Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS VARIETAS DAN POLYBAG TERHADAP PERTUMBUHAN

SERTA HASIL CABAI (Capsicum annum L.) SISTEM HIDROPONIK

Zulfitri 1)

Abstract
Research is taken place in green house Faculty of Agribisnis Management,
Mercu Buana Univercity with location at Jalan Meruya Selatan, Kecamatan
Kembangan West Jakarta. The experiment was arragnged in a randomized
block design (RBD) with two factor and three replications. First factor is size
of polybag 30 x 30 cm with weight of medium 1 kg, 35 x 35 cm with weight of
medium 1.5 kg and 40 x 40 cm with weight 2.5 kg. Second factor is varietas,
first varietas is Taro and 304 variaty. Results of the experiment showed that
size of polybag 30 x 30 cm with wight of medium 1 kg the effect was not
significant compare to size polybag 35 x 35 cm and 40 x 40 cm.Varietyes shwed
the effect signivicant on plant hight and sum of fruit. Weight of fruit, dry
weight and root volum the effect was not significant.
Key words: size of polybag, varietas of cili

I. PENDAHULUAN Untuk meningkatkan produksi


cabai diperlukan teknologi tepat
1.1. Latar Belakang
guna, salah satu teknologi yang
Cabai merah keriting digunakan adalah sistem hidroponik.
(Capsicum annum L.) sebagai salah Di Indonesia budidaya hidroponik
satu komoditas hortikultura sudah cukup populer sejak mulai
merupakan tanaman yang cukup diterapkan sekitar tahun 1980 an.
penting di Indonesia. Berbagai macam Saat ini kepopulerannya mulai
makanan di Indonesia memerlukan dimanfaatkan oleh petani pengusaha
cabai sebagai salah satu bahan utama. untuk diusahakan secara komersial,
Selain berguna sebagai penyedap yaitu dengan menghidroponikkan
masakan, cabai juga mengandung zat- berbagai jenis tanaman bernilai
zat gizi yang sangat diperlukan untuk ekonomi tinggi seperti cabai paprika,
kesehatan manusia. Cabai selada, tomat. Teknologi hidroponik
mengandung perotein, lemak, memiliki kendala-kendala antara lain
karbohidrat, kalsium (Ca), fosfor (P), membutuhkan modal yang besar,
besi (Fe), vitamin-vitamin dan diperlukan tenaga terlatih serta pasar
senyawa alkali seperti capsaicin, yang dituju harus jelas misalnya
flavonoid dan minyak esensial. supermarket dan restoran sehingga
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) belum banyak diusahakan oleh petani
luas panen tanaman cabai dengan kecil.
budidaya secara konvensional tahun Penyediaan lokasi penanaman
2001 untuk daerah Provinsi DKI yang sesuai dapat dimanipulasikan
Jakarta sebesar 16.8 ha. sedangkan dengan melakukan budidaya tanaman
untuk produksi sebesar 159.8 ton hidroponik di dalam green house
dengan hasil 9.4 ton/ha. (rumah kaca) dan dapat diusahakan
sepanjang tahun tanpa mengenal
1)
Dosen FMA, Universitas Mercu Buana
2
musim. Pemeliharaan tanaman 1) Apakah ukuran polybag dan
hidroponik lebih mudah karena tidak varietas yang berbeda berpenga-
diperlukan lahan yang luas, media ruh terhadap pertumbuhan dan
tanam yang digunakan harus steril hasil cabai keriting hibrida.
dana tanaman terlindung dari hujan. 2) Apakah ada interaksi antara
Budidaya cabai dengan sistem uku-ran polybag dan varietas
hidroponik diharapkan akan terhadap pertumbuhan dan hasil
mendapatkan tanaman lebih sehat, cabai keriting hibrida.
seragam dan produktivitas yang
dihasilkan lebih tinggi (Hartus, 2002) 1.3. Tujuan Penelitian
Wadah media yang umum
digunakan dalam budidaya sistem Tujuan dari penelitian adalah
hidroponik adalah polybag. Penentuan mengetahui pengaruh ukuran polybag
ukuran polybag disesuaikan dengan terhadap pertumbuhan dan hasil
jenis tanaman untuk perkembangan varietas cabai keriting hibrida
akar, agar nutrisi yang diberikan
dapat diserap oleh akar dengan 1.4. Hipotesis
optimal. Ukuran polybag bermacam- 1) Ukuran polybag yang berbeda
macam dari dan penggunaannya harus dapat memberikan pengaruh yang
disesuaikan dengan jenis dan umur berbeda terhadap pertumbuhan
tanaman. dan hasil cabai keriting hibrida.
Penggunaan varietas hibrida 2) Varietas yang berbeda akan
merupakan hal yang sangat memberikan pengaruh yang
berpengaruh dalam proses budidaya berbeda terhadap pertumbuhan
hidroponik cabai. Cabai hibrida dan hasil cabai keriting hibrida
dihasilkan melalui proses persilangan 3) Terdapat interaksi antara
dua induk tanaman yang terpilih polybag dan varietas terhadap
sehingga turunnya berupa F1 yang pertumbuhan dan hasil cabai
memiliki sifat lebih unggul daripada keriting hibrida
kedua induknya. Keunggulan cabai
hibrida adalah tingkat produksinya
tinggi, daya penyesuaiannya terhadap II. TINJAUAN PUSTAKA
berbagai lingkungan tumbuh cukup
luas, pertumbuhan tanaman seragam 2.1. Taksonomi dan Morfologi
dan kualitas hasil sesuai keinginan Tanaman cabai merupakan
konsumen (Rukmana, 1996). Semua tanaman semusim berbentuk perdu.
varietas cabai hibrida memiliki sifat Tinggi tanaman 50-120 cm dan
dan keunggulan tersendiri, antara lain mempunyai banyak cabang dan dari
mampu menyesuaikan diri dengan setiap cabang akan tumbuh bunga
lingkungan tropis di Indonesia. Dengan atau buah. Akar tanaman cabai
demikian kombinasi polybag dan menyebar, tetapi dangkal. Akar-akar
varietas yang tepat diharapkan dapat cabang dan rambut-rambut akar
meningkatkan produktivitas tanaman. banyak terdapat dipermukaan tanah,
Oleh karena itu perlu diketahui semakin ke dalam akar-akar tersebut
pengaruh ukuran polybag dan varietas semakain berkurang. Ujung akar
yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman cabai hanya dapat
dan hasil cabai keriting hibrida. menembus tanah sedalam 30 - 40 cm.
Akar horizontal cepat berkembang di
1.2. Identifikasi Masalah

BULLETIN Penelitian No.08 Tahun 2005 Analisis Varietas dan Polybag


3
dalam tanah, menyebar dengan Warna kepala putik kuning kehijauan.
kedalaman 10 - 15 cm (Tjahjadi, Tangkai sari putih, tetapi yang dekat
1991). dengan kepala sari ada bercak
Daun cabai berbentuk lonjong kecoklatan. Panjang tangkai sari 0,5
dan bagian ujungnya meruncing cm. Kepala sarinya berwarna biru
dengan panjang daun 14 - 10 cm, atau ungu (Tjahjadi, 1991)
lebar 1,5 - 4 cm. Menurut Nawangsih Pertumbuhan tanaman cabai
dan Imdad (1994), daun terdiri atas yang baik memerlukan tanah yang
tangkai, tulang dan helaian daun. gembur dengan pH berkisar 6 - 6,5.
Panjang tangkai daun antara 1 - 5 cm. temperaturnya yang baik untuk
Tangkai daun berkembang sekaligus pertumbuhan tanaman cabai adalah
sebagai tulang daun. Tulang daun 24.0 C – 27 0 C dan untuk pembentukan
berbentuk menyirip dilengkapi urat buah pada kisaran 160C – 230 C.
daun. Helaian daun bagian bawah Menurut Rukmana (1996) bahwa
berwarna hijau terang, sedangkan tanaman cabai sangat membutuhkan
permukaan atasnya berwarna hijau sinar matahari. Apabila kurang
tua. mendapat sinar matahari pada awal
Bunga cabai berkelamin dua pertumbuhannya, tanaman cabai akan
Tabel 1. Perbedaan Umum Budidaya secara Hidroponik dengan Konvensional

Hidroponik Konvensional
1. Bekerja secara steril atau bersih 1. Bekerja tidak bersih atau
2. penggunaan nutrisi oleh tanaman tidak steril
efisien 2. Penggunaan nutrisi kurang
3. Tanaman bebas dari gulma efisien
4. Tanaman tidak mudah terserang 3. Gulma sering tumbuh ditanah
hama atau penyakit 4. Tanaman mudah terserang
5. Pertumbuhan tanaman lebih hama dan penyakit
terkontrol 5. Pertumbuhan tanaman kurang
6. Kuantitas dan kualitas tanaman terkontrol
sangat tinggi 6. Kuantitas dan kulaitas
7. Mempunyai ciri : tanaman kurang terkontrol
a. Lahan yang dibutuhkan 7. Mempunyai ciri :
sempit a. Lahan yang digunakan
b. Kesuburan dapat diatur lebih luas
c. Nilai jualnya tinggi b. Mengandalkan unsur
tanah
c. Nilai jual tidak begitu
tinggi
(hermafrodit), dalam satu bunga mengalami etiolasi, jumlah cabang
terdapat perlengkapan alat kelamin sedikit dan akibatnya buah yang
jantan dan betina. Posisi bunga cabai dihasilkan juga berkurang.
biasanya menggantung dengan warna Hidroponik berasal dari kata
mahkota bunga putih dan memiliki 5 - Hydro yang berarti air dan ponos yang
6 kelopak bunga. Panjang bunga 1,5 berarti pengerjaan, sehingga
cm lebarnya 0,5 cm dan panjang hidroponik adalah istilah yang
bunga 1 - 2 cm. Pangkal putik digunakan untuk menjelaskan
berwarna putih, panjangnya 0,5 cm. beberapa cara bercocok tanam tanpa
Analisis Varietas dan Polybag BULLETIN Penelitian No.08 Tahun 2005
4
menggunakan tanah sebagai media dilakukan sebelum nutrisi JORO A&B
tanam tetapi menggunakan air yang MIX dapat digunakan, yaitu
bersisi larutan nutrisi (Wardi dkk, pembuatan larutan stok dan
2002). Sistem penanaman hidroponik pembuatan larutan AB MIX.
mempunyai banyak keunggulan Fungsi utama media hidroponik
dibandingkan dengan cara penanaman adalah untuk menjaga kelembaban,
konvensional. menyimpan air dan dapat bersifat
Perbandingan antara sistem kapiler terhadap air. Media yang baik
penanaman secara hidroponik dengan bersifat porus, ringan agar akar
sistem penanaman konvensional dapat tanaman tidak mudah rusak dan
dilihat pada Tabel 1. tanaman hidroponik ringan
Faktor utama untuk dipindahkan untuk perawatan. Bahan
membuat sukses hidroponik adalah yang memenuhi semua persyaratan
pemberian unsur hara atau dalam adalah arang sekam (kulit gabah) yang
hidroponik lebih dikenal sebagai berwarna hitam dan sangat
larutan nutrisi. Tanaman menguntungkan sebagai media tanam,
membutuhkan unsur hara esensial karena menghasilkan pertanaman
yang digolongkan menjadi unsur hara yang baik, meminimumkan penyakit,
makro dan unsur hara mikro. Disebut mengandung beberapa unsur hara dan
unsur hara makro karena dibutuhkan ekonomis dalam penggunaan air.
oleh tanaman dalam jumlah relatif Kegunaan arang sekam antara lain :
banyak. Unsur hara makro terdiri dari menggemburkan tanah, meningkatkan
N, P, K, Ca, Mg dan S. Unsur hara sirkulasi hara, kapasitas menahan air
mikro terdiri dari Fe, Mn, B, Cu, Cl, sangat tinggi, warnanya yang hitam
Zn, dan Mo (Anonim 1999a) dapat mengarsobsi sinar matahari
Pada penelitian ini digunakan dengan efektif.
nutrisi hidroponik siap pakai dengan Wadah media yang umum
nama JORO A&B MIX yang diproduksi digunakan dalam budidaya hidroponik
oleh PT.JORO. Nutrisi ini adalah adalah polybag yang berwarna hitam,
nutrisi hidroponik lengkap yang agar tidak ditumbuhi lumut. Ukuran
mangandung unsur makro dan mikro polybag bermacam-macam
yang diperlukan tanaman. Setiap jenis disesuaikan dengan jenis dan umur
tanaman memerlukan unsur hara yang tanaman. Keuntungan penggunaan
berbeda, bahkan untuk setiap fase polybag antara lain komposisi media
pertumbuhan dan perkembangan dapat diatur, efisien dalam
tanaman. Beberapa hal yang penyiraman dan pemupukan, tanaman
membedakan bibit, jenis tanaman, dapat dipindah-pindah, pertumbuhan
tahap pertumbuhan, bagian tanaman gulma dapat dikendalikan dan tidak
yang diproduksi, iklim dan cara memerlukan lahan yang luas, serta
pemeliharaan. nutrisi yang diberikan dapat diserap
Kemasan JORO A&B MIX oleh akar secara optimal. Penentuan
berbentuk padatan di dalam kantong ukuran polybag yang cocok untuk
plastik. Satu set nutrisi hidroponik pertumbuhan tanaman diharapkan
A&B MIX terdiri dari dua kantong yaitu dapat meningkatkan produktivitas
kantong A dan Kantong B. Kemasan tanaman dan efisiensi dalam
kantong yang digunakan adalah penggunaan media dan nutrisi.
kemasan kecil (30 x 200 cm) setara Salah satu cara yang dipakai
dengan 6.000 liter larutan nutrisi siap untuk mengairi tanaman hidroponik
pakai. Ada dua tahap yang harus adalah memakai pengairan irigasi

BULLETIN Penelitian No.08 Tahun 2005 Analisis Varietas dan Polybag


5
dengan sistem tetes. Tujuan irigasi masih muda berwarna hijau, lalu
tetes adalah memenuhi kebutuhan coklat, setelah masak menjadi merah
tanaman akan air dan nutrisi. tua.
Kerugian dari sistem ini adalah Sampai saat ini beberapa
komponen peralatannya varietas cabai hibrida berkembang
membutuhkan biaya yang tidak pesat di Indonesia. Beberapa varietas
sedikit. Tanaman mendapatkan suplai cabai keriting hibrida yang digunakan
air optimal, hemat air, pupuk, waktu adalah Taro, dan 304 dimana varietas-
dan tenaga kerja. Hal ini sangat varietas ini berasal dari negara yang
penting mengingat media tanam berbeda. Tujuan mempergunakan
hidroponik bersifat proros sehingga varietas tersebut adalah untuk
tidak bisa menahan air. Prinsip membandingkan kedua varietas.
pengairannya yaitu mengalirkan air Varietas Taro berasal dari
dari sumbernya menuju tanaman Purwakarta yang diproduksi oleh East
melewati pipa saluran. Agar air dapat West Seed Indonesia. Varietas ini
dari saluran dengan cara tetesan, cocok ditanam disegala musim, baik
ujung pipa disumbat dengan alat dataran rendah atau menengah dan
berlubang kecil yang disebut dapat dipanen umur 70 - 75 hari
Regulating Stick sehingga debit air setelah tanam. Sedangkan varietas
yang keluar dapat disesuaikan untuk 304 berasal dari Belanda yang
tanaman. diproduksi oleh Bejo. Varietas ini
Dalam sistem ini pemberian toleran layu bakteri dan antraknose
nutrisi sangat hemat, yaitu diberikan (busuk buah) dan dapat dipanen 70 -
dengan cara mengalirkannya pada 75 hari setelah tanam. Varietas
pipa-pipa. Sistem irigasi yang adalah kelompok tanaman bagian dari
diterapkan terdiri dari tiga subsistem suatu jenis atau species yang
yaitu subsistem penyediaan sumber mempunyai sifat-sifat genetik
air (Spray jet). Subsistem penyediaan tertentu yang dihasilkan oleh proses
air yang terdiri dari sumur bor pemuliaan.
ketangki air dengan tangkinya sebagai
saluran penghubung dan instalasi III. BAHAN DAN METODE
pelengkap lainnya seperti keran air.
3.1. Tempat dan Waktu
Cabai yang dibudidayakan
secara luas di Indonesia adalah cabai Penelitian dilaksanakan di Rumah
besar (Capsicum annum L.) dan cabai Kaca Kebun Percobaan Fakultas
kecil (C.Frutescens). Cabai besar Manajemen Agribisnis Universitas
termasuk dalam family Solanaceae Mercu Buana yang berlokasi di
dan mempunyai banyak jenis yaitu Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan
cabai merah (C.Annum varietas Kembangan, Jakarta Barat. Ketinggian
longum), cabai bulat (C.annum var tempat 26 m di atas permukaan laut
grossum). Jenis cabai merah terdiri (dpl), dan berkisar antara 270 C – 320
dari dua jenis yaitu cabai merah C. Penelitian dilaksanakan pada bulan
keriting dan cabai merah besar. Ciri Oktober 2002 sampai Februari 2003.
dari cabai merah keriting antara lain
bentuk buah memanjang, dan 3.2. Bahan dan Metode
mengeriting dan bagian ujungnya Bahan yang digunakan dalam
meruncing. Rasanya pedas, biji yang penelitian ini adalah benih cabai
dihasilkan relatif banyak. Buah yang keriting hibrida yaitu varietas Taro
Analisis Varietas dan Polybag BULLETIN Penelitian No.08 Tahun 2005
6
dan varietas 304, polybag ukuran 30 (VP)jk = Pengaruh interaksi antara
cm x 30 cm, 35 cm x 35 cm, 40 cm x perlakuan varietas ke-j dan
40 cm, arang sekam, nutrisi ukuran polybag ke-k
hidroponik siap pakai JORO A&B MIX, εijk = Galat percobaan
Pestisida Curacron, insektisida Mitac
200 EC, Furadan 3 G. Alat yang Analisis ragam dengan uji F,
digunakan adalah timbangan, gelas pada uji 5 % atau 1 % akan dilanjutkan
ukur, EC (Electrical Condicivity) dengan Duncan Multiple Range Test
meter, drum (Tanki) plastik kecil (DMRT). bila hasil perlakuan
kapasitas (40 liter) dan drum besar menunjukan pengaruh yang berbeda
(1000 liter), meteran, bak nyata atau berbeda sangat nyata.
persemaian, tali perambat, sekop, Persiapan diawali dengan
gunting. membersihkan kotoran yang ada di
Metode yang digunakan adalah dalam rumah kaca dengan disapu dan
Rancangan Acak Kelompok (RAK) disiram menggunakan air bersih.
dengan dua faktor dan tiga kali Untuk mencegah serangan hama di
ulangan. Faktor pertama ukuran sekitar areal disemprotkan insektisida
polybag (P) yang terdiri dari P1=30 cm Mitac 200 EC dengan konsentrasi 2
x 30 cm (bobot media 1 kg), P2 = 35 ml/air
cm x 35 cm (bobot media 1,5 kg) dan Media tanam hidroponik
P3 = 40 cm x 40 cm (bobot media 2,5 berupa arang sekam disterilisasi
kg). Faktor kedua adalah varietas terlebih dahulu sebelum digunakan.
cabai keriting hibrida (V) yang terdiri Tujuannya adalah untuk
dari V1 = varietas Taro, dan V2 = membebaskan media dari serangan
Varietas 304. Dalam penelitian ini yang diakibatkan oleh jamur.
terdapat 6 kombinasi perlakuan 2, Sterilisasi dilakukan dengan
yaitu P1V1, P1V2, P2V1, P2V2, P3V2 menyemprotkan fungisida Dithane M-
dan P3V2 yang diulang sebanyak 3 45 pada media arang sekam lalu
ulangan, dan dalam setiap ulangan polybag diikat agar fungisida tidak
terdapat 4 tanaman contoh yang di menguap di udara. Setelah satu menit
amati, sehingga diperoleh jumlah polybag dibuka ikatannya dan siap
tanaman sebanyak 72 tanaman. digunakan untuk penanaman bibit.
Model matematika yang Sebelum disemai, benih
digunakan adalah : direndam dalam larutan atonik
dengan konsentrasi 2 ml/l air selama
Yijk = µ + Ki + Vj + Pk + (VP)jk + εijk 3 jam. Benih ditanam menggunakan
media arang sekam dalam bak plastik
Dimana: dengan ketebalan media 6-7 cm,
Yijk = Nilai pengamatan akibat kemudian dibuat lubang sedalam 0,5
pengaruh dari kelompok ke- cm. Dan dalam setiap lubang berisi 1
I, varietas ke-j, dan ukuran benih dan dilakukan penyiraman 2-3
polybag ke-k kali sehari dengan handspayer.
µ = Nilai tengah populasi rata- Pemeliharaan sejak benih
rata berkecambah sampai benih siap
Ki = Pengaruh kelompok ke-I dipindah tanam antara lain adalah
Vj = Pengaruh varietas ke-j (1,2) pengendalian hama dan penyakit
Pk = Pengaruh ukuran polybag ke- serta pengaturan naungan. Serangan
k (1,2,3) hama dapat dicegah dengan
menggunakan Furadan 3G. Selain itu

BULLETIN Penelitian No.08 Tahun 2005 Analisis Varietas dan Polybag


Tabel 2. Volume Penyiraman pada Masing-masing Fase
untuk Tanaman Cabai Hidroponik

7 Fase
Fase Fase
Pembuahan
Jam Pertumbuhan Pembungaan
pada fase perkecambahan (61 HST –
(0 - 30 HST) (31 - 60 HST)
awal cukup disiram dengan Panen)
air saja tanpa penambahan 100 150 200
08.00
nutrisi. cc/tanaman cc/tanaman cc/tanaman
Umur pindah 100 150 200
tanam bibit adalah 21 hari 10.00 cc/tanaman cc/tanaman cc/tanaman
setelah persemaian, yang 100 150 200
ditanam pada polybag 12.00 cc/tanaman cc/tanaman cc/tanaman
ukuran 30 x 30 cm, 35 x 35
cm, dan 40 x 40 cm dengan 14.00 100 150 200
media arang sekam. cc/tanaman cc/tanaman cc/tanaman
Pemindahan bibit dari bak 16.00 100 150 200
persemaian ke polybag cc/tanaman cc/tanaman cc/tanaman
dilakukan dengan hati-hati Sumber : BPPT, 1999
agar batang tidak rusak.
Pemidahan dilakukan
dengan cara membasahi terlebih penyiraman yang digunakan untuk
dahulu bak persemaian dengan air cabai dapat dilihat pada Tabel 2
sampai jenuh, kemudian dipindahkan (BPPT, 1999 )
ke polybag dengan membuat lubang Media arang sekam yang
tanam sebesar ukuran bibit yang akan membungkus perakaran tidak mampu
ditanam. Bibit ditanam bersama menjaga perakaran dengan kuat,
dengan media yang terbawa dari bak sehingga batang tanaman tidak berdiri
persemaian, kemudian media arang kokoh. Benang lanjaran yang dipakai
sekam diratakan pada permukaan adalah benang kasur dengan bahan
sehingga pangkal akar bibit tertutup kapas dan diameter 3,5 mm.
dengan baik. Bibit yang telah ditanam Pemasangan benang adalah dengan
kemudian disiram dengan air sampai cara dililitkan di sepanjang batang
jenuh. tanaman yang diikatkan pada kawat
Pemeliharaan tanaman atasnya. Benang lanjaran mulai
hidroponik meliputi penyulaman, dipasang ketika tanaman berumur 4
penyiraman, larutan nutrisi, minggu setelah tanam dan dilakukan
pemasangan benang lanjaran, secara periodik sesuai laju
perempelan, dan pengendalian hama pertumbuhan tanaman.
dan penyakit .Tanaman yang amati, Perempelan adalah kegi-atan
layu atau patah disulam. Bibit yang mambuang tunas-tunas baru yang
digunakan untuk sisa menyulam tumbuh pada batang utama atau di
adalah sisa bibit cadangan untuk setiap ketiak daun cabai dan
sulaman. Cara menyulam sama membuang bunga pemula dan daun-
dengan saat penanaman dan daun cabai tua. Cabai hibrida
penyulaman sebaiknya tidak lebih dari umumnya bertunas banyak yang
lima hari terhitung sejak tanam tumbuh dari ketiak-ketiak daun.
karena akan menghasilkan tanaman Tunas ini tidak produktif dan akan
yang kerdil. dibuang mengganggu pertumbuhan
Penyiraman nutrisi dilakukan tanaman, sehingga tunas-tunas
mulai hari pertama sejak penanaman. samping ini perlu dirempel.
Faktor penting penyiraman adalah Pembubuhan adalah kegiatan
konsentrasi, frekuensi dan menambahkan arang sekam baru

Analisis Varietas dan Polybag BULLETIN Penelitian No.08 Tahun 2005


8
untuk menutup perakaran yang Karny) dapat masuk ke dalam rumah
muncul dipermukaan. Penambahan kaca. Serangan Aphid mulai nampak
dengan menggunakan arang sekam pada 2 MST (minggu setelah tanam) ,
yang steril ini dilakukan karena media yang menyebabkan daun muda
tanam mengalami penyusutan yang menjadi keriting dan pertumbuhan
semakin padat akibat penyiraman daun berikutnya menjadi tidak
larutan nutrisi secara terus menerus. sempurna (kecil-kecil), sedangkan
Pembubuhan dilakukan saat tanaman hama Thrips menyerang tanaman
berumur satu bulan dan diulang dengan gejala yang sama seperti
sebulan kemudian sesuai kebutuhan. Aphid dan menimbulkan bercak-
Hama dan penyakit yang bercak keperakan pada daun. Aplikasi
sering mengganggu tanaman pestisida Curacon dengan konsentrasi
hidroponik dapat dicegah dengan 2 ml/l air dilakukan untuk menekan
penyemprotan pestisida Curacron, tingkat serangan hama dan hasil sekup
untuk mencegah serangan serangga berpengaruh.
digunakan Mitac 200 EC dan menebar Hama lain yang menyerah
Furadan 3G untuk mencegah tanaman cabai adalah Kutu Kebul
nematoda. Sedangkan penyakit dapat (Besimia sp.) dengan gejala serangan
dikendalikan dengan penggunaan pada daun terdapat bercak-bercak
media tanam baru yang steril, khlorosis kekuningan. Beberapa daun
memusnahkan tanaman yang terkena mengering dan mati layu dan gugur
penyakit dan penyemprotan fungisida serta terdapat jelaga hitam pada daun
Dithane M-45 dan batang. Pengendalian hama ini
Cabai keriting hibrida dilakukan dengan menyemprotkan
varietas Taro dan varietas 304 dapat insektisida Mitac 200 EC dengan
dipanen 70 - 85 hari seteleh tanam. konsentrasi 2 ml/l air.
Cara panen adalah dengan memetik Berdasarkan hasil sidik ragam
buah bersama tangkainya dengan menunjukan bahwa ukuran polybag
menggunakan pisau atau gunting berpengaruh nyata terhadap tinggi
tajam. Waktu panen dilakukan 4 hari tanaman pada umur 7 MST dan 9 MST.
sekali pada pagi hari Tinggi tanaman tertinggi di tunjukkan
pada ukuran polybag 40 cm x 40 cm,
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN dan secara statistik berbeda nyata
Tanaman cabai yang dengan ukuran polybag 35 cm 35 cm
dipindah dari persemaian ke media dan polybag 30 cm x 30 cm. Hal ini
tanam polybag tetap segar dan tidak diduga karena ruang tumbuh akar
layu. Hal ini dikarenakan media pada ukuran polybag 40 cm x 40 cm
tanam telah terlebih dahulu lebih luas dibandingkan polybag 30 cm
diturunkan suhunya dengan x 30 cm dan 35 cm x 35 cm, sehingga
menyemprotkan air. lebih banyak unsur hara yang terserap
Selama penelitian berlang- oleh akar. Interaksi antara ukuran
sung, terdapat hama dan penyakit polybag 35 cm x 35 cm dan varietas
yang mengganggu tanaman. Hal ini cabai Taro menunjukan nilai paling
disebabkan kondisi rumah kaca tinggi terhadap tinggi tanaman pada
dengan ukuran screen dinding yang umur 5 MST dan 7 MST. Sedangkan
cukup besar dan berlubang-lubang, pada umur 1 MST, 3 MST dan 9 MST
memungkinkan hama seperti Kutu tidak menunjukan interaksi antara
Daun atau Aphid (Myzus persicae ukuran polybag dengan varietas.
Sulz.) dan Thrips (Thrips parsivinus Pengaruh peningkatan tinggi tanaman

BULLETIN Penelitian No.08 Tahun 2005 Analisis Varietas dan Polybag


9
ini berkaitan dengan penambahannya mempersiapkan organ vegetatifnya
jumlah dan ukuran sel. Laju lebih baik sehingga fotosintat yang
pembelahan sel serta pembentukan dihasilkan akan lebih banyak. Untuk
jaringan sebanding dengan mendapatkan produksi cabai yang
pertumbuhan batang, daun dan sistem lebih tinggi perlu di tunjang oleh
perakarannya. Pertumbuhan tinggi pertumbuhan vegetatif yang optimal
tanaman menunjukan aktivitas antara lain ketersediaan hara dan
pembentukan xilem dan pembesara faktor tumbuh lainnya.
sel-sel yang tumbuh. Aktivitas ini Analisa statistik
menyebabkan kambium terdorong memperlihatkan bahwa ukuran
keluar dan terbentuknya sel-sel baru polybag berpengaruh tidak nyata
di luar lapisan lapisan tersebut terhadap bobot berangkasan total.
sehingga terjadi peningkatan tinggi Ukuran polybag 40 cm x 40 cm
tanaman. menunjukan bobot berangkasan
Ukuran polybag berpengaruh tertinggi. Hal ini diduga karena
tidak nyata terhadap jumlah buah ukuran polybag yang lebih besar
panen total. Ukuran polybag 30 cm x memberikan pertumbuhan yang lebih
30 cm menunjukan jumlah buah lebih baik. Fase vegetatif terutama terjadi
rendah untuk jumlah buah panen pada perkembangan daun, batang
total. Hal ini diduga karena kondisi baru dan akar. Menurut Harjadi (1995)
pertumbuhan tanaman yang kurang apabila laju pembelahan sel dan
optimum. Tingginya suhu udara di perpanjangan serta pembentukan
rumah kaca menyebabkan banyaknya jaringan berjalan cepat, pertumbuhan
bunga dan bakal buah rontok sehingga batang daun dan akar juga akan
jumlah buah yang dihasilkan tidak berjalan cepat demikian juga
optimal. Pembentukan buah adalah sebaliknya, hal ini semua bergantung
pertumbuhan pada umumnya pada ketersediaan karbohidrat.
bersamaan dengan peristiwa ini Hasil analisis ragam
terlihat mahkota bunga, benang sari menunjukan bahwa ukuran polybag
menjadi layu pada beberapa berpengaruh sangat nyata terhadap
tanaman, dan bunga yang tidak volume akar. Ukuran polybag 40 cm x
dibuahi akan gugur seiring dengan 40 cm memberikan volume akar
pembentukan buah. terbanyak (21.87 ml) bila
Pembentukan buah merupakan dibandingkan dengan ukuran polybag
salah satu komponen hasil yang 30 cm x 30 cm dan 35 cm x 35 cm. Hal
menentukan, jika buah yang ini diduga karena ukuran polybag
terbentuk dilanjutkan dengan tersebut memberikan ruang tumbuh
perkembangan dan pertumbuhan. yang lebih luas sehingga pertumbuhan
Pertumbuhan buah sesudah dan jelajah akar lebih luas, sehingga
pembuahan terjadi akibat perakaran tenaman lebih leluasa
pembesaran sel yang disertai oleh menyerap unsur hara. Menurut
pemasukan air sebanyak-banyaknya, Aminuddin (2003) semakin besar
serta nutrisi dalam bentuk anorganik. wadah atau ukuran polybag yang
Tanaman yang lebih tinggi dapat digunakan, jumlah media atau bobot
memberikan hasil per tanaman yang media yang digunakan semakin
lebih tinggi dibandingkan tanaman banyak sehingga dapat membuat akar
yang lebih pendek. Hal ini karena leluasa untuk berkembang.
tanaman yang lebih tinggi dapat Selanjutnya dia menyatakan bahwa

Analisis Varietas dan Polybag BULLETIN Penelitian No.08 Tahun 2005


10
pertumbuhan dan perkembangan semua protein dan asam nukleat.
tanaman dan media tanaman Pada umumnya N diambil dari
berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dalam bentuk amonium
tanaman. Kondisi media yang mampu (NH4+) dan Nitrat (NO3) yang sangat
menahan air serta kemampuan akar diperlukan untuk pertumbuhan atau
menyerap air dan mineral. pembentukan bagian vegetatif
Berdasarkan pengamatan secara visual tanaman seperti tinggi tanaman.
terhadap akar pada akhir Sedangkan unsur hara Kalium (K+)
pengamatan, perlakuan ukuran bergeran dalam mengatur fisiologi
polybag 40 cm x 40 cm memberikan tanaman, antara lain memacu
pertumbuhan yang baik terhadap pertumbuhan tanaman, mengurangi
akar. Hal ini terlihat dari kondisi keguguran pada bunga dan buah, dan
rambut akar yang tumbuh menyebar, tingkat kemasakan pada kulit buah
yang artinya polybag 40 cm x 40 cm lebih merata (Anonim, 1999a).
memberi ruang untuk menyediakan Varietas Taro dan varietas 304 tidak
oksigen dan air hingga akhir cukup beradaptasi dengan kondisi
pertumbuhan tanaman. lingkungan tumbuh sehingga tidak
Varietas berpengaruh sangat mempengaruhi parameter bobot buah
nyata terhadap tinggi tanaman umur total, bobot berangkasan dan volume
(1, 3, 5, 7, 9 MST) dan jumlah buah akar.
total. Varietas Taro menunjukan Polybag ukuran 35 cm x 35 cm
tinggi tanaman tertinggi untuk semua dan 40 cm x 40 cm menunjukan
parameter tinggi tanaman. Hal ini variabel-variabel pertumbuhan dan
diduga karena sifat pertumbuhan dari hasil yang lebih baik untuk tanaman
masing-masing varietas tanaman yang cai, bila dibandingkan dengan ukuran
berbeda sehingga baik secra visual polybag 30 cm x 30 cm sebagai contoh
maupun statistik peubah tinggi untuk variabel bobot buah ukuran
tanaman antara kedua varietas polibag 35 cm x 35 cm menunjukan
tampak nyata. Varietas taro memiliki peningkatan 3,32 % dari ukuran
habitus tanaman tinggi, sehingga dari polybag 30 cm x 30 cm dan mengalami
peubah tinggi tanaman varietas Taro peningkatan sebesar 7.13 % dari
memberikan tinggi tanaman tertinggi ukuran polybag 40 cm x 40 cm. Tetapi
berbeda nyata terhadap varietas 304. antara ukuran polybag 40 cm x 40 cm
Berdasarkan analisis ragam dan dengan 35 cm x 35 cm dari hasil uji
uji rata-rata perlakuan dapat statistik tidak menunjukan perbedaan
diketahui bahwa varietas berpengaruh yang nyata. Dengan demikian
tidak nyata terhadap bobot buah penggunaan ukuran 35 cm x 35 cm
total, bobot berangkasan dan volume lebih efisien karena memerlukan
akar. Varietas Taro menunjukan bobot media yang sedikit.
jumlah buah total terbanyak. Hal ini Dari hasil sidik ragam terlihat
diduga karena varietas Taro adanya korelasi negatif antara peubah
menghasilkan buah yang lebat bobot buah (ton/ha) dengan tinggi
sedangkan untuk varietas 304 tanaman dan volume akar. Korelasi
memiliki jumlah buah lebih sedikit adalah suatu ukuran keeratan
dibandingkan dengan varietas Taro, hubungan antara kedua peubah.
selain itu kandungan unsur hara juga Bobot buah cabai (ton/ha) berkorelasi
mempengaruhi jumlah buah. Salah negatif dengan tinggi tanaman volume
satu unsur tersebut adalah nitrogen akar.
(N) yang merupakan penyusun dari

BULLETIN Penelitian No.08 Tahun 2005 Analisis Varietas dan Polybag


11
Menurut Badan Pusat Statistik
(2002) produksi rata-rata cabai
DAFTAR PUSTAKA
keriting di DKI Jakarta dalam luasan 1
ha adalah sebesar 7,3 ton/ha. Aminuddin. 2003. Penggunaan
Produksi cabai keriting (ton/ha) hasil Berba-gai Macam Media pada
penelitian menunjukan penurunan Budidaya Paprika Secara
20.75% – 26.06% dari produksi di DKI Hidroponik. Fakultas Pertanian.
Jakarta. Penurunan produksi tersebut Institut Pertanian Bogor.
disebabkan oleh faktor lingkungan
yang kurang mendukung, dimana suhu Anonim.1999a. Pengenalan Hidro-
yang tinggi dan lingkungan rumah ponik Substrat dan NFT. Materi
kaca yang tidak terkendali Pelatihan Sayuran Ekslusif.
menyebabkan masuknya hama Jakarta
tanaman sehingga pertumbuhan dan
perkembangan tanaman yang _______.1999b. Hama-hama Penting
dihasilkan tidak memberikan hasil Sayuran. Bonus Trubus No.
yang optimal. 335 /XXX Jakarta
Biro Pusat Statistik. 2001. Statistik
V. KESIMPULAN DAN SARAN Pertanian. Biro Pusat Statistik.
Berdasarkan hasil dan Jakarta
pembahasan, maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut: Hartus,T.2002. Berkebun Hidroponik
1) Taraf-taraf perlakuan ukuran Secara Murah. Penebar
polybag memberikan pengaruh Swadaya. Jakarta
nyata terhadap peubah tinggi
tanaman pada umur 9 MST dan Lakitan, B. 1993. Dasar Fisiologi
volume akar tidak memberikan Tumbuhan. PT. Raja Grafindo
pengaruh nyata terhadap tinggi Persada. Jakarta
tanaman pada umur 1 dan 3 MST, Linggga, P. 1999. Hidroponik
jumlah buah, bobot buah dan Bercocok Tanam Tanpa Tanah.
bobot berangkasan. Penebar Swadaya. Jakarta
2) Taraf – taraf perlakuan
varietas memberikan pengaruh Nawangsih, A. A dan Imdad, P. 1994.
nyata terhadap peubah tinggi Cabai Hot Beauty. Penebar
tanaman pada umur (1, 3, 5, 7, 9 Swadaya. Jakarta
MST) dan jumlah buah tidak
memberikan pengaruh nyata Primantoro, H. dan Yovita. 1999.
terhadap bobot buah, bobot Hidroponik Sayuran Untuk
berangkasan dan volume akar. Bisnis dan Hobi. Penebar
3) Interaksi antara ukuran Swadaya. Jakarta
polybag dengan dua varietas cabai
Rukmana, R. 1996. Usaha Tani
keriting terjadi pada peubah tinggi
cabai Hibrida Sistem Mulsa
tanaman 5 MST dan 7 MST.
Plastik. Kanisius. Yogyakarta
Berdasarkan hasil peneli-
tian ini disarankan untuk penelitian Tjahjadi, N. 1991. Bertanam Cabai.
selanjutnya sebaiknya dilakukan pada Kanisius. Yogyakarta
kondisi lingkungan yang lebih ideal
(rumah kaca yang lebih baik). .

Analisis Varietas dan Polybag BULLETIN Penelitian No.08 Tahun 2005


12

BULLETIN Penelitian No.08 Tahun 2005 Analisis Varietas dan Polybag