Anda di halaman 1dari 5

CONTOH SOAL UTS TAHUN LALU

I. Permasalahan rendahnya ketersediaan pakan berkualitas secara berkesinambungan


terutama pakan hijauan untuk ruminansia sudah lama diketahui, namun hingga saat ini solusi
yang tepat belum ditemukan. Sebagai salah seorang calon sarjana peternakan dengan mayor
Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, anda dapat berkontribusi terhadap pemecahan masalah
tersebut melalui riset yang akan dilakukan. Susunlah sebuah rencana riset yang relevan untuk
mengatasi permasalahan diatas yang terdiri dari komponen sbb:

a. Judul penelitian (tidak lebih dr 20 kata)

b. Latar belakang (tidak lebih dr ½ halaman)

c. Tujuan (tidak lebih dari 1 paragraf)

d. Output yang diharapkan (tidak lebih dari 1 paragraf)

e. Metodologi penelitian

i. Materi penelitian (dalam bentuk list)

ii. Metode penelitian (metode apa atau menurut siapa)

iii. Desain penelitian (rancangan yang digunakan dan model matematisnya)

iv. Peubah yang akan diamati (dalam bentuk list)

Jawablah pertanyaan berikut terkait dengan proposal penelitian anda.

1. Penelitian yang anda usulkan tergolong penelitian dasar atau terapan?

2. Hipotesa apa yang mau anda uji?

3. Berapa banyak ulangan yang anda gunakan dan apa fungsi dari ulangan tersebut?

4. Bagaimana anda mengacak perlakuan dalam satuan/unit percobaan?

5. Berapa skala percobaan yang anda gunakan?

6. Berapa lama penelitian tersebut anda perkirakan selesai?


II. Sebuah penelitian untuk mengetahui taraf urea yang paling efektif pada amoniasi pod
coklat telah dilakukan secara in vitro menggunakan metode gas test (Menke et al., 1979).
Taraf penambahan urea yang diuji berturut-turut adalah 0, 10, dan 20 g per kg berat segar
pod coklat dan diberi kode berturut-turut U0, U10, dan U20. Pengukuran kecernaan in vitro
diulang sebanyak 3 kali dengan waktu pengambilan cairan rumen yang berbeda sebagai
ulangan. Nilai kecernaan bahan organik yang diperoleh dari penelitian tersebut diperlihatkan
pada tabel 1.

Tabel 1. Nilai kecernaan bahan organik (%) pod coklat yang diberi tambahan urea pada proses
amoniasi

Ulangan
Perlakuan
1 2 3
U0 31,77 32,61 33,45
U10 38,06 38,51 38,73
U20 41,21 41,44 43,75

1. Rancangan percobaan apa yang paling sesuai untuk penelitian di atas?


2. Lakukan ANOVA untuk melihat dampak dari perlakuan!
3. Apa kesimpulan yang dapat anda tarik dari ANOVA?
4. Lakukan uji lanjut dengan kontras orthogonal. Bagaimana respon dari taraf perlakuan
terhadap kecernaan?
Jawaban
Jawaban soal romawi I dicoba sendiri

1. RAK
2. Masukkan dalam rancangan
Ulangan
Perlakuan Σxi. Σxi.2 (Σxi.)2/r
1 2 3
U0 31,77 32,61 33,45 97,83 3191,65 3190,24
U10 38,06 38,51 38,73 115,30 4431,60 4431,36
U20 41,21 41,44 43,75 126,40 5329,60 5325,65
Σx.j 111,04 112,56 115,93 339,53 12.952,84 12.947,25
(Σx.j)2 12.329,88 12.669,75 13.439,76 38439,40

(Σxi.)2
FK = JKT = Σxi.2 - FK
n = 12952,84 – 12.808,96
(339,53)2 = 143,89
=
9
= 12.808,96
(Σx.j)2
JKK = - FK
t
(Σxi.)2 38439,40
JKP = - FK = - 12.808,96
r 3
= 12.947,25 – 12.808,96 = 4,18
= 138,30 JKE = JKT – JKP - JKK
= 143,89 – 138,30 – 4,18
= 1,42
Anova
SK db JK KT Fhit F0,05 F0,01
Perlakuan 2 138,30 69,15 195,35 6,94 18 **
Kelompok 2 4,18 2,09 5,90 6,94 18
Error 4 1,42 0,35
Total 8 143,89
3. Kesimpulan : Dari ANOVA di atas dapat diketahui bahwa Fhit (perlkuan) > Ftabel yaitu Fhit >
F0,01 (194,780 > 18) sehingga dapat diketahui bahwa taraf 0, 10, dan 20 memberikan taraf
yang efektif pada amoniasi pod coklat. Namun, untuk Fhit (kelmpok) < Ftabel yaitu Fhit < F0,05
(5,90 < 6,94) sehingga jumlah kelompok dalam penelitian ini tidak mempengaruhi
amoniasi pada pod coklat. Karena Fhit (perlkuan) > Ftabel maka dilakukan uji lanjut kontras
orthogonal.
4. Uji Lanjut Kontras Ortogonal
U0 U1 U2 JK
Kontras 97,83 115,30 126,40 c Q
c2/Q/r
U10,U20 vs U0 -2 1 1 46,04 6 117,76
U20 vs U10 0 -1 1 11,10 2 20,54

Anova Uji Lanjut Kontras Ortogonal


SK db JK KT Fhit F0,05 F0,01
Perlakuan 2 138,30 69,15 195,35 6,94 18 **
U10,U20 vs U0 1 117,76 117,76 336,46 7,71 21,20 **
U20 vs U10 1 20,54 20,54 58,69 7,71 21,20 **
Kelompok 2 4,18 2,09 5,90 6,94 18
Error 4 1,42 0,35
Total 8 143,89

U0 U10 U20
Superscript
c b a

Kesimpulan : Berdasarkan ANOVA di atas dapat diketahui bahwa Fhit (perlkuan) > Ftabel
yaitu Fhit > F0,01 (194,78 > 18) sehingga dapat diketahui bahwa taraf 0, 10, dan 20
memberikan taraf yang efektif pada amoniasi pod coklat. Sedangkan untuk Fhit (U10,U20 vs U0)
> Ftabel yaitu Fhit > F0,01 (336,46 > 21,20) sehingga dapat diketahui bahwa perlakuan U10
dan U20 berbeda sangat nyata (P>0,01) dengan perlakuan U0. Sedangkan untuk F hit (U20 vs
U10) > Ftabel yaitu Fhit > F0,01 (58,69 > 21,20) sehingga dapat diketahui bahwa perlakuan U20
berbeda sangat nyata (P>0,01) dengan perlakuan U10. Dari superscript yang didapatkan
di atas dapat diketahui bahwa perlakuan penambahan urea pada taraf 20 g/kg berat segar
pod coklat sangat mempengaruhi kecernaan dibandingkan dengan penambahan urea pada
taraf 0 dan 10 g/kg berat segar pod coklat.