Anda di halaman 1dari 35

Indonesia 2045

Super Power Baru?


Akumulasi Masalah Sosial?

„Leadership Inspiring Lecture“


Dalam rangka memperingati
Sumpah Pemuda
ITB, Bandung 04 November 2009
Asumsi: Pertumbuhan Penduduk
1 Antara 1990 dan 2000 penduduk Indonesia meningkat rata - rata
1,49% tiap tahun.
2 Antara 2000 dan 2005 penduduk bertambah rata-rata 1,33% tiap
tahun.
3 Diperkirakan antara 2005 dan 2025 penduduk hanya bertambah
sekitar 0,92%.
4 Dengan asumsi pertumbuhan penduduk dalam 20 tahun
selanjutnya sampai tahun 2045 akan sama seperti 20 tahun
sebelumnya sekitar 0,92% tiap tahun, maka proyeksi penduduk
Indonesia pada tahun 2045 diperoleh.
5 Angka2 tersebut diatas telah memperhatikan penurunan
„fertilitas“ yang lebih tinggi dibandingkan dengan „mortilitas“.
Penduduk Indonesia 2005, 2025, 2045

2045 364101076

2025 273219200

2005 219204700

0 100000000 200000000 300000000 400000000


Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk 1995
dan 2005
Penduduk Pertumbuhan Penduduk
225000000 1.7
1.66
220000000 219204700 1.65

215000000 1.6

210000000 1.55

205000000 1.5

200000000 1.45

194755000 1.4
195000000 1.4

190000000 1.35

185000000 1.3

180000000 1.25
1995 2005 1990-1995 2000-2005
Penduduk Indonesia 2005: 219.204.700
Penduduk Indonesia 2025: 273.219.200
Penduduk Indonesia 2045: 364.101.076
2045 364101076

2040 331288218 2045 364101076

2035 308507749

2030 295939669

2025 273219200 2025 273219200

2020 261005000

2015 247572400

2010 233477400 2005 219204700

2005 219204700

0 200000000 400000000 0 200000000 400000000


Catatan: Penduduk umur 15-64 tahun

• Proyeksi sampai 2025 diambil dari Badan


Pusat Statistik
• Kwalitas hidup meningkat, usia rata-rata
meningkat, angka kelahiran dan kematian
menurun
• Akibatnya jumlah penduduk berusia 15-64
tahun mulai tahun 2025 sampai 2045 konstant
69% dari Total penduduk Indonesia
Jumlah dan % Penduduk Miskin
Penduduk Miskin 1996 dan 2005 % Penduduk Miskin 1996 & 2005
35200000 18
35100000

35000000
17.5 17.47
34800000

34600000 17

34400000
16.5
34200000

34010000 15.97
34000000 16

33800000
15.5
33600000

33400000 15
1996 2005 1996 2005
Perkembangan kemiskinan selama 10 tahun
dari 1995 sampai 2005
• Persentase angka kemiskinan dalam sepuluh
tahun menurun 1,5 %
• Angka absolut jumlah orang miskin meningkat
3,2%
• Berarti walaupun angka kemiskinan relatip
menurun, karena jumlah penduduk meningkat,
maka angka absolutnya meningkat dalam
sepuluh tahun sebesar 1.090.000 (3,2%)
menjadi 35.100.000 orang.
Penduduk miskin 2005, 2015, 2025, 2035 dan
2045
18%
36410108
2045 16.00%
364101076 16%
14.50%
14%
35478391 13.00%
2035
308507749
12% 11.50%

10.00%
35531496 Penduduk 10%
2025 miskin Persentase
273319200 penduduk
Jumlah 8% miskin
penduduk
35897998 6%
2015
247572400
4%
35100000
2005 2%
219204700
0%
0 200000000 400000000 2005 2015 2025 2035 2045
Penduduk Indonesia umur 15 – 64 tahun
251229742
2045
364101076 2045 69

187912119
2025
273219200 2025 68.78

170618865
2015 Penduduk
247572400 Penduduk Indonesia
umur 15-64 tahun 2015 68.9 Indonesia umur
Total Penduduk 15-64 tahun,
Indonesia dalam %
146044859
2005
219852000
2005 66.43

132609820
2000
207132000
2000 64.02

0 200000000 400000000
61 62 63 64 65 66 67 68 69 70
Perkembangan Kota di Indonesia

Perkembangan jumlah penduduk Akibat peningkatan jumlah penduduk


perkotaan di Indonesia perkotaan di Indonesia

• 1961 14,8% • Kota sebagai tempat


• 1971 17,2% aglomerasi kegiatan
• 1980 22,4% ekonomi
• 1990 30,9% • Sebagian besar investasi
• 2000 42,2% terpusat di Kota
• 2010 diperkirakan 57,4% • Peran Kota semakin penting
• 2025 ????? • Beban penduduk Kota terus
• 2045 ????? meningkat
• Kualitas Kota menurun
Bagaimana menghadapi perkembangan
Kota di Indonesia? (1/4)

• Arus penduduk mengalir ke Kota, mencerminkan lapangan


kerja disitu lebih tersedia, akibat investasi pengembangan
prasarana ekonomi yang terus berjalan.
• Industri padat karya sebagian besar berada dikota atau
dekatnya, agar dapat manfaatkan segala prasarana dan
energi, meningkatkan dayasaing dengan memanfaatkan
produk Industri penunjang setempat.
• Perusahaan yang membuat produk penunjang akan memilih
tempat yang memiliki prasarana yang optimal, dekat dengan
perusahaan yang mengintegrasi produknya, sehingga dapat
menekan biaya pengangkutan dan biaya gudang.
Bagaimana menghadapi perkembangan
Kota di Indonesia? (2/4)
• Belajar dari pengalaman pertumbuhan kota, maka sebaiknya
„Kawasan Pembangunan Ekonomi Terpadu atau KAPET“ yang
pernah dikembangkan selama 5 tahun berturut dipelajari
kembali. Semua hasil upaya ribuan jam pertemuan para tokoh
dan pakar national agar tidak mubasir.
• Dibeberapa Propinsi, pada waktu itu KAPET sudah dimulai
dibangun.
• Lokasi KAPET dipilih dekat Desa-desa padat penduduk dan dekat
pusat SDA, Energi dan pelabuhan.
• Khusus bagi perusahaan yang menginvestir di luar Jawa pada
umumnya dan di KAPET khususnya diberi insentip dan
kemudahan seperlunya.
Bagaimana menghadapi perkembangan
Kota di Indonesia? (3/4)

• Dengan pembangunan Prasarana Ekonomi dan KAPET di


Propinsi Luar Jawa, dan pemberian insentip seperlunya,
diperkirakan arus pemindahan penduduk akan dapat dialihkan.
• Transmigrasi „Swakarsa“ (spontan) disamping transmigrasi
terencana harus digalakkan
• Desa2 dimana saja, khususnya di Jawa yang lahannya gersang
dan „mikro iklimnya“ tidak menguntungkan, agar dipindahkan
seluruhnya ke tempat yang lebih subur dan menguntungkan,
atas biaya Pemerintah Daerah dan Pusat.
• Pemberian insentip seperlunya yang dikaitkan denga
penyediaan lapangan kerja wajar dipertimbangkan.
Bagaimana menghadapi perkembangan Kota di
Indonesia? (4/4)
A. Penghijauan harus berkisar antara 30% ~ 60%
B. Air minum, pembangunan jaringan drainase, penampungan
air hujan, pengelolahan dan recycling Air Limbah
C. Meminimalkan pembakaran Energi Fosil, menghemat
energi dan memanfaatkan lebih banyak Energi Alternatif.
D. Pendidikan disesuaikan dengan kebutuhan Pasar Produk
Andalan Kota.
E. Prasarana Ekonomi untuk Ekonomi Biaya Rendah
F. Prasarana Teknologi Informasi Kota sebagai bagian terpadu
dari Sistem Informasi Nasional dan Global
A. Penghijauan harus berkisar antara
30% ~ 60%

1. Mengembangkan Jaringan Penghijauan Kota


yang menghubungkan penghijauan Taman
Kota, Tempat Olahraga, Tempat Bermain,
Kebun Halaman Perumahan, Jalan dan
Kuburan.
2. Pemeliharaan Jaringan Penghijauan.

Bacharuddin Jusuf Habibie


B. Air minum, pembangunan jaringan drainase, penampungan air
hujan, pengelolahan dan recycling Air Limbah

1. Air sebagai dasar kehidupan harus dikelola dengan baik dan dapat terjangkau
merata oleh tiap warga Kota
2. Terjadinya diare akibat kualitas fisik dan baktereologis air minum, serapan air
hujan, pembuangan air limbah rumahtangga dan industri harus memanfaatkan
teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kualitas air dan karakteristik
limbah yang akan dikelola.
3. Septik tank, cubluk, balong dan pembuangan sampah tidak boleh berdekatan
dengan sumber air tanah.
4. Suatu sistem anggaran yang dibebankan pada pemerintah pusat, daerah, kota
dan masyarakat golongan menengah dan atas harus membiayai air untuk
semua.
5. Khusus untuk Pulau Jawa, semua muara sungai sebaiknya dibendung di lokasi
laut, untuk mencegah air terbuang ke laut sehingga masih dapat dimanfaatkan.
(Akumulasi cadangan air tawar diperkirakan meningkat menjadi 30 milliar m3 /
tahun)

Bacharuddin Jusuf Habibie


C. Meminimalkan Pembakaran Energi Fosil,
Menghemat Energi dan Memanfaatkan Lebih
Banyak Energi Alternatif
1. Mengembangkan UU perpajakan yang memihak pada
pemanfaatan kendaraan hemat energi dan ramah
lingkungan.
2. Membuat UU yang memberi insentif kepada
pengembangan dan penerapan energi alternatif,
seperti Photovoltaik, Biogas, Geothermal, Kinetik
Energi Air dan Angin.
3. Contoh: Pemanfaatan kotoran hewan pada pusat
pemotongan di Kota dengan terapan teknologi
biogas.
Bacharuddin Jusuf Habibie
D. Pendidikan Disesuaikan dengan Kebutuhan
Pasar Produk Andalan Kota.
1. Tiap Kota harus memiliki produk unggulan yang
yang dapat diandalkan seperti pisau dari Solingen
atau krupuk dari Sidoarjo.
2. Mengembangkan teknologi tepat guna,
meningkatkan produktivitas SDM dan hasil IPTEK
melalui suatu sistem pendidikan yang berorientasi
pada keahlian dan ketrampilan.
3. Mengembangkan jaringan pemasaran dan
pelayanan purnajual produk unggulan dan andalan
Kota.
Bacharuddin Jusuf Habibie
E. Prasarana Ekonomi untuk Ekonomi Biaya Rendah

1. Perencanaan Kota harus mengutamakan kriteria jarak dari


rumah ke tempat kerja, ke pusat perbelanjaan, ke pusat
pelayanan kesehatan, ke pusat pendidikan, ke pusat olahraga,
ke pusat seni dan budaya dan pusat layanan penduduk Kota.
2. Dapat dicapai dengan berjalan kaki, naik sepeda atau
memanfaatkan kendaraan listrik (Bus atau Pengangkut Rel
Listrik)
3. Harus mencegah terjadinya pemisahan tingkat sosial dan
mempromosikan tanggung jawab sosial untuk menciptakan
kehidupan warga Kota menjadi sejahtra dan tentram.
4. Sistem Plasma Inti Rakyat Kota atau PIR-Kota dikembangkan

Bacharuddin Jusuf Habibie


F. Prasarana Teknologi Informasi Kota Sebagai Bagian
Terpadu dari Sistem Informasi Nasional dan Global

1. Menyediakan prasarana teknologi informasi terjangkau untuk


tiap warga kota yang disesuaikan dengan tingkat teknologi pada
waktu itu.
2. Untuk mencegah dampak negatif budaya masyarakat lain melalui
internet, maka peningkatan ketahanan budaya dan kebudayaan
masyarakat Kota, Provinsi dan Nasional harus ditingkatkan.
3. Melalui jaringan Sistem Informasi, pengalaman memasarkan
produk-produk unggulan dapat dipertukarkan antarkota masing-
masing, sehingga daya saing dapat ditingkatkan.
4. Masukan untuk mengembangkan produk andalan yang baru
untuk pasar Lokal, Nasional, Regional dan Global dapat diperoleh
dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Bacharuddin Jusuf Habibie


Pertumbuhan GDP dalam 10 tahun 42% dan pembagiannya
menurut bidang : 1995 -2005
1995 Indonesia 50 Tahun 2005 Indonesia 60 Tahun
GDP = US$ 201,183 Miliar GDP = US$ 285,868 Miiliar
GDP / Penduduk = US$ 1033 GDP / Penduduk = US$ 1300
Penduduk = 194 .755.000 Penduduk = 219.204.700

9% 10%
17% 13%

Agroindustri Agroindustri
11%
8% Pertambangan logam Pertambangan logam
dan marmer dsb. dan marmer dsb.
Industri Manufaktur Industri Manufaktur
41% Prasarana Ekonomi 38% Prasarana Ekonomi
Services Services

24% 27%
Pertumbuhan GDP 42% dan pembagiannya GDP
1995-2005

• Walaupun bagian GDP “Agriculture, livestock, forestry and fisheries” dalam


10 tahun menurun -23,53%, produksi “agroindustri” ini tetap meningkat
sebesar 8,66% dari US$ 34,201 miliar menjadi US$ 37,163 milliar
• “Mining and Quarrying” atau pertambangan batubara, batu granit, marmor
dan logam meningkat dalam 10 tahun +37,5% dari US$ 16,09 miliar menjadi
US$ 31,45 milliar atau bertambah 95,46%
• “Manufacturing industry”atau “industri manufaktur” meningkat +12,5%
selama 10 tahun dari US$ 48,28 miliar menjadi US$ 77,18 miliar atau
bertambah 59,87%
• Walaupun pembangunan “Economic infrastructure” menurun 7,32% dalam
10 tahun, nilainya masih tetap meningkat sebesar +31,7% dari US$ 82,485
miliar menjadi US$ 108,630 miliar
• Dalam 10 tahun “Services” meningkat +11,11% dari US$ 18,11 miliar menjadi
US$ 28,59 miliar atau bertambah 57,87%
Kenyataan

INDONESIA

KAYA tetapi MISKIN


Bagaimana penyelesaiannya?
Kita harus merubah pengandalan dari:

Sumber Daya Alam


menjadi:

Sumber Daya Manusia


(peningkataan daya saing SDM dibiayai oleh
pendapatan SDA)
Bagaimana caranya?

Pasar DLN menjadi

Penggerak Utama
Industrie DLN
Berkesinambungan dilaksanakan

Transformasi:
SDA SDM
Peningkatan:
sekaligus  produktivitas
 Daya saing
 Kwalitas SDM

Utamakan:
Pasar DLN  produk
Buatan DLN
Terobosan dalam produksi Industrie DLN bidang Transportasi:

Nilai Tambah produksi DLN terus meningkat:


 Transportasi Darat:
Sepeda Motor
Mobil
Kereta Api
 Transportasi Laut:
Industri Kapal
 Transportasi Udara:
Industri Pesawat Terbang
Produk Industri Dirgantara dan
Industri Kapal harus dikembangkan
dan diandalkan secara Mandiri:

Teknologi secanggih apapun


harus dikuasai

Pesawat terbang Komuter dan


Kapal Penumpang, Kontener dsb.
Hydrokinetic Energy
Daerah sungai MAMBERAMO
General information in and around
the Mamberamo River Basin

• Geophysics Information 1)
• Size of Catchment Area : ± 100,000 km2
• Length of Mamberamo River : ± 650 km
• Water Discharge : 4,500 m3/sec
• Hydropower Potential : (15-20) x 1,000 MW
• Climatic Information 2)
• Average Rainfall : 2,695 mm/year
• Rainy : 16 days/year
• Temperature : 26.5 oC
• Humidity : 85.4 %
• Average Annual Sunny Days : 58.7 %
• Wind Velocity : 57 km /day