Anda di halaman 1dari 28

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena atas berkat, rahmat dan hidayah-Nyalah makalah
yang berjudul “Gipsum” dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Berkaitan dengan
Bab I

PENDAHULULUAN

Mineral sangatlah erat kaitannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun orang
awam sering tidak memahami definisi yang sebenarnya dari mineral. Menurut L.G. Berry dan
B. Manson, mineral adalah suatu bahan padat homogen yang terdapat di alam dan terbentuk
secara anorganik, memiliki komposisi kimia dalam batas tertentu dan susunan atomnya
teratur. Mineral terdiri dari beberapa jenis salah satunya adalah mineral sedimen.

Gipsum merupakan salah satu mineral sedimen dari proses sedimentasi magma yang
terdapat didalam kerak bumi. Gipsum berasal dari dalam bahasa Yunani yang artinya
“memasak”, karena di daerah Montmartre, Paris, pada beberapa abad yang lalu orang-
orangnya membakar gipsum untuk berbagai keperluan, dan material tersebut kemudian
disebut dengan “plester dari Paris”. Selain itu, gipsum juga digunakan sebagai krim untuk
kaki, sampo, dan sebagai produk perawatan rambut lainnya.

Karena gipsum merupakan mineral yang tidak larut dalam air dalam waktu yang lama,
menyebabkan gipsum banyak ditemukan dalam bentuk kristal dan jarang ditemukan dalam
bentuk butiran atau pasir. Namun, bukan berarti gipsum tidak ditemukan dalam bentuk
butiran atau pasir, di White Sands National Monument, Mexico, Amerika Serikat, terdapat
710 km² pasir gipsum putih yang cukup sebagai bahan baku untuk industri drywall selama
1000 tahun.

Gipsum banyak ditemukan di berbagai daerah di dunia, yaitu Jamaika, Iran, Thailand,
Spanyol (penghasil gipsum terbesar di Eropa), Jerman, Italia, Inggris, Irlandia, Manitoba,
Ontario, Canada, New York, Michigan, Indiana, Texas, Iowa, Kansas, Oklahoma, Arizona,
New Mexico, Colorado, Utah, Nevada, Paris, California, Kalimantan, dan Jawa Barat.
Gipsum adalah salah satu contoh mineral dengan kadar kalsium yang mendominasi pada
mineralnya. Gipsum yang paling umum ditemukan adalah jenis hidrat kalsium sulfat dengan
rumus kimia CaSO4.2H2O.

Penggunaan gipsum dalam kehidupan sangat meningkat. Pada zaman modern


sekarang ini gipsum banyak dimanfaatkan dalam bidang industri, medis maupun
pembangunan. Kegunaan gipsum tersebut antara lain sebagai drywall, bahan perekat,
penyaring dan sebagai pupuk tanah, pengental tahu, penambah kekerasan untuk bahan
bangunan, bahan baku kapur, sebagai salah satu bahan pembuat portland semen dan lain
sebagainya. Karena banyaknya kegunaan dari gipsum dalam kehidupan, maka dibuatlah
makalah ini untuk memudahkan para pembaca dalam memahami gipsum dan sifat-sifatnya
secara spesifik serta cara pembentukannya.
Bab II

ISI

A. PENGENALAN GYPSUM

Kata gipsum berasal dari kata kerja dalam bahasa Yunani yang artinya memasak.
Disebut memasak karena di daerah Montmartre, Paris, pada beberapa abad yang lalu
orang-orangnya membakar gipsum untuk berbagai keperluan, dan material tersebut
kemudian disebat dengan plester dari Paris. Orang-orang di daerah ini juga menggunakan
gipsum sebagai krim untuk kaki, sampo, dan sebagai produk perawatan rambut lainnya.
Karena gipsum merupakan mineral yang tidak larut dalam air dalam waktu yang lama,
sehingga gipsum jarang ditemui dalam bentuk butiran atau pasir. Namun di White Sands
National Monument, di negara bagian New Mexico, Amerika Serikat, terdapat 710 km²
pasir gipsum putih yang cukup sebagai bahan baku untuk industri drywall selama 1000
tahun.

Kristal gipsum terbesar dengan panjang lebih dari 10 meter pernah ditemukan di
Naica, Chihuihua, Mexico. Gipsum banyak ditemukan di berbagai daerah di dunia, yaitu
Jamaika, Iran, Thailand, Spanyol (penghasil gipsum terbesar di Eropa), Jerman, Italia,
Inggris, Irlandia, Manitoba, Ontario, Canada, New York, Michigan, Indiana, Texas,
Iowa, Kansas, Oklahoma, Arizona, New Mexico, Colorado, Utah, Nevada, Paris,
California, New South Wales, Kalimantan, dan Jawa Barat.

Gipsum adalah salah satu contoh mineral


dengan kadar kalsium yang mendominasi
pada mineralnya. Gipsum yang paling
umum ditemukan adalah jenis hidrat
kalsium sulfat dengan rumus kimia
CaSO4.2H2O. Gipsum adalah salah satu
Gipsum dari New South Wales, Australia dari beberapa mineral yang teruapkan.
Contoh lain dari mineral-mineral tersebut
adalah karbonat, borat, nitrat, dan sulfat. Mineral-mineral ini diendapkan di laut, danau,
gua dan di lapian garam karena konsentrasi ion-ion oleh penguapan. Ketika air panas
atau air memiliki kadar garam yang tinggi, gipsum berubah menjadi basanit
(CaSO4.H2O) atau juga menjadi anhidrit (CaSO4). Dalam keadaan seimbang, gipsum
yang berada di atas suhu 108 °F atau 42 °C dalam air murni akan berubah menjadi
anhidrit.

Gipsum umumnya merupakan kristal atau batu putih yang terbentuk karena
pengendapan air laut, kemudian dipanaskan 175oC disebut STUCCO. Gipsum adalah
salah satu mineral terbanyak dalam lingkungan sedimen yaitu batu yang terdiri dari
mineral yang diproduksi secara besar-besaran biasanya dengan persitipasi dari air asin.

Kristal gipsum dapat tidak berwarna dan transparan secara ekstrim membuat kontras
yang kuat untuk pemakaian paling banyak di dinding kering. Gipsum adalah penyekat
alami, hangat bila disentuh dibandingkan dengan batu biasa.

Rumus gipsum : CaSO4. 2H2O dengan

Berat molekul : 172,17 gram.

Komposisi bahan gipsum

No Bahan Kandungan (%)

1 Kalsium (Ca) 23,28


2 Hidrogen (H) 2,34
3 Kalsium oksida (CaO) 32,57
4 Air (H2O) 20,93
5 Sulfur (S) 18,62

Sumber: Anonim, 2007

Gipsum memiliki beberapa sifat atau karakteristik baik secara kimia maupun fisika
antara lain adalah sebagai berikut:

a. Merupakan kategori kalsium mineral

b. Gipsum termasuk mineral dengan sistem kristal monoklin 2/m, namun kristal gipsnya
masuk ke dalam sistem kristal orthorombik.

c. Gipsum umumnya berwarna putih, kelabu, cokelat, kuning, dan transparan. Hal ini
tergantung mineral pengotor yang berasosiasi dengan gipsum.
d. Gipsum umumnya memiliki sifat lunak dan pejal dengan skala Mohs 1,5 – 2. Berat
jenis gipsum antara 2,31 – 2,35.

e. Kelarutan dalam air 1,8 gr/liter pada 0oC yang meningkat menjadi 2,1 gr/liter pada
40oC, tapi menurun lagi ketika suhu semakin tinggi.

f. Gipsum memiliki pecahan yang baik, antara 66o sampai dengan 114o dan belahannya
adalah jenis choncoidal.

g. Gipsum memiliki kilap sutra hingga kilap lilin, tergantung dari jenisnya.

h. Keras seperti mutiara terutama permukaan

i. Transparan

j. Gores gipsum berwarna putih, memiliki derajat ketransparanan dari jenis transparan
hingga translucent, serta memiliki sifat menolak magnet atau disebut diamagnetit

Klasifikasi Gypsum

Gipsum secara umum mempunyai kelompok yang terdiri dari gipsum batuan, gipsit
alabaster, satin spar, dan selenit. Gipsum juga dapat diklasifikasikan berdasarkan tempat
terjadinya, yaitu endapan danau garam, berasosiasi dengan belerang, terbentuk sekitar
fumarol vulkanik, efflorescence pada tanah atau gua-gua kapur, tudung kubah garam,
penudung oksida besi (gossan) pada endapan pirit di daerah batu gamping.

Berikut merupakan penjelasan dari beberapa bentuk Gypsum:

1. Selenite: berbentuk pipih, terkadang memiliki kristal kembar. Gypsum jenis ini
memiliki serabut dan lembut. Jenis ini bisa menjadi butiran kecil.

2. Alabaster: berwarna putih dan berjaring halus. Jenis ini banyak digunakan untuk
ornamen rumah.

3. Desert Rose: berbentuk seperti bungan dan berpasir. Biasa ditemukan di daerah yang
gersang.

Gipsum adalah mineral yang bahan utamanya terdiri dari hydrated calsium sulfate.
Seperti pada mineral dan batu, gipsum akan menjadi lebih kuat apabila mengalami
penekanan (Gypsum Association, 2007). Gipsum pada industri keramik umumnya
banyak digunakan untuk pembuatan cetakan (Mould) dalam proses pembentukan barang
keramik dengan cara slip casting.

Kebutuhan bahan gipsum aktif (plaster of paris) untuk setiap industri keramik,
terutama keramik putih, termasuk keramik hias, keramik rumah tangga (cookin ware)
dan keramik lainnya memerlukan jumlah yang cukup besar. Kemamppuan pakai daru
cetakan gipsum ini terbatas hanya beberapakali pekai dan setelah itu harus diaktifkan
kembali dengan cara memanaskannya.

Berdasarkan fungsi dalam struktur kimianya, gipsum merupakan senyawa kalsium


sulfat yang mengandung dua molekul air kristal. Kestabilan air kristal ini dapat diganggu
oleh suhu sekitar160-180oC dan diberikan tingkat-tingkat kestabilannya sebagai fungsi
suhu. mekanisme pelepasan molekul air sesuai dengan persamaan:

CaSO4. 2H2O → CaSO4 (2-a) H2O.

Untuk keperluan industri keramik, khususnya untuk pembuatan cetakan maka struktur
kimia yang cocok adalah: CaSO4 ½ H2O. Senyawa ini mempunyai daya ikat hidrolis
yang cukup untuk membentuk masa yang kompak dan porous. Suhu yang optimal yang
diperlukan untuk menghilangkan ¾ molekul air ini sekitar 160-170oC. Pada suhu lebih
dari 180oC gipsum akan kehilangan air kristalnya dan membnetuk senyawa anhidrit
(CaSO4) (1,2,3)

B. PROSES PEMBENTUKAN

Gipsum terbentuk dalam kondisi berbagai kemurnian dan ketebalan yang bervariasi.
Gipsum merupakan garam yang pertama kali mengendap akibat proses evaporasi air laut
diikuti oleh anhidrit dan halit, ketika salinitas makin bertambah. Sebagai mineral
evaporit, endapan gipsum berbentuk lapisan di antara batuan-batuan sedimen batu
gamping, serpih merah, batu pasir, lempung, dan garam batu, serta sering pula berbentuk
endapan lensa-lensa dalam satuan-satuan batuan sedimen. Menurut para ahli, endapan
gipsum terjadi pada zaman Permian. Endapan gipsum biasanya terdapat di danau, laut,
mata air panas, dan jalur endapan belerang yang berasal dari gunung api.
Di lapangan gipsum didapatkan dalam bentuk pipih, kristalin, serabut di daerah batu
gamping, batu gamping dan furmarole. Konsep utama terbentuknya gipsum adalah
terdapatnya Ca2+ dan SO42-, yang disebut terakhir dapat berasal dari belerang (S) atau
pirit (FeS2). Adanya kondisi reduksi dari daerah sedimentasi yang bersifat karbonatan
(misalnya pada batu lempung) akan menghasilkan gipsum yang berlembar pipih. Adanya
fumarol dari daerah sedimentasi yang bersifat karbonatan akan menghasilkan gips
kristal. Demikian pula adanya pirit (FeS2). Di samping itu gipsum terbentuk akibat
hidrotermal yang berdekatan dengan batuan karbonat akan menghasilkan gips kristal
seperti didapatkan di daerah Ponorogo. Secara teoritis gipsum mempunyai komposisi
CaO 32,6%, SO3 46%, dan H2O 20,9%. Dipasaran dikenal:

• Gelas maria : selenit, lembaran gips dengan ukuran cukup besar dan tembus
pandang.

• Gips serat atau dikenal pula sebagai gips sutra

• Alabaster; jenis gips yang berbutir halus

• Batu gips; berbutir halus sekali dan kompak

• Gipsum sering didapatkan bersama dengan halit dan anhydrit (Gips: CaSO4. 2H2O;
anhydrit CaSO4).

Tempat ditemukan

Seperti diuraikan di atas gipsum didapatkan dlam berbagai bentuk kristal. Tempat
didapatnya gipsum antara lainn:

• Daerah Istimewa Aceh : Pante Raya, Kecamatan Trenggading, Kabupaten Aceh Utara
didapatkan berwarna bening, berupa bongkah dengan ukuran sampai 30 cm.

• Jawa Barat : Jati, Cibareng, Teluk Jambe Kabupaten Kerawang; Cidadap


Tasikmalaya; Subang dan Sumedang.

• Jawa Tengah : Jatingaleh, Semarang dan Gaplok Kabupaten Blora; Mojosari, Sedang,
Tanjung Sulang, Ngadang Kabupaten Rembang.
• Kalimantan Timur : Sedadap, Pulau Nunukan, Pulau Sebatik Kabupaten Bulungan;
Sungai Belayan, Kabupaten Kutai.

• Nusa Tenggara Barat : Desa Kuta, Pujut Lombok Tengah.

• Nusa Tenggara Timur : Teun, Boutena, Lamaknen; Managa, Lamakera, Kukuwerang


Kecamatan Solor Timur (dijumpai berupa lensa-lensa pada batuan dasit terubah),

• Sulawesi Tengah : Pulipohon Kabuppaten Donggala,

• Sulawesi Selatan : Cangkareng, Kabupaten Soppeng (diperkirakan terbentuk akibat


proses penguapan air laut pada zaman Miosen-Pliosen); Laballe, Kecamatan Ajangale
Kabupaten Bone (berbentuk urat-urat pada batu lempung).

Berikut merupakan gambar dari salah satu lokasi penambangan gypsum yaitu di
daerah Bojonegoro

Kualitas gypsum yang ada cukup baik diperkirakan :

Luas 446 Ha > Jumlah tonase 415,245 ton. Daerah


yang berpotensi sumber daya mineral gypsum ini
antara lain di Dusun Bakalan Kubiran, Desa
Gapluk,Kecamatan Purwosari dan Desa Sambong,
Dusun Kaliglonggong, Desa Mojodelik, Kecamatan
Ngasem.

Teknik Penambangan

Teknik penambangan dilakukan dengan sistem kuarin dengan peralatan sederhana


ataupun dengan sistem gophering apabila bentuk deposit sebagai teras-teras atau mengisi
bongkahan.

C. DIAGRAM PROSES PENGOLAHAN GIPSUM


Gipsum dari tambang (mineral/batuan)
Peremukan/ penghancuran I

Pemisahan

Penghancuran II & pengayakan

Kemungkinan pengayakan Pengeringan Produk gipsum


buangan untuk semen

Kalsinasi Penghalusan

Penghalusan Kalsinasi Gipsum untuk filter dan


pertanian

Stucco

Wallboard, mesin Penghalusan Campuran plaste dan


dan tungku pengendapan

Produk
Produk

Bagian alir pengolahan gipsum

Pengolahan gipsum dimaksudkan untuk menghilangkan mineral pengotor yang


terkandung didalamnya serta untuk mendapatkan spesifikasi yang diperlukan industri
pemakai. Pada dasarnya garis besar pengolahan gipsum terdiri dari 3 tahap yaitu:
preparasi (pengecilan ukuran, pengayakan dan lain-lain), kalsinasi dan formulasi.
Tambahan proses tersebut tidak perlu dilakukan seluruhnya, tergnatung pada kualitas dan
jenis gipsum yang dibutuhkan.
Dalam penggunaanya gipsum dibagi menjadi 2 yaitu:

• Gipsum yang belum dikalsinasi, dimanfaatkan untuk:

• Industri semen portland dengan persyaratan:

 SO3 : minimum 35%

 CaO : minimum 2/3 berat SO3

 Garam Na dan Mg : maksimum 0,1%

 Hilang pijar : maksimum 9%

 Ukuran partikel : 95% (-14 mesh)

• Industri pertanian sebagai conditioner tanah yang mengandung alkali dan


sebagai pupuk terutama pada tanaman kacang tanah.

• Industri kertas, cat dan insektisida sebagai filter.

• Gipsum yang telah mengalami proses kalsinasi antara lain untuk:

 Sektor kontruksi : papan dinding (wallboard) dan partisi

 Bidang kedokteran : cetakan gigi, spalk

 Industri pasta gigi dengan persyaratan:

o CaSO4 ½ H2O : >93%

o Waktu pengerasan : 5-20 menit

o Ukuran partikel : -100 mesh (>95%)

-30 mesh (100%)

 Industri keramik/sanitair, untuk cetakan dengan persyaratan (menurut ASTM)

o CaSO4 ½ H2O : >80%

o Waktu pengerasan : 20-40 menit


o Ukuran partikel : - 100 mesh (>90%)

- 30 mesh (100%)

 Industri bahan tahan api, sumber pembuatan asam sulfat, ammonium sulfat,
untuk kapur tulis, lumpur pemboran.

Selain diproduksi oleh alam, gipsum dihasilkan juga dengan memproses air laut dan
air kawah yang banyak mengandung sulfat dengan menambahkan unsur kalsium.
Sebagai produk samping, pembuatan asam fosfat, asam sulfat dan asam nitrat. Produk ini
disebut gipsum sintetis.

Sebagian besar gipsum (98%) dipakai oleh industri semen. Sisanya dimanfaatkan
untuk industri keramik dll.

D. ANALISA GIPSUM SECARA UMUM

The Phaser D2 adalah alat portabel XRD desktop untuk penelitian dan kontrol
kualitas. Hal ini mudah dioperasikan dan independen media eksternal seperti sirkuit
pendingin. Berkat detektor LYNXEYE itu adalah sistem XRD desktop tercepat di pasar.
Sistem ini memberikan data pengukuran kualitas tinggi, yang memungkinkan melakukan
metode analisis canggih, seperti tahap analisis Rietveld standardless kuantitatif. Laporan
ini menunjukkan penggunaannya untuk penentuan sulfat fase berbeda dalam Gypsum
alami atau anhidrit.

Tahap Analisis Kuantitatif

Sinar-X difraksi bubuk yang dikombinasikan dengan analisis Rietveld Topas adalah
saat ini salah satu metode yang paling kuat yang ada, untuk melakukan analisis fase
kuantitatif. Pada tahun-tahun terakhir ini menjadi alat standar dalam penelitian dan
pengembangan, tetapi juga di mineral dan industri pertambangan.

Gypsum Alam sering merupakan campuran dari fase sulfat Gypsum (CaSO 4 O. × 2H
2), hemi-hidrat (CaSO 4. X ½ H 2 O) dan anhidrit (CaSO 4). Fase ini memang memiliki
sifat fisik yang berbeda, misalnya kelarutan. Hasil analisis unsur tidak dapat
membedakan mineral ini, oleh karena itu sering DSC / TG metode yang digunakan.
Mereka membutuhkan upaya kalibrasi dan memakan waktu. XRD menawarkan solusi
sederhana dan mudah.

Contoh Gypsum asal alam dianalisis, untuk menunjukkan kinerja Phaser D2 untuk
aplikasi tersebut. Pengukuran mencakup rentang sudut 8-65 ° 2Theta. Waktu scan sekitar
26 menit. rincian percobaan diringkas dalam Tabel 1. Gambar 1 menunjukkan data
diukur serta hasil analisis Rietveld Topas .

Tabel 1. Pengaturan percobaan.

D2 Phaser, LYNXEYE detektor

Radiasi Cu (30 kV, 10 mA), Ni filter

Terus-menerus memindai dari 8 hingga 65 ° 2Theta


Langkah lebar 0,02 °
Menghitung waktu 0,5 detik per langkah

Scan total waktu sekitar 26 menit.

2,5 ° Soller celah, 1,0 mm celah divergence,


anti-pencar layar

LYNXEYE detektor membuka 5 ° 2Theta


Gambar 1 sampel. Topas Rietveld tahap kuantifikasi Gypsum dengan (nilai-nilai yang
diberikan dalam wt.%). Kurva biru adalah diagram diukur. Kurva merah adalah
diagram dihitung. Dalam abu-abu perbedaan kedua diberikan. Tanda di bawah ini
menunjukkan posisi puncak kemungkinan setiap tahap.

E. MANFAAT DAN APLIKASI DALAM KEHIDUPAN

Gypsum merupakan bahan yang sering digunakan oleh masyarakat akhir-akhir ini
selain harganya murah gypsum juga mudah dibentuk menjadi berbagai macam barang-
barang rumah tangga. Gypsum juga merupakan bahan yang sangat mudah didapatkan di
alam meskipun begitu terkadang dalam pengolahannya Gypsum dapat menghasilkan
beberapa zat-zat berbahaya dan dapat menimbulkan efek samping jangka panjang

Gipsum yang diperoleh dari tempat pertambangan dibersihkan dari kotoran kemudian
dicuci dengan air lalu dikeringkan. Apabila diinginkan akan dibuat tepung gips, harus
diubah dulu gips (CaSO4. 2H2O) menjadi anhidrit (CaSO4) dengan cara dimasukkan
dalam tungku pemanas. Keluarkan gips yang masih dalam bentuk kristal dari oven. Gips
yang telah berubah menjadi anhydrit siap untuk dibuat serbuk.

• Bahan tambahan semen portland

Dalam jumlah yang relatif sangat sedikit gipsum dalam bentuk kristal dicampur
bersama dengan bahan baku semen portland untuk bersama-sama
dipanaskan/dicampur dalam klin. Tujuan menambah gipsum ke dalam semen, agar
semen tidak cepat membeku apabila diaduk dengan air.

• Bahan plester

Anhydrit dalam bentuk serbuk diaduk dengan cairan perakat dan siapdipergunakan
untuk plester diding.

• Bahan pembuat cetakan

Serbuk anhydrit ditambah air secukupnya. Bahan campuran ini siao untuk dipakan
sebagai bahan cetakan.

• Kedokteran

Serbuk anhydrit direkayasa untuk spalk.

• Bahan pembuat kapur tulis

Serbuk anhydrit dicampur dengan air. Adonan ini siap untuk dicetak menjadi kapur
tulis.

• Alat optik dalam mikroskop polarisasi

Gips yang pipih untuk keping gips. Dengan adanya keping gips yang merupakan
asesori pada mikroskop petrografi maka identifikasi suatu mineral dapat lebih nyata.

• Industri kimia

Sebagai bahan utama pembuat asam sulfat.

• Industri makanan

Dicampur dalam bentuk anhydrit dengan bahan pembuat tahu. Dengan campuran
anhydrit dan kedelai yang sudah dibuat sebagai bahan dasar perusahaan kecil dalam
bentuk bubur tahu. Tahu menjadi relatif keras dan awet.
Kegunaan gypsum

• Drywall

• Bahan perekat.

• Penyaring dan sebagai pupuk tanah. Di akhir abad 18 dan awal abad 19,
gipsum Nova Scotia atau yang lebih dikenal dengan sebutan plaister, digunakan
dalam jumlah yang besar sebagai pupuk di ladang-ladang gandum di Amerika
Serikat.

• Campuran bahan pembuatan lapangan tenis.

• Sebagai pengganti kayu pada zaman kerajaan-kerajaan. Contohnya ketika


kayu menjadi langka pada Zaman Perunggu, gipsum digunakan sebagai bahan
bangunan.

• Sebagai pengental tofu karena memiliki kadar kalsium yang tinggi,


khususnya di Benua Asia (beberapa negara Asia Timur) diproses dengan cara
tradisonal.

• Sebagai penambah kekerasan untuk bahan bangunan

• Untuk bahan baku kapur tulis

• Sebagai indikator pada tanah dan air

• Sebagai agen medis pada ramuan tradisional Cina yang disebut Shi Gao.

Gypsum Sebagai Desain Interior Rumah

Rumah merupakan salah satu kebutuhan primer manusia yang harus dipenuhi. Selain
untuk tempat tinggal seluruh anggota keluarga, rumah juga harus merupakan tempat
hunian yang nyaman untuk beraktivitas dan berinteraksi antar anggota keluarga. Suasana
rumah dibuat senyaman mungkin agar anggota keluarga merasa betah untuk tinggal di
rumah seperti slogan rumahku istanaku.
Untuk menciptakan hunian yang nyaman, perlu adanya usaha yang harus dilakukan
antara lain dengan menambah nilai artistik rumah itu sendiri. Cara untuk menambah nilai
seni suatu rumah, diantaranya dengan memberi desain baik desain eksterior maupun
desain interior. Contoh desain eksterior antara lain desain rumah, penataan lahan,
pembuatan taman sedangkan contoh desain interior antara lain pemilihan cat, pemilihan
dan peletakan furniture serta pemasangan gipsum pada plafon

Saat ini, dengan maraknya pembangunan di bidang properti, kebutuhan akan desain
eksterior dan interior juga semakin meningkat. Salah satu kebutuhan properti yang saat
ini sedang “naik daun” adalah gipsum. Permintaan kebutuhan gipsum sebagai aksesoris
dan penutup atap semakin meningkat. Berawal berfungsi sebagai plafon penutup atap
dengan model datar, perkembangan
gipsum plafon semakin beragam
bentuknya. Mulai dari bentuk persegi,
bulat, oval, cekung, cembung dan
sebagainya sesuai dengan desain
interior yang telah dibuat.

Peminat gipsum rata – rata adalah


masyarakat menengah keatas yang
senang dengan desain interior rumah Gambar: Gipsum sebagai plafon
yang unik. Biasanya untuk
mempermanis dinding rumah mereka,
bagian sudut antara plafon dan
dinding ditutup dengan lis profil yang berbahan gipsum. Begitu juga di sisi yang lain,
dimana lis profil dimanfaatkan sebagai garis pemisah di dinding.

Selain untuk plafon, gipsum bisa dipakai untuk dinding partisi seperti sekat kamar dan
lining wall (penutup tembok). Hanya saja gipsum tak bisa diaplikasikan untuk eksterior,
kolom dinding atau penahan beban. "Gipsum itu hanya untuk interior yang tidak
berkaitan dengan struktur bangunan," kata Sutanto, Project & Technical Manager PT
Siam-lndo Gypsum Industry, produsen gipsum Elephant.

Gipsum terbuat dari batu putih yang terbentuk karena pengendapan air laut. Bahan itu
kemudian dipanaskan dalam temperatur 175 derajat sehingga membentuk material
bernama stucco. STUCCO dicampur air, zat aditif, dan diolah menjadi papan gipsum
dengan dilapisi kertas khusus di permukaannya.

Papan gipsum di pasar umumnya berukuran 1,2 x 2,4 m. Ukuran lain bisa dipesan.
Ketebalan antara 9-15 mm. Tipe standar warnanya putih. Tapi, untuk fungsi-fungsi
khusus ada yang hijau, biru, beige (krem), dan merah muda. Selain Elephant, merek
gipsum lain sebutlah Knauf dan Jayaboard. Gipsum standar lebih kuat menahan api
dibanding triplek, sehingga ada waktu menyelamatkan isi ruang saat kebakaran. Selain
itu juga mampu menepis panas. Sementara gipsum berwarna didesain untuk berbagai
fungsi seperti ruang kedap suara, ruang tahan api, dan ruang lembab.

Gipsum sebagai Glasswool

Gipsum tahan api seperti Knauf fireshield, Elephant fire resistant, dan Jayaboard firestop
mampu menahan menjalarnya api antara 30 menit - 2 jam, karena mengandung fiberglass
(serat fiber) dan zat aditif lain. Biasanya gipsum tipe ini berwarna merah muda.
Sementara gipsum antilembab seperti Knauf moistureshield (hijau), Jayaboard wet area
(biru), dan Elephant moisture resistant (hijau), mampu menahan kelembaban karena
mengandung silicon oil dan lapisan kertas khusus yang menghambat pertumbuhan jamur.

Sedangkan untuk ruangan akustik seperti studio musik atau ruang kantor, ada gipsum
Jaya akustik dan Knauf cleaneo. Menurut Edi Tjandra, Technical Support Manager PT
Petrojaya Boral Plasterboard, produsen Jayaboard, gipsum akustik memiliki lubang-
lubang dan lapisan kertas tisu akustik yang menyerap dan memantulkan suara. Gipsum
standar juga mampu menyerap suara namun tidak sebaik gipsum akustik. Bila ingin
membuat ruang kedap dengan gipsum standar, cukup memasang papan gipsum rangkap
(double layer) atau menambahkan glasswool dalam rangkanya.

Gipsum sebagai papan yang kuat


Papan gipsum biasa digunakan sebagai partisi ruangan, baik di rumah maupun di
perkantoran. Papan ini dikenal kuat dan mudah dipasang. Kelebihan lain dari material
gipsum jika dibandingkan
dengan papan triplek adalah
bahwa gipsum lebih mudah
dipotong, dengan demikian
mempercepat proses pengerjaan
interior.

Papan gipsum mudah untuk


dipotong hanya jika ia masih berbentuk lembaran. Namun jika papan gipsum tersebut
sudah menjadi suatu sistem dinding partisi, gipsum tidak akan mudah dipotong. Hal ini
dikarenakan untuk melubangi dinding dan partisi gipsum membutuhkan waktu yang
sangat lama.

Dinding partisi gipsum dibentuk oleh papan gipsum dan rangka metal, bukan hanya
selembar papan. Untuk memasangnya, pada bagian lantai dan plafon harus ada rangka
yang berbentuk rel (biasanya disebut track, channel, rail) sebagai tempat untuk rangka
metal vertikal. Rangka-rangka vertikal tersebut di pasang dengan jarak satu sama lain
selebar 60 cm. Pada bagian rangka tersebutlah dipasang papan gipsum dengan
menggunakan sekrup gipsum.

Pembentukan Gipsum dari Polutan

Selain memperbaiki efisiensi dan sistim pembakaran batubara, sebagai upaya untuk
mencegah berlanjutnya krisis ekologi dewasa ini juga telah dikembangkan sistim
peralatan berteknologi tinggi yang mampu memisahkan gas-gas polutan seperti SOx dan
NOx dalam gas buang dari pembakaran batubara. Salah satu metode untuk memisahkan
polutan SOx dalam gas buang adalah dengan teknik flue-gas desulfurization (FGD).

Pemisahan polutan dapat dilakukan menggunakan penyerap batu kapur atau Ca(OH)2.
Gas buang dari cerobong dimasukkan ke dalam fasilitas FGD. Ke dalam alat ini
kemudian disemprotkan udara sehingga SO2 dalam gas buang teroksidasi oleh oksigen
menjadi SO3. Gas buang selanjutnya "didinginkan" dengan air, sehingga SO3 bereaksi
dengan air (H2O) membentuk asam sulfat (H2SO4). Asam sulfat selanjutnya direaksikan
dengan Ca(OH)2 sehingga diperoleh hasil pemisahan berupa gipsum (gypsum). Gas
buang yang keluar dari sistim FGD sudah terbebas dari oksida sulfur. Hasil samping
proses FGD disebut gipsum sintetis karena memiliki senyawa kimia yang sama dengan
gipsum alam.

Selain dapat mengurangi sumber polutan penyebab hujan asam, gipsum yang
dihasilkan melalui proses FGD ternyata juga memiliki nilai ekonomi karena dapat
dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, misal untuk bahan bangunan. Sebagai bahan
bangunan, gipsum tampil dalam bentuk papan gipsum (gypsum boards) yang umumnya
dipakai sebagai plafon atau langit-langit rumah (ceiling boards), dinding penyekat atau
pemisah ruangan (partition boards) dan pelapis dinding (wall boards).

Amerika Serikat merupakan negara perintis dalam memproduksi gipsum sintetis ini.
Pabrik wallboard dari gipsum sintetis yang pertama di AS didirikan oleh Standard
Gypsum LLC mulai November tahun 1997 lalu. Lokasi pabriknya berdekatan dengan
stasiun pembangkit listrik Tennessee Valley Authority (TVA) di Cumberland yang
berkapasitas 2600 Mega Watt.

Produksi gipsum sintetis merupakan suatu terobosan yang mampu mengubah bahan
buangan yang mencemari lingkungan menjadi suatu produk baru yang bernilai ekonomi.
Sebagai bahan wallboard, gipsum sintetis yang diproduksi secara benar ternyata
memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan gipsum yang diperoleh dari
penambangan. Gipsum hasil proses FGD ini memiliki ukuran butiran yang seragam.
Mengingat dampak positifnya cukup besar, tidak mustahil suatu saat nanti, setiap PLTU
batubara akan dilengkapi dengan pabrik gipsum sintetis.

F. DAMPAK NEGATIF DARI PENGGUNAAN GYPSUM

Penelitian yang dilakukan Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi,


Badan Tenaga Nukir Nasional tentang kandungan radioaktivitas alam pada bahan
bangunan Gypsum. Yaitu dengan cara melakukan penimbangan dan pengukuran
radioaktivitas alam pada sample Gypsum menggunakan metode relatif gamma
spektrometry memakai detektor germanium HPGe (High Purity Germanium) mengacu
pada NCRP(National Council on Radiation Protection and Measurements) Report No.58.
Sumber standar yang digunakan adalah sumber multi gamma Eu-152 buatan LMRI
Perancis.

Data hasil pengukuran menunjukkan bahwa pada bahan bangunan Gypsum, terdapat
kandungan radioaktivitas alam berupa U-234 (0,197 ± 74%) kBq/kg, Ra-226 (17,382 ±
4%) kBq/kg, Pb-210 (5,926 ± 4%) kBq/kg, Po-210 (1,269 ± 4%) kBq/kg, Ra-228 (0,052
± 4%) kBq/kg,Ac-228 (0,709 ± 4%) kBq/kg dan Th-228 (0,752 ± 4%) kBq/kg.
Kandungan radioaktif alam pada Gypsum tersebut merupakan penghasil gas radon yang
mempunyai waktu paro panjang. Hal ini sangat berdampak secara radiologis pada
pemakai.

Hasil Pengukuran kandungan radioaktivitas alam pada Gypsum Bahan Gypsum


mengandung unsur-unsur radioaktif alam sehingga dapat beresiko secara radiologis
dimana hal ini belum tersosialisasi oleh para pemakai. Sumber radioaktif alam yang
terkandung dalam gypsum adalah U-238 dan Th-232 beserta anak-anak luruhnya yang
merupakan sumber radiasi alam yang perlu diwaspadai untuk keselamatan lingkungan.
Radionuklida alam U-238 dan Th-232 mengalami peluruhan radioaktif dengan
memancarkan partikel alpha yang disertai radiasi gamma. Pelepasan partikulat U-238
dan Th-232 beserta anak luruhnya ke lingkungan sebagian besar terjadi pada tahap
pemisahan, penggerusan dan pengangkutan batuan fosfat.

Pada keadaan konsentrasi gas radon yang merupakan anak luruh dari U-238 tinggi
dapat berpotensi menimbulkan efek radiasi terhadap kesehatan para pemakai produk
tersebut. Tahap ini radionuklida U-238, Ra-226, Po-210, dan Th-230 cenderung berada
dalam kesetimbangan. Dalam tahap preparasi sampel, biasanya kesetimbangan ini
terganggu sehingga konsentrasi masing-masing radionuklida tersebut perlu di ukur nilai
aktivitas untuk dinilai tingkat bahayanya.

Menurut tabel di atas tampak bahwa prosentase terbesar kandungan radioaktivitas


alam yaitu Ra-226. Ra-226 akan meluruh menjadi Rn-222 yang merupakan gas
pengemisi partikel alpha yang dapat mengkontaminasi atmosfer. Pada peluruhan U-238
menghasilkan radionuklida stabil Pb-206. Pada proses peluruhan tersebut, yang menjadi
perhatian dalam berbagai penelitian adalah prose peluruhan antara Ra-226 sampai Pb-
210. Pada proses tersebut terdapat adanya produk radionukkida radon yang berperan
sebagai sumber radiasi lingkungan dalam jangka waktu lama sehingga akan menaikkan
tingkat penyinaran radiasi terhadap masyarakat.

Pada deret peluruhan U-235 , Th-232 dan U-238 akan menghasilkan anak luruh
radon, yaitu Rn-219, Rn-220 dan Rn-222. Anak luruh Radon Rn-219 hasil peluruhan U-
235 mempunyai sifat karakteristik waktu paro 3,98 detik. Sedangkan Rn-220 mempunyai
waktu paro 55 detik dan Rn-222 mempunyai waktu paro 3,8 hari. Pada proses
peluruhannya Rn-219 dan Rn-220 akan meluruh sebelum melepaskan diri dari material
bangunan yang mengikat isotop induknya dan terlepas ke atmofer.

Zat-Zat Radioaktif Gypsum

Menurut hasil penelitian, Gypsum memiliki kandungan radioaktif yang berbahaya


bagi manusia. Zat-zat radioaktif itu adalah:

1. U-234 U atau Uranium merupakan sebuah logam berat, beracun, berwarna putih
keperakan dan radioaktif alami, uranium termasuk ke seri aktinida Sering digunakan
sebagai bahan bakar reaktor nuklir dan senjata nuklir.

2. Ra-226/Ra-228 Ra atau Radium adalah sebuah unsur kimia yang mempunyai nomor
atom 88.Radium berwarna hampir putih bersih, namun akan teroksidasi jika terekspos
kepada udara dan berubah menjadi hitam. Radium mempunyai tingkat radioaktivitas
yang tinggi. Radium juga dapat berubah menjadi Rn atau biasa disebut radon.

3. Pb-210 Pb atau Timbal adalah suatu unsur kimia yang memiliki nomor atom 82.
Lambangnya diambil dari bahasa Latin Plumbum.Unsur ini beracun dan efek dari
racun ini dapat menyebabkan kerusakan otak bahkan kematian.

4. Po-210 Po atau Polonium adalah suatu unsur kimia yang memiliki dan nomor atom
84. Unsur radioaktif yang langka ini termasuk kelompok metaloid yang memiliki sifat
kimia yang mirip dengan telurium dan bismut. Polonium digunakan dalam percobaan
nuklir dengan elemen sepeti Berilium yang melepas neutron saat ditembak partikel
alpha. Radioaktifitas yang besar dari unsur ini menyebabkan radiasi yang berbahaya
bahkan pada sekumpulan kecil unsur Polonium.
5. Ac-228 Ac atau Aktinium adalah suatu unsur kimia yang memiliki nomor atom 89.
memiliki warna keperak-perakan dan massa atom (227) g/mol. Kimiawinya mirip
lantanida, yang sulit d pelajari karena radiasi yang hebat dari produk peluruhan.

6. Th-228 Th atau Torium adalah suatu unsur kimia memiliki nomor atom 90. Memiliki
warna putih keperakan dan memiliki massa atom 232.03806(2) g/mol. Thorium
tersebar luas, namun mineral utama adalah pasir monazite, suatu kompleks fosfat
yang juga mengandung lantanida.

Efek Samping Gypsum

Menurut hasil penelitian, pada Gypsum terkandung Ra-226 dan Ra-228 yang dapat
berubah menjadi Rn-222, dan apabila Rn-222 terhisap akan mengendap di dalam saluran
pernafasan sehingga sebagian kecil radon akan mengendap di paru-paru. Sehingga akan
akan berpotensi menimbulkan kanker paru-paru.

Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam
jaringan paru yang dapat disebabkan oleh sejumlah karsinogen lingkungan. Kanker paru
merupakan penyebab kematian utama dalam kelompok kanker baik pada pria maupun
wanita. Sebagian besar kanker paru-paru berasal dari sel-sel di dalam paru-paru. Lebih
dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-
paru).

Dalam hal ini Rn-222 atau yang biasa disebut radon merupakan sumber utama dari
kanker paru-paru radon juga banyak terdapat pada rokok dan pada beberapa kasus
penyebab utama dari kanker paru-paru berasal dari radon yang terdapat di rumah tangga
dan salah satu sumber radon yang ada di rumah tangga adalah asbes dan Gypsum, dan
hal ini kurang disadari pemakai apalagi dengan kondisi sekarang dimana masyarakat
lebih memilih harga yang lebih murah. Apabila ini di teruskan dapat mengakibatkan
semakin tingginya resiko terkena kanker paru-paru. Semakin tinggi konsentrasi radon
pada gedung atau rumah akan meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker paru-paru
bagi penghuninya.
Cara Menanggulangi Efek Samping Gypsum

Menurut hasil penelitian terdapat beberapa cara untuk mengurangi resiko terhisapnya
Rn-222 atau radon, yaitu dengan cara:

1. Membuat Sirkulasi Udara dengan baik Hal ini dimaksudkan agar debu-debu radon
yang beterbangan bisa segera keluar dari rumah dan tidak masuk ke dalam paru-paru.

2. Menggunakan Kipas angin Lebih baik menggunakan kipas angin daripada AC karena
kipas angin dapat membantu keluarnya debu radon, selain itu apabila kita
menggunakan AC debu radon tidak akan keluar dari ruangan dan akan terus berputar
di ruangan tersebut.

3. Penghisapan udara untuk ruang bawah tanah Menghisap udara di ruang bawah tanah
bertujuan agar debu radon yang ada di ruang bawah tanah dapat berkurang, hal ini
harus dilakukan karena ruang bawah tanah memiliki sikulasi udara yang buruk untuk
menutupi hal itu menghisap udara pada ruang bawah tanah merupakan cara yang
terbaik.

4. Menempel lantai dan dinding dengan bahan karpet dalam bangunan Cara ini cukup
sulit dilakukan karena membutuhkan biaya yang besar tujuan melakukan hal ini
adalah supaya radon yang berada di tembok Gypsum tidak dapat keluar dengan
sempurna selain itu radon yang sudah keluar dapat tersaring dengan adanya karpet di
dinding dan lantai jadi kita cukup membersikannya dengan Vacuum Cleaner.

5. Gunakan masker saat bekerja dengan bahan Gypsum Apabila ingin membuat ornamen
rumah atau tembok dengan bahan Gypsum usahakan untuk memakai masker agar
radon dari Gypsum tidak terhirup masuk ke dalam paru-paru.
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Gipsum yang paling umum ditemukan adalah jenis hidrat kalsium sulfat dengan
rumus kimia CaSO4.2H2O.

2. Gipsum secara umum mempunyai kelompok yang terdiri dari gipsum batuan, gipsit
alabaster, satin spar, dan selenit.

3. Gipsum merupakan garam yang pertama kali mengendap akibat proses evaporasi air
laut diikuti oleh anhidrit dan halit, ketika salinitas makin bertambah.

4. Gipsum memiliki banyak sekali kegunaan di dalam kehidupan sehari-hari contohnya


sebagai drywall, bahan perekat, bahan banunan, dan sebagai pupuk.

5. Gypsum mempunyai potensi bahaya radiasi karena mengandung unsur-unsur


radioaktif alam dan berperan sebagai penghasil gas radon yang dapat menaikkan
tingkat radiasi alam di lingkungan dan berdampak pada kesehatan tubuh manusia.

6. Kandungan radioaktivitas alam pada bahan bangunan Gypsum berupa U-238 dan Th-
232 beserta anak-anak luruhnya seperti U-234 (0,197 ± 4%) kBq/kg, Ra-226 (17,382
± 4%) kBq/kg, Pb-210 (5,926 ± 4%) kBq/kg, Po-210 (1,269 ± 4%) kBq/kg, Ra-228
(0,052 ± 4%) kBq/kg, Ac-228 (0,709 ± 4%) kBq/kg dan Th-228 (0,752 ± 4%) kBq/kg.
4. Radon dapat menyebabkan kanker paru-paru karena radon akan mengendap pada
paru-paru dan mengakibatkan kanker paru-paru.

7. Pemanfaatan sirkulasi udara yang lancar, menggunakan kipas angin, menambal celah
lantai yang berlubang, penghisapan udara untuk ruang bawah tanah, atau menempel
lantai dan dinding dengan bahan karpet dalam bangunan dapat mengurangi dampak
radiologis bahaya radiasi yang diakibatkan oleh Gypsum karena dapat mengurangi
konsentrasi radon di dalam ruangan.

8. Apabila ingin membuat ornamen rumah atau tembok dengan bahan Gypsum usahakan
untuk memakai masker agar radon tidak terhirup masuk.
B. SARAN

Sebaiknya pemakaian Gypsum di kurangi karena dapat mengakibatkan penyakit


pernafasan seperti kanker paru-paru.

Lebih baik kembali ke alam memakai kayu sebagai langit-langit maupun dinding
rumah, apabila tidak memungkinkan memakai kayu dan memilih memakai Gypsum
buatlah sirkulasi udara yang baik agar partikel-partikel berbahaya yang terdapat pada
Gypsum bisa keluar dari ruangan dengan mudah.

Lebih mensosialisasikan efek samping dari Gypsum agar masyarakat dapat


mempertimbangkan lagi apabila ingin menggunakan Gypsum.
DAFTAR PUSTAKA

American Society for Testing and Material. Standard Test Methods for Physical Testing of
Gypsum Panel Product. 2007. PA ASTM Standard C473 (97), page 2. Wes
Conshihicken.

American Society for Testing and Material. Standard Terminology Relating to Gypsum and
Related Building Materials and System ASTM Atandard C11. 1997. PA ASTM.
Page 2. West Consshohocken.

Diater, G. E. 1981. Mechanical Metallurgy. Mc Graw-Hill Kogakusha, Ltd.

Gypsum Assosiation. 1973. Application of Gypsum Wallboard on Ceiling to Receive Water-


Based Spray Texture Finishes. GA-215-73. Chicago, IL: Gypsum Association.

Suhandra, dan Sulistarihani, Naniek. 1997. Pemurnian dan Pengaktifan Gipsum Bekas dari
Industri Keramik dengan Cara Kimia dan Fisika. Vol. 6. No 1 dan 2, Jurnal Keramik
dan Gelas Indonesia.

Sumber : Cotton, Albert F. dan Geoffrey W. 2007. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta:Penerbit
Universitas Indonesia.

http://resannisa.blogspot.com/2009/08/efek-gypsum-bagi-kesehatan_12.html
LAMPIRAN

Pekerjaan Gypsum Pusat perbelanjaan Pekerjaan Gypsum Pusat perbelanjaan

Contoh pek list gypsum Pekerjaan list Gypsum sebelum di cat

Pekerjaan Pengomponan nat gypsum Pekerjaan partisi dinding