Anda di halaman 1dari 113

BAGIAN I

Oleh :
Ir. EFFI DAMAIJATI, MS

PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAWA TIMUR
2006
METODOLOGI RISET AGRIBISNIS
Methodos Metoda = cara / jalan
Cara kerja untuk memahami sesuatu
(obyek yang menjadi sasaran)
Tata cara dalam kegiatan berpikir

Metodologi Ilmu yang mempelajari tentang tata cara


( ilmiah ) dalam melaksanakan sesuatu.

Research ‘re’ dan ‘to search’


Mencari kembali atau mempertanyakan
Apa yang masih rahasia atau masih tanda
tanya bisa terpecahkan atau ditemukan
jawabannya
Merupakan suatu aktivitas dan metode
berpikir yang dilaksanakan secara
terancang dan sistematis untuk
menemukan jawaban atas suatu
masalah.
* RESEARCH = RISET = PENELITIAN
 Cooper and Emory, 1995
Riset merupakan suatu penelitian sistematik yang bertujuan
untuk menjadikan informasi untuk memecahkan
permasalahan
 Sekaran,1992
Riset adalah suatu usaha yang sistematik dan berorganisasi
untuk meneliti suatu masala spesifik yang memerlukan
jawaban
 Zickmund, 1994
Riset merupakan proses pengumpulan, pencatatan dan
analisis data yang sistematik dan obyektif untuk membantu
pembuatan keputusan
 Kerlinger, 1986
Riset adalah investigasi terhadap fenomena empirik secara
sistematik terkendali dan kritis berdasarkan teori dan
hipotesis yang menyatukan dugaan mengenai hubungan
antara fenomena
Metodologi Penelitian :
Pengetahuan tentang berbagai metode yang
digunakan dalam penelitian ilmiah

Metodologi Riset Agribisnis :


Ilmu yang mempelajari tatacara/tatakerja
ilmiah dalam melaksanakan riset/penelitian
dengan obyek kajian bidang agribisnis
Ada 3 Hal Penting Dalam Pengertian
Riset

1.Riset merupakan proses yang berbasis


masalah dengan obyek suatu fenomena
empiris.
2.Proses riset dilakukan secara sistematik,
terorganisasi terkendali dan kritis.
3.Tujuan riset adalah menyajikan informasi
untuk menjawab suatu masalah yang spesifik.
RISET / PENELITIAN
 Serangkaian kegiatan yang bersistem dengan tujuan untuk
memperoleh jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan
(yang diajukan sebelum penelitian)  Mendapatkan Kebenaran
Ilmiah
•) Tujuan Ilmiah
•) Tujuan Praktikal
Cara Kerja Ilmiah :
teratur, terencana, teliti, kritis, sistematis.
dengan menggunakan kemampuan berfikir secara
teoritis, mendalam, meluas.
SIKAP ILMIAH :
Skeptik : selalu menanyakan bukti / fakta yang
mendukung kenyataan
Analitik : menganalisis setiap persoalan / pertanyaan
 mana yang relevan / tidak
 mana yang utama / tidak
Kritik : selalu mendasarkan fikiran, pendapat pada logika,
menimbang secara obyektif berdasar data dan
analisis akal sehat.
RISET BISNIS
Pengertian riset bisnis dengan demikian adalah suatu
proses yang dilakukan secara sistematik, terorganisasi
terkendali dan kritis. Dengan tujuan untuk menjawab
masalah yang spesifik dalam bisnis. Beberapa contoh
masalah dalam bisnis antara lain :
- Bidang Akuntansi : sistem anggaran, metode
penentuan cost, metode depresi, penentuan harga
transfer, perpajakan.
- Bidang Keuangan : pembiayaan perusahaan,
operasio- nalisasi lembaga keuangan, rasio
keuangan, merger dan akuisisi, perilaku bursa
efek.
- Bidang Manajemen : sikap dan perilaku karyawan,
manajemen sumberdaya manusia, manajemen
operasi, penyusunan strategi, sistem informasi.
- Bidang Pemasaran : pengembangan produk baru,
periklanan, promosi penjualan, distribusi,
pengepakan, penentuan harga jual, pelayanan purna
jual.
 Usaha Mengungkapkan Pengetahuan

Sifat ingin Tahu Manusia


- dg. Panca indera
- kemampuan berpikir
Segala Sesuatu Yang Ada
Segala Sesuatu Yang Mungkin Ada
Dilingkungan Sekitarnya PENGETAHUAN
Pengetahuan
Yang Obyektif
- persentuhan indera+alam YANG BENAR
Tanda bukti kebenaran
KEBENARAN
Pengetahuan Pengalaman Khusus Dapat dibuktikan

KESIMPULAN
PENGETAHUAN

Pengakuan Ttg. Hubungan Sesuatu


Dengan Sesuatu yang lain
 PERKEMBANGAN PENEMUAN KEBENARAN :
1. Secara kebetulan.
- Tidak disengaja ditemukan kebenaran
misalnya ditemukannya kina
- Bersifat pasif, menunggu, tidak pasti.
- Bukan cara ilmiah
2. Dengan trial dan error.
- Mencoba secara berulang-ulang meskipun selalu gagal
Misalnya Robert Kock : kaca lensa – mikroskop - tbc.
- Ada aktifitas manusia, lama, untung-untungan.
- Bukan cara ilmiah.
3. Melalui otoritas.
- Merupakan pendapat dari orang-orang yang karena
kedudukan, pengetahuan keahlian dibidangnya,
kewibawaannya, sangat dihormati dan dipercaya
banyak orang.
misal : Darwin, Hitler, Sukarno
- Subyektivitas tinggi
- Bukan cara ilmiah
4. Melalui cara berfikir Kritis & Rasional.
- Dimulai dengan adanya masalah, dianalisis
dengan pengalaman &
pengetahuan yang dimiliki untuk
sampai pada pemecahan yang tepat.
Proses Berfikir Ilmiah :
Cara Berfikir
Analitik = Deduktif Kebenaran
Sintetik = Induktif rasional, kritis, logis
KEBENARAN BERDASAR BUKTI KEBENARAN :
1. KEBENARAN AGAMA
2. KEBENARAN FILSAFAT
3. KEBENARAN ILMU

 KEBENARAN AGAMA
- Kebenaran yang menjadi pengetahuan berada diluar
pengalaman manusia.
- Dapat diterima karena :
• Diberitahukan kepada manusia
Melalui cara istimewa : melalui Malaikat
Kepada orang yang istimewa : Nabi / Rasul
• Sumber Kebenaran : Tuhan Y.M.E
• Bukti Kebenaran : Tuhan Y.M.E
Ciri Orang Beragama :
1) Pengakuan terhadap Kekuasaan Tuhan
2) Pengabdian / ikhlas
3) Ritus pengabdian
SIFAT : ADI KODRATI
 KEBENARAN FILSAFAT
- Merupakan hasil pemikiran yang sedalam-dalamnya
mencakup seluruh aspek obyeknya.
- Kebenaran dapat bertolak dari pengalaman tapi selalu
melampaui pengalaman, bukti tidak memerlukan
sesuatu yang kongkrit.
- Bukti kebenaran adalah hasil pemahaman manusia yang
diperoleh melalui perenungan dengan kemampuan
akalnya.
= Kebenaran INSANI / KODRATI

 . ILMU
- Ilmu Pengetahuan = Kumpulan dari pengalaman-2 &
pengetahuan dari sejumlah orang yang
dipadukan secara harmonik dalam suatu
bangunan yang teratur (S.H).
- Ilmu selalu mulai dari sesuatu yang kongkrit yang dapat
diamati dan bersifat individual dengan
kemampuan berfikir manusia ilmu daoat sampai pada
sesuatu yang abstrak dan bersifat umum.
- Pembuktiannya dengan cara-cara ilmiah
KEBENARAN ILMIAH

3 KRITERIA :
 KOHEREN
 KORESPONDEN
 PRAGMATIS
KEBENARAN ILMIAH
 KOHEREN
 Konsisten Dengan Pernyataan
Sebelumnya yang dianggap benar
 2 + 2 = 4  Dalil Matematika
 Premis Mayor : Semua makhluk Bermata
Dua
Premis Minor : Si Fulan Adalah makhluk
Kesimpulan : Jadi Si Fulan Bermata Dua
 KORESPONDEN
 Materi Pengetahuan Yang Terkandung
Berhubungan Dengan Obyek Yang di tuju
 “ Ibukota Jawa Timur Adalah Surabaya “
Benar Karena Korespondensi Dengan
Faktanya
 PRAGMATIS
 Mempunyai Sifat Fungsional Dalam
Kehidupan Praktis
 Perhitungan Harga Pokok Produk Berguna
Untuk Memaksimalkan Keuntungan,
Menghadapi Pesaing dan sebagainya.
KARAKTERISTIK RISET IlMIAH
- Purposiveness.
- Rigerous.
- Testability.
- Replicability.
- Precision and Confidence.
- Obyectivity.
- Generalizability.
- Parsimony.
Gambar 1.
The Research Process For Basic And Applied Research

1.
OBSERVATION
Broad Area of research
Interest identified

3. 4. 7.
5. 6.
PROBLEM THEORITICAL DATA
GENERATION SCIENTIFIC
DEFINITION FRAMEWORK COLLECTION,
OF RESEARCH
Research problem Variaabes clearly ANALYSIS, AND
HYPOTHESES DESIGN
delienated Indentified and INTERPETATION
labeled

8.
2.
DEDUCTION
PRELIMINARY
Hypotheses substantied
DATA GATHERING
Research question
Interviewing
answered ?
Literatur Survey
BAGIAN TEKS
I. PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
2. PERMASALAHAN/PERUMUSAN MASALAH
• IDENTIFIKASI MASALAH
• RUMUSAN MASALAH
3. TUJUAN PENELITIAN
II. TINJAUAN PUSTAKA
1. HASIL-HASIL PENELITIAN TERDAHULU
2. LANDASAN TEORI
3. KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
III. METODA PENELITIAN
1. PENENTUAN LOKASI/OBYEK
2. PENENTUAN SAMPEL
3. PENGUMPULAN DATA
4. ANALISIS DATA
5. DEFINISI OPERASIONAL DAN PENGUKURAN VARIABEL
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. DESKRIPSI DAERAH/TEMPAT PENELITIAN/ OBYEK
2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
V. KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
1. KESIMPULAN
2. IMPLIKASI DAN SARAN
II. TINJAUAN PUSTAKA
HASIL-HASIL
PENELITIAN
TERDAHULU
Merupakan fakta
empiris
HIPOTESIS
Merupakan
Kesimpulan dari
LANDASAN fakta dan teori
TEORI
MerupakanBahasan
secara teoritis tentang
Perilaku variabel-
variabel

KERANGKA PEMIKIRAN
Merupakan gambar alur pengaruh atau
Hubungan antar variabel
III. METODA PENELITIAN

 TEKNIK PENENTUAN SAMPEL (Pilih salah satu)


• PROBABILITY SAMPLING
1. Simple Random Sampling
2. Systematic Random Sampling
3. Stratified Random Sampling
4. Cluster Random Sampling
5. Multistage Random Sampling
• NON- PROBABILITY SAMPLING
1. Quota Sampling
2. Purposive Sampling
3. Judgement Sampling
4. Snow Ball Sampling
 TEKNIK PENGUMPULAN DATA (Pilih yang diguna-
kan) :
• Kuesioner
• Interview
• Observasi
 TEKNIK ANALISIS DATA
• Teknik analisis yang digunakan untuk menjawab
tujuan dan menguji hipotesis
• Untuk analisis statistik :
- Rumuskan hipotesis statistik (Ho vs Ha)
- Rumus uji, taraf 
- Kriteria penarikan kesimpulan
 DEFINISI OPERASIONAL DAN PENGUKURAN
VARIABEL
• Definisi Variabel / Istilah
• Cara Mengukur Variabel
• Skala Pengukuran Data
TOPIK
•) SUMBER : - Dari Mahasiswa Sendiri
- Dari orang/Pihak Lain
Dosen, Konsultan, Sponsor, Proyek
Univ.
•) SYARAT : 1. MANAGEBLE TOPIC
2. OBTAINABLE DATA
3. SIGNIFICANCE OF TOPIC
4. INTERESTED TOPIC
Ad. 1) - Sesuai dengan kemampuan : Pengetahuan dan
Kecakapan Peneliti
- Biaya tersedia/cukup
- Waktu tersedia/cukup Kendala Praktikal
- Tenaga tersedia/cukup
- Tidak menimbulkan kesulitan :Sponsor/Pihak-2 lain
Ad. 2) - Data Tersedia
- Sumber Kepustakaan Cukup
- Tidak ada faktor pribadi & faktor luar yang
merintangi

Ad. 3) - Penting untuk diteliti :  Ilmu & Aplikasi


- Bukan Duplikasi
- Academic Interest cukup besar, kegunaan
praktis mendesak

Ad. 4) -Membangkitkan Minat / Mengaktifkan Minat


yang pasif
- Bukan untuk pendapat pribadi
JUDUL
- Cocok dengan isi
- Bahasa Indonesia yang baik dan benar, singkat,
jelas (tidak ada penafsiran yang beragam).
- Satu kalimat, yang terdiri dari : Subjek, Predikat ,
Obyek, Keterangan tempat/waktu.
- Mengekspresikan isi : Menyiratkan variabel-
variabel yang dikaji / obyek yang dikaji, design, dst
 kata kunci yang ekspresif.
- Tidak bombastis (melampaui batas / berlebihan)
- Tentatif dulu untuk disempurnakan kemudian.
( Topik  Judul )
I. PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
 Harus bisa menarik perhatian pembaca
untuk meneruskan membaca laporan /
tesis.
 Memuat alasan mengapa topik dipilih.
 Mengemukakan urgensi penelitian : penting
bagi diri sendiri, masyarakat / pengguna,
ilmu.
 Kontribusi positif dari hasil terhadap
pemecahan masalah praktis.
 Dampak negatif bila tidak terpecahkan /
tidak diteliti.
NILAI INFORMASI DARI SUATU PENELITIAN
MOTIVASI MANAJER MELAKUKAN RISET
1. Mereka butuh informasi khusus untuk
mendukung pengambilan keputusan.
2. Riset di sahkan sebagai proteksi
dalam pengambilan keputusan.
3. Riset yang baik dapat membantu
manajer menghindar dari kehilangan
profit dan meningkatkan profit.
MASALAH PENELITIAN
Pengertian :
Pada dasarnya MASALAH merupakan :
1. Suatu keadaan yang memerlukan solusi.
2. Adanya penyimpangan dari standar.
3. Kesenjangan antara :
- apa yang seharusnya terjadi dengan apa
yang ada dalam kenyataan/yang
sebenarnya terjadi.
- apa yang diperlukan dengan apa yang
tersedia.
- harapan dengan kenyataan/fakta dengan
capaian.
- das Sollen dan das Sein
 Langkah-langkah kunci untuk mendapatkan
masalah
1. Mengidentifikasi dan menganalisis semua hal yang telah
diketahui atau yang telah diteliti sebelumnya.
2. Mencari kesenjangan dalam penjelasannya, atau
kesimpulannya yang belum diuji, juga pada saran kongkrit
yang harus diteliti lebih lanjut.
3. Adakah konflik pendapat tentang sesuatu hal ?
4. Selalu mempertanyakan kebenaran dari suatu prosedur rutin
yang selalu dipakai setiap hari.
5. Membaca dan merefleksikan dalam pertanyaan : apa,
mengapa, bagaimana, jika, dst.

M = f (das Sollen, das Sein)


v
diidentifikasi dari pustaka, fakta/pengalaman
pribadi
IDENTIFIKASI BIDANG PERMASALAHAN RISET
• Permasalahan riset menunjukkan suatu keadaan yang dinilai
memerlukan riset dan pemecahan masalah.
• Bidang permasalahan riset dapat berupa :
• Masalah yang saat ini muncul di suatu perusahaan yang
memerlukan jawaban.
• Bidang dalam suatu organisasi yang memerlukan
pembenahan atau perbaikan.
• Masalah yang berkaitan dengan suatu konsep atau teori
yang memerlukan konfirmasi melalui riset dasar.
• Sejumlah pertanyaan riset yang memerlukan jawaban
secara empiris.
 Permasalahan riset dapat berasal dari masalah baru atau
masalah lama, yang dapat bersumber antara lain dari : adanya
perubahan lingkungan, dimensi baru, perspektif baru atau
perbedaan metodologi riset yang digunakan.
BIDANG TOPIK
MASALAH
Pemasaran Perilaku Konsumen
Promosi Penjualan
Distribusi
Konsep Produk Baru
Manajemen Motivasi Kerja
(Perilaku Organisasional) Gaya Kepemimpinan
Budaya Organisasional
Akuntansi Keuangan Kebijakan & Metoda
Standar Akuntansi Keuangan
Akuntansi Manajemen Pengukuran Prestasi Manajer
Analisis Biaya-Vol.-Laba
Keputusan Investasi
MASALAH & PERUMUSANNYA
GAP MASALAH Halangan/Rintangan
Tantangan Kemenduaan Arti
Kesangsian Kebingungan

 Ciri masalah yang baik :


1. Mempunyai nilai penelitian
2. Mempunyai Fisibilitas
3. Sesuai dengan kualifikasi si peneliti
Ad.1) - Asli, up to date
- Menyatakan suatu hubungan
- Penting
- Dapat diuji
- Dinyatakan dalam bentuk pertanyaan
Ad.2) - Dapat dipecahkan
- Data dan metode tersedia
- Beaya sebatas sebatas kemampuan
- Waktu : wajar
- Tidak bertentangan dengan hukum dan adat
Ad.3) - Menarik
- Cocok Terhadap kualifikasi ilmiah si peneliti
 SUMBER PERMASALAHAN :
- Pengamatan Terhadap Kegiatan Manusia
- Bacaan
- Analisis bidang pengetahuan
- Ulangan dan perluasan penelitian
- Cabang studi yang sedang dikerjakan
- Pengalaman Pribadi
- Praktek dan keinginan masyarakat
- Bidang spesialisasi
- Pengamatan terhadap alam sekitar
- Diskusi - diskusi ilmiah
 Rumusan Masalah
1. Dalam bentuk kalimat interogatif = kalimat
pertanyaan.
2. Jelas, terarah.
3. Menyiratkan apa yang akan dipecahkan dan
dituju dalam penelitian.
4. Implikasi terhadap hipotesis, design, judul
 Contoh Rumusan Masalah
 Permasalahan Deskriptif
• Seberapa tinggi produktivitas kerja karyawan di
perusahaan “X” ?
• Bagaimana sikap masyarakat terhadap adanya
impor gula tanpa bea masuk ?
• Seberapa besar produk yang terjual dan layakkah
keuntungannya ?
 Permasalahan Komparatif
• Adakah perbedaan produktivitas kerja antara
Pegawai Negeri, Pegawai BUMN, dan Pegawai
Swasta ?
• Adakah persamaan cara promosi antara
Perusahaan A dan B ?
• Adakah perbedaan kemampuan dan disiplin kerja
antara Pegawai Swasta Nasional dan
Perusahaan Asing ?
 Permasalahan Asosiatif
• Hubungan Simetris :  kebetulan munculnya bersama
 Adakah hubungan antara banyaknya semut dengan
banyaknya buah ?
 Adakah hubungan antara tinggi badan dengan
prestasi kerja di bidang pemasaran ?
• Hubungan Kausal :  sebab akibat
mempengaruhi-dipengaruhi
 Adakah pengaruh sistem penggajian terhadap prestasi
kerja ?
 Seberapa besar pengaruh kepemimpinan terhadap
iklim kerja perusahaan ?
• Hubungan Interaktif/timbal balik :  saling mempengaruhi,
tidak diketahui independent/dependent
 Adakah hubungan antara motivasi dan prestasi ?
 Adakah hubungan antara kecerdasan dan kekayaan ?
 Tujuan Penelitian
- Merupakan pernyataan yang spesifik tentang
informasi apa yang ingin diperoleh.
- Merupakan pedoman yang memberi arah tentang
informasi atau output apa yang akan dihasilkan oleh
peneliti (pada laporan akhir penelitian, tujuan-tujuan
yang dijanjikan tadi harus diperoleh jawabannya).
- Merupakan konsep kongkrit  Kalimat deklaratif
(pernyataan), lugas, jelas, padat.
- Contoh :
Untuk mengetahui hubungan antara ..........
Untuk menjelaskan .............
Untuk menganalisis ............
II. TINJAUAN PUSTAKA
 Kerangka Teoritikal : - Hasil penelitian terdahulu.
- Landasan-landasan teori
 Kerangka Konseptual : Model kongkrit & terukur.
 Hipotesis.

Tugas : Buat Ringkasan Judul, variabel, Hasil Penelitian


tentang .......... (Topik) dari 15 literatur.
KERANGKA PEMIKIRAN
 Model Konseptual yang menghubungkan
Teori dengan Variabel-variabel yang akan
diteliti. (Uma Sekaran , 1992).
Misalnya : Menjelaskan hubungan antar
variabel indepen- den dengan
dependen.

 Merupakan Kerangka Berpikir Baru yang


didapat dari Kajian Pustaka, sebagai landasan
untuk pemecahan masalah dalam penyusunan
hipotesis, serta menentukan cara dan
kegiatan penelitian selanjutnya.
 HIPOTESIS
- Jawaban Sementara Atas Pertanyaan yang
dikemukakan Dalam Rumusan Masalah.
- Statemen Keadaan populasi yang akan diuji
kebenarannya berdasar data yang akan diperoleh
dari sampel penelitian.
- Hipotesisi Statistik :
Keadaan Parameter yang akan diuji dari keadaan
statistik sampel.
- Kegunaan :
• Memberi batasan/jangkauan kerja peneliti.
• Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan
hubungan antar fakta.
• Alat Koordinasi.
• Panduan Pengujian.
CIRI HIPOTESIS :
 Menyatakan hubungan variabel :  2
 Sesuai dengan fakta
 Dikembangkan dari teori yang kuat
 Dapat diuji
 Sederhana, dalam bentuk kalimat
pernyataan
 Dasar untuk membuat kesimpulan
FORMAT KALIMAT HIPOTESIS :
• Proposisi yang dapat diuji
• Pernyataan “ Jika-Maka “
• Hipotesis Statistik :
- Hipotesis Nol versus Hipotesis
Alternatif
- Rumus : Ho : µ1 = µ2
Ha : µ1  µ2
µ1  µ2
µ1  µ2
PERNYATAAN “ JIKA-MAKA “
(IF – THEN STATEMENT)
• Contoh Kalimat Hipotesis :
• Jika karyawan mengalami tekanan dalam bekerja
yang lebih rendah, maka mereka akan memperoleh
kepuasan kerja yang lebih tinggi.
• Jika karyawan mengalami tekanan dalam bekerja
besar, maka prestasi kerjanya akan meningkat.
• Jika biaya promosi diperbesar, maka nilai
penjualan akan meningkat.
PROPOSISI
YANG DAPAT DIUJI
Contoh Kalimat Hipotesis :
• Karyawan yang mengalami tekanan dalam
bekerja lebih rendah akan memperoleh
kepuasan kerja lebih tinggi.
• Pemberian imbalan yang besar kepada
karyawan akan meningkatkan prestasi
kerjanya.
• Peningkatan biaya promosi akan
meningkatkan nilai penjual an.
HIPOTESIS STATISTIK
Tidak ada perbedaan signifikan antara pendapatan
(Take Home Pay = THP) karyawan perusahaan swasta
Nasional dengan swasta Asing.
Ho : N = A atau N - A = 0
THP – N = THP – A atau THP – N - THP – A = 0
Rata-2 THPN sama dengan rata-2 THPA
Ha : THP – N  THP – A atau THPN - THPA = 0
Tidak ada perbedaan signifikan antara THPN
dengan THPA
Ha : THPN > THPA  THPN lebih besar THPA
Ha : THPN < THPA  THPN lebih kecil THPA

Buat contoh lain, misalnya tentang membandingkan


motivasi
 Hipotesis Directional :
Menyatakan hubungan antar variabel,
perbedaan
pengaruh
dengan istilah : •) lebih dari / kurang dari
•) positif / negatif

 Hipotesis Non Directional :


Tidak menyatakan arah hubungan antar variabel.
Karena : dalam Kerangka Pemikiran/Konseptual :
• belum ditemukan teori landasannya.
• ada konflik/ketidak jelasan hubungan antar variabel.
• menurut penelitian sebelumnya.
Design Penelitian
I. Desiqn berdasar sifat obyek / tempat data :
- Penelitian Historis : Datanya telah terjadi dan telah ada di alam atau
tersimpan sejak lama / dialam dalam bentuk prasasti, patung, arca,
ingatan-ingatan orang-orang tertentu dan lain sebagainya.
- Penelitian Observasional : Fenomena / kejadiannya muncul pada satu
waktu tertentu.
Obyek tidak dapat dikontrol / dikendalikan oleh sipeneliti (tidak
dimanipulasi).
- Penelitian Eksperimental : Field, Laboratory
Obyek / fenomena ditampilkan melalui manipulasi atau perlakuan
yang dengan sengaja dilakukan oleh si peneliti atau ada intervensi
dari sipeneliti.

II. Berdasar Asal Data :


- Penelitian Primer : Data asli, tidak melaluinya perantara,
dikumpulkan diolah dan digunakan sendiri oleh sipeneliti.
- Penelitian Sekunder : Data dikumpulkan melalui
perantara/orang lain.
III. Berdasarkan Analisis Data & Tujuan Studi
A. Penelitian Eksplorasi :
- Studi penjajakan
- Guna memahami suatu fenomena yang belum banyak diketahui /
ditulis.
- Tujuan :- Diagnosa terhadap fenomena tertentu
- Menjaring alternatif-alternatif
- Menemukan ide-ide baru
- Ikut mengklarifikasi masalah - masalah bisnis yang kurang jelas
atau ambigu.

B. Penelitian Deskriptif : Menguraikan/menjelaskan fenomena


yang diamati.
C. Penelitian Hipotesis (Penelitian Explanasi) :
Menguji keterkaitan suatu fenomena satu dengan yang lain.
IV. Berdasarkan Design Sampling
Sensus : pencacahan lengkap
Survey : obyektif
Studi kasus : subyektif

V. Berdasarkan Periode Waktu


Cross sectional : satu tahap pada jangka
waktu tertentu
Longitudinal : jangka waktu lama,
beberapa tahap
Time series : dalam rentetan waktu
Macam Rancangan Penelitian Berdasarkan Sifat/Tempat

Historis Observasional
Eksperimental
Bentuk Observasional Perubahan Waktu

Cross-Sectional

Logitudinal

Time Series
Klasifikasi Penelitian Kuantitatif
Penelitian
Penelitian Induktif
Dasar
Tujuan Penelitian
Penelitian Deduktif
Penelitian
Terapan
Penelitian
Evaluasi
Penelitian Penelitian dan
Historis Pengembangan
Penelitian Penelitian
Deskriptif Tindakan
Studi Kasus
dan Lapangan
Penelitian
Klasifikasi Karateristik
Korelasional
Penelitian Masalah
Penelitian Kausal
Komparatif
Penelitian
Eksperimen

Penelitian
Opini
Sifat dan Jenis Penelitian
Data Empiris
Penelitian
Arsip
Hubungan
Sebab Akibat ?
Ya Tidak

Variabel Independen Hubungan


Dimanipulasi ? Korelasional ?

Tidak Ya Tidak Ya

Penelitian Kausal Penelitian Kondisi Penelitian


Komparatif Eksperimen Sekarang ? Korelasional

Tidak Ya

Penelitian Penelitian
Historis Deskriptif
Gambar . Tujuan Studi dan Metode Statistik

Eksplorasi
Statistik Deskriptif
Tujuan Deskriptif
Studi
Uji perbedaan
Eksplansi
Uji Hipotesis Koreasional
Uji Hubungan
Sebab-akibat

STATISTIK INFERENSIAL
(Parametrik/Non-Parametrik)
PEDOMAN PEMAKAIAN UJI STATISTIKA
BERDASARKAN SKALA PENGUKURAN DATA

STATISTIK

STATISTIK STATISTIK
PARAMETRIK NON-PARAMETRIK

Persyaratan : Persyaratan :
1. Sekurang-kurangnya 1. Dapat skaa nominal
skala interval atau ordinal
2. Mengikuti distribusi 2. Tidak harus mengikuti
normal distribusi normal
MENTERJEMAHKAN HIPOTESIS
PENELITIAN KE DALAM HIPOTESIS STATISTIK
Contoh 1 :
Hipotesis Penelitian : Diduga ada perbedaan antara kuaitas
informasi akun- tansi sebelum dan setelah
penerapan sistem EDP.
Hipotesis Statistik :
H 0 : P1 = P 2
Gambar kurvanya dua arah
H 1 : P 1  P2
Contoh 2 :
Hipotesis Penelitian : Diduga kinerja perusahaan setelah penerapan
sistem EDP ebih besar dari pada sebelum
penerapan.
Hipotesis Statistik :
H 0 : P2 < P 1
Gambar kurvanya satu arah
H 1 : P2 > P 1
SAMPLING METHODS
(METODA PENGAMBILAN CONTOH)
POPULASI
Keseluruan Obyek Penelitian, Baik terdiri dari Barang Yang
Nyata, Abstrak, Peristiwa, Ataupun Gejala Yang
Merupakan Sumber Data Yang Memiliki Karakteristik
Tertentu Dan Sama.
SAMPEL
Bagian Dari Popuasi ( Yang Mempunyai Sifat Sama
Dengan Populasi ).
Ciri-ciri Yang Harus Dimiliki Oleh Populasi :
1. Mempunyai Ciri Yang Dimiliki Oleh Populasi
2. Mewakili Populasi
3. Dapat Digereralisasikan

UNIT SAMPEL = UNIT POPULASI

SAMPEL  RESPONDEN
Tipe-tipe Kesalahan Statistik
Kesalahan
Kerangka Sample

Kesalahan Kesalahan
Pemilihan Sampel Unit Sample
Kesalahan
Pemilihan Sample
Nonresponden
Secara Acak
Kesalahan Bias
Statistik
Kesalahan Responden
Responden Bias

Kesalahan
Kesalahan
Pemrosesan
Sistematis
Data
Kesalahan Kesalahan
Administrasi Pewawancara

Kecurangan
Pewawancara
ALASAN PENGGUNAAN SAMPEL
1. Menghemat Biaya, waktu dan tenaga
2. Menghindari Test yang Bersifat Destruktif
3. * Populasi Tak Terbatas
* Untuk Mereduksi Jumlah Obyek Penelitian Sebagai
Akibat Besarnya Populasi
4. * Mempermudah Penelitian
* Menjaga Ketelitian
* Mengontrol Non Sampling Error
5. Pengamatan pada hal-hal khusus.
KELEMAHAN SAMPLING
1. Jika Data Diperlukan Dari Wilayah - wilayah yang Amat
Kecil, Sehingga Diperlukan Sample yang Proporsinya
Relatif Besar.
2. Jika Diperlukan Data Untuk Beberapa Periode Waktu
Yang Tertentu, Dan Untuk Mengukur Perubahan Yang
Sangat Kecil Dari Periode ke Periode Berikutnya,
Maka Diperlukan Sample Yang Besar.
3. Kadang – kadang Biaya Administrasi Yang Besar
Diperlukan Untuk Kegiatan Pemilihan Sample,
Pengawasan Dan Sebagainya.
SAMPLING DESIGN

RANDOM SAMPLING NON RANDOM SAMPLING


(Probability Sampling) (Non Probability Sampling)

 Simple Random Sampling Purposive Sampling


 Systematic Random Sampling Accidental Sampling
 Stratified Random Sampling Quota Sampling
 Cluster Randum Sampling Snowball Sampling
 Multistage Random Sampling
SAMPLING RANDOM SAMPLING NON RANDOM
- Obyektif, tidak dipengaruhi oleh - Subyektif, dipengaruhi oleh
keinginan peneliti. keinginan peneliti.
- Semua individu dalam populasi - Tidak semua individu dalam
mempunyai kesempatan sama populasi mempunyai kesempatan
untuk dipilih sebagai contoh. sama untuk dipilih sebagai
contoh.
- Dimungkinkan memperoleh - Ada kecenderungan sampel
sampel yang representif. Diambil yang mudah / dekat
representativitas sulit dijamin.
I. SIMPLE RANDOM SAMPLING
PENGAMBILAN CONTOH ACAK SEDERHANA
Deskripsi :
Contoh Dipilih Langsung Dari Suatu Populasi Dengan Cara Acak
Sehingga Setiap Anggota Populasi Mempunyai Kesmpatan Sama
Untuk Dipilih Sebagai Contoh.
Syarat
- Populasi Homogen Jumlahnya Terbatas
- Acak Dilakukan Secara Individual Terhadap Anggota Populasi
- Nama / Identifikasi Dari Seluruh Anggota Populasi Diketahui
Dahulu
Prosedur
- Anggota Populasi Diberi Nomor Urut
- Melakukan Acak
. Tabel Bilangan Random
. Undian
- Menentukan Sample
Keuntungan & Kerugian
Keuntungan :
• Teori Yang Dipakai sangat Sederhana.
• Lebih Mudah Dipahami Daripada Teori Lain/Tehknik Sampling
Lain.
Kerugian :
• Tidak dapat diterapkan pada populasi yang sangat sporadis dan tidak
teratur :
Mengurangi Ketepatan Hasil.
• Pendaftaran Unit Sample Sangatlah Tidak Praktis.

Gambar Kerangka Sampling : Populasi


***********
***********
***********
***********
Randomisasi (Lot Atau
Bilangan Random)

****
****
****
II. STRATIFIED RANDOM SAMPLING

Deskripsi :
Bilamana Keadaan Populasi Heterogen (Mempunyai Sifat Beragam),
Dan / Atau Dibagi Menjadi Anak / Sub Populasi Yang Homogen Atau
Dalam Beberapa Lapisan / Strata, Selanjutnya Sampling Diambil dari
Masing-masing Sub Populasi / Strata Dengan Cara Acak Sederhana.

Syarat
- Harus ada Kriteria Yang Akan Digunakan Sebagai Dasar Stratifikasi
Populasi.
- Harus Ada Data Pendahuluan Dari Populasi Mengenai Gambaran
Kriteria Stratifikasi.
- Harus Diketahui Dengan Jelas Jumlah Satuan - satuan Elementer
Dalam Setiap Stratum (Agar Tidak Over Lapping).
II. STRATIFIED RANDOM SAMPLING

Deskripsi :
Bilamana Keadaan Populasi Heterogen (Mempunyai Sifat Beragam),
Dan / Atau Dibagi Menjadi Anak / Sub Populasi Yang Homogen Atau
Dalam Beberapa Lapisan / Strata, Selanjutnya Sampling Diambil dari
Masing-masing Sub Populasi / Strata Dengan Cara Acak Sederhana.

Syarat
- Harus ada Kriteria Yang Akan Digunakan Sebagai Dasar Stratifikasi
Populasi.
- Harus Ada Data Pendahuluan Dari Populasi Mengenai Gambaran
Kriteria Stratifikasi.
- Harus Diketahui Dengan Jelas Jumlah Satuan - satuan Elementer
Dalam Setiap Stratum (Agar Tidak Over Lapping).
Gambar Kerangka Sampling

*# * * # * # # # + + +
+++*#+***##* Populasi
##***+++###
Stratifikasi

**** ++++ ####


**** ++++ ####
**** ++++ ####
Strata 1 Strata 2 Strata 3
Randomisasi

**++##
**++##
Sampel
Prosedur
- Membagi populasi menjadi sub-sub populasi / stratum yang
homogen.
- Membuat daftar & nomor urut dari satuan - satuan
Elementer dalam setiap stratum.
- Mengadakan Random untuk memilih contoh dari setiap
Stratum :
a. Secara Berimbang / Sebanding
(Proportionate Stratified Random Sampling)
b. Secara Tidak Berimbang / Tidak Seimbang.
(Disproportionate Stratified Random Sampling)
c. Secara Sama
a. Berimbang : Banyaknya contoh tiap stratum berbanding lurus
dengan banyaknya populasi tiap stratum.
Populasi = N  Dibagi Menjadi N1 + N2 + N3 + .......... NL
N = N1 + N2 + N3 + ............. NL
h = 1, 2, 3, ................. L
h = Index Stratum
L = Jumlah Stratum
Keuntungan & Kerugian

Keuntungan :
• Lebih efisien dari pada Simple Random Sampling
• Pengolahan data dapat mudah dimengerti karena
informasi tiap stratum tersedia.
• Secara administratif mudah.

Kerugian :
• Pembagian stratum memerlukan informasi
sebelumnya
• Diperlukan kerangka / daftar penarikan contoh tiap
stratum.
nh 1 : nh 2 : nh 3 – Nh 1 : Nh 2 : Nh 3
Nh1
nh1 = xn
N
Nh2
nh2 = xn
N
Nh3
nh3 = xn
N
b. Tidak Berimbang :
Nh . sh
nh = xn
 Nh . sh
c. Sama :
n
nh =
L
Menentukan Stratum
•) 2 Stratum : S I =  x atau S II = < x
•) 3 Stratum : I. xR  (x – 1SD)
II. > (x – 1SD)  (x + 1 SD)
III. > (x + 1 SD)  xT
•) 4 Stratum
•) 5 Stratum
•) 6 Stratum
III. SYSTEMATIC RANDOM SAMPLING
PENGAMBILAN CONTOH ACAK SISTEMATIS
Deskripsi :
Apabila didalam pengambilan contoh hanya unsur pertama saja dari
contoh yang dipilih secara acak selanjutnya secara sistematis menurut
suatu pola tertentu.
Syarat :
- Populasi Homogen.
- Populasi tersusun/merupakan pola beraturan, seperti blok-blok dalam
kota, rumah-rumah dalam suatu jalan tertentu.
- Nama & Identifikasi dari satuan-satuan.
- Elementer dalam populasi terdapat dalam satu daftar, sehingga dapat
diberi nomor urut.
Prosedur :
- Satuan-satuan elementer dalam daftar populasi diberi nomor urut.
- Menarik sample secara sistematis dengan interval tertentu.
Misal :  Populasi = 24 ( N )
 Sample = 6 (n)
Interval ( k ) = N = 24 = 4
n 6
Rumus nomor sample yang terpilih :
1. = S.
2. = S + k
3. = S + 2k
Nomor Urut Populasi : Nomor Urut Sample :
1
2
SECARA 3 = S. ..................................................................... 1
RANDOM 4
5
6
7 = S + k. .................................................................... 2
8
9
10
11 = S + 2k ................................................................... 3
12
13
14
15 = S + 3k .................................................................... 4
16
17
18
19 = S + 4k ................................................................... 5
20
21
22
23 = S + 5k ................................................................... 6
24 =6
 = 24
Keuntungan & Kerugian
Keuntungan :
• Dalam memilih contoh secara administrasi lebih
cepat & lebih mudah
• Memungkinkan untuk memilih contoh dilapang tanpa
harus membuat kerangka sampling dahulu, karena
individu sudah tersusun secara kronologis.
Kerugian :
• Apabila daftar populasi tidak tersusun secara random 
sukar menaksir varians.
• Apabila daftar populasi tersusun sedemikian rupa
sehingga menunjukkan ulangan-ulangan yang teratur
dari satuan - satuan yang sifatnya sejenis dan apabila
interval contoh sama besarnya dengan periode ulangan
tadi maka metode ini tidak dapat menggambarkan
keaadaan yang sebenarnya.
IV. CLUSTER RANDOM SAMPLING
PENGAMBILAN CONTOH ACAK KELOMPOK

Deskripsi :
- Dalam cluster sampling unit samplenya adalah
kelompok / kluster / grup (kumpulan individu terdiri
dari lebih dari satu elemen populasi).
Syarat :
- Berbeda dengan strata, tiap kluster terdiri dari
elemen yang heterogen.
Prosedur :
- Masing-masing kluster diberi nomor urut
- Merandom kluster untuk memilih contoh kluster
- Seluruh elemen dari clister yang terpilih sebagai contoh
diamati.
Keuntungan & Kerugian

Keuntungan :
• Tidak perlu membuat daftar semua anggota populasi
tetapi cukup daftar klastor.
• Relatif lebih mudah & murah.

Kerugian :
• Tidak efesien bilamana perbedaannya antar anggota
tidak ada.
Jadi : Lebih banyak untuk pemecahan keterbatasan biaya
dan data.
V. MULTISTAGE RANDOM SAMPLING
PENGAMBILAN CONTOH ACAK BERTAHAP

Deskripsi :
- Suatu metode sampling yang dilaksanakan (>2 tahap)
secara bertahap, pada daerah populasi yang sangat luas
dan heterogen.
Syarat :
- Berbeda dengan strata, tiap kluster terdiri dari
elemen yang heterogen.
Prosedur :
- Daerah populasi dibagi kedalam sub daerah.
- Dari sub daerah dibagi lagi menjadi daerah yang lebih
kecil.
- Demikian seterusnya bila mana diinginkan untuk dibagi
lagi menjadi daerah yang lebih kecil.
METODE PENGAMBILAN SAMPLE YANG IDEAL

1. Dapat menghasilkan gambaran yang dapat dipercaya


dari seluruh populasi.
2. Dapat menentukan presisi ) dari hasil penelitian.
3. Sederhana, mudah dilaksanakan.
4. Dapat mamberikan keterangan sebanyak mungkin
dengan biaya serendah-rendahnya.
) Presisi  Tingkat ketepatan, yang ditentukan oleh
perbedaan hasil hasil yang di peroleh dari
sample dibandingkan dengan hasil hasil
yang diperoleh dari pencacahan lengkap.
PROSEDUR PENGAMBILAN CONTOH

1. Diketahui Populasi.
 Cirinya
 Identifikasi
 Homogen /Heterogen
 Jumlahnya
 Unit
- Individu
- Kelompok
2. Tentukan Sampling Design
 Sesuaikan dengan populasi & tujuan penelitian
 Laksanakan sesuai dengan tehniknya.
3. Pengumpulan data.
SAMPLE SIZE
N Infinitive (Tidak diketahui)
n = Z2 . S2
d2
N Finitive
n = N . Z2 . S2
d2 (N-1)+Z2  . S2
n = Jumlah sample minimal yang diambil
N = Jumlah populasi
s2 = Varians populasi
d = Penyimpangan yang dapat ditolerir
Z  = Nilai standar normal (tergantung harga )
 Z
0,01 2,579
0,05 1,976
0,10 1,645
d = Penyimpangan yang dapat ditolerir adalah :
tidak boleh melebihi dari simpangan baku (SD)
Misalnya : X  SD  100  10
bila digambarkan :

10 10 d  10
Xr X Xt
90 100 110

Untuk memperoleh nilai SD :


- Dari penelitian / informasi terdahulu
- Ambil sample kecil
- SD dari variabel lain yang terkolerasi dengan variabel
yang diamati.
CARA DAN PROSEDUR RANDOM

1. Cara Undian (Lotre)


2. Cara Ordinal
3. Tabel Bilangan Random

1. CARA UNDIAN
- Buat daftar semua anggota populasi
- Beri kode / nomor urut
- Buat kertas kecil sebanyak jumlah anggota
- Tuliskan kode / nomor angka pada kertas kecil tsb.
- Gulung kertas kecil baik-baik dan rapi, sama : ukuran
cara menggulung.
- Masukkan gulungan dalam kaleng
- Kocok baik-baik
- Keluarkan / ambil sebanyak yang dibutuhkan
Kesulitan : - Jika populasi sangat besar
- Jika jumlah populasi tidak diketahui
dengan pasti.

2. CARA ORDINAL
- Buat daftar semua anggota populasi, disusun menurut
Alfabet dari atas kebawah atau dengan sistematika
tertentu atas dasar blok-blok tempat tinggal, dsb.
- Ambil dari daftar tersebut dengan cara tertentu yang
sudah ditetapkan.
Misal : - Yang bernomor ganjil
- Yang bernomor genap
- Kelipatan – Kelipatan tertentu : 3, 6, 12, 24.
- Dengan interval tertentu : 5, 10, 15, 20, dst.

- Dst sampai sejumlah yang dibutuhkan.


3. TABEL BILANGAN RANDOM
- Cara ini paling banyak digunakan dalam penelitian
- Prosedurnya mudah,sederhana
- Menghindarkan kesalahan
PROSEDUR
- Buat daftar anggota populasi
- Beri nomor urut
- Siapkan tabel bilangan random (dari teksbook statistik)
- Pertama,kita akan tentukan 1 angka untuk petunjuk awal-
caranya :
*) Jatuhkan pensil pada TBR untuk penentu baris yang
terpilih,mis pd angka 3
*) Jatuhkan lagi pensil pd TBR untuk penentu lajur,mis pd
angka 50
*) Kita lihat pd TBR,baris 3 dan lajur 50 adalah angka 4
*) Tandailah bilangan 2
*) Selanjutnya perhatikan  popuasi  ada berapa digit
N = 20  2 digit
N = 310  3 digit
N = 100  3 digit
N = 1000  4 digit
*) Misalkan populasi N = 75 (2 digit) maka ambillah 1
digit / angka di dekat angka 4 yang ditandai  mis.
Angka 6  maka nomor sample pertama adalah 46.
*) Untuk sample kedua, terserah saja bisa diambil
bilangan-2 diatas atau dibawah atau disamping
angka 46 tadi.
*) Dst. Konsisten ( bila bergerak kebawah, kebawah
terus) sampai  sampel terpenuhi.
NON RANDOM SAMPLING
I. ACCIDENTAL SAMPLING
(CONVENIENCE SAMPLING)
Metode ini memilih sampel dari elemen populasi (orang
atau kejadian) secara sengaja yang datanya mudah
diperoleh peneliti. Elemen populasi tidak terbatas atau
tidak mungkin diketahui jumlahnya.
Misalnya : Penelitian tentang perilaku konsumen terhadap
suatu produk Agribisnis di Supermarket “X”, maka
samplenya adalah setiap pengunjung yang berbelanja di
supermarket “X”.
Kebaikan :
Peneliti memiliki kebebasan untuk memilih sampel yang
paling cepat dan murah.
Kelemahannya :
Hasil analisis data mempunyai tingkat generalisasi yang
rendah.
II. PURPOSIVE SAMPLING
(JUDGEMENT SAMPLING)
Pemilihan sampel secara sengaja dengan pertimbangan
tertentu, sesuai dengan tujuan penelitian. Sampel dibatasi
kepada yang dapat memberikan informasi yang
diharapkan peneliti.

Misalnya : Penelitian manajemen, maka samplenya para


manajer pada berbagai level organisasi.

Kebaikan :
Praktis, Biaya, waktu dan Tenaga Hemat.

Kelemahannya :
Kemampuan generalisasi rendah.
III. QUOTA SAMPLING
(Pemilihan Sample Berdasarkan Kuota)

Pemilihan sampel secara sengaja berdasarkan kuota


(jumlah) tertentu. Untuk setiap kategori dalam populasi.

Misalnya : Sejumlah tertentu sampel untuk jenis industri,


skala usaha, gender pekerja, dan seterusnya.

Kebaikan :
Dapat menaikkan tingkat resprentatif sampel.

Kelemahannya :
Kemampuan generalisasi masih dipertanyakan.
IV. SNOWBALL SAMPLING

Sampling yang diawali dengan mengambil sampel


sekelompok kecil (kelompok sampel I) yang diminta
untuk menunjukkan kawan masing-masing (kelompok
sampel II).
Dari kawan-kawan kelompok sampel II diminta pula
menunjukkan kawan masing-masing sebagai kelompok
sampel III.
Demikian seterusnya sehingga kelompok sampling
itu makin bertambah besar bagaikan Bola Salju yang kian
bertambah besar bila meluncur dari puncak bukit salju
dibawah.
Misalnya : Banyak dilaksanakan pada Riset Pemasaran
dan Penyebaran Informasi.
METODE PEMILIHAN SAMPEL : Deskripsi, Kelebihan dan Kelemahan
METODE SAMPLING DESKRIPSI KELEBIHAN (KELEMAHAN)
PROBABILITY SAMPLING
Simple Random Sampling Seluruh elemen populasi dipertimbangkan dan Temuan riset mempunyai kemampuan
setiap elemen mempunyai peluang yang sama digeneralisir yang tinggi (secara teknis
untuk terpilih sebagai sampel kurang efisien dibandingkan stratified
sampling).
Systematic Sampling Setiap elemen populasi dipilih secara random Mudah digunakan jika rerangka populasi
sebagai rerangka populasi selanjutnya tersedia (Memungkinkan timbulnya bias
berdasarkan rerangka populasi dipilih sampel. sistematik)
Stratified Random Sampling Populasi dikelompokkan berdasarkan stratifikasi Paling efisien diantara alternatif metode
tertentu, yang selanjutnya dari setiap strata sampling probabilitas (Rerangka populasi
dipilih sampel. untuk setiap strata merupakan hal yang
esensial)
Cluster Sampling Populasi dikelompokkan berdasarkan Biaya pengumpulan data setiap geografis
heterogenitas anggota populasi. Selanjutnya rendaha (Mempunyai reliabilitas yang
sejumlah kelompok dipilih secara acak. paling rendah diantara metode sampling
Berdasarkan kelompok yang terpilih tersebut probabilitas).
ditentukan sampel secara acak
Area sampling Merupakan metode Cluster sampling dalam suatu Bermanfaat untuk pembuatan keputusan
area atau lokasi tertentu yang mempertimbangkan faktor lokasi.
Double Sampling Sampel atau bagian dari sampel diuji dua kali Memberikan informasi yang lebih detil
(Jika ada bias pada penguji yang pertama
akan terbawa pada pengujian yang
kedua).
Non-
Non-probability Sampling
Convenience Sampling Setiap anggota populasi yang ada dapat dipilih At, mudah, dan murah akan dapat
Accidental sebagai sampel digeneralisir)
Judgument Sampling = Subyek dipilih berdasarkan pertimbangan al Kadang-
Kadang-kadang merupakan metode yang
Purposive peneliti. berarti. (Tingkat generalisasinya
dipertanyakan).
Quota Sampling Ssubyek dipilih dari kelompok yang ditargetkan Sangat bermanfaat jika kelompok
sesuai dengan jumlah kuota yang ditetapkan partisipan minoritas mempunyai peran
sebelumnya. penting ( Tidak mudah untuk
digeneralisasikan).
Gambar : Skema Pedoman Penentuan Metode Pemilihan Sampel
DATA COLLECTING METHODS
(METODA PENGUMPULAN DATA)

I. METODA SURVEI
* METODA ANGKET (KUISIONER)
* METODA WAWANCARA (INTERVIEW)
II. METODA OBSERVASI
* OBSERVASI PARTISIPAN
* OBSERVASI NON PARTISIPAN
I. METODA OBSERVASI
Disebut juga Metode Pengamatan yaitu cara pengambilan
data dengan pencatatan secara cermat dan sistematik terhadap
fenomena yang diselidiki, melalui pengamatan langsung
(partisipasi) maupun tak langsung (tanpa partisipasi)
1) OBSERVASI PARTISIPASI
- Pengamat merupakan bagian dari kelompok yang
diteliti.
- Keuntungan :
*) Memungkinkan untuk mencatat hal-hal, perilaku dan
seterusnya sewaktu kejadian berlangsung.
*) Data lengsung dicatat tanpa tergantung seseorang
*) Dapat menggunakan data dari subyek yang tidak
dapat berkomunikasi secara verbal.
*) Proses dapat berjalan wajar.
- Kelemahannya :
*) Memerlukan waktu relatif lama untuk satu kejadian.
*) Untuk kejadian lama tidak dapat langsung, kecuali obyek
mempunyai durasi kehidupan yang pendek.
2) OBSERVASI NON PARTISIPASI

- Pengamat berada “Diluar”.


- Sebagai “ penilai seringkali obyek berlaku tidak wajar,
kecuali bilamana obyek sudah terbiasa ( Untuk itu
biasanya peneliti tidak memberitahuan kehadirannya ).

II. ANGKET ( KUISIONER )


Merupakan pengumpulan data dengan memberikan daftar
pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah
yang diteliti dan tiap pertanaan merupakan jawaban yang
mempunyai makna menguji hipotesis.
- Keuntungan :
*) Dapat menjangkau responden yang tersebar di daerah
yang cukup luas, dimana peneliti sulit untuk bertatap
muka.
- Kelemahan :
*) Sering kali responden yang dituju kurang memper-
hatikan angket yang dikirimkan kepadanya, Angket
sering tidak dikirim kembali pada Si peneliti, karena
biasanya responden merasa tidak berkepentingan,
terutama bila dikirim via pos.
*) Jika pertanyaan kurang jelas bagi responden, maka ia
akan menjawab seenaknya saja atau sekedar mengisi
saja.
Jenis pertanyaan dalam kuisioner :
1. Pertanyaan tertutup (Berstruktur)
2. Pertanyaan terbuka (tidak berstruktur)
3. Pertanyaan semi terbuka
4. Pertanyaan kombinasi tertutup dan terbuka.
III. METODE WAWANCARA (INTERVIEW)
Merupakan proses interaksi dan komunikasi untuk
memperoleh keterangan / Data sesuai dengan tujuan
penelitian dengan cara tanya jawab melalui tatap muka
dengan menggunakan interview guide (panduan
wawancara)= kuisioner.
- Kelebihan:
*) Informasi yang diperoleh dalam,cepat dan langsung
dari responden (=orang yang diwawancarai)
*) Pewawancara dapat “Menilai” jawaban dari reaksi,
gerak-gerik dan raut muka responden
*) Bisa mengungkapkan hal-hal yang tersembunyi
- Kelemahan :
*) Kesahihan data seringkali tergantung keadaan
pewawancara
*) Kesulitan dalam mengatur waktu perjumpaan antara
pewawancara dengan responden
*) Memerlukan biaya tenaga,waktu yang relatif besar
Data Penelitian
Data adalah bentuk jamak dari kata datum (bahasa latin)
yang artinya adalah kurnia atau pemberian atau penyajian.
Dalam konteks statistika data diartikan sbb:
Data adalah kumpulan angka,fakta,fenomena atau keadaan
atau lainnya yg merupakan pengamatan,pemgukuran, atau
pencocokan dsbnya thd variabel dari suatu objek kajian,yg
berfungsi dpt digunakan untuk membedakan objek yg satu
dengan yg lainnya pd variabel yg sama.
Berdasarkan sifat kekontinyuannya, data hasil
pengamatan dpt dibedakan menjadi data diskrit dan kontinyu.
1. Data Diskrit adalah data yg hanya dpt menempati titik-titik
tertentu pada sebuah garis
Misal : Jumlah anak = 0 1 2 3 4 5 6
0 1 2 3 4
---+----+---+---+-----+
2. Data kontinyu, adalah data yang dapat menempati seluru titik
pada sebuah garis.
misal : Data pendapatan per kapita per bulan = 150 ribu rp
sampai dgn 2 juta rp

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
150 ribu rupiah 2 juta rupiah
(seluruh titik dapat ditempati data pendapatan)
Data

Kualitatif Kuantitatif
Atau atribut Atau numerik
( Klasifikasi ) (bilangan/angka)

Diskrit Kontinu
( perhitungan ) ( pengukuran )

Contoh :
Tipe mobil yang dimiliki Banyaknya anak Bobot pengapalan
Warna pupen Banyaknya pegawai Jarak tempuh antara
Jenis kelamin Banyaknya unit TV penggantian oli
yang terjual th lalu jarak antara
New york-Bangkok
DATA PRIMER
- Berasal dari Sumber Asli tidak melalui perantara ).
- Dikumpulkan secara khusus oleh peneliti, sesuai
keperluan riset yang sedang dilakukan.
Kelebihan : sesuai keinginan peneliti, data yang tidak
relevan dapat dielemir atau dikurangi.
Kelemahan : memerlukan biaya, waktu, tenaga >>>
DATA SEKUNDER
- Dikumpulkan oleh pihak lain atau tersusun dalam arsip
(Data Dokumenter) yang dipublikasikan ataupun yang
tidak dipublikasikan.
Kelebihan : biaya, waktu, tenaga <<<
Kelemahan : - Tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan
riset.
- Kemungkinan tidak lagi relevan dengan
masa sekarang.
Yang harus diperhatukan :
1. Kesesuaian dengan tujuan riset
2. Kesesuaian dengan periode waktu
3. Kesesuaian dengan populasi
4. Relevansi dan konsistensi unit pengukur
5. Kemungkinan bias
6. Biaya pengumpulannya
7. Akurasi pengumpulan data
Hubungan Sumber Dan Jenis Data Penelitian

Data Subyek

Data Primer

Sumber Data Data Fisik

Data Sekunder Data Dokumenter


Tipe Data Sekunder

Misal,faktur penjualan,
Jurnal penjualan,
Laporan penjualan
Data Internal Periodik,surat-surat,
Notulen hasil rapat dan
Tipe Data Memo manajemen
Sekunder
Buku,Jurnal,Majalah
atau Buletin antara lain
Data Sekunder Yang memuat data
Indeks atau referensi,
Hasil sensus,statistik,
Pasar,industri,direktori
Perusahaan dan investasi
Jenis Data Penelitian

Lisan (Verbal)

Data Subyek Tertulis

Jenis Data Ekspresi


Data Fisik

Data Dokumenter
SKALA PENGUKURAN DATA :

1. SKALA NOMINAL
2. SKALA ORDINAL
3. SKALA INTERVAL
4. SKALA RASIO
SKALA NOMINAL :
. Hanya merupakan lambang untuk membedakan./ unsur penamaan.
. Tidak berlaku hukum numerik ( tidak bisa di + ; di - ; di x ; di : )
Contoh :
ABRI (1) atau 3 atau 2
PNS (2) atau 2 atau 1
Swasta (3) atau 1 atau 3
SKALA ORDINAL :
. Merupakan lambang untuk membedakan dan / unsur penamaan.
. Mengurut peringkat berdasarkan kualitas yang / unsur urutan.
ditentukan.
Contoh :
Sangat cantik (5) atau 1
cantik (4) atau 2
Cukup cantik (3) atau 3
Tidak cantik (2) atau 4
Sangat tidak cantik (1) atau 5
SKALA INTERVAL :
. Merupakan lambang untuk membedakan.
. Mengurut peringkat berdasarkan kualitas yang ditentukan.
. Bilangan bisa memperlihatkan jarak/interval, tetapi titik nol bukan
merupakan titik mutlak, tetapi ditentukan berdasarkan perjanjian.
Contoh :
Skala pada termometer (misal Celsius dan Fahrenheit).

SKALA RASIO :
. Merupakan lambang untuk membedakan.
. Mengurut peringkat berdasarkan kualitas yang ditentukan.
. Bilangan Bisa memperlihatkan jarak/interval, dan titik nol merupakan
titik mutlak. Nilai nol artinya kosong.
Contoh : Berat (kg) Pendapatan ($) Pajang Jalan (km)
Rupiah 15 25 100
Kilogram 25 35 120
Liter 50 70 160
Gambar Skala pengukuran

Skala Tipe Pengukuran


Kategori Peringkat Jarak Perbandinga
n
Nominal Ya Tidak Tidak Tidak

Ordinal Ya Ya Tidak Tidak

Interval Ya Ya Ya Tidak

Rasio Ya Ya Ya Ya
Gambar Tipe SkalaPengukuran dan Metode Statistik

Skala Interval
Deskripsi Dan Rasio Uji Hipotesis

Statistik Deskriptif
Statistik Inferensial
Skala Interval Non-Parametrik
Dan Rasio

Deskripsi

Distribusi Data Uji Hipotesis Distribusi Data


Normal Tidak Normal

Data Dokumenter
Gambar Contoh Metode Statistik Berdasarkan Tujuan Studi dan Skala Pengukuran

Tujuan Studi Pertanyaan Penelitian Skala Metode Statistik


Pengukuran
1. Identifikasi •Apakah jumlah manajer wanita • Nominal • Chi-
Chi-square test
jumlah sama dengan jumlah yang
kategori diekspektasi. • Nominal • T-test proporsi
* Perbedaan • Apakah proporsi akuntan wanita
proporsi sama dengan jumlah akuntan pria.
kategori • Ordinal • Chi-
Chi-square test
• Apakah distribusi nilai ujian untuk
• Perbedaan kategori A,B,C,D berbeda dengan
urutan kategori distribusi nilai yang diperkirakan. • Ordinal • Kolmogorov -
• Apakah urutan merk produk yang smirnov test
• Penentuan disukai konsumen sesuai dengan
urutan kategori merk yang dihipotesiskan. •Interval atau • Z-test (sampel
• apakah rata-
rata-rata gaji karyawan Rasio besar) atau t-
t-
yang diteliti mempunyai perbedaan test (sampel
• Perbedaan nilai kecil)
sampel dengan yang signifikan dengan rata-
rata-rata
nilai populasi gaji seluruh karyawan perusahaan.
Kelebihan dan Kelemahan Teknik Wawancara dan Teknik Kusioner

Teknik Survei Kelebihan Kelemahan


Wawancara Tatap Muka - Menghasilkan lebih banyak data 1.Memungkinkan terjadinya bias
- Kontak langsung dengan responden, sehingga pewancara.
peneliti dapat menanyakan masalah yang lebih 2. Memerlukan biaya dan waktu yang
kompleks, sensitif atau kontroversial. relatif banyak, jika jumlah responden
- Tingkat partisipasi responden relatif tinggi (sampel) relatif besar dan secara
geografis letaknya terpencar.
Wawancara Via Telepon 1.Waktu pengumpulan data responden relatif 1.Pewancara tidak dapat mengamati
lebih sedikit. ekspresi responden saat memberikan
2.Memperoleh tanggapan segera dari responden tanggapan.
setelah pewawancara dapat menghubunginya 2. Responden setiap saat dapat menolak
lewat telepon untuk menaggapi pertanyaan dengan
memutus hubungan telepon.
3.Durasi wawancara relatif terbatas.
4.Responden bukan merupakan sampel
yang bresprentatif mewakili semua
lapisan masyarakat.
Kuesioner Secara Personal 1.Peneliti dapat memberi penjelasan mengenai 1.Waktu dan biaya pengumpulan data
tujuan survei dan pertanyaan yang kurang relatif banyak jika responden yang harus
dipahami oleh responden. dihubungi secara geografis terpencar.
2.Tanggapan atas kuesioner dapat langsung 2.Memungkinkan terjadinya bias oleh
dikumpulkan oleh peneliti setelah selesai diisi surveyor.
oleh responden.
Kuesioner Melalui Pos 1.Pengumpulan data responden yang secara 1.Tingkat tenggapan (response rate)
geografis terpencar memerlukan waktu dan responden umumnya lebih rendah
biaya relatif sedikit dibandingkan dengan teknik dibandingkan dengan teknik wawancara
wawancara. dan kuesioner yang dikumpulkan secara
2.Jumlah pertanyaan yang diajukan relatif lebih personal.
banyak. 2.Tanggapan responden kemungkinan
3.Meminimalisasikan kemungkinan terjadinya tidak sesuai dengan konteks/maksud
bias oleh peneliti. pertanyaan dalam kusioner.
3.Responden kemungkinan mengisi
kuisioner secara tidak lengkap.
METODE PENGUMPULAN DATA: KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Data Collection Advantage Disadvantage


Method
Face to face Provide rich data, offers the opportunity Have potential for introducing
interviews to establish rapport with intrviewees interviewer bias
Heip to explore and understand complex Can be exexpensive if a big sample of
issues subyek is to be personally interviewed.
Telephone interviews Help to contact subyect dispersed over The interviewerr cannot observe the
geographic region nonverbal responses
Obtain responses immediately on contact The interviewee can block a call
Personally Help to establish rapport with the Administering questionnaires personally
administering respondents while introducing the is expensive, especially if the sample
questionnaires survey. is geographically dispersed
Provide clarifications sought by the
respondents on the spot Collect
questionnaires immediately after they
are completed
Mailed questionnaires Obtain responses to many questions Usually have a low response rate and
from a sample that is geographically one cannot be sure if data obtained
dispersed, and when conducting are biased becouse non respondents
telephone to obtain the same data is may be different from those who did
difficult, more expensive, or not feasible. respond.
Observational studies Help to comprehend complex issue Expensive since long periods of
through direct observation ( eitheras a observation are regured (usually
participant-
participant- or a non participant encompassing several months)
observer) Observer bias may well be present in
The data obtained are rich and the data.
uncontaminated by self-
self-report biases.
Pengertian dan kaitan antara Obyek, Sifat-sifat yang dimiliki dan Datanya

OBYEK MATERIAL CHARA CTERISTIC HASIL AMATAN


< Apa / Sipa yang akan < Apa / Siapa yang akan
diteliti / diperiksa / diamati /
diteliti / diperiksa /
diukur>
diamati / diukur>
Penduduk - Pekerjaan - Petani
- Umur - 40 th
- Pendidikan - SLTP
Perusahaan “ X “ - Modal - Rp. 100 juta
- Aset - Rp. 200 juta
- Bentuk - Perorangan
Sapi - Jenis Kelamin - Jantan
- Lingkaran Leher - Coklat
- Bobot badan - 4 kwintal
Oyek / Kajian Variabel atau Perubah Data