Teknik Pembibitan Kelapa Sawit

Senin, 13 Agustus 2007 00:00 Luas areal dan produksi kelapa sawit di Kabupaten Sambas mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, kebanyakan dilaksanakan oleh perkeb unan besar dan sebagian kecil masyarakat tani. Sementara itu lahan potensial untuk perkebunan sebagian diarahkan untuk pengembangan kelapa sawit. Penyediaan Bahan Tanaman Guna menjamin keberhasilan pengembangan kelapa sawit diperlukan penyediaan bahan tanaman yang baik dan bermutu dalam jumlah yang memadai. Ada 3 (tiga) jenis kelapa sawit yang dibudidayakan yaitu Pisifera, Dura dan Tenera. Jenis yang terakhir ini banyak diusahakan oleh perusahaan maupun petani. Untuk mendapatkan benih kelapa sawit yang direkomendasikan oleh Direktorat Jenederal Perkebunan penangkar bibit di Kabupaten Sambas harus memesan benih/kecambah kelapa sawit dengan salah satu lembaga yang ditunjuk seperti : Pusat Penelitian Kelapa Sawit (Medan), Balai Penelitian Kelapa Sawit Marihat (Pematang Siantar), PT.Socfindo (Medan) dan PT.PP London Sumatera (Medan) atau Sub Station Pusat Penelitian Marihat Parindu (Sanggau).
http://www.sambas.go.id/buletin-ekonomi/1217-teknik-pembibitan-kelapa-sawit.html

Bibit yang yang telah ditanam di prenursery atau nursery perlu dipelihara dengan baik agar pertumbuhannya sehat dan subur, sehingga bibit akan dapat dipindahkan ke lapang sesuai dengann umur dan saat tanam yang tepat. Pemeliharaan bibit meliputi : Penyiraman Penyiangan Pengawasan dan seleksi Pemupukan
a.Penyiraman

Pustaka LP3ES . Pemanfaatannya. abnormal. 1992 Kelapa sawit. Budidaya. Pupuk yang diberikan adalah Urea dalam bentuk larutan dan pupuk majemuk. Petunjuk Praktis Budidaya dan Pengolahan Kelapa Sawit. tumbuh cepat dan subur. serta pada saat pemindahan bibit ke lapangan. yaitu pada saat bibit berumur 4 bulan dan 9 bulan. b. disesuaikan dengan umur bibit.Jakarta: PT AgroMedia Pustaka.Ir. d. Kebutuhan air siraman s 2 liter per polybag per hari. Pembuangan bibit (thinning out) dilakukan pada saat pemindahan ke main nursery. c. dikored atau dengan herbisida Penyiangan gulma harus dilakukan 2-3 kali dalam sebulan. berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. PT. Jakarta Singa Rimbun. Pemupukan Pemupukan bibit sangat penting untuk memperoleh bibit yang sehat. 1992 Metode Survai. Penyiangan Gulma yang tumbuh dalampolybag dan di tanah antara polybag harus dibersihkan.Penyiraman bibit dilakukan dua kali sehari. Dosis dan jenis pupuk yang diberikan dapat dilihat pada table berikut ini : Sunarko. Air untuk menyiram bibit harus bersih dan cara menyiramnya harus dengan semprotan halus agar bibit dalam polybag tidak rusak dan tanah tempat tumbuhnya tidak padat. Analisis Hasil Usaha Dan Pemasaran. kecuali apabila jatuh hujan lebih dari 7 ± 8 mm pada hari yang bersangkutan. disesuaikan dengan pertumbuhan gulma.2007 Yan. Pengawasan dan seleksi Pengawasan bibit ditujukan terhadap pertumbuhan bibit dan perkembangan gangguan hama dan penyakit Bibit yang tumbuh kerdil. F.

in Biotechnology Applications and Research. Analisa Usaha dari Pemasaran. Pedoman Pengelolaan Limbah Industri Kelapa Sawit. 5 Tahun penelitian dan Pengembangan Pertanian 1992-1996. Cheremisinoff and R... 1-8. Subdit Pengelolaan Lingkungan Direktorat Pengelohan Hasil Pertanian Ditjen PPHP.Ilmu Tanah Bhrata. Chan F dan E. Am. Departemen Pertanian. Gramedia pustaka. Crawford. Effects of humic substances on plant growth.deptan. Brady. 1982. diakses pada tanggal 27/07/2009.id/web. In MacCarhty P. Rineka Cipta. Yustina F. Fisiologi Tumbuhan. Agron. Pematang Siantar. Budidaya. http://id. http://ditjenbun. 1990. 2002. D. Jakarta. & Aviad T. Universitas Sumatera Utara. Pengantar Fisiologi tumbuhan. Yogyakarta. Soc. Jakarta. Departemen Pertanian. Ilmu Tanah.go.H.. 2009. 1982. 1995.old/ . 1992 Metode Survai. p. Klasifikasi Tanah Dasar Teori bagi Peneliti Tanah dan Pelaksana Pertanian di Indonesia. 2006.. Soc. Pemanfaatannya. Coelho et al. 2009. Fauzi. Soil Sci. O.. Dasar Nutrisi Tanaman. Madison. Sumatera Utara. Am.wikipedia. Pendataan Lengkap Perkebunan. Dwidjoseputro. J. Composting of Agricultural Waste. AGRES a Voice for Eco-Agricult. Pemupukan bibit kelapa sawit. Jakarta Singa Rimbun. Analisis Hasil Usaha Dan Pemasaran. Humic Substances in Soil and Crop Sciences. Ditjen PPHP. Buletin Pusat Penelitian Perkebunan Marihat. et al. 1997. 68-77. 1981. Kelapa Sawit. 2003.L. PT. dan Rudi H. Buckman. 1992 Kelapa sawit. 1997.I.. Darmawijaya. 1985. Gajah Mada University Press. Medan. L.Yan. Chen Y.. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. WI. P.Selected Readings.. Jakarta. 34(1). M.org/..C. (Eds). Kelapa Sawit Indonesia. Paul N.. Dartius. dan N.H. Penebar Swadaya.. 161-186. Pedoman teknis.W.Y. PT. Jakarta.Ouellette (ed). Jakarta. Iman S. Kelapa Sawit : Budidaya. p. F. 1990. Pustaka LP3ES Agustina. diakses pada tanggal 27/07/2009. Universitas Sumatera Utara . Karya Aksara. Tobing. Pemanfaatan Hasil dan Limbah. Humic substances in biological agriculture.

deptan. P. Penebar Swadaya. A. London. 89(3). Prospek Solid sebagai Pakan Sapi.D. 1986. Hartley. 2006. Terjemahan Amir Hamzah.E.) di Indonesia.S. 2001. Amran. 2006.Hakim. 2006. Isroi. USU Press. 1992. Bailey. Lubis. Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. Pupuk dan Pemupukan Fakultas Pertanian UISU Medan. A. Riwandi. C. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. 1986. Hormon Tumbuhan.deptan. Mediayatama Sarana Perkasa. 2005.id/publikasi/kompos. 2004.. 6-10.Hakim.PDF diakses tgl 31/07/2009. Ilmu Tanah. M. 2008.G. Lingga. Rusdi. Lampung 488 hal.go.pdf diakses pada tanggal 27/07/2009. Y. 1987.pdf diakses pada tanggal 27/07/2009.Ltd.Y. dikutip dari http://pustaka. PPKS. Laboratorium Ilmu Tanah Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNIB dikutip dari : http://bdpunib. M. Pahan. B..go. The Oil Palm.U. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Rajawali Press. Lubis. M. Sutopo. H. Nyakpa. MarihatBandar Kuala. Humic materials for agriculture.. 1977. Universitas Sumatera Utara . Better Crops. Jakarta. 2008.L.A. Pusat Penelitian Perkebunan. S. Hardjowigeno.id/publikasi/lokakarya/lkin05-11. I.org/akta/artikelakta/2002/27. Panduan Lengkap Kelapa Sawit : Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. 1986.. Maskamian. Lubis..go. Bogor. Jakarta. A.litbang. Sifat dan Pengelolaan Lahan Tropika. Medan. 1986.A. M.. N.. Nyakpa dan N.deptan. ITB Bandung. S. Longmans and CO. 1992. Hasibuan.W. Second Edition. R. Sanchez. Ilmu Tanah. Universitas Lampung. Rekomendasi Pemupukan Kelapa Sawit Berdasarkan Analisis Tanah Dan Tanaman. G. P. Ruswendi. Budidaya Kelapa Sawit. 435 p. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia.M. M..litbang. Hong. A. G. Heddy. N... Rencana Pengembangan Peternakan Pada Sistem Integrasi SawitSapi di Kalimantan Selatan dikutip dari http://peternakan. Jakarta. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta. Penebar Swadaya. dikutip dari http://primatani.litbang. 278 hal. Pengomposan Limbah Padat Organik.id/ diakses pada tanggal 27/07/2009. Pulung. Mikkelsen. Medan..

H. Prawira.. Jakarta.M. Metabolisme Dasar. Petunjuk Praktis Kelapa Sawit-2.viviti. 29-36. S.. Bandung. Vademecum Kelapa Sawit.P.pustaka deptan. dikutip dari : http://andreysubiantoro. Pupuk Organo-kimia untuk Pemupukan Bibit Kelapa Sawit. 1998. 182 Hal Sastrosayono.Santi L. Goenadi. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia. Sutedjo. Pusat Penelitian Marihat Pematang Siantar.. Gadjah Mada University Press. N. Limbah Padat Pengolahan Minyak Sawit Sebagai Sumber Nutrisi Ternak Ruminansia. Oil Palm In Agriculture In The Eigtis. dan Kartasapoetra.D. 1974. Jakarta. Syamsulbahri. S.id/publikasi/p3231044.com/entries/sda/petunjuk-praktis-kelapa-sawit-2 diakses pada tanggal 27/07/2009. Socfindo. Mardiana & Isroi. Fisiologi Tumbuhan. Agromedia Pustaka.. Sastrosoedirjo. Tanaman Kelapa Sawit.deptan. 1996.B.pdf diakses pada tanggal 27/07/2009. 2003. Rivai. Extraction and characterization of humic acid from plantation¶s solid organic waste composts. Penerbit Kanisius. U. A. R. L.dikutip dari : http://pustaka. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan Tahunan. Chan. Wahyuni dan IR. 2003. 124 p Soehardiyono. 1993. Medan. H. 1992.S.. D. P. Utomo. 2008.litbang. and Gill Blanks.N. T. dan D.Widiastuti. Jakarta. PT.id/publikasi/.go. Subiantoro. 2000. Bogor . Jamin.. Bogor. Harahap. Fakultas Pertanian USU. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian.P. Medan. dan Widjaja E. H .S. 68(2).S. CV. 2009. Pemupukan pada Tanaman Kelapa Sawit yang Telah Menghasilkan dalam Budidaya Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) oleh Lubis. Hal 191 ± 210. A. 1998. Turner. Ilmu Pemupukan. Budidaya Kelapa Sawit. Jakarta Swandi dan F. 277 hal. Yogyakarta. 1986. Santi L. Suseno. P. Departemen Botani Fakultas Pertanian IPB.D. Pustaka Buana. Kuala Lumpur Malaysia. M. . Rineka Cipta. Menara Perkebunan. Sianturi. A.pdf diakses pada tanggal 27/07/2009.. S..go.Yasaguna..H. 1974. B. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Tengah. Pupuk dan Cara Pemupukan. 1982. Goenadi. H. Sarief. dikutip dari : http://www.. 2005. Budidaya Kelapa Sawit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful