Inventarisasi dan Penyelidikan Mineral Non Logam di Kabupaten Aceh Selatan

INVENTARISASI DAN PENYELIDIKAN MINERAL NON LOGAM
KABUPATEN ACEH SELATAN, PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM

Zulfikar, Iwan Aswan H., Corry Karangan, Bayu Sayekti
Kelompok Program Penelitian Mineral

S A R I

Dari hasil kegiatan inventarisasi dan penyelidikan ini telah dapat diidentifikasikan keterdapatan 9 (sembilan) jenis bahan galian yang termasuk kelompok mineral non logam. Bahan galian tersebut yakni pasir kuarsa, granit, sirtu, basal, batugamping, kuarsit, lempung, diorit dan andesit. Pasir kuarsa dengan jumlah sumber daya sebesar 850 ribu ton tersebar di dua lokasi di Kabupaten Aceh Selatan. Granit dengan jumlah sumber daya sebesar 355 juta ton tersebar pada empat lokasi. Sirtu baik berupa sirtu sungai, sirtu gunung maupun sirtu pantai tersebar di 10 lokasi dengan jumlah sumber daya sebesar 62 juta ton. Basal dengan sumber daya sebesar 95 juta ton tersebar di empat lokasi. Batugamping dengan sumber daya 117 juta ton tersebar di sembilan lokasi. Kuarsit dengan sumber daya sebesar 20 juta ton terdapat pada satu lokasi. Lempung dengan sumber daya hipotetik 8,5 juta ton tersebar di dua lokasi. Diorit dengan sumber daya sebesar 40 juta ton tersebar di dua lokasi. Andesit dengan sumber daya 25,5 juta ton tersebar di dua lokasi. Di antara bahan galian non logam tersebut, beberapa jenis bahan galian yakni pasir kuarsa, granit, batugamping, dan lempung yang terdapat di beberapa lokasi dapat dikembangkan lebih lanjut. PENDAHULUAN Pusat Sumber Daya Geologi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya pada Tahun Anggaran 2006 ini telah melakukan kegiatan inventarisasi dan penyelidikan bahan galian non logam di berbagai lokasi di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya adalah daerah Kabupaten Aceh Selatan. Kabupaten ini terletak di bagian barat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Kegiatan inventarisasi dan penyelidikan bahan galian yang dilakukan di daerah ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data dasar potensi bahan galian, baik lokasi keterdapatan, sumber daya (cadangan) maupun kualitasnya. Kegiatan ini ditujukan untuk mengetahui prospek pemanfaatan dan pengembangan bahan galian yang terdapat di daerah tersebut. Kabupaten Aceh Selatan dengan ibukota Tapaktuan dapat dicapai melalui darat dari kota Banda Aceh ataupun dari kota Medan. Kabupaten Aceh Selatan dengan luas daratan sekitar 3.842 km2

N. Pengumpulan data sekunder berupa hasil pekerjaan pihak lain yang diperoleh dari instansi di lingkungan pemerintah daerah. Analisis kimia unsur major untuk mengetahui kandungan oksida unsur-unsur yang umum terdapat dalam batuan. Kegiatan lapangan meliputi pekerjaan pengumpulan data sekunder serta pengumpulan data primer. 1982).dan jumlah penduduk sebanyak 193. Kegiatan laboratorium meliputi pemeriksaan secara fisika dan / atau kimia terhadap beberapa conto batuan yang telah diambil.dan dilaksanakan oleh personil dari Kelompok Program Penelitian Mineral. pasir. dan konglomerat serta Formasi Loser (Tll) yang terdiri dari batupasir. batulanau. andesit dan batupasir. breksi. pasir dan lempungt.. Di atasnya diendapkan batuan dari Formasi Gunungapi Trumon (Tmvt) yang terdiri dari batuan volkanik tersier. KEGIATAN PENYELIDIKAN Kegiatan penyelidikan ini dapat dibagi menjadi dua kelompok. yaitu kegiatan lapangan dan kegiatan laboratorium. Sedangkan pengumpulan data primer yaitu berupa pekerjaan pengamatan langsung terhadap endapan bahan galian yang ditemukan serta dilanjutkan dengan pengambilan conto batuan yang mewakili endapan bahan galian tersebut untuk keperluan analisis laboratorium. breksi. dkk. keadaan sosial serta budaya masyarakat setempat. GEOLOGI UMUM Wilayah kabupaten Aceh Selatan termasuk ke dalam liputan Peta Geologi Bersistem Indonesia dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Skala 1 : 250. Selanjutnya diterobos oleh Retas (Qpds) yang terdiri dari mikrogabro. . Formasi-formasi batuan tersebut lalu diterobos oleh Intrusi Sibubung (Mpisb) yang terdiri dari granit fase leukokratik dan mafik. dkk. Penyelidikan lapangan telah dilakukan pada bulan September ± Oktober 2006 yang lalu. baik berupa data potensi bahan galian mineral non logam ataupun berupa data data penunjang seperti data sarana dan prasarana. Terakhir diendapkan endapan Aluvium (Qh) berumur Holosen yang terdiri dari kerikil. Analisis Petrografi untuk memeriksa sifat optik sayatan batuan di bawah mikroskop dan menentukan jenis-jenis mineral atau batuannya.R. dan selingan tufaan. Di atasnya diendapkan Formasi Meulaboh (Qpm) yang terdiri dari kerikil. dan filit dari Formasi Kluet (Puk) yang berumur Karbon Awal ± Permian Akhir Di atas formasi batuan ini diendapkan berturut-turut batuan sedimen dan gunungapi dari Formasi Gunungapi Tapaktuan (Mult / Muvt) berumur yang terdiri dari basal. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Sidikalang dan Lembar Tapaktuan tersebut batuan tertua yang terdapat di daerah ini adalah batusabak. DT. dan anggota batugamping. Selanjutnya adalah terobosan Granit Samadua (Tmis) yang terdiri dari granit biotit.545 jiwa terbagi atas 16 wilayah kecamatan dan 375 wilayah desa / kelurahan. yang dilakukan di laboratorium baik di dalam maupun di luar lingkungan Pusat Sumber Daya Geologi.000 Lembar Sidikalang dan Sebagian Sinabang (Aldiss. arenit kuarsa. porfir dan aplit. Diatasnya diendapkan Formai Sibolga (Tlsb) yang terdiri dari batupasir. Jenis-jenis analisis laboratorium yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1. batulumpur. Sub Kelompok Kerja Mineral Non Logam. batulanau.. serpih. andesit. dan lumpur. 1983) dan Lembar Tapaktuan (Cameron. Selanjutnya diendapkan batuanbatuan malihan dari Kampleks Gneis Meukek (Migm). 2.

Satuan Batuan Basal. termasuk dalam Mikrodiorit Trumon. sirtu. Desa Lhok Pau. 2. sumber daya hipotetik 2. a.000 ton. Desa Ujung Karang. Sungai-sungai yang mengalir di daerah ini pada umumnya mempunyai pola aliran sejajar yang dikontrol oleh litologi dan struktur sesar Beberapa satuan batuan yang dapat diamati di daerah Kabupaten Aceh Selatan ini adalah sebagai berikut : a. d. terdapat di daerah-daerah : 1. Desa Air Dingin. dan kerakal. kuarsit.000 ton. Analisis XRD untuk mengetahui jenis-jenis mineral yang terdapat dalam conto batuan. sumber daya hipotetik 100. terdiri dari lempung. 4. Kecamatan Sawang.000. Desa Kasik Putih.3. sumber daya hipotetik 105. sumber daya hipotetik 25. Sirtu. 7. termasuk ke dalam Formasi Gunungapi Tapaktuan yang berumur Jura hingga Kapur. Granit.. 6.000 ton. Desa Lhok Pau. Analisis Bakar untuk mengetahui sifat bakar bahan baku keramik.000 ton. sumber daya hipotetik 250. 3. Kecamatan Sawang. Satuan Batupasir. c.000. Kecamatan Samadua. Analisis Kuat Tekan untuk mengetahui kuat tekan batuan. sumber daya hipotetik 250. yaitu satuan morfologi pegunungan bergelombang dan satuan morfologi daerah dataran.500.000 ton. sumber daya hipotetik 125. diorit. b. . Kecamatan Samadua. Kecamatan Sawang. termasuk ke dalam Granit Samadua berumur Eosen hingga Jura. termasuk ke dalam Formasi Tapaktuan.000 ton. 5.. di daerah ini dapat dibedakan dua satuan morfologi. granit. Satuan Batuan Granit. termasuk ke dalam Formasi Sibolga yang berumur Oligosen hingga Miosen. Kecamatan Samadua.000. f. b. lempung. Pasir Kuarsa. Analisis poles untuk mengetahui kenampakan permukaan batuan setelah dipoles. 2. Desa Kutablang. terdapat di daerah-daerah : 1. dan andesit. pasir.. 2. 4. terdapat di daerah-daerah : 1. Secara morfologi. Desa Sawang Bunga dan Lubuk Layu. sumber daya hipotetik 600.000.000 ton. Desa Mutiara. Satuan batugamping. basal. Kecamatan Samadua. Satuan Batuan Diorit. Kecamatan Sawang. c). e.. Potensi Endapan Bahan Galian Dari hasil kegiatan inventarisasi dan penyelidikan ini telah diidentifikasikan sebanyak sembilan jenis bahan galian yang termasuk kelompok mineral non logam. batugamping. Bahan galian tersebut yakni pasir kuarsa. Analisis mineralogi butir untuk mengetahui komposisi ukuran serta komposisi mineral dari conto batuan berupa pasir lepas. HASIL PENYELIDIKAN Geologi Daerah Penyelidikan. Satuan Endapan Aluvium Sungai dan Pantai.000 ton..

Kecamatan Labuhan Haji Barat. Desa Rot Tengoh. Desa Seubadeh dan Lhok Jamin. Kecamatan Kluet Timur. Kecamatan Kluet Selatan.000 ton.500. sumber daya hipotetik 25. 4. Desa Krueng Baru. Desa Pucok Krueng. Desa Simpang Tiga. Desa Batuitam. Kecamatan Meukek. 6. Andesit. 4. Kecamatan Tapaktuan. g). Desa Ladang Rimba. Desa Jambu Keupok.000 ton. Desa Panton Luas. sumber daya hipotetik 5.500.000 ton. Kecamatan Bakongan. terdapat di daerah-daerah : 1.500. sumber daya hipotetik 25. 7.000 ton. Desa Paya Dapur. Lempung.000. Desa Silolo. terdapat di daerah : 1.000. sumber daya hipotetik 25.500. 5. Kecamatan Kluet Utara. terdapat di daerah-daerah : . sumber daya hipotetik 20. sumber daya hipotetik 1. 9. Kecamatan Labuhan Haji Timur. Kecamatan Pasie Raja. terdapat di daerah-daerah : 1.000 ton.000. sumber daya hipotetik 20. sumber daya hipotetik 25. sumber daya hipotetik 5. 7. 10. 9. Batugamping.000. e). 3.000 ton. Desa Kemumu Hilir. Kecamatan Pasie Raja. Kecamatan Kluet Tengah. Kecamatan Pasie Raja. sumber daya hipotetik 12.000 ton. 3. sumber daya hipotetik 750. Kecamatan Pasie Raja. Kecamatan Tapaktuan.000 ton. 2.000. 8.750. Desa Sawang Satu. Kecamatan Tapaktuan.000 ton.3.000 ton.000 ton Desa Panjupian.000 ton. sumber daya hipotetik 7. Kecamatan Kluet Timur. f). sumber daya hipotetik 18. sumber daya hipotetik 5.000 ton. sumber daya hipotetik 15.000. sumber daya hipotetik 7.000.000 ton. terdapat di daerah : 1.000 ton. sumber daya hipotetik 40.500. Desa Bukit Gading. sumber daya hipotetik 1. Desa Panton Luas. sumber daya hipotetik 20. d). Desa Malaka.000 ton h).000. 8.000 ton. Desa Lawe Sawah. Desa Batuitam. sumber daya hipotetik 250. Kuarsit. Kecamatan Sawang. Kecamatan Bakongan Timur. Kecamatan Kluet Tengah. Kecamatan Tapaktuan. Desa Teupin Gajah. 6.000. Kecamatan Tapaktuan.000. sumber daya hipotetik 25. Desa Ujung Batu. 2. sumber daya hipotetik 37.500.000 ton. 2. Desa Kampung Paya.000 ton. Kecamatan Sawang. Desa Simpang Dua. Diorit.000 ton. Desa Pasie Lembang. Basal. 4.500. Desa Gunung Krambil. Kecamatan Trumon.000.000 ton.000.000.000 ton. sumber daya hipotetik 2. 5.000 ton. Kecamatan Bakongan. Kecamatan Tapaktuan.000 ton.300.000 ton. i). sumber daya hipotetik 2. terdapat di daerah-daerah : 1. sumber daya hipotetik 7.

Pemilihan jenis dan lokasi bahan galian tersebut didasarkan kepada beberapa kriteria. batugamping. Untuk pembuatan gelas berwarna. dan desa Jambo Keupok.000 ton. Bahan galian yang dimaksud adalah sebagai berikut : a. diperlukan pasir kuarsa dengan kadar SiO2 minimal 95%. b. pengecoran logam. Juga digunakan pada konstruksi bangunan sebagai bahan eksterior maupun interior dalam bentuk pelapis dinding. monumen dan sebagainya. Dari dua lokasi pasir kuarsa yang terdapat di wilayah Kabupaten Aceh Selatan yang mempunyai prospek untuk dapat segera dimanfaatkan dan dikembangkan adalah endapan pasir kuarsa di daerah desa Air Dingin. Desa Jambo Dalem. Granit. Kecamatan Pasie Raja (sumber daya 20 juta ton). Kecamatan Samadua. abrasive. seperti semen. Kecamatan Trumon Timur.75 juta ton). sumber daya hipotetik 25. c. Desa Krueng Luas. dengan sumber daya 600.8%. Granit di kedua lokasi ini terdapat tidak begitu jauh dari jalan raya dan secara megaskopis mempunyai tekstur warna yang cukup bagus serta tidak banyak memperlihatkan retakan. bata tahan api.000 ton. Kecamatan Sawang (sumber daya 125 juta ton) dan di desa Sawang Bunga. yaitu antara lain luas sebaran / besaran jumlah sumber daya. Selain itu tentu saja dapat digunakan sebagai batu pondasi maupun bahan agregat serta batuhias lainnya. Batugamping di lokasi-lokasi ini secara megaskopis mempunyai warna yang cukup . beberapa bahan galian seperti pasir kuarsa. granit di daerah desa Lhok Pau. Batugamping Beberapa lokasi endapan batugamping di daerah ini yaitu yang terdapat di desa Kemumu Hilir. gelas.1. Bahan galian pasirkuarsa umumnya digunakan secara luas di berbagai bidang industri. silicon karbit. Ukuran butir pasir kuarsa untuk gelas umumnya antara 20 ± 80 mesh (0. keramik. Dari sembilan jenis bahan galian mineral non logam yang terdapat di wilayah Kabupaten Aceh Selatan ini. sedangkan untuk gelas optik SiO2 minimal 99. Prospek Pengembangan Bahan Galian. Kecamatan Trumon Timur. Kecamatan Labuhan Haji Timur (sumber daya 18.000. Untuk keperluan tersebut.89 ± 0. Pasir kuarsa. industri kimia dan lain-lain. Di antara lokasi-lokasi granit yang telah dikemukakan sebelum ini. lantai. dan lempung yang terdapat di lokasi-lokasi tertentu dinilai mempunyai prospek yang cukup besar untuk dapat segera dimanfaatkan dan dikembangkan di daerah ini. sumber daya hipotetik 500. desa Pucok Krueng. granit. 2. Penggunaan granit yang mempunyai nilai ekonomi tinggi adalah untuk batu dimensi. Kecamatan Samadua (sumber daya 105 juta ton) diperkirakan mempunyai prospek untuk dimanfaatkan dan dikembangkan lebih lenjut.147 mm). Kecamatan Bakongan (sumber daya 5 juta ton) diperkirakan mempunyai prospek untuk dimanfaatkan dan dikembangkan lebih lanjut. Pasirkuarsa merupakan bahan baku utama dalam industri gelas.000 ton. Endapan pasir kuarsa ini lokasinya tidak jauh dari kota Tapaktuan dan terletak di pinggir jalan raya. kesampaian lokasi dan kebutuhan / permintaan akan bahan galian tersebut baik lokal maupun regional serta kualitas atau mutu bahan galian yang diketahui dari hasil analisis laboratorium terhadap beberapa conto batuan. umumnya diperlukan pasirkuarsa dengan kadar SiO2 minimal 98%.

farmasi. plastik. Untuk keperluan tersebut. Kecamatan Samadua. kemudian diikuti oleh industri-industri lain seperti industri kertas. kimia. Pasirkuarsa di daerah desa Air Dingin. batugamping dan lempung yang terdapat di beberapa lokasi dapat dipertimbangkan untuk segera dimanfaatkan dan dikembangkan lebih lanjut. besi baja. bata merah dan keramik baik yang dikerjakan secara modern/pabrikan industri kecil maupun tradisional atau pengrajin. cat. Kecamatan Bakongan. Di antara bahan galian non logam tersebut.menarik dan tidak banyak mempunyai retakan. Sedangkan pengguna lainnya yang tidak kalah penting dan menjadi penyerap utama lempung dalam jumlah relatif cukup besar adalah industri-industri genting. Batugamping di daerah desa Kemumu Hilir. Kecamatan Samadua. yaitu pasir kuarsa. endapan lempung di daerah desa Bukit Gading. Lokasi-lokasi tersebut adalah sebagai berikut : 1. 2. Endapan lempung di lokasi ini telah mulai dimanfaatkan oleh penduduk setempat secara kecil-kecilan sebagai bahan baku untuk pembuatan bata merah. KESIMPULAN Bahan galian mineral non logam yang terdapat di daerah Kabupaten Aceh Selatan ini terdiri dari sembilan jenis. diperlukan penyelidikan yang lebih sistematis dan lebih terinci . granit. yang menjadi salah satu komoditi bahan baku utama dalam produksi semen portland. diorit dan andesit. tekstil. Kecamatan Labuhan Haji Timur. lempung. desa Pucok Krueng. Produksi dan penggunaaan lempung yang sangat dominan selama ini dapat dikatakan dilakukan oleh sektor industri (pabrik) semen. serta desa Jambo Keupok. basal.5 juta ton) diperkirakan mempunyai prospek untuk dikembangkan lebih lanjut. pasir kuarsa. Lempung di daerah Bukit Gading. Kecamatan Bakongan. Batugamping dapat digunakan baik dalam keadaan mentah (langsung dari penggalian) ataupun setelah melalui proses pembakaran. dan pengendapan kembali. 3. batugamping. kosmetik. Batugamping merupakan salah satu di antara bahan galian non logam yang paling luas penggunaannya dalam berbagai industri. Konsumen terbesar batugamping adalah industri semen dan bahan bangunan (agregat dan ornamen). granit. Granit di daerah desa Lhok Pau. Kecamatan Bakongan (sumber daya sebesar 7. Kecamatan Sawang dan desa Sawang Bunga. gula. Kecamatan Pasie Raja. Batugamping yang memiliki warna dengan motif menarik dapat dipoles untuk diperdagangkan sebagai marmer. kuarsit. hidrasi. Di antara lokasi-lokasi tersebut. sirtu. agro industri dan lain-lain. d. Lempung Endapan lempung tersebar cukup luas di beberapa lokasi di wilayah Kabupaten Aceh Selatan ini. 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful