Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK
ANALISIS UNSUR

Oleh :

Nama : Rudi Heriyawan


Nim : GIC 009 030
Prodi : KIMIA

FAKULTAS MIPA
UNIVERSITAS MATARAM
2010

23
ACARA II
ANALISIS UNSUR

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Tujuan Praktikum : - Memahami analisis kualitatif unsur-unsur
penyusun suatu senyawa organik
- Memahami reaksi-reaksi yang digunakan
untuk uji kualitatif unsur-unsur penyusun
suatu senyawa organik
2. Hari / Tanggal Praktikum : Kamis 21 Oktober 2010
3. Tempat Penelitian : Lantai III Laboratorium Kimia Dasar
Fakultas MIPA Universitas Mataram

B. LANDASAN TEORI
Dulu senyawa karbon tidak dapat dibuat di laboratorium tetapi setelah
Fredich Wohler berhasil membuat urea melalui pemanasan pada tahun 1923,
maka senyawa organik lain mulai dibuat di laboratorium. Adanya unsur
karbon dan hidrogen dalam sampel organik, secara lebih pasti dapat ditunjuk
mealui cara kimia yaitu dengan uji pembakaran. Pembakaran sampel organik
akan mengubah karbon (C) menjadi karbon dioksida (CO) dan hidrogen (H)
menjadi H2O. Gas CO2 dapat dikenali berdasarkan sifatnya yang mengerahkan
air kapur, sedang air dapat dikenali dengan kertas kobalt. Air mengubah warna
kertas kobalt dari biru menjadi merah muda (pink).
Sampel + Oksidator  CO2 (g) + H2O (l)
CO2 (g) + Ca (OH)2  CaCo3(s) + H2O (l)
Kertas kobalt biru + H2O(l)  kertas kobalt merah muda.
Karbon dan hidrogen akan teroksidasi menjadi CO2 dan H2O. Karbon
dioksida (CO2) dikenali dengan menggunakan air kapur, sedang air dikenali
dengan menggunakan kertas kobalt (Ralph,2001 : 1).
Pada reaksi pengarangan, kita mengetahui bahwa kita melakukan
percobaan dengan menggunakan senyawa organik. Tetapi penggunaan

24
senyawa organik tidak seluruhnya menghasilkan warna nyala pada percobaan
yang dilakukan karena ada duri sebagian senyawa organik yang memberikan
hasil nyala ataupun tidak memberikan reaksi yang diinginkan sama sekali
karena diakibatkan oleh kesalhan yang dibuat dalam melakukan pengamatan
dan juga itu terjadi pada reaksi pemanasan monofastik dan hipofostik
(Stonley, 2003 : 210).
Analisis unsur senyawa organik dilakukan dengan cara sebagai berikut
: sejumlah massa tertentu sampel dibakar dan karbon dioksida (CO3) dan air
(H2O) yang dihasilkan dijebak dengan obsorben yang tepat, dan peningkatan
massa absorban kemudian ditentukan. Peningkatan massa absorben
diakibatkan oleh CO2 dan H2O yang diserap. Dari nilai ini, jumlah karbon dan
hidrogen dalam sampel dapat ditentukan, metode pembakaran sudah dikenal
sejak dulu. Metode ini telah digunakan oleh Lavoisier dan secara signifikan
disempurnakan oleh Leibig. Metode modern untuk menentukan jumlah karbon
(C) atau karbon dioksida (CO2) dan air adalah dengan kromotografi gas bukan
dengan metode penimbangan. Namun, prinsipnya tidak berubah sama sekali
(Yoshito, 009 : 06)
Nitrogen ditemukan oleh kimiawan dan fisikawan Daniel Rutherford
di tahun 1772. Dia memisahkan oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2) dari
udara dan menunjukkan gas yang tersisa oleh tidak menunjang pembakaran
atau makhluk hidup. Pada saat yang bersamaan ada beberapa ilmuan lainnya
yang mengadakan riset tentang nitrogen. Mereka adalah Scheele Caverdish,
Priestly, dan yang lainnya. Mereka menamakan gas ini udara tanpa oksigen.
Tetapi pada hidrogen telah digunakan bertahun-tahun sebelum akhirnya
dinyatakan sebagai unsur yang unik oleh Coverdish ditahun 1776. Dinamakan
hidrogen oleh Lavoisier, hidrogen adalah unsur yang terbanyak dari semua
unsur di alam semesta elemen-elemen yang berat pada awalnya dibentuk dan
atom-atom hidrogen atau dari elemen-elemen yang mulanya terbuat dari atom-
atom hidrogen (blogspot).

25
C. Alat dan Bahan Praktikum
1. Alat Praktikum
- Tabung reaksi
- Ampul
- Pipet tetes
- Penjepit
- Pipa U
- Belas ukur 100 ml
- Pinset
- Spatula
- Cawan porselin
- Kohi tiga + kasa
- Bunsen
- Rak tabung reaksi
- Pembakar (korek api)
2. Bahan Praktikum
- Sulfur
- NaOH 0,1 M
- Reagen Nesiler
- Timbal Asetat (Ca3 COO)2 Pb 1 molar x
- Asam Nitrat encer (HNO3 encer)
- Naphtalen
- Air kapur
- H2SO4 pekat

D. Skema Kerja
1. Identifikasi Unsur Karbon
a. Reaksi Pengurangan

26
Zat organik (naftholena)
- dimasukkan kecawan porselin
- ∆ dengan api kecil
- ∆ dengan api besar
Diamati warna nyala

Terdapat adanya jelaga


- ∆ dengan api besar
Jelaga akan hilang
- ∆ HNO3 encer (jika perlu)
Hasil

b. Percobaan Penpield
0,5 sampel (urea)
- + 50 mg CuO
- Dimasukkan ketabung reaksi yang dilengkapi pepet

Terbentuk gas
- Alirkan ketabung reaksi yang berisi air kapur
Hasil
2. Identifikasi Unsur Hidrogen
a. Percobaan Perfield
Seperti yang di atas :
0,5 sampel (urea)
- + 50 mg CuO
- Dimasukkan ketabung reaksi yang dilengkapi pepet

Terbentuk gas
- Alirkan ketabung reaksi yang berisi air

27
Hasil

Piroksis dengan sulfur


Sedikit sampel (urea) dalam tabung reaksi
- + 50 mg sulfur
Ditutup tabung reaksi dengan kertas saring Pb asetat

Hasil
b. Percobaan Lasaigne
Logam Na dalam ampal

+ 50 mg (sampel + sukrosa)

Merah membara (dingin)
- + 1-2 ml etanol

Merah membara
- Dimasukkan ke dalam gelas piala yang berisi 20
ml air sampai ampul pecah
- ∆ (mendidih)
Disaring

Endapan filtrat jernih (feltrat lasaigne)

3. Identifikasi unsur Nitrogen


3 ml filtrat Lasaigne
+ beberapa tetas FeSO4
+ 1-3 tetes FeCl3
Jika perlu asamkan dengan H2SO4
(adanya unsur N  timbangan warna biru)

28
a. Percobaan Kjeldahl
10 mg sampel (urea) dalam tabung reaksi
+ 1 tetes H2SO4 pekat

Larutan jernih
+ air 1 ml
Dibasakan dengan NaOH
+ beberapa tetes pereaksi Nessler
Hasil (adanya unsur N  endapan coklat setelah ditambah reaksi
Nessler)

4. Identifikasi Unsur Halogen


Percobaan Beilstein
Kawat CU
∆ ujungnya
Ditetesi dengan larutan DCM

Hasil (warna nyala)

E. Hasil Pengamatan
Identifikasi Unsur Karbon
No Perlakuan Hasil Pengamatan
1 Reaksi Pengarangan
Naftalen
- dimasukkan kecawan porselin
- ∆ api kecil - Belum ada jelaga
- ∆ api besar - Cairan nafhtalen mengering
dan terbentuk jeloga (belum

29
jelas)
- Diamati warna nyala - Terlihat warna nyalanya
agak hitam
Terlihat adanya jelaga
- ∆ api besar / tinggi - Jelaga terlihat jelas
- + HNO3 encer (jika perlu) - Jelaga hilang
2 Percobaan Perpield
0,5 gr (sampel (urea)
- + 0,5 mg CuO
- Dimasukkan ke tabung reaksi
yang dilengkapi pipa U Percobaan gagal
- ∆
Terbentuk gas
- Dialirkan ke tabung reaksi yang
berisi air kapur

Identifikasi Unsur Hidrogen


No Perlakuan Hasil Pengamatan
1 Percobaan Perfield
- 6,5 gr sampel
- + 0,5 mg CuO - Terdapat adanya hidrogen,
- Dimasukkan ke tabung reaksi karena pada saat pemanasan
yang dilengkapi pipa U terdapat gelembung pada
- ∆ dinding tabung reaksi yang
Terbentuk gas berisi air kapur dan terlihat
- Dialirkan ke tabung reaksi yang adanya tetes-tetes air pada
berisi air dinding tabung
2 Pirolisis dengan Sulfur sampel - Kertas saring berwarna
(urea) coklat kehitaman setelah
- + 0,5 mg sulfur pemanasan, maka terbukti
- Ditutup kertas saring dengan bahwa pada pemanasan, urea
kertas saring Pbasitat + sulfur terdapat unsur

30
- ∆ hidrogen. Pada tabung reaksi
terdapat endapan putih
keras.

Identifikasi Unsur Nitrogen


No Perlakuan Hasil Pengamatan
1 Percobaan Kjeldahl
10 mg sampel (urea)
- + 10 tetes H2SO4 pekat - Warna larutan yang awalnya
hitam kecoklatan menjadi
hitam jernih kecoklatan
(lebih jernih)
- ∆ - Berasap, warna tetap
- + air 1 ml - Terbentuk endapan berwarna
+ NaOH + Reaksi Nessler coklat dan filtrat berwarna
hening kecoklatan artinya
adanya N

Identifikasi Unsur Halogen


No Perlakuan Hasil Pengamatan
1 Percobaan Beilsteom Kawat Cu
- ∆ ujungnya - Tidak ada warna nyala
- Ditetesi dengan larutan DCM - Setelah ditetesi DCM,
- ∆ terlihat warna nyalanya
berwarna hijau

31
F. ANALISIS DATA
1. Identifikasi Unsur Karbon
a. Reaksi Penyaringan
C10H8 O2 10CO2 + H2O
2CO + HNO3 2CO2 + HNO2 (+HNO3)
b. Percobaan Perfield
CuO + CO (NH2)2 O2 CO2 + 2H2O + 2NO + Cu
Pada proses pengkeruhan air kapur
Ca(OH)2 + CO2 CaCO3 + H2O

2. Identifikasi Unsur Hidrogen


a. Percobaan Perfield
CuO + CO (NH2)2 CO2 + 2H2O + 2NO + Cu
b. Pirolisis dengan sulpur
CO(NH2)2 + 4S + 3O2 4H2S + 2CO2 + 4NO
H2S + (CH3COO)2 Pb PbS↓ + 2CH3COOH

3. Identifikasi Unsur Nitrogen


a. Percobaan Kjeldahl
CO(NH2)2 + H2SO4 O2 (NH4)2 SO4 + CO2 + SO2 + H2O
(NH4)2 SO4 + 2NaOH 2NH3 + 2H2O + Na2SO4
NH4 + 2(Hg I4)2- + 2OH- HgOHg 9NH2) I↓ + 7 I- + 3H2O

4. Identifikasi Unsur Halogen


2Cu + O2 2CuO
CuO + CH2 U2 Cu + U2 + CH2O

32
G. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini yang membahas masalah tentang analisisunsur,
yang pada percobaannya kita akan mengidentifikasi setiap unsur-unsur seperti
C,H,N,S,P dan unsur – unsur halogen, yang semuanya itu kita uji dengan cara,
seperti : dengan pengurangan, percobaan pupield, pirotisis dengan sulfur,
percobaan Kjeldahl, dan percobaan beilstein.
Pada percobaan pertama yaitu identifikasi unsur karbon, identifikasi unsur
karbon ini dilakukan dnegan dua cara yaitu dengan pengarangan dan
percobaan penfiild. Pada percobaan dengan pengarangan kita menggunakan
sampel berupa nafhtalen yang merupakan bahan dasar sebagai dalam
pembuatan kapur barus, pada saat dipanaskan dengan api kecil sama sekali
tidak ada reaksi yang diinginkan tetapi setelah dipanaskan dengan api yang
cukup besar cairan nafhtalen mengering dan terbentuk julaga dan warna
nyalanya terlihat agak kehitaman, ini mungkin karena apinya terlalu besar dan
juga menandakan bahwa pada sampel nafhtalen terdapat unsur karbon.
Semakin api / pemanasan dengan api tambah besar, gelaganyapun tambah
jelas terlihat, boleh jadi proses ini disebut juga dengan proses penyublinan.
Selaga akan hilang karena ditambahkan dengan larutan HNO3 encer,
disebabkan karena adanya unsur karbon (C) yang bereaksi dengan HNO3 yang
akan menghasilkan karbondioksida (CO2).
Pada percobaan dengan penfeeld, yang dilakukan untuk mengidentifikasi
unsur C dan H. Percobaan yang dilakukan untuk membuktikan adanya unsur
C ternayta selalu gagal dan tidak mendapat hasil yang diinginkan sama sekali.
Ini disebabkan karena kesalahan pada cara kerja oleh praktikan dan juga pada
saat pencampuran dengan CuO, reaksinya menimbulkan ledakan secara tiba-
tiba disebabkan karena reaksi panas dalam tabung yang tertutup dan mungkin
juga dipanaskan secara berlebihan sehingga terjadi pelepasan energi yang
cukup besar. Identifikasi unsur H dengan percobaan penfeeld, mendapat suatu
hasil berupa adanya gelembung-gelembung pada dinding tabung reaksi yang
berisikan air kapur, gelembung – gelembung tersebut yang akan nantinya
menjadi suatu tetesan-tetesan air yang membekas pada dinding tabung. Dari

33
tetesan-tetesan air pada dinding tabung reaksi ini kita simpulkan bahwa pada
percobaan penfield terdapat unsur Hidrogen.
Pada percobaan dengan pirolisis dengan sulfur, juga terdapatnya unsur H
yang dapat diketahui dari warna coklat kehitaman pada kertas saring Pb-asitat
setelah pemanasan, ini disebabkan karena reaksi antara sampel + sulfur
dengan kertas saring Pb-asetat sehingga menghasilkan H2S dan juga pada
tabung reaksi tersebut terdapat endapan berwarna putih keras. Mungkin
disebabkan karena pemanasan / hasil dari pemanasan pada sampel yang
dicampur dengan sulfur.
Pada percbaan Lassaigne, menggunakan sampel berupa logam Na yaitu
merupakan logam yang relatif yang bila direaksikan dnegan air akan
menimbulkan ledakan, boleh jadi reaksi ini disebut juga dengan reaksi
pelepasan energi dari sistem ke lingkungan (eksoterm). Pada percobaan ini
kita akan membuktikan atau untuk mendapatkan hasil berupa filtrat jernih
filtrat Lasaigne)
Pada identifikasi unsur Nitrogen, kita menggunakan hasil dari percobaan
Lasaigne dengna beberapa tetes Fe SO4 dan ditambah dengan 1-3 tetes FeU3
yang kemudian diasamkan dengan H2SO4. timbulnya unsur N diketahui dari
timbulnya atau hasil pencampuran menghasilkan warna biru yang digunakan
sebagai indikator percobaannya.
Pada percobaan Kjeldahl, digunakan sampel yang diteteskan dengan
larutan H2SO4 pekat setelah itu dipanaskan yang akan menghasilkan larutan
jernih karena reaksi yang terjadi adalah H2SO4 diubah menjadi (NH4)2SO4.
kemudian dengan penambahan air 1 ml, dibasakan dengan NaOH setelah itu
dibuktikan dengan pereaksi Nessler, hasilnya berupa endapan yang berwarna
coklat. Adanya unsur N diketahui dari hasil pencampuran yang menghasilkan
endapan yang berwarna coklat.
Identifikasi unsur sulfur, digunakan larutan hasil filtrat lasaigne yang
diasamkan dengan asam asetat kemudian ditetesi dengan larutan dilanjutkan
dengan filtrat Lasaigne diasamkan dengan HCl, kemudian ditetesi dengan
FeSO4 sehingga adanya unsur sulfur ditandai dengan timbulnya endapan hitam

34
jga. Lain dengan perlakukan yang ketiga yiatu filtrat Lasaigne ditetesi dengan
Na-nitro prosida yang adanya unsur sulfur ditandai dengan timbulnya warna
violet. Identifikasi unsur sulfur dilakukan dengan tiga langkah, yang masing-
masing dari perlakuannya digunakan larutan filtrat Lasaigne.
Identifikasi unsur fosfor menggunakan larutan filtrat Lasaigne yang
ditetesi dengan HNO3 pekat sehingga diubah menjadi PO43- akibat dari yang
ditunjukkan dengan amin molybdat NH4. timbulnya endapan kuning
menandakan adanya unsur fosfor selanjutnya akan terbentuk anin
fostomolibdet setelah di tetesi dengan pereaksi magnesium mixture yang kan
menghasilkan kristal spesifik yang diamati dibawah mikroskop.
Identifikasi terakhir adalah unsur Halogen menggunakan kawat Cu sebagai
uji bahan nyala. Pada pperlakuannya kawat Cu dipanaskan tetapi tidak ada
warna nyala yang timbul, setelah ditetesi dengan larutan DCM, terlihat warna
nyala berupa warna hijau saat dipanaskan karena sesuai sifatnya beberapa
senyawa yang dengan O2 lembaga membentuk senyawa tembaga dan
menguap dan berwarna hijau disebabkan DCM.

H. PENUTUP
1. Kesimpulan
- Adanya unsur karbon (c) ditandai dari terbentuknya
jelaga pada nafhtalen
- Hilangnya jelaga disebabkan karena pencampuran dari
larutan HNO3 encer
- Pada percobaan perfield digunakan untuk
mengidentifikasi unsur C dan H dimana pada pidentifikasi unsur
karbon ditandai dengan adanya warna keruh pada kapur dan pada
identifikasi hidrogen ditandai dari adanya tetesan – tetesan air pada
dinding tabung reaksi
- Identifikasi unsur hidrogen pada pirolisis dengan sulfur
ditandai dengan adanya warna hitam pada kertas saring Pb-asetat.

35
- Eksoterm adalah proses yang ditimbulkan oleh sistem
kelingkungan atau proses pola pesan energi kelingkungan.
- Percobaan Lasaigne dilakukan untuk memperoleh hasil
filtrat Lasaigne untuk identifikasi unsur N,S,P, dan halogen).
- Identifikasi unsur nitrogen menggunakan larutan filtrat
Lasaigne yang akan diketahui dari timbulnya warna biru. Identifikasi
ini juga dilakukan dengan percobaan Kjeldahl
- Identifikasi Halogen unsur halogen dilakukan dnegna
percobaan Beilistein yang pada pecobaannya dipanaskan kawat Cu lalu
ditetesi larutan DCM sehingga menghasilkan warna nyala berupa
warna hijau.
2. Saran
- Sebaiknya praktikan dalam melakukan kegiatan
praktikum, tidak main-main
- Dalam praktikum, sebaiknya berhati-hati sebab ini
menggunakan larutan atau bahan-bahan yang berbahaya
- Usahakan pada saat mengambil larutan asam dilemari
asam, nyalakan kipasnya, gunakan sarung tangan (pengaman tangan),
masker, serta kacamata agar lebih aman dan terlindungi.

36