Anda di halaman 1dari 25

Pendisiplinan

Karyawan

Dina Sartika, S.E.,


M.Si.
Pengertian

Disiplin adalah tindakan manajemen


untuk menegakkan standar
organisasi

“Discipline is Management Action To


Enforce Organizations Standards”
Tujuan Tindakan Disipliner

 Untuk memastikan bahwa perilaku


karyawan konsisten dengan aturan
perusahaan.
 Untuk menumbuhkan dan
mempertahankan rasa hormat dan
saling percaya diantara atasan dan
bawahannya.
 Membuat karyawan lebih produktif.
 Pendisiplinan Preventif
adalah tindakan yang diambil untuk
mendorong karyawan mengikuti standar
dan aturan sehingga diharapkan dapat
mencegah terjadinya pelanggaran.

 Pendisiplinan Korektif
adalah tindakan menindaklanjuti adanya
pelanggaran peraturan. Tindakan ini untuk
mengatasi pelanggaran lebih lanjut dan
memastikan tindakan dimasa datang
sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Jenis Masalah Disiplin Karyawan

 Ketidakhadiran dan keterlambatan


 Sikap buruk dan tidak loyal

 Kecerobohan dan kelalaian

 Ketidakjujuran dan pencurian

 Pembangkangan perintah atasan

 Perkelahian

 Pelanggaran peraturan perusahaan

 dll
Sumber Masalah

1. Sumber Organisasional
 Rekrutmen dan seleksi yang buruk
 Pelatihan dan pengembangan yang
tidak memadai
 Kurangnya komunikasi

 Supervisi yang lemah

 Kebijakan dan peraturan yang tidak


masuk akal
2. Sumber Individual
 Pemakaian alkohol dan obat-obatan
 Masalah pribadi (keuangan, RT)

 Penyakit fisik / mental

 Tindak-tanduk pribadi
Tindakan Disipliner
PHK
Pemutusan hubungan
kerja adalah
pengakhiran
hubungan kerja
karena suatu hal
tertentu yang
mengakibatkan
berakhirnya hak dan
kewajiban antara
pekerja/buruh dan
pengusaha”
PHK perlu dilakukan bila…
1. Kinerja yang memprihatinkan karena
ketidakmampuan & kelalaian.
2. Pelanggaran peraturan perusahaan
3. Kekerasan atau perkelahian di tempat
kerja
4. Pembangkangan terhadap perintah
5. Perilaku pribadi yang tidak dapat
dibenarkan seperti pelecehan seks dan
ketidakjujuran.
PHK Dilarang Jika
1. Pekerja berhalangan masuk kerja karena sakit
selama tidak melampaui 12 (dua belas) bulan secara
terus-menerus;
2. pekerja berhalangan menjalankan pekerjaannya
karena memenuhi kewajiban terhadap negara sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku;
3. Pekerja menjalankan ibadah yang diperintahkan
agamanya;
4. pekerja menikah, hamil, melahirkan, gugur
kandungan, atau menyusui bayinya;
5. Pekerja mempunyai pertalian darah dan atau ikatan
perkawinan dengan pekerja lainnya di dalam satu
perusahaan, kecuali telah diatur dalam perjanjian
kerja, PP, atau PKB;
6.Pekerja mendirikan, menjadi anggota
dan/atau pengurus serikat pekerja
7.Pekerja yang mengadukan pengusaha
kepada yang berwajib mengenai perbuatan
pengusaha yang melakukan tindak pidana
kejahatan;
8.Perbedaan paham, agama, aliran politik,
suku, warna kulit, golongan, jenis kelamin,
kondisi fisik, atau status perkawinan;
9.Pekerja dalam keadaan cacat tetap, sakit
akibat kecelakaan kerja, atau sakit karena
hubungan kerja yang menurut surat
keterangan dokter yang jangka waktu
penyembuhannya belum dapat dipastikan;
Macam-macam PHK
1. PHK pada masa percobaan
2. PHK karena berakhirnya PKWT (kontrak)
3. PHK karena pekerja mengundurkan diri
4. PHK karena pekerja mangkir 5 hari tanpa pemberitahuan tertulis
5. PHK karena pekerja melakukan kesalahan berat
6. PHK karena pekerja ditahan pihak berwajib
7. PHK karena pekerja melanggar disiplin
8. PHK karena perusahaan pailit
9. PHK karena perusahaan merugi atau mengalami Force Majeure
10. PHK karena perubahan status, penggabungan, peleburan, perubahan
kepemilikan dan pekerja tidak bersedia bekerja lagi
11. PHK karena perubahan status, penggabungan, peleburan, perubahan
kepemilikan dan perusahaan tidak bersedia memperkerjakan pekerja
12. PHK karena pekerja meninggal dunia
13. PHK karena perusahaan tutup atau pengurangan pekerja bukan karena
merugi atau keadaan memaksa
14. PHK karena pekerja pensiun dan tersedia jaminan pensiun
15. PHK karena pekerja pensiun dan tidak tersedia jaminan pensiun
16. PHK karena pengusaha melakukan kesalahan berat
17. PHK Karena pekerja sakit atau cacat karena kecelakaan kerja melebihi
12 bulan
Wawancara Keluar
 Exit interview questions to ask:
– Why did you join the company?
– Why did you decide to leave?
– Was the job presented correctly &
honestly?
– Were your expectations met?
– What was the workplace environment
like?
– Supervisor’s management style like?
– Were there any special problem areas?
Tindakan Setelah Proses PHK

 Use a checklist to ensure all


company property is returned
 Walk employees out of the offices

 Disable passwords & accounts

 Have formal rules for return of


portable equipment like laptops &
handhelds
Kompensasi PHK
• Normatif:
–Uang Pesangon
–Uang Penghargaan
Masa Kerja
–Uang Ganti
Kerugian

• Conditional:
–Uang Pisah
Nilai Uang Pesangon

 Tergantung masa kerja


 Tergantung jenis PHK

 Maksimum pesangon adalah 9 bulan


upah
 Dapat menjadi 2 kali lipat
Nilai Uang Penghargaan
Masa Kerja
 Tergantung masa kerja
 Tergantung jenis PHK

 Tidak berlaku bila masa kerja < 3


tahun
 Maksimum PMK adalah 10 bulan
upah
 Dapat menjadi 2 kali lipat
Nilai Uang
Penggantian Hak
1.Cuti tahunan yang belum diambil dan
belum gugur;
2.Biaya atau ongkos pulang untuk
pekerja/buruh dan keluarganya ke tempat
di mana pekerja/buruh diterima bekerja;
3.Penggantian perumahan serta pengobatan
dan perawatan
4.Hal-hal lain yang ditetapkan dalam
perjanjian kerja, peraturan perusahaan
atau perjanjian kerja bersama;
Jenis-jenis PHK
No Jenis PHK Uang Uang PMK Uang Uang
Pesangon Pengg.Hak Pisah

1 PHK pada masa percobaan - - - -

2 PHK karena berakhirnya PKWT - - - -


(kontrak)

3 PHK karena pekerja - - X X*


mengundurkan diri
4 PHK karena pekerja mangkir 5 - - X X*
hari tanpa pemberitahuan
tertulis
5 PHK karena pekerja melakukan - - X X*
kesalahan berat

6 PHK karena pekerja ditahan - X X -


pihak berwajib

7 PHK karena pekerja melanggar X X X -


disiplin

8 PHK karena perusahaan pailit X X X -


No Jenis PHK Uang Uang PMK Uang Uang
Pesangon Pengg.Hak Pisah

9 PHK karena perusahaan merugi atau X X X -


mengalami Force Majeure
10 PHK karena perubahan status, X X X -
penggabungan, peleburan, perubahan
kepemilikan dan pekerja tidak bersedia
bekerja lagi
11 PHK karena perubahan status, 2X X X -
penggabungan, peleburan, perubahan
kepemilikan dan perusahaan tidak
bersedia memperkerjakan pekerja
12 PHK karena pekerja meninggal dunia 2X X X -
13 PHK karena perusahaan tutup atau 2X X X -
pengurangan pekerja bukan karena
merugi atau keadaan memaksa

14 PHK karena pekerja pensiun dan - - X -


tersedia jaminan pensiun

15 PHK karena pekerja pensiun dan tidak 2X X X -


tersedia jaminan pensiun

16 PHK karena pengusaha melakukan 2X X X -


kesalahan berat

17 PHK Karena pekerja sakit atau cacat 2X 2X X -


karena kecelakaan kerja melebihi 12
bulan
Tabel Kompensasi PHK Menurut UU No. 13/2003
Latihan 1
Enam tahun yang lalu Elyus direkrut oleh sebuah perusahaan di Jakarta
sebagai manajer keuangan. Pada tahun keenam upah pokoknya sudah
mencapai Rp.5.000.000. Selain itu ia juga diberikan tunjangan antara
lain:
1. Tunjangan Jabatan (tetap) : Rp.500.000/bln
2. Tunjangan Keluarga (tetap) : Rp.300.000/bln
3. Tunj.Masa Kerja (tetap) : Rp.150.000/bln
4. Tunj.Makan & transport (tidak tetap) : Rp.50.000/hari.

Pada tahun keenam perusahaannya melebur ke perusahaan lain.

Pertanyaan:
A. Jika Elyus tidak bersedia bekerja di perusahaan baru (hasil peleburan)
dan ia memilih di PHK, maka apa saja kompensasi yang diterima Elyus
dan berapa jumlahnya?
B. Bila Elyus masih mau bekerja di perusahaan hasil penggabungan atau
peleburan tsb namun manajemen baru tidak mau mempekerjakannya
kembali, apa saja kompensasi yang diterima Elyus dan berapa
jumlahnya?
Latihan 2
Seorang satpam telah bekerja selama 25 tahun di sebuah perusahaan di
Jakarta. Ia mendapat upah pokok sebesar Rp.4.000.000. Selain itu ia
juga diberikan tunjangan antara lain:
1. Tunjangan jabatan (tetap) : Rp.300.000/bln
2. Tunjangan keluarga (tetap) : Rp.200.000/bln
3. Tunj. masa kerja (tetap) : Rp.400.000/bln
4. Tunj,mkn & transport (tdk tetap) : Rp.30.000/hari

Setelah bekerja selama 25 tahun ia memasuki masa pensiun.

Pertanyaan:
A. Jika perusahaan tsb telah menyediakan jaminan pensiun bagi pekerja
ybs, apa saja kompensasi yang siterima satpam tsb dan berapa
jumlahnya?
B. Bila di perusahaan tsb ternyata tidak tersedia jaminan pensiun, apa saja
kompensasi yang diterimanya dan berapa jumlahnya?
Latihan
Saruman adalah seorang karyawan yang telah bekerja
pada PT. ISENGARD selama 17 tahun dan saat ini
telah hampir 10 bulan tidak dapat masuk ke kantor
karena terkena gejala Stroke sehingga kecil
kemungkinannya dapat bekerja kembali seperti
semula. Atas kondisi tersebut, manajemen
PT.ISENGARD memutuskan untuk Mem-PHK Saruman.

1. Apakah secara regulasi hal tersebut dimungkinkan?


Jelaskan!
2. Jika Saruman menyetujui di PHK dengan alasan sakit
berkepanjangan, berapa kompensasi yang akan dia
terima sesuai dengan ketentuan UU No. 13 tahun
2003? (Asumsi upah terakhir Saruman Rp. 10 juta)

Anda mungkin juga menyukai