Anda di halaman 1dari 2

Anda yang MEMILIH

Akhir-akhir ini setelah pindah bagian, saya sering mendapat porsi


untuk mengisi penjelasan saat Orientasi Karyawan Baru (OKB).
Permainan yang seringkali saya lakukan saat mengisi OKB adalah
permainan “Saya Gembira dan Saya Sedih”.

Biasanya 1 kelas saya bagi 2, kelompok sisi kanan dan sisi kiri.
Pertama kelompok sisi kanan saya minta berdiri tegap, mengangkat
kepala 5 derajat ke atas dan sedikit menatap ke atas. Dengan posisi
tersebut, peserta diminta untuk membuat wajahnya tersenyum dan
membayangkan hal-hal yang menyenangkan dirinya atau hal-hal
yang membahagiakan dirinya. Setelah membayangkan, merasakan
dan mendengarkan momen-momen yang menggembirakan tersebut
dan tetap dengan raut muka tersebut, saya minta mereka
mengatakan dengan pelan, SAYA SEDIH.... SAYA SEDIH.... SAYA
SEDIH..... Setelah beberapa saat saya minta peserta untuk berhenti
dan mengatakan bagaimana perasaannya. Walaupun ada bisa sedih,
TETAPI sebagian besar mengatakan.... Tidak Cocok atau Saya TIDAK
Sedih....

Lalu peserta yang sama saya minta untuk memperagakan postur


yang sama sambil tetap membayangkan momen GEMBIRA itu
(apakah dapat pacar, mendapatkan undian, uang yang jumlahnya
sangat banyak), sekali lagi. Setelah itu saya minta untuk
mengucapkan kata-kata, ”SAYA GEMBIRA,.... SAYA GEMBIRA”....
Waaaaah ini baru cocok Pak !!!, komentar mereka

Kemudian kelompok sisi kiri, saya minta untuk menundukkan kepala


ke bawah, menekuk badan ke dalam dan memasang raut muka sedih.
Dalam posisi seperti itu kelompok tsb saya minta untuk memikirkan
hal-hal yang menyedihkan, merasakannya dan mendengarkan suara-
suara yang menyedihkan yang mengiringi kejadian tersebut tetapi
sekali lagi saya minta bukan membayangkan peristiwa kematian
(saya khawatir bisa berkelanjutan). Setelah membayangkan hal
menyedihkan tsb (apakah ditinggal pacar, dicemooh orang lain dll),
lalu saya minta mereka untuk mengatakan, ”SAYA GEMBIRA......, SAYA
GEMBIRA....”. Sekali lagi komentarnya sama seperti diatas, ”Nggak
mungkin bisa gembira... Pak”.

Setelah itu kelompok yang sama saya mintakan untuk tetap dalam
posisi SEDIH, lalu membuat bayang-bayang peristiwa yang.... makin
menyedihkan lagi, makin menyedihkan dan makin menyedihkan
lagi.... setelah merasakan kepedihan yang mendalam... saya minta
mengatakan, ” Saya....sedih....sekali, .....sedih.... sekali, sediiiiih
sekali.... Betapa SAKIT nya HATI ini..”. Setelah melakukan simulasi
tersebut, biasanya ada beberapa orang yang matanya berkaca-kaca
karena sedihnya dan bahkan ada yang MENETESKAN AIR MATA.

Selanjutnya saya bertanya kepada mereka, ”Apakah peristiwa yang


MENGGEMBIRAKAN dan MENYEDIHKAN anda tadi, TERJADI SAAT INI ?
TIDAK KAN.... OTAK kita tidak mengenal apakah sesuatu itu
NYATA atau TIDAK. Anda sedih karena postur tubuh anda dan otak
anda memikirkan hal-hal yang menyedihkan. Pikiran dan Tubuh dan
SATU sehingga.... Anda benar-benar SEDIH atau Anda benar-benar
GEMBIRA.

Nah...., Sekarang pilihan Anda mau SEDIH atau GEMBIRA ada pada
Anda.... Apabila ingin sedih atau ingin meratap, silakan pasang
POSTUR yg sesuai dengan rasa sedih dan bila ingin gembira, silakan
TEGAPKAN POSTUR Anda, pasang raut muka SENYUM dan bayangkan
PERISTIWA-PERISTIWA yang MENGGEMBIRAKAN Anda. Yakin... apabila
anda pilih yang terakhir, Anda akan gembira.

Silakan Buktikan.... PIKIRAN dan TUBUH adalah SATU.... Salam.


(Chilmar, Personnel Affairs)