KIMIA DASAR

NUR UMRIANI P.U, S.Si, M.Si

ELEKTROKIMIA Elektrokimia merupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan antara reaksi kimia dengan energi listrik. Pada katoda terjadi reaksi reduksi Pada sel volta/galvani : anoda adalah elektroda negatif. Pada anoda terjadi reaksi oksidasi 2. 1. Suatu sel elektrokimia terdiri atas dua elektroda dan suatu elektrolit. katoda elektroda negatif Elektron ditransfer dari ½ sel ke ½ sel lainnya melalui kawat penghantar Untuk menyempurnakan reaksi digunakan jembatan garam . katoda elektroda positif Pada sel elektrolisis : anoda adalah elektroda positif.

Jika harga DGL. o o Esel ! Ekatoda o o Esel ! Ereduksi   o Eanoda o Eoksidasii 3. Suatu notasi sederhana sebagai lambang sel elektrokimia Zn|Zn2+(1 M) || Cu2+(1 M)|Cu I : batas antar fasa (interface) II : jembatan garam Anoda Katoda 2. Zn(p) + Cu2+(aq) Zn2+ + Cu(p) Anoda/oksidasi Katoda/reduksi . Reaksi yang terjadi pada katoda ditulis sebagai reaksi oksidasi dan reaksi yang terjadi pada anoda ditulis sebagai reaksi reduksi. Harga potensial sel (DGL) menyatakan harga batas (untuk arus nol) yang merupakan selisih antara potensial listrik anoda dan katoda. reaksi spontan kekanan.Sel Volta / Sel Galvani Sel galvani atau sel volta adalah alat yang dapat mengubah reaksi kimia menjadi energi listrik. Cara untuk menuliskan notasi selnya adalah : 1. Esel positif.

Eo(298 K)= -0. adalah perbedaan potensial sel . Potensial elektroda sistem Eo=-0. jadi untuk elektroda Zn2+Zn.763 volt pada keadaan standar. dengan reaksi : ½ H2 (g) + ½ Zn2+(aq) H+ (aq) + ½ Zn(p) I. .4. untuk reaksi sel berikut : Fe3+(aq) + maka : 5.(aq) Fe2+(aq) + ½ I2 (p) Potensial setengah sel Cl-(aq) p AgCl. Kedua contoh terakhir. Jika menggunakan elektroda inert. misalnya elektroda Pt dan C. Potensial setengah sel Zn2+(aq) p Zn. elektroda sebelah kiri adalah elektroda hidrogen standar. adalah perbedaan potensial sel . dengan reaksi : H+ (aq) + Cl.+ Ag(p) ½ H2 (g) + AgCl(p) 6.763 volt.

Pt. penghubung logam inert dengan sistem H2± H+ b. Memperbesar luas permukaan sehingga kesetimbangan antara H2 (g) dan H+ lebih cepat terjadi. .0 volt Anoda Katoda Zn Gas H2 secara kontinyu dialirkan ke dalam larutan 1 M HCl Reaksi sel : Cu2+ + 2e.Elektroda Hidrogen Standar .337 volt Pt 1 M Zn2+ Fungsi Platina dalam sel elektrokimia : a. elektroda dilapisi dengan serbuk platina halus.763 V E = 0.Pada keadaan standar . H2(1atm)|H+(1M) || -0. tempat gas H2 yang teradsorpsi pada permukaannya c.p Cu(s) Eo = +0.

Pt. H2 ` HCl (1 M) `` ZnSO4 (1 M) ` Zn  0.Pt.34 V Cu o b) E sel ! E o  E o Zn H 2 a.Potensial Elektroda Standar Potensial elektroda standar suatu sel terdiri dari elektroda yang dicelupkan ke dalam larutan yang mengandung ionnya dengan keaktifan satu dan elektroda hidrogen standar.76 V .76 ! E o  0 Zn Eo Zn !  0.34 ! E o  0 Cu E o ! 0. H2 ` HCl (1 M) `` CuSO4 (1 M) ` Cu b. Sistem elektroda harus reversibel secara termodinamika Mn+ + n e M Jawab : o a ) E sel ! E o  E o Cu H 2 E M n M ! E o n M  M atau E M n M ! E M n M Misalkan : o RT 1 ln nF a M n RT 1  ln nF [M n  ] 0.

303 T ! o Ni 2 Ni  o o 2 o !  0.DGL Sel dan Persamaan Nernst .250  0.314 Jmol1 1x298 ! 96.0591 V CoCo2+(1 M) Ni2+(1M) Ni Reaksi sel : Co + Ni2+ €p Co2+ + Ni o sel sel o sel Pada 298 2.250 V .500 oulomb mol1 ! 0.0591 [C]c [D]d log  n [A]a [B]b .0.303 x 8.Eelektroda kiri Contoh : Co2+ + 2 e €p Co Ni2+ + 2 e €p Ni . aA + bB €p cC + dD sel ! ! o sel [C]c [D]d ln  n [A]a [B]b T 2.303 T [C]c [D]d log  [A]a [B]b n 2.Potensial Sel Esel = Eelektroda kanan.277 !  0.Persamaan Nernst Misal untuk reaksi redoks .0.03 sel ! o sel 0.027 !  0.277 V .

Dengan persamaan Nernst .03  4 [Ni 2  ]2 0.03  log [Ni 2  ] 2 sel 0.Sel Konsentrasi Sel ini terdiri atas dua elektroda yang bahannya sama dan dicelupkan ke dalam dua larutan yang konsentrasinya (keaktifannya) berbeda.03  2 [Ni 2  ] sel .0591 [Co 2  ] log  n [Ni2  ] ! o sel 0.059 !  log a2 2 . a2 sel a1 0.0591 [Co 2  ]2 log ! 0.0591 ! 0.0591 [Co 2  ]2 log  n [Ni 2  ]2 sel [Co 2  ] 0. Co + Ni2+ €p Co2+ + Ni Untuk sel dengan reaksi : 2 Co + 2 Ni2+ €p 2 Co2+ + 2 Ni sel sel ! o sel 0.0591 [Co 2  ] log ! 0. Anoda : M €p Mn+(a1) + n e Katoda : Mn+(a2) + n e €p M Mn+(a2) €p Mn+(a1) sel ! o sel  T n ln ln a1 a2 Pada suhu 25 o C sel !  T n a1 .

059 log [H+] Esel = 0.059 pH . 0.0591 [H  ] pH E sel ! E  log  2 [H ]std pH o sel Jika pH pada kedua elektroda diukur pada 1 atm dan menurut perjanjian [H+]std= 1 Esel = 0. 96500 C .059 pH Jika elektroda hidrogen digabungkan dengan elektroda lain dan elektroda tersebut dalam keadaan standar maka potensial sel : sel ! o sel  0..pH dan Elektroda Hidrogen Eo dari elektroda hidrogen bergantung pada konsentrasi larutan yaitu pada pH.DGL dengan energi bebas ( G) Go !  n F Eo F : bilangan faraday.

sel ini disebut "sel penyimpan". Batere alkali Sel alkali hampir sama dengan sel Leclance. hasil reaksi tidak dapat diubah kembali menjadi pereaksi 2.Sel Volta Ada dua macam sel yang bekerja berdasarkan prinsip Galvani dan prinsip Volta. SeI kering seng-karbon Sel kering seng-karbon (sel Leclance) terdiri dan batang grafit (karbon) yang tercelup dalam campuran NH4CI. dan karbon yang basah. 2. 1. Zn yang dipakai sedikit berpori supaya permukaannya luas. sel dimana setelah salah satu komponen habis terpakai. yaitu seng sebagai anoda dan MnO2 sebagai katoda dalam larutan KOH. MnO2. Reaksi sel adalah reaksi reversibel Sel primer 1. . Sel primer. Sel sekunder.

yang tercelup secara terpisah dalam larutan H2SO4 encer (kira-kira 30% berat). Sebagai katodanya Ag2O di bagian bawah. Sel penyimpan timbal (aki) Sel penyimpan timbal umumnya dipakai sebagai batere mobil yang disebut aki. Batere perak oksida Batere perak oksida berukuran kecil. tahan lama dan mahal. Bagian dalam sel terdiri dan beberapa sel Galvani yang dihubungkan satu sama lain secara seri. sehingga biasa dipakai dalam alat elektronik kecil. dan seng di bagian atas sebagai anoda. Sel sekunder 1. Anoda terbuat dari logam timbal (Pb) dan katoda dari timbal oksida (PbO2).3. yang dibatasi oleh isolator. .

tepi melaIui larutan basa panas. contohnya reaksi antara O2 dan H2 menjadi air. sedangkan gas O2 dialirkan ke dalam karbon berpori lain sebagai katoda. SeI bahan bakar Sel bahan bakar adalah sel yang mengubah reaksi pembakaran menjadi energi listrik. . Reaksi ini tidak langsung.2. Gas H2 dialirkan ke dalam karbon yang berpori (sebagai anoda) dan ditambah platina sebagai katalis.

Konsentrasi (keaktifan) elektrolit yang berbeda 1) larutan NaCl pekat reaksi anoda (+) 2 Cl. Pada anoda (+) terjadi reaksi oksidasi 2.Sel Elektrolisis Alat elektrolisis terdiri dari sel elektrolitik yang berisi elektrolit (larutan atau leburan) dan dua elektroda. anoda dan katoda. 1.) Larutan NaCl yang sangat encer reaksi anoda (+) 2 H2O €p O2 (g) + 4 H+ + 4 e reaksi katoda (-) 2 H2O + 2 e €p H+(g) + 2 OHReaksi sel 6 H2O €p 2 H2 (g) + O2 (g) + 4H+ + 4 OH- . Pada katoda (-) terjadi reaksi reduksi Faktor yang menentukan elektrolisis kimia antara lain : a.+ 2 H2O €p Cl2 (g) + H2 (g) + 2 OH- 2.€p Cl2 (g) + 2 e reaksi katoda (-) 2 H2O + 2 e €p H2 (g) + 2 OHReaksi sel 2 Cl.

Komposisi kimia elektroda yang berbeda 1) Elektroda inert (tak aktif) elektrolisis larutan Na2SO4 Reaksi anoda (+) 2 H2O €p O2 (g) + 4 H+ + 4 e Reaksi katoda (-) 2 H2O + 2 e €p H+(g) + 2 OHReaksi sel 6 H2O €p 2 H+(g) + O2 (g) + 4 H+ + 4 OH- 2) Elektroda tidak inert (bukan Pt atau C) elektolisis larutan CuSO4 dengan Cu sebagai anoda Reaksi anoda (+) H2O €p O2 (g) + 2 H+ + 2 e Reaksi katoda (-) Cu2+ + 2 e €p Cu Reaksi sel H2O + Cu2+ €p O2 (g) + 2 H+ + Cu .b.

Elektrolisis dan Aspek Kuantitatif Michael Faraday menemukan aspek kuantitatif dari elektrolisis.602 x 10-19 C) = 94. t = waktu (det) = massa atom relatif = mol elektron = Faraday 96500 coulomb . Perubahan massa zat yang terjadi dapat diungkapkan dengan rumus : A1 M!Q n F M Q A n F = massa (g) = jumlah listrik (C) (Q = I x t. Faraday menemukan bahwa muatan dari satu mol elektron adalah : (6.023 x 1023 mol-1) (1. I = kuat arus (Amp).490 C mol-1. Besaran ini disebut tetapan Faraday dengan lambang F dan biasanya besaran ini dibulatkan menjadi 96500 C mol-1.

Berbagai proses elektroda memerlukan potensial elektroda yang lebih besar dari perhitungan (overvoltage). Pembentukan karat Fe(OH)2 (s) + ½ O2 (g) + (x-1) H2O(l) ½ Fe2O3 x H2O . Pengedapan Fe2+(aq) + 2 OH-(aq) €p Fe(OH)2 (s) besi (II) hidroksida 4. Reduksi oksigen ½ O2 (g) + H2O(l) + 2 e €p 2 OH-(aq) 3. fisiensi Arus ! teoritis eksperimen x 100% Korosi Peristiwa korosi logam dapat dijelaskan dengan elektokimia. 90% arus digunakan untuk mengendapkan logam dan 10% arus untuk menghasilkan hidrogen. Oksidasi besi Fe (S) €p Fe2+(aq) + 2e 2. Mekanisme korosi dapat ditulis sebagai berikut : 1.Efisiensi Arus Pada elektrolisis untuk mengendapkan logam dari larutan asam.

batang seng atau magnesium ditanam dekat pipa besi kemudian dihubungkan dengan pipa tersebut yang akan dilindungi dari korosi. Galvaniser dengan cara melapisi besi dengan seng (seng atap) .O2 dari air O2 eKatoda karat Besi Fe O2 dari air O2 eKatoda karat Anoda Mg Anoda Fe Magnesium Mg2+ Besi Fe (tetap terlindungi) Salah satu cara mencegah korosi besi ialah proteksi katodik misalnya. Mengontrol atmosfir dengan cara mengurangi konsentrasi O2 dan H2 pada permukaan besi 2. Beberapa cara untuk mengurangi laju korosi besi ialah 1. Melapisi dengan cara menutupi permukaan besi minyak lemak 4. Mencat untuk menutupi permukaan besi 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful