P. 1
ORDE BARU

ORDE BARU

|Views: 2,317|Likes:
Dipublikasikan oleh Nur Sakti

More info:

Published by: Nur Sakti on Apr 21, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2013

pdf

text

original

1.

Periode Orde Baru Dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret 1966 dari Presiden Soekarno kepada Soeharto untuk mengatasi situasi dan kondisi yang sulit dikendalikan akibat berbagai peristiwa yang berpuncak G30S/PKI, menandai lahirnya babakan perikehidupan bangsa Indonesia yang dikenal sebagai Orde Baru. Pemerintah Orde Baru bertekad untuk melaksanakan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Pada masa Orde Baru, sistem pemerintahan menitikberatkan pada aspek kestabilan politik. Hal ini dilakukan dalam rangka menunjang pembangunan nasional. Sistem pemerintahan presidensial berdasarkan UUD 1945 dijalankan semasa Orde Baru. Ciri dari sistem pemerintahan presidensial pada masa Orde Baru adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. Pada periode ini presiden memiliki kekuasaan sebagai berikut. 1) Pemegang kekuasaan legislatif 2) Pemegang kekuasaan kepala pemerintahan 3) Pemegang kekuasaan kepala negara 4) Panglima tertinggi dalam kemiliteran 5) Berhak mengangkat dan melantik para anggota MPR dari utusan daerah atau golongan 6) Berhak mengangkat para menteri dan pejabat negara 7) Berhak menyatakan perang, membuat perdamaian, dan perjanjian dengan negara lain 8) Berhak mengangkat duta dan menerima duta dari negara lain 9) Berhak memberi gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan 10) Berhak memberi grasi, amnesti, abolisi dan rehabilitasi Dengan dikeluarkannya Tap MPRS No. XXIII/MPRS/1967, secara formal Soeharto sebagai Presiden RI kedua yang pengambilan sumpah dan pelantikannya dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 1967. 1. Hakikat, Landasan, dan Tujuan Orde Baru a. Hakikat Orde Baru 1) Suatu tatanan seluruh kehidupan rakyat, bangsa dan negara yang diletakkan pada pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

XIII/MPRS/1966 1) Dibentuk : 28 Juli 1966 2) Tugasnya : Dwi Dharma. 2) Normalisasi hubungan Indonesia ± Malaysia dengan ditanda tanganinya Jakarta Accord pada 11 Agustus 1966. 1) Kembali ke politik luar negeri yang bebas aktif. 3) Masuk kembali menjadi anggota PBB pada tanggal 28 September 1966. 4) Memelopori berdirinya ASEAN pada tanggal 8 Agustus 1967. 2. dan OKI. bersatu dan berdaulat.2) Koreksi total terhadai segala penyelewengan terdahulu serta menyusun kembali kekuatan bangsa guna mempercepat proses pembangunan bangsa. yaitu meningkatkan stabilitas politik dan ekonomi. APEC. Usaha yang dilakukan Orde Baru a. XII/MPRS/1966. sesuai dengan Tap MPRS No. 5) Ikut terlibat secara aktif dalam organisasi regional dan internasional yang bersifat netral dan independen seperti GNB. Membentuk kabinet Ampera berdasar Tap MPRS No. . meliputi : a) Memperbaiki kehidupan rakyat b) Melaksanakan Pemilu c) Melaksanakan politik luar negeri bebas aktif d) Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme. 3) Programnya : Catur Karya. b. Landasan Orde Baru 1) Landasan Idiil : Pancasila 2) Landasan Konstitusional : UUD 1945 3) Landasan Operasional : Tap MPRS/MPR c. b. Tujuan Orde Baru Mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 di dalam wadah NKRI yang merdeka. Politik Luar Negeri Usaha yang dilakukan untuk memperoleh kepercayaan internasional adalah.

XXXIII/MPRS/1966 ditetapkan tentang usaha menanggulangi kemerosotan ekonomi melalui skala prioritas yaitu: 1) Pengendalian laju inflasi 2) Pencukupan kebutuhan pangan 3) Rehabilitasi prasarana ekonomi 4) Peningkatan ekspor 5) Pencukupan kebutuhan sandang Arah kebijakan pemerintah Orde Baru pada pembangunan segala bidang. 2) Penyederhanaan kehidupan menjadi tiga kelompok. d) Pelaksanaan penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) atau Eka Prasetia Pancakarsa yang bertujuan agar bangsa Indonesia mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Parkindo. Murba. terdiri dari kelompok organisasi profesi.c. dan IPKI. Pertumbuhan ekonomi pada orde baru ternyata memberi dampak . c) Golongan Karya (Golkar). d. Politik Dalam Negeri Pada politik dalam negeri dilakukan: 1) Penyegaran DPR-GR yang bertujuan menumbuhkan hak-hak demokrasi dan mencerminkan kekuatan yang ada dalam masyarakat. yaitu: a) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) terdiri dari PNI. Bidang Ekonomi Berdasarkan Tap MPRS No. Kerja kabinet Ampera ternyata dapat menekan laju inflasi menjadi 120% dari 650% pada tahun 1967. Indonesia dapat berswasembada besar hingga mendapat penghargaan dari FAO. komposisi anggota DPR terdiri dari wakil-wakil partai politik dan golingan karya. Parmusi. Partai Katolik. Dampak positifnya yaitu 1) Pertumbuhan ekonomi yang tinggi 2) Swasembada beras . PSII dan Perti. b) Partai Persatuan Pembangunan (PPP). terdiri dari NU.

b. Pada pelaksanaan pembangunan ditempuh dalam jangka panjang (selama 25 ± 30 tahun) maupun jangka pendek (5 tahun) yang dikenal dengan Pelita. Pembangunan Nasional Pembangunan nasional merupakan suatu tindakan yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan amanat penderitaan rakyat yaitu menciptakan masyarakat adil dan makmur di dalam wadah NKRI. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang menuju pada terciptanya keadilan sosial. akan terlihat gambaran masa depan lima tahun Indonesia ke depan berdasarkan rencana pembangunan bertumpu pada Trilogi Pembangunan yaitu. c. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. . a. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Melalui Pelita. 3) Terjadinya konglomerasi dan bisnis dengan budaya korupsi.3) Menurunnya angka kematian Sedang dampak negatifnya meliputi 1) Pencemaran lingkungan hidup 2) Perbedaan ekonomi yang mencolok antardaerah dan kelompok dalam masyarakat. Bidang sosial Dengan perkembangan ekonomi yang meningkat. e. maka akan mempengaruhi peningkatan dalam kehidupan sosial masyarakat seperti 1) Standar kesehatan yang lebih baik 2) Program wajib belajar bagi anak usia sekolah 3) Semakin rendahnya jumlah masyarakat yang buta huruf 4) Pengendalian angka pertumbuhan penduduk melalui program KB 3. kolusi dan nepotisme (KKN). Pembangunan nasional tahap pertama dimulai sejak 1 April 1969.

Hal ini mendasar pada a. khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita. c. Pemerataan pembagian pendapatan. Indonesia sebagai negara yang perekonomiannya bertumpu pada bidang pertanian memanfaatkan perkembangan revolusi hijau dari bangsa luar. b. . Berikut adalah daftar ringkas beberapa peristiwa besar selama periode dan pelayanan sosial yang penting dan program keamanan penghasilan undangkan. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat. sandang dan perumahan. maka sejak Pelita III ditetapkan Delapan jalur pemerataan yang meliputi. khususnya pangan. f. Pemerataan kesempatan kerja d. Produksi pertanian yang masih rendah c. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.Agar pelaksanaan pembangunan dapat benar-benar mewujudkan tujuan nasional bangsa Indonesia. Produksi pertanian yang belum mampu memenuhi kebutuhan rakyat. Periode Orde Baru Ini adalah periode yang sangat aktif legislasi kesejahteraan sosial dan reformasi. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan. Peningkatan kebutuhan penduduk yang beragam b. Pemerataan kesempatan berusaha e. Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air g. a. 2.

1951. 1966 Consolidates Welfare for disabled. y y Founding of the NDP.y Revision of Old Age Pension Act. Minority Government and economic growth. 1973. 1956. single parents. 1961 Pendiri NDP. y Growth of the Public Sector and Public Sector Unionization pertumbuhan sektor publik dan sektor serikat sekerja. 1951 Old Age Bantuan Undang-Undang. 1948 Saskatchewan Hospitalization Plan. 1961. 1956 pengangguran Bantuan Undang-Undang. 1963 ± 1968 Minoritas Pemerintah dan Pertumbuhan Ekonomi. 1951. 1964. 1951 Old Age Bantuan Undang-Undang. 1963 ± 1968. Resusgence of the women¶s Movement in the 1960s kebangkitan dari Gerakan Perempuan di tahun 1960an. Persatuan Buruh 1956. y y y y Constitutional Amandement for pensions Amandemen Konstitusi untuk pensiun. 1947. 1956 Konflik Buruh. 1951 Old Act Assistance Act. revisi Undang-Undang Pensiun Hari Tua. y y Labour Conflict. Unemployment Assistance Act. 1942 Family Allowance Act. bantuan Kanada Rencana Undang-Undang 1966 mengkonsolidasi Kesejahteraan untuk penyandang cacat. y Canada Pension Plan Act. orang tua tunggal. 1944. 1951. 1951 Federal Day Care. y y y Old Age Security Act. penerima dipekerjakan ke dalam satu program tapi tidak . Hospital Insurance Diagnostic Services Act. y y y Public Housing. Labour Unity. Old Age Assistance Act. 1942 Federal Day Care. 1944. employable recipients into one program but there was no occupational pension this was the Canada and Quebec pension plan act. 1965 But workers would not benefit for many years so a supplement was devised to bridge the gap. 1973 Undang-Undang Perumahan Nasional. 1957 Asuransi Rumah Sakit Diagnostik Service Act. Toronto. 1957. 1947 Saskatchewan Rawat Inap Plan.

1971. Kondisi bagi orang-orang Aborigin telah sedikit berubah seperti laporan tahun 1960-an menunjukkan. 1962. y 1971 new is introduction of Maternity Benefits. 1957. 1966. 1966. amandemen KUHP. y y National Medicare. y The government proposed the Hawthorn Report. 1963 Royal Komisi Pelayanan Kesehatan. 1965. 1968 Abortion. 1957 Diagnostik Rumah Sakit Asuransi dan UU Jasa. y y y y 1967 Divorse Act. Pemerintah mengusulkan laporan Hawthorn. . 1969 Undang-Undang Asuransi Pengangguran.ada pensiun kerja ini adalah Kanada dan Quebec rencana tindakan pensiun. Royal Comission on health services. Sask. Kontrasepsi. Perceraian 1967. Kedua pemerintah minoritas. Amandments to criminal code. orang asli melihatnya sebagai meninggalkan tanggung jawabnya di bawah pernjanjian ke Kanada selama perang dunia kedua yang akhirnya dicabut pada tahun 1947 dan sistem titik imigrasi. 1969 Unemployment Insurance Act. 1968. y 1969 White Paper on Indoan self government proposed to hand things over to native people saw it as abandoning its responsibilities under treaties signed in the 18th and 19th centuries restrictions on immigration of Jews to Canada during second world war are finally lifted in 1947 and an immigration point system. y y Mediacare. 1963. y 1971 second minority government. y Hospital Insurance and Diagnosic Services Act. UI 1971 baru adalah pengenalan manfaat melahirkan. Undang-Undang. UI. Condition of Aboriginal people had little changed as a 1960¶s report showed. Contraception 1968. Namun para pekerja tidak akan mendapat manfaat selama bertahun-tahun sehingga suplemen alat untuk menjembatani kesenjangan. Aborsi.

4) DPR memegang kekuasaan membentuk undang-undang. Pada masa reformasi. 1) UU No. 6) Presiden dan wakil presiden dipilih secara berpasangan dan langsung oleh rakyat serta diusulkan oleh partai politik peserta pemilu. sistem presidensial diperkuat melalui mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung. Gerakan reformasi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998 merupakan suatu gerakan pembaruan dan perubahan. Lim apaket undang-undang tersebut sebagai berikut. Laporan. beverage Report. 1943 Sir William Beverage wrote a comprehensive report on post war social security for Britain. Report on British Social Security. 1973 amendment to the National Housing Act. Reformasi membawa angin segar bagi kehidupan ketatanegaraan di Indonesia. 1973. 3) Menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Gerakan reformasi juga menuntut agar dilakukan pembaruan terhadap lima paket undang-undang politik yang dianggap menjadi sumber ketidakadilan. pada struktur ketatanegaraan di Indonesia. Laporan Inggris Jaminan Sosial. 1) Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada DPR. 1943 Sir William Minuman menulis laporan yang komprehensif mengenai pasca perang jaminan sosial bagi Inggris. . 2) Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama untuk satu kali masa jabatan. Reformasi adalah suatu perubahan tananan dari perikehidupan lama menuju perikehidupan baru secara huku menuju arah perbaikan. 1972 Perubahan Tunjangan Keluarga. yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah.y y 1972 amendment to Family Allowcances. Lima paket undangundang politk yang dianggap menjadi sumber ketidakadilan. Ketentuan-ketentuan sistem pemerintahan Indonesia pada masa reformasi sebagai berikut. 1 Tahun 1985 tentang Pemilihan Umum. 5) Presiden dan wakil presiden tidak bertanggung jawab kepada majelis yang teridiri atas dua kamar.

4) UU No. 3 Tahun 1985 tentang Partai Politik dan Golongan Karya.5 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. menggantikan UU No. 4) UU No.2) UU No. Tugas dan Wewenang DPR/MPR 3) UU No. Kedudukan. 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Massa Dalam rangka membenahi struktur ketatanegaraan disusunlah peraturan-peraturan sebagai berikut. 1) Paket Undang-undang dibidang politik (UU Susduk/MPR/DPR/DPRD. 5 Tahun 1985 tentang Referendum 5) UU No. .5 Tahun 1974. 2) UU No. 3) UU No. 5) Amandemen UUD 1945 oleh MPR melalui Panitia adhoc I MPR RI. 2 Tahun 1985 tentang Susunan.2 Tahun 1999 tentang Partai Politik dan Golongan karya. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah. dan UU No.3 Tahun 1999 Tentang Pemilihan Umum.

ILHAM 4. MARWANA 2. ALAMSYAH RAHIM . RINA AGGATUSARI 3.KETUA : RAHMANIAH ANGGOTA : 1.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->