Anda di halaman 1dari 6

JUDUL PENELITIAN

1. LATAR BELAKANG

Masa Kontemporer masyarakat banyak mengalami perubahan cukup signifikan, futurolog


Alvin Toffler mengatakan bahwa kebudayaan manusia kini memasuki gelombang ketiga (third
wave), masyarakat memasuki era informasi setelah melewati dua gelombang sebelumnya era
agrikultural dan industrial(Balairung, 2005: 128). Terobosan baru teknologi informasi telah
lama melahirkan teknologi informasi komputer yang canggih yaitu Internasional Networking
(Internet). Internet atau International Networking merupakan hubungan dari dua komputer atau
lebih , bahkan sampai berjuta-juta komputer( Internasional) yang membentuk suatu jaringan
yang dapat saling bertukar informasi (Erhans, 2009 : 1) Internet pada mulanya digunakan
pertama kali Departemen Pertahanan di Amerika Serikat yang bekerjasama dengan beberapa
universitas untuk kepentingan militer saat perang dingin berlangsung pada tahun 1969. Internet
pada dasarnya hanya menghubungkan 3 komputer sebagai bentuk pertahanan militer Departemen
Pertahanan Amerika Serikat lewat jaringannya untuk menghindari serangan nuklir namun seiring
dengan perkembangannya Internet mulai diminati oleh universitas diberbagai daerah di negara
Amerika Serikat dan membagi sistem jaringan tersebut menjadi dua yakni untuk kepentingan
militer dan non militer. Perubahan daya guna Internet telah berubah, dahulu hanya bisa
digunakan oleh kalangan tertentu dengan tujuan tertentu, namun sekarang Internet sudah bebas
diakses semua kalangan .

Masyarakat modern ialah masyarakat Informasi yang telah mengalami suatu globalisasi
menurut apparudai, melihat lanskap-lanskap ini sebagai basis bagi yang disebutnya dengan
dunia-dunia imajiner , atau “berbagai dunia yang dibangun oleh imajinasi yang terbangun secara
historis dari orang atau kelompok yang menyebar keseluruh dunia”(Apprudai, 1996 dalam Ritzer
dan Goodman, 2004: 642). Di Indonesia sendiri , perkembangan internet dimulai sekitar tahun
1990an sampai sekarang berkembang pesat dan telah menjadi suatu kebutuhan pokok bagi
masyarakat yang hidup di era modern yang syarat dengan teknologi dan informasi. Dengan
mengakses Internet masyarakat tersebut dapat dengan mudah mencari segala macam informasi
diseluruh dunia baik itu dalam bidang ekonomi, pendidikan, seni, budaya dan sebagainya. Kala
ini Internet merupakan suatu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia dizaman modern dan
membawa pengaruh besar bagi penggunanya . Internet dapat menghubungkan seseorang ke
seluruh dunia melalui jaringannya, memperluas daya geraknya tanpa pergerakan yang real.
Internet tidak hanya digunakan oleh masyarakat modern, tetapi kini telah merambah pula ke
daerah-daerah yang termasuk bilangan tradisional diantaranya dusun, kampung. seperti sebuah
kampung di kawasan pariwisata Taman Sari di Yogyakarta. Kampung dengan cakupan satu
rukun tangga (RT), yaitu RT 36 yang dua tahun terakhir ini lebih sering disebut sebagai
kampung cyber. Kampung Cyber di Yogyakarta berada RT 36 Kampung Taman, Kelurahan
Patehan. Berawal dari kegemaran warga RT 36 Kampung Taman yaitu Koko dan Herry menulis
di blog RT tersebut tentang berbagai kegiatan yang berlangsung disana guna memberikan
informasi kepada warga RT 36 yang sedang berada di perantauan dan menarik rasa penasaran
warga sekitar tentang apa itu internet. Hal inilah yang kemudian menjadi motivasi bagi Koko dan
Herry untuk menjadikan RT 36 kampung Taman merubah menjadi “kampung cyber”. Koko
adalah seorang yang mempunyai latar belakang desain grafis ISI (Insitut Seni Indonesia) dan
Herry adalah seorang ketua RT 36 dan berkerja di Universitas Atma Jaya sebagai agent of
change yang mencoba membagikan ide-idenya kepada warga untuk memasang jaringan Internet
secara kolektif dengan berbagi dan mendatangi door to door setiap warga dengan memberikan
penjelasan mengenai internet . Sosialisasi yang diberikan kedua tokoh pencetus mendapatkan
respon positif dari warga, dan bersedia untuk memasang jaringan Internet dan kini sebanyak 24
KK memakai jaringan Internet . Globalisasi teknologi Informasi khususnya Internet telah
berkembang sedemikian pesatnya, yang akhirnya sampai ke kampung Taman RT 36 sampai
merubah karateristik baru kampungnya menjadi kampung cyber. Terlihat sekilas banyak
perubahan masyarakat di kampung cyber yang berbeda dengan kampung lain secara fisik,
seperti adanya angkringan buku, toko pancing, dan gerai batik tranksaksi dapat dilakukan secara
langsung dan on-line, selain itu terlihat tembok-tembok yang bertuliskan “ Monggo ..Pinarak ing
Kampoeng Cyber “ yang menunjukkan identitas dari komunitas cyber tersebut , dan siskamling
berisikan komputer berinternet (Cak Ruk) dan hotspot area disekitar siskamling tergambarkan
kampung cyber sudah berbeda dari pada kampung biasanya dan terkesan perubahan masyarakat
disini terlihat lebih maju . Ikatan dalam masyarakat kampung cyber ini sangat kuat tercermin dari
berbagai kegiatan rutin seperti pertemuan antar warga yang dilakukan setiap dua bulan sekali
untuk membahas mengenai kemajuan akan kampung tersebut . Tanpa bantuan dari pemerintah ,
melalui kesadaran kolektif bersama secara mendiri warga kampung cyber menghadirkan internet
diwilayah tempat tinggal mereka lewat swadaya dan swadana dari warga RT 36 kampung cyber.
Warga kampung cyber ini memiliki rasa kekeluargaan yang sangat erat yang tercermin dari
aktivitas mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari hari yang notabene bermatapencaharian
sebagai pengrajin batik dan pedagang . Beberapa warga yang berprofesi sebagai pengrajin batik
mengandalkan salah seorang atau dua tiga orang tetangganya yang telah tersambung internet ,
dengan menitipkan barang dagangan mereka lewat on-line shop . Kesadaran bersama yang
mereka miliki untuk terus melakukan perbaikan ekonomi tercermin dari para warga yang saling
membantu dalam memenuhi kebutuhan ekonomi .

Melalui penelitian, kami mencoba menjelaskan transformasi sosial yang ada dikampung
cyber. Motif Koko dan Herri yakni menciptakan sebuah kampung dengan berbasis internet ini
adalah sebagai penggerak transformasi social , dan kesadaran kolektif yang dimiliki oleh para
warga lewat swadaya dan swadana untuk memasang internet sekaligus memperbaiki kondisi
perekonomian mereka lewat kerjasama dalam bidang perdagangan telah menunjukkan bahwa
mereka mampu mengatasi problema yang tengah dihadapi diera modern sekarang ini dan
menarik untuk diteliti lebih jauh .

2. RUMUSAN MASALAH

Bagaimana internet bisa membentuk kebiasaan gotong royong warga kampung cyber yang
semakin tidak interpersonal?

Bagaimana pemaknaan karakeristik dari gotong royong warga kampung cyber yang
terbentuk lewat internet ?

3. TUJUAN PENELITIAN

Secara garis besar , tujuan diadakannya penelitian ini adalah :

a. Tujuan umum

-
b. Tujuan khusus

…………….

4. LUARAN YANG DIHARAPKAN

Dengan diadakannya penelitian ini , maka luaran yang diharapkan akan terbentuk adalah :

a. Laporan penelitian yang berisi jawaban bagi rumusan masalah yang telah disampaikan
diatas .

b. Dokumentasi tentang berdirinya sebuah komunitas kampong cyber melalui swadaya


masyarakat .

c. Sosialisasi penggunaan internet di kampung pengrajin batik khususnya di DIY dalam


menunjang kehidupan perekonomian warga setempat .

5. KEGUNAAN PENELITIAN

6. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORITIK

…………………

Dalam penelitian ini, kami ingin menggunakan dua pendekatan teori. Pendekatan teori yang
kami gunakan yaitu teori kebudayaan Virtual riil Manuel Castells dan Solidarias Mekanis dan
Organis Emile Durkheim.

Kebudayaan Virtual riil

Castells (1996: 73) juga mendiskusikan munculnya (menyertai perkembangan multimedia yang
berasal dari media massa dan komputer) kebudayaan Virtual riil, satu sistem realitas itu sendiri
(yaitu eksistensi material/simbolis orang) sepenuhnya tercakup, sepenuhnya masuk ke dalam
setting citra maya , didunia fantasi, yang didalamnya tampilan tidak hanya ada dilayar tempat
dikomunikasikannya pengalaman, namun mereka menjadi pengalaman itu sendiri ( Ritzer dan
Goodman, 2009 : 632)

Menurut saya ini adalah teori yang relevan jika dikaitkan dengan kampung cyber yang
dahulunya adalah sebuah kampung biasa dengan masyarakat yang stagnasi dalam
perkembangannya sekarang bertransformasi sosialnya, karena adanya agent of change
dikampung itu mas Koko dan Herry yang mengupayakan pemasangan kolektif internet dan
merubahnya kampungnya menjadi kampung cyber. Dimana kebudayaan dikampung sebuah
bentuk yang konkrit seperti adanya tegur sapa antar personal, berkomunikasi melalui secara
langsung dan sebagainya sekarang karena adanya transformasi sosial menjadi kampung cyber
sekarang kebudayaan terlihat abstrak dimana dikomunikasikan melalui setting maya melalui
layar dan menjadi sebuah pengalaman apa yang disebutkan oleh Manuel Castells.

Solidaritas Mekanis dan Organis

solidaritas mekanis ialah masyarakat menjadi satu padu karena seluruh orang adalah genralis
seperti ini terjadi karna mereka terlibat dalam aktivitas yang sama dan memliki tanggung jawab
yang sama. Sebaliknya solidaritas organis masyarakat yang ditandai bertahan bersama justru
dengan perbedaan yang ada didalmnya, dengan bahw fakta semua orang memilki pekerjaan dan
tanggung jawab yang berbeda-beda.

7. METODE PENELITIAN

Metode penelitian

Penelitian ini kami mencoba memakai pendekatan kualitatif . Pengumpulan data


dilakukan dengan metode studi pustaka , oberservasi , wawancara dan studi dokumentasi . Studi
pustaka dilakukan dengan cara mencari informasi mengenai komunitas cyber dari hasil
penelitian yang telah dilakukan terdahulu .

Obervasi dan juga wawancara dilakukan dengan masyarakat kampung cyber yang berada
diTaman Sari, Yogyakarta . Informan ditentukan dengan teknik snowball sampling, adalah
penarikan sampel bertahap yang makin lama jumlah respondennya semakin bertambah besar.
Penarikan sampel dengan snowball dapat diibaratkan dengan bola salju yang semula adalah kecil
berkembang menjadi membesar seray dia menggelinding dari bukit (Slamet, 2008 : 63) . Kami
menggunakan teknik sampling ini dikarenakan keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti dalam
mencari informan yang lebih tahu mengenai informasi dilapangan dan nantinya dapat
melengkapi data yang berasal dari informan sebelumnya .

Studi dokumen dalam penelitian kualitatif merupakan pelengkap dari penggunaan metode
observasi dan wawancara (Satori , Djam’an , 2009 : 149) . Melalui studi dokumentasi diharapkan
peneliti dapat memperkuat data dari suatu kejadian yang terjadi dilapangan , sehingga hasil
penelitian dapat dibuktikan dengan keberadaan dokumen dokumen tersebut . Dokumen dokumen
yang nantinya dapat memperkuat hasil wawancara dan observasi dalam penelitian kami adalah
dapat berupa fotografi , dokumen resmi , data statistik dan data kuantitatif lainnya .

Fokus penelitian ini yaitu pada bentuk gotong royong yang terjalin dalam masyarakat
kampung cyber . Kegiatan yang dilakukan dengan cara bersama sama ini baik dalam acara rutin
maupun kegiatan lainnya yang dapat menempatkan tiap warga untuk berpartisipasi melalui
kegiatan tersebut dengan memanfaatkan penggunaan internet didalamnya .

Fenomenologi adalah pendekatan yang kami gunakan untuk menginterpretasikan data


dalam penelitian kualitatif ini . Pendekatan fenomenologi digunakan untuk meneliti sebuah
fenomena dan juga makna yang dipahami oleh suatu individu . Melalui pendekatan ini , kami
dapat gunakan untuk penyusunan dan penulisan dalam penelitian kami yang terfokus pada
solidaritas yang terjadi pada masyarakat kampong cyber .

Anggarawirya ,E. 2009. Internet . PT.Ercontara Rajawali, Cirebon.

Slamet ,Yulius. 2008.Metode Penelitian Sosial . UNS Press, Surakarta