Anda di halaman 1dari 2

1

DESAIN MESIN PERONTOK GABAH ( THRESHER )

Santosa

Guru Besar Teknik Pertanian


Jurusan Teknik Pertanian
Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Andalas
Padang
April 2011

Frekuensi Putar Silinder Perontok pada Thresher


Besarnya kecepatan linear silinder perontok menentukan mutu hasil perontokan.
Setelah ditetapkan besarnya kecepatan linear (misalnya V meter/detik), maka frekunsi putar
silinder perontok bisa dihitung dengan rumus :

Vlinear silinder perontok = ω . Rsilinder perontok ................................................................... (1)


↔ ω = Vlinear silinder perontok / Rsilinder perontok ................................................... (2)
↔ RPMsilinder perontok x 2 π / 60 = Vlinear silinder perontok / Rsilinder peront............ (3)
↔ RPMsilinder perontok = Vlinear silinder perontok x 60 / (Rsilinder perontok x 2 x π ) ...... (4)

Sistem transmisi dibuat untuk menyalurkan daya (power) dari poros engine ke poros silinder
perontok, dengan perbandingan transmisi 1 : n. Besarnya n adalah :
n = RPM poros engine / RPMsilinder perontok ....................................... ( 5 )

Torsi Thresher untuk Merontok Gabah


Diketahui besarnya gaya (Fgabah) untuk melepas bulir padi (misalnya sebesar 87,8 gf)
(Balai Besar Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian, 1994). Jika panjang silinder perontok
adalah L cm, dan panjang gabah rata- rata adalah y cm, maka gaya total untuk melepas gabah
oleh silinder perontok adalah = Ftotal.
Ftotal = (Fgabah x L / y ) ........................................................... (6)
Torsi untuk memutar silinder perontok adalah :
T = Ftotal x (R + t ) x 9,81 / 1000 ....................................... (7)
2

dengan T adalah torsi (N.m), Ftotal adalah gaya total untuk melepas gabah (gf), R adalah jari
– jari silinder thresher (m), dan t adalah tinggi atau panjang gigi perontok (m), 9,81 adalah
konversi dari kgf ke N, dan 1000 adalah konversi dari kgf ke gf.

Daya Engine Power Thresher

Besarnya daya pada poros silinder perontok untuk merontok gabah adalah :
Pporos silinder = torsi (N.m) x ω (rad/detik) ........................................................(8)
↔ Pporos silinder (watt) = Torsi (N.m) x (RPMsilinder perontok x 2 x π ) / 60 .......(9)

Dengan demikian, maka besarnya daya engine yang harus dipasangkan pada power
thresher ini adalah :

Pengine = Pporos silinder / η .........................................................................(10)


dengan η adalah efisiensi penerusan daya dari engine ke poros silinder thresher.

DAFTAR PUSTAKA

Balai Besar Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian. 1994. Keterangan Hasil Pengujian
(Test Report) Power Thresher. Serpong.

Santosa. 2005. “Aplikasi Visual Basic 6.0 dan Visual Studio.Net 2003 dalam Bidang
Teknik dan Pertanian”, ISBN : 979-731-755-2, Penerbit Andi, Edisi I Cetakan I,
Yogyakarta. 304 hal.