Anda di halaman 1dari 4

Indeks Pembangunan Manusia

Peringkat Indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia pada 2010 mengalami


kenaikan dibandingkan dengan tahun lalu. Berdasarkan penilaian The United Nations
Development Programme (UNDP) Indonesia menduduki peringkat 108 naik 3 peringkat dari
sebelumnya 111 pada 2009. Meski mengalami kenaikan sayangnya Indonesia masih jauh
berada dibawah Malasyia yang menduduki peringkat 57.
Angka IPM Indonesia dari tahun ke tahun
1. tahun 1980 = 0,522
2. tahun 1985 = 0,562
3. tahun 1990 = 0,624
4. tahun 1995 = 0,658
5. tahun 2000 = 0,673
6. tahun 2003 = 0,709
7. tahun 2004 = 0,714
8. tahun 2005 = 0,723
9. tahun 2006 = 0,729
10. tahun 2007 = 0,734
catatan : pada 18 December 2008 diluncurkan sistem penghitungan baru tehadap IPM
dengan memasukan GDP PPP yang baru. Hal ini berakibat pada berubahnya angka
IPM setiap negara dan rangkingnya terhadap dunia. Menurut daftar yang baru, IPM
indonesia pada 2007 adalah = 0,734
Sebagai indikator pembangunan manusia, UNDP telah mengembangkan Human
Development Index (HDI) yang mencakup 3 komponen dasar yang secara operasional dapat
menghasilkan suatu ukuran untuk merefleksikan upaya pembangunan manusia di suatu
wilayah, yaitu:
1. peluang hidup (longevity) yang diukur berdasarkan rata-rata usia harapan hidup,
2. akses terhadap pengetahuan (knowledge) yang diukur berdasarkan prosentase
kemampuan baca tulis orang dewasa dan tingkat partisipasi bersekolah yang diperoleh
dari rasio gabungan pendaftaran bersekolah dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah
lanjutan atas.
3. standard hidup yang layak (decent living) yang diukur berdasarkan pendapatan per
kapita dalam paritas daya beli dalam dollar AS.
Ketiga dimensi ini mempunyai nilai standar antara 0 dan 1, dimana angka rata-rata
sederhana diambil untuk mendapatkan nilai HDI pada kisaran 0 dan 1. Kualitas
pembangunan manusia kemudian dikelompokkan dalam 4 kategori, yaitu: (i) kategori sangat
tinggi (HDI > 0.900), (ii) kategori tinggi (HDI antara 0.800 – 0.900), (iii) kategori menengah
(HDI antara 0.500 – 0.800), dan (iv) kategori rendah (HDI < 0.500).
Dengan menggunakan data dikumpulkan tahun 2007 sebelum terjadinya krisis
keuangan global, UNDP mengumumkan peringkat pembangunan manusia di 182 negara,
dimana Norwegia tetap menempati peringkat ke-1 (dengan indeks 0.971) dan Republik Niger
menempati peringkat ke-182 (dengan indeks 0.340). Adapun 10 Negara yang memiliki
indeks pembangunan manusia paling baik setelah Norwegia, berturut-turut Australia (0.970),
Eslandia (0.969), Kanada (0.966), Irlandia (0.965), Belanda (0.964), Swedia (0.963), Perancis
(0.961), Swiss (0.960) dan Jepang (0.960). Sedangkan negara super-power seperti AS berada
di urutan 13 (0.956), Inggris di urutan 21 (0.947), dan Jerman di urutan 22 (0.947).
Apabila diperhatikan dengan seksama terhadap indeks pembangunan manusia di
Indonesia, indeks HDI mengalami kenaikan dari 0.729 menjadi 0.734, namun tetap berada
pada peringkat ke 111 dan berada dalam kategori Menengah seperti tahun sebelumnya.
Kenaikan indeks tersebut disebabkan oleh kenaikan indikator PDB per kapita (dari US$
3,532 menjadi US$ 3,712) dan usia harapan hidup (dari 70,1 menjadi 70,5 tahun), sedangkan
tingkat kemampuan baca-tulis orang dewasa dan rasio pendaftaran bersekolah tetap sama
(yaitu 90% dan 68,2%). Perkembangan indeks pembangunan manusia di Indonesia dapat
dilihat dalam tabel di bawah ini:

Dari tabel di atas tampak bahwa pendapatan per kapita di Indonesia setiap tahunnya
telah semakin meningkat. Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap positif di saat
sejumlah besar negara mengalami kontraksi akibat krisis ekonomi global tahun 2008 (sebesar
4%, yang merupakan angka pertumbuhan tertinggi ketiga setelah China dan India) berpotensi
meningkatkan peringkat HDI dalam laporan tahun mendatang. Untuk meningkatkan indikator
pendidikan, Pemerintah telah meningkatkan alokasi anggaran pendidikan hingga mencapai
20% dari APBN sesuai amanat konstitusi. Begitu pula sejumlah Pemimpin Daerah (baik
Gubernur, Walikota dan Bupati) telah memprioritaskan dan melaksanakan program
pendidikan dan kesehatan yang murah (bahkan gratis). Dalam bidang kesehatan, Pemerintah
telah berusaha meningkatkan pelayanan kesehatan dengan mengembangkan program jaminan
kesehatan masyarakat (jamkesmas). Selain program kesehatan yang bersifat kuratif,
pengembangan program yang bersifat preventif perlu diberdayakan, agar masyarakat semakin
memahami pola hidup sehat yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas kesehatan
masyarakat. Keberpihakan dan keperdulian dalam bidang pendidikan dan kesehatan ini perlu
semakin diperluas secara merata ke seluruh wilayah Indonesia, agar pencapaian peningkatan
indeks pembangunan manusia di Indonesia dapat lebih baik dibandingkan pencapaian negara-
negara lainnya.