Anda di halaman 1dari 11

II.

KOMPETENSI SUPERVISOR

TINGKAT
KOMPETENSI DESKRIPSI
KEDALAMAN
1. Tidak menampilkan kejujuran dan keterbukaan,
memberikan informasi dan data secara tidak akurat dan
tidak utuh; tidak menampilkan tindakan yang sudah
dijanjikan, membocorkan informasi yang bersifat
rahasia; mengucapkan kata-kata yang tidak konsisten di
segala situasi

2.

3. Berhubungan dengan orang lain dengan jujur dan


terbuka; memberikan informasi dan data yang benar-
Integritas benar akurat dan lengkap; menampilkan tindakan yang
(3) sesuai janjinya; tidak membocorkan informasi yang
bersifat rahasia; memastikan adanya konsistensi antara
ucapan dan tindakan; berperilaku secara konsisten di
segala situasi
4.
5. Secara konsisten menjalin hubungan dengan orang lain
dengan jujur dan terbuka; memberikan informasi dan
data yang benar-benar akurat dan lengkap; secara
konsisten menampilkan tindakan yang sesuai janjinya;
tidak pernah membocorkan informasi yang bersifat
rahasia; senantiasa memastikan adanya konsistensi
antara ucapan dan tindakan; berperilaku secara konsisten
di segala situasi

PT. Dharma Satya Nusantara


TINGKAT
KOMPETENSI DESKRIPSI
KEDALAMAN
1. Tidak menunjukkan usaha untuk memahami
pelanggan. Tidak membagi informasi dengan pelanggan
untuk membangun pemahaman mereka akan isu-isu dan
Customer Focus kemampuan yang dimiliki. Menunjukkan perilaku yang
(3) negatif terhadap pelanggan. Tidak mempedulikan
kebutuhan, pertimbangan dan permasalahan pelanggan.
Tidak mengetahui perkembangan dari isu-isu,
permasalahan, maupun kebutuhan pelanggan

3. Secara aktif mencari informasi untuk memahami


pelanggan. Adakalanya membagi informasi dengan
pelanggan untuk membangun pemahaman mereka akan
isu-isu dan kemampuan yang dimiliki. Secara umum
membina hubungan yang kooperatif dengan pelanggan.
Mempertimbangkan bagaimana suatu tindakan atau
rencana akan berdampak pada pelanggan; bertindak
cepat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan;
menghindari komitmen yang berlebihan. Selalu meminta
umpan balik dari pelanggan sesegera mungkin terhadap
suatu tindakan yang dilakukan
4.

PT. Dharma Satya Nusantara


TINGKAT
KOMPETENSI DESKRIPSI
KEDALAMAN
5. Secara proaktif selalu mencari informasi untuk
memahami pelanggan. Memberikan konsultasi /saran
pada pelanggan untuk membangun pemahaman mereka
akan isu-isu dan kemampuan yang dimiliki. Secara
konsisten membina hubungan yang kolaboratif dengan
pelanggan. Selalu mempertimbangkan bagaimana suatu
tindakan atau rencana akan berdampak pada pelanggan;
bertindak cepat bukan hanya untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan dan menyelesaikan masalahnya
saja, namun juga melebihi ekspektasinya; menghindari
komitmen yang berlebihan. Selalu menerapkan cara-cara
yang efektif untuk memastikan kepuasan pelanggan
serta mengantisipasi kebutuhan pelanggan
1. Tidak menunjukkan kesan profesional, seperti layaknya
orang-orang bisnis (profesional). Terlihat gugup atau
cemas. Berbicara dengan tidak percaya diri

Impact
(3) 2.
3. Secara umum menjaga kesan profesional, seperti
layaknya orang-orang bisnis (profesional). Menunjukkan
suatu penampilan yang tenang; tidak kelihatan gugup
atau terlalu cemas; berespon secara terbuka dan hangat
dengan sewajarnya. Berbicara dengan nada suara yang
meyakinkan
4.

PT. Dharma Satya Nusantara


TINGKAT
KOMPETENSI DESKRIPSI
KEDALAMAN
5. Sangat impresif dalam menjaga kesan profesional,
seperti layaknya orang-orang bisnis (profesional). Secara
konsisten menunjukkan suatu penampilan yang tenang;
tidak kelihatan gugup atau terlalu cemas; selalu berespon
secara terbuka dan hangat dengan sewajarnya. Berbicara
dengan nada suara yang meyakinkan dan penuh percaya
diri
Coaching 1. Tidak memberikan instruksi dan/ atau petunjuk yang
(4) jelas; tidak memastkan pemahaman akan perilaku,
pengetahuan dan tingkat kecakapan yang disyaratkan.
Tidak memberikan atau hanya memberikan sedikit
peluang untuk observasi yang dapat membantu orang
lain untuk mengembangkan kemampuannya; tidak
memastikan pemahaman. Kurang memberikan umpan
balik kinerja; tidak mendorong terciptanya suatu upaya
serta kemajuan. Membuat orang merasa tidak dihargai
dan tidak dilibatkan dalam tap interaksi/ diskusi.
2.
3. Umumnya mengklarifikasi situasi dengan cara
menjelaskan perilaku, pengetahuan dan tingkat
kecakapan yang disyaratkan. Memberikan instruksi,
model positif, serta peluang melakukan pengamatan
supaya dapat membantu orang lain mengembangkan
diri; mendorong orang bertanya untuk memastikan
pemahaman. Memberikan umpan balik kinerja yang
tepat secara rutin; mendorong terciptanya upaya serta
kemajuan. Secara umum mencipakan sutu hubungan
pribadi yang baik dengan membuat orang merasa berarti,
dihargai, dan dilibatkan dalam setiap interaksi/diskusi.
4.

PT. Dharma Satya Nusantara


TINGKAT
KOMPETENSI DESKRIPSI
KEDALAMAN
5. Senantiasa memastikan pemahaman dengan
mengkarifikasi perilaku, pengetahuan dan tingkat
kecakapan yang disyaratkan seblum memberikan
instruksi. Selalu menyediakan informasi,
mendemonstrasikan model positif, serta selalu
mengalokasikan kesempatan melakukan pengamatan
yang cukup agar dapat mengembangkan kemampuan
orang; selalu memastikan pemahaman. Memberikan
umpan balik yang tepat secara rutin agar kinerja pegawai
menjadi lebih baik, serta selalu mendorong adanya
upaya dan kemajuan. Secara konsisten menciptakan
hubungan pribadi yang baik dengan membua orang
merasa berarti, dihargai, dan dilibatkan dalam setiap
interaksi/diskusi.
Building Positive 1. Memberi prioritas yang lebih tinggi pada tujuan
Working pribadi daripada tujuan kelompok atau organisasi. Tidak
Relationship berusaha membangun hubungan kerja yang efektif
(4) dengan orang lain. Tidak menunjukkan empati,
merendahkan harga diri orang lain, tidak melibatkan
orang lain dalam diskusi. Tidak menggali ataupun
memberikan informasi untuk mengklarifikasi situasi.
Tidak mencari atau mengkontribusikan ide. Tidak
mendapatkan kesepakatan dari rekan-rekan kerja untuk
mendukung ide-ide. Tidak menjelaskan maksud dari
setiap tindakan.
2.

PT. Dharma Satya Nusantara


TINGKAT
KOMPETENSI DESKRIPSI
KEDALAMAN
3. Berusaha untuk membangun hubungan kerja yang
efektif dengan orang lain dan membantu orang lain
untuk merasa dihargai, dihormati, dan dilibatkan dalam
diskusi-diskusi. Menggali dan memberikan informasi
untuk memperjelas situasi. Mencari dan
mengembangkan ide-ide yang muncul, baik dari orang
lain maupun dari diri sendiri mengenai masalah-masalah
yang ada. Memberi prioritas yang lebih tinggi pada
tujuan kelompok atau organisasi daripada tujuan pribadi.
Mendapatkan persetujuan dari rekan kerja untuk
mendukung ide-ide; menggunakan logika yang tepat
untuk menjelaskan maksud dari setiap tindakan.
4.
5. Secara positif berusaha membangun hubungan
kerja yang efektif dengan orang lain. Selalu menggali
dan memberikan informasi untuk memperjelas situasi.
Secara proaktif mencari dan mengembangkan ide-ide
yang muncul, baik dari orang lain maupun diri sendiri
mengenai masalah-masalah yang ada. Secara konsisten
memberi prioritas yang lebih tinggi pada tujuan
kelompok atau organisasi daripada tujuan pribadi, selalu
mem-fasilitasi kesepakatan dari rekan kerja melalui
tindakan yang berorientasi pada kemitraan, mendukung
ide-ide mereka dan menggunakan logika yang tepat
untuk menjelaskan maksud dari setiap tindakan. Selalu
menciptakan hubungan interpersonal yang baik; secara
tulus membantu orang lain untuk merasa dihargai,
dihormati, dan dilibatkan dalam diskusi-diskusi.

PT. Dharma Satya Nusantara


TINGKAT
KOMPETENSI DESKRIPSI
KEDALAMAN
Communication 1. Tidak terstruktur dalam berkomunikasi, tidak terlalu jelas
(3) dalam menyampaikan tujuan, dan kepentingan; tidak
memberi penekanan pada poin-poin utama. Tidak
berusaha untuk mempertahankan perhatian pendengar
dalam proses komunikasi tidak membantu pendengar
untuk memahami pesan yang disampaikan dengan
mengajukan pertanyaan kepada pendengar. Mungkin
salah dalam menginterpretasikan pesan dari orang lain
serta bersepon kurang sesuai.
2.
3. Secara umum memperjelas tujuan dan kepentingan;
memberi penekanan pada poin-poin utama; mengikuti
alur yang logis. Mempertahankan perhatian pendengar
melalui penggunaan berbagai teknik ( analogi, ilustrasi,
humor, gaya yang menarik, bahasa tubuh dan suara).
Menggunakan istilah, contoh dan analogi yang
mempunyai arti bagi pendengar. Menanyakan masukan
dari pendengar, memastikan pemahaman juka
diperlukan. Menggunakan sintaksis, kecepatan, volume,
artikulasi dan pemilihan kata-kata sesuai dengan media
yang digunakan. Dapat memahami pesan dari orang lain
dan memberikan respon yang sesuai.
4.

PT. Dharma Satya Nusantara


TINGKAT
KOMPETENSI DESKRIPSI
KEDALAMAN
5. Secara konsisten mengikuti alur yang logis; selalu
memberi penekanan pada poin-poin utama. Selalu
mempertahankan perhatian pendengar melalui
penggunaan berbagai teknik ( analogi, ilustrasi, humor,
gaya yang menarik, bahasa tubuh dan suara). Secara
konsisten merangkai pesan sejalan dengan pengalaman,
latar belakang dan harapan pendengar. Secara konsisten
mencari masukan dari pendengar; memastikan
pemahaman selalu menyajikan pesan dengan berbagai
cara. Secara konsisten menggunakan sintaksis,
kecepatan, volume, artikulasi, dan pemilihan kata-kata
sesuai dengan media yang digunakan. Secara jelas
memahami pesan dari orang lain dan berespon yang
sesuai.
Analysis/ 1. Tidak mampu untuk mengenali isu, masalah atau
Jugement peluang dan tidak bertindak sesuai dengan yang
(3) dibutuhkan. Tidak mengidentifikasi kebutuhan dan tidak
mengumpulkan informasi atau meminta data yang
kurang spesifik. Tidak mampu untuk membuat pilihan-
pilihan yang relevan dalam menghadapi
masalah/peluang dan mencapai hasil yang diharapkan.
Tidak jelas dalam merumuskan kriteria pengambilan
keputusan atau tidak memiliki argumentasi yang
memadai dibalik penembangan alternatif yang diajukan.
2.

PT. Dharma Satya Nusantara


TINGKAT
KOMPETENSI DESKRIPSI
KEDALAMAN
3. Secara umum mengenali isu, masalah atau peluang dan
menentukan apakah diperlukan tindakan-tindakan
tertentu. Mengidentifikasi kebutuhan akan informasi dan
mengumpulkannya untuk lebih memahami isu, masalah
dan kesempatan. Telah mampu membuat pilihan-pilihan
yang relevan dalam menghadapi masalah/peluang dan
mencapai hasil yang diharapkan. Seringkali terlihat
dapat merumuskan kriteria keputusan secara jelas;
mampu menjelaskan alasan yang memadai dari kriteria
pengambilan keputusan serta pilihan-pilihan dengan
mepertimbangkan implikasi dan konsekuesinya.
4.
5. Selalu terlibat dalam mengenali isu, masalah atau
peluang dan menentukan apakah diperlukan tindakan-
tindakan tertentu. Mengidentifikasi kebutuhan akan
informasi dan mengumpulkannya untuk memahami isu,
masalah dan kesempatan. Dalam setiap kesempatan
selalu membuat pilian-pilihan yang relevan dalam
menghadapi masalah/peluang dan mencapai hasil yang
diharapkan. Selalu merumuskan kriteria keputusan
secara jelas; selalu memberikan alasan yang sangat baik
dari kriteria pengambilan keputusan serta pilihan-pilihan
dengan mempertimbangkan implikasi dan
konsekuensinya.

PT. Dharma Satya Nusantara


TINGKAT
KOMPETENSI DESKRIPSI
KEDALAMAN
Managing Work 1. Tidak mampu mengidentifikasi kegiatan dan penugasan
(3) yang lebih penting dan kurang penting. Tidak pernah
memastikan bahan dan peralatan berada di lokasi yang
sesuai sehingga pekerjaan sendiri dan orang lain tidak
dapat diselesaikan dengan efektif. Tidak mampu
mengalokasikan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan;
sehingga menimbulkan konflik antara jadwal sendiri dan
orang lain. Tidak pernah mengambil keuntungan dari
ketersediaan sumber daya. Tidak mampu menggunakan
waktu dan mencegah isu yang tidak relevan atau
gangguan yang menghambat penyelesaian pekerjaan.

2.

3. Dapat mengidentifikasi kegiatan dan penugasan yang


lebih penting dan yang kurang penting. Memastikan
bahan dan peralatan berada di lokasi yang sesuai sehinga
pekerjaan sendiri dan orang lain dapat diselesaikan
secara efektif. Secara efektif mengalokasikan waktu
untuk menyelesaikan pekerjaan. Mengambil keuntungan
dari ketersediaan sumber daya untuk menyelesaikan
pekerjaan secara efisien. Secara umum menggunakan
waktu dengan efektif dan mencegah isu yang tidak
relevan atau gangguan yang menghambat penyelesaian
pekerjaan.

4.

PT. Dharma Satya Nusantara


TINGKAT
KOMPETENSI DESKRIPSI
KEDALAMAN
5. Secara konsisten mengidentifikasi kegiatan dan
penugasan yang lebih penting dan yang kurang
penting; secara cepat menyesuaikan prioritas jika
diperlukan. Selalu memastikan bahan dan peralatan
berada di lokasi yang sesuai sehingga pekerjaan sendiri
dan orang lain dapat diselesaikan secara efektif. Secara
konsisten mengalokasikan mengkoordinasikan jadwal
sendiri dan orang lain untuk menghindari konflik.
Mengambil keuntungan dari ketersediaan sumber daya
secara tepat untuk menggunakan waktu secara efektif
dan mencegah isu yang tidak relevan atau gangguan
yang menghambat penyelesaiaan pekerjaan.

PT. Dharma Satya Nusantara