Anda di halaman 1dari 13

Pengaruh Propilen Glikol…….

(Boesro Soebagio, dkk0

PENGARUH PROPILEN GLIKOL TERHADAP LAJU DIFUSI KRIM


NATRIUM DIKLOFENAK DENGAN BASIS HIDROFOBIK
SECARA INVITRO

Boesro Soebagio, Sriwidodo, Angga Cipta Narsa


Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran - Jatinangor

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh propilen glikol terhadap laju


difusi krim natrium diklofenak basis hidrofobik secara invitro. Dalam penelitian ini
dibuat formula dengan variasi konsentrasi propilen glikol yaitu 0, 3, 5, dan 7%.
Pengujian stabilitas fisik sediaan krim meliputi organoleptis, pH, viskositas,
konsistensi, dan uji sifat aliran selama 56 hari penyimpanan, serta uji difusi
menggunakan alat difusi franz dan membran spangler. Dari hasil penelitian ini
didapat bahwa formula krim natrium diklofenak yang mengandung propilen glikol
7% memiliki laju difusi paling baik yaitu 0,0203 ppm/menit.

Kata kunci : Propilen glikol, Laju difusi, Natrium diklofenak

ABSTRACT

The research on effect of propylene glycol in diffusion rate of diclofenac


sodium cream from hydrophobic base in-vitro has been carried out. The research
used concentrations of propylene glycol as much as 0, 3, 5, and 7%. The stability
test included organoleptic, pH, viscosity, consistency, flow type for 56 days of
storage, and diffusion test used franz cell diffusion and membrane spangler. The
result showed that formula diclofenac sodium cream contained propylene glycol 7%
was the best one in the rate diffusion of 0.0203 ppm/minute.

Keywords : Propylene glycol, Diffusion rate, Sodium diclofenac

PENDAHULUAN Natrium diklofenak sering digunakan


Natrium diklofenak untuk mengobati rheumatoid arthritis
merupakan salah satu obat karena mempunyai efek yang lebih baik
antiinflamasi nonsteroid (AINS) pada serangan akut maupun pada
yang potensial berefek analgesik. pengobatan jangka panjang. Efek terapi

51
Pengaruh Propilen Glikol…….(Boesro Soebagio, dkk0

dan efek samping yang sering kulit dalam waktu yang cukup lama, dan
ditimbulkan dari obat ini mudah dicuci (Lachman, 1994).
berdasarkan dari penghambatan Zat tambahan pada sediaan topikal
bioseintesis prostaglandin (PG), salah satunya yaitu zat peningkat
yaitu dengan menghambat kerja penetrasi. Zat peningkat penetrasi
dari enzim siklooksigenase yang merupakan zat tambahan yang
berperan dalam pembentukan dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah
prostaglandin. Natrium diklofenak zat yang terpenetrasi agar dapat
diabsorpsi dengan cepat pada digunakan untuk tujuan pengobatan
pemberian peroral, serta memiliki sistemik melalui kulit. Adapun syarat-
waktu paruh singkat yaitu 1-3 jam. syarat zat peningkat penetrasi antara lain
Efek samping yang ditimbulkan yaitu tidak mempunyai efek farmakologi,
yaitu mual, gastritis, dan sakit tidak meyebabkan iritasi alergi atau
kepala sehingga penggunaan obat toksik, dapat bercampur secara fisika dan
ini harus dilakukan dengan hati-hati kimia dengan banyak zat, dan dapat
pada penderita tukak lambung dibuat dalam berbagai sediaan (Agoes,
(Syarif dkk, 1998). 1993).
Krim adalah sediaan Propilen glikol dalam sediaan
setengah padat berupa emulsi, farmasi berfungsi sebagai humektan,
mengandung satu atau lebih bahan pelarut, pelicin, dan sebagai penghambat
obat terlarut atau terdispersi dalam fermentasi dan pertumbuhan jamur,
bahan dasar yang sesuai dan desinfektan, dan untuk meningkatkan
dimaksudkan untuk pemakaian luar. kelarutan (Weller, 1994). Selain itu juga
Krim lebih disukai dibandingkan penambahan propilen glikol pada sediaan
dengan salep karena daya tarik topikal juga dapat meningkatkan laju
estetiknya, mudah menyebar difusi (Agoes dkk, 1983)
dengan rata, mudah diserap Untuk mengetahui laju dan
kedalam kulit jika digosokkan, pengaruh zat peningkat penetrasi perlu
mampu melekat pada permukaan dilakukan pengujian pelepasan zat aktif

52
Pengaruh Propilen Glikol…….(Boesro Soebagio, dkk0

secara in vitro dari sediaan semi Bahan


solid dapat dilakukan dengan Bahan yang digunakan dalam
metode lempeng agar dan metode penelitian ini adalah aquadestilata, cera
membran. Kedua metode ini alba, natrium tetraborat, parafin cair,
digunakan untuk membandingkan propilen glikol dan natrium diklofenak.
pelepasan obat dari sediaan semi
solid yang bervariasi (Voight, Metode Penelitian
1994). Penyiapan Bahan Baku dan
Berdasarkan hal-hal tersebut Penyusunan Formulasi Krim Natrium
diatas, maka dalam penelitian ini Diklofenak
akan diformulasikan natrium Penyiapan bahan baku meliputi
diklofenak dalam bentuk krim pemeriksaan natrium diklofenak
dengan menggunakan berbagai dilakukan secara organoleptis meliputi
konsentersai zat peningkat penetrasi pemerian serta kelarutannya serta
(enhancer) yaitu propilen glikol. dibandingkan dengan monografi natrium
Kemudian dilakukan evaluasi krim diklofenak yang ada (sesuai dengan
dan uji pelepasan zat berkhasiatnya. British Pharmacopoeia dan Farmakope
Indonesia Edisi IV).
ALAT, BAHAN DAN METODE
PENELITIAN Formulasi Krim Natrium Diklofenak
Alat Formulasi sediaan krim natrium
Alat-alat yang digunakan diklofenak dengan variasi konsentrasi
dalam penelitian ini adalah propilen glikol sebagai enhancer
peralatan yang biasa digunakan menggunakan komposisi sebagai berikut :
untuk formulasi krim, alat uji difusi
franz, pH meter Metrohm,
termometer, viskometer Brookfield
DV-E.

53
Pengaruh Propilen Glikol…….(Boesro Soebagio, dkk0

sampai terbentuk massa krim yang baik


Tabel 3.4 Formula Krim natrium
diklofenak dengan berbagai Konsentrasi dan homogen.
Propilen Glikol
Komposisi Formula Sedangkan untuk formula yang
Krim Fo F1 F2 F3 mengandung propilen glikol, propilen
(%) (%) (%) (%)
Natrium 1 1 1 1 glikol dicampurkan pada fasa airnya.
Diklofenak
Parafin Cair 50,0 50,0 50,0 50,0
Cera Alba 16,0 16,0 16,0 16,0
Natrium 0,8 0,8 0,8 0,8 Evaluasi Sediaan Krim Natrium
Tetraborat
Diklofenak
Propilen Glikol - 3 5 7
Air Suling 100 100 100 100 Evaluasi sediaan krim dilakukan setiap
sampai
Keterangan : minggu selama 56 hari penyimpanan,
F0 = Formulasi krim tanpa propilen glikol
yang meliputi pemeriksaan :
F1 = Formulasi krim dengan propilen
glikol 3% i) Pengamatan Organoleptis dan
F2 = Formulasi krim dengan propilen Konsistensi Krim
glikol 5%
F3 = Formulasi krim dengan propilen Pengamatan dilakukan dengan
glikol 7%
melihat perubahan-perubahan bentuk,
Pembuatan Krim Natrium warna, bau, dan konsistensi dari krim.
Diklofenak ii) Pengamatan Perubahan Viskositas
Fasa minyak berupa cera Pengukuran viskositas dilakukan
alba dan parafin cair dipanaskan dengan menggunakan viskometer
pada suhu sekitar 70 ºC diatas Brookfield DV-E.
penangas air. Natrium tetraborat iii) Pengamatan Perubahan pH
dilarutkan dalam aquadest panas Pengukuran pH dilakukan dengan
pada suhu sekitar 72 ºC sebagai fasa menggunakan pH meter Metrohm, yaitu
air dan ditambahkan natrium dengan cara kedalam larutan krim.
diklofenak yang sudah dilarutkan iv) Penentuan Sifat Aliran
dalam aquadest. Kemudian fasa air Sifat aliran ditentukan dengan
dicampurkan kedalam fasa minyak mengukur viskositas pada spindle yang
dalam mortir panas, dan diaduk sama pada berbagai kecepatan putaran
(RPM).

54
Pengaruh Propilen Glikol…….(Boesro Soebagio, dkk0

Pengujian pelepasan natrium kertas saring dengan tujuan untuk


diklofenak sebagai zat berkhasiat mempercepat pengeringan.
secara in-vitro B. Pembuatan dapar fosfat pH 7,4
Pengujian pelepasan natrium Sebanyak 50 ml larutan Kalium
diklofenak sebagai zat berkhasiat monofosfat 0,2 M dimasukkan kedalam
dilakukan dengan cara-cara sebagai labu ukur 200 ml, kemudian ditambahkan
berikut : kira-kira 39,1 ml larutan NaOH 0,2 M
A. Penyiapan membran Spangler dan dilakukan pengujian pH
Membran yang digunakan menggunakan pH meter hingga pH= 7,4.
adalah kertas Whatman no.1 yang Selanjutnya ditambahkan air sampai
dibacam dengan cairan Spangler tanda batas, kemudian labu ukur dikocok
yang telah dimodifikasi.Komposisi dan disimpan dalam wadah tertutup rapat,
cairan Spangler: dibungkus dengan alumunium foil.
Asam palmitat 10% C. Penentuan panjang gelombang
Asam Oleat 15%
maksimum
Asam stearat 5%
Minyak Kelapa 15% Penentuan panjang gelombang
Squalen 5%
maksimum dilakukan dengan membuat
Parafin 10%
Kolesterol 5% larutan baku natrium diklofenak dalam
Lilin Putih 15%
dapar fosfat pH 7,4 dengan konsentrasi 10
Cara pembuatan membran :
ppm dan dicari panjang gelombang
Semua bahan untuk cairan
maksimum untuk larutan baku natrium
Spangler dicampurkan dan
diklofenak tersebut.
dilumerkan diatas penangas air
D. Pembuatan kurva baku natrium
sampai suhu 80°C, dan diaduk
diklofenak pada panjang gelombang
sampai homogen. Kedalamnya
maksimum
dimasukkan kertas Whatman no.1
Pembuatan kurva baku natrium
dibiarkan selama 15 menit. Kertas
diklofenak pada panjang gelombang
diangkat dan dikeringkan dengan
maksimum dilakukan dengan cara:
cara meletakkan membran diatas

55
Pengaruh Propilen Glikol…….(Boesro Soebagio, dkk0

1) Dibuat 7 konsentrasi hidrodinamis. Proses dilakukan se!ama


natrium diklofenak dalam 5 jam. Cuplikan diambil dari media
dapar fosfat pH 7,4 (5 permeasi pada menit ke 5, 10, 15, 30,
ppm; 7,5 ppm; 10 ppm; 45, 60, 75, 90, 105 dan 120 . Kadar
12,5 ppm; 15 ppm; 17,5 natrium diklofenak yang terdifusi
ppm). melalui membran ke media permeasi
2) Diukur absorbansinya pada kemudian ditetapkan dengan cara
panjang gelombang spekrofotometri UV pada = 276 nm.
maksimum.
3) Dibuat grafik kurva baku
natrium diklofenak. Pengujian Iritasi Krim Natrium
E. Penetapan Kadar Natrium Diklofenak
Diklofenak Pengujian iritasi krim dilakukan terhadap
Uji permeasi perkutan 10 orang sukarelawan.
dilakukan dengan menggunakan
metode flow through yang terdiri Analisis Data
dari sel difusi Franz, pompa Profil uji difusi dibuat dalam grafik dan
peristaltik, batang pengaduk, gelas analisis data dilakukan secara statistik
kimia, penangas air, penampung
reseptor, termometer, dan selang
dengan diameter 5 mm. Sampel HASIL DAN PEMBAHASAN
krim uji ditimbang 1,0 g dan Hasil Penyiapan Bahan Baku
diratakan diatas membran. Suhu Penyiapan bahan baku meliputi
media adalah 37±0,5 ºC dengan pemeriksaan secara organoleptis yaitu
total volume cairan reseptor 100 pemerian dan kelarutan baik natrium
mL. Pompa peristaltik menghisap diklofenak maupun propilen glikol.
cairan reseptor dari gelas kimia
kemudian dipompa ke sel
sehingga terjadi aliran

56
Pengaruh Propilen Glikol…….(Boesro Soebagio, dkk0

Tabel. 4.1 Hasil Pemeriksaan Pemerian


dan Kelarutan Natrium Diklofenak Tabel 4.3 Hasil Pengamatan Perubahan
Pemeriksaan Hasil Pengamatan Organoleptis Krim Natrium Diklofenak dengan
Pemerian : berbagai Konsentrasi Propilen Glikol
Bentuk Serbuk hari ke- Formula
Warna Putih
Bau Tidak Berbau F0 F1 F2 F3
Kelarutan : 1 - - - -
Larut air dan etanol 7 - - - -
14 - - - -
21 - - - -
28 - - - -
Tabel. 4.2 Hasil Pemeriksaan Pemerian 35 - - - -
dan Kelarutan Propilen Glikol 42 - - - -
Pemeriksaan Hasil Pengamatan 49 - - - -
Pemerian : 56 - - - -
Bentuk Cairan Kental Keterangan :
Warna Jernih, tidak bewarna F0: Krim natrium diklofenak 1% tanpa propilen
Bau Tidak berbau glikol
Kelarutan dalam : F1: Krim natrium diklofenak 1% dengan propilen
Air Larut glikol 3 %
Aseton Larut F2: Krim natrium diklofenak 1% dengan propilen
Kloroform Larut glikol 5 %
F3: Krim natrium diklofenak 1% dengan propilen
glikol 7 %
(-): Tidak terjadi perubahan
(+): Terjadi Perubahan
Dari Tabel 4.1 dan Tabel 4.2 dapat
diketahui bahwa natrium diklofenak Data hasil pengamatan
dan propilen glikol yang digunakan organoleptis selama 56 hari penyimpanan
dalam penelitian mempunyai menunjukkan bahwa sediaan krim
pemerian dan kelarutan yang sama natrium diklofenak dengan variasi
dengan yang terdapat dalam konsentrasi propilen glikol (0, 3, 5, dan
pustaka. 7%) merupakan sediaan yang stabil,
karena tidak mengalami perubahan
Hasil Uji Kestabilan Fisik Krim warna, bau, tekstur, dan konsistensinya.
Natrium Diklofenak
Hasil Pengamatan Organoleptis Hasil Pengamatan Perubahan
Hasil Pengamatan Viskositas
organoleptis meliputi konsistensi, Hasil pengukuran viskositas krim
warna dan bau. natrium diklofenak dengan berbagai

57
Pengaruh Propilen Glikol…….(Boesro Soebagio, dkk0

konsentrasi propilen glikol selama penambahan jumlah propilen glikol yang


56 hari penyimpanan, dapat dilihat lebih tinggi dibandingkan oleh formula
dalam Gambar 4.1 berikut ini : lainnya.
Grafik Hasil Pengamatan Viskositas Selama
Waktu Penyimpanan
350 Hasil Pengamatan Perubahan pH
300
F0
Hasil pengamatan perubahan pH krim
Viskositas (p)

250
F1
200
F2
150
F3 natrium diklofenak dengan berbagai
100
50
0 10 20 30 40 50 60
konsentrasi propilen glikol selama 56 hari
Waktu (hari)
penyimpanan berada pada kisaran antara
Gambar 4.1. Grafik Hasil Pengamatan
Perubahan Viskositas Krim Natrium 7,19 dan 7,48 yang dapat dilihat dalam
Diklofenak dengan Enhancer Propilen
Glikol selama Waktu Penyimpanan Gambar 4.2. berikut ini :
Keterangan :
Grafik Hasil Pengamatan pH Selama Penyimpanan
F0 : Krim natrium diklofenak tanpa
propilen glikol 7.5

F1 : Krim natrium diklofenak 1% 7.4


F0
dengan propilen glikol 3 % F1
pH

7.3
F2 : Krim natrium diklofenak 1% F2

dengan propilen glikol 5 % 7.2


F3

F3 : Krim natrium diklofenak 1%


7.1
dengan propilen glikol 7 % 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60
Hari ke-

Dari Gambar 4.1. juga Gambar 4.2. Grafik Hasil Pengamatan Perubahan
pH Krim Natrium Diklofenak dengan Enhancer
diketahui bahwa semua formula Propilen Glikol selama Waktu Penyimpanan
krim natrium diklofenak dengan Keterangan :
berbagai konsentrasi propilen glikol F0 : Krim natrium diklofenak 1% tanpa
propilen glikol
mengalami penurunan viskositas F1 : Krim natrium diklofenak 1% dengan
propilen glikol 3 %
selama 56 hari penyimpanan. F2 : Krim natrium diklofenak 1% dengan
propilen glikol 5 %
Penurunan viskositas pada krim F3 : Krim natrium diklofenak 1% dengan
propilen glikol 7 %
yang mengandung propilen glikol
7% lebih tinggi dibandingkan Gambar 4.2 menunjukkan bahwa
dengan yang mengandung propilen pH semua formula krim natrium
glikol 0, 3 dan 5%. Penurunan ini diklofenak yang mengandung propilen
mungkit disebabkan oleh glikol 5% lebih rendah dibandingkan

58
Pengaruh Propilen Glikol…….(Boesro Soebagio, dkk0

dengan yang mengandung propilen


Keterangan :
glikol 0, 3 dan 7%. Semua sediaan F0 : Krim natrium diklofenak 1% tanpa
propilen glikol
krim natrium diklofenak mengalami F1 : Krim natrium diklofenak 1% dengan
propilen glikol 3 %
penurunan pH setelah 56 hari F2 : Krim natrium diklofenak 1% dengan
pengamatan. Walaupun mengalami propilen glikol 5 %
F3 : Krim natrium diklofenak 1% dengan
penurunan pH, tetapi pH formula propilen glikol 7 %

krim natrium diklofenak dengan Dari data pada Tabel 4.8 dan 4.9
berbagai konsentrasi propilen dapat disimpulkan sifat aliran semua
glikol, masih memenuhi formula krim natrium diklofenak pada
persyaratan pH suatu sediaan hari ke-1 dan ke-56 tidak mengalami
topikal, yaitu antara 5,5 – 10 perubahan yaitu bersifat pseudoplastik.
(Harry, 1973).
Hasil Pengujian pelepasan natrium
Hasil Penentuan Sifat Aliran diklofenak sebagai zat berkhasiat
Grafik Penentuan Sifat Aliran Pada Hari
2500
ke-1 secara invitro
2000
1. Hasil penentuan panjang gelombang
Viskositas (p)

FO
1500
F1 maksimum
1000 F2
Penetapan Lamda Maksimum
500 F3

0 0.4
1 3 6 12 12 6 3 1
0.35
Kecepatan Geser (rpm )
0.3
0.25
Absorban

Gambar 4.3 Grafik Penentuan Sifat Aliran 0.2


Krim Natrium Diklofenak Hari ke-1 0.15
0.1
0.05
0
Grafik Penentuan Sifat Aliran Pada Hari ke-56 245 250 255 260 265 270 275 280 285 290 295 300 305 310
Panjang Gelom bang
2500

2000
Gambar 4.5 Grafik Panjang Gelombang
FO Maksimum Larutan Natrium Diklofenak 10 ppm
Viskositas (p)

1500
F1

1000 F2
dalam Dapar Fosfat pH 7,4
F3
500

0
Dari Gambar 4.5 diatas dapat
1 3 6 12 12 6 3 1
Kecepatan Gesr (rpm ) diketahui bahwa panjang gelombang
Gambar 4.4 Grafik Hasil Penentuan Sifat maksimum natrium diklofenak berada
Aliran Krim Natrium Diklofenak Hari ke-
56 pada 276 nm. Dengan demikian

59
Pengaruh Propilen Glikol…….(Boesro Soebagio, dkk0

pembuatan kurva baku dilakukan Dari hasil pengukuran serapan


pada panjang gelombang 276 larutan natrium diklofenak berbagai
( =276 nm). konsentrasi dalam larutan dapar fosfat pH
7,4 dapat dibuat grafik hubungan serapan
2. Hasil pembuatan kurva baku terhadap konsentrasi yang berbentuk garis
natrium diklofenak pada panjang lurus. Hal ini menunjukkan bahwa
gelombang maksimum dengan naiknya konsentrasi, maka
Hasil pembuatan kurva baku besarnya serapannya juga akan naik
natrium diklofenak pada panjang dengan persamaan regresi linear : Y =
gelombang maksimum dapat dilihat 0,0315x + 0,0111 dengan R2= 0,9987.
dalam Tabel 4.11 dan Gambar 4.6
dibawah ini : 3. Hasil Uji Penetapan Kadar
Tabel 4.11 Hasil Serapan Larutan Natrium Diklofenak
Natrium Diklofenak dalam Dapar
fosfat pH 7,4 pada = 276 nm Hasil pengukuran konsentrasi
Absorban (A)
Konsentrasi natrium diklofenak melalui membran
(ppm) A rata-
A1 A2
rata spangler dapat dilihat pada Gambar 4.7
5 0.1745 0.1749 0.1747
7.5 0.2438 0.2436 0.2437 dibawah ini :
10 0.3232 0.3232 0.3232
12.5 0.4052 0.407 0.4061
15 0.4777 0.4785 0.4781
17.5 0.5693 0.5695 0.5694 Grafik Konsentrasi Sampel Krim Natrium Diklofenak dengan
Berbagai Konsentrasi Propilen Glikol
Grafik Hasil Pembuatan Kurva Baku 5

y = 0.0315x + 0.0111 4 F0
Konsentrasi (ppm)

0.6
R2 = 0.9987 F1
0.5 3
F2
Absorban (A)

0.4 2
F3
0.3 1 PI
0.2
0
0.1 0 20 40 60 80 100 120
0 Waktu (m enit)
0 5 10 15 20
Konsentras i (ppm ) Gambar 4.7 Grafik Konsentrasi Sampel Krim
Natrium Diklofenak dengan Berbagai
Gambar 4.6 Grafik Hasil Pembuatan Konsentrasi Propilen Glikol
Kurva Baku Natrium Diklofenak
dalam
Larutan Dapar Fosfat pH 7,4

60
Pengaruh Propilen Glikol…….(Boesro Soebagio, dkk0

Keterangan : dengan laju permeasi formula standar,


F0 : Krim natrium diklofenak 1%
tanpa propilen glikol laju permeasi krim natrium diklofenak
F1 : Krim natrium diklofenak 1%
dengan propilen glikol 3 % dengan penambahan propilen glikol lebih
F2 : Krim natrium diklofenak 1%
dengan propilen glikol 5 %
cepat melepaskan zat aktif dibanding
F3 : Krim natrium diklofenak 1% dengan formula standar. Propilen glikol
dengan propilen glikol 7 %
PI : Gel natrium diklofenak 1% juga dapat meningkatkan penetrasi
Dari Gambar 4.7 tampak natrium diklofenak ke dalam kulit
bahwa prudok inovator mempunyai manusia. Namun bila dibandingkan
laju permeasi yang paling tinggi dengan produk inovator laju difusinya
yaitu dengan laju permeasi dC/dt = jelas berbeda karena dari basisnya pun
0,0282 ppm/menit sedangkan untuk sudah berbeda.
formula krim dengan penambahan
propilen glikol 3% (F1) mempunyai 4. Hasil Uji Iritasi Krim Natrium
Diklofenak
laju permeasi dC/dt = 0,0132 Hasil uji keamanan krim natrium
ppm/menit, formula krim dengan diklofenak melalui pengamatan terjadinya
penambahan propilen glikol 5% reaksi iritasi atau tidak pada punggung
(F2) mempunyai laju permeasi tangan sukarelawan, dapat dilihat pada an
dC/dt = 0,0155 ppm/menit, formula Tabel 4.15 diberikut ini :
krim dengan penambahan propilen Tabel 4.13 Hasil Pengujian Keamanan Krim
Natrium Diklofenak dengan Berbagai
glikol 7% (F3) mempunyai laju Konsentrasi Propilen Glikol
permeasi dC/dt = 0,0203 Reaksi Sukarelawan
Sukarelawan terhadap Formula
ppm/menit, yang semuanya jelas F0 F1 F2 F3
A - - - -
lebih tinggi jika dibandingkan B - - - -
dengan formula krim tanpa C - - - -
D - - - -
penambahan propilen glikol (F0) E - - - -
dengan laju permeasi dC/dt =. F - - - -
G - - - -
0,0116 ppm/menit. Dengan H - - - -
I - - - -
demikian, jika dibandingkan
J - - - -

61
Pengaruh Propilen Glikol…….(Boesro Soebagio, dkk0

Keterangan : KESIMPULAN DAN SARAN


F0 : Krim natrium diklofenak 1%
tanpa propilen glikol Kesimpulan
F1 : Krim natrium diklofenak 1%
dengan propilen glikol 3 % Dari hasil penelitian mengenai
F2 : Krim natrium diklofenak 1%
dengan propilen glikol 5 %
pengaruh propilen glikol terhadap laju
F3 : Krim natrium diklofenak 1% difusi krim natrium diklofenak dengan
dengan propilen glikol 7 %
(-) : Tidak terjadi Iritasi basis hidrofobik secara invitro dapat
diambil beberapa kesimpulan yaitu :
Data pada tabel diatas
1.Profil pelepasan zat natrium diklofenak
menunjukkan bahwa formula krim
dapat dilihat dari laju difusi, untuk
dengan dan tanpa propilen glikol
formula yang tidak mengandung
tidak menyebabkan adanya iritasi
natrium diklofenak memiliki laju difusi
yang berupa kemerahan,
0,0116 ppm/menit sedangkan untuk
pembengkakan ataupun luka pada
formula yang mengandung propilen
punggung tangan sukarelawan.
glikol 3, 5 dan 7 % masing-masing
Dengan melihat hasil uji keamanan
memiliki laju difusi 0,0132 ; 0,0155 dan
sediaan krim natrium diklofenak
0,0203 ppm/menit.
dengan konsentrasi propilen glikol
2.Penambahan propilen glikol dapat
tertinggi tidak menimbulkan iritasi,
meningkatkan laju difusi krim natrium
maka dapat diartikan bahwa sediaan
diklofenak secara invitro dibandingkan
krim natrium diklofenak dengan
dengan krim natrium diklofenak tanpa
konsentrasi propilen glikol yang
penambahan propilen glikol.
lebih rendah pun akan aman untuk
3.Ditinjau dari evaluasi stabilitas krim
digunakan. Jadi ,sediaan krim
yang terdiri dari pemeriksaan
natrium diklofenak dengan
organoleptis, pH, viskositas, dan
konsentrasi propilen glikol 3, 5, dan
konsistensi selama 56 hari
7% aman untuk digunakan.
penyimpanan diambil kesimpulan
bahwa formulasi sediaan krim natrium
diklofenak dengan penambahan
propilen glikol stabil dan tidak

62
Pengaruh Propilen Glikol…….(Boesro Soebagio, dkk0

menimbulkan iritasi pada kulit Lemak Bulu Domba secara In


vitro. Acta Pharmaceutica IX(3).
sehingga aman untuk digunakan.
Bandung. ITB.
Agoes G, Darijanto S.T. 1993. Teknologi
Farmasi Likuida Dan Semi
Saran
Solida. Pusat Antar Universitas
Dari hasil penelitian dapat Bidang Ilmu Hayati ITB.
Bandung.
disarankan :
1.Perlu dilakukan penelitian uji Harry, R. G. 1973. Harry’s
Cosmeticology 6th Edition.
difusi natrium diklofenak dengan
Leonard Hill Books an Intertext
basis yang bebeda seperti basis Publisher. London, p.2-3, 38-93.
hidrofilik.
Lachman, Leon. 1994. Teori dan Praktek
2.Perlu dilakukan penelitian uji Farmasi Industri II (Penerjemah :
Siti Suyatmi). Penerbit : UI-Press.
difusi natrium diklofenak
Jakarta.
menggunakan membran yang
Shargel, Andrew. 1988. Biofarmasetika
lebih lain seperti membran alami
Dan Farmakokinetika Terapan.
yaitu membran kulit tikus dan Edisi Kedua. Penerbit : Airlangga
University-Press. Surabaya
membran kulit ular.
3.Perlu dilakukan penelitian uji Syarif, Amir, dkk. 1998. Farmakologi
dan Terapi, Edisi 4. Gaya Baru.
invivo terhadap krim natrium
Jakarta
diklofenak untuk melihat korelasi
Voigth, R. 1994. Buku Pelajaran
antara penelitian invivo dengan
Teknologi Farmasi, Edisi Kelima.
invitro. Penerjemah : Dr. rer. Nat.
Soendari Noerono S, APT.
Gajahmada University-Press.
Yogyakarta.
DAFTAR PUSTAKA
Weller P.J., Rowe R.C. 1994. Handbook
Agoes, G, et al. 1986. Penelitian of Pharmaceutical Excipients.
Difusi Asam Salisilat dan Fourth Edition. London : The
Kloramfenikol dari Sediaan Pharmaceutical Press.
Semisoloda dengan
Pembawa Vaselin,
Campuran Vaselin
Propilenglikol dan Vaselin

63