Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIK

INSTRUMENTASI

RANGKAIAN KONVERTER ZERO & SPAN

Disusun Oleh :

Nama : Bismar Maulani


NIM : 09502241003
Kelas : A4.1

Anggota Kelompok :
1. M Firda Husain (09502241002)
2. Bismar Maulani (09502241003)
3. Agus Tri Nugraha (09502241009)
4. Sari Aminawati (09502241011)
5. Agung Ahsan K (09502241015)

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2011
A. KOMPETENSI
Menjelaskan karakteristik converter zero & span.

B. SUB KOMPETENSI
1. Menjelaskan cara kerja rangkaian converter zero & span.
2. Menggambarkan kurva transfer tegangan zero-span.
3. Menjelaskan pengaruh perubahan tegangan referensi terhadap kurva transfer.
4. Menjelaskan pengaruh RSPAN pada kurva transfer.

A. DASAR TEORI
Konsep koverter ZERO-SPAN dapat direalisasikan dengan penguat inverting-
summer (penguat penjumlah inverting). Konverter Zero-Span dapat dilihat dari
gambar berikut :

Gambar.1. Rangkaian dasar Zero-Span


Penguat ini mempunyai input 2 buah, yaitu : (1) Ein diberikan pada input inverting
disambung seri dengan Ri, sebuah tahanan potensiometer, agar gain dapat diatur
dengan mudah.
Gain= -RfRin
(2) Tegangan referensi atau penguat Zero, diberikan dari tegangan + V, yang
disambung seri dengan Ros, sebuah potensiometer penguat zero offset, dengan gain :
Gain= -RfRos
Dengan demikian maka tegangan Eout 1, yang merupakan keluaran dari A1, adalah:
Eout1= -RfRin Ein –RfRos
Dari gambar 4 dapat pula diperoleh tegangan Eout2, yang merupakan kebalikan
tanda dari Eout1, yaitu :
Eout2= +RfRin Ein+RfRos
Hal ini disebabkan oleh adanya gain dari penguat A2, sebesar gain = -1
Bandingkan persamaan Eout1 dan persamaan Eout2 dengan persamaan garis linier :
Y = mX + b
Dimana : m = Rf/Rin adalah, slope atau span atau gain
b = Rf/Ros V adalah Y intercept
Yintercept = perpotongan kurva sumbu Y
Atau offset atau Zero
Dengan kata lain bila Ein = 0 (Zero), maka Eout = Rf/Ros V.

B. ALAT DAN BAHAN


1. Power supply DC
2. Socket IC
3. Papan hubung dan kawat hubung
4. IC 741
5. Resistor : 10K 2 buah
100K potensiometer, 10K potensiometer
100K 1 buah
1K 1 buah
470Ω 1 buah
6. Multimeter

A. DATA
Terlampir

B. ANALISIS
Gambar rangkaian :
Gambar.2. Rangkaian konverter Zero-Span
Tabel.1. Hubungan tegangan input vs tegangan output (Vref = 0 Volt)
Vin 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Vout 1,1 -1 -2 -3 -4 -5 -6 -7 -8 -8,9 -10,3
Dengan Rin maksimum, maka penguatan Gain = -RfRin = -100K100K = -1 kali
Tabel.2. Tegangan output (Volt) dalam Vref = …….V (Rin = 100KΩ)
Vin -10V -8V -6V -4V -2V 0V 2V 4V 6V 8V
1V 14 14 14 14 14 -1,15 -13 -13 -13 -13
2V 14 14 14 14 14 -2,3 -13 -13 -13 -13
3V 14 14 14 14 14 -3,2 -13 -13 -13 -13
4V 14 14 14 14 14 -4,3 -13 -13 -13 -13
5V 14 14 14 14 14 -5,3 -13 -13 -13 -13
6V 14 14 14 14 14 -6,3 -13 -13 -13 -13
7V 14 14 14 14 13,5 -7,3 -13 -13 -13 -13
8V 14 14 14 14 11,5 -8,3 -13 -13 -13 -13
9V 14 14 14 14 11 -9,3 -13 -13 -13 -13
10V 14 14 14 14 10,5 -10 -13 -13 -13 -13

Tabel.3. Tegangan output (Volt) dalam Vref beberapa harga SPAN = …….Ohm
(Vref = 0 Volt)
Vin 100KΩ 75KΩ 50KΩ 25KΩ 10KΩ 5KΩ
1V -1,2 -1,2 -1,9 -3,8 -10 -13
2V -2,2 -2,5 -4 -7,6 -13 -13
3V -3,2 -3,9 -6 -11,5 -13 -13
4V -3,9 -5,4 -7,8 -13 -13 -13
5V -4,9 -6,5 -10 -13 -13 -13
6V -5,9 -7,6 -12 -13 -13 -13
7V -6,9 -9,2 -13 -13 -13 -13
8V -7,9 -10,6 -13 -13 -13 -13
9V -8,9 -12 -13 -13 -13 -13
10V -10 -13 -13 -13 -13 -13

C. BAHAN DISKUSI
1. Hubungan antara Vin dan Vout pada percobaan I adalah linier.

Gambar.3. Kurva hubungan Vin dan Vout

2. Pengaruh tegangan referensi terhadap kurva transfer pada


Vin
percobaan II adalah menambah atau mengurangi nilai Vin
(summer).
Misal dengan Vin = 7 volt dan RSPAN = 100kΩ;
✔ Saat Vref = -2 volt, Vin = 7 volt , Vout = 13,5 volt (hasil
pengamatan praktik)
Jika dihitung secara teori,
Vout = -((Vref x gainVref) + (Vin x gainVin))  summer
inverting
= - (-2 volt x100K10K ) - (7 volt x100K100K )
= 20 volt – 7 volt
= 13 volt (tidak jauh berbeda dengan hasil
pengamatan praktik)
✔ Saat Vref = 0 volt, Vin = 7 volt , Vout = -7,3 volt (hasil
pengamatan praktik)
Jika dihitung secara teoritis,
Vout = -((Vref x gainVref) + (Vin x gainVin))  summer
inverting
= - (0 volt x100K10K ) - (7 volt x100K100K )
= 0 volt – 7 volt
= 7 volt (tidak jauh berbeda dengan hasil
pengamatan praktik)

Gambar.4. Kurva hubungan Vin dan Vout saat Vref = 0 V

Vin
Gambar dibawah ini menunjukan output maksimal mulai jenuh.

Gambar.4. Kurva hubungan Vin dan Vout saat Vref = -2 V


1. Pengaruh variasi tahanan SPAN pada kurva transfer dari
percobaan II adalah memperbesar atau memperkecil gain.
Misal dengan Vin = 7 volt dan Vref = 0 volt
✔ Saat RSPAN = 100kΩ, Vin = 7 volt , Vout = -6,9 volt (hasil
pengamatan praktik)
Jika dihitung secara teoritis,
Vout = -((Vref x gainVref) + (Vin x gainVin))  summer
inverting
= - (0 volt x100K10K ) - (7 volt x100K100K )
Vin
= 0 volt – 7 volt
= -7 volt (tidak jauh berbeda dengan hasil
pengamatan praktik)
✔ Saat RSPAN = 75kΩ, Vin = 7 volt , Vout = -9,2 volt (hasil
pengamatan praktik)
Jika dihitung secara teoritis,
Vout = -((Vref x gainVref) + (Vin x gainVin))  summer
inverting
= - (0 volt x100K10K ) - (7 volt x100K75K )
= 0 volt – 9,3 volt
= -9,3 volt (tidak jauh berbeda dengan hasil
pengamatan praktik)

Gambar.4. Kurva hubungan Vin dan Vout saat Span = 100 kΩ


Gambar dibawah ini menunjukan output maksimal mulai jenuh. Vin
Gambar.4. Kurva hubungan Vin dan Vout saat Span = 25 kΩ

A. KESIMPULAN
1. Rangkaian koverter ZERO-SPAN dapat direalisasikan dengan penguat inverting-
summer (penguat penjumlah inverting).
2. Pada rangkaian IC yang pertama dijadikan sebagai penguat dan Ic yang kedua
dijadikan pembalik fasa.
3. Hubungan antara Vin dengan Vot pada rangkaian zero span adalah linier, sampai
tegangan output mengalami kejenuhan ( maksimun / minimum).