Anda di halaman 1dari 2

Fakta tentang Zeolit

Zeolit merupakan senyawa aluminosilikat terhidrasi yang memiliki kerangka struktur tiga
dimensi (3D), mikroporous, dan merupakan padatan kristalin dengan kandungan utama silikon,
aluminium, dan oksigen serta mengikat sejumlah tertentu molekul air di dalam porinya.

Penemuan zeolit di dunia dimulai dengan ditemukannya Stilbit pada tahun 1756 oleh seorang
ilmuwan bernama A. F. Constedt. Constedt menggambarkan kekhasan mineral ini ketika berada
dalam pemanasan terlihat seperti mendidih karena molekulnya kehilangan air dengan sangat
cepat. Sesuai dengan sifatnya tersebut maka mineral ini diberi nama zeolit yang berasal dari kata
‘zein’ yang berarti mendidih dan ‘lithos’ yang berarti batuan.

Pada tahun 1784, Barthelemy Faujas de Saint seorang profesor geologi Perancis menemukan
sebuah formulasi yang cantik hasil penelitiannya tentang zeolit yang dipublikasikan dalam
bukunya “Mineralogie des Volcans”. Akhirnya berkat jasanya, pada tahun 1842 zeolit baru
tersebut dinamai Faujasit.

Gambar 1. Faujas de Saint dan Faujasit

Zeolit telah dipelajari oleh para ahli mineral selama lebih dari 250 tahun. Berikut ini diberikan
tahun ditemukannya mineral zeolit :

Semenjak awal tahun 1940-an, ilmuwan Union Carbide telah memulai penelitiannya untuk
mensintesis zeolit dan mereka berhasil mensintesis zeolit A dan X murni pada tahun 1950, dan
setelah itu banyak ditemukan zeolit sintesis jenis baru.

Bila ditinjau dari sisi struktur, zeolit merupakan senyawa aluminosilikat dengan klasifikasi
sebagai berikut :
1. [AlO4]- dan [SiO4]- saling berhubungan pada sudut-sudut tetrahedralnya membentuk Al,
Si framework 3D yang berpori.
2. Muatan pada framework dinetralkan dengan mengikat kation-kation monovalen atau
divalen di dalam porinya.
3. Memiliki kemampuan sebagai penukar kation.
4. Mengikat molekul air di dalam pori-porinya.

Gambar 2. Kerangka Zeolit

Karena sifat unik dari zeolit, maka zeolit banyak digunakan untuk berbagai aplikasi di industri
diantaranya zeolit digunakan di industri minyak bumi sebagai ‘cracking’, di industri deterjen
sebagai penukar ion, pelunak air sadah dan di industri pemurnian air, serta berbagai aplikasi lain.

Referensi
1. Curracao, Antonio., Understanding Zeolit Framework, Department of chemistry and
Biochemistry, University of Bern
2. www.lenntech.com/zeolite-structure
3. Bell, R. G., What Are Zeolite?, United Kingdom, 2001
4. www.kopo.mpg.de/kopo/institut/arbeitsbereiche/scmith/research-e.htm

Anda mungkin juga menyukai