P. 1
Biofuel

Biofuel

|Views: 67|Likes:
Dipublikasikan oleh Yaya Ernaini

More info:

Published by: Yaya Ernaini on Apr 24, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2013

pdf

text

original

Biofuel dari Microfungi dan

A

Hefni Effendi
Peneliti pada Fraunhofer UMSICHT (Jerman) dan dosen IPB

dalah Rudolf Diesel di Jerman (1895) yang pertama kali memperkenalkan penggunaan bahan bakar minyak nabati. Selanjutnya, dia memamerkan mesin diesel tersebut pada World Exhibition di Paris tahun 1900. Kemudian Henry Ford mendesain mobil berbahan bakar etanol. Dua orang inilah yang membuka tabir penggunaan biofuel sebagai substitusi bahan bakar fosil. Namun produksi massal bahan bakar fosil ketika itu hingga sekarang dianggap lebih ekonomis. Tapi, dengan --terkadang-- meroketnya harga bahan bakar fosil dan implikasi pemakaian bahan bakar fosil terhadap pemanasan global, maka sumber energi alternatif yang berbasis biomassa ini kembali jadi primadona. Biofuel terdiri dari biodiesel, bioethanol, dan biogas, yang dihasilkan oleh biomassa, baik tumbuhan, hewan, mikroba, maupun limbah. Biodiesel adalah campuran senyawa asam lemak berupa metil atau alkil ester yang dikonversi dari lemak nabati, lemak hewani, dan minyak nabati yang telah dipakai (jelantah). Tumbuhan tersebut antara lain kedelai, kelapa sawit, buah jarak, kelapa, dan bunga matahari. Biodiesel dihasilkan melalui ekstraksi dengan pelarut non-polar. Dilanjutkan dengan transesterifikasi, yakni mereaksikan hasil ekstrak yang mengandung trigliserida dengan metanol menjadi asam lemak metil/ alkil ester (90%) dan gliserol (10%), dengan bantuan katalis berupa asam atau basa kuat (NaOH atau KOH). Simplifikasi produksi biodiesel adalah: triglycerides + free fatty acids (<4%) + alcohol ----> alkyl esters + glycerin, dengan bantuan katalis. Bioethanol dihasilkan melalui fermentasi dari tumbuhan atau mikroorganisme yang banyak mengandung polisakarida. Melalui proses acid hidrolysis, impregnasi, autolisis secara mekanik (tekanan, suhu, dan sebagainya), polisakarida dikonversi menjadi gula sederhana seperti glukosa. Selanjutnya, glukosa pada proses fermentasi dijadikan sumber nutrisi oleh bakteri atau ragi (yeast), yang menghasilkan bioethanol. Simplifikasi fermentasi adalah: C6H12O6 --> 2CH3CH2OH + 2CO2. Sedangkan biogas berupa gas metan yang dihasilkan oleh dekomposisi anaerob bahan organik dari kumpulan biomassa yang sudah mati atau limbah padat maupun cair yang banyak mengandung bahan organik. *** Biofuel adalah bahan bakar yang tak menghasilkan peningkatan netto karbon di atmosfer, karena tumbuhan yang memproduksi biofuel ini justru menyerap karbon dioksida pada fotosintesis, meskipun karbon tersebut dilepaskan kembali ke atmosfer setelah biofuel itu dipakai. Tidak seperti bahan bakar fosil, yang melepaskan karbon yang tersimpan jutaan tahun di perut bumi ke atmosfer sebagai karbon dioksida pada proses pembakarannya.

Sebagai perbandingan, biodiesel mengurangi pembentukan hujan asam (acid rain) karena pembakaran biodiesel menghasilkan 8% lebih sedikit sulfur dioksida yang menjadi penyebab hujan asam dibandingkan dengan mineral diesel. Proses produksi biodiesel menghasilkan 79% lebih sedikit limbah cair dibandingkan dengan mineral diesel. Pembakaran biodiesel menghasilkan lebih sedikit partikulat hingga 84% dibandingkan dengan mineral diesel. Karena biodiesel tidak mengandung senyawa polisiklik aromatik, maka implikasi terhadap munculnya kanker dan asma lebih kecil 75% dibandingkan dengan pembakaran mineral diesel. Sebanyak 64%-91% biodiesel mengalami degradasi dalam waktu 14-28 hari jika tumpah ke lingkungan, sedangkan mineral diesel hanya terdegradasi 15-18% dalam kurun waktu tersebut. Meskipun pembakaran biofuel lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pembakaran bahan bakar fosil, penggunaan biofuel tak luput dari kritik pedas. Hal ini terutama berkaitan dengan pasokan bahan yang digunakan untuk memproduksi biofuel tersebut. Pemerhati mengaitkan krisis pangan global pada 2007-2008 dengan biofuel melalui ungkapan “the appetite for biofuel starves the poor” (Guardian, 3 Juli 2008). Josette Sheeran, Direktur Eksekutif World Food Program, mengistilahkan krisis pangan sebagai tsunami of hunger. Oxfam menyerukan moratorium on biofuel

54

GATRA 18 NOVEMBER 2009

n Microalgae
mandates. Jean Ziegler (reporter The Right to Food, PBB) menyebut konversi pangan ke biofuel sebagai crime against humanity, karena untuk memproduksi 13 galon bioethanol dibutuhkan 510 pounds jagung yang cukup untuk memberi makan satu anak selama setahun di negara miskin. Majalah Science (2008) melaporkan, konversi pangan ke biofuel mengakibatkan ekstensifikasi lahan perkebunan massal. Di Corn Belt (Midwest, Amerika Serikat), biofuel menyebabkan ditanaminya 20 juta hektare ladang dengan tanaman jagung, yang sebelumnya kebun kedelai. Ini menyebabkan peningkatan pupuk nitrogen dan fosfor yang mengalir sebagai run-off ke Sungai Mississippi. Akhirnya mencapai Teluk Meksiko dan mengakibatkan oxygenstarved dead zone (zona berkadar oksigen rendah di air). Amerika Serikat adalah produsen terbesar bioethanol dari jagung, yang mengonversi 81 juta ton jagung pada 2007 (25% total produksi). Kanada, Tiongkok, dan Uni Eropa menggunakan 5 juta ton jagung. Amerika Serikat berkontribusi terhadap dua pertiga ekspor jagung global. Setengah dari prodruksi minyak nabati di Uni Eropa dikonversi menjadi biofuel. IMF menyimpulkan, biofuel bertanggung jawab atas peningkatan 70% harga jagung dan 40% harga kedelai. *** Kritik tersebut beralasan manakala biofuel diproduksi dari bahan pangan, seperti kedelai dan jagung, yang
Microalgae Botryococcus braunii Chlorella sp Crypthecodinium cohnii Cylindrotheca sp Nitzschia sp Phaedotylum tricornutum Schizochytrium sp Tetraselmis suecia Sumber: Chisti (2007) Kandungan Tumbuhan Oil Algae (% berat kering) 25-75 28-32 20 16-37 45-47 20-30 50-77 15-23 Jagung Kedelai Canola Jatropha Kelapa Kelapa sawit Microalgae Biofuel (galon/ha) 18 48 127 202 287 636 6.283-14.641

menyebabkan terjadinya kompetisi antara penyediaan bahan pangan dan biofuel. Tapi, jika biofuel diproduksi dari bahan non-pangan, seperti jarak (Jatropha), microalgae, dan microfungi, sinyalemen itu bisa digugurkan. Microalgae, berupa tumbuhan renik yang hidup di air dan di darat, menjadi kandidat sangat potensial untuk pengembangan biofuel selanjutnya, mengingat pertumbuhan eksponensialnya yang cepat, dua-tiga hari. Dari sisi pemanfaatan ruang untuk menghasilkan biofuel, microalgae jauh mengungguli tumbuhan darat, karena microalgae perairan memanfaatkan volume dalam kultivasinya (lihat tabel). Di antara banyak jenis microalgae, Botryococcus braunii sangat potensial dikembangkan lebih lanjut karena kandungan oil algae-nya berupa senyawa terpen hingga 75% berat kering. Kandungan lemak nabati kedelai sekitar 18%, canola 40%, dan bunga matahari 42%. Botryococcus braunii dapat dikembangkan untuk roduksi oktana, kerosene, dan biodiesel. Filum klorofita (green algae) cenderung memproduksi lebih banyak kanji (starch) ketimbang lemak sehingga lebih potensial dikembangkan untuk memproduksi bioethanol. Ditemukannya Gliocladium roseum, fungi endofitik penghasil biodiesel dari hutan hujan tropik oleh Profesor Gary Stroble yang dipublikasikan di Journal Microbiology (2008), mengubah mindset selama ini yang cenderung menganggap microfungi, baik berupa ragi (yeast) maupun kapang, hanya sebagai agen fermentasi. Sangat terbuka peluang akan ditemukan lebih banyak lagi bakteri, microfungi, dan microalgae di wilayah tropik sebagai sumber biofuel, mengingat megabiodiversity-nya hutan, wetlands, serta laut tropik. Pengalaman penulis mengisolasi microfungi akuatik dari satu tipologi ekosistem perairan diperoleh puluhan jenis microfungi yang tumbuh pesat dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber biofuel, baik sebagai biodiesel maupun bioethanol. Bekerja sama dengan Fraunhofer UMSICHT, lembaga riset terapan di Jerman, riset eksplorasi kemungkinan pengembangan biofuel dari microfungi ini sedang dilaksanakan.

ardie

GATRA 18 NOVEMBER 2009

55

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->