P. 1
KESEHATAN_KERJA

KESEHATAN_KERJA

|Views: 359|Likes:
Dipublikasikan oleh Ismail Andi Baso

More info:

Published by: Ismail Andi Baso on Apr 25, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

MATA AJARAN IKM FKUH

KESEHATAN KERJA M TAHIR ABDULLAH
1

KESEHATAN KERJA
          

PENDAHULUAN DETERMINAN KESEHATAN KERJA FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK FAKTOR LINGKUNGAN KERJA KIMIA FAKTOR LINGKUNGAN KERJA BIOLOGIS ASPEK PSIKOLOGI KERJA PENYAKIT AKIBAT KERJA KECELAKAAN AKIBAT KERJA PENGENDALIAN DAN PELAYANAN KESEHATAN KERJA PRODUKTIVITAS KERJA PERUNDANG-UNDANGAN DALAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

2

SEJARAH KESEHATAN KERJA
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

ZAMAN MESIR KUNO: KONDISI PEKERJA TAMBANG EMAS DAN PERAK SANGAT BURUK AGRICOLA: DE RE METALICA PARACELCIUS(1567), KONDISI PEKERJA HARUS DIPERHATIKAN BERNADO RAMMAZINE, BAPAK OCCUPATIONAL HEALTH, “DE MORBIS ARTIFUCUM DIATRIBA” DI INDONESIA, 1957, LEMBAGA KESEHATAN BURUH 1965, MENJADI LEMBAGA KESELAMATAN DAN KES. BURUH 1970, UNDANG2 KESELAMATAN KERJA

3

PENGERTIAN KES.KERJA
1. KESEHATAN KERJA MERUPAKAN SPESIALISASI ILMU KESEHATAN YANG BERTUJUAN AGAR MASYARKAT TENAGA KERJA DAPAT MEMPEROLEH DERAJAT KESEHATAN YANG SETINGGITINGGINYA DENGAN USAHA PREVENTIF DAN KURATIF. (SUMA’MUR, 1987)
4

PENGERTIAN KES.KERJA
2. KESEHATAN KERJA DISELENGGARAKAN AGAR SETIAP PEKERJA DAPAT BEKERJA SECARA SEHAT TANPA MEMBAHAYAKAN DIRI SENDIRI DAN MASYARAKAT SEKELILINGNYA, AGAR DIPEROLEH PRODUKTIVITAS KERJA YANG OPTIMAL SEJALAN DENGAN PERLINGDUNGAN TENAGA KERJA.(UU KES RI, NO 23, PASAL 23, AYAT 1)
5

TUJUAN KES.KERJA
1.

2.

MENINGKATKAN DAN MEMPERTAHANKAN DERAJAT KESEHATAN YANG SETINGGITINGGINYA BAIK FISIK, MENTAL, SOSIAL MENCEGAH TERJADINYA PENYAKIT AKIBAT KERJA DAN KECELAKAAN YANG DISEBABKAN LINGKUNGAN DAN KONDISI PEKERJAAN.
6

TUJUAN KES.KERJA
1.

2.

MENCEGAH PARA PEKERJA DI TEMPAT KERJANYA DARI GANGGUAN YANG DAPAT MENYEBABKAN SAKIT, LEMAH MAUPUN KECELAKAAN. MENEMPATKAN DAN MEMPERTAHANKAN LINGKUNGAN KERJA DIMANA MEREKA DAPAT BERADAPTASI BAIK SECARA FISIOLOGIS MAUPUN PSIKOLOGIS.
7

DETERMINAN KESEHATAN KERJA
1. 2. 3.

BEBAN KERJA BEBAN TAMBAHAN KAPASITAS KERJA

8

DETERMINAN KESEHATAN KERJA
1. BEBAN KERJA Setiap pekerjaan memberikan beban fisik, mental, dan sosial. Setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda menanggung beban kerja. (otot, otak) Setiap orang mempunyai keterbatasan dalam beban kerja. Kesehatan kerja menganjurkan menempatkan karyawan sesuai beban maksimal yang dapat dipikul.
9

DETERMINAN KESEHATAN KERJA
1. BEBAN KERJA Kesehatan kerja menganjurkan menempatkan karyawan sesuai beban maksimal yang dapat dipikul. Kesehatan kerja mengatur dan mengurangi beban kerja karyawan melalui pemanfaatan teknologi. Untuk mengurangi kebosanan kerja dilakukan subtitusi pekerjaan.
10

DETERMINAN KESEHATAN KERJA
2. BEBAN TAMBAHAN Kadang-kadang karyawan mengalami kondisi lingkungan kerja yang tidak menguntungkan, sehingga menambah beban dalam pekerjaannya, sehingga menurunnya daya kerja, kesehatan terganggu, dan terjadi kecelakaan kerja.
11

DETERMINAN KESEHATAN KERJA
2. BEBAN TAMBAHAN Kadang-kadang karyawan mengalami kondisi lingkungan kerja yang tidak menguntungkan, sehingga menambah beban dalam pekerjaannya, sehingga menurunnya daya kerja, kesehatan terganggu, dan terjadi kecelakaan kerja.
12

DETERMINAN KESEHATAN KERJA
2. BEBAN TAMBAHAN Faktor-faktor yang memberikan beban tambahan Faktor fisik Faktor kimia Faktor biologi Faktor fisiologi Faktor psikologis
13

DETERMINAN KESEHATAN KERJA
3. KAPASITAS KERJA Kapasitas kerja setiap orang berbeda-beda, yang ditentukan oleh kemampuan kerja. Kemampuan kerja dipengaruhi oleh pendidikan, pengalaman kerja, gizi, genetik, lingkungan, kebugaran, ukuran tubuh. Kapasitas kerja diukur dari ketrampilan melaksanakan pekerjaan. Semakin tinggi ketrampilan, makin efisien melakukan pekerjaan, sehingga beban kerja relatif rendah.
14

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK
1. 2. 3. 4. 5.

IKLIM KERJA KEBISINGAN PENCAHAYAAN GETARAN RADIASI

15

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK
IKLIM KERJA Gabungan antara temperatur udara dan suhu radiasi. Iklim kerja dapat berupa panas dan dingin. Suhu panas karena metabolisme kerja dan panas yang dipancarkan oleh mesin Suhu dingin, kerena lingkungan kerja perlu suhu dingin Lingkungan yang baik adalah lingkungan kerja yang tidak menimbulkan gangguan kesehatan. Kisaran suhu 29-30oC, kelembaban 85-95%
1.
16

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK
EFEK IKLIM KERJA: Heat exhaustion Heat cramps Penyakti chilblain Trench foot

17

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK
EFEK IKLIM KERJA: Heat exhaustion Heat cramps Penyakit chilblain Trench foot

18

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK
RESPON TERHADAP IKLIM KERJA PANAS: Aklimitisasi Usia Jenis kelamin Kesegaran jasmani Ukuran dan berat badan
19

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK
CARA MENGATASI IKLIM KERJA : Mengatur suhu udara di tempat kerja Membuat ventilasi Pemakaian shielding/penyekat Penggunaan pakaian kerja khusus

20

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK
2. KEBISINGAN : Bunyi atau suara yang tidak dikehendaki karena dianggap mengganggu kenyamanan kerja, ketenangan, konsentrasi, dan berpeluang menyebabkan kerusakan pada alat pendengaran.

21

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK
2. KEBISINGAN : Bunyi ditentukan oleh frekuensi dan intensitas. Frekuensi menandakan jumlah getaran setiap detik yang dinyatakan dalam Hertz(Hz) Intensitas adalah arus energi per satuan luas yang dinyatakan dalam decibel(dB) Batas frekuensi yang didengar 16-20000Hz Batas intensitas 0-120 dB. Alat ukur intensitas kebisingan: Sound Level meter
22

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK
JENIS DAN SUMBER KEBISINGAN : Kebisingan kontinyu dengan spektrum frekuensi luas. Kebisingan kontinyu dengan spektrum frekuensi sempit. Kebisingan terputus-putus Kebisingan impulsif Kebisingan impulsif berulang.
23

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK
EFEK KEBISINGAN : Ketulian permanen atan sementara Gangguan konsentrasi Gangguan emosi Susah tidur Stres
24

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK
CARA PENANGGULANAN KEBISINGAN : Mengganti dan merubah cara kerja Berusaha mengurangi kebisingan pada sumbernya Menggunakan alat pelindung diri Usahakan tidak berada dalam kebisingan yang secara terus menerus selama 8 jam per hari atau 40 jam per minggu
25

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK
3. PENCAHAYAAN : Penerangan yang baik adalah penerangan yang memungkinkan seseorang tenaga kerja dapat melihat pekerjaannya dengan teliti cepat dan membantu menciptakan kondisi lingkungan kerja yang nikmat dan menyenangkan. Intesitas cahaya dinyatakan dalam lux, yaitu arus cahaya 1 lumen per feet2. Lumen adalah arus cahaya yang ditimbulkan oleh sumber cahaya ke semua arah.
26

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK
EFEK PENCAHAYAAN YANG BURUK: Kelelahan pada mata Kelelahan mental Menurunnya konsentrasi dan kemampuan Meningkatkan kecelakaan

27

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK
CARA MEMELIHARA INTESITAS PENCAHAYAAN : Secara rutin membersihkan sumber penerangan Memperbaiki dan mengganti lampu yang rusak Jendela tempat masuknya cahaya tidak terhalang Penambahan iluminasi pada pekerjaan tertentu Intensitas yang cukup dan merata yang dibuat berdasarkan sistim pemasangan penerangan, luas ruang kerja, tinggi pemasangan kerja, jumlah lampu.
28

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK
4. GETARAN (VIBRATION) : Getaran sering terjadi di tempat kerja. Getaran dapat disebabkan oleh pengeboran, gempa, gerinda, gergaji listrik, dll. Getaran dapat diukur dengan vibration meter. Terpaparnya getaran pada tubuh berupa: -seluruh tubuh -tangan dan lengan
29

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK
5. RADIASI : Radiasi di tempat kerja dapat berupa: Radiasi radioaktif: sinar alpa, beta, gamma, uranium, radium, sinar cobalt, dsb. Radiasi gelombang elektromagnetik: gelombang mikro, sinar laser, sinar inframerah, sinar ultraviolet.

30

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA KIMIA
1. 2. 3.

KLASIFIKASI BAHAN KIMIA FAKTOR PENGARUH TOKSIN BAHAN KIMIA JALAN MASUK BAHAN KIMIA KE TUBUH

31

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA KIMIA
Bahan kimia dalam suatu industri digunakan untuk proses pengolahan bahan baku menjadi barang produksi. Selama dalam prosesnya bahan itu mengalami reaksi dan sering menimbulkan masalah bila tidak ditangani dengan baik. Bahan kimia dalam industri biasanya bersifat toksik atau beracun. Racun merupakan bahan kimia yang dalam jumlah relatif kecil dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan dan jiwa manusia.
32

KLASIFIKASI BAHAN KIMIA
1. 2. 3.

Menurut bentuknya. Menurut sifat reaktifnya. Menurut pengaruh fisiologi dan patologis.

33

KLASIFIKASI BAHAN KIMIA
1. a. b.

Menurut bentuknya. Partikel atau dispersoida atau aerosol: Debu, Mist, Fume, Asap, Smog Non Partikel: Gas, uap.

34

KLASIFIKASI BAHAN KIMIA
2. Menurut sifat reaktifnya. a. Bahan kimia mudah terbakar: Gas, uap, debu, cairan atau padat. b. Bahan kimia mudah meledak: Gas, uap, debu, cairan atau padat. c. Bahan kimia korosif. d. Bahan kimia yang afinitasnya sangat tinggi.
35

KLASIFIKASI BAHAN KIMIA
3. Menurut pengaruh fisiologis dan patologis. a. Iritan: kulit, saluran pernapasan atasbawah, mata. b. Aspiksan: Aspiksan sederhana, aspiksan kimia c. Zat penenang: d. Racun atau poison.
36

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TOKSITAS BAHAN KIMIA
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Komposisi bahan kimia Bentuk fisik bahan kimia Jumlah bahan kimia Konsentrasi Bentuk/ukuran partikel Keberadaan zat berarcun lainnya Lamanya pemaparan Status host
37

JALAN MASUK BAHAN KIMIA KE TUBUH
1. 2. 3.

Saluran pernapasan Saluran cerna Kulit: Penyerapan transepidermal Penyerapan transfollikuler Masuk secara bebas

38

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA BIOLOGI
1. 2. 3. 4. 5.

NYAMUK LALAT KECOA KUTU TIKUS

39

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA BIOLOGI
Faktor biologi termasuk tumbuh-tumbuhan berupa jamur/lumut dan hewan-hewan serangga yang bersifat vektor.

40

NYAMUK
Penyakit yang ditularkan  Malaria  Yellow fever  Break borne fever  Filariasis Penyebar: Nyamuk culex, aedes, anopheles, mansania.
41

LALAT
Penyakit yang ditularkan  Typhoid fever  Paratyphoid fever  Basilery Dysentry  Infantile diarrhea  Pinworn  Roundworn  Whipworn Penyebar: Lalat kandang, lalat kumbang, lalat kuda, lalat tsetse
42

ASPEK FISIOLOGI & FAAL KERJA
ORGAN PENTING DALAM FAAL KERJA:  OTOT  JANTUNG  HATI  GINJAL KELELAHAN DALAM KERJA WAKTU KERJA ERGONOMI DALAM FAAL KERJA
43

ASPEK FISIOLOGI & FAAL KERJA
OTOT : Organ yang dipakai dalam pekerjaan fisik. JANTUNG: Alat vital untuk bekerja, yang memompa darah sehingga zat yang diperlukan dapat sampai di otot. HATI: Tempat penimbunan bahan bakar, glikogen. GINJAL: Alat pertukaran zat yang terlarut.
44

ASPEK FISIOLOGI & FAAL KERJA
TINGKAT BEBAN KERJA: Pemakaian O2 Kalori permenit Denyut jantung Suhu rektal Kecepatan berkeringat
45

ASPEK FISIOLOGI & FAAL KERJA
KELELAHAN DALAM KERJA: Kelelahan adalah perasaan yang menandakan adanya penurunan efisiensi dan ketahanan dalam bekerja. Kelelahan menyebabkan penurunan perhatian, lambat dan sukar berfikir, persepsi menjadi terhambat, penurunan motivasi dan semangat kerja serta berkurangnya efisiensi kegiatan fisik dan mental.
46

ASPEK FISIOLOGI & FAAL KERJA
ALAT UNTUK MENGETAHUI KELELAHAN DALAM KERJA: 1. Waktu reaksi: adalah jangka waktu dari pemberian suatu rangsang sampai kepada saat kesadaran atau dilaksanakannya kegiatan tertentu. 2. Uji “flicker fusion” (Uji hilangnya kelipan): Kemampuan untuk melihat kelipan akan berkurang. Makin panjang waktu kelipan, tenaga kerja semakin kelelahan.
47

ASPEK FISIOLOGI & FAAL KERJA
KEADAAN UNTUK MENCEGAHAN KELELAHAN DALAM KERJA: 1. Kepemimpinan yang menimbulkan motivasi 2. Manajemen yang meningkatkan keserasian 3. Perhatian terhadap keluarga tenaga kerja 4. Pengorganisasian kerja yang menjamin istirahat dan rekreasi 5. Peningkatan kesejahteraan dan keperluan kerja.

48

ASPEK FISIOLOGI & FAAL KERJA
WAKTU KERJA: 1. Lamanya bekerja: Normal 6-8 jam perhari atau 40-50 jam perminggu. 2. Istirahat: Diperlukan untuk mempertahankan kemampuan kerja. 3. Periodisasi Kerja: Bila bekerja mulai pagi sampai malam dipergunakan sistim sift. Irama faal manusia serasi berkerja pada siang hari dibanding dengan malam hari.
49

ASPEK FISIOLOGI & FAAL KERJA
ERGONOMI DALAM FAAL KERJA Ergonomi diartikan sebagai penerapan ilmu-ilmu tentang manusia bersama dengan ilmu teknik dan teknologi, untuk menyesuaikan manusia dengan perkerjaannya dan lingkungan yang manfaatnya dapat diukur dengan efisiensi kerja dan kesejahteraan kerja.

50

ASPEK FISIOLOGI & FAAL KERJA
FAKTOR YANG MEMPERNGARUHI KECELAKAAN: 1. Tingkat pendidikan 2. Pengetahuan dan keterampilan 3. Latihan dan informasi yang didapat 4. Kondisi fisik tenaga kerja 5. Kemauan dan motivasi kerja
51

ASPEK FISIOLOGI & FAAL KERJA
PRINSIP ERGONOMIS: 1. Sikap tubuh 2. Ukuran mesin 3. Ukuran anthropometri 4. Ukuran kerja 5. Sudut otot 6. Tempat duduk 7. Pekerjaan berdiri 8. Arah penglihatan 9. Ruang gerak 10. Macam gerakan

52

ASPEK FISIOLOGI & FAAL KERJA
PRINSIP ERGONOMIS: 11. Pembebanan 12. Gerakan ritmis 13. Jalan tanjakan 14. Kemampuan seseorang 15. Waktu istirahat 16. Beban tambahan 17. Daya penglihatan 18. Kondisi mental 19. Batas kesanggupan kerja
53

ASPEK PSIKOLOGI KERJA
FAKTOR PSIKOLOGI TENAGA KERJA PENERAPAN PSIKOLOGI KERJA

54

ASPEK PSIKOLOGI KERJA
Aspek psikologi kerja menyangkut segala potensi yang dimiliki oleh tenaga kerja seperti motivasi, keterampilan, dan pengetahuan. Pada hakekatnya bekerja merupakan suatu aktivitas yang dilakukan guna memenuhi kebutuhan manusia. Adanya kebutuhan tersebut memberikan motivasi bagi manusia untuk bekerja.
55

ASPEK PSIKOLOGI KERJA
Motivasi adalah sebab, alasan, dasar, fikiran dasar, dorongan bagi seseorang untu berbuat atau ide pokok yang sudah berpengaruh besar terhadap tingkah laku manusia. Motivasi itu bersifat majemuk dapat berubah-ubah, motivasi berbeda-beda bagi setiap orang dan ada motivasi yang tidah disadari oleh individunya.

56

ASPEK PSIKOLOGI KERJA
Dengan melakukan kerja, manusia memperoleh keuntungan: 1. Menerima upah sebagai bentuk imbalan atas tenaga yang diberikan. 2. Memperoleh kepuasan dan kebahagiaan. 3. Memberikan dan meningkatkan status sosial bagi tenaga kerja.
57

FAKTOR PSIKOLOGI TENAGA KERJA
1. 2. 3. 4.

Faktor pengetahuan dan ketrampilan tenaga kerja. Sarana dan prasarana yang tersedia Hubungan kerja antar kariawan maupun atasan Aspek psikologi tenaga kerja sendiri.

58

FAKTOR PSIKOLOGI TENAGA KERJA
Individual difference(Robert S Woodworth):  Physical Ability  Mental Ability  Knowledge  Habits  Personality  Character Traits
59

FAKTOR PSIKOLOGI TENAGA KERJA
Psikology kerja dalam organisasi kerja:  Intelegensia  Bakat  Minat  Kepribadian  Temperamen  Motivasi  Edukasi
60

FAKTOR PSIKOLOGI TENAGA KERJA
Bidang komflik ketenagakerjaan:  Kondisi dan syarat kerja  Hubungan kerja  Pengupahan  Jaminan Kesehatan dan Sosial

61

PENERAPAN PSIKOLOGI KERJA
Kegiatan dalam penerapan psikologi kerja:  Seleksi dan Klasifikasi Tenaga Kerja  Penilaian Tenaga Kerja  Pendidikan dan Pelatihan  Organisasi Kerja  Psikologi Lingkungan Kerja  Penanganan Stress Kerja  Pencegahan Kecelakaan
62

PENYAKIT AKIBAT KERJA
BATASAN PENYAKIT AKIBAT KERJA. PENYEBAB PENYAKIT AKIBAT KERJA PEMBAGIAN UMUM PENYAKIT AKIBAT KERJA EFEK, GEJALA DAN SUMBER PENYAKIT AKIBAT KERJA DIAGNOSIS PENYAKIT AKIBAT KERJA
63

PENYAKIT AKIBAT KERJA
BATASAN PENYAKIT AKIBAT KERJA: Adalah penyakit umum yang berkaitan dengan pekerjaan atau akibat terpapar oleh lingkungan kerjanya yang apabila terjadi pemaparan secara terus-menerus dan melebihi jumlah waktu kontak atau melampaui nilai ambang batas tertentu.
64

PENYEBAB PENYAKIT AKIBAT KERJA
1. 2. 3. 4. 5.

Faktor Fisik Faktor Kimiawi Faktor Infeksi Biologi Faktor Fisiologi Faktor Mental Psikologi

65

PENYEBAB PENYAKIT AKIBAT KERJA
1.

Faktor Fisik: Bising: tuli permanen Suhu tinggi: heat stroke, heat cramps, heat exhaustion Suhu rendah: frosbite, chilblain, trench foot Sinar Ro/radioaktif: kelainan sumsum darah, kulit, impoten Sinar infra merah : katarak Sinar ultraviolet: konjuntivitis photoelektrika Pencahayaan : mempermudah kecelakaan Getaran : gangguan sistem pembuluh darah, syaraf.

66

PENYEBAB PENYAKIT AKIBAT KERJA
2. Faktor Kimiawi: Debu: penyakit pneumokoniosis Uap: deman uap logam, dermatitis, keracunan Gas: gangguan saluran pernapasan dan keracunan Larutan: bersifat korosif, dermatosis 1. Faktor Infeksi Biologis: Penyakit anthrax, penyakit jamur, penyakit cacing tambang. 2. Faktor fisiologis: Kesalahan konstruksi mesin, sikap badan yang kurang baik, kesalahan menjalankan mesin, terjadi kelelahan fisik.

67

PENYEBAB PENYAKIT AKIBAT KERJA
4. Faktor fisiologis: Kesalahan konstruksi mesin, sikap badan yang kurang baik, kesalahan menjalankan mesin, terjadi kelelahan fisik. 1. Faktor Mental Psikologi Pekerjaan monoton menimbulkan kelelahan, dan kecelakaan.
68

PEMBAGIAN UMUM PENYAKIT AKIBAT KERJA
Klasifikasi akibat kerja (ILO): 29 jenis penyakit + 1 penyakit dari Depnaker. 1. Pneumokoniosis 2. Penyakit paru karena debu logam keras 3. Penyakit paru karena debu kapas, vlas. 4. Asma karena sensitasi dan zat perangsang 5. Alvelitis alergis. 6. Penyakit akibat berrilium 7. ….. dst, dst.
69

EFEK, GEJALA DAN SUMBER PENYAKIT AKIBAT KERJA
Bagian tubuh Mata kemerahan Kepala Otak Telinga Hidung Dada, paru Otot, punggung Hati Ginjal Gejala asap, ozon pusing ketegangan berngiang bersin sesak napas perih, kaku hepatitis gangguan bak Penyebab CO

70

DIAGNOSIS KERJA
1. 2. 3.

PENYAKIT AKIBAT

4.

Anamnesa Pemeriksaan Klinik Pemeriksaan tambahan Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan Ro Pemeriksaan penunjang(EEG, ECG, Pulmonary function test) Pemeriksaan ruang atau tempat kerja
71

KECELAKAAN AKIBAT KERJA
PENGERTIAN KECELAKAAN AKIBAT KERJA. SEBAB-SEBAB KECELAKAAN AKIBAT KERJA KLASIFIKASI KECELAKAAN AKIBAT KERJA KERUGIAN AKIBAT KECELAKAAN AKIBAT KERJA PENCEGAHAN KECELAKAAN AKIBAT KERJA PENCATATAN DAN PELAPORAN KECELAKAAN AKIBAT KERJA
72

KECELAKAAN AKIBAT KERJA
PENGERTIAN KECELAKAAN AKIBAT KERJA: Kecelakaan adalah peristiwa yang tidak terduga dan tidak diharapkan. Tidak diduga karena dibelakang peristiwa tidak terdapat unsur kesengajaan lebih-lebih dalam bentuk perencanaan. Tidak diharapkan oleh karena kecelakaan disertai kerugian material ataupun penderitaan dari yang paling ringan sampai yang paling berat.
73

KECELAKAAN AKIBAT KERJA
PERMASALAHAN DALAM KECELAKAAN AKIBAT KERJA: Kecelakaan sebagai akibat langsung dari suatu pekerjaan: Penurunan daya Pneumoconiosis Dermatosis akibat bahan kimia Conjunctivitis Kecelakaan terjadi pada saat pekerjaan sedang dilakukan: Jatuh, Tertimpa benda, Tergencet Terkena aliran listrik

74

KECELAKAAN AKIBAT KERJA
KEJADIAN TERMASUK KECELAKAAN AKIBAT KERJA: Kecelakaan yang terjadi dalam perjalan dari rumah ke tempat kerja Kecelakaan pada waktu melakukan pekerjaan sesuai dengan tugas, kewajiban, dan tanggung jawab sehari-hari Kecelakaan yang terjadi dalam tugas ke luar kota Kecelakaan yang terjadi pada waktu melakukan kerja lebur Perkelahian pada tempat kerja

75

SEBAB-SEBAB DAN TEORI PENYEBAB KECELAKAAN KERJA
Kecelakaan disebabkan oleh tindak perbuatan manusia yang tidak memenuhi keselamatan kerja ( Unsafe action and unsafe human acts) Penyelidikan menunjukkan bahwa 85% dari kecelakaan kerja disebabkan oleh kelalaian atau kesalahan manusia. Maka dari itu usaha keselamatan kerja selain ditujukan kepada faktor lingkungan dan prosedur kerja, juga harus memperhatikan secara khusus aspek manusiawi.
76

SEBAB-SEBAB DAN TEORI PENYEBAB KECELAKAAN KERJA
Teori penyebab kecelakaan kerja: 1. Teori Domino 2. Teori Manajemen

77

SEBAB-SEBAB DAN TEORI PENYEBAB KECELAKAAN KERJA
Teori Domino a. Kecelakaan kerja sebagian besar akibat perbuatan yang tidak aman. b. Pada setiap kejadian yang menimbulkan cedera/luka. Ada 5 faktor yang secara berurutan: Kebiasaan, berasal dari lingkungan manusia Kesalahan yang orang buat Kondisi dan tindakan manusia yang tidak aman Kecelakaan/accident Cedera
78

SEBAB-SEBAB DAN TEORI PENYEBAB KECELAKAAN KERJA
Teori Manajemen a. Kurang kontrol manajemen b. Penyebab Dasar/Sumber c. Penyebab langsung d. Insiden atau kontak e. Gangguan
79

KLASIFIKASI KECELAKAAN AKIBAT KERJA
a. b. c. d.

Klasifikasi kecelakaan menurut penyebabnya. Klasifikasi menurut jenis kecelakaan Klasifikasi menurut sifat luka/kelainan Klasifikasi menurut letak kelainan/luka di tubuh

80

KERUGIAN AKIBAT KECELAKAAN KERJA
Kerugian akibat kecelakaan kerja diukur dengan besarnya biaya yang dikeluarkan:  Biaya langsung: Premi asuransi kecelakaan Tunjangan khusus Biaya pelatihan  Biaya tidak langsung: Biaya upah perjam Biaya lembur Biaya pengawasan Nilai produksi yang hilang
81

PENCEGAHAN KECELAKAAN AKIBAT KERJA
a. b. c. d. e. f. g. h. i.

Mendesain bangunan Mengatur tata letak tempat kerja Memperbaiki ventilasi Memperbaiki penerangan Memperbaiki sistim peredam suara Pengaturan tempat penyimpanan barang Menyediakan pintu darurat Membina hubungan kerja yang baik Menjaga kebersihan tempat kerja, dst
82

PENCATATAN DAN PELAPORAN KECELAKAAN
Pencatatan peristiwa kecelakaan meliputi semua kecelakaan yang terjadi baik kecelakaan kecil yang tidak menimbulkan luka maupun kecelakaan karena kesalahan mesin atau orang. Angka kekerapan Angka kejadian Angka keparahan
83

PENGENDALIAN DAN PELAYANAN KESEHATAN KERJA
PENGENALAN LINGKUNGAN KERJA EVALUASI LINGKUNGAN KERJA PENGENDALIAN LINGKUNGAN KERJA PELAYANAN KESEHATAN KERJA

84

PENGENDALIAN DAN PELAYANAN KESEHATAN KERJA
PENGENALAN LINGKUNGAN KERJA Sebagai langkah awal dilakukan pengenalan berbagai bahaya dan resiko kecelakaan di lingkungan kerja. Agar dapat mengenal bahaya dan resiko lingkungan kerja dilakukan survei pendahuluan terhadap proses, cara kerja, bahan baku, bahan tambahan, hasil antara, hasil akhir, hasil sampingan, serta limbah yang dihasilkan, disamping keadaan mesin, alat kerja, dan proses kerja.

85

PENGENDALIAN DAN PELAYANAN KESEHATAN KERJA
EVALUASI LINGKUNGAN KERJA Evaluai bertujuan memperkuat dugaan adanya faktor –faktor beresiko atau bahan berbahaya yang ada atau digunakan dalam lingkungan kerja. Setelah didapatkan gambaran tentang pemaparan lalu dibandingkan dengan standar kesehatan kerja yang berlaku.
86

PENGENDALIAN DAN PELAYANAN KESEHATAN KERJA
PENGENDALIAN LINGKUNGAN KERJA 1. Pengendalian lingkungan: Perubahan proses kerja Penghapusan bahan kimia beresiko Memperbaiki sumber kebisingan, tekanan. 2. Pengendalian perorangan: Penggunaan alat pelindung Pembatasan waktu penerapan hygiene perorangan
87

PENGENDALIAN DAN PELAYANAN KESEHATAN KERJA
PELAYANAN KESEHATAN KERJA 1. Pelayanan preventif 2. Pelayangan promotif keshatan kerja 3. Pelayanan kuratif 4. Pelayanan Rehabilitatif

88

PRODUKTIVITAS KERJA
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS ERGONOMI UNTUK PRODUKTIVITAS GIZI DAN PRODUKTIVITAS

89

PRODUKTIVITAS KERJA
Produktivitas adalah perbandingan hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang dipergunakan. Produktivitas kerja adalah perbandingan antara hasil yang dicapai dengan besarnya bahan yang digunakan dan energi/peranan yang diberikan oleh tenaga kerja di tempat kerjanya.
90

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KERJA
1.

2.

Lingkungan kerja: Metoda kerja, Prosedur kerja administratif, Penyediaan sarana pendukung Faktor dalam diri tenaga kerja : Motivasi, ketrampilan, pengetahuan, kondisi kesehatan.

91

ERGONOMI PRODUKTIVITAS KERJA
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Pembebanan kerja fisik Sikap tubuh dalam bekerja Mengangkat dan mengangkut Olah raga dan kesegaran jasmani Musik dan dekorasi Lingkungan kerja yang aman Waktu kerja dan istirahat Sarana kesehatan Hubungan antar pekerja
92

GIZI DAN PRODUKTIVITAS KERJA
Gizi kerja adalah gizi yang diperlukan oleh tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan jenis pekerjaannya. Tujuannya adalah tingkat kesehatan tenaga kerja dan produktivitas kerja yang tinggi.

93

GIZI DAN PRODUKTIVITAS KERJA
Masyarakat kerja yang sehat:  Kecukupan gizi tenaga kerja  Faktor lingkungan yang mempengaruhi keadaan gizi  Pelayanan gizi di perusahaan  Peranan gizi dalam meningkatkan produktivitas kerja
94

PERUNDANG-UNDANGAN DALAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
UNDANG-UNDANG NO 14 TAHUN 1969 UU NO.1 TAHUN 1970 PERMEN NAKERTRANS PER-02/MEN/1980 PERMEN NAKERTRANS PER-01/MEN/1981 UU RI NO. 7 TAHUN 1981 UU RI NO. 3 TAHUN 1993

95

PERUNDANG-UNDANGAN DALAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
UNDANG-UNDANG NO 14 TAHUN 1969: Tentang Perlindungan tenaga kerja. UU NO.1 TAHUN 1970: Tentang keselamatan kerja. PERMEN NAKERTRANS PER-02/MEN/1980: Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja. PERMEN NAKERTRANS PER-01/MEN/1981: Tentang penyakit akibat kerja. UU RI NO. 7 TAHUN 1981: UU RI NO. 3 TAHUN 1993

96

PERUNDANG-UNDANGAN DALAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
PERMEN NAKERTRANS PER-01/MEN/1981: Tentang penyakit akibat kerja. UU RI NO. 7 TAHUN 1981: Tentang Pelaporan ketenagakerjaan. UU RI NO. 3 TAHUN 1993: Tentang jaminan sosial tenaga kerja.

97

98

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->