Anda di halaman 1dari 14

REVOLUSI RUSIA

Nama Kelompok :
1. Agustina N.C.
2. Ana Marliana
3. Arifah
4. Beta Sri W.
5. Defi Utami
6. Dewi Maesyaroh
7. Faridah
8. Nur Halimah
9. Triyana Puspita

Kelas : XI IPS 4
LATAR BELAKANG DAN PERISTIWA

Pada awal abad ke-20, industri dan pertanian di Rusia maju


pesat. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Tsar Nicholas II
yang senantiasa memajukan perekonomian dengan jalan
meningkatkan produksi pertanian dan memajukan industri.

Pada tahun 1898, George Plekhanov mendirikan Partai Sosialis


Demokrat dengan programnya yang moderat, yaitu persamaan
dalam hukum, kemerdekaan pers, berbicara, berkumpul, serta
perbaikan nasib buruh dan petani. Tujuan ini hendak dicapai
dengan cara diplomasi politik dan pemogokan. Akan tetapi,
kelompok radikal dari partai ini menolak cara diplomasi politik
(indirect action) dan menghendaki cara pemogokan.
Pada Kongres Partai Demokrat dari seluruh dunia pada
tahun 1903, Partai Sosialis Demokrat tersebut pecah
menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
a. Mensyewik (Sosial-Demokrat) yang berhaluan
sosialis. Kelompok ini dipimpin oleh George
Plekhanov yang kemudian digunakan oleh
Kerensky.
b. Bolsyewik (Radikal Revolusioner) yang berhaluan
komunis. Kelompok ini dipimpin oleh Vladimir
Ulyanov yang dikenal dengan nama samaran Lenin.
Kemudian digantikan Josef Dschugaschvili yang
lebih dikenal dengan nama Stalin
Selain peristiwa-peristiwa diatas, Revolusi 1905 juga
disebabkan oleh faktor-faktor lain. Adapun sebab-sebab
tersebut yaitu sebagai berikut :

a. Keinginan rakyat akan pemerintah yang liberal.


b. Kekecewaan rakyat terhadap pemerintah reaksioner dari
Tsar.
c. Tuntutan tentang perbaikan nasib kaum buruh dan tani.
d. Kekalahan Rusia dalam perang Rusia- Jepang tahun 1905
melemahkan pemerintahan Tsar sehingga kaum
revolusioner berani memberontak
e. Peristiwa Minggu berdarah merupakan semangat
revolusioner
PENGARUH REVOLUSI RUSIA TERHADAP PERGERAKAN
KEBANGSAAN INDONESIA

• Pada bulan Maret 1917 Snecvliet menulis artikel berjudul


Zegepraal (kemenangan), yang memuliakan Revolusi
Februari Kerensky di Rusia.
• Kemenangan Revolusi Bolsyewik di Rusia disambut dengan
antusias. Adolf Baars dengan berapi-api menyerukan agar
revolusi di Rusia juga diikuti sekarang juga di Hindia
Belanda. Dalam waktu tidak lebih dari tiga bulan, sekitar tiga
ribu prajurit dan pelaut menjadi anggota gerakan yang
kemudian dikenal dengan nama Kaum Merah. Kaum Merah
mengorganisir demonstrasi yang dilakukan oleh serdadu
dan pelaut sehingga menimbulkan bentrokan dengan polisi.
• Darsono melalui surat kabar Het Vrije Woord milik ISDV
menyerukan pemberontakan dan dikkibarkannya bendera
merah. Krisis November mulai segera mereda setelah
Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum menjanjikan akan
melakukan perubahan-perubahan yang luas.
• Anggota militer yang indispliner dihukum berat, sedangkan
pegawai negeri yang terlibat dimutasikan. Darsono, Abdul
Muis dan beberapa pemimpin Indonesia lainnya ditangkap.
Sedangkan sneevtiet akhirnya diusir dari Indonesia pada
bulan Desember 1918.
• Selain itu ISDV pun mulai dijauhi massa akibat prinsip-prinsip
radikal merdeka yang masih belum bisa dipahami. Pada
kongres ke-7 bulan Mei 1920 dibahas mengenai perubahan
nama ISDV menjadi Partai Komunis Hindia.
• Tujuan dari perubahan nama adalah untuk
membedakan dengan kelompok sosialis
revisionis yang mereka sebut sebagai “Kaum
Sosialis Palsu”. Selain itu, perubahan nama ini
juga untuk menunjukan hubungan
kekeluargaanya dengan Partai Komunis di
Rusia. Pada tanggal 23 Mei 1920, ISDV
menjadi Partai komunis Hindia. Tujuh bulan
kemudian, partai ini mengubah namanya
menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI) dan
Semaun terpilih sebagai ketuanya.
KEADAAN RUSIA SEBELUM REVOLUSI 1917

• Rusia sebagai sebuah negara kerajaan diperintah oleh


seorang Tsar atau kaisar. Ketika Tsar Nicholas II (1894-
1917) memerintah Rusia, ia menjalankan pemerintahan
dengan sangat reaksioner, tetapi dalam bidang ekonomi
bersifat progresif. Hal ini menyebabkan
industrialisasinya perkembangannya pesat. Pada tahun
1917, Tsar Nicholas II diturunkan dari tahta kerajaannya
dan dibuang ke Siberia. Kemudian tahun 1918, Tsar
Nicholas bersama dengan keluarganya dibunuh oleh
Kaum Komunis (Bolsjewiki/Bolshevik)
Peristiwa Penting yang terjadi pada masa pemerintahan Tsar
Nicholas II sebagai berikut :

• Industrialisasi
Perkembangan industri diRusia berkat jasa dari Sergeey Witte, Menteri
Keuangan, sejak tahun 1892
• Munculnya Sosialisme di Rusia
Perkembangan industri yang cukup pesat di Rusia menyebabkan munculnya
golongan buruh (proletar) yang berakibat pada kemunculan gerakan sosialisme
• Perang Rusia-Jepang (1904-1905)
Pada perang ini Rusia mengalami kekalahan yang menyebabkan derajat dan
kepercayaan Tsar dimata rakyat semakin merosot.
• Minggu berdarah
Pada hari minggu , 22 Januari 1905, kaum buruh laki-laki dan perempuan yang
dipimpin oleh Gapon (nama lengkapnya Geogy Apollonovica Gapon seorang
pendeta) berbaris menuju istana Tsar.
REVOLUSI RUSIA 1905
• Meletusnya Revolusi Rusia tahun 1905, diawalai
dengan adanya pemogokan umum di St. Petersburg
itu diikuti oleh seluruh bangsa Rusia. Selanjutnya
kaum buruh di St. Petersburg membentuk Dewan
Buruh (Soviet), kemudian diikuti oleh buruh-buruh
diseluruh negara Rusia. Revolusi Rusia tahun 1905
ini memunculkan beberapa akibat sebagai berikut :
– Adanya perubahan agraria dari Menteri Stoypin tahun
1906.
– Dibentuknya dewan perwakilan rakyat (Duma)
REVOLUSI RUSIA 1917
Pada tahun 1905 meletus Revolusi Rusia, yang
dapat ditindas dengan kekerasan bersenjata.
Namun, Tsar tidak melenyapkan hal-hal yang
menjadi penyebab munculnya revolusi
tersebut, sehingga pada suatu ketika revolusi
akan muncul kembali. Ternyata revolusi itu
muncul ditengah-tengah berkecamuknya
perang Dunia I, ketika Rusia mengalami
kekalahan yang sangat besar.
Munculnya Revolusi Rusia tahun 1917 disebabkan
oleh faktor :

a. Pemerintahan Tsar Nicholas II yang reaksioner


b. Susunan pemerintahan Tsar yang buruk
c. Perbedaan sosial yang menyolok
d. Persoalan tanah
e. Munculnya aliran-aliran
f. Kekalahan perang
g. Bahaya kelaparan mengancam
Revolusi Rusia tahun 1917 ini dapat dibagi dalam dua fase, yaitu :

1. Revolusi Februari 1917


Revolusi Februari ini dimulai dari Petrograd (Leningard
sekarang), masyarakat Rusia yang dikoordinasikan oleh
golongan liberal, sosialis dan komunis menuntut bahan
makanan, kemudian diikuti pemogokan-pemogokan di
perusahan-perusahaan.
2. Revolusi Oktober 1917 (Revolusi komunis)
Pada bulan April 1917, Lenin kembali ke Rusia dari
perjalanannya di Jerman, Perancis, Inggris, Australia, Swiss.
Pada tahun itu pula Leon Trotsky (alias Bronstein) juga kembali
ke Rusia dari Amerika serikat. Kedua tokoh ini merupakan
pemimpin gerakan komunis di Rusia
Pemerintahan Lenin (1917-1924)
Dengan keberhasilan kaum komunis menggulingkan
pemerintahan Tsar, sejak tahun 1917 pemerintahan
Rusia dipegang oleh kaum komunis dibawah
pimpinan Lenin. Kemudian tahun 1919 Lenin
membentuk Komintern (komunis Internasional) yang
bertugas menyebarkan komunisme di seluruh dunia.
Sementara itu pada tahun 1922 terbentuk USSR
(Union of Soviet Socialist Republic atau Uni Republik
Soviet Sosialis) untuk menggantikan FRSSR (Federasi
Republik-Republik Soviet Sosialis Rusia)

Anda mungkin juga menyukai