Anda di halaman 1dari 11

Imunitas Ikan

dan Infeksi Parasit


Perhatian terhadap parasit pada akuakultur
meningkat
Mekanisme pertahanan terhadap parasit menjadi
perhatian?

Pada Ikan Teleostei MEKANISME PERTAHANAN


TUBUH adalah
Imunitas INNATE
Imunitas ADAPTIF
Imunitas
Memegang peranan penting dalam pertahanan tubuh
ikan terhadap patogen.

Imunitas innate dan adaptif berbeda prinsip

Pada imunitas innate makrofag dan neutrofil


memegang peranan penting sebagai pertahanan
pertama dalam mikroorganisme patogen
Imunitas adaptif adalah imunitas tahapan lanjutan,
yang dicirikan respon yang lebih spesifik dan efisien
terhadap infeksi.

Imunitas adaptif dicirikan oleh banyaknya receptor T-


dan B-lymphocyte yang dikendalikan gen recombinant
activation genes (RAG)
.
PERKEMBANGAN IMUNITAS

Mekanisme imunitas telah banyak dipelajari namun


masih banyak yang belum tergali.

Saat ini informasi immunitas cenderung diteliti dari segi


genome terutama di ikan Danio rerio, Takifugu
rubripes, Paralichthys olivaceus, Ictalurus punctatus.

Namun informasi pada ikan komersial seperti Cyprinids,


Salmonids, Ictalurids, Sparoids masih dibutuhkan.
Informasi tentang respon ikan lebih banyak mengurus
bakteri dan virus akan tetapi pengetahuan tentang
imunitas ikan terhadap parasit sangat terbatas

Dampak besar organisme parasit terhadap perikanan


menyebabkan perlu adanya pendalaman mengenai
relationship fish/parasit termasuk respon immunnya.
Literatur Pendukung
 Woo, P.T.K., 1992. Immunological responses of fishes to parasitic organisms.
Ann. Rev. Fish Dis. 2, 339–366.
 Secombes, C.J., Chappell, L.H., 1996. Fish immune responses to
experimental and natural infection with helminth parasites. Ann. Rev. Fish
Dis. 6, 167–177.
 Jones, S.R.M., 2001. The occurrence and mechanisms of innate immunity
against parasites in fish. Dev. Comp. Immunol. 25, 841–852.

Literatur Spesifik
Flagellata (Woo, 1996, 2001, 2003), Ciliata (Dickerson and Clark,
1996; Buchmann et al., 2001b; Matthews, 2005) dan Monogenea
(Buchmann, 1999; Buchmann and Lindenstrøm, 2002)
Kompilasi mekanisme imun evasif (Buchmann, 2000; Sitja`
-Bobadilla, 2008).
Interaksi Parasit dan Inang : Inisiasi respon imun
Terdapat PRR (Pathogen Recognizing Receptors)
 Untuk mendeteksi PAMP (Pathogen Associated Molecular
Patterns). Imun innate, bersifat general
 Kebalikannya rekognisi imun adaptif dimediasi oleh reseptor

antigen (spesifik dan sempit).


 PRR berfungsi mengendalikan opsonisasi, fagositosis dan

lain-lain.
 PRR yang dominan adal TLR (Toll Like Receptors) yang

merupakan receptor intersel


Lalu bagaimana kah mekanisme immunitas ikan
jika ada parasit?
Sejauh ini telah diteliti PAMP berbentuk glycoprotein dan
juga protease pada parasit protozoa (contoh
Ichthyopthirius, Trypanosoma,

PAMP memicu TLR untuk merespons dengan cara inflamasi


Dan apoptosis.

Gejala apoptosis sangat penting untuk pengaturan posisi sel.


Sel apopotosis juga harus dihilangkan dari tubuh ikan.
• Pembentukan sel imun pada ikan
• Sel imun antara lain : neutrophils, thrombocytes.

• Mucosal Epithelia (Epithel cells) :


• Mucus not only acts as a barrier, but also contains several components with
a role in the host- parasite interaction. Immunoglobulin, complement,
Creactive protein (CRP), lectins, lysozyme, proteolytic enzymes, alkaline
phosphatase and esterase, antimicrobial peptides, and hemolysine are
among the substances present with biostatic or biocidal activities
• Mucuss juga terdapat dalam saluran pencernaan

• Respon Inflamasi terbentuknya granuloma


• Fagositosis
• Diperankan leukosit (neutrofil, granulosit, makrofag monosit)
 Eosinophilic granule cells, mast cells, rodlet cells
 Cytokin