Anda di halaman 1dari 2

God Is Dead and We Have Killed Him “Tuhan sudah

mati dan kita telah membunuhnya” Friedrich Nietzsche


Juli 4, 2010

Ungkapan yang di populerkan oleh Friedrich Nietzsche


memang propokatif tapi itulah kenyataanya, Tuhan telah mati dan kita telah
membunuhnya.ketia nama Tuhan di jadikan pembenaran untuk saling membunuh,
menghalalkan darah seseorang, ketika nama Tuhan di bawa ketengah konfik secara tidak
langsung kita telah membunuh Tuhan, kita telah mengesampingkan sifat-sifat Tuhan.
Kegelisahan-kegelisahan ini timbul melihat realitas di sekitar kita, ketika timbulnya
pundamentalisme dalam beragama, kerusakan moral dimanakah sifat-sifat Tuhan yang
ada pada diri manusia ??? bukan kah kita telah membunuh Tuhan pada dirikita secara
tidak langsung “Meniadakan Tuhan atau mengenyampingkan Tuhan”.???

Lalu dimanakah sifat Tuhan dan ajaran agama yang mengajarkan kita tentang cinta dan
kasih sayang, ajaran-ajaran yang mengajarkan kita tentang saling menghormati dan
menghargai satu sama lain, ajaran-ajaran yang melarang untuk menyakiti dan membunuh
sesama.

Agama dan Tuhan telah menjadi candu di tengah-tengah masyarakat itulah yang di
katakan karl marx agama dan Tuhan hanya dijadikan tempat pelarian orang-orang
bermasalah, pesakitan dan mereka yang tidak punya harapan. Agama dan Tuhan hanya
dijadikan pembenaran Agama dan Tuhan telah di reduksi oleh masing-masing
pemeluknya. Suatu yang sangat di sayangkan memang, dimana kita ketahui bersama
bahwa lahirnya agama adalah untuk memberikan pencerahan pada pemeluknya.
Ungkapan di atas hendaknya kita sematkan pada diri setiap mahluk yang merasa dirinya
bertuhan dan beragama, penulis juga menyadari bahwa penulis masih banyak kekurangan
dan kekhilafan dalam beragama dan kehidupan sehari-hari, maafkan jika dalam tulisan ini
saya sebagai penulis terlalu profokatif, dalam mengungkapkan ide dan gagasan. Semoga
Tuhan kekal dan abadi pada masing-masing individu yang merasa diri mereka bertuhan
dan beragama.