Bagaimanakah gejala-gejala menopause?

Posted on Juli 19, 2008 by kuliahbidan

Bagaimanakah gejala-gejala menopause?
Turunnya fungsi ovarium (sel telur) mengakibatkan hormon terutama estrogen dan progesteron sangat berkurang di dalam tubuh kita. Kekurangan hormon estrogen ini menyebabkan keluhankeluhan: Keluhan vasomotorik
y y y

Gejolak panas (hot flashes) Vertigo Keringat banyak

Keluhan Konstitusional
y y y y

Berdebar-debar Migrain Nyeri otot, nyeri pinggang Mudah tersinggung

Keluhan Psikiastenik dan neurotik
y y y y y

Merasa tertekan Lelah psikis, lelah somatik Susah tidur Merasa ketakutan Konflik keluarga , gangguan di tempat kerja

Keluhan lain ± lain
y y y y y y y y

Sakit waktu bersetubuh Gangguan haid Keputihan, gatal pada vagina Susah kencing Libido menurun Keropos tulang (osteoporosis) Gangguan sirkulasi (miocard infark) Kenaikkan kolesterol , adepositas (kegemukan ±gangguan metabolisme KH)

Keluhan-keluhan diatas tidak sama pada semua wanita. Hal ini disebabkan efek biologik di jaringan hormon estrogen melalui reseptor estrogen yang di dalam tubuh didapat reseptor estrogen alpha dan beta. Jumlah reseptor estrogen alpha dan beta yang tidak sama pada setiap wanita dan adanya reaksi individual akibat rendahnya estrogen menyebabkan gejala menopause

. stroke. Serabut otot miometrium menebal. gejala yang menonjol adalah berkurangnya tenaga dan gairah. Tuba Falopii (saluran Telur) Lipatan ± lipatan tuba menjadi lebih pendek. susah tidur. Umumnya gejolak panas. selain disebabkan atrofi endometrium juga disebabkan hilangnya cairan dan perubahan bentuk jaringan ikat intertesial. Perubahan-Perubahan Organik Pada Masa Klimakterium Perubahan pada organ reproduksi Uterus (kandungan) Uterus mengecil . Akibat jangka panjang yang harus diperhatikan pada wanita menopause adalah osteoporosis (tulang keropos). wanita karier baik yang sudah atau belum berumah tangga. penyakit jantung koroner. gelisah. dan pikun. menipis dan mengkerut. tidak sabar lagi dll. pembuluh darah miometrium menebal dan menonjol. Budaya dan lingkungan Pengaruh budaya dan lingkungan sudah dibuktikan sangat mempengaruhi wanita untuk dapat atau tidak dapat menyesuaikan diri dengan fase klimakterium dini.yang berbeda. endosalpingo menipis mendatar dan silia menghilang. kanalis servikalis memendek. psikologis. susah tidur. sehingga menyerupai ukuran serviks fundus saat masa adolesen. Perubahan psikis ini berbeda-beda tergantung dari kemampuan si wanita untuk menyesuaikan diri. Kalau kondisi ini dibiarkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup wanita. Serviks (mulut rahim) Serviks akan mengkerut sampai terselubung oleh dinding vagina. rasa kesunyian. berkurangnya konsentrasi dan kemampuan akademik. Sosial ekonomi Keadaan sosial ekonomi mempengaruhi faktor fisik. kripta servikal menjadi atropik. menarch yang terlambat berpengaruh terhadap keluhan-keluhan klimakterium yang ringan. timbulnya perubahan emosi seperti mudah tersinggung. Kesehatan akan faktor klimakterium sebagai faktor fisiologis. kesehatan dan pendidikan. rasa kekurangan. pelupa. Faktor Lain Wanita yang belum menikah. lekas marah. akan mengurangi beban fisiologis. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Gejala-Gejala Menopause Faktor Psikis Perubahan-perubahan psikologis maupun fisik ini berhubungan dengan kadar estrogen . nyeri tulang belakang dirasakan pada hampir sebagian besar wanita menopause. Apabila faktorfaktor di atas cukup baik. ketakutan keganasan.

Perubahan diluar organ reproduksi Adipositas (penimbunan lemak) Penyebaran lemak ditemukan pada tungkai atas. pinggul. Dasar pinggul Kekuatan dan elastistik menghilang. sehingga payudara menjadi datar dan mengendor. Sering terjadi inkontinensia alvi vagina. Peningkatan kadar kolesterol yang merupakan faktor utama dalam penyebab arterosklerosis. Diduga ada hubungan dengan turunnya estrogen dan gangguan pertukaran zat dasar metabolisme lemak. atrofi jaringan parenkim.Vagina (liang kemaluan) Terjadinya penipisan vagina menyebabkan hilangnya rugae berkurangnya vaskularisasi. Uretra ikut memendek dengan pengerutan vagina. sehingga meatus eksternus melemah timbul uretritis dan pembentukkan karankula. Peningkatan tekanan darah pada usia klimakterium terjadi secara bertahap. sehingga sering kencing tanpa sadar. indeks kario piknotik menurun. Perineum dan anus Lemak subcutan menghilang. sehingga memudahkan terjadinya infeksi. Diketahui bahwa 2/3 penderita hipertensi esential primer adalah wanita antara 45-70 tahun yang diketahui permulaan peningkatan tensi paling banyak terjadi salama masa klimakterium. Aterosklerosis (perkapuran dinding pembuluh darah) Adanya hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol menyebabkan meningkatkan faktor resiko . Ditemukan 29 % wanita klimakterium memperlihatkan kenaikkan berat badan yang sedikit dan 20 % kenaikkan yang menyolok. kemudian menetap dan lebih tinggi dari tensi sebelumnya. elastistik yang berkurang. Puting susu mengecil kurang erektil . lobulus menciut. Vesica Urinaria (kandung kencing) Tampak aktivitas kendali spincter dan detrusor hilang. Ph vagina meningkat karena terhambatnya pertumbuhan basil Donderlein yang menyebabkan glikogen seluler meningkat. atrofi otot sekitarnya menghilang yang menyebabkan tonus spincter melemah dan menghilang. perut bawah dan lengan atas. sekret vagina menjadi encer. Peningkatan kadar kolestrol pada wanita terjadi 10-15 tahun lebih lambat pada laki-laki. karena atrofi dan lemahnya daya sokong disebabkan prolapsus utero vaginal. Hipertensi (tekanan darah tinggi) Adanya gejolak panas terjadi suatu peningkatan tekanan darah baik sistole maupun diastole. Kelenjar payudara Diserapnya lemak subcutan . pigmentasi berkurang . stroma jaringan ikat fibrosa menebal. Hiperkolesterolnemia (kolesterol tinggi) Penurunan atau hilangnya kadar estrogen menyebabkan peningkatan kolesterol.

wanita yang masih memiliki uterus. Sedangkan yang tidak ingin haid diberikan kontinue. Wanita pasca menopause yang masih ingin haid diberikan secara sekuensial. Prinsip dasar pemberian TSH: 1. 2. wanita tanpa uterus. Osteoporosis (keropos tulang) Dengan turunnya kadar estrogen. sehingga tulang menjadi osteoporosis. pada wanita perimenopause yang masih haid dan masih tetap menginkan haid.terhadap terjadinya aterosklerosis. Hal ini berhubungan dengan ovarium sendiri membentuk estron yang bersifat androgen. Cara pemberian TSH: y y y y y y y Oral Trasdermal Semprot hidung Implan (susuk) Pervaginam (krem vagina) Sublingual Intramuskular . 4. Bagaimanakah terapi menopause? Prinsip pengobatan menopause adalah memberikan estrogen dari luar atau dikenal dengan Hormone replacement therapy (HRT) atau istilahnya dalam bahasa indonesia adalah terapi sulih hormon (TSH). pemberian selalu dimulai dengan dosis rendah 6. maka proses osteoblast yang berfungsi membentuk tulang baru terhambat dan fungsi osteoclast merusak tulang meningkat. TSH diberikan secara sekuensial. Virilisasi (pertumbuhan rambut-rambut halus) Turunnya estrogen dalam darah adanya efek androgen menyebabkan tanda-tanda diferensiasi dari defeminisasi dan maskulinisasi. dapat dikombinasi dengan androgen atau diberikan dengan TSH yang memiliki sifat androgenic. Khususnya mengenai sklerosis primer koroner dan infark miocard akan terjadi 1-2 kali lebih sering setelah kadar estrogen menurun. Akibat tulang tua diserap dan dirusak osteoclast tetapi tidak dibentuk tulang baru oleh osteoblast. jenis estrogen yang digunakan adalah estrogen alamiah dan progesterone juga yang alamiah. maka cukup pemberian estrogen saja dan estrogen diberikan secara kontinue (tanpa istirahat) 3. kecuali jika tidak terjadi haid diberikan secara kontinue. maka pemberian estrogen harus selalu dikombinasikan dengan progesterone. 5. Tujuan penambahan progesterone adalah untuk mencegah kanker endometrium.

4%. Saat itu beberapa peneliti di Indonesia mencoba menanamnya di Indonesia. Saat ini golongan fitoestrogen telah diteliti di seluruh dunia termasuk Indonesia. karena fitoestrogen terdapat di kacang kedele. akan meningkatkan 4. dan biochanin A) dan black cohosh yang dapat tumbuh baik di Mexico dengan kadar isoflavon cukup tinggi. 1. untuk menggantikan hormon estrogen yang kurang. 2.4% dan patah tulang osteoporosis 29. Walau sisi baiknya menghilangkan keluhan-keluhan defisiensi estrogen. Nyeri payudara Peningkatan berat badan Keputihan dan sakit kepala Perdarahan Pemberian hormon estrogen sebagai terapi sulih hormon. karena penelitian di Amerika oleh WHI (Woman Health Initiative) menemukan keganasan payudara 33. yang meningkatkan kadar HDL (kolesterol yang baik) dan menurunkan kadar LDL (kolesterol yang jahat) sampai 70%. 3. Selain itu pemberian estrogen/progesteron alamiah memperbaiki metabolisme lemak.8% menurut penelitian Rachman IA. Untuk ini para peneliti. kulit buah bangkwang yang warnanya kecoklat-coklatan.Efek samping pemberian TSH Hal ini sebagian besar diakibatkan karena dosis estrogen yang tinggi. Di dunia saat ini pemberian hormon estrogen+progesteron dibatasi 5 tahun dengan kontrol yang ketat. namun aman tak menyebabkan keganasan. cegah kejadian keganasan usus besar 32. stroke 49. pendarahan tetapi meningkatkan densitas tulang dan kualitas hidup ibu adalah golongan fitoestrogen (estrogen dari tumbuh-tumbuhan) yang rumus kimianya mirip estradiol) . sehingga terjadinya peningkatan kualitas hidup ibu usia lanjut yang prima. banyaknya efek samping dan harga yang relatif mahal maka . 4. Fitoestrogen sebagai Alternatif lain pengobatan menopause Mengingat banyaknya kendala dalam pemakaian TSH seperti takut terkena kanker payudara.3%. tidak berbeda banyak dengan penelitian PEPI (Post Menopause Estrogen/Progesteron Investigator) yaitu 4-5%.3%. yang saat ini dianggap sebagai suplemen. cegah osteoporosis 17. telah diteliti dan menghilangkan keluhan defisiensi estrogen klinis dengan baik setelah 2-3 minggu yang pemberian pada dosis estrogen yang tinggi dan 4-5 minggu pemberian pada dosis estrogen rendah. formononetin. Obat-obat lain seperti gabungan bisfosfonat. masalah kardiologi 34. serta menekan terjadinya fraktur tulang antara 40-60%.8%.1%. D. Di dunia terkenal dari gabungan tanaman red clover yang mengandung 4 isoflavon (genestein. tromboemboli 125. tetapi tidak perbaiki kualitas ibu secara penuh walau diikuti dengan senam beban yang hanya mengurangi keluhan klinis defisiensi estrogen ini. golongan SERM jelas memperbaiki dan meningkatkan densitas tulang. memulai mencari pengganti estrogen alamiah yang dianggap dapat mengambil alih posisi estrogen sebagai TSH . daidzein. harus digunakan jangka panjang.8%. tetapi pembatasan pemberian 5 tahun (ada yang mengusulkan 7 tahun) merupakan masalah tersendiri yang harus dicari pengganti obat ini. Peningkatan densitas tulang pada pemberian estrogen+progesteron alamiah+kalsium+vit. Kehebatan obat estrogen+progesteron sebagai TSH memperbaiki keluhan-keluhan defisiensi estrogen klinis yang mengganggu kehidupan ibu usia lanjut telah terbukti.1-5.

murah . secoisolariciresinol. efektif dan dapat diterima oleh wanita menopause.perlu dicari alternatif lain sebagai penganti TSH yang dapat memenuhi criteria alami. tofu. Fitoestrogen terdiri dari : y y y isoflavon (genistein. berasal dari tanaman. tempe dan miso) lignan dalam buah-buahan. Fito artinya tanaman sedangkan estrogen maksudnya memiliki struktur kimia dan khasiat biologik menyerupai estrogen. daidzein dan glycetein) coumestan (coumesterol) lignan (matairesinol. Alternatif lain itu adalah fitoestrogen. Struktur kimia fitoestrogen sebagian besar bukan steroid sedangkan estrogen umumnya adalah steroid. enteroldiol) Isoflavon banyak ditemukan dalam y y y legumes (tumbuhan polong terutama kedelai dengan produk olahannya susu. sayuran. biji-bijian (sereal) comestan dalam Redclover dan tauge Selain itu pasien menolak menggunakan TSH karena takut timbul kanker payudara akibat estrogen .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful