Anda di halaman 1dari 5

LOMBA MENULIS PUISI: KADO UNTUK

GURU
Deadline: 25 Juni 2011

Mengusung Berkesenian, Cerdaskan Anak Bangsa dengan Berkarya dalam


tema “Pendidikan & Guru”

DIMANAKAH LETAK PENDIDIKANKU


Karya: Ady Azzumar

setiap waktuku
adalah zaman yang tak banyak orang butuh
setiap nafasku
adalah pendidikan tak bermutu

aku bodoh
hidup tak sekolah
terbebani karena biaya

aku lelah
hidup tak pernah sejahtera
ekonomi begitu lemah

aku ingin pendidikanku maju


hanya asa dalam pasrah
jangankan wajib sembilan tahun
Tk pun aku tak sempat mencicipi

aku adalah…
gadis mungil bermangkuk kecil
mengharap receh dari uluran tangan

saat peluh menetes di dahi


mentari kian menyengat
seakan tak mau lagi bersahabat

ayahku telah wafat


ketika aku masih dalam rahim
ayahku telah wafat!
bukan harta, tapi melarat yang ia wariskan
dimanakah letak dunia pendidikanku!
22 Maret 2008, di muat diharian berita pagi
(Guru, Penulis, dan Creator Group FB Rumah Puisi)

Guruku
Oleh: Dilandra Karimatun Nisa

Guruku
Kau begitu cantik di mataku
Kau begitu anggun mewangi
Kau berdandan rapi di depan semua murid
Kau begitu baik pada kami
Kau juga sayang pada semua
Bila ada yang sakit segera kau tolong
Oh guruku, begitu baik hatimu
Aku berjanji untuk selalu mengenang jasa-jasamu
Karena bila tiada engkau

Aku akan bodoh


Tidak bisa membaca, menulis dan berhitung
Dengan adanya dirimu
Orang-orang jadi pintar
Terima kasih, oh guruku
(Kls V SDI Alhadid Kebayoran Lama Jakarta, di muat majalah ummi)

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, pekerjaan yang mulia, dulu guru adalah gudangnya
sumber ilmu, dan dengan kemajuan tekhnologi yang canggih, maka guru adalah sebagai
fasilitatornya murid. Cerdaskan anak dengan pendidikan, hormati guru dengan keikhlasan.

Untuk para guru “Mengapa Anda Menjadi Guru? pernahkan anda Tuliskan min 10 Alasan anda
menjadi guru?” Untuk para murid, mari sejenak mengingat masa sekolah kita dulu “Adakah guru
yang paling kita sukai? Adakah guru yang paling tidak kita sukai?” rekam dan ingatlah. Maka
dengan itu lomba ini saya adakan dengan tujuan untuk menjaring semangat dari teman-teman
sebuah ajang kreasi “Cipta Puisi” dengan tema “Pendidikan & Guru” seberapa besar Kado
penghargaan seorang guru dalam membimbing dan memberikan kecerdasan dalam dunia
pendidikan.

Adapun ketentuan/kriteria perlombaan cipta puisi adalah sebagai berikut:

• Peserta adalah Warga Negara Indonesia, TKI / TKW, tidak dibatasi umur (Pelajar,
Mahasiswa, Guru, Umum, dll)
• Naskah harus asli karya sendiri, bukan jiplakan atau terjemahan dan sedang tidak
diikutkan pada lomba yang bersamaan.
• Bertemakan: pendidikan / guru
• Bentuk puisi bebas, halaman bebas, ditulis / diketik dalam Bahasa Indonesia
• Naskah ditunggu selambat-lambatnya 15 Juni 2011 cap pos. Pemenang akan diumumkan
25 Juni 2011. di blog, Facebook Ady Azzumar, Group Rumah Puisi, Email.
Tehnik Pengiriman Naskah:

1. Via Email: Tulisan diketik dan dikirim ke Email: indonesiaku2011@yahoo.co.id


(lampirkan biodata naratif + No Hp, naskah karya, dan bukti transfer) Peserta lomba wajib
membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 25.000 ke No. Rekening: 801-09-91003 Bank
SUMSEL BABEL cabang Syariah Palembang. Atas Nama: Supriadi

2. Melalui Via Pos: (Naskah print / tulis + Uang Pendaftaran 25.000, + Biodata lengkap dan No.
Hp). Kirim:
Kepada: Ady Azzumar (Supriadi, S.Pd.I)
Alamat: Jl. Ir. H. Djuanda No. 21 Kelurahan Ps III Muara Enim, 31314
(SUMSEL) cp. 085267557556

a. Puisi akan dinilai oleh 3 dewan juri:

1. Mukhlis Rais, Lc. M. Pd. I (Penulis, Ketua FLP Mesir 2003-2005) Mukhlis Rais, mantan
ketua FLP Mesir 2003 – 2005. berbagai media: Sriwijaya (Cairo), Suara Musi (Cairo), Ukazh
(Cairo), Izzah
(Cairo) Raudhatuna (Cairo), Tarbawi, Republika, Sumatera Ekpres. Sanili, Koran
Jum’at, dll. Karya dalam bentuk Antalogi Bersama: Ketika Nyamuk Bicara FLP
SUMBAGSEL (Zikrul Hakim, 2004), Kado Untuk Mujahid FLP Mesir (Fikri, 2004),
Matahari Tak Pernah Sendiri, Di Sini Ada Cinta (LPPH, 2004). Pernah aktif
membina FLP Cabang Ogan Ilir & FLP Ranting Raudhatul Ulum Palembang.
sekarang sebagai Staf Pengajar di STAIN Langsa ACEH.

2. Yadhi Rusmiadi Jashar (Penulis, Guru Bahasa Indonesia, Pimred Majalah


PANTAU (1995-1997) Yadhi Rusmiadi Jashar bernama asli Rusmiadi, S.Pd, lahir 12 Maret
1973. menamatkan studi di Universitas Sriwijaya, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, tahun 1998. Pekerjaan yang ditekuni,
antara lain Guru Bahasa dan Sastra Indonesia
di SMP Negeri 19 OKU (1999), Dosen FKIP Universitas Baturaja (2003), dan Guru Bahasa dan
Sastra Indonesia di SMP Negeri 41 OKU (2010). Semasa kuliah aktif di beberapa organisasi
kampus, di antaranya Ketua II HMPSBI FKIP Unsri (1995-1996). Ketua Umum UKM Teater
Unsri (1994-1996), dan Pimpinan Redaksi Majalah PANTAU FKIP Unsri (1995–1997). Selain
itu, turut membidani lahirnya Komunitas Pengarang dan Penyair Muda Palembang sebagai
Koordinator I (1995–1997). Aktif menulis sejak duduk di bangku SMA, ditandai dengan
dimuatnya cerpen Gigolo dan cerpen Gigolo Tua di Harian Sriwijaya Post. Karya-karya berupa
cerpen, puisi, esei, dan artikel pernah dimuat Buletin Priiit, Majalah Gelora Sriwijaya, Majalah
Pantau, Harian Sumatera Ekspres, Sriwijaya Post, dan Lampung Post, dan sebagainya.
Menerbitkan secara terbatas buku kumpulan cerpen Orator (1995) dan kumpulan cerpen remaja
Seraut Wajah dalam Bayangan (1996). Beberapa prestasi yang pernah dicapai, antara lain Juara I
LKTI Tahun 1996 di Unsri, juara I LKTI Tahun 1997 di Unsri, Juara I Lomba Kritik Sastra Se-
Sumatera Selatan Tahun 1997, Juara
Harapan I LKTI Se-Sumatera dan DKI Jakarta Tahun 1997 di Universitas Bengkulu, dan Juara
Harapan II Lomba Cipta Cerita Pendek se-Sumsel Tahun 1997 di Palembang. Beberapa kali
diminta menjadi juri lomba baca puisi dan
3. Ady Azzumar Creator Grop FB Rumah Puisi.
Ady Azzumar bernama asli Supriadi, S.Pd.I Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah
SUMSEL th. 2008-2010, Aktifis Forum Media Dakwah Indonesia. Buku pertamanya kumpulan
puisi “Ruh dalam Maksiat” penerbit Lieterer Kahtulistiwa (November 2010), “Kerdam Cinta
Palestina” Antalogi bersama FLP se-Sumatera.
(polifenol 2010). “Simponi Munajat Pada-Mu” (Oktober 2010). Munajat Sesayat Do’a (Leutika,
2010) antalogi puisi festival bulan purnama majapahit (2011) Antalogi: Kisah Hewan bersama
30 penulis Indonesia (2010), Antalogi “Pahlawan yang Menginspirasiku” bersama 20 penulis
Indonesia.
Karyanya pernah nongkrong di: Majalah Sabili, Gi-Zone, Gaul, Gemilang Prestasi, Harian
Sriwijaya Post, Berita Pagi, Sumatera Ekpres, dll. Prestasinya: Juara II menulis cerpen se-Sumsel
(2007) di Palembang, Juara Harapan II
menulis puisi se-Sumsel (2007) di Palembang. Juara III menulis puisi se-Sumsel (2009) di Lubuk
Linggau. Cerpen Pilihan Terbaik Kategori Kontroversi, UNSA AWARDS 2010. Juara terfavorit
1 lomba Puisi Islami Rhomadhan 1431 H, Juara 1 puisi Pahlawan Inspirasi FLP Bekasi (2010),
Nominasi 10 terbaik dalam lomba cipta puisi 1 Muharram ( group UNSA 2010)

b. Keputusan dewan juri mutlak tidak dapat diganggu gugat, dan hal-hal yang menjadi penilaian
oleh dewan juri, di antaranya: 1. Kesesuaian Tema 2. Kekuatan Metaphor dan Diksi, 3.
Keindahan Puisi, 4. Kekuatan Pesan\Makna 5. Pemilihan Judul

Hadiah Pemenang Lomba :

Juara 1: Uang tunai 500.000,- + Sertifikat penghargaan + T-Shirt dari Singapura oleh: Nessa
Meta Kartika, mendapatkan buku antalogi puisi “Kado untuk Indonesia” + Buku kumcer Bulan
Celurit Api karya Benny Arnas + Buku
Kumcer Tangan untuk Utik karya Bamby Cahyadi + Buku Fiksi karya Uda Agus (Gusrianto) +
buku puisi Ruh dalam Maksiat karya Ady Azzumar

Juara 2: Uang tunai 300.000,- Sertifikat penghargaan + T-Shirt dari Singapura oleh: Nessa Meta
Kartika, mendapatkan buku antalogi puisi “Kado untuk Indonesia” + KUMCER Bulan Celurit
Api karya Benny Arnas + Kumcer
Tangan untuk Utik karya Bamby Cahyadi + Buku Fiksi karya Uda Agus (Gusrianto) buku puisi
Ruh dalam Maksiat karya Ady Azzumar

Juara 3: Uang tunai 200.000,- Sertifikat penghargaan + T-Shirt dari Singapura oleh: Nessa Meta
Kartika, mendapatkan buku antalogi puisi “Kado untuk Indonesia” + KUMCER Bulan Celurit
Api karya Benny Arnas + Kumcer
Tangan untuk Utik karya Bamby Cahyadi + Buku Fiksi karya Uda Agus (Gusrianto) buku puisi
Ruh dalam Maksiat karya Ady Azzumar

Akan dipilih seratus lima puluh (150) naskah terbaik untuk diterbitkan & Semua peserta tanpa
terkecuali akan mendapatkan Piagam Penghargaan dengan Logo Group Rumah Puisi, logo
Facebook, dan logo cover buku. Dikirim melalui via email peserta (dua minggu pengiriman
setelah pengumuman lomba, melalui via email masing-masing).
Demikian pemberitahuan lomba puisi ini saya sampaikan, semoga terjalin kerjasama yang baik
di antara penyelenggara dan peserta, serta pihak-pihak lainnya yang terlibat dalam lomba puisi
ini. TERIMAKASIH. Info ini boleh disebarkan ke sekolah-sekolah, perpustakaan, dll. Mari beri
kado untuk gurumu dengan sebuah puisi.

PENYELENGGARA:

Dan info lengkap Creator Grop FACEBOOK Rumah Puisi


Ady Azzumar: Jl. Ir. H. Djuanda No. 21 Kelurahan Ps III Muara Enim, 31314
(SUMSEL) cp. 085267557556