P. 1
K04_Beny Dkk_TN BALURAN_Kerentanan Tumb Hutan

K04_Beny Dkk_TN BALURAN_Kerentanan Tumb Hutan

|Views: 8,463|Likes:
Dipublikasikan oleh BENY
Indikasi perubahan iklim(variasi musim dan cuaca ekstrim) di TN Baluran diketahui adanya kecenderungan kenaikan pada beberapa parameter iklim yaitu suhu tahunan, suhu rata-rata maximal, suhu rata-rata minimal, rata rata tekanan udara maximal, rata-rata tekanan udara minimal, rata-rata kelembaban udara maximal, rata-rata kelembaban udara minimal dan jumlah hari hujan dalam setahun.
Adanya indikasi yang mengarah perubahan iklim(variasi musim dan cuaca ekstrim) di TN Baluran ini belum memberikan pengaruh terhadap tumbuhan hutan di TN Baluran. Potret kondisi tumbuhan di TN Baluran saat ini dipantau melalui kelestarian jenisnya. Kelestarian jenis tumbuhan di TN Baluran diketahui berdasarkan ketersediaan jenis pada tiap fase pertumbuhan pada tingkat semai-pancang tiang dan Pohon. Keanekaragaman jenis tumbuhan di TN Baluran berdasarkan indeks shannon wienner tergolong tinggi baik pada tingkat semai,pancang, tiang maupun pohon berkisar antara 3.185 sampai 3.025. Adanya keanekaragaman tinggi ini menandakan penyebaran jumlah individu tiap spesies tinggi dan kestabilan komunitas juga tinggi.
Penilaian kerentanan TN Baluran terhadap perubahan iklim dilakukan dengan melihat faktor dinamis dan tetap. Kerentanan tetap di TN Baluran tergolong tahan-rentan. Sebesar 60.64% kawasan TN Baluran tergolong tahan yang terdapat di hutan dataran rendah, hutan pantai dan mangrove. Kerentanan dinamis menunjukkan bahwa dalam kurun 11 tahun telah terjadi peningkatan starus kerentanan dari sedang menjadi rentan sebesar 45.06%. Pada tahun 1999 tingkat kerentanan TN Baluran tergolong tahan-rentan. Sebesar 84.74% tergolong sedang yang tersebar di seluruh kawasan, sedangkan rentan sebesar 14.82% terdapat di hutan tanaman, savana dan sedikit di mangrove. Kerentanan dinamis tahun 2010 tergolong sedang- sangat rentan. Sebesar 59.88% tergolong rentan yang terdapat di hutan dataran rendah, hutan mangrove, savana dan evergreen forest, dan sedikit di dataran tinggi. Kerentanan sedang sebesar 38.40% terdapat di hutan dataran tinggi, dataran rendah, mangrove, sedangkan kondisi sangat rentan terdapat di hutan dataran tinggi sebesar 1.72%
Indikasi perubahan iklim(variasi musim dan cuaca ekstrim) di TN Baluran diketahui adanya kecenderungan kenaikan pada beberapa parameter iklim yaitu suhu tahunan, suhu rata-rata maximal, suhu rata-rata minimal, rata rata tekanan udara maximal, rata-rata tekanan udara minimal, rata-rata kelembaban udara maximal, rata-rata kelembaban udara minimal dan jumlah hari hujan dalam setahun.
Adanya indikasi yang mengarah perubahan iklim(variasi musim dan cuaca ekstrim) di TN Baluran ini belum memberikan pengaruh terhadap tumbuhan hutan di TN Baluran. Potret kondisi tumbuhan di TN Baluran saat ini dipantau melalui kelestarian jenisnya. Kelestarian jenis tumbuhan di TN Baluran diketahui berdasarkan ketersediaan jenis pada tiap fase pertumbuhan pada tingkat semai-pancang tiang dan Pohon. Keanekaragaman jenis tumbuhan di TN Baluran berdasarkan indeks shannon wienner tergolong tinggi baik pada tingkat semai,pancang, tiang maupun pohon berkisar antara 3.185 sampai 3.025. Adanya keanekaragaman tinggi ini menandakan penyebaran jumlah individu tiap spesies tinggi dan kestabilan komunitas juga tinggi.
Penilaian kerentanan TN Baluran terhadap perubahan iklim dilakukan dengan melihat faktor dinamis dan tetap. Kerentanan tetap di TN Baluran tergolong tahan-rentan. Sebesar 60.64% kawasan TN Baluran tergolong tahan yang terdapat di hutan dataran rendah, hutan pantai dan mangrove. Kerentanan dinamis menunjukkan bahwa dalam kurun 11 tahun telah terjadi peningkatan starus kerentanan dari sedang menjadi rentan sebesar 45.06%. Pada tahun 1999 tingkat kerentanan TN Baluran tergolong tahan-rentan. Sebesar 84.74% tergolong sedang yang tersebar di seluruh kawasan, sedangkan rentan sebesar 14.82% terdapat di hutan tanaman, savana dan sedikit di mangrove. Kerentanan dinamis tahun 2010 tergolong sedang- sangat rentan. Sebesar 59.88% tergolong rentan yang terdapat di hutan dataran rendah, hutan mangrove, savana dan evergreen forest, dan sedikit di dataran tinggi. Kerentanan sedang sebesar 38.40% terdapat di hutan dataran tinggi, dataran rendah, mangrove, sedangkan kondisi sangat rentan terdapat di hutan dataran tinggi sebesar 1.72%

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: BENY on Apr 18, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2013

pdf

text

original

Hutan Mangrove

Menurut Kusmana (2002), pengertian mangrove adalah suatu komunitas

tumbuhan atau suatu individu jenis tumbuhan yang membentuk komunitas tersebut di

daerah pasang surut. Vegetasi hutan mangrove memiliki keistimewaan karena dapat

hidup dalam tingkat salinitas yang cukup tinggi, miskin oksigen dan tanah sebagai tempat

hidup yang tidak stabil karena sifat tanahnya yang belum matang. Mangrove merupakan

sumber daya alam yang dapat dipulihkan (renewable resources atau flow resources) yang

mempunyai manfaat ganda (manfaat ekonomis dan ekologis). Secara ekologis hutan

mangrove dapat menjadi penahan abrasi atau erosi, gelombang atau angin kencang,

pengendali intrusi air laut dan tempat habitat berbagai jenis fauna. Gambar Hutan

Mangrove dapat dilihat pada Gambar 17.

27

Foto: Harjadi,2009

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->