Anda di halaman 1dari 15

TUGAS PENDAHULUAN PROYEK AKHIR

MIXER CAT BERDASARKAN PILIHAN WARNA PENGGUNA


DENGAN VISUAL INTERFACE

Oleh:
MUHAMMAD UBAIDILLAH IDRUS
NRP. 7109040510

JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA


POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2010

TUGAS PENDAHULUAN PROYEK AKHIR

Judul :

MIXER CAT BERDASARKAN PILIHAN WARNA PENGGUNA


DENGAN VISUAL INTERFACE

Oleh :

MUHAMMAD UBAIDILLAH IDRUS


NRP. 7109040509

Telah diseminarkan dan disahkan menjadi Proyek Akhir (PA)


di Jurusan Teknik Elektronika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Disetujui Oleh:

Dosen Penguji TPPA : Dosen Pembimbing PA:

1. 1.

............................................ Bambang Sumantri, ST, M.Sc


NIP. ……………………… NIP. 197812102003121002
2. 2.

............................................. Edy Satriyanto, S.Si, M.Si


NIP...................................... NIP. 197009281995011001
3. 3.

............................................ Ir. Elly Purwantini, MT


NIP. ................................... NIP. 197812102003121002

Mengetahui
Ketua Jurusan Teknik Elektronika

2.
Ir. Rika Rokhana, M.T.
NIP. 196909051998022001
1. JUDUL

Mixer Cat Berdasarkan Pilihan Warna Pengguna Dengan Visual Interface.

2. PENDAHULUAN
Penjual maupun pengoplos cat kalangan menengah kebawah yang ada sekarang ini
dalam melakukan proses pengoplosan cat masih dilakukan oleh tenaga manusia, sehingga
cat hasil pencampuran akan berbeda untuk setiap kali pengoplosan apabila dilakukan oleh
orang yang berbeda, selain itu warna yang dihasilkan juga belum tentu sesuai dengan
keinginan dari pengguna, mungkin hanya beberapa warna saja, sehingga hasil pengoplosan
dengan warna yang tidak terlalu disukai oleh pengguna akan sia – sia dan tidak terpakai
Dari pemikiran tersebut maka diperlukan sebuah alat yang bisa digunakan untuk
pencampuran warna cat secara otomatis yang hanya menggunakan beberapa warna yang
berasal dari warna dasar yaitu cyan, magenta, kuning, hitam dan putih yang nantinya akan
menghasilkan keluaran warna sesuai dengan keinginan dari pengguna, sehingga dapat
mengurangi beberapa kerugian baik itu dari segi tenaga, waktu, bahkan dari sisi ekonomi.
Warna dasar cyan, magenta, kuning, hitam dan putih dipilih karena ketiga warna tersebut
merupakan warna primer [1] yang apabila dikombinasikan akan menghasilkan sebuah
warna baru, sedangkan warna putih ditambahkan untuk kombinasi warna terang dan warna
hitam ditambahkan untuk kombinasi warna gelap.

3. PERUMUSAN MASALAH
Adapun permasalahan yang akan dibahas adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana mendapatkan warna kombinasi RGB dan kadar
kecerahan dari warna pilihan user.
2. Bagaimana Mixer mampu mencampur warna berdasarkan
pilihan user dengan menggunakan 4 buah warna dasar.
3. Bagaimana Mixer mampu mendapatkan warna yang sesuai
dengan pilihan dengan memanfaatkan feedback berupa sebuah Kamera.
4. Bagaimana Mixer mampu mencampur warna dengan waktu
yang relatif lebih cepat dan tingkat kesesuaian yang relatif lebih tinggi.

3.
Adapun batasan-batasan masalah yang dibuat agar dalam pengerjaan proyek akhir ini
dapat berjalan dengan baik adalah sebagai berikut :
1. Sinkronisasi antara mekanik dan program agar didapatkan
hasil yang sesuai.
2. Tipe cat yang dapat dicampur oleh mixer ini dibatasi satu
tipe cat saja.
3. Warna yang dapat dihasilkan adalah hasil campuran warna
primer RGB.
4. Mixer dapat mencampur cat dengan takaran tiap
pencampuran sebesar 200ml.

4. TINJAUAN PUSTAKA
Warna merupakan sebuah cahaya. Cahaya memiliki energi elektromagnetik yang
memiliki spektrum frekuensi dengan panjang gelombang 400 millimicrons – 700
millimicrons. Pada panjang gelombang tersebut terdapat macam – macam warna antara
lain warna ungu, biru, hijau, kuning, orange, merah dan sebagainya. Dari sekian banyak
warna tersebut terdapat tiga buah warna primer yaitu : Merah, Hijau, dan Biru. Gabungan
dari dua buah warna primer akan membentuk warna baru yang disebut dengan warna
substractive yaitu Cyan, magenta dan Kuning. Berikut adalah ilustrasi dari penggabungan
warna tersebut [1].

Gambar 1.Pencampuran warna

Untuk menentukan warna dapat juga digunakan sistem lingkaran warna, yang terdiri
dari enam jenis warna yaitu : merah, kuning, biru, orange, hijau, dan violet. Warna merah,
kuning dan biru merupakan warna pokok atau warna primer. Warna orange, hijau dan
violet, bisa diperoleh dengan mencampur di antaranya ketiga warna dasar tadi, hasilnya
dinamakan warna sekunder. Pencampuran antara warna primer dengan warna sekunder

4.
akan mendapatkan warna tersier, yaitu kuning orange, orange merah, merah violet, kuning
hijau, biru hijau dan biru violet [2].
Alberth Gunadi membuat sebuah sistem sensor yang dapat mengenali suatu warna
dan kadar prosentase warna dasar (warna primer) dari warna yang dideteksi sensor
tersebut, warna dasar terdiri dari warna merah, hijau, dan biru. Sensor yang digunakan
yaitu menggunakan sebuah kamera video, dengan menggunakan sebuah software
programming bahasa pascal [1].
Yoseph Evana, Fany Indriaty, dan Hugeng membuat sebuah prototype alat
pencampur warna cat yang di desain untuk memudahkan pencampuran warna cat. Alat
yang dibuat ini menggunakan PC sebagai Visual interfacenya yang dihubungkan pada
sebuah Microcontroller ATMega 8535 dengan memanfaatkan komunikasi serial RS232
dan memanfaatkan 5 buah warna dasar yaitu Cyan, Magenta, Yellow, Black dan White.
Untuk memantau level pencampurannya digunakan sebuah sensor volume pada
masing – masing tabung warna, dan untuk mengontrol aliran dari
masing – masing tabung menggunakan sebuah valve yang diletakkan
pada masing – masing tabung, sedangkan untuk feedbacknya
digunakan sebuah sensor warna DCLI-230 (Delta Color Interface 230),
untuk mengetahui kesesuaian warna yang diinginkan.
Berikut ini adalah perhitungan jumlah warna yang keluar pada
mikrokontroller:
• Jumlah data 1 maka N = 4
• Jumlah data 2 maka N = 2
• Jumlah data 3 maka N = 1.33
• Jumlah data 4 maka N = 1
Keterangan:
Jumlah data = Jumlah warna dasar yang dibutuhkan.
N = faktor pengali volume dengan satuan mililiter.
Contoh kerja alat tersebut seperti pada ilustrasi di bawah ini,
Misalkan data dari PC Sebagai berikut :
 Cyan = 39
 Magenta = 51
Memiliki jumlah data 2, data dari cyan dan magenta

5.
• Maka Warna cyan yang keluar
39 x N → 39 x 2 =78
• Maka Air Putih untuk cyan yang keluar
100 – Cyan → 100 – 39 = 61
Jadi 61 x 2 = 122
• Maka Warna Magenta yang keluar
51 x N → 51 x 2 =102
• Maka Air Putih untuk cyan yang keluar
100 – Magenta → 100 – 51 = 49
Jadi 49 x 2 = 98
• Jadi warna yang keluar, yaitu: cyan = 78, magenta = 102,
• air putih = 122 + 98 = 220, total keseluruhannya, adalah 400
ml.
Mikrokontroller akan mengambil data dari sensor warna, setelah motor berhenti
bekerja. Data yang diterima oleh mikrokontroller masih dalam format R,G,B, Kemudian
mikrokontroller mengirim data R,G,B tersebut ke Personal Computer. Data R,G,B yang
diterima Personal Computer akan dikonversi ke format C,M,Y,K. Mikrokontroller akan
mengkalibrasi ulang jika kadar C,M,Y,K dari sensor warna tidak sesuai dengan kadar
C,M,Y,K pada PC [3].

5. TUJUAN PROYEK AKHIR


Tujuan utama dari proyek akhir ini adalah merencanakan dan merealisasikan sebuah
alat untuk pencampur cat untuk tujuan kenyamanan pengguna, karena alat ini dirancang
dengan sebuah visual interface dimana pengguna dapat memilih sesuai dengan keinginan
hatinya warna apa yang diinginkan untuk outputnya nanti, dan sistem ini juga dilengkapi
sebuah feedback berupa kamera pada outputnya agar didapatkan warna yang lebih sesuai.
Alat ini juga dirancang untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya operasional untuk
melakukan pencampuran cat.

6. KONTRIBUSI PROYEK AKHIR


Kontribusi yang dapat diharapkan sebagai hasil dari proyek akhir ini adalah
mempermudah para penjual atau pengoplos cat untuk membuat warna sesuai dengan
pesanan, menekan biaya operasi, dan untuk menghemat tenaga dan waktu, serta dapat

6.
menambah kepuasan pengguna. Alat ini terutama ditujukan untuk kalangan menengah
kebawah.

7. METODE PROYEK AKHIR


a. Studi Literatur
Merupakan pengumpulan dan studi tentang buku, jurnal serta literatur yang
berhubungan dengan judul proyek akhir, yaitu:
a) Metode pemecahan warna menjadi lima warna dasar.
b) Metode pencampuran warna.
c) Sistem kontrol motor DC.
d) Sistem sensor.
e) Pemrosesan data gambar.
f) Software Compiler Programming Mikrokontroller.
g) Software Programming Visual.

b. Perencanaan Sistem
Sistem menggunakan sebuah mikrokontroller sebagai pusat pengendali.
Mikrokontroller akan mengatur banyaknya warna yang akan dicampur untuk
menghasilkan warna yang dipilih, informasi banyaknya warna dan warna yang
dipilih berasal dari Komputer sebagai visual interface untuk user, serta digunakan
sebagai feedback untuk melihat kadar kecocokan warna. Berikut adalah blok
diagram dari perancangan sistem.

7.
Komputer Kamera

Motor 1
Driver Motor Valve
Merah
Motor 2
Limit Switch
Valve (8 pin) Motor 1
Driver Motor Valve
Hijau
Motor 2

Motor 1
Driver Motor Valve
Biru
Mikrokontroller Motor 2

Motor 1
Driver Motor Valve
Putih
Motor 2

Motor 1
Sensor Volume Driver Motor
Pengaduk
Motor 2

Gambar 2. Blok diagram rancangan system

Alat ini menggunakan sebuah komputer untuk antar muka visual dengan
pengguna, yakni sebuah komputer digunakan untuk melakukan pemilihan warna
yang diinginkan oleh pengguna. Kemudian warna yang dipilih tersebut dilakukan
pemisahan kadar warnanya berdasarkan warna RGB dengan menggunakan sebuah
pemrograman visual dengan metode pemecahan warna secara konvensional, yaitu
dengan menggunakan rumus :
R = 0 - 255
G = 256 - 255*255
B = 65026 - 255*255*255
Yang dari rumus tersebut dipetakan dari masing – masing kadar kecerahan
nilai R, G, B dibuat dari 0 sampai dengan 255 dengan tujuan mempermudah
pengerjaan. Setelah didapatkan kombinasi dari masing – masing warna RGB data
akan dikirim dari komputer ke mikrokontroller dengan menggunakan fasilitas
komunikasi serial RS 232, yang nantinya data tersebut akan diproses oleh
mikrokontroller.

8.
Alat ini memiliki 4 buah wadah untuk tempat cat warna dasar, warna yang
digunakan yaitu Merah, Hijau, Biru, dan Putih. Wadah tersebut terbuat dari sebuah
pipa PVC dengan diameter 4inch atau ±10cm dengan panjang 20cm, yang
kemudian pipa tersebut disambung dengan sebuah pipa berukuran diameter 1inch
atau ±2,5cm yang mana pada pipa tersebut sudah terintegrasi sebuah kran valve
untuk buka tutup aliran cat, yang nantinya digunakan sebuah motor DC untuk
mengontrol kran tersebut, sehingga dapat dilakukan pengaturan pada perbandingan
volume cat. Kemudian dari pipa yang sudah terintegrasi dengan kran tersebut
disambungkan dengan pipa berukuran diameter 4inch dan panjang 20cm yang
sudah terintegrasi dengan sebuah sensor volume yang diletakkan pada bagian atas
pada masing – masing pipa, yang mana pipa ini berfungsi sebagai bejana ukur
untuk perbandingan cat yang akan dicampur, berikut ini adalah illustrasi alat yang
akan dibuat.

67.00
15.00 15.00

Tempat Cat
warna dasar

20.00

34.00
Letak sensor
10.00 volume

40.00 Bejana Ukur

20.00

Kamera

Tempat Hasil
Pencampuran

Gambar 3. Rancangan mekanik sistem


Untuk metode pengukuran volume disini yang diukur adalah tinggi level
cairan yang masuk ke dalam pipa, dengan diameter pipa yang konstan sehingga
variabel yang berubah adalah tinggi cairan yang masuk ke dalam pipa, sensor yang
digunakan untuk mengukur ketinggian ini adalah sebuah optoisolator yang mana
tersusun dari sebuah infrared dan phototransistor yang disusun sejajar,berikut
adalah illustrasi gambar optoisolator yang digunakan.

9.
Infra Red Phototransistor

Gambar 4. Optoisolator

Optoisolator ini mendeteksi tegangan, yaitu tegangan akan berubah untuk


setiap perubahan jarak yang dideteksi yang nantinya perubahan tegangan tersebut
dikonversi lewat ADC pada mikrokontroller yang kemudian akan mendapatkan
nilai tinggi dari tabung, kemudian diolah dengan menggunakan rumus volume
bangun ruang tabung yang nantinya akan didapat volume dari cat untuk kombinasi
pencampuran. Sebuah optoisolator dipilih karena jarak yang diukur tidak begitu
jauh yaitu maksimum 20cm.
Setelah melakukan pengukuran kadar volume untuk masing – masing warna
maka semua warna tersebut akan delepaskan ke dalam satu buah wadah tempat
pencampuran cat, kemudian akan dilakukan proses pengadukan yang dilakukan
oleh motor, sampai dengan semua warna tercampur ±10 detik, waktu ini dipilih
agar proses tidak terlalu lama tetapi menghasilkan pencampuran yang pas. Setelah
proses pencampuran dan pengadukan selesai kamera akan mengambil gambar dari
hasil pencampuran tersebut yang nantinya akan dimasukkan ke PC untuk
mendeteksi kadar kecocokan warnanya, apabila memenuhi kriteria maka proses
selesai apabila belum memenuhi kriteria proses akan berulang dengan
menambahkan warna yang kurang. Untuk metode pencocokan warnanya. Warna
yang diperoleh dari hasil capture camera akan disampling yang dianggap sesuai
saja yang nantinya akan dibandingkan dengan warna pilihan, sehingga akan
diperoleh kadar kecocokan warna tersebut, berikut ini adalah illustrasi gambar dari
diagram alir seluruh rangkaian task yang akan dikerjakan oleh alat ini.

10.
USER MEMILIH WARNA YANG
START DIINGINKAN PADA KOMPUTER

KOMPUTER MELAKUKAN KOMPUTASI DATA RGBW DIKIRIM KE


UNTUK MEMECAH WARNA PILIHAN MIKROKONTROLLER DENGAN
MENJADI KONFIGURASI NILAI RGBW MENGGUNAKAN KONEKSI SERIAL RS232

DATA KEKURANGAN
DETEKSI
DIPEROLEH DALAM DATA RGBW DIOLAH UNTUK MENAKAR
KEKURANGAN
RGBW WARNA MASING – MASING CAT AGAR
DIDAPATKAN HASIL AKHIR CAMPURAN200ml
TIDAK COCOK

KOMPUTER MELAKUKAN KOMPUTASI IMAGE


DAN DIBANDINGKAN DENGAN WARNA PROSES PENCAMPURAN DAN PENGADUKAN
PILIHAN

COCOK

KAMERA MENGIRIM FEEDBACK KE PROSES CAPTURE WARNA HASIL


KOMPUTER UNTUK PENGOLAHAN CITRA CAMPURAN

PROSES SELESAI

Gambar 5. Diagram alir seluruh proses


c. Pengujian dan analisa
Tahap – tahap pengujian adalah :
1. Pengujian Pengukuran Volume.
Pada pengujian ini akan dilakukan peneraan pengukuran volume,
yaitu menterjemahkan besaran listrik yang berupa tegangan menjadi besaran
mekanik berupa tinggi, yang kemudian diproses menggunakan rumus
volume bangun ruang tabung, sehingga ditemukan volume cat tersebut.

2. Pengujian Kamera dan Image Processing.


Pada pengujian ini dilakukan pengambilan citra hasil pencampuran cat
yang mana hasil pengambilan tersebut nantinya diolah pada komputer
dengan menggunakan sebuah software programming visual untuk dilakukan
proses sampling citra dan kemudian dilakukan pembandingan dengan warna
pilihan, yang nantinya akan menghasilkan level kecocokan warna.

3. Pengujian Algoritma.
Pada tahap pengujian kali ini dilakukan pengujian keseluruhan sistem
yaitu dimulai dari pemilihan warna oleh user, kemudian dari pilihan warna

11.
tersebut akan dipisah menjadi nilai – nilai kombinasi dari 3 buah warna
dasar yang dilakukan oleh komputer denga menggunakan fasilitas – fasilitas
yang ada pada software programming visual, dari nilai – nilai tersebut
dikirim oleh komputer ke mikrokontroller dengan menggunakan metode
komunikasi serial yang nantinya akan diperoleh takaran dari banyaknya
masing – masing warna yang akan dicampur yang kemudian diproses oleh
mikrokontroller. Kemudian dari hasil pencampuran warna tersebut dicapture
oleh sebuah kamera yang nantinya akan disampling dan dibandingkan
dengan warna pilihan user yang nantinya diperoleh level kecocokan warna,
apabila kecocokan warna dinilai masih kurang memenuhi maka proses akan
berulang sampai dengan diperoleh kecocokan warna tertinggi.

8. JADWAL PELAKSANAAN
Kegiatan PA ini akan berlangsung selama ± 5 bulan. Jadwal pelaksanaan
kegiatan proyek akhir ini meliputi persiapan, perencanaan, pembuatan, trial and error
dan penyusunan laporan proyek akhir yang disusun dalam tabel berikut ini

Tabel 1. Jadwal kegiatan PA


Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV Bulan V
No Kegiatan II II II II II
I II IV I II IV I II IV I II IV I II IV
I I I I I
1 Studi
Literatur
2 Pembuatan
Mekanik
-
Pembuatan
rangka
dasar
-
Pembuatan
tabung cat
dan sensor
volume
-
Pengaturan
valve dan

12.
motor
-
Perakitan
3 Pembuatan
Elektronik
-
Pembuatan
modul
minimum
sistem
-
Pembuatan
modul
driver
sensor dan
aktuator.
-
Perakitan
4 Pembuatan
Software,
Pengujian
serta
evaluasi
5 Pembuatan
buku
Laporan
6 Pengujian
PA
.

9. PERSONALIA PROYEK AKHIR


Data Mahasiswa
Nama Mahasiswa : Muhammad Ubaidillah Idrus
NRP : 7109040510
Jurusan : Teknik Elektronika
Program Studi : Teknik Elektronika D4 LJ

Data Dosen Pembimbing I


Nama : Bambang Sumantri, ST, M.Sc
NIP : 197812102003121002
Jurusan/Program Studi : Teknik Elektronika
Bidang Keahlian : Kontrol Sistem

13.
Data Dosen Pembimbing II
Nama : Edy Satriyanto, S.Si, M.Si
NIP : 197009281995011001
Jurusan/Program Studi : Teknik Elektronika
Bidang Keahlian : Pemrograman dan Image Processing

Data Dosen Pembimbing III


Nama : Ir. Elly Purwantini, MT
NIP : 197812102003121002
Jurusan/Program Studi : Teknik Elektronika
Bidang Keahlian : Pemrograman dan Image Processing

10. PERKIRAAN BIAYA PROYEK AKHIR


Adapun perkiraan biaya untuk pelaksanaan PA ini dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2. Daftar perkiraan biaya PA


No Kategori Alat dan Bahan Unit Jumlah @ Harga Total
1 Bahan Habis Pakai :
Mekanik :
Pipa PVC Ø 4" Meter 2 20.000 20.000
Pipa PVC Ø 1" Meter 1 10.000 10.000
Kran + Pipa Ø 1" Buah 8 20.000 160.000
Motor DC Buah 10 40.000 400.000
Kamera Buah 1 150.000 150.000
Alumunium profile 2x1 Lonjor 1 20.000 20.000
Cat Merah Kaleng 1 30.000 30.000
Cat Biru Kaleng 1 30.000 30.000
Cat Hijau Kaleng 1 30.000 30.000
Cat Putih Kaleng 1 30.000 30.000
Paku rivet Dos 1 20.000 20.000
Elektronik
Modul Minimum sistem Unit 1 60.000 60.000
Modul Driver motor Unit 1 60.000 60.000
Modul Sensor Unit 1 40.000 40.000
Laporan PA
Kertas A4 Rim 1 40.000 40000
Tinta Print botol 4 40.000 160.000
2 Peralatan penunjang
Bor Buah 1 -
Gergaji besi Buah 1 -
Tang rivet Buah 1 25.000 25.000

14.
3 Lain - lain - 1 200.000 200.000
Total 1.485.000

11. DAFTAR PUSTAKA


[1] Gunadhi, Albert, 2002, Sensor Warna Dengan Menggunakan Kamera Video
Berbasis Komputer Pribadi, Surabaya, Widya Mandala
[2] http://file.upi.edu/ai.php?
[3] Evana, Yoseph, Fany Indriaty, Hugeng, 2008, Sistem Pencampuran Cat
Menggunakan Mikrokontroler Dengan Interface Pc, Jakarta, TESLA

15.