Anda di halaman 1dari 19

MAT.VII.2.7.

24

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas : VII
Semester : 2
Waktu : 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

LAYANG-LAYANG

Penulis : Drs. Dulmajid


Pengkaji Naskah : Prof. Dr. R. Santoso Murwani
Pengkaji Media : Drs. Purwanto, M. Pd
Perevisi : 1. Dra. Defri Andayani
2. Drs. H. Irawan Suyoto

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


2009
A. PENDAHULUAN

Pertama sekali ucapkan selamat atas keberhasilanmu menyelesaikan modul yang lalu.
Semoga Kamu lebih semangat lagi dalam mempelajari setiap modul berikutnya. Agar
Kamu selalu memperoleh hasil yang terbaik dan sukses.

Pada modul ini akan dibahas materi layang-layang. Untuk lebih mudah mempelajari
materi ini sebaiknya Kamu ingat kembali beberapa modul yang pernah Kamu pelajari,
seperti segitiga, persegi panjang dan simetris.

Diharapkan setelah mempelajari materi modul ini Kamu dapat menentukan bangun
segi empat yang berbentuk dari dua segi tiga sama kaki yang alasnya sama panjang
dan berimpit, menuliskan sifat-sifat layang, dan mendefinisikan pengertian layang-
layang serta dapat menyebutkan banyaknya cara layang-layang dapat menempati
bingkainya kembali dan menghitung luas daerah layang-layang.

Untuk memenuhi harapan di atas Kamu mempelajari dan menguasai materi materi
batasan layang-layang seperti pengertian layang-layang sifat layang dan luas daerah
layang-layang.

Pembahasan materi layang-layang dalam modul ini terbagi dalam dua kegiatan yaitu
kegiatan 1 : Layang-layang dan kegiatan 2, Luas daerah layang-layang. Tiap-tiap
kegiatan disediakan waktu 40 menit.

Kemudian pada akhir modul disediakan soal tes akhir modul yang harus Kamu
selesaikan dalam waktu 40 menit.

Pelajarilah setiap modul dengan hati-hati dan tidak perlu tergesa-gesa. Akhirnya
selamat belajar. Semoga Kamu sukses.

190
B. KEGIATAN BELAJAR

Kegiatan 1 : Layang-layang

1. Standar Kompetensi
6. Memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya.

2. Kompetensi Dasar
6.2 Mengidentifikasi sifat sifat persegi,persegi panjang,trapesium,jajar genjang,
belah ketupat sdan layang layang
6.3. Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segiempat serta
menggunakan nya dalam pemecahan masalah

3. Indikator
Setelah mempelajari materi kegiatan 1 ini diharapkan Kamu dapat :
Menuliskan pengertian layang-layang dan menemukan sifat layang-layang serta
mendefinisikan layang-layang berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki layang-layang
dan menentukan banyaknya cara layang-layang dapat menempati bingkainya
kembali.

4. Materi Pokok
Segitiga dan segi empat
- Pengertian layang-layang
- Sifat layang-layang
- Sumbu simetri layang-layang

5. Uraian Materi
A. Pengertian Layang-layang :
Kamu tahu layang-layang ? Atau mungkin diantara Kamu pernah melihat atau
bahkan bermain layang-layang biasanya dibuat dari kertas dan sebilah bambu
sebagai kerangkanya, sedangkan permainannya digunakan benang yang
panjang. Sekarang bagaimanakah layang-layang dalam pelajaran matematika
? Mari kita pelajari.

A A Lihatlah gambar !
Pada gambar (i),
nampak dua buah
segitiga sama
C
kaki yang panjang
B C B D alasnya dibuat
sama.
A

(i) (ii) (iii)

Gambar 1

Jika alas kedua segitiga tersebut ditampilkan, maka akan terbentuklah bagian,
seperti gambar 1 (ii) yang disebut layang-layang.
Jadi layang-layang adalah bangun segi empat yang dibentuk oleh dua
segitiga sama kaki yang alasnya sama panjang dan berimpit.

191
B. Sifat Layang-layang :

Amatilah gambar 2 di bawah ini dengan seksama.


A A

B D B D

Gambar 2

Dari gambar 2 di atas kita akan mencari sifat layang-layang.


a. Sisinya sepasang-sepasang sama panjang. Karena ∆ ABD dan ∆ BCD sama
kaki maka : AB = AD dan BC = DC
Jdi layang-layang mempunyai dua pasang sisi yang sama panjang.

b. Sepasang sudut yang berhadapan sama besar karena ∆ ABD dan ∆ BCD sama
kaki, maka :
∠ ABD = ∠ ADB
∠ CBD = ∠ CDB
akibatnya ∠ ABC = ∠ ADC

Jadi layang-layang mempunyai sepasang sudut berhadapan sama besar

c. Salah satu diagonalnya merupakan sumbu simetri karena :


AB = AD
CB = CD dan
∠ ABC = ∠ ADC
Maka ∆ ABC sama dan sebangun dengan ∆ ADC akibatnya garis putus-putus
AC adalah sumbu simatri.

Jadi salah satu diagonalnya layang-layang merupakan sumbu simetri

d. Salah satu diagonalnya membagi dua sama panjang dan tegak sama lurus
diagonal lain. Karena AC sumbu simetri maka AC membagi BD menajdi dua
bagian sama panjang dan tegak lutus.
Jadi salah satu diagonal layang-layang membagi dua sama panjang dan
tegak lurus diagonal lain.
Dari sifat-sifat di atas, dapatkah Kamu mendefinisikan layang-layang.

Layang-layang adalah bangun segi empat yang mempunyai dua pasang


sisi sama panjang, sepasang sudut berhadapan sama besar dan salah satu
diagonalnya merupakan sumbu simetri yang membagi dua sama panjang
dan tegak lurus diagonal lain.

192
Sebelum Kamu melanjutkan, belajarmu dengan pembahasan baru cobalah
Kamu pelajari kembali uraian tadi.

e. Sumbu Simetri Layang-layang

D D
D D
A A C C A C A C

B B

B B

Gambar 3 Gambar 4

Garis putus-putus pada gambar 3 merupakan sumbu simetri, bila layang-


layang BCD dibalik menurut garis putus-putus AC, ternyata layang-layang
ABCD dapat dengan tepat menutup bingkainya kembali tanpa celah. Lihat
gambar 4.

Cobalah Kamu amati lagi gambar 3 di atas, ternyata layang-layang hanya


mempunyai satu sumbu simetri.

Dengan demikian layang-layang dapat menempati bingkainya kembali


sebanyak dua kali (lihat gambar 4).

Agar pemahamanmu lebih berkembang perhatikan contoh, soal berikut ini.


Contoh 1

A
Pada gambar 5 nampak layang-layang
10 cm ABCD, jika panjang sisi AD = 10 cm, BC =
15 cm besar. ∠ ABD = 300 dan CDB = 550.
300 Hitunglah :
B D
550 a. Panjang sisi yang lain.
b. Besar ∠ ADB, ∠ CBD, ∠ ABC, ∠ ADC,
15 cm ∠ BAD dan ∠ BCD

C
Gambar 5

193
Jawab :
a. Dari sifat layang-layang yang pertama, maka panjang :
AB = AD = 10 cm
DC = BC = 15 cm
b. Dari sifat layang-layang yang kedua, maka
∠ADB = ∠ABD = 300
∠ CBD = ∠ CDB = 550
∠ ABC = ∠ ABD + ∠ CBD ∠ ADC = ∠ ADB + ∠ CDB
= 300 + 550 = 300 + 550
0
= 85 = 850
lihat ∆ BAD (sama kaki)
∠BAD = 1800 – (∠ADB + ∠ABD) ∠ BCD=1800–(∠CBD+ ∠CDB)
= 1800- (300 + 550) = 1800 – (550 + 550)
0 0
= 180 - 60 = 1800 - 1100
0
= 120 = 700

Contoh 2

Layang-layang ABCD, koordinat titik sudutnya berturut-turut A (4,8), B (1,7)


dan Q (4,2).
a. Gambarlah layang-layang ABCD pada kertas berpetak, kemudian
tentukan koordinat titik D
b. Tentukan koordinat titik potong kedua diagonalnya
c. Tentukan persamaan sumbu simetrisnya

Jawab :

a. Y
9
A
8

7 B D
T
6

2
C
1
X

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

b. Kedua diagonalnya berpotongan di titik T dan koordinat titik T adalah


(4,7)
c. Sumbu simetrinya adalah diagonal AC dengan persamaan x = 4

194
Dari kedua contoh diatas ternyata mudah bukan ! Sekarang untuk lebih
memantapkan pemahamanmu, kerjakanlah setiap soal berikut ini.

1. Pada gambar 6 (i) PQRS Q


adalah layang-layang. Jika 14 cm 6 cm
diketahui panjang PQ = 14
cm, QR = 6 cm dan OS = 4,5 P R

4,5 cm
cm, hitunglah panjang ruas
garis PS, SR dan QO. (i)
S

2. Pada gambar 6 (ii) ABCD B


adalah layang-layang, jika di
ketahui besar ∠ BAC = 190 A
190 E C
dan ∠ BDC = 450, hitunglah
150
besar DAC, ∠ ADB, ∠ ABD, (ii)
∠ DAB, ∠ DBC dan ∠ BCD. D

Gambar 6
3. a. Pakailah teorema
M
Pythagoras untuk

6 Cm
menghitung panjang sisi
layang-layang pada gambar N 8 Cm0
L
7.
15 cm
b. Hitunglah keliling KLMN

Gambar 7
4. Layang-layang ABCD, koordinatnya berturut-turut A (-3,-1), B (3, 1) dan
C (2,4).
a. Gambarlah layang-layang ABCD pada kertas berpetak, kemudian
tentukan koordinat titik D
b. Tentukan koordinat titik potong kedua diagonalnya.

Sudah selesaikah pekerjaanmu ? Jika sudah selesai coba cocokkan hasil


pekerjaanmu dengan jawaban berikut ini.

1. PS = PQ = 14 cm SR = QR = 6 cm QO = SO = 4,5 cm

2. ∠ DAC = ∠ BAC = 190

Lihat ∆ siku-siku ADE, ∠ AED = 900

A E besar ∠ ADE = 1800- (∠AED + ∠ DAE)


190
= 1800- (900 + 190)
= 1800 - 1090
=
D 710
besarnya ∠ ADB = ∠ ADE
= 710
195
∠ ABD = ∠ ADB = 710

∠ DAB = ∠DAC + ∠ BAC


= 190 + 190
= 380

besar DBC = BDC=450

lihat ∆ sama kaki BCD

C Besar ∠ BCD = 1800 – (∠ CBD + ∠ CDB)


= 1800- (450 + 450)
= 1800 - 900
B 450 450 D
= 900

3. a. Lihat ∆ KON, siku-siku di O

8 cm O KN2 = KO2 + ON2


N
KN2 = 152 + 82
KN2 = 225 + 64
15 cm

KN2 = 289
KN = 289
KN = 17
K Jadi panjang KN = MN = 10 cm
panjang KL = KN
= 17 cm

Lihat ∆ NOM, siku-siku di O.


M
MN2 = MO2 + ON2
MN2 = 62 + 82
6 cm

MN2 = 36 + 64
N
8 Cm O MN2 = 100
MN2 = √100
MN = 10
Jadi panjang MN = 10 cm
panjang ML = MN
= 10 cm
b. Keliling KLMN = KL + LM + MN + NK
= 17 cm + 10 cm + 10 cm + 17 cm
= 54 cm
Jadi koordinat titik D (-1, 5)

196
4. a.
Y

D 5
C
4

3
2

1 B

-4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7

b. Koordinat titik potong kedua diagonalnya adalah (1,3)

Sudah benarkah hasil pekerjaanmu ? Jika masih ada yang salah


benarkanlah. Setelah itu kerjalanlah tugas berikut.

6. Tugas 1

Kerjakan setiap soal berikut :

1. Pada gambar 8 diketahui ∠ DBC = 420 dan ∠ ADC = 280 hitunglah


besar ∠ BDA, ∠BCD, ∠ BCA, ∠ BAC.

D
0
28
C E
A
420

Gambar 8
2. a. Hitunglah panjang sisi layang-layang pada gambar 9
b. Hitunglah kelilingnya.

12 cm 30 cm
16 cm

Gambar 9

197
3. Diketahui titik D (-2,5), E (1,7) dan G (1,-3)
a. Gambarlah pada buku petak, kemudian bentuklah koordinat titik F,
sehingga DEFG merupakan bagian layang-layang.
b. Tentukan koordinat titik potong kedua diagonalnya
c. Tentukan persamaan sumbu simetrinya.

4. ABCD adalah layang-layang, koordinatnya berturut-turut A (2,-4) B (7,-4)


dan C (7,1).
a. Tentukanlah tiga buah koordinat titik D yang mungkin
b. Tentukan koordinat titik potong kedua diagonalnya.

Jika pekerjaanmu sudah selesai periksa kembali sekali lagi. Setelah itu, coba
Kamu cocokkan dengan kunci tugas yang terdapat di bagian akhir modul ini.
Tetapi jangan sekali-sekali Kamu melihat kunci tugas, jika pekerjaanmu belum
selesai. Setelah hasil pekerjaanmu benar semua, Kamu dapat melanjutkan pada
kegiatan berikutnya.
Ingat “kejujuran kunci keberhasilan”.

198
Kegiatan 2 : Luas Daerah Layang-layang

1. Standar Kompetensi
6. Memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya.

2. Kompetensi Dasar
6.2 Mengidentifikasi sifat sifat persegi,persegi panjang,trapesium,jajar genjang,
belah ketupat dan layang layang
6.3. Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segiempat serta
menggunakan nya dalam pemecahan masalah

3. Indikator
Setelah mempelajari materi kegiatan 2 ini diharapkan Kamu dapat menemukan
rumus luas daerah layang-layang dan menghitung luas daerah layang-layang.

4. Materi Pokok
Rumus luas daerah layang-layang

5. Uraian Materi
Luas daerah layang-layang.

Rumus Luas Daerah Layang-layang

Berikut ini kita akan mencari rumus luas daerah layang-layang. Oleh karena itu
coba Kamu perhatikan gambar 10 dibawah ini.

1
L 2 l
P p

(ii)
(i)
Gambar 10
Pada gambar 10 (i) nampak bangun layang-layang yang akan kita cari luasnya,
panjang diagonal yang panjang p dan panjang diagonal yang pendek ℓ.

Gambar 10 (ii) menunjukkan layang-layang yang dipotong melalui diagonal yang


panjang (lihat bangun dengan garis putus-putus). Selanjutnya hasil potongan
bangun dipindahkan ke atas dengan cara mengimpitkan sisi-sisi yang panjangnya
sama. Sehingga terbentuklah bangun persegi yang panjangnya p dan lebarnya ½
ℓ.

Luas daerah layang-layang pada gambar 10 (i) tentunya sama dengan luas daerah
persegi panjang pada gambar 10 (ii) dan ditulis :

Luas daerah layang-layang = luas daerah persegi panjang


= px½ℓ
= ½xpxℓ

199
Jadi : Luas daerah layang-layang = ½ diagonal x diagonal

atau L = 1 d1 d2 L = luas
2 d1 = diagonal Satu
d2 = diagonal dua

Sekarang Kamu perhatikan contoh soal berikut :


Contoh :

Hitung luas daerah layang-layang pada gambar 11 jika diketahui AC = 20 cm dan


BD = 12 cm.

Jawab : L = 1 d1 d2
D 2
Luas daerah layang-layang
13 cm
A C ABCD = 1 x AC x BD
20 cm 2
1
= x 20 x 12 cm
2
B = 120 cm
Gambar 11

Contoh 2.

Satuan layang-layang mempunyai panjang diagonal, diagonalnya 42 cm dan 25


cm. Dapatkah Kamu menghitung luasnya ? Cobalah !
Samakah hasil perhitungan Kamu dengan jawaban ini ?

Jawab : L = 1 d1 d2
2
1
Luas layang-layang = x diagonal x diagonal
2
1
= x 42 x 25 cm
2
= 525 cm2

200
Contoh 3.
Hitunglah luas daerah layang-layang (L) pada gambar ini jika diketahui panjang
PS = 13 cm, SQ = 10 cm.
S
13 cm Jawab :
Karena panjang diagonal PR belum diketahui,
10 cm
P R maka harus di cari dahulu sebelum menghitung
O
luas.
Q
Lihat ∆ POS siku-siku di O.
S PO2 = PS2 – OS2
13 cm
5 cm PO2 = 132 - 52
PO2 = 169 – 25
P O PO2 = 144
PO = √144
PO = 12
Jadi panjang PO = 12 cm
Panjang diagonal PR = PO + OR
= 12 cm + 5 cm (OR = OS = OQ)
= 17 cm.

∠ PQRS = 1 x PO x PR
2
1
= x 10 x 17
2
= 85
Jadi luas daerah layang-layang PQRS = 85 cm2.

Mantapkanlah pemahamanmu dengan mengerjakan soal latihan berikut :

1. Hitunglah luas setiap layang-layang pada gambar 12 dengan satuan


centimeter.

C V
N

D 3 4 B 26
10

K
10 8 M
15

Gambar 12

2. Layang-layang KLMN koordinatnya berturut-turut K (-1,2) L (5,-1) dan M


(7,2).
a. Gambarlah layang-layang KLMN kemudian tentukanlah koordinat titik N
b. Hitunglah luasnya.

201
Bila Kamu sudah selesai membuat jawabannya mencocokkan hasil pengamatan
dengan jawaban berikut ini.

1. Gambar 12 (i)
Panjang AC = 13 cm
Panjang DB = 8 cm
1
L ABCD = x AC x DC
2
1
= x 13 x 8
2
= 52
Jadi luas layang-layang ABCD 52 CM2

2. Gambar 12 (ii)
Panjang SU = 12 cm
Panjang VT = 8 cm
L STUV = 1 x SO x VT
2
= 1 x 12 x 8
2
= 48
Jadi luas layang-layang STUV = 48 cm2

3. Gambar 12 (iii)
KO2 = KN2 – ON2 panjang KM = KO + OM
= 262 - 102 = 24 + 15
= 676 – 100 = 39 cm
= 576 panjang NL = 20 cm
1
KO = √576 = x KM x NL
2
1
KO = 24 = x 39 x 20
2
= 390
Jadi luas layang-layang KLMN = 390 cm2

2. a. Koordinat titik N adalah (5,5)

Panjang kedua diagonalnya adalah :


KM = 8 satuan
LN = 6 satuan

1
Luas KLMN = x KM x LN
2

202
6. Tugas 2

Kerjakanlah setiap soal berikut :

1.
K Hitunglah luas daerah layang-layang
8 cm HIJK pada gambar 13, jika semua
H 5 cm 16 cm J
satuan dinyatakan dengan centimeter.

I
Gambar 13

2.

10 cm 18 cm

1
25 cm

Gambar 14

Hitunglah luas daerah yang diarsir pada gambar 14 !

3. Arman membuat layang-layang dari kertas, bila panjang kerangka yang ia


pakai panjangnya 40 cm dan 54 cm. Hitunglah luas kertas yang dipakai
Arman.

4. PQRS adalah sebuah layang-layang. Jika koordinat titik P (-4,5), Q (-1,-2) dan
S (-1, 7). Hitunglah luas layang-layang PQRS !

203
C. PENUTUP

Dengan selesainya Kamu menguasai materi modul ini ucapkan selamat cocok
untukmu. Dan perlu Kamu ingat bahwa selanjutnya yang Kamu pelajari adalah
trapesium sebuah bahasan yang masih ada hubungannya dengan bangun-bangun yang
telah Kamu pelajari sebelumnya.

Materi layang-layang yang telah Kamu pelajari, secara keseluruhan terangkum seperti
di bawah ini.

1. Layang-layang terbentuk dari dua segi tiga sama kaki yang alasnya sama panjang
dan berimpit.
2. D Sifat-sifat layang-layang :
- Dua pasang sisinya sama panajng
A C - Sepasang susut berhadapan sama besar.
- Salah satu diagonalnya merupakan sumbu simetri
- Diagonal yang satu memotong tegak lurus diagonal
yang lain dan membagi dua sama panjang.

3. Layang-layang adalah bangun segi empat yang mempunyai dua pasang sisi sama
panjang, sepasang sudut berhadapan sama besar dan salah satu diagonalnya
merupakan sumbu simetri.
1
4. Luas daerah layang-layang = x diagonal x diagonal
2
Sebelum Kamu mempelajari modul berikutnya, mintalah pada guru pamongmu soal
tes akhir modul layang-layang dan segeralah Kamu kerjakan agar Kamu lebih cepat
mengetahui hasil belajarmu.

Ingat ! Capailah selalu nilai terbaik dalam setiap belajarmu.

Selamat bertemu kembali pada modul berikutnya “Trapesium”.

204
D. KUNCI TUGAS

Tugas 1

1. ∠ BDA = ∠ ADC + ∠ CDB


= 280 + 420 (∠CDB = ∠ CBD = 420)
= 700

∠ BCD = 1800 – (∠ CBD + ∠ CDB)


= 1800 – (420 + 420)
= 1800 - 840
= 960

∠ BCA = 1800 – ∠ BCE


= 1800 – 480 (∠BCE = ½ ∠ BCD)
= 1320

∠ BAC = 1800 – (∠ BCA+ ∠ ABC)


= 1800 – (1300 + 280) (∠ ABC = ∠ ADC)
= 1800 - 1600
= 280

2. a. PQ = PS = √122 + 162 QR = RS = √162 + 302


= √144 + 256 = √256 + 900
= √400 = √1156
= 20 = 34

Jadi panjang PQ = PS = 20 cm Jadi panjang QR = RS = 34 cm

b. Keliling PQRS = PQ + QR + RS + SP
= 20 cm + 34 cm + 34 cm + 20 cm
= 108 cm
a. Koordinat titik F (4,5)
3.
b. Koordinat titik potong
kedua diagonalnya adalah
(1,5)

c. Persamaan sumbu
simetrinya adalah x = 1

205
4.
a. Dari gambar jelas terlihat
bahwa koordinat titik D
yang mungkin agar ABCD
layang-layang banyak
sekali.tiga diantaranya
adalah (1,2),(-1,4),(-2,5)

b. Koordinat titik potong


kedua diagonalnya adalah
1 1
(4 ,-1 )
2 2

Tugas 2

1. HJ = 5 cm + 16 cm = 21 cm
KI = 2 x 6 cm = 12 cm
1
Luas layang = x HJ x LK
2
1
= x 21 cm x 12 cm
2
= 126 cm2

2. Panjang diagonal panjang = 18 cm


Panjang diagonal pendek = 25 cm – 10 cm
= 1 x 21 cm x 12 cm
2
= 126 cm2

3. Luas kertas yang dibutuhkan = 1 x 40 cm x 54 cm


2
= 1080 cm2

4. S PR = 6 satuan
QS = 9 satuan
P R
Luas layang-layang PQRS
= 12 x PR x QS

1
= 2 x 6 satuan x 9 satuan

= 27 satuan luas

206
KEPUSTAKAAN

Taetojo, Drs. M.Sc, 1984. Matematika IA s.d. 4B, Jakarta : Depdikbud


Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1979. Matematika 4 SMP, Jakarta
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1981. Matematika SMP1, Jakarta
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1986. Matematika SMP 2A, Jakarta
Ida Murtini dkk, LKS, 1991. Matematika 1, Jakarta : Rakaditu
Krismanto, BSc, dkk, 1990. Matematika Kelas 2 semester 3, Jakarta : PT. Intan
Pariwara
Noenik Soemartojo, Prof Dra.1993. Matematika 2, Jakarta : Erlangga
Noenik Soemartojo, Prof Dra.1990. Matematika 1, Jakarta : Rakaditu
PT. Ananta S.M.I.A, Matematika 2A, PT. Intan Pariwara
Supardjo, dkk, 1989, Matematika SMP 1A, Solo : Tiga Serangkai.
Supardjo, dkk, 1988, Matematika SMP 2A, Solo : Tiga Serangkai.
Suprapto, dkk, 1988, Matematika SMP 2A SMP, Solo : Tiga Serangkai.
Syahrir, BA, dkk, 1992. Seri Matematika Geometri SMP, Bandung : Pakar Raya
TIM Matematika SMP, 1991. Matematika 1A, Solo : Teguh Karya Edisi Pertama
TIM Matematika SMP, 1990. Matematika III, Bandung : Ganesa Exact
TIM Matematika SMP, 1990. Matematika SMP Semester 3, PT. Intan
PariwaraPertama
TIM Matematika SMP, Geometri B. PT. Pohon Raya
Ummi Sutopo, dkk, 1993. Seri Matematika 2A, Jakarta : Aries Lima
Wahyudin, PPd, Drs, 1989. Matematika SMP 1A, Bandung : Epsilon Group
Wirasto, dkk, Buku Paket Matematika 4, Depdikbud
Wirasto, dkk, Matematika 2A, Depdikbud

207