Anda di halaman 1dari 19

KOMINUSI

Kominusi adalah proses mereduksi ukuran butir atau proses meliberasi bijih.
Yang dimaksud dengan proses meliberasi bijih adalah proses melepaskan bijih
tersebut dari ikatannya yang merupakan gangue mineral dengan menggunakan alat
crusher yaitu alat reduksi ukuran yang memecahkan bongkahan padatan yang besar
menjadi bongkahan‐bongkahan yang lebih kecil, dimana ukurannya sampai batas
beberapa inch dan juga grinding mill yaitu merupakan tahap pengurangan ukuran
dalam batas ukuran halus yang diinginkan. Kominusi terbagi dalam 3 tahap, yaitu
primary crushing, secondary crushing dan fine crushing/tertier crushing.
1. Primary crusher
Merupakan tahap penghancuran yang pertama. Mampu beroperasi untuk
segala ukuran feed. Produk yang dihasilkan mempunyai ukuran 4 – 6 inchi.
2. Secondary crusher
Merupakan tahap penghancuran kelanjutan dari primary crushing. Mampu
beroperasi dengan ukuran feed, seperti di produk primary crusher dengan
ukuran < 4 inchi.
3. Tertier Crusher / Fine Crusher (Milling)
Milling merupakan proses kelanjutan dari primary crushing dan secondary
crushing. Beda antara milling (fine crushing) dengan crushing adalah terletak
pada proses penghancurannya, dimana pada crushing lebih banyak
menggunakan compressive stress, sedangkan pada milling menggunakan
shearing stress. Hal ini dilakukan apabila dipandang perlu untuk mengolah
mineral dengan proses konsentrasi, dimana dibutuhkan butiran mineral
dengan ukuran yang halus. Tertiary crushing umunya dilakukan dengan
menggunakan alat giling (mill), yaitu silinder dari baja yang didalamnya diisi
grinding media, dan apabila silinder diputar pada as-nya akan terjadi grinding
action.

1
Macam – macam Primary Crusher :
1. Jaw Crushers
Jaw Crusher adalah jenis crusher yang paling banyak digunakan untuk
crusher primer, dimana sistem kerjanya memampatkan / menghimpit material
hingga hancur, dengan
bentuk yang mirip rahang
atas dan rahang bawah dari
seekor binatang,untuk
melakukan permukaan,
batuan yang mengandung
mineral dijepit di antara
dua buah rahang yang
terdiri dari fixed jaw dan
swing jaw, lalu
dihancurkan dengan gaya tekan remuk. Gaya penghancur/pemecah dari alat Jaw
Crusher adalah sebagai hasil tekanan terhadap batuan oleh swing jaw kepada
Fixed jaw. Pada prinsipnya crusher dapat dibagi manjadi 2 prinsip kerja yaitu :
1. Secara tekan/compressiv material diperkecil ukuranya oleh karena gaya tekan,
sehingga karakteristik dari crusher ini mumpunyai kecepatan permukaan dan
laju keausan yang relatif rendah, reduction ration antara 3 : 1 sampai 7 : 1,
sedangkan kandungan air yang melebihi 5% dapat menghambat operasi crusher
ini. Ukuran maksimum material yang masuk biasanya bisa mencapai 70-80%
dari ukuran inlet.
2. Secara pukul/impact material diperkecil ukuranya oleh karena gaya pukul yang
mendadak. Sehingga karakteristik dari crusher ini mempunyai kecepatan tinggi,
beroperasi kontinu dan mempunyai reduction ration tinggi bila dibanding
dengan secara tekan, kandungan air mencaoai laju keausan tinggi. Ukuran
material masuk maksimum dibatasi 50-60% dari ukuran inlet.

2
Jaw Crusher juga dapat dibedakan berdasarkan amplitude minimum dan cara
menggerakkan swing jaw :
1. BLAKE type (Blake Jaw Crusher)
Blake Jaw Crusher mempunyai Swing Jaw tertahan sebelah atas dan
amplitude terbesar terdapat sebelah bawah ceushing face, sehingga produk yang
diperoleh tidak homogen. Blake type termasuk model lama yang sampai
sekarang masih dipakai dan biasanya dibuat dalam ukuran besar-besar.

3
Black Jaw crusher terdiri dari Crushing frame yang dibuat dari baja cord
an menahan Fixed jaw (1) dan Swing jaw (3) berporos sebelah atas pada Swing
jaw shaft. Jaw biasanya dibuat dari baja cor dilapisi dengan jaw plates yang
dapat diganti-ganti dan dibuat dari baja alloy seperti manganese steel. Gerakan
dari Swing jaw disebabkan oleh gaya toggle dan Pitman yang digerakkan oleh
Eccentric pada Drive shaft (11). Perputaran Eccentric pada Drive shaft
menyebabkan turun naiknya pitman dan dengan bantuan Toggle (5)
mengakibatkan bertambah dan berkurang jarak antara Swing jaw dengan Fixed
jaw. Swing jaw ditekan oleh Toggle dan dipegang (ditahan) oleh Tension rod
dan Spring (8). Karena beban yang tidak selalu dipakai pada Jaw crusher, yaitu
hanya pada saat Swing jaw mendekat kepada Fixed jaw dimana terjadi tekanan
terhadap batuan, maka perlu diadakan imbangan beban dengan jalan
menambahkan beban Flywheel (9).
2. DODGE type ( Doddge Crusher )
Doddge Crusher biasanya dibuat dalam ukuran yang lebih kecil. Bedanya
dengan Blake type Swing jaw tertahan sebelah bawah, sehingga lebar dari
lobang pengeluaran (Throad = discharge) hamper konstan. Jadi produknya
mempunyai ukuran yang hamper sama. Dodge type lebih sederhana, hanya ada
satu toggle dan tidak ada pitman. Karena mempunyai gerakan yang kecil
sebelah bawah, maka sering terjadi penyumbatan dan menahan turunnya
material yang sudah duhancurkan.

4
3. SINGLE-TOGGLE type ( SINGLE-TONGGLE JAW CRUSHER)
Swing jaw pada single-tonggle jaw crusher tertahan disebelah atas pada
Eccentric pada Drive-Shaft. Bagian bawah Swing jaw tertahan pada Singgle
toggle. Jadi single toggle mempunyai 2 gerakan, yaitu mundur-maju dan turun-
naik, akibat dari gerakan Eccentric dan mundur-majunya Toggle.
Alat ini mempunyai 2 tipe bergantung kepada titik tumpunya,bila titik
tumpunya di atas disebut titik blake,bila titik tumpunya di bawah disebut dodge.
Jaw crusher ini paling efektif digunakan untuk batuan sedimen sampai
batuan yang paling keras seperti granit atau basalt. Unjuk kerja dari Jaw Crusher
sangat-sangat ditentukan oleh ukuran Fly wheel ( Roda Gila) nya dan kekuatan Shaft,
karena kedua komponen tersebut berperan vital. Untuk operasional produksi
penambangan Jaw Crusher ini tidak bisa berdiri sendiri, harus didukung dengan
peralatan2 yang lain.
Jaw crusher merupakan mesin penekan (compression) dengan rasio
pemecahan 6:1. Umumnya untuk material hasil peledakan, material yang
berukuran sampai dengan 90 % dari bukaan feednya dapat diterima. Untuk kerikil,
karena umumnya berbentuk bulat, disarankan pemakaian material dengan ukuran
80 % dari bukaan. Secara umum, discharge material dua kali setting crusher.
Gradasi keluaran diatur dengan bukaan discharge setting. Ukuran (size) dari Jaw
Crusher biasanya ditentukan oleh ukuran dari receiving opening (Gape dalam
inci), misalnya commercial size 7”x10” sampai 66”x84” dan yang besar 84”x120”.
Semua Jaw crusher mempunyai Discharge opening (pengeluaran) yang dapat
diatur.
Kapasitas Jaw crusher secara empiris dapat dinyatakan dalam rumus :
T = 0,6 x L x S
Dimana T = Kapasitas Jaw Crusher
L = Panjang dari Receiving opening (in)
S = lebar dari discharge opening (in)

5
Rumus tersebuat adalah untuk perhitungan kasar dari kapasitas Jaw crusher,
karena hanya tergantung pada discharge (pengeluaran) pada saat open setting.
Keuntungan-keuntungan dari Jaw Crusher adalah :
- Sederhana dalam konstruksi.
- Memerlukan tenaga yang relative kecil.
- Mudah dalam penyetelan ukuran hasil pemecahan yang dikehendaki.
Faktor – faktor yang mempengaruhi efisiensi jaw crusher :
- Lebar lubang pengeluaran(tergantung pengaturan toggle)
- Variasi Throw (ukuran throw harus disesuaikan)
- Kecepatan (keepatan terlalu tinggi akan menurunkan efisiensi)
- Ukuran feed (tergantung pada gane, nip angle)
- Reduction Ratio
- Reduction Ton (TR= T x R80)
2. Primary Impact Crushers
Impact Crusher adalah type crusher dengan sistem pukul rotary dengan
kecepatan rpm yang cukup tinggi. Gyratory Crusher dipakai untuk memecah
batuan berbentuk bongkah besar maupun kecil, yaitu sebagai Primary Crushing
dan Secondary crushing mempunyai kapasitas lebih besar disbanding Jaw crusher.
Mesin ini mengunakan impact (benturan) sebagai mekanisme peremukannya.
Pemecah batu dilakukan adanya flail yang berputar dan memukul dengan cara
impact batu yang dimasukan melalui hopper chute, yang ujung flail dari baja
sangat keras dan berkualitas tinggi. Tipenya ada berbagai macam.
Mesin ini banyak disukai karena dapat menghasilkan produk yang relative
ideal,sehingga memudahkan pengangkutan dan pemakaian, selain itu alat ini juga
ringkas dan mempunyai rasio yang cukup besar. Crusher Impak Primer disarankan
terutama untuk batu kapur atau untuk penggunaan dengan abrasi lebih rendah.
Single impeller impact breakers menghasilkan produk yang bentuknya seperti
kubus meskipun semula merupakan batu lempengan serta meningkatkan kualitas
aggregat dan mempertinggi kapasitas plant. Pemecahan impak bekerja di

6
sepanjang garis belahan alam untuk menghasilkan material dengan sudut yang
kurang tajam. Ukuran pemecah impak umumnya menunjukkan feed openingnya.
Dengan rasio pemecahan sampai dengan 20 : 1, persyaratan pemecahan sekunder
dikurangi bila dibandingkan jenis tekanan primer. Pemecah impak biasanya
digunakan untuk material dengan 10-15 abrasif atau kurang. Gradasi keluaran
diatur dengan berbagai kecepatan dan stripper car setting.

Keuntungan jenis ini adalah :


- Menghasilkan ukuran produk yang relatif ideal.
Kerugian jenis ini adalah :
- Bagian-bagian flail (rotor) dan breaker plate lekas aus.
- Mudah timbul kemacetan bila batu yang dipecah terlalu keras.
3. Gyratory Crusher
Mesin ini memiliki rahang bundar (circular jaw).Sebuah crushing head yang
berbentuk kerucut berputar di dalam sebuah funnel shaped casing yang membuka
ke atas.Crushing head tersebut berfungsi memcahkan umpan yang masuk.

7
Alat ini mempunyai kapasitas yang lebih besar dibandingkan dengan jaw
crusher. Gerakan alat ini adalah kontinyu karena crushing head dari alat ini
bergerak dan bergoyang. Alat ini tidak sesuai dengan material yang lengket seperti
lempung karena kurang menguntungkan disebabkan biaya lebih besar
dibandingkan dengan jaw.
Macam-macam gyratory crusher :
a. Suspended Spindel Gyratory Crusher
b. Pararell Pinch Crusher
Perbedaan utama jenis ini dari suspended spindel, terletak pada gerakan
crushing head-nya. Gerakan crushing head pada prarell pinch menghasilkan
bentuk cone yang tajam dengan puncak dalam keadaan menggantung sehingga
menghasilkan gerakan berputar yang dapat menghancurkan umpan sepanjang
daerah permukaan crushing head.
Bentuk-bentuk head dan concave pada gyratory crusher adalah :
a. Straight head and concave
b. Curved head and concave
Kedua jenis head dan concave ini perbedaanya hanya pada permukaannya,
yaitu yang pertama adalah rata dan yang kedua melengkung.Kapasitas gyratory
crusher lebih besar disbanding dengan jaw crusher pada ukuran umpan yang sama.
Kapasitas Gyratory Crusher dapat dinyatakan dengan rumus :
T = 0,75 So (L-G)
T = Kapasitas (Ton/jam)
So = Open Setting (inci)
L = Panjang Keliling dinding luar (inci)
G = Keliling dinding dalam pada gape (inci
Kapasitas gyratory crusher tergantung pada :
a. Sifat alamiah material yang dihancurkan, seperti kekerasan, keliatan dan
kerapuhan

8
b. Permukaan concave dan crushing head terhadap umpan akan mempengaruhi
gesekan antara material dengan bagian pemecah (concave dan head)
c. Kandungan air, seting, putaran dan gape (Dapat mempengaruhi kinerja gyratory
crusher).

Keuntungan jenis pemecah batu ini adalah :


- Produksinya lebih besar.
- Hasil pemecahan akan lebih baik dan uniform/seragam.
Sedangkan kerugiannya adalah :
- Memerlukan tenaga yang lebih besar
- Lebih mahal dari jenis Jaw
- Perlu tempat kearah vetikal yang lebih tinggi untuk pemasangannya
- Tidak sesuai untuk dipakai memecahkan batuan yang lembab

9
Macam – macam Secondary Crusher :
1. Cone Crushers
Cone Crusher digunakan secara luas sebagai mesin pemecah batu sekunder
dan tersier, prinsip kerja dari Cone Crusher ini yaitu menghimpit material secara
vertical rotary dengan kecepatan rpm yang cukup sedang sekitar 500 rpm dan
bertumpu pada kekuatan pegas. Pada waktu pemecah kerucut ini bekerja, ujung
sumbu atau kerucut berfungsi sebagai engsel, sedangkan ujung bagian bawah
berkeliling hingga gerakan kerucut berayun mengelilingi bagian bawah dalam
selubung yang tetap. Akibat ayunan kerucut ini jarak antara kerucut dengan
selubung berubah-ubah. Pada waktu ruang itu sedang mengecil terjadi pemecahan
dan pada waktu ruang membesar bahan olahan yang sudah di giling akan turun.
Pekerjaan ini berlangsung sepanjang keliling kerucut dan terus-menerus. Proses
pemecahan bahan olahan dari pemecah rahang ini berlangsung continue dengan
cara gesekan & potongan.
Crusher jenis cone merupakan mesin serba guna bagi kebanyakan pasir dan
kerikil serta material yang memiliki ukuran butir asal (sebelum dipecah) 20-25 cm
yang tidak memerlukan lagi crusher primer. Untuk batu hasil ledakan, cone
crusher berfungsi sebagai crusher lanjutan dan/atau crusher akhir setelah crusher
primer. Head cone standar dengan rasio pemecahan 6-8 : 1, mengurangi ukuran
material menjadi minimum 20 mm minus. Head cone halus dapat mengurangi
material menjadi 6 mm minus dengan rasio pemecahan 4-6 : 1. Berbagai susunan
liner menyesuaikan masing-masing mesin dengan ukuran batu yang akan dipecah
dan persyaratan produk. Gradasi produk berubah mengikuti bukaan setting
samping yang tertutup.
Cone crusher hampir sama dengan gyratory crusher, perbedaannya terletak
pada :
a. Crushing surface terluar bekerja sedemikian rupa sehingga luas lubang
pengeluaran dapat bertambah

10
b. Crushing surface terluar bagian atasnya dapat diangkat sehingga material yang
tidak dapat dihancurkan dapat dikeluarkan

Macam-macam cone crusher :


a. Simon Cone Crusher
Alat ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
- standart crusher type, yaitu untuk mereduksi umpan yang berukuran kasar
- short head crusher type, yaitu untuk mereduksi umpan berukuran halus
b. Telsmith Gyrasphere Crusher
Crushing head dari alat ini berbentuk bulat (sphere) yang terbuat dari baja
dengan cutter shell bergerak naik turun. Dalan cone crusher crushing head
adalah rata dan perbandingan antara tinggi dengan diameternya 1 : 3. Unpan
dari cone crusher harus dalam keadaan kering karena jika basah akan
mengakibatkan choking.
. Kelebihan dari mesin Cone Crusher ini yaitu bisa menghasilkan struktur
pecahan batu yang relatif homogen dengan bentuk cubical ( kotak) , sehingga
sangat cocok untuk memproduksi batu tensla / batu pecah yang digunakan untuk
pembuatan jalan raya.
2. Roll Crusher

11
Roll Crusher sangat diperlukan untuk menghasilkan produk dengan ukuran
tertentu. Type crusher ini dengan sistem gilas rotary dengan kecepatan rpm yang
realatif lebih rendah dari impact crusher yaitu sekitar 300 rpm dan memiliki
kapasitas produksi yang jauh lebih besar. Unjuk kerja dari mesin Roll Crusher ini
bergantung pada jenis / kualiatas material gigi gilasnya, ukuran shaft dan ukuran
Fly Wheel ( Roda Gila) nya, yang semuanya harus disesuaikan dengan raw
material dan target kapasitas produksi. Crusher jenis tekanan ini menghasilkan
variasi pemecahan yang lebih besar dibanding jenis crusher lainnya. Crusher
dengan roll ganda memiliki rasio pemecahan terbatas antara 2 - 2,5 : 1. Roll triple
menghasilkan rasio pemecahan 4 - 5 : 1. Untuk meningkatkan produksi serta agar
keausan dapat merata, harus diusahakan agar material yang masuk dapat tersebar
merata di permukaan roll. Gradasi keluaran diatur dengan bukaan setting
pembuang. Roll tidak terpengaruh oleh kelembaban atau plastisitas material seperti
pada crusher jenis cone.
Prinsip kerja alat ini yaitu dimana alat ini terdiri dari dua silinder baja dan
masing-masing dihubungkan pada as (poros) sendiri-sendiri. Poros tersebut
dihubungkan dengan motor penggerak, sehiungga dapat berputar. Silinder ini
hanya satu saja yang berputar dan lainnya diam, sedangkan yang satu dapat
bergerak maju mundur karena adanya per yang terbuat dari baja.
Setelah itu, karena adanya material yang masuk dan pengaruh silinder lainnya
maka silinder ini ikut berputar juga. Putaran masing-masing silinder tersebut
berlawanan arah sehingga material yang ada diatas roll akan terjepit dan hancur.
Bila kecepatan putar kedua roda atau silinder sama maka material solid, akan
diinjak/dipecah, sedangkan bila kecepatan putarnya tidak sama maka material
solid selain dipecahkan juga dipuntir
Bentuk dari roll crusher ada dua macam, yaitu :
a. Rigid Roll

12
Alat ini pada porosnya tidak dilengkapi dengan pegas, sehingga kemungkinan
patah pada poros sangat besar. Roll yang berputar hanya satu saja, tapi ada juga
yang keduanya berputar.
b. Spring Roll
Alat ini dilengkapi dengan pegas sehingga kemungkinan porosnya patah sangat
kecil sekali. Dengan adanya pegas maka roll dapat mundur dengan sendirinya
bila ada material yang sangat keras, sehingga tidak dapat dihancurkan dan
material itu akan jatuh.
Hancurnya material dalam roll crushing dibedakan menjadi :
a. Choke Crushing
Penghancuran material tidak hanya dilakukan oleh permukaan roll tetapi juga
aoleh sesama material
b. Free Crushing
Yaitu material yang masuk langsung dihancurkan oleh roll.
Kecepatan crushing tergantung pada kecepatan pemberian umpan (feed rate)
dan macam reduksi yang diinginkan.

Secara teoritis kapasitas Roll crusher dapat dihitung dengan rumus :


K = 0,0034 NDWsG
K = Kapasitas (Ton/jam)
N = Jumlah Putaran (RPM)
D = Diameter Silinder (inci)
W = Lebar Silinder (inci)

13
S = Jarak Silinder (inci)
G = Berat Jenis Partikel
Roll Crusher ini dipergunakan sebagai peralatan untuk pemecah terakhir.
Roll Crusher ini adalah paling tepat dipergunakan untuk secondary crusher
deikarenakan adanya bebrapa keuntungan antara lain :
- Ekonomis dan tidak memerlukan tempat yang besar
- Gradasi hasil pemecahan baik dan tidak pipih dan dengan syarat batu yang
dipecah harus dibatasi ukurannya.
3. Hammermills / Limemilis
mesin crusher yang bekerja dengan prinsip pukul rotary dengan kecepatan
rmp yang tinggi. Hampir sama dengan Impact Crusher, tetapi utk hammer mill
biasanya menghasilkan produk dengan kehalusan mencapai 80 – 100 mesh. Mesin
Hammer mill ini biasa digunakan
untuk memproduksi pasir halus,
konsentrat mineral, mineral ore, tepung
batu-batuan seperti kapur, dolomite,
zeolit, dsb. Karena mesin ini memang
digunakan untuk menghancurkan
material menjadi partikel-partikel yang
halus. Alat ini merupakan satu-satunya
alat yang berbeda cara
penghancurannya dibandingkan alat secondary crushing lainnya.
Hammermill/Limemill cruher jenis mill digunakan untuk batu kapur berkualitas
tinggi, dengan kadar abrasif yang kurang dari 5 %, menghasilkan jumlah besar
material halus. Hammermill umumnya digunakan untuk pemecah sekunder yang
dapat menerima feed material berukuran sampai dengan 20 cm dan memiliki rasio
pemecahan 20 : 1. Limemill didesain khusus untuk menghasilkan " Quality
aglime" dan dapat menerima feed material berukuran sampai dengan 10 cm.
Pemilihan kapasitas / kemampuan untuk menerima feed material yang tepat,

14
kedudukan pelat breaker dan kecepatan crusher menentukan gradasi crusher untuk
kedua unit.
Prinsip dasar pengoperasiannya sangat mudah. Hammer mill pada dasarnya
merupakan sebuah wadah terbuat dari besi yang berisi poros, baik secara vertical
maupun horizontal, yang berputar, dan mempunyai alat pemecah berbentuk palu
dimana palu – palu tersebut digantung pada suatu piringan /silinder yang dapat
berputar dengan cepat. Alat ini juga dilengkapi dengan kisi/kisi/ayakan yang juga
berfungsi sebagai penutup lubang tempat keluarnya produk. Pada poros tersebut
terdapat hammer. Hammer adalah bagian yang berfungsi untuk menghancurkan
material-material. Biasanya crusher ini mempunyai 84 buah hammer yang terdapat
pada 12 rangkaian hammer axle pada hammer axle ini terdapat hammer-
hammernya. Hammer terpasang bebas agar dapat mengayun pada pusat poros.
Poros akan berputar dengan kecepatan tinggi, sementara material akan masuk
dari mulut hammer mill ( feed hopper). Material akan terkena hammer dan akan
hancur, kemudian turun kebawah karena gravitasi melalui screen atau ayakan dan
akan ditampung pada bin dan hopper bawah. Setelah itu, dikeluarkan berdasarkan
ukuran akhir material tersebut. Hammer mill menggunakan prinsip
benturan/pukulan/impact dan juga dengan cara gesekan . Mesin ini dapat
menghasilkan produk dengan ukuran 1 mm – 25 mm.
Macam – macam Tertiary Crusher / Fine Crusher (Milling) :
1. Tumbling Mill
Tumbling Mill atau Revolving mill terdiri dari satu shell berbentuk silinder
yang pada dinding dalamnya dilapisi dengan liner (pelapis) dan dimuati grinding
media, kemudian diputar pada as-nya yang horizontal.
Shell silinder dibuat dari plat baja, pelapis liner yang dapat diganti-ganti
dibuat dari baja atau alloy, sedang grinding media terdiri dari bola-bola baja, bola
kramik atau batuan yang relative bulat atau batang-batang baja. Kalau shell
silinder yang berisi bola-bola baja dan yang berputar pada as-nya kedalamnya
dimasukkan batuan yang akan dihancurkan melalui lubang pemasukan pada salah

15
satu ujung silinder, maka produknya keluar melalui lubang pengeluaran pada
ujung yang lain. Kecepatan perputaran shell silinder dibuat sedemikian rupa,
sehingga bola-bola baja terangkut pada dinding silinder dan kemudian jatu bebas
menimpa material yang ada didalam shell silinder.
Karena perputaran shell silinder, maka grinding media mengadakan gerakan:
a. Berputar menurut sumbunya yang sejajar dengan sumbu shell silinder.
b. Cascading action, menggelundung (berguling) ke bawah.
c. Cataracting action, jatuh bebas menurut arah parabola dan menimpa material
yang ada dibawahnya.
Perputaran shell silinder dan gerakan grinding media mengakibatkan tenaga
tumbukan dan menggiling yang akan menghancurkan partikel yang ada dalam
Tumbling mill. Proses penghancuran (grinding) dapat dilakukan dalam keadaan
kering atau basah. Partikel-partikel yang sudah halus dapat keluar dari shell
silinder secara overflow (overflow discharge mill) atau melalui grade, yaitu plat
yang berlubang-lubang pada ujung pengeluaran (grade discharge mill). Kalsifikasi
Tumbling mill ini dilakukan berdasrkan grinding media, perbandingan ukuran
shell silinder dan metoda pengeluaran (discharge).

2. Ball Mill
Ball Mill adalah Tumbling mill yang mempunyai ukuran panjang kira-kira
sama dengan diameternya dan berisi grinding media berupa bola-bola baja atau
alloy. Bentuknya dapat berupa silinder disebut cylindrical Ball Mill atau berbentuk

16
cone disebut conical Ball Mill. Posisi grinding media pada Cylindrical ball mill
terbagi rata sepanjang shell, sedangkan pada conical ball mill terbagi menurut
bola-bola baja yang sama dengan diameter shell. Jadi bola-bola baja yang besar
berada pada diameter shell yang besar untuk menghancurkan partikel besar,
sedang bola-bola baja yang kecil (sudah aus) berada pada cone section dekat ujung
pengeluaran untuk menghancurkan partikel yang sudah halus.
Feed (umpan) untuk ball mill dapat berukuran 3 inci (max) dan digiling
sampai menjadi 50 mesh (0,29 mm). kalau feed (umpan) makin kecil, maka
produknya dapat lebih halus lagi (200 mesh = 0,074 mm). Dalam operasi ball mill
kecepatan perputan shell silinder harus dibuat setinggi mungkin, tetapi dihindarkan
agar muatanya (grinding media dan batuan) tidak ikut berputar bersama shell
silinder.

3. Rod Mill
Rod Mill bentuknya hamper sama dengan Ball mill, berbentuk shell silinder
dengan ukuran panjangnya lebih besar dari diameternya (1 1/3 – 3 kali), dimuati
dengan grinding media berupa batang-batang baja (stel rod) pengganti bola-bola
baja.

17
4. Tube Mill
Tube Mill lebih mirip Ball Mill yang panjangnya dan diameternya relative
lebih kecil, ukuran standar 5 ft.6 in. diameter dan 22 ft. panjang. Grinding media
biasanya dipakai pebbles (bola-bola keramik) atau bola-bola besi.

5. Ball Mill Clasifier Cirkuit


Pada pemakaian Ball Mill di pabrik pengolahan biasanya dirangkaikan
secara tertutup dengan alat classifier. Alat Clasifier ini akan mengkalsifikasikan
produk hasil giling alat mill menjadi 2 bagian, yaitu underflow (yang kasar) dan
overflow (yang halus). Underflow partikel yang masih kasar dikembalikan
kedalam Ball Mill Untik digiling kembali, sedangkan overflow partikel yang
sudah memenuhi ukuran kehalusan yang diinginkan, dialirkan ke proses
selanjutnya. Materual dikembalikan kedalam Ball Mill disebut juga dengan
“Circulating load” sedangkan perbandingan berat antara material yang

18
dikembalikan dengan umpan (feed) yang baru masuk kedalam Mill disebut
circulating Load Ratio.

19