Anda di halaman 1dari 18

m  

 

    


 
   

 !"#$

%&&m'( #&'
% (#%'('

Malnutrisi, tidak mendapat ASI

Imunisasi tidak lengkap defisiensi Vitamin A

Usia muda Berat lahir rendah


&
(#%'
))
Cuaca dingin
Kepadatan

Prevalens tinggi carrier Paparan thd polusi udara


Bakteri paktogen ‡ Asap rokok
‡ Asap pabrik
‡ Polusi lingkungan
tiologi Pneumonia

Virus :
RSV, virus influenza, adenovirus dan virus
parainfluenza
Bakteri
Ä ?   
 
Ä 
    
Ä Staphylococcus aureus
Ä Streptococcus group A ± B
Ä Klebsiella pneumoniae
Ä Pseudomonas aeruginosa
Ä Chlamydia sp
Ä Mycoplasma pneumoniae
Patogenesis
Ä Aspirasi kuman/penyebaran langsung kuman dari
saluran respiratorik atas.
Ä Normal respiratorik bawah sublaring-alveoli steril
Ä Paru terlindung dr infeksi krn mekanisme :
Ä filtrasi partikel di hidung
Ä pencegahan aspirasi dengan refleks epiglotis
Ä ekspulsi benda asing melalui refleks batuk
Ä pembersihan ke arah kranial oleh selimut mukosilier
Ä fagositosis kuman oleh makrofag alveolar
Ä netralisasi kuman oleh substansi imun lokal
Ä drainase melalui sistem limfatik
Patogenesis (2)
Ä udem krn reaksi jaringan
proliferasi dan penyebaran
kuman ke jaringan sekitarnya.
Ä sebukan sel polimorfonuklir,
fibrin, eritrosit, cairan
Ä deposisi fibrin, tdp fibrin dan
leukosit polimorfonuklir di
alveoli & tjd proses fagositosis
yg cepat
Ä jumlah sel makrofag meningkat
di alveoli, sel akan degenerasi
dan fibrin menipis, kuman dan
debris menghilang
£ejala klinis
Ä £ejala infeksi secara umum
Ä Demam
Ä Mual
Ä Muntah
Ä Mialgia
Ä £ejala respiratorik
Ä Batuk, pilek
Ä Sesak napas
Ä Ronki
janda Klinis Pneumonia (WHO)

'*
Ä è   +, -./0 
Ä   1 2 +, 3./0 
Ä 21 3 +, 4./0 

" 5
 ** 
£ambaran Radiologis
2 m   0
      


 *
! *
 6

  
 6
7

8 m   

    
4 9 
  

   

·aboratorium
Ä Pneumonia bakteri leukositosis hingga
>15.000/ul (predominan polimorfonuklir)
Ä ·ekosit >30.000/ul dengan dominasi netrofil
pneumonia streptokokus
Ä jrombopenia lebih mengarah kepada
infeksi virus
Ä Diagnosis definitif : kuman ditemukan dari
darah, cairan pleura atau aspirasi paru
Analisis £as Darah

Ä Hipoksemia (PaO2 < 80 mm Hg)


Ä dengan O2 3 ·/men 52,4 %
Ä tanpa O2 100 %
Ä Insufisiensi ventilasi
Ä (PaCO2 < 35 mmHg) 87,5 %
Ä £agal ventilasi
Ä (PaCO2 > 45 mmHg ) 4.8 %
Ä Asidosis metabolik
Ä £angguan asupan dan/atau hipoksemia 44,4 %
(Mardjanis Said, et al. 1980)
Klasifikasi Pneumonia (WHO)
i  
  
m   
 m ï 
  

m ë    

m    
 
 m j  
m  
m       
m 0 
  
 
m ë  


 
 
i 
   
m   ë    

m   


 
m    
 
 m j 
 
m  
m       
m ! 
 
%
 m  
 m&%
2 5

 &
  
8 
  
*    
4 
  

3 

7 
 

(%&9&:  
 
Pembagian jenis pneumonia
Ä Community acquired pneumonia (CAP)
â umumnya kuman gram positif
Ä Hospital acquired pneumonia (HAP)
â umumnya kuman gram negatif
ANjIBIOjIK
Ä Prediktor terbaik utk etiologi : USIA
Ä Departemen IKA FKUI/RSCM :
Ampisilin + kloramfenikol
£entamisin
·ini kedua : golongan sefalosporin
makrolid â pneumonia lobaris
Komplikasi

Ä fusi Pleura (empyema)


Ä Piopneumotoraks
Ä Pneumotoraks
Ä Pneumomediastinum
Kesimpulan
Ä Pneumonia merupakan masalah
morbiditas dan mortalitas anak di
Indonesia
Ä Penanganan pneumonia meliputi tata
laksana suportif dan etiologik
Ä Komplikasi pneumonia dapat berupa
pneumotoraks, pneumomediastinum, dan
atelektasis

  :
disampaikan pada Seminar IDI,
14 Agustus 2009, Jakarta