Anda di halaman 1dari 2

SPO 604 - TEORI PEMBANGUNAN

Semester II, 2006


Rabu, 10:00-12:00, R. Pasca 103
Dosen: Muhadi Sugiono, MA

Tentang mata kuliah


Kebutuhan untuk memahami dan sekaligus memberikan preskripsi bagi arah pembangunan di
negara-negara Dunia Ketiga setelah berakhirnya Perang Dunia II telah mendorong munculnya
‘proyek besar’ yang bernama studi pembangunan. Dalam kerangka ini muncul berbagai teori
pembangunan, dengan berbagai variasinya, termasuk variasi ideologis yang mendasari teori-
teori tersebut. Secara umum, terdapat dua kubu besar teori-teori pembangunan yakni teori-
teori modernisasi dan teori-teori ketergantungan. Sementara teori-teori modernisasi
menekankan pada konvergensi proses ekonomi, politik dan sosial ke arah modernitas, teori-
teori ketergantungan — sebagai antitesis teori modernisasi — menekankan pada aspek
keterbelakangan sebagai produk dari pola hubungan ketergantungan. Kedua kubu tersebut
mendominasi 'proyek besar' pembangunan hingga akhir tahun 1980-an, ketika studi
pembangunan mencapai ‘jalan buntu’. Kedua kubu teoretis tersebut dianggap gagal. Di satu
sisi, realitas yang ada di negara-negara dunia ketiga sebagai obyek pembangunan tetap
ditandai oleh berbagai indikator keterbelakangan, di sisi lain muncul fenomena negara-negara
industri baru sebagai kisah sukses.
Kebuntuan dalam studi pembangunan ini mendorong perkembangan kritik terhadap teori-teori
pembangunan yang dominan. Kritik terhadap teori-teori pembangunan ini bukan hanya
menekankan pada kritik terhadap strategi-strategi pembangunanyang dominan, tetapi juga
terhadap studi pembangunan dan bahkan konsep pembangunan itu sendiri. Dalam artian yang
terakhir, teori pembangunan telah bergeser dari teori tentang kebijakan ke arah wacana
tentang pembangunan (Apter, 1998).
Mata kuliah ini mengajak mahasiswa untuk mengkaji berbagai teori pembangunan dengan
memperhatikan konteks historis dan perkembangan teoretis dalam ilmu sosial.

Metode perkuliahan
Perkuliahan dilakukan dengan metode seminar bagi mahasiswa pascasarjana. Mahasiswa
datang ke pertemuan kelas dengan persiapan yang memadai untuk barpartisipasi dan
berkontribusi dalam seminar. Seminar diawali dengan pertanyaan-pertanyaan yang telah
dipersiapkan dan diajukan oleh dosen maupun oleh mahasiswa.

Tugas-tugas
Membaca dan berpartisipasi. Metode perkuliahan yang digunakan dalam mata kuliah ini
menuntut mahasiswa untuk membaca dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan.kegiatan
perkuliahan.
Paper akhir. Mahasiswa diwajibkan menulis sebuah paper sebagai pengganti ujian akhir
(paper akhir). Tema-tema untuk paper akhir dipilih berdasarkan tema-tema yang dibahas
dalam mata kuliah ini.
Seminar kelas. Mahasiswa wajib mempresentasikan rancangan (draf) paper akhirnya dalam
seminar kelas.

Penilaian
Penilaian diberikan untuk ketiga tugas di atas, yakni berdasarkan keaktifan mahasiswa dalam
diskusi maupun dalam seminar kelas (30%), berdasarkan draf paper akhir yang
dipresentasikan (30%) serta berdasarkan paper akhir (40%).

Pokok-pokok bahasan

Minggu ke 1 Pengantar, pembahasan silabus, orientasi kelas.

Minggu ke 2 Apakah yang dimaksud dengan pembangunan? - Akar gagasan-gagasan


pembangunan dan kemajuan
Bagian I
Minggu ke 3 Modernisasi dan pertumbuhan ekonomi

Minggu ke 4 Modernisasi dan pertumbuhan ekonomi

Minggu ke 5 Pembangunan sebagai pembebasan

Minggu ke 6 Pembangunan dan keterbelakangan


Bagian II
Minggu ke 7 Kebuntuan dalam studi pembangunan
Bagian ke III
Minggu ke 8 Perspektif kritis terhadap pembangunan: feminisme

Minggu ke 9 Perspektif kritis terhadap pembangunan: postkolonialime

Minggu ke 10 Postmodernisme
Seminar Kelas
Minggu ke 11 Seminar kelas
Minggu ke 12 Seminar kelas

Minggu ke 13 Seminar kelas

Review
Minggu ke 14 Development vs post-development or anti-development?

Bahan bacaan
Bahan bacaan disediakan oleh dosen