Anda di halaman 1dari 11

BAB I

GELOMBANG LISTRIK

Tujuan Pengajaran:

a. Memahami bentuk gelombang yang dibutuhkan untuk masukan peralatan


elekronika dan beban.

b. Memahami bentuk gelombang yang dibutuhkan untuk sinyal-sinyal kendali

c. Memahami bentuk gelombang untuk sinyal-sinyal daya

d. Memahami bentuk gelombang yang benar, yang cacat, dan yang salah.

e. Mengerti dan memahami perkembangan power supply masa datang

f. Mengerti dan memahami rangkaian penyearah tanpa regulasi dan dengan re-
gulasi

g. Mengerti dan memahami rangkaian penyearah dengan inputan listrik jala-ja-


la 1 fasa dan 3 fasa.

h. Dapat menganalisis loop arus dan tegangan secara sederhana, converter dc-
dc dan inverter dc-ac

i. Dapat mengetahui, memahami, menentukan arus dan tegangan masukan, ke-


luaran, switch, inductor, dioda.

j. Dapat mengetahui, memahami, bentuk gelombang arus, kontinyu, diskonti-


nyu, batas antara kontinyu dan diskontinyu.

1.1. Uraian singkat isi bab

a. Gelombang jala-jala satu fasa

b. Geolombang jala-jala 3 fasa

c. Gelombang penyearah ½ gelombang

d. Gelombang penyearah gelombang penuh

e. Gelombang penyearah 3 fasa

Elektronika Daya 1
Buku Ajar 2009 PSTE

f. Gelombang sinyal PWM

g. Gelombang Driver

h. Gelombang Konverter DC-DC

i. Gelombang Inverter

1.2. Kasus yang sering terjadi

a. Pernahkah anda berpikir, beban apa saja yang selalu ON (menyala listrik-
nya) di rumah anda karena malas mematikan. Misalnya lampu dapur, lampu
tangga, atau yg lain misalnya telivisi dalam kondisi stanby sangat lama,
computer yang power suplynya ON terus, Pesawat tilpun dengan adaptor,
kulkas, stavolt, charger peralatan elektronik, AC DLL. Pernah berpikir ini
termasuk jenis beban apa, efektifkah kelakuan ini terhadap umur alat dan
penghematan energi, dan gangguan thd pemakai lain bagaimana pengaruh
nya terhadap rugi-rugi.

b. Beban yang digunakan sudah lebih sedikit dari daya yang tertulis di plate
pelanggan PLN, namun fuse pembatas arus tetap putus.

c. Mengapa dimensi power suply dengan beban sama, makin lama lebih kecil
unttuk daya yang sama.

1.3. Power Suply masa depan

a. Frekwensi makin tinggi

b. Berat makin ringan

c. Dimensi makin kecil

d. Kinerja makin bagus/Beban makin awet

e. Terkait dng kebutuhan beban

f. Tegangan makin kecil tapi harus stabil

g. Arus makin besar

h. Makin kompak dan satu paket

2 Gelombang Listrik
Buku Ajar 2009 PSTE

i. Makin aman

j. Tegangan makin stabil

k. Range tegangan yg dapat dikendalikan makin

1.4. Pentingnya memahami bentuk Gelombang

a. Dapat lebih mudah memahami perilaku rangkaian listrik dan elektronik.

b. Dapat lebih mudah memahami karakter/sifat komponen semikonduktor aktif


dan pasive.

c. Lebih mudah dalam pekerjaan desain elektronik

d. Lebih mudah melakukan pekerjaan pengukuran

e. Lebih mudah membuat awet umur pemakaian peralatan elektronik

f. Lebih hemat dalam pemakaian daya

g. Dapat mudah mengembangkan rangkaian inovatif

h. Dapat mengurangi berat dan volume alat Power Suply.

1.5. Ragam Sinyal listrik

a. Gelombang AC murni

b. Simetris

c. Tidak Simetris

d. Apa gejalanya ditinjau dari Volt meter DC

e. Apa gejalanya ditinjau dari Volt meter AC

f. Gelombang AC mengandung DC

g. Apa gejalanya ditinjau dari Volt meter DC

h. Apa gejalanya ditinjau dari Volt meter AC

i. Gelombang DC mengandung AC

j. Apa gejalanya ditinjau dari Volt meter DC

Gelombang Listrik 3
Buku Ajar 2009 PSTE

k. Apa gejalanya ditinjau dari Volt meter AC

l. Gelombang DC

m. DC murni Smoot

n. DC Murni ber-ripple

o. Apa gejalanya ditinjau dari Volt meter DC

p. Apa gejalanya ditinjau dari Volt meter AC

q. Besaran aliran/gelombang listrik dalam kondisi steadystate

r. Rata-rata Tegangan/Arus

s. Efektif Tegangan/Arus

1.6. Gelombang/Sinyal AC murni dan simetris 1

a. Perhatikan Gambar 1.1.

b. Dikatakan bentuk simetris karena bentuk sisi positip dan negatip sama.

c. Dikatakan murni karena luas positip (merah) dan Negatip (hijau) sama. Ini
mengakibatkan VAC rata-rata = 0

d. Gelombang ini kalau diukur dengan multimeter AC akan ditunjukan nilai e-


fektifnya atau nilai RMS-nya. Rumus mathematikannya dpt ditunjukkan di
persamaan 1:

T
~ = 1
Vac
T ∫(
0
)
V̂AC sin2πft 2 dt 1

Vac
2 [3
~ = 1 − 2 Vac 2 cos π sin π − sin π cos π − π ]
2 π

~ ac = 0 ,707 V
V ac

e. Jika diukur dengan multimeter DC akan ditunjukkan nilai rata-ratanya. Ru-


mus mathematikanya ditunjukkan di persamaan 2. Nilai ini akan sama de-

4 Gelombang Listrik
Buku Ajar 2009 PSTE

ngan NOL karena luasan warna merah dan hijau sama dan saling menghi-
langkan.


1
Vac = V̂AC sin 2πft dt 2
T
0

Gambar 1.1. Sinyal AC berbentuk sinus


f. Perhatikan Gambar 1.1.

g. Dikatakan bentuk simetris karena bentuk sisi positip dan negatip sama.

h. Dikatakan murni karena luas positip (merah) dan Negatip (hijau) sama. Ini
mengakibatkan VAC rata-rata = 0

i. Gelombang ini kalau diukur dengan multimeter AC akan ditunjukan nilai e-


fektifnya atau nilai RMS-nya. Rumus mathematikannya dpt ditunjukkan di
persamaan 1:

1.7. Gelombang/Sinyal AC murni tetapi tidak simetris bentuk kotak

a. Lihat Gambar 1.2.

b. Dikatakan bentuk tidak simetris karena bentuk sisi positip (merah) dan
negatip (hijau) tidak sama.

Gelombang Listrik 5
Buku Ajar 2009 PSTE

c. Dikatakan murni karena luas positip (merah) dan Negatip (hijau) sama. Ini
mengakibatkan VAC (rata-rata) = 0, lihat persamaan 3. Namun tetep ada nilai
untuk VAC efektifnya, lihat persamaan 4.

Gambar 1.2. Sinyal AC murni berbentuk kotak tetapi tidak simetris

DT T
( 

∫ ∫
1  V̂AC VAC  1 1( 1(
Vac =  dt + − dt  = V̂ACD − VAC + VAC D 3
T 2 2  2 2 2
0 DT 

DT 2
T 

∫ ∫
 2 
~ = 1  V̂ 
AC   V  1
Vac    dt +  − BB  dt  = DVAC 2 + VBB2 − DVBB2 4
T  2   2   2
0 DT 

1.8. Gelombang/Sinyal AC murni dan simetris bentuk kotak

a. Perhatikan Gambar 1.3.

b. Dikatakan bentuk simetris karena bentuk sisi positip dan negatip sama. Nilai
efektifnya dapat dilihat di persamaan 6.

c. Dikatakan murni karena luas positip (merah) dan Negatip (hijau) sama. Ini
mengakibatkan VAC (rata-rata) = 0 lihat persamaan 5

1 
2T T 

∫ ∫
1  VS V  5
Vac =  dt + − S dt
T 2 2 
0 1
T

 2 

6 Gelombang Listrik
Buku Ajar 2009 PSTE

Gambar 1.3.. Sinyal AC murni berbentuk kotak dan simetris

 12 T T 

∫ ∫
 2 2 
~ = 1   VS  dt +  − VS  dt 
Vac   6
T  2   2  
 0 2T
1 

1.9. Gelombang DC murni beripple

a. Dikatakan DC murni karena tidak mempunyai sisi negatip atau tidak


mempunyai sisi positip. Lihat Gambar 1.5. dan Gambar 1.6.

b. Kebanyakan berasal dari listrik Jala-jala yang disearahkan. Lihat Gambar


1.4..

c. Keluaran mempunyai Puncak dan lembah yang jelas. Lihat Gambar 1.5..

d. Mempunyai nilai rata-rata VM. Lihat Gambar 1.5., lihat persamaan 7

1
2 T


1
VM = VM sin2πft dt
T
0

1 VM cos(π ) − 1
VM = = 0.318 Vm 7
2 π

Gelombang Listrik 7
Buku Ajar 2009 PSTE

1:1

AC VM (RMS) VM (RMS) VM (DC)

Gambar 1.4.. Rangkaian penyearah ½ gelombang

VDC Puncak

VM
Lembah

½T T Waktu
Gambar 1.5.. Menunjukan adanya nilai puncak dan lembah

e. Karena dioda akan ON jika ada Tegangan positip di Anode-Katode, maka


dapat disimpulkan bahwa frekwensi switching penyearah ini adalah 50 Hz.

f. Pada sisi keluaran juga perubahan puncak dan lembah 50 kali perdetik, ini
dapat disimpulkan bahwa frekwensi switching juga sebanyak 50 kali
perdetik atau 50 Hz.

VDC
VM

½T T
T Waktu
Gambar 1.6.. Gelombang keluaran rangkaian Gambar 1.4.

g. Gambar 1.6. menunjukan tegangan atau arus dengan konduksi diskontinyu.


Di mana arus pernah mencapai nol beberapa saat.

1.10. Gelombang DC murni dengan ripple lebih banyak

a. Frekwensi riple perlu ditingkatkan karena dapat menghemat filter dan


menghemat ruangan (dimensi ukuran power suply lebih kecil untuk arus
yang sama). Frekwensi riple dapat ditingkatkan dengan memodifikasi rang-

8 Gelombang Listrik
Buku Ajar 2009 PSTE

kaian. Lihat Gambar 1.7. dan Gambar 1.4.. Perhatikan Jumlah Dioda di
Gambar 1.4. dan Gambar 1.7. dan perhatikan dalam satu periode masing-
masing dioda ON dan OFF berapa kali. Masing-masing Dioda ON dan OFF
50 kali sesuai dengan sinyal warna merah dan pink. Lihat Gambar 1.8.,
Gambar 1.9., dan Gambar 1.10..

D1 D3
VM (RMS)

D2 D3

1:1
VM1

Gambar 1.7.. Rangkaian penyearah gelombang penuh.

b. Untuk konduksi arus pada batas konduksi antara kontinyu dan diskontinyu
dapat meningkatkan nilai rata-rata arus. Lihat Gambar 1.10..

c. Di sisi keluaran frekwensi riple menjadi 100 Hz. Lihat Gambar 1.10..

d. Nilai VM1 ditunjukkan pada persamaan 8


1
T
2


2
VM1 = VM sin2πft dt
T
0

V {cos π − 1}
VM1 = − M = 0.6367 Vm 8
π

+
D1 D3
VM (RMS)

D2 D3

1:1 VM1

Gambar 1.8.. Saat ½ cyklus pertama atau saat tegangan positip

Gelombang Listrik 9
Buku Ajar 2009 PSTE

D1 D3
VM (RMS)

D2 D3

1:1 + VM1

Gambar 1.9.. Saat ½ cyklus kedua atau saat tegangan positip

V̂M

1 3
2 T T 2 T

(
VM

VM1

Gambar 1.10.. Gelombang masukan dan keluaran


e. Gambar 1.10. menunjukkan gelombang dengan konduksi pada batas antara
kontinyu dan diskontinyu.

1.11. Gelombang DC murni dengan penyearah multifasa

a. Masukan berasal dari Jala-jala (PLN) 3 fasa.

b. Frekwensi switching tetap 50 Hz.

c. Dapat meningkatkan frekwensi riple sampai 3 kali dari frekwensi switching-


nya

d. Dengan memodifikasi rangkaian, frekwensi riple dapat ditingkatkan lebih


dari 3 kali dari frekwensi switching.

10 Gelombang Listrik
Buku Ajar 2009 PSTE

Va
Vc

n
Vb

VO1(Rbeban)

Gambar 1.11.. Rangkaian penyearah 3 fasa

Gambar 1.12.. Dioda D1 ON

'
9D
9F

Q
9E '

9 2 5 EHEDQ

'

Gambar 1.13.. Dioda D2 ON

Gelombang Listrik 11