Anda di halaman 1dari 2

Ringkasan Bab 4 PKn Kelas XI • UU No.

3 Tahun 1999 (Hubungan Luar


Negeri) dan UU No. 24 Tahun 2000
Bab 4 Hubungan (Perjanjian Internasional)
• Pasal 1 angka 3 UU No. 37 Tahun
Internasional dan 1999
• Pasal 1 huruf a UU No. 24 Tahun 2000
Organisasi Perjanjian dalam bentuk dan nama
tertentu yang diatur dalam hukum
Internasional internasional, yang dibuat secara
tertulis serta menimbulkan hak dan
kewajiban di bidang hukum politik.
1. Hukum Internasional
• Koordinasi: berdiri sendiri dan tidak 6. Istilah dalam perjanjian internasional:
ada yang satu di bawah kuasa yang a. Traktat (Treaty)
lain. Mencakup segala macam bentuk
• Subordinasi: “negara dunia” persetujuan internasional.
membawahi negara-negara di dunia. Paling penting dan sangat formal.
Istilah traktat digunakan untuk suatu
2. Latar belakang hubungan internasional perjanjian yang materinya sangat
di Indonesia adalah kita sebagai manusia prinsip, yang memerlukan adanya
harus saling mengenal, menghormati pengesahan (ratifikasi).
dan dapat melengkapi. Contoh: perjanjian persahabatan dan kerja
sama di Asia Tenggara (Treaty of Amity and
Cooperation in Southeast Asia) 24 Feb 1976.
3. Kerja sama internasional:
b. Konvensi (Convention)
• Bilateral: antar dua negara. Contoh:
Pemerintah Indonesia berhutang kepada
Untuk perjanjian multilateral (anggota
pemerintah Jepang secara langsung. banyak). Mirip traktat.
Contoh: Konvensi Jenewa (1949) perlindungan
• Regional: hubungan antar negara korban perang. Konvensi Wina (1961)
dalam satu kawasan. Contoh: ASEAN hubungan diplomatik.
• Multilateral: hubungan kerjasama c. Persetujuan (Agreement)
antara suatu negara dengan banyak Mencakup seluruh jenis perangkat
negara lainnya. Contoh: Pemerintah internasional dan biasanya
Indonesia berhutang kepada ADB yang mempunyai kedudukan yang lebih
anggotanya terdiri dari banyak negara.
rendah dari traktat/konvensi.
d. Piagam (Charter)
4. Faktor yang mendorong berkembangnya
Perangkat dalam pembentukan suatu
masyarakat dunia:
organisasi internasional. Berasal dari
• Perkembangan IPTEK Magna Charta (1251).
• Perkembangan ekonomi pasar (ada Contoh: United Nations Charter 1945.
pasar dan ada pemasok) e. Protokol (Protocol)
• Tenaga kerja yang mahal di negara Untuk yang materinya lebih sempit
maju (diatasi dengan penanaman dari treaty/convention. Sebagai
modal di negara yang tenaga kerjanya tambahan.
murah) Contoh: Protokol Kyoto.
• Kebutuhan negara yang telah begitu f. Deklarasi (Declaration)
negatif mempengaruhi sistem Berisi ketentuan umum di mana para
lingkungan pihak berjanji untuk melakukan
kebijaksanaan tertentu di masa yang
5. Pengertian perjanjian internasional: akan datang.
• Pasal 2 ayat 1 huruf a Konvensi Wina Hanya berisi prinsip dan pertanyaan
tahun 1969 umum.
Contoh: Deklarasi ASEAN dan Deklarasi
suatu persetujuan yang dibuat Universal.
antarnegara dalam bentuk tertulis, g. Final Act
dan diatur oleh hukum internasional, Ringkasan laporan sidang suatu
apakah dalam instrumen tunggal atau konferensi dan menyebutkan
dua/lebih instrumen yang berkaitan pejanjian-perjanjian atau konvensi-
dan apa pun nama yang diberikan konvensi yang dihasilkannya kadang
kepadanya. disertai anjuran.
Contoh: Final Act General Agreement on Tariff
and Trade (GATT) 1994.
h. Arrangement 2) Presiden dalam membuat perjanjian
Mengatur pelaksanaan teknik internasional menimbulkan akibat
operasional suatu perjanjian induk. yang luas dan mendasar bagi
Untuk proyek jangka pendek yang kehidupan rakyat yang terkait dengan
betul-betul bersifat teknik. beban keuangan negara dan atau
Contoh: Arrangement Studi Kelayakan perubahan/pembentukan UU harus
Proyek Tenaga Uap di Aceh. dengan DPR.
i. Modus Vivendi 3) Lebih lanjut diatur UU.
Bersifat sementara (akan diganti
dengan pengaturan yang telah tetap 10. Tujuan ratifikasi ialah memberikan
dan terperinci. kesempatan kepada negara peserta
j. Pakta (Pact) guna mengadakan peninjauan serta
Perjanjian internasional yang khusus. pengamatan secara seksama, apakah
Cotoh: Briand Kellog Pact. negaranya dapat diikat oleh perjanjian
itu atau tidak.
7. Tahap pembuatan perjanjian Untuk negara demokrasi parlementer,
internasional: tujuannya untuk memberi kesempatan
a. Tahap Perundingan kepada parlemen untuk meyakinkan
Bisa melalui pejabat yang sah (harus dirinya bahwa wakil pemerintah yang
menggunakan surat kuasa). Surat turut serta dalam perundingan dan
kuasa tidak lagi berlaku kepada penandatanganan suatu perjanjian tidak
kepala negara, menlu, duta besar, dll melakukan hal yang dianggap
b. Tahap Penandatanganan bertentangan dengan kepentingan
Ditentukan dari 2/3 suara jumlah umum.
peserta. PERJANJIAN INTERNASIONAL
c. Tahap Pengesahan/ratifikasi
Berasal dari bahasa Latin, “ratificare” Yang penting:
→ pengesahan (confirmation) atau
persetujuan (approval).
Ratifikasi mengandung 2 pengertian:
1) Persetujuan secara formal yang
Contoh: UNCLOS 1982 (Conference on
melahirkan kewajiban-kewajiban The Law of The Sea)
internasional.
2) Persetujuan agar perjanjian
Yang sederhana:
tersebut berlaku bagi masing-
masing negara peserta.

8. Pengakhirnan perjanjian jika:


1) Kesepakatan para pihak sesuai (cukup dengan Keputusan Presiden)
prosedur dalam perjanjian Tidak ada ratifikasi karena berhubungan
2) Tujuan perjanjian telah tercapai dengan DPR (bisa terjadi pertengkaran)
3) Terdapat perubahan mendasar yang
mempengaruhi pelaksanaan
perjanjian
4) Salah satu pihak tidak
melaksanakan/melanggar perjanjian
(untuk bilateral)
5) Dibuat perjanjian baru menggantikan
perjanjian lama
6) Muncul norma baru dalam hukum
internasional
7) Terdapat hal-hal merugikan
kepentingan nasional

9. Hukum nasional tentang ratifikasi Pasal


11 UUD 1945 dan perubahannya:
1) Presiden dengan persetujuan DPR
menyatakan perang, damai, dan
perjanjian dengan negara lain.