P. 1
Satuan Besaran Fisika Vektor

Satuan Besaran Fisika Vektor

|Views: 474|Likes:
Dipublikasikan oleh Dwi Yoga Pranoto
FISIKA DASAR
Besaran-besaran

Fisis dan Sistem Satuan

Vektor

BESARAN DAN SATUAN







Besaran sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan secara kuantatif Satuan besaran yang bernilai satu, dan dipakai sebagai standard dalam pengukuran. Pengukuran membandingkan suatu besaran dengan satuannya



Besaran adalah bilangan yang digunakan untuk mendiskripsikan suatu fenomena fisika secara kuantitatif. Besaran terbagi menjadi 2, yaitu Besaran Fisis dan Besaran Non-Fisis. Besaran Fisis terbagi m
FISIKA DASAR
Besaran-besaran

Fisis dan Sistem Satuan

Vektor

BESARAN DAN SATUAN







Besaran sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan secara kuantatif Satuan besaran yang bernilai satu, dan dipakai sebagai standard dalam pengukuran. Pengukuran membandingkan suatu besaran dengan satuannya



Besaran adalah bilangan yang digunakan untuk mendiskripsikan suatu fenomena fisika secara kuantitatif. Besaran terbagi menjadi 2, yaitu Besaran Fisis dan Besaran Non-Fisis. Besaran Fisis terbagi m

More info:

Published by: Dwi Yoga Pranoto on Apr 16, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

text

original

lISIKA DASAR

Besaran-besaran Fisis dan Sistem Satuan
Vektor
BLSARAN DAN SA1UAN
Besaran
sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan secara
kuantatif
Satuan
besaran yang bernilai satu, dan dipakai sebagai
standard dalam pengukuran.
Pengukuran
membandingkan suatu besaran dengan
satuannya
Besaran adalah bilangan yang digunakan untuk
mendiskripsikan suatu fenomena fisika secara
kuantitatif.
Besaran terbagi menjadi 2, yaitu Besaran Fisis dan
Besaran Non-Fisis.
Besaran Fisis terbagi menjadi 2, yaitu Besaran Pokok
dan Besaran Turunan.

08,7,3 Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah
didefinisikan pada konferensi internasional mengenai berat dan
ukuran.
Besaran pokok beserta satuan-satuan dasar SÌ
Besaran Pokok Satuan Simbol
Panjang meter m
Nassa kilogram kg
Waktu sekon s
Kuat arus listrik ampere A
Temperatur kelvin K
]umlah zat mol mol
!ntensitas
cahaya
candela cd
Dimensi
ara besaran itu tersusun oleh besaran pokok.
esaran Turunan
Besaran yang diturunkan dari besaran pokok.
1. Untuk menurunkan satuan dari suatu besaran
2. Untuk meneliti kebenaran suatu rumus atau persamaan
- Metode penjabaran dimensi :
1. Dimensi ruas kanan = dimensi ruas kiri
2. Setiap suku berdimensi sama
- Guna Dimensi :
1.7
ontoh :
a. Tidak menggunakan nama khusus
esaran Satuan
1 Kecepatan meter/detik
2 Luas meter
2
b. Mempunyai nama khusus
esaran Satuan Lambang
1 Gaya ewton
2 Energi JouIe J
3 Daya Watt W
4 Frekuensi Hertz Hz
1.8
Besaran Turunan dan Dimensi
NO Besaran Turunan Rumus Dimensi
1 Luas panjang x lebar [L]
2
2 Volume panjang x lebar x tinggi [L]
3
3 Massa Jenis [m] [L]
-3
4 Kecepatan [L] [T]
-1
5 Percepatan
[L] [T]
-2
6 Gaya massa x percepatan [M] [L] [T]
-2
7 Usaha dan Energi gaya x perpindahan [M] [L]2 [T]
-2
8 Ìmpuls dan Momentum gaya x waktu [M] [L] [T]
-1
massa
voIume
perpindohon
wokfu
kecepofon
wokfu
1.9
Faktor PengaIi daIam SI
Faktor ama SimboI
1 10
-18
atto a
2 10
-15
femto f
3 10
-12
piko
p
4 10
-9
nano n
5 10
-6
mikro µ
6 10
-3
mili m
7 10
3
kilo K
8 10
6
mega M
9 10
9
giga G
10 10
12
tera T
1.10
1. Tentukan dimensi dan satuannya daIam SI untuk besaran turunan berikut :
a. Gaya
b. erat Jenis
c. Tekanan
d. Usaha
e. Daya
Jawab :
b. erat Jenis = = =
= MLT
-
2
(L
-3
)
= ML
-2
T
-2
satuan kgm
-2
s
-2
berat
voIume
Gaya
VoIume
MLT
-2
L
3
a. Gaya = massa x percepatan
= M x LT
-2
= MLT
-2
satuan kgms
-2
c. Tekanan = = = ML-1T
-2
satuan kgm
-1
s
-2
gaya
Iuas
MLT
-2
L
2
d. Usaha = gaya x jarak = MLT
-2
x L = ML -
2
T
-2
satuan kgm
-2
s
-2
e. Daya = = = ML
2
T
-1
satuan kgm
-2
s
-1
usaha
waktu
ML
2
T
-2
T
Contoh SoaI Contoh SoaI
1.11
2. uktikan besaran-besaran berikut adaIah identik :
a. Energi PotensiaI dan Energi Kinetik
b. Usaha/Energi dan KaIor
Jawab :
a. Energi PotensiaI : Ep = mgh
Energi potensiaI = massa x gravitasi x tinggi
= M x LT
-2
x L = ML
2
T
-2
Energi Kinetik : Ek = ½ mv
2
Energi Kinetik = ½ x massa x kecepatan
2
= M x (LT
-1) 2
= ML
2
T
-2
Keduanya (Ep dan Ek) mempunyai dimensi yang sama keduanya identik
b. Usaha = ML
2
T
-2
Energi = ML
2
T
-2
KaIor = 0.24 x energi = ML
2
T
-2
Ketiganya memiIiki dimensi yang sama identik
1.12
VEKT# PSISI DA KE#AGKA ACUA
Vektor Posisi
Posisi titik dimana suatu kejadian terjadi dinyatakan
dengan vektor jarak dari titik asal ke titik tersebut.
Kerangka Acuan
Suatu kerangka yang digunakan untuk menyatakan
posisi suatu titik dalam ruang. Dalam banyak hal,
digunakan tiga garis sumbu (X,Y,Z) yang saling
berpotongan tegak lurus di titik asal, disebut sistem
Koordinat Kartesian. Kebutuhan akan kerangka
acuan ini menunjukkan bahwa posisi bersifat relatif,
artinya terhadap mana posisi titik tersebut diacukan.
VEKT#
Besaran vektor : besaran yang dicirikan oleh besar/harga dan arah
ontoh : vektor posisi, vektor kecepatan, vektor percepatan, dll
Penyajian Vektor :
= vektor satuan yang menyatakan arah
Dalam uraian/komponen sistem koordinat Kartesian:
A A e A A
A
6 6

A
e

k A i A i A A
z v x

6
PENJUMLAHAN VEKTOR

A
e
e A A

6
6

\
\

\

cos 2
cos
cos
cos 2
2 2
1
2 2
A A A
A A
A A A A
0
6 6

k i i
k A i A i A A
z v x
z v x

6
6
k A i A i A A
x x x x x x

6 6
PE#KALIA VEKT#
Perkalian Dot :

A
e
e A A

6
6
A A A A
6 6 6 6
c \ c cos

k i i
k A i A i A A
z v x
z v x

6
6
z z v v x x
A A A A c
Perkalian Kros

A
e
e A A

6
6
sin A 3 A A A
6 6 6 6
L \ L

k i i
k A i A i A A
z v x
z v x

6
6

z v x
z v x

A A A
k i i
A L
6 6
DIFE#ESIAL VEKT#
Suatu besaran (termasuk vektor) fungsi besaran yang lain,
sehingga dapat dideferensialkan terhadap variabelnya.
Operator Del atau Nabla
Operator ini dapat dioperasikan pada fungsi skalar maupun
fungsi vektor.
k t J i t J i t J t J
z v x

6
k t J i t J i t J t J
dt
t J d
z v x

6
6

z
k
v
i
x
i
N
N

N
N

N
N
]


6
Pengoperasian operator nabla pada 1:ngsi skalar S(x,y,z)
Pengoperasian operator nabla pada 1:ngsi vektor :
z
z v x S
k
v
z v x S
i
x
z v x S
i z v x S z v x S
N
N

N
N

N
N
]

grad
6
z
z v x J
v
z v x J
x
z v x J
z v x J z v x J
z
v
x
N
N

N
N

N
N
c ]



div
6 6 6

rot
z v x J z v x J z v x J
z v x
k i i
z v x J z v x J
z v x
N
N
N
N
N
N
L ]
6 6 6

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->