Anda di halaman 1dari 17

ARTI DAN TUJUAN DEMOGRAFI

A. PENGERTIAN DASAR DEMOGRAFI

Kata demografi berasal dari bahasa Yunani ‘Demos’ yang berarti: rakyat atau
penduduk dan ‘Grafein’ yang artinya menulis. Jadi demografi adalah tulisan-tulisan
atau karangan-karangan mengenai rakyat atau penduduk.

Istilah ini dipakai untuk pertama kalinya oleh Achille Guilard dalam tulisannya yang
berjudul Elements de Statistique Human on Demografhic Compares pada tahun 1885

B. APA YANG DIPELAJARI OLEH DEMOGRAFI

Donald J.Bogue di dalam bukunya yang berjudul Principles of Demography


memberikan definisi demografi sebagai berikut:

“Demografi adalah ilmu yang mempelajari secara statistika dan matematika


tentang besar, komposisi dan distribusi penduduk serta perubahan-perubahannya,
sepanjang masa melalui bekerjanya 5 komponen demografi, yaitu
kelahiran(Fertilitas), kematian(mortalitas), perkawinan, migrasi dan mobilitas
social.”

Disamping yang diberikan oleh bogue ada beberapa definisi dari ahli-ahli demografi
lainnya seperti:

• Johan Suszmilch (1762) : mempelajari hukum illahi dalam perubahan-


perubahan pada umat manusia yang tampak dari kelhiran, kematian, dan
pertumbuhannya
• Archille guillard: demografi mempeklajari segala sesuatu dari keadaan dan
sikap manusia yang dapat diukur.

• George W. Barclay : Demografi memberikan gambaran yang menarik dari


penduduk yang digambarkan secara statistika. Demografi mempelajari
tingkah laku keseluruhan dan bukan tingkah laku perorangan.

• Philip M. Hauser & Dudley Duncan : Demografi mempelajari tentang


jumlah, persebaran territorial dan komposisi penduduk serta perubahan-
perubahannya dan sebab-sebab perubahan tersebut.

• D.V. Glass : Demography is generally limited to studies of human population


as influenced by demographic process: fertility, mortality and migration.

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa demografi adalah ilmu yang
mempelajari persoalan dan keadaan perubahan-perubahan pendudukan atau dengan
perkataan lain segala hal ikhwal yang berhubungan dengan komponen-komponen
perubahan tersebut seperti kelahiran, kematian, migrasi, sehingga menghasilkan
suatu keadaan dan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin tertentu.

C. RUANG LINGKUP DEMOGRAFI DAN ILMU KEPENDUDUKAN

Demografi sebagai salah satu disiplin ilmu telah berkembang sejak 3 abad yang lalu.
John Graunt, seorang pedagang pakaian yang hidup pada abad ke17 di London,
dianggap sebagai Bapak Demografi. Ia melakukan analisis data kelahiran dan
kematian, dan dari hasil analisisnya dikemukakannya batasan-batasan umum tentang
kematian (mortality), kelahiran (fertility), migrasi, dan perkawinan dalam
hubungannya dengan proses penduduk.
Data tersebut diproleh dari catatan kematian (Bills of Mortality), yang setiap minggu
diterbitkan oleh gereja. Dari penelitiannya ini ia mencetuskan hukum-hukum tentang
pertumbuhan penduduk. Karya Graunt, diterbitkan pada tahun 1662 dengan judul
Natural and Political Observations ……. Made Upon the Bills of Mortality. Didalam
studinya, Graunt banyak mendapat dorongan dari kawannya William Petty, yang ahli
statistika, Karya petty, Political Arithmetic (1690), yang mempunyai pengaruh besar
terhadap perkembangan ilmu demografi.
Dalam sejarah perkembangan demografi timbul masalah mengenai pembagian
cabang ilmu ini. Methorst dan sirks membedakan masalah penduduk menjadi dua,
yaitu yang bersifat kuantitatif (demografi) dan kualitatif yang membahasa masalah
penduduk dari segi gentis dan biologis. Gagasan ini tidak mendapat dukungan. Oleh
karena itu walaupun demografi menggunakan banyak hitungan tapi dapat juga
bersifat kualitatif. Sedang ilmu hayat pun tidak lepas dari usaha-usaha kualitatif.
Dengan demikian memberikan kesan kepada orang bahwa demografi hanyalah
penyusunan statistik penduduk. Ini memang bisa dimengerti oleh karena pelopor-
pelopor ilmu demografi seperti : Suszmilch, Guillard, Wolfe, menganggap demografi
sebagai semacam “Tata Buku Bio-Sosial” atau Bio-Social Bookkeeping. Jadi
memang pengumpulan angka-angka itu penting, tetapi angka-angka tersebut harus
dinyatakan hubungan-hubungannya, setelah itu baru bisa dinamakan ilmu demografi.
Pada tahun 1937 di Paris selama kongres masalah kependudukan dilangsungkan,
Adolphe Laundry telah membuktikan secara matematika adanya hubungan antara
unsur-unsur demografi seperti kelahiran, kematian, perkawinan, migrasi, jenis
kelamin dsb. Ia menyarankan istilah PURE DEMOGHRAPHY untuk cabang ilmu
demografi yang bersifat analitik-matematika dan beberapa dari ilmu demografi yang
bersifat deskriptif. Karya ini mendapat sambutan positif.
Pure Demography (Demografi Murni) atau juga demografi formal menghasilkan
teknik-teknik untuk menghitung kependudukan, dengan teknik tersebut dapat
diperoleh perkiraan keadaan penduduk di masa lampau atau di masa yang akan
datang. Model-modelformal sering kelihatan menakjubkan danmempunyai kegunaan
yang besar, tetapi mereka jarang menyajikan jawaban terntang pertanyaan-
pertanyaan sosial tentang “MENGAPA” bentuk atau proses yang ada itu terjadi.
Untuk memberikan keterangan “MENGAPA” tersebut diperlukan suatu ilmu lain
yang biasa disebut dengan Sociological Demoghraphy, Population Studies, Social
Demoghraphy, Demographic Sociology, atau kependudukan. Ilmu ini merupakan
penghubung antara penduduk dan system sosial, dengan harapan dapat memecahkan
pertanyaan dasar; bagaimana kita menambah pengertian kita terhadap masyarakat
melalui proses analisis kependudukan.
Data demografi, pengukuran, teknik-teknik dan model-model adalah alat
yang penting, tetapi mereka hanya sebagian dari gambaran analitik. Jadi deteminan-
determinan dan konsekuensi-konsekuensi dari pertambahan penduduk harus
dianalisis pula. Dengan mengenal proses sosial dimana terjadi perubahan penduduk
diharapkan para ahli demografi lebih mengerti dinamikanya penduduk.
Sekarang lebih disadari bahwa demografi tidak dipelajari secara murni
terlepas dari variable-variabel non demografis, misalnya ekonomi, sosiologi,
geografi, psikologi, politik dan sebagainya. Juga demografi bukan lagi merupakan
single theoretical discipline, tetapi lebih menyerupai interdisciplinary science.

D. TUJUAN-TUJUAN DAN PENGGUNAAN DEMOGRAFI

Ketiga komponen demografi/variable demografi, bermacam-macam karakteristik


penduduk, dan gejala-gejala yang saling berhubungan di dalam masyarakat tersebut
dipakai oleh para ahli demografi untuk 4 tujuan pokok yaitu :
1. Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu.
2. Menjelaskan pertumbuhan masa lampau, penurunannya dan persebarannya
dengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia.
3. Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk
dengan bermacam-macam aspek organisasi sosial.
4. Mencoba meramalkan pertumbuhan penduduk di masa yang akan datang dan
kemungkinan konsekuensinya.
Pengetahuan tentang kependudukan penting bagi lembaga-lembaga swasta
maupun pemerintah, baik di tingkat nasional atau daerah. Perancanaan-perencanaan
yang berhubungan dengan pendidikan, perpajakan, kemiliteran, kesejahteraan sosial,
perumahan pertanian dan perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang dan
jasa, jalan, rumah sakit-rumah sakit, pusat-pusat rekreasi akan menjadi lebih tepat
apabila kesemuanya didasarkan pada data kependudukan.
Apabila seseorang ingin mengetahui seberapa cepat berkembangnya
perekonomian suatu Negara, maka hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan lapangan
kerja, persentase penduduk yang ada disektor pertanian, industry, dan jasa-jasa.
Untuk melihat peningkatan standar kehidupan dapat dilihat dari tingkat harapan
hidup rata-rata penduduk, sebab tidak ada ukuran yang lebih baik kecuali lamanya
hidup seorang di Negara yang bersangkutan.

E. DINAMIKA PENDUDUK : SEBAB DAN AKIBAT

Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara


kekuatan-kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah
penduduk. Secara terus-menerus penduduk akan dipengaruhi oleh jumlah bayi yang
lahir (menambah jumlah penduduk), tetapi secara bersamaan pula akan dikurangi
oleh jumlah kematian yang terjadi pada semua golongan umur. Sementara itu migrasi
juga berperan ‘imigran’ (pendatang) akan menambah dan ‘emigran’ akan
mengurangi jumlah penduduk. Jadi dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan
penduduk diakibatkan oleh 4 komponen, yaitu : kelahiran (fertilisasi), kematian
(mortality), pernikahan, in-migration (migrasi masuk) dan out migration (migrasi
keluar). Selisih antara kelahiran dan kematian disebut reproductive change
(perubahan reproduktif) atau natural increase (pertumbuhan alamiah). Selisih antara
in-migration dan out migration disebut net migration atau migrasi neto. Jadi
pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh dua cara, yaitu melalui perubahan
reproduksi dan migrasi neto.
Pertumbuhan penduduk tersebut dapat dinyatakan dngan formula sebagai
berikut :

Pt=Po+(B-D)+(Mi-Mo)
Dimana :
Po : jumlah penduduk pada waktu terdahulu (tahun dasar).
Pt : jumlah penduduk pada waktu sesudahnya
B : kelahiran yang terjadi pada jangka waktu antara kedua kejadian tersebut.
Mo : migrasi keluar pada jangka waktu antara kedua kejadian.
Mi : migrasi masuk pada jangka waktu antara kedua kejadian.

Apabila proses pertumbuhan penduduk beserta komponen-komponennya


digambarkan dalam suatu model maka akan berbentuk demikian:

MODEL PERTUMBUHAN PENDUDUK


Migrasi
Positif Negatif Nol
M>F N, T, S T T
M<F N N, T, S N
M=F N T S

Keterangan :
M : Mortalitas (kematian)
F : Fertilitas (kelahiran)
N : Naik
T : Turun
S : Stabil

Dari model ini maka dapat dilihat secara jelas bagaimana pengaruh masing-
masing komponen demografi terhadap pertumbuhan penduduk.

F. BEBERAPA UKURAN DASAR DEMOGRAFI


1. Fertilitas (kelahiran)
Fertilitas dalam pengertian demografi adalah kemampuan riil seorang wanita
untuk melahirkan, yang dicerminkan, yang dicerminkan dalam jumlah bayi yang
dilahirkan.
Beberapa ukuran dasar fertilitas yang sering digunakan adalah :
a. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)
b. Angka Kelahiran Menurut Umur (Age Specific Fertility Rate)
c. Angka Fertilitas Total (Total Fertility Rate)
a. Angka Kelahiran Kasar (CBR)

Dimana :
B : jumlah kelahiran pada tahun tertentu
P : jumlah penduduk pada pertengahan tahun
k: 1000
Di Indonesia pada tahun 1979 tercatat 35 kelahiran per 1000
penduduk. Angka kelahiran yang tertinggi di dunia adalah di Negara Kenya,
yaitu 51 per 1000 penduduk, sedangkan yang terendah di Republik Federasi
Jerman, yaitu 10 per 1000.

b. Angka Kelahiran Menurut Umur (ASFR)

Dimana :
X : umur wanita dalam kelompok umur 5 tahunan (15-19, 20-24………,
45-49)
Bx : jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur x
Px : jumlah wanita pada kelompok umur x

c. Angka Fertilitas Total (TFR)

Pada umumnya Angka Fertilitas Total di Negara-negara yang sedang


berkembang tinggi sekali, yaitu5 atau lebih, sedang di negara maju hanya
sekita 2 atau dibawahnya. Untuk Indonesia angka fertilitas total adalah 5,9
perwanita pada tahun 1971.
2. Mortalitas
Beberapa angka kematian yang sederhana antara lain :
1. Angka Kematian Kasar (Crude Deeath Rate)
2. Angka Kematian Menurut Umur (ASDR)
Tinggi rendahnya angka kematian dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya
struktur umur, jenis kelamin, jenis pekerjaan, status sosial, ekonomi, keadaan
lingkungan dsb.
a. Angka Kematian Kasar (CDR)

Dimana :
D : jumlah kematian pada tahun tertentu
P : jumlah penduduk pada pertengahan tahun
k : konstanta (1000)
Angka Kematian kasar di Jakarta pada tahun 1972 adalah 18 per 1000 penduduk.
Sedangkan untuk Indonesia pada tahun 1978 tercatat 14 per 1000 penduduk.
b. Angka Kematian menurut umur (ASDR)
Angka ini menyatakan banyaknya kematian pada kelompok umur tertentu per
1000 penduduk dalam kelompok umur yang sama.

Dimana :
Dx : Jumlah kematian dalam kelompok umur x (x=0-14, 15-19, dan seterusnya)
Px : jumlah penduduk kelompok x
k : 1000

3. Migrasi
Migrasi sering diartikan sebagai perpindahan penduduk yang relative permanen
dari suatu daerah ke daerah lain. Orang yang melakukan migrasi disebut migrant.
Angka Migrasi neto dapat diperoleh dengan cara :
Angka migrasi neto Jakarta pada tahun 1971 adalah 294 orang per 1000
penduduk.

4. Angka Pertumbuhan Penduduk (Population Growth Rate atau ‘r’)


Angka Pertumbuhan Penduduk ( r ) menunjukan rata-rata pertambahan
penduduk per tahun pada periode/waktu tertentu, dan biasanya dinyatakan dengan
persen. Beberapa macam ukuran angka pertumbuhan penduduk :
1. Pertumbuhan Geometri : Pt=Po.(1+r)n
Pt = jumlah penduduk pada akhir tahun
Po = jumlah penduduk pada awal tahun
r = angka pertumbuhan penduduk
n = lamanya waktu antara Po dan Pt
2. Pertumbuhan Eksponensial : Pt=Po.ern
Dimana : e= angka eksponensial 2,71828

TEORI-TEORI KEPENDUDUKAN

Pada gambar 1 terklihat perkembangan penduduk dari tahun 0 s/d tahun 2000.
Perkembangan dunia berkembang secara lambat sampai pertengahan abad ke-17.
Pada sekitar tahun 1665 penduduk diperkirakan sebesar 500 juta atau ½ milyar.
Penduduka dunai kemudian menjadi 2 kali lipat dalam jangka waktu 200 tahun tairu
pada tahun 1850.
Dalam jangka waktu 80 tahun kemudian penduduk dunia menjadi 2 kali lipat
lagi, yaitu pada tahun 1930. Sedangkan untuk mencapai 4 milyar kemudian, hanya
diperlukan waktu 45 tahun.
Pertumbuhan pendudukan yang makin cepat ini dapat dimengerti apabila kita
meihat adanya penicillin pada tahun 1930 dan program kesehatan masyarakat yang
makin meningkat sejak tahun 1960-an
Dengan perkembangan teknologi obat-obatan maka angka kematian menurun
sedangkan angka kelahiran masih tetap tinggi sehingga membuat selisih antara kedua
angka tersebut makin besar. Dengan kata lain pertumbuhan pendudukan makin cepat.
Terlihat pada gambar 1 ini, pengaruh penemuan Penicilin dan program
kesehatan masyarakat sangat mempengaruhi pertumbuhan penduduk.

GAMBAR 1-1 PERTUMBUHAN PENDUDUK DUNIA

Pertumbuhan penduduk yang makin cepat tersebut mengundang banyak


masalah. Tetapi ini tidak berarti zaman dahulu masalah penduduk belum ada.
Dengan muculnya tulisan Malthus pada akhir abad ke-18, masalah penduduk
mempunyai angin baru dalam literatur-literatur ekonomi. Sedangkan pada zaman
sebelum Malthus pun masalah penduduk sudah banyak dibicarakan, tetapi belum
terarah.
Teori-teori kependudukan kemudian berkembang dengan pesatnya, pengemuka-
pengemuka pada dasarnya bertitik tolak pada masalah kependudukan dalam
kaitannya dengan masalah ekonomi, etik, agama, pertahanan,/politik, dan
sebagainya.
H. PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

Pada tahun-tahun terakhir ini, masalah sosial dan ekonomi telah membawa ke
arah makin dekatnya perhatian diberikan pada hubungan antara demografi, sosio-
ekonomi dan faktor-faktor lainnya dalam dua pendekatan yaitu ;
1. Besar (size), komposisi dan distribusi penduduk akan mempengaruhi
kegiatan-kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.
2. Keadaan ekonomi dan lingkungan akan menentukan tingkat dan pola
kelahiran, mortalitas, dan migrasi.

1. BESAR, KOMPOSISI DAN DISTRIBUSI


Jumlah penduduk atau besarnya biasanya dikaitkan dengan pertumbuhan
income per capita Negara tersebut, yang secara kasar mencerminkan kemajuan
Negara tersebut.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa jumlah penduduk suatu Negara harus
seimbang dengan jumlah sumber-sumber ekonominya, baru dapat diperoleh kenaikan
pendapatan nasionalnya. Jumlah penduduk tidak boleh terlampau sedikit tetapi juga
tidak boleh terlampau banyak. Inilah yang dikemukakan oleh teori penduduk
optimum.

KOMPOSISI PENDUDUK
Komposisi Penduduk dalam arti demografi adalah komposisi penduduk menurut
umur, dan jenis kelamin. Kedua variable ini sangat mempengaruhi pertumbuhan
penduduk di masa yang akan datang. Misalnya dalam suatu Negara terdapat
penduduk berumur tua (45 tahun lebih) lebih banyak, maka dapat diharapkan Negara
tersebut mempunyai angka kelahiran yang rendah dan angka kematian yang tinggi,
sehingga mengakibatkan pertumbuhan penduduk yang rendah. Demikian pula
ketidakseimbangan jumlah penduduk laki-laki dan wanita, bisa mengakibatkan
rendahnya fertilitas dan rendahnya angka pertumbuhannya. Ketidakseimbangan itu
akan memengaruhi pula keadaan sosial, ekonomi dan keluarga.
Komposisi umur penduduk biasanya digambarkan dalam piramida penduduk
yang dapat mencerminkan apakah Negara tersebut mempunyai ciri penduduk tua
atau muda (LIHAT GAMBAR 1-2)

GAMBAR 1-2 PIRAMIDA PENDUDUK

2. KEADAAN EKONOMI DAN LINGKUNGAN AKAN MEMENGARUHI


TINGKAT DAN POLA FERTILITAS, MORTALITAS, DAN MIGRASI.

Pembangunan ekonomi suatu Negara dapat memengaruhi tingkat fertilitas


maupun mortalitas suatu Negara.
Teori ini didasarkan pada pengalaman Negara Eropa pada abad ke-19.
Peeralihan keadaan demografis tersebut biasanya dibagi menjadi 4 tingkat (lihat
gambar 1-3)

GAMBAR 1-3 TRANSISI DEMOGRAFI


Pada gambar ini terl;ihat transisi dari penduduk stabil pada tingkat kelahiran dan
kematian yang tinggi ke penduduk stabil pada tingkat kelahiran dan kematian rendah.
Empat kategori dapat dijelaskan sbb :
I. Kelahiran dan kematian keduaanya pada tingkat yang tinggi sekitar 40-50.
Reproduksi/ kelahiran tidak terkendali, kematian bervariasi setiap tahunnya.
II. Angka kematian menurun akibat diperbesarrnya anggaran kesehatan dan juga
mulai adanya penemuan obat-obatan yang makin maju, sementara itu angka
kelahiran tetap pada tingkat yang tinggi. Sehingga mengakibatkan
pertumbuhan penduduk meningkat dengan pesatnya.
III. Angka kematian terus menurun tetapi tidak secepat pada kategori ke II.
Angka kelahiran mulai menurun akibat dari urbanisasi, pendidikan, dan
peralatan kontrasepsi yang makin maju.
IV. Pada tingkat ini kelahiran dan kematian mencapai tingkat yang redah, dan
pertumbuhan penduduk kembali lagi seperti pada kategori pertama yaitu
mendekati nol.

Jadi teori ini tidak berlaku umum. Pembangunan ekonomi dapat merupakan
factor yang cukup untuk membawa tingkat kelahiran dan tingkat yang lebih rendah,
tetapi bukan merupakan faktor yang harus ada.
DASAR-DASAR DEMOGRAFI
Tugas ini disusun guna melengkapi tugas Mata Kuliah Kependudukan

Disusun Oleh :
Nama : MUHAMMAD WILDAN
NRP : 103060013

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH & KOTA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
2010
DAFTAR ISI
Hal
JUDUL

DAFTAR ISI …………………………………………………………………… i

ARTI DAN TUJUAN DEMOGRAFI

A. Pengertian Dasar Demografi ………………………………….……. 1

B. Apa yang dipelajari oleh Demografi ……………………………….. 1

C. Ruang lingkup Demografi dan Ilmu Kependudukan ……….……… 2

D. Tujuan-tujuan dan Penggunaan Demografi ………………………… 4

E. Dinamika Penduduk : Sebab dan Akibat …………………….…….. 5

Model Pertumbuhan Penduduk ……………………………….……. 6

F. Beberapa Ukuran Dasar Demografi ………………………………… 6

1. Fertilitas (kelahiran) ……………………………………………... 6

2. Mortalitas ………………………………………………………… 8

3. Migrasi …………………………………………………………… 8

4. Angka Pertumbuhan Penduduk (Population Growth Rate atau ‘r’)

Teori-teori Kependudukan ………………………………………… 9

H. Pertumbuhan Penduduk dan Pembangunan Ekonomi ………..…... 11

1. Besar, Komposisi, dan Distribusi ………………………………. 11

Kompoisi Penduduk ……………………………………………. 11

2. Keadaan Ekonomi dan Lingkungan Akan Memengaruhi Tingkat dan

Pola Fertilitas, Mortalitas, dan Migrasi ………………………… 12


A. PENGERTIAN DASAR DEMOGRAFI

Kata demografi berasal dari bahasa Yunani ‘Demos’ yang berarti: rakyat atau
penduduk dan ‘Grafein’ yang artinya menulis. Jadi demografi adalah tulisan-tulisan
atau karangan-karangan mengenai rakyat atau penduduk.
Istilah ini dipakai untuk pertama kalinya oleh Achille Guilard dalam tulisannya yang
berjudul Elements de Statistique Human on Demografhic Compares pada tahun 1885

B. APA YANG DIPELAJARI OLEH DEMOGRAFI


Donald J.Bogue di dalam bukunya yang berjudul Principles of Demography
memberikan definisi demografi sebagai berikut:
“Demografi adalah ilmu yang mempelajari secara statistika dan matematika
tentang besar, komposisi dan distribusi penduduk serta perubahan-perubahannya,
sepanjang masa melalui bekerjanya 5 komponen demografi, yaitu
kelahiran(Fertilitas), kematian(mortalitas), perkawinan, migrasi dan mobilitas
social.”
C. RUANG LINGKUP DEMOGRAFI DAN ILMU KEPENDUDUKAN
Demografi sebagai salah satu disiplin ilmu telah berkembang sejak 3 abad yang lalu.
John Graunt, seorang pedagang pakaian yang hidup pada abad ke17 di London

D. TUJUAN-TUJUAN DAN PENGGUNAAN DEMOGRAFI

Ketiga komponen demografi/variable demografi, bermacam-macam karakteristik


penduduk, dan gejala-gejala yang saling berhubungan di dalam masyarakat tersebut
dipakai oleh para ahli demografi untuk 4 tujuan pokok yaitu :
1. Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu.
2. Menjelaskan pertumbuhan masa lampau, penurunannya dan persebarannya
dengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia.
3. Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk
dengan bermacam-macam aspek organisasi sosial.
Mencoba meramalkan pertumbuhan penduduk di masa yang akan datang dan
kemungkinan konsekuensinya.