P. 1
Penyakit Jantung dan Ibu Hamil

Penyakit Jantung dan Ibu Hamil

|Views: 111|Likes:
Dipublikasikan oleh nuraeni_91eni

More info:

Published by: nuraeni_91eni on Apr 16, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2013

pdf

text

original

Penyakit Jantung dan Ibu Hamil

JANTUNG adalah organ vital pada manusia yang bertugas memompakan darah beroksigen keseluruh tubuh, kepada janin juga tentunya jika ibu sedang dalam proses kehamilan. Janin yang terus tumbuh menuntut makanan berupa oksigen dan nutrisi dari ibunya dan ini terpenuhi lewat aliran darah yang terus meningkat pada tubuh ibu. Akibatnya, jantung ibu pun akan semakin meningkat daya kerjanya apalagi selama kehamilan juga terjadi proses pengenceran darah (hemodilasi) untuk menjamin lancarnya suplai darah pada ibu dan janin. Kerja keras itu ditandai dengan meningkatnya denyut jantung ibu. Ibu penderita jantung diklarifikasikan dalam beberapa kelas:: 1. Kelas I adalah mereka yang masih bisa melakukan berbagai kegiatan tanpa gangguan. 2. Kelas II adalah mereka penderita dengan pembatasan gerak fisik. Artinya saat beristirahat mereka tidak merasakan keluhan, tetapi dengan kegiatan fisik biasa seperti melakukan tugas rumah tangga mereka mudah merasa lelah dan jantung berdebar. 3. Kelas III bila hanya dengan berkegiatan ringan saja bisa membuat si penderita merasa terganggu misalnya sesak nafas. 4. Kelas IV adalah penderita yang sama sekali tak mampu melakukan aktivitas fisik apapun tanpa keluhan. Penyakit jantungnya termasuk berat. Penderita kelas I dan II masih bisa menjalani kehamilan dengan pengawasan ketat dokter kandungan dan dokter spesialis jantung. Untuk kelas III bisa jadi dokter menganjurkan untuk berada dalam pengawasan dokter di rumah sakit lebih-lebih setelah kehamilan berusia 28 minggu. Sedang kelas IV umumnya dokter tidak memperbolehkan untuk hamil. Penderita jantung yang masih boleh hamil tentu harus selalu dalam pengawasan ketat dan kerja sama kuat antara dokter kandungan dan dokter spesialis jantung. Perlu anda tahu, ada dua hal yang sangat mempengaruhi kerja jantung dan bisa memperburuk kondisi ibu hamil berpenyakit jantung yaitu pertambahan berat badan dan anemia. Kedua hal ini memerlukan pengawasan yang ketat. Bila ibu hamil terlalu sering mengeluh sesak nafas, bisa jadi dokter menyarankan untuk dirawat di rumah sakit. Pada dasarnya ibu hamil memerlukan lebih banyak waktu untuk beristirahat. Jika memang sudah terjadi proses kehamilan pada ibu berpenyakit jantung dan kehamilan berjalan lancar melahirkan normal tentu bisa dilakukan. Bila perlu, dokter akan menggunakan alat bantu berbentuk tang (cunam) atau vakum ekstraksi agar kelahiran bayi jadi lebih mudah. Tindakan tersebut tentu akan dilakukan jika terjadi kondisi yang memburuk baik pada ibu ataupun janin. Bila perlu, operasi caesar pun bisa dilakukan.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL DENGAN PENYAKIT JANTUNG DAN HIPERTENSI A. KONSEP DASAR 1. Penyakit jantung Keperluan jani yang sedang tumbuh akan oksigen san zat-zat makanan bertambah dalam berlangsungnya kehamilan, yang harus dipenuhi melalui darah ibu. Untuk itu banyaknya darah yang beredar bertambah, sehingga jantung harus bekerja lebih keras. Oleh krena it di dalam kehamilan selalu terjadi perubahan-perubahan pada system kardiovaskular yang biasanya masih dalam batas-batas fisiologis. Perubahan-perubahan tersebut disebabkan oleh : a. Hipervolumia : dimulai sejak kehamilan 28 minggu dan mencapai puncak pada 28-32 minggu, lalu menetap. b. Jantung dan diafragma terdorong ke atas oleh pembesaran rahim. Pengaruh kehamilan terhadap penyakit jantung. Saat-saat yang berbahaya bagi penderita adalah : a. Pada kehamilan 32-36 minggu dimana volume darah mencapai puncaknya. b. Pada kala II wanita mengerahkan tenaganya untuk mengedan dan memerlukan tenaga jantung yang erat. c. Pada post partum,dimana darah dari ruang internilus plasenta yang sudah lahir, sekarang masuk dalam sirkulasi darah ibu. d. Pada masa nifas, karena kemungkinan adanya infeksi. Pengaruh penyakit jantung terhadap kehamilan : a. Dapat terjadi abortus b. Prematuritas : lahir tidak cukup bulan. c. Dismaturitis : lahir cukup bulan namun dengan berat badan rendah. d. Lahir dengan apgar rendah atau lahir mati. e. Kematian jani dalam lahir ( KJDL ) Klasifiksi penyakit jantung dalam kehamilan : - Kelas 1 : a. Tanpa pembatasan gerak fisik. b. Tanpa gejala pada kegiatan biasa - Kelas II : a. Sedikit dibatasi kegiatan fsiknya b. Waktu istirahat tidak ada keluhan c. Kegiatan fisik biasa menimbulkan gejala insulfisiensi jantung. d. Gejalanya adalah lelah, palpitalis, sesak nafas, dan nyeri dada ( angin pectoris ). - Kelas III : a. Kegiatan fisik sangat dibatasi b. Waktu istirahat tidak ada keluhan

c. Sedikit kegiatan fisik menimbulkan keluhan insufisiensi jantung.

- Kelas IV : a. Waktu istirahat dapat menimbulkan keluhan insufisiensi jantung, apalagi kerja fisik. Kira-kira 80 % penderita adalah kelas I dan II dan kehamilan dapat meningkatkan kelas tersebut menjadi III atau IV, Faktor-faktor yang dapat pula mempengaruhi adalah umur, anemia, adanya aritmia jantung, dan hipertropi ventrikuler dan erhan sakit jantung. 2. Hipertensi Hipertensi dalam kehamilan berarti bahwa wanita telah menderita hipertensi sebelum hamil, disebut juga sebagai pre eklamasi tidak murni seperti mposed preeklamsia bia diserta pula dengan proteinnuria dan edemia. Penyebab utama hipertensi dalam kehamilan adalah : a. hipertensi esensial b. Penyakit ginjal Menurut Sims ( 1970 ) penyakit hipertensi dan penyakit ginjal yang dengan hipertensi adalah sebagai berikut : 1. Penyakit hipertensi a. Hipertensi esensial : ringan, sedang, berat, ganas( progresif ) b. Hipertensi renovaskuler ( penyakit pembulu darah ginjal ) c. Kartisio aorta d. Aldosteronisme primer e. Feokromositoma 2. Penyakit ginjal dan saluran kencing a. Glomerulonefritis ( mendadak, menahun, sindomaneftrotik ) b. Pielonefritis ( mendadak, menahun, ) c. Lupus eritmatusus, dengan glomerulitis, dengan glomerulonefritis d. Skelodermo dengan kelainan ginjal e. Pariarteritis nodosa dengan kelainan ginjal f. Gagal ginjal mendadak g. Penyakit polikistik h. Nefropatia diabetic a. Hipertensi esensial Adalah penyakit hipertnsi yang mungkin disebabkan faktor heriditer dan dipengaruhi oleh faktor emosi dan lingkungan. Wanita hamil dengan hipertensi tidak menunjukkan gejala-gejala lain kecuali hipertensi. Terbanyak dijupai adalah hipertensi jinak dengan tensi sekitar 140/90 sapai 160/100 mmHg. Jarang berubah menjadi ganas secara mendadak sampai sistolik 200 atau lebih. Gejala-gejala seperti kelainan kantung, arteriskelorosis, perdarahan otak dan penyakit ginjal baru timbul setelah dalam waktu lama dan penyakit terus berlanjut. 1) Kehamilan dengan hipertensi esensial akan berlangsung normal sampai aterme. 2) Pada kehamilan setelah 30 minggu 30 % adakan menunjukkan kenaikan tekanan darah

namun tanpa gejala. 3) Kira-kira 20 % akan menunjukkan kenaikan tekanan darh yang mencolok, bisa disertai dengan proteinnuria dan edema ( preeklamsia tidak murni ) dengan keluhan : sakit kepala, nyeri epigastrium, nyeri muntah, dan gangguan penglihatan ( visus ).

b. Penyakit ginjal hipertensi Penyakit ginjal dengan gejala hipertensi dan dapat dijumpai pada wanita hamil adalah : - Glomerulonefritis akut dan kronik - Pielonefritis akut dan kronik Pemeriksaan : - Pemeriksaan urine lengkap dan faal ginjal - Pemeriksaan retina - Pemeriksaan umum tekanan darah dan nadi - Kuantitatif albumin air kencing ( urin ) - Darah lengkap dan ureum berdarah - Dll B. Etiologi 1. Penyakit jantung - Hipervolumia - Pembesaran rahim - Demam rematik 2. Hipertensi - Hipertensi esensial - Hipertensi ginjal C. Tanda dan gejala 1. Penyakit jantung - Aritmia - Pembesaran jantung - Mudah lelah - Dispenea - Nadi tidak teratur - Edema pulmonal - Sianosis 2. Hipertensi - Edema - Nyeri kepala - Nyeri epigastrium - Muntah - Gangguan visus ( superimposed pre exlamsia )

D. Penatalaksanaan 1. Penyakit jantung Pengobatan dan penatalaksanaan penyakit jantung dalam kehamilan tergantung pada gerajat fungsionalnya : - Kelas I : tidak ada pengobatan tambahan yang dibutuhkan. - Kelas II : Biasanya tidak memerlukan terapi tambahan. Kurangi kerja fisik terutama antara kehamilan28-36 minggu. - Kelas III : Memerlukan digitalisasi atau obat lainnya. Sebaiknya dirawat di RS sejak kehamilan 28 30 minggu. - kelas IV : Harus dirawat di RS dan dinerikan pengobatan bekerjasama dengan kardiolog. 2. Hipertensi a. Hipertensi esensial - Istirahat - Pengawasan pertumbuhan janin - Obat penenang ( solusio charcot, diazepam, romatozin, phenobarbital ). - Obat hipotensif - Pengakhiran kehamilan ( dilakukan apabila terjadi upper imposed pre axlamsia, hipertensi ganas ) b. Penyakit ginjal - Istirahat. - Diit rendah garam - Diberikan obat hiptensif ( apabila tekanan darah sangat tinggi )

ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI DAN PENYAKIT JANTUNG 1. Pengkajian data Dasar a. Aktifasi dan istirahat - Ketidakmampuan melakukan aktifitas normal - Dispenia nocturnal karena pengerahan tenaga b. Sirkulasi - Takikardia, palpitasi, disritmia - Riwayat penyakit jantung congenital dan demam reuna - Perubahan poksisi dan diafragma ke atas dan ukuran jantung sebanding dengan uterus. - Dapat mengalami pembesaran jantungdan murmur diastolic dan pristolik kontinu - Peningkatan tekanan darah - Clubbing dan sianosis - Nadi mungkin menurun - Dapat mengalami memar spontan, perdarahan lama, dan trobositopenia. - Riwayat hipertensi kronis c. Eliminasi Menurunnya keluaran urine d. Makanan dan cairan - Obesitas - Mual dan muntah - Malnutrisi - Diabetes melitus - Dapat mengalami edemia ekstrimitas bawah e. Nyeri dan rasa nyaman Dapat mengeluh nyeri dada dengan tanpa paktivitas f. Pernafasan - Pernafasan mungkin kurang dari 14 x / menit - Krekle - Hemoptisis - Takipnea - Dispnea - Ortopnea g. Kemanan Infeksi streptokokus berulang

h. Pemeriksaan disgnostic - SDP ( sel darah putih ) - Hb dan HT ( hemoglobin dan memoktorit ) - GDA ( gas darah arteri ) - LED ( laju endap darah - EKG ( Elektrodiograf ) - Echokardiograf - Pencitraan jantung radionukleutida - Amniosentris - Seri ultrasonografi - Tes presor supnie - Kratinin serum - Urine lengkaptes - Strees kontraksi - Tes cairan amniotikultrasonografi 2. Diagnosa Keperawatan a. Diagnosa keperawatan pada ibu hamil dengan penyakit jantung : 1. Resiko penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan volume sirkulasi, disritmia, perubahan kontratiktilitas miokard, dan perubahan inotropik pada jantung. 2. Kelebihan volum cairan berhubungan dengan peningkatan volum sirkulasi, perubahan faal ginjal, intake cairan yang berlebihan. 3. Penurunan perfusi jaringan berhubungan dengan perubahan volume sirkulasi. 4. Resiko infeksi berhubungan dengan tidak adekuat pertahanan primer dan skunder, penyakit/kondisi kronis, ruang pengetahuan tentang proses infeksi. 5. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan penurunan cardiac output. 6. Kurang pengetahuan ( kebutuhan belajar ) berhubungan dengan kurangnnya informasi dan interpretasi yang salah. b. Diagnosa keperawatan pada ibu hamil dengan hipertensi : 1. Kurangnnya volume cairan ( kegagalan regulasi ) berhubungan dengan kehilangan protein plasma, penurunan tekanan osmotic koloid pasma, perpindahan cairan keluar intravaskuler. 2. Penurunan curak antung berhubungan dengan hipovolumia, penurunan aliran balik vena, peningkatan tahanan aliran darah sistemik. 3. Penurunan perfusi jaringan berhubungan dengan hipovolumia. 4. Resiko cedera berhubungan dengan edema / hipoksia jaringan, kejang, abnormallitas factor pembekuan. 5. Nutrisi, kurang dari kebutuhan berhubungan dengan inadekuat intake nutrisi. 6. Kurangnya pengetahuan ( kebutuhan belajar berhubungan dengan kurangnya informasi dan pemahaman tentang proses penyakit.

DAFTAR PUSTAKA Fakultas Kedokteran Universitas Pedjajaran Bandung. 1984. Obstetri Patologi. Bandung : Elstar Offset. Doenges E, Marilynn. 1993 Rencana Asuhan Keperawatan. Kajarta : EGC Mochtar, Rustam. Prof. DR. 1989. Sypnosis Obstetrik : Obstetrik Patologi. Edisi I. Jakarta : EGC Prawiroharjo, Sarwono. 1976. Ilmu Kebidanan. Jakarta : yayasan Bina Pustaka Chamberlain, Geofferey. 1994. Obstetrik dan Ginekologi Praktis. Jakarta : Widya Medika Ledewig. W. Patricia. 2005. Buku Saku Asuhan Keperawatan Ibu Bayi Baru Lahir. Jakarta :EGC Manumba, Ida Bagus. 1993. Penuntun Kepanitraan Klinik Obstetrik dan Ginekologi Jakarta : EGC Oxorn, Harry. 1990. Ilmu Kebidanan Patologi dan Fisiologi Persalinan . Yayasan Esentia Medika Heller, Luz 1991. Gawat Darurat Ginekologi dan Obstetri. Jakarta : EGC

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->