. jika nama-konstanta tidak terdefinisi maka. Benuk umum penulisan sebagai berikut: #ifdef nama-konstanta pernyataan. Ilamsyah.7. pernyataan akan diabaikan. hal ini merupakan parameter yang khusus yang harus terdefinisi.6. pernyataan akan dijalankan. } Hasil dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 8. Hasil Contoh-6 10.6. dan Ani Oktarini 107 .# ifndef Preprocessor #ifdef dan #ifendef memberikan bagian dari program yang akan dikompile.1.

Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran . Sopiyan.h> #define ANAK1 "ILHAM" #define ANAK2 "HADIANSYAH" main( ) { #ifdef ANAK1 cout<<"Pagi ini "<<ANAK1<<" pergi Kesekolah". Berikut contoh file header standar yang disediakan oleh Borland C++. dan Ani Oktarini 108 . Pradita. kita dapat juga membuat file header sediri. Hasil Contoh-7 10.7.2. #else cout<<"Pagi ini "<<ANAK2<<"pergi Kesekolah". Copyright (c) Borland International 1987.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-7 //--> Penggunaan #ifdef dan #ifndef #include<iostream.h . Ilamsyah. Pembuatan File Header File Header adalah suatu file dengan akhiran . cout<<" pergi Kesekolah". Selain file-file header standar yang disediakan oleh C++. dengan cara yang sama seperti membuat file editor. */ #ifndef TIME_T #define TIME_T typedef long time_t. } Hasil dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 8.1988 All Rights Reserved. #endif #endif getche(). /* types. File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta. #else #ifndef ANAK2 cout<<"Hari ini "<<ANAK1<<" "<<ANAK2.h .h Types for dealing with time. #endif Frieyadie.

cout<<"Masukkan Nilai A = ". cout<<"Hasil dari "<<a<<" + "<<b<<" = "<<c. pada folder kerja anda folder include. Buatlah program file heder dibawah ini.cpp Contoh-9 /* ---------------------------------..h. kemudian simpan dengan nama : atur. cout<<"Masukkan Nilai B = ".*/ /* program dengan file header sendiri */ /* ---------------------------------. hapus( ). */ #define awal { #define akhir } #define mulai( ) main( ) #define cetak cout #define tampil cprintf #define masuk scanf #define hapus( ) clrscr( ) #define jika if #define warna textcolor #define tahan getche( ) Setelah disimpan pada direktori C:\BC5\INCLUDE\. Copyright (c) Frieyadie 2001 All Rights Reserved. Sopiyan. selanjutnya Compile file atur.h. Contoh-8 /* atur. tahan. b.h> #include<iostream. dan Ani Oktarini 109 . cout<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Sebagai latihan berikut ini akan dibuatkan suatu file header sendiri yang akan digunakan pada file editor. warna(4). akhir Frieyadie.*/ #include<stdio. Pradita. cin>>a. c=a+b.h> #include"atur. c. Buatlah program dibawah ini.h contoh pembuatan file header untuk pengaturan. cin>>b. tampil("\nPROGRAM PENJUMLAHAN\n"). kemudian gunakan file header yang sudah anda buat dan simpan dengan nama : sendiri. ..h> #include<conio. Ilamsyah.h" mulai( ) awal int a.

. Hasil Contoh-9 10. Tampilan yang diinginkan: Program Hitung Nilai Akhir Mata Kuliah Masukkan Nilai Absensi : ……<di-input> Masukkan Nilai Tugas : ……<di-input> Masukkan Nilai U.S = <data-inputan> * 30% = <hasil-proses> Nilai Murni U.S * 30 % • Nilai U. Buatlah program menghitung luas dan keliling lingkaran. Buatlah program menghitung nilai akhir perkuliahan pada suatu matakuliah...3. 2.. <hasil-proses> Frieyadie. <di-input> Luas Lingkaran : .h. < hasil proses > 3.S * 40 % Untuk proses penilaian dilakukan didalam file header dan simpan nama file header tersebut hitnilai. Proses berada didalam file header. Sebagai input adalah bilangan itu sendiri.. Ilamsyah. nama file header yang diinginkan : lingkaran. sedangkan sebagai output adalah pangkat dua serta pangkat tiga dari bilangan bulat tersebut.Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 8. Sopiyan. Latihan 1.. < hasil proses > Keliling Lingkaran : . Buatlah program menghitung pangkat dua serta pangkat tiga dari sebuah bilangan bulat dengan makro. dan Ani Oktarini 110 .T. Pradita.A.A.T.A.S = <data-inputan> * 40% = <hasil-proses> Nilai Akhir yang diperoleh sebesar : ….S : ……<di-input> Nilai Murni Absensi = <data-inputan> * 10% = <hasil-proses> Nilai Murni Tugas = <data-inputan> * 20% = <hasil-proses> Nilai Murni U. dengan ketentuan sebagai berikut: • Nilai Absensi * 10 % • Nilai Tugas * 20 % • Nilai U..T.S : ……<di-input> Masukkan Nilai U.h Tampilan Yang Diinginkan: Masukkan Nilai Jari-jari : .9.

Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 0x0012ff88 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. AMIR = ILHAM. dan Ani Oktarini 111 . suatu variabel akan menghasilkan alamat lokasi memori.2. Ilamsyah. Suatu pointer dimaksudkan untuk menunjukan ke suatu alamat memori sehingga alamat dari suatu variabel dapat diketahui dengan mudah. operator ini biasa disebut dengan “address of” atau operator alamat. hal ini dapat dilakukan dengan Frieyadie. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan suatu identifier “&” (ampersand sign) didepan nama variabel.1. Diagram Pengunaan Opeator Dereference 9. Operator Pointer Terdapat dua macam operator pointer yang disediakan oleh Borland C++: 1. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) Gambar 9. 9.1.1. Operator Dereference ( & ) Didalam mendeklarasikan suatu variabel harus pada lokasi yang pasti didalam penggantian memori. Sopiyan. // AMIR sama dengan ILHAM (75) RAKA = &ILHAM. Pradita.1. Operator dereference ( & ) 2. tetapi sesekali sistem operasi akan memberikan banyak alamat yang kita tidak mengetahui dimana variabel ditempatkan.1. Operator Reference ( * ) Dengan menggunakan operator anda dapat mengakses secara langsung nilai yamg terdapat didalam variabel yang berpointer. Operator reference ( * ) 9. Dengan menggunakan operator dereference ( & ) ini.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Pointer 9 Merupakan sebuah variabel yang berisi alamat dari variabel lain.Pada umumnya kita tidak dapat menentukan dimana variabel akan ditempatkan Terkadang secara otomatis dilakukan oleh kompiler dan sistem operasi yang sedang aktif.

// RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) RAFLI = *RAKA. Deklarasi Pointer Pada Konstanta Suatu pointer dapat dideklarasikan secara konstanta atau secara tetap tidak dapat diubah.Modul Algoritma Pemrograman I menambahkan identifier asterisk ( * ).2 Diagram Pengunaan Opeator Reference 9. menghasilkan nilai yang berada pada suatu alamat memori Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 65524 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. Dengan menggunakan operator reference ( * ) ini. Ilamsyah. // RAFLI sama dengan value pointed by RAKA(75) Gambar 9. Bentuk penulisan: tipe_data * const nama_konstanta.2. Untuk mendeklarasikan pointer secara konstanta dengan memberikan kata const didepan nama konstanta. Frieyadie. Sopiyan. dan Ani Oktarini 112 . Pradita.h> #include<conio.h> #include<iostream. Operator ini biasa disebut dengan “value pointed by”.h> void main( ) { char *const nama = "Borland C++". RAKA = &ILHAM. Contoh-1 //----------------------------------// //Pendeklarasian Pointer Konstanta // //----------------------------------// #include<stdio. agar dapat menterjemahkan nilai sebenarnya dari suatu variabel.

Sopiyan. Pradita. nama = "Visual C++". Deklarasi Pointer Pada Variabel Karena keakhlian dari pointer untuk menunjuk secara langsung kesuatu nilai. Pesan Kesalahan Yang Tampil adalah: Cannot modify a const object Error Message yang akan dihasilkan. } Pada program diatas. terdapat kesalahan dan tidak dapat dijalankan. Ilamsyah. getch( ). cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. yaitu tidak dapat diubah-ubah.3 Error Message Contoh-1 9. clrscr( ). cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl.h> #include<iostream. memeriksa satu persatu data yang memiliki pointer pada saat variabel tersebut pertama kali dideklarasikan. Contoh-2 //-------------------------------// //Penggunaan Pointer Dereference // //-------------------------------// #include<stdio.h> #include<conio. Karena variabel nama. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. Bentuk penulisan: tipe_data *nama_variabel. amir = ilham. *raka.3. merupakan pointer konstanta. raka = &ilham.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ).h> main( ) { int ilham. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 9. Frieyadie.. penyebabnya pada pernyataan nama = "Borland C++". dan Ani Oktarini 113 . ilham = 75. amir.

cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl.h> #include<iostream. Ilamsyah. ilham = 75. raka = &ilham.h> main( ) { int ilham. cout<<"Nilai RAFLI = "<<rafli<<endl. getch( ). } Output yang akan dihasilkan.4 Hasil Contoh-2 Contoh-3 //-----------------------------// //Penggunaan Pointer Reference // //-----------------------------// #include<stdio. Sopiyan. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. clrscr( ). rafli. Pradita. *raka.5 Hasil Contoh-3 Frieyadie. dan Ani Oktarini 114 . getch(). rafli = *raka. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 9. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 9.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nilai AMIR = "<<amir<<endl. cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<conio.

getch( ). dari program contoh-5 diatas adalah: Frieyadie. hanya menambahkan pointer reference ( * ) pada variabel yang akan ditunjuk. cout<<"Nilai AMIR Hasil Mengakses ILHAM = ". amir = &raka. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. Sopiyan. int *raka. //pointer pada pointer clrscr( ). Pointer Pada Pointer Tidak terbatas menunjuk alamat dari suatu variabel. raka = &ilham. cout<<*raka<<endl. amir = &raka. Didalam pendeklarasianya.4. //pointer ke variabel int **amir. } Output yang akan dihasilkan. Sebagai contoh : char ilham. cout<<"Nilai RAKA Hasil Mengakses ILHAM = ". Pradita. dan Ani Oktarini 115 .h> #include<iostream.h> #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I 8. ilham = 75. //pointer ke variabel char **amir. Ilamsyah. cout<<**amir<<endl.7 Diagram Pengunaan Pointer Pada Pointer Contoh-5 // -----------------------------// //Penggunaan Pointer to Pointer // //------------------------------// #include<stdio. //-> Penugasan Ke Alamat Memori raka = &ilham. char *raka.h> main() { int ilham. Gambar 9. //pointer pada pointer ilham = '75'. pointer dapat pula menunjuk ke pointer lainnya.

h> #include<conio. cin>>nilai[i]. Pradita. ptrnilai = nilai. Nilai "<<nilai[i].i<=5. cout<<"Hasil Pengaksesan Elemen Array Lewat". cout<<"Pointer". dan Ani Oktarini 116 . cout<<".8 Hasil Contoh-5 8.i++) { cout<<"Masukan Nilai Pertama = ". yaitu pengenal array sama dengan alamat pada elemen pertama. } Output yang akan dihasilkan.i++) { cout<<"Elemen "<<i<<".h> main( ) { int i. Ilamsyah. Sebagai contoh sederhana dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-6 //------------------------------// //Penggunaan Pointer to Array // //------------------------------// #include<stdio. cout<<&ptrnilai[i]. dari program contoh-6 diatas adalah: Frieyadie. pada array. karena secara internal array juga menyatakan alamat. for(i=1.h> #include<iostream. Pointer pada Array Konsep Array diantaranya adalah banyak loncatan dari pointer satu ke pointer yang lain. Menempati Alamat Memori = ".5. int nilai[5]. int *ptrnilai.i<=5. cout<<endl<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9. cout<<endl. Sopiyan. } cout<<endl. for(i=1. } getche( ).

//menambah nilai penunjuk / pointer cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl. dan Ani Oktarini 117 . cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk. band_punk+=3. cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl. cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk.*/ #include <iostream. char *band_punk = "RANCID".Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9.*/ /* Pointer pada String */ /* ------------------. getche( ). Pointer pada String Pointer pada string dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-7 /* ------------------. } Frieyadie. Ilamsyah.6. Sopiyan. Pradita.9 Hasil Contoh-6 9.h> main( ) { char band_metal[ ] = "SEPULTURA".h> #include <conio.

Ilamsyah. secara default.4. yang di tunjukkan oleh penambahan nilai pointer pada band_punk+=3. sehingga tercetak kata CID. terdapat perubahan nilai pointer band_punk .Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. maka pembacaan berpindah ke alamat ke. pembacaan dilakukan mulai dari pointer pertama.10 Hasil Contoh-7 Pada program diatas. Pradita. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 9. karena sudah terjadi penambahan dengan 3. R A N C I D \0 1 2 3 4 5 6 Frieyadie. dan Ani Oktarini 118 .

Argumen boleh diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong.Pernyataan / perintah. Ilamsyah. . } Keterangan: .h> #include<iostream. Contoh pembuatan fungsi sederhana Contoh-1 /* pembuatan fungsi garis() */ #include<conio. .1. sebagai contoh yang lainnya fungsi printf(). 10. Kegunaan dari fungsi ini adalah untuk: .Program menjadi lebih terstruktur.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Fungsi 10 Fungsi (Function) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus.h> garis( ) { printf("\n----------------------\n"). Pradita. cukup dengan menuliskan nama fungsinya. diletakan diantara tanda kurung ‘{ }’. Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main(). tidak menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti sendiri.Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama. } Frieyadie.Argumen. Pada pemanggilan sebuah fungsi. yang bersifat mutlak. . sehingga mudah dipahami dan dapat lebih dikembangkan. karena fungsi ini program akan dimulai. … pernyataan / perintah. Sopiyan. Struktur Fungsi Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut: nama_fungsi(argumen) { … pernyataan / perintah. diletakan diantara tanda kurung “( )” yang terletak dibelakang nama fungsi. dan Ani Oktarini 119 .Nama fungsi. … pernyataan / perintah. cout() yang mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data kelayar dan masih banyak lainnya. boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan.h> #include<stdio.

Sopiyan. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 10. } Output yang akan dihasilkan. garis( ). Ilamsyah. • Parameter Aktual adalah variabel yang digunakan pada pemanggilan suatu fungsi. Terdapat dua macam para parameter fungsi.Pondok Labu"<<endl.2.. dan Ani Oktarini 120 . • Jika jumlah parameter yang digunakan dalam definisi fungsi dan pada saat pemanggilan fungsi berbeda atau tidak sama. ). yaitu : • Parameter formal adalah variabel yang terdapat pada daftar parameter yang berada didalam definisi fungsi. Hasil Contoh-1 10.Modul Algoritma Pemrograman I /* program utama */ main( ) { clrscr( ).1. //memanggil fungsi garis cout<<"AMIK BSI . garis( ). Prototipe fungsi dituliskan di atas blok program utama dan diakhiri dengan tanda qualifier titik koma ( . Nilai-nilai pada objek-objek tersebut didapat dari variabel-variabel yang barada pada program utama. • Jumlah parameter yang digunakan • Tipe data dari masing-masing parameter yang digunakan. Prototipe dan Parameter Fungsi Prototipe merupakan uraian dari blok fungsi yang dapat digunakan untuk mendeklarasikan ke kompiler mengenai: • Tipe data keluaran dari fungsi. Pradita. Sedangkan yang dimaksud dengan parameter pada fungsi adalah suatu pendefinisian nilai-nilai dari objek-objek yang dideklarasikan pada bagian argumen di fungsi. Frieyadie. //memanggil fungsi garis getche( ). sedangkan blok program fungsi yang mengandung perintah-perintah atau pernyataan-pernyataan dari program berada di bawah blok program utama yang memiliki keuntungan sebagai berikut: • Kompiler akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter fungsi. maka akan menunjukkan kesalahan.

} Frieyadie.. b). dan Ani Oktarini 121 . main() { …. coment(c.h> #include <iostream.int n). atas: clrscr( ). { cout<<"Masukkan nilai = ".h> #include <string.cin>>lagi. } parameter aktual parameter formal float total( int x. int i. } if (lagi=='Y' || lagi=='y') goto atas. a=n%2. //paramater formal cout<<c. Pradita.i).c[30]."---Bilangan Ganjil---"). else getch( ).. if (a==1) strcpy(ket.cin>>i. ….int n) { int a. } //blok program fungsi dengan parameter aktual char coment (char ket[30]. //prototipe fungsi main( ) { char lagi.Modul Algoritma Pemrograman I Bentuk penulisan Parameter Formal dan Parameter Aktual.h> //untuk strcpy char coment (char ket[30]. } Contoh penggunaan prototipe fungsi dan parameter fungsi sebagai berikut: Contoh-2 //Penggunaan Prototipe pada Fungsi #include <conio. Sopiyan. int y) { …. Ilamsyah... else strcpy(ket. total(a."---Bilangan Genap---"). cout<<"\n\nIngin input lagi [Y/T]: ".

h> #include<iostream.h> #include<stdio.2. walaupun nilai dari parameter formal berubah.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. main( ) { int a. getch( ) . a = 5.1. Sopiyan. int n). int n) { m+=5. b = 9. cout<<"\n\nNilai di dalam Fungsi Tambah()". yaitu: 10. Pradita. n+=7. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b.*/ #include<conio. b. } tambah(int m. Berikut contoh pemanggilan dengan nilai dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-3 /* -----------------------. dan Ani Oktarini 122 . clrscr( ). Pemanggilan dengan nilai ( Call by Value ) Pada pemanggilan dengan nilai yaitu nilai dari parameter aktual akan dimasukkan ke parameter formal. Ilamsyah. cout<<"\nNilai Setelah Fungsi Digunakan". cout<<"Nilai Sebelum Fungsi Digunakan ". tambah(a. Hasil Contoh-2 Di dalam bahasa C++ ada dua cara untuk melewatkan nilai-nilai parameter ke dalam fungsi dari nilai-nilai variabel. Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak dapat berubah. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b.h> tambah(int m. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 10.b).*/ /* Penggunaan Call By Value */ /* Program Tambah Nilai */ /* -----------------------. Frieyadie.2.

2. Pemanggilan dengan Referensi (Call by Reference) Pemanggilan dengan referensi merupakan pemanggilan nilai suatu parameter di dalam fungsi ke parameter actual yang disimpan pada alamat memori dengan menggunakan pointer. cout<<endl. cout<<endl. Hasil Contoh-3 10.2.*/ /* Penggunaan Call By Reference */ /* Program Tambah Nilai */ /* ---------------------------. Pradita. cout<<"\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi". cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b.3. b = 6. Contoh-4 /* ---------------------------. Frieyadie. int *d).h> #include<iostream. clrscr( ). Sopiyan.&b).h> #include<stdio. tambah(&a. b.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"\nm = "<<m<<" n = "<<n. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 10. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah.*/ #include<conio. a = 4. main( ) { int a. cout<<"Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi". Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu parameter aktual dengan melaksanakan pengubahan nilai dari suatu parameter yang dilakukan di dalam fungsi. dan Ani Oktarini 123 .h> tambah(int *c. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b.

Modul Algoritma Pemrograman I getch( ). Hasil Contoh-4 10. Pernyataan return() diikuti oleh argumen yang berupa nilai yang akan dikirimkan. dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 10. cout<<"\nNilai di Akhir Fungsi Tambah()". } Output yang akan dihasilkan. Syarat utama dalam pembuatan fungsi return adalah nama fungsi yang dapat mengembalikan nilai. dan Ani Oktarini 124 . Contoh pemakaian pernyataan return() dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-5 /* Pernyataan Return pd Fungsi */ #include <conio.3. Sopiyan.h> float luas (int r)//fungsi luas lingkaran { return(3. Pernyataan return().14*r*r).14*2*r). cout<<endl.4. *d+=5. int *d) { *c+=7.h> #include <stdio. Ilamsyah. Digunakan untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada fungsi yang lain yang memanggilnya. } float kel (int r)//fungsi kel lingkaran { return(3.h> #include <iostream. dikarenakan nilai hasil dari parameter formal akan disimpan pada nama fungsi. } Frieyadie. } tambah(int *c. cout<<"\nc = "<<*c<<" d = "<<*d. Pradita.

Hasil Contoh-5 10. Variabel lokal biasa disebut dengan Variabel Otomatis. Sopiyan. • Variabel Eksternal atau Global. Pradita. 10. cout<<"Masukkan Jari-jari = ".Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int j. Terdapat beberapa jenis variabel yaitu: • Variabel Lokal.*/ /* Variabel Lokal */ /* -------------. } Output yang akan dihasilkan.4.h> #include<stdio. cout<<"Luas lingkaran = "<<luas(j)<<endl.5.h> #include<iostream. Contoh-6 /* -------------. Ilamsyah. main( ) { Frieyadie.h> lokal( ).*/ #include<conio. Variabel Lokal Variabel Lokal adalah variabel yang dideklarasikan didalam fungsi dan hanya dikenal oleh fungsi yang bersangkutan. • Variabel Statis. getch( ).1.4. Jenis Variabel Jenis Variabel pada C++ ini sangat berguna didalam penulisan suatu fungsi agar penggunaan didalam penggunaan suatu variabel tidak salah. clrscr( ).cin>>j. dan Ani Oktarini 125 . cout<<"Keliling lingkaran = "<<kel(j). dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 10.

} lokal( ) { int a = 10. Variabel Eksternal Variabel Eksternal adalah variabel yang dideklarasikan diluar fungsi yang bersifat global yang artinya dapat digunakan bersama-sama tanpa harus dideklarasikan berulang-ulang. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a.*/ /* Variabel Eksternal atau Global */ /* -----------------------------. Frieyadie. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Pemanggilan Variabel Lokal"<<endl. Hasil Contoh-6 10. Pradita.h> #include<stdio.h> #include<iostream. Contoh-7 /* -----------------------------.2.*/ #include<conio. clrscr( ). dan Ani Oktarini 126 .Modul Algoritma Pemrograman I int a = 15. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 10. Sopiyan.4. Ilamsyah. //--> deklarasi variabel eksternal void lokal( ). cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. Untuk pendeklarasian variabel ekternal ini. lokal( ). diluar dari fungsi main().h> int a = 6.6. yang selama ini pendeklarasian variabel selalu didalam fungsi main(). cout<<"\nNilai a didalam fungsi lokal( ) = "<<a.

maka variabel dapat dipergunakan oleh semua fungsi yang terletak pada file yang sama ditempat variabel statis dideklarasikan. } Output yang akan dihasilkan. maka variabel hanya dikenal oleh fungsi tempat variabel dideklarasikan. Contoh-8 /* -------------------------.3. • Jika variabel statis bersifat eksternal. cout<<a. Sopiyan. Variabel Statis Variabel Statis dapat berupa variabel local atau variabel eksternal Sifat variabel statis ini mempunyai sifat antar lain. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I void main( ) { clrscr( ).*/ #include<conio. //--> pemanggilan fungsi local cout<<"\nNilai Setelah penggilan fungsi local() = ". • Jika tidak ada inisialisasi oleh pemrograman secara otomatis akan diberikan nilai awal nol. } void lokal( ) { a+=10. • Jika variabel statis bersifat local. Suatu variabel statis diperoleh dengan menambahkan kata-kunci static didepan penentu tipe data variabel.4. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 10.7. lokal ( ). dan Ani Oktarini .h> #include<iostream.h> #include<stdio.h> 127 Frieyadie. Hasil Contoh-7 10. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. cout<<"Penggunaan Variabel Eksternal"<<endl. Pradita. Ilamsyah.*/ /* Penggunaan Variabel Statis */ /* -------------------------.

} walah( ) { static int k. walah( ). dan Ani Oktarini 128 . Hasil Contoh-8 10. cout<<"\nNilai K didalam fungsi() = "<<k. Sopiyan. getch( ). cout<<"\nNilai K didalam fungsi main() = "<<k. } Hal ini terlihat bahwa : • Pada pada prototipe fungsi walah( ) tidak tedapat nilai awal. tercetak nilai variabel k = 8. adalah 5. Ilamsyah. didapat dari k=0+4.5.8. Inline function dideklarasikan dengan menambahkan kata kunci inline didepan tipe data. // --> deklarasi variabel statis k += 4. • Pada pencetakan k didalam fungsi main( ). didalam fungsi main( ) bersifat lokal. //--> prototipe fungsi walah main( ) { int k = 5. walah( ). maka secara otomatis variabel k = 0.Modul Algoritma Pemrograman I walah( ). terutama programprogram yang menggunakan pernyataan perulangan proses seperti for. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) kedua. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) pertama. clrscr( ). Frieyadie. while dan do – while. didapat dari k=4+4. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 10. Output yang akan dihasilkan. Fungsi inline Fungsi inline ( inline function ) digunakan untuk mengurangi lambatnya eksekusi program dan mempercepat eksekusi program terutama pada program yang sering menggunakan atau memanggil fungsi yang berlebih. karena variabel k. Pradita. tercetak nilai variabel k = 4. karena nilai k yang terbaru adalah 4.

Ilamsyah. Pradita. dan Ani Oktarini 129 . for(k = 1. k*2)<<" ".h> #include<stdio.*/ #include<conio.*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------. Sopiyan.*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------.h> inline static void cplusplus( ) { cout << "Pemrogramman C++\n". } int main( ) { { cout << "Kami Sedang Belajar. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<iostream. } main( ) { int k.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-9 /* -------------------------. Frieyadie. getch( ). Hasil Contoh-9 Contoh-10 /* -------------------------.*/ #include<conio. k < 20. cout << "C++ Programming. k++) cout<<kali(k. ". int j) { return(i * j).9.h> #include<stdio.h> #include<iostream. ".h> inline int kali(int i. clrscr( ). dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 10.

} getche( ).10. s Sebagai contoh membentuk fungsi yang sama dengna tipe yang berbeda-beda dan dibuatkan pula nama fungsi yang berbeda-beda pula.\n\n". cout << "Berarti Sudah Anda Kuasai". cplusplus( ). Sopiyan. cout << "Sedang Kami Pelajari. Hasil Contoh-10 10. sehingga memiliki nama yang sama tetapi dengan parameter yang berbeda. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 10. } { cout << "Mari Belajar. Contoh-11 s/* ------------------------------.h> #include<stdio.*/ #include<conio. cout << "Mudah Untuk Dipelajari.h> #include<iostream. ". } { cout << "Jika Sudah Mengerti. Pradita. dan Ani Oktarini . Ilamsyah. Dapat diartikan bahwa fungsi yang overload berarti menyediakan versi lain dari fungsi tersebut.h> 130 Frieyadie. cplusplus( ).6.Modul Algoritma Pemrograman I cplusplus( ). Salah satu kelebihan dari C++ adalah Overloading.*/ /* Penggunaan function overloading */ /* ------------------------------. } Output yang akan dihasilkan.\n\n". ". Function Overloading Function Overloading adalah mendefinisikan beberapa fungsi.

} int hitung(int b) { return(b*b).11. cout<< "Hasilnya Fungsi overload -1 : ". dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 10. Hasil Contoh-11 Frieyadie. dan Ani Oktarini 131 . Sopiyan. cout<< "Hasilnya Fungsi overload -2 : ". float hitung(float d). cout<<hitung(3)<<endl. Pradita. long hitung(long c). cout<<hitung(2)<<endl. } long hitung(long c) { return(c*c). cout<< "Hasilnya Fungsi overload -3 : ". void main( ) { clrscr( ). Ilamsyah. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I int hitung(int b). } Output yang akan dihasilkan. } double hitung(double d) { return(d*d). cout<<hitung(4)<<endl.

Fungsi yang harus dibuat potong() untuk menghitung besar potongan yang akan diberikan.000. Ilamsyah. Buatlah 3 (tiga) buah fungsi untuk dioverloading.000. c = (68) * 5 / 9. maka mendapat diskon sebesar 35%.000 . .7778 Pemanggilan dengan tipe data float Proses dengan tipe data float 100 sama dengan 37. c = 37. dan Ani Oktarini 132 . Dengan tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Program Hitung Potongan.Jika belanja dibawah Rp. . ……….0) * 5 / 9.000 . 5.32) * 5 / 9.000. dengan ketentuan sebagai berikut : . ………< hasil proses > 2. maka mendapat diskon sebesar 20%. Buatlah program untuk menghitung besarnya diskon yang diberikan atas besanya sejumlah pembelian. Buatlah program untuk menghitung konversi dari derajat fahrenheit ke celcius Petunjuk : Gunakan Function Overloading. 1.000.Modul Algoritma Pemrograman I 10. Sopiyan. Contoh : Jika nilai Fahrenheit = 100 c = (100 .Jika belanja diatas Rp. dengan variabel untuk masing-masing fungsi berbeda-beda.000. Besar pembelian barang Rp.7.000.32. Latihan 1.7778 Hasil keluaran yang diinginkan : Pemanggilan dengan tipe data double Proses dengan tipe data double 100 sama dengan 37.7778 Pemanggilan dengan tipe data integer Proses dengan tipe data integer 100 sama dengan 37 Frieyadie.Jika belanja dimulai dari Rp. maka tidak mendapat diskon. Pradita. 1. ………< hasil proses > Besar harga yang harus dibayarkan Rp. 5. <di input > Besar diskon yang diberikan Rp. • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah double • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah float • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah integer Rumus konversi yang digunakan adalah c = (f . sampai dengan Rp.

<diinput> Tampilan Keluaran yang diinginkan: Tarif Sewa Rp.... <diinput> Banyak Pinjam : .... Buatlah program untuk menghitung jumlah pembayaran pada perpustakaan "Kecil-Kecilan".. <diinput> Kode Buku [C/K/N] : . dan Ani Oktarini 133 ..Kecil-Kecilan".... Sopiyan.. < hasil proses > Penyewa dengan Nama . <hasil proses> Jenis Buku : .. <hasil proses> Jumlah Bayar Penyewaan Sebesar Rp... Ilamsyah. ... <hasil proses> Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I 3.. Pradita. Mempunyai ketentuan sebagai berikut: Kode Jenis Buku C K N Jenis Buku CerPen ( Kumpulan Cerita Pendek ) Komik Novel Tarif Buku 500 700 1000 Petunjuk Proses : • Buatlah Fungsi Tarif untuk menentukan terif penyewaan • Gunakan Pernyataan If – Else Tampilan Masukan yang diinginkan: Perpustakaan "..... .... ---------------------------Nama Penyewa Buku : .

Pradita. .. dan Ani Oktarini 134 ... Deklarasi Structure Structure dapat deklarasikan seperti berikut: struct nama_tipe_struktur { elemen_struktur. float nilai. char nama[15]... ... Dan penggunaannya harus menggunakan objek/nama variabel yang menggunakan dari nama structure itu sendiri • Penulisan nama Structure dengan mengikuti bentuk umum kedua. Sopiyan. Frieyadie. Hal yang perlu di perhatikan : • Penulisan nama Structure jika mengikuti bentuk umum pertama.. Atau struct { elemen_struktur. struct { atau char nim[5]. penggunaan nama structure-nya tidak bisa langsung di gunakan... maka penggunaan nama structure-nya bisa langsung di aplikasikan. karena secara otomatis menjadi sebuah tipe data. float nilai... . } nama_tipe_struktur. }mahasiswa. Contoh Deklarasi struct mahasiswa { char nim[5]. }.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Structure 11 Struktur digunakan untuk mengelompokan sejumlah data yang mempunyai tipe data yang berbeda.. }... .1.. Struktur sama seperti Record di dalam Bahasa Pemrograman Pascal 11. Ilamsyah. Variabel-variabel yang membentuk sebuah struktur dinamakan elemen struktur. char nama[15].

Adakah perbedaannya ? Frieyadie. dan Ani Oktarini 135 .nim<<endl.nilai.h> #include<iostream. Pradita.h> #include<conio.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct1. clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. char nama[15].nama. Sopiyan.h> main( ) { struct { char nim[5]. cout<<"masukan NIM = ". } mahasiswa.nama<<endl. cin>>mahasiswa. cin>>mahasiswa.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1a /* ---------------------------. getch( ).nim.1. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 11. cout<<"masukan Nilai Akhir = ". cout<<"masukan Nama = ".nilai<<endl.*/ #include<stdio.cpp */ /* ---------------------------. cin>>mahasiswa. cout<<"Nama = "<<mahasiswa. cout<<"\n\nData Yang di Inputkan adalah : \n\n". cout<<"NIM = "<<mahasiswa. Hasil Contoh 1b Bandingkanlah Contoh-1a dengan Contoh-1b berikut ini. Ilamsyah. cout<<"Nilai Akhir = "<<mahasiswa.

nim<<endl.*/ #include<conio. Hasil Contoh 1b Frieyadie.nilai.1b. cout<<"\n\n Data yang Anda Inputkan Adalah : "<<endl<<endl.nama<<endl.nim. cout<<"NILAI AKHIR: "<<mahasiswa.nilai<<endl.nama.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct2. data mahasiswa. } Output yang akan dihasilkan.cpp */ /* ---------------------------. getch( ). Sopiyan. dan Ani Oktarini 136 .cin>>mahasiswa. cout<<"masukan NILAI AKHIR : ". int nilai. cout<<"NAMA: "<<mahasiswa.h> main( ) { struct data { char nim[10]. cout<<"masukan NAMA : ".Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1b /* ---------------------------.nama[15]. }. clrscr( ). cout<<"NIM : "<<mahasiswa. Pradita. Ilamsyah.h> #include<stdio.cin>>mahasiswa.cin>>mahasiswa. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11. cout<<"masukan NIM : ".h> #include<iostream.

Structure dengan Array dan Function Penggunaan Array sering dikaitkan dengan Structure.h> #include<iostream. Berikut bentuk deklarasi array struktur: struct { elemen_struktur . } clrscr( ). i<2. Ilamsyah.h> char ket(float n). } mhs[5]. cout<<"masukan Nama = ".cpp */ /* -----------------------------------------. sehingga membentuk Array dari Structure. .*/ /* Program Penggunaan structure pada function */ /* Nama File : struct4. for(i=0. j=1. i++) { cout<<"Data Ke . i++) { cout<<"Data Ke . k=1. float nilai.h> #include<conio. Pradita. Suatu elemen-elemen dari suatu Struktur dapat dikirimkan ke dalam suatu function dengan cara yang sama seperti mengirimkan suatu variabel sederhana ke dalam suatu function. Frieyadie."<<j++<<endl. char nama[15]."<<k++<<endl. cin>>mhs[i].nilai. Sopiyan. for(i=0. dan Ani Oktarini 137 .*/ #include<stdio. Berikut contoh sederhana yang anda dapat lihat pada contoh program berikut: Contoh-2 /* -----------------------------------------. } nama_tipe_struktur[jml_index]. cin>>mhs[i]. cout<<"NIM = "<<mhs[i]. struct { char nim[5].2.Modul Algoritma Pemrograman I 11. i<2. cout<<endl.nim<<endl. main( ) { int i. cout<<"masukan Nilai Akhir = ". cin>>mhs[i]. ………………….nim. cout<<"masukan NIM = ". clrscr( ).nama.

} getch( ). maka Nilai Hasil >= 80 • Jika Nilai Huruf = B. else return 'G'.nama<<endl. Ilamsyah. Hasil Contoh 2 11. maka Nilai Hasil >= 47 • Jika Nilai Huruf = E. Sopiyan. dan Ani Oktarini 138 . maka Nilai Hasil < 47 Frieyadie. Pradita. Buatlah program untuk menghitung nilai Hasil dari nilai UTS.3. Latihan Kerjakan tugas-tugas dibawah ini sesuai dengan petunjuk dan ketentuan pengerjaan yang telah diberikan : 1. maka Nilai Hasil >= 70 • Jika Nilai Huruf = C.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nama = "<<mhs[i]. cout<<endl.nilai)<<endl. } char ket(float n) { if(n > 65) return 'L'. maka Nilai Hasil >= 56 • Jika Nilai Huruf = D.2. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11. } Output yang akan dihasilkan. cout<<ket(mhs[i]. UAS dan menampilkan nilai huruf yang akan didapat. Buatlah sebuah function untuk menghitung nilai Hasil Nilai Hasil = (Nilai UAS * 40%) + (Nilai UTS * 60%) • Jika Nilai Huruf = A. Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. cout<<"Nilai Akhir = "<<mhs[i]. cout<<"Keterangan yang didapat = ".nilai<<endl.

Sopiyan. Jam kerja normal pegawai sebanyak 8 jam • Jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam. Pradita. 15000 Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. hanya mendapat honor harian saja. Buatlah program untuk menghitung honor pegawai honorer dari suatu perusahaan dengan menghitung kelebihan jumlah jam kerja pegawai tersebut. Frieyadie. Buatlah sebuah function untuk menghitung honor lembur Ketentuan lembur dihitung dari kelebihan jam kerja pegawai tesebut. dan Ani Oktarini 139 .Modul Algoritma Pemrograman I Tampilan akhir adalah sebuah tabel. 5000 + Honor harian • Jika jumlah jam kerja hanya 8 jam tidak mendapat honor lembur. Ilamsyah. maka kelebihan jam kerja dikalikan Rp. Honor harian pegawai honorer sebesar Rp. seperti dibawah ini: 2.

1. seperti sifat suatu benda maupun kegunaan dari benda tersebut. Pradita. 12. seperti kelompok alat tulis yang dapat dikelompokkan kembali dengan kelompok pensil. Class Calss merupakan gambaran atau abstraksi karakter dan sifat dari suatu objek. dan Ani Oktarini 140 .Modul Algoritma Pemrograman I Class untuk Object Oriented Programming (OOP) 12. Kemudian objek yang merespon hasil dari interaksi tersebut akan membentuk suatu tindakan atau aksi (methode). Sedangkan penitikberatkan ini dimaksudkan adanya interaksi pengiriman nilai. 3. atau penggunaan atau manfaat dari objek tersebut. Pensil juga memiliki methode (perilaku) seperti diruncingkan. 2.1. Keuntungan Penggunaan OOP Adapun keuntungan atau manfaat dari penggunaan OOP adalah: 1. Modular Objek yang sudah dibentuk dapat dikelompokkan kembali dengan objek-objek yang lain. Mudah diperbaharui Frieyadie. panjang dan lain-lain. Pengertian OOP BORLAND C++ 12 Object Oriented Programming atau yang lebih dikenal dengan OOP adalah pemrograman yang menitikberatkan kepada objek-objek untuk menyelesaikan tugas atau proses dari program tersebut. Contoh pensil adalah suatu objek yang memiliki attribute (karakter) jenis. Object Object (objek) adalah suatu data atau entitas yang berwujud maupun tidak berwujud.1. pesan atau pernyataan antar objek. digunakan dan lainlain. memiliki sifat (karakteristik) tertentu sesuai dengan kondisi atau status dari penggunaannya. warna. Ilamsyah. Data atau entitas di dalam pemrograman dapat disebut dengan blok fungsi. Class juga dapat mendefinisikan ciri dan perilaku objek tersebut. Methode Metoda merupakan tata cara objek tersebut diperlakukan. Natural OOP dapat melakukan pendekatan terhadap objek yang menggambarkan segala sesuatu yang nyata. kelompok buku dan lain-lain. Sopiyan.

}. public:c data element_class. 4. bentuk. Ilamsyah. Nama Anggota Data Pendefinisian Objek Frieyadie. method. Tata Cara Penggunaan Pemrograman Berbasis Obyek: 1. Dapat didaur ulang Suatu objek yang telah didefinisikan baik jenis. Sopiyan. warna catnya dan lain-lain. Cara pandang : program bukan urut-urutan instruksi tapi diselesaikan oleh obyek-obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan masalah Bentuk umum dari kelas: class class_ name { private: data element_class. Obyek-obyek dalam OOP bersifat aktif 3. dapat didefinisikan kembali ciri-ciri tersebut dengan menyebutkan cirinya masingmasing seperti temboknya yang memiliki ciri jenisnya. atapnya. }. Contoh deklarasi : Nama class class motor { char merk [50].2. dan Ani Oktarini 141 . Pradita. int stok . temboknya dan lian-lain.Modul Algoritma Pemrograman I Dikarenakan sifat jangkauan dari objek memiliki bagian private dan public. method. Misalkan objek rumah yang memiliki ciri umum ada pintunya. Object Declaration. Fungsi dan data menjadi satu kesatuan yang disebut obyek 2. ketebalannya. maka jika bagian private ingin digunakan pada objek-objek lain dapat diperbaharui dengan menempatkan objek lain tersebut di bagian public. motor sport.1. float harga . protype function. ciri maupun perilaku dapat didefinisikan kembali dengan objek yang lain. jendelanya. 12.

}.nis. item-item di dalamnya bisa bersifat private atau public.h> #include <conio. A.Modul Algoritma Pemrograman I Pernyataan diatas digunakan untuk mendefinisikan variabel bernama sport. garis( ). garis( ). float nilai. Ilamsyah.nama[20].nilai<<endl.nis<<endl <<" Nama Siswa = "<<sekolah. Pradita. semua item di dalam kelas sudah private. main( ) { clrscr( ). } class siswa { public : char nis[9].nama<<endl <<" Nilai Akhir = "<<sekolah. Pada C++ variabel seperti sport berkedudukan sebagai variabel kelas yang biasa disebut dengan objek. cout<<"\t Nilai Siswa"<<endl <<"\t ------------"<<endl<<endl <<" NIS = "<<sekolah.cout<<endl.cin>>sekolah. cout<<" Input Nilai Akhir = ". getch( ). semua item di dalam kelas bersifat private. } Output yang dihasilkan dari program contoh-1 di atas adalah: Frieyadie. siswa sekolah. Pada sebuah kelas. Public pada kelas Public (public) menyatakan bahwa deklarasi variabel atau item-item yang ada di dalam kelas dapat diakses dari luar kelas. Jadi tanpa menuliskan kata kunci private. dan Ani Oktarini 142 . Secara default.nilai. Contoh-1 //Penggunaan public pada class #include <iostream.cin>>sekolah. cout<<" Input NIS = ".cout<<endl. cout<<"\t Program Nilai Siswa"<<endl <<"\t -------------------"<<endl. Sopiyan.h> garis( ) { cout<<"==============================\n". garis( ). cout<<" Input Nama Siswa = ". clrscr( ).nama.cin>>sekolah.

public : tabung( ).1 Hasil Contoh-1 (Layar Input) Gambar 12. tabung s. void keluaran( ).t. } Frieyadie. getch( ).h> #include <iostream. Ilamsyah. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 12. }.2 Hasil Contoh-1 (Layar Output) B. s. float v.14 class tabung { private : int j. Sopiyan. void main( ) { clrscr( ). Contoh-2 //Penggunaan private pada class #include <conio.h> #define pi 3.keluaran( ). dan Ani Oktarini 143 . Private pada Kelas Private digunakan pada kelas untuk memproteksi anggota-anggota tertentunya agar tidak dapat diakses dari luar kelas secara langsung.k.

} Output yang dihasilkan dari program contoh-2 di atas adalah: Gambar 12. Sopiyan. Frieyadie. int intb( ). } void tabung :: keluaran( ) { cout<<endl <<" Volume Tabung = "<<v<<endl <<" Keliling Tabung = "<<k<<endl. Pradita. Konstruktor Konstruktor (constructor) merupakan suatu fungsi dari anggota suatu kelas yang memiliki nama yang sama dengan nama kelas fungsi itu berada. v=(pi*j*j)*t. public: int inta( ). Ilamsyah. cout<<" Masukan Jari-jari = ".2. dan Ani Oktarini 144 . k=(2*(pi*2*j))+t. cout<<" Masukan Tinggi = ". Berikut contoh pendeklarasian suatu konstruktor di dalam sebuah kelas: class hitung { private: int a.cin>>j. Konstruktor ini digunakan untuk mengalokasikan ruang untuk suatu objek dan untuk memberikan nilai awal.cin>>t.Modul Algoritma Pemrograman I tabung :: tabung( ) { cout<<"\n Menghitung Tabung"<<endl <<" -----------------"<<endl<<endl. int b.3 Hasil Contoh-2 12.

h> #include <iostream. getch( ). }.6. bilangan b. nyata = 3.info( ).2.. double nyata. bilangan a. } Frieyadie. void main( ) { clrscr( ).h> class bilangan { private : int bulat. dan Ani Oktarini 145 . bulat = 5. } void bilangan :: info( ) { cout<<"\n Jenis Bilangan: "<<endl <<" Bulat = "<<bulat<<endl <<" Nyata = "<<nyata<<endl. //deklarasi constructor }. public : bilangan( ). a. //konstruktor void info( ). Contoh-3 //Konstruktor #include <conio.. Pradita. } bilangan :: bilangan( ) { cout<<"\n Konstruktor dijalankan . b. Ilamsyah. "<<endl.info( ). Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I hitung(int mudah).

sport.h> #include <iostream.keterangan( ).30500000).//destruktor void keterangan( ). Ilamsyah.h> #include <string. getch( ). Pradita. Destruktor harus mempunyai nama yang sama dengan kelas dan diawali karakter tilde(~) atau karakter tak terhingga. motor matic("Honda Vario".3.4 Hasil Contoh-3 12.500. Contoh-4 //Destruktor #include <conio. float cc_mesin. dan Ani Oktarini 146 . float cc. matic. long hrg).h> class motor { private : char *merk. }.keterangan( ). public : motor(char *nama. void main( ) { clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-3 di atas adalah: Gambar 12. } Frieyadie.14500000). Sopiyan. Destruktor digunakan secara khusus manakala suatu objek menggunakan memori dinamis selama keberadaannya dan kemudian melepaskan memori itu setelah tidak menggunakannya lagi. Destruktor Destruktor merupakan suatu fungsi anggota yang dijalankan secara otomatis manakala suatu objek akan terbebas dari memori karena lingkup keberadaannya telah menyelesaikan tugasnya.//konstruktor ~motor(). motor sport("Honda CBR". long harga.125.

float cc.h> Frieyadie.//menghapus memori karakter pd merk } void motor :: keterangan( ) { cout<<"\n Informasi Motor:"<<endl <<" Merk = "<<merk<<endl <<" CC Mesin = "<<cc_mesin<<endl <<" Harga = "<<harga<<endl<<endl. } motor :: ~motor( ) { delete [ ] merk. } Output yang dihasilkan dari program contoh-4 di atas adalah: Gambar 12.//merubah data karakter menjadi string strcpy(merk. Ilamsyah. Berikut ini contoh anggota dari suatu kelas yang berupa array. dan Ani Oktarini 147 . long hrg) { merk = new char[25].4. cc_mesin=cc. Pradita.nama). Sopiyan.5 Hasil Contoh-4 12.h> #include <iostream. Contoh-5 //Class dg Array & Fungsi #include <conio. Array pada Kelas Anggota dari suatu kelas dapat pula berupa array.Modul Algoritma Pemrograman I motor :: motor(char *nama. harga=hrg.

wherey()).lembur(kary[x].jam).nm[25].Modul Algoritma Pemrograman I class kerja { public : char nik[10]. int jam. Frieyadie. gotoxy(14.lembur(kary[x]. double grand=0.total=(40*20000)+kary[x].wherey()).cin>>kary[x]. Pradita. gotoxy(44. getch( ).cout<<kary[x].cin>>kary[x]. double total.nm.cout<<"Daftar Gaji Mingguan\n".3).x<y.cout<<b++<<". cout<<endl<<"Jumlah Data :". NIK Nama Jumlah Upah Total\n" <<" Karyawan Jam Lembur Gaji\n" <<" -------------------------------------------------\n". float lembur(int l). cout<<" Nama Karyawan :".cin>>y.cout<<"Karyawan Honorer\n".cout<<kary[x]. grand=grand+kary[x]. gotoxy(15.x++) { cout<<endl<<" Data Ke-:"<<a++<<endl. main( ) { int x.cin>>kary[x]. gotoxy(16. Ilamsyah. } clrscr( ).nik.b=1.a=1.total<<endl. } cout<<" -------------------------------------------------\n".cout<<kary[x]. kary[x].total. gotoxy(36.4).nm.jam). cout<<" Total Keseluruhan Karyawan :". dan Ani Oktarini 148 .cout<<kary[x].". cout<<" -------------------------------------------------\n" <<" No.x++) { gotoxy(3.wherey()).wherey()). gotoxy(44.cout<<grand<<endl. gotoxy(7. gotoxy(30.jam. kerja kary[15]. cout<<" NIK :".nik. for(x=0.wherey()).cout<<kary[x]. }. Sopiyan. for(x=0.jam.wherey()).y. cout<<" Jumlah Jam :".x<y. } float kerja::lembur(int l) { if (l>40) return(l-40)*30000.wherey()).

1. Sebagai Frieyadie. Karakterisitk OOP Di dalam penggunaan konsep pemrograman yang berbasis objek atau yang disebut Object Oriented Pemrograman (OOP). pembungkusan sifat dari objek yang berbeda (Encapsulation). Sopiyan.5.Modul Algoritma Pemrograman I else return 0. satu nama memiliki banayak sifat atau perilaku (Polymorphism).6 Hasil Contoh-5 (Layar Input) Gambar 12. Inheritance Inheritance memungkinkan programmer untuk "menurunkan" sebuah class menjadi class lain yang lebih spesifik dan memiliki fungsi yang lebih komplit.7 Hasil Contoh-5 (Layar Output) 12. Inheritance merepresentasikan hubungan "seperti" atau "sejenis" (a kind of).5. haruslah memiliki karakteirstik. Berikut akan dijelaskan karakteristik OOP tersebut: 12. Ilamsyah. Adapun karakteristik tersebut adalah memiliki sifat turunan atau pewarisan (Inheritance). Pradita. } Output yang dihasilkan dari program contoh-5 di atas adalah: Gambar 12. dan Ani Oktarini 149 .

Pradita. Pada waktu mendeklarasikan suatu kelas. Di dalam C++ penentuan akses pada inheritance ada tiga macam. Ilamsyah. Berikut penulisan sintaksisnya: Class kucing_besar : Public predator Contoh-6 //pengunaan inheritance #include <iostream. yakni memiliki motor. Dengan inheritance. Sopiyan. yaitu : 1. Bobotnya(5){} Frieyadie. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. walalupun tidak semuanya akan dapat di akses oleh anggota fungsi dari kelas. atau child class. sebuah perahu motor adalah seperti perahu namun dengan kemampuan lebih. kelas merupakan sebuah unit yang berdiri sendiri. Tanpa inheritance. Inherate sangat mirip dengan hubungan orang tua dengan anak. class yang baru akan mewarisi semua attribute dan method dari class yang sudah ada. kita dapat men daur ulang program kita atau bahkan men daur ulang program orang lain agar sesuai dengan kebutuhan kita. 2. dan menyebabkan anggota dari kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. semua anggota data dan fungsi juga akan menerima warisan. Manakala suatu kelas menerima warisan. anda dapat menandai bahwa suatu kelas berasal dari mana. tipe asalnya bias berupa public atau yang lainnya dan dari kelas mana berasal. TUTUL.h> enum KETURUNAN { PUMA. Inheritance akan membentuk suatu konsep dimana jika konsep yang diatas berubah maka perubahan akan juga berlaku pada yang ada dibawahnya. SINGA. Contoh lain adalah kendaraan jenis mobil (sebagai super class) dan memiliki tipe sport (sebagai subclass).Modul Algoritma Pemrograman I contoh. dan Ani Oktarini 150 .h> #include <conio. 3. Protected Penentu akses berbasis protect menyebabkan anggota dari anggota protect dan public dari kelas utama akan menjadi anggota private dari kelas turunan. bila digabung menjadi mobil sport. Private Penentu akses berbasis private menyebabkan anggota dari anggota public dari kelas utama akan menjadi anggota protect kelas turunan. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. class Predator { public: // constructors Predator( ):Usianya(10). Public Penentuan akses berbasis public menyebabkan anggota dari public dari sebuah kelas utama akan menjadi anggota public kelas turunan dan menyebabkan juga anggota protect kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. Class yang sudah ada disebut dengan base class atau super class atau parent class dan class yang baru disebut dengan derived class atau subclass. Ketika kita menurunkan sebuah class dari class yang lain. yaitu dengan tanda titik dua (:) setelah nama kelas. Anggota private dari kelas utama selalu menjadi anggota private kelas utama. MACAN }.

} int Beratnya ( ) const { return Bobotnya.Umurnya().Berburu( ). }. Sibelang. cout<<" Tahun Usianya \n". int main( ) { Kucing_besar Sibelang.. }.. Sopiyan. cout<<" Umur Raja Hutan adalah: "<<Sibelang. getch( ).} void Tidur( ) const {cout<< "ssshhh… Predator Tidur.} protected: int Usianya. } private: KETURUNAN Keturunannya.\n".. ingin makan \n". } void SetBerat(int Berat) { Bobotnya=Berat.. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 151 . Pradita. } // method lainnya void Meraung( ) const { cout<< "Meraung ..\n". } Frieyadie. class Kucing_besar : public Predator { public: //constructors Kucing_besar ( ) : Keturunannya (SINGA) {} ~Kucing_besar( ) {} //Accessors KETURUNAN DptKeturunan() const { return Keturunannya. } //other methods void Melompat( ) { cout<<" Melompat .Meraung( ). suara Predator!\n". } void SetUmur (int Umur) { Usianya = Umur. Sibelang. } void Berburu( ) { cout<<" Berburu . } void setKeturunan(KETURUNAN keturunan) { Keturunannya = keturunan.. int Bobotnya.Modul Algoritma Pemrograman I ~Predator( ) {} //accessors int Umurnya( ) const {return Usianya.

Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-6 di atas adalah:

Gambar 12.7 Hasil Contoh-6

12.5.2. Polymorphism
Polymorphisms adalah kemampuan 2 buah object yang berbeda untuk merespon pesan permintaan yang sama dalam suatu cara yang unik. Contoh, saya melatih lumba-lumba saya dengan perintah untuk meloncat dan juga saya melatih burung untuk merespon perintah saya untuk berkicau. Saya lakukan latihan untuk merespon kepada mereka dengan perintah lisan. Melalui polymorphism saya tahu bahwa anjing dan burung akan merespon dengan gonggongan atau kicauan. Dengan cara dan kemampuan seperti ini, jenis akses tertentu dapat diterapakan dengan berbagai cara oleh objek-objek yang memiliki tipe yang berbeda atau memiliki banyak bentuk. Fungsi virtual merupakan dasar dari polymorphism yang berkerja hanya dengan pointer-pointer dan referensi dan hanya mendeklarasikan method sebagai virtual. Adapun aturan dari virtual function sebagai berikut: 1. Virtual function harus anggota class. 2. Anggota class bukan anggota yang bersifat statis. 3. Anggota class dapat diakses dengan pointer objek. 4. Virtual function tidak dapat memiliki virtual constructor, akan tetapi dapat berupa virtual destructor.

Contoh-7

//Penggunaan Polymorphism #include <iostream.h> #include <conio.h> class HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya hewan peliharaan"<<endl; } virtual void makan( )// anggota class { cout<<" Makan... dibutuhkan hewan peliharaan"<<endl; } };

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

152

Modul Algoritma Pemrograman I class Jinak : public HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucu dan Jinak"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Diberi makan agar jinak"<<endl; } }; class Kucing : public Jinak { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya kucing"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Makanan dibutuhkan Kucing"<<endl; } }; void main( ) { //definisi Objek Jinak dan Kucing puma Jinak jinak; Kucing puma; //definisi pointer ke objek HewanPeliharaan *hewan; hewan=&jinak; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); cout<<" -----------------------------"<<endl; hewan = &puma; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); getch(); } Output yang dihasilkan dari program contoh-7 di atas adalah:

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

153

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 12.8 Hasil Contoh-7

12.5.3. Encapsulation
Ciri penting lainnya dari OOP adalah encapsulation. Encapsulation adalah sebuah proses dimana tidak ada akses langsung ke data yang diberikan, bahkan hidden. Jika ingin mendapat data, maka harus berinteraksi dengan objek yang bertanggung jawab atas dara tersebut. Berikut cirri dari encapsulation: 1. Variabel dan method dalam suatu obyek dibungkus agar terlindungi 2. Untuk mengakses, variabel dan method yang sudah dibungkus tadi perlu interface 3. Setelah variabel dan method dibungkus, hak akses terhadapnya dapat ditentukan. 4. Konsep pembungkusan ini pada dasarnya merupakan perluasan dari tipe data struktur Dua hal dalam enkapsulasi : 1. Information hiding 2. Menyediakan perantara (method) untuk mengakses data Pada intinya, encapsulation adalah pemisahan antara bagian private dan public pada sebuah objek. Atau, dapat dipandang sebagai pemisahan antara interface (bagian private) dan implementation (bagian public). Objek-objek lain yang hendak berinteraksi dengan objek ini akan mengirimkan sebuah pesan (message) dan objek ini akan mengerjakan sesuatu dan mengirimkan pesan balik sebagai jawaban jika diperlukan. Keuntungan utama dari encapsulation tentu saja adalah penyembunyian implementasi (implementation hiding). Dengan implementation hiding, kita dapat memperbaiki bagaimana objek kita bekerja tanpa harus khawatir bagaimana menginformasikan perubahan tersebut ke objek-objek yang lain. Selama kita tidak merubah interface dari objek kita, objek-objek yang lain akan tetap dapat menggunkan objek kita.

Contoh-8

//penggunaan encapsulation #include <conio.h> #include <iostream.h> class satu_kandang { int kandang;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

154

cout<<" Nilai dari bebek adalah "<<bebek<<endl.hasil()<<endl. cout<<" Nilai dari ayam2 adalah "<<ayam2.atur(2). ayam2.Modul Algoritma Pemrograman I public: void atur(int nilai). dan Ani Oktarini 155 . bebek=20. Sopiyan. ayam1. void satu_kandang :: atur(int nilai) { kandang = nilai. ayam2. } void main( ) { satu_kandang ayam1. }. ayam3. } int satu_kandang :: hasil(void) { return kandang.atur(7).9 Hasil Contoh-8 Frieyadie. getch( ). } Output yang dihasilkan dari program contoh-8 di atas adalah: Gambar 12. cout<<" Nilai dari ayam3 adalah "<<ayam3.hasil()<<endl. cout<<" Nilai dari ayam1 adalah "<<ayam1. Pradita. Ilamsyah. int hasil(void). int bebek.hasil()<<endl. ayam3.atur(5).

…………. Sopiyan.000 Jam kerja selama 8 Jam setiap harinya Jam bekerja lebih dari 8 jam... …………. … ………………. Jumlah Jam Kerja :………………Jam Data Ke-2 Nama Pegawai Jumlah Jam Kerja :…………………. …………. :………………Jam …………. maka kelebihan jam dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp. ………… ……………. Adapun ketentuan perhitungan gaji pegawai honorer adalah sebagai berikut : Honorer per hari yang diterima pegawai honorer sebesar Rp. ………… ……………. …………. 1... Nama Honor Jumlah Honor Total Pegawai Jam Kerja Lembur Honor ========================================================== … ……………….. Tanggal Input :………………...500. Ilamsyah..... … ……………….. …………..Modul Algoritma Pemrograman I 12. ========================================================== No.. 25. …………. dan Ani Oktarini 156 . <terus mengulang sesuai jumlah pegawai yang diinputkan> Desain keluaran yang diingkinkan adalah sebagai berikut : PT... Petunjuk : Gunakan kelas pegawai.6 Latihan Seorang manager ingin dibuatkan sebuah program perhitungan gaji pegawai staff honor sederhana. ………… ……………. Pradita. Desain masukan yang diinginkan adalah sebagai berikut PT. Meriang Gembira Tanggal : ………………. Total Honor Pegawai Sebesar …………. Meriang Gembira Jumlah :………………. …………. ---------------------------------------------------------------------------------------Data Ke-1 Nama Pegawai :…………………. Frieyadie... Anda sebagai staff programmer harus membuatkan program tersebut.

fungsi. Ilamsyah. label. kondisi. structure dan Class.UAS Buatlah sebuah program aplikasi bertemakan bisnis secara berkelompok. Sopiyan. looping. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I Studi Kasus Pra . Lalu buatkan bentuk rancangannya seperti contoh berikut: Bentuk Menu Utama Bentuk Input Bentuk Output Frieyadie. Adapun isi program yang dibuat harus memuat materi UAS : Array. dan Ani Oktarini 157 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful