Anda di halaman 1dari 7

NO exp : 7 Fream Relay Febrilian Dwi L

Teknik Komputer dan Jaringan 3 TKJ B


Diagnosa WAN Ins : Bpk Rudi
28 mei 2011 Bu Netty

TUJUAN
a. Dapat mengkonfigurasi Frame Relay
b. Dapat menggunakan Frame Relay
c. Dapat menentukan kapan digunakan Frame Relay
d. Dapat mengetahui keggunaan Frame Relay

PENDAHULUAN
Frame relay merupakan protocol WAN yang mempunyai performance tinggi yang bisa
memberikan koneksi jaringan WAN sampai 2,048 Mbps (dan bahkan bisa lebih tinggi) ke berbagai
belahan dunia. Frame relay menggunakan circuit virtual untuk koneksi site-site dan memberikan
lebar pipa bandwidth berskala yang bisa dijamin (dengan menggunakan apa yang disebut sebagai
CIR- committed information rate). Frame relay begitu popular karena penawaran bandwidth yan
berskala melalui jalur digital. Dengan menggunakan konfigurasi standard frame relay akan
merupakan cara yang sederhana untuk meminimalkan masalah jaringan-jaringan frame relay.

Frame relay didesign untuk transmisi digital melalui medium yang sudah handal,
yang pada umumnya adalah fiber optic, bandingkan dengan jaringan yang menggunakan
X.25 yang pada awalnya didesign untuk jaringan transmisi analog melalui medium yang
dianggap tidak handal seperti standard line telpon.

Frame Relay adalah protokol packet-switching yang menghubungkan perangkat-


perangkat telekomunikasi pada satu Wide Area Network (WAN). Protokol ini bekerja pada
lapisan Fisik dan Data Link pada model referensi OSI. Protokol Frame Relay menggunakan
struktur Frame yang menyerupai LAPD, perbedaannya adalah Frame Header pada LAPD
digantikan oleh field header sebesar 2 bita pada Frame Relay.

Berikut ini adalah fitur utama dari frame relay:

 Frame relay memberikan deteksi error tapi tidak memberikan recovery error.
 Frame relay memberikan transfer data sampai 1.54Mbs
 Frame relay mempunyai ukuran paket yang bervariable (disebut frame)
 Frame relay bisa dipakai sebagai koneksi backbone kepada jaringan LAN
 Frame relay bisa dimplementasikan melalui berbagai macam koneksi sambungan
(56K, T1, T3)
 Frame relay beroperasi pada layer physical dan layer Data link pada model OSI

Teknologi Frame Relay

Untuk memperkenalkan terminologi frame relay lebih lanjut, mari kita mengamati
bagaimana teknologi ini berkerja. gambar dibawah memperlihatkan banyak istilah yang
digunakan untuk menjelaskan bagian-bagian dari sebuah jaringan frame relay.
ide dasar dibalik jaringan frame relay adalah ia mengizinkan pengguna untuk berkomunikasi
diantara dua alat DTE (dalam hal ini router) melalui alat-alat DCE. pengguna. tidak akan melihat
perbedaan antara melakukan koneksi dan mengambil sumber daya dari sebuah server lokal dengan
melakukan koneksi dan mengambil sumber daya di sebuah server disisi remote yang terhubung
dengan frame relay. perbedaan yang mungkin terjadi mungkin cuma perubahan kecepatan. gambar
diatas menggambarkan semua yang harus terjadi agar dua buat alat DTE bisa berkomunikasi. inilah
bagaimana proses itu berkerja.

1. host di network pengguna mengirimkan sebuah frame data keluar network lokal. alamat hardware
dari router (sebagai default gateway) akan masuk ke dalam header dari frame.

2.router mengambil freame tersebut, melakukan ekstraksi paket, dan membuang apa yang tertinggal
di frame. Router kemudian melihat alamat IP tujuan di dalam paket dan melakukan cek apakah router
mengetahui bagaimana cara untuk mencapai network tujuan tanpa melihat ke dalam routeing table.

3. router kemudian akan meneruskan data tersebut keluar dari interface yang menurutnya dapat
mencari network remote yang menjadi tujuan. (jika router tidak mampu menemukan network tujuan di
routeing tabke-nya, router akan membuang paket tersebut). karena interface yang akan meneruskan
paket adalah sebuah interface serial yang dienkapsilasi dengan frame relay, maka router akan
meletakan paket tersebut ke layer network frame relay dan dienkapsulasi dalam sebuah frame relay.

4.channel service unit/data service unit (CSU/DSU) menerima sinyal digital dan melakikan encoding
terhadap sinyal itu menjadi sebuah tipe pensinyalan digital yang dapat dimengerti oleh switch yang
terdapat di packet switching exchange (PSE). contohnya, mengubah dari encoding yang digunakan di
V.35 menjadi encoding yang digunakan di line akses, yang bisa berupa B8ZS yang berjalan di atas
T1. PSE menerima sinyal digital dan melakukan esktraksi bit 1 dan 0 dari line tersebut.

5. CSU/DSU terhubung ke sebuah demarcation (dermac) yang dipasang oleh service provider, dan
lokasinya adalah dititik pertama yang menjadi tanggung jawab service provider (atau titik terakhir di
sisi penerima). demarc biasanya berupa jack RJ-45 (modular 8-pin) yang dipasang dekat dengan
router dan CSU/DSU (kadang disebut smart Jack)

6. demarc biasanya adalah sebuah kabel twisted-pair yang terhubung ke loop lokal. loop lokal
terhubung ke central office (CO) yang terdekat, yang kadang disebut Pint Of Presence (POP). loop
lokal dapat melakukan koneksi dengan berbagai media fisik; yang umum digunakan adalah kabel
twisted-pair dan serat optik.

7. CO menerima Frame dan mengirimnya melalui awan (cloud) Frame Relay menuju ke tujuannya.
awan ini dapat berupa lusinan karton switching atau bahkan lebih.

8. segera setelah freame mencapai kantor switching yang terdekat dengan kantor tujuan maka ia
akan dikirim melalui loop lokal. Frame diterima pada dermac, dan lalu dikirim ke CSU/DSU. Akhirnya,
Router melakukan ekstraksi pada paket atau mengeluarkan paket dari frame-nya dan meletakan
paket tersebut ke sebuah freame LAN yang baru untuk dikirim ke host yang menjadi tujuan. frame
di LAN akan memiliki alamat hardware dari host yang menjadi tujuan akhir pengiriman data. ini
terdapat di cache ARP dari Router; Jadi tidak ditemukan, maka sebuah broadcast ARP akan
dilakukan.

pengguna dan server tidak perlu mengetahui semua yang terjadi pada saat freame
melakukan perjalanan ke network frame relay. server disisi remote harus bisa digunakan semudah
server disisi lokal.

terdapat beberapa hal yang membuat rangkaian frame relay berbeda dengan sebuah leased-
line. Dengan leased-line, anda biasanya menentukan bandwitdth yang anda inginkan (T1, Fractional
T1, DS3, dan lain-lain). tetapi dengan frame relay, anda melakukan spesifikasi terhadap baik access
rate (kecepatan port) maupun CIR.

ALAT DAN BAHAN


a. Software Packet Tracer

TOPOLOGI

LANGKAH KERJA
A. Buat topologi
B. KONFIGURASI ROUTER 1
a. Konfigurasi IP serial 2/0

b. Konfigurasi clock rate dan IP

c. Konfigurasi enkapsulasi Frame Relay

d. Penetapan dan pemetaan DLCI

C. KONFIGURASI Router 2
D. KONFIGURASI Router 3

E. KONFIGURASI Cloud
a. Serial0

b. Serial1
c. Serial2

d. Frame Relay

HASIL KERJA
a. Ping dari router 1 ke router 2

b. Ping dari router 1 ke router 3

c. Ping dari router 2 ke router 1


d. Ping dari router 2 ke router 3

e. Ping dari router 3 ke router 1

f. Ping dari router 3 ke router 2

KESIMPULAN

Frame relay digunakan untuk keperluan interkoneksi WAN dikarenakan keperluan yang lebih
dari x.25. perbedaan PPP dan frame relay adalah pada peng-Hendelan koneksi dan enkripsi paket.
Frame Relay dapat meng-Hendel banyak koneksi dalam satu waktu sedangkan PPP hanya bisa saling
terkoneksi satu dengan satu atau dengan kata lain jumlah host yang terkoneksi pada PPP hanya 2
saja.