KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 044/U/2002 TENTANG DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL Menimbang : a. bahwa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional melalui upaya peningkatan mutu, pemerataan, efisiensi penyelenggaraan pendidikan, dan tercapainya demokratisasi pendidikan, perlu adanya dukungan dan peranserta masyarakat yang lebih optimal; bahwa dukungan dan peranserta masyarakat perlu didorong untuk bersinergi dalam suatu wadah Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah yang mandiri; bahwa sehubungan dengan huruf a dan b serta memfasilitasi terbentuknya Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah dipandang perlu menetapkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah; Mengingat: 1. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 1989 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3390); Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839); Undang-undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas) tahun 2000-2004; Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1992 tentang Peranserta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional; Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952); Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/M Tahun 2001 tentang Pembentukan Kabinet Gotong Royong; Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tatakerja Departemen; MEMUTUSKAN Menetapkan: KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH. Pasal 1

b. c.

2. 3. 4. 5.

6. 7.

4. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0293/U/1993 Tahun 1993 tentang Pembentukan Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan dinyatakan tidak berlaku. 9. Sekretaris Inspektorat Jenderal. 3. Inspektur Jenderal Departemen Pendidikan Nasional. . 7. Komisi VI DPR RI. 10. MALIK FADJAR Salinan Keputusan ini disampaikan kepada: 1. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dan Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah. Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan Nasional. Semua Ketua DPRD Kabupaten/Kota. 6. dan Pemuda di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. dan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah. dan Pemuda di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. ttd. A. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.1. Semua Gubernur. Semua Bupati/Walikota. Pada setiap satuan pendidikan atau kelompok satuan pendidikan dibentuk Komite Sekolah atas prakarsa masyarakat. satuan pendidikan dan/atau pemerintah kabupaten/kota. 2. Semua Kepala Dinas Pendidikan Propinsi/Kabupaten/Kota. 5. Pasal 4 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Pada setiap kabupaten/kota dibentuk Dewan Pendidikan atas prakarsa masyarakat dan/atau pemerintah kabupaten/kota. Pasal 3 Dengan berlakunya Keputusan ini. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 2 April 2002 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. 2. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional. 8. Pasal 2 Pembentukan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah dapat menggunakan Acuan Pembentukan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I dan II Keputusan ini.

131479478 .H. NIP. S.Salinan sesuai dengan aslinya Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional Kepala Bagian Penyusunan Rancangan Peraturan Perundang-undangan Muslikh.

dan DPRD berkenan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. pemerintah. 6. PENGERTIAN. TUJUAN Dewan Pendidikan bertujuan untuk: 1. ide. Menciptakan suasana dan kondisi transparan. Menampung dan menganalisis aspirasi. 2. 2. atau nama lain yang disepakati. KEDUDUKAN DAN SIFAT 1. III. 7. Badan ini bersifat mandiri. seperti Dewan Pendidikan. 2. dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat. Ruang lingkup pendidikan meliputi pendidikan prasekolah. . Dewan Pendidikan berkedudukan di kabupaten/kota. tidak mempunyai hubungan hierarkis dengan lembaga pemerintahan daerah. pemerataan. 3. DAN RUANG LINGKUP 1. Pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan. Nama badan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah masingmasing. Dewan Pendidikan adalah badan yang mewadahi peranserta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu. jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. Mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan dan program pendidikan. 4. II. 3. Pendukung (supporting agency). NAMA. akuntabel. 2. baik yang berwujud financial. Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi). tuntutan. Dewan Pendidikan berfungsi sebagai berikut: 5. Majelis Pendidikan. pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan. PERAN DAN FUNGSI Dewan Pendidikan berperan sebagai: 1. Meningkatkan tanggungjawab dan peranserta aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan. dan efisiensi pengelolaan pendidikan di kabupaten/kota. 3.SALINAN LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI PENDID1KAN NASIONAL NOMOR 044/U/2002 TANGGAL 2 APRIL 2002 ACUAN PEMBENTUKAN DEWAN PENDID1KAN I. IV. Mediator antara pemerintah (eksekutif) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (legislatif) dengan masyarakat. dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu. Pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan. Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.

Hak dan kewajiban anggota dan pengurus. b. pesantren). madrasah. 3. c.V. Unsur birokrasi/legislative dapat dilibatkan sebagai anggota Dewan Pendidikan (maksimal 4-5 orang). penyelenggaraan. dan keluaran pendidikan. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan. 6. VI. 2. Sekretaris. Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud sekurang-kurangnya memuat: 1. Dewan Pendidikan wajib memiliki AD dan ART. Komite Sekolah. PEMBENTUKAN DEWAN PENDIDIKAN 8. kriteria tenaga kependidikan. dan e. 9. hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan. Perubahan AD dan ART dan pembubaran organisasi. pertimbangan. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) a. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bidang pendidikan. dunia usaha/industri/asosiasi profesi. kriteria fasilitas pendidikan. kriteria tenaga daerah dalam bidang pendidikan. Memberikan masukan. Bendahara. tujuan dan kegiatan. Mendorong orangtua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan. c. 4. Dasar. ORGANISASI 1. 3. Keuangan. program. g. Jumlah anggota Dewan Pendidikan maksimal 17 (tujuh belas) orang dan jumlahnya gasal. Ketua bukan dari unsur pemerintah daerah dan DPRD. tokoh pendidikan. 3. Nama dan tempat kedudukan: 2. yayasan penyelenggara pendidikan (sekolah. Pengurus sekurang-kurangnya terdiri atas: 1. Ketua: 2. 7. Mekanisme kerja dan rapat-rapat. 10. 5. kebijakan dan program pendidikan. d. f. b. organisasi profesi tenaga pendidikan. 2. e. b. b. dan rekomendasi kepada pemerintah daerah/DPRD mengenai: a. khususnya guru/tutor dan kepala satuan pendidikan. Keanggotaan dan kepengurusan. Pengurus dipilih dari dan oleh anggota. b. c. Keanggotaan Dewan Pendidikan a. Unsur masyarakat dapat berasal dari: a. luar sekolah. d. Kepengurusan Dewan Pendidikan a. . Keanggotaan Dewan Pendidikan terdiri atas: 1. tokoh masyarakat.

id. akuntabel. 5725608. Penetapan pembentukan Dewan Pendidikan Dewan Pendidikan ditetapkan untuk pertama kali dengan Surat Keputusan Bupati/Walikota. 2. Menyusun kriteria dan mengindentifikasi calon anggota berdasarkan usulan dari masyarakat. . Bupati/Walikota dan/atau masyarakat membentuk panitia persiapan. transparan. dunia usaha dan industri). Mengadakan forum sosialisasi kepada masyarakat (termasuk Majelis Pendidikan Kejuruan Daerah. dan selanjutnya diatur dalam AD dan ART. dan demokratis b. kepala sekolah. VIII. e. email: dpkp2002@yahoo.go. penyelenggara pendidikan) dan pemerhati pendidikan (LSM peduli pendidikan. fax (021) 5725608. Panitia Persiapan dinyatakan bubar setelah Bupati/Walikota menetapkan Dewan Pendidikan. c. 3. Menyampaikan nama pengurus dan anggota kepada Bupati/Walikota: b. Mekanisme Pembentukan a. Menyeleksi calon anggota berdasarkan usulan dari masyarakat. f. gedung E lantai 5. tokoh masyarakat.depdiknas. DPRD. 2. Prinsip Pembentukan Pembentukan Dewan Pendidikan menganut prinsip-prinsip sebagai berikut a. Komite Pendidikan Luar Sekolah) tentang Dewan Pendidikan menurut Keputusan ini.com 1. Panitia persiapan bertugas mempersiapkan pembentukan Dewan Pendidikan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Dinas Pendidikan serta Komite-Komite Sekolah bersifat koordinatif. Memfasilitasi pemilihan pengurus dan anggota Dewan Pendidikan. website www. Jalan Jenderal Sudirman Senayan Jakarta telpon (021) 5725613. g. d. tokoh agama. PENUTUP 1.VII. Pembentukan Dewan Pendidikan dapat difasilitasi oleh Sekretariat Tim Pengembangan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. TATA HUBUNGAN ANTAR ORGANISASI Tata hubungan antara Dewan Pendidikan dengan Pemerintah Daerah. dengan alamat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar danMenengah. Menyusun nama-nama anggota terpilih. merupakan mitra pemerintah Kabupaten/Kota 2. b.Panitia persiapan berjumlah sekurang-kurangnya 5 (lima) orang yang terdiri atas kalangan praktisi pendidikan (seperti guru. Mengumumkan nama-nama calon anggota kepada masyarakat. Komite Kabupaten. Pembentukan Panitia Persiapan 1. Pembentukan Dewan Pendidikan dapat diatur melalui Peraturan Daerah yang berkaitan dengan pengelolaan pendidikan di kabupaten/kota.

pemerataan. peran. atau karena pertimbangan lainnya. Nama badan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah masingmasing satuan pendidikan. tidak mempunyai hubungan hierarkis dengan lembaga pemerintahan. Mediator antara pemerintah (eksekutif) dengan masyarakat di satuan pendidikan. 3. 2. dan etisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan. 2. . atau satuan-satuan pendidikan yang dikelola oleh suatu penyelenggara pendidikan. Badan ini bersifat mandiri. dan keanggotaan sesuai dengan acuan ini. PERAN DAN FUNGSI Komite Sekolah berperan sebagai: 1. Pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan. pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan. II. seperti Komite Sekolah. atau beberapa satuan pendidikan yang berbeda jenjang tetapi berada pada lokasi yang berdekatan. Komite Sekolah dapat terdiri dari satu satuan pendidikan. komite sekolah dan/atau majelis sekolah yang sudah ada dapat memperluas fungsi. atau nama lain yang disepakati. PENGERTIAN. Komite TK. 2. dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan. TUJUAN Komite Sekolah bertujuan untuk: 1. Menciptakan suasana dan kondisi transparan. baik yang berwujud financial. atau beberapa satuan pendidikan dalam jenjang yang sama. Majelis Sekolah. baik pada pendidikan pra sekolah. Meningkatkan tanggung jawab dan peranserta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan. Komite Sekolah berkedudukan di satuan pendidikan. Mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di satuan pendidikan. Komite Pendidikan Luar Sekolah. 3. Komite Pendidikan. KEDUDUKAN DAN SIFAT 1. Komite Sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peranserta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu. jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan luar sekolah. Majelis Madrasah. DAN RUANG LINGKUP 1. Bp3. 3. 4. Dewan sekolah. III. IV. NAMA. 3. Pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan di satuan pendidikan.SALINAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 044/U/2002 TANGGAL 2 APRIL 2002 ACUAN PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH I. Pendukung (supporting agency). 2. akuntabel.

Unsur masyarakat dapat berasal dari: a. kriteria fasilitas pendidikan. tokoh pendidikan. 3. 9. Sekretaris. 11. c. 5. organisasi profesi tenaga pendidikan. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). kebijakan dan program pendidikan. penyelenggaraan. Mendorong orangtua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan. Ketua bukan berasal dari kepala satuan pendidikan. e. dan f. Rencana Anggaran Pendidikan dan Belanja Sekolah (RAPBS). 10. Unsur dewan guru. a. Pengurus sekurang-kurangnya terdiri atas: 1. ORGANISASI 1. dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat. Menampung dan menganalisis aspirasi. Pengurus dipilih dari dan oleh anggota. Keanggotaan Komite Sekolah a. b. b. hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan. tokoh masyarakat. V. orang tua/wali peserta didik. 2. Keanggotaan Komite Sekolah terdiri atas: 1. 8. 7. kriteria tenaga kependidikan. pertimbangan. c. ide. dunia usaha/industri. Memberikan masukan. dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai: a. 6. Anggota Komite Sekolah sekurang-kurangnya berjumlah 9 (sembilan) orang dan jumlahnya gasal. Komite Sekolah wajib memiliki AD dan ART. program. c.Komite Sekolah berfungsi sebagai berikut: Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. e. Bendahara. tuntutan. f. Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha/dunia industri) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. g. Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan disatuan pendidikan. Kepengurusan Komite Sekolah: a. wakil alumni. 3. . b. Ketua: 2. d. kriteria kinerja satuan pendidikan. 2. b. dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan. wakil peserta didik. yayasan/lembaga penyelenggara pendidikan Badan Pertimbangan Desa dapat pula dilibatkan sebagai anggota Komite Sekolah (maksimal 3 orang). melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan. d.

Hak dan kewajiban anggota dan pengurus. Panitia Persiapan dinyatakan bubar setelah Komite Sekolah terbentuk. dan orangtua peserta didik. VII. 2. Panitia persiapan bertugas mempersiapkan pembentukan Komite Sekolah dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Dasar. . g. TATA HUBUNGAN ANTAR ORGANISASI Tata hubungan antara Komite Sekolah dengan satuan pendidikan. Dewan Pendidikan. 2. dan selanjutnya diatur dalam AD dan ART. 4. Panitia persiapan berjumlah sekurangkurangnya 5 (lima) orang yang terdiri atas kalangan praktisi pendidikan (seperti guru. merupakan mitra satuan pendidikan. Mengadakan forum sosialisasi kepada masyarakat (termasuk pengurus/ anggota BP3. d. Keuangan. f. c. Menyeleksi calon anggota berdasarkan usulan dari masyarakat. dunia usaha dan industri). Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud sekurang-kurangnya memuat: 1. 6. Keanggotaan dan kepengurusan. penyelenggara pendidikan). e. tokoh masyarakat. Perubahan AD dan ART serta pembubaran organisasi. transparan. 3. 7. dan demokratis. PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH 1. Menyusun kriteria dan mengindentifikasi calon anggota berdasarkan usulan dari masyarakat. Majelis Sekolah. Menyusun nama-nama anggota terpilih. Menyampaikan nama pengurus dan anggota kepada kepala satuan pendidikan: b.VI. 5. Prinsip Pembentukan Pembentukan Komite Sekolah menganut prinsip-prinsip sebagai berikut: a. Memfasilitasi pemilihan pengurus dan anggota Komite Sekolah. b. dan institusi lain yang bertanggungjawab dalam pengelolaan b. kepala satuan pendidikan. tokoh agama. Mekanisme kerja dan rapat-rapat. Mengumumkan nama-nama calon anggota kepada masyarakat. Pembentukan Panitia Persiapan 1. Mekanisme Pembentukan a. b. 3. tujuan dan kegiatan. pemerhati pendidikan (LSM peduli pendidikan. Masyarakat dan/atau kepala satuan pendidikan membentuk panitia persiapan. akuntabel. dan Komite Sekolah yang sudah ada) tentang Komite Sekolah menurut Keputusan ini. Nama dan tempat kedudukan: 2. Penetapan pembentukan Komite Sekolah Komite Sekolah ditetapkan untuk pertama kali dengan Surat Keputusan kepala satuan pendidikan.

website www.id email: dpkp 2002@yahoo. 5725608. Jakarta.VIII. Pembentukan Komite Sekolah dapat difasilitasi oleh Sekretariat Tim Pengembangan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. kepala satuan pendidikan dapat berkonsultasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota. 3. telpon (021) 5725613. Gedung E Lantai 5. . 2.go. Jalan Jenderal Sudirman Senayan. Pembentukan Komite Sekolah dapat diatur melalui Peraturan Daerah yang berkaitan dengan pengelolaan pendidikan di kabupaten/kota. PENUTUP 1.depdiknas. dengan alamat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam Pembentukan Komite Sekolah.com. fax (021) 5725608. pendidikan dengan Komite-Komite Sekolah pada satuan pendidikan lain bersifat koordinatif.