ARTIKEL Kasus HAM di Indonesia

Kita telah mengetahui bahwa hak asasi manusia itu hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun. Sebagai warga negara yang baik kita mesti menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia tanpa membeda-bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya. Namun kenyataan yang terjadi di Indonesia adalah banyaknya kasus HAM. Berikut adalah kasus-kasus HAM yang terjadi sebelum era reformasi.

pada tahun 1965 1. Penculikan dan pembunuhan terhadap tujuh jendral Angkatan Darat. 2. Penangkapan, penahanan dan pembantaian massa pendukung dan mereka yang diduga sebagai pendukung Partai Komunis Indonesia. Aparat keamanan terlibat aktif maupun pasif dalam kejadian ini. Pada tahun 1966 1. Penahanan dan pembunuhan tanpa pengadilan terhadap PKI terus berlangsung, banyak yang tidak terurus secara layak di penjara, termasuk mengalami siksaan dan intimidasi di penjara. 2. Dr Soumokil, mantan pemimpin Republik Maluku Selatan dieksekusi pada bulan Desember. 3. Sekolah- sekolah Cina di Indonesia ditutup pada bulan Desember. Pada tahun1967 1. Koran- koran berbahasa Cina ditutup oleh pemerintah. 2. April, gereja- gereja diserang di Aceh, berbarengan dengan demonstrasi anti Cina di Jakarta. 3. Kerusuhan anti Kristen di Ujung Pandang. Pada tahun1969 1. Tempat Pemanfaatan Pulau Buru dibuka, ribuan tahanan yang tidak diadili dikirim ke sana. 2. Operasi Trisula dilancarkan di Blitar Selatan. 3. Tidak menyeluruhnya proses referendum yang diadakan di Irian Barat, sehingga hasil akhir jajak pendapat yang mengatakan ingin bergabung dengan Indonesia belum mewakili suara seluruh rakyat Papua. 4. Dikembangkannya peraturan- peraturan yang membatasi dan mengawasi aktivitas politik, partai politik dan organisasi kemasyarakatan. Di sisi lain, Golkar disebut- sebut bukan termasuk partai politik. Pada tahun 1970 1. Pelarangan demo mahasiswa. 2. Peraturan bahwa Korpri harus loyal kepada Golkar. 3. Sukarno meninggal dalam µtahanan¶ Orde Baru. 4. Larangan penyebaran ajaran Bung Karno.

Kasus tanah Siria. Usaha peleburan partai. Pembungkaman gerakan mahasiswa yang menuntut koreksi atas berjalannya pemerintahan. seorang pengangkat barang di pasar. terbunuhnya lima wartawan asing secara misterius. 3. membawakan barang milik seorang hakim perempuan. Invansi tentara Indonesia ke Timor. 2. Penekanan terhadap para penandatangan Petisi 50.Timur. dimana yang kemudian diadili adalah Sum Kuning sendiri.Pada tahun 1971: 1. Pemerkosaan Sum Kuning. Pada tahun 1978 1. Pekalongan dan Kudus. Pada tahun 1973 1. Pada tahun 1975 1.pembakaran pada peristiwa Malari. dilarang ke luar negri. 4. penjual jamu di Yogyakarta oleh pemudapemuda yang di duga masih ada hubungan darah dengan Sultan Paku Alam. 2. beberapa mahasiswa ditahan.karakter huruf Cina di setiap barang/ media cetak di Indonesia. 2. Pada tahun 1980 1. antara lain Kompas. Sebelas pendemo terbunuh. Pembredelan beberapa koran dan majalah. Kasus Wasdri. antara lain µIndonesia Raya¶ pimpinan Muchtar Lubis. 2. 2. Pelarangan penggunaan karakter. Pembredelan tujuh suratkabar. Pembangunan Taman Mini yang disertai penggusuran tanah tanpa ganti rugi yang layak. 3.ria. antara lain Heri Ahmadi. Penahanan sejumlah mahasiswa dan masyarakat akibat demo anti Jepang yang meluas di Jakarta yang disertai oleh pembakaran. Intimidasi calon pemilih di Pemilu ¶71 serta kampanye berat sebelah dari Golkar. Kasus subversi komando Jihad. 4.partai. Bisnis dan kehidupan mereka dipersulit. Kekerasan menyebar ke Semarang. . Pada tahun 1974 1. Kasus Balibo. Pada tahun 1972 1. 2. Tuduhan subversi terhadap Suwito. Kasus sengketa tanah di Gunung Balak dan Lampung. yang memberitakan peritiwa di atas. Kerusuhan anti Cina di Solo selama tiga hari. Pada tahun1977 1. Akhirnya Sum Kuning dibebaskan. Kerusuhan anti Cina meletus di Bandung. Namun ia ditahan polisi karena meminta tambahan atas bayaran yang kurang dari si hakim. 3.

pembuatan lapangan golf. 2. 4. Pada tahun 1984 1. . Pembunuhan diduga dilakukan oleh mereka yang memiliki akses senjata api dan berbau konspirasi kalangan elit. Kasus subversi terhadap Sanusi. Kasus tanah Kedung Ombo. Dili terjadi oleh ABRI terhadap pemuda. Pada tahun 1989 1. Pada tahun 1983 1. Tujuh orang terbunuh dalam peristiwa ini. Majalah Tempo dibredel selama dua bulan karena memberitakan insiden terbunuhnya tujuh orang pada peristiwa kampanye pemilu di Jakarta. Kasus Woyla. Badan Sensor Nasional dibentuk terhadap publikasi dan penerbitan buku. Kampanye massa Golkar diserang oleh massa PPP. Pada tahun 1991 1. Pada tahun 1986 1. 4.tim oleh ABRI. Pada tahun 1982 1. 6. Ekskusi beberapa tahanan G30S/ PKI. Anggotanya terdiri beberapa dari unsur intelijen dan ABRI. Kasus Tanah Borobudur. 3. 3. 2.aktivis islam terjadi di berbagai tempat di pulau Jawa. Pelanggaran gencatan senjata di Tim. Kasus tanah Lampung. Pengadilan terhadap aktivis. 2. Kasus tanah Cimacan. Pengusiran.Pada tahun 1981 1. dimana militer turun tangan sehingga jatuh korban jiwa tadi. Berlanjutnya Pembunuhan Misterius di Indonesia. Pengeboman beberapa gereja di Jawa Timur. Pada tahun 1985 1. 100 orang tewas oleh ABRI. Pembantaian di pemakaman Santa Cruz. Pengembangan obyek wisata Borobudur di Jawa Tengah memerlukan pembebasan tanah di sekitarnya. Peritiwa ini dikenal dengan dengan peristiwa Talang sari 5. Namun penduduk tidak mendapat ganti rugi yang memadai. 2. Orang. Pembunuhan terhadap peragawati Dietje di Kalibata. Tuduhan subversi terhadap Dharsono.orang sipil bertato yang diduga penjahat kambuhan ditemukan tertembak secara misterius di muka umum. 200 orang meninggal.pemuda Timor yang mengikuti prosesi pemakaman rekannya. Bentrokan antara aktivis islam dan aparat di Bima. 2. 3. perampasan dan pemusnahan Becak dari Jakarta. Kasus tanah Kemayoran. Kasus Tanah Rawa Bilal. 3. pembajakan pesawat garuda Indonesia oleh muslim radikal di Bangkok. 4. Peristiwa pembantaian di Tanjung Priuk terjadi.

Pembumi hangusan kota Dili. Kasus penahanan dengan tuduhan subversi terhadap Sri Bintang Pamungkas berkaitan dengan demo di Dresden terhadap pak Harto yang berkunjung di sana. Kerusuhan Situbondo. Pembantaian terhadap Tengku Bantaqiyah dan muridnya di Aceh. Penangkapan Xanana Gusmao. Pembunuhan terhadap beberapa mahasiswa dalam demonstrasi menentang Sidang Istimewa 1998. Peritiwa ini terjadi 24 Juli 1999 2. Peristiwa ini terjadi pada 24 Agustus 1999. 4. 3. Kasus Tanah Koja. 2. Kasus tanah Balongan. dimana korban jatuh karena ditembak aparat ketika mereka memprotes penggusuran tanah mereka. 8. 7. Pada tahun 1997 1. . Peristiwa ini terjadi pada 26 Desember 1996 2. Pembunuhan terhadap seorang mahasiswa dan beberapa warga sipil dalam demonstrasi penolakan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (RUU PKB). Kerusuhan anti Kristen diTasikmalaya. Peristiwa Ini terjadi pada 23 ± 24 November 1999 dan . Kasus tanah Kemayoran. Peristiwa ini dikenal dengan Kerusuhan Tasikmalaya. aparat keamanan bersikap pasif dan membiarkan. Penyerangan dan pembunuhan terhadap pendukung PDI pro Megawati pada tanggal 27 Juli. Kasus pembantaian mereka yang diduga pelaku Dukun Santet di Jawa Timur. Kasus waduk Nipah di madura. Pada tahun 1999 1. Keluar Keppres tentang Monopoli perdagangan cengkeh oleh perusahaannya Tommy Suharto. Peristiwa ini terjadi pada 13 ± 14 November 1998 dan dikenal sebagai tragedi Semanggi I. Pembunuhan terhadap beberapa mahasiswa Trisakti di jakarta. dua hari sebelum kerusuhan Mei. 9. Timor Timur oleh Militer indonesia dan Milisi pro integrasi. Kerusuhan di Flores. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 30 Desember 1996. Tanggal 13 ± 15 Mei 1998 2. 6. Sengketa antara penduduk setempat dengan pabrik kertas Muara Enim mengenai pencemaran lingkungan. puluhan perempuan diperkosa dan harta benda hilang.Pada tahun 1992 1. Kerusuhan Sambas ± Sangualedo. Ribuan jiwa meninggal. Pada tahun 1995 1. 5. Kerusuhan Mei di beberapa kota meletus. 3. 3. puluhan Gereja dibakar. 2. Pada tahun 1996 1. Pada tahun 1998 1. 2. Sengketa tanah Manis Mata.

4. Sehingga. Niat pemerintah untuk memberantas mafia peradilan dengan membentuk satgas Mafia hukum dipandang positif. Kebijakan hukum dan HAM akan semakin jauh dari penghormatan HAM. Ini dialami sejumlah aktivis lembaga anti korupsi ICW yang berusaha mengungkap sejumlah kasus. Pertama-tama dengan bergerak cepat menuntaskan seluruh masalah hukum dan politik yang menghambat penegakan HAM di tahun 2009. Para pegiat HAM juga menyorot sejumlah skandal hukum dan politik yang pada gilirannya dipandang makin menyuramkan prospek penegakkan hukum dan HAM. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 21 Oktober 1999. Penyerangan terhadap Rumah Sakit Jakarta oleh pihak keamanan. Namun para pegiat HAM mencemaskan langkah itu hanya akan dijalankan setengah hati. maka saya fikir tahun 2010 kondisinya juga tidak akan berbeda dengan tahun 2009. . praktis tak ada kasus pelanggaran HAM berat yang berhasil diungkap. Sepanjang tahun lalu dalam catatan berbagai lembaga pengamat HAM. Zaenal Abidin dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia mengungkapkan kekuatirannya:³Kalau beberapa macam regulasi yang masih eksis dan sering dipakai oleh aparat untuk mengekang kebebasn sipil itu tetap berlanjut. yang dikenal sebagai kasus Cicak lawan Buaya. 6. Khususnya pengaduan dengan pasal pencemaran nama terhadap aktifis atau warga yang bermaksud mengungkap kasus korupsi dan pelanggaran lain. Ini tercermin dari sikap dan langkah kebijakan oleh aparat pemerintah yang mengancam kebebasan fundamental. Misalnya semangat untuk membatasi kebebasan beragama dan berkeyakinan. 5. Para aktifis HAM juga menunjuk kasus Prita Mulyasari yang diperkarakan secara pidana karena mempermasalahkan buruknya pelayanan sebuah rumah sakit swasta. Hal lain yang disorot adalah maraknya upaya pejabat pemerintah untuk memberangus para pengkritik dengan memanfaatkan perangkat hukum. Para pegiat HAM menegaskan.dikenal sebagai peristiwa Semanggi II. yang benar-benar dibutuhkan langkah terobosan pemerintah. Seperti kasus Bank Century dan upaya pengerdilan Komisi Pemberantasan Korupsi. Ini karena masih sangat kurangnya independensi dan akuntabilitas aparat penegak hukum. 4. dengan keadaan seperti itu. Nah artinya sistem yang dibangun negara dengan berbagai macam ratifikasi itu mengalami kemunduran dan ini masih akan berlangsung´ 7. khususnya terkait konflik dengan kepolisian. tidak banyak yang bisa diharapkan mengenai penegakkan HAM di tahun 2010. membatasi kebebasan berekspresi terutama pada dunia maya termasuk kebebasan pers. 8. bahkan lebih buruk karena ini praktis sasaran orang orang yang dikritik itu para pejabat publik dan mereka menggunakan beberapa regulasi itu untuk kembali menyerang balik pengkritik. Dan RUU rahasia negara yang mengancam kebebasan berekspresi. Terlalu banyak kasus pelanggaran HAM yang penyelesaiannya tetap saja menemui jalan buntu di tahun 2009 lalu.´ 3. Bahkan banyak yang mencemaskan pelanggaran hak-hak dasar rakyat akan terus marak. Rafendi Djamin dari Kelompok Kerja HAM HRWG:³Proses legislasi nasional terbukti telah mengagendakan RUU yang mengancam kebebasan dasar manusia seperti RUU zakat yang mengancam kebebasan beragama berkeyakinan. 1. 2. serta Kordinator Kontras Usman Hamid yang gigih memperjuangkan dibongkarnya kasus pembunuhan Munir.

html . Mengganti menghukum dan mengadili semua pejabat publik yang terlibat skandal dan mengantinya dengan pejabat yang kredible dan akuntabel´ 10.9. ratifikasi kovenan perlindungan buruh migran. Betapapun. serta dukungan luar biasa bagi KPK untuk Kasus Cicak Buaya. Yakni munculnya gerakan spontan dan kreatif dari masyarakat umum dalam mendukung korban kesewenangan dan melawan lembaga-lembaga yang menyalahgunakan kekuasaan untuk memberangus penegakkan hukum.id/2010/05/hak-asasi-manusia-di-indonesia. Membatalkan segala segala upaya atau rencana kebijakan hukum dan HAM yang mengancam kebebasan fundamental dan merampas kesejahteraan.web. lembaga-lembaga HAM Indonesia mencatat perkembangan penting di tahun 2009. Sumber :http://www. Seperti pengumpulan uang receh hingga ratusan juta rupiah sebagai tanda solidaritas bagi Prita Mulyasari yang dihukum denda dalam kasus RS Omni. ³Membatalkan RUU yang mengancam kebebasan fundamental dan memprioritaskan program legislasi yang menghormati dan menjamin HAM seperti RUU bantuan hukum.membuatblog. Rafendi Dajmin dari HRWG lebih lanjut menjelaskan.