Bebeb A.K.N.

Djundjunan Direktur Perjanjian EKOSOSBUD Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri

Prodi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi
Solo, 2 April 2011

OUTLINE
1 THEORETICAL CONCEPTS ON INTERNATIONAL LAW AND INTERNATIONAL RELATIONS PERAN/FUNGSI PERJANJIAN INTERNASIONAL DALAM HUBUNGAN INTERNASIONAL PERJANJIAN INTERNASIONAL: WHAT IT IS

2

3

HUKUM INTERNASIONAL DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL
€

HUKUM INTERNASIONAL SEBAGAI BAGIAN DARI HUBUNGAN INTERNASIONAL
y PENGGUNAAN METODOLOGI /TEORI HUBUNGAN INTERNASIONAL DALAM

MEMAHAMI HUKUM INTERNASIONAL DAN PERJANJIAN INTERNASIONAL y HUKUM INTERNASONAL SEBAGAI PRODUK MASYARAKAT INTERNASIONAL (SOCIOLICAL APPROACH) y SETS OF STATES¶ BEHAVIOURS y PERJANJIAN INTERNASIONAL SEBAGAI INSTRUMEN HUBUNGAN INTERNASIONAL
€

HUKUM INTERNASIONAL SEBAGAI CABANG DARI ILMU HUKUM
y PENDEKATAN JURIDIS TERHADAP HUKUM INTERNASIONAL, MEMAHAMI

HUKUM INTERNASIONAL SEBAGAI NORMA. y MEMAHAMI PERJANJIAN INTERNASIONAL DARI ASPEK JURIDIS

DIMANA BISA KITA TEMUKAN HUKUM INTERNASIONAL ?
Sumber : € Konvensi internasional, umum maupun khusus; € Kebiasaan internasional, sebagai bukti bahwa praktik yang umum dilakukan diakui sebagai hukum; € Prinsip-prinsip hukum umum yang diakui oleh negara berdaulat.
Pasal 38 Statuta ICJ

HUKUM INTERNASIONAL ADA DI SEKITAR KITA ? Pada Koran/Media Cetak, Radio atau Televisi, dan akan ditemukan berbagai hal mengenai hukum internasional«

Aplikasi Hukum Internasional € Tanggal & Waktu: International Meridien Conference 1884. € Persamaan Satuan Ukuran Berat dan Waktu: Konferensi International Office of Weights menetapkan standar ukuran berat dan waktu. € Jasa Pos: International Postal Congress 1863 Konstitusi Universal Postal Union 1964. Misal: 1kg di Indonesia = 1 kg di negara lain. menetapkan standar biaya pos dan jaringan pos universal. . pengakuan int¶l prime meridian (zero longitude) dan Greenwich Mean Time (GMT).

memungkinkan dibukanya hubungan diplomatik dengan negara lain. € Perubahan Iklim: UN Framework Convention on Climate Change dan Protokol Kyoto 1997. mewajibkan negara-negara melakukan upaya-upaya untuk mengurangi emisi karbon yang dianggap sebagai penyebab utama pemanasan global. .Aplikasi Hukum Internasional € Hubungan dengan negara lain: Vienna Convention on Diplomatic Relations 1961 dan Vienna Convention on Consular Relations 1963. termasuk pengakuan terhadap duta (wakil) suatu negara di negara akreditasi. € Perdagangan Internasional: General Agreeement on Tariffs and Trade (GATT) 1994 dan World Trade Organization (WTO) menetapkan hak dan kewajiban negara dalam perdagangan internasional.

HUKUM INTERNASIONAL MENURUT PERSPEKTIF HUBUNGAN INTERNASIONAL € REALISME: y POWER. EXPECTATIONS. SET OF BEHAVIOURS LIBERALISM: y INDIVIDUAL RIGHTS. ANARCHY. SELF HELP. y MATERIAL RESOURCES y SHARE EXPECTATIONS MELAHIRKAN CERTAIN NORMS OF BEHAVIOUR . DOMESTIC SOCIETY. KNOWLEDGE. HUMAN SECURITY VS STATE SECURITY. DENIAL OF INTERNATIONAL LAW AS A PROPER LAW € € INTITUTIONALISM: y INTERNATIONAL REGIMES. EU. € CONSTRUCTIVISM: SOCIAL CONSTRUCT: y SHARED UNDERSTANDINGS.

agrobisnis € Globalisasi .PERKEMBANGAN HUBUNGAN DISIPLIN HUKUM DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL € € € € Tidak saling mengenal Mengakui adanya kontribusi satu sama lain Pengakuan adanya peran hukum internasional dalam hubungan internasional Collaborative approach? y Constructivism: y Mengkolaborasi kedua disiplin seperti bioteknologi .

q. hukum perjanjian internasional (interes dari para pakar hukum) € .KONSEPSI DASAR PERJANJIAN INTERNASIONAL € perjanjian internasional sebagai instrumen hubungan internasional (interes dari para pakar hubungan internasional) perjanjian internasional sebagai objek hukum internasional c.

PERJANJIAN INTERNASIONAL SEBAGAI SUMBER HUKUM INTERNASIONAL (PASAL 38 Statuta ICJ). Systemic Approach € Law Making Treaty € y y y y UN CHARTER UNCLOS 1982 VIENNA CONVENTION ON THE LAW OF TREATIES ETC .PERAN DAN FUNGSI PERJANJIAN INTERNASIONAL 1/5 1. Where law can be found: International Regime.

€ MEMUAT KOMITMENT UNTUK: y BERBUAT SESUATU: ³SHALL«´ y TIDAK BERBUAT SESUATU: ³SHALL NOT«´ y MEMBENTUK SESUATU. ³TO ESTABLISH «´ BERDASARKAN PRINSIP ³CONSENT´ € HANYA MENGIKAT PARA PIHAK € .PERAN DAN FUNGSI PERJANJIAN INTERNASIONAL 2/5 2. PERJANJIAN INTERNASIONAL SEBAGAI DOCUMENTS BINDING BETWEEN THE PARTIES (³CONTRACTS´).

UN CHARTER. AGREEMENT RI-MALAYSIA 1998 ON SIPADAN € SUMBER KONFLIK: y CREATE PROBLEM TO THIRD PARTY: TIMOR GAP TREATY. NATO/EU ENLARGEMENTS . PERJANJIAN INTERNASIONAL SEBAGAI OUTPUT SEKALIGUS SUMBER CONFLICTS ANTAR NEGARA € OUTPUT KONFLIK: y PERJANJIAN DAMAI: WEST PHALIAN. y PENYELESAIAN SENGKETA: NY AGREEMENT ON ET REFERENDUM 1999. KMB.PERAN DAN FUNGSI PERJANJIAN INTERNASIONAL 3/5 3.

PERAN DAN FUNGSI PERJANJIAN INTERNASIONAL 4/5 4. PERJANJIAN INTERNASIONAL SEBAGAI SIMBOL PERSAHABATAN DAN PR EXERCISES € PERJANJIAN DIBUAT BUKAN KARENA KEBUTUHAN PRAKTIS MELAINKAN SEMATAMATA UNTUK SIMBOL PERSAHABATAN DAN EXPOSURE: y KUNJUNGAN KEPALA NEGARA SELALU DITANDATAI DENGAN PENANDATANGANGAN PERJANJIAN y PERJANJIAN SEBAGA KEMASAN PUBLIK UNTUK PUBLIC EXPOSURE .

PERAN DAN FUNGSI PERJANJIAN INTERNASIONAL 5/5 5. PERJANJIAN INTERNASIONAL SEBAGAI PARAMETER KEDEKATAN HUBUNGAN € BANYAKNYA JUMLAH PERJANJIAN MERUPAKAN PARAMETER HUBUNGAN BAIK ANTAR NEGARA PERJANJIAN TERTENTU MEREFLEKSIKAN TINGKAT KEDEKATAN ANTAR NEGARA: y PERJANJIAN BEBAS VISA y ECONOMIC PARTNERSHIP y SECURITY GUARANTEE AGREEMENTS € .

PERJANJIAN INTERNASIONAL WHAT IS IT? € Dokumen yang ditandatangani oleh negara? Agreed minutes? Joint statement? € Dokumen yang ditandatangani oleh negara dengan pihak asing? Ri-ngo/foreign private sectors? Perjanjian antar negara di bidang perdata? NOT ALL DOCUMENTS CONCLUDED BY STATES ARE TREATIES!!! € .

namun telah diadopsi dalam UU No.24 Tahun 2000 ttg PI) € € Konvensi Wina tahun 1986 tentang Hukum Perjanjian Internasional antara Negara dan Organisasi Internasional serta antar Organisasi Internasional (statusnya apa?) Konvensi Wina tahun 1978 tentang suksesi negara terhadap status Perjanjian Internasional (Mengatur status perjanjian jika terjadi suksesi negara) .Dasar Hukum Internasional € Konvensi Wina tahun 1969 tentang Perjanjian Internasional (Indonesia bukan pihak.

Vienna Convention 1969 € Mengatur bagaimana membuat perjanjian internasional antar negara saja: y y y y y the Conclusion and Entry into force Observance. Notifications. Corrections And Registration € Kristalisasi Norma yang pada hakekatnya sudah berkembang dalam Hukum Kebiasaan Internasional Masih dalam kerangka ³only states can conclude treaties´. application and Interpretation Amendment And Modification Invalidity. Termination And Suspension Of The Operation Depositaries. dan legal capacity of International Organizations to conclude treaties is still questionable € .

Vienna Convention 1986 Mengatur pembuatan perjanjian antara negara dengan organisasi internasional dan dengan sesama organisasi internasional € Mengatur: idem dengan Vienna Convention 1969. dengan beberapa klausula yang khas untuk Organisasi internasional: € y the legal capacity to conclude treaties y Treaties concluded by international organizations and the relation to the member states y States and Organizations are distinguished in using terminology: Ratification vs Act of Formal Confirmation € The end of debate arising out during the negotiation of Vienna Convention 1969 .

whether embodied in a single instrument or in two or more related instruments and whatever its particular designation. € UU No. organisasi internasional. Pasal 4 (1) Pemerintah RI membuat perjanjian internasional dengan satu negara atau lebih. 2 (1) (a) Vienna Convention on the Law of Treaties 1969 between States [1986 between States and OI] "treaty" means an international agreement concluded between States [international organizations] in written form and governed by international law. 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional (UU PI) Pasal 1 (1) Perjanjian Internasional adalah perjanjian. atau subjek hukum internasional lain . yang diatur dalam hukum internasional yang dibuat secara tertulis serta menimbulkan hak dan kewajiban di bidang hukum publik. dalam bentuk dan nama tertentu.Apa yang dimaksud dgn Perjanjian Internasional? Internasional? € Art.

organisasi internasional. Tahta Suci) Tertulis Diatur dalam hukum internasional serta menimbulkan hak dan kewajiban di bidang hukum publik Dalam bentuk apa pun .APA KRITERIANYA? € € € € 1/2 € Persetujuan yang bersifat lintas negara Oleh subjek hukum internasional (negara.

sekalipun ditandatangani oleh dua negara. perjanjian pinjaman. € «. suatu dokumen belum tentu dikategorikan sebagai sebuah perjanjian internasional. Contoh: Kontrak jual beli tanah oleh Kedutaan Besar asing. tetapi perjanjian tersebut tunduk pada hukum nasional suatu negara.DIATUR OLEH HUKUM INTERNASIONAL Ada pula perjanjian internasional. Contoh: ³Joint Statement´ atau ³Agreed Minutes´ (tergantung pada materinya). karena para pihak tidak bermaksud menciptakan hak dan kewajiban hukum. (Report of the ILC Special Raporteur. 1962) . Perjanjian ini bukan Perjanjian Internasional.APA KRITERIANYA? € 2/2 ADANYA KEHENDAK PARA PIHAK UNTUK MENCIPTAKAN HAK DAN KEWAJIBAN HUKUM Sekalipun ditandatangani oleh dua negara.

NATURE OF TREATIES € Norms-Creating (traditional): Vienna Convention 1969/1986. Suppression of Unlawful Acts (SUA) Convention. Private International Law Conventions. tidak lagi sematamata mengatur Negara tetapi juga langsung mengatur elemenelemen di dalam negara itu. yang domain-nya berada pada hukum internasional € Standard/Harmonize-Setting: Trademark Law Treaties. yang domain enforcement-nya berada pada hukum nasional € Disguised Standard-Setting? Perjanjian yang intrusif ke sendi-sendi Negara. . seperti International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code. dan Konvensi Anti Teroris lainnya. UNCLOS 1982.

Environment. Demokratisasi dan Good Governance € .Global Trends on the Nature of Treaties Perjanjian International secara tradisional menciptakan hak dan kewajiban oleh dan terhadap negara lain € Dewasa ini Perjanjian juga telah mengatur hak dan kewajiban oleh dan terhadap ³dirinya sendiri´ yang dikonstruksikan sebagai ³kewajiban terhadap negara lain´ € Eroding of the Concept of Sovereignty di bidang HAM.

Agreement. Convention. Process Verbal. Modus Vivendi. Letter of Intent . Summary Records. Exchange of Notes. Charter. Arrangement. Protocol. € € € € € € € € Final Act. Memorandum of Understanding. Agreed Minutes. Declaration.Bentuk dan Judul Perjanjian Internasional € € € € € € € € Treaty.

Lisbon Treaty : Timor Gap Treaty. Lombok Treaty .Treaty Bentuk perjanjian internasional yang mengatur hal-hal yang sangat penting yang mengikat negara secara menyeluruh yang umumnya bersifat multilateral. kebiasaan Negara-Negara di masa lampau cenderung menggunakan istilah Treaty untuk perjanjian bilateral. Ex: Multilateral Bilateral : Patent Law Treaty. Namun demikian. untuk menunjukkan bobot penting.

seperti Komite Persiapan. € Biasanya bagian dari dokumentasi atas apa yang terjadi selama konferensi berlangsung. tetapi tanda tangan dapat mengikut sertakan pihak yang bersangkutan pada mekanisme selanjutnya. € Tidak ada kewajiban untuk menandatangani final act.Final Act Dokumen yang merangkum jalannya suatu konferensi diplomatik. Suatu dokumen yang dibuat ketika para pihak mengakhiri perjanjian. € . € Menandatangani final act tidak menimbulkan kewajiban atau ikatan tertentu.

tetapi sekarang sering dipakai untuk perjanjian multilateral dengan banyak pihak yang terlibat. € Keikutsertaan dalam convention biasanya terbuka untuk setiap komunitas internasional.Convention Pada masa lalu umumnya digunakan untuk perjanjian bilateral. € Ex: Convention on Biological Diversity .

tetapi dalam praktek digunakan juga dalam konteks multilateral. € Contoh: .Agreement € Jenis perjanjian dengan objek perjanjian diluar apa yang biasanya diperjanjikan dalam Treaty atau Convention.Multilateral: Agreements in the Framework of Universal Postal Union - Bilateral: Agreement between The Government of The Republic of Indonesia and The Government of the United States of America on Scientific and Technological Cooperation. 29 Maret 2010 . Umumnya digunakan dalam perjanjian bilateral.

€ Keuntungan protocol adalah karena berhubungan dengan perjanjian induknya maka dapat terfokus pada aspek tertentu secara lebih rinci. € Keikutsertaan biasanya terbuka bagi mereka yang menjadi pihak dalam perjanjian induk. tambahan atau penjelasan dari suatu perjanjian multilateral. Tetapi sekarang banyak protocol yang dibuat. Umumnya bersifat koreksi. tidak seperti treaty atau convention.Protokol Dalam prakteknya. mempunyai karakteristik yang sama dengan treaty. tetapi tidak mengikuti prinsip ini. Biasanya digunakan untuk dalam perjanjian yang tidak terlalu formal. € .

MOU memiliki daya mengikat seperti Perjanjian internasional lain (Treaty. etc). Agreement.  Praktek di beberapa negara lain termasuk Indonesia. diakhiri dan lazimnya dipakai juga untuk menghindari ratifikasi (pengesahan). Ex:  1. .  Negara-negara Common Law system berpandangan bahwa MOU ³non legally binding´. MOU RI-India on Marine and Fisheries Cooperation 2005. 2.etc. MOU RI-Chile on Marine and Fisheries Cooperation 2003.MOU MOU digunakan dengan alasan politis yaitu ingin sedapat mungkin menghindari penggunaan ³Agreement´ yang dinilai lebih formal dan mengikat. lebih mudah untuk dirubah.  MOU ³less formal´.

Contoh: € € € € Arrangement Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of Australia on a Collaborative Program of Marine and Fisheries Research for Development. Project Arrangement Between The Ministry of Culture and Tourism of The Republic of Indonesia and The State Secretariat for Economic Affairs of The Swiss Confederation on Tourism Development for Flores Island. Implementing Arrangement Between the Ministry of Settlements and Regional Infrastructures of the Republic of Indonesia and the Ministry of Construction and Transportation of the Republic of Korea on Road Cooperative Conference .spesifik dibawah suatu ³perjanjian payung´.Arrangement Sebagai pengaturan teknis .

masingmasing pihak menerima nota yang ditandatangani oleh wakil dari pihak lain.Exchange of Notes Melambangkan komitmen dalam perjanjian bilateral. € Perjanjian bergantung pada exchange of notes. € Dalam perjanjian bilateral. € Karakteristik dasar: Tanda tangan kedua pihak tdk terdapat dalam satu nota yang sama. 1986 21 February . para pihak melakukan exchange of notes sebagai indikasi bahwa mereka telah melaksanakan segala prosedur domestik yang diperlukan untuk mengimplementasikan perjanjian € € Contoh: Exchange of Notes Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the People`s Republic of Bulgaria on the Establishment of a Joint Commission on Economic Cooperation. tapi dlm 2 nota berbeda.

atau suatu cara untuk mencapai persetujuan sementara sebagai bagian dari putaran negosiasi. 8 Agustus 2008 Records of Discussion Negotiation on Extradition Treaty and Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters between the Government of the Republic of India and the Government of the Republic of Indonesia. .Agreed Minutes /Summary Records/ Records of Discussion Merupakan persetujuan antara perwakilan institusi Negara mengenai hasil akhir atau hasil sementara dari suatu technical meeting atau kunjungan kenegaraan . 25 Januari 2011. Contoh: - - Agreed Minutes of the Fourth Joint Commission Meeting on Economic and Trade Cooperation between the Republic of Indonesia and the Argentine Republic.

yang berisikan komitmen yang tidak mengikat. o . o Indonesia selalu menggunakan bentuk ini dalam perencanaan kerjasama ³Sister City / Sister Provinces´. Sebelum para pihak mengikatkan diri pada MoU Pembentukan Sister City / Sister Provinces.Letter of Intent Selalu digunakan dalam perjanjian yang tidak mengikat. mereka selalu menuangkan komitmennya dalam bentuk Letter of Intent.

37 Tahun 1999 ttg Hubungan Luar Negeri UU No. 24 Tahun 2000 ttg Perjanjian Internasional Peraturan Perundangan Teknis Terkait dengan isu tertentu € € € .Landasan Hukum Nasional € UUD 1945 UU No.

24/2000 ttg Perjanjian Internasional € € Pada umumnya ³copy paste´ dari Konvensi Wina 1969 dan 1986 Mengatur elemen internal Indonesia: y Peran Koordinasi dan Konsultasi serta fungsi depository KEMENLU y Surat Kuasa dan Pedoman Delri y Pengesahan Perjanjian Internasional dengan Perpres dan UU € € Kristalisasi dari Praktek Hukum Indonesia dalam membuat perjanjian internasional Penjabaran dari Pasal 11 UUD 1945 .UU No.

lebih tinggi dari MOU dan lebih tinggi dari Arrangements . Perjanjian antara pertamina and pt caltex. pt stanvac dan pt shell juga dianggap perjanjian internasional dan bahkan diratifikasi dengan uu No. yaitu treaty lebih tinggi dari perjanjian. 1981 mou between ri-malaysia-singapore and the malacca straits council (ng association) establishing revolving fund .PRAKTEK INDONESIA TENTANG PERJANJIAN INTERNASIONAL SEBELUM UU 24/2000      Semua dokumen dianggap PI sepanjang dibuat oleh pemerintah tidak ada ³clear cut legal distinction´ antara perjanjian dan yang bukan perjanjian per-definisi Dokumen yang dibuat antara pemerintah dan ngo juga dianggap perjanjian internasional (eg. 1/1963 terdapat hirarki perjanjian berdasarkan nomenklatur.

Tahapan Pembuatan Perjanjian Internasional € Penjajagan € Perundingan € Perumusan Naskah € Penerimaan dan Pemarafan .

TREATIES AGREEMENTS MOUs DOCUMENTs HAVING INTERNATIONAL CHARACTERS BUT OTHER THAN TREATIES LOAN AGREEMENTS CONTRACTS .THE WAY FORWARD THE BASKETS OF DOCUMENTS IN THE TREATY ROOM KEMENLU DOCUMENTs WITHOUT LEGAL WEIGHTS AGREED MINUTES. RECORD OF DISCUSSION JOINT STATEENT JOINT COMMUNIQUE TREATIES AS REFERRED TO VIENNA CONVENTION AND UU PI CONVENTION.

legal and practical expertise € Theoretical knowledge on treaties is inevitable. It follows the dynamic of international law € Handling treaties requires technical.Food for thought: € Issue on treaties become more complicated. .

Lantai 11 Jln.TERIMA KASIH DIREKTORAT PERJANJIAN EKONOMI. SOSIAL dan BUDAYA KEMENTERIAN LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA Gedung Utama.id .go. 6 T: 021-385 8015 F: 021-352 3302 Email: bdjundjunan@kemlu. Taman Pejambon No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful