Anda di halaman 1dari 25

A.

MATERI

Tahukah anda gambar apa di atas????????????????????????????????

Gambar tersebut merupakan benda yang apabila diberikan beban di atasnya


dan kemudian beban tersebut diambil kembali maka benda tersebut kembali ke
bentuk asalnya. Sifat sebuah benda yang dapat kembali ke bentuk semula disebut
dengan elastisitas.

Sebenarnya apakah yang di maksud dengan elastisitas????????????????

Elastisitas adalah kemampuan sebuah benda untuk kembali ke bentuk


awalnya ketika gaya luar yang diberikan pada benda tersebut dihilangkan. Jika
sebuah gaya diberikan pada sebuah benda yang elastis, maka bentuk benda
tersebut berubah. Elastisitas adalah kecenderungan pada suatu benda untuk
berubah dalam bentuk baik panjang, lebar maupun tingginya, tetapi massanya tetap,
hal itu disebabkan oleh gaya-gaya yang menekan atau menariknya, pada saat gaya
1
ditiadakan bentuk kembali seperti semula.Di samping itu, benda-benda yang memilk
elastisitas, misalnya karet, baja, dan kayudisebut dengan benda elastic. Sebaliknya
benda yang tidak memiliki sifat elstis,misalnya lumpur, plastisin dan tanah liat
disebut dengan benda plastic.

Dalam materi elastisitas ini, maka kita akan menemukan hal-hal yang
berhubungan dengan materi tersebut antara lain Tegangan,Regangan dan Hukum
Hooke. Pembahasannya sebagai berikut:

1. Tegangan dan Regangan

- Tegangan adalah Gaya per satuan Luas atau dengan kata lain tegangan
didefinisikan sebagai perbandingan antar gaya yang bekerja pada benda
dengan luas penampang benda.Secara matematis ditulis :

Satuan tegangan adalah N/m2 (Newton per meter kuadrat).

Regangan adalah rasio antara perubahan panjang dengan panjang


mula-mula atau dengan kata lain perbandingan antara pertambahan panjang
batang dengan panjang mula-mula. Secara matematis ditulis sebagai
berikut:

2
Karena L sama-sama merupakan dimensi panjang, maka regangan
tidak mempunyai satuan (regangan tidak mempunyai dimensi).

Regangan merupakan ukuran perubahan bentuk benda dan


merupakan tanggapan yang diberikan oleh benda terhadap tegangan yang
diberikan. Jika hubungan antara tegangan dan regangan dirumuskan secara
matematis, maka akan diperoleh persamaan berikut :

3
Ini adalah persamaan matematis dari Modulus Elastis (E) alias
modulus Young (Y). Jadi, modulus elastis sebanding dengan Tegangan
dan berbanding terbalik Regangan.

Di bawah ini adalah daftar modulus elastis dari berbagai jenis benda padat

4
2. Hukum Hooke

Pada tahun 1676, Robert Hooke mengusulkan suatu hukum fisika


yang menyangkut pertambahan panjang sebuah benda elastik yang dikenai
oleh suatu gaya. Menurut Hooke, pertambahan panjang berbanding lurus
dengan gaya yang diberikan pada benda. Secara matematis, Hukum Hooke
ini dapat dituliskan sebagai berikut:

F= k.x

k=
Di mana F= gaya yang dikerjakan(N)

5
x=pertambahan panjang(m)

k= konstanta gaya(N/m)

Pada Hukum Hooke, penerapannya dapat dilihat pada benda pegas


dan benda non pegas. Penjelasannya sebagai berikut:

Hukum Hooke pada Pegas

Misalnya, kita tinjau pegas yang dipasang horisontal, di mana pada ujung
pegas tersebut dikaitkan sebuah benda bermassa m. Massa benda kita
abaikan, demikian juga dengan gaya gesekan, sehingga benda meluncur
pada permukaan horisontal tanpa hambatan. Terlebih dahulu kita tetapkan
arah positif ke kanan dan arah negatif ke kiri. Setiap pegas memiliki panjang
alami, jika pada pegas tersebut tidak diberikan gaya. Pada keadaan ini,
benda yang dikaitkan pada ujung pegas berada dalam posisi setimbang

(lihat Gambar 3.2). Untuk memudahkan pemahaman Anda, sebaiknya


dilakukan juga percobaan.

Gambar 3.2

Apabila benda ditarik ke kanan sejauh +x (pegas diregangkan), pegas


akan memberikan gaya pemulih pada benda tersebut yang arahnya ke kiri
sehingga benda kembali ke posisi setimbangnya (Gambar 3.3).

6
Gambar 3.3

Sebaliknya, jika benda ditarik ke kiri sejauh -x, pegas juga memberikan
gaya pemulih untuk mengembalikan benda tersebut ke kanan sehingga
benda kembali ke posisi setimbang (Gambar 3.4).

Gambar 3.4

Besar gaya pemulih F ternyata berbanding lurus dengan simpangan x


dari pegas yang direntangkan atau ditekan dari posisi setimbang (posisi
setimbang ketika x = 0). Secara matematis ditulis :

F = -kx ........................................3.1

7
Persamaan ini sering dikenal sebagai persamaan pegas dan
merupakan hukum hooke. Hukum ini dicetuskan oleh paman Robert Hooke
(1635-1703). Dengan k adalah konstanta dan x adalah simpangan. Tanda
negatif menunjukkan bahwa gaya pemulih F mempunyai arah berlawanan
dengan simpangan x. Ketika kita menarik pegas ke kanan maka x bernilai
positif, tetapi arah F ke kiri (berlawanan arah dengan simpangan x).
Sebaliknya jika pegas ditekan, x berarah ke kiri (negatif), sedangkan gaya F
bekerja ke kanan. Jadi, gaya F selalu bekeja berlawanan arah dengan arah
simpangan x, k adalah konstanta pegas. Konstanta pegas berkaitan dengan
elastisitas sebuah pegas. Semakin besar konstanta pegas (semakin kaku
sebuah pegas), semakin besar gaya yang diperlukan untuk menekan atau
meregangkan pegas. Sebaliknya semakin elastis sebuah pegas (semakin
kecil konstanta pegas), semakin kecil gaya yang diperlukan untuk
meregangkan pegas. Untuk meregangkan pegas sejauh x, kita akan
memberikan gaya luar pada pegas, yang besarnya sama dengan F = +kx.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa x sebanding dengan gaya yang
diberikan pada benda.

Hukum Hooke untuk benda non Pegas

Hukum Hooke ternyata berlaku juga untuk semua benda padat, dari besi
sampai tulang tetapi hanya sampai pada batas-batas tertentu. Mari kita tinjau
sebuah batang logam yang digantung vertikal, seperti yang tampak pada
Gambar 3.5.

8
Gambar 3.5.

Pada benda bekerja gaya berat yang besarnya mg dan arahnya


menuju ke bawah. Akibat adanya gaya berat, batang logam tersebut
bertambah panjang sejauh (ΔL). Jika besar pertambahan panjang (ΔL) lebih
kecil dibandingkan dengan panjang batang logam, hasil eksperimen
membuktikan bahwa pertambahan panjang (ΔL) sebanding dengan gaya
berat yang bekerja pada benda. Perbandingan ini dinyatakan dengan
persamaan :

F = kΔL ........................................3.2

Persamaan ini kadang disebut sebagai hukum Hooke. Kita juga bisa
menggantikan gaya berat dengan gaya tarik, seandainya pada ujung batang
logam tersebut tidak digantungkan beban. Besarnya gaya yang diberikan
pada benda memiliki batas-batas tertentu. Jika gaya sangat besar
makaregangan benda sangat besar sehingga akhirnya benda patah.
Hubungan antara gaya dan pertambahan panjang (atau simpangan pada
pegas) dinyatakan melalui grafik pada Gambar 3.6.

9
Gambar 3.6. Grafik hubungan Gaya dengan pertambahan panjang

Jika sebuah benda diberikan gaya, maka hukum Hooke hanya berlaku
sepanjang daerah elastis sampai pada titik yang menunjukkan batas hukum
Hooke. Jika benda diberikan gaya hingga melewati batas hukum Hooke dan
mencapai batas elastisitas, maka panjang benda akan kembali seperti
semula bila gaya yang diberikan tidak melewati batas elastisitas. Hukum
Hooke tidak berlaku pada daerah antara batas hukum Hooke dan batas
elastisitas. Jika benda diberikan gaya yang sangat besar hingga melewati
batas elastisitas, maka benda tersebut akan memasuki daerah plastis dan
ketika gaya dihilangkan, panjang benda tidak akan kembali seperti semula;
benda tersebut akan berubah bentuk secara tetap. Jika pertambahan
panjang benda mencapai titik patah, maka benda tersebut akan patah.

Berdasarkan persamaan hukum Hooke di atas, pertambahan panjang


(ΔL) suatu benda bergantung pada besarnya gaya yang diberikan (F) dan
materi penyusun dan dimensi benda (dinyatakan dalam konstanta k). Benda
yang dibentuk oleh materi yang berbeda akan memiliki pertambahan
panjang yang berbeda walaupun diberikan gaya yang sama, misalnya tulang
dan besi. Demikian juga, walaupun sebuah benda terbuat dari materi yang
sama (besi, misalnya), tetapi memiliki panjang dan luas penampang yang
berbeda maka benda tersebut akan mengalami pertambahan panjang yang
berbeda sekalipun diberikan gaya yang sama. Jika kita membandingkan
10
batang yang terbuat dari materi yang sama tetapi memiliki panjang dan luas
penampang yang berbeda, ketika diberikan gaya yang sama, besar
pertambahan panjang sebanding dengan panjang benda mula-mula dan
berbanding terbalik dengan luas penampang. Makin panjang suatu benda,
makin besar besar pertambahan panjangnya, sebaliknya semakin tebal
benda, semakin kecil pertambahan panjangnya. Jika hubungan ini kita
rumuskan secara matematis, maka akan diperoleh persamaan sebagai
berikut :

F = kΔL

ΔL =F/ k ..........................................3.3

Persamaan ini menyatakan hubungan antara pertambahan panjang


(ΔL) dengan gaya (F) dan konstanta (k). Materi penyusun dan dimensi benda
dinyatakan dalam konstanta k. Untuk materi penyusun yang sama, besar
pertambahan panjang (ΔL) sebanding dengan panjang benda mula-mula
(Lo) dan berbanding terbalik dengan luas penampang (A).

Karena ΔL L0 dan ΔL , maka persamaan ΔL =F/ k dapat ditulis menjadi :

..............................................3.4

Keterangan :

ΔL = pertambahan panjang akibat adanya gaya (F)

Lo = panjang benda mula-mula

A = luas penampang

11
= konstanta perbandingan yang dikenal dengan modulus elastis atau
modulus Young.

Besar E bergantung pada benda (E merupakan sifat benda). Pada


persamaan ini tampak bahwa pertambahan panjang (ΔL) sebanding dengan
hasil kali panjang benda mula-mula (Lo) dan Gaya per satuan Luas (F/A).

B. Penerapan Elastisitas Dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Gambar disamping ini adalah pegas yang digunakan


sebagai peredam kejutan pada kendaraan sepeda motor. Istilah kerennya
pegas digunakan pada sistem suspensi kendaraan bermotor. Tujuan
adanya pegas ini adalah untuk meredam kejutan ketika sepeda motor
yang dikendarai melewati permukaan jalan yang tidak rata. Ketika sepeda
motor melewati jalan berlubang, gaya berat yang bekerja pada
pengendara (dan gaya berat motor) akan menekan pegas sehingga pegas
mengalami mampatan. Akibat sifat elastisitas yang dimilikinya, pegas
meregang kembali setelah termapatkan. Perubahan panjang pegas ini
menyebabkan pengendara merasakan ayunan. Dalam kondisi ini,
pengendara merasa sangat nyaman ketika sedang mengendarai sepeda
motor. Pegas yang digunakan pada sepeda motor atau kendaraan lainnya
telah dirancang untuk mampu menahan gaya berat sampai batas tertentu.
Jika gaya berat yang menekan pegas melewati batas elastisitasnya, maka
lama kelamaan sifat elastisitas pegas akan hilang. Oleh karena itu saran
dari gurumuda, agar pegas sepeda motor-mu awet muda, maka sebaiknya
jangan ditumpangi lebih dari tiga orang. Perancang sepeda motor telah
memperhitungkan beban maksimum yang dapat diatasi oleh pegas
(biasanya dua orang).Pegas bukan hanya digunakan pada sistem

12
suspensi sepeda motor tetapi juga pada kendaraan lainnya, seperti mobil,
kereta api, dkk. (gambar kiri – per mobil)Pada mobil, terdapat juga pegas
pada setir kemudi (wah, gurumuda belum punya gambar). Untuk
menghindari benturan antara pengemudi dengan gagang setir, maka pada
kolom setir diberi pegas. Berdasarkan hukum I Newton (Hukum Inersia),
ketika tabrakan terjadi, pengemudi (dan penumpang) cenderung untuk
terus bergerak lurus. Nah, ketika pengemudi bergerak maju, kolom setir
tertekan sehingga pegas memendek dan bergeser miring. Dengan
demikian, benturan antara dada pengemudi dan setir dapat dihindari.
2. Karet Ketapel

Nah, contoh yang sangat sederhana dan mungkin sering anda


temui adalah ketapel. Gurumuda dari ndeso dan ketika masih sangat nakal
seperti dirimu, ketapel adalah alat yang paling mujarab untuk membidik buah2an

milik tetangga yang ranum dan mengundang selera. Sttt… jangan ditiru
kalau dirimu tinggal di kota, kayanya tiap hari berurusan dengan game, ngenet,
gamenet….gitu deh. ayo ngaku... paling ketapel juga ga tahu… hehe… piss..
lanjut. Ketika hendak menembak burung dengan ketapel misalnya, karet ketapel
terlebih dahulu diregangkan (diberi gaya tarik). Akibat sifat elastisitasnya,
panjang karet ketapelakan kembali seperti semula setelah gaya tarik dihilangkan.

3. Kasur Pegas

Contoh lain adalah kasur pegas. Ketika dirimu duduk atau tidur di
atas kasur pegas, gaya beratmu menekan kasur. Karena mendapat tekanan
maka pegas kasur termampatkan. Akibat sifat elastisitasnya, kasur pegas
13
meregang kembali. Pegas akan meregang dan termampat, demikian seterusnya.
Akibat adanya gaya gesekan maka suatu saat pegas berhenti bergerak. Dirimu
yang berada di atas kasur merasa sangat empuk akibat regangan dan mampatan
yang dialami oleh pegas kasur.

4. Dinamometer

Pernahkah dirimu melihat dinamometer ? mudah-


mudahan di laboratorium fisika sekolah anda ada. Dinamometer,
sebagaimana tampak pada gambar di samping adalah alat pengukur gaya.
Biasanya digunakan untuk menghitung besar gaya pada percobaan di
laboratorium. Di dalam dinamometer terdapat pegas. Pegas tersebut akan
meregang ketika dikenai gaya luar. Misalnya anda melakukan percobaan
mengukur besar gaya gesekan. Ujung pegas anda kaitkan dengan sebuah
benda bermassa. Ketika benda ditarik, maka pegas meregang. Regangan
pegas tersebut menunjukkan ukuran gaya, di mana besar gaya ditunjukkan
oleh jarum pada skala yang terdapat pada samping pegas.

5. Timbangan

Pernahkah anda mengukur berat badan ? timbangan yang anda


gunakan untuk mengukur berat badan (dalam fisika, berat yang dimaksudkan

14
disini adalah massa ) juga memanfaatkan bantuan pegas. Pegas
lagi, pegas lagi… hidup kita selalu ditemani oleh pegas. Neraca pegas yang
digunakan untuk mengukur berat badan, terdapat juga neraca pegas yang lain
(gambar kanan – neraca pegas buah)

Masih ada contoh lain yang berkaian dengan elastisitas pegas. Pernah fitness
? bagi pria-pria perkasa yang terlihat macho dengan otot lengan yang kuat dan
dada bidang, pasti pernah menggunakan alat tersebut. wah, ayo tebak… alat
apakah itu ? alat tersebut terbuat dari pegas. Yang ini PR ya ? sekali-sekali
gurumuda ngasih PR-lah…

Penerapan elastisitas benda padat pada konstruksi bangunan

Ada yang bercita-cita menjadi arsitek atau ahli bangunan ? pahami penjelasan ini
secara baik ya, sebagai bekal di hari tua

Pada pembahasan mengenai tarikan, tekanan dan geseran, kita telah belajar
mengenai perubahan bentuk pada setiap benda padat akibat adanya tegangan
yang dialami benda tersebut. Ketika sebuah benda diberikan gaya luar maka
akan timbul gaya dalam alias gaya internal pada benda itu sendiri. Ini adalah
gaya tegangan yang telah dijelaskan panjang lebar oleh gurumuda sebelumnya.

Salah satu pemanfaatan sifat elastisitas benda padat dalam konstruksi


bangunan adalah berkaitan dengan teknik memperluas ruangan. Berikut ini
beberapa cara yang digunakan ahli bangunan dalam memperluas ruang sebuah
bangunan (rumah, dkk). Mari kita bahas satu persatu….

1. Tiang dan Balok penyanggah pada pintu

Setiap rumah atau bangunan lainnya pasti memiliki pintu atau penghubung
ruangan yang bentuknya seperti gambar di bawah. Kebanyakan bangunan

15
menggunakan batu dan bata sebagai bahan dasar (disertai campuran semen
dan pasir).

Persoalannya, batu dan bata sangat lemah terhadap tarikan dan geseran
walaupun kuat terhadap tekanan. Dirimu bisa membuktikan hal ini. Jika disekitar
tempatmu terdapat batu dan bata, jika batu dan bata ditumpuk (disusun secara
vertikal) dalam jumlah banyak, batu dan bata tidak mudah patah (bentuknya tetap
seperti semula). Dalam hal ini batu dan bata sangat kuat terhadap tekanan. Tetapi
jika batu dan bata mengalami tegangan tarik dan tegangan geser, batu dan bata
mudah patah. Oleh karena itu digunakan balok untuk mengatasi masalah ini. Balok
mampu mengatasi tegangan tarik, tegangan tekan dan tegangan geser. Jika anda
amati balok penyanggah pada pintu rumah, tampak bahwa balok tersebut tidak
berubah bentuk. Sebenarnya terdapat perubahan bentuk balok (amati gambar di
bawah), hanya perubahannya sangat kecil sehingga tidak tampak ketika dilihat dari
jauh. Bagian atas balok mengalami mampatan akibat adanya tegangan tekan yang
disebabkan beban di atasnya (batu dan bata dkk), sedangkan bagian bawah balok
mengalami pertambahan panjang (akibat tegangan tarik). Tegangan geser terjadi di
dalam balok.

C. Contoh Soal dan Pembahasan

Soal

1. Apakah pengertian elastisitas ?


2. Sebutkan ciri-ciri benda elastis dan non elastis ! Berikan 2 contohnya !
3. Jelaskan dan gambarkan 3 (tiga) jenis perubahan bentuk !'
4. Bagaimana pengaruh gaya yang berlebihan terhadap sifat keelastisan
bahan ?
5.
Benda Benda non elastis
16
elastis
karet kayu

pegas tanah liat

balon lumpur

Berdasarkan table di atas, analisislah mengapa benda-benda tersebut


dikelompokkan ke dalam benda elastis dan non elastis ?

6. Sebuah benda sebesar 6.0 kg digantungkan pada seutas logam yang


yang panjangnya 60 cm dan diameternya 0.1cm. akibatnya, kawat
memanjang sejauh 0.025 cm. Hitunglah tegangan,regangan dan modulus
elastic kawat tersebut!
7. Sebuah batang berbentuk slinder akan digunakan sebagai pilar suatu
bangunan. Silender baja tersebut memilik panjang 1.9x1011N/m2. Jika
silender baja tersebut harus menopang beban seberat 100 ton, berapa
pemendekan silinder baja yang akan terjadi?
8. Sebuah pegas yang tergantun pada statif mula-mula panjangnya 20 cm.
kemudian ujungnya digantung beban 2 kg, ternyata panjang pegas
menjadi 25 cm. jika g= 10 m/s2, berapakah besar konstantanya?
9. Kawat panjangnya 120 cm memliki luas penampang 8 mm 2. Sebuah
beban 40 N diberikan pada kawat tersebut ternyata kawat memanjang 0.4
mm. Tentukan

a. Tegangan kawat (stress)


b. Regangan kawat (strain)
c. Modulus Young bahan

Pembahasan

1. Elastisitas adalah sifat sebuah benda yang dapat kembali ke bentuk


semula setelah gaya yang diberikan pada benda itu dihilangkan.
2. Ciri benda elastis : jika diberi gaya akan mengalami perubahan bentuk,
dan apabila gaya dihilangkan, benda akan kembali ke bentuk semula.
Contohnya : balon, karet gelang. Ciri benda non elastis : jika diberi gaya,
17
akan mengalami perubahan bentuk atau perpindahan posisi, tetapi jika
gaya yang diberikan dihilangkan, benda tidak akan kembali ke bentuk/
posisi semula.Contoh : kayu, tanah liat, Lumpur.
3. a. Regangan adalah perubahan bentuk yang dialami benda jika dua buah
gaya yang sama besar bekerja berlawanan arah pada ujubg-ujubg benda,
dengan arah menjauhi benda sehingga benda bertambah panjang
sebesar DL.

b.Mampatan adalah perubahan bentuk yang dialami sebuah benda jika


dua buah gaya yang sama besar bekerja berlawanan arah pada ujung-
ujung benda dengan arah menuju pusat benda sehingga benda
bertambah pendek sebesar DL.

c. Geseran adalah perubahan bentuk yang dialami benda jika dua buah
gaya yang sama besar bekerja berlawanan arah pada sisi-sisi bidang
benda sehingga permukaan benda mengalami pergeseran sebesar DL.

4. Apabila benda elastis diberi gaya yang melebihi batas elastisitasnya,


benda tersebut akan kehilangan elastisitasnya. Artinya benda tersebut
tidak dapat kermbali ke bentuk semula.
5. Karena karet, pegas, dan balon dapat kembali ke bentuk semula jika gaya
yang diberikan dihilangkan dan disebut benda elastis. Sedangkan kayu,
tanah liat, dan Lumpur tidak dapat kembali ke bentuk semula dan disebut
benda tidak elastis.

6. Diketahui:

18
Ditanyakan: σ=…….?

Jawab:

Tegangan pada kawat dapat kita hitung dengan menggunakan


rumus:

Tegangan = = =

Tegangan =7.49x107 N/m2

Regangan pada kawat kita hitung dengan menggunakan rumus:

Regangan =

Regangan =4.2x10-4

Modulus elastic kita dapat hitung dengan menggunakan rumus:

Modulus elastic =

=1.80x1011N/m

19
7. Diketahui:

l= 4 m

r= 5 cm=0.05 m

A=πr2

= (22/7) (0.05 m)2

m= 100 ton=100000 kg

g= 22/7 m/s2

F=m.g= 100000 kgx 9.8 m/s2

π= 1.9x1011N/m2

Ditanyakan : ΔL……….?

Jawab:

π= atau ΔL=

ΔL =

=2.63x10-3 m

= 2.63 mm

8. Diketahui :

Xo = 20 cm

X1= 25 cm

g= 10 m/s2

m= 2 kg

Ditanyakan : k =……….?

Jawaban :

k=

F = w = m.g

20
= 2 kg x 10 m/s2

= 20 N

x = x 1 – x0

= 25 cm- 20 cm = 5 cm= 5. 10-2m

Jadi k=

= 400 N/m

9. Diketahui:

l = 120 cm

A = 8 mm2 = 8. 10-3m2

0.4 mm = 4. 10-3cm

F = 40 N

Ditanyakan:

σ=……..?

є=………?

E=………?

Jawaban :

a. σ =

= 5. 103 N/m2

b. є =

21
= 0.3. 10-1 = 0.03

c. E=

=16.7 N/m2

22
D. Latihan Soal
1. Sepotong baja yang panjangnya 4 m dan diameternya 9 cm dipakai
untuk mengangkat beban yang massanya 80.000 kg. Modulus Young
= 1,9 x 1011 N/m2. Berapakah pertambahan panjang baja itu ?

2. Modulus Young suatu kawat adalah 6,0 x 1010 Pa.


Untuk memperoleh pertambahan panjang sebesar 2 % berapakah
tegangan yang diperlukan (stress) ?

3. Suatu pegas digantungkan pada lift. Jika lift berhenti beban 5 kg


digantungkan pada pegas ternyata bertambah panjang 2,5 cm.
Hitunglah pertambahan panjang pegas jika lift bergerak keatas
dengan percepatan 2 m/s2. (g = 10 m/s2).

4. Sebuah pegas panjangnya 10 cm, kemudian ditarik dengan gaya 100


N. Panjangnya menjadi 12 cm. Hitunglah :
a. Gaya yang diperlukan agar panjangnya 15 cm.
b. Hitung energi potensial pegas saat panjangnya 15 cm.

5. Sebuah pegas bertambah panjang 1 cm jika diberi beban 10 N.


Hitunglah : ..
a. Energi potensial pegas pada saat pertambahan panjangnya 3 cm.
b. Berapa usaha untuk meregangkan pegas dari 2 cm menjadi 4 cm.

6. Seorang anak membuat ketapel dari karet yang panjangnya 40 cm


dan diameternya 6 mm. Carilah modulus Young karet jika anak
menarik ketapel sejauh 20 cm sehingga dapat melontarkan batu
seberat 0,2 N dengan kecepatan 20 m/det.(Abaikan perubahan
luasan penampang ketika ketapel ditarik).
7. Seutas kawat akan bertambah panjang sejauh 2 mm dari keadaan
mula-mula (tanpa teregang) jika dikenakan gaya sebesar 250 N.
Berapa gaya yang diperlukan jika ingin direntangkan sejauh 5 mm
dari keadaan semula.
8. Sebuah batang tipis panjangnya 2 meter digantung dari bidang
horizontal melalui kawat vertical yang panjangnya sama. Satu kawat
dari baja dengan luas penampangnya A1 = 0,1 cm2 dan kawat
lainnya dari besi dengan luas penampangnya A2 = 0,2 cm2 (lihat
gambar disamping). Carilah posisi sepanjang batang yang membuat
dalam keadaan setimbang untuk:

9.
23
1.Tegangan kedua kawat sama

2.Regangan kedua kawat sama

10. Seutas kawat baja panjangnya l berdiameter d direntangkan secara


horizontal di antara dua tempat. Seekor sapi bermassa M
digantungkan pada kawat persis ditengahnya sehingga kawat
bergerak turun ke bawah sejauh h. Hitung jarak h jika modulus
Young Y dan percepatan gravitasi g. (lihat gambar)

11. Seutas kawat baja panjangnya 1m jari-jari 1mm di ikatkan pada


sebuah bola bermassa 2,5 kg pada salah satu ujungnya. Jika diputar
ke arah vertical dengan kecepatan 2 putaran/det didasar lingkaran.
Hitunglah pertambahan panjang kawat ketika bola berada di dasar
(titik paling bawah) jika modulus Young baja 20x10 Nm-2.
12. Seutas tali sangat elastis terbuat dari karet dengan tetapan Hooke k
dalam keadaan tak tertegang panjangnya l. Pada tali tersebut
tersangkut sebuah labu kecil yang massanya m (lihat gambar). Kalau
dilepaskan secara bebas dibawah pengaruh percepatan gravitasi
bumi g dan pemanjangan tali l pada kedudukan terendah dengan
l << l, maka hitunglah l ?.

24
13. Seutas tali elastik uniform
panjangnya 1,1 m ketika ditarik dengan gaya 10 N. Bila ditarik
dengan gaya 15 N panjangnya bertambah menjadi 1,15 m. Berapa
panjang mula-mula tali.
14. Beban seberat 32 N di ikatkan pada ujung sebuah kawat baja yang
panjangnya 2m dalam keadaan tidak teregang, diputar dalam
lingkaran vertical dengan kecepatan sudut 2 putaran/det di titik
terbawah lingkaran itu. Jari-jari kawat 1 mm. Hitung pertamahan
panjangnya ketika beban berada di titik terbawah lintasan.
15. Seutas kawat baja panjangnya 1 m dan luas penampangnya 1mm2 .
Jika dikenakan gaya sebesar 200 N untuk menambah panjangnya 1
mm. Berapa besar gaya yang akan digunakan untuk merenggangkan
kawat yang sama dari panjang normal 10 m menjadi 10,02 m.

25