P. 1
PENGGUNAAN KLINIS OBAT PSIKOTROPIK

PENGGUNAAN KLINIS OBAT PSIKOTROPIK

|Views: 505|Likes:
Dipublikasikan oleh Seca Ardiga

More info:

Published by: Seca Ardiga on Apr 18, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

PENGGUNAAN KLINIS OBAT PSIKOTROPIK

( Psychotropic Medication ) 1. PERBEDAAN OBAT PSIKOTROPIK DAN NARKOTIK. Obat psikotropik= Psikotropika= Psikotropika adalah obat yang bekerja secara selektif pada susunan saraf pusat (SSP) dan mepunyai efek terhadap aktifitas mental prilaku ( Mind and behaviur alting drugs) di gunkan untuk terapi gangguan psikiatri. Obat narkotik adalah obat yang bekerja secara selektif pada SSP dan mempunyai efek utama terhadap penurunan/ perubahan kesadaran, hilangnya rasa dan mengurangi , sampai menghilangkan rasa nyeri, digunakan sebagai analgesik, antitusif, anti spasmodik dan premedikasi anastesi. Yang tergolong narkotika : Narkotika, Opium, Kokain, Ganja, (bahan alami, sintetik, semi sintetik, derivat dan garam-garamnya) – UD No. 22/997- tentang Narkotik, Secara medik narkotika meliputi hanya golongan opioid ; Morfin, Petidin, Kodein, Papaverin. Zat Psiko aktif Meliputi : Alkohol, Kanabinoida, Sadativa atau hipnotika, Kokain, Stimulansia, Halusinogenika, Tembakau, Pelarut yang mudan menguap, dan Zat Psikoaktif lainnya. 2. RESIKO PENYALAHGUNAAN OBAT PSIKOTROPIKA. Sering digunakan secara salah (misuse) atau disalah gunakan (abuse) beresiko menyebabkan timbulnya gangguan jiwa. Gangguan prilaku dan mental akibat penyalah gunaan Zat psiko aktif. - Intoksikasi akut (dengan atau tanpa komplikasi) - Penggunan yang merugikan (harmful use) - Sindrom ketergantungan (dependence syndrome) - Keadaan putus zat (Withdrawal state) - Gangguan psikotik - Sindrom amnesik. 3. ORIENTASI PADA GEJALAH SASARAN (TARGET SYNDROME ORIENTED). Penggunaan klinis obat psikotropik untuk meredam gejalah sasaran tertentudan pemilihan jenis obat disesuaikan dengan tampilan gejalah sasaran yang ingin ditanggulangi. JENIS OBAT GEJALA SASARAN Anti-psikosis Psikosis Anti depresi Depresi Anti-mania Mania Anti-anxietas Anxietas Anti-insomnia Insomnia Anti-obsesif kompulsif Obsesi komfulsif Anti-panik Panik 4. PERBEDAAN EFEK PRIMER DAN EFEK SEKUNDER. Efek klinis terhadap target syndrome disebut Efek primer, sedangkan efek sampingnya disebut Efek sekunder. 5. PRINSIP TITRASI DOSIS (TOILORING THE DOSE DRUG). Pengaturan dosis biasanya dimulai dosis awal (dosis anjuran), dinaikkan secara tepat sampai mencapai dosis efektif, dan dinaikkan lagi secara gradual sampai dosis maksimal. Setelah itu diturunkan secara gradual sampai mencapai dosis pemeliharaan. 6. OBAT ACUAN ( REFERENCE DRUG). Setiap golongan obat mempunyai prototipe sebagai obat acuan dimana obat

Obat Anti-psikosis tipikal (typical anti-psychotics) a) Phenothiazine • Rantai Aliphatic : CHLORPROMAZINE (Largactil) LEVOMEPROMAZINE (Nozinan) • Rantai Piperazine : PERPHENAZINE (Trilafon) TRIFLUOPERAZINE (Stelazine) FLUPHENAZINE (Anatensol) • Rantai Piperidine : THIORIDAZINE (Melleril) b) Butyrophenone : HALOPERIDOL (Haldol. Obat acuan .PSIKOSIS. Obat Anti-psikosis Atipikal (atypical anti-psychotics) a) Benzamide : SULPIRIDE (Dogmatil) b) Dibenzodiazepine : CLOZAPINE (Clozaril) OLANZEPINE (Zyprexa) : QUETIAPINE (Seroquel) c) Benzisoxasole : RISPERIDON (Risperidal) 2. Tricyclic Compound : AMITRIPTYLINE (Amitriptyline) IMIPRAMINE (Tofrani) CLOMIPRAMINE (Anafranil) TIANEPTINE (Stabion) II. OBAT ANTI. dll) c) Diphenyl-butyl-piperidine : PIMOZIDE (Orap) II. ASAS MAMFAAT DAN RISIKO. . Mono-Amina-Oxydase Inhibitor (MAOI)-Revarsible) : MOCLOMBEMIDE (Aurorix) IV. baik perbandingan efektifitas obat (efek primer dan sekunder) maupun dosis. OBAT ANTI-DEPRESI Obat acuan : Amitriptyline Penggologan : I. Mempertimbangkan benefit and risk analysis. Penggolongan . Efek samping pemakaian obat psikotropik selalu melakukan monitoring baik secara klinis dan laboratorium untuk deteksi dini dan upaya penaggulangan. Serenace.Monitoring . 7. I. Yang perlu diperhatika dalam penggunaan klinis obat psikotropik.segolongan selalu mengacu pada obat acuan.Tailored . Selective Serotonin Re-uptake Inhibitor (SSRI) : SERTRALINE (Zoloft) . Penggunaan obat psikotropik yang rasional ===> gejalah sasaran dapat diredam ===> memberi peluang untuk integrasi bio-psiko-sosial(terapi psiko-sosial) ===> pemulihan keadaan sakit. Chlorpromazine (CPZ).Rational management.Stepwise . PENGGOLONGAN OBAT PSIKOTROPIK 1. Tetracyclic Compound : MAPROTILINE (Ludiomil) MIANSERINE (Tolvon) AMOXAPINE (Asendine) III.

mentalium. Combinal) 6. lovium. merlopan) Alprazolam (xanax. Benzodiazepin Nitrazepam (Dumolid) Triazolam (Halcoin) Estazolam (Esilgan) II. dll) Citalopram (Cipram) 7. Atypical Antidepresents : TRAZADONE (Trazone) MIRTAZAPINE (Remeron) 3.ANXIETAS Obat acuan : Diazepam/Chlordiazepoxide. OBAT ANTI-INSOMNIA Obat acuan : Penggolongan : I. OBAT ANTI. OBAT ANTI-OBSESIF KOMPULSIF Obat acuan : Clomipramine Penggolongan : I. Penggolongan: I.PAROXETINE (Seroxat) Fluvoxamine (Luvox) FLOUXETINE (Prozac. OBAT ANTI-PANIK Obat acuan : Imipramine . Profilaksis Mania : LITHIUM CARBONATE 4. dll) Chlordizepoxide (catabrium. renaquil. Govotil) CARBAMAZEPINE (Tegretol). Non-Benzodiazepin Chloral hydrate (Chloralhydrate 500) Phenobarbital (Luminal.Serenace. Obat anti-obsesif kompulsif TRISIKLIK Clomipramine (Anafranil) II. alganax. calmlet. Non-Benzodiazepine Buspirone (Buspar. dll) Bromazepam (lexaton) Lorazepam (ativan. VALPROC (Depakene) LITHIUM CARBONATE II. Mania akut : HALOPERIDOL (Haldol. Nopres. OBAT ANTI-MANIA Obat acuan : Lithium carbonate Penggolongan : I. dll) Clobazam (frisium) II. Benzodiazepine Diazepam (valium. Nopres) CITALOPRAM (Cipram) V. xiety) Sulpiride (dogmatil-50) Hydroxyzine (iterax) 5. tran-Q. Obat anti-obsesif kompulsif SSRI Sertraline (Zoloft) Paroxetine (Seroxat) Fluvoxamine (Luvox) Flouxetine (Prozac.

dll. Nopres. Obat Anti-panik BENZODIAZEPINE Alprazolam (Xanax. Obat Anti-panik RIMA (Riversible Inhibitors of Monoamine Oxydase-A) Moclobemide (Aurorix) IV. sehingga efektif untuk gejalah POSITIF. . Alganax. Sedangkan obat anti-psikosis yang baru (Atipikal) disamping berafinitas terhadap “Dopamine D2 receptors”. dll) III. Obat anti-panik SSRI Sertraline (Zoloft) Paroxetine (Seroxat) Flufoxamine (Luvox) Flouxetine (Prozac. Obat anti-panik TRISIKLIK Imipramine (Topranil) Clomipramine (Anafranil) II. psikosis aktif. Psikosis paranoid.(hiperaktivitas sistem dopaminergik sentral) Mekanisme kerja obat anti-psikosis tipikal adalah memblokade dopamine pada reseptor pasca-sinaptik neuron di otak. Khususnya di sistem limbic dan sistem ekstrapiramidal (Dopamine D2 receptor antagonists). Sindrom psikosis fungsional = Skizoprenia. sehingga efektif juga untuk gejela NEGATIF. juga terhadap “serotonin 5 HT2 Receptors” (Serotonin-dopamine antagonist). II.. Calmlet.Penggolongan : I. Sindrom psikosis organik = Sindrom Delirium. Dementia. Intoksikasi alcohol. dll) Citalopram (Cipram) Sindrom psikosis dapat terjadi pada : I. Psikosis reaktif singkat. dll. MEKANISME KERJA Hipotesis : Sindrom psikosis terjadi berkaitan dengan aktifitas neurotransmitter Dopamine Yang meningkat.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->